TEORI PERTUMBUHAN EKONOMI NEOKLASIK
MODEL TEORI PERTUMBUHAN
HARROD – DOMAR
DISUSUN OLEH :
LUTHFIYANA NUR ANISA (7111413066) HERDIAN RUDI (7111413076) YUNITA RHOMAN (7111413086)
RISKO SEPTIADI (7111413 PURWANTI (7111413099) EKO TEGUH (7111413119)
EKONOMI PEMBANGUNAN B
PENDAHULUAN
Kelompok teori pertumbuhan Neoklasik sering disebut sebagai kelompok teori modern terutama setelah munculnya teori pertumbuhan model Solow yang dikenal sebagai New Growth Theory. Inti dari sebuah teori pertumbuhan dinyatakan modern adalah ketika sudah menggunakan faktor teknologi sebagai faktor yang dianggap paling utama dalam pertumbuhan ekonomi. Sedangkan yang dimaksud kelompok neoklasik sebenarnya bukan hasil dari pemikiran Klasik murni saja yang diperbarui, melainkan kelompok ini lebih mengkombinasikan antara dasar teori Keynes dan teori Klasik sendiri, namun mereka lebih menamakan dirinya sebagai kelompok Neoklasik. Misalnya kelompok Harrod-Domar, telah diawali dari konsep pemikiran Keynes, selanjutnya Model Solow yang terkenal dengan New Growth Theory itu sendiri asal mulanya lebih mengembangkan dasar teorinya Harrod-Domar.
SANG PENCETUS TEORI
1. Roy Harrod
Sir Henry Roy Forbes Harrod (lahir 13 Februari 1900 di London, Inggris -meninggal 9 Maret 1978 di Holt, Norfolk, Inggris pada umur 78 tahun) adalah seorang ekonom Inggris yang mempelopori bidang ekonomi makro dan pertumbuhan ekonomi yang dinamis. Harrod menempuh pendidikannya di Universitas Oxford dan Universitas Cambridge, di mana ia berada di bawah bimbingan John Maynard Keynes. Selama tahun 1922 hingga 1967 ia bekerja di Sekolah Gereja Kristus, Universitas Oxford, namun karirnya sempat terganggu ketika terjadi Perang Dunia II (1940-1942) untuk membantu Frederick Lindemann menjadi penasihat Winston Churchill. Harrod juga juga pernah menjadi seorang penasihat di Dana Moneter Internasional pada tahun 1952 hingga 1953.
Harrod pertama kali merumuskan konsep tentang dinamika pertumbuhan sekitar tahun 1930-an dan 1940-an. Ide-idenya dalam dinamika pertumbuhan ini juga ia kemukakan dalam "Towards a Dynamic Economics" (1948). Di antara karya-karya Harrod yang lain adalah "International Economics" (1933), "The Trade Cycle" (1936), "Economic Essays" (1952), "The International Monetary Fund" (1966) dan "Economic Dynamics" (1973). Ia juga menulis beberapa karya tentang biografi, yakni "The Life of John Maynard Keynes" (1951) dan "The Prof: A Personal Memoir of Lord Cherwell" (1959).[1][2] Selain itu, ia juga mendirikan
2. Evsey David Domar
Evsey David Domar lahir di Polandia pada tanggal 16 April 1914, adalah seorang ekonom Amerika Rusia, yang terkenal sebagai co-author dari model Harrod-Domar. Evsey Domar lahir pada tanggal 16 April 1914 di kota Polandia Lódz, yang termasuk wilayah Rusia pada saat itu. Ia dibesarkan dan dididik di Manchuria, di mana kemudian ia beremigrasi ke Amerika Serikat pada 1936.
Ia meraih gelar Bachelor of Arts dari UCLA pada tahun 1939, gelar Master of Science dari University of Michigan di tahun 1940, gelar Master of Science dari Universitas Harvard pada 1943, dan gelar doktor dari Harvard pada 1947. Pada tahun 1946 Evsey Domar menikah Carola Rosenthal. Pasangan ini memiliki dua anak perempuan.
Evsey Domar adalah seorang ekonom Keynesian. Dia telah membuat kontribusi dalam tiga bidang utama ekonomi: sejarah ekonomi, ekonomi komparatif dan pertumbuhan ekonomi. Pada tahun 1946 ia memunculkan gagasan bahwa pertumbuhan ekonomi berfungsi untuk meringankan defisit dan utang nasional. Selama Perang Dingin dia juga menjadi seorang ahli ekonomi Soviet. Namun, ia paling terkenal, bersama dengan ekonom Inggris Roy Forbes Harrod, secara independen mengembangkan apa yang telah menjadi dikenal sebagai model pertumbuhan ekonomi Harrod-Domar.
sebagai komite eksekutif Asosiasi Ekonomi Amerika dari tahun 1962 sampai 1965, dan menjadi wakil presiden organisasi tersebut pada tahun 1970.
