• Tidak ada hasil yang ditemukan

KTI LIMBAH KULIT PISANG MAS KIRANA SEBAG (1)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "KTI LIMBAH KULIT PISANG MAS KIRANA SEBAG (1)"

Copied!
17
0
0

Teks penuh

(1)

HIMALOGISTA GREAT EVENT 9

UNIVERSITAS BRAWIJAYA

TEMA

Aplikasi Teknologi Tepat Guna melalui Eksplorasi Komoditas Hasil Pertanian sebagai Upaya Meningkatkan Potensi Pertanian Lokal menuju

Indonesia Mandiri dan Berkedaulatan Pangan

SUB TEMA:

Diversifikasi dan ketahanan pangan Nasional JUDUL :

Limbah Kulit Pisang Mas Kirana Sebagai Bahan Baku Pembuatan Kue PIPIS (Pie Pisang)

Diusulkan Oleh : Anindita Rauda Kirana Istiqlal Abadiyah Sukma Putri

SMA NEGERI 2 LUMAJANG Lumajang

(2)

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT atas bimbingan dan rahmat-Nya, sehingga kami dapat menyelesaikan karya tulis yang berjudul

“Limbah Kulit Pisang Mas Kirana Sebagai Bahan Baku Pembuatan Kue Pipis (Pie Pisang)”.

Penyusunan karya tulis ini dimaksudkan untuk pengolahan Pisang Mas Kirana yang dikombinasikan dengan daun kelor di Lumajang menjadi suatu inovasi produk pangan sebagai hasil komoditas pertanian Kabupaten Lumajang yang patut dibanggakan.

Kami ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu kami dalam penyusunan karya tulis ilmiah ini, kepada :

1. Drs. Suroso selaku kepala sekolah di SMA Negeri 2 Lumajang

2. Sari Lestari, S.Si, S.Pd, Mawarti Endah P, S.Pd, dan Indriati Suhiroh, S.Pd yang telah membimbing dan mengarahkan penyusun dalam penyusunan karya tulis ini.

3. Rekan-rekan di sekolah yang sudah turut membantu dalam penyelesaian Karya Tulis Ilmiah ini

Kami sadar masih banyak kekurangan dalam karya tulis ini. Oleh karena itu, kritik dan saran kami harapakan, sehingga karya tulis ini bermanfaat.

Lumajang, 23 Oktober 2014

(3)

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR...i

DAFTAR ISI...ii

RINGKASAN………..iii

BAB I...1

1.1 Latar Belakang...1

1.3 Tujuan dan Manfaat...2

BAB II...3

TINJAUAN PUSTAKA...3

2.1 Pisang Mas Kirana...3

2.1.1 Karakteristik...3

2.1.2 Kandungan Gizi Pisang Mas Kirana...5

2.1.3 Potensi Pisang Mas Kirana………....6

2.2 Limbah...6

2.3 Pie Susu...6

BAB III...6

GAGASAN...7

DAFTAR PUSTAKA...9

(4)

RINGKASAN

Kabupaten Lumajang adalah salah satu wilayah yang memiliki daerah subur karena diapit oleh tiga gunung berapi yaitu Gunung Semeru, Gunung Bromo, dan Gunung Lamongan. Lumajang dikenal dengan sebutan Kota Pisang karena memiliki varietas buah pisang yang sangat beragam. Salah satu varietas pisang unggulan Lumajang yang kini telah merambah hingga mancanegara adalah Pisang Mas Kirana. Pisang yang telah disertifikasi oleh Pemkab Lumajang ini memiliki keunggulan tersendiri, yaitu bentuknya yang unik serta rasanya yang manis legit, menjadikan buah ini banyak diburu oleh konsumen, bahkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono juga menjadikan buah ini sebagai hidangan di Istana Negara.

Namun sayangnya, kebanyakan berbagai macam pengolahan pisang dari jenis ini hanya mengacu pada daging buhnya saja. Pemanfaatan pengolahan berbagai produk dari pisang jenis ini justru meninggalkan limbah kulit pisang. Jumlah kulit pisang yang banyak, seringkali bisa mendapatkan keuntungan apabila kita mengolah kulit pisang tersebut menjadi suatu bahan baku dalam makanan. Selain itu, ternyata kulit pisang Mas Kirana juga memiliki kandungan yang tidak kalah pentingnya dengan kandungan yang ada pada daging buah.

