Fixed Income Daily Notes

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Teks penuh

(1)

Ulasan Pasar

Pergerakan imbal hasil Surat Utang Negara pada perdagangan hari Kamis, 6 Juli 2017 kembali mengalami kenaikan seiring dengan kenaikan imbal hasil surat utang global serta didorong oleh pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika.

Perubahan tingkat imbal hasil berkisar antara 1 - 9 bps dengan rata - rata mengalami kenaikan sebesar 3 bps dimana kenaikan imbal hasil yang cukup besar terjadi pada tenor 1 - 10 tahun.

Imbal hasil Surat Utang Negara dengan tenor pendek (1-4 tahun) mengalami kenaikan hingga sebesar 6 bps setelah mengalami koreksi harga yang berkisar antara 2 - 20 bps. Sementara itu imbal hasil Surat Utang Negara dengan tenor menengah (5-7 tahun) ditutup dengan mengalami kenaikan berkisar antara 1 - 5 bps setelah mengalami koreksi harga sebesar 3 - 20 bps dan imbal hasil Surat Utang Negara dengan tenor panjang (di atas 7 tahun) yang meskipun ditutup dengan perubahan yang bervariasi namun cenderung mengalami kenaikan hingga sebesar 9 bps setelah mengalami adanya koreksi harga hingga sebesar 95 bps. Pergerakan imbal hasil Surat Utang Negara yang cenderung mengalami kenaikan pada perdagangan kemarin turut dipengaruhi oleh faktor kembali melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika dalam beberapa hari berturut - turut di tengah pelaku pasar yang mencermati notulen Rapat Dewan Gubernur Bank Sentral Amerika (FOMC Minutes) ditengah ekpektasi dierlakukannya kebijakan moneter ketat oleh beberapa bank sentral negara maju. Hal tersebut mendorong pelaku pasar untuk sementara waktu melakukan penjualan Surat Utang Negara di pasar sekunder sehingga mendorong terjadinya koreksi harga.

Dengan koreksi harga yang terjadi pada perdagangan kemarin, maka imbal hasil Surat Utang Negara seri acuan dengan tenor 5 tahun ditutup dengan mengalami kenaikan sebesar 5 bps di level 6,735% dan imbal hasil seri acuan dengan tenor 10 tahun ditutup dengan mengalami kenaikan sebesar 10 bps di level 6,868%. Adapun imbal hasil dari seri acuan dengan tenor 15 tahun ditutup dengan mengalami kenaikan sebesar 10 bps di level 7,522% dan imbal hasil seri acuan dengan tenor 20 tahun mengalami kenaikan sebesar 10 bps di level 7,704%. Sementara itu dari perdagangan Surat Utang Negara dengan denominasi mata uang dollar Amerika, perdagangan yang terjadi cukup ramai jelang dibukanya kembali perdagangan di pasar keuangan Amerika setelah libur perdagangan di hari Rabu. Dari beberapa seri yang diperdagangkan terlihat mengalami penurunan imbal hasil dibandingkan dengan level penutupan sebelumnya. Imbal hasil dari INDO-20 ditutup dengan penurunan sebesar 1 bps di level 2,265% setelah mengalami kenaikan harga sebesar 1,5 bps dan imbal hasil dari INDO-47 yang juga ditutup dengan penurunan sebesar 1 bps di level 4,677% setelah mengalami kenaikan harga sebesar 2 bps. Sedangkan imbal hasil dari INDO-27 ditutup mengalami kenaikan sebesar 2 bps di level 3,790% didorong koreksi harga sebesar 2 bps.

Volume perdagangan Surat Utang Negara yang dilaporkan pada perdagangan

I Made Adi Saputra

imade.saputra@mncgroup.com

(021) 2980 3111 ext. 52117

Kurva Imbal Hasil Surat Utang Negara

Perdagangan Surat Utang Negara

(2)

2

Sedangkan dari perdagangan obligasi korporasi, volume perdagangan yang

dilaporkan senilai Rp900,3 miliar dari 37 seri obligasi korporasi yang diperdagangkan. Obligasi I Angkasa Pura I Tahun 2016 Seri C (APAI01C) menjadi obligasi korporasi dengan volume perdagangan terbesar, senilai Rp110 miliar dari 9 kali transaksi di harga rata - rata 102,26% dan diikuti oleh perdagangan Obligasi Berkelanjutan Indonesia Eximbank I Tahap I Tahun 2011 Seri C (BEXI01CCN1) senilai Rp90 miliar dari 4 kali transaksi di harga rata - rata 101,80%.

