• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODE PENELITIAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BAB III METODE PENELITIAN"

Copied!
11
0
0

Teks penuh

(1)

27

BAB III

METODE PENELITIAN

A. Pendekatan dan Jenis Penelitian

Penelitian yang berjudul “Upaya Komunitas Save Street Child Malang (SSCM) Dalam Pemenuhan Hak Dasar Anak Jalanan di Kota Malang” ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif.

Menurut Strauss & Corbin (Sayidah, 2018) pendekatan kualitatif dapat digunakan untuk menemukan dan memahami apa yang tersembunyi di balik suatu fenomena atau gejala yang biasanya merupakan sesuatu yang sulit untuk diketahui atau dipahami serta dipakai untuk memperoleh suatu cerita, pandangan yang segar mengenai segala sesuatu. Pendekatan kualitatif diharapkan mampu memberikan penjelasan secara rinci tentang suatu fenomena yang sulit disampaikan dengan pendekatan kuantitatif.

Pendekatan ini merupakan suatu proses penelitian dan pemahaman yang berdasarkan pada metodologi yang menyelidiki suatu fenomena sosial dan masalah yang terdapat pada kehidupan manusia. Pada pendekatan kualitatif ini lebih menekankan sifat realitas yang terbangun secara sosial, hubungan erat antara peneliti dengan subjek yang diteliti. Penelitian kualitatif merupakan riset yang bersifat deskriptif dan cenderung menggunakan analisis dengan pendekatan induktif.

Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian adalah penelitian deskriptif dengan cara mendeskripsikan dalam bentuk kata-kata dan bahasa dengan mempelajari masalah-masalah dalam masyarakat, perilaku masyarakat dalam situasi tertentu serta proses dan pandangan dalam suatu

(2)

28

fenomena. Data deskriptif berupa dokumen pribadi catatan lapangan, ucapan dan tindakan responden, dan dokumen lain (Sugiyono, 2016). Hal ini dengan penjelasan diatas peneliti ingin menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis metode deskripsi karena dapat menggambarkan fenomena-fenomena yang ada baik secara faktual dan sistematis. Peneliti berusaha mendapatkan data apa adanya kemudian menggambarkan (mendeskripsikan) apa adanya sesuai dengan data di lapangan. Alasan lain peneliti menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif adalah pendekatan ini lebih mampu menjawab pertanyaan yang diajukan dan lebih mudah dalam memperoleh data-data untuk menjawab permasalahan penelitian

B. Lokasi Penelitian

Lokasi penelitian merupakan tempat penelitian yang diharapkan mampu memberikan informasi yang peneliti butuhkan dalam penelitian yang diangkat. Lokasi penelitian yang akan digunakan oleh peneliti tentang upaya komunitas Save Street Child Malang (SSCM) dalam pemenuhan hak dasar anak jalanan ini dilakukan di beberapa titik lokasi yaitu di Muharto gang 7 dan Arjosari. Dengan pertimbangan bahwa tidak banyak komunitas yang masih memperhatikan hak dasar anak, terutama dalam pendidikan di usia anak yang sangat diperlukan. Alasan pemilihan lokasi penelitian :

1. Lokasi ini terdapat pemudi warga sekitar yang turut mengelola dan membantu menyediakan tempat untuk belajar anak-anak di daerah tersebut serta memberdayakan anak dengan sukarela.

(3)

29

2. Komunitas yang tetap konsisten menyelenggarakan proses belajar mengajar untuk anak-anak.

C. Subjek Penelitian

Subjek penelitian merupakan seseorang yang paham betul mengenai apa yang sedang diteliti agar dapat memberikan informasi tentang situasi dan kondisi latar penelitian. Untuk menentukan atau memilih subjek penelitian yang baik, setidaknya ada beberapa syarat yang harus diperhatikan antara lain yaitu orang yang cukup lama mengikuti kegiatan yang sedang diteliti, terlibat penuh dalam kegiatan yang sedang diteliti dan memiliki waktu yang cukup dimintai informasi. Dengan ni maka peneliti menggunakan teknik pertimbangan purposive sampling dalam menentukan subjek. Teknik purposive sampling digunakan karena adanya pertimbangan tertentu. Sampel yang digunakan atau diambil bukan berdasarkan strata, random (acak), atau daerah, akan tetapi didasarkan pada suatu tujuan (Sugiyono, 2008). Adapun subjek penelitian dalam purposive sampling ni terdapat kriteria sebagai berikut :

1. Seseorang yang paham mengenai komunitas SSCM 2. Anggota aktif komunitas SSCM minimal 1 tahun

3. Informan yang terlibat dalam kegiatan komunitas yang minimal berumur 11 tahun

4. Bersedia menjadi subjek penelitian, karena ketersediaan subjek penelitian akan membantu dalam menemukan inti dari penelitian.

