4 BAB II
TINJAUAN PUSTAKA DAN DASAR TEORI
2.1. Tinjauan Pustaka
Penelitian terkait dengan implementasi dashboard pernah dilakukan oleh Sulistiawati dan Heni Sulistiani pada tahun 2018 di Jaya Bakery menggunakan metode pengembangan waterfall untuk mempermudah admin mendapatkan informasi penjualan melalui dashboard secara realtime. Hasil dari perancangan tersebut mampu memvisualisasikan data penjualan dalam bentuk grafik dan menghasilkan output berupa nota transaksi penjualan, sehingga dapat mempermudah pimpinan untuk melakukan monitoring terhadap penjualan roti di Jaya Bakery.
Penelitian implementasi dashboard juga pernah dilakukan oleh Herly Nurrahmi dan Andri Susanto pada tahun 2018 yang bertujuan untuk merancang sebuah sistem informasi Dashboard yang dapat membantu penyediaan laporan penjualan barang jadi pada PT XYZ secara realtime. Metode perancangan sistem yang digunakan adalah OOAD (Object Oriented Analysis Diagrams). Hasil perancangan tersebut adalah membantu pekerjaan admin untuk pencatatan transaksi dan manager untuk memonitoring sales report sehingga mempermudah melihat data penjualan dan proses transaksi.
Penelitian selanjutnya mengenai implementasi dashboard pernah dilakukan oleh Sandro Alfeno, Sutrisno, Muhammad Dede Soleman pada tahun 2020 yang bertujuan untuk membuat sebuah dashboard pada tampilan laporan akhir menjadi sebuah chart sehingga dapat mempermudah dan mempercepat pengambilan keputusan dalam aksi yang perlu dilakukan. Penelitian tersebut menggunakan tools highcharts untuk menampilkan data dalam bentuk laporan gambar sehingga tampilan lebih menarik dan data yang terlihat dapat terlihat naik turunnya perkembangan data yang masuk pada sistem. Hasil penelitian adanya peng- implementasian dashboard pada sistem aplikasi yang telah berjalan pada PT Sumber Sekar Sejahtera yaitu sistem aplikasi lebih responsif pada hal penampilan
data bentuk chart, sehingga pengambilan tindakan lebih cepat dan lebih terarah pada hal yang sedang rugi atau sedang untung.
Penelitian implementasi dashboard juga pernah dilakukan oleh Yashinta Novita Dewi pada tahun 2021 pada sebuah toko ritel untuk keperluan hasil evaluasi toko sehingga meningkatkan performa bisnis yang ada. Sebelum implementasi data dilakukan proses pengolahan data operasional menjadi data warehouse sesuai dengan kebutuhan Key Performance Indicator toko ritel. Proses pengolahan data dilakukan dengan melakukan ETL(Extract, Transformation, Load) dari data operasioanal dan eksternal. Hasil penelitian yaitu implementasi dashboard dapat digunakan dengan baik oleh pihak toko.
Penelitian mengenai implementasi dashboard juga pernah dilakukan oleh Satya Arisena Hendrawan dan Dwipo Setyantoro pada tahun 2022 dengan menggunakan data-data pada perusahaan Superstore, dibangun sebuah dashboard yang menyajikan informasi berupa data Executive Summary, Sales & Profit serta Product. Penelitian ini menekankan pada pemanfaatan aplikasi Google Data Studio (GDS) untuk mengembangkan Dashboard yang mendukung implementasi Business Intelligence pada Superstore. Hasil penelitian yang diperoleh adalah GDS sangat mendukung dengan kemudahan penggunaannya dalam menghasilkan sebuah dashboard yang atraktif dan informatif.
