• Tidak ada hasil yang ditemukan

JUMAT, 29 OKTOBER 2021 JUMAT, 22 RABI UL AWWAL 1443 H EDISI 685 TAHUN II Rp

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "JUMAT, 29 OKTOBER 2021 JUMAT, 22 RABI UL AWWAL 1443 H EDISI 685 TAHUN II Rp"

Copied!
12
0
0

Teks penuh

(1)

04.40 12.02 15.20 18.07 19.17

Ayat Hari Ini Ayat Hari Ini Ayat Hari Ini Ayat Hari Ini Ayat Hari Ini Ayat Hari Ini Ayat Hari Ini Ayat Hari Ini Ayat Hari Ini Ayat Hari Ini

JUMAT, 29 OKTOBER 2021 | JUMAT, 22 RABI’UL AWWAL 1443 H EDISI 685 TAHUN II | Rp. 4.500

BACA HAL-7

Sesungguhnya Allah menyukai orang yang berperang dijalan-Nya dalam barisan yang teratur seakan-akan mereka seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh (QS As-Saf : 4)

Mimbar Mimbar Mimbar

Mimbar Mimbar Mimbar Mimbar Mimbar Mimbar Mimbar Syiar Islam Syiar Islam Syiar Islam Syiar Islam Syiar Islam Syiar Islam Syiar Islam Syiar Islam Syiar Islam Syiar Islam

BACA HAL-7

Jakarta, Khazanah -- Jakarta, Khazanah --Jakarta, Khazanah --

Jakarta, Khazanah --Jakarta, Khazanah -- Pemerintah berkomitmen dan terus berupaya meningkatkan peran industri halal agar dapat memberikan kontibusi yang lebih besar untuk pertumbuhan ekonomi nasional. Hal ini sejalan dengan peran strategis industri halal bagi perekonomian nasional sebagaimana tercermin dari banyaknya negara-negara di dunia yang berupaya mengembangkan industri halal, termasuk negara-negara yang memiliki populasi muslim yang relatif sedikit seperti Brazil, Thailand, Korea Selatan, Jepang dan Tiongkok.

Industri Halal Genjot Naik Perekonomian RI Kekuasaan, Alat Penegak

Amar Ma’ruf Nahi Munkar

Oleh: Dr. Sulidar MA

Dalam Alquran diinformasikan bahwa Allah swt menyukai orang mukmin agar mempersiapkan barisan yang kokoh.

Hal ini agar umat Islam secara jamaah mempersiapakan diri secara matang, agar tidak lengah, ketika sewaktu-waktu ada kelompok atau apapun namanya yang ingin menyerang dan menghancurkan umat Islam. Maka umat Islam sudah siap tempur, kapan dan di mana saja berada.

DEMI CAPAIAN TARGET VAKSINASI

Polda Sumbar All Out

POLISI di Sumatera Barat benar-benar all out dalam rangka membantu Pemprov Sumbar mencapai status herd immunity. Segala kreasi dilakukan Polda Sumbar bersama semua Polres/

ta untuk mengajak warga agar mau divaksinasi.

Lubuk Sikaping, Khazanah Lubuk Sikaping, Khazanah Lubuk Sikaping, Khazanah Lubuk Sikaping, Khazanah Lubuk Sikaping, Khazanah ––––– Upaya Sumbar untuk mempercepat capaian target vaksinasi dilakukan secara all out.

Semua daerah Kabupaten/Kota melakukan berbagai kreasi dan

cara agar target vaksin untuk herd immunity tercapai.

Di Pasaman, kerja keras polisi setempat patut diacungi jempol.

Semua kendaraan yang melintas di jalur tengah Lintas-Sumatera dihentikan polisi dan penumpang serta awaknya diminta menunjukkan kartu vaksin.

“Ini dalam rangka mempercepat capaian target vaksinasi,” ujar Kasat Lantas Polres Pasaman, Iptu Rina Aryanti di Sundata, Kamis, pagi.

Sementara di Padang, Pemko menyediakan mobil vaksin keliling yang terus mendatangi warga yang tidak sempat atau tak bisa datang ke tempat vaksinasi dilaksanakan. “Kita

jemput bola,” kata Walikota Padang Hendri Septa.

Untuk tingkat Provinsi selain yang digelar Polda, Korem, Danlantamal serta Lanud St.

Syahrir, Pemprov juga memotori apa yang disebut Sumbar Sadar Vaksin atau Sumdarsin.

Pemerintah Provinsi Sumatera Barat menargetkan capaian vaksinasi di daerah itu 70 persen hingga akhir tahun 2021.

Sekdaprov Sumatera Barat Hansastri mengatakan gebyar Sumdarsin itu juga dirancang digelar hingga penutupan tahun 2021 ini, dengan sasaran masyarakat umum di seluruh daerah di Sumatera Barat.

KOMBESPOL SATAKE BAYU:

Tidak Vaksin, tidak Keren

Padang, Khazanah – Padang, Khazanah – Padang, Khazanah – Padang, Khazanah – Padang, Khazanah – Ternyata divaksinasi itu keren. Setidaknya itu tagline yang dipakai Polda Sumbar untuk mengajak masya- rakat menyadari betapa penting- nya vaksinasi demi memperkuat kekebalan bersama atau yang sering disebut kekebalan komu- nitas.

“Jadi, divaksin itu kerenm jika tidak divaksi berarti tidak keren,”

tutur jurubicara Polda Sumbar Komisaris Besar Polisi, Satake Bayu Setianto kepada media kemarin.

Polda Sumbar memang habis- habisan membantu percepatan

vaksinasi hingga tercapai target minimal 70 persen warga. “Kita mengajak masyarakat, untuk mengikuti vaksinasi Covid-19 di gerai-gerai yang disediakan oleh Pemerintah, Polri, TNI maupun instansi terkait lainnya,” kata Satake Bayu.

Menurutnya, ada beragam manfaat bagi masyarakat yang sudah di vaksin. Selain untuk kesehatan dan meningkatkan herd immunity, berbagai kemudahan dalam pejalanan lintas batas akan didapatkan oleh warga. Bagi

BISA DILAYANI BI SUMBAR

Tukarkan Uang Rupiah Anda yang Sudah Rusak

LUASNYA TANGGUNG JAWAB KEPALA DAERAH

Urusan Mengusir Semut, ke Pak Wali Juga

Padang, Khazanah Padang, Khazanah Padang, Khazanah Padang, Khazanah

Padang, Khazanah – Uang rupiah Anda rusak dan lusuh sekali sehingga sulit dibelanjakan?

Jangan khawatir, bersabarlah sampai tanggal 1 November 2021 mendatang karena pada tanggal itu Bank Indonesia akan membuka layanan penukaran uang rupiah yang rusak untuk wilayah Sumatera Barat.

Siaran pers Bank Indonesia yang diterima hari ini menyebutkan bahwa BI akan membuka layanan penukaran uang rupiah yang rusak mulai 1 November 2021.

“Layanan ini akan dibuka khusus untuk masyarakat di BI Perwakilan Sumatera Barat, Kalimantan Utara dan Kalimantan Selatan,”

kata Kepala Depar- temen Komunik- asi

Erwin Har-

yono dalam siaran pers tersebut.

Dengan demikian layanan uang Rupiah kini sudah dapat dilakukan di seluruh Kantor BI, baik di Kantor Pusat maupun 45 Kantor Perwakilan di seluruh Indonesia, setelah sebelumnya dibuka hanya untuk wilayah Kantor Pusat dan 42 Kantor Perwakilan. Hal ini merujuk kepada Siaran Pers BI No.23/254/DKom tanggal 6 Oktober 2021 bahwa pembukaan kembali layanan uang Rupiah kepada masyarakat mempertimbangkan level PPKM di wilayah yang bersangkutan. Pembukaan ini sebagai upaya BI dalam memastikan ketersediaan uang Rupiah yang layak edar di masyarakat.

Adapun layanan uang Rupiah tersebut adalah sebagai berikut: 1) Layanan penukaran uang

Uang Rupiah yang sudah lusuh dan rusak tapi seri nya masih berlaku, bisa ditukarkan ke Bank Indonesia Perwakilan Sumbar SATAKE BAYU SETIANTO

Polisi di Bukittinggi memperketat para pengendara yang melintas di kota itu untuk mengecek apakah sudah divaksinasi atau belum. Yang belum, langsung disuruh segera vaksin, bagi yang menolak disuruh putar balik ke tempat asal.

Bukittinggi, Khazanah – Bukittinggi, Khazanah – Bukittinggi, Khazanah – Bukittinggi, Khazanah – Bukittinggi, Khazanah – Tugas dan tanggung jawab seorang Kepala Daerah di Indonesia terlalu banyak dan beragam. Dari yang berat sampai yang ringan. Urusan mengusir semut ternyata disampaikan juga kepada seorang Walikota.

“Pak Wali, banyak semut di sekitar sekolah kami sehingga mengganggu anak-anak bermain. Tolonglah pak....” ujar Kepala TK Islam Al Wirdah Bukittinggi kepada Walikota Erman Safar.

Erman Safar, hari Rabu kemarin berkunjung ke TK itu dan bertemu pula dengan Ketua DPRD Beny Yusrial. Tak ayal sang walikota langsung berbisik kepada ajudannya minta menelpon seseorang.

Rupanya yang ditelepon adalah Kepala

Dinas Kesehatan Bukittinggi, seraya memerintahkan Kadiskes dan jajarannya melakukan penyemprotan antiserangga di sekolah tersebut.

Instruksi Walikota Erman Safar diperluas menjadi: “semprot semua pohon yang ada di Bukittinggi dengan antiserangga”

Menurut kepala dan guru Tk Al Wirdah, semut dan serangga itu telah membuat anak- anak takut bermain di halaman.

“Penyemprotan antiserangga ini agar nantinya anak-anak dalam bermain di sekolah dapat nyaman dan aman dari serangga yang dapat mengganggu kesehatannya, apalagi anak- anak di Tk itu bermain sambil belajar,” kata Walikota Erman Safar.

BACA HAL-7 BACA HAL-7

BACA HAL-7 BACA HAL-7

(2)

2

JUMAT, 29 OKTOBER 2021 JUMAT, 22 RABIUL AWWAL 1443 H

MASUK LIMA BESAR

KI Sumbar akan Visitasi ke Padang Panjang

MENGINTIP KEGIATAN RESES H. M. NURNAS

Lubuk Nyarai Butuh Jalan Ojek dan Internet

Parit Malintang, Khazanah Parit Malintang, Khazanah Parit Malintang, Khazanah Parit Malintang, Khazanah Parit Malintang, Khazanah --- Memanfaatkan masa istirahat persidangan I Tahun 2021, Sekretaris Komisi I DPRD Sumbar H.M. Nurnas mengunjungi lokasi pariwisata Lubuk Nyarai, Nagari Salibutan dan petani bawang Nagari Singguliang Padang Pariaman, untuk menjemput aspirasi.

