• Tidak ada hasil yang ditemukan

Standar Pengobatan COVID-19 di FKTP

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Standar Pengobatan COVID-19 di FKTP"

Copied!
38
0
0

Teks penuh

(1)

Standar Pengobatan

COVID-19 di FKTP

(2)

Kasus

terkonfirmasi

COVID-19

Indonesia:

Januari-Juli 2021

Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional. Peta Sebaran; 2021 [cited 16 July 2021]. Available from: https://covid19.go. id/peta-sebaran

-BOR mendekati 100% Pasien kesulitan akses ke faskes

Nakes terpapar jumlah virus yang sangat tinggi

Sistem Kesehatan mendekati collapse

Diproyeksikan akan

terus meningkat

akibat:

Protokol

varian

Cakupan vaksinasi

(3)

Varian Baru Semakin Banyak di

Indonesia

DKI Jakarta:

195 kasus

Jawa Barat:

134 kasus

Jawa Tengah:

80 kasus

Jawa Timur:

13

Dan ada varian

delta pada 12

propinsi lain

● ●

50% lebih menular

Manifestasi gejala

yang lebih berat

https ://www.nationalgeographic.com/science/article/the-delta-variant-is-serious-heres-why-its-on-the-rise

(4)

Mengapa Virus

Bermutasi?

Ketika virus masuk ke

dalam tubuh manusia dan merusak sel-sel

dalam tubuh sistem kekebalan tubuh manusia

menghambat replikasinya

Agar virus dapat

bertahan hidup → virus bermutasi untuk

mengelabui sistem kekebalan tubuh inangnya

Mutasi juga membuat virus semakin kuat dan lebih mudah berkembang biak Ketika variasi yang

terbentuk meningkatkan risiko terhadap manusia, baik mengenai transmisi, virulensi, dan efektivitas tatalaksana serta vaksin; maka disebut variants of

(5)

Mengapa Varian Baru

Berbahaya

Lebih Mudah Menular

Transmisi varian delta ~60% lebih

tinggi dari varian alfa

Viral load menjadi tinggi karena

replikasi yg sangat cepat

bisa mengelabui system imun

Lebih berdampak kepada

keparahan penyakit :

replikasi yang cepat

bisa mengelabui system imun

Menyerang segala usia

Meningkatkan angka kematian

Menurunkan Efektifitas dari Vaksin

Gejala

Flu yang berat:

Sakit kepala, dikuti dengan nyeri tenggorok,

hidung berair dan demam Pilek

Hidung tersumbat

Bersin Nyeri otot

“nggak enak badan”

(6)

Lawan mutasi virus dengan “mutasi”

juga .

Mutasi yang Bisa Anda Lakukan

Jadi agen Edukasi

untuk keluarga dan lingkungan

sekitar

Gunakan masker

dengan

benar

jika terpaksa

keluar rumah dan saat isoman

Pertimbangkan penggunakan

double mask

atau

masker setara N95

Sering

mencuci tangan

Segera lakukan

vaksinasi

(7)

Peran

FKTP dala

m

Penangana

n Pandemi

COVID-19

Tiap tingkat

fasilitas kesehatan

memiliki peran

masing-masing dalam

pelaksanaan 3T yang

menjadi

kunci pengendalian

pandemi di

Indonesia

3T

Testing

Tracing

Treatment

Pemantauan

dan

tatalaksana

pasien kontak

erat, suspek,

probable,

dan

konfirmasi

COVID-19 tanpa

gejala dan

gejala derajat

(8)

Tanpa gejala: isolasi mandiri selama

10 hari sejak pengambil spesimen

diagnosis

Gejala ringan: isolasi mandiri

selama 10 hari sejak muncul gejala

+ 3 hari bebas gejala

• gejala lebih dari 10 hari

idilanjutkan hingga gejala hilang

• Peran

FKTP:

Pemantauan ketat pasien,

pengenalan tanda bahaya

pasien membutuhkan

penanganan lebih lanjut

Edukasi tata cara isolasi

mandiri

Kontrol pasien pasca isolasi

mandiri (setelah 10 hari)