(5)

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Kabupaten Lumajang adalah salah satu wilayah yang memiliki daerah subur karena diapit oleh tiga gunung berapi yaitu Gunung Semeru, Gunung Bromo, dan Gunung Lamongan. Lumajang dikenal dengan sebutan Kota Pisang karena mampu memberikan kontribusi hasil pisang yang cukup besar dengan banyaknya varietas buah pisang yang sangat beragam. Belakangan ini, sering muncul topik menarik terkait salah satu jenis pisang Lumajang yang sekarang menjadi primadona, terlebih setelah kunjungan Presiden Susilo Bambang Yudyono pada 31 Juli 2013 lalu, yang dinamakan Pisang Mas Kirana. Memang tampak sekilas pisang ini mirip dengan jenis pisang yang lain, akan tetapi pisang ini memiliki keunggulan yang tidak terdapat pada jenis lain, seperti bentuk buah yang unik dan rasa yang manis legit, menjadikan buah ini begitu diminati oleh banyak konsumen baik sebagai buah siap makan ataupun dalam bentuk olahan.

Namun sayangnya, kebanyakan berbagai macam pengolahan pisang dari jenis ini hanya mengacu pada daging buhnya saja. Pemanfaatan pengolahan berbagai produk dari pisang jenis ini justru meninggalkan limbah kulit pisang. Jumlah kulit pisang yang banyak, seringkali bisa mendapatkan keuntungan apabila kita mengolah kulit pisang tersebut menjadi suatu bahan baku dalam makanan. Selain itu, ternyata kulit pisang Mas Kirana juga memiliki kandungan yang tidak kalah pentingnya dengan kandungan yang ada pada daging buah.

Kulit pisang ini mengandung nutrisi seperti karbohidrat, kalsium, magnesium, fosfor, kalium, dan vitamin yang sangat berguna sebagai sumber energi dan antibodi tubuh (Mildjani, 2008).

Banyak masyarakat yang mengabaikan kulit pisang dan tidak mengetahui manfaatnya. Hal ini mengakibatkan minimnya ragam pengolahan produk pangan dari kulit pisang. Oleh sebab itu, kami sebagai penulis berinisiatif untuk membuat produk baru olahan dari kulit pisang yang kami namakan “Kue Pipis (Pie Pisang)”.

Selama ini kue pie hanya diketahui sebagai jajanan oleh-oleh khas Bali. Sehingga besar kemungkinan masyarakat mendapatkan kue pie ini apabila mereka

(6)

pergi ke Pulau tersebut. Dengan adanya produk baru ini diharapkan dapat digemari oleh masyarakat setempat bahkan masyarakat luas, sehingga masyarakat Lumajang tidak harus membeli pie ke Pulau Bali, tetapi kini Lumajang memiliki kue pie dengan bahan baku yang berasal dari limbah kulit buah unggulan lokal yang memiliki banyak kandungan berkhasiat. Selain itu, dengan adanya produk jajanan ini, diharapkan diversifikasi tanaman Pisang Mas Kirana tetap menjadi ketahanan dan sektor unggulan produk pangan Kabupaten Lumajang.

1.2 Tujuan dan Manfaat

a. Menciptakan diversivikasi produk pangan lokal yang berbasis komoditas pertanian khususnya Pisang Mas Kirana

b. Menjaga ketahanan pangan lokal dengan pola pengembangan budidaya olahan Pisang Mas Kirana.

c. Mengenalkan produk pangan baru kepada masyarakat dengan kandungan nutrisinya yang sangat bermanfaat bagi kesehatan tubuh

d. Meningkatkan nilai guna limbah kulit pisang Mas Kirana e. Mengurangi limbah di lingkungan

(7)

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pisang Mas Kirana

Pisang Mas Kirana Pisang Mas Kirana adalah salah satu jenis pisang khas Lumajang. Pisang Mas Kirana termasuk Musa acuminata dengan genom AA yang merupakan buah segar. Pisang jenis ini hanya dapat tumbuh dan berproduksi dengan baik di daerah yang memiliki ketinggian 500 – 700 meter dpl, atau lebih tepatnya di bawah kaki Gunung Semeru, yaitu daerah Senduro, Pasrujambe dan Gucialit. Hampir di setiap pekarangan, lahan tegalan, dan perbukitan di daerah tersebut ditanami oleh pohon Pisang Mas Kirana.

