• Tidak ada hasil yang ditemukan

Jurusan Teknik Perencanaan Wilayah and K

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Jurusan Teknik Perencanaan Wilayah and K"

Copied!
21
0
0

Teks penuh

(1)

TUGAS

SOSIOLOGI PERKOTAAN DAN PERDESAAN TPS309

SENGKETA USAHA PERTAMBANGAN DI WILAYAH HUTAN ELANG DODO KABUPATEN SUMBAWA NTB

Disusun oleh

Nama : Winda Kharisma No.Mhs : 610013102

Jurusan : Teknik Perencanaan Wilayah & Kota

SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI NASIONAL YOGYAKARTA

2014

(2)

LEMBAR PENGESAHAN MAKALAH

TEKNIK KOMUNIKASI DAN PRESENTASI PERENCANAAN TPS309/III/III/SKS

Disusun oleh Winda Kharisma

(610013102)

Diperiksa & Disetujui oleh Dosen Pengampu

Tanggal...2014 Iwan Aminto, ST

Jurusan Teknik Perencanaan Wilayah & Kota (PWK)

SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI NASIONAL YOGYAKARTA

2014

(3)

KATA PENGANTAR

Dengan mengucap syukur kehadirat Allah SWT, yang telah melimpahkan rahmat serta hidayahnya, sehingga dengan semangat yang ada penulis dapat menyelesaikan makalah dengan judul ””.

Penulis menyadari, bahwa tanpa dukungan dan dorongan dari berbagai pihak, penulisan tesis ini tidak akan berjalan dengan lancar. Oleh karena itu melalui kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih kepada kepada dosen pengampu yang telah memberikan dorongan kepada penulis sehingga makalah ini dapat terselesaikan. Tak lupa ucapan terima kasih kepada teman-teman yang telah banyak membantu pada pembuatan makalah ini.

Penulis menyadari bahwa penulisan makalah ini masih banyak kekurangannya, oleh karena itu segala kritik dan saran yang membangun sangat diharapkan demi perbaikan dan penyempurnaan makalah ini. Akhirnya penulis berharap semoga makalah ini dapat bermanfaat dan memberikan khasanah pengetahuan khususnya.

Yogyakarta . 2014

penulis

(4)

ABSTRAK

Nusa Tenggara Barat salah satu daerah yang kaya bahan galian, baik galian logam maupun non logam. Bahan galian logam berupa emas, perak, tembaga, pasir, dan timbal, sedangkan bahan galian nonlogam berupa batu apung, batu gamping sirtu, marmer dan lain-lain. Salah satu perusahaan pertambangan yang melakukan usaha pertambangan di daerah tersebut adalah Newmont Gold Company (PT. Newmont) melalui kontrak karya yang di buat pada tanggal 6 November 1986 oleh Pemerintah RI. Atas persetujuan itu, pada tahun 1996 perusahaan tersebut melakukan usaha ekplorasi yang pertama kali di wilayah Batu Hijau Kabupaten Sumbawa Barat dengan luas 550.856 ha, kemudian dilajutkan dengan usaha ekploitasi, dalam sehari usaha ini mampu meraup sekitar 6.250 ton kosentrat (biji mas, tembaga dan mineral lainnya). Keberadaan perusahaan PT. Newmont di wilayah Batu Hijau tidak selamanya akan eksis melakukan usaha pertambangan, karena cadangan mineral yang bersifat terbarukan yang terkadung di wilayah tersebut kemungkinan akan habis. Sebagai wilayah perluasannya adalah wilayah hutan Elang Dodo yang berada di Kabupaten Sumbawa. Pada tahun 2003 perusahaan ini menjelajahi kawasan hutan Elang Dodo Sumbawa. Kehadiran PT. Newmont di wilayah ini tidak baik diterima oleh penduduk desa dari Lebangkar, sehingga penolakan aksi pada tahun 2004 dengan cara kegiatan perusahaan demonstrasi dan boikot. tunduk pada sengketa yang adalah desa Lebangkar dengan PT. Newmont dan Pemerintah Sumbawa. Subyek sengketa dalam bentuk kontrak kerja necking VI hasil pada tahun 2005 dengan luas 87.500 ha. Proses sengketa yang berasal dari eksplorasi PT. Newmont di hutan Elang Dodo dilakukan pada tahun 2003. eksplorasi ini melahirkan beberapa faktor berkontribusi terhadap sengketa; pelanggaran kepabeanan, mengurangi sumber pendapatan, kurangnya sosialisasi, dan pengendalian sumber daya alam. upaya penyelesaian sengketa melalui litigasi dan non-litigasi. Penyelesaian tidak efektif karena; hukum substansi, budaya hukum dan hukum struktur.

