• Tidak ada hasil yang ditemukan

DRAF PEDOMAN TRANSFORMASI INSTITUT TEKNO

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "DRAF PEDOMAN TRANSFORMASI INSTITUT TEKNO"

Copied!
12
0
0

Teks penuh

(1)

Draf #1. 5 Desember 2016

DRAF PEDOMAN TRANSFORMASI

INSTITUT TEKNOLOGI DEL

1. LATAR BELAKANG

Institut Teknologi Del (IT Del) adalah lembaga pendidikan tinggi yang unik dan dibangun dengan idealisme yang kokoh seperti yang disampaikan oleh Jenderal TNI (purn) Luhut B. Pandjaitan, Pembina Yayasan Del, ahwa IT Del berangkat

dari perwujuda se uh i pi u ul ya pe e a g No el dari Da au To a

dan sumbangsih mencerdaskan kehidupan bangsa dalam bidang teknologi informasi, bioteknologi, dan rekayasa bisnis dengan semangat pantang menyerah dan kerja keras yang terus menerus dengan nilai- ilai MarTuha ,

Marroha, da Mar isuk u tuk kejayaa I do esia.

IT Del semula berasal dari Politeknik Informatika Del yang lahir pada tahun 2001 dan kemudian berubah menjadi lembaga institut teknologi pada tahun 2013. Dalam kurun waktu 15 tahun, IT Del telah mengalami perubahan kelembagaan dan berkembang dengan pertambahan program studi dan jumlah mahasiswa pada tahun 2016 hampir mencapai 1250 orang.

Perkembangan yang cepat ini tentu menimbulkan tantangan baru dalam manajerial maupun organisasi. Ketika berstatus politeknik, proses pendidikan dapat dilakukan dengan bantuan sistem informasi yang sederhana, namun dengan jumlah dosen sekitar 60 orang dan mahasiswa yang semakin meningkat, sistem yang sudah lama digunakan perlu dimutakhirkan sesuai dengan perkembangan yang telah terjadi.

(2)

2. VISI, MISI, DAN NILAI-NILAI IT Del

a. Visi IT Del:

͞Menjadi pusat keunggulan yang berperan dalam pemanfaatan teknologi

bagi kemajuan bangsa͟.

b. Misi IT Del:

1. Menyelenggarakan dan mengembangkan proses pendidikan yang unggul, berkesinambungan, dan bermanfaat bagi masyarakat.

2. Mengembangkan, menciptakan, dan menyebarkan ilmu pengetahuan dan teknologi.

3. Meningkatkan peranan Institut agar mampu menjadi pembaharu kemampuan, keterampilan pilihan rujukan, dan pengembangan rekayasa karya masyarakat, khususnya dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi.

c. Tujuan IT Del

Tujuan IT Del adalah dikenal menjadi Pusat Keunggulan Inovasi Frugal dalam Tridharma Perguruan Tinggi yang disegani di Indonesia.

Inovasi Frugal (Frugal Innovation) adalah cara berinovasi di tengah keterbatasan baik sumber daya maupun daya beli pasar dengan menghasilkan barang dan jasa yang memenuhi standar mutu dengan biaya dan harga murah untuk masyarakat yang dilayani.

 IT Del memperhatikan potensi lokal sebagai muatan awal dalam kegiatan inovasi frugal pada era ekonomi pengetahuan untuk mengembangkan dan memanfaatkan teknologi tepat guna dalam bentuk pengetahuan, model, produk, dan jasa yang sesuai dengan dinamika kebutuhan masyarakat secara berkelanjutan.

d. Pemaknaan Del

Del artinya selangkah lebih maju.

Pernyataan Del berlandaskan pada premis bahwa kehidupan mempunyai

berbagai keterbatasan, waktu adalah terbatas dan bukan ulangan tetapi kesempatan untuk menambah kebajikan, kehidupan selalu dihadapkan pada pilihan antara baik dan buruk, sikap Del adalah pembeda antara pemenang dan pecundang, dan kejuangan melalui tindakan nyata yang akan memberikan hasil.

Sikap Del diartikan bahwa insan Del merupakan agen pembaharu dengan

(3)

Filosofi Del adalah daya maju (the power of progress) dengan ciri-ciri: berwawasan luas, berusaha lebih baik, dan bersedia melangkah maju.