Isolasi, Pemantauan, dan

Tatalaksana

Non farmakologis

Pasien

Menggunakan masker

saat bertemu keluarga,

jaga jarak 1 meter

Usahakan tidur dan

kamar mandi terpisah

Personal

hygiene: cuci

tangan, protokol batuk

Baju, piring, dan gelas

kotor segera dicuci

terpisah

Ukur suhu 2x sehari

Melaporkan perubahan

gejala dan tanda ke

FKTP

Keluarga

Keluarga kontak erat

segera melapor ke

FKTP

Menggunakan

masker dan jaga

jarak min. 1 meter

dengan pasien

Rutin cuci tangan dan

membersihkan

daerah yang

disentuh pasien

Edukasi isolasi mandiri:

PDPI, PERKI, PAPDI, PERDATIN, IDAI. REVISI PROTOKOL TATALAKSANA COVID‐19. Jakarta; Panduan 5 Organisasi Profesi; Juli 2021.

lingkungan dan kamar

Cahaya dan ventilasi

cukup, buka jendela

berkala

Bersihkan kamar

setiap hari

(9)

Obat-obatan suportif

Tatalaksana Farmakologis COVID-19

Tanpa Gejala

Vitamin C • • • • Pilihan:

Tablet non acidic 500 mg/6-8 jam (14 hari) Tablet isap 500 mg/12 jam (30 hari) Multivitamin 1-2 tablet /24 jam (30 hari), Dianjurkan mengandung vitamin C,B, E, Obat-obat Komorbid • • Melanjutkan obat-obatan rutin untuk penyakit komorbid Penggunaan ARB/ ACE- inhibitor dapat dikonsultasikan spesialis penyakit dalam/jantung Vitamin D • • Pilihan: Suplemen: 400 IU-1000 IU/hari Obat: 1000-5000 IU/ hari • Fitofarmaka atau Obat Modern Asli Indonesia (OMAI) teregistrasi BPOM dapat

dipertimbangkan sesuai klinis pasien

PDPI, PERKI, PAPDI, PERDATIN, IDAI. REVISI PROTOKOL TATALAKSANA COVID‐19. Jakarta; Panduan 5 Organisasi Profesi; Juli 2021.

(10)

Tatalaksana

farmakologis yang

diberikan untuk

pasien kontak erat/

suspek/

probable

juga

serupa dengan pasien

terkonfirmasi

COVID-19, namun

tidak mendapatkan

antivirus

Pada gejala ringan:

swab PCR pada hari

1 dan 2 dengan

selang waktu > 24

jam serta bila ada

perburukan

Vit. C, vit.D dan Obat-obat antioksidan Obat dengan sifat antioksidan, seperti N- asetilsistein, dapat diberikan Obat Simtomatis Obat simtomatis, seperti parasetamol bila demam, diberikan sesuai dengan gejala pada

pasien

Antivirus

Favipiravir (sediaan 200 mg) loading dose 1600 mg/12 jam/oral

hari ke-1, selanjutnya 2 x 600 mg (hari ke 2-5)

Tambahan untuk gejala ringan

Tatalaksana Farmakologis COVID-19

Gejala Ringan

PDPI, PERKI, PAPDI, PERDATIN, IDAI. REVISI PROTOKOL TATALAKSANA COVID‐19. Jakarta; Panduan 5 Organisasi Profesi; Juli 2021.

(11)

TatalaksanaPasien Terkonfirmasi COVID-19:

Gejala Sedang (Farmakologi)

Vitamin C

3x200-400mg dalam 100cc

NaCl0.9%habis

dalam 1 jam IV

Antikoagulan

LMWH/UFH sesuai

pertimbangan DPJP

Pengobatan

simptomatis

Pengobatan

komorbid/komplikasi

Antibiotik bila

diperlukan

Favipiravir

Hari 1:

Loading dose

2x1600mg

Hari 2-5:

2x600mg

ATAU

Remdesivir

200mg IV drip (hari I)

1x100mg IV drip (hari ke 2-5 ATAU ke

2-10)

