[email protected] Public Health of University Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka Jakarta
RESUME JURNAL
Judul Penelitian :
ZINGIBER OFFICINALE: A NATURAL GOLD
Peneliti :
A. K. GHOSH (Corresponding Author) , S. BANERJEE, H. I. MULLICK, AND J. BANERJEE (Co Authors)
Sumber :
International Journal of Pharma and Bio Sciences Volume 2/issue 1/ januari-maret 2011
ISSN: 0975-62099
Tujuan Penelitian :
Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan efek fisiologis dan farmasi Jahe (Zingiber officinale Roscoe) sebagai tanaman obat yang banyak manfaatnya (berharga/ a natural gold). Tinjauan ini untuk dokumentasi dan publikasi dari berbagai penelitian yang muncul dalam pembahasan mengenai manfaat jahe pada tubuh maupun kesehatan. Selain itu, menjelaskan bahwa jahe sebagai obat herbal yang aman dengan hanya sedikit atau tidak signifikan berefek samping yang merugikan.
Tujuan utama untuk menulis review ini adalah untuk memberikan wawasan tentang Zingiber officinale yang mungkin menjadi emas alami karena sifat farmakologi yang sangat berharga, dimana mahasiswa dan peneliti akan mendapatkan informasi secara keseluruhan tentang pharmacognostic yang dikandung dan sifat farmakologi untuk penelitian lebih lanjut mereka.
Latar Belakang :
Jahe berasal dari Asia Selatan dan banyak dibudidayakan di negara Jamaika, Cina, Nideria, Haiti, dan India1. Jahe telah digunakan oleh pengobatan tradisional Cina dan India
selama lebih dari 25 abad. Jahe dibawa ke Meksiko oleh Spanyol dan kemudian
1 Dr.Prapti utami. Antibiotic alami untuk mengatasi aneka penyakit. Halaman 46.
[email protected] Public Health of University Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka Jakarta
diperkenalkan ke Jamaika, akhirnya saat ini menjadi salah satu produsen terkemuka di dunia dari spesies ini. Jahe digunakan dalam pengobatan tradisional Meksiko, terutama untuk keluhan gastrointestinal. Jahe digunakan untuk mengobati mual, tetapi juga digunakan sebagai anti-inflamasi, obat nyeri, pelancar aliran darah dan penurun kolesterol.
Metodologi :
Dilakukan melalui studi deskriptif berdasarkan berbagai referensi dan penelitian terdahulu.
Pembahasan :
Morfologi, jahe merupakan tanaman tahunan, daun berwarna hijau, bunga hijau kekuningan dengan tanda ungu. Jahe dibudidayakan di daerah tropis, rimpang jahe dapat dimanfaatkan setelah berumur 10 bulan 1. Bermanfaat sebagai obat dan bahan makanan.
Senyawa penting yang terkandung di jahe antara lain minyak asiri yang terdiri dari monoterpen (phellandrene, camphene, cineole, citral, dan borneol) dan seskuiterpen (zingiberene, zingiberol, zingiberenol, ß-bisabolene, sesquiphellandrene, dan lain-lain); fenol (gingerol dan zingeron), vitamin B6, vitamin C, kalsium, magnesium, fosfor, kalium, serta asam linoleat.
Sebuah penelitian menyatakan bahwa jahe memiliki khasiat untuk mencegah penyakit dan membuang racun (profilaksis dan detoksifikasi). Bubuk jahe seberat satu gram dapat menghilangkan rasa mual termasuk mual pasca-operasi. Dalam pengobatan tradisional china, jahe digunakan untuk meningkatkan aliran darah. Mekanisme yang terjadi adalah menstimulasi efek jantung dengan cara pengenceran darah kemudian merangsang sirkulasi darah ke seluruh tubuh. Perbaikan sirkulasi darah akan meningkatkan aktivitas metabolic di dalam sel sehingga menghilangkan kram dan ketegangan.
