BAB I PENDAHULUAN A. Latar belakang
Perairan Indonesia, adalah salah satu pusat keragaman hayati bawah laut dunia. Kawasan yang masuk ke dalam Segitiga Terumbu Karang Dunia atau Coral Triangle Center ini merupakan rumah bagi sekitar 76% spesies terumbu karang dunia.
Salah satunya adalah Provinsi Nusa Tenggara Barat. Pulau Lombok yang termasuk kedalam Provinsi NTB merupakan pintu gerbang ke kawasan Wallacea yang memiliki keragaman spesies yang tinggi dengan tingkat endemisitas yang tinggi dan dilewati oleh arus lintas Indonesia yang membawa massa air, plankton, dan larva dari Samudera Pasifik menuju Samudera Hindia.
Namun pemanfaatan sumberdaya pesisir dan laut membawa potensi masalah pada sebagian wilayah pada masing-masing kabupaten di wilayah Lombok seperti aktivitas sosial ekonomi pada daerah hulu akan menimbulkan berbagai dampak terhadap ekosistem pada daerah tengah maupun hilir, antara lain sedimentasi perairan, tingkat kekeruhan air, erosi, dan pencemaran.
Selain itu kegiatan penangkapan ikan dengan menggunakan bom dan racun masih banyak ditemukan. Permasalahan tersebut belum tertanggulangi karena lemahnya penegakan hukum dan minimnya informasi terkini terkait kondisi dan keragaman ekosistem pesisir dan laut di wilayah ini, khususnya yang berkaitan dengan data ekosistem terumbu karang.
tutupan karang keras tertinggi ditemukan di Kabupaten Lombok Barat sebesar 35.52%, sedangkan yang terendah ditemukan di Kabupaten Lombok Utara sebesar 22,78%.
Selain itu tim peneliti juga menemukan salah satu jenis karang endemik Indonesia tepatnya tersebar di wilayah Lesser Sunda yaitu Acropora suharsonoi. Sampai saat ini the International Union for Conservation of Nature (IUCN) merilis bahwa jenis karang tersebut baru ditemukan di wilayah Bali bagian barat, Bali bagian timur, dan Gili Matra Lombok. Dengan temuan tersebut mudah-mudahan misteri keanekaragaman hayati laut di Lombok terus terungkap.
Selanjutnya, tim peneliti WCS menemukan bahwa biomassa ikan karang di Pulau Lombok sebesar 541,85 kg per hektare. Lokasi dengan biomassa ikan karang tertinggi ditemukan di Kabupaten Lombok Barat sebesar 818,43 kg per hektare, hal ini menunjukkan bahwa Pulau Lombok memiliki potensi perikanan karang yang tinggi dibandingkan beberapa wilayah di Indonesia.
Peneliti juga mencatat sebanyak 578 spesies yang berasal dari 162 genera dan 49 famili ikan karang yang ditemukan selama survei. Berdasarkan kelompok trofik, hampir 80% ikan karang di perairan Lombok didominasi oleh planktivora dan omnivora, yaitu kelompok ikan yang mayoritas dari famili Caesionidae (ekor kuning dan pisang-pisang), Pomacentridae (betok laut) dan Labridae (keling-kelingan), kecuali di Kabupaten Lombok Tengah.
Pulau Lombok memiliki potensi perikanan karang yang tinggi, disisi lain terdapat ancaman terhadap degradasi ekosistem terumbu karang. Hal ini terlihat dari kerusakan habitat terumbu karang yang cukup besar, meninggalkan hamparan padang pecahan karang yang luas di hampir 40% luasan terumbu karangnya. Kondisi ini merata hampir di semua kabupaten di Pulau Lombok. Praktek penangkapan ikan dengan bom dan racun, diduga merupakan salah satu faktor utama penyebab kerusakan ini.
minimum. Demikian pula dengan Kabupaten Lombok Timur dengan adanya KKPD Gili Lawang dan Gili Sulat, KKPD Gili Petagon, serta lokasi Suaka Perikanan di Sapakoko, Gili Rango, Taked Pedamekan, Gusoh Sandak, dan Taked Belanting.
Sebagai bagian dari jejaring kawasan konservasi perairan di ekoregion laut Sunda Kecil dan Segitiga terumbu karang, usaha pelestarian terumbu karang di Lombok harus terus dikembangkan, baik dalam hal meningkatkan kesadartahuan masyarakat, menjembatani kepentingan setiap pengguna sumberdaya, juga dalam hal monitoring, pengawasan, dan penegakan hukum.
B. Tujuan
1. Mengetahui letak geografis dan batas wilayah Lombok Timur 2. Mengetahui iklim wilayah Lombok Timur
3. Mengetahui kondisi fisik perairan Lombok Timur 4. Mengetahui kondisi biologi perairan Lombok Timur
5. Mengetahui kondisi sosial, ekonomi dan budaya wilayah Lombok Timur 6. Mengetahui potensi perikanan wilayah Lombok Timur
7. Mengetahui spesies endemik perairan Lombok Timur 8. Mengetahui aksesibilitas Lombok Timur
9. Mengetahui potensi wisata Lombok Timur
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA A. Pengertian konservasi
Sedangkan menurut Rijksen (1981), konservasi merupakan suatu bentuk evolusi kultural dimana pada saat dulu, upaya konservasi lebih buruk daripada saat sekarang. Konservasi juga dapat dipandang dari segi ekonomi dan ekologi dimana konservasi dari segi ekonomi berarti mencoba mengalokasikan sumberdaya alam untuk sekarang, sedangkan dari segi ekologi, konservasi merupakan alokasi sumberdaya alam untuk sekarang dan masa yang akan datang.
Apabila meruju pada pengertiannya, konservasi didefinisikan dalam beberapa batasan, sebagai berikut :
1. Konservasi adalah menggunakan sumberdaya alam untuk memenuhi keperluan manusia dalam jumlah yang besar dalam waktu yang lama (American Dictionary).
2. Konservasi adalah alokasi sumberdaya alam antar waktu (generasi) yang optimal secara sosial (Randall, 1982).
3. Konservasi merupakan manajemen udara, air, tanah, mineral ke organisme hidup termasuk manusia sehingga dapat dicapai kualitas kehidupan manusia yang meningkat termasuk dalam kegiatan manajemen adalah survai, penelitian, administrasi, preservasi, pendidikan, pemanfaatan dan latihan (IUCN, 1968).
4. Konservasi adalah manajemen penggunaan biosfer oleh manusia sehingga dapat memberikan atau memenuhi keuntungan yang besar dan dapat diperbaharui untuk generasi-generasi yang akan datang (WCS, 1980).
Dalam UU 5/1990 tentang Konservasi Sumbr Daya Alam dan Ekosistemnya, telah ditetapkan adanya pengelolaan kawasan koservasi laut, yaitu suatu wilayah perairan lait, termasuk pesisir dan pulau-pulau kecil yang mencakup tumbuhan dan hewan didalamnya, serta termasuk bukti peningglan sejarah dan sosial-budaya di bawahnya, yang dilindungi secara hukum atu cara lain yang efektif, baik dengan melindungi seluruh atau sebagian wilayah tersebut.
B. Kawasan konservasi daerah laut
Hutan dan Konservasi Alam (PHKA), Departemen Kehutanan adalah “kawasan yang ditetapkan sebagai kawasan suaka alam, kawasan pelestarian alam, taman buru dan hutan lindung”. Sementara itu istilah-istilah yang lebih dikenal adalah “kawasan lindung“.
Kawasan konservasi merupakan salah satu cara yang ditempuh pemerintah untuk melindungi keanekaragaman hayati dan ekosistemnya dari kepunahan. Pengelolaan dan pengembangan kawasan konservasi ditujukan untuk mengusahakan kelestarian sumber daya alam hayati dan ekosistemnya sehingga dapat lebih mendukung upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat dan mutu kehidupan manusia. Oleh karenanya keberadaan fungsi-fungsi keanekaragaman hayati tersebut sangatlah penting.
Sampai saat ini, sejumlah kawasan konservasi telah ditetapkan yang jumlahnya mencapai 28,166,580.30 ha (mencakup 237 Cagar Alam, 77 Suaka Marga Satwa, 50Taman Nasional, 119 Taman Wisata Alam, 21 Taman Hutan Raya, 15 Taman Buru) di seluruh Indonesia.