(12)

TATALAKSANA PASIEN TERKONFIRMASI COVID-19:

GEJALA BERAT/KRITIS

(FARMAKOLOGI)

ngobatan komorbid/komplikasi | Tatalaksana Syok

Favipiravir

Hari 1:

Loading dose

2x1600mg

Hari 2-5:

2x600mg

ATAU

Remdesivir

200mg IV drip (hari I) 1x100mg IV

drip

(hari ke 2-5 ATAU ke 2-10)

Vit C

3x200-400mg dalam 100cc NaCl 0.9% habis dalam 1

jam IV

Vit B1

1 amp/24 jam IV

Vit D

1000-5000 IU/hari

Antikoagulan

LMWH/UFH

sesuai pertimbangan

DPJP

Dexametason

6 mg/24 jam IV (10 hari)

Anti interleukin-6 (IL-6

):

Tocilizumab 400-800mg

Antibiotik

diberikan bila terdapat

ko-infeksi bakteri

Pengobatan simptomatis | Pe

(13)

Bukti dan Rekomendasi Penggunaan Obat

Lainnya

• Hanya diberikan pada pasien yang diduga terinfeksi virus influenza

Oseltamivi

r

• Penggunaan berlebihan → potensi peningkatan resistensiRekomendasi WHO: hanya pada kasus COVID-19 berat dan tidak dianjurkan pada kasus ringan

Antibiotik

• •

Memiliki potensi antiviral secara in vitro, namun hasil uji klinis tidak konsisten

Tidak direkomendasikan untuk pasien COVID-19 kecuali dalam uji klinis

Ivermecti

n

• •

Memiliki sifat antioksidan sebagai precursor sinstesis glutation

Masih dalam uji klinis, dosisng 1200mg/hari oral atau intravena

N-asetilsistein

• Pemakaian dalam rangka uji klinis

• • •

Masih dalam tahap uji klinis

Tidak bermanfaat untuk gejala berat dan kritis Hati hati dgn reaksi alergi

Antibodi

Monoklonal

Plasma

Konvalesen

PDPI, PERKI, PAPDI, PERDATIN, IDAI. REVISI PROTOKOL TATALAKSANA COVID‐19. Jakarta; Panduan 5 Organisasi Profesi; Juli 2021.

(14)

• • • • • •

Analog asam nukleat purin yang

menghambat RNA polymerase, sehingga menahan replikasi virus sesuai untuk diberikan sejak awal infeksi, terutama ketika gejala tidak berat

Systematic Review Hassanipour et al: perbaikan klinis yang signifikan secara statistik dibandingkan kelompok kontrol pada hari ke-7 perawatan

Viral clearance di atas 14 hari lebih baik dibandingkan

kelompok kontrol, namun tidak signifikan secara statistik Kesimpulan systematic review: favipiravir berhubungan dengan perbaikan klinis pada COVID-19, dan membutuhkan uji klinis lebih lanjut dengan sampel besar

Kelebihan favipiravir: sediaan oral yang dapat digunakan di luar rumah sakit, efek samping jangka pendek ringan

Favipiravir

Hassanipour, S., Arab-Zozani, M., Amani, B. et al. The efficacy and safety of Favipiravir in treatment of COVID-19: a systematic review and meta-analysis of clinical trials. Sci Rep 11, 11022 (2021). https://doi. org/10.1038/s41598-021-90551-6

(15)

Anti interlekuin-6 (IL-6):

Tocilizumab

• Dosis 8 mg/kgBB single dose , dapat diberikan 1 kali lagi dosis tambahan apabila gejala memburuk atau tidak •

ada perbaikan

Jarak pemberian dosis pertama dan kedua minimal 12 jam. Maksimal pemberian 800 mg per dosis.