Perbandingan refrensi penelitian diatas dapat dilihat pada Tabel 2.1 Tabel 2.1 perbandingan penelitian sebelumnya
Penulis Objek Metode Hasil
Sulistiawati dan Heni Sulistiani (2018)
PT Jaya
Bakery
Metode
Pengembangan Waterfall
Hasil penelitian tersebut adalah visualisasi data penjualan dalam bentuk grafik dan menghasilkan output berupa nota transaksi penjualan.
Herly
Nurrahmi dan Andri Susanto (2018)
PT XYZ
Metode perancangan adalah OOAD (Object
Oriented Analysis Diagrams)
Hasil penelitian tersebut adalah membantu pekerjaan admin untuk pencatatan transaksi dan manager untuk memonitoring sales report sehingga mempermudah melihat data penjualan dan
proses transaksi.
Sandro Alfeno, Sutrisno, Muhammad Dede Solem (2020)
PT Sumber Sekar
Sejahtera
Tools Highcharts
Hasil penelitian tersebut yaitu sistem aplikasi lebih responsif pada hal penampilan data dikarenakan tampilan data dalam bentuk chart, sehingga pengambilan tindakan lebih cepat dan terarah pada hal yang sedang rugi atau sedang untung.
Yashinta Novita Dewi (2021)
Toko Ritel
Proses ETL(Extract, Transformation,
Load)
Hasil penelitian tersebut adalah predikat Excellent pada enam skala yaitu daya tarik, kejelasan, efisiensi, ketepatan, simulasi, dan kebaruan, sehingga dapat digunakan dengan baik oleh pihak toko.
Satya Arisena Hendrawan dan Dwipo Setyantoro (2022)
Perusahaan Superstore
Pemanfaatan aplikasi
Google Data Studio (GDS)
Hasil penelitian tersebut
adalah kemudahan
penggunaan dalam
menghasilkan sebuah dashboard yang atraktif dan informatif dengan menggunakan GDS di Superstore.
Elsa Setiyawati (2023)
Waroeng Spesial Sambal “SS”
Tools
ApexChartJS
Hasil perancangan diperoleh sebuah tampilan informasi visualisasi data penjualan realtime berupa informasi grafik serta laporan penjualan.
2.2. Dasar Teori
2.2.1 Waroeng Spesial Sambal “SS”
Waroeng Spesial Sambal “SS” adalah sebuah merk yang menyajikan aneka sambal segar dan masakan khas Indonesia. Waroeng SS didirikan pada tahun 2002 di Yogyakarta oleh Yoyok Hery Wahyono. Waroeng SS mulai menunjukkan pesonanya melalui 15 macam sambal dan aneka lauk serta sayur yang disajikan ‘made by order’. Bahkan, konsumen pun dapat mengubah tingkat kepedasan sambal sesuai selera. Tepat pada 20 Agustus 2002, cabang pertama
Waroeng SS berdiri dan diberi nama Waroeng SS Perjuangan. Walaupun bukan perusahaan yang berangkat dari nilai keagamaan yang tinggi, namun Waroeng SS mengusung konsep spiritual company dalam pengembangannya. Secara konsisten terus menyisihkan sebagian omzetnya untuk membantu pihak luar yang membutuhkan menjadi salah satu kebiasaan sejak awal berdiri. Pada awal tahun 2019 Waroeng SS telah mengembangkan cabangnya untuk menebarkan pedas ke negeri Jiran (Malaysia). (Web Waroeng Spesial Sambal “SS”, 2022).
2.2.2 Konsep Dashboard 2.2.2.1 Definisi Dashboard
Dashboard adalah visualisasi dari sekumpulan data yang menjadi informasi penting dalam bentuk tabel, laporan, indikator dan mekanisme peringatan yang menunjukkan performa manajemen yang digunakan dalam proses pengawasan dan pengelolaan kegiatan bisnis. (Wajong, 2015).
Dashboard merupakan tampilan visual dari informasi terpenting yang dibutuhkan untuk mencapai satu atau beberapa tujuan, yang tergabung dan tersusun dalam satu layar tunggal sehingga bisa dipantau secara sekilas. (Few, 2006).
