• Tidak ada hasil yang ditemukan

PERANCANGAN FURNITUR DAN AKSESORIS HOTEL TRANSIT BANDARA SOEKARNO-HATTA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PERANCANGAN FURNITUR DAN AKSESORIS HOTEL TRANSIT BANDARA SOEKARNO-HATTA"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

PERANCANGAN FURNITUR DAN AKSESORIS

HOTEL TRANSIT BANDARA SOEKARNO-HATTA

PROPOSAL PENGAJUAN PROYEK

TUGAS AKHIR

SYLVANI LAURENCIA

1501144856

SCHOOL OF DESIGN

DESAIN INTERIOR

UNIVERSITAS BINA NUSANTARA

2015

(2)

BAB I

PENDAHULUAN

I.1 Latar Belakang

Bandara merupakan sebuah fasilitas dimana pesawat terbang seperti pesawat udara dan helikopter dapat lepas landas dan mendarat. Pada masa awal penerbangan, bandara hanyalah sebuah tanah lapang berumput yang bisa didarati pesawat dari arah mana saja tergantung arah angin. Di masa perang dunia I, bandara mulai dibangun permanen seiring meningkatnya penggunaan pesawat terbang dan landas pacu mulai terlihat seperti sekarang. Setelah perang, bandara mulai ditambahkan dengan fasilitas komersial untuk melayani penumpang, seperti restoran, pusat oleh-oleh, butik, supermarket, dan lain sebagainya.

Pesawat memberikan kemudahan bagi setiap orang untuk melakukan mobilisasi dengan waktu yang singkat, oleh sebab itu banyak orang yang memilih untuk bepergian menggunakan pesawat. Hal ini berakibat meningkatnya jam tebang pesawat yang juga menjadikan Bandara Soekarno-Hatta menjadi salah satu bandara tersibuk di dunia. Meskipun memiliki kapasitas untuk menampung 60-70 juta penumpang, Bandara Soekarno-Hatta tetap harus merancang jadwal penerbangan yang melebihi kapasitasnya, sehingga seringkali terjadi delay / penundaan jam terbang.

Penumpang yang mengalami penundaan jam terbang ataupun yang melakukan transit di Bandara Soekarno-Hatta seringkali membutuhkan tempat beristirahat ataupun bermalam. Untuk itulah dibangun Hotel Transit Bandara yang letaknya berada dalam radius yang relatif dekat dengan bandara. Umumnya Hotel Transit Bandara dirancang untuk tamu yang singgah atau menginap dalam waktu singkat sebelum melanjutkan perjalanan.

Berdasarkan kualitas nya, Hotel Transit Bandara sama seperti hotel bisnis pada umumnya, memiliki range mulai dari bintang 1 hingga bintang 5, dengan nominal harga, fasilitas, dan pelayanan yang berbeda. Saat ini beberapa Hotel Transit Bandara Soekarno-Hatta yang paling diminati adalah Amaris Hotel,

(3)

Orchardz Hotel, Huswah Hotel, Sheraton Hotel, FM7 Resort Hotel, J Hotel, dan lain

sebagainya.

Berdasarkan tujuan nya, berbeda dengan hotel bisnis, ataupun jenis hotel lainnya, Hotel Transit Bandara dibangun untuk memenuhi kebutuhan tamu akan tempat beristirahat dan bermalam dalam waktu singkat, sehingga mayoritas tamu memilih hotel dengan nominal harga yang relatif rendah. Pemikiran tersebut berasal dari singkatnya waktu yang dimiliki oleh tamu untuk singgah lebih lama di hotel apalagi menikmati fasilitas yang tersedia. Oleh karena itu yang menjadi pertimbangan dalam memilih Hotel Transit Bandara yang utama adalah harga dan kenyamanan, dengan kata lain tamu lebih mengutamakan harga dan kenyamanan dibandingkan dengan kemewahan yang ditawarkan oleh hotel.

