5
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
1.1 Unsur Saluran atau Media
Semua peralatan yang bertujuan untuk menyebarkan pesan-pesan yang disampaikan komunikasi massa disebut unsur saluran atau media.
Pentingnya hal ini adalah jika tidak ada media, pesan yang dikomunikasikan tidak dapat tersampaikan dengan luas, cepat, dan simultan. Salauran yang dimaksud disini adalah aspek-aspek teknis media.
Media tersebut contohnya televisi, majalah, radio, surat kabar, film.
1.2 Unsur Penerima
Dalam unsur ini menerangkan tentang target-target komunikasi massa, yang meliputi penonton film baik itu penonton film yang disediakan dipertelivisian maupun penikmat film di bioskop, pembaca media massa baik yang membaca lewat majalah, koran, ataupun dari sosial media, pendegar radio, dan media massa lainnya.
1.3 Unsur Efek atau Akibat
Unsur ini sebenarnya “lekat” pada unsur penonton. Pesan-pesan yang disampaikan oleh media berakibat terjadinya perubahan pada individu penonton, hal ini bisa disebut dengan “efek”.
David Berlow mengelompokkan perubahan atau efek menjadi tiga bagian:
1. Pengetahuan yang semakin berkembang 2. Sikap, dan
6
3. Perilaku
Tiga hal diatas tidak harus terjadi dengan urut, hanya biasanya perubahan perilaku diawali dengan perubahan sifat yang sebelumnya terjadi karena adanya pengetahuan yang semakin berkembang.
Bagaimana perubahan atau efek dapat diketahui oleh komunikator?
Komunikator dapat mengetahui efek melalui tanggapan audience sebagai umpan balik. Jadi, umpan balik adalah bentuk untuk pemahaman dari efek.
Namun umpan balik tersebut lebih kecil daripada jumlah keseluruhan audience, maka dari itu pengetahuan mass audience atau mass communicator menjadi terbatas.
Efek-efek dari media massa ini dapat merubah beberapa hal, diantaranya ada nilai apa yang ditanamkan di masyarakat selama ini. Lalu adanya perubahan afektif yang berhubungan dengan emosi perasaan audience, efek ini biasanya menimbulkan emosi atau perasaan penonton.
Dan yang ketiga efek yang ditimbulkan adalah efek psikologis yang dapat merubah kadar stabilitas struktur masyarakat serta informasi-informasi dalam masyarakat.
Pesan-pesan yang disampaikan media massa disasarkan untuk meningkatkan intelektualitas dan memperkaya budaya. Efek yang ditimbulkan ini mampu mengembangkan wawasan, perhatian, juga perilaku audience yang berdampak pada nilai-nilai yang ada dalam masyarakat sebelumnya, ideologi, juga terciptanya pihak ketiga.
7
Efek media massa dapat pula mengubah perilaku nyata individu atau khalayak. Larson otto Nathan membagi efek perilaku nyata menjadi dua, yaitu: efek yang menggerakkan dan menonaktifkan perilaku nyata.
1) Efek ini menimbulkan tindakan nyata agar audience mengerjakan pesan-pesan yang disampaikan oleh media, yang menyebabkan pembentukan hingga pemecahan sebuah isu.
2) Efek penonaktifan merujuk pada sikap yang telah dimiliki, dan sebaliknya audience melakukan suatu hal sebagai konsekuen dari yang diterima media massa.
Model S-M-C-R-E adalah proses komunikasi massa yang digunakan, atau model formula Harold D.Lasswell “Who Says What Is Which Channel To Whom and With What Effect?”
Hal yang dititik beratkan disini adalah tentang bagaimana pesan-pesan yang disampaikan media dapat mempengaruhi audiencenya. Seperti yang diterapkan diformula C-R-E. tujuan ini terfokuskan pada arus komunikasi massa.
Model C-R-E sebagai berikut:
Pesan- Pesan Media massa > Ultimate Audience Efek
Ini menunjukan proses dalam arti yang sempit, yang menggambarkan suatu media yang sampai ke audience. Mode ini membuat perhatiaan audience tertuju atau terfokuskan pada aliran-aliran yang disampaikan komunikasi massa. Meskipun tidak sesederhana yang dipikirkan audience.
8
1.4 Film
Adanya kritikan dari masyarakat tentang suatu film juga adanya lembaga sensor perfilman membuktikan besarnya pengaruh film pada penonton. Walaupun masyarakat banyak yang beranggapan film adalah sarana hiburan, bukan media pembujuk.