Pada penelitian ini peneliti memperoleh data dari 2 orang subjek dan didukung oleh 2 orang informan. Subjek tersebut adalah pengurus

(4)

30

komunitas SSCM yang mengetahui seluruh proses berjalannya kegiatan komunitas SSCM. dan Informan adalah adik-adik atau anak jalanan yang ikut serta dalam kegiatan SSCM.

D. Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data merupakan langkah yang paling strategis dalam penelitian, karena tujuan utama dari penelitian adalah mendapatkan data sehingga peneliti mampu mendapatkan data secara standarisasi sesuai dengan teknik pengumpulan data (Sugiyono, 2019). Dalam penelitian kualitatif peneliti ingin pengumpulan data dilakukan pada natural setting (kondisi alamiah), sumber primer, dan teknik pengumpulan data lebih banyak pada observasi berperan serta (participation observation), wawancara mendalam (in depth interview), dan dokumentasi. Teknik pengumpulan data tersebut merupakan ciri khas dari penelitian kualitatif.

Dalam pengumpulan data peneliti menggunakan tiga macam teknik penelitian data, dimana masing-masing teknik digunakan untuk memperoleh data yang akurat sesuai natural setting di lapangan, adapun teknik pengumpulan data yang digunakan peneliti dengan cara sebagai berikut :

1. Teknik Observasi

Teknik observasi (pengamatan) merupakan teknik pengumpulan data dengan melakukan aktivitas pencatatan fenomena yang dilakukan secara sistematis dengan mengamati hal yang berkaitan dengan ruang, tempat pelaku, kegiatan, waktu, peristiwa, dan tujuan. Teknik penelitian dapat dilakukan secara terlibat langsung

(5)

31

(partisipatif) maupun non partisipatif untuk memperoleh data.

Teknik observasi (pengamatan) yang digunakan dalam penelitian ni adalah observasi partisipasi, yaitu observasi turut ambil bagian atau berada dalam objek yang diobservasi. Teknik ini digunakan karena memungkinkan peneliti untuk melihat dan mengamati secara langsung, kemudian mencatat kegiatan komunitas yang terjadi, observasi ini dilakukan pada kegiatan-kegiatan komunitas.

2. Teknik Wawancara

Wawancara adalah pertemuan dua orang atau lebih untuk bertukar informasi atau menggali data dengan melalui tanya jawab, sehingga dapat dikonstruksikan makna sesuai data yang akan dicari oleh peneliti. Teknik wawancara biasanya dilakukan secara berhadap hadapan atau face to face dengan seseorang selain itu wawancara juga dapat melalui via telepon maupun focus group dalam melakukan teknik wawancara hal yang paling penting adalah peneliti merekam informasi dari partisipan dengan menggunakan catatan tangan, audiotape, videotape akan tetapi tidak hanya tu saja peneliti juga harus mencatat saat kegiatan wawancara karena meminimalisir kerusakan pada rekaman wawancara sehingga peneliti masih memiliki data yang lainnya.

Dalam hal ini peneliti menggunakan wawancara dengan cara face to face baik dengan komunitas, masyarakat, anak-anak, maupun partisipan yang lain nya. Kegiatan wawancara yang dilakukan penelitian ini menggunakan jenis wawancara bebas peneliti hanya

(6)

32

membuat pokok-pokok masalah yang akan diteliti. Selanjutnya dalam wawancara peneliti langsung mengikuti situasi ketika ada kegiatan di komunitas. Sehingga nantinya peneliti mengetahui apa saja peran peran kegiatan dalam komunitas. Peneliti melakukan wawancara kepada partisipan berdasarkan karakteristik partisipan yang telah ditentukan.

3. Teknik dokumentasi

Teknik dokumentasi digunakan untuk mendapatkan data dalam bahan yang berbentuk catatn atau lisan sesuai keinginan peneliti.

Dokumentasi merupakan catatan peristiwa yang sudah berlalu.

Dokumen bisa berbentuk foto, laporan, rekaman atau karya-karya monumental dari seseorang. Sifat utama dari data ini tidak terbatas pada ruang dan waktu sehingga memberi peluang kepada peneliti untuk mengetahui hal-hal yang pernah terjadi waktu silam.

Dokumentasi digunakan sebagai alat penangkap dan pengumpul data yang dapat diperoleh memulai observasi dan wawancara.