Pengelolaan taman nasional laut, taman wisata laut, cagar alam laut maupun suaka margasatwa laut dilakukan oleh pemerintah pusat, dan penentuan pengelolaan ditetapkan berdasarkan surat Keputusan Menteri Kehutanan. Selain dilakukan oleh pusat, pengelolaan kawasan laut juga dilakukan oleh Kabupaten /Kota, dalam bentuk kawasan konservasi laut daerah (KKLD)
Tujuan ditetapkannya KKLD adalah untuk membangun keseragaman persepsi dan tindakan para pengambil Keputusan, dalam menilai dan menetapkan areal yang dicadangkan sebagai kawasan konservasi laut daerah maupun lintas desa. Hal itu untuk mencapai tujuan yang lebih luas, yaitu agar kawasan laut yang dilindungi aman dari kerusakan dan masyarakat masih dapat memanfaatkan sumber daya laut di sekitarnya. Karena itu areal yang dipilih untuk dijadikan lokasi KKLD adalah areal yang memiliki daya dukung potensi sektor kelautan dan perikanan
BAB III PEMBAHASAN
A. Letak geografis dan batas wilayah
dengan letak geografis antara 116° - 117° Bujur Timur dan 8° - 9° Lintang Selatan. Luas wilayahnya tercatat 2.679,88 km2 , terdiri atas daratan seluas 1.605,55 km2 atau (59,91%) dan lautan seluas 1.074,33 km2 (40,09 %).
Secara administratif Kabupaten Lombok Timur terdiri dari 20 Kecamatan, 13 kelurahan, 106 Desa, 772 lingkungan/dusun dengan batas administrasi sebagai berikut : 1. Sebelah Utara : Laut Jawa
2. Sebelah Selatan : Samudra Indonesia
3. Sebelah Barat : Kabupaten Lombok Tengah
4. Sebelah Timur : Selat Alas
Dengan luas wilayah tersebut, Kabupaten Lombok Timur memiliki sumberdaya alam (kelautan dan perikanan) yang cukup besar sehingga kedepan menjadi harapan dalam upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Laut Lombok Timur memiliki potensi sumberdaya ikan lestari (MSY) sebesar 18.242,0 ton/tahun yang terdiri dari potensi sumberdaya ikan pelagis 7.752,8 ton/tahun dan potensi sumberdaya ikan demersal
10.489,2 ton/tahun. Sedangkan panjang pantai Lombok Timur adalah 220 km.
Hasil perhitungan BPN Kabupaten Lombok Timur menetapkan bahwa:
1. Kelas kemeringan lereng antara 0-2 % adalah berupa daerah dataran yang tersebar di Kecamatan Jerowaru, Keruak, Labuhan Haji dan Pringgabaya dengan luas keseluruhan mencapai 25.760 Ha.
2. Kelas kelerengan antara 2-15% tersebar di Kecamatan Sakra, Sakra Barat, Sakra Timur, Masbagik, Pringgasela, Aikmel, Wanasaba, Suela dan Sambalia dengan luas wilayah keseluruhan mencapai 96,763 Ha;
3. Kelas kelerengan antara 15-40% mencakup Kecamatan Suela dan sebagian wilayah Kecamatan Sembalun;
4. Kelas kelerengan lebih dari 40% meliputi daerah Pegunungan rinjani dengan luas wilayah mencapai 13.810 Ha.
B. Klimatologi
Seperti daerah lainnya di Indonesia, Kabupaten Lombok Timur juga beriklim tropis yang ditandai dengan dua musim yaitu musim panas dan musim penghujan. Curah hujan rata-rata sebesar 1882 mm/tahun dengan jumlah hari hujan perbulan 15 hari. Adapun Kecamatan yang basah pada musim penghujan adalah Kecamatan Aikmel, Suela, Sembalun, Masbagik Pringgasela, Montong Gading. Sedangkan daerah kering adalah Kecamatan Keruak dan Jerowaru dengan curah hujan rata-rata 1.080 mm/tahun.
Temperatur tertinggi berkisar 33ºC dan temperatur terendah berkisar 20 - 25ºC. Beberapa tahun terakhir ini pengaruh perubahan iklim global (global climate change) sebagai akibat pemanasan global (global warming) telah pula dirasakan sebagaimana daerah-daerah lainnya di Indonesia. Hal ini terlihat dari fluktuasi curah hujan dan hari hujan yang terjadi. Pada tahun 2003 curah hujan yang ada tercatat 1.258,9 mm dengan hari hujan sebanyak 99,4 hari dan pada kemudian tahun 2007 curah hujan tersebut berubah menjadi 1.427,1 mm dengan hari hujan sebanyak 91,3 hari.
Wilayah Kabupaten Lombok Timur dilalui oleh banyak aliran sungai dan anak sungai, akan tetapi tidak semua sungai berair sepanjang tahun. Danau hanya satu di daerah ini, yaitu danau Segara Anak yang berada diperbatasan antara Kabupaten Lombok Barat dengan Kabupaten Lombok Timur, yang luasnya kira-kira 30 Km2 dengan kedalaman tertinggi 200 meter.
Berdasarkan perbandingan antara ketersediaan dan kebutuhan air di Kabupaten Lombok Timur, maka tingkat potensi air untuk keperluan irigasi dan air minum dan untuk pusat-pusat kegiatan dapat digambarkan dalam Daerah Aliran Sungai sebagai berikut:
1. Sungai Bendung
Air hanya mampu melayani irigasi seluas 1331 Ha, dengan pola tanam padi-palawija. Mulai musim tanam padi, pertengahan bulan November sampai dengan pertengahan bulan Maret. Air bagi tanaman palawiija hanya cukup sampai 120 Ha, yaitu tersedia pada pertengahan bulan Maret sampai pertengahan bulan Juni. Air minum untuk kecamatan Keruak, besarnya 32 l/dt dan hanya bisa tersedia antara bulan Oktober sampai pertengahan Mei, sedangkan untuk bulan-bulan lainnya perlu mendapatkan tambahan dari sumber-sumber lain, seperti Air tanah.
2. Sungai Kermit (Kecamatan Sakra)
Debit air hanya mampu melayani irigasi seluas 648 Ha, dengan pola tanam padi-palawija. Mulai musim tanam pada bulan Desember sampai April. Ketersediaan air bagi tanaman palawija hanya cukup untuk mengairi 185 Ha. Air minum untuk Kecamatan Sakra, besarnya 35 l/dt dan hanya tersedia dari sungai Kermit .
3. Sungai Aik Kampat (Kecamatan Sikur)
4. Sungai Belimbing
Air hanya mampu melayani irigasi seluas 597 Ha, dengan pola tanam padi-palawija. Mulai musim tanam padi, pertengahan bulan November sampai dengan pertengahan bulan Maret. Air bagi tanaman palawija hanya cukup sampai 120 Ha, yaitu tersedia pada pertengahan bulan Maret sampai pertengahan bulan Juni. Air minum untuk kecamatan Selong dan Masbagik besarnya 63 l/dt dan hanya bisa tersedia antara bulan November sampai pertengahan Juni, sedangkan untuk bulan-bulan lainnya perlu mendapatkan tambahan dari sumber-sumber lain, seperti Air tanah atau dari sungai lainnya.
5. Sungai Korleko
Air hanya mampu melayani irigasi seluas 199 Ha, dengan pola tanam padi-palawija. Mulai musim tanam padi, pertengahan bulan Desember sampai dengan pertengahan bulan Maret. Air bagi tanaman palawija hanya cukup sampai 120 Ha, yaitu tersedia pada pertengahan bulan Maret sampai pertengahan bulan Juni. Air minum untuk kecamatan Selong dan Masbagik besarnya 14l/dt dan hanya bisa tersedia antara bulan November sampai pertengahan Juni, sedangkan untuk bulan-bulan lainnya perlu mendapatkan tambahan dari sumber-sumber lain, seperti Air tanah atau dari sungai lainnya.
6. Sungai Tibulisung
Air hanya mampu melayani irigasi seluas 2.319 Ha, dengan pola tanam padi-palawija. Mulai musim tanam padi, pertengahan bulan Desember sampai dengan pertengahan bulan April. Air bagi tanaman palawija hanya cukup sampai 1.168 Ha, yaitu tersedia pada pertengahan bulan Maret sampai pertengahan bulan Juni. Air minum untuk kecamatan Aikmel besarnya 53l/dt dan bisa tersedia sepanjang tahun.
Air hanya mampu mengairi irigasi seluas 55 Ha, dengan pola tanam padi-palawija. Mulai musim tanam padi, pertengahan bulan Januari sampai dengan pertengahan bulan Mei Air bagi tanaman palawija hanya cukup sampai 55 Ha, yaitu tersedia pada pertengahan bulan Maret sampai pertengahan bulan Juni. Air minum untuk kecamatan Pringgabaya besarnya 30 l/dt dan hanya bisa tersedia dari sungai Dodokan antara bulan Januari sampai pertengahan Juli, sedangkan untuk bulan-bulan lainnya perlu mendapatkan tambahan dari sumber-sumber lain, seperti Air tanah atau dari sungai lainnya.
