• Tidak ada hasil yang ditemukan

IbM PENCIPTAAN LAGU MODEL UNTUK PEMBELAJ

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "IbM PENCIPTAAN LAGU MODEL UNTUK PEMBELAJ"

Copied!
78
0
0

Teks penuh

(1)

LAPORAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT

IPTEKS BAGI MASYARAKAT (IbM)

IbM

PENCIPTAAN LAGU MODEL UNTUK PEMBELAJARAN

ANAK USIA DINI TAHAP II

Oleh :

Ketua Pelaksana : Itot Bian Raharjo, S.Pd., M.M. NIDN : 0718118401

Anggota : Linda Dwiyanti, M.Pd. NIDN : 0707079101

Epritha Kurniawati, M.Pd. NIDN : 0711029001

Veny Iswantiningtyas, M.Psi. NIDN : 0704118202

Ayu Titis Rukmana Sari, M.Sn. NIDN : 0719128803

Mahasiswa : Rifana Agustina NPM : 13.1.01.11.0030

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU – PENDIDIKAN ANAK USIA DINI FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS NUSANTARA PGRI KEDIRI TAHUN 2017

(2)

HALAMAN PENGESAHAN USUL PROGRAM IPTEKS BAGI MASYARAKAT

1. Judul IbM : Penciptaan Lagu Model untuk Pembelajaran Anak Usia Dini Tahap II

2. Daftar Mitra IbM : Anggota IGTKI-PGRI Kab. Kediri dan Anggota IGRA Kab. Kediri 3. Ketua Tim Pengusul

a. Nama : ITOT BIAN RAHARJO, S.Pd., M.M

b. NIDN : 0718118401

c. Jabatan/Golongan : Penata Muda Tingkat I/ III-b

d. Program Studi : PG-PAUD

e. Perguruan Tinggi : Universitas Nusantara PGRI Kediri f. Bidang Keahlian : Keterampilan Seni Musik

g. Alamat Kantor/Telp/Faks/surel : Kampus I Jl. KH. Achmad Dahlan No. 76 Kediri (64112) /

085649960300 / (0354) 771576 / [email protected] 4. Anggota Tim Pengusul

a. Jumlah anggota : Dosen 4 orang

b. Nama anggota 1/Bidang Keahlian : Linda Dwiyanti, M.Pd./ Media dan Sumber Belajar.

c. Nama anggota 2/Bidang Keahlian : Epritha Kurniawati, M.Pd./ Kurikulum PAUD.

d. Nama anggota 3/Bidang Keahlian : Veny Iswantiningtyas, M.Psi./

Pengembangan sosial emosional Anak Usia Dini

e. Nama anggota 4/Bidang Keahlian : Ayu Titis Rukmana Sari, M.Sn./ Keterampilan Seni Tari

f. Mahasiswa yang Terlibat : 1 orang 5. Lokasi Kegiatan/Mitra (1)

a. Wilayah Mitra : IGTKI – PGRI b. Kabupaten/Kota : Kabupaten Kediri

c. Propinsi : Jawa Timur

d. Jarak PT ke Lokasi Mitra (KM) : 2,5 Km 6. Lokasi Kegiatan/Mitra (2)

a. Wilayah Mitra : IGRA

b. Kabupaten/Kota : Kabupaten Kediri

c. Propinsi : Jawa Timur

d. Jarak PT ke Lokasi Mitra (KM) : 3 Km

7. Luaran yang dihasilkan : Karya Cipta Lagu Anak (buku & CD) 8. Jangka Waktu Pelaksanaan : 4 Bulan

9. Biaya Total : Rp 3.000.000,00

- DIKTI : Rp –

(3)
(4)

Pelatihan Penciptaan “Lagu Model” untuk Pembelajaran Anak Usia Dini - 1 - UNIVERSITAS NUSANTARA PGRI KEDIRI

LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN PADA MASYARAKAT (LPPM) Bekerjasama dengan

IKATAN GURU TAMAN KANAK-KANAK INDONESIA – PGRI KABUPATEN KEDIRI dan

IKATAN GURU RAUDATHUL ATHFAL KABUPATEN KEDIRI

HANDOUT

BAB I

TEORI DASAR SENI MUSIK

Pada pokok bahasan di bab I ini akan membahas tentang unsur seni musik, yang meliputi: 1. Nada

a. Nada adalah bunyi yang beraturan, yaitu memiliki frekuensi tunggal tertentu.

b. Nada dalam not dibedakan bentuknya menjadi 3 yaitu: not angka, not huruf, dan not balok. c. Not angka dibedakan menjadi 3 yaitu: oktaf tinggi, oktaf sedang, dan oktaf rendah.

