Proses islmaisasi di afrika secara umum
PEMBAHASAN
A. Islamisasi di Afrika dari masa ke masa
Nama Afrika berasal dari bahasa latin, yaitu Africa terra yang berarti tanah Afri. Afrika merupakan benua terluas nomor dua setelah Asia, yaitu 20 % dari seluruh total daratan bumi dan penduduknya mencapai sepertujuh dari seluruh populasi dunia.[4] Sebutan bagi penduduk Afrika biasa dikenal dengan nama Berber dan Negro. Bangsa Negro sangat majemuk, bahkan mendominsi dari jumlah penduduk di benua Afrika, aktifitas keagamaannya sangat beragam yang mempunyai peranan penting dalam kehidupan sehari-hari.
Afrika utara adalah bagian dari daerah di benua Afrika di mana budaya dan penduduknya berbeda dengan daerah-daerah di Afrika lainnya. Afrika Utara adalah sebuah kehidupan masyarakat Berber yang bersifat kesukuan, berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat lain dan patriarkhi.[5] Penduduk Afrika Utara sebagian besar termasuk ras kulit putih dan merupakan penutur bahasa Afro-Asia.[6] Sebelum Islam masuk ke daerah Afrika Utara, daerah ini merupakan daerah dibawah kekuasaan Romawi.
Secara geografis, Afrika Utara merupakan wilayah bergurun. Dalam terminologi Arab, daerah ifriqiyah merupakan bagian dari Afrika Utara yaitu wilayah Libya, Tunisia, Al-Jazair, dan Maroko. Seluruh wilayah tersebut oleh orang-orang Arab dikenal dengan sebutan Al-Maghribi. [7]
Penyebaran Islam di Afrika bermula pada masa Nabi Muhammad ketika ada kontak pertama kali antara Islam dengan Afrika, yaitu setelah para sahabat hijrah ke Habsyi dan mendapatkan sambutan baik dari raja Najjasyi maupun penduduk setempat. Penyebaran Islam kemudian dilanjutkan pada masa Khalifah Umar Ibn Khattab dengan mengutus Amr ibn 'Ash. Pasukan muslim dibawah panglima Amr ibn 'Ash berhasil memasuki Mesir dengan mengelahkan tentara Bizantium yaitu pada tahun 639-644 M, dan mendirikan kota Fusthat sebagai ibu kota pertama di wilayah Afrika.[8]
Penyebaran Islam ke wilayah Afrika kemudian dilanjutkan oleh khalifah ke tiga yaitu Khalifah Utsman ibn Affan dengan mengirim Abdullah ibn Sa’ad ibn Abi Sarah yang berhasil mengalahkan tentara Romawi di Laut Tengah dan mengalahkan tentara Bizantium dan terus maju sampai ke Barqah dan Tripoli dan terus merangsek sampai ke daerah Carthage, yaitu ibu kota Romawi di Afrika Utara.[9] Perluasan wilayah Afrika sedikit terganggu dengan adanya suhu politik di Madinah yang kurang mendukung sehingga perluasan wilayah tidak memungkinkan untuk dilanjutkan. Kondisi ini dimanfaatkan oleh Raja Konstantine III untuk merebut kembali kekuasaannya atas wilayah Afrika.
Masuknya Islam ke Afrika Utara merupakan moment penting bagi masa depan Islam secara keseluruhan di benua Afrika dan daratan eropa yang selama berabad-abad berada dibawah kekuasaan Kristen. Dalam peradaban Islam, Afrika Utara tidak dapat dilupakan begitu saja. Hal ini dikarenakan Afrika Utara merupakan pintu masuk dari sentral penyebaran Islam, yakni Timur Tengah. Bukti kemajuan di Afrika Utara dalam peradaban Islam adalah dalam bidang arsitektur, seni, dekorasi dan intelektual. Diantara tokoh yang terkenal dalam bidang intelektual adalah Ibn Batuta (Biologi), Ibnu Khaldun (sosiologi) dan Ibn Zuhr.[11]
Perjalanan panjang penyebaran Islam tidak serta merta berjalan dengan mudah, akan tetapi melalui beberapa rintangan baik rintangan dari dalam maupun dari luar. Pergolakan politik yang terjadi dalam pemerintahan pada saat itu, dimanfaatkan oleh bangsa Berber untuk melakukan pemberontakan. Pemberontakan silih berganti baik yang dilakukan orang-orang Berber sendiri dengan maksud melepaskan diri dari kekuasaan orang Islam. Misalnya, pemboikotan yang dilakukan oleh Kusailah pada masa Muawiyah. Pada tahun 683 M orang-orang Islam di Afrika Utara mengalami kemunduran karena orang-orang-orang-orang Berber di bawah pimpinan Kusailah bangkit memberontak dan mengalahkan 'Uqbah di Tahuza pada saat pulang ke ibu kota Qayrawan. Dia dan pasukannya tewas dalam pertempuran tersebut.[12]
Rintangan dari pihak luar, misalnya, keinginan bangsa Romawiatas wilayah Afrika maupun penjajahan bangsa Eropa.[13] Pada saat pemerintahan dipegang oleh Abdul Malik ibn Marwan pada masa Daulah Umayyah, Afrika Utara dapat direbut kembali dari kekuasaan
Romawi dan berhasil mengalahkan perlawanan bangsa Berber.
B. Dinasti-dinasti Yang Mewarnai Islamisasi di Afrika
Telah disinggung sebelumnya bahwa 'Uqbah mendirikan kota militer yang termasyhur yaitu Qayrawan di sebelah selatan Tunis. Pendirian ini bertujuan untuk mengendalikan orang-orang Berber yang terkenal ganas dan sukar diatur sekaligus membentengi diri dari orang-orang-orang-orang Romawi. Afrika Utara memasuki babak baru dan Islamisasi dapat dilanjutkan kembali. Sejak saat itu, Afrika Utara melepaskan diri dari wilayah kekuasaan mesir dan berdiri sebagai wilayah tersendiri yang dipimpin oleh seorang gubernur.[14]
Pada masa pemerintahan dipegang oleh Musa, Afrika Utara mengalami kemajuan yang pesat dan terjadi perubahan dan membuat stabilitas keamanan serta perubahan yang sangat berarti baik dibidang sosial maupun politik sehinggaIslamisasi baru dapat berjalan lancar. Sebagai apresiasi terhadap pasukan muslim bahwa mereka bukan hanya sekedar mengIslamkan kaum Berber semata namun juga mengajarkan pengetahuan yang mendalam mengenai agama tersebut termasuk didalamnya pengetahuan bahasa arab sehingga bahasa arab sebagai bahasa percakapan di Afrika utara sampai sekarang.
Keberhasilan tersebut tidak lepas atas dukungan kaum Khawarij yang ikut terlibat sehingga Islam benar-benar dapat diterima dan mengakar di kalangan Afrika Utara. [15] Pergolakan politik yang terjadi pada masa dinasti Umayyah yang mengakibatkan pergantian kekuasaan Bani Umayyah kepada Bani Abbasiah, dan peralihan kekuasaan kekhalifahan Islam dari damaskus di Syiria ke Baghdad di Persia tampaknya tidak dapat dipungkiri sebagai awal munculnya dinasti-dinasti baru di Afrika utara. Hampir seluruh wilayah Afrika Utara melepaskan diri dari kekuasaan dinasti Abbasiah.[16]
1. Dinasti Idrisiah
Di wilayah Maroko, Idris ibn Abdullah setelah gagal melakukan pemberontakan terhadap Abbasiah, ia melarikan diri ke Maroko dan mendirikan dinasti Idrisiah (788-974 M) yang beribu kota di Fas. Dinasti ini yang pada akhirnya ditaklukkan oleh panglima Ghalib Billah dari dinasti Umayyah di Andalusia. Idrisyah merupakan dinasti Syi'ah pertama dalam sejarah Islam.[17] Idrisiyyah adalah dinasti pertama yang berupaya memasukkan doktrin Syi'ah, meskipun dalam bentuk yang sangat lunak, ke Maghrib. Sebelumnya, wilayah itu didominasi oleh kaum Khawarij.[18]
Periode Idrisiyah sangat penting bagi penyebaran kultur Islam di kalangan masyarakat Berber di dalam negeri. Namun selama pemerintahan Muhammad al-Muntashir, berbagai wilayah kekuasaan Idrisiyah terpecah secara politis sehingga menjadi mangsa serangan musuh-musuh mereka yaitu Berber, terutama abad ke sepuluh dengan munculnya dinasti Fathimiyah. 2. Dinasti Rustamiyah
Dinasti ini didirikan oleh Abdurrahman ibn Rustam. Ia merupakan pemimpin suku Berber dari jabal Nefusa yang menganut faham Kharijiyah sekte Ibadiyah, berhasil menduduki Tripoli dan Qayrawan. Selanjutnya pada tahun 761 M, ia pergi ke Aljazair barat dan mendirikan basis Kharijiyah yang kemudian dinamakan dinasti Rustamiyah yang beribu kota di Tahert (Al-Jazair). Dinasti ini bertahan sampai tahun 909 M.[19] Rustamiyah memiliki nilai penting bagi sejarah Islam Afrika Utara yang tidak sebanding dengan masa dan lingkup kekuasaan politis mereka.
Mayoritas Berber Afrika Utara menganut sekte Kharijiyah yang radikal, equalitarian, dan religio-politis, yang merupakan bentuk protes terhadap dominasi tuan-tuan mereka yang Arab dan ortodok. Sementara di Timur, Kharijiyah merupakan sekte minoritas yang ekstrim dan kasar.Sedangkan di Barat, Kharijiyah merupakan sebuah gerakan massa yang lebih moderat. Namun dengan bangkitnya Fathimiyah yang Syi'ah di Maroko berakibat fatal bagi Rustamiyah (777-909 M) dan berakhirlah dinasti ini sebagaimana bagi dinasti-dinasti lokal lainnya.[20] Di bawah Rustamiyah, Tahart mengalami kemakmuran material yang luar biasa, menjadi terminal di Utara dari salah satu rute kafilah trans-Sahara.
3. Dinasti Aghlabiyah
Dinasti Aghlabiyah adalah salah satu Dinasti Islam di Afrika Utara yang berkuasa selama kurang lebih l00 tahun (800-909 M), dan berpusat di Sijilmasa.[21] Wilayah kekuasaannya meliputi Ifriqiyah, Algeria dan Sisilia. Dinasti ini didirikan oleh Ibnu Aghlab. [22] Ayah Ibrahim ibn Al-Aghlab adalah seorang pejabat Khurasan dalam militer Abbasiyah. Pada tahun 800 M, Ibrahim diberi profinsi Ifriqiyah (Tunisia Modern) oleh Harun Al-Rasyid sebagai imbalan atas pajak tahunan yang besarnya 40.000 dinar. Pemberian ini meliputi hak-hak otonomi yang besar.
4. Dinasti Murabbitun
Dinasti Murabbitun adalah salah satu dinasti Islam yang berkuasa di Maghribi. Mula-mula pemimpin Shanhaja, Yahya ibn Ibrahim, berangkat haji dan sekembalinya dari Arabia, dia mengundang seorang alim yang terkenal di Maroko yaitu Abdullah ibn Yasin untuk berdakwah ditengah kaumnya. Kelompok ini berawal dari 1000 anggota pejuang yang kegiatan mereka menyebarkan agama Islam dengan mengajak suku-suku lain untuk memeluk agama Islam. [24] Wilayah mereka meliputi Afrika Barat Daya dan Andalus dengan beribu kota di Marakesyi (1056-1147).
Pada saat kepemimpinan dipegang oleh Abu Bakar, ia meneruskan penaklukan ke Sahara Maroko dan lambat laun mengembangkan sistem kesultanan. Dan pada masa kepemimpinan Yusuf Tasyfin, Murabbitun mengalami kejayaan dan menyeberang ke Spanyol kemudian berhasil merebut Granada dan Malaga. Mulai saat itulah ia memakai gelar Amir al-Mukminin.[25]
5. Dinasti al-Muwahhidun
Berdirinya dinasti al-Muwahhidun (1130-1269 M) ini berangkat dari reaksi kekecewaannya atas al-Murabbitun yang telah melanggar dan banyak menyimpang dari aqidah. Dinasti al-Muwahhidun dapat mengalahkan Murabbitun dan menjadikan Marakesy sebagai ibu kota, dan kekuasaannya meliputi sebagian wilayah Andalus.[26] arakesy merupakan daerah yang tidak kalah pentingnya dengan Baghdad yaitu sebagai kota peradaban dan ilmu pengetahuan. Abdullah ibn Tumart, seorang sufi masjid Cordova pada masa akhir Murabbitun, melihat kemungkaran dan sepak terjang kaum Murabbitun yang sudah tidak mengikuti aqidah Islam dan berkeinginan untuk memperbaikinya.
Setelah ia selesai belajar dengan al-Ghazali, ia pun mengkritik dan mencela perbuatan raja-raja Murabbitun karena menurut keyakinannya tidak mengikuti sunnah Rasul. Pengikut Abdullah disebut muwahhidun yaitu bala tentara tauhid. Meskipun ibn Tumart adalah pencetus dinasti al-Muwahhidun namun ia tidak pernah menjabat sebagai sultan dan justru yang terkenal adalah Abd. al-Ma'mun yang awalnya sebagai panglima dan memimpin selama 33 tahun dan berhasil membawa kemajuan dengan pesat.[27]
6. Dinasti Fatimiah
Berdirinya Dinasti ini bermula menjelang abad ke-X, ketika kekuasaan Bani Abbasiyah di Baghdad mulai melemah dan wilayah kekuasaannya yang luas tidak terkordinir lagi. Kondisi seperti inilah yang telah membuka peluang bagi munculnya Dinasti-Dinasti kecil di daerah-daerah, terutama di daerah yang Gubernur dan sultannya memiliki tentara sendiri. Kondisi ini telah menyulut pemberontakan-pemberontakan dari kelompok-kelompok yang selama ini merasa tertindas serta memberi kesempatan bagi kelompok Syi’ah, Khawarij, dan kaum Mawali untuk melakukan kegiatan politik.
eskatologis sejarah. Kekhalifahan ini lahir di antara dua kekuatan besar yaitu Abbasiah di Baghdad dan Umayyah di Cordova.[28]
Dinasti Fathimiyah berkuasa sekitar tahun 909-1171 M atau kurang lebih 3 abad lamanya. Dinasti ini mengaku keturunan Nabi Muhammad melalui jalur Fatimah az-Zahro. Gerakan ini berhasil merealisir pertama kali pembentukan pemerintahan Syi’i yang eksklusif. Keberhasilan menancapkan doktrin Ismaili, dalam perkembangannya mampu memberi perlindungan imam-imam mereka di Salamiyah, Syria dan telah memudahkan pengorganisasian dakwah Fatimiyah. Meskipun dakwah Fatimiyah ini dimulai sejak dini, namun baru pada masa Abu Ubaidillah Husein, generasi keempat setelah Ismaili, baru mulai berkembang pesat.
Ubaidillah merupakan khalifah pertama, ia datang dari Syria ke Afrika Utara menisbahkan nasabnya hingga Fatimah binti Rasulullah, oleh karena dinasti ini dinamakan dinasti Fatimiyah. Dinasti ini semula di Afrika Utara, kemudian di Mesir dan Syria.[29] dimana propaganda Syi’ah telah berkembang dengan pesat. Ia memimpin dakwahnya dengan memenangkan dukungan luas dari daerah-daerah yang kurang diperhatikan oleh Khalifah Abbasiyah. Lewat para da’i, akhirnya berhasil menjadikan kaum Berber sebagai pendukung kepemimpinan Ubaidillah al-Mahdi. Selanjutnya, atas dukungan besar inilah, ia menumbangkan gubernur-gubernur Aghlabiyah di Ifriqiyah dan Rustamiyah di Tahart.[30]
Keberhasilan pemerintahan Fatimiyah ini ditandai dengan pindahnya pusat pemerintahan ke Kairo dengan ibu kota baru di Mesir yaitu al-Qohirah serta Masjid al-Azhar sebagai pusat pendidikan para da’i dan Khalifah al Muizz pindah ke ibu kota baru tersebut. Hampir seluruh daerah Afrika Utara bagian Barat dapat dikuasai Fatimi, terutama setelah [37]pertama, dari bagian utara. Islam mulai menyebar mulai tahun 1000 an M di beberapa wilayah Sudan yaitu Niger dan Chad.[38] Islamisasi terjadi melalui migrasi pedagang-pedagang muslim, sejumlah guru, murid, dan juga datangnya pedagang dari Mediterania sehingga terbentuklah masyarakat muslim minoritas di beberapa wilayah Afrika sub-Sahara.[39] Dari kelompok inilah kemudian Islam mengepakkan sayapnya dengan cara mengislamkan penguasa-penguasa lokal dan kemudian menyebar luas ke masyarakat dan para petani.
Selain Islamisasi dilakukan secara formal oleh al-Murabithun dan al-Muwahhidun, Islamisasi juga dilakukan dengan cara kultural. Islamisasi tersebut dilakukan melalui media perdagangan. Mereka membangun pemukiman pedagang muslim di wilayah Sudan. Sambil melakukan proses perekonomian, mereka juga melakukan dakwah Islamiah. Di sepanjang bagian barat Afrika sub-Sahara, Islam dapat diterima dengan mudah oleh suku Soninke dan nenek moyangnya suku Tokolor. Dari sini penyiaran Islam ke timur sampai ke lembah Senegal. Dengan demikian bisa dikatakan bahwa proses Islamisasi di Sub-Sahara persis seperti di Nusantara, yaitu melalui jalur perdagangan.[41]
Islam masuk ke wilayah Afrika pada saat daerah itu berada di bawah kekuasaan kekaisaran Romawi; sebuah imperium yang sangat amat luas yang melingkupi beberapa negara dan berbagai jenis mansuia, Romawi merupakan sebuah kekaisaran yang super power selain kekasisaran Byzantium. Penaklukan daerah Afrika pada dasarnya telah mulai dirintis pada masa kekhakifahan Sayyidinia Umar bin Khattab pada tahun 640 M[6]. ‘Amr bin al-‘Ash berhasil memasuki dan menaklukkan mesir setelah sebelumnya mendapat ijin bersyarat dari khalifah Umar untuk menaklukka daerah itu, kemudian khalifah mengangkatnya menjadi Gubernur Mesir.
1. Mesir
Mesir terletak di pantai timur laut benua Afrika. Umat Islam di negeri ini merupakan mayoritas. Berdasarkan sensus 1986, jumlah umat Islam mencapai 90 % dari seluruh penduduk. Ibukota Mesir ialah Kairo, dan bahasa resminya adalah bahasa Arab.
Dari tahun 623-1914 M, Mesir diperintah oleh kekhalifahan dan raja-raja Islam. Mesir menjadi protektorat Inggris dari tahun 1914 sampai tahun 1922 M. Mesir merdeka dari Inggris pada tahun 1922 M. Setelah merdeka, Mesir merupakan negara yg bentuk pemerintahannya ialah monarki konstitusional. Mesir menjadi negara Republik pada tanggal 18 Juni 1953, dengan presiden pertamanya Mayor Jenderal Muhammad Naguib.
Mesir merupakan negara agraris, dan hasil pertaniannya adalah kapas, padi-padian, sayur-mayur, tebu, dan buah-buahan. Selain itu, di Mesir terdapat industri tekstil, pariwisata, bahan kimia, baja, semen, pupuk, dll.
Mesir adalah negara yg besar jasasnya bagi kemajuan umat Islam di bidang ilmu pengetahuan, pendidikan, dan kebudayaan. Hal ini ditandai dengan didirikannya berbagai perguruan tinggi, dan yg tertua adalah Universitas Al-Azhar di Kairo, yg didirikan oleh Juhar Al-Khatib As-Saqili pada tanggal 7 Ramadhan 361 H (22 Juni 972 M), Selama berabad-abad, Universitas Al-Azhar ini menjadi pusat pendidikan Islam dan tempat pertemuan puluhan ribu mahasiswa Muslim yg datang dari seluruh dunia.
terdapat masjid-masjid yg megah nan indah, misalnya: masjid Al-Azhar, masjid Maqis, masjid Rasyidah, masjid Aqmar, masjid Saleh, dan masjid raya di Qairawan yg dibangun kembali pada tahun 862 M.
Sejarah masuk nya
Pada 639 Masehi, ketika Islam di bawah kepemimpinan Umar bin Khattab, 3000 pasukan Amru bin Ash memasuki Mesir dan kemudian diperkuat pasukan Zubair bin Awwam berkekuatan 4000 orang. Mukaukis didukung gereja Kopti menandatangani perjanjian damai. Sejak itu, Mesir menjadi wilayah kekuasaan pihak Islam. Di masa kekuasaan Keluarga Umayah, dan kemudian Abbasiyah, Mesir menjadi salah satu provinsi seperti semula.
Mesir baru menjadi pusat kekuasaan dan juga peradaban Muslim baru pada akhir Abad 10. Muiz Lidinillah membelot dari kekuasaan Abbasiyah di Baghdad, untuk membangun kekhalifahan sendiri yang berpaham Syi’ah. Ia menamai kekhalifahan itu Fathimiah dari nama putri Rasul yang menurunkan para pemimpin Syi’ah, Fatimah. Pada masa kekuasaannya (953-975), Muiz menugasi panglima perangnya, Jawhar al-Siqili, untuk membangun ibu kota.
Perkembangan islam
Mesir biasa juga disebut: "Jumhuroyah Misr Al-Arabiyah" (Republik Arab Mesir), luas daerahnya sekitar 997.739 km2.
2. Aljazair
Sejarah masuknya
Aljazair terletak di Afrika Utara. Bentuk pemerintahannya ialah republik, adapun ibukotanya adalah Al-Jir, dan bahasa resminya ialah bahasa Arab dan bahasa Prancis. Penduduknya yg beragam Islam berjumlah 99,1% dari seluruh penduduk.
Islam masuk ke negeri ini pada akhir abad ke-7 M, pada masa Khalifah Bani Umayyah sekitar abad 682 M. Diawali dari Tunisia, tentara Islam terus berdakwah & berjihad bergerak ke arah barat. Mereka membebaskan sejumlah bangsa Barbar seperti Aljazair, Maroko, Libya, dan wilayah Magribi dari penjajahan bangsa Romawi, untuk hidup dalam naungan Islam yang damai. Penduduk Aljaair saat ini mayoritas merupakan keturuna Arab-Barbar. Secara kultural masing-masing mengembangkan tradisi yang berbeda. Selain itu juga terdapat suku Tuareg yang tinggal di Nomaden.
Perkembangan
Secara historis, Aljazair memiliki sejarah yang cukup panjang. Mengalami pasang surut peradaban. Sejak 40 SM, daerah ini telah diperintah oleh Bangsa Romawi, tahun 429-534 dikuasai oleh Vandals, dan tahun 534-690 di bawak kekuasaan Bizantium (Romawi Timur) yang beragama Nasrani. Penduduk asli Aljazair adalah dari Amazigh atau Barbar yang sekarang tinggal 17% dari penduduk Aljazair. Nama ini telah digunakan sejak pendudukan Romawi, yaitu sebutan untuk Qabail, Syawiyah, Thawariq, Bani Yaqzan. Mereka semua adalah penduduk asli Aljazair. Aljazair diperintah oleh bangsa Romawi semenjak tahun 40 SM, oleh Vandala dari tahun 429-534 M, oleh Bizantium dari tahun 534-690 M, akhir abad ke-7 dikuasai umat Islam. Pada tahun 1830 M Aljazair diduduki oleh Prancis, dan baru pada tanggal 3 Juli 1962 memperoleh kemerdekaan.
3. Tunisia
Sejarah masuknya islam
Tunisia terletak di Afrika Utara, bentuk pemerintahannya ialah Republik, adapun ibukotanya adalah Tunis (dulu bernama Tarsyisy). Penduduk mayoritas beragama Islam, yakni sebanyak 99,4%. Pertengahan abad ke-7 Uqba bin Nafi r.a., seorang sahabat Rasulullah SAW, masuk Tunisia bersama pasukannya. Tahun 647 M pasukan Uqbah r.a. berhasil menaklukkan Sbeitla (Sufetula) yang menandai bermulanya era Arab-Islam di Tunisia. 13 tahun kemudian, yaitu pada tahun 670 M (50 H ) Uqbah r.a. berhasil menaklukkan kota Kairouan dan kemudian menjadikannya sebagai ibu¬kota pemerintahan dan pusat penyebaran Islam di wilayah Afrika Utara.
Islam masuk ke Tunisia pada tahun 670 M. Semenjak itu, Tunisia diperintah oleh penguasa-penguasa Islam. Kemudian pada tahun 1881 M, Muhammad Sadiq, raja dari kerajaan Husainiyah, menyerah pada Prancis, Sejak itu, Tunisia menjadi jajahan Prancis sampai dengan memperoleh kemerdekaannya pada tahun 1956 M.
Perkembnagan
Pada 698 M, pasukan Islam di bawah pimpinan Hassan bin an-Nu’man dan Musa bin Nashr berhasil menaklukkan Carthage. Islam kemudian berkembang pesat di Tunisia. Bahkan pada tahun 711 M –masa keemasan Dinasti Umawiyah– agama Islam telah tersebar ke daratan Eropa dengan berhasil menaklukkan Andalusia di Spanyol dan kawasan Iberia di sekitarnya. Pada tahun 748 M, Dinasti Umawiyah digantikan oleh Dinasti Abbasiah. Peristiwa ini menyebabkan Tunisia terlepas dari pengawasan pusat kekhalifahan, namun kemu¬dian dapat dikuasai lagi oleh Dinasti Abbasiah pada tahun 767 M. Pada tahun 800 M, Ibrahim Ibn Aghlab ditunjuk sebagai Gubernur Afrika Utara yang berkedudukan di Kairouan. Pada masa ini, Mesjid Agung Ezzitouna didirikan di kotaTunis.
Utsmaniah ini, Tunisia menjadi wilayah otonom di bawah pemerintahan Dinasti Dey (1591-1659), Mouradi (1659-1705) dan Huseini (1705 –1957).
Tunisia mempunyai peranan besar dalam sejarah perkembangan Islam. Melalui lembaga pendidikan Jam’iyah Zaitunah, yg kemudian berubah menjadi Institut Ilmu-Ilmu Islam, kader-kader ulama di didik dan dilatih agar kemudian menjadi ulama besar. Lembaga pendidikan tersebut berada dalam pengarahan dan pengawasan pemerintah Tunisia.
4. Libya
Lybia atau juga ditulis dan dibaca Libia adalah sebuah wilayah berada di Magrib Afrika Utara. Berbatasan dengan Laut Tenagh di sebelah Utara, Mesir pada bagian Timur, Sudan di Tenggara, Chad dan Niger di sebelah selatan, serta Aljazair dan Tunisia di sebelah barat. Negara Libya memiliki luas hampir 18 juta kilometer persegi dan berada di urutan empat besar sebagai ating terbesar di benua Afrika. Kota besarnya adalah Tripoli yang mana menjadi tempat tingga 1,7 juta dari 6,4 juta penduduk. Persentase jumlah penganut agama islam yaitu sekita 98%. Tiga pembagian wilayah tradisional dari Negara ini adalh Tripolitania, Fezzan dan Cyrenaica.
Sejarah masuknya
Masuknya agama Islam pada tahun 642 Masehi di pimpin komando Jendral Muslim, Amar bin Ash, pasukan yang mana pada era kepemimpinan Umar Bin Khatab. Umar bin Khatab pada masa itu berhasil menguasai Libya di kawasan Cyrenaica dan membangun sebuah markas pertahanan di Barce. Pada abad kedelapan, wilayah Libya, Tripolitania dan Cyrenaica berada di bawah kekuasaan Dinasti Umayyah yang berpusat di Damaskus.Pada abad ke-12 Masehi, Libya menjadi bagian dari pemerintahan Al-Muwahidin yang diperintah oleh pemerintahan Hafsiyah sekitar tahun 1207 M dan terus berlanjut menguasai Spanyol pada tahun 1503 M.
Perkembangan islam
Pada tahun 1951 Masehi, kerajaan Libya mengumumkan kemerdekaan dan kekuasaannya yang dipegang oleh Raja Idris As Sanusi. Desember 1951, Muhammad Idris Al Mahdi Al-Sanusi sebagai kepala memproklamirkan negaranya sebagai Negara kerajaan yang merdeka.
1. Ghadames, Kota Niaga Kota yang terletak di sebelah barat daya Tripoli, ibu kota Libya ini pernah dikuasai oleh Yunani dan Romawi. Ketika Islam ating, kota tersebut berhasil ditaklukkan di bawah komando Uqbah bin Nafi’. Kota ini pernah mencapai masa keemasannya di bawah pemerintahan Dinasti Ustmaniyah pada abad ke-18. Ghadames menjadi pusat perdagangan dan jalur utama kafilah dagang di kawasan Afrika, hingga akhirnya jatuh ke tangan Italia pada 1924 M.
2. Zuwailah, Permukiman Tertua Ini merupakan desa sekaligus kawasan tertua yang terletak di barat daya Libya. Daerah ini ditaklukkan oleh Uqbah bin Nafi’ sekira 22 Hijriyah. Penaklukan kawasan ini menjadi kunci masuk ekspansi berikutnya, yakni ke wilayah Fazan. Sepanjang sejarah, Zuwailah memiliki hubungan dagang yang kuat dengan Mesir dan Sudan. Selama Dinasti Fatimiyah berkuasa, Khalifah Ubaidillah al-Mahdi menjadikan desa ini sebagai pusat permukiman warganya.
3. Cyrene, Bukti Kedigdayaan Yunani Kota yang juga dikenal dengan sebutan Shahat ini merupakan peninggalan Yunani. Berlokasi di timur laut Libya, kota ini dijadikan sebagai pusat peradaban Yunani di Libya. Dalam sejarah peradaban Arab, Kyrene, begitu sebutan oleh bangsa Yunani, konon termasuk kategori 12 kota bersejarah tercantik di kawasan Arab. Kota ini disebut dalam Injil dan Taurat versi Arab.
5. sudan
Perkembangan Islam di Sudan
Pada tahun 1500-an Maqurra jatuh ke tangan orang-orang Arab, Setelah melakukan perkawinan campuran dengan suku Funj, orang Arab Muslim menghancurkan Alwa. Selanjutnya dinasti Funj berkuasa hingga 1821. Selanjutnya Sudan dikuasai dinasti Ottoman Turki yang saat itu berada di bawah kekuasaan Mesir dengan dukungan Inggris. Gubernur Jendral Muhammad Ali, memerintah secara keras. Rakyat setempat baru dilibatkan dalam pengambilan keputusan saat Muhammad Ali digantikan Ali Khursid Agha.
Sudan memperoleh kemerdekaan dari Inggris pada 1 Januari 1956, pernah mengalami perang sipil selama 10 tahun (1972-1982), dan sejak saat itu, Sudan selalu dikuasai oleh militer. Kudeta silih berganti. Jumlah penduduk Sudan adalah 38.114.160 orang, 70% Muslim (Sunni), Kristen 5% dan Animisme 25%. Bahasa nasional adalah Arab, di samping bahasa lokal: Nubia, Ta Bedawie, serta bahasa Inggris Sudan hasil tambang utama petroleum, pertanian: gandum, kacang-kacangan, beras, kopi, gula dan tembakau. Angka pertumbuhan ekonomi rata-rata 5,1%, sedang infasi rata-rata 9,2%. Mata uang Sudan adalah ‘Sudanese Dinar (SDD)’. US $ 1,- sama dengan 263.306 SDD.
a. Sejarah masuknya
Islam masuk ke Sudan pada masa perluasan yang dilakukan oleh Abdullah bin Said bin Abi Sarah. Ia mencoba memasuki kota Noubah dua kali pada pemerintahan Utsman bin Afan, yaitu pada tahun 20 H (640 M) dan tahun 31 H (651 M). Kerajaan Islam di Sudan yang terkenal antara lain Kerajaan al-Funji 1505-1820 M, Kesultana Darafura tahun 1638-1875 M, dan Kerajaan Toqli tahun 1570 sampai akhir abad ke-19.
Republik Sudan beribukota di Khortum. Jumlah penduduknya 16.911.000 yang beragama Islam 14.375.000= 85%. Penyebaran Islam di Sudan dengan cara mengajarkan ilmu tasawuf dan ajaran flsafat. Ahli tarekat dan tasawuf yang mansyur dan berpengaruh di kalangan muslim di Sudan pada saat itu, antara lain sebagai berikut.
a. Abdul Qadir Jaelani tahun 1179-1186
b. Abu Hasan asy-Syazili tahun 1196-1258
Ibu kota Negara : Jumlah penduduk : Daerah berkembangnya : Persentase muslim : Tahun masuknya islam : Jalur Masuknya islam :
6. maroko
Maroko atau Maghrib (al-Mamlakah al-Magribiyah), adalah Kerajan Islam di kawasan Afrika Utara; Ibu kotanya Rabat dengan luas wilayah kurang lebih 458.730 km2, penduduknya 34.721.000 (2006)[2] dibagian timur berbatasan berbatasan dengan Aljazair dan tenggara dengan Sahara Barat, sebelah barat berbatasan Samudra Atlantik, dan Gibraltar di utara. Bahasa Arab merupakan bahasa resmi dan diperkaya dengan beberapa bahasa seperti bahasa Berber, Perancis dan Spanyol. Mayoritas penduknya menganut agama Islam (98.7%), Kristen (1.1%) dan minoritas Yahudi. Dalam pergaulan Internasional Maroko menjadi anggota Liga Arab dan Organisasi Persatuan Afrika (OAU).
b. Perkembangan
Islam pertama kali dibawa ke Maroko pada tahun 680M oleh invasi Arab dibawah Uqba ibn Nafi, seorang jenderal yang melayani Damaskus di bawah Bani Umayyah. Tetapi catatan lain menyebutkan bahwa agama Islam kali pertama dibawa ke Maroko oleh orang Arab yang menyerbu wilayah itu pada tahun 683. Penaklukan wilayah Afrika Utara ini memakan waktu 53 tahun. Penyebaran Islam di Maroko dilanjutkan oleh Panglima Musa bin Nushair pada tahun 698 bersamaan dengan penaklukan benteng-benteng di dekat Samudera Atlantik. Seorang jenderal bernama Thariq bin Ziyad berjihad menaklukan Spanyol melalui Maroko pada tahun 710 dan ekspedisinya itu sukses . Tariq bin Ziyad yang diangkat Musa bin Nusair untuk memerintah Maroko setelah ditaklukkan, kemudian menyebrangi selat antara Maroko dan Eropa, dan mendarat di suatu tempat (gunung) yang kemudian dikenal sebagai Jabal Tarig (Gibraltar). Maroko menjadi wilayah penyangga untuk penaklukan Spanyol.
7. Mauritania Ibu kota
(dan kota terbesar) Nouakchott Kemerdekaan
- Dari Perancis 28 November 1960 Luas
- Total 1.030.700 km2 (29)
- Perairan (%) 0,03
Penduduk
Perkembangan Islam di Mauritania
Sebagaimana diketahui, Islam dianut oleh 100% penduduk Mauritania sejak abad ke-10. Dan lebih perkasa lagi, setelah Bani Hasaniyah menguasai Mauritania pada abad ke-16. Baik suku bangsa Moor/Berber (putih dan hitam), Pulaar (Fulani) Soninke, Tukolor atau Wolof adalah penganut Islam yang setia, sejak berabad-abad lalu. Mereka menganut madzhab Sunni, sedangkan aliran sufi yang dianut adalah sufi Qadiriyah.
Mauritania dikenal sangat kental sebagai Republik Islam. Islam diterapkan dalam segala faktor kehidupan, baik sosial, politik, budaya maupun ekonomi. Oleh karena itu, Islam di Mauritania tidak perlu diperjuangkan seperti negara-negara Afrika hitam lainnya, namun perlu dikembangkan dengan benar, sesuai al-Qur’an dan Sunnah Rasul. Dalam Konstitusi yang telah diratifikasi pada tanggal 20 Juli 19991 ditegaskan bahwa ‘Mauritania adalah Republik Islam yang tak dapat diubah’. Selanjutnya dalam pasal 5 UUD tersebut dinyatakan bahwa ‘Islam adalah agama penduduk dan negara’. Dengan dua ayat tersebut menunjukkan bahwa Mauritania bukan negara sekuler, dan terjemahan selanjutnya adalah bahwa setiap penduduk Mauritania adalah Muslim, dan pegawai negeri di negara tersebut secara resmi harus beragama Islam
8. Somalia
Sebelum Islam masuk di Somalia, agama kristen masuk lebih dahulu. Ketika Islam di negeri ini terjadilah perang agama. Pada akhirnya Islam dapat berkembang di negeri ini. Islam masuk di Somalia pada tahun 860 M. masyarakat muslim Somalia mengikuti mazhab sunni, syi’ah ada yang menganut ajaran tasyawuf. Kini Islam terus berkembang di negeri ini.
9. jibouti
Djibouti adalah sebuah negara yang terletak di Afrika Timur persisnya di Teluk Aden, pintu masuk Laut Tengah. Merdeka pada 27 Juni 1977. Dulu dikenal sebagai Tanah Somalia Perancis atau Afar dan Assa lalu berubah menjadi Djibouti. Bertetangga dengan Ethiopia di selatan dan Somalia di tenggara. Negara yang luas wilayahnya setara dengan Kabupaten Donggala ini penting bagi Ethiopia sebab 60% ekspornya dilepas melalui negara ini.
kawasan ini menjadi salah satu bangsa Afrika yang masuk Islam. Djibouti adalah negeri Muslim yang secara reguler turut serta dalam pertemuan Islam dan juga Arab.
10 sinegal Senegal
Senegal adalah sebuah negara yang dipercaya sebagai salah satu tempat pertama di Afrika Barat yang dihuni manusia pada 15.000 tahun yang lalu. Luas wilayahnya adalah 196.190 km2, beriklim tropis dan mempunyai tiupan angin sangat kuat. Negara ini berbatasan dengan Mauritania, Mali, Guinea, Guinea Bissau, dan Gambia. Ibukotanya adalah DAKKAR (terkenal dengan rally Paris-Dakkar), dan terbadi dalam 10 regionsHasil utama Senegal adalah perikanan, fosfat dan bijih besi. Pertumbuhan ekonomi rata-rata per-tahun 5%, income perkapita US$ 1,500 per-tahun, inflasi rata-rata 3% per-tahun.
Jumlah penduduk Senegal sebesar 10,580.307 jiwa, 94% beragama Islam, 5% Kristen dan 1% Animisme. dengan komposisi etnis Wolof 43,3%, Pular 23,8%, Serer 14,7%, selebihnya adalah etnis Jola, Mandika, Soninke, Eropa dan Lebanon.Senegal memperoleh kemerdekaan dari Perancis pada tanggal 4 April 1960, dengan bentuk pemerintahannya adalah Republik. Presiden pertamanya adalah seorang Katholik, Leopold Sedar Seghor, yang dikenal sebagai Bapak Pejuang Kemerdekaan Afrika.
