• Tidak ada hasil yang ditemukan

MAKALAH STUDI DAKWAH DI ASIA TENGGARA Te

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "MAKALAH STUDI DAKWAH DI ASIA TENGGARA Te"

Copied!
15
0
0

Teks penuh

(1)

MAKALAH

STUDI DAKWAH DI ASIA TENGGARA Tentang

Organisasi Dakwah di Asia Tenggara Angkatan Belia Islam Malaysia (ABIM)

Kelompok 4

Rony Amrizal : 1512010054 Cut Nauval Dafistri : 1512010055 Miftahul Khairat : 1512010056

Dosen Pembimbing Drs. Sarwan, MA, Ph.D

JURUSAN KOMUNIKASI PENYIARAN ISLAM FAKULTAS DAKWAH DAN ILMU KOMUNIKASI

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI IMAM BONJOL PADANG

(2)

KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas segala rahmatNYA sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ini yang berjudul “Organisasi Dakwah Di Asia tenggara yaitu Membahas organisasi ABIM (Angkatan Belia Islam malaysia)” Tidak lupa kami juga mengucapkan banyak terimakasih atas bantuan dari pihak yang telah berkontribusi dengan memberikan sumbangan baik materi maupun pikirannya.

Dan harapan kami semoga makalah ini dapat menambah pengetahuan dan pengalaman bagi para pembaca, Untuk ke depannya dapat memperbaiki bentuk maupun menambah isi makalah agar menjadi lebih baik lagi.

Karena keterbatasan pengetahuan maupun pengalaman kami, Kami yakin masih banyak kekurangan dalam makalah ini, Oleh karena itu kami sangat mengharapkan saran dan kritik yang membangun dari pembaca demi kesempurnaan makalah ini.

Padang, 01 April 2018

(3)

BAB I PENDAHULUAN

Proses kebangkitan islam di Malaysia dimotori oleh masuknya paham- paham yang diajarkan oleh kaum salaf yang diinspirasi oleh gerakan- gerakan luar seperti Jalaluddin Al-Afghani, Muhammad Abduh, dan Rasyid Ridho.

Puncak perkembangan dakwah islam semarak pada decade 70-an, dakwah dinegeri ini mengalami kebangkitan tentang keislaman atau menguatnya nilai keislaman dalam masyarakat. Hal ini dapaat di lihat dari meningkatnya orang melayu yang kembali ke masjid untuk menunaikan sholat atau pun belajar keislaman, penggunaan symbol-simbol keislaman dan pada masa ini ramai dan semarak diadakan diskusi dan seminar keislaman dan juga masyarakat lebih memerhatikan jenis makanan yang halal. Pola dakwah pun berkembang membentuk organisasi- organisasi keislaman.1

Organisasi Dakwah yang Akan di bahas dalam Makalah ini Yaitu ABIM (Angkatan Belia Islam Malaysia) Organisasi yang disebut Gerakan Pemuda Muslim Malaysia Belia (Angkatan Islam Malaysia-ABIM) muncul di Malaysia selama periode kebangkitan Islam pada awal 1970-an. Dakwah mereka (propagasi Islam) 28 kegiatan telah membuat dampak yang langgeng pada publik, terutama para pemuda dan berperan dalam memimpin masyarakat untuk secara efektif memeluk Islam sebagai jalan hidup.

1 Wahyu Illahi dan Harjani Hefni, Pengantar Sejarah Dakwah, Jakarta:Prenada Media

(4)

BAB II PEMBAHASAN

A. ABIM ( Angkatan Belia Islam Malaysia )

Organisasi yang disebut Gerakan Pemuda Muslim Malaysia Belia (Angkatan Islam Malaysia-ABIM) muncul di Malaysia selama periode kebangkitan Islam pada awal 1970-an. Dakwah mereka (propagasi Islam) kegiatan telah membuat dampak yang langgeng pada publik, terutama para pemuda dan berperan dalam memimpin masyarakat untuk secara efektif memeluk Islam sebagai jalan hidup. Menurut Zainah Anwar, mantan pemimpin sebuah perempuan feminis gerakan di Malaysia yang pernah belajar gerakan-gerakan mahasiswa Islam pada tahun 1970 dan 1980, pembentukan ABIM adalah sebuah peristiwa penting bagi kebangkitan Islam di Malaysia. Bahwa menjadi kasus ini, Islam selalu menjadi bagian dari struktur sosial-politik Malaysia sebelum berdirinya dari ABIM, seperti yang disaksikan melalui peran PAS. Namun demikian, pentingnya Islamn revivalisme pada 1970-an adalah bahwa ABIM dibawa ke arus utama Malaysia.

