D
esa Galung terletak di lembah Gunung Lapancu, Kabu-paten Barru, Sulawesi Selatan. Mata pencaharian ma-syarakatnya mayoritas adalah bertani. Meskipun letaknya hanya sekitar 17 km dari ibukota kabupaten, Galung masih masuk jamban. Padahal kegiatan penyuluhan, promosi higiene telah di-lakukan. Banyak keluarga yang ingin membangun jamban terkendala masalah ekonomi karena sebagian besar masyarakat desa ini tergolong miskin.Meski demikian, Galung baru saja mendeklarasikan diri sebagai desa ODF (Open
). Warga merasa bangga karena di Kabupaten Barru, Desa Galung merupakan desa pertama yang ODF. Apa sebenarnya yang membuat desa ini berhasil terbebas dari perilaku Buang Air Besar Sembarangan (BABS)? Padahal banyak kendala yang dihadapi karena masyarakatnya miskin.
Ternyata kepala desa yang punya kepedulian terhadap sanitasi memegang peranan besar dalam keberhasilan ini. Ahmad Suhada, sebagai Kepala Desa Galung, telah berani mengambil keputusan menggunakan dana zakat yang setelah mendapat persetujuan warga dalam musyawarah desa. Ahmad memberikan pemahaman kepada warga bahwa penggunaan dana tersebut adalah demi membuat masyarakat Galung menjadi sehat dan bermartabat. ...hal 2
K
! "-cepatan Pembangunan Sanitasi Permukiman (PPSP) telah dilakukan berkali-kali, ternyata dampaknya #!
waktu yang ditentukan.
Demikian di antara hasil Lokakarya Koordinasi Moni$! %! -garakan oleh Direktorat Penyehatan Lingkungan, Ditjen
Agustus- September 2012
Newsletter
AMPL
Semangat ProvinsiSumatera Barat Mendukung Pembangunan AMPL ... hal 4
Kupang Menuju Kabupaten Unggulan dengan
Pembelajaran AMPL ... hal 5
1000 Toilet Bersih Untuk Sekolah Lebih Sehat ... hal 6
Butuh Advokasi Sanitasi Lebih Besar
Galung
Desa ODF Pertama
di Kabupaten Barru
a a
a a a
on
on
on
ongggg g
i
i dedesasaOOOODFDFD ((OpOpenen
p pe
pe
p p
pe
pe
pe
Galung, Desa ODF... dari hal 1
Selain dari kepala desa, dukungan juga datang dari 2 3# 4 ngan biaya murah. Sinar adalah salah satunya. Sebenar-nya profesi sehari-hariSebenar-nya adalah sebagai petani, tetapi dia mempunyai keahlian dalam hal pertukangan. Jadi, selain bertani dia juga membuat beberapa materi 2 panggung, dinding bambu, ubin kamar mandi, termasuk membuat jamban terjangkau.
& '5 2 '4 ! 6 "89 :;2:;2 juga disertai tutup. Banyak keluarga yang menyukai dan ! 4
reka yang berasal dari luar Desa Galung. Jamban buatan Sinar ini pula yang digunakan oleh Kepala Desa Ahmad Suhada untuk membantu para keluarga yang kurang mampu.
Selain kebijakan bantuan pembuatan jamban, pe-micuan (CLTS) juga terus dilakukan. Dengan dukungan dari Kepala Puskesmas Pa-lakka dan dua fasilitator sanitasi, pemicuan CLTS mampu jamban di rumah mereka. Faktor-faktor tersebutlah yang membuat Desa Galung berhasil menjadi desa ODF per-tama di Kabupaten Barru. Semoga keberhasilan Galung ini dapat menjadi inspirasi dan contoh bagi desa-desa lain di sekitarnya. Darwis - Fasilitator Kelembagaan Kabupaten Barru
[kiri]
Silinder Banbu Semen untuk Lubang Jamban. [kanan]
Kloset Keramik Siap Pasang di Bengkel Pak Sinar.
Keluarga Pak Kadri adalah salah satu keluarga yang memiliki jamban di rumahnya.
Butuh Advokasi... dari hal 1
PMU dan PIU PPSP
foto: PPSP
Lokakarya yang dihadiri perwakilan dari PMU PPSP, PIU Teknis, PIU Kelembagaan dan Pendanaan, dan PIU %! ini berlangsung hingga 31 Agustus, dengan tujuan merumuskan kegiatan PPSP di """5
"=>@ '% ! program PPSP. Padahal, di daerahnya program itu sudah berjalan. Ia pun mengungkapkan bahwa banyak pokja di / E# 2 ! mereka paham, gimana caranya,” katanya.
