• Tidak ada hasil yang ditemukan

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia"

Copied!
23
0
0

Teks penuh

(1)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

P U T U S A N

NOMOR :108-K/BDG/PMT-II/AD/IX/2016

“DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA”

Pengadilan Militer Tinggi II Jakarta yang bersidang di Jakarta dalam memeriksa dan mengadili perkara pidana pada tingkat banding telah menjatuhkan putusan sebagaimana tercantum di bawah ini dalam perkara Terdakwa :

Nama lengkap : YOYOK HADY SUHEMBY.

Pangkat / Nrp : Serda / 31000642560481.

Jabatan : Ba Yon Intel.

Kesatuan : Yon Intel Kostrad.

Tempat dan tanggal lahir : Banjarmasin-Kalsel, 15 April 1981.

Kewarganegaraan : Indonesia.

Jenis kelamin : Laki-laki.

Agama : Islam.

Tempat tinggal : Asrama Taipur Cilodong Rt. 002 Rw. 007 Cilodong Kab. Bogor.

Terdakwa ditahan oleh :

1. Danyon Intel Kostrad selaku Ankum selama 20 (dua puluh) hari sejak tanggal 4 November 2015 sampai dengan tanggal 23 November 2015 di Rumah Tahanan Militer Denpom III/1 Bogor berdasarkan Surat Keputusan Nomor : Skep/03/XI/2015 tanggal 9 November 2015.

2. Kemudian diperpanjang sesuai :

a. Perpanjangan Penahanan ke I dari Pangkostrad selaku Papera selama 30 (tiga puluh) hari sejak tanggal 24 November 2015 sampai dengan tanggal 23 Desember 2015 di Rumah Tahanan Militer Denpom III/1 Bogor berdasarkan Skep Nomor : Kep/314/XI/2015 tanggal 30 November 2015.

b. Perpanjangan Penahanan ke II dari Pangkostrad selaku Papera selama 30 (tiga puluh) hari sejak tanggal 24 Desember 2015 sampai dengan tanggal 26 Januari 2016 di Rumah Tahanan Militer Denpom III/1 Bogor berdasarkan Skep Nomor : Kep/360/XII/2015 tanggal 29 Desember 2015.

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 1

(2)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

c. Perpanjangan Penahanan ke III dari Pangkostrad selaku Papera selama 30 (tiga puluh) hari sejak tanggal 27 Januari 2016 sampai dengan tanggal 26 Februari 2016 di Rumah Tahanan Militer Pomdam III/Slw berdasarkan Skep Nomor : Kep/29/II/2016 tanggal 5 Februari 2016.

d. Perpanjangan Penahanan ke IV dari Pangkostrad selaku Papera selama 30 (tiga puluh) hari sejak tanggal 26 Februari 2016 sampai dengan tanggal 26 Maret 2016 di Rumah Tahanan Militer Pomdam III/Slw berdasarkan Skep Nomor : Kep/69/III/2016 tanggal 14 Maret 2016.

e. Perpanjangan Penahanan ke V dari Pangkostrad selaku Papera selama 30 (tiga puluh) hari sejak tanggal 27 Maret 2016 sampai dengan tanggal 25 April 2016 di Rumah Tahanan Militer Pomdam III/Slw berdasarkan Skep Nomor : Kep/114/IV/2016 tanggal 18 April 2016.

f. Perpanjangan Penahanan ke VI dari Pangkostrad selaku Papera selama 30 (tiga puluh) hari sejak tanggal 27 Januari 2016 sampai dengan tanggal 26 Februari 2016 di Rumah Tahanan Militer Pomdam III/Slw berdasarkan Skep Nomor : Kep/29/II/2016 tanggal 30 November 2015.

3. Sejak tanggal 26 April 2016 sampai dengan tanggal 25 Mei 2015 Terdakwa secara fisik masih berada dalam tahanan sementara Rumah Tahanan Militer Pomdam III/Slw sebagaimana surat Kaotmil II-09 Bandung Nomor : B/670/IV/2016 tanggal 21 April 2016 perihal Permohonan Penerbitan Keputusan Perpanjangan Penahanan keenam atas nama Terdakwa Serda Yoyok Hady Suhemby NRP.

31000642560481.

4. Hakim Ketua Pengadilan Militer II-09 Bandung selama 30 (tiga puluh) hari sejak tanggal 11 Mei 2016 sampai dengan tanggal 9 Juni 2016 di Rumah Tahanan Militer Pomdam III/Slw berdasarkan Penetapan Nomor : Tap/18-K/PM II-09/AD /V/2016 tanggal 11 Mei 2016.

5. Kepala Pengadilan Militer II-09 Bandung selama 60 (enam puluh ) hari sejak tanggal 10 Juni 2016 sampai dengan tanggal 8 Agustus 2016 di Rumah Tahanan Militer Pomdam III/Slw berdasarkan Penetapan Perpanjangan Penahanan Nomor : Tap/26-K/PM II-09/AD/VI/2016 tanggal 8 Juni 2016.

6. Hakim Ketua Pengadilan Militer Tinggi II Jakarta selama 30 (tiga puluh) hari terhitung sejak tanggal 4 Agustus 2016 sampai dengan tanggal 2 September 2016 sesuai Surat Penetapan Penahanan Nomor : TAPHAN/142/BDG/K-AD/PMT- II/VIII/2016 tanggal 8 Agustus 2016.

7. Kepala Pengadilan Militer Tinggi II Jakarta selama 60 (enam puluh) hari terhitung sejak tanggal 3 September 2016 sampai dengan tanggal 1 November 2016 sesuai Surat Penetapan Penahanan Nomor : TAPHAN/165/BDG/K-AD/PMT- II/IX/2016 tanggal 1 September 2016.

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 2

(3)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

PENGADILAN MILITER TINGGI II JAKARTA

Memperhatikan : I. Surat Dakwaan Oditur Militer Nomor : Sdak/14/K/AD/II- 09/IV/2016 tanggal 28 April 2016 berkesimpulan bahwa telah cukup alasan untuk menghadapkan Terdakwa tersebut ke persidangan Pengadilan Militer II-09 Bandung dengan Dakwaan telah melakukan serangkaian perbuatan sebagai berikut :

Primair :

Bahwa Terdakwa pada waktu-waktu dan ditempat-tempat tersebut dibawah ini yaitu pada hari Selasa tanggal 3 Nopember 2015, atau setidak-tidaknya dalam tahun 2015 bertempat di Jln.

Mayor Oking Cibinong Kab. Bogor, setidak-tidaknya ditempat- tempat yang termasuk daerah hukum Pengadilan Militer II-09 Bandung telah melakukan tindak pidana :

“Barang siapa dengan sengaja merampas nyawa orang lain”, Dengan cara-cara sebagai berikut :

a. Bahwa Terdakwa (Serda Yoyok Hady Suhemby) masuk menjadi Prajurit TNI AD sejak tahun 2000 melalui pendidikan Secata PK Gel II di Rindam VI/ Tanjungpura, setelah setelah lulus dilantik dengan pangkat Prada, kemudian pada tahun 2013 mengikuti Dikcabareg di Rindam Jaya, selah lulus dilantik dengan pangkat Serda dan pada waktu melakukan perbuatan yang menjadi perkara ini Terdakwa bertugas di Yon Intel Kostrad dengan pangkat Serda NRP 31000642560481.

b. Bahwa pada hari Selasa tanggal 3 Nopember 2015 sekira pukul 16.00 Wib Terdakwa bersama Saksi-6 (Sdri.Ratih Ayu Dewi) berangkat dari rumah orang tua Saksi-6 di Perum Dian Asri Cibinong dengan menggunakan mobil CRV warna abu-abu Nopol F 1239 DZ milik Saksi-6, yang mengemudikan kendaraan Terdakwa dengan maksud pergi ke ITC Citeureup untuk keperluan membeli sarung HP.

c. Bahwa pada hari Selasa tanggal 3 Nopember 2015, Sdr.

