• Tidak ada hasil yang ditemukan

LAPORAN ELEKTRONIKA TELEKOMUNIKASI 1 2

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "LAPORAN ELEKTRONIKA TELEKOMUNIKASI 1 2"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

LAPORAN

ELEKTRONIKA TELEKOMUNIKASI

UJI KESTABILAN

Oleh:

Sakinah (07111645000030)

JURUSAN TEKNIK ELEKTRO

BIDANG STUDI TELEKOMUNIKASI MULTIMEDIA

INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER

(2)

I.

TEORI

Salah satu kebuhutan sebuah rangkaian penguat adalah performansi

kestabilan pada frekuensi kerja yang diinginkan. Fenomena osilasi dapat

dipahami pada konteks gelombang tegangan sepanjang jalur transmisi. Jika

Γ

0

> 1, maka tegangan yang kembali meningkat dalam nilai positif

(magnitude) yang menyebabkan ketidakstabilan.

1. Stabil tanpa Syarat (Unconditionally Stable)

Yaitu apabila K>1 dan |Δ|<1 dimana |Гin|<1 dan |Гout|<1.

Pada kondisi ini transistor cocok digunakan sebagai penguat di

mana penguat selalu stabil dengan pemilihan ГS dan ГL

sembarang (di mana saja) pada smith chart. Berikut adalah

penjabaran rumus nilai K dan Δ.

Batas kestabilan yang diberikan adalah sebagai berikut.

Jika Гin = ГL=1, maka lingkaran kestabilan rangkaian adalah

sebagai berikut.

Gambar 1. Lingkaran Kestabilan Tanpa Syarat

(3)

Gambar 2. Lingkaran Kestabilan Tanpa Syarat dengan

Perbandingan Nilai C dan R

2. Stabil dengan Syarat (Potentially Unstable)

Yaitu apabila K<1 dan |Δ|>1 atau K<1 dan |Δ|<1. Kondisi ini

lebih cocok digunakan untuk osilator karena impedansi sumber

dan beban akan menyebabkan |Гin|>1 dan |Гout|>1. Pada

kondisi ini lingkaran kestabilan berperan penting dalam

pemilihan koefisien pantul sumber dan beban pada perancangan

osilator supaya memenuhi syarat kondisi osilasi, yaitu |Гin|>1

dan |Гout|>1. Kondisi ini dapat juga digunakan sebagai penguat

yaitu dengan syarat pemilihan ГS dan ГL yang berada pada

daerah kestabilan sumber maupun pada smith chart.

Jika│S11│> 1, maka│Гin│> 1 untuk ГL = 0, daerah yang

mengandung titik pusat smithchart adalah daerah tidak stabil.

Gambar 3. Lingkaran Kestabilan dengan Syarat jika│S11│> 1

(4)

yang mengandung titik pusat smithchart adalah daerah tidak

stabil.

Gambar 4. Lingkaran Kestabilan Jika│S11│< 1

3. Tidak Stabil (Unstable)

Yaitu apabila tidak memenuhi kedua syarat diatas.

II.

PERCOBAAN

Dalam laporan ini, menggunakan Amplifier dengan S-Parameter sesuai

dengan frekuensi kerjanya. Frekuensi yang digunakan adalah 500 MHz dan

1000 MHz.

500 MHz

Script matlab nya adalah sebagai berikut.

clear all; close all; f=500; Z0=50; ZL=73; ZS=40; VS=26;

rho=[0.892 10.388 0.015 0.768]; theta=[-128.2*(pi/180) -76.6*(pi/180) 1.1*(pi/180) -83.2*(pi/180)];

[x,y]=pol2cart(theta,rho);

S11=x(1)+j*y(1); S21=x(2)+j*y(2); S12=x(3)+j*y(3); S22=x(4)+j*y(4);

koefrefS=(ZS-Z0)/(ZS+Z0); koefrefL=(ZL-Z0)/(ZL+Z0); koefrefIN=S11+(S21*S12*koefrefL)/(1-S22*koefrefL); koefrefOUT=S22+(S12*S21*koefrefS)/(1-S11*koefrefS);

s_param=[S11,S12;S21,S22];

delta1=(S11*S22)-(S12*S21);delta=abs(delta1) k=(1-(abs(S11)^2)-(abs(S22)^2)+(abs(delta)^2))/ (2*abs(S12)*abs(S21))

if delta<1 && k>1

(5)