B. Latar Belakang

ABIM didirikan pada tahun 1971 dan dimulai sebagai sebuah cabang dari dua organisasi, Melayu Bahasa Society (Persatuan Bahasa Melayu-PBM) dari University of Malaya danAsosiasi Nasional Mahasiswa Muslim Malaysia (Persatuan Kebangsaan Pelajar Islam Malaysia-PKPIM), yang didirikan pada bulan Juni 1961. PKPIM ini menjadi salah satu yang paling penting dan berpengaruh organisasi mahasiswa di Malaysia pada 1960-an. Meskipun kebanyakan para organisasi pemuda tersedia untuk siswa Melayu untuk dipilih, seperti Federasi Melayu Siswa Association (Gabungan

Motto :Menegakkan Kebenaran & Keadilan

Formation :6 August 1971

Founder :Ustaz Abdul Wahab Zakaria

Type :Non-profit non-governmental organisation

Location :Malaysia

Key people :Mohamad Raimi Ab Rahim (President)

(5)

Pelajar Melayu Semenanjung-GPMS) dan Malaysia Asosiasi Klub Remaja (MAYC), PKPIM tetap populer karena didirikan pada Platform Islam.

PKPIM mencapai puncak popularitas dan kesuksesan dengan tahun 1960, dan yang anggota memutuskan untuk membentuk sebuah organisasi yang akan memungkinkan mereka untuk terus terlibat dalam pemuda dan aktivisme Islam setelah menyelesaikan studi mereka.

Tujuan Islam PKPIM bisa disaksikan di kampus Universitas Malaya. Anggotanya melanjutkan kampanye dakwah banyak terhadap apa organisasi dianggap sebagai kegiatan tidak bermoral dan tidak etis oleh siswa dipengaruhi oleh budaya pop Barat seperti Halloween pihak dan balls. Setelah lulus, anggota inti dari PKPIM dan juga PBM melanjutkan untuk membentuk ABIM sebagai modus baru mereka karena aktivitas dakwah.

Anwar Ibrahim, salah satu anggota pendiri ABIM menyampaikan pidato pembukaan pada peluncuran ABIM selama PKPIM di Pertemuan kesepuluh Umum Tahunan yang diselenggarakan di Fakultas Studi Islam, Nasional University of Malaysia tahun 1970. Dia membenarkan pembentukan ABIM dengan menyatakan "Pemimpin ABIM harus membuktikan bahwa kritik mereka tidak hanya disuarakan dengan keras selama kehadiran mereka di kampus (bila mereka adalah anggota PKPIM) tapi mereka harus terus berjuang "Para ABIM awal tidak hanya terdiri dari mantan Universitas Malaya lulusan.

Zainah Anwar mengamati bahwa orang muda yang membentuk sebagai anggota aktif ABIM adalah lulusan dan juga profesional muda, membentuk kelompok sosial yang paling reseptif terhadap ideologi dari kebangkitan Islam di Malaysia.Chandra Muzaffar menyebutkan bahwa proporsi yang baik dari Anggota ABIM berasal dari kelas menengah, meskipun juga telah bekerja kelas member.

C. TUJUAN ABIM

Tujuan ABIM utama dan menyeluruh selama tahun yang baru lahir adalah untuk mereformasi pikiran dan semangat masyarakat Muslim Malaysia melalui setiap cara yang mungkin, tetapi berharap untuk mencapai hal ini oleh perbankan pada energi anggota muda, sebagaimana tercermin dalam tujuan sebagai berikut:

(6)

2) Untuk mengisi kekosongan organisasi melayani kepentingan pemuda Muslim di semua tingkat dalam masyarakat Malaysia, dan Untuk menghasilkan kebangkitan Islam di Malaysia.

