PERBEDAAN PENGARUH LATIHAN CROSS COURT DENGAN LATIHAN DOWN THE LINE RETURN TO CENTER MARK TERHADAP KELINCAHAN
DAN KEMAMPUAN GROUNDSTROKE DALAM PERMAINAN TENIS LAPANGAN PADA SISWA SEKOLAH TENIS PROGRESS
UNIMED, TAHUN 2012
SKRIPSI
Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian Syarat- Syarat Memperoleh Gelar
Sarjana Pendidikan
Oleh:
IMANUDDIN SIREGAR Nim : 071266210003
PENDIDIKAN KEPELATIHAN OLAHRAGA
FAKULTAS ILMU KEOLAHRAGAAN
UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
PERSETUJUAN SKRIPSI
Skripsi yang Telah Diajukan Oleh Imanuddin Siregar Nim: 071266210003, Jurusan Pendidikan Kepelatihan Olahraga, Fakultas Ilmu Keolahragaan
Telah Diperiksa Dan Disetujui Untuk Diuji dalam Ujian Skripsi
Medan, Medan 2012 Dosen Pembimbing Skripsi
iii ABSTRAK
IMANUDDIN SIREGAR. Perbedaan Pengaruh Latihan Cross Court dan Latihan Down The Line Return to Center Mark Terhadap Kelincahan dan Kemampuan Groundstroke Dalam Permainan Tenis Lapangan Pada Siswa Sekolah Tenis Progress Unimed, Tahun 2012. (Pembimbing: H. BAKTI SITEPU). SKRIPSI : FIK UNIMED 2012.
Tenis lapangan adalah salah satu bentuk olahraga yang menggunakan
raket dimana dilakukan dengan memukul bola yang dibatasi oleh net.
Kemampuan fisik dalam permainan tenis lapangan sangat perlu, salah satunya
adalah kelincahan. Demikian juga dengan kemampuan teknik yaitu kemampuan
Groundstroke. Latihan Cross Court dan latihan Down the Line Return to Center Mark merupakan bentuk latihan yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan fisik dan juga teknik dalam permainan tenis lapangan. Penelitian ini bertujuan
untuk mengetahui latihan apakah yang lebih berpengaruh antara latihan Cross Court dan latihan Down the Line Return to Center Mark terhadap Kelincahan dan kemampuan Groundstroke dalam permainan tenis lapangan pada siswa sekolah tenis progress Unimed,Tahun 2012. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode experiment. Dengan pelaksanaan latihan yaitu Cross Court dan latihan Down the Line Return to Center Mark.
Populasi adalah siswa sekolah tenis progress Unimed yang berjumlah 28 Orang. Jumlah sampel 8 orang diperoleh dengan teknik Purposive random sampling, selanjutnya dibagi menjadi dua kelompok dengan teknik Mathing pairing yaitu kelompok latihan Cross Court dan kelompok latihan Down the Line Return to Center Mark. Instrumen penelitian untuk pengumpulan data dengan test dan pengukuran adalah Shuttle Run (4x5 meter) untuk Kelinchan dan Test Forehand and Backhand Drive Test untuk kemampuan Groundstroke. Penelitian dilaksanakan selama 6 (enam) minggu dengan latihan 3 (tiga) kali dalam
seminggu. Untuk melihat pengaruh masing masing variabel bebas maupun terikat
digunakan perhitungan statistic uji- t berpasangan dan uji- t tidak berpasangan.
iv
latihan Cross Court secara signifikan berpengaruh terhadap kelincahan pada siswa sekolah tenis progress Unimed, Medan Tahun 2012.
Analisis hipotesisi II, dari dari data pre- test dan data post- test kelompok latihan Down The Line Return to Center Mark terhadap Kelincahan diperoleh thitung sebesar 4,04 serta ttabel sebesar 3,18 dengan =0,05 (t hitung > t tabel) berarti
Ho ditolak dan Ha diterima. Jadi, latihan Down The Line Return to Center Mark secara signifikan berpengaruh terhadap Kelincahan pada siswa sekolah tenis
progress Unimed, Medan Tahun 2012.
Analisis hipotesisi ketiga dari rata- rata dan simpangan baku diperoleh
thitung sebesar 2,56 serta ttabel 2,45 dengan =0, 05 (thitung > ttabel ) berarti Ho ditolak
dan Ha diterima. Jadi, latihan Cross Court lebih baik daripada latihan Down The
Line Return to Center terhadap Kelincahan pada siswa sekolah tenis progress
Unimed, Medan Tahun 2012.
Analisis hipotesisi keempat dari data pre- test dan data post- test kemampuan Groundstroke kelompok latihan Cross Court diperoleh t hitung sebesar 3,93 serta ttabel sebesar 3,18 dengan =0,05 (t hitung > t tabel ) berarti Ho ditolak dan
Ha diterima. Dengan kesimpulan, latihan Cross Court secara signifikan berpengaruh terhadap kemampuan Groundstroke pada pada siswa sekolah tenis
progress Unimed, Medan Tahun 2012.