8. Sungai Sambelia
Air hanya mampu melayani irigasi seluas 354 Ha, dengan pola tanam padi-palawija. Mulai musim tanam padi, pertengahan bulan Desember sampai dengan pertengahan bulan April. Air bagi tanaman palawija hanya cukup sampai 185 Ha, yaitu tersedia pada pertengahan bulan Maret sampai pertengahan bulan Juni. Air minum untuk kecamatan Sambelia besarnya 46l/dt dan hanya bisa tersedia dari sungai Dodokan antara bulan Desember sampai pertengahan Juli, sedangkan untuk bulan-bulan lainnya perlu mendapatkan tambahan dari sumber-sumber lain, seperti Air tanah atau dari sungai lainnya.
9. Sungai Beburung (Kecamatan Sambelia)
Air hanya mampu melayani irigasi seluas 1.000 Ha, dengan pola tanam padi-palawija. Mulai musim tanam padi, pertengahan bulan Desember sampai dengan pertengahan bulan April. Air bagi tanaman palawija hanya cukup sampai 1.000 Ha, yaitu tersedia pada pertengahan bulan Maret sampai pertengahan bulan Juni.
D. Kondisi biologi perairan
pasang surut di Perairan Kabupaten Lombok Timur adalah tipe campuran dengan dominasi pasang surut ganda, yaitu terjadi dua kali air pasang dan dua kali air surut pada satu hari. Suhu permukaan laut berkisar antara 28,00 - 29,330C, dengan suhu maksimum terjadi pada
bulan Mei dan Desember, dan suhu minimum pada bulan Februari dan Agustus. Salinitas Selat Alas di bagian Utara berkisar antara 31,9 – 34,3‰, sedangkan nilai pH tergolong netral, yaitu berkisar antara 6,5 - 7,0.
E. Kondisi sosial, ekonomi dan budaya 1. Kondisi sosial
Jumlah penduduk Kabupaten Lombok Timur berdasarkan hasil Sensus Penduduk tahun 2010 yang dilaksanakan Badan Pusat Statistik (BPS) mencapai 1.105.671 jiwa, yang terdiri dari pria 514.327 jiwa dan wanita 591.344 jiwa. Sehingga seks ratio-nya sebesar 87 per 100, artinya tiap 100 wanita terdapat 87 pria. Hal ini menggambarkan bahwa jumlah penduduk perempuan lebih banyak dibanding jumlah penduduk laki-laki.
Tingkat kepadatan eksisting selama 5 tahun terakhir kabupaten Lombok Timur rata-rata 213 jiwa/KM berdasarkan analisa tingkat kepadatan penduduk pada tahun proyeksi menunjukkan angka peningkatan sebesar 1%. Tingkat kepadatan penduduk kabupaten Lombok Timur hingga tahun 2009 diperkirakan sebesar 240 jiwa/KM.
Dilihat dari kepadatan penduduk, kecamatan dikelompokkan kedalam tiga kategori kepadatan,yaitu:
a. Tinggi (> 2.000 jiwa per km2) meliputi Sakra, Masbagik,Sukamulia dan Selong
b. Sedang (1000 – 2000 jiwa per km2) meliputi Keruak, Sakra Barat, Sakra Timur, Terara, Montong Gading, Suralaga,Labuhan Haji dan Wanasaba
c. Rendah (< 1000 jiwa per Km2) meliputi Jerowaru, Sikur,Pringgasela, Pringgabaya, Suela,Aikmel, Sembalun dan Sambelia.
Di lihat dari umur penduduk, Lombok Timur termasuk kategori struktur intermediate (peralihan umur muda ke umur tua). Dimana lebih dari 30 persen penduduk berusia di bawah umur 15 tahun dan penduduk usia 65 tahun ke atas kurang dari 10 persen. Sehingga rasio ketergantungan juga cukup tinggi sekitar 57. Di mana 100 orang usia produktif menanggung beban hidup 57 orang usia tidak dan belum produktif. Jika dilihat dari bentuk piramida penduduknya, dapat dikatakan tingkat kematian bayi di Lombok Timur masih tinggi dan juga masih tingginya resiko kematian.
Potensi sumber daya manusia dikabupaten Lombok Timur didasarkan atas ketersedian tenaga kerja serta keahlian yang dimiliki oleh rata-rata tenaga kerja yang belum tersalurkan dari masing-masing kecamatan yang ada sekitar 5-10% dengan rata-rata pendidikan terakhir SD-SMP dan banyak yang putus atau tidak sekolah.
Menurut Badan Pusat Statistik Kabupaten Lombok Timur (Sakernas 2009), persentase penduduk untuk 15 th ke atas yang bekerja menurut lapangan usaha seperti bidang pertanian (48,80%), di bidang industri pengolahan (13,46%), untuk usaha perdagangan sebesar 17,15%, untuk bidang jasa-jasa (8,71%), bidang kontruksi (2,80%), angkatan dan komunikasi (6,05%) dan lain-lainnya sebesar 3,03%.
Keahlian yang dimiliki adalah bidang pertanian, perdagangan dan jasa kerajinan. Dengan demikian untuk potensi SDM dikabupaten Lombok Timur mayoritas mempunyai keahlian dibidang pertanian dan perdagangan serta ada yang memiliki keterampilan alami membuat kerajinan patung.
Dengan demikian dapat dikatakan masyarakat cendrung melakukan kegiatan bertani atau berusaha membuka suatu usaha kecil seperti pengrajin patung,anyaman bambu, tenun timbul dan upaya keahlian alami masyarakat; terutama di wilayah terisolasi/terpencil meskipun demikian dapat memberikan keuntungan bagi wilayah Lombok Timur.
Kabupaten Lombok Timur berada urutan kedua dari bawah (peringkat 7) dari 9 (sembilan) kabupaten/kota di Provinsi NTB. Pada tahun 2004 posisi IPM Kabupaten Lombok Timur berada pada peringkat 428 dari seluruh kabupaten/kota di Indonesia. Pada tahun 2005; IPM Kabupaten Lombok Timur turun peringkat menjadi 429 dan peringkat IPM Kabupaten Lombok Timur pada tahun 2006 justru lebih terpuruk lagi; yaitu turun menjadi 441. Disisi lain, IPM rata-rata yang dicapai Kabupaten Lombok Timur dalam periode 2004-2006 sebesar 60,27 berada dibawah IPM rata-rata Provinsi NTB sebesar 63,11 dalam periode yang sama.
Derajat kesehatan dan status gizi masyarakat di Kabupaten Lombok Timur tergolong masih rendah, hal ini antara lain tercermin dari masih rendahnya angka harapan hidup, masih tingginya Angka Kematian Bayi, Angka Kematian Ibu Melahirkan dan Kurang Gizi pada Balita serta pola penyakit yang diderita masyarakat umumnya sebagian besar berupa penyakit menular. Pada tahun 2006 Angka Kematian Bayi 77 per 1000 kelahiran hidup, Angka Kematian Ibu 63,7 per 100.000 persalinan, angka gizi buruk 3,51 persen, dan angka kesakitan 23,17 persen.
Pada sisi lain jumlah tenaga kesehatan dan Fasilitas kesehatan cukup tersedia, pada tahun 2007 tenaga kesehatan terdiri dari tenaga medis 84 orang, dokter spesialis 7 orang, dokter umum 58 orang, dokter gigi 19 orang, tenaga kesehatan lainnya (gizi, sanitarian, kesehatan masyarakat dan teknis medis) 354 orang, perawat 478 orang dan bidan 219 orang. Dari data tersebut diatas di ketahui bahwa dalam seratu s ribu penduduk tersedia Tenaga medis 8 orang , dokter spesialis 1 orang, dokter umum 5 orang, dokter gigi 2 orang, tenaga kesehatan lainnya 33 orang, perawat 45 orang dan bidan 20 orang. Pada saat yang sama jumlah fasilitas pelayanan kesehatan yang ada di Kabupaten Lombok Timur tercatat 1.792 buah yang terdiri atas rumah sakit umum 1 unit, rumah sakit lainnya (RS Kusta) 1 unit, puskesmas 29 unit, puskesmas pembantu 80 unit, BKIA 1 Unit, apotik 18 unit, posyandu 1.385 unit, Posyandu ASTA 28 unit, polindes 109 unit, pos obat desa 63 unit, poskestren 51 unit dan pusat informasi kesehatan 26 unit.
235.435 PUS pada tahun 2007. Dengan demikian selama lima tahun terakhir ini jumlah peserta KB meningkat rata-rata 2,43 % pertahun.