Di Lubuk Nyarai didapatkan berbagai keluhan disampaikan masyarakat diantaranya dampak pandemi Covid-19 yang membuat pengunjung menjadi sepi, sehin- gga berdampak pada pendapatan masyarakat, sehingga wali nagari setempat meminta melalui H. M.

Nurnas unuk dibuatkan jalan Ojek lebar dengan lebar 1 atau 1,5 Meter jalan rabat beton menuju ke lokasi Lubuk Nyarai yang sekarang ini masih jalan tanah, untuk memudahkan wisatawan menuju lokasi, karena wisatawan ramai datang disebabkan kein- dahan untuk camping dan hiking.

Selain itu, kelompok sadar wisata Lubuk Nyarai meminta agar pemerintah menggandeng stakeholder selular untuk mem- bangun tower, agar internet bisa diakses.

"Keinginan masyarakat khus- usnya Pokdarwis meminta disamping membangun jalan tersebut juga butuh lampu pene- rangan jalan bisa ditingkatkan, termasuk internet juga amat dibutuhkan, dengan kebijakan

pemerintah menggandeng stakeholder selular, agar perekonomian masyarakat tum- buh," ulas Nurnas.

Ditambahkannya, akses jalan menuju ke lokasi terutama daerah Sikayan juga sudah terjadi kerusakan robohnya turap pena- han tebing sungai yang sudah sangat lama tidak ada perhatian dari Balai Sungai. "Ini perlu gerak cepat pemerintah khususnya Balai Sungai, agar segera memperbaiki, sehingga tidak terjadi akses jalan putus," tukasnya.

Meskipun daerah ini tersuruk, tambah dia, namun memiliki keindahan alam yang luar biasa, ada lubuk, goa dan lain sebagainya. Dan dengan adanya lokasi wisata ini maka ilegal loging menjadi habis, tingkat kenakalan remaja juga jauh berkurang, maka perlu adanya perhatian khusus, sehingga pendapatan masyarakat melalui pariwisata dapat ditingkatkan, ini merupakan kunjungan saya kedua, dan akses jalan menjadi focus saat ini.

Ditegaskan Nurnas pula, ketika stadium Utama nanti selesai maka akses jalan bukan lagi hal yang harus ditunda, agar segera dilakukan pembangunan atau perbaikannya oleh pemerintah.

"Meskipun daerah tersebut belum ada home stay, namun saat ini masyarakat sudah membuat beberapa pos, namun sudah

banyak yang perlu diperbaiki, dan masyarakat menginginkan daerah ini menjadi Desa wisata," tambah Nurnas lagi.

Usai mengunjugi daerah wis- ata Lubuk Nyarai Nagari Salibutan, H. M. Nurnas mengunjungi Nagari Singguliang Kecamatan Lubuk Alung dan berkumpul dengan petani bawang. Nurnas mendapatkan bagusnya irigasi, hamparan sawah cukup luas, aspirasi dari masyarakat, memb- utuhkan combaine, dan peralatan lainnya untuk meningkatkan hasil pertanian.

Masyarakat juga meminta solusi untuk menstabilkan harga pupuk, sehingga dapat terjangkau masyarakat, karena subsidi pupuk sudah dihapuskan, dan panen sekarang berkurang karena dise- rang wereng.

Selain itu, dengan irigasi Sekunder bagus akan tetapi juga perlu pembuatan dan perbaikan irigasi banda sawah, termasuk juga jalan tani untuk mengangkat benih, pupuk dan hasil pertanian, saat ini jalan tersebut belum ada.

Ada keunikan di Nagari Singguliang, kelompok Tani Harapan Jaya dengan ketua kelompoknya Yusuf, wali korong Singguling 2 Fiski Pernando, mereka ini bertanam bawang yang sudah cukup lama, padahal daerah ini tidak pernah tahu oleh orang luar ada petani bawang.

Bawang yang ditanam

masyarakat Singguliang, bibitnya berasal dari Brebes, dan hasil mereka jauh lebih tinggi dari derah lain, dengan perbandingan bibit 100 kg , menghasilkan 1,2 Ton ada yang lebih, sementara daerah lainnya hanya bisa menghasilkan 1 Ton dengan jumlah bibit sama.

Petani bawang Singguliang juga memakai pupuk anorganik, dengan perbandingan 70:30, artinya kimiawinya lebih sedikit.

Masyarakat ingin agar Nurnas bisa membawa Kepala Dinas Pertanian dan Dinas lainnya ke lokasi mereka, agar tahu kalau hasil produksi mereka jauh lebih baik, dengan kadar air lebih rendah dibanding bawang lainnya.

"Para petani bawang berharap agar stabilisasi harga terjamin, dengan ikut sertanya dinas pertanian dalam memasarkan dan membantu stabilisasi harga," ulas Nurnas.

Ditambahkannya, kalau daerah lain bercocok tanam sampai panen berkisar 60 - 100 hari, namun di Singguliang bisa panen 55 - 65 hari, dengan kualitas terbaik, bertanam bawang telah dimulai kembali sejak tahun 2017 yang sudah lama terhenti.

"Mereka juga sangat butuh peralatan cultivator paket 8, sehingga bisa lebih cepat para petani melakukan aktifitas dan tidak ada lagi yang manual dan produksi bisa lebih ditingkatkan,"

Epyardi Terima Benih Ikan Nila dan Kacang

tambah Nurnas.

Pada saat itu, H. M. Nurnas berjanji akan menyampaikan aspirasi masyarakat pada pihak pemerintah dan akan mereal- isasikan bantuan pada 2022 dilanjutkan pada 2023.

"Dengan program unggulan gubernur di pertanian, mestinya lebih konsens untuk peningkatan pertanian, dinas harus saling terintegrasi, karena pertanian butuh air melalui irigasi yang merupakan kewenangan PSDA, dan juga dinas ini mestinya berkordinasi dengan balai sungai, dan untuk ini dirasakan sangat lemah tetmaduk pengawasannya," tegas Nurnas.

Dalam hal perbaikan irigasi kabupaten Padang Pariaman memang tidak mampu, maka

pemerintah provinsi harus mela- kukan bantuan, kan bisa dalam Bantuan Keuangan Khusus.

Diakhir pertemuan Nurnas juga meminta agar masyarakat jangan takut melakukan vaksin, sehingga pandemi bisa berakhir, agar perekonomian berjalan lancar kembali, dan masyarakat kembali bergairah.

"Kita Padang Pariaman term- asuk diperingkat bawah dalam hal vaksin, maka saya menghimbau agar segera vaksin, saat ini pihak TNI khususnya Lantamal dan Polri sudah melakukan secara rutin, mari bersama kita ikut, jangan takut, agar pandemi lebih cepat teratasi," himbau Nurnas menga- khiri.

 rel rel rel rel rel Padang Panjang, Khazanah -

Padang Panjang, Khazanah -Padang Panjang, Khazanah - Padang Panjang, Khazanah - Padang Panjang, Khazanah - Kota Padang Panjang sebagai kota persimpangan arah tujuan kota di Sumatera Barat yang dianggap kecil oleh beberapa orang seperti tak perlu habis meraih berbagai penghargaan dari berbagai kalangan, baik nasional maupun lokal Sumbar. Setelah

Minggu kemarin menyandang WTP dari Kemenkeu, kini Komisi Infor- masi pun memberikan angin segar pada kota Kecil yang dianggapnya kecil itu.

Setelah melalui tahapan monit- oring dan evaluasi (monev) yang diawali dengan launching awal Juli lalu, Komisi Informasi (KI) Sumbar mengumumkan lima nominator pemeringkatan Badan Publik 2021.

Kota Padang Panjang masuk nominasi untuk kategori pemerintah kabupaten/

kota.

Melalui surat nomor 147/KI-PSB/

X/2021 tertanggal 26 Oktober 2021, disebutkan untuk kategori Pemkab/

Pemko, Kota Padang Panjang masuk nominasi lima besar bersama Kota Bukittinggi, Pariaman, Kabupaten Pesisir Selatan dan Solok Selatan.

“Lima nominator di masing- masing kategori, kami sampaikan ke publik berdasarkan hasil kuisioner

mandiri dan penilaian website resmi badan publik,” ujar Ketua KI Sumbar, Nofal Wiska didampingi Ketua Monev sekaligus Komisioner KI Sumbar yang membidangi Kelem- bagaan, Tanti Endang Lestari melalui rilisnya yang diterima Kominfo, Kamis (28/10).

Tanti mengatakan, tahun ini terdapat 394 badan publik dari 10 kategori dan telah melakukan validasi sebanyak 272 badan publik atau 69,4 persen. “Dapat disimpulkan, partisi- pasi keikutsertaan badan publik dalam monev KI Sumbar 2021 meningkat dari tahun 2020 lalu yang hanya 64 persen,” kata Tanti.

“Untuk lima nominator di 10 kategori, segera berlanjut ke penilaian visitasi yang dilakukan visitator ditetapkan Ketua KI Sumbar. Hasil akhirnya diumumkan saat Anugerah Keterbukaan Informasi Publik Sumbar 2021,” sebutnya.

Dikatakannya lagi, secepatnya

KI Sumbar akan melakukan visitasi ke badan publik yang masuk nomi- nator untuk menguji data dengan fakta di setiap badan publik.

Terkait penetapan lima besar ini, Kadis Kominfo Padang Panjang, Drs.

Ampera Salim, SH, M.Si menye- butkan, pihaknya akan segera mempe- rsiapkan seluruh kelengkapan guna menyambut visitator KI Sumbar ke Padang Panjang.

“Kita bersyukur masuk nominasi.

Namun tentu harus mempersiapkan diri untuk menghadapi penilaian lapangan melalui visitasi yang dilakukan KI ini,” kata Ampera.

Ampera berharap, ada peningkatan posisi Padang Panjang dalam peme- ringkatan badan publik ini. Di tahun 2020, Padang Panjang berada di peringkat empat dengan status Kota Menuju Informatif. “Sekarang kita menargetkan menjadi Kota Infor- matif,” ungkapnya. n paulhendri Arosuka, Solok, Khazanah -

Arosuka, Solok, Khazanah -Arosuka, Solok, Khazanah - Arosuka, Solok, Khazanah - Arosuka, Solok, Khazanah - Bupati Solok H. Epyardi Asda secara simbolis menerima benih ikan Nila dan kacang dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Sumatera Barat, di kediaman Bupati Solok di Nagari Singkarak, Rabu (27/10).

Benih ikan Nila tersebut, selanjutnya akan diserahkan kepada Kelompok Nelayan Tabiang Kincia Nagari Paninggahan, Kecamatan Junjung Sirih Kabupaten Solok.

Acara itu, juga dihadiri Anggota DPR RI Komisi V, Athari Ghauti Ardi, Kepala BKSDA Provinsi Sumbar Ardi Andono, S.TP, M.Sc, Kadis Perikanan dan Pangan Kabupaten Solok Admaizon, Camat Junjung Sirih Herman, Wali Nagari Paninggahan Uoserizal dan Kelompok Nelayan Tabiang Kincia Nagari Paninggahan.