Dalam melakukan penelitian, peneliti mengambil foto-foto dan video terkait kegiatan yang dilakukan oleh komunitas sebagai penunjang informasi penelitian yang berkaitan dengan penelitian.

E. Teknik Analisis Data

Miles dan Huberman (Sugiyono, 2010) mengemukakan bahwa aktivitas dalam analisis data kualitatif dilakukan secara interaktif dan berlangsung secara terus menerus sampai tuntas, sehingga data yang

(7)

33

didapatnya lengkap dan valid. Aktivitas dalam analisis data, yaitu reduksi data, sajian data, penarikan kesimpulan, dan verifikasi. Setelah semua data terkumpul dari hasil wawancara dan observasi, tahap selanjutnya adalah reduksi data, sajian data, penarikan kesimpulan, dan verifikasi. Adapun analisisnya sebagai berikut :

1. Pengumpulan Data

Data yang diperoleh dari hasil wawancara, observasi dan dokumentasi dicatat dalam catatan lapangan yang terdiri dari dua bagian yaitu deskriptif dan refleksi. Catatan deskriptif adalah catatan alami (catatan tentang apa yang dilihat, didengar, disaksikan, dan dialami sendiri oleh peneliti tanpa adanya pendapat dan penafsiran dari peneliti terhadap fenomena yang dialami).

Catatan refleksi adalah catatan yang berisi kesan, komentar, pendapat, dan tafsir peneliti tentang temuan yang dijumpai, dan merupakan bahan rencana pengumpulan data untuk tahap berikutnya.

2. Reduksi Data

Reduksi data merupakan proses pemilihan, pemusatan perhatian, pengabstraksian dan pentranformasian data kasar dari lapangan, proses ini berlangsung selama penelitian dilakukan dari awal sampai akhir penelitian. Mereduksi data berarti merangkum, memilih hal-hal yang pokok, fokus dalam hal-hal yang penting, serta di cari tema dan polanya sesuai dengan data yang dibutuhkan

(8)

34

peneliti. Reduksi data akan memberikan gambaran yang lebih jelas dan memudahkan peneliti untuk mencari dan mengumpulkan data selanjutnya. Kemudian peneliti akan memusatkan perhatian, menggolongkan dan mengorganisasi data sehingga bisa ditarik interpretasi.

3. Penyajian Data

Penyajian data dalam penelitian kualitatif dapat dilakukan dalam bentuk tabel, grafik, phie chard, pictogram. Dalam penelitian ini data biasanya dilakukan dalam bentuk uraian singkat, kumpulan informasi yang tersusun dan memberi kemungkinan untuk menarik kesimpulan serta pengambilan tindakan, hal ini untuk memudahkan peneliti dalam mengembangkan data penelitian.

4. Penarikan Kesimpulan

Penarikan kesimpulan dilakukan selama proses penelitian berlangsung seperti halnya proses reduksi data, setelah data terkumpul cukup memadai makna selanjutnya diambil kesimpulan sementara, dan setelah data benar-benar lengkap maka diambil kesimpulan akhir. Kesimpulan dalam penelitian kualitatif merupakan temuan baru yang sebelumnya belum pernah ada.

Temuan bisa berupa deskripsi atau gambaran suatu objek yang sebelumnya masih remang-remang atau gelap sehingga setelah diteliti menjadi jelas, dapat berupa hubungan kausal atau interaktif, hipotesa atau teori.

(9)

35

Dalam penelitian ini, sejak awal peneliti selalu berusaha mencari makna data yang terkumpul. Untuk itu perlu mencari pola, tema, hubungan, persamaan, hal-hal yang sering timbul, hipotesis dan sebagainya. Kesimpulan awal yang dikemukakan akan bersifat sementara dan berubah bila tidak ditemukan dengan bukti-bukti yang kuat serta mendukung pada tahap pengumpulan data selanjutnya. Namun bila kesimpulan memang didukung oleh bukti-bukti yang valid dan konsisten saat peneliti kembali ke lapangan mengumpulkan data, maka kesimpulan yang dikemukakan merupakan kesimpulan kredibel (dapat dipercaya).

F. Teknik Keabsahan Data

Dalam menguji keabsahan data, peneliti menggunakan teknik triangulasi, yaitu teknik pemeriksaan keabsahan data yang memanfaatkan sesuatu yang lain di luar data itu untuk keperluan pengecekan atau perbandingan terhadap data itu. Alasannya karena peneliti beranggapan bahwa triangulasi data lebih cepat dalam pengecekan validasi data dalam penelitian ini. Triangulasi dalam pengujian kredibilitas diartikan sebagai sebuah pengecekan data dari berbagai sumber dengan berbagai cara, dan berbagai waktu. Sedangkan triangulasi yang digunakan dalam penelitian ini, peneliti menggunakan triangulasi sumber dan metode, yang dilakukan dengan cara mengecek data yang telah diperoleh melalui beberapa sumber.