Produser film mempunyai kewajiban untuk membuat film yang tidak menyinggung pihak siapapun, baik itu film bergender romantis, kenakalan remaja, kejahatan, komedi dan gender-gender film lainnya, karena itulah pemerintah mempunyai kontrol yang sangat kuat dalam dunia perfilman.
Film juga membutuhkan target penonton yang lumayan besar, target utama perfilman biasanya sampain ke luar negeri sebagai pendapatan utamanya.
Committee on Un-American Activities Kongres ditahun 1947 melakukan serangkaian dengar pendapat untuk memastikan benar tidaknya film digunakan sebagai media penyebaran paham komunisme. Meskipun ada pengakuan bahwa ada penulis skenario yang mencoba menyisipkan paham itu, komite tidak berhasil memperoleh cukup bukti untuk menyatakan bahwa film itu telah ditunggangi komunisme. Kalaupun ada, film Hollywood yang demikian sangat langka, dan itu pun warna hiburan tetap menonjol.
1.5 Daya Persuasi
Masyarakat beranggapan bahwa media mempunyai kemampuan untuk mengubah dan mempengaruhi persepsi seseorang yang sifatnya melebih- lebihkan. Masyarakat beranggapan bahwa sesorang pembaca, pendengar, atau penonton akan cenderung menirukan hal-hal yang disampaikan media.
9
Padahal komunikasi tunggal tidak berpengaruh sekuat itu. Akan tetapi jika hal tersebut dilakukan secara terus-menerus perlahan akan merubah persepsi atau tindakan orang tersebut.
1.6 Respon Individu
Sebenarnya tidak ada sebab-akibat yang ditimbulkan dari pesan yang suguhkan media terhadap respon masyarakat
Manusia adalah makhluk kompleks yang takkan memberikan respon otomatis terhadap apapun termasuk pesan media. Sejauh mana kita bereaksi terhadap suatu komunikasi tergantung pada sikap, nilai-nilai, motivasi dan kepribadian kita sendiri.
Orang-orang selalu memilih-milih isi maupun jenis media. Biasanya mereka memilih naskah atau siaran yang sesuai dengan pendapat atau selera mereka sendiri. Artinya, mereka cenderung membaca, mendengar dan melihat apa yang diinginkannya saja, dan menghindari apa yang tidak mereka sukai.
Ada sebagian orang yang sama sekali tidak terpengaruh oleh apa yang ia baca, dengar atau lihat di media. Jumlah orang seperti ini tampaknya cukup banyak. Sebuah penelitian bahkan memperkirakan mereka mencakup sepertiga penduduk. Buktinya dapat dilihat pada usaha memopulerkan PBB di wilayah Cincinnati, yang ternyata gagal. Hanya mereka yang sudah tahu PBB yang mau mengikuti program itu, mereka yang tidak pernah mendengar tentang PBB sama sekali tidak tertarik untuk ikut, bahkan menolak penyuluhannya.
10
1.7 Pengaruh Personal
Pengaruh personal (orang-orang dekat yang berpengaruh, pembuat opini) juga ada diantara pesan media dan respon individu. Banyak orang selalu bertanya ke orang lain yang dipercayainya tentang sesuatu, termasuk pesan media. Pesan media baru akan berpengaruh jika pesan itu didukung oleh pengaruh personal.
Sebagai contoh, E.A Wilkening pernah meneliti apa yang mendorong petani menetapkan metode pertanian tertentu berdasarkan anjuran media.
Ternyata anjuran media ini diterapkan oleh para pembuat opini yang kemudian menarik para petani lain untuk melakukan hal yang sama. Dalam penelitiannya di Erie Country, Lazarfeld mendapat para pembuat opini ternyata sekitar dua kali lebih banyak membaca Koran dan mendengarkan radio ketimbang orang kebanyakan, mereka bahkan membaca majalah tiga kali lebih banyak.
1.8 Bagaimana Media Berpengaruh
Menurut para peneliti media lebih mampu memodifikasi daripada mengubah suatu perilaku. Seperti misalnya gaya kehidupan orang barat yang sering menjadi sorotan media di Indonesia, lantas tidak mengubah perilaku masyarakat Indonesia sepenuhnya, masyarakat hanya memodifikasi gaya-gaya orang barat yang dipadukan dengan norma-norma yang berlaku di Indonesia.
Media juga mampu memutar balikkan pandangan masyarakat pada suatu objek.
11
Peneliti juga meyakini kekuatan endorsement dalam penawaran suatu produk dapat mempengaruhi minat penonton agar memakai produk yang sama ditawarkan endorsement.