2. Akord/Kunci

a. Akord adalah kumpulan tiga nada atau lebih yang bila dimainkan secara bersamaan terdengar harmonis. b. Akord mayor juga bisa dibilang dalam bahasa angka 1-3-5 dalam jarak simetris/seimbang.

c. Akord mayor adalah akord yang interval antara nadanya 2 - 1 ½. d. Akord minor adalah akord yang interval antara nadanya 1 1/2 - 2. 3. Tanda Tempo

a. Tanda tempo adalah tanda yang digunakan untuk menunjukan cepat atau lambatnya sebuah lagu yang harus dinyanyikan/dimainkan.

b. Alat yang digunakan untuk mengukur kecepatan lagu atau banyaknya hitungan dalam satu menit disebut Metronome Maelzel, sering disingkat dengan inisial M.M.

c. Jenis tanda tempo 1) Tanda tempo lambat

a) Grave = Sangat lambat dan khidmat (40-44 M.M.)

b) Largo = Lambat dan agung (46-50 M.M.)

c) Largissimo = Sangat lembut (sangat perlahan-lahan) d) Adagio = Sedikit lebih cepat dari Largo (52-54 M.M.)

e) Prestissimo = Secepat-cepatnya

Selain tanda tempo dan tanda yang menunjukkan watak atau sifat lagu, terdapat juga tanda-tanda yang menunjukkan perubahan waktu seperti:

1) Tanda untuk mempercepat

a) Accelerando = semakin cepat/bertambah cepat.

b) Stringendo = Mendesak, mempercepat.

2) Tanda untuk memperlambat

a) Allargando = menjadi luas dan lambat b) Ritardando = semakin lambat ( rit... )

c) Fermata = lamanya diatur oleh penyanyi atau dirigen ( ) atau ( )

(5)

Pelatihan Penciptaan “Lagu Model” untuk Pembelajaran Anak Usia Dini - 2 -3) Penggabungan dua istilah, misalnya Allegro Vivace yang berarti lebih cepat dari Allegro, tetapi

kurang dari Vivace dengan menambah istilah lain. Kata-kata yang digunakan seperti berikut:

a) Con amore = dengan penuh cinta

b) Conbrio = dengan hidup

c) Con fiesta = dengan meriah

d) Con espressione = dengan penuh perasaan

e) Con dolore = dengan sedih

f) Con mastoso = dengan agung

Misalnya dari istilah adagio menjadi adagio con maestoso

4) Menambah akhiran “etto” yang berarti agak, dan akhiran “issimo” yang berarti sangat. Misalnya jika allegretto yang berarti agak cepat dan allegrissimo yang berarti sangat cepat.

4. Irama/Ritme.

Pengertian irama/ritme secara sederhana adalah perulangan bunyi-bunyian menurut pola tertentu dalam sebuah lagu.

5. Melodi.

a. Dalam arti yang paling harfiah, melodi adalah urutan nada dan jangka waktu nada.

b. Melodi sering terdiri dari satu atau lebih frasa musik atau motif, dan biasanya diulang-ulang dalam lagu dalam berbagai bentuk.

c. Melodi juga dapat digambarkan oleh gerak melodis mereka atau nada atau interval (terutama yg diperbantukan atau terpisah-pisah atau dengan pembatasan lebih lanjut), rentang pitch, dan melepaskan ketegangan, kontinuitas dan koherensi, irama, dan bentuk.