2.2.2.2 Manfaat Dashboard
Manfaat utama dari penggunaan dashboard menurut Eckerson (2013) yaitu dapat digunakan untuk:
1. Mengkomunikasikan strategi dan tujuan yang dirancang oleh manajeman tingkat atas kepada pihak-pihak yang berkepentingan berdasarkan tingkatan dan tanggung jawabnya dalam organisasi.
2. Memantau pelaksanaan dari rencana dan strategi yang telah dibuat kemudian memungkinkan manajemen tingkat atas untuk melihat permasalahan yang terjadi dari penerapan strategi dan menetapkan cara untuk mengatasinya.
3. Menyajikan informasi secara sekilas dengan menggunakan grafik, symbol bagan dan warna sehingga memudahkan pengguna dalam memahami dan membuat persepsi yang benar.
2.2.2.3 Jenis Dashboard
Menurut Malik (2005) Dashboard dapat dikategorikan dalam beberapa jenis, yaitu :
1. Enterprise performance dashboard
Merupakan tampilan dashboard yang mengacu pada konsep balanced scorecard yang digunakan untuk memantau kinerja organisasi secara top- level.
2. Divisional dashboard
Merupakan tampilan dashboard yang digunakan untuk bidang–bidang pada organisasi. Contohnya dashboard untuk pemasaran, keuangan dan lainnya.
3. Process / activity monitoring dashboard
Merupakan tampilan dashboard yang digunakan untuk memonitor proses yang dianggap kritis, seperti proses lalu lintas, manufaktur, cuaca dan lainnya.
4. Application dashboard
Merupakan tampilan dashboard yang dibuat menyatu dengan aplikasi, fungsinya untuk menjadi tampilan dalam menyajikan informasi pengukuran secara menarik.
5. Customer dashboard
Merupakan tampilan dashboard yang digunakan oleh organisasi untuk mendukung aktivitas yang berhubungan dengan pelanggan.
6. Vendor dashboard
Merupakan tampilan dashboard yang digunakan oleh vendor dalam berinteraksi dengan organisasi mitranya.
Kemudian dashboard diklasifikan menjadi 3 jenis menurut (Few, 2006) yaitu:
1. Operational dashboard
Merupakan dashboard yang berfungsi untuk memberi informasi secara langsung untuk kepentingan yang harus ditanggapi cepat, fokusnya digunakan untuk memantau aktivitas yang berubah secara konstan.
Penyajian informasinya dilengkapi dengan alert dan bersifat dinamis dan realtime.
2. Tactical dashboard
Merupakan dashboard yang berfungsi memberi informasi untuk menganalisa sebab suatu kejadian, fokusnya digunakan untuk proses analisis dalam menemukan penyebab dari suatu kondisi tertentu.
Penyajian informasinya harus dilakukan secara “cerdas” agar pengguna dapat melakukan analisis data kemudian dashboard ini tidak memerlukan data secara realtime.
3. Strategic dashboard
Merupakan dashboard yang berfungsi untuk memberi informasi untuk membuat keputusan, arahan dan capaian stategi yang berfokus pada pengukuran kinerja level atas dan capaian tujuan strategis organisasi.
Penyajian informasinya dilakukan dengan mekanisme sederhana yang mudah dipahami. Dashboard jenis ini tidak memerlukan data secara realtime.
2.2.2.4 Karakteristik Dashboard
Malik (2005) menyatakan karakteristik dashboard dalam akronim S-MA- R-T (Synergetic, Monitor, Accurate, Responsive, Timely) dan I-M-P-A-C-T (Interactive, More data history, Personalized, Analytical, Collaborative, Trackability).
Karakteristik “SMART” dijelaskan dibawah ini:
1. Synergetic yaitu memiliki tampilan yang mudah dipahami oleh pengguna dengan mengumpulkan berbagai informasi menjadi satu dalam satu layar.