Marsim Sarmani (korban) yang mengendarai sepeda motor Supra Fit dalam perjalanan pulang dari bekerja di CV Bahir Elektrik di Jln.

Mayor Oking Cibinong Kab. Bogor ditempat pemutaran arah hendak memutar balik arah dengan posisi kendaraan Terdakwa disebelah kanan, lalu Terdakwa memberi jalan kepada korban dan setelah korban berhasil memutar arah serta posisinya berada disebelah kiri mobil CRV lalu Terdakwa melanjutkan perjalanan, setelah itu dari posisi korban disebelah kiri tiba-tiba korban

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 3

(4)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

mengambil posisi kearah sebelah kanan dan posisinya hampir menabrak lampu sen sebelah kiri mobil yang dikendarai oleh Terdakwa sehingga Terdakwa kaget dan membunyikan klakson d. Bahwa setelah itu korban minggir ke kiri lagi lalu Terdakwa kembali melanjut kan perjalanan, namun korban mengejar Terdakwa lalu berjalan zig zag di depan mobil Terdakwa selanjutnya korban memperlambat laju sepeda motor nya dan mengambil posisi disebelah kanan kendaraan yang Terdakwa kemudikan sambil berteriak “apa kamu” lalu Terdakwa membalas

“ya apa kamu” akhirnya korban memepet Terdakwa terus sampai laju kendaraan Terdakwa terhalang oleh sepeda motor korban sehingga Terdakwa berhenti karena terhalang sepeda motor korban.

e. Bahwa karena dari arah belakang banyak kendaraan yang memberikan klakson sehingga Terdakwa memajukan kendaraan agak melewati sepeda motor korban, kemudian Terdakwa turun dari mobil lalu berjalan kearah belakang mobil, setelah itu korban yang sudah berdiri bertolak pinggang di belakang mobil berkata

“klaksonnya biasa aja dong” sambil mendorong dada Terdakwa dengan menggunakan tangan kiri dan berkata “ maumu apa ?”, lalu Terdakwa balas mendorong korban sambil berkata “maumu apa?” lalu korban berkata “ apa ada yang pecah ?” ada yang lecet? Apa saya nabrak kamu ?” lalu Terdakwa menjawab “ kalau saya tidak klakson kamu, kamu ketabrak” lalu korban menjawab “ terus maumu apa” lalu Terdakwa jawab “terus maumu apa, saya anggota “ lalu korban menjawab “mau anggota, mau apa saya gak perduli”.

f. Bahwa pada saat berlangsungnya percekcokan antara Terdakwa dengan korban, Terdakwa mengambil pistol dari pinggang kanannya kemudian mengokangnya kearah bawah pada saat itu juga korban langsung meminta maaf kepada Terdakwa sambil mundur dan berlindung dibalik badan Saksi-2 (Sdr.Ruslan Prayitno), namun Terdakwa tidak menghiraukan permohonan maaf dari korban, sehingga Saksi-2 juga berusaha untuk menenangkan Terdakwa yang saat itu terlihat sedang emosi dengan perkataan

”pak, jangan...jangan....jangan....” sambil memberi isyarat dengan kedua tangannya namun Terdakwa malah menondongkan senjata api / pistol kearah kepala korban, tidak lama kemudian terdengar suara letusan satu kali yang berasal dari pistol milik Terdakwa dan saat itu juga korban jatuh terlentang dan dibagian kepalanya berlumuran darah.

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 4

(5)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

g. Bahwa Terdakwa selaku prajurit yang terlatih, pasti mengetahui kalau bagian kepala manusia / korban adalah bagian yang sangat fatal dan mematikan apabila terkena peluru dari pistol yang Terdakwa arahkan ke kepala korban.

h. Bahwa setelah Terdakwa menembak korban, Terdakwa langsung masuk kedalam mobil sambil mengucapkan “istigfar”, kemudian Terdakwa pergi meninggalkan Tempat Kejadian Perkara dengan tujuan akan menyerahkan diri ke Polisi Militer Sub Cibinong.

i. Bahwa dalam perjalanan banyak sepeda motor yang mengikuti mobil Terdakwa, ada beberapa yang menendang mobil dan ada juga yang meng gebrak kap depan mobil, lalu Terdakwa ingat tidak jauh dari tempat itu ada Pos Polisi Jagorawi, karena menuju Pos Polisi harus memutar arah sehingga Terdakwa memutar arah mobil dan pada saat kondisi lalu lintas dalam keadaan macet kemudian Saksi-5 (Sdr.Dodi Mulyadi) menarik kunci kontak mobil Terdakwa dari luar sehingga mesin mobil langsung mati, setelah itu Terdakwa turun dari mobil dan pada saat itu didepan Pos Polisi banyak Polisi yang menghampiri Terdakwa ke mobil ada salah satu Polisi yang menanyakan “bapak anggota?” Terdakwa jawab “ ya saya anggota” lalu Polisi tersebut menyuruh supaya Terdakwa masuk kedalam Pos sambil mengatakan “kedalam saja pak, banyak massa”.

j. Bahwa setelah Terdakwa berada didalam Pos Polisi, pistol Terdakwa mau diminta oleh salah seorang anggota Polisi tetapi tidak Terdakwa serahkan dan Terdakwa mengatakan “jangan pak, biar saya telepon PM untuk menjemput saya disini” kemudian KTA Terdakwa diminta untuk dicatat identitasnya, setelah itu Terdakwa menelepon Saksi-1 (Sertu Daldili) untuk menjemput Terdakwa, selanjutnya Terdakwa menelepon Danki Kapten Inf Eko Damona namun karena Danki sedang ada di Poso lalu Terdakwa menelepon Sertu Hariri dan Sertu Nanang (senior yang ada di asrama) untuk datang ke Pospol Jagorawi .

k. Bahwa kemudian Terdakwa dijemput dari Pospol Jagorawi oleh Saksi-1 lalu saat Saksi-1 menanyakan keberadaan pistol Terdakwa lalu Terdakwa menyerahkan pistolnya, kemudian Saksi- 1 mencatat identitas pistol dan pistol ditunjukkan lagi kepada Terdakwa sambil bertanya “betul Yok ini pistolmu?” Terdakwa jawab “betul bang” selanjutnya Terdakwa dibawa ke kantor Subdenpom Cibinong dan diamankan.

l. Bahwa akibat dari penembakan tersebut, ditemukan satu buah luka terbuka dikelopak atas mata kiri korban. Sebab mati orang ini tembakan di kelopak atas mata kiri yang mengenai tulang

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 5

(6)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

tengkorak dan jaringan otak sehingga menyebabkan kematian berdasarkan Visum Et Repertum dari Rumah Sakit Bhayangkara TK I R Said Sukanto Nomor R/021/SK B/XI/2015Rumkit Bhayangkara Tk I tanggal 03 Nopember 2015 yang ditandatangani oleh 1. dr Arif Wahyono, SpF, 2. Dr. Slamet Purnomo , SpF,DFM.