Pada kesempatan itu, Epyardi Asda mengucapkan terima kasih kepada BKSDA Sumbar, atas bantuan benih ikan untuk masyarakat Kabupaten Solok.

Semoga kata Bupati Epyardi Asda, bantuan ini bisa membantu dan bermanfaat bagi masyarakat nelayan di Nagari Paninggahan.

Epyardi Asda berharap, akan ada banyak lagi bantuan-bantuan lainya dari BKSDA Sumbar, untuk masyarakat Kabupaten Solok.

"Kepada masyarakat penerima manfaat, agar bantuan ini betul-betul dijaga dan dikelola dengan baik," pesan Epyardi Asda.

Sebelumnya, Kepala BKSDA Sumbar Ardi Andono pada kesempatan itu mengatakan, ada 3 jenis bantuan yang telah disalurkan untuk Kabupaten Solok tahun 2021 ini.

Diantaranya, bantuan bibit jahe untuk Nagari Koto Sani, bantuan bibit pinang dan kopi di Nagari Gantung Ciri dan bantuan bibit ikan untuk Nagari Paninggahan.

Paket bantuan bibit ikan untuk Nagari Paninggahan, kata Ardi Andono, lebih kurang 84.000 dengan nilai lebih kurang 49 juta.

"Selain bibit ikan, BKSDA Sumbar juga siap membantu Pemkab Solok untuk tanaman buah- buahan," katanya.

Ardi Andono juga menyebutkan bahwa, BKSDA Sumbar juga punya program Nagari Ramah Harimau. Yaitu, suatu program dari BKSDA, untuk melatih masyarakat, dalam menangani Harimau.

"Kita ingin program bantuan ini dapat menjadi peningkatan ekonomi masyarakat khususnya di Kabupaten Solok," pungkasnya.

Seusai kegiatan acara itu, selanjutnya Bupati Solok Epyardi Asda bersama anggota DPR RI Athari Ghauti Ardi mengajak Kepala BKSDA Sumbar beserta rombongan, untuk melihat pesona wisata Chinangkiak. Sekaligus pertemuan dengan Penggiat Kopi Solok Radjo.  riswan jayariswan jayariswan jayariswan jayariswan jaya

SERAP SEJUMLAH PERSOALAN

LaNyalla Tinjau Terminal Barang Internasional dan PLBN Entikong

Sanggau, Khazanah - Sanggau, Khazanah -Sanggau, Khazanah - Sanggau, Khazanah - Sanggau, Khazanah - Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, meninjau Pelabuhan Barang Internasional dan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Entikong, di Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, Kamis (28/10/2021). LaNyalla mendapati sejumlah persoalan dari dua lokasi yang berdekatan itu.

Dalam kunjungannya, Ketua DPD RI didampingi Senator Bustami Zainuddin (Lampung), Fachrul Razi (Aceh), Erlinawati dan Sukiryanto (Kalbar) serta Andi Muhammad Ihsan (Sulsel).

Di Terminal Barang Internasional Entikong, setidaknya ada dua persoalan krusial yang diterima oleh LaNyalla. Salah satunya mengenai listrik.

Koordinator Satuan Pelayanan Terminal Barang Internasional Entikong, Tedy Sutanto, menerangkan jika listrik di tempat tersebut masih dipasok dari Malaysia.

Selain akses yang lebih cepat, biaya juga menjadi pertimbangan listrik masih dipasok dari Malaysia.

"Kalau kita di sini masih dipasok dari Malaysia listriknya. Katanya lebih murah cost-nya. Sebab kalau di Kalbar, kita dipasok dari Pontianak sana, jaraknya cukup jauh,"

terangnya.

Hal lain yang disampaikan Tedy adalah sinyal telekomunikasi yang cukup lemah. Jika lampu padam, maka sinyal pun hilang. Tentu hal ini mengganggu komunikasi terkait hal-hal yang penting.

"Kalau mati lampu sinyal hilang.

Blank sudah, tidak ada sinyal lagi.

Berlaku untuk semua operator,"

katanya.

Persoalan juga didapat LaNyalla

saat meninjau PLBN Entikong. Kepala PLBN Entikong, Viktorius Dunand, meminta kepada LaNyalla agar stok alat pemeriksaan Covid-19 lebih diperbanyak. Begitu juga dengan tempat karantina orang yang masih terbatas.

"Untuk tes PCR itu kami masih terbatas. Begitu juga dengan tempat karantina orang. Setidaknya dua hal itu yang sekiranya bisa ditindaklanjuti oleh Ketua DPD RI," kata Viktorius.

Masalah lainnya adalah akses jalan penghubung dari Terminal Barang Internasional dan PLBN Entikong. Sebab, akses jalan sejauh 1,4 kilometer itu amat penting sebagai penghubung kedua lembaga tersebut.

Selama ini, akses jalan masih melintasi jalan umum.

LaNyalla siap menindaklanjuti persoalan yang telah dihimpunnya.

Senator asal Jawa Timur itu menilai, persoalan listrik dan sinyal di Pelabuhan Barang Internasional Entikong akan dibahas khusus setibanya di Jakarta.

Menurutnya, hal ini berkaitan dengan kemandirian energi nasional yang selama ini digaungkannya.

"Pasti kita tindaklanjuti. Ini bukan hanya persoalan listrik semata, tapi juga berkaitan dengan kedaulatan dan kemandirian energi nasional. Kita akan carikan solusinya," tegas LaNyalla.

Pun halnya dengan alat tes PCR dan tempat karantina orang di PLBN Entikong. LaNyalla juga menilai hal tersebut penting untuk mendapat perhatian

di tengah pandemi Covid-19.

"Kita tetap harus meningkatkan kewaspadaan dan jangan sampai lengah. Kita tetap harus mengan- tisipasi gelombang ketiga Covid-19,"

ujar LaNyalla.

Pun halnya dengan akses jalan penghubung Terminal Barang Inter- nasional dan PLBN Entikong.

Menurut LaNyalla, akses jalan tersebut merupakan persoalan krusial yang harus segera mendapat perh- atian.

"Akses ini kan memudahkan kinerja. Jangan sampai terganggu karena akses jalan yang belum ada.

Jadi, apa yang kita temukan hari ini di dua lokasi ini akan segera kita tindaklanjuti," kata LaNyalla.

 jer/* jer/* jer/* jer/* jer/*

BERDIALOG - H. M. Nurnas saat mengunjungi Nagari Singguliang Kecamatan Lubuk Alung berdialog dengan petani bawang.

TERIMA BANTUAN - Bupati Solok Epyardi Asda (tengah) didampingi Kadis Perikanan Admaizon (kiri) secara simbolis menerima bantuan bibit ikan Nila dari Kepala BKSDA Sumbar Ardi Andono

KETUA DPD RI didampingi Senator Bustami Zainuddin (Lampung), Fachrul Razi (Aceh), Erlinawati dan Sukiryanto (Kalbar) dan Andi Muhammad Ihsan (Sulsel) meninjau Terminal Barang Intenasional Entikong, Kabupaten Sanggau, Provinsi Kalimantan Barat, Kamis (28/10/2021).

Nofal Wiska

(3)

JUM’AT, 29 OKTOBER 2021 JUM’AT, 22 RABI’UL AWWAL 1443 H

3

Dua Sungai di Rumah Jumarni

OLEH : SYAIFUDDIN GANI

Dua puluh tahun sudah aku tak pernah pulang kampung. Reunilah yang membawaku lagi ke sana.

Keluarga satu kampung yang terserak di daerah rantau masing-masing, sepakat tahun ini kami harus mengunjungi lagi tanah air tumpah darah itu. Yah, ratusan bukit dan lembah, barisan pepohonan, juga sungai-sungai kecil menyapaku, anak rantau yang kembali lagi.

Selain karena rindu, terse- bab perkataan seorang ulama yang membuatku menarik sekujur badan ini ke kampung yang hanya diisi sekitar dua puluh rumah itu. Katanya, orang yang beriman, di dada- nya, selalu berguruh keinginan untuk pulang kampung. Setiap mengingat petuah itu, dadaku terasa sesak. Dua windu lebih aku tak menengok jejeran sawah yang dihidupi mata air itu. Aku pantang disebut lekbak batu sapinggak, pergi bagai batu peluru. Pergi yang tak kembali!

Menuju kampung, sesungguhnya aku digayuti perasaan bimbang. Di manakah saya nanti tinggal dan menginap? Kedua orang tuaku sudah berpulang. Kakak satu-satunya juga sudah meninggal sebelum beristri.

Sebagai anak bungsu, aku menanggung derita ini sebagai seseorang yang pernah dilahirkan di sebuah tempat, sebagai seorang perantau.

Kampungku dijaga oleh pertemuan dua sungai. Sungai yang besar dengan air keruh dan batu-batunya yang mulus.

Sungai kecil dengan air jernih, memiliki bebatuan yang kasar.

Persis di samping pertemuan sungai itu, terdapat pohon beringin yang menjulang di pematang sawah. Aku menyeberangi pertemuan dua sungai legendaris itu. Sebuah alamat, aku pulang kampung.

Pertemuan dua sungai itu menjadi masyhur karena menjadi tempat berwudu orang dari berbagai kampung sebelum mengungsi akibat masuknya Gorilla ‘yang bergerilya’ yakni tentara DI/

TII yang memasuki kampung- kampung. Saat pasukan Operasi Perlawanan Rakyat (OPR)1 memburu Gorilla, warga mengungsi ke pantai, dalam jarak tempuh ratusan kilometer, jalan kaki. Nah, sebelum meninggalkan kampung, mereka berdoa dan berwudu di pertemuan dua sungai agar kampung terjaga dan mereka dapat kembali lagi suatu waktu nanti.

Kini, ada kenangan tak terlupakan saat menyentuh air sungai itu. Di masa kecil silam, kami sering mandi jelang sore hari. Menyelam ke dasar dua pertemuan sungai adalah sebuah kepuasan tersendiri.

Kami sering main sembunyi batu di dasarnya. Anak yang paling lihai sembunyikan batu di kedalaman akan menjadi pemenang. Ah, di manakah teman-teman kecilku dulu?

Kakiku melangkah dengan cepat. Tergesa. Rasa-rasanya ingin segera memasuki dan

kekayaannya ludes. Beberapa ekor sapi dan kerbau sekaligus dikorbankan. Para tamu, selain makan di tempat, juga membawa pulang dodak, yakni potongan bambu yang isinya daging. Semakin banyak dodak dibawa, bermarwah pula nama keluarga korban. Tetapi hanya orang-orang mampulah yang sanggup membuat pesta seperti ini. Keluarga Jumarni mampu melakukannya. Tetapi tidak apa-apa, toh mereka juga mendapat siraman rohani dari pendakwah malam itu.

Seminggu setelahnya aku merantau ke kota untuk melanjutkan sekolah di sana.