2. Monitor yaitu menampilkan Key Performance Indicator (KPI) yang dibutuhkan dalam pembuatan keputusan kemudian disesuaikan dengan tujuan pembuatan dashboard tersebut.
3. Accurate yaitu informasi yang disajikan bersifat akurat dan dapat dipercaya.
4. Responsive yaitu dapat merespon parameter yang telah didefinisikan, dengan memberikan alert untuk dapat memberikan notifikasi bagi pengguna.
5. Timely yaitu menampilkan informasi terkini untuk pengambilan keputusan.
Karakteristik “IMPACT” dijelaskan dibawah ini:
1. Interactive yaitu pengguna dapat melakukan drill-down dan mendapatkan informasi lebih detil.
2. More data history yaitu pengguna dapat melihat riwayat sejarah KPI, untuk mengetahui kondisi sekarang.
3. Personalized yaitu penyajian informasi harus spesifik untuk setiap jenis pengguna sesuai dengan hak aksesnya.
4. Analytical yaitu memberikan fasilitas bagi pengguna untuk melakukan analisis.
5. Collaborative yaitu pemberian fasilitas pertukaran laporan antara pengguna mengenai hasil pengamatan dashboard masing – masing.
6. Trackability yaitu memberikan kesempatan bagi pengguna untuk mengkostumasi metrik yang dilacaknya.
2.2.3 PHP
PHP (singkatan rekursif untuk PHP: Hypertext Preprocessor) adalah bahasa skrip tujuan umum open source yang banyak digunakan yang sangat cocok untuk pengembangan web dan dapat disematkan ke dalam HTML.
(Developer PHP, 2022).
PHP (Hypertext Prepocessor) adalah bahasa server side scripting yang menyatu dengan HTML untuk membuat halaman web yang (Arief, M.
Rudyanto, 2011:43). Karena PHP merupakan server side scripting maka sintaks dan perintah-perintah PHP yang dieksekusi di server kemudian hasilnya dikirimkan ke browser dalam format HTML. Dengan demikian kode program yang ditulis dalam PHP tidak akan terlihat oleh user sehingga keamanan halaman web lebih terjamin. PHP dirancang untuk membentuk halaman web yang dinamis, yaitu halaman web yang dapat membentuk suatu tampilan
berdasarkan permintaan terkini, seperti menampilkan isi basis data ke halaman web.
PHP termasuk dalam open source product, sehingga source code PHP dapat diubah dan didistribusikan secara bebas. PHP juga dapat berjalan pada berbagai web server seperti IIS (Internet Information Server), Apache, dan Xitami. PHP juga mampu lintas platform. Artinya PHP dapat dibangun sebagai modul pada web server Apache dan sebagai binary yang dapat berjalan sebagai CGI (Common Gateway Interface). (Arief, M. Rudyanto, 2011)
2.2.4 Javascript
Menurut Sunyoto (2007:17), Javascript adalah bahasa scripting yang popular di internet dan dapat bekerja di sebagian besar browser popoler seperti Internet Explorer (IE), Mozilla Firefox, Netscape dan Opera. Kode Javascript dapat disisipkan dalam halaman web menggunakan tag SCRIPT.
Beberapa hal tentang Javascript:
1. Javascript didesain untuk menambah interaktif suatu web 2. Javascript merupakan sebuah bahasa scripting.
3. Bahasa scripting merupakan bahasa pemograman yang ringan.
4. Javascript berisi baris kode yang dijalankan di komputer (web browser).
5. Javascript biasanya disisipkan (embedded) dalam halaman HTML.
6. Javascript adalah bahasa interpreter (yang berarti skrip dieksekusi tanpa proses kompilasi).
7. Setiap orang dapat menggunakan Javascript tanpa membayar lisensi.
2.2.5 MariaDB
MariaDB Server adalah salah satu server database paling populer di dunia.