m. Bahwa pada saat kejadian adalah jam dinas, namun Terdakwa tidak melaksanakan dinas seperti prajurit pada umumnya karena ada tugas khusus dari satuan untuk memonitor wilayah Bogor dengan dilengkapi Surat Perintah dari Danyonintel Kostrad tentang perintah melaksanakan penyelidikan terhadap anggota Kostrad dalam peredaran Narkoba dan Kelompok Raka, Raki dan Rala di wilayah Jabodetabek TMT 29 Oktober 2015 sampai dengan 4 Nopember 2015 dengan nomor Sprin 446/X/2015 tanggal 28 Oktober 2015.

n. Bahwa Terdakwa sudah mengusai senjata api jenis Pistol P-1 buatan Pindad kaliber 9 mm dengan Nomor 70.6384 selama kurang lebih 1 bulan yaitu sejak sekitar bulan Oktober 2015 untuk kegiatan memonitor wilayah Bogor, dengan Surat Tanda Peminjaman Perorangan Nomor B/09/JAT/X/2015 tanggal 29 Oktober 2015 yang ditandatangani oleh Danyonintel Kostrad Mayor Inf Deni Eka Gustiana NRP.11990045970878.

o. Bahwa korban bekerja sebagai sopir di CV. Bahir Elektrik adalah rekan kerja Saksi-3 (Sdri.Santi Sari) dalam keseharian ditempat kerjanya bersikap dan berperilaku baik hanya saja korban mempunyai sifat temperamental apabila mempunyai permasalahan dengan orang yang tidak dikenal.

Subsidair :

Bahwa Terdakwa pada waktu-waktu dan ditempat-tempat tersebut dibawah ini yaitu pada hari Selasa tanggal 3 Nopember 2015, atau setidak-tidaknya dalam tahun 2015 bertempat di Jln.

Mayor Oking Cibinong Kab. Bogor, setidak-tidaknya ditempat- tempat yang termasuk daerah hukum Pengadilan Militer II-09 Bandung telah melakukan tindak pidana :

“Penganiayaan mengakibatkan mati”.

Dengan cara-cara sebagai berikut :

a. Bahwa Terdakwa (Serda Yoyok Hady Suhemby) masuk menjadi Prajurit TNI AD sejak tahun 2000 melalui pendidikan Secata PK Gel II di Rindam VI/Tanjungpura, setelah setelah lulus dilantik dengan pangkat Prada, kemudian pada tahun 2013 mengikuti Dikcabareg di Rindam Jaya, selah lulus dilantik dengan

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 6

(7)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

pangkat Serda dan pada waktu melakukan perbuatan yang menjadi perkara ini Terdakwa bertugas di Yon Intel Kostrad dengan pangkat Serda NRP 31000642560481.

b. Bahwa pada hari Selasa tanggal 3 Nopember 2015 sekira pukul 16.00 Wib Terdakwa bersama Saksi-6 (Sdri.Ratih Ayu Dewi) berangkat dari rumah orang tua Saksi-6 di Perum Dian Asri Cibinong dengan menggunakan mobil CRV warna abu-abu Nopol F 1239 DZ milik Saksi-6, yang mengemudikan kendaraan Terdakwa dengan maksud pergi ke ITC Citeureup untuk keperluan membeli sarung HP.

c. Bahwa pada hari Selasa tanggal 3 Nopember 2015, Sdr.

Marsim Sarmani (korban) yang mengendarai sepeda motor Supra Fit dalam perjalanan pulang dari bekerja di CV Bahir Elektrik di Jln.

Mayor Oking Cibinong Kab. Bogor ditempat pemutaran arah hendak memutar balik arah dengan posisi kendaraan Terdakwa disebelah kanan, lalu Terdakwa memberi jalan kepada korban dan setelah korban berhasil memutar arah serta posisinya berada disebelah kiri mobil CRV lalu Terdakwa melanjutkan perjalanan, setelah itu dari posisi korban disebelah kiri tiba-tiba korban mengambil posisi kearah sebelah kanan dan posisinya hampir menabrak lampu sen sebelah kiri mobil yang dikendarai oleh Terdakwa sehingga Terdakwa kaget dan membunyikan klakson.

d. Bahwa setelah itu korban minggir ke kiri lagi lalu Terdakwa kembali melanjutkan perjalanan, namun korban mengejar Terdakwa lalu berjalan zig zag didepan mobil Terdakwa selanjutnya korban memperlambat laju sepeda motornya dan mengambil posisi disebelah kanan kendaraan yang Terdakwa kemudikan sambil berteriak “apa kamu” lalu Terdakwa membalas

“ya apa kamu” akhirnya korban memepet Terdakwa terus sampai laju kendaraan Terdakwa terhalang oleh sepeda motor korban sehingga Terdakwa berhenti karena terhalang sepeda motor korban.

e. Bahwa karena dari arah belakang banyak kendaraan yang memberikan klakson sehingga Terdakwa memajukan kendaraan agak melewati sepeda motor korban, kemudian Terdakwa turun dari mobil lalu berjalan kearah belakang mobil, setelah itu korban yang sudah berdiri bertolak pinggang di belakang mobil berkata

“klaksonnya biasa aja dong” sambil mendorong dada Terdakwa dengan menggunakan tangan kiri dan berkata “ maumu apa ?”, lalu Terdakwa balas mendorong korban sambil berkata “maumu apa?” lalu korban berkata “ apa ada yang pecah ?” ada yang lecet? Apa saya nabrak kamu ?” lalu Terdakwa menjawab “ kalau saya tidak klakson kamu, kamu ketabrak” lalu korban menjawab “ terus maumu apa” lalu Terdakwa jawab “terus maumu apa, saya

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 7

(8)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

anggota “ lalu korban menjawab “mau anggota, mau apa saya gak perduli”.

f. Bahwa pada saat berlangsungnya percekcokan antara Terdakwa dengan korban,Terdakwa mengambil pistol dari pinggang kanannya kemudian mengokangnya kearah bawah pada saat itu juga korban langsung meminta maaf kepada Terdakwa sambil mundur dan berlindung dibalik badan Saksi-2 (Sdr.Ruslan Prayitno), namun Terdakwa tidak menghiraukan permohonan maaf dari korban sehingga Saksi-2 juga berusaha untuk menenangkan Terdakwa yang saat itu terlihat sedang emosi dengan perkataan

”pak, jangan...jangan....jangan....” sambil memberi isyarat dengan kedua tangannya namun Terdakwa malah menondongkan senjata api / pistol kearah kepala korban, tidak lama kemudian terdengar suara letusan satu kali yang berasal dari pistol milik Terdakwa dan saat itu juga korban jatuh terlentang dan dibagian kepalanya berlumuran darah.

g. Bahwa setelah Terdakwa menembak korban, Terdakwa langsung masuk kedalam mobil sambil mengucapkan “istigfar”, kemudian Terdakwa pergi meninggalkan Tempat Kejadian Perkara dengan tujuan akan menyerahkan diri ke Polisi Militer Sub Cibinong.