Aku hanya mendengar kabar bahwa bapak Jumarni menikah lagi dengan gadis dari kampung jauh, tempat ia mengajar. Jumarni dan saudaranya tidak ada yang setuju. Cekcok terjadi di hari pernikahan. Kakak Jumarni tiba-tiba datang hari itu dari kuliah di kota dan mengacak- acak pesta. Ia menuding ke pelaminan. Katanya, ia dapat info dari dukun lain, gadis itulah yang menyantet ibunya hingga meninggal. Gadis berumur dua puluh tahunan itu adalah mantan siswa bapaknya di SMP beberapa tahun lalu yang konon menjadi murid kesayangan bapaknya. Ia berteriak bahwa tak tega ia melihat pernikahan itu sementara ibunya belum kering kuburannya. Ia menangis sambil meninggalkan pesta. Di kursi pelaminan, bapak dan ibu tirinya shock. Pesta kacau.

Tamu tampak tidak menikmati hidangan.

Tapi informasi yang aku dapat kemudian, akibat pernikahan itu ekonomi keluarga Jumarni merosot hebat. Mesin penggilingan gabah dijual. Beberapa petak sawah digadaikan. Dua adik Jumarni tidak lanjut sekolah, menjadi pekerja serabutan dari kampung ke kampung. Kakak Jumarni yang kuliah di kota itu menikah dengan sopir bus antarkota. Jumarni sendiri menikah dengan Kacok, seorang pemburu rusa di hutan-hutan kampung.

Di rumahnya yang sederhana, aku melihat beberapa tanduk rusa dipajang di dinding bambu. Jumarni sudah sadar dari ambruknya.

Ia kemudian bercerita lagi.

“Oeee Tahang, lihat- lihatlah kami di kampung, kasian. Beginilah nasib kami.

Kalau aku ingat masa-masa kecil kita dulu, aku ingin melompat ke masa lalu. Ingin berteriak. Rindu kita mandi bersama di pertemuan dua sungai. Aku ingin meratap,”

katanya terisak.

Aku menyeruput kopi bikinannya. Aku merasakan getir hidup Jumarni, getir hidup sahabat, getir hidup orang kampung. Aku membuka oleh-oleh dan memberikannya. Ada biskuit kaleng, ikan kaleng, dan beberapa bungkus permen.

Tak lupa aku memberi kaos untuk suaminya. Malam itu aku berbaring di kamar rumah Jumarni tetapi tak dapat tidur sampai azan Subuh memanggil. Udara kampung yang dikelilingi hutan, membuatku menggigil.

Saat pagi tiba, terdengar berita beberapa anak rantau juga tiba. Seperti biasa, nama mereka disebut-sebut warga sebagai tanda sambutan.

Terdengar nama Bakdu, Mideng, dan Sumang disebut.

Mereka adalah teman sepermainan kami dulu bersama Jumarni juga. Mereka adalah alumni permandian di pertemuan dua sungai legendaris itu. Mendengar mereka datang, Jumarni bangkit dan berjalan ke pintu rumahnya yang bergoyang- goyang. Kukira ia akan berlari menyongsong saudara-saudara kami itu untuk meramaikan reuni.

Tiba-tiba Jumarni se- senggukan. Ada kepiluan yang menyayat dari senggu- kannya. Ada derita yang tertahan dalam samar ratapannya. Ada masa silam yang mengalir dari tangisannya.

Di kursi, aku menyaksikan pertemuan dua sungai yang lain: sungai masa kanak kami dulu dan sungai air mata Jumarni.

melihat kembali kampung yang dulu aku tinggalkan selama dua puluh tahun itu.

Aku melewati kelokan jalan yang bernama kalembungang, tempat raibnya orang yang pergi dari tatapan, sekaligus kemunculan pertama orang yang datang.

Di kelokan jalan itulah aku berpapasan dengan seseorang. Perempuan yang secara fisik seperti menapaki usia lima puluh tahun. Aku melempar senyum padanya.

Dia melepas pandang yang asing padaku. Tetapi sebelum kami berpisah jauh, aku berhenti dan berbalik arah kepadanya. Ternyata dia juga berhenti dan menoleh padaku.

Wajahnya yang bulat- putih, senyumnya yang lebar, serta matanya yang dalam nan hitam, menarik aku jauh ke belakang. Sepertinya aku kenal dia. Tapi siapa?

“Apakah kau itu, Jumarni?” tanyaku.

“Iya, aku. Maaf kamu juga siapa? Ia balik bertanya.

“Tahang,” jawabku singkat.

Ia tiba-tiba berlari ke arahku dan memelukku. Ia katakan bahwa tak mengira aku akan datang. Dengan terbata-bata teman seper- mainanku dulu itu bercerita bahwa tak mengira kami masih bertemu. Waktu merambati usia. Kami satu tahun kelahiran, tetapi sang waktu memberati ringkih tubuhnya.

“Aku kira Tahang sudah lupa kami yang di kampung.

Ternyata kamu masih pulang kampung juga, menengok kami yang begini-begini saja,”

desahnya sesenggukan.

Bicaranya agak tidak jelas, karena sebagian gigi serinya sudah tanggal.

Sebagian yang masih tinggal, tampak bergoyang-goyang.

Sebuah jilbab tidak menutup semua rambutnya yang sebagian menyembul di pipi.

Rambut itu pun tampak awut- awutan.

Jumarni teman aku dulu menyelam di pertemuan dua sungai itu, begitu cepat ketuaan membetot tubuhnya.

Jumarni yang rencananya menuju sawah sore itu, akhir- nya pulang bersamaku menuju kampung. Dia mengajakku untuk tinggal di rumahnya saja selama di kampung. Aku setuju ajakannya. Berjalan ke rumahnya, aku terseret ke dua puluh tahun silam.

Orang tua Jumarni tergolong berada di kampung.

Kata lainnya kaya, dibanding

dengan warga lain, termasuk keluargaku. Merekalah yang pertama kali memiliki mesin penggilingan gabah. Sebuah kemewahan yang hanya dimiliki orang berduit. Dari mesin itu, juga menjadi sumber aliran listrik ke rumahnya dan rumah warga. Warga membayar per bulan kepada mereka. Di bawah rumah panggung mereka, terdapat kios sembako. Di ibu kota kecamatan, juga ada kios jualan mereka yang buka setiap pasar Senin-Kamis.

Keluarga Jumarni memiliki sawah berpetak-petak. Di padang, lebih sepuluh ekor sapi dan kerbau miliknya juga.

Belum lagi beberapa ekor kuda yang digunakan jasa pengangkut hasil pertanian warga. Kerbau menjadi alat penarik salaga yakni alat pengolah sawah. Sumber kekayaan tersebut dipadu dengan kemampuan bisnis ibu Jumarni yang ulet. Bapak Jumarni seorang pegawai pemerintah yang merupakan anugerah tersendiri di belantara kampung, yang dihuni orang-orang pekerja serabutan, sebagian besar petani. Termasuk keluarga aku dulu.

Aku, Jumarni, dan teman- teman sepermainan dulu, menikmati masa kebersamaan sampai duduk di sekolah menengah pertama. Kami semua berjalan kaki ke SMP sejauh delapan kilometer pulang-pergi. Selain kami menyeberangi pertemuan dua sungai itu, kami akan menye- berangi sungai-sungai lain, pematang sawah, mendaki bukit, dan menuruni lembah.

Sekolah kami dijaga sebuah gunung dan lembah yang tak henti mengirim mata air.

Jumarni Aziz, demikian nama lengkapnya, selalu tampil lebih dibanding kami, apatah lagi aku. Bajunya disetrika rapi. Bedak meng- hiasi wajahnya yang lembut manis. Bibirnya semerah buah jambu di halaman rumahku.

Di saku roknya pasti tersim- pan uang untuk jajan, sebuah kemewahan lain lagi. Aku, hanya bermodal sarapan ubi rebus dan kebaikan kawan sekelas lainnya, jika kelaparan di kelas.

Di balik perbedaan itu, kami memiliki perayaan kebersamaan yakni berebutan mematahkan batang pimping, tanaman sebangsa tebu yang tumbuh alamiah di pematang.

Batangnya yang berair manis, kami kunyah sebagai pelepas dahaga. Kami juga kadang bertengger lama di atas pohon jambu di pinggir jalan.

Kakak dan adik Jumarni pun menikmati kelebihan orang tuanya. Saat kami bermain mobil-mobilan, adik Jumarni bernama Daming, menarik mobil-mobil benaran yang berbahan plastik dibeli di pasar. Aku dan teman- teman, menarik mobil dari pelepah kelapa atau sagu.

Rumah panggung Jumarni, betapa elok dipandang, dulu.

Atap seng mengilap di antara atap rumbia kami. Dinding papan terlihat bermartabat dan jendela yang dipesan khusus.

Sampai tiba hari nahas. Sebuah kejadian yang tidak lama berselang, aku pun merantau dan baru kembali hari ini.

Sebuah kejadian yang meng- ubah seluruh hidup Jumarni, juga saudaranya yang lain.

Mengikuti ajakan Jumarni, aku pun memilih tinggal di rumahnya.

Sebelum aku lanjut berkisah, tiba-tiba Jumarni ambruk di hadapanku. Dari silsilah keluarga, dia masih ponakanku. Aku dan ibunya bersepupu. Suaminya termasuk keluarga jauh, yang kelihatan rapuh malam itu.

Jumarni ambruk karena perjumpaan ini. Pertemuan

denganku adalah pertemuan puluhan tahun silam. Dari ruang tamu rumahnya yang terbuat dari jelajah bambu, kemewahan masa lalunya seakan hantu yang gentayangan saat ini. Mungkin ia terhenyak melihat kedatangan dan penampilanku yang kekotaan, bertemu dengan nasibnya yang lantak.

Saat kami kelas dua SMP, ibunya mati tiba-tiba. Bukan tiba-tiba benar. Usai pulang dari pasar, malam hari, ibunya oleng. Tak lama selangnya, ia tak sadarkan diri. Beberapa dukun dari kampung seberang, kerabat kami juga, dipanggil.

Segala jampi-jampi dilafazkan.

Beragam air doa-doa diusapkan ke keningnya yang berkeringat.

Aku ingat persis, di hadapan ibunya saat itu, seorang dukun mencelupkan ujung keris di air pada sebuah gelas. Air itu tampak mendidih mengikuti mantra sang dukun.

Ketika air itu didampratkan ke mukanya yang sekarat, ibu Jumarni seperti tersengat listrik. Tetapi tak mampu membangkitkan ia dari sadar.

Pessohongko saki, pentamako kamapiaang

Kasajangngi kasi Puang, indo kasajangang2

Aku bergidik melihat adegan sang dukun mengucap mantra itu.

“Ibumu ini dikirimi guna- guna. Santet,” kata dukun bergigi emas berambut kribo itu.