Menyadari hal ini, maka dibutuhkan desain furnitur yang ergonomis, dan memberikan kenyamanan yang maksimal untuk menunjang kesehatan dan daya tahan tubuh tamu selama singgah di hotel. Tentunya furnitur yang di desain harus dengan biaya produksi yang rendah tanpa meninggalkan estetika dan keunikan sebagai daya tarik bagi para tamu. Sekalipun ambience dan estetika bukan hal utama yang dicari oleh tamu, namun dengan desain yang eye-catching dan biaya bermalam yang murah, Hotel Transit Bandara tersebut akan menjadi pilihan bagi banyak orang.

I.2 Rumusan Masalah

1. Bagaimana merancang furnitur dan aksesoris hotel yang bersifat nyaman, ergonomis, dan menarik minat tamu.

2. Bagaimana merancang furnitur dan aksesoris yang dapat memenuhi kebutuhan dan menunjang kemudahan beraktifitas bagi penggunanya. 3. Bagaimana merancang furnitur dan aksesoris hotel yang memiliki biaya

produksi rendah namun tetap dengan daya tarik yang tinggi.

4. Bagaimana merancang furnitur dan aksesoris yang fungsional namun tetap mempertahankan nilai estetis yang baik sesuai dengan citra hotel.

(4)

5. Bagaimana mengimplementasikan unsur budaya Indonesia di dalam rancangan furnitur dan aksesoris yang harmonis dengan keseluruhan konsep interior hotel.

6. Bagaimana merancang furnitur dan aksesoris yang dapat menjadi inspirasi banyak orang serta ramah lingkungan.

7. Bagaimana merancang furnitur dan aksesoris yang memperhatikan detail dan faktor teknis.

I.3 Tujuan Perencanaan

1. Merencanakan rancangan furnitur dan aksesoris yang sesuai dengan tujuan dan fungsi dari sebuah Hotel Transit Bandara untuk memenuhi kebutuhan tamu akan peristirahatan yang memadai dan kenyamanan dengan biaya yang rendah.

2. Merencanakan rancangan furnitur dan aksesoris hotel yang dapat memudahkan dan menunjang segala aktifitas dari penggunanya.

3. Merencanakan desain furnitur dan aksesoris hotel yang ramah lingkungan dan memiliki ciri khas budaya Indonesia.

4. Merencanakan perancangan furnitur dan aksesoris hotel dengan gaya masyarakat masa kini, sehingga mampu bersaing dengan pengusaha lain di bidang serupa.

5. Merencanakan rancangan furniture dan aksesoris hotel yang inovatif dan dapat menginspirasi banyak orang.

I.4 Ruang Lingkup Penelitian

Hotel Transit yang dipilih sebagai penelitian yaitu hotel yang berlokasi di sekitar Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta, Indonesia. Pembahasan dalam perancangan ini hanya dalam lingkup bidang ilmu desain interior dan furnitur yang didukung oleh bidang ilmu lain yang berkaitan secara tidak langsung yang diterapkan dalam perancangan furnitur dan aksesoris pada Hotel Transit Bandara.

(5)

I.4.1 Kawasan Penelitian 1. Studi Literatur

Studi literatur yang dilakukan oleh peneliti yaitu pada Hotel

Sheraton. Hotel Sheraton merupakan hotel bintang lima dengan

posisi terdekat Bandara Soekarno-Hatta yang hanya berjarak 1,23 kilometer dari Airport, Hotel ini beralamat di Jalan IR Sediyatmo Tol Bandara Soekarno-Hatta. Dengan berbagai fasilitas mewah yang disediakan hotel ini cocok untuk urusan bisnis dan transit saat di Bandara Soekarno-Hatta. Kisaran harga yang ditawarkan mulai dari Rp.1.500.000 sampai dengan Rp.2.000.0000 permalam.

2. Studi Banding

Studi Banding yang dilakukan oleh peneliti yaitu pada Amaris

Hotel Bandara Soekarno-Hatta dan Huswah Transit Hotel.