Langkah triangulasi sumber dan metode yang dilakukan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :

1. Membandingkan hasil wawancara dengan pengamatan.

(10)

36

2. Membandingkan yang disampaikan secara pribadi dan dimuka umum.

3. Membandingkan apa yang terjadi pada saat penelitian dan yang berlangsung sepanjang waktu.

4. Membandingkan hasil wawancara dengan dokumen atau rekaman suara yang tersedia.

Proses triangulasi sumber adalah proses dimana tahap akhir data yang telah dianalisa dan ditarik kesimpulan dimintai kesepakatan.

Triangulasi adalah teknik pemeriksaan keabsahan data yang memanfaatkan sesuatu yang lain dalam membandingkan hasil wawancara terhadap objek penelitian (Moleong, 2011). Sementara Sugiyono (2005) menjelaskan bahwa peneliti menggunakan triangulasi diartikan sebagai teknik pengumpulan data yang bersifat menggabungkan dari berbagai teknik pengumpulan data dan sumber data yang telah ada. Data yang diperoleh dari satu sumber dibandingkan dengan data dari sumber yang berbeda. Selain tu triangulasi juga dapat berguna untuk menyelidiki validitas tafsiran peneliti terhadap data, karena itu triangulasi bersifat reflektif. Triangulasi ini selain digunakan untuk mengecek kebenaran data juga dilakukan untuk memperkaya data.

a. Triangulasi Sumber Untuk menguji kredibilitas data yang dilakukan dengan cara mengecek data yang telah diperoleh melalui beberapa sumber. Data yang diperoleh dianalisis oleh peneliti sehingga menghasilkan suatu kesimpulan selanjutnya dimintakan kesepakatan dengan tiga sumber data (Sugiyono, 2008)

(11)

37

b. Triangulasi Teknik Untuk menguji kredibilitas data yang dilakukan dengan cara mengecek data kepada sumber yang sama dengan teknik yang berbeda. Misalnya untuk mengecek data bisa melalui wawancara,observasi,dokumentasi. Bila dengan teknik pengujian kredibilitas data tersebut menghasilkan data yang berbeda,maka peneliti melakukan diskusi lebih lanjut kepada sumber data yang bersangkutan untuk memastikan data mana yang dianggap benar (Sugiyono, 2008).

c. Triangulasi Waktu Data yang dikumpulkan dengan teknik wawancara di pagi hari pada saat narasumber masih segar, akan memberikan data lebih valid sehingga lebih kredibel. Selanjutnya dapat dilakukan dengan pengecekan dengan wawancara, observasi atau teknik lain dalam waktu atau situasi yang berbeda. Bila hasil uji menghasilkan data yang berbeda, maka dilakukan secara berulang ulang sehingga sampai ditemukan kepastian datanya (Sugiyono, 2008)

Referensi

Dokumen terkait

During his teaching practice at Santa Maria Senior High School, the writer experienced that the first grade students were already cognitively prepared to comprehend the explanation

Sebagai buku panduan dalam menduga ,mengenal, dan mengatasi kondisi dalam berkendara dengan penjaabaran konten pentinganya membangun budaya keselamatan pada pengendara

108 RADNA DEWI SARTIKA Kasie Penyusunan Program 109 TEGUH WIDIGDO Kasie Pemantauan dan Evaluasi 110 ASTUTI ORBANIATUN Kasie Diklat TKSP. 111 RACHMAN BACHTIAR Kasie Diklat TKSM

Pengetahuan anak kelas 3 pada kelompok perlakuan mengalami peningkatan dalam pencegahan impaksi serumen setelah dilakukan intervensi permainan ular tangga pada

Peramalan dengan metode Bayesian Model Averaging adalah salah satu metode kalibrasi dimana metode ini dilakukan untuk memperbaiki peramalan ensemble yang mempunyai

Perubahan biaya variabel satuan baik kenaikan maupun penurunan akan mengubah rasio volume laba. Adanya perubahan rasio volume laba mempunyai dua akibat yaitu titik break

Dari berbagai rumusan yang telah ada dan pengalaman empiris dari berbagai negara yang lebih dulu menjalankannya terlihat bahwa elemen penting yang diperlukan dalam menerapkan

Perbedaan mencolok dalam pelaksanaan PMT-P antara puskesmas yang mengalami peningkatan dan penurunan kasus balita kurang gizi meliputi jumlah bidan yang selalu melakukan