Analisis hipotesisi kelima dari data pre- test dan data post- test
kemampuan Groundstroke kelompok latihan Down The Line Return to Center
diperoleh t hitung sebesar 4,2 serta t tabel sebesar 3,18 dengan =0,05 (thitung > ttabel)
berarti Ho ditolak dan Ha diterima. Jadi, latihan Down The Line Return to Center secara signifikan berpengaruh terhadap kemampuan Groundstroke pada siswa sekolah tenis progress Unimed, Medan Tahun 2012.
Analisis hipotesisi keenam dari perhitungan rata- rata dan simpangan
baku diperoleh harga t hitung sebesar 2,656 serta t tabel sebesar 2,45 dengan =0, 05
(t hitung > t tabel ) berarti Ho diterima dan Ha ditolak. Jadi, latihan Cross Court lebih baik daripada latihan Down The Line Return to Center terhadap kemampuan
iii ABSTRAK
IMANUDDIN SIREGAR. Perbedaan Pengaruh Latihan Cross Court dan Latihan Down The Line Return to Center Mark Terhadap Kelincahan dan Kemampuan Groundstroke Dalam Permainan Tenis Lapangan Pada Siswa Sekolah Tenis Progress Unimed, Tahun 2012. (Pembimbing: H. BAKTI SITEPU). SKRIPSI : FIK UNIMED 2012.
Tenis lapangan adalah salah satu bentuk olahraga yang menggunakan
raket dimana dilakukan dengan memukul bola yang dibatasi oleh net.
Kemampuan fisik dalam permainan tenis lapangan sangat perlu, salah satunya
adalah kelincahan. Demikian juga dengan kemampuan teknik yaitu kemampuan
Groundstroke. Latihan Cross Court dan latihan Down the Line Return to Center Mark merupakan bentuk latihan yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan fisik dan juga teknik dalam permainan tenis lapangan. Penelitian ini bertujuan
untuk mengetahui latihan apakah yang lebih berpengaruh antara latihan Cross Court dan latihan Down the Line Return to Center Mark terhadap Kelincahan dan kemampuan Groundstroke dalam permainan tenis lapangan pada siswa sekolah tenis progress Unimed,Tahun 2012. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode experiment. Dengan pelaksanaan latihan yaitu Cross Court dan latihan Down the Line Return to Center Mark.
Populasi adalah siswa sekolah tenis progress Unimed yang berjumlah 28 Orang. Jumlah sampel 8 orang diperoleh dengan teknik Purposive random sampling, selanjutnya dibagi menjadi dua kelompok dengan teknik Mathing pairing yaitu kelompok latihan Cross Court dan kelompok latihan Down the Line Return to Center Mark. Instrumen penelitian untuk pengumpulan data dengan test dan pengukuran adalah Shuttle Run (4x5 meter) untuk Kelinchan dan Test Forehand and Backhand Drive Test untuk kemampuan Groundstroke. Penelitian dilaksanakan selama 6 (enam) minggu dengan latihan 3 (tiga) kali dalam
seminggu. Untuk melihat pengaruh masing masing variabel bebas maupun terikat
digunakan perhitungan statistic uji- t berpasangan dan uji- t tidak berpasangan.
iv
latihan Cross Court secara signifikan berpengaruh terhadap kelincahan pada siswa sekolah tenis progress Unimed, Medan Tahun 2012.
Analisis hipotesisi II, dari dari data pre- test dan data post- test kelompok latihan Down The Line Return to Center Mark terhadap Kelincahan diperoleh thitung sebesar 4,04 serta ttabel sebesar 3,18 dengan =0,05 (t hitung > t tabel) berarti
Ho ditolak dan Ha diterima. Jadi, latihan Down The Line Return to Center Mark secara signifikan berpengaruh terhadap Kelincahan pada siswa sekolah tenis
progress Unimed, Medan Tahun 2012.
Analisis hipotesisi ketiga dari rata- rata dan simpangan baku diperoleh
thitung sebesar 2,56 serta ttabel 2,45 dengan =0, 05 (thitung > ttabel ) berarti Ho ditolak
dan Ha diterima. Jadi, latihan Cross Court lebih baik daripada latihan Down The
Line Return to Center terhadap Kelincahan pada siswa sekolah tenis progress
Unimed, Medan Tahun 2012.
Analisis hipotesisi keempat dari data pre- test dan data post- test kemampuan Groundstroke kelompok latihan Cross Court diperoleh t hitung sebesar 3,93 serta ttabel sebesar 3,18 dengan =0,05 (t hitung > t tabel ) berarti Ho ditolak dan
Ha diterima. Dengan kesimpulan, latihan Cross Court secara signifikan berpengaruh terhadap kemampuan Groundstroke pada pada siswa sekolah tenis
progress Unimed, Medan Tahun 2012.