Hal yang sama diakui oleh Ketua PIU Kelembagaan " N# Q! """ "! 3 3 R-nya pasif.
6 !V N 3" kelembagaan yang belum tepat. Ada pemikiran untuk mengubah struktur kelembagaan di Pokja sesuai hirarki birokrasi yang ada.
R 3 -nis ini demi keberhasilan program PPSP. Banyak kegiatan X 3 4
/ %! mulai dari kegiatan pra konstruksi hingga pasca konstruksi. ! banyak pihak terkait yang telah siap dengan sumber daya >Y"=>Z%[Z"" dan lainnya.
Sementara itu, Ketua PMU Wahanudin mencatat !"""Y " 4 mutasi; koordinasi antar anggota Pokja minim dan kapasi-Y# 6" Sanitasi; kesekretariatan Pokja tak memadai; honor ang-gota tak tersedia; pendanaan pelaksanaan beberapa studi untuk penyusunan BPS dan SSK tak memadai; dan 6"4 2 SKPD dan antar anggota Poka.
Semangat Provinsi Sumatera Barat Mendukung
Pembangunan AMPL
L
okakarya yang dilaksanakan di Hotel The Hills, Bukit Tinggi pada tanggal :4+ guna membahas Renstra AMPL "! 6 2 3! 35Dalam sambutannya, Kepala Bappeda "! 6"3Y='-mat Syahni, M,Sc menyampaikan bahwa lokakarya ini dilaksanakan guna ' %#"R"!
Sumatera Barat yang telah disusun untuk jangka waktu 4;6 V' -stra ini merupakan Ren-stra AMPL kedua yang disusun oleh "%#"R"! 6
Sementara itu Maraita Listyasari,S.T,MM, Kepala Harian Pokja AMPL Nasional menyampaikan bahwa Pokja AMPL Nasional ikut mengapresiasi atas kinerja dan sema-ngat pemerintah daerah Sumatera Barat dalam menyusun serta mendukung pembangunan AMPL di daerahnya. Pokja menyarankan adanya perbaikan dan penajaman
data sebagai salah satu tanggapan terha-dap isi Renstra tersebut.
Pada hari kedua pelaksanaan loka-karya, para peserta mendapatkan infor-masi mengenai NAWASIS, serta hal-hal ! !35 Beberapa kegiatan yang dilakukan ter-!3 fasilitasi , pengem-bangan NAWASIS dan manajemen data AMPL. Adapun latar belakang pemilihan
!3 qYV !"
#!, yaitu berdasarkan hasil asesmen pokja di 55! "%#"R baik, serta peningkatan kinerja dan keberlanjutan melalui penguatan kapasitas.
Pada sesi berikutnya, peserta diarahkan untuk melakukan penajaman terhadap misi, isu dan tujuan strategis, sasaran, kebijakan, serta program. Adhitya Wirayasa
[ki-ka]
Maraita Listyasari, Prof. Dr. Ir. Rahmat Syahni, M,Sc., Gary D. Swisher
“D
alam sejarah menghadiri lokakarya AMPL di kota-kabupaten , baru kali ini saya men-6 Y"'Y bersebelahan menghadiri Lokakarya sejak awal hingga akhir v xV# menghadiri “Lokakarya Peranan Lembaga $" " "v */+0 Hal ini dilontarkan dalam kapasitasnya selaku narasum-ber dalam kegiatan yang utamanya membahas mengenai pengalamannya semasa menggerakkan Pokja Air Minum Penyehatan Lingkungan maupun Pokja Perumahan dan Permukiman.Oswar mencontohkan pem-bangunan MCK yang dibangun atas /R dijalankan oleh Dinas yang menginduk di suatu kota, dimana masing-masing 4 Masyarakat lalu mempertanyakan, jika Kepala Negara masih orang yang sama, pun sumber pendanaannya masih berasal dari APBN yang sama lalu mengapa bangunan MCK dengan kualitas yang berbeda jauh bisa berdiri berhadapan satu sama lain di permukiman yang sama. Bahkan salah satu dari MCK tersebut diperoleh sebagai hibah pemberian, sedang-kan lainnya justru diperoleh dengan sharing kontribusi. Menurutnya kondisi ini ibarat sebuah pertandingan bola V 4 /3 V sama. Begitulah perumpamaan yang tepat atas minimnya
Membawa oleh-oleh berupa majalah Percik dan Percik Junior, Oswar memaparkan tentang kiat sukses Pokja AMPL agar “eksis” dan mampu mengakses pendanaan dari @ xV V !"
me-merlukan produk dan rencana kerja yang jelas. Dalam kegiatan yang difasilitasi >{[%@$*60 -sama Mellitus Ataupah (Ketua DPRD Kabupaten Kupang) ! keberadaan Sekretariat Bersama (Sekber) yang akan mengemban peran sebagai wadah pemikir ( " ") bagi pembangunan Kabupaten Kupang. Sekber sendiri akan @% yang kompeten melalui format Kelompok Kerja lintas sektor (Pokja AMPL-BM, Pokja Perumahan Permukiman, dsb). @ Kecil untuk merumuskan format, mekanisme dan rencana kerja Sekber ke depan.