Selama awal awal, ABIM dioperasikan sesuai dengan modus operandi yang sama yang ditetapkan oleh PKPIM. Namun, seperti ABIM mampu menyerap lebih banyak anggota dan berikut lebih besar dari masyarakat, segera outgrew PKPIM. Meskipun demikian, hubungan mereka berlanjut sampai hari ini, mana lulus PKPIM anggota secara alami akan bergabung ABIM saat meninggalkan kampus. Ini hubungan itu penting karena memberikan ABIM dengan anggota rapi dan terlatih, akrab dengan tujuan dakwah Islam. Akibatnya, Kamaruddin Mohd. Juga, mantan anggota baik PKPIM dan ABIM, telah tepat digambarkan ABIM sebagai "kakak" PKPIM yang .

Keragaman anggotanya dan daya tariknya terhadap Muslim kelas menengah yang lulusan dari universitas luar negeri yang disediakan ABIM pandangan, profesional sopan untuk Islam gerakan yang di Malaysia sudah lama dikaitkan dengan tradisi kuno dan keterbelakangan. ABIM memiliki array yang luas dari anggota di seluruh dunia dengan perwakilan di AmerikaInggris, Amerika Serikat, Mesir, Pakistan, Australia dan New Zealand. Namun, apa yang unik tentang ABIM adalah kenyataan bahwa ia tidak memaksakan pembatasan pada keanggotaan. ABIM anggota berasal dari tiga tingkat yang berbeda latar belakang pendidikan, sekolah yaitu bahasa Inggris, Sekolah Malaysia dan sekolah Arab, tetapi untuk bergabung dengan ABIM, mereka melakukannya dengan visi bersama melayani Islam. Namun, ini juga telah menciptakan banyak pandangan berbeda dalam organisasi.

(7)

Kelompok moderat yang terbaik diwakili oleh ABIM dan konservatif sebagian besar anggota PAS pada tahun 1970. Utama Perbedaan antara keduanya adalah pada dasarnya pandangan dan pendekatan vis-à-vis Islamisasi Malaysia. ABIM memegang bawah ke atas pandang, yaitu Islamisasi umat atau populasi pertama sebelum sampai ke eselon atas struktur sosial, sementara PAS mengambil konvensional melihat dari atas ke bawah-Islamisasi yang hanya dapat dicapai melalui pembentukan Islam negara.

Alasan lain untuk menjelaskan kebutuhan untuk ABIM ketika ada sudah PAS adalah fakta bahwa PAS telah mengadopsi lebih "nasionalis" pendekatan dan sikap pada tahun 1960 setelah kematian Dr Burhanudin Al-Helmi dan di bawah kepemimpinan Muda Asri. Saya berpendapat bahwa reformasi Islam budaya tidak hadir dan tidak ada di bawah Asri karena ia lebih sibuk dengan ide Melayu nasionalisme. Anggota ABIM Banyak yang kecewa dengan path PAS telah diambil di bawah Asri dan pada awal 1970-an, para pemuda yang memiliki banyak aspirasi tentang reformasi melalui Islam memutuskan untuk bergabung ABIM sebagai gantinya, melihat bagaimana ABIM telah melakukan upaya serius untuk menanamkan sebuah Reformasi Islam budaya dalam masyarakat Malaysia.Munculnya PKPIM dan ABIM kemudian adalah konsekuensi dari apa Manutty digambarkan sebagai "Islam identitas krisis "di antara para pemuda, yang pada waktu itu sedang mencari makna baru dalam Islam.

(8)

beberapa tajdid (pembaharuan) dan ialah (reformasi) ide-ide yang disebarkan oleh ABIM dan anggotanya. 2

D. Daftar presiden ABIM

1. Prof Dr Razali Nawawi 1971–1974

Pada awal penubuhan ABIM, Ustaz Razali Nawawi telah memperkenalkan sistem usrah. Usrah pertama dijalankan di rumah beliau di alamat 27, Jalan Aman, Kawasan Melayu, Petaling Jaya.