Analisis hipotesisi kelima dari data pre- test dan data post- test
kemampuan Groundstroke kelompok latihan Down The Line Return to Center
diperoleh t hitung sebesar 4,2 serta t tabel sebesar 3,18 dengan =0,05 (thitung > ttabel)
berarti Ho ditolak dan Ha diterima. Jadi, latihan Down The Line Return to Center secara signifikan berpengaruh terhadap kemampuan Groundstroke pada siswa sekolah tenis progress Unimed, Medan Tahun 2012.
Analisis hipotesisi keenam dari perhitungan rata- rata dan simpangan
baku diperoleh harga t hitung sebesar 2,656 serta t tabel sebesar 2,45 dengan =0, 05
(t hitung > t tabel ) berarti Ho diterima dan Ha ditolak. Jadi, latihan Cross Court lebih baik daripada latihan Down The Line Return to Center terhadap kemampuan
v
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang
telah menumpahkan kasih karunianya kepada penulis khususnya dalam
menyelesaikan skripsi ini.
Skripsi ini disusun untuk memenuhi syarat dalam memperoleh gelar
sarjana pendidikan program studi Pendidikan Kepelatihan Olahraga Fakiultas
Ilmu Keolahragaan dengan judul: “ Perbedaan Pengaruh Latihan Cross Court
dan Latihan Down The Line Return to Center Mark Terhadap Kelincahan dan Kemampuan Groundstroke Dalam Permainan Tenis Lapangan Pada Siswa Sekolah Tenis Progress Unimed, Tahun 2012”.
Selama penulisan skripsi ini tentu saja tidak terlepas dari bantuan,
bimbingan dan arahan dari berbagai pihak. oleh karena itu pada kesempatan ini
penulis menyampaikan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya kepada:
1. Bapak Prof. Drs. Ibnu Hajar, M.Si. selaku Rektor Universitas Negeri Medan.
2. Bapak Drs. Basyaruddin Daulay, M. Kes. selaku Dekan FIK UNIMED.
3. Kepada Bapak Drs. Suharjo, M. Pd selaku Pembantu Dekan I FIK UNIMED.
Bapak Drs. Mesnan, M. Kes, AIFO. selaku Pembantu Dekan II FIK
UNIMED dan Bapak Dr. Budi Valianto, M. Pd. selaku Pembantu Dekan III.
4. Bapak Drs. Zulfan Heri, M.Pd, selaku Ketua Jurusan Pendidikan Kepelatihan
Olahraga FIK UNIMED dan juga selaku Pembimbing Skripsi, yang telah
banyak memberikan bimbingan dan arahan kepada penulis hingga selesainya
skripsi ini.
5. Bapak Drs. Nono Hadinoto, M. Pd, selaku Sekretaris Jurusan Pendidikan
vi
6. Bapak Drs. Bakti Sitepu selaku Penasehat Akademik.
7. Seluruh civitas Akademik Universitas Negeri Medan.
8. Seluruh manajemen Sekolah Tenis Progress UNIMED. Bapak
Hariadi, S.Pd, M.Kes serlaku Manager, Bapak Bahtiar Hasibuan, S. Pd.
Selaku Pelatih dan juga terhadap teman- teman serta sampel yang membantu
saya dalam melaksanakan penelitian ini.
9. Selama penyusunan skripsi ini penulis banyak mendapatkan dukungan dan
bantuan baik moral maupun material terutama dari orang tua tercinta yaitu :
10.Kepada rekan- rekan mahasiswa jurusan PKO Fakultas Ilmu Keolahragaan
UNIMED yang telah banyak memberikan motivasi kepada penulis hingga
skripsi ini dapat selesai.
Semua pihak yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu yang turut
serta membrikan bantuan dan sumbangan pemikiran selama penulis mengikuti
perkuliahan. Semoga kebaikan Bapak, Ibu, Saudara, Saudari,dapat menjadi amal
yang baik dan mendapat imbalan yang setimpal dari Tuhan Yang Maha Esa.
Pada akhirnya penulis menyadari bahwa skripsi ini masih jauh dari
kesempurnaan. Oleh karena itu, penulis mengaharapkan saran dan kritik yang
membangun demi kesempurnaan skripsi ini. Semoga skripsi ini dapat bermanfaat
bagi semua pihak.