h. Bahwa dalam perjalanan banyak sepeda motor yang mengikuti mobil Terdakwa, ada beberapa yang menendang mobil dan ada juga yang menggebrak kap depan mobil, lalu Terdakwa ingat tidak jauh dari tempat itu ada Pos Polisi Jagorawi, karena menuju Pos Polisi harus memutar arah sehingga Terdakwa memutar arah mobil dan pada saat kondisi lalu lintas dalam keadaan macet kemudian Saksi-5 (Sdr.Dodi Mulyadi) menarik kunci kontak mobil Terdakwa dari luar sehingga mesin mobil langsung mati, setelah itu Terdakwa turun dari mobil dan pada saat itu didepan Pos Polisi banyak Polisi yang menghampiri Terdakwa ke mobil ada salah satu Polisi yang menanyakan “bapak anggota?” Terdakwa jawab “ ya saya anggota” lalu Polisi tersebut menyuruh supaya Terdakwa masuk kedalam Pos sambil mengatakan “kedalam saja pak, banyak massa.

i. Bahwa setelah Terdakwa berada didalam Pos Polisi, pistol Terdakwa mau diminta oleh salah seorang anggota Polisi tetapi tidak Terdakwa serahkan dan Terdakwa mengatakan “jangan pak, biar saya telepon PM untuk menjemput saya disini” kemudian KTA Terdakwa diminta untuk dicatat identitasnya, setelah itu Terdakwa menelepon Saksi-1 (Sertu Daldili) untuk menjemput Terdakwa, selanjutnya Terdakwa menelepon Danki Kapten Inf Eko Damona namun karena Danki sedang ada di Poso lalu Terdakwa

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 8

(9)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

menelepon Sertu Hariri dan Sertu Nanang (senior yang ada di asrama) untuk datang ke Pospol Jagorawi .

j. Bahwa kemudian Terdakwa dijemput dari Pospol Jagorawi oleh Saksi-1 lalu saat Saksi-1 menanyakan keberadaan pistol Terdakwa lalu Terdakwa menyerahkan pistolnya, kemudian Saksi- 1 mencatat identitas pistol dan pistol ditunjukkan lagi kepada Terdakwa sambil bertanya “betul Yok ini pistolmu?” Terdakwa jawab “betul bang” selanjutnya Terdakwa dibawa ke kantor Subdenpom Cibinong dan diamankan.

k. Bahwa akibat dari penembakan tersebut, ditemukan satu buah luka terbuka dikelopak atas mata kiri korban. Sebab mati orang ini tembakan di kelopak atas mata kiri yang mengenai tulang tengkorak dan jaringan otak sehingga menyebabkan kematian berdasarkan Visum Et Repertum dari Rumah Sakit Bhayangkara TK I R Said Sukanto Nomor R/021/SK B/XI/2015Rumkit Bhayangkara Tk I tanggal 03 Nopember 2015 yang ditandatangani oleh 1. dr Arif Wahyono, SpF, 2. Dr. Slamet Purnomo , SpF,DFM.

l. Bahwa pada saat kejadian adalah jam dinas, namun Terdakwa tidak melaksanakan dinas seperti prajurit pada umumnya karena ada tugas khusus dari satuan untuk memonitor wilayah Bogor dengan dilengkapi Surat Perintah dari Danyonintel Kostrad tentang perintah melaksanakan penyelidikan terhadap anggota Kostrad dalam peredaran Narkoba dan Kelompok Raka, Raki dan Rala di wilayah Jabodetabek TMT 29 Oktober 2015 sampai dengan 4 Nopember 2015 dengan nomor Sprin 446/X/2015 tanggal 28 Oktober 2015.

m. Bahwa Terdakwa sudah mengusai senjata api jenis Pistol P-1 buatan Pindad kaliber 9 mm dengan Nomor 70.6384 selama kurang lebih 1 bulan yaitu sejak sekitar bulan Oktober 2015 untuk kegiatan memonitor wilayah Bogor, dengan Surat Tanda Peminjaman Perorangan Nomor B/09/JAT/X/2015 tanggal 29 Oktober 2015 yang ditandatangani oleh Danyonintel Kostrad Mayor Inf Deni Eka Gustiana NRP.11990045970878.

n. Bahwa korban bekerja sebagai sopir di CV. Bahir Elektrik adalah rekan kerja Saksi-3 (Sdri.Santi Sari) dalam keseharian ditempat kerjanya bersikap dan berperilaku baik hanya saja korban mempunyai sifat temperamental apabila mempunyai permasalahan dengan orang yang tidak dikenal.

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 9

(10)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Dakwaan : Primair :

Pasal 338 KUHP Subsidair :

Pasal 351 ayat (3) KUHP

II. Tuntutan Oditur Militer pada hari Selasa tanggal, 28 Juni 2016 yang pada pokoknya memohon agar Pengadilan Militer II-09 Bandung menjatuhkan putusan sebagai berikut :

1. Menyatakan Terdakwa tersebut di atas, Yoyok Hady Suhemby Serda NRP. 31000642560481 terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana :

”Barang siapa dengan sengaja merampas nyawa orang lain”, Sebagaimana diatur dan diancam pidana menurut Pasal 338 KUHP.

2. Oleh karenanya Oditur Militer mohon agar Terdakwa dijatuhi :

Pidana Pokok : Penjara selama 12 (dua belas) Tahun dikurangkan selama Terdakwa berada dalam penahanan sementara.

Pidana Tambahan : Dipecat dari Dinas Militer.

3. Mohon agar Terdakwa tetap ditahan.

4. Mohon barang bukti berupa : a. Surat-surat :

- 1 (satu) lembar surat tanda peminjaman perorangan Nomor : B/09/JAT /X/2015 tanggal 29 Oktober 2015.

- 2 (dua) lembar Surat Perintah Danyon Intel Kostrad Nomor : Sprin/446/X/2015 tanggal 28 Oktober 2015.

- 6 (enam) lembar Visum Et Repertum dari Rumah Sakit Bhayangkara TK I Ruang Sukanto nomor : R/021/SK B/XI/2015 Rumkit Bhayangkari TK.1 tanggal 03 November 2015 yang

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 10

(11)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

ditandatangani oleh 1. Dr. Arif Wahyono, SpF, 2. Dr.

Slamet Purnomo, SpF.DFM.

Tetap dilekatkan dalam berkas perkara.

b. Barang-barang :

- 1 (satu) pucuk senjata api jenis pistol P 1 Nomor 70.6384 buatan Pindad.

- 5 (lima) butir munisi caliber 9 mm.

- 1 (satu) butir kelongsong peluru caliber 9 mm.

- 1 (satu) buah megazen.

Dirampas untuk negara.

- 1 (satu) unit kendaraan roda empat jenis mobil Honda CRV Nopol F 1239DZ.

- 1 (satu) buah STNK kendaraan roda empat jenis mobil Honda CRV Nopol F 1239DZ.

- 1 (satu) buah kunci kontak kendaraan roda empat jenis mobil Honda CRV Nopol F 1239DZ.

Dikembalikan kepada yang paling berhak.

- 1 (satu) buah KTP atas nama Marsim Sarmani.

- 1 (satu) buah Handphone merk UI.

Dikembalikan kepada yang paling berhak

- 1 (satu) buah KTA atas nama Serda Yoyok Hady S.

- 1 (satu) buah sarung pistol (Holster) warna hitam.

- 2 (dua) lembar uang tunai sejumlah Rp.

200.000,- (dua ratus ribu rupiah).

Dikembalikan kepada yang paling berhak.

5. Membebani Terdakwa untuk membayar biaya perkara sebesar Rp.15.000,- (lima belas ribu rupiah).

Membaca : I. Berkas perkara, Berita Acara Sidang dan Putusan Pengadilan Militer II-09 Bandung Nomor : 111-K/PM II-09/AD/V/2016 tanggal, 28 Juli 2016, yang bersidang pada Tingkat Pertama dengan Amar Putusannya sebagai berikut :

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 11

(12)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

M E N G A D I L I

1. Menyatakan Terdakwa tersebut di atas yaitu :, YOYOK HADY SUHEMBY, SERDA NRP. 31000642560481 terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana :

“Pembunuhan”.

2. Memidana Terdakwa oleh karena itu dengan:

- Pidana Pokok : Penjara selama 6 (enam) tahun.

Menetapkan selama waktu Terdakwa berada dalam tahanan dikurangkan seluruhnya dari pidana yang dijatuhkan.

- Pidana Tambahan : Dipecat dari Dinas Militer 3. Menetapkan barang bukti berupa :

a. Barang-barang :

- 1 (satu) pucuk senjata api jenis pistol P 1 Nomor 70.6384 buatan Pindad.

- 5 (lima) butir munisi caliber 9 mm.

- 1 (satu) butir kelongsong peluru caliber 9 mm.

- 1 (satu) buah megazen.

Dikembalikan kepada yang berhak kesatuan Terdakwa Yon Intel Kostrad.

- 1 (satu) unit kendaraan roda empat jenis mobil Honda CRV Nopol F 1239DZ.

- 1 (satu) buah STNK kendaraan roda empat jenis mobil Honda CRV Nopol F 1239DZ.

- 1 (satu) buah kunci kontak kendaraan roda empat jenis mobil Honda CRV Nopol F 1239DZ.

Dikembalikan kepada yang berhak yaitu Sdri. Ratih Ayu Dewi.

- 1 (satu) buah KTP atas nama Marsim Sarmani (Alm).

Dikembalikan kepada yang berhak istri dari (Alm) Marsim Sarmani yaitu Sdri. Siti Masitoh.

- 1 (satu) buah Handphone merk UI.

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 12

(13)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

- 1 (satu) buah KTA atas nama Serda Yoyok Hady S.

- 1 (satu) buah sarung pistol (Holster) warna hitam.

- 2 (dua) lembar uang tunai sejumlah Rp. 200.000,- (dua ratus ribu rupiah).

Dikembalikan kepada yang berhak yaitu Terdakwa Serda Yoyok Hady Suhemby

b. Surat-surat :

- 1 (satu) lembar surat tanda peminjaman perorangan Nomor : B/09/JAT/X/2015 tanggal 29 Oktober 2015.

- 2 (dua) lembar Surat Perintah Danyonif Intel Kostrad Nomor : Sprin/446/X/2015 tanggal 28 Oktober 2015.

- 6 (enam) lembar Visum Et Repertum dari Rumah Sakit Bhayangkara TK I tanggal 03 November 2015 yang ditandatangani oleh 1. Dr. Arif Wahyono, SpF, 2. Dr. Slamet Purnomo, SpF.MFM.

Tetap dilekatkan dalam berkas perkara.

4. Membebankan biaya perkara kepada Terdakwa sebesar Rp 15.000,- (lima belas ribu rupiah).

5. Memerintahkan Terdakwa tetap ditahan.

II. Akte Permohonan Banding Terdakwa Nomor : APB/111-K/PM II-09/AD/VIII/2016 tanggal, 4 Agustus 2016.

III. Memori Banding dari Penasihat Hukum Terdakwa tanggal, 29 Agustus 2016.

Menimbang : Bahwa permohonan banding dari Terdakwa telah diajukan dalam tenggang waktu dan dengan tata cara menurut ketentuan perundang-undangan, maka oleh karena itu permohonan banding secara formal dapat diterima.

Menimbang : Bahwa Penasihat Hukum Terdakwa dalam Memori Bandingnya mengajukan keberatan-keberatan terhadap Putusan Pengadilan Militer II-09 Bandung yang pada pokoknya sebagai berikut :

1. Bahwa Pengadilan Tingkat Pertama, kurang tepat dalam menilai fakta-fakta yang terungkap dalam perkara pidana ini

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 13

(14)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

dengan menyatakan Terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana Pembunuhan karena mempertirnbangkan keteranga n kesaksian dari saksi saksi yang terungkap dan terbukti di depan persidangan yakni Pengadilan Militer II-09 Bandung dalam pertimbangannya Majelis Hakirn mengemukakan pendapatnya mengenai dakwaan unsur kedua

"Dengan Sengaja" pada saat itu Terdakwa mengambil pistol dari pinggang kanannya kemudian mengokang ke arah bawah pada saat itu juga korban langsung meminta maaf kepada Terdakwa sambil mundur dan berlindung dibalik badan saksi-2 (Sdr. Ruslan Prayitno), namun Terdakwa tidak menghiraukan permohonan maaf dari korban, sehingga saksi-2 juga berusaha untuk menenangkan Terdakwa yang saat itu terlihat sedang emosi dengan perkataan ''pak, jangan...jangan...jangan..." sambil memberi isyarat dengan kedua tangannya namun Terdakwa malah menodongkan senjata api/pistol, ke arah kepala korban, tidak lama kemudian terdengar suara letusan satu kali yang berasal dari pistol milik Terdakwa dan saat itu juga korban jatuh terlentang dan dibagian kepalanya berlumuran darah.

Padahal saksi-2 (Sdri. Santi Sari). saksi-3 (Sdr. Abdul Rohn-at), saksi-4 (Sdri. Ratih Ayu Dewi), saksi-5 (Sdr.Daldili) dan saksi-6 (Sdr. Dodi Mulyadi) tidak melihat keterangan dari saksi-1 (Sdr.

Ruslan Prayitno), pada saat Terdakwa mengambil pistol dari pinggang kanannya kemudian mengokang ke arah bawah pada saat itu juga korban langsung meminta maaf kepada Terdakwa sambil mundur dan berlindung dibalik badan saksi-2 (Sdr. Ruslan Prayitno adalah teman atau rekan kerja dari korban) sedangkan keterangan dari Terdakwa, penembakan terjadi setelah terdakwa didorong korban selanjutnya terdakwa mengambil pistol dari pinggang kanannya kernudian mengokangnya ke arah atas yang tiba-tiba pistol rneletus rnengena kepala korban Keterangan saksi- 1, perlu dipertanyakan untuk melerai peristiwa yang terjadi pada tanggal 3 November 2015 apabila posisi korban dibelakang saksi-1 maka penembakan oleh Terdakwa di halangi saksi-1 tetapi menurut keterangan terdakwa ketidaksengajaan pada saat mengokang pistol sehingga meletus mengakibatkan mengena kepala korban yang berada pada posisi menyerang diatas terdakwa saat terdakwa setengah terjatuh. Apabila peristiwa tersebut ketidaksengajaan Terdakwa pada saat mengokang maka Terdakwa lalai atau lupa pada saat terdesak diserang korban dengan mengokang tidak terpikir akan mengeluarkan tembakan karena hanya sebatas mengokang pistol.

Berkaitan dengan adanya 2 (dua) keterangan yang berbeda (antara saksi-1 dan Terdakwa) terhadap peristiwa meletusnya pistol, Penasehat Hukum Pemohon Banding berpenclapat banwa kesaksian saksi-1 (Sdr. Ruslan Prayitno) bukanlah saksi

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 14

(15)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

menerangkan terjadinya letusan dengan sengaja (unus testis nulus testis) tetapi letusan tembakan adalah suatu yang tidak disengaja atau karena lupa/kelalaian dari Terdakwa, sebagaimana keterangan dari Terdakwa.

2. Bahwa Pengadilan Tingkat Pertama, kurang tepat dalam menilai fakta- fakta yang terungkap dalam perkara pidana ini dengan menyatakan Terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana Pembunuhan karena mempertimbangkan keterangan kesaksian dari saksi saksi yang terungkap dan terbukti di depan persidangan yakni Pengadilan Militer II-09 Bandung dalam pertimbangannya Majelis Hakirn mengemukakan pendapatnya mengenai dakwaan unsur kedua

"Dengan Sengaja" ada saat itu Terdakwa selaku prajurit yang, terlatih, mengetahui bila serjata api merupakan alat yang dapat mematikan bila ditembaki tidak sesuai dengan prosedur dan Terdakwa mengambil akan akibat yang akan terjadi bila tembakan ke bagian kepala manusia/adalah bagian yang sangat fatal dan mematikan apabila terkena peluru dari pistol apalagi Terdakwa mengarahkannya ke kepala korban.

Unsur sengaja ini dalam praktiknya seringkall sulit untuk membuktikannya, Karena unsur dengan sengaja ialah unsur subjektif adalah unsur batin si pembuat yang hanya dapat diketahui dari keterangan terdakwa di depan pemeriksaan persidangan kecuali mudah pembuktiannya unsur ini apabila terdakwa tersebut memberi keterangan sebagai "Pengakuan"

artinya mengakui terus terang pengakuannya bahwa kematian si korban tersebut memang dikehendaki atau menjadi tujuannya.

Pada saat Terdakwa turun dari mobil setelah itu korban yang sudah berdiri bertolak pinggang dibelakang mobil berkata

"klaksonnya biasa aja dong" sambil mendorong dada Terdakwa dengan menggunakan tangan kiri dan berkata "maumu apa ?", lalu korban berkata 'apa ada yang pecah? ada yang lecet? apa saya nabrak kamu?" lalu terdakwa menjawab "kalau saya tidak klakson kamu, kamu ketabrak" lalu korban menjawab "terus maumu apa".

Pada saat Terdakwa didorong korban, Terdakwa telah mengalami peristiwa beberapa kali provokasi dan agresif dari korban sehingga terdakwa termotivasi memberikan pemahaman kepada korban dengan mengokang pistol pada posisi setengah terjatuh tetapt tanpa disadari oleh terdakwa Pistol yang digunakan meletus dengan sendirinya tanpa dikehendaki oleh terdakwa.

Dalam perkara ini Tim Penasehat Hukum Pemohon Banding berpendapat matinya korban sama sekali tidak dikehendaki oleh terdakwa atau dengan kata lain tidak adanya unsur kesengajaan dengan kernungkinan yang dikehendaki terdakwa, melainkan

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 15

(16)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

terdakwa sebelumnya telah memberikan informasi kepada korban bahwa Terdakwa adalah anggota tetapi tidak digubris oleh korban.

Penasehat Hukum berpendapat matinya korban sama sekali tidak dikehendaki oleh terdakwa atau dengan kata lain bukanlah tujuan clan akibat yang dikehendaki terdakwa, melainkan tujuan terdakwa adalah berniat membeli sarung Hand Phone di ITC Cibinong dan terdakwa tidak kenal dengan korban.

Penernbakan terjadi karena kelalaian atau lupa diri Terdakwa dengan mangokang senjata tetapi pistol tersebut meletus tanpa ada unsur kesengajaan.

Berdasarkan uraian tersebut di atas, Pemohon Banding rnemohon kepada Majelis Hakim Pengadilan Militer Tinggi II Jakarta yang rnemeriksa perkara ini kenan memutus :

1. Menerima Banding Pernohon Banding.

2. Membatalkan Putusart Pengadilan Militer II-09 Bandung Nomor : 111-K/PM.II-09/AD/V/2016 tanggal 28 Juli 2016.

MENGADILI SENDIRI

Memperbaiki Putusan Pengadilan Militer II-09 Bandung Nomor : 111- K/PM.11- AD/V/2016 tanggal 28 Juli 2016 mengenai pengurangan pidana pokok dan penghapusan pidana tambahan dipecat dari dinas Militer.

Atau

Apabila Majelis Hakim Pengadilan Tinggi II Jakarta berpendapat lain, kami non putusan yang seadil-adilnya (Ex;Aequo Ei Bono) Menimbang : Bahwa Terhadap Memori Banding yang diajukan oleh

Penasihat Hukum Terdakwa, Oditur Militer tidak mengajukan Kontra/

Tanggapan Memori Banding, oleh karena itu Majelis Hakim Tingkat Banding akan memeriksa sesuai dengan ruang lingkupnya.

Menimbang : Bahwa Terhadap Memori Banding yang diajukan oleh Penasihat Hukum Terdakwa dalam Memori Bandingnya, Majelis Hakim Tingkat Banding akan mengemukakan pendapatnya sebagai berikut :

1. Keberatan Pertama.

Majelis Hakim Tingkat Banding berpendapat bahwa tindakan Terdakwa yang mengeluarkan senpi jenis pistol tidak seharusnya terjadi, keberatan Penasihat Hukum Terdakwa yang

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 16

(17)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

mempersalahkan perbedaan keterangan Saksi-1 dengan Terdakwa bukan merupakan hal pokok dalam perkara karena meletusnya pistol yang dipegang Terdakwa sudah mutlak dilihat, didengar oleh Saksi-2 dan masyarakat umum yang ada di tempat kejadian perkara.

Untuk itu keberatan Penasihat Hukum Terdakwa tidak dapat diterima.

2. Keberatan ke dua.

Majelis Hakim Tingkat Banding berpendapat unsur dengan sengaja dalam perkara Terdakwa terbukti dengan menggenggam pistol dan mengokang pistol tersebut membuktikan bahwa Terdakwa benar-benar menginsyafi perbuatannya bahwa bila Terdakwa menembakkan pistol tersebut kepada korban, maka sangat membahayakan jiwa korban. Bahwa dalam hal ini korban sudah minta maaf, Terdakwa seharusnya memaafkan dan menyelesaikan dengan damai, namun Terdakwa malah mengokang dan menembakkan pistol tersebut ke arah kepala korban yang mengakibatkan korban tewas. Untuk itu keberatan kedua Penasihat Hukum Terdakwa tidak dapat diterima.

Menimbang : Bahwa mengenai pertimbangan pembuktian unsur-unsur tindak pidana dalam putusan Pengadilan Militer II-09 Bandung Nomor : 111-K/PM.II-09/AD/V/2016 tanggal 28 Juli 2016 yang menyatakan Terdakwa telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana “ Pembunuhan ” sebagaimana diatur dalam Pasal 338 KUHP jo pasal 26 KUHPM, Majelis Hakim Tingkat Banding berpendapat putusan tersebut sudah tepat dan benar sesuai dengan fakta fakta hukum yang terungkap dipersidangan yaitu :

1. Bahwa pada hari Selasa tanggal 3 Nopember 2015 sekira pukul 16.00 Wib Terdakwa bersama Saksi-4 (Sdri.Ratih Ayu Dewi) berangkat dari rumah orang tua Saksi-4 di Perum Dian Asri Cibinong dengan menggunakan mobil CRV warna abu-abu Nopol F 1239 DZ milik Saksi-4, yang dikemudikan Terdakwa dengan maksud pergi ke ITC Citeureup untuk keperluan membeli sarung HP, selanjutnya Sdr. Marsim Sarmani (korban) yang mengendarai sepeda motor Supra Fit dalam perjalanan pulang dari bekerja di CV Bahir Elektrik di Jln. Mayor Oking Cibinong Kab. Bogor ditempat pemutaran arah hendak memutar balik arah dengan posisi kendaraan Terdakwa disebelah kanan, lalu Terdakwa memberi jalan kepada korban dan setelah korban berhasil memutar arah serta posisinya berada disebelah kiri mobil CRV lalu Terdakwa melanjutkan perjalanan, setelah itu dari posisi korban disebelah kiri tiba-tiba korban mengambil posisi kearah sebelah kanan dan posisinya hampir menabrak lampu sen sebelah kiri mobil yang

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 17

(18)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

dikendarai oleh Terdakwa sehingga Terdakwa kaget dan membunyikan klakson

2. Bahwa setelah itu korban minggir ke kiri lagi lalu Terdakwa kembali melanjutkan perjalanan, namun korban mengejar Terdakwa lalu berjalan zig zag didepan mobil Terdakwa selanjutnya korban memperlambat laju sepeda motornya dan mengambil posisi disebelah kanan kendaraan yang Terdakwa kemudikan sambil berteriak “apa kamu” lalu Terdakwa membalas “ya apa kamu”

akhirnya korban memepet Terdakwa terus sampai laju kendaraan Terdakwa terhalang oleh sepeda motor korban sehingga Terdakwa berhenti karena terhalang sepeda motor korban. Kemudian dari arah belakang banyak kendaraan yang memberikan klakson sehingga Terdakwa memajukan kendaraan agak melewati sepeda motor korban, kemudian Terdakwa turun dari mobil lalu berjalan kearah belakang mobil, setelah itu korban yang sudah berdiri bertolak pinggang di belakang mobil berkata “klaksonnya biasa aja dong” dan berkata “ maumu apa ?”, lalu Terdakwa balas “maumu apa?” lalu korban berkata “ apa ada yang pecah ?” ada yang lecet?

Apa saya nabrak kamu ?” lalu Terdakwa menjawab “ kalau saya tidak klakson kamu, kamu ketabrak” lalu korban menjawab “ terus maumu apa” lalu Terdakwa jawab “terus maumu apa, saya anggota

“ lalu korban menjawab “mau anggota, mau apa saya gak perduli”.

3. Bahwa pada saat itu Terdakwa mencabut pistol dari pinggang kanannya kemudian mengokangnya kearah bawah pada saat itu juga korban langsung meminta maaf kepada Terdakwa sambil mundur dan berlindung dibalik badan Saksi-2 (Sdr.Ruslan Prayitno), namun Terdakwa tidak menghiraukan permohonan maaf dari korban, sehingga Saksi-2 juga berusaha untuk menenangkan Terdakwa yang saat itu terlihat sedang emosi dengan perkataan

”pak, jangan...jangan....jangan....” sambil memberi isyarat dengan kedua tangannya namun Terdakwa malah menodongkan senjata api / pistol kearah kepala korban, tidak lama kemudian terdengar suara letusan satu kali yang berasal dari pistol milik Terdakwa dan saat itu juga korban jatuh terlentang dan dibagian kepalanya berlumuran darah akibat luka tembak.

4. Bahwa setelah Terdakwa menembak korban, Terdakwa langsung masuk kedalam mobil sambil mengucapkan “istigfar”, kemudian Terdakwa pergi meninggalkan Tempat Kejadian Perkara dengan tujuan akan menyerahkan diri ke Polisi Militer Sub Cibinong.

Selanjutnya dalam perjalanan banyak sepeda motor yang mengikuti mobil Terdakwa, ada beberapa yang menendang mobil dan ada juga yang meng gebrak kap depan mobil, lalu Terdakwa ingat tidak jauh dari tempat itu ada Pos Polisi Jagorawi, karena menuju Pos Polisi harus memutar arah sehingga Terdakwa memutar arah mobil dan pada saat kondisi lalu lintas dalam keadaan macet kemudian

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 18

(19)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Saksi-6 (Sdr.Dodi Mulyadi) menarik kunci kontak mobil Terdakwa dari luar sehingga mesin mobil langsung mati, setelah itu Terdakwa turun dari mobil dan pada saat itu didepan Pos Polisi banyak Polisi yang menghampiri Terdakwa ke mobil ada salah satu Polisi yang menanyakan “bapak anggota?” Terdakwa jawab “ ya saya anggota”

lalu Polisi tersebut menyuruh supaya Terdakwa masuk kedalam Pos sambil mengatakan “kedalam saja pak, banyak massa”.

5. Bahwa setelah Terdakwa berada didalam Pos Polisi, pistol Terdakwa mau diminta oleh salah seorang anggota Polisi tetapi tidak Terdakwa serahkan dan Terdakwa mengatakan “jangan pak, biar saya telepon PM untuk menjemput saya disini” kemudian KTA Terdakwa diminta untuk dicatat identitasnya, setelah itu Terdakwa menelepon Saksi-5 (Sertu Daldili) untuk menjemput Terdakwa, selanjutnya Terdakwa menelepon Danki Kapten Inf Eko Damona namun karena Danki sedang ada di Poso lalu Terdakwa menelepon Sertu Hariri dan Sertu Nanang (senior yang ada di asrama) untuk datang ke Pospol Jagorawi. Kemudian Terdakwa dijemput dari Pospol Jagorawi oleh Saksi-5 lalu saat Saksi-5 menanyakan keberadaan pistol Terdakwa lalu Terdakwa menyerahkan pistolnya, kemudian Saksi-5 mencatat identitas pistol dan pistol ditunjukkan lagi kepada Terdakwa sambil bertanya “betul Yok ini pistolmu?”

Terdakwa jawab “betul bang” selanjutnya Terdakwa dibawa ke kantor Subdenpom Cibinong dan diamankan.

6. Bahwa akibat dari penembakan tersebut, ditemukan satu buah luka terbuka dikelopak atas mata kiri korban. yang mengenai tulang tengkorak dan jaringan otak sehingga menyebabkan kematian berdasarkan Visum Et Repertum dari Rumah Sakit Bhayangkara TK I R Said Sukanto Nomor R/021/SK B/XI/2015Rumkit Bhayangkara Tk I tanggal 03 Nopember 2015 yang ditandatangani oleh 1. dr Arif Wahyono, SpF, 2. Dr. Slamet Purnomo , SpF,DFM.

7. Bahwa pada saat kejadian adalah jam dinas, namun Terdakwa tidak melaksanakan dinas seperti prajurit pada umumnya karena ada tugas khusus dari satuan untuk memonitor wilayah Bogor dengan dilengkapi Surat Perintah dari Danyonintel Kostrad tentang perintah melaksanakan penyelidikan terhadap anggota Kostrad dalam peredaran Narkoba dan Kelompok Raka, Raki dan Rala di wilayah Jabodetabek TMT 29 Oktober 2015 sampai dengan 4 Nopember 2015 dengan nomor Sprin 446/X/2015 tanggal 28 Oktober 2015.

8. Bahwa Terdakwa sudah mengusai senjata api jenis Pistol P-1 buatan Pindad kaliber 9 mm dengan Nomor 70.6384 selama kurang lebih 1 bulan yaitu sejak sekitar bulan Oktober 2015 untuk kegiatan memonitor wilayah Bogor, dengan Surat Tanda Peminjaman

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 19

(20)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Perorangan Nomor B/09/JAT/X/2015 tanggal 29 Oktober 2015 yang ditandatangani oleh Danyonintel Kostrad Mayor Inf Deni Eka Gustiana NRP.11990045970878.

Berdasarkan fakta hukum tersebut di atas, maka putusan Pengadilan Tingkat Pertama sepanjang tentang terbuktinya unsur tindak pidana haruslah dikuatkan.

Menimbang : Bahwa mengenai putusan pidana Pengadilan Tingkat Pertama yang menjatuhkan pidana pokok penjara selama 6 (enam) tahun menetapkan selama waktu Terdakwa berada dalam tahanan dikurangkan seluruhnya dari pidana yang dijatuhkan dan pidana tambahan dipecat dari dinas militer, Majelis Hakim Tingkat Banding tidak sependapat dengan putusan tingkat pertama sekedar mengenai pidana pokoknya saja karena :

1. Pada awal terjadinya perkara terjadi Terdakwa yang sedang mengendarai kendaraan mobil sempat hampir bersenggolan dengan korban yang mengendarai sepeda motor. Dan yang terjadi selanjutnya korban bersikap agresif yang sangat frontal dengan mengejar dan menghalang-halangi mobil Terdakwa dengan cara berjalan zig zag didepan mobil Terdakwa. Selanjutnya Terdakwa tetap tidak terpancing atas provokasi dari korban, namun keadaan selanjutnya korban terus melakukan provokasi dengan cara berhenti didepan mobil Terdakwa hingga kendaraan di belakang Terdakwa harus memberikan klakson berkali-kali agar kendaraan terus berjalan, pada proses selanjutnya ternyata korban masih bersifat arogan dengan tetap menantang Terdakwa yang sudah mengaku sebagai anggota hingga terjadilah peristiwa penembakan yang berasal dari pistol milik Terdakwa. Dalam hal ini terlihat bahwa Terdakwa sudah berusaha menahan diri dari provokasi korban, walaupun pada akhirnya memang Terdakwa tidak dapat mengendalikan emosi dengan mengeluarkan pistol dari pinggang lalu mengokangnya dan menembakkannya kepada korban, sehingga mengakibatkan korban tewas.

2. Majelis Hakim Tingkat Banding juga menilai bahwa setelah terjadinya penembakan Terdakwa berusaha mencari kantor POM (Polisi Militer) atau Polisi terdekat untuk menyerahkan diri, tidak ada niat dari Terdakwa untuk melarikan diri dari kejadian itu, hingga Terdakwa ditangkap, diproses dan Terdakwa berusaha bertanggung jawab terhadap keluarga korban dengan memberikan biaya untuk pemakaman korban, tanggung jawab terhadap biaya sekolah anak korban dari TK hingga SMU nanti.

3. Berkaitan dengan biaya dan tanggung jawab Terdakwa terhadap keluarga korban, menjadi kurang efektif bila Terdakwa dijtuhi pidana selama 6 (enam) tahun. Dengan pengurangan pidana

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 20

(21)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

pokok terhadap Terdakwa bisa lebih cepat keluar dari penjara dan bisa lebih cepat bersosialisasi dengan masyarakat serta mencari pekerjaan lain untuk dapat membantu menghidupi kebutuhan biaya pendidikan keluarga korban. Selain itu juga, atas niat baik dan tanggung jawab Terdakwa terhadap keluarga korban, maka keluarga korban telah memberi maaf kepada Terdakwa.

Berdasarkan pertimbangan tersebut di atas, maka Majelis Hakim Tingkat Banding berpendapat penjatuhan pidana yang dijatuhkan oleh Pengadilan Tingkat Pertama sepanjang mengenai penjatuhan pidana pokok kepada Terdakwa tidak dapat dipertahankan lagi, haruslah diubah dan diperbaiki menjadi lebih ringan.

Menimbang : Bahwa mengenai pidana tambahan yang dijatuhkan kepada Terdakwa berupa dipecat dari dinas militer, Majelis Hakim Tingkat Banding berpendapat sudah adil dan seimbang dengan kesalahan Terdakwa, karena Terdakwa dianggap sudah tidak layak lagi untuk dipertahankan sebagai Prajurit TNI karena telah melakukan tindakan yang fatal sehingga menimbulkan kematian korban dan membuat keluarga korban menjadi kehilangan sosok suami bagi isterinya dan sosok ayah bagi anaknya yang merupakan tulang punggung dalam mencari nafkah bagi kehidupan mereka. Oleh karena itu terhadap diri Terdakwa harus ditindak tegas dengan cara dipisahkan dari kehidupan TNI agar menjadi pelajaran dan tidak diikuti oleh Prajurit TNI lainnya dan harus dihukum dengan berat berupa pemecatan dari dinas militer sesuai dengan pasal 26 KUHPM, sehingga penjatuhan pidana tambahan berupa pemecatan sudah adil dan seimbang dengan kesalahan Terdakwa.

Menimbang : Bahwa mengenai pertimbangan-pertimbangan selebihnya yang dilakukan oleh Pengadilan Militer Tingkat Pertama dalam putusannya Nomor : 111-K/PM.II-09/AD/V/2016 tanggal 28 Juli 2016, Majelis Hakim Tingkat Banding berpendapat sudah tepat dan benar dan oleh karenanya haruslah dikuatkan.

Menimbang : Bahwa putusan yang dijatuhkan kepada Terdakwa sebagaimana tercantum dalam amar putusan berikut ini telah sesuai, adil dan seimbang dengan kesalahan yang telah dilakukan oleh Terdakwa.

Menimbang : Bahwa selama waktu Terdakwa berada dalam tahanan sementara perlu dikurangkan seluruhnya dari pidana yang dijatuhkan.

Menimbang : Bahwa oleh karena Terdakwa dijauhi pidana tambahan berupa pemecatan dari dinas militer, maka Terdakwa harus tetap ditahan.

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 21

Referensi

Dokumen terkait

Untuk itu akan dilakukan penelitian nilai delay untuk mengetahui kinerja dari jaringan nirkabel 4G di Surabaya, agar didapatkan hasil performansi dari TCP/IP, sehingga

Secara hukum, perjanjian yang dibuat menimbulkan akibat hukum dan para pihak yang terkait berhak mengajukan pembatalan perjanjian atau menjadikannya sebagai alasan

Hasil penelitian terhadap nilai bau menunjukkan perbedaan jarak tungku tidak berpengaruh signifikan (P>0,05) terhadap bau ikan asap, namun dengan semakin

Pada angket no 12 yang menjawab benar atau tahu berjumlah 63 orang atau 63%, kemudian yang menjawab salah/ tidak tahu berjumlah 37 orang atau 37% maka rata-rata

Hal itu sejalan dengan penelitian dari D (2017) nilai OR 11,7 sehingga dapat di simpulkan bahwa terdapat ada hubungan yang signifikan antara usia dengan kejadian preeklamsia pada

Dalam tugas akhir ini penulis mengangkat sebuah judul tentang “Pembangunan Aplikasi Mobile Donor Darah Berbasis Geolocation Menggunakan Metode Reactive

Creamer merupakan produk emulsi lemak dalam air yang diproses dari nabati, biasanya banyak digunakan sebagai bahan tambahan untuk minuman kopi, susu, coklat,

Pemodelan hubungan antara angka korban kecelakaan dengan faktor penyebab kecelakaan lalu lintas yang diambil adalah hasil pemodelan kumulatif pada Tahun 2015– 2017