Itu dibuat oleh pengembang asli MySQL dan dijamin tetap open source.
MariaDB mengubah data menjadi informasi terstruktur dalam beragam aplikasi, mulai dari perbankan hingga situs web. Awalnya dirancang sebagai pengganti MySQL yang disempurnakan dan drop-in, MariaDB digunakan karena cepat, dapat diskalakan, dan kuat, dengan ekosistem yang kaya dari mesin penyimpanan, plugin, dan banyak alat lainnya membuatnya sangat serbaguna untuk berbagai kasus penggunaan. MariaDB dikembangkan sebagai perangkat
lunak sumber terbuka dan sebagai basis data relasional, yang menyediakan antarmuka SQL untuk mengakses data. Versi terbaru MariaDB juga menyertakan fitur GIS dan JSON. (Developer MariaDB, 2022).
2.2.6 Laravel
Laravel adalah framework aplikasi web dengan sintaks yang ekspresif dan elegan. Kerangka kerja web menyediakan struktur dan titik awal untuk membuat aplikasi, memungkinkan untuk fokus menciptakan sesuatu yang luar biasa sementara kami membahas detailnya. Laravel berusaha untuk memberikan pengalaman pengembang yang luar biasa sambil menyediakan fitur-fitur canggih seperti injeksi ketergantungan menyeluruh, lapisan abstraksi basis data ekspresif, antrian dan pekerjaan terjadwal, pengujian unit dan integrasi, dan banyak lagi.
(Developer Laravel, 2022).
2.2.7 VueJs
Vue (cara pengucapannya /vjuː/, seperti view) adalah sebuah kerangka kerja nan progresif untuk membangun antarmuka pengguna. Tidak seperti beberapa kerangka kerja monolitik yang lain, Vue dirancang dari dasar sekali agar dapat diadopsi secara bertahap. Pustaka intinya difokuskan pada layer tampilan saja, dan sangat mudah untuk diintegrasikan dengan pustaka yang lain atau dengan proyek yang sudah ada. Di sisi lain, Vue sangat mampu memberikan dan mendukung Single Page Application yang canggih ketika dikombinasikan dengan perkakas modern dan dukungan Pustaka. (Developer VueJs, 2022).
2.2.8 Node.js
Node.js merupakan salah satu peranti pengembang yang bisa digunakan untuk membuat aplikasi berbasis Cloud. Node.js dikembangkan dari engine JavaScript yang dibuat oleh google untuk browser Chrome / Chromium (V8) ditambah dengan libUV serta beberapa pustaka internal lainnya. Dengan menggunakan Node.js, semua pengembangan akan dilakukan menggunakan JavaScript, baik pada sisi klien maupun server. Node.js dibuat pertama kali oleh Ryan Dahl (twitter.com/ryah) dan sampai saat ini dikembangkan oleh komunitas
sebagai perangkat lunak bebas dengan pendanaan utama dari Joyent, perusahaan tempat Ryan Dahl bekerja (Purnomosidi, 2013 : 15).
2.2.9 Apache HTTP
Apache HTTP dikembangkan oleh Apache Software Foundation sebagai usaha untuk membangun server HTTP open source yang dapat digunakan untuk sistem operasi modern seperti UNIX dan Windows. Tujuannya adalah memberikan sebuah keamanan, efisien, dan ekstensibilitas bagi pengembang aplikasi, dan kompatibel dengan standar baku HTTP. Saat ini. Proyek ini pertama kali diluncurkan pada tahun 1995, dan menjadi yang terpopuler sejak April 1996. (Developer Apache HTTP, 2023).
2.2.10 ApexCharts
ApexCharts adalah library charting modern yang membantu pengembang untuk membuat visualisasi yang indah dan interaktif untuk halaman web. Ini adalah proyek sumber terbuka yang dilisensikan di bawah MIT dan gratis untuk digunakan dalam aplikasi komersial. (Developer ApexCharts, 2022).