Medan, Mei 2012
Penulis
viii
BAB IV : HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Deskripsi Data Penelitian ... 32
B. Pengujian Persyaratan Analisis ... 34
C. Pengujian Hipotesis ... 37
D. Pembahasan Hasil Penelitian ... 39
BAB V : KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan ... 43
B. Saran ... 44
DAFTA PUSTAKA ... 45
ix
DAFTAR TABEL
Hal Tabel 1 : Pembagian Kelompok Latihan ... 26
Tabel 2 : Design dua Faktor ... 27
Tabel 3 : Hasil Pre-test dan Post-test Kelompok Latihan Cross Court dan Down The Line Return to Center Mark
Terhadap Kelincahan ... 32
Tabel 4 : Pre-test Dan Post-test Kelompok Latihan Cross Court dan Down The Line Return to Center Mark
x
DAFTAR GAMBAR
Hal
Gambar 1 : Latihan Cross Court ... 15
Gambar 2 : Latihan Down The Line to Return to Center Mark ... 15
Gambar 3 : Lapangan Tennis ... 17
Gambar 4 : Gerakan Pelaksanaan Pukulan Forehand Drive ... 19
Gambar 5 : Gerakan Pukulan Backhand Drive satu tangan ... 21
Gambar 6 : Gerakan Pukulan Backhand Drive dua tangan ... 22
Gambar 7 : Groundstroke Test ... 29 Gambar 8 : ...
Gambar 10 : ...
Gambar 11 : ...
Gambar 12 : ...
xi
DAFTAR LAMPIRAN
Hal
Lampiran 1: Program latihan Cross Court ... 47
Lampiran 2 : Program Latihan Down The Line Return to center Mark ... 49
Lampiran 3 : Data Mentah Hasil pre test dan post test kelompok latihan Cross Court dan Down The Line Return to Center Mark ... 51
Lampiran 4: Perhitungan Z Score ... 53
Lampiran 5 : Mencari rata- rata dan simpangan baku ... 54
Lampiran 6 : Uji Normalitas ... 58
Lampiran 7 : Uji Homogenitas ... 62
Lampiran 8 : Pengujian Hipotesis ... 64
Lampiran 9: Dokumentasi Penelitian ... 71
ix
DAFTAR TABEL
Hal Tabel 1 : Pembagian Kelompok Latihan ... 26
Tabel 2 : Design dua Faktor ... 27
Tabel 3 : Hasil Pre-test dan Post-test Kelompok Latihan Cross Court dan Down The Line Return to Center Mark
Terhadap Kelincahan ... 32
Tabel 4 : Pre-test Dan Post-test Kelompok Latihan Cross Court dan Down The Line Return to Center Mark
x
DAFTAR GAMBAR
Hal
Gambar 1 : Latihan Cross Court ... 15
Gambar 2 : Latihan Down The Line to Return to Center Mark ... 15
Gambar 3 : Lapangan Tennis ... 17
Gambar 4 : Gerakan Pelaksanaan Pukulan Forehand Drive ... 19
Gambar 5 : Gerakan Pukulan Backhand Drive satu tangan ... 21
Gambar 6 : Gerakan Pukulan Backhand Drive dua tangan ... 22
Gambar 7 : Groundstroke Test ... 29 Gambar 8 : ...
Gambar 10 : ...
Gambar 11 : ...
Gambar 12 : ...
xi
DAFTAR LAMPIRAN
Hal
Lampiran 1: Program latihan Cross Court ... 47
Lampiran 2 : Program Latihan Down The Line Return to center Mark ... 49
Lampiran 3 : Data Mentah Hasil pre test dan post test kelompok latihan Cross Court dan Down The Line Return to Center Mark ... 51
Lampiran 4: Perhitungan Z Score ... 53
Lampiran 5 : Mencari rata- rata dan simpangan baku ... 54
Lampiran 6 : Uji Normalitas ... 58
Lampiran 7 : Uji Homogenitas ... 62
Lampiran 8 : Pengujian Hipotesis ... 64
Lampiran 9: Dokumentasi Penelitian ... 71
1 BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Olahraga tennis lapangan merupakan salah satu olahraga permainan yang
sudah berkembang luas di masyarakat. Olahraga Tenis lapangan dilakukan dengan
memainkan bola dengan raket dimana setiap tim tunggal atau ganda berusaha
untuk melewatkan bola dari atas net. Pada masa sekarang ini telah banyak
masyarakat yang menggeluti olahraga tenis lapangan atau menjadi sumber mata
pencaharian bagi mereka, baik itu sebagai wasit, atlet profesional, bisnis, pelatih
dan lain sebagainya.