Penduduk asli pulau Lombok adalah suku Sasak. Suku Sasak menganut agama Islam (pulau Lombok juga dikenal dengan sebutan pulau seribu masjid). Agama kedua terbesar yang dianut di pulau ini adalah agama Hindu, yang dipeluk oleh para penduduk keturunan Bali yang berjumlah sekitar 15% dari seluruh populasi di sana. Penganut Kristen, Buddha dan agama lainnya juga dapat dijumpai, dan terutama dipeluk oleh para pendatang dari berbagai suku dan etnis yang bermukim di pulau ini.
Terdapat juga sebuah kumpulan kecil orang sasak yang disebut Bodha (jumlah: ± 8000 orang) yang menduduki kampung Bentek dan di curam Gunung Rinjani. Agama mereka tidak mempunyai pengaruh Islam dan amalan utama mereka adalah memuja dewa-dewa animisme. Ajaran agama Hindu dan Buddha juga dimasukkan di dalam upacara agama mereka.
Agama Bodha mempercayai adanya lima tuhan yang besar, yang paling tinggi dikenali sebagai Batara Guru. Tuhan yang lain adalah Batara Sakti dan Batara Jeneng bersama isteri mereka Idadari Sakti dan Idadari Jeneng. Namun kini, penganut agama Bodha sedang diajarkan mengenai agama Buddha yang ortodoks oleh sami-sami yang dihantar oleh persatuan besar Buddha terbesar negara Indonesia.
Bahasa yang digunakan disamping bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional, penduduk pulau Lombok (terutama suku Sasak), menggunakan bahasa Sasak (bahasa asli) sebagai bahasa utama dalam percakapan sehari-hari. Di seluruh Lombok sendiri bahasa Sasak dapat dijumpai dalam empat macam dialek yang berbeda yakni dialek Lombok utara , tengah, timur laut dan tenggara.
2. Kondisi ekonomi
tersebut kecuali bandeng merupakan penyumbang produksi terbesar untuk Nusa Tenggara Barat khusus Pulau Lombok.
Dengan panjang pantainya sebesar 220 km, Lombok Timur memiliki potensi yang sangat besar untuk pengembangan budidaya tambak. Potensi budidaya tambak Lombok Timur seluas 3.500,00 ha. Sedangkan pemanfaatannya baru mencapai 269,50 ha yang didominasi oleh perusahaan-perusahaan dengan melakukan system budidaya tambak secara intensif.
Dalam laman resminya potensi budidaya laut Lombok timur, Potensi budidaya mutiara 3.433,65 ha; ikan kerapu 509,40 ha; udang lobster 525,68 ha; rumput laut 2.000,00 ha; teripang 194,00 ha; dan kekerangan 179,50 ha. Potensi budidaya mutiara di Lombok Timur mencapai 3.433,65 ha dan telah dimanfaatkan seluas 1.805,5 ha.
3. Kondisi budaya a. Adat-Istiadat
Adat istiadat suku sasak dapat di saksikan pada saat resepsi perkawinan, dimana perempuan apabila mereka mau dinikahkan oleh seorang lelaki maka yang perempuan harus dilarikan dulu kerumah keluarganya dari pihak laki laki, ini yang dikenal dengan sebutan "Merarik" atau "Selarian". Sehari setelah dilarikan maka akan diutus salah seorang untuk memberitahukan kepada pihak keluarga perempuan bahwa anaknya akan dinikahkan oleh seseorang, ini yang disebut dengan "Mesejati" atau semacam pemberitahuan kepada keluarga perempuan. Setalah selesai makan akan diadakan yang disebut dengan "Nyelabar" atau kesepakatan mengenai biaya resepsi. b. Presean Simbol Kejantanan Taruna (Pemuda) Sasak
Budaya Presean atau bertarung dengan rotan memang sudah dikenal masyarakat Lombok sejak lama. Namun budaya yang penuh dengan kekerasan itu berubah menjadi unik ketika dipadukan gaya bela diri yang unik dan lucu dari pemainnya.
diadakan untuk menguji keberanian/nyali lelaki sasak yang wajib jantan dan heroik saat itu.
Uniknya dari pertarungan presean, pesertanya tidak pernah dipersiapkan secara khusus. Pepadu atau petarung dicomot (diambil) dari penonton yang mau adu nyali dan ketangguhan mempermainkan tongkat rotan dan perisai yang disediakan. Penonton/calon peserta bisa mengajukan diri atau dipilih oleh wasit pinggir (pakembar sedi). Setelah mendapat lawan, pertarungan akan dimulai dan dimpimpin oleh wasit tengah (pekembar).
Duel dua pepadu diadakan dalam lima ronde, pemenangnya ditentukan oleh hasil nilai yang diperoleh atau salah satu pepadu bocor kepala, bedarah-darah, atau kibar bendera putih.
Uniknya, di sela-sela pertarungan para pepadu plus para wasit harus menari jika musik dimainkan. Mungkin maksudnya untuk melepas ketegangan selama jalannya pertandingan. Asik juga ngeliatnya, sesaat para petarung saling baku hantam, beberapa detik kemudian mereka menari sembari tertawa dan mencari-cari celah kelemahan lawan, sedetik kemudian rotan keras menghantam perisai, lalu mereka menari lagi.
Tarian rotan dari Lombok ini sudah dikenal masyarakat Sasak secara turun temurun. Awalnya merupakan sebuah bagian dari upacara adat yang menjadi ritual untuk memohon hujan ketika kemarau panjang. Sebuah tradisi-yang dalam perkembangan kemudian-sekaligus berfungsi sebagai hiburan yang banyak diminati. Sebagai salah satu upaya melestarikan budaya daerah, Presean Lombok pun mulai sering dilombakan. Pertandingan diakhir dengan salam dan pelukan persahabatan antar petarung. Tanda tiada dendam dan semua hanyalah permainan.
F. Potensi perikanan
Kabupaten Lombok Timur memeiliki luas wilayah laut mencapai 1.0743,33 km2 , yang merupakan 40,09% dari luas wilayahnya. Bentangan pantai mencapai 220 km dari selatan ke utara. Potensi pengembangan wilayah pesisir dan pulau–pulau kecil itu memcakup 6 kecamatan serta 22 desda/ kelurahan pantai, dengan jumlah nelayan perikanan tangkap sebanyak 16.434 jiwa.
Produksi Ikan di Kabupaten Lombok Timur Dirinci Menurut Sektor Tahun 2003 - 2009 (Ton)
TAHUN
2003 15.636,2 181,8 881,8 131,1 26,6 16.857,5
2004 15.636,5 0,00 882,1 179,5 4,2 16.702,3
2005 12.591,6 0,0 874,3 187,2 1,3 13.654,4
2006 12.691,5 - 964,1 189,8 0,0 13.845,4
2007 14.761,3 - 1.012,2 204,3 18,0 15.995,8
2008 15.074,8 0,0 1.114,6 605,0 12,5 16.806,9 2009 12.941,7 0,0 1.435,1 851,0 5,0 15.232,8 Sumber Data : Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Lombok Timur
1. Potensi perikanan tangkap
ton,Batu Nampar 1.025 ton,Sugian 478,4 ton, Labuhan Haji 3,62,7 ton,dan Sakra Timur 259,2 ton.
Potensi Areal, Pemanfaatan, dan Produksi Budidaya Laut di Kabupaten Lombok Timur 2009
JENIS BUDIDAYA POTENSI PEMANFAATAN PRODUKSI
Mutiara 3.433,65 1.805,50 0,22
Kerapu 509,40 6,50 5,40
Lobster 525,68 11,07 82,90
Rumput Laut 2.000,00 232,58 60.471,00
Teripang 194,00 -
-Kerang-kerangan 179,50 -
-Sumber Data : Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Lombok Timur
2. Potensi perikanan budidaya a. Budidaya air laut
Selain potensi perikanan tangkap, laut Lombok Timur juga potensial untuk kegiatan budidaya laut yaitu mutiara, ikan kerapu, udang lobster, rumput laut, teripang dan kekerangan. Potensi budidaya mutiara 3.433,65 ha; ikan kerapu 509,40 ha; udang lobster 525,68 ha; rumput laut 2.000,00 ha; teripang 194,00 ha; dan kekerangan 179,50 ha.
Pemanfaatan potensi budidaya laut sampai dengan saat ini adalah budidaya mutiara 1.805,50 ha; budidaya ikan kerapu 6,50 ha; budidaya udang lobster 12,37 ha; budidaya rumput laut 232,58 ha; sedangkan potensi budidaya teripang dan kekerangan belum termanfaatkan.
Produksi budidaya laut dalam tahun 2009 yaitu mutiara 0,22 ton; kerapu 5,40 ton; udang lobster 82,90 ton; dan rumput laut 60.471,00 ton.