 Del bermakna wawasan setapak lebih maju demi perubahan yang lebih baik. Del dengan notasi ∇adalah operator gradien yang berguna untuk mencari perubahan arah dan kecepatan dalam sebuah garis atau bidang.

 Del bermakna berusaha lebih keras (extra mile) untuk pelayanan yang lebih baik. Del dengan simbol segitiga terbalik (∇) berbentuk alat musik harpa yang menampilkan lantunan musik indah yang membangkitkan semangat untuk berbuat yang terbaik.

 Del bermakna bersiap (readiness) untuk tantangan atau sasaran selanjutnya untuk target yang lebih baik. Del berbentuk busur (∇) adalah senjata yang siap mengarahkan dan melesatkan anak panah. Dosen IT Del adalah para pahlawan yang mempersiapkan para perserta didik untuk berkemampuan cerdas, mempunyai tujuan hidup keabadian, dan memberikan manfaat di lingkungannya.

e. Nilai-Nilai IT Del

BerkeTuhanan (MarTuhan) adalah bakti diri untuk mengakui keberadaan

dan mencari perkenan Tuhan yang penuh kasih, adil, dan benar serta menjalani kehidupan yang diubahkan berdasarkan rancanganNya dengan penuh ketulusan menjadi garam dan terang dunia.

Berhati-nurani (Marroha) adalah watak penguasaan diri yang mengikuti kesadaran moral dalam mengutamakan kebajikan, keadilan, dan kebenaran dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara.

Berakal-budi (Marbisuk) adalah bijaksana berdasarkan hikmat dan

pengertian dengan menunjukkan penguasaan pengetahuan dan kecakapan dalam bekerja dan berkarya dan bersedia belajar sepanjang hayat.

f. Tridharma IT Del

Tridharma IT Del adalah kewajiban untuk menyelenggarakan Pendidikan,

Penelitian, dan Pengabdian kepada masyarakat.

Penelitian adalah kegiatan yang dilakukan menurut kaidah dan metode ilmiah secara sistematis untuk memperoleh informasi, data, dan keterangan yang berkaitan dengan pemahaman dan/atau pengujian suatu cabang ilmu pengetahuan dan teknologi.

Pengabdian kepada Masyarakat adalah kegiatan sivitas akademika yang memanfaatkan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi untuk memajukan kesejahteraan masyarakat dan mencerdaskan kehidupan bangsa.

Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan

(4)

serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa, dan negara.

g. Komitmen Del

Komitmen Del adalah Mutu Inovasi Kemahiran atau QIV – Quality

Innovation Virtuosity dalam mewujudkan budaya akademik yang produktif.

Mutu adalah penjaminan mutu pada kegiatan tridharma perguruan tinggi

yang ditandai dengan adanya Kebijakan Mutu, Sistem Penjaminan Mutu Internal dan Eksternal, Standar dan Asesmen, Evaluasi Diri, dan Kaizen atau Perbaikan Terus-Menerus (Plan-Do-Check-Action). IT Del dinyatakan bermutu atau berkualitas, apabila:

 IT Del mampu memenuhi Standar Nasional Pendidikan Tinggi dan mewujudkan visinya melalui pelaksanaan misinya (aspek deduktif);

 IT Del mampu memenuhi kebutuhan pemangku kepentingan (aspek induktif), berupa: kebutuhan kemasyarakatan (societal needs), kebutuhan dunia kerja (industrial needs), dan kebutuhan profesional

(professional needs).

Inovasi adalah pola pikir visioner dan kreatif dalam menghasilkan karya intelektual yang bermanfaat bagi Institusi dan masyarakat.

Kemahiran adalah kualifikasi yang dapat melakukan dengan mumpuni

kegiatan analitik, desain teknis, dan eksperimen.

Budaya akademik adalah suasana dan praktik pengajaran dan

pembelajaran bermutu; penelitian, kontribusi intelektual, dan dokumentasi; serta pengembangan kemampuan akademis dan profesional peserta didik dan kepedulian sosial.

3. KEBIJAKAN PENDIDIKAN

a. Pengajaran

Gejala: Beberapa pelaksanaan kuliah dilaksanakan belum terstandar.