1. ^Melodia, Henry George Liddell, Robert Scott, A Greek-English Lexicon, at Perseus project. 6. Harmoni

a. Harmoni dalam musik Barat adalah salah satu teori musik yang mengajarkan bagaimana menyusun suatu rangkaian akord-akord agar musik tersebut dapat enak didengar dan selaras.

b. Studi ini sering merujuk kepada studi tentang progresi harmonis, gerakan dari satu nada secara berbarengan ke nada yang lain, dan prinsip-prinsip struktural yang mengatur progresi tersebut.

c. Teori harmoni dasar antara lain adalah Trisuara atau Triad. Kalau kita membangun tiga nada yang berjarak masing-masing terts di atas suatu nada alas, maka akan diperoleh suatu akord yang disebut tri-suara atau triad.

7. Aransemen

a. Aransemen (bahasa Inggris: arrangement) adalah penyesuaian komposisi musik dengan nomor suara penyanyi atau instrumen lain yang didasarkan pada sebuah komposisi yang telah ada sehingga esensi musiknya tidak berubah.

b. Orang yang membuat aransemen lagu disebut pengaransemen (arranger).

c. Aransemen terdiri dari tiga jenis: aransemen vokal, aransemen instrumen, dan aransemen campuran. 1) Aransemen vokal. Setiap lagu dapat dibuatkan aransemen khusus vokal, yaitu dalam dua suara, tiga

suara, atau empat suara.

2) Aransemen instrumen. Aransemen instrumen harus disesuaikan dengan alat-alat musik yang nantinya dipakai untuk memainkan lagu tersebut. Semakin lengkap alat musik yang digunakan, semakin banyak pula kemungkinan variasi yang dapat diciptakan.

3) Bagian-bagian dari suatu aransemen musik dikenal dengan istilah partitur (bahasa Belanda: Partituur, bahasa Italia: partitura, bahasa Inggris: part dan bahasa Prancis: parte).

d. Aransemen campuran. Aransemen campuran adalah campuran aransemen vokal dan instrumen. Teknik yang dilakukan adalah menggabungkan dua jenis aransemen yang telah ada. Pada aransemen campuran, umumnya ditonjolkan aspek vokalnya, sementara instrumen berfungsi sebagai pengiring sekaligus memeriahkan, sehingga pertunjukan yang disajikan bertambah sempurna.

e. Seorang dirigen/konduktor berfungsi sebagai pemimpin yang mengendalikan keseimbangan dalam menampilkan aransemen yang telah disusun.

8. Komposisi

a. Komposisi adalah potongan musik (komposisi berarti "menaruh bersama", sehingga komposisi ialah sesuatu dimana catatan musik ditaruh bersama). Ketika menulis potongan musik, seorang komponis sedang membuat komposisi musik.

(6)

Pelatihan Penciptaan “Lagu Model” untuk Pembelajaran Anak Usia Dini - 3 -BAB II

METODE SOLFEGIO DAN NOTASI ANGKA

A. Pengertian Solfegio

1. Metode Solfegio juga dapat diartikan sebagai ilmu dalam memahami interval musik dan notasi.

2. Metode Solfegio bertujuan untuk memberikan pemahaman tentang jarak nada satu ke nada yang lain dengan cara menyanyikan berbagai macam bentuk notasi, dengan menyanyikan interval nada yang berbeda-beda.

3. Metode solfegio adalah latihan kemampuan pendengaran atau ketajaman pendengaran musik, baik ketepatan ritmik maupun ketepatan nadanya.

4. Solfegio adalah istilah yang mengacu pada menyanyikan tangga nada, interval dan latihan-latihan melodi dengan sillaby zolmization yaitu, menyanyikan nada musik dengan menggunakan sukukata. 5. Kemampuan membaca nada disebut dengan sight reading, indikatornya antara lain:

a. Kemampuan membaca ritme/ irama

b. Kemampuan membaca melodi/ rangkaian nada

c. Kemampuan membaca akor/ keselarasan gabungan nada.

6. Kemampuan mendengar nada disebut dengan ear training tiga indikator kemampuan, yaitu: a. Kemampuan mendengar dan mengingat ritme/ irama, menuliskan serta menyuarakan kembali

b. Kemampuan mendengar dan mengingat melodi/ rangkaian nada, menuliskan serta menyuarakan kembali

c. Kemampuan mendengar dan mengingat akor/ keselarasan gabungan nada.