Menurut rimgkasanWillbur Schrahman sebagai berikut:
“Setiap komunikasi yang sampai ke orang dewasa akan masuk kesituasi yang juga dialami oleh jutaan komunikasi sebelumnya, dimana kelompok rujukan sudah siap menyeleksi dan kerangka pikir sudah terbentuk untuk menentukan penting tidaknya komunikasi itu. Karena itu komunikasi baru itu tidak akan menimbulkan goncangan, melainkan sekadar memunculkan sedikit riak perubahan yang prosesnya berjalan lambat dan arahnya ditentukan oleh kepribadian kita sendiri”.
1.9 Masyarakat Menyontoh Perilaku Tayangan TV
Seiring berjalannya waktu dengan majunya teknologi, membawa perubahan yang sangat cepat dalem era komunikasi massa, yang membawa pengaruh terhadap perilaku audience (massa) yang aktif maupun pasif baik secara langsung maupun tidak langsung. Dari perkembangan teknologi tersebut membawa komunikasi yang tidak lagi harus saling tatap muka satu dengan yang lain atau kelompok di tempat dan waktu yang sama, tapi perubahan tersebut telah membawa perubahan ke arah komunikasi massa, yang mana dengan teknologi , komunikasi bisa dilakukan dengan tidak terikat waktu atau tempat dan jumlah massa.
Perkembangan media penyiaran diawali ketika Heinrich Hertz seorang ahli fisika dari Jerman yang berhasil mengirim dan menerima gelombang
12
radio pada tahun 1887, hingga sampai kini media massa adalah hal yang tidak dapat terlepas dari kehidupan manusia, banyak kita temui orang-orang yang hampir setiap hari menonton You Tube untuk mencari atau mempelajari suatu hal tertentu atau bahkan hanya menjadi hiburan saja dikala senggang atau saat bekerja, selain itu media massa yang menjadi favorit masyarakat adalah perfilman, baik itu perfilman yang disediakan di pertelivisian Indonesia maupun perfilman yang diputar di bioskop, selain itu juga maraknya media sosial yang saat ini hampir setiap orang mempunyai akun media sosial membuat mereka tidak bisa terlepas pada media sosialnya tersebut, entah untuk sekedar membaca berita terkini, update masalah fashion, dan lain sebagainya.
Menurut Wilbur Schramm “Luas sempitnya ruang kehidupan seseorang yang awalnya ditentukan pada kemampuan baca tulis, selanjutnya ditentukan oleh seberapa banyak ia bergaul dengan media massa. Artinya media memiliki pengaruh yang signifikan pada kehidupan manusia”.
Asumsi pentingnya media massa juga dikemukakan oleh Dennis McQuil (1987) diantaranya:
1. Industri media kini dapat menciptakan lapangan kerja untuk masyarakat, barang dan jasa serta menghidupkan industri lain yang terkait. Media juga merupakan industry tersendiri yang memiliki peraturan dan norma- norma yang menghubungkan institusi tersebut dengan masyarakat dan institusi sosial lainnya. Di pihak lain institusi media diatur oleh masyarakat.
13
2. Media masa menjadi alat kontrol, serta inovasi dan manajemen yang bisa digunakan sebagai subsitusi kekuatan dan juga sumber daya lainnya.
3. Media adalah norma, yang memperlihatkan gambaran suatu kejadian- kejadian, atau cerita-cerita yang biasanya terjadi dalam kehidupan seseorang.
4. Media juga menjadi tempat untuk perkembangan budaya, tidak hanya pengembangan seni, tapi dalam media juga terdapat pengembangan- pengembangan gaya hidup, dan mode
5. Dalam media juga terdapat nilai-nilai yang terkandung dalam suatu cerita yang dapat dijadikan gambaran oleh masyarakat ataupun suatu kelompok masyarakat. Selain menggambarkan realitas sosial bagi individu perorangan.
Mengingat pentingnya peran media, kita perlu mencermati bagaimana media memberi pengaruh dan dampak dalam kehidupan kita. Sebagai mana media penyiaran yang semakin kesini semakin berkembang pesat.
Juga adanya temuan-temuan teknologi baru yang dapat merubah masyarakat dari masyarakat tradisional menuju masyarakat yang modern.
Melihat persentase fungsi media massa sekarang ini yang tidak seimbang, dimana fungsi informasi, hiburan, pendidikan dan publikasi tidak dipertimbangkan secara tepat penerapannya. Sering kita lihat dalam penyiaran maupun pemberitaan yang dilakukan stasiun televisi sering terjadi pelanggaran Undang-undang.