Sejarah Islam di Senegal
Sebagaimana telah disinggung, Senegal mempunyai penganut Islam terbesar yaitu 94% dari total penduduk. Bagi kebanyakan orang Indonesia, hal ini pasti dipandang aneh, padahal Islam telah berkembang di Senegal sejak abad XI, hampir sama dengan masuknya Islam di Indonesia, ketika War Jabi, Raja Tekrur masuk Islam . Pada abad XIII, kerajaan Tekrur menjadi bagian dari Imperium Mali. Perkembangan Islam di Senegal mengalami perubahan pesat, ketika aliran Tarekat (sufi) mulai merasuk pada abad XVIII, yaitu dimulai dengan masuknya alirah Qadiriyah. Pada tahun 1820 (abad XIX), Al-Hajj Umat Tall membawa aliran Tijaniyah dan berhasil membentuk kekaisaran yang meliputi wilayah Senegal, Mali dan Guinea. Pada tahun 1887, Syaikh Ahmadou BAMBA mendirikan aliran Mauridiyah. Bila Sudan berpaham Sunni, maka perkembangan Islam di Senegal dimotori oleh aliran tarekat (sufi), yaitu Qadiriyah, Tijaniyah dan Mauridiyah
Minoritas
Kamerun
Awal Masuk dan Berkembangnya Islam di Kamerun Islam telah masuk ke Kamerun pada abad ke-10, ketika para pedagang Arab melalui Sahara memasuki Kamerun bagian utara. Di samping mereka berdagang (emas, garam, tembaga, perunggu dan budak), mereka juga mengenalkan Islam (da'wah) pada penduduk pribumi. Mereka terus tumbuh dan akhirnya menguasai Kamerun bagian utara dan tengah hingga kini. Sedangkan misi Kristen baru mulai bekembang pada abad ke-19, namun hampir menguasai seluruh aspek kehidupan masyarakat Kamerun. Ketika Kerajaan Kanem Bornu di dekat Danau Chad dipimpin oleh dinasti Saifawa (Sefuwa), yaitu Raja Dunama Dibbalemi masuk Islam pada tahun 1221 (memerintah sampai dengan tahun 1251), maka kejayaan Islam di Afrika Tengah mulai menyebar, mulai dari Chad, Nigeria, Niger maupun Kamerun. Pengaruh Kanem Bornu di Kamerun ini berlanjut hingga abad ke-15. Islam menjadi kekuatan penuh di Kamerun bagian utara, ketika suku Fulani (Fulbe) menguasai daerah itu pada abad ke-18, dan mendirikan kerajaan Adamawa (Adamawa Emirate), yang meliputi Kamerun dan Nigeria. Sultan Adamawa saat ini adalah Issa Maigari, sekaligus sebagai Gubernur propinsi Adamawa. Suku Fulani memang termasuk salah satu suku unggulan di Afrika, dan paling gigih menyebarkan agama Islam di kawasan itu. Mereka sampai saat ini menguasai pemerintahan modern di Senegal, Guinea (Futa Jallon),
Mauritania, Guinea Bissau, Mali, Burkina Faso, Benin, Niger, Chad, Kamerun dan Sudan. Sebelumnya, pada abad ke-17, suku Fulani telah mengekspansi Kerajaan Bamoun yang didirikan oleh Nshare Yen, dan kerajaan Bamoun baru menerima Islam secara utuh pada tahun 1833 ketika Sultan Njoya Ibrahima berkuasa.
a). Republic of Cameroon (Republik Kamerun), ibukotanya YAOUNDE (semula beribukota di Buea), terbagi dalam 10 propinsi. Sebelum orang-orang Portugis menemukan Kamerun pada abad ke-15 (1472), para pedagang Arab dan orang-orang Islam telah memasuki Kamerun dari arah utara (Sahara) pada abad ke-10. Mereka berda'wah sambil berdagang emas, perunggu, tembaga, garam, dan budak. Oleh karena itu, Islam sangat kuat di bagian utara dan tengah Kamerun. Portugis adalah kolonial Barat pertama yang masuk ke Kamerun, yaitu sekitar abad ke-15 (tahun 1472), diikuti Inggris, Belanda, Jerman dan Perancis. Orang-orang Barat ini datang ke Kamerun untuk memperebutkan perdagangan budak.
sebagai Presiden pertama. Pada awalnya pemerintahan Ahijo kurang berjalan mulus, karena penduduk bagian selatan yang didominasi Kristen dan berbahasa Perancis belum bisa menerima kemerdekaan. Untuk itu, pemerintah Kamerun di bawah Ahijo mengadakan referendum pada bulan Oktober 1961. Hasil referendum adalah, penduduk bagian utara yan didominasi Islam dan berkiblat ke Inggris lebih menginginkan bergabung dengan Nigeria, sedangkan pendudukan bagian selatan lebih menginginkan pembentukan Republik Federasi Kamerun. Kemelut ini berakhir pada tanggal 20 Mei 1972, ketika disepakati adanya konstitusi baru yang pada intinya membentuk Republik Kesatuan Kamerun.
2. guenea Bissau
adalah sebuah negara yang berada di Afrika Barat. Negara ini berbatasan dengan Senegal di utara
dan Guinea di sebelah selatan dan timur, dan Samudera Atlantik di sebelah barat. Negara ini
mencakup 36.125 km², dengan populasi sekitar 1.600.000 jiwa.
Guinea-Bissau dulu merupakan bagian dari Kerajaan Kaabu, yang merupakan bagian