7. Sedangkan kemampuan menyanyi disebut dengan Sight-Singing tiga indikator, yaitu: (1) Kemampuan menyanyikan melodi atau rangkaian nada, (2) Kemampuan menyanyikan interval nada, dan (3) Kemam-puan menyanyikan tangga nada.

B. Tangga Nada dan Notasi Angka 1. Tangga Nada Diatonis Mayor

a. Skala ini tersusun oleh delapan not.

b. Interval dalam istilah musik adalah sebuah jarak antara nada satu ke nada yang lainnya. c. Interval antara not yang berurutan dalam skala mayor adalah:

1, 1, ½, 1, 1, 1, ½

b. Ciri-ciri tangga nada mayor 1) Bersifat riang gembira.

2) Biasanya diawali dan diakhiri dengan nada “Do”. 3) Scale bentuk notasi angka: 1 – 2 – 3 – 4 – 5 – 6 – 7 – 1’ 4) Cara membaca tangga nada pada notasi angka di atas:

do – re – mi – fa – sol – la – si – do’ 2. Tangga Nada Diatonis Minor

a. Tangga nada minor dapat dilihat sebagai motif notasi ke-enam pada tangga nada diatonis mayor. b. Interval antara not yang berurutan dalam skala minor adalah:

1, ½, 1, 1, ½, 1, 1

c. Ciri-ciri tangga nada minor 1) Bersifat sedih.

2) Biasa diawali dan diakhiri dengan nada “La”.

3) Scale bentuk notasi angka: 6 – 7 – 1’ – 2’ – 3’ – 4’ – 5’ – 6’ 4) Cara membaca tangga nada pada notasi angka di atas:

la – si – do’ – re’ – mi’ – fa’ – sol’ – la’ 3. Notasi Angka

(7)

Pelatihan Penciptaan “Lagu Model” untuk Pembelajaran Anak Usia Dini - 4

-1) Notasi henti ditunjukkan dengan/dalam bentuk angka “ 0 ” nol.

2) Notasi henti ditunjukkan dengan/dalam bentuk garis lengkung di bawah notasi, jika berjumlah 4 ketuk (birama 4/4); 3 ketuk (birama ¾); 2 ketuk (birama 2/4).

3) Bentuk “ “ 4) Contoh:

1 2 3 4 5 . . . 5 4 3 2 1 .

c. Tanda Ulang (Repetition) Tanda ulang dibuat, jika:

1) Bait lagu. Notasi pada bait ke-1 lagu, sama dengan notasi pada bait ke-2 lagu.

: :

2) Reff lagu. Notasi pada reff ke-1 lagu, sama dengan notasi pada reff ke-2 lagu.

: :

d. Legato dan Legatura

1) Berbentuk garis lengkung dibawah notasi (2 atau lebih notasi yang berbeda) 2) Bentuk “ “

Contoh:

1 j.2 j32 j36 5 . . 0 5 . . . 5 0 0 0 In do ne si a ya . . . .

e. Notasi Enharmonik. Notasi enharmonik adalah bentuk notasi yang berbeda menurut interval, namun memiliki frekuensi bunyi yang sama. Tanda untuk menaikan dan menurunkan notasi pada interval, antara lain:

1) Kres/kruis/“ # “/ imbuhan –is, berfungsi untuk menaikan ½ nada dari nada semula. Contoh: pada nada dasar c = do

C – C# – D – D# – E – F – F# – G – G# – A – A# – B – C’

(8)

Pelatihan Penciptaan “Lagu Model” untuk Pembelajaran Anak Usia Dini - 5 -BAB IV

KARAKTERISTIK LAGU ANAK USIA DINI

A. Lagu

1. Menurut Rasyid (2010: 147) Lagu adalah salah satu bentuk dari musik. Lagu tidak dapat dipisahkan dengan musik, lagu dan musik merupakan suatu kesatuan yang apabila digabungkan akan tercipta sebuah karya seni yang indah.

2. Lagu merupakan gubahan seni nada atau suara dalam urutan, kombinasi, dan hubungan temporal (biasanya diiringi dengan alat musik) untuk menghasilkan gubahan musik yang mempunyai kesatuan dan kesinambungan (mengandung irama).