14
Hal ini menunjukan bahwa apa yang disajikan televisi itu baik untuk kita konsumsi secara mentah-mentah. Meskipun demikian tidak semua stasiun televisi dengan menayangkan atau memberitakan hal yang melanggar Undang-undang. Kembali lagi pada perubahan atau dampak yang ditmbulkan televisi baik positif maupun negatif. Jika melihat dampak negatif televisi dengan berbagai tayangannya maka akan sangat mudah diungkapkannya, sebagaimana dijelaskan dari banyaknya berbagai artikel yang membahas tentang efek negatif televisi dan maraknya protes dalam website KPI (Komisi Penyiaran Indonesia) tentang pelanggaran isi tayangan televisi.
Media massa seperti televisi yang memiliki berjuta-juta orang sebagai penonton di Indonesia ini seharusnya memberikan fungsi informasi, hiburan, pendidikan dan publikasi yang bermanfaat, tidak hanya mengikuti perang dagang antar sesame stasiun Televisi lain. Kehadiran televisi seharusnya bias memberikan dampak positif yang lebih besar untuk perkembangan SDM bangsa ini kearah yang lebih baik.
1.10 Pengaruh Media Massa Pada Pribadi
Secara tidak langsung suatu perfilman, surat kabar, atau media massa lainnya dapat merubah cara pandang seseorang yang melihat atau mendengarnya. Bahkan secara tidak sadar media massa tersebut dapat mempengaruhi cara seseorang dalam bersosialisasi atau cara memanajemen kehidupan pribadinya.
Tayangan media sering menunjukkan suatu gambaran cerita kehidupan yang ideal di masyarakat, hal itu yang menjadikan penonton
15
membandingkan cerita dalam tayangan dengan kehidupan nyatanya, apakah kehidupannya sudah ideal seperti yang ditayangkan media atau tidak. Secara tidak langsung media mempunyai sugesti untuk penonton, sehingga secara tidak sadar penonton menjadikan tayangan ataupun gambaran media menjadi patokan hidup yang ideal.
Tayangan-tayangan media massa seperti perfilman biasanya menyajikan cerita-cerita yang mampu membuat penonton juga menginginkan hal-hal yang sama di dalam suatu film tersebut, seperti misalnya kisah perfilman yang romantis, film-film yang bergender action atau cerita-cerita lucu dan sebagainya.
Dalam media massa khususnya perfilman juga menyajikan gambaran-gambaran individu yang menarik, baik dari segi tampang wajah, kepintaran individu, kepopuleran, sampai dengan kepribadian.
Seperti misalnya cerita dalam film The Maze Runner, yang diperankan oleh Thomas sebagai peran utamanya yang mampu membuat penonton dewasa takjub dengan ketegasan juga kharismanya yang mampu merubah keadaan disekitarnya menjadi lebih baik, jika untuk penonton anak-anak mereka biasanya akan takjub dengan hal-hal fantasi seperti film Frozen yang diperankan oleh Elsa yang mempunyai kekuatan sihir.
Kaum remaja adalah penentu, maksudnya adalah kaum remaja menemukan dan mampu mengarahkan cerita yang dilihat, atau didengar ketika mereka mengintepretasikan pendapatnya dengan berekspresi.
16
Media yang dilihat kaum remaja juga bisa menjadikan remaja lebih mudah senang, merasa relax, dan hal positif lainnya.
Kini gaya bicara yang di gunakan di media massa sangat berpengaruh terhadap kehidupan semua orang, perkembangan ini semakin tidak terarah karena hanya digunakan untuk mencari keuntungan. Karya-karya yang dilahirkan tidak lagi untuk mendidik.
Gaya bicara pun sangat berpengaruh terhadap perilaku-perilaku yang sangat disayangkan praktek-praktek yang kita lihat sehari-hari adalah fenomena yang telah di buat untuk merubah karakter remaja. Dari hasil pembahasan di atas, maka saya menyarankan beberapa hal sebagai berikut:
1. Stasiun televisi Indonesia harus menyesuaikan jam tayang untuk program tayangan kekerasan ini.
2. Harus adanya medawatch yang mengontrol tayangan kekerasan dan film berbau seks di Indonesia. Lembaga ini tentunya bekerjasama dengan KPI Pusat. KPI harus lebih ketat mengawasi program siaran di seluruh stasiun televisi Indonesia.
3. Kualitas televisi harus di perbaiki untuk mendidik masyarakat.
1.11 Konsep dasar tentang Persepsi 1) Pengertian Persepsi
Persepsi adalah suatu aspek yang penting untuk merespons suatu kejadian disekitarnya. Pengertian persepsi sangat luas, beberapa para ahli memberikan pengertian yang bermacam-macam tentang persepsi,
17
Menurut Jalaluddin Rakhmat (1989;51) adalah persepsi merupakan pengalaman tentang objek, peristiwa atau hubungan hubungan yang diperoleh dengan menyimpulkan informasi dan penafsiran pesan.
