• Tidak ada hasil yang ditemukan

Tata Cara Komunikasi Radio Bagi Pemula

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Tata Cara Komunikasi Radio Bagi Pemula"

Copied!
3
0
0

Teks penuh

(1)

Tata Cara Komunikasi Radio Bagi Pemula

Oleh Sentot Baskoro, YCØNCU

Persiapan:

1. Periksalah apakah semua kabel listrik, baik dari jala PLN maupun accu mobil, telah terpasang dengan baik, tanpa ada yg terkelupas.

2. Periksalah apakah antenna anda telah terkoneksi dgn baik dan memiliki nilai SWR yg baik (< 2). Jika anda tidak tahu bagaimana melakukannya, minta tolonglah kpd amatir radio yg memiliki SWR meter utk memeriksa antenna anda. Penggunaan antenna dgn SWR > 2 dpt mengakibatkan kerusakan radio anda.

3. Nyalakan radio anda pada frekuensi yang telah ditentukan, jangan langsung melakukan panggilan. Monitor dahulu frekuensi tersebut, apakah frekeunsi tersebut ada yg sedang menggunakan, apa yg sedang dibicarakan, siapa stasiun pengendalinya (net control).

4. Dalam hal kegiatan touring BIC, kita akan menggunakan frekuensi:

a. 145,520 MHz sebagai frekuensi utama – ini merupakan frekuensi kerja ORARI lokal Pasar Minggu.

b. 145,528 MHz sebagai frekuensi cadangan 1 – ini merupakan frekuensi kerja ORARI lokal Setiabudi

c. 436,100 MHz sebagai frekeunsi cadangan 2.

Mulai masuk

1. Jika tidak terdengar seseorang pun yg menggunakan frekuensi tsb, maka tanyakan “Apakah frekuensi ini sedang dipergunakan?” … sebanyak 3 x 2. Jika ada yg menjawab, maka persilahkan untuk menggunakan frekuensi tsb

sampai dgn selesai urusan mereka.

3. Jika pengguna frekuensi tsb sdg membicarakan hal-hal yg tidak penting, maka anda dapat menyela pembicaraan mereka dgn menyebutkan nama panggil anda. Misalnya, “Uniform…” utk call sign (nama panggil) YCØNCU.

4. Jangan menggunakan panggilan “Break .. Break …” kecuali anda melakukan panggilan darurat (distress call) yg menyangkut ancaman dan/atau keselamatan harta, benda, jiwa dan negara.

5. Jangan menggunakan panggilan “Contact …” kecuali anda telah berda di dalam jaringan komunikasi yg sdg berlangsung ini.

6. Jika mereka tidak merespons, ataupun tidak menyebutkan call sign mereka dalam interval pembicaraan mereka, maka anda dapat langsung masuk dan memanggil rekan yg anda perlukan. Misalnya, “YDØNVP YCØNCU calling” (artinya stasiun YCØNCU sedang memanggil stasiun YDØNVP). Atau, “CQ BIC, CQ BIC, CQ BIC, disini YCØNCU panggil.” (artinya stasiun YCØNCU sedang memanggil siapapun yg tergabung dalam rombongan BIC).

7. Dalam hal anda menerima panggilan, maka anda dapat membalas dengan “YCØNCU go ahead, this is YDØNVP” atau “YCØNCU YDØNVP go head”. Pola yang digunakan adalah [call sign lawan] [call sign sendiri].

8. Biasakan untuk secara berkala menyebutkan call sign anda di dalam interval pembicaraan anda, misalnya “… jadi, nanti sore kita acara akan gala dinner di restaurant hotel kan? YDØNVP YCØNCU over”.

9. Jika stasiun lawan anda menanyakan report atas transmisi anda maka sampaiakan dalam angka:

a. R (Readibility – kemampuan utk ditangkap maksud kalimatnya): 1 – 5

(2)

b. S (Signal – Kekuatan sinyal pancaran): 1 – 9

c. T (Tone – kekuatan ketukan papan morse, biasanya hanya digunakan untuk komunikasi CW / morse): 1 – 9.

d. Contoh, “YDØNVP, anda mendapatkan 5 – 9 pada perangkat saya, YCØNCU over”

10. Gunakanlah istilah-istilah umum dalam Amatir Radio seperti “Roger”, yg artinya adlh berita telah diterima, dan bukan berarti bahwa berita tsb dimengerti, disetujui dan/atau dilaksanakan.

11. Gunakan kode Q untuk menghemat waktu pembicaraan, seperti: a. QRA: Nama stasiun anda

b. QRB: Pancaran tidak stabil

c. QRM: Gangguan / interferensi pancaran d. QRT: Berhenti memancar

e. QRU: Tidak membawa berita f. QRX: istirahat

g. QRZ: Siapakah anda?

h. QSL: Berita diterima lengkap i. QSO: Komunikasi 2 arah. j. QSY: Pindah frekuensi k. QTH: Lokasi memancar l. QTR: Waktu saat ini

m. 73: Regards / Salam Sejahtera n. dll

12. Perhatikan Etika umum komunikasi radio, yaitu:

a. Sebutkan call sign anda dalam interval pendek (secara berkala)

b. Berikan spasi / sela waktu yg cukup (+ 1-2 detik) diantara percakapan anda utk memberi kesempatan stasiun lain masuk.

c. Tidak melakukan tumpang tindih (doubling).

d. Menggunakan kata “Over” atau “Ganti” disetiap akhir pembicaraan anda.

e. Tidak menggunakan bahasa sandi atau bahasa yg disembunyikan / tidak umum.

f. Tidak bicara sambil makan/minum, marah-marah, bertelepon dan kegiatan lain yg mengganggu konsentrasi bicara.

g. Tidak bersiul / menyanyi ataupun memancarkan ulang lagu / musik dalam pancaran anda.

h. Tidak membicarakan hal-hal yg bersifat rahasia, politik dan SARA krn anda tidak tahu dgn pasti siapa saja yg sedang memonitor pembicaraan anda saat ini.

13. Biasakan untuk mencatat komunikasi anda dalam Logbook anda yg berisi: a. Nama Panggil Stasiun Lawan

b. Waktu komunikasi (Dalam UTC / GMT)

c. Frekuensi dan mode yang digunakan (FM/SSB/CW/Echo-link/ dll) d. Report RST atas pancaran stasiun lawan

e. Catatan seperti nama operator, alamat, next sked (schedule), dll.

Akhirnya

1. Berpamitan-lah kepada stasiun lawan anda, atau stasiun pengendali, sebelum anda meninggalkan komunikasi di frekuensi

(3)

2. Jangan langsung mematikan pesawat anda, beri waktu 1 – 2 menit sebelum dimatikan krn mungkin ada stasiun yg terlambat merespons permintaan pamit anda dan masih mencoba memanggil anda kembali utk suatu urusan yg penting.

3. Pastikan semua peralatan telah dimatikan. Jika memungkinkan, cabut semua akses ke saluran listrik (stop kontak).

Semoga berguna dan sampai bertemu di udara.

“This is YCØNCU. Thank you for the nice QSO. QRT, 73 Cherio, over and out ..”

Referensi

Dokumen terkait