GT=((1-abs(koefrefL)^2)*(abs(S21)^2)*(1- abs(koefrefS)^2))/((abs(1-koefrefL*koefrefOUT)^2)*(abs(1-S11*koefrefS)^2));

GTU=((1-abs(koefrefL)^2)*(abs(S21)^2)*(1- abs(koefrefS)^2))/((abs(1-koefrefL*S22)^2)*(abs(1-S11*koefrefS)^2));

GA=((abs(S21)^2)*(1-abs(koefrefS)^2))/((abs(1-abs(koefrefOUT)^2)*(abs(1-S11*koefrefS))^2)); G=((1-abs(koefrefL)^2)*abs(S21)^2)/((abs(1-abs(koefrefIN)^2)*(abs(1-S22*koefrefL))^2)); bs=((sqrt(Z0))/(ZS+Z0))*VS;

PA=((1/2)*(abs(bs)^2)/(1-abs(koefrefS)^2))*1000; %dalam mW

Pinc=((1/2)*(abs(bs)^2)/abs(1-koefrefIN*koefrefS)^2)*1000; %dalam mW

PL=(10*log10(PA))+(10*log10(GT)); %dalam dBm

fprintf('GT = %g mW = %g dB (Tranduser

elseif delta<1 && k<1

GT=((1-abs(koefrefL)^2)*(abs(S21)^2)*(1- abs(koefrefS)^2))/((abs(1-koefrefL*koefrefOUT)^2)*(abs(1-S11*koefrefS)^2));

GTU=((1-abs(koefrefL)^2)*(abs(S21)^2)*(1- abs(koefrefS)^2))/((abs(1-koefrefL*S22)^2)*(abs(1-S11*koefrefS)^2));

GA=((abs(S21)^2)*(1-abs(koefrefS)^2))/((abs(1-abs(koefrefOUT)^2)*(abs(1-S11*koefrefS))^2)); G=((1-abs(koefrefL)^2)*abs(S21)^2)/((abs(1-abs(koefrefIN)^2)*(abs(1-S22*koefrefL))^2)); bs=((sqrt(Z0))/(ZS+Z0))*VS;

PA=((1/2)*(abs(bs)^2)/(1-abs(koefrefS)^2))*1000; %dalam mW

Pinc=((1/2)*(abs(bs)^2)/abs(1-koefrefIN*koefrefS)^2)*1000; %dalam mW

PL=(10*log10(PA))+(10*log10(GT)); %dalam dBm

fprintf('GT = %g mW = %g dB (Tranduser

fprintf('Sistem Stabil Bersyarat\n')

else

(6)

fprintf('Sistem tidak stabil! Lakukan stabilisasi sistem.')

end

Hasil running script Matlab nya adalah sebagai berikut.

Gambar 5. Parameter sistem dengan frekuensi kerja 500 MHz

1000 MHz

clear all; close all; f=1000; Z0=50; ZL=73; ZS=40; VS=26;

rho=[0.873 4.977 0.006 0.837]; theta=[-159.3*(pi/180) -39.6*(pi/180) 2.4*(pi/180) -119.4*(pi/180)];

[x,y]=pol2cart(theta,rho);

S11=x(1)+j*y(1); S21=x(2)+j*y(2); S12=x(3)+j*y(3); S22=x(4)+j*y(4);

if delta<1 && k>1

fprintf ('Sistem Stabil\n')

GT=((1-abs(koefrefL)^2)*(abs(S21)^2)*(1- abs(koefrefS)^2))/((abs(1-koefrefL*koefrefOUT)^2)*(abs(1-S11*koefrefS)^2));

GTU=((1-abs(koefrefL)^2)*(abs(S21)^2)*(1- abs(koefrefS)^2))/((abs(1-koefrefL*S22)^2)*(abs(1-S11*koefrefS)^2));

GA=((abs(S21)^2)*(1-abs(koefrefS)^2))/((abs(1-abs(koefrefOUT)^2)*(abs(1-S11*koefrefS))^2)); G=((1-abs(koefrefL)^2)*abs(S21)^2)/((abs(1-abs(koefrefIN)^2)*(abs(1-S22*koefrefL))^2)); bs=((sqrt(Z0))/(ZS+Z0))*VS;