Mereka yang hadir ketika itu termasuklah Sdr. Anwar Ibrahim, Sdr. Sanusi Junid, Sdr. Said Ibrahim, Sdr. Kamaruddin Mohd Noor, Sdr. Osman Bakar dan Sdr. Omar Jaafar. Antara bahan yang dibincangkan merangkumi bacaan Al-Quran, tafsir, hadith, Rasulullah SAW dan isu-isu semasa. Ustaz Razali juga turut memperkenalkan Tamrin al-Kader dan menyusun sukatan dan korikulumnya pada semua peringkat.

2. Dato' Seri Anwar Ibrahim 1974–1982

Pada tahun 1974, telah berlaku peralihan kepimpinan ABIM. Ustaz Razali Nawawi melepaskan jawatannya dan Muktamar memilih Saudara Anwar Ibrahim (Dato' Seri) sebagai Presiden kedua. DSAI memimpin ABIM selama sembilan tahun, di mana beliau berhasil membentuk jaringan sumber yang besar dalam komuniti Islam. Pada era kepimpinan beliau, ABIM telah tertonjol sebagai sebuah gerakan Islam yang berpengaruh di peringkat nasional dan antarabangsa. Sikap dan pendirian ABIM yang tegas terhadap pelbagai persoalan

ekonomi, kebudayaan dan politik telah menjadikannya sebuah pertubuhan yang dihormati.

2 Salman Syuhada, Sejarah dan Kebangkitan Islam di Malaysia, Artkel, diakses dari

(9)

3. Dato' Dr Siddiq Fadzil 1983–1991

Sewaktu DSAI mendekam di bawah ISA, jawatan Presiden ABIM dipangku oleh Ustaz Fadzil Noor (Dato’ Hj.). Ustaz Fadzil Noor pernah menjadi Setiausaha Persatuan Ulama Malaysia (1974-1976), Setiausaha dan Ketua Biro Penerangan ABIM (1973-1974) dan Timbalan Presiden ABIM (1974-1978).

Sepanjang penglibatan dalam ABIM sebagai sosok

utama perjuangan, Ustaz Fadzil turut terlibat dalam demontrasi menentang isu kemiskinan di Baling, Kedah tahun 1974. Beliau juga terkenal sebagai penggiat tarbiah dalaman ABIM. Beliau banyak bergerak mengisi program usrah, tamrin dan seminar perkaderan di pelbagai tempat. Gerakan belia Islam ini juga banyak menerbitkan buku-buku fikrah dan harakah yang dituang oleh tokoh-tokoh seperti Hasan Al Banna, Sayyid Qutb, Maududi, apatah lagi ABIM menjadi gerakan fenomenal di kampus pada dekad 70an.

4. Prof Dr Muhammad Nur Manuity 1991–1997

Pada tahun 1991, Ustaz Muhammad Nur Manuty (Dr.) telah mengambil alih kepimpinan ABIM sebagai Presiden

keempat. Di era ini, ABIM terlibat dengan aktif di dalam proses pembinaan negara serta mengukuhkan gerakan kependidikan, kemasyarakatan dan ketamadunan. ABIM juga mengembangkan peranannya di bidang khidmat antarabangsa dengan membantu

umat Islam yang menghadapi musibah seperti di Afghanistan dan Bosnia Herzegovina.

(10)

membiarkan masyarakat awam di negara ini menjadi keliru dan ragu dengan pegangan agama yang tidak mengikut manhaj Ahlu’s Sunnah wal-Jama’ah”.