Efek lainnya dalam penelitian ini menyatakan bahwa senyawa yang terkandung dalam jahe mampu mengurangi tekanan darah dan meringankan kerja jantung. Jahe dapat mengurangi pembentukan prostaglandin penyebab radang dan menurunkan kemampuan pembentukan darah sehingga menghambat penggumpalan darah. Selain itu, jahe dapat mencegah peningkatan kadar kolesterol seiring dengan asupan kolesterol dalam diet.
Jahe diketahui juga memiliki sifat antioksidan, anti-migran, dan meningkatkan daya tahan tubuh. Bahkan, Dr.Galen di Yunani menggunakan jahe untuk mengobati penyakit yang disebabkan oleh ketidakseimbangan dalam tubuh seperti masuk angin.
[email protected] Public Health of University Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka Jakarta
Pada penelitian in vivo menunjukkan bahwa senyawa aktif 8-gingerol dan 10-gingerol di dalam jahe mampu menghambat meningkatnya bakteri jahat di dalam usus besar. Jenis bakteri yang dapat dinetralkan dengan jahe adalah bakteri pencerna karbohidrat yang melakukan fermentasi sehingga menyebabkan perit kembung2. Senyawa aktiv dalam jahe
mampu menghambat pertumbuhan bakteri-bakteri jahat, seperti Echerichia coli, Proteus sp, Staphylococcus, Streptococcus, baketri tersebut dapat pula menyebabkan infeksi saluran pernapasan.
Kesimpulan ;
Phytoconstituents kaya aktivitas farmakologi yang berbeda. Rempah-rempah dan bumbu adalah bagian umum dari bahan makanan manusia diperoleh dari kingdom tumbuhan. Karena rasa, warna, pengawetan makanan dan meningkatkan palatabilitas, mereka telah banyak digunakan dalam pandangan kesehatan. Jahe telah digunakan secara luas dalam pengobatan cerita rakyat untuk mengobati penyakit umum. Jahe memiliki sejumlah kandungan kimia seperti [6] -Gingerol, [6] - Shagol, Metil [6] - isogingerol, Paradol yang bertanggung jawab untuk memberikan tindakan farmakologis yang berbeda. Sekarang bukti ilmiah untuk mendukung beberapa dari sifat menguntungkan yang pemula yang akan menopang konservasi jahe. Jahe dikenakan sejumlah besar aktivitas farmakologi seperti aktivitas pelindung kerja jantung, Aktivitas anti-inflamasi, aktivitas Anti-mikroba, Antioksidan, aktivitas Anti-proliferasi, aktivitas Neuro-protektif dan kegiatan hepatoprotektif yang telah terbukti. Di antara itu, Neuro-pelindung kegiatan serta efek jahe dalam kanker usus besar telah memfasilitasi sejauh mana penelitian lebih lanjut dengan hasil yang positif. Karena tidak ada obat yang baik sampai sekarang untuk pengobatan penyakit ini, sehingga penelitian dapat melakukan banyak penelitian tentang jahe untuk mencari tahu obat yang kurang beracun dan lebih kuat untuk pengobatan yang lebih baik dari penyakit tersebut. Harapan peneliti pada ulasan ini akan memudahkan semua tentang penelitian ilmiah dan informasi yang diperlukan tentang aktivitas farmakologi besar jahe untuk peneliti farmasi yang akan dating untuk penelitian lanjutan untuk melindungi manusia dari beberapa jenis penyakit dan dengan cara ini jahe. Karena jahe berfungsi sebagai emas alami untuk promosi umat manusia.
2 Dr.Prapti utami. Antibiotic alami untuk mengatasi aneka penyakit. Halaman 50
[email protected] Public Health of University Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka Jakarta
Daftar Pustaka
Jalal Bayati Zadeh. Nasroallah Moradi Kor. Physiological and pharmaceutical effects of Ginger (Zingiber officinale Roscoe) as a valuable medicinal plant. European Journal of Experimental Biology, 2014, 4(1):87-90. Pelagia Research Library. ISSN: 2248 – 9215. CODEN (USA): EJEBAU
Utami, Prapti. 2012. Antibiotic Alami Untuk Mengatasi Aneka Penyakit. Jakarta: AgroMedia Pustaka
https://translate.google.com