Menurut Irwanto (2002:71) persepsi adalah suatu proses yang diterima rangsang oleh seseorang pada suatu peristiwa ataupun objek, sampai peristiwa atau objek itu disadari oleh seseorang tersebut. Persepsi sendiri adalah tanggapan dari hasil yang direspon terhadap suatu peristiwa yang kemudian diamati sehingga menimbulkan stimulus yang diterima oleh panca indera yang secara terus menerus diperhatikan hingga diterima oleh otak, dari situ seseorang tersebut menyadari adanya persepsi.
Adanya persepsi dalam seseorang membuat orang itu memahami suatu kondisi yang ada disekitarnya. Dari sini kita tau bahwa persepsi adalah suatu penerimaan seseorang melalui inderanya yang sebelumnya seseorang mengetahui, mengartikan dan menghayati tentang suatu objek yang diperhatikan.
2) Faktor-Faktor yang mempengaruhi Persepsi
Sarlito W. Sarwono mengatakan, bahwa ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi persepsi, diantaranya:
a. Perhatian, biasanya seseorang focus pada suatu objek yang tidak lebih dari dua objek. Dan setiap orang memiliki focus pada suatu objek yang berbeda-beda, hal inilah yang
18
menimbulkan persepsi yang berbeda-beda pula pada setiap orang.
b. Kesiapan mental dapat mempengaruhi suatu peristiwa atau kejadian yang akan muncul.
c. Kebutuhan sementara yang muncul dalam diri individu, kebutuhan setiap individu berbeda-beda, hal ini menimbulkan pandangan atau persepsi yang berbeda-beda pula.
d. Perbedaan persepsi individu dipengaruhi oleh nilai-nilai yang sedang berlaku dalam lingkungan individu.
e. Dan yang terakhir, perbedaan persepsi juga dapat ditimbulkan dari kepribadian individu yang berbeda-beda.
Selain itu kondisi atau karakter antara kelompok dalam masyarakat juga mempengaruhi perbedaan persepsi antar individu.
3) Tinjauan Terhadap Remaja
Papilia dan Olds mengatakan bahwa yang dimaksud masa- masa remaja adalah suatu perubahan atau perpindahan dari masa anak-anak yang menuju masa dewasa, biasanya terjadi antara usia dua belas atau tiga belas tahun hingga berakhir di usia awal-awal puluhan tahun.
Jika menurut Anna Freud, masa remaja adalah masa-masa perubahan yang berhubungan dengan psikoseksual yang semakin
19
berkembang, selain itu juga hubungan dengan keluarga dan tujuan hidup yang mengalami perkembangan.
G. Stainly hall seorang psikolog Amerika beranggapan bahwa masa-masa remaja adalah masa-masa per-gejolakan hati dimana ada konflik kehidupan, permasalahan-permasalahan yang baru dihadapi, amarah, kebaikan, kesedihan, dan kegembiraan.
Masa-masa remaja terkadang terkesan bandel tapi terkadang juga terkesan baik. Terkadang juga terkesan menginginkan kesunyian tapi juga terkadang menginginkan keramaian dengan teman- temannya.
Lalu masa-masa remaja juga dapat ditandai oleh suatu hal yang serba berlebihan, seperti merasa dirinya paling kuat, paling berani, dari hal inilah yang menyebabkan masa remaja terkesan suka akan keributan dan kegaduhan. Bagi seorang perempuan masa-masa remaja ditandai dengan dandan yang berlebihan untuk berlomba-lomba menjadi pusat perhatian.
Bagi seseorang yang menginjak usia remaja juga mempunyai tanggung jawab penting yang harus mereka lakukan, Willian Kay mengatakan tanggung jawab tersebut meliputi:
1. Percaya diri dengan bentuk fisiknya 2. Menjadi lebih mandiri
3. Mengasah keterampilan dalam penempatan diri di kehidupan sosial
20
4. Mempunyai figure atau sosok idola yang dapat memacu dirinya menjadi pribadi yang lebih baik
5. Mempercayai kemampuan diri sendiri 6. Mempunyai kontrol emosi yang baik
7. Mampu mengurangi atau menghilangkan masa kekanak-kanakan.
Akan tetapi untuk melaksanakan tugas-tugas remaja tersebut tidaklah mudah dimasa-masa peralihan seperti itu, maka dari itu peran orang tua dan lingkungan sangat dibutuhkan, untuk membimbing dan mengarahkan remaja dalam mengambil keputusan dan langkah- langkah yang tepat.