Satu keluarga dan seisi rumah bagai disambar petir mendengar vonis dukun tua bersarung itu. Kepercayaan di kampung, jika ada orang yang kena guna-guna, hanya ada tiga kemungkinannya. Sakit akibat guna-guna itu dapat disembuhkan oleh kesaktian sang dukun, dikembalikannya penyakit kepada pengirim guna-guna yang membuat ia terserang balik kesaktiannya, atau sama sekali tak dapat disembuhkan. Yang ketiga itu berarti pemilik guna-guna lebih sakti dibanding dukun.

Dukun berkopiah hitam itu yakin dapat mengembalikan- nya. Tetapi syaratnya, harus melalui sandal jepit sang peguna-guna. Tapi masalah- nya, orang yang ditengarai pengirim guna-guna itu berada jauh di sebuah tempat.

Malam itu sangat mende- barkan. Bapak Jumarni lagi tidak ada di tempat. Ia menga- jar pada sekolah menengah atas di kampung yang jauh juga. Maka malam itu, ia dijemput menggunakan kuda miliknya. Malam itu, kuda hitam menembus legamnya malam, puluhan kilometer.

Seorang tetua kampung meminta agar ada orang pintar mengantar kepergian ibu Jumarni. Jangan dibiarkan ia pergi begitu saja, katanya.

Maka dipanggillah bapakku yang juga terbaring sakit di rumah. Bapakku seorang imam kampung. Masjid hanya berjarak lima rumah dari tempat Jumarni. Bapak datang dan segera membacakan salawat Nabi. Tak lama ber- selang, ibu Jumarni meninggal.

Pekik tangis pecah malam itu. Pagi buta, suaminya tiba mengendarai kuda, tak menduga istrinya pergi secepat itu. Dalam keadaan lunglai, ia memeluk tubuh istri tercinta yang tanpa nyawa.

Jika tersebab kematian belaka, mungkin nasib keluarga Jumarni tidak semalang ini. Tetapi adat kampunglah yang membuka lobang kemelaratan itu. Malam ketiga, seekor sapi milik keluarga Jumarni disembelih.

Pesta mengenang kematian pun digelar. Kambing dan ayam kampung pun turut disembelih menjadi santapan bersama. Malam tahlil berlangsung dengan membaca ayat suci, pesan kematian, dan santapan makanan enak. Di kolong, sang dukun mengelilingi rumah, mengusir jin jahat dengan semburan beras mengikuti bentuk rumah. Sebuah mantra ia rapal ke udara.

Malam ketujuh, empat belas, dan empat puluh menjadi malam-malam panjang dalam derita keluarga Jumarni. Belasan sapi dan kerbau miliknya pun tumbang.

Pada malam keseratus itulah,

Sajak-Sajak Mustofa W Hasyim Tidak Melayani Dendam

Aku putuskan tidak melayani dendam tumbuh dalam hatiku cendawan dalam pikiranku.

Racun kata-kata akan kulawan dengan sunyi kenangan yang melukai kumaafkan menjadi butir bercahaya di sana.

Aku putuskan tidak melayani dendam melintas di segala zaman.

Seberani Harimau

Sebenarnya harimau yang harimau adalah pemberani mengalahkan diri sendiri tidak serakah dengan mangsa kecuali menjaga keseimbangan alam dan hutan.

Harimau yang harimau berani bercanda dengan bulan bintang dan matahari berani menyapa ular naga agar tidak melanggar pagar.

Harimau yang harimau bersahabat dengan kelinci, semut dan rajawali.

Harimau yang harimau rumahnya sepi malam hening siang hari.

Setelah Padang Rumput Terbakar

Setelah padang rumput terbakar burung-burung keluar dari balik awan serangga keluar dari balik batu kuda-kuda keluar dari balik kabut doa penggembala keluar dari balik cakrawala langit mencuci asap

dengan hujan deras lima musim menghidupkan kembali sisa-sisa akar yang diselamatkan sunyi merayakan pesta angin

datang satu abad sekali.

Setelah Kota Kota Terbakar

Kota-kota dibakar cemburu, iri hati dendam lama, hasrat kaisar Nero menjelma Caligula zaman ini meruntuhkan keramatnya para raja.

Kota-kota menjadi puing tanpa pamong ing ngasa sung tulada

ing madya mangun karsa tut wuri handayani

hanya gelap dan pekat menyelimuti hari.

Lihatlah, masih ada rumput wangi pohon jarak yang mrajak, melati bunga cangkok wijayakusuma tumbuh di kampung-kampung bunga asoka dan pohon nagasari muncul di dekat masjid yang miring.

Setelah terbit pelangi tujuh kali kota-kota disiram doa para malaikat dipanggil para janda dan anak yatim yang kelaparan, haus, hanya minum air mata sendiri.

Setelah Perempuan-Perempuan Terbakar

Perempuan perempuan menyiapkan dirinya menjadi Calon Arang menghimpun kutukan kata-katanya menjadi teluh

meracuni seluruh negeri sebelumnya diberkahi Tuhan.

Siapakah satria penolong zaman?

Dengan ajian banyu geni membakar mereka?

Dengan ajian sapu angin mensucikan langit?

Dengan ajian pacar wutah melumpuhkan racun?

Dengan ajian katresnan jati menyegarkan bumi?

Setelah mereka terbakar

bayi-bayi laki-laki yang dibunuh oleh Firaun hidup kembali membawa panji-panji kesuburan bayi perempuan pemikul huruf kaf ha’ya’ ’ain shod melahirkan penyembuh waktu, ruang dan kata negeri-negeri menjadi hijau

subur kembali.

Setelah Kitab Kitab Dipalsukan

Ada sejarah dibelah bagai bambu satu diinjak satu ditinggikan dengan pujian ada sejarah dibelah bagai semangka di dalam merah di luar hijau ada sejarah bagai durian kulitnya berduri isinya lembut ada sejarah dibelah bagai kedondong kulitnya halus isinya tajam melukai ada sejarah bagai intan permata kulitnya keras isinya lebih keras lagi.

Yang sebenarnya terjadi setelah kitab-kitab dipalsukan sejarah bagai telaga melindungi mata air kebenaran.

Berpesta Sepi

Ratusan juta manusia berdiam di dalam rumah berpikir di dalam rumah berbicara dengan diri sendiri menggali waktu mencari intan pengalaman memilih wajah sejati yang disembunyikan peristiwa.

Huruf-huruf dan kata mencair menjadi minuman hangat dihirup dengan nyaman dalam cawan puisi.

Potret di dinding dan album diolah menjadi adonan harum dipanaskan di tungku cinta.

Teriakan dan gaduh zaman di luar dijinakkan menjadi bisikan

“Inilah saatnya menjadi manusia.”

“Ya, pulang dari kandang kota.”

“Meninggalkan para penipu yang terjerat perangkap galau.”

“Mari berpesta doa.”

Ya, berpesta bersama sepi.

Saj

(4)

4

JUM’AT, 29 OKTOBER 2021 JUM’AT, 22 RABI’UL AWWAL 1443 H

BERKELILING DARI DUSUN KE DUSUN

Polres Mentawai Kejar Target Vaksinasi

Polda Sumbar Terus Gencarkan Vaksinasi

Bhabinkamtibmas Polsek Pariaman Monitoring Vaksinasi Pelajar

Pariaman, Khazanah Pariaman, Khazanah Pariaman, Khazanah Pariaman, Khazanah

Pariaman, Khazanah—Percepatan vaksinasi perlu dilakukan untuk mengendalikan dampak potensi penularan Covid-19, mengingat proses belajar mengajar dengan sistem tatap muka telah dilaksanakan dan tidak lama lagi akan menyambut momen liburan akhir tahun.

Untuk itu Polsek Kota Pariaman melalui Bhabinkamtibmas Aipda Apriyanto bersama Bripka Wendi monitoring pecepatan vaksinasi para pelajar SMK 3 pada Rabu, 27 Oktober 2021, sekira pukul 10.00 Wib, bertempat di SMK 3 Pariaman.

Aipda Apriyanto juga menyampaikan bahwa sebelum divaksin, para penerima vaksin melaksanakan beberapa proses atau tahapan diantaranya, terlebih dahulu melaksanakan pendaftaran, dilanjutkan dengan pemeriksaan screening, kemudian dilakukan penyuntikan vaksin.

“Pelaksanaan kegiatan vaksinasi kepada Siswa SMK 4 Pariaman ini berjalan dengan aman dan lancar.” kata Aipda Apriyanto.

Pada kesempatan tersebut Bripka Wendi tidak lupa mengingatkan kepada siswa SMK 3 Pariaman agar selalu mematuhi protokol kesehatan, yaitu dengan cara tetap menggunakan masker, mencuci tangan dengan sabun di air mengalir serta menjaga jarak dan mematuhi Peraturan Daerah tentang penanggulangan penyakit menular.

“Dengan mematuhi protokol kesehatan. Kita bersama-sama menekan penyebaran Covid-19,” tutup Bripka Wendi.  wikwikwikwikwik

Hingga pekan lalu Pemerintah Indonesia melalui Menteri Kesehatan

(Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengatakan vaksinasi di Indonesia mencapai hampir 172 juta dosis. Dari sejumlah dosis itu, sebanyak 108,4 juta masyarakat Indonesia sudah

mendapatkan akses vaksinasi dosis pertama, dan

63,5 juta sudah mendapatkan akses vaksinasi lengkap atau 2 dosis. Kini pihak kepolisian

terus menggencarkan kegiatan vaksinasi kepada

masyarakat.

Pasaman Barat, Khazanah Pasaman Barat, Khazanah Pasaman Barat, Khazanah Pasaman Barat, Khazanah Pasaman Barat, Khazanah—

Upaya menggencarkan kegiatan vaksinasi kepada masyarakat yang dilakukan Polri bersama TNI ternyata tak sia-sia. Buktinya Menkes Budi Gunadi Sadikin mengabarkan Indonesia berhasil menembus angka 2 juta per hari selama 6 hari, yakni tanggal 22, 23, 29 bulan September dan tanggal 13, 14, 30 bulan Oktober 2021.

Dengan laju seperti ini Budi Gunadi memperkirakan sampai dengan akhir tahun Indonesia bisa mencapai mendekati 300 juta suntikan, dan 168 juta masyarakat kita sudah bisa disuntik dari target 208 juta atau 80,5% bisa mendapatkan akses ke suntikan dosis pertama.

Ditambahkannya, diperkirakan untuk dosis kedua atau vaksinasi lengkap bisa menyentuh angka 122 juta orang atau sekitar 59%

dari target populasi kita sebanyan 208 juta orang di atas 12 tahun.

Untuk memburu target itu, Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Barat (Sumbar) terus berjibaku agar seluruh masyarakat wajib vaksin telah menjalani vaksinasi. Seperti yang dilakukan Satuan Brimob Polda Sumbar bekerja sama dengan Kerapatah Adat Nagari (KAN) Kinali Kabupaten Pasaman Barat melaksanakan vaksinisasi Covid- 19 terhadap seribu orang dalam rangka percepatan capaian vaksin di daerah itu, Kamis 28 Oktober 2021.