(5)

DAFTAR ISI

Judul...i

Halaman pengesahan...ii

Kata pengantar...iii

Abstrak...iv

Daftar isi...v

Daftar gambar...vi

BAB 1 PENDAHULUAN A. Latar belakang...1

B. Rumusan masalah...2

C. Tujuan penulisan...2

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA...3

BAB 3 PEMBAHASAN A. Subyek Dan Obyek Yang Di Sengketa...5

B. Proses Dan Faktor-Faktor Penyebab Terjadinya Sengketa...7

C. Upaya Penyelesaian Sengketa...10

BAB 4 PENUTUP A. Kesimpulan...13

B. Saran...13

(6)

DAFTAR GAMBAR

Gambar 1. Peta pulau sumbawa...4 Gambar 2. Daerah Pertambangan PT. Newmont Nusa Tenggara Tambang Batu Hijau di Pulau Sumbawa yang akan di tutup setelah mengetahui potensi Elang

(7)

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar belakang

Nusa Tenggara Barat salah satu daerah yang kaya bahan galian, baik galian logam maupun non logam. Bahan galian logam berupa emas, perak, tembaga, pasir, dan timbal, sedangkan bahan galian nonlogam berupa batu apung, batu gamping sirtu, marmer dan lain-lain. Salah satu perusahaan pertambangan yang melakukan usaha pertambangan di daerah tersebut adalah Newmont Gold Company (PT. Newmont) melalui kontrak karya yang di buat pada tanggal 6 November 1986 oleh Pemerintah RI. Atas persetujuan itu, pada tahun 1996 perusahaan tersebut melakukan usaha ekplorasi yang pertama kali di wilayah Batu Hijau Kabupaten Sumbawa Barat dengan luas 550.856 ha, kemudian dilajutkan dengan usaha ekploitasi, dalam sehari usaha ini mampu meraup sekitar 6.250 ton kosentrat (biji mas, tembaga dan mineral lainnya). Keberadaan perusahaan PT. Newmont di wilayah Batu Hijau tidak selamanya akan eksis melakukan usaha pertambangan, karena cadangan mineral yang bersifat terbarukan yang terkadung di wilayah tersebut kemungkinan akan habis. Sebagai wilayah perluasannya adalah wilayah hutan Elang Dodo yang berada di Kabupaten Sumbawa.

(8)

Desa Lebangkar. Sosialisasi ini tidak berhasil, justru yang terjadi memancing emosional masyarakat sehingga terjadi tindakan anarkis. Akibat dari itu, akhirnya warga Desa Lebangkar melakukan aksi dan memperluas perlawanan terhadap PT. Newmont dengan melibatkan seluruh elemen rakyat se Kecamatan Ropang. Sebagai akumulasi kemarahan rakyat Kecamatan Ropang terhadap PT. Newmont akibat tidak adanya itikad baik, maka pada tanggal 18 Maret 2006 masyarakat sekecematan Ropang sepakat untuk melakukan pembubaran terhadap aktivitas PT. Newmont. Pembubaran tersebut, berujung pada pembakaran camp milik sub kontraktor PT. Newmont yang sedang melakukan ekplorasi di kawasan hutan Elang Dodo. Kejadian di atas, dalam perkembangannya belum menemukan titik terang atau belum kunjung selesai, sehingga tidak menutup kemungkinan masalah ini akan muncul kembali sewaktu-waktu. Ketika masalah ini muncul, maka akan berdampak buruk bagi investas pertambangan di Indonesia.