Kemampuan bermain tennis lapangan sangat dipengaruhi oleh kondisi
fisik yang terlatih dengan baik untuk mendukung permainan tennis lapangan,
karena dalam permainan tenis lapangan seorang pemain harus bisa bergerak cepat
ke setiap sudut lapangan untuk mengembalikan bola pada lawan. Kemampuan
fisik tersebut antara lain: daya tahan cardiorespiratori, daya tahan otot, kekuatan, kelincahan, kelentukan, kecepatan, power, dan lain sebagainya. Setiap kemampuan fisik tersebut sangat mempengaruhi kemampuan bermain tennis di
lapangan karena setiap teknik bermain tennis membutuhkan kondisi fisik yang
baik, khususnya pada saat bermain seorang pemain tennis harus dapat menguasai
lapangan pertandingan secara penuh dan tidak melakukan suatu kesalahan dimana
hal tersebut akan menguntungkan pihak lawan sehingga dapat menyebabkan
2
Dalam permainan ini seorang pemain harus dapat memukul bola secara
berulang - ulang dari sudut lapangan yang satu ke sudut lapangan yang lainnya
dan juga ke arah dekat net tanpa kehilangan konsistensi memasukkan bola ke
dalam lapangan lawan dengan arah dan posisi yang tepat. Hal tersebut
membutuhkan kondisi fisik yang baik dari seorang pemain tenis. Salah satu
kondisi fisik tersebut adalah kelincahan. Kelincahan dapat diartikan sebagai
kemampuan tubuh untuk berpindah tempat sesingkat mungkin tanpa kehilangan
keseimbangan. Seorang pemain tenis lapangan harus dapat bergerak dengan cepat
ke arah bola, berhenti sementara untuk memukul bola dan merubah arah gerak
untuk kembali mengejar dan memukul bola ke arah lawan. Karena begitu
pentingnya kelincahan dalam permainan tenis lapangan maka harus dilatih dengan
baik melalui program latihan yang sistematis dan terencana. Hal tersebut sejalan
dengan pendapat Marcel Gautschi (111) Bila bermain dengan point - point
penentuan petenis yang bertubuh “fit” akan lebih mampu mengerahkan kekuatan
cadangannya baik yang bersifat fisik maupun psikologis, untuk berlari dengan
cepat, untuk memusatkan perhatian pada bola, untuk berpikir, membuat analisa
dan untuk berjuang.
Selain kondisi fisik yang sudah terlatih keterampilan teknik juga tidak bisa
diabaikan karena merupakan bentuk dari permainan itu sendiri. Seorang pemain
tenis harus dapat menguasai berbagai macam teknik- teknik bermain dan harus
bisa mengembangkan teknik tersebut pada saat bermain di lapangan untuk
menghasilkan permainan yang lebih indah dan bermutu, kemampuan teknik
3
drive, smash, service, volley, lob, half volley dan sebagainya. Sejalan dengan hal tersebut Menurut Hariadi (2007:33) mengatakan bahwa bagi pemain pemula yang
menjadi dasar dari permainan tenis itu sendiri adalah pukulan forehand drive, backhand drive, volley dan servis.
Ground stroke adalah salah satu pukulan yang paling sering digunakan dalam permainan tenis. Dimana pukulan ini dilakukan setelah bola memantul ke
lapangan. Dalam Hariadi (110: 2007) menyatakan bahwa Ground stroke adalah pukulan – pukulan dasar/ utama pada permaian tenis. Seorang pemain tenis
lapangan harus menguasai teknik pukulan ground stroke baik itu forehand
maupun backhand. Kemampuan ground stroke harus seimbang baik itu forehand maupun backhand karena sangat perlu dimana merupakan teknik bermain yang paling sering di gunakan dalam permainan tennis lapangan. Hal tersebut juga
sangat dibutuhkan untuk menghasilkan suatu gerakan yang efisien saaat bermain
sehingga bisa menguasai lapangan permainan tanpa merasa capai yang berlebihan
karena hanya mengandalkan satu pukulan saja.
Kemampuan fisik yang baik akan memberikan sikap yang lebih santai dan
lebih mampu menguasai suasana pertandingan hal tersebut harus didukung
dengan kemapuan teknik bermain yang baik sehingga kemampuan fisik dan
kemampuan teknik seimbang dengan demikian mutu pertandingan akan lebih
baik, karena dapat menggabungkan dua komponen yang berbeda.
Ada berbagai macam bentuk-bentuk latihan dalam meningkatkan
4
Center Mark. Kedua latihan ini merupakan latihan berpasangan dimana masing masing pasangan harus sudah menguasai pukulan Ground stroke baik itu Ground stroke Forehand Drive dan Ground stroke Backhand Drive sehingga program latihan bisa berjalan dengan maksimal.
Kedua latihan ini adalah sangat efektif dalam meningkatkan kondisi fisik
dan kemampuan teknik bermain tennis lapangan, hal ini disebabkan karena kedua
bentuk latihan tesebut bisa dimodifikasi menjadi sebuah program seperti bermain
tennis yang sebenarnya. Latihan Cross Court adalah latihan yang dilakukan dengan melakukan Ground stroke berpasangan dengan arah bola cross atau menyilang terhadap pasangan di sebelah net dan pasangan yang lain melakukan
hal yang sama. Hal tersebut sesuai dengan pendapat Marcel Gautschi (162) yang
mengatakan bahwa Cross court adalah bola yang dipukul melewati net, dari salah satu sisi arena ke sisi lawan lain yang letaknya bersilangan. Sedangkan latihan
Down The Line Return to Center Mark adalah latihan yang dilakukan dengan melakukan Groundstroke berpasangan dengan arah bola street atau lurus terhadap pasangan di sebelah net dan pasangan yang lain melakukan hal yang sama.