Varietas Mas Kirana mempunyai beberapa keunggulan, antara lain ukuran buah yang sesuai untuk dikonsumsi setelah makan, tidak terlalu besar dan tidak terlalu kecil. Hal ini menyebabkan buah pisang Mas Kirana menjadi pilihan utama bagi para pengelola catering maupun restoran, warna buah menarik, rasa daging buah manis dan segar, teksturnya renyah (Prahardini et al., 2004).

2.1.1 Karakteristik

Species : Musa acuminata

Morfologi Pisang Mas Kirana

Karakteristik varietas Pisang Mas Kirana terlihat dari warna batang (merah kecoklatan), jumlah anakan 2-3 anakan/rumpun, ukuran buah kecil yang disenangi konsumen, dan berwarna kuning bersih. Keunggulan varietas Pisang Mas Kirana adalah rasa daging buah manis, segar, dan teksturnya renyah, dapat dijadikan bahan baku industri olahan berupa tepung pisang dan sale, umur relatif dengan

(8)

produktivitas 11-13 kg/tandan. Varietas tersebut tahan penyakit bercak daun dibandingkan dengan kultivar pisang lainnya (Prahardini, 2010)

Tabel 1. Karakter tanaman pisang Mas Kirana (Prahardini, 2010) Karakter Pisang Mas Kirana

Tabel 2. Karakter daun pisang Mas Kirana (Prahardini, 2010)

Karakter Pisang Mas Kirana

hijau agak muda permukaan daun berlilin, ibu tulang daun berwarna hijau Tumpul

Simetris, bentuk membulat

Rata, tidak berduri dan bergelombang, tepi daun berwarna coklat kehitaman Berselang seling

Simetris

Tabel 3. Karakter bunga pisang Mas Kirana (Prahardini, 2010)

(9)

Karakter Pisang Mas Kirana Bentuk bunga

Warna mahkota bunga (jantung pisang)

Kedudukan bunga

Lonjong seperti tombak

Bagian luar: merah tua kecoklatan Bagian dalam: merah muda Ujung batang

2.1.2 Kandungan gizi

Kandungan buah Pisang Mas Kirana

Kandungan gizi yang terdapat dalam setiap buah pisang matang adalah 99 kalsium 8 mg, fosfor 28 mg, besi 0,5 mg, vitamin A 44 RE, vit amin B 0,08 mg, vitamin C sebanyak 3 mg dan air 72 gram

Kalsium yang terkandung dalam buah Pisang Mas Kirana sebanyak 8 mg sangat penting untuk memenuhi kebutuhan nutrisi mineral dalam tubuh. Kalsium dibutuhkan untuk pembentukan serta pemeliharaan kekuatan tulang dan gigi. Selain itu, kalsium juga berfungsi untuk memperlancar pelepasan neurotransmiter dan kontraksi otot.

Kandungan Kulit Pisang Mas Kirana

Di dalam kulit pisang memiliki kandungan vitamin C, B, kalsium,

protein, dan juga lemak yang cukup. Hasil analisis kimia menunjukkan bahwa komposisi kulit pisang banyak mengandung air yaitu 68,90 % dan karbohidrat. Kulit pisang juga bisa digunakan untuk memutihkan gigi dan kalsium yang dikandungnya dapat menjaga kesehatan tulang dan gigi. Selain itu, kalsium ini juga berperan dalam proses penyembuhan luka.