Hotel Amaris yang beralamat di Jalan Husain Sastranegara Nomor 1 Benda, Jakarta ini merupakan hotel berbintang 2 yang memiliki 118 kamar. Lokasi yang strategis dan berjarak 1,93 Km dari Bandara Soekarno-Hatta, menjadi salah satu bahan pertimbangan bagi para pengunjung yang ingin mencari hotel disekitar bandara. Dengan kamar yang bersih dan ruangan dalam hotel yang tertata rapi akan menimbulkan kesan nyaman bagi tamu.

Harga yang ditawarkan Amaris hotel cukup terjangkau yakni antara Rp.500.000 hingga Rp.650.000. Dengan fasilitas sebagai berikut:

• Resepsionis 24 jam • Antar-jemput bandara • Tempat parkir mobil • Concierge • Restoran • Pertokoan • Layanan shuttle • Tur • Wi-Fi • Parkir valet

(6)

Sedangkan Studi Banding selanjutnya beralamat di Jalan Husein Sastranegara No.9 Jakarta. Huswah Transit Hotel memberikan penawaran harga yang cukup terjangkau permalamnya. Penawaran harga dimulai dari Rp.200.000. Lokasi hotel bintang satu ini berjarak 2,35 Km dari Bandara Soekarno-Hatta serta dekat dengan supermarket ataupun tempat makan. Fasilitas yang ditawarkan adalah sebagai berikut:

• Antar-jemput bandara • Business center • Tempat parkir mobil • Coffee shop

• Layanan kamar • Area olahraga • Taman

I.4.2 Batasan Penelitian

Batasan dari penelitian ini berupa Hotel Transit yang dibangun

dengan radius 5 Km dari Bandara Soekarno-Hatta. Selain itu Hotel Transit Bandara yang dipilih adalah hotel dengan kelas mulai dari bintang 1 hingga 3, dimana tamu dapat memperoleh pelayanan hotel setara bintang 5 dengan harga yang terjangkau.

I.5 Kontribusi Perencanaan

1. Diharapkan perancangan ini dapat berguna baik bagi pengusaha yang berkecimpung dalam dunia perhotelan maupun berbagai pihak yang terlibat di dalamnya, agar memperoleh setiap informasi yang dibutuhkan.

2. Diharapkan perancangan ini dapat berguna bagi mahasiswa interior Binus University dalam menambah informasi yang terkait dengan perancangan sebuah Hotel Transit Bandara.

3. Diharapkan perancangan ini dapat berguna bagi seluruh mahasiswa non- interior Binus University yang mengerjakan tugas berkaitan dengan sebuah Hotel Transit Bandara.

(7)

I.6 Metode Penelitian

I.6.1 Metode Pengumpulan Data 1. Studi Literatur

Adalah bentuk pengumpulan data yang bersumber baik dari buku maupun media internet, untuk memperoleh segala informasi yang berkaitan dengan fungsi, jenis, dan kebutuhan dari sebuah Hotel Transit Bandara pada umumnya sehingga dapat membantu dalam proses perancangan.

2. Survey Lapangan

Survey lapangan bertujuan untuk memperoleh data informasi lain mengenai sebuah Hotel Transit Bandara yang tidak dapat kita temui melalui studi literatur. Survey dilakukan dengan terjun langsung ke lapangan untuk mengamati dari dekat mengenai segala hal yang ada di dalamnya. Data-data tersebut mencakup foto, aktifitas yang dilakukan customer, fasilitas yang dibutuhkan, serta flow activity sebuah Hotel Transit Bandara yang baik.

3. Wawancara

Wawancara bertujuan untuk mendapatkan informasi yang lebih mendalam yang berkaitan dengan sebuah Hotel Transit Bandara. Informasi tersebut berupa apa saja yang dibutuhkan oleh seluruh pihak terkait, mulai dari pengguna hingga pihak pengelola.

(8)

Setelah semua data dan informasi telah didapatkan, maka

langkah selanjutnya adalah menganalisa masalah atau kendala-kendala yang ditemukan dari sebuah Hotel Transit Bandara. Dari semua masalah-masalah yang ditemukan tersebut akan menjadi panduan dalam perancangan furnitur dan aksesoris dari Hotel Transit ini nantinya.

