STUDI GEOKIMIA HUBUNGAN BATUAN INDUK CINTAMANI DAN JANTUNG DENGAN MINYAK BUMI BLOK OK, CEKUNGAN SUMATERA SELATAN
Teks penuh
Gambar
Dokumen terkait
batuan induk dari tiga sumur menunjukkan korelasi positif tentang minyak dari darat dan Formasi Ngimbang klastik hasil kenampakan dari triterpana (m/z 191) dan sterana (m/z
Rasio Pr/Ph dari analisis GC menunjukkan bahwa Formasi Kerek mempunyai lingkungan yang lebih oksik daripada lingkungan batuan induk minyak Galeh dan Formasi Pelang atau Formasi
Menurut Sarjono dan Sardjito (1989), Formasi Lahat mengandung source rock yang matang dan menghasilkan gas di area Gunung Kemala, sedangkan Formasi Talang Akar
Sampel minyak bumi darisumur minyak Bangko (MB-07, MB- 026 dan MB-172) dengan sumur minyak Duri (MD-01) menunjukkan korelasi negatif,hal ini disimpulkan bahwa minyak
Dari penelitian tentang korelasi batuan induk dengan sampel minyak, cenderung menyimpulkan bahwa batuan induk berasal dari batuan yang berumur Paleogen, namun demikian
Analisis geokimia dengan biomarker alkana normal, sterana, dan triterpana menunjukkan minyak di bagian barat Cekungan Asri berasal dari satu famili yang berasal dari
Berdasarkan korelasi antar sumur dan interpretasi seismik, distribusi sedimen Formasi Talang Akar lebih menebal dan mendalam pada sisi barat dengan tinggian yang berada
Kemudian sampai pada kesimpulan bahwa sampel minyak mentah dibagi menjadi tiga grup dan sampel batuan induk dibagi menjadi satu grup, Formasi yang efektif menghasilkan hidrokarbon