BAB I PENDAHULUAN. akan terus memberi wadah untuk para pecinta filateli di Jakarta terutama Indonesia,dan

Teks penuh

(1)

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Dalam kehidupan berbangsa dan bernegara kebutuhan akan komunikasi perlu dilayani dengan penyelenggaraaan pos yang baik di jaman era digital sekarang ini. dengan meningkatnya perkembangan nasional dan meluasnya mobilitas masyarakat, untuk meningkatkan kembali animo masyarakat disini para pecinta filateli memberikan wadah,dimana jaman sekarang ini sudah berkembang pesat dan serba era digital.kami akan terus memberi wadah untuk para pecinta filateli di Jakarta terutama Indonesia,dan meningkatkan kembali animo masyarakat untuk terus surat meyurat dengan peangko yang kami buat.Pos sebagai prasarana komunikasi dalam bidang politik, ekonomi, sosial, budaya , pertahanan dan keamanan nasional pada hakekatnya harus mampu memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa dan negara serta mempererat hubungan antar bangsa, melancarkan hubungan aparat pemerintah dengan masyarakat dan. diantara anggota masyarakat serta menghilangkan isolasi daerah yang baru dibuka, untuk itu Pos diselenggarakan oleh negara demi kepentingan umum, dan guna mencapai tujuan itu maka ada ketentuan wajib angkut pos bagi sarana angkutan umum darat, laut dan udara serta media telekomunikasi .

Perum Pos dan Giro ditetapkan dalam pasal 6 PP no 9/1978antara lain penyelenggaraan dan pelayanan Pos dan Giro dalam negeri atau luar negeri dalam bentuk

a. Pelayanan pertukaran berita surat, warkat surat, kartu pos, barang cetakan, surat kabar, bungkusan.

(2)

b. Pelayanan pertukaran berupa paket pos.

c. Pelayanan lalu lintas uang, wesel pos, giro dan cek pos.

Semula usaha pos ini bersifat monopoli dan perusahaan swasta dilarang menerima dan menyampaikan kiriman berupa surat,warkat pos dan kartu pos. Akan tetapi akhirnya perusahaan swasta diberikan kelonggaran untuk menjalankan usaha ini dengan mendapatkan izin dari dari Menteri Penerangan. Seiring dengan kemajuan zaman, dan perkembangan yang begitu pesat baik di bidang teknologi maupun ekonomi mendorong pi hak yang bergerak dibidang ini untuk semakin meningkatkan usahanya, perkembangan di bidang teknologi inipun menimbulkan persaingan - persaingan dalam bentuk produk yang berbeda dengan menawarkan jasanya yang lebih praktis, lebih mudah dan lebih up to date kepada konsumen yaitu misalnya layanan SMS (Short Messages Service ) melalui hand phone, layanan E-mail ( Elecktronik-mail ) melalui internet, dan layanan ATM (Automatic Teller Machine ). Secara tidak langsung persaingan - persaingan ini dapat mengakibatkan menurunnya volume penjualan perusahaan dikarenakan semakin banyaknya alternatif pilihan yang diberikan kepada konsumen. .

Salah satu strategi yang dilakukan oleh PT.Pos untuk menghadapi adanya persaingan tersebut adalah dengan mengembangkan produk yaitu Prangko Prisma.Prangko pada hakekatnya adalah secarik kertas bergambar yang diterbitkan oleh pemerintah yang pada bagian depannya memuat nama negara yang menerbitkannya serta nilai nominal tertentu, sedangkan bagian belakangnya berperekat, prangko dimaksudkan sebagai tanda pelunasan biaya pengeposan, dengan menempelkan prangko pada surat berarti biaya pengiriman surat tersebut telah dilunasi oleh pengirim dan sebagai timbal baliknya dinas Pos berkewajiban menyampaikan surat tersebut kepada alamat yang tertera pada surat, tetapi dengan Prangko Prisma ini selain kita dapat menggunakannya seperti yang telah

(3)

diterangkan di atas kita juga dapat menjadikan Prangko Prisma ini sebagai kado, pajangan dan juga sebagai kenang - kenangan karena didalarn prangko tersebut terpampang wajah, tanda tangan, gambar suatu instansi dan lain sebagainya.

Berdasarkan latar belakang diatas, maka penulis tertarik untuk mengambill judul

" PERANCANGAN INTERIOR FURNITURE GALERI FILATELI JAKARTA"

1.2 Identifikasi Masalah

Desain Interior museum galeri Filateli Jakarta harus sesuai dengan kebutuhan dan aktifitas pengunjung dan para pengguna lainnya. Hal penting lainnya yang wajib diperhatikan adalah dimensi manusia harus sesuai dengan standar ergonomi dan anthropometri mayoritas pengunjungnya. berdasarkan uraian latar belakang masalah diatas dan mengingat keterbatasan waktu serta keterbatasan kemampuan penulis, maka agar tidak terjadi kesimpang siuran didalam pembahasan masalah, penulis akan membatasi masalah - masalah sebagai berikut :

l. Bagaimana cara untuk meningkatkan kembali animo masyarakat dalam perkumpulan komunitas Filatelis Jakarta.