Sebagai contoh, satu kuliah yang sama dilaksanakan secara paralel oleh beberapa dosen ternyata menggunakan materi yang berbeda atau memberikan materi yang kurang sesuai dengan silabus. Contoh lain adalah isu ketimpangan alokasi beban mengajar dosen. Sama halnya dengan konflik antara pembagian kuliah dan pembimbingan pada saat penugasan dosen. Dosen juga tidak mempunyai catatan kuliah atau diktat sehingga pengajaran kerap berubah-ubah dari tahun ke tahun.

(5)

yang dapat diakses oleh peserta kuliah, kuesioner mutu kepada mahasiswa harus diselesaikan secara tuntas dan mempunyai mekanisme umpan balik tehadap proses pengajaran, setiap silabus dan materi dimutakhirkan sesuai dengan perkembangan ilmu terbaru atau kebutuhan pengguna, dosen mengikuti lokakarya keunggulan pengajaran, dosen masukkan nilai tepat waktu, dosen melakukan pengalolaan waktu dengan melengkapi Formulir Rencana Kerja (FRK) dan Formulir Evaluasi Diri (FED), silabus singkat harus ditampilkan pada situs program studi , dan pemenuhan jumlah dosen aktif per program studi minimal adalah 6 orang.

b. Akreditasi

Gejala: Belum semua program studi yang belum terakreditasi dan IT Del belum terakreditasi secara institusi. Banyak dosen belum mengerti standar akreditasi BAN PT. Dokumen akreditasi belum lengkap dan ada salah paham bahwa akreditasi dilaksanakan setelah ada lulusan.

Rumusan kebijakan: Ada empat program studi yang akan mengikuti proses akreditasi tahun 2017, yaitu: Bio Proses, Teknik Informatika, Manajemen Rekayasa, dan Teknik Elektro. Target pemasukan borang akreditasi adalah Mei 2017. Target Pemasukan borang akreditas Institusi adalah Nopember 2017. Semua dosen perlu mengikuti lokakarya standar BAN PT. Panitia pengisian borang akan diaktifkan mulai bulan Januari 2017. Tim penyusunan borang akreditasi adalah tanggung-jawab ketua program studi yang difasilitasi oleh dekan.

c. Budaya akademik

Gejala: Budaya akademik dalam kegiatan Tridharma PT dan pentingnya kontribusi intelektual belum dipahami secara utuh. Masih terdapat kesenjangan prestasi akademik dari para dosen.

Rumuan kebijakan: Perlunya penyusunan pedoman budaya akademi.

Perlunya kegiatan akademik seperti seminar, bedah buku, dan mimbar kuliah umum bulanan yang menampilkan para dosen IT Del. Berkaitan dengan nila-nilai IT Del, antara lain: nila-nilai-nila-nilai harus ditanamkan dengan baik dan pimpinan harus menjadi panutan, nilai-nilai harus tampak dalam kompetensi orang dan penilaian kinerja, psikotes (bila diperlukan) harus bisa menggambarkan nilai-nilai IT Del, pelanggaran atas nilai-nila harus ditindaklanjuti sampai tuntas, penugasan jangka panjang tidak boleh mengganggu kinerja IT Del dan harus memberikan manfaat yang setimpal untuk IT Del, dan sistem remunerasi dan insentif untuk dosen dan tendik yang diberi penugasan jangka panjang harus diatur khusus sehingga menimbulkan rasa keadilan kepada dosen dan tendik lainnya.

d. Pembelajaran

Gejala: Mahasiswa belum secara merata memahami proses pembelajaran di

(6)

ada pemberdayaan mahasiswa untuk mengasah kepedulian dalam memperhatikan permasalahan masyarakat.