PEMBAHASAN
Menurut Harod-Domad, dalam perspektif waktu yang panjang, faktor I akan menambah stok kapital (misal pabrik-pabrik, industri, jalan-jalan, mesin dsb.). jadi I = ∆K, dimana K adalah stok kapital dalam masyarakat. Peningkatan stok kapital ini berarti pula peningkatan kapasitas produksi masyarakat dan selanjutnya kurva penawaran agregat (AS) bergeser ke arah kanan berdampak pula kurva untuk permintaan agregatnya (AD) mengalami pergeseran ke arah kanan. Caranya adalah pertama melalui ∆I menggeser AD lewat proses multiplier (jangka pendek) dan kedua melalui ∆I menggeser AS melalui penambahan kapasitas produksi (jangka panjang).
Model Domar : ∆I x ∆Y = ∆S x ∆Y, maka ∆I = ∆S Model Harrod : I x ∆Y = S x ∆Y, maka I = S Model Harrod-Domar : ∆Y = ∆I
Dengan pergeseran ini, maka output akan bertambah besar. Adanya pengaruh investasi pada sektor pendapatan, pada fase selanjutnya bisa meningkatkan permintaan agregat. Hal ini disebut sebagai dampak permintaan. Selain itu, adanya pengaruh investasi terhadap tingkat modal menyebabkan peningkatan penawaran agregat. Ini kemudian disebut sebagai
Pp
P AS1
P1 AS2
P2
AD2
AD1
dampak penawaran.Hubungan yang terjadi antara peningkatan modal serta pergeseran kurva permintaan bisa dijelaskan seperti ini:
kenaikan modal akan membuat masyarakat mampu menghasilkan output potensial yang lebih besar. Hubungan output potensial dengan besarnya stok modal dinamakan ICOR (Incrumental Capital Output Ratio).
Investasi bisa diartikan sebagai jumlah akhir (total) pembentukan modal tetap serta barang-barang produksi yang terdiri atas gedung, kendaraan, stok bahan baku, perlengkapan dan lain-lain.Dalam konsep COR (Capital of Ratio) atau disebut juga sebagai Koefisien Modal terdapat dua percabangan, yakni ICOR (Incrumental Capital Output Ratio) serta ACOR (Average Capital Output Ratio). COR sendiri dimaknai sebagai keterkaitan antara akumulasi modal serta tingkat output yang dihasilkan. Pada teori Harrod-Domar inilah konsep ini mulai diperkenalkan. ACOR menunjukkan keterkaitan diantara modal serta output.sedangkan ICOR mengacu kepada perbandingan kenaikan pada stok modal (delta K) serta kenaikan tingkat output (Y).Nilai COR ini tergantung kepada cara atau teknik dalam berproduksi. Jika dalam industri, proses produksinya merupakan cerminan padat modal, maka COR nya tinggi. Kondisi COR tinggi dapat dijumpai pada industri berbasis telekomunikasi, perhubungan, perumahan dan lain-lain. COR nya tinggi karena akumulasi modal yang dibutuhkan juga besar. Sebaliknya jika pada industri tersebut menerpakan proses produksi yang padat karya maka COR nya rendah.
Teori Harrod-Domar ini mempunyai asumsi yaitu:
a. Perekonomian dalam keadaan full employment dan barang-barang modal digunakan secara penuh.
b. Perekonomian terdiri dari dua sektor yaitu sektor rumah tangga dan sektor perusahaan.
c. Besarnya tabungan proporsional dengan besarnya pendapatan nasional
Ratio atau COR) dan rasio pertambahan modal-output (Incremental Capital-Output Ratio atau ICOR)
Kelemahan Teori Harrod-Domar
Ada beberapa kelemahan dari teori pertumbuhan Harrod-Domar , yakni : 1. MPS dan ICOR tidak konstan
Menurut teori ini, kecenderungan untuk menabung (MPS) dan ICOR diasumsikan konstan. Padahal kenyataannya kedua hal tersebut sangat mungkin berubah dalam jangka panjang dan ini tidak berarti memodifikasi persyaratan-persyaratan pertumbuhan yang mantap yang diinginkan.
2. Proporsi penggunaan tenaga kerja dan modal tidak tetap
Asumsi bahwa tenaga kerja dan modal dipergunakan dalam proporsi yang tetap tidaklah dapat dipertahankan. Pada umumnya tenaga kerja dapat menggantikan modal dan perekonomian dapat bergerak ke arah pertumbuhan yang mantap.
3. Harga tidak akan tetap konstan
Model Harrod-Domar mengabaikan perubahan-perubahan harga pada umumnya. Padahal perubahan harga selalu terjadi di setiap waktu dan sebaliknya dapat menstabilkan situasi yang tidak stabil
4. Suku bunga berubah
Asumsi bahwa suku bunga tidak mengalami perubahan adalah tidak relevan dengan analisis yang bersangkutan. Suku bunga dapat berubah dan pada akhirnya akan mempengaruhi investasi.
KESIMPULAN
makro Keynesyang merupakan teori jangka pendek yang kemudian menjadi teori jangka panjang.
Namun demikian, model Harrod-Domar lebih dialamatkan kepada perekonomian kapitalis maju dan mencoba menelaah persyaratan pertumbuhan mantap (steady growth). Model Harrod-Domar telah memberikan kunci kepada investasi di dalam proses pertumbuhan ekonomi, khususnya mengenai watak ganda yang dimiliki investasi yaitu :
1. Investasi akan mampu menciptakan pendapatan
2. Investasi memperbesar kapasitas produksi perekonomian dengan cara meningkatkan stok modal.