• Tocilizumab dapat diberikan di awal pasien memasuki keadaan Covid-19 berat, yang umumnya terjadi setelah •

• • •

sakit ≥ 1 minggu,

Penanda peradangan COVID-19 mulai berat tetapi belum kritis dapat dilihat dari: skor SOFA masih kurang dari 3,

skor CURB-65 > 2,

atau saturasi oksigen < 93% namun dapat dikoreksi dengan oksigen fraksi < 50 % (setara dengan O2 tak •

• •

lebih dari 6 L/m dengan nasal kanul atau simple mask), atau laju pernapasan > 30 per menit,

atau foto toraks terdapat infiltrat multilobus bilateral, dengan salah satu penanda biologis di bawah ini:

• D-dimer ≥ 0,7 μg/L IL-6 ≥ 40 pg/mL Ferritin ≥ 700 μg/L Fibrinogen > 700 mg/dL • Limfosit < 800 × 109/L • CRP > 75 mg/L

(16)

Oseltamivir

Oseltamivir adalah obat antiviral yang digunakan untuk

pengobatan dan pencegahan infeksi influenza tipe A dan B.

Obat ini bekerja dengan menghambat neuroamidase yang dibutuhkan

oleh virus influenza untuk merilis virus-virus baru di akhir proses replikasi.

Oseltamivir diberikan secara empiris pada masa awal pandemi COVID-19

karena sulitnya membedakan gejala pasien COVID-19 dan pasien yang

terinfeksi virus influenza.

Saat ini, oseltamivir dapat ditambahkan pada pasien COVID-19 dan

diduga terinfeksi virus influenza dengan dosis 2 x 75 mg.

(17)

Uji klinis RECOVERY yang meneliti plasma konvalesen pada 11.558 pasien (ini adalah trial plasma

konvalesen terbesar di dunia saat ini) di Inggris menyatakan bahwa plasma konvalesen tidak memperbaiki

survival dan tidak mempercepat kepulangan dari rawat inap di Rumah Sakit (Lancet 2021; 397: 2049–59) Beberapa Randomized Controlled Trial lainnya di luar Indonesia menemukan bahwa plasma konvalesen tidak efektif dalam menurunkan kematian dan tidak efektif dalam mencegah perburukan COVID-19 dari berat ke kritis (N Engl J Med 2021; 384:619-629)

(BMJ 2020;371:m3939)

Penelitian oleh Litbangkes (25 RS):

Tidak ada perbedaan yg bermakna dalam mortalitas pada kasus sedang dgn risiko dan derajad berat berat

Maka Plasma Konvalesen masih perlu diteliti lebih lanjut mengenai perannya dalam menangani COVID-19

(18)

EvidenceBased Medicine

/

Rekomendasi Penggunaan

Ivermectin untukCOVID-19

IVERMECTIN: HANYA BOLEH DIGUNAKAN DALAM

LINGKUP / SETTING UJI KLINIS

(19)

penggunaan invermectin untuk covid-19

di rumah sakit di indonesia

Sampai saat ini belumada data

yang lengkap mengenai

Efikasi dan keamanan

Ivermectin Untuk pasien

Khususnya di

COVID-19,

(20)

RS yang terlibat dalam uji klinis

ivermectin di Indonesia

5.

6.

Koordinasi dari Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan 1.Rumah

Sakit Umum Pusat (RSUP) Persahabatan, Jakarta; 2.RSUP Prof. Dr.

Sulianti Saroso, Jakarta;

3.Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Soedarso, Pontianak; 4.RSUP H.

Adam Malik, Medan;

Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto, Jakarta;

Rumah Sakit Angkatan Udara (RSAU) Dr. Esnawan Antariksa, Jakarta;

7.RS dr. Suyoto, Pusat Rehabilitasi Kementerian Pertahanan RI, Jakarta;

8.Rumah Sakit Darurat COVID-19 (RSDC) Wisma Atlet, Jakarta

(21)

Isolasi Mandiri vs Perawatan diRS

Isolasi Mandiri

Perawatan di RS

Indikasi

Orang tanpa gejala

Gejala ringan

Gejala sedang

Gejala berat / kritis

Terapi /

obat-obatan

Obat-obatan oral

Oksigen (bila ada)

Obat-obatan oral

Obat-obatan Injeksi

Oksigen

Lain-lain sesuai indikasi (intubasi,

transfusi, dll)

Pemantaua n

Oleh diri sendiri

Oleh tenaga medis secara

tidak langsung (telemedicine /

c

h

at / telepon /

video call

)

(22)

Siapa yang butuh

isolasi mandiri?