Rumusan kebijakan: Mahasiswa IT Del adalah insan yang menuju dewasa, maka perlakuan terhadap mahasiswa harus membuat mereka lebih cepat dewasa. Semua dosen, tendik, dan mahasiswa bekerjasama untuk menciptakan lingkungan IT Del yang kondusif untuk tumbuhnya kedewasaan dan semangat belajar terbaik. IT Del mendorong agar kegiatan-kegiatan mahasiswa dapat meningkatkan kompetensi mahasiswa dalam perancangan dan kemahiran dalam melakukan inovasi. Perlunya penyusunan pedoman pengalaman pembelajaran terpadu (integrative learning experience) di IT Del. Prinsip yang digunakan adalah pembelajaran berbasis HET (holistik, eksperiensial, dan transformasional) untuk membentuk nilai-nilai MarTuhan, Marroha, dan Marbisuk. Demikian juga dengan perlunya penyusunan panduan pendidikan karakter berasrama. Tim kemahasiswaan juga akan diminta untuk mengembangkan strategi prestasi mahasiswa IT Del untuk tampil pada pekan ilmiah mahasiswa nasional (PIMNAS). Perlunya program inovasi sosial untuk mengasah keterampilan kreativitas mahasiswa dalam menjawab permasalahan masyarakat. Mahasiswa perlu dilatih dengan kemampuan berpikir desain dan berpikir sistem dan belajar secara tim pada laboratorium sosial di Kawasan Toba. Perlu juga adanya pengembangan pusat karir dan pelacakan alumni secara rutin. Situs hubungan alumni dan rencana kerjasama dengan alumni perlu dikembangkan.

e. Kurikulum

Gejala: Beberapa program studi belum mempunyai dokumen kurikulum

secara lengkap. Belum begitu jelas posisi dan keunggulan dari setiap program studi dibandingkan dengan program studi sejenis di Indonesia . Belum semua program studi menampilkan informasi yang mutakhir pada situs program studi. Secara khusus belum ada pemahaman yang jelas antara perbedaan program studi TI baik pada jenjang D3, D4, dan S1. Ketidakjelasan ini membuat kebingunan baik di kalangan mahasiswa, pengguna, maupun dosen.

Rumusan kebijakan: Setiap program studi wajib melengkapi dokumen

kurikulum. Program studi diminta memutakhirkan situs dengan menampilkan visi, misi, tujuan, kurikulum, silabus singkat mata kuliah, capaian pembelajaran (learning outcomes), profil lulusan, kegiatan kemahasiswaan, profil dosen, dan laboratorium. Para ketua program studi yang khususnya bidang informatika diminta untuk menampilkan struktur (platform) tentang posisi dan perbedaan antar jenis pendidikan (SI, TK, dan TI) dan jenjang pendidikan (D3, D4, dan S1) yang kemudian akan ditampilkan sebagai informasi publik pada situs program studi.

f. Perpustakaan

Gejala: Perpustakan masih belum mempunyai konsep pengembangan

(7)

perpustakaan tengah ditingkatkan tetapi tidak ada alokasi ruangan untuk menampilkan karya-karya para sivitas IT Del. Perpustakaan belum mengantisipasi perkembangan masa depan dengan adanya teknologi digital.

Rumusan kebijakan: Perpustakaan IT Del perlu dikembangkan dengan

tujuan: membuat perpustakaan IT Del sebagai simpul pengetahuan dan e -library. Target perpustakaan antara lain mendukung akreditasi setiap program studi mencapai skor 4, memperbaiki tampilan sistem informasi perpustakaan secara daring, melengkapi koleksi book, skripsi, e-thesis, dan lainnya, menambahkan tautan (link) dengan situs-situs open

source yang ternama (bukan abal-abal), membuat Del Corner untuk

menampilkan sejarah IT Del dan karya-karya sivitas, dan merencanakan dukungan terhadap blended learning dan pjj (pendidikan jarak jauh).

g. Laboratorium

Gejala: Belum semua program studi memetakan kebutuhan laboratorium

sesuai dengan kurikulum. Standar laboratorium belum berkembang dengan baik.

Rumusan kebijakan: Program studi diminta untuk melakukan pemetaan

jenis praktikum dan kebutuhan laboratorium sesuai dengan kurikulum dan jumlah mahasiswa yang ada.

h. Jaringan internet

Gejala: Internet menjadi lambat dengan pertambahan jumlah mahasiswa. Beberapa mahasiswa ditengarai boros dalam menggunakan internet. Keluhan mahasiswa mengenai akses jaringan internet nirkabel (WiFi).