Menanggapi pertanyaan yang diajukan oleh peserta lokakarya, Kemal Taruc (Program Manager UN Habitat-Indonesia) menjelaskan bahwa dukungan teknis UN Habitat 5 ! %#"R{-tuk memulai kegiatannya Sekber akan mengadopsi konsep dan pembelajaran untuk isu-isu AMPL sebelum bergerak ke isu-isu strategis lainnya.
Melalui dukungan UN Habitat, Kabupaten Kupang direncanakan akan bergerak dari penyelenggaraan Pela-" % Minum Penyehatan Lingkungan Berbasis Mayarakat (Pokja AMPL-BM) Kabupaten Kupang. Kegiatan yang direncanakan x beratkan kepada upaya mempersiapkan Pokja AMPL-BM Kabupaten Kupang dalam menyelenggarakan Program Per-cepatan Pembangunan Sanitasi Permukiman (PPSP).
Sebagai penutup Lokakarya Ayub Titu Eki menegaskan kembali kesiapan kabupaten Kupang untuk fokus terhadap 2! E# 4 ;" Penduduk di Kawasan Indonesia Timur”. Iman Utomo - UN Habitat
Kupang menuju
Kabupaten Unggulan
dengan Pembelajaran
AMPL
foto-foto: Iman
S
udah bukan rahasia lagi, hingga kini kondisi toilet pada sejum-lah sekosejum-lah di Tanah Air ma-sih kurang terjaga keberma-sihannya. Bahkan, sebagian besar toilet sekolah juga masih dalam keadaan kotor,Hal ini sungguh sangat disayang-kan, pasalnya kebersihan toilet dalam kegiatan belajar mengajar di @ 2 langsung membuat lingkungan sekolah akan menjadi lebih sehat dan nyaman.
Berangkat dari hal itu, Domestos, produk pembersih toilet dan porselen "@> ! = @ 2q @ Higienis yang diadakan pada 18
Kegiatan ini akan menjangkau + 5: kota di Indonesia. Yang mana, untuk merealisasikan program tersebut, Domestos bekerja sama dengan ber-bagai pihak, mulai dari pihak sekolah, LSM, hingga Asosiasi Toilet Indo-nesia (ATI).
# &#% Brand Manager Domestos, Gerakan @ [ V
guru akan kondisi toilet di sekolah. “Apalagi, saat ini sebagian besar
kan waktunya di sekolah,” ungkapnya.
Sementara itu, Sinta V~ > ! sebagai tempat awal gerakan toilet bersih karena merupakan tempat pemberian pengetahuan awal bagi anak-anak. Di tambah lagi, anak-anak adalah agen perubahan.
“Anak-anak ialah calon pemim-pin. Bila dari kecil mereka sudah di-beri edukasi dan dibiasakan tentang hidup bersih, maka sampai dewasa kebiasan tersebut akan terbawa. Lebih lanjut gerakan ini bertujuan agar mereka peduli akan kebersihan lingkungan,” kata Sinta dalam acara tersebut.
Bukan hanya kegiatan q @ [ kepada para guru, siswa, dan orang Bahkan, dalam acara tersebut pihak Domestos juga mengajak masyarakat q @ [ %" Domestos.
kondisi toilet agar tetap bersih dan higienis juga diungkapkan oleh Indy 6 Indonesia.
Menurut ibu dua anak ini, dia merupakan orang paling rewel dan bawel di rumah tentang kebersihan toilet. Sebab, kebersihan toilet bisa mempengaruhi kesehatan keluarga.
E V kondisi toilet yang kotor bisa menjadi salah satu sumber penyakit,” ujarnya kepada Pokja AMPL Nasional bebe-rapa waktu lalu.
Wanita kelahiran, Bogor 15 &+: V-laupun usia kedua jagoannya masih sangat belia, namun dia telah menga-jarkan cara menjaga kebersihan toilet dengan baik dan benar. “Bahkan, saya 2 toilet, tetapi saya juga mengajarkan mereka bagaimana cara membersih-kannya,” akunya.