Kemampuan teknik dan kondisi fisik seperti kemampuan ground stroke dan kelincahan yang terlatih akan meningkatkan kemampuan bermain tennis di
lapangan sehingga prestai yang lebih baik bisa dicapai.
Sekolah Tenis Progress Unimed adalah salah satu club tenis yang ada di Medan, dan merupakan wadah bagi masyarakat mulai dari anak- anak hingga
orang dewasa untuk menyalurkan kesenangan ataupun mengembangkan bakat
5
sering mengikuti kejuaraan tenis lapangan diantaranya adalah Medan open, Aceh
Open, Kejuaraan Remaja Tennis, USU open dan masih banyak lagi kejuaraan
tennis lainnya, diantara kejuaraan terebut yang diikuti oleh siswa – siswi Sekolah
Tennis Unimed beberapa diantara mereka mendapat peringkat dan beberapa
diantaranya tidak. Hal tersebut disebabkan masih banyak kekurangan dan
kelemahan khususnya dalam pemograman latihan.
Menurut pengamatan penulis selama ini terdapat beberapa faktor yang
menjadi penghambat peningkatan prestasi siswa Sekolah Tenis Progress Unimed khususnya dalam kemampuan di lapangan. Kemampuan fisik dan kemampuan
teknik yang lemah sering menjadi penghambat dalam bermain di lapangan seperti
kemampuan groundstroke dan kelincahan.
Hasil wawancara penulis dengan pelatih dan juga pengamatan penulis
pada saat siswa putra Sekolah Tenis Progress Unimed melakukan stroke
berpasangan ataupun game dapat disimpulkan bahwa kelincahan dan kemampuan
Ground StrokeForehand dan Backhand Drive mereka masih rendah. Hal tersebut terlihat dari pukulan rally pada sisi kiri dan kanan lapangan mereka masih lemah dan sering ketinggalan dalam mendapatkan posisi yang tepat untuk memukul
bola. Lebih jelas hal tersebut terlihat dari test pengukuran awal kelincahan yang
telah dilakukan di lapangan terhadap kelincahan siswa Sekolah Tenis Progress
Unimed tahun 2011.Dari tes awal yang dilakukan di lapangan diketahui bahwa
kelincahan atlet sekolah tennis progress Universitas Negeri Medan terdapat 20 %
6
tersebut dapat disimpulkan bahwa kelincahan siswa sekolah tenis proggres
Unimed masih sangat rendah karena masih rata-rata dalam kategori kurang.
Test pegukuran yang telah dilakukan untuk mengetahui kemampuan
Ground Stroke Forehand dan Backhand Drive siswa Sekolah Tenis Progress
Unimed menunjukkan bahwa kemampuan Groundstroke masih sangat rendah karena dari masing – masing siswa yang telah dilakukan tes dan pengukuran
diketahui bahwa terdapat 80 % dalam kategori sangat kurang, 10 % dalam
kategori kurang dan 10 % dalam kategori cukup.
Hal tersebut menunjukkan bahwa Ground StrokeForehand dan Backhand Drive siswa Sekolah Tenis Progress Unimed masih dibawah rata - rata. Sehingga diperlukan perhatian yang lebih untuk meningkatkan kemampauan tersebut
dengan menggunakan metode latihan yang lebih baik.
Dapat disimpulkan bahwa kemampuan Groundstroke Forehand dan
Backhand Drive siswa putra Sekolah Tenis Progress Unimed tahun 2011 masih belum baik maka untuk itu perlu diberikan latihan dengan menggunakan latihan-
latihan yang tepat sehingga bisa meningkatkan kelincahan dan kemampuan
Groundstroke ForehandDan Backhand Drive.
Dapat disimpulkan Groundstroke Forehand dan Backhand Drive yang baik adalah pukulan yang cepat, bertenaga dan akurat. Pada penelitian tersebut
penulis akan menetapkan bentuk latihan Cross Court dan latihan Down The Line Return to Center Mark, karena ingin mengetahui apakah latihan ini dapat meningkatkan kelincahan dan kemampuan Ground stroke Forehand dan
7
merupakan latihan teknik bermain yang dilakukan langsung di lapangan tenis
yaitu dengan memukul bola.
Bertitik tolak pada uraian diatas maka perlu diadakan penelitian untuk
mengetahui perbedaan pengaruh latihan Cross Court dan latihan Down The Line Return to Center Mark terhadap kelincahan dan kemampuan Ground stroke
dalam permainan tenis lapangan pada siswa putra Sekolah Tenis Progress
Universitas Negeri Medan, 2011.