3. Dan ragam nada atau suara yang berirama disebut juga dengan lagu.

4. Lagu dapat dinyanyikan secara solo, berdua (duet), bertiga (trio) atau dalam beramai-ramai (choir). 5. Perkataan dalam lagu biasanya berbentuk puisi berirama, namun ada juga yang bersifat keagamaan

ataupun prosa bebas. B. Lagu Anak

1. Lagu anak-anak adalah lagu yang dirancang sedemikian rupa, baik lirik maupun melodinya sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan anak.

2. Melodi lagu anak umumnya bertempo sedang dan kaya pengulangan.

3. Sementara liriknya disusun dengan bahasa yang sederhana, mudah diucapkan, dan kaya pengulangan (Marcello dalam Wikipedia, 1984: 100-104).

4. Menurut Endraswara (2009: 66) yang disebut lagu anak-anak ialah lagu yang bersifat riang dan mencerminkan etika luhur.

5. Dengan musik dan nyanyian, seseorang bisa menyatakan pikiran perasaan, mengungkapkan isi hatinya, dengan cara mereka sendiri dan memberi semangat dalam belajar sesuatu dari lagu yang dinyanyikan (Masitoh, 2009: 115).

C. Jenis Lagu Anak

Jenis lagu anak-anak dapat diklasifikasikan menjadi 2 yaitu (1) lagu dolanan dan (2) lagu model. 1. Lagu dolanan cenderung menitikberatkan pada kebudayaan daerah setempat.

2. Lagu model merupakan lagu sebagai alat atau media untuk mempelajari aspek materi yang diinginkan berdasarkan tema pembelajaran di Taman Kanak-kanak. Secara khusus, “lagu model” digunakan dalam pembelajaran untuk menyampaikan pesan-pesan yang tertuang dalam muatan kurikulum kepada peserta didik.

3. Di bawah ini merupakan kriteria lagu model yang sesuai dalam menciptakan lagu anak usia dini untuk pembelajaran:

a. Melodinya sederhana, singkat, dan mudah diingat oleh anak, serta menarik untuk disenandungkan (dinyanyikan tanpa lirik). Panjang/durasi lagu berkisar 16 bar.

b. Wilayah nadanya sesuai dengan wilayah suara anak-anak, dengan ambitus (jangkauan nada terendah hingga nada tinggi) berkisar setengah hingga satu oktaf.

c. Iramanya mendorong anak untuk merespons secara riang dengan gerakan-gerakan sederhana. Ritme lagu cenderung konstan dengan tempo yang ringan berenergi.

d. Lirik atau syairnya menggunakan bahasa sederhana dan sesuai dengan tingkat perkembangan bahasa anak.

e. Tema menggambarkan dunia keseharian anak dengan berbagai pengalaman ala anak-anak yang ceria, polos dan lepas.

Sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa lagu model merupakan lagu yang sengaja diciptakan untuk pemenuhan pendidikan atau kebutuhan tema pembelajaran yang akan diajarkan pada anak didik, tentunya lagu tersebut dikemas dengan iringan irama yang menarik dan tentunya berdasarkan kriteria pembuatan lagu model. Sehingga nantinya anak didik merasa nyaman dan anak didik mampu menyerap maksud dari lirik lagu tersebut, serta mampu mengimplementasikan atas isi dari lagu untuk kehidupan sosial anak.

D. Teori Mencipta Lagu Anak

1. Teori mencipta lagu adalah gabungan antara teori ilmu harmoni dan ilmu bentuk musik, khususnya untuk nyanyian ditambah lagi dengan teknik syair.

2. Menurut Sunaryo dalam wikipedia (2004) ilmu harmoni musik adalah teori musik yang menjelaskan bagaimana rangkaian akord harus disusun agar ciptaan tersebut memberi efek horinzontal yang baik, 3. Sedangkan menurut Sunaryo dalam wikipedia (2007) ilmu bentuk musik adalah teori musik yang

menjelaskan tentang bentuk musik yang dipakai.