PA=((1/2)*(abs(bs)^2)/(1-abs(koefrefS)^2))*1000; %dalam mW

(7)

PL=(10*log10(PA))+(10*log10(GT)); %dalam dBm

elseif delta<1 && k<1

GT=((1-abs(koefrefL)^2)*(abs(S21)^2)*(1- abs(koefrefS)^2))/((abs(1-koefrefL*koefrefOUT)^2)*(abs(1-S11*koefrefS)^2));

GTU=((1-abs(koefrefL)^2)*(abs(S21)^2)*(1- abs(koefrefS)^2))/((abs(1-koefrefL*S22)^2)*(abs(1-S11*koefrefS)^2));

GA=((abs(S21)^2)*(1-abs(koefrefS)^2))/((abs(1-abs(koefrefOUT)^2)*(abs(1-S11*koefrefS))^2)); G=((1-abs(koefrefL)^2)*abs(S21)^2)/((abs(1-abs(koefrefIN)^2)*(abs(1-S22*koefrefL))^2)); bs=((sqrt(Z0))/(ZS+Z0))*VS;

PA=((1/2)*(abs(bs)^2)/(1-abs(koefrefS)^2))*1000; %dalam mW

Pinc=((1/2)*(abs(bs)^2)/abs(1-koefrefIN*koefrefS)^2)*1000; %dalam mW

PL=(10*log10(PA))+(10*log10(GT)); %dalam dBm

fprintf('GT = %g mW = %g dB (Tranduser

fprintf('Sistem Stabil Bersyarat\n')

else

fprintf('Sistem tidak stabil! Lakukan stabilisasi sistem.')

end

(8)

Gambar 6. Parameter sistem dengan frekuensi kerja 1000 MHz

III.

ANALISIS

500 MHz

Amplifier dengan frekuensi kerja 500 MHz merupakan memiliki

kestabilan bersyarat (potentially stable), dikarenakan nilai K<1 yaitu

0.803 dan |Δ|<1 yaitu 0.804 dengan nilai Gain saat komponen

beroperasi diatas 20 dB.

1000 MHz

Amplifier dengan frekuensi kerja 1000 MHz memiliki kestabilan

tanpa syarat (unconditionally stable), dikarenakan nilai K>1 yaitu

1.5562 dan |Δ|<1 yaitu 0.7454 dengan nilai Gain saat komponen

beroperasi dibawah 20 dB.

IV.

KESIMPULAN

Gambar

Gambar 1. Lingkaran Kestabilan Tanpa Syarat
Gambar 2. Lingkaran Kestabilan Tanpa Syarat denganPerbandingan Nilai C dan R
Gambar 4. Lingkaran Kestabilan Jika│S11│< 1
Gambar 6. Parameter sistem dengan frekuensi kerja 1000 MHz

Referensi

Dokumen terkait

Perlu juga merujuk pada laporan Daily Bulletin (Outlook Harian) kami untuk memperkuat pandangan terhadap laporan ini... Trend pada laporan ini dilihat dari kondisi 15’-chart

Perlu juga merujuk pada laporan Daily Bulletin (Outlook Harian) kami untuk memperkuat pandangan terhadap laporan ini... Trend pada laporan ini dilihat dari kondisi 15’-chart

Hasil ujicoba menunjukkan bahwa performance terbaik dari sistem temu kembali citra tekstur adalah recall sebesar 92,5%, yang didapat dengan menggunakan vektor fitur

Dengan menggunakan metode discovery learning, peserta didik diharapkan dapat (1) menentukan pengaruh faktor internal pada pertumbuhan dan perkembangan makhluk hidup (2) menentukan

17 Pada block diagram ini, high period yang berasal dari block diagram otomatis/manual rudder menjadi parameter high period untuk membangkitkan sinyal PWM yang

Kepolisian Negara Republik Indonesia (POLRI) adalah yang bertanggungjawab langsung dibawah Presiden. POLRI selalu berkaitan dengan pemerintahan karena salah satu fungsi

Masing-masing model yang telah terbentuk kemudian divalidasi menggunakan dua tehnik validasi silang, tehnik yang pertama adalah Leave One Out Cross