2.1.3 Potensi Pisang Mas Kirana

(10)

Setiap daerah di Nusantara memiliki sentra produksi buah lokal yang kualitasnya tidak kalah bersaing dengan buah-buahan import yang banyak beredar di pasaran Indonesia. Salah satunya adalah potensi pisang di Kabupaten Lumajang yang kualitasnya tidak hanya diakui konsumen dalam negeri, namun juga berhasil menembus pasar ekspor hingga tersebar di mancanegara. Mutu Pisang Mas Kirana di Kabupaten Lumajang sangat tergantung kepada kualitas tanah dan pengembangan bibit yang dilakukan selama proses pemilihan dan sterilisasi bibit. Aroma buah yang khas menjadi salah satu indikator kualitas dari pisang Mas Kirana. Jenis pisang ini memiliki keunggulan dibandingkan pisang lain yakni produktivitas tinggi, bentuk buah bulat berisi gilig), lingir buah hampir tidak tampak, kulit buah berwarna kuning bersih, dan daging buah berwarna kuning cerah dengan rasa manis legit. Bentuk buah cukup menarik dan manis memberikan daya tarik tersendiri bagi para konsumen, bahkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono juga menjadikan buah ini sebagai buah santapan di Istana Negara.

2.2 Limbah

Limbah adalah buangan yang dihasilkan dari suatu proses produksi baik industri maupun domestik (rumah tangga). Bila ditinjau secara kimiawi, limbah ini terdiri dari bahan kimia Senyawa organik dan Senyawa anorganik. Dengan konsentrasi dan kuantitas tertentu, kehadiran limbah dapat berdampak negatif terhadap lingkungan terutama bagi kesehatan manusia, sehingga perlu dilakukan penanganan terhadap limbah. Tingkat bahaya keracunan yang ditimbulkan oleh limbah tergantung pada jenis dan karakteristik limbah.

2.3 Pie Susu

Pie yang dalam bahasa Indonesia dikenal dengan nama Pastei atau pie merupakan makanan berupa kue kering berbentuk piringan kecil, memiliki diameter sekitar 7 cm, bagian tengahnya terasa lembut dengan rasa susu dan beragam isi. Isi pastei atau pie dapat berupa buah-buahan segar, daging, ikan, sayur-sayuran, cokelat, aneka kacang-kacangan hingga keju.

BAB III

(11)

GAGASAN

Lumajang merupakan salah satu kabupaten yang terkenal akan sentra komoditas pertanian dengan buah pisang sebagai unggulannya. Wajar jika kota ini mendapat julukan Kota Pisang karena memberikan kontribusi hasil pisang cukup besar dengan beragam jenis pisang yang dihasilkan. Akhir-akhir ini, Lumajang mendapat sorot perhatian yang cukup menarik dari publik karena keberadaan salah satu varietas pisang baru yang kini menjadi primadona, terlebih semenjak hal tersebut diakui oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Varietas baru ini dinamakan Pisang Mas Kirana, yang sekilas memang nampak seperti jenis pisang lainnya. Tetapi tentu saja jenis pisang ini memiliki keunggulan tersendiri dengan bentuk buah yang unik sekaligus cita rasa yang khas. Tak heran apabila Pisang Mas Kirana banyak diminati oleh konsumen, bahkan diekspor hingga menghasilkan pendapatan yang lumayan besar bagi para petani pisang.

Kebanyakan berbagai macam pengolahan pisang dari jenis ini hanya mengacu pada daging buhnya saja. Pemanfaatan pengolahan berbagai produk dari pisang jenis ini justru meninggalkan limbah kulit pisang. Jumlah kulit pisang yang banyak, seringkali bisa mendapatkan keuntungan apabila kita mengolah kulit pisang tersebut menjadi suatu bahan baku dalam makanan. Selain itu, ternyata kulit pisang Mas Kirana juga memiliki kandungan yang tidak kalah pentingnya dengan kandungan yang ada pada daging buah.

Kulit pisang ini mengandung nutrisi seperti karbohidrat, kalsium, magnesium, fosfor, kalium, dan vitamin yang sangat berguna sebagai sumber energi dan antibodi tubuh (Mildjani, 2008).

