• Tidak ada hasil yang ditemukan

KELAS X SEMESTER GANJIL

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "KELAS X SEMESTER GANJIL"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

EKONOMI

PERENCANAAN PEMBELAJARAN

PELAKSANAAN PEMBELAJARAN DENGAN SUASANA BELAJAR INTERAKTIF, INSPIRATIF, MENYENANGKAN, MENANTANG, MEMOTIVASI PESERTA DIDIK

BERPARTISIPASI AKTIF, DAN MEMBERIKAN RUANG BAGI PRAKARSA, KREATIFVTAS, KEMADIRIAN, SESUAI BAKAT MINAT DAN PERKEMBANGAN

FISIK DAN PSIKOLOGISPESERTA DIDIK

TAHUN PELAJARAN 2022/2023

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

KELAS X SEMESTER GANJIL

TAHUN PELAJARAN 2022/2023

NAMA : MUHAMMAD YUSUF,S.Pd NIP : 19801110 201501 1 001 UNIT KERJA : SMA NEGERI 4 MAKASSAR

PEMERINTAH PROVINSI SULAWESI SELATAN DINAS PENDIDIKAN

UPT SMA NEGERI 4 MAKASSAR

Jl. Cakalang No.03 Telp.(0411)3623441 Kode Pos 90165

(2)

1

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

(RPP)

Satuan Pendidikan : SMA Negeri 4 Makassar Kelas/Semester : X IPS/ Ganjil

Tema : Konsep Dasar Ilmu Ekonomi

Sub Tema : Masalah Ekonomi

Pembelajaran ke : 1

Alokasi Waktu : 2 Jam Pelajaran @45 Menit

A. Tujuan Pembelajaran

Setelah mengkaji berbagai sumber belajar, melalui model Pembelajaran Kooperatif, metode:

Diskusi, presentasi, Tanya Jawab, dan Assesmen:

 Peserta didik dapat Menjelaskan permasalahan pokok ekonomi secara umum, klasik dan modern

 Mengidentifikasi permasalahan pokok ekonomi klasik dan modern dengan menunjukkan sikap dan pandangan yang mencintai bangsa Indonesia, sesuai dengan nilai-nilai Pancasila.

B. Langka-langkah Pembelajaran/Kegiatan pembelajaran

Tahap/Sintaks Langkah-langkah pembelajaran Alokasi waktu Menyampaikan tujuan dan

memotivasi peserta didik

1. Pesertan didik dengan panduan guru menyiapkan fisik dan mental untuk siap belajar dengan semangat

2. Peserta didik diberikan salam 3. Peserta didik dan Guru memulai

dengan berdoa bersama dan melakukan pemeriksaan kehadiran bersama dengan guru.

4. Peserta didik bersama dengan guru membahas tentang kesepakatan yang akan diterapkan dalam pembelajaran

5. Guru menyampaikan tujuan pelajaran yang akan dicapai pada pelajaran tersebut dan memotivasi peserta didik untuk mau belajar.

15 menit

Menyajikan informasi Guru Menyajikan informasi berkaitan dengan gambar/foto/video yang disajikan dan akan dijawab melalui kegiatan belajar yang tidak dipahami dari apa yang diamati atau pertanyaan untuk mendapatkan informasi tambahan tentang apa yang diamati pada modul yang di bagikan yang telah dibaca.

20 Menit

Mengorganisasikan peserta didik kedalam kelompok-kelompok belajar

Guru menjelaskan kepada peserta didik tentang cara membentuk kelompok belajar dan membantu setiap kelompok agar dapat

10 Menit

(3)

2

melakukan transisi secara efisien.

Membimbing kelompok bekerja dan belajar

Guru Membimbing kelompok- kelompok belajar pada saat mereka mengerjakan tugas.

10 Menit

Evaluasi Guru mengevaluasi hasil belajar

tentang materi yang telah dipelajari atau masing-masing kelompok mempersentasikan hasil kerjanya.

25 Menit

Memberikan penghargaan Guru memberikan penghargaan (reword) bagi siswa yang luar biasa serta Mengumpulkan tugas atau Hasil lembar aktivitas /penugasan yang fleksibel.

10 Menit

C. Penilaian Atau Assesmen Pembelajaran 1. Assesmen formatif

1) Terlampir pada LKPD

a. Amati gambar 1 halaman 1

b. Amati gambar yang ke 2 halaman 1

2. Assesmen Sumatif

Terlampir assemen sumatif: Kisi-kisi soal dan Soal

3. Assesmen diagnostic/nonkognitif

a. Aktivitas peserta didik selama belajar di rumah 1) Apa saja kegiatanmu sepanjang hari di rumah?

2) Apakah memiliki waktu cukup untuk belajar?

3) Sebutkan 5 hal dari yang paling menyenangkan sampai yang paling tidak menyenangkan ketika sedang belajar!

4) Apa harapan dan mimpimu?

b. Aktivitas di rumah mendukung minat dan bakat peserta didik 1) Apakah hobimu?