Rumusan kebijakan: Perlunya asesmen untuk penambahan kecepatan

internet. Ada usulan untuk membatasi atau memberikan kuota penggunaan internet.

i. Sistem Penjaminan Mutu

Gejala: Sistem penjaminan mutu masih berjalan secara parsial dan belum

ada kebijakan serta manual mutu yang menjadi pedoman dalam melakukan penjaminan mutu.

Rumusan kebijakan: Satuan Penjaminan Mutu segera mengembangkan

kebijakan mutu dan manual penjaminan mutu termasuk formulir-formulir yang diperlukan dalam pelaksanaan penjaminan mutu. Para dosen perlu mendapatkan pelatihan penjaminan mutu pendidikan tinggi untuk meningkatkan kasadaran dan pembentukan budaya mutu.

4. KEBIJAKAN PENELITIAN DAN PENGABDIAN

a. Penelitian

(8)

Rumusan kebijakan: Budaya penelitian perlu dikembangkan lebih baik lagi dengan mewajibkan setiap dosen mempunyai agenda dan peta jalan penelitian. Setiap GBK dapat melakukan lokakarya setiap semester untuk memperkenalkan peta jalan penelitian dan membuat proposal paling tidak dua proposal setiap dosen untuk setiap proposal. Mahasiswa sudah dapat diikutsertakan dalam pembuatan proposal. Hibah internal masih perlu dianggarkan tetapi sudah perlu peningkatan standar publikasi. Dosen juga diberikan target untuk menghadirkan dana-dana penelitian dari Kemenristekdikti paling tidak satu kali dalam satu tahun. Kontribusi intelektual bukan hanya dalam bentuk jurnal tetapi juga buku teks, hak cipta, dan paten. Demikian juga dengan perlunya pemantauan pencapaian standar kontribusi intelektual. Program pendampingan untuk publikasi perlu dilakukan di dalam GBK. Setiap tahun sudah dapat dilakukan sejenis eksibisi untuk menampilkan karya ilmiah dosen dan mahasiswa. Dosen juga diberikan kesempatan untuk menyampaikan hasil penelitiannya pada mimbar ilmiah yang dapat dilakukan setiap bulan. IT Del juga perlu membuatkan rencana pengembangan pusat-pusat penelitian, pusat kekayaan intelektual, dan incubator bisnis.

b. Pengabdian

Gejala: Kegiatan pengabdian kebanyakan bersifat bakti sosial. Belum ada perencanaan setiap program studi dalam kegiatan pengabdian. Kegiatan pengabdian masih terkait dengan kegiatan pelatihan dan penyuluhan. Belum ada kegiatan pengabdian yang mencerminkan kepedulian sosial terhadap industri kecil dan menengah dan pemberdayaan masyarakat lokal. Ditambah lagi untuk kegiatan pengabdian kepada masyarakat guna diakui sebagai angka kredit cukup satu kegiatan pengabdian masyarakat saja, sehingga dosen merasa puas kalau sudah satu kali melakukan pengabdian kepada masyarakat.

Rumusan kebijakan: Setiap program studi diwajibkan merumuskan peta jalan pengabdian. Para mahasiswa juga sudah dapat diajak berpartisipasi dalam mengisi program pengabdian sesuai dengan peta jalan yang telah dikembangkan. Adanya alokasi dana pengabdian yang diberikan kepada setiap program studi sesuai dengan standar BAN PT. Kegiatan pengabdian juga mencakup inovasi sosial dalam menjawab permasalahan masyarakat. Perlu adanya aturan untuk mendorong dosen melakukan pengabdian masyarakat paling tidak satu kali dalam setiap semester.

5. KEBIJAKAN ORGANISASI DAN SDM

a. Struktur Organisasi

Gejala: Struktur organisasi belum menyangkut unit-unit penting sesuai dengan standar nasional.

(9)

aliran kerja antar unit yang efektif. Pembagian tugas harus jelas, namun pola harus berdasarkan kerja kelompok (team work) yang saling mendukung.

b. Perencanaan dan penganggaran

Gejala: Perencanaan baru dimulai dari tingkatan program studi dan belum ada standar dalam penyusunan anggaran.