(9)

Pelatihan Penciptaan “Lagu Model” untuk Pembelajaran Anak Usia Dini - 6 -a. Bahasa Emosi. Dengan bernyanyi seorang anak dapat mengungkapkan perasaannya, rasa senang,

sedih, lucu, kagum dan sebagainya.

b. Bahasa Nada. Nyanyian dapat dikomunikasikan sebagai bahasa ekspresi. c. Bahasa Gerak. Dapat dilihat dari ketukan, panjang dan pendeknya nada.

5. Menurut Rasyid (2010: 148) lagu yang baik bagi kalangan anak adalah lagu yang memperhatikan kriteria sebagai berikut :

a. Syair dan kalimatnya tidak terlalu panjang b. Mudah dihafal oleh anak

c. Ada misi pendidikan

d. Sesuai karakter dan dunia anak

e. Nada yang diajarkan mudah dikuasai anak.

6. Menurut Matodang (2005) menyebutkan nyanyian yang baik dan sesuai untuk anak-anak antara lain: a. Nyanyian yang dapat membantu pertumbuhan dan perkembangan diri anak (aspek fisik, intelegensi,

emosi, dan sosial).

b. Nyanyian yang bertolak dari kemampuan yang telah dimiliki anak. c. Isi lagu sesuai dunia anak.

d. Bahasa yang digunakan sederhana.

e. Luas wilayah nada sepadan dengan kesanggupan alat suara dan pengucapan anak.

7. Syair atau lirik merupakan hasil gagasan dan pemikiran pengarang yang berisi pesan yang ingin disampaikan kepada pendengar melalui lagu yang dibuatnya. Untuk itu penyusunan syair atau lirik lagu untuk anak, hendaknya mencakup pembentukan perilaku anak pada pendidikan moral, kedisiplinan, patuh terhadap guru dan orang tua, semangat nasionalisme, menyayangi teman, dan pengenalan hal-hal yang terkait dengan pembelajaran bagi anak. Serta diharapkan lagu anak tersebut mampu meningkatkan kemampuan anak; terutama dalam hal pengembangan berbahasa, daya pikir, daya cipta, serta keterampilan anak.

BAB V

STRATEGI PENCIPTAAN “LAGU MODEL

Strategi yang tepat dalam menciptakan lagu anak usia dini untuk pembelajaran, yaitu melalui pembuatan sinopsis lagu. Berikut ini pemaparan tentang proses penciptaan lagu anak usia dini melalui pembuatan sinopsis lagu, yaitu:

1. Menentukan tema

Untuk menciptakan sebuah lagu, telah ditetapkan 11 tema yang sesuai dengan standar kompetensi dan kompetensi dasar yang ada di Taman Kanak-kanak. Tema-tema tersebut antara lain: (1) diri-sendiri; (2) kebutuhan (3) lingkungan; (4) tanaman; (5) binatang; (6) transportasi; (7) komunikasi; (8) rekreasi, (9) pekerjaan atau profesi; (10) air, udara, dan api; dan (11) negaraku.

Contoh: tema yang dipilih adalah “Binatang”. 2. Menentukan sub tema

Sub tema “Ayam Jantan”.

3. Menjabarkan sub tema melalui deskripsi

Di pagi hari aku selalu mendengar suara “kukuruyuk.... kukuruyuk....”, Suara itu membangunkan tidurku. Saat aku terbangun dan kubuka jendela, kulihat seekor ayam jantan sedang berkokok di samping jendela kamarku. Aku terkagum-kagum setelah mengamati seekor ayam jantan ini. Warna-warni indah bulunya, merah jenggernya, serta tegap dan gagah ketika berkokok sambil mengepak-ngepakkan sayapnya.

Seandainya aku bisa memiliki ayam jantan, aku akan selalu merawatnya. Aku akan memberi makan setiap hari supaya sehat terus, memandikan setiap hari supaya bulunya tetap indah, dan aku akan membuatkan rumah agar ayam jantanku bisa berteduh disaat turun hujan serta sebagai tempat tidurnya saat malam tiba.

