• Tidak ada hasil yang ditemukan

STUDI GEOKIMIA HUBUNGAN BATUAN INDUK CINTAMANI DAN JANTUNG DENGAN MINYAK BUMI BLOK OK, CEKUNGAN SUMATERA SELATAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "STUDI GEOKIMIA HUBUNGAN BATUAN INDUK CINTAMANI DAN JANTUNG DENGAN MINYAK BUMI BLOK OK, CEKUNGAN SUMATERA SELATAN"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

Gambar

Gambar 1. Lokasi penelitian dan Stratigrafi Cekungan Sumatera Selatan (De Coster, 1974 Cintamani
Gambar 2. Grafik Triterpana (Kiri) dan Grafik Sterana (Kanan) batuan induk graben Cintamani  (atas) dan Jantung (bawah) serta kesamaannya dengan model (Robinson, 1987)
Gambar 4. Grafik Segitiga   penanda awal hubungan   lingkungan dengan komposisi   sterol pada suatu organisme
Tabel 1. Rangkuman dan korelasi awal grup Batuan induk dan minyak bumi. Grup III  menunjukkan korelasi negatif

Referensi

Dokumen terkait

batuan induk dari tiga sumur menunjukkan korelasi positif tentang minyak dari darat dan Formasi Ngimbang klastik hasil kenampakan dari triterpana (m/z 191) dan sterana (m/z

Rasio Pr/Ph dari analisis GC menunjukkan bahwa Formasi Kerek mempunyai lingkungan yang lebih oksik daripada lingkungan batuan induk minyak Galeh dan Formasi Pelang atau Formasi

Menurut Sarjono dan Sardjito (1989), Formasi Lahat mengandung source rock yang matang dan menghasilkan gas di area Gunung Kemala, sedangkan Formasi Talang Akar

Sampel minyak bumi darisumur minyak Bangko (MB-07, MB- 026 dan MB-172) dengan sumur minyak Duri (MD-01) menunjukkan korelasi negatif,hal ini disimpulkan bahwa minyak

Dari penelitian tentang korelasi batuan induk dengan sampel minyak, cenderung menyimpulkan bahwa batuan induk berasal dari batuan yang berumur Paleogen, namun demikian

Analisis geokimia dengan biomarker alkana normal, sterana, dan triterpana menunjukkan minyak di bagian barat Cekungan Asri berasal dari satu famili yang berasal dari

Berdasarkan korelasi antar sumur dan interpretasi seismik, distribusi sedimen Formasi Talang Akar lebih menebal dan mendalam pada sisi barat dengan tinggian yang berada

Kemudian sampai pada kesimpulan bahwa sampel minyak mentah dibagi menjadi tiga grup dan sampel batuan induk dibagi menjadi satu grup, Formasi yang efektif menghasilkan hidrokarbon