Rumusan kebijakan: Perlunya mengembangkan sistem perancanaan dan penganggaran, serta sistem keuangan. RKA ditetapkan berdasarkan objektif dan sasaran IT Del. Setiap pengeluaran biaya harus dipertanggungjawabkan dan dijelaskan manfaatnya untuk IT Del. Perjalanan dinas dan pengembangan orang harus menghasilkan pengembalian (return) maksimal untuk dan dibagikan ke komunitas kampus. Semua pemasukan dana harus dikonsilidasi dan dikeluarkan sesuai RKA. Penyusunan dan perubahan RKA harus dibahas bersama dengan Yayasan Del dan bilamana memungkinkan dibahas juga dengan Senat Akademik IT Del.

Kebijakan Rencana Program 2017 adalah “wadaya u tuk e apai sta dar

asio al . Artinya suatu upaya mandiri untuk memenuhi standar nasional

yaitu pemenuhan persyaratan berdasarkan BAN PT dan kriteria peringkat nasional perguruan tinggi (PT). Standar Ban PT terdiri dari Standar 1: Visi, Misi, Tujuan dan Sasaran, serta Strategi Pencapaian, Standar 2: Tata Pamong, Kepemimpinan, Sistem Pengelolaan, dan Penjaminan Mutu, Standar 3: Mahasiswa dan Lulusan, Standar 4: Sumber Daya Manusia, Standar 5: Kurikulum, Pembelajaran, dan Suasana Akademik, Standar 6: Pembiayaan, Sarana dan Prasarana, serta Sistem Informasi, dan Standar 7: Penelitian, Pelayanan/Pengabdian kepada Masyarakat, dan Kerjasama. Standar peringkat nasional PT terdiri dari: kualitas dosen, kecukupan dosen, akreditasi, kualitas kegiatan kemahasiswaan, dan kualitas kegiatan penelitian. Acuan target dalam penyusunan anggaran antara lain sebagai berikut. Keunggulan (flagship) dari setiap program studi harus nyata. Laboratorium harus memenuhi standar minimum untuk membentuk capaian pembelajaran

(learning outcome). Pelatihan, lokakarya, kursus singkat, atau sertifikasi

(10)

c. Pengembangan SDM

Gejala: Pengembangan SDM baik dosen maupun tenaga kependidikan belum terkoordinir dengan baik.

Rumusan kebijakan: Perlu pengembangan Sistem Sumberdaya Manusia,

Rekrutmen dan Pengembangan Dosen dan Tendik, jenjang karir tenaga kependidikan, dan pelatihan tendik. Paradigma bahwa dosen adalah modal insani IT Del, maka: perlu dikembangkan sesuai dengan kompetensi yang diharapkan, harus memberikan kontribusi terbaik untuk IT Del, kinerja dosen dan tendik harus dievaluasi setiap periode dan diberi uman balik agar berkembang sesuai dengan rencana, dikembangkan sistem mentoring, diberlakukannya sistem insentif berbasis kinerja dan dinilai 360%, penugasan harus institusional (penugasan kuliah, seminar, pelatihan, konsultasi, dan lainnya) dan pengalaman atau pengetahuan dari hasil penugasan harus di dibagikan, dan harus punya repositori untuk menyimpan pengetahun dan pengalaman dosen dan tendik. Setiap dosen dan tendik harus dilibatkan sehingga tumbuh keterlibatan dan program sosialisasi harus lebih efektif.

6. PROMOSI DAN PENCITRAAN

a. Promosi

Gejala: Promosi belum terencana dan terlaksana dengan baik khusunya dalam komunikasi merek.

Rumusan kebijakan: IT Del perlu mengembangkan strategi promosi melalui media massa, media sosial, dan peristiwa (events) dengan menampilkan keunggulan dan prestasi IT Del.

b. Pencitraan

Gejala: Belum begitu jelas sosok citra yang hendak dibangun oleh IT Del. Beberapa tahun terakhir IT Del dipandang memiliki asosiasi yang dekat dengan dunia teknologi informasi. Saat ini IT Del telah mempunyai program studi bio-proses dan manajemen rekayasa.

Rumusan kebijakan: IT Del perlu mengembangkan permerekan dan

pemosisian yang lebih jelas serta melakukan komunikasi publik dengan lebih efektif. Situs IT Del sebagai ajang penampilan citra perlu segera dilakukan revitalisasi.