Kegiatan dihadiri Wakapolda Sumbar, Brigjen Pol. Edi Mardianto, S.I.K. M.Si. Saat pelaksanaan vaksin di Kantor KAN Kinali Jorong Kinali itu Wakapolda tak lupa mengucapkan terima kasih atas kehadiran masyarakat dalam menyukseskan vaksinisasi tersebut.

Menurutnya, suntik vaksin banyak sekali manfaatnya terutama sekali bagi jemaah haji yang akan berangkat ke tanah suci harus ada bukti sertifikat vaksin.

Selain itu dapat memberikan kekebalan kelompok agar aktivitas masyarakat bisa dilonggarkan dan untuk giat belajar mengajar bisa kembali tatap muka dan juga perekonomian kembali berjalan normal.

“Percepatan vaksin terus kita lakukan untuk mencapai target yang ditetapkan. Sebab, vaskin Sumbar baru berjalan sebanyak 255.843 orang atau 76,82 persen,”

sebut Wakapolda.

Ia menyampaikan permintaan maaf dari Kapolda Sumbar Irjen Pol Teddy Minahasa Putra bersama masyarakat di Kinali karena ada tugas yang tidak bisa ditinggalkan.

Ia mengimbau walaupun masyarakat sudah divaksin tetap menerapkan protokol kesehatan Covid-19 dan mengajak seluruh pihak agar menyukseskan vaksinasi ini.

Wakapolres Pasaman Barat,

Kapolsek Tilatang Kamang Bahas Sumdarsin

Tilatang Kamang, Tilatang Kamang, Tilatang Kamang, Tilatang Kamang, Tilatang Kamang, Khazanah

Khazanah Khazanah Khazanah

Khazanah—Kapolsek Tilatang Kamang, Polres Pariaman, Iptu Rommy Hendra K, SH, MM ikut membahas tentang percepatan vaksinasi di wilaya hukumnya, Selasa (26/10/2021) kemaren.

“Kita baru saja melakukan rapat koordinasi (rakor) terkait persipan pelaksanaan Gebyar Vaksinasi Massal Sumbar Sadar Vaksin (Sumdarsin) di wilayah Kecamatan Kamang Magek yang akan dilaksanakan pada hari Sabtu 30 Oktober 2021,” sebut Iptu Rommy Hendra K, SH, MM di ruang kerjanya, Kamis (28/10/

2021).

Rakor yang digelar di Aula Kantor Camat Magek dipimpin langsung oleh Camat Magek Rio Eka Putra S.STP, MS.c, dan dihadiri oleh Danramil 07 Tilatang Kamang Kapten Arh Herman, Kapolsek Tilatang Kamang Iptu Rommy Hendra K, SH, MM, Kepala KUA Magek diwakili olh Safrizal,Wali Nagari Kamang Mudiak Edison,Wali Nagari Magek diwakili olh Yusmaini, Wali Nagari Kamang Hilia KhudriI Elhami,Wali Nagari Persiapan Rafky Rahman,Wali Nagari

Persiapan Pauh Helni Silvia, dan Kasi KTAS Muhmmad Anwar K serta Kasi Kesra Ranti Iidriani.

Dalam rakor tersbut, Kapolsek Tilatang Kamang Iptu Rommy Hendra K, SH, MM memberikan arahan dan penjelasan, “Vaksinasi ini adalah salah satu langka untuk mencegah dan antisipasi penularan

sedangkan tahap ke-94 bantuan dari Pemerintah Jepang sebanyak 224.000 dosis.

Dikatakannya, kerja sama negara-negara di dunia sangat penting dalam menangani Covid- 19 yang sudah menelan banyak korban jiwa.

Usman Kansong menjelaskan, Indonesia juga ikut serta dalam pengembangan dan transfer pengetahuan vaksin Covid-19 di kawasan Asia Pasifik.

“Indonesia berperan aktif dalam upaya menyetarakan akses vaksin bagi negara-negara di dunia,” ujarnya.  firmanfirmanfirmanfirmanfirman s i k u m b a n g

s i k u m b a n g s i k u m b a n g s i k u m b a n g s i k u m b a n g Kompol Joko Hendro Lesmono,

S.H., S.I. K mengucapkan terimakasih atas kolaborasi dari Sat Brimob atas suksesnya pelaksanaan vaksinasi di wilayah hukum Polres Pasaman Barat.

“Percepatan vaksin terus kita lakukan dengan membuka gerai vaksin presisi setiap hari.

Diharapkan masyarakat dapat mendatangi gerai vaksin yang telah disediakan,” ujar Wakapolres.

Dalam kegiatan vaksin itu bergabung tenaga kesehatan dari Kinali serta tim Polres sebanyak delapan tim gerai vaksin serta penyerahan secara simbolis bingkisan kepada ninik mamak

Kinali.

Hadir pada kesempatan itu Dansat Brimob Kombes Pol Joni Afrizal Syafrudin, S.I.K., S.H.,M.H, pejabat utama Polres Pasaman Barat, Kapolsek Kinali AKP.Defrizal, S.H.,M.H, Camat Kinali diwakili Sekcam Kinali, Wali Nagari Kinali, Asrul Yang Dipertuan Kinali, ninik mamak Kinali, bundo kanduang dan masyarakat Kinali sebanyak seribu orang.

Stok vaksin mencukupi Saampai saat ini jumlah ketersedian vaksin di Indonesia cukup memadai. Bahkan pada Rabu 20 Oktober 2021 lalu

Indonesia kembali kedatangan jutaan dosis vaksin AstraZeneca, yang merupakan bantuan dari Australia dan Jepang.

Vaksin tahap ke-93 ini tiba di Bandara Soekarno-Hatta pada Rabu itu jam 14:25 WIB, dan tahap ke-94 tiba di Bandara Soekarno-Hatta Rabu, jam 23:50 WIB.

Kata Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik Kementerian Komunikasi dan Informatika Usman Kansong, dalam siaran persnya, kedatangan vaksin tahap ke-93 merupakan donasi dari Pemerintah Australia sejumlah 1,2 juta dosis,

DISAMBUT – Kedatangan Wakapolda Sumbar, Brigjen Pol. Edi Mardianto, S.I.K. M.Si. disambut oleh masyarakat saat pelaksanaan vaksin di Kantor KAN Kinali Jorong Kinali. (Foto : Firman Sikumbang)

Kepulauan Mentawai Iptu Jennedi kegiatan ini dilakukan mendukung program pemerintah dalam rangka percepatan pemberian vaksinasi Covid-19 kepada masyarakat

“Pemerintah mempercepat proses vaksinasi terutama untuk dosis pertama dan dosis kedua, untuk mengejar kekebalan kelompok. Karena itu kita ingin kalau bisa di saat vaksinasi yang kita helat pada Sabtu 30 Oktober 2021 nanti warga masyarakat berbondong bondong hadir ke Mapolres untuk di vaksunasi,”

ucapnya.

Lebih lanjut Jennedi mengatakan, pemerintah memiliki target dalam menentukan penurunan kembali level PPKM.

Apabila PPKM akan diturunkan dari level 3 ke level 2, maka 50 persen dari jumlah populasi masyarakat di suatu daerah harus sudah tervaksin Covid-19.

Sedangkan, untuk penurunan dari level 2 ke level 1, 70 persen dari total populasi harus sudah mendapatkan vaksinasi. Untuk itu, vaksinasi merupakan faktor

penting dalam pengendalian PPKM di berbagai daerahnya, katanya.

Saat ini pencapaian vaksinasi Covid-19 di Kepulauan Mentawai baru mensasar 74 ribu orang.

Sampai saat ini, jumlah yang sudah divaksinasi sebanyak 13.570 ribu orang atau 17,55 persen pada tahap pertama.

Sedangkan di tahap kedua, lanjutnya, capaian vaksinasi yaitu sebanyak 6.215 orang atau 8,35 persen dari total sasaran vaksinasi.

Sedangkan vaksinasi yang dilaksanakan sampai hingga ke pelosok Kepulauan Mentawai.

Jumlah realisasinya mencapai 19.272 ribu dosis atau 25,9 persen.

“Hanya saja, belum semua tersentuh karena stok vaksin juga terbatas,” ungkapnya

Untuk itu Jennedi menghimbau kepada masyarakat untuk segera datang di Gerai Vaksinasi Presisi Polri yang di helat Polres Kepulauan Mentawai pada Sabtu 30 Oktober 2021 nanti di Makopolres KM 9 Tuapejat Kabupaten Kepulauan Mentawai, pungkasnya.  ril humasril humasril humasril humasril humas Mentawai, Khazanah

Mentawai, Khazanah Mentawai, Khazanah Mentawai, Khazanah Mentawai, Khazanah—Untuk meningkatkan heard Immunity (kekebalan kelompok) di wilayah hukumnya, Sat Binmas Polres Kepulauan Mentawai melakukan percepatan layanan vaksinasi Covid-19 kepada masyarakat,

dengan memberi imbauan dengan cara berkeliling dari dusun ke dusun dengan menggunakan mobil operasional Binmas dan sepeda motor, Kamis 28 Oktober 2021.

Kata Kasat Binmas Polres REHAT SEJENAK – Personel Sat Binmas Polres Kepulauan Mentawai rehat sejenak usai melakukan percepatan layanan vaksinasi Covid-19 kepada masyarakat. (Foto : Firman Sikumbang)

PANTAU - Bhabinkamtibmas Polsek Pariaman pantau pelaksanaan vaksinasi pelajar di SMK 3 Pariaman.

(Foto : Firman Sikumbang)

Covid-19,” katanya.

Selain melakukan itu kata Kapolsek Tilatang Kamang Iptu Rommy Hendra kepada masyarakat Tilatang Kamang saat yang akan divaksin kita imbau agar tetap mematuhi Protokol kesehatan seperti mengguna masker, hindari kerumunan dan

biasakan cuci tangan.

“Kepada seluruh lapisan masyarakat untuk tetap menerapkan Protokol kesehatan Covid-19, hal ini guna menekan angka Penularan Covid-19, dan ini perlu kita lakukan dengan harapan pabdemi Covid-19 dapat segera berakhir,” tandasnya.  rilisrilisrilisrilisrilis

MEMBAHAS - Kapolsek Tilatang Kamang, Polres Pariaman, Iptu Rommy Hendra K, ikut membahas tentang percepatan vaksinasi di wilaya hukumnya dalam Rakor yang digelar di Aula Kantor Camat Magek.

(Foto : Firman Sikumbang)

(5)

5

Limapuluh Kota, Khazanah— Masyarakat Nagari Taram, Kecamatan Harau sudah lama mengeluh dengan kondisi jalan yang mulai rusak parah. Padahal jalan ini merupakan akses utama menuju objek wisata Kapalo Banda yang diharapkan menjadi salahsatu objek wisata unggulan Kabupaten Limapuluh Kota.