B. Identifikasi Masalah
Berdasarkan uraian dalam latar belakang masalah maka masalah yang
diteliti dapat di identifikasikan sebagai berikut: Faktor- faktor apa saja yang
meningkatkan prestasi atlet?, Apakah kondisi fisik berpengaruh terhadap
kemampuan teknik bermain tenis lapangan?, Apakah latihan teknik bermain dapat
meningkatkan kemampuan bermain tennis di lapangan?, Apakah kondisi fisik
yang baik dapat meningkatkan kemampuan Ground stroke?, Apakah latihan Cross Court memberikan pengaruh terhadap peningkatan Ground stroke dalam permainan tenis lapangan?, Apakah latihan Down The Line Return to Center Mark memberikan pengaruh terhadap peningkatan kemampuan Ground stroke
dalam permainan tenis lapangan?, Latihan manakah yang lebih baik antara latihan
Cross Court dan latihan Down The Line Return to Center Mark terhadap Kemampuan Ground stroke dalam permainan tenis lapangan?, Apakah latihan
8
yang lebih baik antara latihan Cross Court dan latihan Down The Line Return to Center Mark terhadap kelincahan dalam permainan tenis lapangan?
C. Pembatasan Masalah
Mengingat masalah yang diteliti cukup luas seperti yang tercantum dalam
identifikasi masalah maka perlu kiranya menentukan pembatasan masalah pada
hal yang pokok saja untuk mempertegas sasaran yang dicapai, adapun yang
menjadi pembatas masalah adalah: untuk mengetahui perbedaan pengaruh latihan
Cross Court dan latihan Down The Line Return to Center Mark terhadap kelincahan dan kemampuan Groundstroke dalam permainan tenis lapangan pada siswa Sekolah Tenis Progress, Unimed Tahun 2011.
D. Rumusan Masalah
Bertitik tolak pada latar belakang masalah, identifikasi masalah, dan
pembatasan masalah dapat dirumuskan permasalahan yang akan diteliti yaitu:
1. Apakah ada pengaruh yang signifikan dari latihan Cross Court terhadap kelincahanpada siswa Sekolah Tenis Progress Unimed Tahun 2011.
2. Apakah ada pengaruh yang signifikan dari latihan Down The Line Return to Center Mark terhadap kelincahan pada siswa Sekolah Tenis Progress
Unimed Tahun 2011.
3. Latihan manakah yang lebih baik antara latihan Cross Court dan latihan
9
4. Apakah ada pengaruh yang signifikan dari latihan Cross Court terhadap kemampuan Groundstroke pada siswa Sekolah Tenis Progress Unimed Tahun 2011.
5. Apakah ada pengaruh yang signifikan dari latihan Down The Line Return to Center Mark terhadap kemampuan Groundstroke pada siswa Sekolah Tenis
Progress Unimed Tahun 2011.
6. Latihan manakah yang lebih baik antara latihan Cross Court dan latihan
Down The Line Return to Center Mark terhadap kemampuan Groundstroke
dalam permainan tenis lapangan pada siswa Sekolah Tenis Progress Unimed Tahun 2011.
E. Tujuan Penelitian
Yang menjadi tujuan penelitian adalah untuk:
1. Mengetahui pengaruh dari latihan Cross Court terhadap kelincahan dalam permainan tenis lapangan pada siswa Sekolah Tenis Progress Unimed Tahun 2011.
2. Mengetahui pengaruh dari latihan Down The Line Return to Center Mark
terhadap kelincahan dalam permainan tenis lapangan pada siswa Sekolah
Tenis Progress Unimed Tahun 2011.
10
4. Mengetahui pengaruh dari latihan Cross Court terhadap kemampuan Ground stroke dalam permainan tenis lapangan pada siswa Sekolah Tenis Progress
Unimed Tahun 2011.
5. Mengetahui pengaruh dari latihan Down The Line Return to Center Mark
terhadap kemampuan Ground stroke dalam permainan tenis lapangan pada siswa Sekolah Tenis Progress Unimed Tahun 2011.
6. Mengetahui Latihan manakah yang lebih baik antara latihan Cross Court dan latihan Down The Line Return to Center Mark terhadap kemampuan Ground stroke dalam permainan tenis lapangan pada siswa Sekolah Tenis Progress
Unimed Tahun 2011.
F. Manfaat Penelitian
Hasil dari penelitian ini diharapkan bermanfaat bagi pelatih, Pembina serta insan
olahraga. Adapun yang menjadi manfaat dari penelitian ini adalah:
1. Sebagai sumbangan terhadap pelatih maupun pembina olahraga khususnya
melatih cabang olahraga tenis lapangan.
2. Dapat dijadikan sebagai pedoman untuk meningkatkan prestasi atlet tenis
lapangan khususnya pada SekolahTenis Progress Universitas Negeri Medan. 3. Memberikan informasi yang bersifat ilmiah, selain itu juga penelitian ini
dapat dijadikan sebagai bahan diskusi, seminar, maupun objek penelitian
selanjutnya.