2. Bagaimana menerapkan sebuah konsep ruangan museum yang memenuhi standar kenyamanan untuk para pengunjung dan para pengguna lain nya.

3. Bagaimana mendesain sebuah interior Galeri Filateli yang dapat memfasilitasi Kebutuhan para Filatelis dan sesuai dengan tema yang diterapkan kenyamanan

(4)

1.3 Maksud dan Tujuan Perancangan

Berdasarkan uraian diatas, maksud penulis mengadakan penelitian ini adalah untuk mendapatkan data tentang pengembangan produk yang dilakukan oleh PT. Pos Indonesia di bagian Unit Bisnis Divisi Filateli, dan menerapkan interior galeri filateli sehingga filatelis mendapatkan kenyamanan dalam perkumpulan filatelis dan pameran pengembangan produk dalam meningkatkan volume penjualan di PT. Pos Indonesia . Sedangkan tujuan pembuatan laporan ini.Maksud dari perencanaan desain interior Galeri Filateli adalah sebagai berikut:

1. Sebagai studi awal dalam perencanaan desain interior sebuah Galeri Filateli yang kemudian akan diterapkan dalam desain atau gambar perencanaan yang disesuai kan dengan fungsi dan persyaratan.

2. Untuk mengetahui bagaimana tingkat penjualan pada unit bisnis divisi filateli PT. Pos Indonesia.

3. Untuk mengetahui seberapa besar peranan pengembangan produk prangko dalam meningkatkan volume penjualan pada unit bisnis divisi filateli PT. Pos Indonesia.

Adapun dalam penulisan tentang perencanaan desain interior Galeri Filateli mempunyai tujuan yang mengarah kepada standarisasi kenyamaanan bagi para filatelis dan pengunjung, yaitu :Memberikan alternatif perancangan interior pada sebuah ruang interior dan ruang

pameran para Filatelis dan tumbuh kembang yang mampu memenuhi kebutuhan para filatelis untuk mendapatkan kenyamanan.

(5)

1.4 SasaranPerancangan

A. Masyarakat umum khususnya para Anak Sekolah dan remaja lain nya, dalam

memberikan sajian pameran dan hiburan yang bermanfaat.

B. Komunitas Filatelis, karena akan dihadiri oleh utusan dari pengurus daerah Perkumpulan Filateli Indonesia(PD PFI) dari seluruh Indonesia. Selain sebagai ajang kompetisi/ prestasi Filateli Indonesia menuju prestasi tingkat dunia.

C. Mitra Filatelis : Pos Indonesia, percetakan security, institusi dan organisasi yang terkait

dengan proses penerbitan prangko.

D. Para pedagang prangko yang bernaung dalam Assosiasi Pedagang Prangko Indonesia (APPI).

E. Para investor dan eksportir prangko.

F. Lembaga Swadaya Filatelis Indonesia (LSFI).

G. Organisasi kepemudaan dan PRAMUKA. Sarana mengekspresikan diri pada moment yang berkualitas

H. Pelajar dan Mahasiswa.

I. Institusi bisnis, swasta maupun pemerintah, sebagai sarana promosi bisnis

dengan target market dan jangkauan yang luas.

1.5 Ruang Lingkup Perancangan

.

Ruang Lingkup Galeri Filateli Jakarta ini memberikan dan mengajak masyarakat dan para filatelis untuk selalu mengembangkan dan meningkatkan para hobi perangko saat ini dan selalu surat menyurat di jaman digital seperti ini.

(6)

1.6 Metode Perancangan

Metode Pengumpulan Data

a. Observasi

Menurut Hadi bahwa, teknik observasi adalah teknik pengamatan dan pencatatan yang sistematis terhadap fenomena- fenomena (Hadi, 1984;31).Melalui teknik ini maka penulis langsung melakukan pengamatan kelapangan yang dimulai dengan survey data fisik.

b. Wawancara

Merupakan teknik pengumpulan data dengan mengadakan tanya jawab secara langsung atau tidak langsung (melalui telepon) dengan orang yang bergerak dibidangnya dan mampu memberikan data serta informasi tentang objek redesain. Dalam hal ini mengadakan tanya jawab dengan manager, staf dan karyawan, dan pihak-pihak yang terkait dengan perusahaan tersebut.

c. Kepustakaan

Mencari literatur yang diperlukan sebagai data komparatif yang didapatkan dari berbagai sumber kepustakaan untuk memperoleh teoriteori dan mempelajari peraturan-peraturan yang berhubungan dengan penulisan ini dan menunjang keabsahan data yang diperoleh di lapangan.

d. Dokumentasi

Menurut Winarno Surakhmad (1980; 123) dokumen di sini berarti segala macam bentuk atau benda yang tertulis maupun tidak tertulis. Menjadi keterangan dalam memperoleh data yang digunakan untuk melengkapi data-data yang lainnya. Maksud penggunaan metode ini adalah agar dapat mendokumentir (data visual berupa foto) objek-objek yang ada guna melengkapi data yang diperoleh melalui metode observasi dan wawancara dengan mempergunakan alat (kamera).