Dengan minimnya ragam olahan produk pangan yang berasal dari Pisang Mas Kirana, maka kami menciptakan suatu inovasi produk yang kami namakan “Kue Pipis (Pie Pisang)”

“Kue Pipis (Pie Pisang)” yang akan kami buat nantinya terdiri dari kulit pie dan isi pie (fla). Dalam pembuatan kulit pie, kami mencampurkan tepung terigu, kulit pisang, dan mentega dengan perbandingan sebesar 1 : 2 : 1. Sedangkan untuk isi pie atau fla dibuat dari daging buah pisang yang sudah diblender atau dihaluskan sebelumnya dan mencampurkan sedikit susu kental

(12)

manis. Dengan begitu kue pipis (Pie Pisang) akan memiliki cita rasa buah Pisang Mas Kirana.

Kue pie ini nantinya akan dipasarkan terutama di lingkungan sekolah. Apabila hasilnya cukup memuaskan, kami akan mencoba memasarkan di luar lingkungan sekolah. Dengan begitu masyarakat setidaknya tahu bahwa kini telah tercipta produk pangan baru yang merupakan hasil olahan pisang Mas Kirana berupa kue pie. Masyarakat Lumajang tidak harus pergi ke Bali terlebih dahulu untuk menikmati kue pie, tetapi kini sudah ada kue pie khas Lumajang yang pembuatannya memanfaatkan kulit pisang sehingga dapat meningkatkan nilai guna limbah kulit Pisang Mas Kirana.

(13)

DAFTAR PUSTAKA 1. Jurnal Penelitian

P.E.R. Prahardini, Yuniarti, dan Amik Krismawati. 2010. Karakterisasi Varietas Unggul Pisang Mas Kirana dan Agung Semeru diKabupaten Lumajang. Vol.16, 126..

Unit Akses Keuangan dan UMKM Bank Indonesia Malang. 2013. Pola

Pembiayaan UsahaBudidaya Pisang Mas Kirana. 5-6, 11-12. 2. Web

Adi Wijaya. 2013. Kandungan Gizi dan Manfaat Buah Pisang Bagi Kesehatan. Diakses 18 Oktober 2014.

<http://permathic.blogspot.com/2013/04/gandungan-gizi-dan-manfaat-buah-pisang.html>

Imam Fahrudin. 2014. Kandungan nutrisi buah pisang. Diakses 18 Oktober 2014. <http://khasiatmanfaatsehat.blogspot.com/2014/01/kandungan-nutrisi-buah-pisang.html>

Anonim. 2012. Pisang Kirana. Diakses 18 Oktober 2014. <http://kebunpisang.com/pisang-kirana/>

Nurul Arifin. 2013. Pisang Mas Kirana dari Lumajang Rambah Mancanegara. Diakses 18 Oktober 2014.

<http://search.okezone.com/search/?

q=Pisang+Mas+Kirana+dari+Lumajang+Rambah+Mancanegara&highlight= 1&start=0>

Zumrotun Solicha. 2011. Pisang Mas Kirana Khas Lumajang "Go" Internasional. Diakses 18 \oktober 2014.

<http://www.antarajatim.net/lihat/berita/67521/pisang-mas-kirana-khas-lumajang-go-internasional>

Hendro Dwijo Laksono. 2014. Pisang Mas Kirana Rambah Mancanegara. Diakses 18 Oktober 2014. <http://www.ayogitabisa.com/inspirasi/pisang-mas-kirana-rambah-mancanegara.html>

(14)

Lampiran 1

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI PERTANIAN

Menimbang :

a. bahwa dalam rangka meningkatkan produksi pisang, varietas unggul mempunyai peranan penting;

b. bahwa pisang mas Kirana memiliki keunggulan poduktivitas tinggi, bentuk buah panjang bulat, linger buah hampir tidak tampak, kulit buah berwarna

kuning bersih, daging buah berwarna kuning cerah dengan rasa manis, ukuran buah sesuai untuk pencuci mulut, beradaptasi dengan baik di dataran

sedang;

c. bahwa berdasarkan hal tersebut diatas, dipandang perlu untuk melepas pisang mas Kirana sebagai varietas unggul;

Mengingat :

1. Undang-undang Nomor 12 Tahun 1992 tentang Sistem Budidaya Tanaman (Lembaran Negara Tahun 1992 Nomor 46, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3478);

2. Peraturan Pemerintah Nomor 44 Tahun 1995 tentang Perbenihan Tanaman (Lembaran Negara Tahun 1995 Nomor 85, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3616)