Pasien terkonfirmasi COVID-19

tanpa gejala

10 hari sejak terdiagnosa

Pasien terkonfirmasi COVID-19 dengan

gejala ringan

10 hari sejak terdiagnosa + 3 hari bebas gejala

(23)

Obat-obatan

Vitamin C, pilihan:

Tablet Vitamin C non acidic 500 mg/6-8 jam oral (untuk 14 hari)

Tablet isap vitamin C 500 mg/12 jam oral (selama 30 hari)

Multivitamin yang mengandung vitamin C 1-2 tablet /24 jam (selama 30 hari),

Dianjurkan multivitamin yang mengandung vitamin C,B, E, Zink

Vitamin D

Suplemen: 400 IU-1000 IU/hari (tersedia dalam bentuk tablet, kapsul, tablet

effervescent

, tablet kunyah, tablet hisap, kapsul lunak, serbuk, sirup)

Obat: 1000-5000 IU/hari (tersedia dalam bentuk tablet 1000 IU dan tablet

kunyah 5000 IU)

Obat lain sesuai gejala

ISOMA

N

Protokol Tatalaksana COVID-19 Edisi 3. Jakarta: Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI), Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI), Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI), Perhimpunan Dokter Anestesiologi dan Terapi Intensif Indonesia (PERDATIN), Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI). Jakarta; 2020.

(24)

Anti virus untukyang bergejala ringan

Favipiravir

Hari ke-1: 2x1600 mg (8 tablet)

Hari ke-2 s.d. 5: 2x600 mg (3

tablet)

Hanya untuk gejala ringan ke atas

HARUS DENGAN RESEP DOKTER!

ISOMA

N

Untuk masyarakat: Jangan

konsumsi obat tanpa

resep dokter:

Antibiotik (levofloksasin,

azitromisin, dll)

Oseltamivir

Ivermectin

Protokol Tatalaksana COVID-19 Edisi 3. Jakarta: Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI), Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI), Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI), Perhimpunan Dokter Anestesiologi dan Terapi Intensif Indonesia (PERDATIN), Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI). Jakarta; 2020.

(25)

To-do list harian

Kegiatan harian

Buka jendela kamar untuk cahaya

matahari masuk dan sirkulasi udara

Berjemur matahari 10-15 menit antara

jam 10.00 – 13.00

Pakai masker saat bertemu keluarga /

orang lain di rumah

Rutin cuci tangan dengan air mengalir

dan sabun atau

hand sanitizer

Olahraga rutin 3-5 kali seminggu

Makan bergizi seimbang 3 kali sehari

secara terpisah dengan keluarga

Kegiatan harian

Pisahkan cucian kotor dengan

pakaian kotor keluarga lainnya

Bersihkan kamar setiap hari, gunakan

APD (minimal masker)

Cuci alat makan sendiri setelah

selesai digunakan

Periksa suhu tubuh dan saturasi

oksigen

setiap pagi dan malam

Tidur di kamar pribadi yang terpisah

dengan anggota keluarga lain

ISOMA

N

Protokol Tatalaksana COVID-19 Edisi 3. Jakarta: Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI), Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI), Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI), Perhimpunan Dokter Anestesiologi dan Terapi Intensif Indonesia (PERDATIN), Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI). Jakarta; 2020.