4. Membuat lirik. Lirik diambil dari kalimat inti yang ada pada paparan deskripsi. Kukuruyuk...

(10)

Pelatihan Penciptaan “Lagu Model” untuk Pembelajaran Anak Usia Dini - 7 - 5. Membuat rekaman sederhana

Lirik yang telah dibuat kemudian dibawakan dengan melodi yang dibuat sendiri, bisa dinyanyikan atau juga bisa dimainkan menggunakan alat musik. Untuk menghindari terjadinya lupa akan melodi yang telah dibuat, maka harus direkam. Alternatif terbaik adalah dengan menggunakan handphone.

6. Penulisan notasi

Hasil rekaman melodi lagu melalui handphone tersebut barulah dinotasikan melalui metode solfegio. Bisa menggunakan notasi angka, notasi huruf, dan notasi balok.

7. Membuat partitur

Partitur digunakan untuk memperjelas penyanyi dalam memahami sebuah lagu. Pada partitur terdapat penulisan, yaitu: judul lagu, nada dasar, tanda tempo, tanda birama, sifat lagu, keterangan pencipta dan arranger, penulisan notasi berdasarkan tanda birama, penulisan lirik, serta pemberian tanda-tanda musik.

Setelah proses pembuatan partitur cipta lagu selesai. Langkah berikutnya adalah validasi lagu. Lagu yang telah diciptakan tersebut akan divalidasi oleh seorang praktisi musik maupun akademisi.

RUJUKAN

Elisabeth Marsaulina Matodang. 2005. Menumbuhkan Minat Belajar Bahasa Inggris Anak Usia Dini Melalui Music And Movement (gerak dan lagu). Jurnal: Pendidikan Penabu No. 05/th. IV/Des 2005

Fathur Rasyid. 2010. Cerdaskan Anakmu dengan Musik. Yogyakarta: Diva Press Hilal, Rangga S. 2007. Alat-Alat Musik. Jakarta: PT. Mitra Aksara Panaitan Joyopuspito, Sunaryo. 2004. Ilmu Harmoni Musik. Jakarta: Bina Musik Remaja Joyopuspito. 2007. Ilmu Bentuk Musik. Jakarta: Bina Musik Remaja

Mahmud, A.T. 1994: Belajar Musik dengan Mudah. Jakarta: PT. Gramedia

Marcello Sorce Keller. 1984. "The Problem of Classification in Folksong Research: a Short History", Folklore, XCV, no. 1, 100-104

Masitoh, dkk. 2009. Strategi Pembelajaran TK. Jakarta : Universitas Terbuka Murtono, dkk. 2007. Seni Budaya dan Keterampilan Kelas 3 SD. Jakarta: Yudistira

Nurhani, Heni dan Nurlaelawati, Tita. 2008. Alat Musik Lengkap: Seri Kesenian. Bandung: PT. Widya Duta Grafika

Soewito, M. 1991. Teknik Termudah Bermain Orgen. Jakarta: PT. Mandiri Eksajaya. Sukohardi, Al. 2009. Teori Musik Umum. Yogyakarta: Pusat Musik Liturgi

S. fahrur. 2010. Pendekatan dan Metode Pembelajaran Seni Musik: http://ustadsfahrur.wordpress.com/2009/01/09/49/. Diakses: 02 Januari 2017

Soeharto, M. 1992. Kamus Musik. Jakarta: PT Gramedia.

https://id.wikipedia.org/wiki/Lagu, diakses: 01 Oktober 2016

(11)
(12)
(13)
(14)

DAFTAR HADIR

(15)
(16)
(17)

DAFTAR HADIR

(18)
(19)
(20)
(21)
(22)
(23)
(24)
(25)
(26)
(27)
(28)

HASIL KARYA

(29)
(30)
(31)
(32)
(33)
(34)
(35)
(36)
(37)
(38)
(39)
(40)
(41)
(42)
(43)
(44)
(45)
(46)
(47)
(48)
(49)
(50)
(51)
(52)
(53)
(54)
(55)
(56)
(57)
(58)
(59)
(60)
(61)
(62)
(63)
(64)
(65)
(66)
(67)
(68)
(69)
(70)
(71)
(72)
(73)
(74)
(75)
(76)
(77)
(78)

Referensi

Dokumen terkait