D
inamika pemberitaan isu Air Minum dan Penye-hatan Lingkungan (AMPL) di media online cukup %4 Mulai dari tema drainase lingkungan, persampahan, air limbah, hingga air minum. Monitoring ini masih meng-gunakan media online yang sama, yakni Antara.com, 8! V22 2 2 2 2Persentase Berita AMPL Agustus - September 2012
Selama bulan Agustus, total pemberitaan AMPL di 5 Y ; *;0 mayoritas pembahasan mengenai krisis air bersih di > + *50 dengan dominasi seputar bencana banjir terutama yang terjadi di Padang, Ambon, Aceh, Medan dan juga Timika. Untuk tema persampahan, pemberitaannya sebanyak 74 *0 adalah mengenai proses pengelolaan dan penanganan ! ' -ra untuk pemberitaan terkait air limbah, terdapat 5 berita *0 3 IPAL di daerah.
Sementara untuk September, terjadi penurunan %#"R + # *Q50 Salah satu penyebab krisis Tercatat beberapa wilayah &R""@6 Cilacap hingga wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) terkena salah satu dampak kemarau yang berkepanjangan.
Terkait dengan drainase lingkungan, jumlah ; *:0 3 terkait banjir. Terutama yang melanda Padang. Sementara untuk tema persampahan, pemberitaannya dimuat *;0 pengelolaan sampah yang dilakukan di daerah. Persoalan @"% -lakan yang dilakukan oleh warga akan kehadiran TPA juga banyak diangkat oleh media.
Untuk tema terkait dengan air limbah, pemberitaan-2 ; *;0 Permasalahan yang cenderung banyak diangkat terkait tema ini salah satunya adalah mengenai upaya-upaya yang dilakukan oleh pemerintah Indonesia untuk bebas BAB sembarangan. Tema lain yang juga diangkat adalah acara !&!$ ! ' *$%%{0==={Y6 Rozi
DINAMIKA ISU AMPL DI BULAN AGUSTUS-SEPTEMBER 2012
Kesimpulan
Dari hasil monitoring yang dilakukan, terdapat kesamaan fokus antara bulan Agustus dan September, yakni @ lingkungan, persampahan, dan air limbah, secara komposisi pemberitaan memiliki kesamaan antara Agustus dan September.
V4 -% -%" ! ' R % 4 %#"R V
Bulan Agustus 2012
Publikasi
Agenda AMPL
Oktober 2012
- Pertemuan Perencanaan Pembangunan AMPL (Pokja AMPL Nasional)
- Rapat Koordinasi Reguler Pokja AMPL - Eselon 2 (Pokja AMPL Nasional)
- Konsinyering Koordinasi Tahunan Pokja AMPL (Pokja AMPL Nasional)
- Konsinyasi Penyusunan Panduan Kerjasama Daerah dengan swasta melalui CSR (Bappenas)
- Pembinaan Kelembagaan Berbasis Masyarakat - Rapat Koordinasi (Kemendagri)
- Diseminasi Program AMPL melalui Gelar TTG Nasi-onal (Kemendagri)
- Rapat Kuartal dan Teknis WASH - UNICEF (WASH - UNICEF)
- Diseminasi Pembelajaran Sinergi Perencanaan AMPL (WASPOLA Facility)
- Jasa Penyelenggaraan Lokakarya Koordinasi Re-gional Wilayah 1, 2, 3, dan 4 (PPSP - Bappenas) - Seminar dan Pameran PPSP (PPSP - Kemenkes) - Penjaminan Kualitas MPSS 2012 (PPSP - Kemen PU) - Rapat Koordinasi Nasional Pamsimas: Evaluasi 2012
(Pamsimas - CPMU)
- Pertemuan Tingkat Policy / Implementasi - Sekber /
PIU / Forum Eselon I dan II (Pamsimas - CPMU) Newsletter Cetak AMPL
Edisi Juli 2012
Untuk informasi lebih lengkap dapat langsung dilihat di http://www.ampl.or.id atau http://digilib-ampl.net Anda juga dapat bergabung dalam milis AMPL [[email protected]]
Kami juga menerima tulisan berita yang terkait AMPL, kirimkan tulisan Anda ke [email protected] atau [email protected] Tulisan yang terpilih akan di muat dalam newsletter cetak tiap bulannya.
TELAH TERBIT...!
EDISI KHUSUS STBM
BAHASA INDONESIA
& BAHASA INGGRIS
Majalah PercikEdisi Khusus STBM
Majalah Percik Bahasa Inggris - Edisi STBM
Buku Putih Sanitasi Kota Padang Buku Putih Sanitasi
Kabupaten Purworejo