B. Rumusan masalah

Berdasarkan latar belakang di atas, adapu rumusan masalah yang diangkat dalam makalah ini, yaitu:

1. Siapa yang menjadi subyek dan apa yang menjadi obyek sengketa usaha pertambangan di wilayah hutan Elang Dodo?

2. Bagaimana proses dan faktor penyebab terjadinya sengketa usaha pertambangan di wilayah hutan Elang Dodo?

3. Bagaimana upaya penyelesaian sengketa usaha pertambangan di wilayah hutan Elang Dodo?

C. Tujuan penulisan

Adapun tujuan dari Penulisan makalah ini sebagai berikut:

1. Untuk mengetahui dan mengidentifikasikan subyek dan obyek sengketa.

2. Untuk proses dan faktor-faktor penyabab terjadinya sengketa

3. Untuk mengetahui dan mengidentifikasikan dan upaya penyelesaian sengketa.

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

(9)
(10)

Tembaga Emas PT. Newmont khususnya di wilayah hutan Elang Dodo Kabupaten Sumbawa, yakni seluas 16.568,54.

Gambar 1. Peta pulau sumbawa

Sumber : Sumbawanews.com

Gambar 2. Daerah Pertambangan PT. Newmont Nusa Tenggara Tambang Batu Hijau di Pulau Sumbawa yang akan di tutup setelah mengetahui potensi Elang Dodo

Sumber : Sumbawanews.com

BAB III

PEMBAHASAN

(11)
(12)

Forum Masyarakat Desa Lebangkar merasa keberatan dengan ekplorasi PT. Newmont di wilayah hutan Elang Dodo karena tanpa adanya sosialisasi ke masyarakat Desa Lebangkar. Keberatan ini bukan hanya ditujukan ke PT. Newmont akan tetapi ke Pemerintah Kabupaten Sumbawa, karena keberadaan ekplorasi PT. Newmont di wilayah hutan Elang Dodo tidak bisa lepas dengan campur tangan pemerintah daerah yang didasarkan pada asas otonomi daerah.

2. Obyek sengketa

(13)
(14)

mengambil hak-hak masyarakat Desa Lebangkar berupa bekas perkampungan, sawah, kebun dan kuburan leluhur masyarakat Desa Lebangkar.

E. Proses Dan Faktor-Faktor Penyebab Terjadinya Sengketa 1. Proses terjadinya sengketa

(15)

PT. Newmont selalu berbelit dan menganulir persolan tersebut. Akibat dari itu, masyarakat Desa Lebangkar melibatkan pihak DPRD Sumbawa untuk menegur Pemerintah Sumbawa dan PT. Newmont untuk mensosialisasikan keberadaan PT. Newmont di wilayah hutan Elang Dodo dan pembatalan penerbitan SPPT hutan Elang Dodo, tapi pihak pemerintah tidak gerah dengan teguran DPRD Sumbawa. Sebagai akumulasi dari sikap Pemerintah Sumbawa dan PT. Newmont akhirnya masyarakat Desa Lebangkar melakukan pemboikotan aktivitas PT. Newmont di hutan Elang Dodo.

2. Faktor-faktor penyebab terjadinya sengketa

(16)

dilakukan oleh masyarakat Desa Lebangkar dapat dikatakan adat istiadat. Adat istiadat menurut Soerjono Soekanto, adalah suatu kebiasaan yang dilakukan oleh salah satu komunitas guna menjauhkan diri dari perbuatan buruk yang diajurkan oleh aturan yang berlaku dalam komunitas tersebut. Kebiasaan atau adat istiadat masyarakat Desa Lebangkar ini merasa terganggu semenjak ekplorasi PT. Newmont di hutan Elang Dodo. Semua wilayah tempat diselenggarakan adat istiadat masuk wilayah ekplorasi PT. Newmont, sehingga secara tidak langsung PT. Newmont telah melanggar kearifan lokal masyarakat Desa Lebangkar.