4. Sebagai dasar melakukan pemograman latihan dan tambahan ilmu
11
5. Sebagai tambahan ilmu dalam penulisan karya- karya ilmiah baik yang
bersifat experiment maupun non experiment bagi penulis.
6. Sebagai sumber literatur dari bagi peneliti yang lain untuk memperdalam
penelitian tentang tennis lapangan sehingga bisa meningkatkan prestasi yang
43 BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan
Dari hasil pengujian hipotesis ditarik kesimpulan sebagai berikut:
1. Latihan Cross Court memberikan pengaruh yang signifikan terhadap kelincahan dalam permainan tenis lapangan pada siswa Sekolah Tennis
Progress Unimed, Medan ,tahun 2012.
2. Latihan Down The Line Return to Center Mark memberikan pengaruh yang signifikan terhadap kelincahan dalam permainan tenis lapangan pada siswa
Sekolah Tennis Progress Unimed, Medan ,tahun 2012.
3. Latihan Cross Court lebih baik daripada latihan Down The Line Return to Center Mark terhadap kelincahan dalam permainan tenis lapangan pada siswa Sekolah Tennis Progress Unimed, Medan ,tahun 2012.
4. Latihan Cross Court memberikan pengaruh yang signifikan terhadap kemampuan Groundstroke dalam permainan tenis lapangan pada siswa Sekolah Tennis Progress Unimed, Medan ,tahun 2012.
5. Latihan Down The Line Return to Center Mark memberikan pengaruh yang signifikan terhadap kemampuan Groundstroke dalam permainan tenis lapangan pada siswa Sekolah Tennis Progress Unimed, Medan ,tahun 2012. 6. Latihan Cross Court lebih baik daripada latihan Down The Line Return to
44
B. Saran
Sebagai kelanjutan dari adanya kesimpulan yang diperoleh dari penelitian
yang memperbandingkan penggunaan dua bentuk latihan yang berbeda dalam
Kelincahan dan kemampuan Groundstroke, maka berikut ini dikemukakan beberapa hal yang dapat menjadi pertimbangan untuk meningkatkan Kelincahan
dan kemampuan Groundstroke, yaitu:
1. Hasil penelitian ini membutikan bahwa latihan Cross Court dan latihan Down The Line Return to Center Mark dapat meningkatkan Kelincahan dan kemampuan Groundstroke, diharapkan kepada pelatih tenis lapangan khususnya agar menggunakan kedua bentuk latihan tersebut untuk
meningkatkan kemampuan atletnya.
2. Untuk lebih memantapkan hasil penelitian ini, kepada pihak- pihak yang
ingin melakukan penelitian agar melakukan penelitian dengan judul yang
sama, pada kelompok sampel yang lain.
3. Kepada pelatih atau guru olahraga di sekolah agar memperhatikan bentuk lain
yang sesuai dengan peningkatan prestasi siswa.
4. Kepada para pelatih agar memperhatikan bentuk latihan dalam program
45
DAFTAR PUSTAKA
Agus Salim, (2007), Buku Pintar Tenis, Bandung: Jembar
C. M. Jones dan Angela Buxton, Belajar Tennis Untuk Pemula, Bandung: Pionir Jaya
Donal. A. Chu. (2000). Power Tennis Training (Tennis Tenaga). Alih Bahasa. Razi Siregar. Jakarta: PT. Grafindo Persada.
Grosser., Starischka., Zimmermann. (2004). Coditions Trainning (Latihan Fisik Olahraga) Alih Bahasa. Paulus Lavinus Pesurney. KONI Pusat.
Hariadi. (2007). Teori dan Praktek Tennis Lapangan. Medan: Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Medan.
Harsono. (1988). Coaching Dan Aspek- Aspek Psikologis Dalam Coaching. Jakarta: CV. Tambak Kusuma
Harsono. (2000).Gerakan Nasional Garuda Emas, Panduan Kepelatihan. Jakarta: Komite Olahraga Nasional Indonesia.
http://www.google.com/ tennis/gambar/ groundstroke forehand drive.
Larry Hensley, (1989). Tennis Skill Test Manual. Virginia: Assosiation for Sport and Physucal Conditioning.
Jim Brown. (1996). Tennis Tingkat Pemula. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.
M. Najir. (1988). Metode Penelitian. Jakarta: Ghalio Indonesia.
Mochamad Sajoto. (1988). Pembinaan Kondisi Fisik Dalam Olahraga. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.
Marcel Gautschi. (____),Tenis. Semarang: Effhar dan Dahara Prize
Rolf Flichtbeil. (2006). Go Tennis. London: Dorling Kindersley Limited.
Sudjana. (2002). Metode Statistika. Bandung: Tarsito
Suharsimi Arikunto. (2000). Manajemen Penelitian. Yogyakarta: Penerbit Rineka Cipta.