Sementara itu nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika kembali ditutup dengan mengalami pelemahan yang merupakan pelemahan dalam beberapa hari berturut - turut di level 13392,00 per dollar Amerika, mengalami pelemahan sebesar 27,00 pts dibandingkan dengan level penutupan sebelumnya. Bergerak melemah sepanjang sesi perdagangan pada kisaran 13359,00 hingga 13398,00 per dollar Amerika, melemahnya nilai tukar rupiah seiring dengan pelemahan mata uang regional di tengah pelemahan dollar Amerika terhadap mata uang utama dunia. Mata uang Won Korea Selatan (KRW) memimpin pelemahan mata uang regional terhadap dollar Amerika dan diikuti oleh mata uang Dollar Taiwan (TWD) dan Dollar Singapura (SGD).

Pada perdagangan hari kami perkirakan harga Surat Utang Negara masih berpeluang untuk mengalami penurunan di tengah tren pelemahan mata uang rupiah terhadap dollar Amerika seiring dengan kenaikan imbal hasil dari surat utang global.

Nilai tukar rupiah yang telah beregrak dengan mengalami penurunan dalam beberapa hari terakhir kembali berpeluang mengalami pelemahan didukung oleh stabilnya dollar Amerika serta indikator teknikal yang menunjukkan bahwa pergerakan nilai tukar rupiah mulai memasuki tren pelemahan terhadap dollar Amerika. Hal tersebut kami perkirakan akan mempengaruhi investor asing untuk mulai antisipasi dengan melakukan penjualan Surat Utang Negara di pasar sekunder sehingga akan mendorong terjadinya penurunan harga Surat Utang Negara di pasar sekunder.

Selain itu penurunan harga Surat Utang Negara masih berpeluang terjadi di tengah ekspektasi diberlakukannya kebijakan moneter ketat oleh beberapa bank sentral negara maju. Sementara itu dari perdagangan surat utang global, pada perdagangan kemarin pergerakan imbal hasilnya ditutup dengan mengalami kenaikan. Imbal hasil dari US Treasury dengan tenor 10 tahun ditutup naik pada level 2,37% serta imbal hasil US Treasury dengan tenor 30 tahun juga ditutup naik pada level 2,90 di tengah pelaku pasar mencermati notulen Rapat Dewan Gubernur Bank Sentral Amerika. Imbal hasil dari surat utang Jerman (Bund) dan Inggris (Gilt) dengan tenor yang sama juga ditutup dengan mengalami kenaikan masing - masing di level 0,56% dan 1,31%. Kenaikan imbal hasil tersebut kami perkirakan juga akan berdampak terhadap pergerakan harga Surat Utang Negara dengan denominasi mata uang dollar Amerika.

Sedangkan secara teknikal, harga Surat Utang Negara secara umum masih bergerak pada area konsolidasi dimana hal tersebut akan membuka peluang terjadinya koreksi harga pada tenor - tenor tertentu.

Rekomendasi

Dengan pertimbangan beberapa faktor tersebut, maka kami menyarankan kepada investor untuk tetap mencermati arah pergerakan harga Surat Utang Negara di pasar sekunder. Kami masih merekomendasikan strategi trading jangka pendek di tengah pergerakan harga Surat Utang Negara yang masih berfluktuasi. Adpaun seri - seri yang dapat diperdagangkan diantaranya adalah seri FR0066, FR0048, FR0072, FR0045, FR0050, FR0057, FR0062, dan FR0067. Adapun kami menyarankan investor untuk mencermati Obligasi Ritel seri ORI013 yang memiliki tingkat imbal hasil yang lebih menarik daripada Obligasi Negara dengan tenor yang sama.