b. Kekurangan sumber pendapatan

Selain sumber kekayaan mineral yang terkadung di dalam hutan Elang Dodo. Hutan Elang Dodo juga memiliki potensi yang tak kalah penting. Hal ini disampaikan oleh Walhi NTB pada tahun 2003, berdasarkan hasil temuan atau investigasinya:

 Produksi hutan jalid (hutan untuk produksi gula

merah dari pohon enau atau aren). Masyarakat rata-rata memiliki daerah kapling sekitar 4-5 hektar untuk setiap kepala keluarga.

 Di wilayah ini juga menyimpan madu berkualitas

(17)

 Diantara beberapa pohon kayu yang sangat

berharga tersebut di atas terdapat pula beberapa macam pohon kayu yang memiliki nilai yang mata pencahariannya. Sayang pemanfaatan tersebut mulai merasa berkurang. Hal ini didasarkan pada

3. Upaya Penyelesaian Sengketa

(18)
(19)

intabilitas bagi investasi pertambangan di Kabupaten Sumbawa. Atas pertimbangan itu, akhirnya bupati menggadakan negosiasi yang kesekian kalinya dengan masyarakat Desa Lebangkar di kantor Bappeda Kabupaten Sumbawa yang di pimpin langsung oleh Bupati. Negosiasi ini menemukan titik temu antara masyarakat Desa Lebangkar dengan Pemerintah Sumbawa dan PT. Newmont yang disepakati dan ditelurkan dalam bentuk surat pernyataan bersama. Surat pernyataan bersama tersebut merupakan cara penyelesaian secara negosiasi.

Gambar 3. Kawasan Hutan Dodo Kecamatan Ropang

(20)

BAB IV PENUTUP

A. Simpulan

Adapun simpulan yang dapat dikemukakan dalam penulisan ini, yakni:

1. Subyek yang bersengketa adalah masyarakat Desa Lebangkar dengan PT. Newmont dan Pemerintah Kabupaten Sumbawa, sedangkan obyek sengketa yakni kontrak karya hasil penciutan VI pada tahun 2005 dengan luas 87.500 Ha.

2. Proses terjadinya sengketa berawal dari ekplorasi PT. Newmont di hutan Elang Dodo yang dilakukan pada tahun 2003. Ekplorasi ini melahirkan beberapa faktor yang menyebabkan sengketa, yakni; dilanggarnya kebiasaan (adat istiadat), berkurangnya sumber pendapatan.

3. Upaya-upaya yang sudah di tempuh dalam penyelesaian sengketa ini, yakni melalui jalur litigasi menggunkan hukum negara dan non litigasi menggunakan hukum adat. Non litigasi dengan cara kekerasan dan dilanjutkan dengan negosiasi.

B. Saran

Adapun saran yang dapat disampaikan dalam malah ini adalah

1. Disarankan kepada Badan Pelayanan PBB Kabupaten Sumbawa untuk membatalkan penerbitan SPPT hutan Elang Dodo karena bertentangan dengan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1994 Tentang Perubahan Atas Undang- Undang Nomor 12 Tahun 1985 Tentang Pajak Bumi Dan Bangunan Pasal 1. 2. Disarankan kepada PT. Newmont untuk menghargai dan

(21)

DAFTAR PUSTAKA

Anonim, 2011. “Potensi NTB”. Serial Online Juli, Available From: URL: hhtp://ntb.go.id/deskripsiwilayah/petas umberdayaalam.

Daeng, Salamudin, 2006. Mengapa Rakyat Sumbawa Melawan Newmont. Foto copy Narmada, Mataram-NTB.

Departemen Pertambangan RI, 2004. “Luas Areal Kontrak Karya PT.Newmont”. Jakarta, tertanggal 12 Maret.

Gambar

Gambar 1. Peta pulau sumbawa
Gambar 3. Kawasan Hutan Dodo Kecamatan Ropang

Referensi

Dokumen terkait