1) Lobster
2) Mutiara
Potensi pengembangan budidaya Mutiara cukup luas yaitu 2.394,50 ton Ha dan baru di mamfaatkan 1.962,50 Ha dengan tingkatan produksi mencapai 0,20 ton. Permintaan Mutiara produksi Lombok sangat di minati baik oleh pembeli dalam Negeri maupaun manca Negara karena mutiaranya memiliki keunikan tersendiri yang membedakannya dengan produksi daerah lain. Selain perairan tangkap dan bididaya perairan pantai Lombok Timur juga memiliki peluang cukup besar untuk pengembangan perikanan air tawar. Dari data yang ada tahun 2008 potensi produksi perikanan sekitar 21.497 ton,dimana potensi terbesar ada di kecamatan Aikmel, Pringgasela, Masbagik, Selong dan lainnya.
3) Kerapu
Kerapu termasuk komoditas laut yang juga diunggulkan di Lombok Timur walaupun produksi masih sedikit bila dibandingkan dengan komoditas lainnya. Budidaya kerapu menggunakan metode karamba jarring apung. Potensi pengembangan budidaya ikan kerapu sebesar 509,4 ha dan telah dimanfaatkan oleh para pembudidaya sebesar 1,28 persen dari total lahan yang potensial tersebut.
Budidaya kerapu di Lombok sangat menjanjikan. Hal ini tergambar dari potensi yang dimiliki kabupaten ini yang sangat luas namun baru dimanfaatkan tidak lebih dari 2 persen. Selain itu, harga komoditi kerapu yang sangat mahal membuat kerapu memiliki prospek yang sangat cerah ditambah lagi permintaan akan ekspor ikan kerapu setiap tahunnya cenderung meningkat.
Harga ikan kerapu ditingkat pembudidaya berada di kisaran 350.000. potensi pengembangan ikan kerapu dapat dilakukan di Lombok Timur. Selain perairannya yang masih terjaga kualitasnya juga sumber benih akan ikan kerapu mudah didapatkan di Lombok. Balai Budidaya Laut Lombok adalah salah satu penyedia benih kerapu.
4) Ikan kakap
sampai dengan saat ini belum dimanfaatkan dan dikembangkan sama sekali. Kakap dapat dikembangkan dengan metode budidaya menggunakan karamba jarring apung. Para pembudidaya lebih tertarik membudidayakan ikan kerapu dibandingkan dengan ikan kakap dikarenakan nilai jual kerapu yang sangat tinggi dan kemudahan dalam memelihara, pakan dan benih yang tersedia dalam jumlah yang cukup.
5) Rumput laut
Rumput laut termasuk salah satu komoditi unggulan Provinsi Nusa Tenggara Barat. Dengan potensi yang dimiliki provinsi ini, tidak salah bila provinsi ini menetapkan rumput laut sebagai salah komoditi yang akan digenjot produksinya dari tahun ke tahun. Provinsi Nusa Tenggara Barat menetapkan target produksi rumput laut pada tahun 2014 sebesar 1 juta ton. Hampir semua kabupaten di provinsi ini memproduksi rumput laut kecuali Kota Mataram. Lombok Timur termasuk sentranya budidaya rumput laut. Pada tahun lalu produksi rumput laut kabupaten ini sebesar 93.069 ton. Dengan tonasenya sebesar tersebut menempatkan Lombok Timur sebagai sentranya budidaya rumput laut terutama jenis E. cottonii. Total luas lahan potensi kabupaten ini yakni sebesar 2.433 ha. Dari total luas tersebut baru dimanfaatkan seluas 732,58 ha.
Dengan potensi pengembangan budidaya rumput yang besar tersebut maka tidak salah jika Lombok Timur ditetapkan sebagai salah satu kawasan minapolitan khusus Rumput laut. Potensi pengembangan budidaya terletak di dua kawasan yang telah ditetapkan sebagai kawasan minapolitan rumput laut yakni di teluk Ekas dan Serewe. Budidaya rumput di kedua daerah ini dikembang dengan metode longline dan metode rakit. Para pembudidaya di teluk Ekas dan Serewe lebih banyak menggunakan metode rakit dibandingkan longline dan patok dasar.
6) Teripang
Namun sampai dengan saat ini belum terdapat hasil produksi. Dari total potensi budidaya tersebut belum ada yang dimanfaatkan untuk budidaya teripang. Begitu pula dengan budidaya kekerangan sampai dengan saat ini belum dimanfaatkan. Kekerangan memiliki potensi sebesar 179,5 ha. Budidaya kekerangan di kabupaten ini belum digarap kecuali budidaya tiram mutiara.
b. Budidaya air payau
Kabupaten Lombok Timur memiliki panjang pantai 220 km, dimana potensi untuk kegiatan budidaya air payau cukup luas yaitu 3.500,00 ha. Sedangkan pemanfaatannya baru mencapai 269,50 ha yang didominasi oleh perusahaan-perusahaan dengan melakukan system budidaya tambak secara intensif.
Komoditi yang sudah berkembang yaitu udang windu, udang vanamme dan banding, dengan produksi tahun 2009 adalah sebesar 1.074,50 ton udang vanamme; 352,70 ton udang windu dan 7,9 ton banding.
c. Potensi budidaya air tawar
Potensi budidaya ikan air tawar Lombok Timur 4.918,20 ha dengan jenis kegiatan budidaya ikan air tawar yang dapat dilakukan adalah budidaya ikan di kolam, minapadi dan karamba. Pemanfaatan potensi budidaya ikan air tawar yaitu 805,57 ha untuk kolam; 366,25 ha untuk minapadi dan 0,08 ha untuk karamba dengan komoditi ikan yang sudah dikembangkan meliputi ikan mas, nila, guramy, lele, bawal, patin, tawes. Sedangkan produksi budidaya air tawar berdasarkan jenis kegiatan dalam tahun 2009 adalah kolam 851,00 ton; minapadi 3,60 ton dan karamba 1,40 ton.
d. Potensi lain
1) Hutan Bakau (mangrove)
hutan bakau (mangrove) mencapai 1.589,81 ha yang tersebar pada wilayah Kecamatan Jerowaru, Keruak, Pringgabaya dan Sambelia.
2) Terumbu Karang (coral reefs)
Terumbu Karang (Coral reefs) merupakan salah satu ekosistem yang subur (produktifitas primer tinggi) yang berfungsi sebagai tempat berkembangbiak dan berlindungnya sumberdaya ikan.
Potensi terumbu karang penyebarannya hamper merata pada perairan laut Lombok Timur yang berada pada kedalaman 8,0 – 34,0 m dengan perkiraan luas mencapai 321,04 km². Khusus untuk kawasan Gili Sulat dan Gili Lawang pengelolaan mangrove dan terumbu karang serta sumberdaya ikan telah dilakukan proteksi dari kegiatan yang dapat merusak sumberdaya yaitu dengan menetapkan kawasan tersebut sebagai Kawasan Konservasi Laut Daerah (KKLD) sesuai Perda Nomor 10 Tahun 2006.
G. Spesies endemik
Hampir seluruh pulau tertutup oleh vegetasi mangrove. Di Lombok Timur, wisata hutan mangrove sudah lama dipasarkan. Di sini terdapat jembatan setapak dari kayu yang panjangnya sekitar 2,5 km. sebagai tempat jalan masuk ke dalam hutan mangrove, dimana di dalamnya terdapat aneka jenis burung laut, monyet, dan kelelawar. Jenis-jenis mangrove yang terdapat di wilayah Lombok Timur tepatnya di Gili Sulat dan Gili Lawang meliputi Rhizophora apiculata,. R. stylosa, R.mucronata, Bruguiera gemnorrhyza, Sonneratia alba, Ceriops tagal, Luminitzera recemosa, dan Avicenia marina.
Vegetasi lamun cukup padat, persentase tutupannya berkisar antara 70 s/d 100 % dengan luasan sekitar 100 hektar. Ditemukan 7 species lamun sesuai dengan urutan dominansinya yaitu Thalassia hemprichii, Enhalus acoroides, Cymodocea rotundata, Syringodium isoetifolium, Cymodocea serrulata, Halodule pinifolia dan Halophila ovalis.
Ikan karang yang ditemukan di kawasan perairan Gili Sulat dan Gili Lawang terdiri dari ikan karang konsumsi dan ikan karang hias. Ikan karang konsumsi didominasi oleh jenis ikan karang ekor kuning dan ikan kerapu (Epinephelus polyhekadion). Kelimpahan ikan di perairan Pulau Gili Lawang dan Pulau Gili Sulat sekitar 300 ekor/100 m2. Spesies ikan yang
ditemui di Lombok Timur diantaranya adalah: Kakatua (Leptoscopus vagientis), Kepe-kepe totol (Caetodon citrenellus), Baronang (Siganus argentus), Badut (Amphiprion ocellaris), Ekor kuning (Caesio cuning), Kerapu (Epinephelus polyphekadion), Bibir manis (Pecthorhincus orientalis), Lobster (Enooplometopus daumi), Maming (Bulbomethopen bicolor), Bulu babi (Diadema sitosum), Kima (Tridacna gigas), Timun Laut (Holothuria leucospilata) dan Buntal (Asthias sp).