2) Apakah hobimu berkaitan dengan program Pilihan yang dipilih?

3) Apakah kalian memiliki buku buku harian/diary?

c. Langkah-langkah yang akan dilakukan 1) Persiapan

a) Menyiapkan beberapa lembar kertas jika peserta didik membutuhkan b) Menulis dan/atau menggambar jawabannya.

2) Pelaksanaan

a) Memberikan penguatan dan/atau pertanyaan lanjutan saat peserta didik menjawab pertanyaan!

b) Memberikan arahkan dan langsung menjawab jika peserta didik balik bertanya.

c) Membeeri waktu peserta didik untuk menjawab pertanyaan yang diajukan.

d) Menyederhanakan pertanyaan dengan menggunakan bahasa yang lebih mudah dipahami, jika merasa kesulitan memahami pertanyaan.

3) Tindak lanjut

a) Ajak berdikusi untuk merumuskan penyelesaiannya jika peserta didik menyampaikan masalah

b) Melakukan komunikasikan permasalahan tersebut dengan orang tua jika diperlukan

c) Melakukan asesmen diagnostik non kognitif secara berkala sesuai kebutuhan

(4)

3

Program Pengayaan dan Remedial

Pendidik dan Peserta Didik melakukan penguatan materi yang kompleks bagi pemahaman materinya kategori baik dan sangat baik, berikutnya tentang Peserta Didik pemahamannya kategori kurang dan cukup maka dilakukan pengulangan atau remedial yang bentuknya dikondisikan.

Refleksi Peserta didik dan Guru

1. Refleksi Peserta Didik

a. Apakah ada kendala pada kegiatan pembelajaran?

b. Apakah semua siswa aktif dalam kegiatan pembelajaran?

c. Apa saja kesulitan siswa yang dapat diidentifikasi pada kegiatan pembelajaran?

d. Apakah siswa yang memiliki kesulitan ketika berkegiatan dapat teratasi dengan baik?

2. Refeksi Guru

a. Apa level pencapaian rata-rata siswa dalam kegiatan pembelajaran ini?

b. Apakah seluruh siswa dapat dianggap dapat capai tujuan pembelajaran dalam pelaksanaan pembelajaran?

c. Apa strategi agar seluruh siswa dapat capai kriteria capaian tujuan pembelajaran?

LAMPIRAN

1. Lembar Kegiatan Peserta didik (LKPD)

a. Lembar aktivitas No 1-5 pertemuan 1 Hal 10

b.

Soal-soal Latihan No 6 Pertemuan 10 Kagiatan di rumah

2. Daftar Pustaka

- Oktaiana, Sari, Dkk. 2021. Ilmu Pengetahuan Sosial. Kementerian Pendidikan. Jakarta: Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia.

-

Apri, Anang, Dkk. 2022. Model pembelajaran inovatif dan Soal berbasis AKM jenjang SMA. Jakarta: PT Kanisus (anggota IKAPI)

Mengetahui Makassar, 28 Juli 2022

Kepala Sekolah Guru Mata Pelajaran

H. Syafruddin M., S.Pd, M.Pd. Muhammad Yusuf,S.Pd NIP. 19730207 199702 1 001 NIP. 198011102015011001

(5)

4

A. INFORMASI UMUM

NAMA PENYUSUN

Muhammad Yusuf,S.Pd

NAMA SEKOLAH

SMA Negeri 4 Makassar

MATA PELAJARAN

Ekonomi

TAHUN PELAJARAN

2022/2023

KELAS / SEMESTER

X / Ganjil

ALOKASI WAKTU DAN

JUMLAH PERTEMUAN

1

TUJUAN PEMBELAJARAN

Setelah mempelajari materi ini , siswa diharapkan mampu:

1. Menjelaskan permasalahan pokok ekonomi secara umum, klasik dan modern 2. Mengidentifikasi permasalahan pokok ekonomi klasik dan modern

3. Menganalisis masalah ekonomi dalam hubungannya dengan system ekonomi KARAKTER YANG DIKEMBANGKAN

Setelah anda mempelajari tentang permasalahan ekonomi diharapkan dapat terbentuk karakter:

1. Religius, dengan mempelajari permasalahan ekonomi diharapkan dapat terbentuk rasa syukur Kepada Tuhan Yang Esa karena dapat mempelajari permasalahan ekonomi sehingga dapat diterapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

2. Tanggung jawab Kreatif, dengan membentuk sikap peduli dalam mengatasi permasalahan ekonomi dalam, dengan mempelajari permasalahan ekonomi dapat membentuk sikap tanggung jawab sehingga dapat diterapkan dalam mengatasi permasalahan ekonomi dalam kehidupan sehari-hari.

PETA KONSEP.