Page 2

Kurva Imbal Hasil SUN seri Acuan

Indeks Obligasi (INDOBeX)

(3)

Rencana Lelang Surat Utang Negara seri SPN12171012 (Reopening), SPN12180712 (New Issuance), FR0059 (Reopening), FR0061 (Reopening) dan FR0072 (Reopening) pa-da hari Selasa, tanggal 11 Juli 2017.

Pemerintah akan melakukan lelang Surat Utang Negara (SUN) dalam mata uang Rupiah untuk memenuhi sebagian dari target pembiayaan dalam APBN 2017. Target penerbitan senilai Rp15.000.000.000.000,00 (lima belas triliun rupiah) dengan seri-seri yang akan dilelang adalah sebagai berikut :

Lelang dibuka hari Selasa 11 Juli 2017, dibuka pukul 10.00 WIB dan ditutup pukul 12.00 WIB. Hasil lelang akan diumumkan pada hari yang sama. Setelmen akan dilaksanakan pada tanggal 6 Juli 2017 atau 2 hari kerja setelah tanggal pelaksanaan lelang (T+2).

Imbal Hasil Surat Utang Global

Spread US T 10 Yrs—Gov’t Bond 10 Yrs

Berita Pasar

Corp Bond Spread

Terms & Conditions SPN ON Seri SPN12171012 (Reopening) SPN12180712 (New Issuance) FR0061 (Reopening) FR0059 (Reopening) FR0072 (Reopening) Jatuh

Tempo 12 Oktober 2017 12 Juli 2018 15 Mei 2022 15 Mei 2027 15 Mei 2036 Tingkat

Kupon Diskonto Diskonto 7,00000% 7,00000% 8,25000% Alokasi

Pembelian Non-Kompetitif

Maksimal 50% (dari yang

(4)

4

Harga Surat Utang Negara

Page 4 Kepemilikan Surat Berharga Negara

(5)

IDR – USD

Dollar INDEX

(6)

6

FR0059

Page 6 FR0074

(7)

MNC SEKURITAS RESEARCH TEAM

MNC Research Investment Ratings Guidance

BUY

: Share price may exceed 10% over the next 12 months

HOLD

: Share price may fall within the range of +/- 10% of the next 12 months

SELL

: Share price may fall by more than 10% over the next 12 months

Not Rated

: Stock is not within regular research coverage

PT MNC Sekuritas

MNC Financial Center Lt. 14 – 16

Jl. Kebon Sirih No. 21 - 27, Jakarta Pusat 10340

Telp : (021) 2980 3111

Fax : (021) 3983 6899

Call Center : 1500 899

Disclaimer

This research report has been issued by PT MNC Sekuritas. It may not be reproduced or further distributed or published, in whole or in part, for any purpose. PT MNC Sekuritas has based this document on information obtained from sources it believes to be reliable but which it has not independently verified; PT MNC Sekuritas makes no guarantee, representation or warranty and accepts no responsibility to liability as to its accuracy or completeness. Expression of opinion herein are those of the research department only and are subject to change

Edwin J. Sebayang

Head of Retail Research

Technical, Auto, Mining

edwin.sebayang@mncgroup.com

(021) 2980 3111 ext. 52233

Victoria Venny

Telco, Infrastructure, Logistics

(021) 2980 3111 ext. 52236

Gilang Anindito

Property, Construction

(021) 2980 3111 ext. 52235

Rr. Nurulita Harwaningrum

Banking

(021) 2980 3111 ext. 52237

Yosua Zisokhi

Plantation, Cement, Poultry, Cigarette

yosua.zisokhi@mncgroup.com

(021) 2980 3111 ext. 52234

Research Associate

(021) 2980 3111 ext. 52166

Sukisnawati Puspitasari

Research Associate

(021) 2980 3111 ext. 52307

I Made Adi Saputra

Head of Fixed Income Research

imade.saputra@mncgroup.com

(021) 2980 3111 ext. 52117

Thendra Crisnanda

Head of Institution Research

thendra.crisnanda@mncgroup.com

(021) 2980 3111 ext. 52162

Rheza Dewangga Nugraha

Junior Analyst of Fixed Income

rheza.nugraha@mncgroup.com

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...

Related subjects :