Pemikiran Filosofis dan
Non-Filosofis
Arti Berpikir
• Kamus Besar, berpikir adl menggunakan akal budi utk memprtimbangkan dan memutuskan sst;
menimbang-nimbang dl ingatan.
• Sebagian ahli menganggap berpikir sbg proses kimia, terutama proses pembakaran (oxydation process), spt pndpt Jacob Moleschott
(1822-1893).
• Namun, pendapat ini tdk dpt dibenarkan, krn
Lanjutan
• Semua tenaga yg datang dari pancaindera dan
menjadi pikiran harus melewati pangkal otak. Krn adanya sistem of relays, dari pangkal otak akan dilepaskan tenaga untuk menjadi anasir pikiran.
• Pangkal otak adl tempat nafsu-nafsu, ajakan-ajakan dan emosi-emosi. Tenaga yg datang dari pangkal otak akan menjelma menjadi nafsu, ajakan dan emosi dan berpadu dg tenaga-tenaga yg datang dari tempat lain, shg pikiran kita selalu disertai oleh nafsu-nafsu,
ajakan-ajakan, dan emosi-emosi, yg terutama adl syahwat dan godlob.
Lanjutan
• Tiga tenaga syahwat yg menggerakkan jiwa :
1. Ajakan melakukan perbuatan untuk kepentingan diri sendiri
2. Ajakan melakukan perbuatan untuk kepentingan orang lain
Lanjutan
• Yang disebut “manusia” yg sebenarnya
bukanlah jasmaniahnya, akan tetapi rohaniahnya.
• Rene Descartes berkata bahwa “manusia
adalah roh yg mempergunakan jasad
Lanjutan
• Tiap-tiap perbuatan secara sadar selalu didahului oleh
kemauan. Sebaliknya, tidak semua kemauan disusul oleh perbuatan.
• Perlombaan menghasilkan kemauan sdg kemauan
menghasilkan perbuatan. Tetapi tidak semua kemauan
menjadi perbuatan. Krn itu kemauan berakhir pada empat kemungkinan :
1. Kemauan yg perbuatannya dg segera dijalankan
2. Kemauan yg perbuatannya dijalankan secara terkendali (tdk seluruh isi kemauan dijadikan perbuatan)
3. Kemauan yg perbuatannya ditunda untuk sementara, menunggu kesempatan yang lebih sesuai
Sumber Pengetahuan Manusia
• Mitos • Agama • Filsafat
• Menurut Clarence L. Lewis seorang ahli logika
mengatakan bahwa filsafat itu sesungguhnya suatu proses refleksi dari bekerjanya akal.
Macam karakter kegiatan Berpikir
• Berfilsafat itu berpikir, tapi tidak semuanya itu
berfikir dikatakan berfilsafat.
• Berpikir non-filsafati dibedakan menjadi dua,
yaitu:
Lanjutan
• Berfikir tradisional, yaitu berfikir tanpa
mendasarkan pada aturan-aturan berfikir ilmiah.
• Artinya berfikir yang hanya mendasarkan pada
Lanjutan
• Sedangkan yang dimaksud berfikir ilmiah,
berfikir yang memakai dasar-dasar / aturan-aturan pemikiran ilmiah, yang diantaranya:
Berpikir kefilsafatan
• Berfilsafat termasuk dalam berfikir namun
berfilsafat tidak identik dengan berfikir.
• Sehingga, tidak semua orang yang berfikir itu
Ciri berfikir secara filsafat
1. Metodis ; yakni menggunakan metode, cara, jalan yang lazim digunakan oleh para filsuf dalam proses berfikir filsafati.
2. Sistematis; yakni dalam berfikir, masing-masing unsur saling berkaitan satu sama lain secara teratur dalam suatu keseluruhan, sehingga dapat tersusun suatu pola pemikiran yang filosofis.
3. Koheren; yakni dalam berfikir unsur-unsurnya tidak boleh mengandung uraian yang bertentangan satu sama lain namun juga memuat uraian yang logis. 4. Rasional; yakni harus mendasarkan pada kaidah
Lanjutan
5. Komprehensif; yakni berfikir secara menyeluruh, artinya melihat objek tidak hanya dari satu sisi /
sudut pandang, melainkan secara multidimensional. Disinilah perlunya filsafat dan ilmu pengtahuan
saling menyapa dan menjenguk.
6. Radikal ; yakni berfikir secara mendalam, sampai akar yang paling ujung, artinya sampai menyentuh akar persoalannya, esensinya.
7. Universal ; yakni muatan kebenarannya sampai
tingkat umum universal, mengarah pada pandangan dunia, mengarah pada realitas hidup dan realitas
Tiga karakteristik Berpikir filosofis
• Radikal itu artinya mengakar, mengenai masalah dasar, yaitu
mengenai masalah yang menguras pikiran untuk menjawabnya.
• berfikir spekulatif artinya tidak mendasarkan pada
pengalaman atau percobaan ttp sbg hasil pemikiran yang dapat dijadikan dasar bagi pemikiran selanjutnya. Hasil pemikiran selalu dimaksudkan sebagai dasar untuk
menjelajah wilayaha pengetahuan nyang baru. Meskipun demikian tidak berarti hasil pemikiran kefilsafatan itu
meragukan, karena tidak pernah mencapai keselesaian.
• universal artinya menyeluruh; maksudnya pemikiran filsafah
itu tidak memilih obyek tertentu membatasi pada
Menurut Louis O. Kattshof
1. Konsepsional 2. Sistematis
3. Koheren 4. Rasional
Pandapat lain
Radikal, artinya berpikir sampai ke akar-akarnya hingga sampai pada hakekat atau subtansi yang dipikirkan
Universal, artinya pemikiran secara luas.
Konseptual, artinya generalisasi dan abstraksi pengalaman manusia.
Koheren atau konsisten, artinya runtut dan tidak mengandung kontradiksi.
Sistematis, artinya uraian yang saling berhubungan secara teratur.
Komprhensif, artinya mencakup atau menyeluruh.
5 prinsip penting dalam berfilsafat
1. Tidak boleh merasa paling tahu dan paling benar sendiri (congkak).
2. Memiliki sikap mental, kesetiaan dan jujur terhadap kebenaran.
3. Bersungguh-sungguh dalam berfilsafat serta berusaha dalam mencari jawabannya.
4. Latihan memecahkan persoalan filsafati dan
Metode Berfikir Filsafat
Pola pemikiran dalam metode berfikir
(berfilsafat) berawal dari titik pangkal dan dasar kepastian, seperti logika konsepsional dan
Beberapa Metode Berfikir Filsafat
1. Metode Intuitif (Plotinus dan Henri Bergson) 2. Metode Skolastik (Thomas Aquinas 1225-1247) 3. Metode Geometris (Rene Descartes 1596-1650) 4. Metode Eksperimental (David Hume)
5. Metode Kritis-Transendental (Immanuel Kant 1724-1804)
6. Metode Dialektis (G.W.F. Hegel 1770-1831)