MASALAH EKONOMI

MASALAH EKONOMI KLASIK

EKONOMI

MASALAH EKONOMI

MODEREN

(What) Barang dan jasa apa yang harus diproduksi

(How) Bagaimana cara memproduksi barang dan jasa tersebut

(For whom) Untuk siapa barang dan jasa tersebut diproduksi

Produksi

Distrubusi

Komsumsi

Kelangkaan

Kebutuhan

LEMBAR KEGIATAN PESERTA DIDIK (LKPD)

MASALAH EKONOMI

(6)

5 KATA KUNCI

Masalah pokok ekonomi Masalah Ekonomi Klasik Masalah Ekonomi Moderen

Produksi Apa

Distribusi Bagaimana

Komsumsi Untuk siapa

PENDAHULUAN

Tugas 1.Amatilah dan perhatikan gambar diatas suasana pembangunan apartemen dan disekitarnya ada pasar tradisional, kemudian buatlah kesimpulan menurut anda. Pertanyaan apa yang muncul dalam diri anda setelah mengamati gambar tersebut dan cobalah jawab pertanyaan tersebut menurut anda sendiri. Jika anda ingin tahu lebih banyak tentang permasalahan ekonomi, bacalah pengembangan konsep berikut ini!

(7)

6 PENGEMBANGAN KONSEP

Berbagai persoalan ekonomi yang mendasar akan dihadapi oleh setiap masyarakat di manapun mereka berada dan dengan sistem perekonomian apapun yang mereka jalankan. Mereka harus menghadapi dan memecahkan tiga masalah ekonomi yang mendasar. Ketiga masalah ekonomi antara satu dan yang lainnya memiliki hubungan yang sangat erat. Ketiga masalah pokok ekonomi yang dimaksud, yaitu sebagai berikut.

Manusia melakukan pilihan agar dapat tercapai tingkat kesejahteraan yang paling tinggi. Perbuatan manusia untuk mencukupi kebutuhannya dengan alat pemuas yang terbatas disebut perbuatan ekonomi. Pada intinya, masalah ekonomi adalah bagaimana menggunakan sumber-sumber ekonomi yang terbatas jumlahnya untuk memenuhi kebutuhan sebaikbaiknya. Untuk menyikapi berbagai pilihan kebutuhan dapat digunakan tindakan yang rasional yaitu prinsip ekonomi, artinya berusaha dengan alat yang tersedia/terbatas untuk memperoleh hasil yang sebesar-besarnya. Pada Lembar Kegiatan peserta didik (LKPD) ini kita akan membahas, masalah pokok ekonomi

A MASALAH POKOK EKONOMI

Masalah ekonomi timbul karena keterbatasan sarana ( sumber daya ), dalam memenuhi kebutuhan hidup disebut kelangkahan atau kesenjangan, atau gap ( atau masalah itu sendiri ) adalah, suatu perbedaan antara harapan dan kenyataan itu yang disebut dengan masalah.Bahwa masalah- masalah ekonomi timbul sebagai akibat dari ketidak seimbangan antara keinginan manusia untuk mendapatkan barang dan jasa dengan kemampuan faktor-faktor produksi dalam menghasilkan barang dan jasa untuk memenuhi keinginan tersebut. Keinginan manusia jumlahnya jauh melebihi kemampuan faktor-faktor produksi yang tersedia untuk memenuhinya. Sehingga masyarakat harus membuat pilihan pilihan hingga mereka dapat mencapai kesejahteraan yang paling tinggi dan menggunakan faktor-faktor produksi yang tersedia.

Upaya untuk memecahkan masalah ekonomi telah dilakukan sejak dahulu kala. Keterbatasan dalam proses pemenuhan kebutuhan membuat manusia selalu memikirkan bagaimana meningkatkan kemakmuran dan kesejahteraan dengan cara yang seefesien mungkin. Saat membuat pilihan itu timbul masalah seperti barang apa yang harus diproduksi, bagaimana memproduksi barang tersebut, dan untuk siapa barang-barang itu diproduksi.

Teori demi teori mulai muncul untuk mencoba mengidentifikasi masalah ekonomi yang sebenarnya dihadapi manusia di seluruh muka bumi ini. Secara umum, terdapat dua buah teori umum yang mencoba menjelaskan permasalahan yang ada dalam ekonomi yaitu pokok masalah ekonomi secara klasik dan modern

1. Masalah Ekonomi Klasik

Masalah pokok ekonomi telah ada sejak dahulu dan tetap ada hingga sekarang. Kita akan membahas masalah pokok ekonomi berdasarkan tinjauan ekonomi klasik dan ekonomi modern.

Ekonomi klasik yang di wakili oleh Adam Smith, kemakmuran tidak terletak pada emas, melainkan pada barang-barang. Kemakmuran menunjukkan suatu keadaan yang seimbang antara kebutuhan dengan benda pemuas kebutuhan. Proses untuk mencapai kemakmuran suatu masyarakat tidaklah mudah. Hal inilah yang menjadi masalah pokok ekonomi di masyarakat.

Dalam ekonomi klasik masalah pokok ekonomi digolongkan menjadi tiga permasalahan penting, yaitu masalah konsumsi, produksi , dan masalah distribusi.

a. