• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODE PENELITIAN. eksperimen tersebut pre experimental designs (Notoatmodjo, 2010). 01 X 02

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB III METODE PENELITIAN. eksperimen tersebut pre experimental designs (Notoatmodjo, 2010). 01 X 02"

Copied!
11
0
0

Teks penuh

(1)

BAB III

METODE PENELITIAN

A. Jenis dan Rancangan Penelitian

Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimen (experimental research) yaitu suatu penelitian dengan melakukan kegiatan percobaan (experiment), yang bertujuan untuk mengetahui gejala atau pengaruh yang timbul, sebagai akibat dari adanya perlakuan tertentu atau eksperimen tersebut pre experimental designs (Notoatmodjo, 2010).

Rancangan yang digunakan adalah one group pretest posttest.

Rancangan ini tidak ada kelompok pembanding, tetapi paling tidak sudah dilakukan observasi pertama (pretest) yang memungkinkan menguji perubahan-perubahan yang terjadi setelah adanya eksperimen (Notoatmodjo, 2010). Bentuk rancangan ini adalah sebagai berikut :

Keterangan : 01 = Pretest X = Perlakuan 02 = Post test

Rancangan pretest dan posttest yang dimaksud adalah sebelum dilakukan penelitian responden diukur pengetahuan wanita usia subur tentang kehamilan resiko tinggi setelah itu dilakukan penyuluhan dan selanjutnya

01 X 02

30

(2)

diuji lagi pengetahuan wanita usia subur tentang kehamilan resiko tinggi setelah penyuluhan.

B. Tempat dan Waktu Penelitian

Penelitian ini dilaksanakan di wilayah kerja puskesmas Kedungmundu Kelurah Tandang RW XI Kota Semarang pada bulan Juni.

C. Populasi dan Sampel Penelitian 1. Populasi

Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh Wanita Usia Subur usia 15-49 tahun di Kelurahan Tandang RW XI Kota Semarang sebanyak 519 orang.

2. Sampel Penelitian dan Teknik Sampel

Sampel dalam penelitian ini adalah wanita usia subur umur 20-35 tahun yang sudah menikah dan dapat diambil sampel sebanyak 84 orang.

Kriteria sampel disampaikan agar memiliki karakteristik yang sama, maka perlu ditentukan kriteria inklusi dan eksklusi.

a) Kriteria inklusi

Yang menjadi kriteria inklusi dalam penelitian ini adalah : 1) Bersedia menjadi responden

2) Wanita usia subur yang sudah menikah dan mempunyai umur 20- 35 tahun

(3)

b) Kriteria eksklusi

1) Tidak bersedia menjadi responden 2) Tidak hadir dalam penyuluhan 3) Tidak bisa membaca dan menulis

Tenik sampling yang digunakan dalam penelitian ini yaitu dengan Proporsional Random Sampling. Penghitungan sampel dengan rumus

tersebut yaitu dengan cara jumlah WUS per RT dibagi total populasi, setelah diketahui hasilnya dikalikan dengan jumlah sampel seluruhnya. Setelah hasilnya diketahui maka dapat diambil sampel per RT.

Contoh RT I ଷ଺

ହଵଽ

x

84 = 5,8 = 6 orang

Jadi dari rumus diatas diperoleh besar sampel per RT sebagai berikut :

Tabel 3.1 Jumlah WUS Setiap RT

No RT Sampel

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14

6 4 2 6 7 7 9 7 7 10

8 4 3 4

Jumlah 84 Orang

(4)

D. Variabel dan Definisi Operasional

1. Variabel bebas (independen) : Penyuluhan tentang kehamilan resiko tinggi.

2. Variabel terikat (dependen) : Pengetahuan Wanita Usia Subur terhadap kehamilan resiko tinggi

Tabel 3.2 Variabel dan Definisi Operasional

No Variabel Definisi Operasional

Alat Ukur Hasil Ukur Skala 1 Variabel

terikat : pengetahuan WUS

Kemampuan responden dalam menjawab pertanyaan yang berisi tentang pengertian kehamilan resiko tinggi, kelompok kehamilan resiko tinggi, ciri-ciri kehamilan resiko tinggi, tanda bahaya kehamilan resiko tinggi, dan upaya pencegahan kehamilan resiko tinggi.

Koesioner dengan 20 pertanyaan dengan skor benar : 1 dan salah : 0

Total skor pengetahuan dikategorikan baik 15-20 (>76%- 100%), cukup 11-14 (56%-75%), kurang 0-11 (<56%) (Wawan, 2010).

Ordinal

2 Variabel bebas : penyuluhan

Bentuk pemberian informasi kepada responden selama 20 menit untuk meningkatkan pengetahuan.

- - -

(5)

E. Prosedur Penelitian

Beberapa hal yang perlu dipersiapkan sebelum penelitian yaitu mempersiapkan prosedur-prosedur pengumpulan data sebagai berikut : 1. Mengajukan surat permohonan penelitian kepada Ketua Program Studi

DIII Kebidanan.

2. Mengajukan surat permohonan izin melakukan penelitian ke pihak yang berwenang di Kelurahan Tandang Semarang.

3. Mengajukan surat permohonan pengambilan data ke Dinas Kesehatan Kota Semarang dan Puskesmas Kedungmundu.

4. Melakukan penelitian di Kelurahan Kedungmundu Semarang.

a. Prosedur atau Cara Kerja 1) Tahap Awal

Mencari permasalahan yang diangkat sebagai bahan penelitian.

Hal itu diperoleh dari data skunder dan hasil observasi yang dilakukan untuk memperoleh data pendukung yang tidak terdapat pada data skunder.

2) Sebelum Penyuluhan

Persiapan yang dilakukan sebelum pelaksanaan penelitian : a) Penentuan populasi dan sampel yaitu WUS yang sudah

menikah dan mempunyai umur 20-35 tahun.

b) Penentuan Waktu dan Tempat Penelitian

c) Persiapan alat penelitian dengan menggunakan leaflet berisi materi tentang kehamilan resiko tinggi dan koesioner

(6)

digunakan sebagai alat ukur pengetahuan dan melakukan uji expert.

d) Pelaksanaan Penelitian

Adapun cara penyuluhan yang dilaksanakan pada penyuluhan ini adalah :

(1) Tema Penyuluhan

Tema penyuluhan ini adalah kehamilan resiko tinggi.

(2) Peserta Penyuluhan

Peserta penyuluha adalah WUS yang sudah menikah dan mempunyai usia 20-35 tahun.

(3) Metode Penyuluhan

Metode yang dilakukan adalah membagi kuesioner untuk di isi responden sebelum dan sesudah diberikan materi tentang kehamilan resiko tinggi.

(4) Penyuluh

Penyuluh dalam penelitian ini adalah peniliti, dan dibantu 4 orang fasilitator.

3) Sesudah Pelaksanaan

Tahap akhir dari penelitian ini adalah pencatatan dan pelaporan.

Data yang diperoleh dari hasil penelitian diolah dan dianalisis untuk mengetahui perbedaan.

(7)

F. Metode Pengumpulan Data 1. Data Primer

Data pengetahuan WUS yang dikumpulkan dengan mengadakan pre test dan post test untuk mengukur pengetahuan dalam pelaksanaan penyuluhan tentang kehamilan resiko tinggi dengan kuesioner.

2. Data sekunder

Data Wanita Usia Subur diperoleh dari monografi kantor Kelurahan Tandang Kota Semarang. Data jumlah kehamilan resiko tinggi dari Dinas Kesehatan Kota Semarang dan Puskesmas Kedungmundu.

G. Instrumen Penelitian

Instrument penelitian ini adalah kuesioner yang dibuat peneliti yang berisi pertanyaan mengenai kehamilan resiko tinggi dengan alat bantu kuesioner. Kuesioner ini menggunakan skala Guttman yang terdiri dari 2 pilihan jawaban yaitu benar dan salah. Kemudian penilaian yang diberikan untuk pertanyaan positif (favorable) adalah pertanyaan yang dijawab benar, apabila jawaban benar mendapat skor 1 dan jika dijawab salah mendapat skor 0. Pertanyaan negatif (unfavorable) adalah pertanyaan yang jawabannya salah, jika dijawab benar mendapat skor 0, jika dijawab salah mendapat skor 1.

(8)

H. Uji Expert

Uji dalam penelitian ini dengan menggunakan uji expert, yaitu peneliti melakukan konsultasi kepada ahli yang menguasai kehamilan resiko tinggi dengan koordinator dosen Kehamilan Pathologi, Novita Kumalasari, S.ST.

I. Pengolahan Data dan Analisis Data 1. Pengolahan Data

Menurut Notoatmodjo (2010), langkah-langkah mengolah data secara manual pada umumnya adalah sebagai berikut :

a. Editing (Penyuntingan Data)

Hasil pengukuran yang diperoleh melalui kuesioner perlu disunting (edit) terlebih dahulu. Jika masih ada data atau informasi yang tidak lengkap dan tidak mungkin dilakukan wawancara ulang maka kuesioner tersebut dikeluarkan (drop out).

b. Coding

Kode adalah instrumen berupa kolom-kolom untuk merekam data secara manual. Kode tersebut antara lain : kode 3 untuk kategori pengetahuan baik, 2 untuk pengetahuan cukup, dan 1 untuk kategori pengetahuan kurang. Kategori pengetahuan yaitu :

Baik : 76% - 100% (kode 3) Cukup : 56% - 75% (kode 2) Kurang : <56% (kode 1)

(9)

c. Scoring

Data pengetahuan diperoleh dari kuesioner yang terdiri dari 20 pernyataan dengan skor sebagai berikut :

1) Pernyataan positif (Favourable) Benar : 1

Salah : 0

2) Pernyataan negatif (Unfavourable) Salah : 1

Benar : 0 d. Tabulating

Setelah dilakukan pengkodean dan skoring pada semua data selanjutnya data diolah secara manual.

2. Analisis Data

Dari data hasil pre test dan post test disajikan dalam bentuk analitik sebagai berikut :

a. Analisis Univariat

Analisis ini digunakan untuk memberikan gambaran umum terhadap data hasil penelitian. Data pengetahuan dasajikan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi, range (min-max), standar deviasi (SD).

1) Dimana mean didapatkan dari jumlah nilai yang diperoleh dari seluruh responden dibagi jumlah responden.

(10)

2) Dimana rumus simpangan baku/standar deviasi (Sd) adalah (Riwiddikdo, 2007) :

Keterangan :

di = Perbedaan pre dan post(di– x2– x1)

݀̅ = Rata-rata dari beda antara nilai pre dan post

n = Banyaknya sampel b. Analisis Bivariat

Data yang terkumpul berupa nilai test pertama dan kedua.

Kemudian dianalisis dalam bentuk bivariat. Dalam penelitian ini data dianalisis dengan menggunakan uji beda dua mean depanden sebelumnya data diuji kenormalannya dengan menggunakan uji one sample kolmnogorov smirnov dengan derajat kemaknaan p >

0,05 atau terbukti normal, sehingga menggunakan uji-t dependent (Dependent sample T tes / paired T tes). Kelompok data yang

dibandingkan datanya saling mempunyai ketergantungan yaitu data sebelum dan sesudah penyuluhan berasal dari kelompok orang yang sama.

Sd = ඨቂ∑ ൫݀݅− ݀ഥ൯௜ୀଵ ቃ (݊ − 1)

(11)

ܵܦ݀ ൌ ට೔సభሺௗ௜ିௗ୬ିଵ )

Keterangan :

d = rata-rata deviasi /selisih (data 2 – data 1) SDd = standar deviasi dari deviasi

J. Jadwal Penelitian Terlampir

ݐ= ݀ି

ܵܦ݀/√݊

Referensi

Dokumen terkait