(7)

A. Metode Desain

Metode adalah metode berpikir rasional yang secara obyektif dan sistematis menelaah sesuatu hal secara logis dan terbatas dari pikiran dan pertimbangan yang tidak rasional (Jones, 1973;49) Metode ini selalu berusaha menemukan fakta- fakta dan sebab atau alasan faktual yang melandasi terjadinya suatu hal atau kejadian dan kemudian berusaha menemukan alternatif solusi atas masalah-masalah yang timbul.

Ciri utama metode adalah :

1. Sasaran dan strategi desain telah ditetapkan secara pasti dan jelas sebelum analisis dilaksanakan.

2. Analisis desain dilaksanakan secara tuntas sebelum solusi atau keputusan yang diinginkan ditetapkan.

3. Sebagian besar evaluasi bersifat deskriptif dan dapat dijelaskan secara logis.

4. Strategi perancangan ditetapkan terlebih dahulu sebelum proses analisis, biasanya dalam susunan sekuensial, walau ada kalanya dalam bentuk proses pararel, meliputi komponen dan bagian persoalan yang dapat dipilih.

(8)
(9)

PROSES PERANCANGAN INTERIOR TERINTEGRASI

INPUT ANALISA SINTESIS OUTPUT

Pengupulan Data Pengelola galeri karyawan pengunjung Aktivitas kegiatan Kebutuhan ruang

& fasilitas = luas

m2 Hubungan kedekatan ruang Eksekusi desain Gambar desain Produk desain Layout Ceiling Potongan Detail Material Warna Kebutuhan Arsitektur lingkungan Aksebilitas Sirkulasi diagram buble Zoning grouping blocking Alternatif layout Tujuan perencanaan Sejarah Lingkungan Usia kesehatan Programing concept Term of reference Konsep desain Ruang Furniture Warna Material Bentuk -Alternative desain -Sketsa desain Perumusan masalah Tehnik bangunan Konsbang Ergonomi antropometri -Kebutuhan pencahayaan -AC -Kebutuhan Structural Mekanikal Elektrikal -Antropometri

(10)

1.7 Kerangka pemikiran

Saat ini persaingan merupakan faktor penting yang perlu diperhatikan perusahaan dalam menjalankan usahanya. Banyak cara yang dilakukan oleh perusahaan untuk menarik minat konsumen, salah satu cara yang dilakukan oleh Unit Bisnis Divisi Filateli PT. Pos Indonesia adalah dengan pengembangan produk baru. Pengertian produk baru dapat meliputi produk orisinil, produk yang disempurnakan, produk yang dimodifikasi, dan merek baru yang dikembangkan melalui usaha riset dan pengembangan. Umumnya tujuan yang ingin dicapai dari penciptaan produk baru adalah :

1. Untuk memenuhi kebutuhan baru dan memperkuat reputasi perusahaan sebagai inovator, yaitu dengan menawarkan produk yang lebih baru daripada produk sebelumnya. Dan dalam hal ini strategi produk baru merupakan strategi ofensif.

2. Untuk mempertahankan daya saing terhadap produk yang ada, yaitu dengan jalan menawarkan produk yang dapat memberikan jenis kepuasan yang baru.bentuknya bisa tambahan terhadap lini produk yang sudah ada maupun revisi terhadap produk yang sudah ada. Dalam hal ini straregi produk baru merupakan strategi produk baru merupakan strategi defensif.

(11)

1.8 Sistematika Pemikiran

BAB 1 PENDAHULUAN

Bab ini menguraikan latar belakang, maksud dan tujuan, permasalahan lingkup pembahasan, metode pembahasan, sistematika pembahasan, dan kerangka pemikiran BAB II TINJAUAN UMUM DAN KHUSUS PROYEK

Bab ini berisikan gambaran umum proyek, tinjauan teoritis proyek dan studi banding. BAB III DATA LAPANGAN

Bab ini menjelaskan pengertian tema proyek yang diambil dari tinjauan teoritis penerapan yang relevan terhadap persoalan dan sesuai dengan tema dan contoh penerapan tema pada interior Galeri Filateli.

BAB IV KONSEP PERENCANAAN

Bab ini berisikan kesimpulan dari analisa-analisa yang menjadi dasar pemikiran dalam perencanaan serta berupa kriterian dan batasan dalam proses skematik desain.

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...

Related subjects :