7. LAYANAN DAN PRODUK UNGGUL

a. Layanan unggul

Gejala: Para dosen belum mempunyai kesadaran dan pencapaian dalam

membuat layanan unggul.

(11)

muncul berbagai karya keunggulan pengajaran, kekayaan intelektual, dan kepakaran yang diakui oleh masyarakat.

b. Produk unggul

Gejala: Para dosen belum mempunyai kesadaran dan pencapaian dalam membuat produk unggul.

Rumusan kebijakan: IT Del perlu mendorong produktivitas produk unggul seperti aplikasi, gamifikasi, buku teks, hak cipta (target 5 buah pada tahun 2017), data, rahasia dagang, dan sebagainya.

8. PENDAPATAN

a. Pendapatan

Gejala: IT Del masih bergantung pada pemasukan uang kuliah dan subsidi dari Yayasan Del.

Rumusan kebijakan: IT Del perlu mengembangkan berbagai sumber

pendanaan seperti: kerjasama Pendidikan dengan Pemerintah Kota/Kabupaten, layanan pelatihan dan sertifikasi, kontrak penelitian dan pengabdian, pengembangan Satuan Usaha Komersial (SUK), dan Hadiah dan sumbangan dari alumni dan masyarakat.

9. ASET DAN PEMELIHARAAN

a. Manajemen Aset

Gejala: Belum adanya sistem pengkodean dan sistem informasi asset yang ada di IT Del.

Rumusan kebijakan: Perlunya pengembangan pengkodean dan sistem

informasi asset. Harus ada evaluasi terhadap kinerja manajemen asset dalam menunjang proses perkuliahan.

b. Sistem Pemeliharaan

Gejala: Belum adanya sistem pemeliharaan baik yang bersifat inspeksi rutin dan perbaikan berdasarkan permintaan.

Rumusan kebijakan: Perlu dikembangkan sistem pemeliharaan terjadwal dan pengaduan perbaikan. Perlu penerapan konsep 5R (Ringkas, Rapi, Resik, Rawat, Rajin) untuk menjaga kebersihan dan pemeliharaan fasilitas umum. Harus ada evaluasi terhadap kinerja sistem pemeliharaan dalam menunjang proses perkuliahan.

10.KEBIJAKAN SARANA PENUNJANG

a. Sumberdaya Informasi

Gejala: Belum ada strategi pengembangan sumberdaya informasi yang

dibutuhkan secara internal.

Rumusan kebijakan: Perlu adanya strategi pengembangan sumberdaya

informasi berikut dengan strategi pengembangan sumberdaya manusia. Harus ada evaluasi terhadap kinerja sumberdaya informasi dalam menunjang proses perkuliahan.

(12)

Gejala: Belum ada strategi pengembangan dukungan teknis yang dibutuhkan secara internal.

Rumusan kebijakan: Perlu adanya strategi pengembangan Dukungan Teknis

berikut dengan strategi pengembangan sumberdaya manusia. Harus ada evaluasi terhadap kinerja dukungan teknis dalam menunjang proses perkuliahan.

c. Kantin

Gejala: Belum ada strategi pengembangan kantin yang dibutuhkan untuk melayani pertambahan jumlah mahasiswa yang dapat mencapai 1500 orang pada tahun 2018.

Rumusan kebijakan: Perlu adanya strategi pengembangan kantin berikut dengan strategi pengembangan sumberdaya manusia. Pengelolaan kantin akan dibuat menjadi unit pelaksana teknis (UPT).

d. Asrama

Gejala: Belum ada strategi pengembangan asrama yang dibutuhkan untuk pendidikan karakter.

Rumusan kebijakan: Perlu adanya strategi pengembangan asrama sebagai wahana dalam pendidikan karakter.

e. Perumahan dosen

Gejala: Belum ada strategi penyediaan perumahan dosen yang dibutuhkan seiring dengan pertambahan jumlah dosen.

Rumusan kebijakan: Perlu adanya strategi pengadaan perumahan dosen

secara swakelola.

f. Keamanan

Gejala: Belum ada strategi keamanan seiring dengan bertambahkan fasilitas asrama dan jumlah mahasiswa serta bahaya laten seperti narkoba dan faham radikal.

Referensi

Dokumen terkait