5. Ahmad Azam Abdul Rahman 1992–2005

Kepimpinan ABIM beralih kepada Tuan Haji Ahmad Azam Abdul Rahman pada tahun 1997. Di era ini, ABIM telah memperkukuhkan peranannya di arena antarabangsa menerusi penubuhan Misi Keamanan Sejagat (MKS). Era ini juga ditandai oleh kemelut politik tanahair dan tercetusnya Gerakan Reformasi. ABIM juga telah menyumbang dengan konstruktif menggagaskan agenda Penyatuan Ummah seluruh masyarakat Melayu Islam di Malaysia. Islam di dalam perlembangaan dan persoalan Syariah di dalam masyarakat majmuk.

7. Dr Muhamad Razak Idris 2009–2011

(11)

global menuntut persediaan luar biasa terutama dari segi ketahanan ilmu dan budaya. Jika tidak, masyarakat kita berdepan krisis jatidiri yang parah. Kita tentu tidak menginginkan negara mencapai status maju namun asing di tanah air akibat jati diri yang larut dalam kebudayaan asing. Inilah agenda besar dakwah ABIM untuk beberapa dekad mendatang.”

8. Amidi Dato' Abdul Manan 2011–2015 Saudara Amidi Abd Manan (Hj.) telah memimpin ABIM selaku Presiden Ke- 8. ABIM telah mengetengahkan peranannya selaku jurubicara Ummah yang sedang mengharungi pelbagai persimpangan getir sosio ekonomi semasa. ABIM telah memperkukuhkan kebitaraannya dalam bidang pembangunan belia, dakwah, intelektual, kesukarelawanan, pendidikan, sosial, serta wanita dan masyarakat madani.

Saudara Amidi pernah menukilkan bahawa, “…Budaya ilmu seharusnya mengandungi rantaian tindakan yang berupa pemikiran, nilai, amalan dan rangka kerja yang berteraskan ilmu. Mungkin tempoh 3 hingga 6 tahun di pusat pengajian tinggi amat singkat untuk memahami dan mengamalkan dengan sebenar-benarnya budaya ilmu, namun benih kesedaran perlu disemai bagi melahirkan generasi Mahasiswa Malaysia yang perkasa.”

9. Mohamad Raimi Ab Rahim 2015–sekarang Pada September 2015, ABIM mengumumkan Saudara Mohamad Raimi Ab Rahim (Hj.) sebagai Presiden baru, menggantikan Saudara Amidi. Beliau merupakan seorang peguam yang berkelulusan Sarjana Muda Undang-Undang dari Universiti Islam Antarabangsa

(12)

Bersama Agenda Kebangkitan Islam Jilid 2.0, Saudara Raimi telah meletakkan sasaran ABIM sebagai ‘world class organization’ dan ‘global player’ pada pelbagai pentas serantau dan antarabangsa. Ia menuntut kepada pembinaan watak ilmuwan dalam kalangan aktivis. Ia merangkumi tiga unsur utama iaitu: Maqasid Syariah; Wasatiyyah; serta memperaga Islam sebagai Rahmat kepada seluruh alam (al-Islam Rahmatun Lil ‘Alamin). Hal ini pastinya memerlukan usaha pencerahan Ummat berlandaskan kekuatan ilmu dan kefahaman Islami yang sebenar.

E. AMAL DAN USAHA ABIM

Lebih Empat dasawarsa ABIM sudah berada di berbagai program dan amal usahanya, memiliki Pra-Sekolah (Taski ABIM), sekolah rendah dan menengah (SERI dan SEMI), Tahfiz, serta mempunyai Institusi Pengajian Tinggi iaitu Kolej Dar Al-Hikmah (KDH), mempunyai Hospital Pakar Al-Islam (di Kampung Baru, Kuala Lumpur), pusat dakwah untuk saudara baru (Islamic Outreach ABIM Centre), dan Koperasi Belia Islam (KBI).