JUM’AT, 29 OKTOBER 2021 JUM’AT, 22 RABI’UL AWAL 1443 H

MESKI PADANG PANJANG PPKM LEVEL 1

Fadly Amran Imbau Warga Jangan Lenggah, Tetap Taati Prokes

Banyak Kubangan Menuju Kapalo Banda

OPD Diminta Bersinergi dalam Penyusunan Peta Bisnis

, kemarin.

Nuryanuwar yang akrab di panggil pak Ujang itu menyebut saat ini Indonesia masuk 10 negara terbaik dalam akselerasi vaksinasi. Namun, cakupan vaksinasi nasional belum mencapai 70%

sebagai batas minimal munculnya kekebalan kelompok.

“Upaya vaksinasi harus digencarkan terutama bagi kelompok rentan seperti manula, ibu hamil, anak, dan remaja supaya mereka terhindar dari dampak buruk Covid-19,” ujarnya.

Dia mengutip lonjakan kasus covid- 19 di Inggris kendati cakupan vaksinasi sudah mencapai lebih dari 70%. Kasus di Inggris meroket lantaran protokol kesehatan mengendur, pembukaan perbatasan daerah, hingga kemungkinan penurunan kekebalan vaksin.

Dijelaskannya, mutasi varian baru juga bisa menjadi salah satu penyebab lonjakannya, oleh karena itu setiap negara masih harus belajar dan berupaya menemukan strategi terbaik. Pemerintah dan masyarakat mesti bahu- membahu dalam mengendalikan Covid-19  Paulhendri. Paulhendri. Paulhendri. Paulhendri. Paulhendri.

Padang Panjang, Khazanah—

Padang Panjang, Khazanah—Padang Panjang, Khazanah—

Padang Panjang, Khazanah—Padang Panjang, Khazanah— Walikota Padang Panjang meminta seluruh masyarakat untuk tidak lengah di tengah penurunan kasus Covid-19. kota Padang Panjang ,juga harus berkaca dari lonjakan yang terjadi di daerah lain meski cakupan vaksinasinya sudah lebih dari 70% penduduk.

“Hal ini adalah pengingat bagi kita semua, bahwa ancaman Covid-19 masih ada dan kita tidak boleh lengah,” kata Walikota Padang Panjang Fadly Amran BBA melalui keterangan tertulis, yang dirilis Kominfo setempat, Kamis (28/10).

Ia menggambarkan kondisi daerah lain, saat ini lebih dari 50 ribu orang terpapar oleh korona seperti di Inggris. Namun, kasus rawat inap dan kematian tetap rendah berkat cakupan vaksinasi yang mencapai 73,7% untuk dosis pertama dan 67,6% untuk dosis kedua.

“Melihat fenomena tersebut, pemerintah kembali mengingatkan masyarakat untuk terus waspada dan mempertahankan disiplin protokol kesehatan,” kata dia.

Fadly Amran menyebut lonjakan kasus di tengah vaksinasi yang tinggi membuktikan pandemi belum usai. Meski begitu, vaksin berperan penting menekan risiko kematian. Oleh karena itu segerakan vaksinasi dan tetap gunakan masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan tetap harus ditingkatkan.

“Mengingat banyaknya agenda-agenda penting Pemerintah Kota Padang Panjang di akhir tahun ini, untuk itu mari tetap sama-sama kita patuhi prokes yang telah ditetapkan. Jangan sampai lengah,” ungkap Fadly Amran.

Fadly Amran mengingatkan masyarakat agar tetap mematuhi protokol kesehatan meski Kota Padang Panjang saat ini memasuki PPKM level 1 Ia menilai ancaman kenaikan kasus Covid-19 masih bisa terjadi.

“Terlebih dalam dua bulan, kita akan memasuki musim libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) yang biasa dimanfaatkan warga untuk berlibur dan kembali ke kampung halaman bertemu sanak saudara,” tambahnya.

Fadly mencontohkan i pengalaman awal Februari lalu, secara nasional ,Indonesia mengalami

gelombang pertama Covid-19 karena efek dari libur Nataru. Pada Februari, Indonesia mengalami kasus aktif tertinggi, yakni hingga 175 ribu kasus aktif dengan 26 ribu kasus aktif di antaranya ada di Jakarta.

“Mari kita wujudkan bersama target 100%

vaksinasi di Kota Padang Panjang agar kita semua dapat terbebas dari Covid-19 ini,” tuturnya pada Khazanah.

Pendapat senada dikatakan juga dilontarkan Kadis kesehatan kota Padang Panjang Drs Nuryanuwar A.pt .M.Kes.MMr.

Menurut dia, kondisi pandemi Covid-19 yang mulai terkendali di Sumbar pada umumnya dan kota Padang Panjang khususnya tak boleh membuat lengah. Kondisi itu justru menjadi peluang untuk terus memperbaiki penanganan virus berbahaya itu.

“Momentum jeda seperti yang sekarang dialami di seluruh Indonesia adalah kesempatan baik untuk mempelajari, mengevaluasi, dan mempertahankan apa yang sudah baik,” kata Nuryanuwar dalam keterangannya pada Khazanah

Organisasi Setdako, Novi Yanti, S.STP, MM selaku ketua pelaksana mengatakan, kegiatan ini digelar sesuai dengan Peraturan Menteri PAN RB Nomor 19 Tahun 2018 tentang Proses Bisnis Instansi Pemerintah.

“Kegiatan ini akan berlangsung Padang Panjang, Khazanah—

Padang Panjang, Khazanah—

Padang Panjang, Khazanah—

Padang Panjang, Khazanah—

Padang Panjang, Khazanah—

Organisasi perangkat daerah (OPD) diminta untuk saling bersinergi dalam penyusunan peta proses bisnis sesuai kewenangan dan kebijakan yang berlaku.

Hal itu diutarakan wali kota yang diwakili Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM Setdako Padang Panjang, Yas Edizarwin, SH saat membuka kegiatan Bimtek Penyusunan Peta Proses Bisnis Instansi Pemerintah Tahun 2021, di Aula Lantai III Balai Kota, Kamis (28/10).

“Kegiatan ini dilaksanakan lantaran semakin meningkatnya kebutuhan dalam pengelolaan penyelenggaraan pemerintahan yang semakin baik, bersih, transparan dan melayani. Untuk mewujudkan hal tersebut, pemerintah harus melakukan reformasi sistem dan pola kerja di instansi pemerintah yang salah satunya melalui penataan ketatalaksanaan,” jelas Yas.

Peta bisnis ini, jelasnya, meru- pakan diagram yang menggam- barkan hubungan kerja yang efektif dan efisien antarunit organisasi untuk menghasilkan kinerja sesuai dengan tujuan pendirian organisasi guna menghasilkan output yang bernilai tambah bagi pemangku kepentingan.

“Secara sederhana, peta proses bisnis akan memuat suatu input, proses dan outputnya,” tambahnya.

Di samping itu, Yas berharap bimtek ini dapat memberikan pedoman dan petunjuk kepada seluruh ASN di OPD masing- masing untuk dapat menyusun peta proses bisnis.

“Kalau ada kendala di lapangan, OPD terkait dapat melakukan koordinasi dengan Bagian Organisasi. Peta proses bisnis ini sangat bermanfaat untuk meningkatkan nilai pada evaluasi SAKIP dan Reformasi Birokrasi,”

pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Bagian

selama dua hari ke depan, dengan peserta sebanyak dua orang per OPD yang ada di lingkup Pemerintah Kota Padang Panjang dengan menghadirkan narasumber dari BPKP RI dan Dosen Universitas Buana Perjuangan,”

tutupnya  Paulhendri. Paulhendri. Paulhendri. Paulhendri. Paulhendri.

Sumpah Pemuda di Payakumbuh

Payakumbuh, Khazanah—

Payakumbuh, Khazanah—Payakumbuh, Khazanah—

Payakumbuh, Khazanah—

Payakumbuh, Khazanah— Peringatan Hari Sumpah Pemuda diadakan sebagai wujud kecintaan para pemuda- pemudi terhadap bangsa Indonesia.

Ikrar tersebut merupakan hasil putusan Kerapatan Pemoeda-Pemoedi atau Kongres Pemuda II yang digelar pada 27-28 Oktober 1928.

Di Kota Payakumbuh upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda ke 93 tahun 2021 berlangsung khidmat di halaman balai kota, Kamis (28/10).

Pembina Upacara adalah Wali Kota Riza Falepi diwakili oleh Sekda Rida Ananda, dihadiri oleh unsur forkopimda, kepala OPD, Ketua DPD KNPI Kota Payakumbuh Ahmad Ghani.

Sementara itu komandan upacara Sekretaris DPD KNPI Kota Payakumbuh Fauzan Rafsyanjani, Pembacaan Pembukaan UUD 1945 oleh pengurus DPD KNPI Kota Payakumbuh Bima, Keputusan Kongres Pemuda-Pemuda Indonesia dibacakan oleh pengurus DPD KNPI Kota Payakumbuh Hilman, pengibaran bendera merah putih oleh Paskibra 2021, serta peserta upacara dari barisan KNPI, ASN, Satpol PP, Dishub, mahasiswa, siswa sekolah, dan Pramuka.

Sekda Rida Ananda menyampaikan amanat Menteri Pemuda dan Olahraga dimana tema Hari Sumpah Pemuda kali ini diambil untuk menegaskan kembali komitmen yang telah dibangun oleh para pemuda yang diikrarkan pada tahun 1928 dalam Sumpah Pemuda, bahwa hanya dengan persatuan kita dapat mewujudkan cita-cita bangsa  Lili Lili Lili Lili Lili Y u n i a t i .

Y u n i a t i .Y u n i a t i . Y u n i a t i . Y u n i a t i .

Genius Tinjau Sejumlah Desa

Pariaman, Khazanah—

Pariaman, Khazanah—Pariaman, Khazanah—

Pariaman, Khazanah—

Pariaman, Khazanah— Wali Kota Pariaman, Genius Umar meninjau pembangunan sejumlah desa yang ada di kota tersebut.

Ada Beberapa Desa yang dikunjungi oleh orang nomor satu di Kota Pariaman ini, mulai dari Desa Koto Marapak, Desa Tungkal Selatan dan Desa Cubadak Air, Rabu (27/

10) lalu.

Di Desa Koto Marapak, Kecamatan Pariaman Timur, Genius Umar yang didampingi oleh Sekretaris Daerah (Sekda), Yota Balad, Camat Pariaman Timur, M. Arif Gunawan, Kepala Desa Koto Marapak, Yuhaldi, meninjau pembangunan TPS3R (Tempat Pembuangan Sampah Reduse, Reuse and Recycle) Desa Koto Marapak, yang mendapatkan DAK (Dana Alokasi Khusus) Tahun 2021, dengan total Rp. 620.053.000 rupiah, yang dikerjakan secara oleh Kelompok Swadaya Masyarakat.