(26)

CHECKLIST OBAT-OBATAN

Vitamin C (

pilih

salah satu)

Vitamin C non-acidic

tiga kali

sehari satu tablet 500 mg

(2

minggu)

Vitamin C tablet isap

dua kali

sehari satu tablet 500 mg

(1

bulan)

Multivitamin

mengandung

vitamin B-C-E dan Zink

dua

tablet sehari

(1 bulan)

Obat

dan

suplemen

lain

  

Vitamin D

satu kali sehari

satu tablet 400 - 1000 IU

Obat herbal

yang teregistrasi

di BPOM

Obat rutin

penyakit

sebelumnya (jika ada)

Obat-obatan

jika

bergejala

ringan (tanpa sesak)

Favipiravir

(sesuai dosis

yang dianjurkan dokter)

Parasetamol

bila

demam

Obat pereda gejala

yang

diresepkan

Minum obat

sesuai anjuran

dokter

(27)

Ventilasi, cahaya dan udara yang baik

Membuka jendela kamar secara

berkala

Bersihkan kamar setiap hari (lebih jika

sambil menggunakan APD

Lingkungan Kamar

Pedoman tatalksana COVID-19 Edisi 3

(28)

Banyak berdoa

Jangan lupa ya tetap jaga hubungan

dengan komunitas beragama masing

-masing

Jangan lupa kesehatan jiwamu

Bicara dengan

keluarga/kerabat

Tentunya secara

daring

Me time !

Baca buku? Nulis jurnal? Ekstra tidur?

Hobi-hobi lain? Silahkan selama

sesuai prokes

Mengurangi

paparan

social

media

dan berita

mengenaiCOVID-19

https://

(29)

Sesak nafas

Saturasi <95%

Kesulitan

mengambil nafas

Nafas >20 kali per

menit

Wajah atau bibir

kebiruan

Tanda bahaya

COVID-19???

Kehilangan Kesadaran

Pasien kebingungan/

tidak nyambung/

pingsan

Demam tinggi

Diatas 38 derajat

Celsius

https://www.bmj.com/content/bmj/suppl/2020/03/24/bmj.m1182.DC1/gret055914.fi.pdf

(30)

Tanda bahaya

COVID-19???

Nyeri Dada/Dada

serasa seperti

ditekan

Kulit pucat dan/

atau dingin

Batuk

bertambah

Jika ada tanda bahaya

segera hubungi

FASYAKANSES

perlu penaganan di Fasilitas Kesehatan

(31)

Cara menghitung nafas di rumah

sendiri?

1.

2. 3.

Pasien posisi berbaring

Hitung berapa kali dada pasien mengembang dalam 1 menit

Dapat dibantu dengan meletakkan tangan pada

dada pasien

Penting untuk medeteksi awal apakah

pasien sesak atau tidak dan kira-kira akan

butuh oksigen dan penganan lanjut atau

tidak

(32)

MengukurSaturasi Oksigen buat

pasienIsolasiMandiri

Saturasi Oksigen

→ Normal adalah ≥ 95%.

Oksigen dalam kurang Ketika ≤ 94%

Nadi/denyut jantung per menit → normalnya

60-100

Penting minimal 1 keluarga memiliki 1

pulse oxymeter di rumah

(33)

Proning dirumah?

Proning adalah cara mudah meningkatkan

oksigenasi dalam tubuh di rumah

Dapat dilakukan Ketika saturasi dibawa 94%

Dapat dilakukan sambil menunggu oksigen

atau saat belum bisa ke fasilitas Kesehatan

TIDAK DLAKUKAN PADA PASIEN:

Hamil, kondisi jantung berat, sejam setelah

makan, tulang paha tidak stabil,

deep vein

thrombosis

(34)

CREDITS: This presentation template was created by Slidesgo, including icons by Flaticon, and

infographics & images by Freepik

Menggunakan Tabung O2 di Rumah

Apa yang harus diperhatikan?

Oksigen sangat mudah terbakar, maka jangan:

Letakkan dekat dengan sumber api

Menyalakan api di dekatnya

(35)

Bagaimana cara menggunakan

Oksigen di rumah?