Islamic Outreach ABIM Centre (IOA) merupakan satu agensi ABIM yang mengkhususkan kepada program-program membantu Saudara Baru. Usaha digerakkan bagi meningkatkan usaha pengembangan kefahaman Islam kepada masyarakat bukan Islam. Usaha meningkatkan kefahaman Islam sebagai agama yang menekankan keamanan dan kemajuan akan dijayakan menerusi pengajuran seminar, penerbitan dan kursus oleh agensi Islamic Outreach ABIM Centre (IOA). web: www.ioacentre.com

Grup Peguam ABIM (GPA) menjadi wadah penting bagi ahli-ahli ABIM yang mempunyai latar belakang undang-undang, bertukar-tukar idea serta merangka pelan tindakan proaktif, bagi menangani isu-isu perundangan semasa, melibatkan kepentingan Islam di mahkamah khususnya dan Malaysia amnya. Dalam khidmat sosialnya, GPA menggerakkan salah-satu Modul KAMAR dikenali sebagai BANTU iaitu Klinik Guaman untuk masyarakat.

(13)

sebagai khalifah yang diamanahkan untuk menegakkan keadilan kepada semua termasuklah alam sekitar, haiwan dan tumbuhan.

Biro Hal Ehwal Wanita (HELWA) & Pembangunan Wanita memimpin wanita dan keluarga Islam terutama dari kalangan beliawanis di dalam berdepan dengan cabaran kehidupan moden. Program meliputi kursus peningkatan penampilan diri, pembinaan dan pembangunan keluarga menerusi inisiatif Keluarga Mawaddah Wa Rahmah (KAMAR) yang sedang digerakkan. Allahyarhamha Prof Dr Khalijah Salleh merupakan Setiausaha Wanita ABIM (Ketua HELWA ABIM) yang pertama. Beliau merupakan pakar serta ahli akademik terkemuka (wanita Islam) dalam bidang fizik serta banyak menerima pengiktirafan akademik dalam bidang fizik mahupun dakwah.

Pusat Perlindungan Wanita (Bayt al-Rahmah) adalah antara inisiatif ABIM bagi membantu remaja yang tidak bernasib baik terjebak dalam masalah sosial. Bagi pihak-pihak yang memerlukan bantuan dari sudut ini boleh penghubungi ABIM Pusat untuk dibantu melalui Bayt al-Rahmah. Pusat ini juga menawarkan khidmat kaunseling dan program latihan kepada wanita-wanita terpilih secara berterusan.

Skuad Pembangunan Sosial & Komuniti ABIM terus komited ke arah pemberdayaan komuniti; keluarga, kesihatan, serta kumpulan sokong bantu masyarakat.

Biro Kesihatan ABIM (BKA) menghimpunkan para sukarelawan yang terdiri daripada doktor serta para pengamal perubatan. BKA telah menggerakkan pelbagai program seperti Mini Karnival Gaya Hidup Sihat, di samping bantuan pasca bencana alam.

ABIM melalui platform YIGA (Young Interfaith Group of ABIM) terus konsisten dalam menggerakan agenda “Kepelbagaian Dalam Bingkai Kesatuan” menerusi Friendship Group of Interfaith Services (FGIS) dan Majlis Belia Malaysia (MBM); melalui penglibatan anak muda di kampus mahupun di negeri. Matlamat penubuhan FGIS ialah memupuk keharmonian antara agama dan menegakkan nilai manusiawi, iaitu dengan cara membantu golongan yang memerlukan dan menyumbang terhadap pembangunan negara.

(14)

dalam bentuk kewangan, tenaga sukarelawan, ubat-ubatan dan program pembinaan semula selepas bencana.3

BAB III

PENUTUP

3Akun Facebook Angkatan Belia Islam Malaysia, Sejarah dan profil ringkas Angkatan Belia Islam Malaysia,

(15)

DAFTAR PUSTAKA

Illaihi, Wahyu,Harjani Hefni, 2007. Pengantar Sejarah Dakwah, Jakarta: Kencana Prenada Group,

Akun Facebook Angkatan Belia Islam Malaysia, Sejarah dan profil ringkas Angkatan Belia Islam Malaysia, diakses dari https://www.facebook.com/notes/angkatan-belia-islam- malaysia-muslim-youth-movement-of-malaysia-abim/imbauan-sejarah-dan-profil-ringkas-angkatan-belia-islam-malaysia-abim/1293147514031232/, Diakses tanggal 30 Maret 2018, pukul 02:05 WIB.

Referensi

Dokumen terkait