3. Keputusan Presiden Nomor 27 Tahun 1971 tentang Badan Benih Nasional;

4. Keputusan Presiden Nomor 187/M Tahun 2004 tentang Pembentukan Kabinet Indonesia Bersatu;

(15)

5. Peraturan Presiden Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan, Tugas, Fungsi, Susunan Organisasi dan Tata kerja Kementrian Negara Republik Indonesia;

6. Peraturan Presiden Nomor 10 Tahun 2005 tentang Unit Organisasi dan Tugas Eselon I Kementrian Negara Republik Indonesia;

7. Surat Keputusan Menteri Pertanian Nomor 461/Kpts/ Org/11/1971 tentang Kelengkapan Susunan Organisasi, Perincian Tugas dan Tata Kerja Badan Benih Nasional;

8. Keputusan Menteri Pertanian Nomor 902/Kpts/ TP.240/12/1996 jo Keputusan Menteri Pertanian Nomor 737/Kpts/TP.240/9/1998 tentang Pengujian,Penilaian dan Pelepasan varietas;

9. Keputusan Menteri Pertanian Nomor 01/Kpts/OT.210/2/2001 jis Keputusan Menteri PertanianNomor 354.1/Kpts/OT.210/ 6/2001, Keputusan Menteri Pertanian Nomor 354/Kpts/OT.210/6/2003 dan Keputusan Menteri Pertanian Nomor 257/Kpts/ OT.140/4/2004 tentang Susunan Organisasi dan Tata Kerja Departemen Pertanian;

10. Keputusan Menteri Pertanian Nomor 99/Kpts/ OT.210/2/2001 jis Keputusan Menteri Pertanian Nomor 392/Kpts/OT.210/ 7/2001, Keputusan Menteri Pertanian Nomor 355/Kpts/OT.210/6/2003 dan Keputusan Menteri Pertanian Nomor 258/Kpts/ OT.140/4/2004 tentang Kelengkapan Susunan Organisasi dan Tata Kerja Departemen Pertanian;

11. Keputusan Menteri Pertanian Nomor 388/Kpts/ OT.160/6/2004 tentang Tim Penilai dan Pelepas Varietas;

12. Keputusan Menteri Pertanian Nomor 363/Kpts/Kp.430/6/2001 jo Keputusan Menteri Pertanian Nomor 393/Kpts/Kp.150/6/2002 tentang Susunan Pimpinan dan Keanggotaan Badan Benih Nasional;

(16)

MEMUTUSKAN :

Menetapkan : KESATU : Melepas pisang mas Kirana sebagai varietas unggul. KEDUA : Deskripsi pisang mas varietas Kirana seperti tercantum

pada Lampiran Keputusan ini.

KETIGA : Keputusan ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan.

Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 26 Desember 2005 MENTERI PERTANIAN,

(17)

Lampiran 2

SURAT PERNYATAAN ORISINALITAS KARYA FERMENTATION “HIMALOGISTA GREAT EVENT 9” HIMPUNAN MAHASISWA TEKNOLOGI HASIL PERTANIAN

UNIVERSITAS BRAWIJAYA MALANG

Saya yang bertanda tangan di bawah ini :

Nama : Istiqlal Abadiyah Sukma Putri

NIS : 0129073

Kelas/Jurusan : XII/IPA

Asal Sekolah : SMA Negeri 2 Lumajang

Menyatakan bahwa karya yang saya ikut sertakan dalam Lomba Fermentation “Himalogista Great Event 9” yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Teknologi Hasil Pertanian Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya dengan judul :

Limbah Kulit Pisang Mas Kirana Sebagai Bahan Baku Pembuatan Kue PIPIS (Pie Pisang).

Merupakan hasil karya orsinil dan belum pernah diajukan dalam bentuk kompetisi apapun. Jika kemudian hari ditemukan bahwa karya tersebut tidak orsinil, maka saya bersedia untuk didiskualifikasi dari perlombaan ini.

Demikian pernyataan ini saya buat dengan sebenar-benarnya.

Lumajang, 23 Oktober 2014

Gambar

Tabel 1. Karakter tanaman pisang Mas Kirana (Prahardini, 2010)

Referensi

Dokumen terkait