Tahap selanjutnya adalah membuat program ruang yang meliputi program aktifitas-fasilitas, perhitungan kebutuhan ruang, hubungan antar ruang, dan diagram matriks berdasarkan kedekatan ruang. Setelah semua data pemograman ruang didapatkan, lanjut ke tahap pembuatan konsep.

Penyusunan konsep harus dibuat secara mendalam karena konsep ini akan menjadi panduan dalam mendesain furnitur dan aksesoris di tahap selanjutnya. Bila konsep sudah didapatkan, maka proses pembuatan layout sudah dapat dikerjakan. Pengerjaan layout disesuaikan dengan data dari program aktifitas-fasilitas yang telah dibuat sebelumnya.

Setelah layout disetujui, maka tahap selanjutnya adalah pemilihan ruang khusus untuk melakukan perancangan furnitur dan aksesoris. Gambar Kerja dan gambar presentasi diselesaikan setelah tahap persetujuan sketsa desain furnitur dan aksesoris. Selanjutnya untuk melihat visualisasi desain sebelum proses produksi, dibuatlah gambar 3D dari ruang khusus tertentu dimana seluruh furnitur dan aksesoris yang sudah dirancang berada. Dari gambar 3D tersebut dapat memberikan gambaran mengenai desain, penggunaan material, serta permainan warna yang digunakan dalam perancangan ini.

Setelah seluruh desain disetujui, selanjutnya adalah tahap produksi, yang mana desainer memilih 3 (tiga) dari 5 (lima) rancangannya untuk dibuat dalam skala 1:1.

(9)

Sistematika penulisan dari penelitian ini adalah sebagai berikut:

BAB I PENDAHULUAN

Bab ini berisi deskripsi tentang latar belakang pemilihan judul, batasan masalah, maksud dan tujuan penulisan, pokok permasalahan, metode pengumpulan data, serta sistematika penulisan yang merupakan gambaran singkat dari materi perencanaan.

BAB II LANDASAN TEORI

Bab ini berisi penjelasan secara garis besar pengertian dan fungsi dari Hotel Transit Bandara tersebut, mengenai teori-teori yang berhubungan dengan pokok permasalahan seperti pengertian hotel, data perancangan hotel dan interior, serta menguraikan tentang teori-teori yang berhubungan dengan kebudayaan atau ciri khas yang akan diangkat dalam perancangan.

BAB III METODE PENELITIAN

Bab ini berisi uraian data dan analisa hasil survey dari kedua Hotel Transit Bandara terkait. Data-data ini dianalisa sehingga menghasilkan kesimpulan atas penggabungan data literatur dan hasil survey.

BAB IV ANALISIS DAN BAHASAN

Bab ini berisi penelusuran masalah perencanaan dan perancangan yang dibahas dari data-data yang terkumpul untuk kemudian dicari alternatif pemecahannya dengan mempertimbangkan aspek fisik serta non fisik.

(10)

Bab ini berisi pembahasan mengenai konsep-konsep perancangan interior yang akan dipergunakan sebagai dasar dalam perencanaan dan perancangan desain furnitur. Meliputi konsep organisasi ruang sampai dengan penyelesaian rancangan furnitur dan aksesoris.

BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN

Bab ini berisi kesimpulan tentang perancangan furnitur dan aksesoris Hotel Transit Bandara dan mengemukakan hasil analisis dari penelitian dan jawaban atas pertanyaan yang diajukan dalam rumusan masalah serta saran-saran sehubungan dengan pokok permasalahan laporan karya tulis.

I.8 Daftar Pustaka Sementara

Daftar pustaka yang digunakan selama penulisan penelitian ini adalah sebagai berikut:

O’fallon, Michael J., Rutherford, Denney G. 2010. Hotel Management and Operations. New Jersey : Wiley & Sons, Inc.

Richard H. Penner, Lawrence Adams, Walter A. Rutes. 2001. Hotel Design, Planning, and Development. New York : Norton, W. W. & Company, Inc.

Referensi

Dokumen terkait