Pastikan Tabung Oksigennya memiliki

Regulator yang kompatibel

Fungsi regulator Mengatur tekanan oksigen

agar aman digunakan bagi pasien

Atur dosis oksigen dengan melihat Flowmeter

bisa dimulai pada angka 1-2, jika masih sesak

dapat dinaikkan jadi 3-5

Ini hanya solusi sementara Perlu penanganan

di fasilitas Kesehatan. Sambil menunggu

dapat menggunakan oksigen

(36)

Tantangan Penanganan Kasus di

Lapangan

Keterbatasan SDM

Peningkatan ekstrim kasus yang perlu

ditangani dan mendapatkan pemantauan

peningkatan beban kerja

Maraknya Hoaks/Berita Palsu

Banyaknya hoaks yang beredar membuat sulitnya menyampaikan edukasi dan informasi yang akurat terkait COVID-19

Swamedikasi Pasien

Pasien membeli dan menggunakan obat sendiri tanpa resep dokter, berdasarkan rekomendasi kenalan atau keluarga

Perburukan Kondisi Pasien saat

Isolasi Mandiri

Perburukan kondisi pasien saat isolasi mandiri terlambat terdeteksi

(37)

Pemanfaatan

Telemedicine

dan Kerjasama

dengan Elemen Masyarakat

Kerjasama dengan Elemen Masyrakat

Menjangkau seluruh stakeholder di masyarakat yang dapat diajak kerjasama: ketua RT, RW, Petugas Desa/Kelurahan, kader, hingga sekolah, pengusaha, komunitas agama, dan semua elemen masyarakat untuk berperan dalam penanganan kasus COVID-19, seperti•

• •

memastikan pasien yang isolasi mandiri mendapatkan

bahan makanan dan kebutuhan dasar hidup lainnya selama isolasi mandiri.

Membantu evakuasi pasien jika membutuhkan penanganan lebih lanjut

Mengarahkan pasien kontak erat/suspek/probable/ terkonfirmasi

COVID-19 baru untuk mengontak FKTP Telemedicine

Penggunaan sarana online yang umum dipakai masyarakat seperti whatsapp, telegram, line dengan memanfaatkan semua fiturnya seperti pembuatan grup pemantauan pasien isolasi mandiri, konsultasi via chat,

Hotline tanya jawab dan pelaporan Hotline yang mudah dijangkau

masyarakat dan aktif dalam edukasi masyarakat untuk mengurangi

(38)

Jangan Percaya Hoax dan Tahan penyebaran

hoax dan disinformasi

• COVID19 adalah nyata

dan merupakan krisis

global, seluruh dunia

membicarakannya

• Namun tidak semua

yang anda dengar

adalah benar, banyak

informasi yang salah

beredar di media sosial

• hoax dan disinformasi

akan membahayakan

nyawa orang lain

• Carilah informasi yang

valid

https://

www.who.int/news-room/feature-stories/detail/fighting-misinformation-in-the-time-of-covid-19-one-click-at-a-time

Referensi

Dokumen terkait

Adapun tujuan penelitian ini untuk mengetahui latar belakang, pendapat, ketertarikan serta manfaat yang dialami mahasiswa USU dimana jumlah informan yang dipilih

Dalam rangka peningkatan mutu pembelajaran di sekolah kita tercinta ini , ananda dimohon untuk mengisi kuessioner ini dengan baik. Tidak ada nama dalam

Jika Anda sanggup memahami program kali ini, maka Anda bisa memanfaatkannya untuk membuat aplikasi yang mampu mem-parse masukan dari QLineEdit menjadi isi dari berkas teks..

4) Haram, objek transaksi dan proyek usaha yang diharamkan syariah. 5) Riba, segala bentuk distorsi mata uang dengan menjadikan mata uang sebagai komoditas dan

Hubungan antara Persepsi terhadap Pola Asuh Otoriter Orang Tua dengan Kecenderungan Pemalu (Shyness) pada Remaja Awal.. Jurnal

Kedua elemen tersebut juga berada dalam pool yang berbeda, sehingga untuk menunjukkan aliran prosesnya digunakan message flow untuk menyampaikan pesan yang berupa

Objek evaluasi yang diajukan dalam model ini mencakup; latar belakang dan perkembangan yang dialami oleh sistem yang bersangkutan, proses implementasi (pelaksanaan) sistem,

Nomor 48, Tambahtrn Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4502), sebagaimana teiah diubal: derrgarr Peraturan Pemcrintah Nomor 74 Tahun 2AI2 tentang Perubahan Atas