H. Aksesibilitas
Beberapa alternative mudah yang dapat di lakukan untuk mencapai pulau eksotis ini antara lain yang pertama melalui jalur udara dengan menggunakan pesawat dan menggunakan kapal atau fastboat dari bali menuju pelabuhan di Lombok, selanjutnya dari pelabuhan menggunakan mobil menuju penginapan.
1. Bali ke Lombok (Jalur Udara)
Berikut beberapa informasi pilihan yang dapat dilakukan adalah sebagai berikut :
a) Penerbangan dari Bali – Lombok hanya memerlukan waktu sekitar 25 menit dengan beberapa Airline berikut ini.
1) Merpati Airlines : Penerbangan langsung lansung 4 kali sehari. Lombok, ph: 0370 621111. Airport: 0370 633637. Bali, ph:0361 235358. www.merpati.co.id
2) Trans Nusa Air : Penerbangan langsung 3 kali sehari. Lombok, ph: 0370 6162428, 616433. Bali, ph: 0361 760218. www.transnusa.co.id
3) Wings Air : Penerbangan langsung dengan 2 penerbangan sehari. Lombok, ph: 0370 6627444. Bali, ph: 0361 765183. www.lionair.co.id
Tersedia penerbangan langsung dari Jakarta – Lombok setiap hari, biasanya terhubung dengan penerbangan European. Lombok sangat mudah diakses dari Jakarta, Bali, Jogakarta, dan Surabaya.
1) Garuda Indonesia Airlines : Penerbangan langsung dari Jakarta ke Lombok 3 kali setiap hari. Call Center: 080 418 07807. Airport: 0370 646846. www.garuda-indonesia.com
2) Merpati Airlines: Menawarkan penerbangan Lombok, Bali, Jakarta, Surabaya, Bandung, Sumbawa, Flores, Kupang dan beberapa destinasi lainnya. Ph: 0370 621111. www.merpati.co.id
3) Trans Nusa Air : Melayani penerbangan Lombok dan Sumbawa setiap 2 hari, dan Bima setiap hari. Lombok, ph: 0370 616428, 616433. www.transnusa.com
4) Batavia Air: Menyediakan penerbangan Lombok, Surabaya dan Jakarta, ph: 0370 648998. www.batavia-air.co.id
5) Lion Air: menyediakan penerbangan Lombok, Jakarta, Surabaya. Ph: 0370 6627444 / 642180. www.lionair.co.id
c) Penerbangan internasional
Bandara Selaparang melayani kedatangan Internasional dan sudah mempunyai visa dengan fasilitas lengkap, efisien dan proses visa cepat.
1) Silk Air: perusahaan dari maskapai penerbangan Singapura, menyediakan penerbangan langsung antara Lombok dan Singapura 3 kali seminggu. Lombok, ph: 0370 62825 / 628254 / 628256. www.silkair.com
2) Merpati Airlines: Mempunyai penerbangan setiap hari antara Lombok dan Kuala Lumpur, Malaysia (via Surabaya). Lombok, ph: 0370 621111. www.merpati.co.id 2. Bali ke Lombok (Jalur Laut)
Pelabuhan Padang Bai (Bali) menyediakan perhubungan laut menuju pulau Lombok. Dari Padang Bai menuju pelabuhan Lembar (Lombok) menghabiskan waktu sekitar 5 jam dengan menggunakan ferry. Apabila anda ingin mencapai Lombok dengan cepat anda bisa menggunakan Fast Boat. Berikut beberapa informasi alternative mengenai transfortasi laut yang dapat dilakukan adalah sebagai berikut :
a) Publik Ferry, berangkat setiap 2 jam setiap hari dari Padang Bai (Bali) – Lembar. Dengan harga Rp. 35.000/orang. Perama Tours, menyediakan paket transfer lengkap. Termasuk penjemputan dari destinasi melalui Bali dan Lombok.
c) Blue Water Express, menyediakan penyebrangan antara Bali dan Gili Trawangan. BWS ini mengoperasikan 2 boat, dengan kapasitas 15 dan 25 penumpang. Berangkat dari pelabuhan Benoa (Bali) jam 08.00 setiap hari. Ph: 0361 723479. www.bwsbali.com
d) Wahana Gili Ocean, melayani penyebrangan dari Padang Bai (Bali) menuju Gili Trawangan dan Lombok. Berangkat dari Padang Bai jam 09.00/02.00 dan berangkat dari Gili Trawangan jam 11.00 / 03.30. Bali Ph: 0366 559 6044 / 532 2603. Gili Ph:087863197055. www.wahanagiliocean.com
e) Marina Srikandi Fast Boat, Marina srikandi menyediakan pelayaran yang nyaman dan menyenangkan dengan destinasi dari Bali ke Lombok dan beberapa gili seperti gili (air, meno dan trawangan). Dari Pelabuhan Padang Bali ke Gili Trawangan menghabiskan waktu sekitar 1 jam.
Penting untuk diketahui
Jika mempunyai rencana untuk menelusuri kampung – kampung kecil di sekitar Lombok, sebaiknya menggunakan pakaian yang sopan, dan jika anda kebetulan datang ke Lombok pada bulan Ramadhan, janganlah makan, minum, atau merokok sembarangan khususnya di daerah perkampungan, lain halnya jika di daerah pariwisata seperti Senggigi, Kuta Lombok, Gilis atau tempat umum yang mana orang biasa makan atau minum seperti di restoran. 1. Pelayanan Taxi di Lombok
Taxi beroperasi di bandara dan semua hotel - hotel besar dengan tarif yang beragam tergantung dari jarak tempuh. Perusahaan Taxi di Lombok adalah Lombok Taxi (627000), Lendang Express (634444) dan Taxi Bandara.
2. Angkutan Umum (BEMO)
Bemo di Lombok bukanlah kendaraan beroda 3 seperti yang terdapat di daerah lain. Bemo di sini sebutan untuk angkot. Bemo beroperasi melayani penumpang antar kota seperti Mataram, Ampenan, Cakranegara dan Senggigi dengan bayaran yang relatif murah.
Bemo yang lebih besar di sebut engkel yang berukuran lebih besar dan dengan rute untuk jarak yang lebih jauh dan antar wilayah.
A Angkutan Kota
I Pancor – Selong – Labuhan Haji
1 Penumpang Umum 9 4.000 1 Pancor – Masbagik 7 336 2.352 2.500
2Pancor – Masbagik –
Rempung 9,5 336 3.192 3.500
3 Pancor – Masbagik – Lenek 14 336 4.704 5.000 4 Pancor – Masbagik – Aikmel 16,5 336 5.544 6.000 5Pancor – Masbagik –
Wanasaba 21,5 336 7.224 7.500
6 Pancor – Masbagik – Apitaik 25,5 336 8.568 9.000 7Pancor – Masbagik –
Pringgabaya 28 336 9.408 9.500
8Pancor – Masbagik – Labuhan
Lombok 36,5 336 12.264 12.500
9Pancor – Masbagik – Labuhan
Kayangan 40,2 336 13.507 14.000
10Pancor – Masbagik – Sambelia 56,5 336 18.984 19.000 11Pancor – Masbagik – Belanting 75 336 25.200 25.500 12Pancor – Masbagik – Lb.
Lombok - Sembalun 117 336 39.312 39.500 13Pancor–Masbagik–Aikmel–
Suela–Pesugulan–Sembalun 45 336 15.120 15.500 II Pancor – Keruak - Kaliantan
1 Pancor – Sakra 8 336 2.688 3.000 2 Pancor – Keruak 21,5 336 7.224 7.500 3Pancor – Keruak –
Pemongkong – Ekas 33,5 336 11.256 11.500 4Pancor – Keruak – Serewe –
Kaliantan 42,5 336 14.280 14.500
5Pancor – Keruak – Pengoros –
Luar
IIIPancor – Masbagik – Kotaraja – Praubanyar
1Pancor – Masbagik –
Paokmotong – Kotaraja 14 336 4.704 5.000
2
Pancor – Masbagik – Paokmotong – Kotaraja – Praubanyar
23 336 7.728 8.000
3Pancor – Masbagik – Kotaraja
– Tetebatu 19 336 6.384 6.500
4Pancor – Masbagik – Kotaraja
– Joben 23,8 336 7.997 8.000
IVPancor – Masbagik – Aikmel - Pesugulan
Pringgabaya–Lb. Lombok 25 336 8.400 8.500 Sumber : DISHUBKOMINFO KAB. LOMBOK TIMUR TAHUN 2013
3. Cidomo
4. Ojek
Berbeda dengan transportasi publik lainnya, Ojek menggunakan sepeda motor untuk mengangkut penumpang. Kebanyakan ojek beroperasi pada malam hari ketika Bemo tidak lagi beroperasi. Tidak ada tarif resmi untuk angkutan ini, sehingga sepenuhnya berdasarkan kesepakatan antara tukang ojek dan penumpang itu sendiri. Jika anda ingin menggunakan jasa angkutan ini, pastikan dahulu anda telah menemukan kesepakatan harga dan tukang ojeknya tahu tempat yang di tuju, hal ini penting untuk menghindari perselisihan.
5. Transportasi Lainnya
Sistim transportasi lainnya di Lombok adalah Pesawat terbang dan Helikopter, Bot, Bis, Sepeda Motor dan Sepeda. Garuda Indonesia, Batavia Air, Lion Air, Merpati, GT Air, dan Wings Air adalah penerbangan yang melayani rute Lombok dari Propinsi lainnya di Indonesia dan juga dari beberapa negara tetangga seperti Malaysia, Singapura dan Vietnam. Penerbangan Langsung dari Luar Negeri untuk saat ini hanya dilayani oleh Silk Air, Singapura.
Feri melayani rute pelayaran antara Lembar di Lombok dan Padang Bai di Bali dan juga pelayaran antara pelabuhan Kayangan di Lombok Timur dan Tano di Pulau Sumbawa. Juga ada kapal cepat yang melayani rute dari Bali langsung ke 3 Gili.
Jaringan jalan di Lombok cukup baik. Dapat juga menjelajahi Lombok dengan menyewa Sepeda atau Sepeda Motor, selain murah juga banyak tersedia. Perahu dan Sampan kecil biasanya di gunakan untuk keperluan penyeberangan jarak dekat dan untuk keperluan olah raga menyelam ataupun surfing.
Bawalah uang kecil atau uang pas untuk membayar angkutan publik seperti taxi atau Bemo. Telepon operator taxi 627000 (Lombok taxi) jika ingin di jemput. Jika ingin menyewa mobil, pastikan dahulu tarifnya dan waktu hitungannya, hal ini lebih baik daripada berbeda pendapat di akhirnya.
Untuk menunjang kegiatan pariwisata, khususnya pengembangan pariwisata, khususnya pengembangan wisata alam dan wisata bahari di Kabupaten Lombok Timur, perlu dibangun sarana dan prasarana pendukung seperti penginapan restoran dan transportasi laut yang aman, nyaman dan menyenangkan.Tempat hiburan seiring dengan semakin meningkatnya pendapatan masyarakat dan kegiatan ekonomi yang meningkat maka jasa hiburan adalah investasi yang juga paling berprospek
Pusat-pusat hiburan seperti aneka mainan untuk anak-anak sarana olahraga rekreasi dan sarana hiburan untuk para orang dewasa belum dimiliki oleh warga Kabupaten Lombok Timur. Selain itu peningkatan jumlah lembaga perbankan diarasakan sangat diperlukan karena untuk menumbuhkan gairah kegiatan ekonomi perlu penyediaan program-program kredit usaha yang menarik dan kompetitif diantara lembaga perbankan.
Dari berbagai obyek wisata yang dimiliki Kabupaten Lombok Timur,hanya sebagian kecil saja yang sudah diberdayakan secara maksimal. Padahal obyek -obyek wisata ini sangat potensial sekali mendatangkan para wisatawan. Karena daya tarik keindahan dan keunikannya. Secara kualitas tidak kalah menarik dengan obyek-obyek wisata daerah lain. Seperti dibagian selatan Kabupaten Lombok Timur yaitu Teluk Ekas, Teluk Serewe, kawasan Kaliantan, kawasan Sungkun, kawasan Sunut, Pantai Surga, dan Pantai Cemara, Pantai Tanjung Ringgit dan sekitarnya, yang berada di wilayah Kecamatan Jerowaru Kabupaten Lombok Timur. Untuk itu investasi pada obyek-obyek wisata ini secara ekonomis sangat menguntungkan.
Kawasan-kawasan wisata pantai tersebut memiliki keunggulan antara lain : Panorama alam, pemandangan bawah air berupa terumbu karang dan keaneka ragaman flora dan faunanya serta peninggalan sejarah.
Selain kawasan pantai, terdapat juga beberapa kawasan Gili (pulau-pulau kecil) sebanyak lebih kurang 23 Gili disekitar Kecamatan Jerowaru yang tidak kalah menariknya dibanding panorama pantai yang ada.
1. Pantai Kaliantan dan Tanjung Bloam.
Kecamatan Sikur – Sakra – Keruak – Jerowaru – Pemongkong – Kaliantan dengan tambahan waktu tempuh kurang lebih 90 menit.
Waktu tempuh untuk mencapai pantai Kaliantan dari pusat Kecamatan Jerowaru sekitar 30 menit dengan jarak tempuh ± 23 km, dan dari Bandara 2,5 jam dengan jarak tempuh ± 92 km. Selain daya tarik panorama alam pantai Kaliantan maka salah satu Atraksi Wisata yang dimiliki Pantai Kaliantan adalah adanya kegiatan seremonial budaya berupa upacara Bau Nyale. Bau Nyale merupakan pesta rakyat untuk menangkap hewan laut berupa/sejenis cacing laut.
Acara ini berlangsung antara bulan Februari – Maret dimana hampir sebagian penduduk pulau Lombok datang ke pantai ini untuk mengikuti berbagi rangkaian acara yang diselenggarakan oleh sebagian sebagian masyarakat Lombok, Nyale atau hewan laut sejenis cacing ini menurut kepercayaan sebagian masyarakat sekitar memiliki khasiat dan dapat membawa berkah, misalnya akan dapat mengusir berbagai macam penyakit/hama tanaman yang ada di ladang, sehingga dipercaya dapat meningkatkan hasil pertanian. Acara Bau Nyale merupakan daya tarik yang dapat dijadikan satu paket wisata andalan bagi kawasan wisata ini.
Daya tarik wisata lain dari Pantai Kaliantan ini adalah kondisi fisik kawasan pantai yang memiliki ciri khas antara lain : Jenis matrial pasir yang butiran dan teksture warnanya menyerupai merica, serta terumbu karang yang masih menampakkan kelestariaanya sehingga menjadi obyek bagi kegiatan Snorkling dan gelombang laut yang cukup memadai untuk kegiatan Surfing.
Selain itu Tanjung Bloam merupakan daerah konservasi penyu yang berhabitat disekitar tebing-tebing dan sepanjang garis pantai yang membentang dari ujung selatan dan Utara. Lokasi Tanjung Bloam ini dapat dijangkau menggunakan kendaraan roda empat sampai ke lokasi tujuan. Tanjung Bloam dapat ditempuh melalui route yang sama dengan Pantai Kaliantan, karena jaraknya relatif dekat dari Pantai Kaliantan.
2. Tanjung Ringgit, Tanjung Perak dan Tanjung Cina.
Tanjung Ringgit, Tanjung Perak dan Tanjung Cina merupakan kawasan pantai berdataran tinggi / bukit dengan topografi berupa tebing-tebing curam. Kawasan ini dapat dicapai dengan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat desa atau kurang lebih 2,5 jam dari Bandara sekitar dan berjarak lebih kurang ±90 km. Tanjung Ringgit, Tanjung Perak dan Tanjung Cina menyuguhkan pemandangan pantai dengan nuansa lain, karena dari lokasi ini dapat dilihat panorama Samudera Indonesia atau dikenal dengan Samudra Hindia.
Dari ketinggian topografi bukit karang yang dimiliki .Tebing-tebing ini merupakan pemandangan alam yang menarik untuk dinikmati, disamping karena strukturnya yang eksotik sebagai hasil bentukan alam, tetapi juga tektur batuannya penyusunnya memiliki gradasi warna yang menarik.
Selain panorama alamnya , kawasan Tanjung Ringgit, Tanjung Perak dan Tanjung Cina ini memiliki obyek lain yang dapat dijadikan tujuan wisata.
Disekitar Tanjung Ringgit terdapat rangkaian Goa-goa peninggalan jaman Jepang, sebagai jejak pendaratan Jepang Dalam Perang Dunia II sekitar tahun 1942. Pada waktu itu Jepang mendarat di Wilayah Pemongkong Tanjung Ringgit dan menguasai daerah sekitarnya, untuk menghadapi serangan sekutu,tentara jepang membangun jalur bawah tanah dan goa-goa disekitar wilayah tersebut sebagai pertahanan, yang sampai saat ini jalur bawah tanah dan goa tersebut masih ada, dan dikenal dengan nama Goa Jepang/Tangsi.
Selain goa Jepang ada juga peninggalan bersejarah lainya yaitu Meriam Jepang, meriam ini juga merupakan jejak Perang Dunia II yang diletakkan menghadap ke samudera Hindia yang ditujukan untuk menyerang tentara-tentara sekutu yang akan masuk ke daerah tersebut. Meriam Jepang ini memiliki panjang 5 meter, dengan diameter luar 27cm, diameter dalam 16cm dan keliling belakang 50 cm
3. Gili Sunut.
relatif tenang, karena terdapat pulau-pulau/gili-gili kecil sebagai penghalang ombak samudra Indonesia/Hindia.
Kondisi inilah yang sangat mendukung untuk pengembangan atraksi wisata berupa rafting, banana split atau kegiatan wisata pantai, menyelam, maupun sekedar menikmati panorama pemandangan alam. Ditengah pantai terdapat tiga pulau yang oleh masyarakat setempat disebut dengan Gili Petelu.
Saat ini Gili Sunut dihuni oleh 109 kepala keluarga dengan mata pencaharian utama adalah sebagai nelayan. Kondisi umum Gili Sunut dalam mendukung kegiatan wisata cukup potensial terutama untuk pengembangan wisata dan pengembangan usaha budidaya mutiara.
4. Ekas.
Kawasan Ekas merupakan salah satu Kawasan Pantai dengan kondisi pantai berupa Teluk. Kondisi pantai kawasan ini merupakan pantai yang berpasir putih terhampar luas dengan ombak kecil. Kawasan ini juga merupakan kawasan yang sebagian lokasinya merupakan kawasan hunian nelayan (Kampung Nelayan).
Potensi yang dapat dikembangkan adalah kegiatan wisata alam/pantai dengan aktifitas wisata seperti penyelaman dangkal (Diving) dan menikmati panorama pantai dengan seluruh aktivitas yang ada. Fasilitas pendukung yang dapat dikembangkan dikawasan ini terutama adalah akomodasi wisata serta fasilitas dan utilitas pendukung lainnya seperti prasarana jalan, perdagangan dan komunikasi.
Faktor-faktor pendukung yang menjadikan kawasan ini memiliki nilai tambah adalah dengan dimilikinya keaneka ragaman ekosistem pantai, dan topografinya yang landai memberikan kesan lapang dan panorama yang indah untuk menikmati saat matahari terbit (Sun Rise) dan matahari terbenam (Sun Set).
Kawasan Wisata pantai Teluk Ekas terletak pada ujung selatan Lombok Timur terletak di Desa Pemongkong Kec. Jerowaru Kab. Lombok Timur. Jarak tempuh kurang lebih selama 15 menit dari pusat Kota Kecamatan ke arah selatan dan kira-kira dari bandara Selaparang berjarak tempuh 2 jam dengan jarak tempuh ± 80 km. Teluk Ekas merupakan kawasan yang berada dalam satu jalur dengan wisata pantai Surga, Pantai Kaliantan, dan Pantai Cemara.
Kawasan pantai ini merupakan salah satu kawasan pantai yang berada satu jalur dengan kawasan pantai Ekas . Pantai ini mempunyai Panorama alam yang mempesona, dengan kawasan pantai berpasir putih dengan granular pasir seukuran biji merica.
Dengan kondisi dan panorama alam yang cukup menarik maka pantai sorga mempunyai potensi untuk dikembangkan lebih lanjut. Selain potensi alam kawasan Pantai ini memiliki Potensi ekonomi unggulan yaitu budidaya Mutiara dan rumput laut yang dikelola oleh beberapa Perusahaan yang bermitra dengan masyarakat setempat
Faktor-faktor pendukung yang menjadikan kawasan ini memiliki nilai tambah adalah dengan dimilikinya keaneka ragaman ekosistem pantai, dan topografinya yang landai memberikan kesan lapang dan panorama yang indah untuk menikmati saat matahari terbit (Sun Rise) dan matahari terbenam (Sun Set).
Sepanjang bentangan alam pantai yang ada, maka dominasi hamparan pasir putih dan tebing-tebing yang curam yang nampak. Kondisi air yang biru dan jernih pada kawasan ini masih terjaga dengan panorama bawah air yang memukau, sehingga aktivitas wisata berupa diving untuk melihat keindahan bawah laut sangat sesuai untuk kawasan ini.
Pantai sorga terdapat di Dusun Sungkun Desa Pemongkong Kecamatan Jerowaru. Akses untuk menuju ketempat ini relatif mudah dengan kondisi jalan yang oleh Pemda Lombok Timur terus dibenahi. Berdasarkan potensi yang dimiliki Pantai Sorga sangat sesuai untuk beberapa aktivitas wisata seperti : memancing, berenang, dan menyelam untuk menikmati Panorama bawah laut.
Disamping itu pertimbangan lain untuk investasi pada obyek -obyek wisata di Kabupaten Lombok Timur setidaknya karena :
1. Obyek wisatanya sudah ada tinggal membangun prasarana penunjang. Kusus bagian selatan dekat dengan Bandara Internasional Lombok (BIL).
3. Dampak yang ditimbulkan yaitu : Membangkitkan berbagai usaha jasa lainnya seperti biro-biro jasa perjalanan, penginapan, restoran - restoran atau warung-warung makan, cinderamata, dan berbagai jasa pariwisata lainnya.
BAB IV PENUTUP A. Kesimpulan
1. Kabupaten Lombok Timur memeiliki luas wilayah laut mencapai 1.0743,33 km2 , yang merupakan 40,09% dari luas wilayahnya. Bentangan pantai mencapai 220 km dari selatan ke utara. Potensi pengembangan wilayah pesisir dan pulau–pulau kecil itu memcakup 6 kecamatan serta 22 desda/ kelurahan pantai, dengan jumlah nelayan perikanan tangkap sebanyak 16.434 jiwa.
2. Kabupaten Lombok Timur memiliki sumberdaya alam (kelautan dan perikanan) yang cukup besar sehingga kedepan menjadi harapan dalam upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat.
3. Kabupaten Lombok Timur juga beriklim tropis yang ditandai dengan dua musim yaitu musim panas dan musim penghujan. Temperatur tertinggi berkisar 33ºC dan temperatur terendah berkisar 20 - 25ºC.
4. Wilayah Kabupaten Lombok Timur dilalui oleh banyak aliran sungai dan anak sungai, akan tetapi tidak semua sungai berair sepanjang tahun. Terdapat 9 DAS dan hanya satu danau di daerah ini, yaitu danau Segara Anak yang berada diperbatasan antara Kabupaten Lombok Barat dengan Kabupaten Lombok Timur.
6. Penduduk asli pulau Lombok adalah suku Sasak. Suku Sasak menganut agama Islam (pulau Lombok juga dikenal dengan sebutan pulau seribu masjid). Agama kedua terbesar yang dianut di pulau ini adalah agama Hindu, yang dipeluk oleh para penduduk keturunan Bali yang berjumlah sekitar 15% dari seluruh populasi di sana.
7. Lombok timur merupakan penghasil nomor satu di Pulau Lombok untuk budidaya laut dengan komoditas rumput laut dan kerapu, budidaya tambak dengan komoditas udang vaname, windu dan bandeng serta budidaya air tawar dengan komoditas unggulannya ikan mas dan nila. Dari semua komoditas tersebut kecuali bandeng merupakan penyumbang produksi terbesar untuk Nusa Tenggara Barat khusus Pulau Lombok.
8. Spesies ikan yang ditemui di Lombok Timur diantaranya adalah: Kakatua (Leptoscopus vagientis), Kepe-kepe totol (Caetodon citrenellus), Baronang (Siganus argentus), Badut (Amphiprion ocellaris), Ekor kuning (Caesio cuning), Kerapu (Epinephelus polyphekadion), Bibir manis (Pecthorhincus orientalis), Lobster (Enooplometopus daumi), Maming (Bulbomethopen bicolor), Bulu babi (Diadema sitosum), Kima (Tridacna gigas), Timun Laut (Holothuria leucospilata) dan Buntal (Asthias sp).
TUGAS KONSERVASI
SUMBERDAYA PERAIRAN
:
OLEH
:1. DITO ARY PURNAMA ASSIDIQ NRP. 4711519462/ TPS-A 2. GEMA FITRA ARISANTO NRP. 4812519990/ TPS-A
3. ANA FEBRIANTI SUNARTO NRP. 4812529973 /TPS-B
PROGRAM STUDI
TEKNOLOGI PENGELOLAAN SUMBERDAYA PERAIRAN SEKOLAH TINGGI PERIKANAN