Di Desa Tungkal Selatan, orang nomor satu di Kota Pariaman ini meninjau rencana pembukaan jalan baru dan water front city dan terakhir meninjau pembangunan Rehabilitasi Jaringan Irigasi dan Jembatan Talang Kuning di Dusun Buruah Kubu, Desa Cubadak Air, yang sama- sama berada di Kecamatan Pariaman Utara, dan didampingi Camat Pariaman Utara, Ahadi Nugraha, dimana Rehabilitasi Jaringan Irigasi ini, juga merupakan DAK Tahun 2021, dengan nilai mencapai Rp. 4.614.325.194 rupiah.

“Saya harap, pembangunan tersebut dapat diselesaikan dengan baik sampai Desember 2021 ini, sehingga, pembangunan yang dikerjakan tersebut, dapat bermanfaat untuk tahun selanjutnya, dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tukasnya  Syafrial Suger Syafrial Suger Syafrial Suger Syafrial Suger Syafrial Suger...

Badan jalan yang mulai rusak parah yang juga menjadi keluhan bagi para pelajar itu, terdapat beberapa titik dan paling parah berada di dekat Masjid Tuo Taram dan tidak jauh dari SMP, MTsN serta SD.

Seorang tokoh pemuda Nagari Taram, Wiko, kepada wartawan yang datang melakukan peninjauan ke lokasi menyebutkan bahwa, jalan satu-satunya menuju objek wisata Kapalo Banda Taram itu, setiap hari dilewati ratusan kendaraan wisatawan baik yang mengunakan kendaraan roda dua, mobil pribadi dan bus pariwisata berukuran sedang dan besar, kian memperparah kerusakan badan jalan.

Kalau musim hujan, ungkap Wiko, jalan yang penuh lobang persis bak kubangan kerbau itu

susah dilewati masyarakat termasuk anak-anak sekolah serta para wisatawan yang datang berkunjung ke objek wisata Kapalo Banda dan objek wisata budaya Mesjid Tuo Taram.

“Karena jalan ini adalah satu- satunya akses jalan yang menjadi sarana penghubung menuju objek wisata Kapalo Banda dan objek wisata budaya Masjid Tuo Taram,”

kata dia.

Selain itu, jalan ini juga dimanfaatkan ratusan pelajar SMP, MTsN serta SD serta masyarakat setempat. Oleh karena itu, warga Nagari Taram sangat mengharapkan kepada Pemkab Limapuluh Kota, dalam hal ini Dinas PUPR segera memperbaiki badan jalan yang rusak parah tersebut.

Karena merupakan jalan satu-

NAGARI KOTO ANAU

Ratusan Masyarakat Dari 12 Jorong Ikut Vaksinasi Gratis

“Alhamdulilah, kesadaran warga masyarakat Nagari Koto Anau untuk mengikuti vaksinasi ini sangat tinggi, dan untuk itu formulir peserta vaksinasi akan kami tambah lagi “ tutur Wali Nagari Edi Setiawan.

Ia juga mengatakan, untuk tenaga kesehatan (Nakes) yang bertugas pada Gebyar Vaksinasi Covid-19 yang dilaksanakan di Kantor Wali Nagari Koto Anau, sebanyak 2 Tim dari Puskesmas Lembang Jaya. Ditambah personil dari Polsek Lembang Jaya dan dari Koramil Lembang Jaya.

“Bagi warga masyarakat yang ingin mengikuti vaksinasi gratis ini, syaratnya cukup dengan membawa KTP atau KK dan Nomor HP yang aktif “ ucapnya.

Salah seorang warga Nagari Koto Anau bernama Sutra Dewi (54) mengatakan, ia dan warga lainya datang mengikuti vaksinasi gratis itu, dengan kesadaranya sendiri. Dan tidak ada unsur paksaan.

“Kami datang ke Kantor Wali Nagari dengan kesadaran sendiri untuk divaksin, agar kita terhindar dari wabah Covid-19 “ tukasnya

 Riswan Jaya. Riswan Jaya. Riswan Jaya. Riswan Jaya. Riswan Jaya.

Setiawan, A. Md., didampingi Kapolsek Lembang Jaya Iptu Defrianto, Bhabinkamtibmas Nagari Koto Anau Bripka Osdila dan Babinsa dari Koramil Lembang Jaya, Rudi A mengatakan, untuk pelaksanaan Gebyar Vaksinasi di Nagari Koto Anau sendiri sudah tahap yang ke 12 kali dilaksanakan.

“Enam kali di Kantor Wali Nagari Koto Anau dan enam kali dilaksanakan di Jorong-Jorong di Nagari Koto Anau “ kata Wali Nagari Edi Setiawan.

Edi menyebutkan, target Vaksinasi di Nagari Koto Anau adalah minimal 75 persen dari seluruh warga Nagari Koto Anau yang sasaran vaksin harus divaksin. Adapun jumlah penduduk Nagari Koto Anau saat ini ujar Edi Setiawan 8.602 jiwa tersebar di 12 Jorong.

Wali Nagari Edi Setiawan menyebutkan, target peserta vaksinasi pada hari Kamis (28/

10) disediakan 300 formulir.

Namun Alhamdullilah ujarnya, baru jam 11.00 wib pagi, ternyata jumlah peserta warga masyarakat yang ingin divaksin, sudah lebih dari 300 orang.

Kaba Nagari Kaba Nagari Kaba Nagari Kaba Nagari Kaba Nagari

Koto Koto Koto Koto

Koto Anau, Khazanah—Anau, Khazanah—Anau, Khazanah—Anau, Khazanah—Anau, Khazanah—

Ratusan warga masyarakat dari 12 Jorong yang tersebar di Nagari Koto Anau Kecamatan Lembang Jaya Kabupaten Solok, sepanjang Kamis (28/10) pagi hingga sore hari, antusias mengikuti vaksinasi gratis di Kantor Wali Nagari setempat.

Warga yang diperkirakan berjumlah sekitar 600 an orang

yang terdiri dariberbagai kelompok usia tersebut laki, tertib menunggu antrian untuk divaksin dengan menerapkan Prokes.

Gebyar Vaksinasi Covid-19 gratis itu dilaksanakan oleh Pemerintahan Nagari Koto Anau bekerjasama dengan Puskesmas Lembang Jaya, Polsek Lembang Jaya dan Koramil Lembang Jaya.

Wali Nagari Koto Anau Edi ANTUSIAS- Ratusan warga masyarakat dari 12 Jorong yang tersebar di Nagari Koto Anau Kecamatan Lembang Jaya Kabupaten Solok, antusias mengikuti vaksinasi sepanjang Kamis (28/10) pagi hingga sore (foto: Riswan Jaya).

wisata Kapalo Banda menjadi salah satu daerah tujuan wisata yang menjadi andalan di Kabupaten Limapuluh Kota, tentu sudah saatnya Pemkab Limapuluh Kota memperlebar badan jalan menuju objek wisata Kapalo Banda ini.

Sementara itu Wakil Bupati Limapuluh Kota, Rizki Kurniawan Nakasri yang datang berkunjung ke objek wisata Kapalo Banda Taram itu, Selasa (26/10) bersama sejumlah awak media, juga merasakan bahwa badan jalan menuju objek wisata Kapalo Banda ini memang membutuh perbaikan dan pelebaran.

“Objek wisata Kapalo Banda Taram ini punya prospek bagus untuk dikembangkan menjadi daerah wisata andalan Limapuluh Kota setelah Lembah Harau.

Untuk kemajuan objek wisata Kapalo Banda tersebut, memang membutuhkan perhatian dari Pemkap untuk pembenahannya termasuk pembenahan jalan yang saat ini menjadi keluhan masyarakat,” pungkas Wabup Rizki Kurniawan Nakasri  Lili Lili Lili Lili Lili Yuniati.

Yuniati.

Yuniati.

Yuniati.

Yuniati.

satunya menuju ke objek wisata Kapalo Banda dan kondisinya sudah mulai rusak parah, Wiko menyatakan sudah saatnya badan jalan tersebut dilakukan perlebaran.

“Bayangkan, setiap hari ratusan kendaraan masyarakat termasuk wisatawan, apalagi saat hari libur lewat di jalan yang sempit ini, sehingga jika ada kendaraan bus pariwisata berukuran besar yang

melintas di badan jalan yang sempit itu agak susah melewatinya dan bahkan tidak jarang terjadi kemacetan,” ujar Wiko.

Dikatakan Wiko, untuk mendukung keberadaaan objek MENGELUH- Masyarakat Nagari Taram, Kecamatan Harau sudah lama mengeluh dengan kondisi jalan yang mulai rusak parah. Padahal jalan ini merupakan akses utama menuju objek wisata Kapalo Banda yang diharapkan menjadi salahsatu objek wisata unggulan Kabupaten Limapuluh Kota (foto: Lili Yuniati).

SINERGI- Organisasi perangkat daerah (OPD) di Kota Padang Panjang diminta untuk saling bersinergi dalam penyusunan peta proses bisnis sesuai kewenangan dan kebijakan yang berlaku (foto: Ist/net).

Gambar

FOTO ICAK-ICAK – Iko hanyo foto icak-icak je nyeh,  dari  pado  berita  ko  indak  bafoto pendukuang.

Referensi

Dokumen terkait

28 proses pembelajaran sosial berdasar teori Albert Bandura yaitu dengan menciptakan lingkungan yang selaras dengan maksud pemerintah, artinya ketika siswa

1. Usaha pengasuh dalam menanamkan Nilai-nilai Akhlak kepada Anak di Panti Asuhan Kasih Ibu Kecamatan Murung Pudak Kabupaten Tabalong. Dalam melaksanakan penanaman

Virus Coron SELASA, 05 OKTOBER 2021 | SELASA, 28 SHAFAR 1443 H EDISI 669 TAHUN II | Rp 4 500 Pemerintah PTM! unda Dulu! KSAI KSAI TTunda Pemerintah akan buka lagi sekolah seperti

Menurut Aleyxi, penangkapan dilakukan berdasarkan hasil penyelidikan Opsnal Sat Res Narkoba Polres Bukittinggi, mendapatkan informasi bahwa akan ada transaksi narkoba jenis

9 Kabupaten Tanjung Jabung Timur Komplek Perkantoran Rano Jambi Jambi [email protected] - 10 Kabupaten Muaro Jambi Jl.. Basuki

Di akhir kunjungan, semua rombongan berkeliling sekolah dan melihat proses pembelajaran sekaligus pembangunan yang sedang berjalan, kemudian rombongan akan lanjut silaturahmi

Payakumbuh, Khazanah— Payakumbuh, Khazanah— Untuk menghadapi situasi yang kedepannya yang akan semakin berat, para seluruh kepala OPD yang ada di lingkungan Pemerintah Kota

Menurut Suir Syam, anggota Komisi IX DPR RI yang juga mantan walikota Padang Panjang dua periode, bahwa sejak dulu ekonomi masyarakat sudah baik karena bantuan dari pemerintah kota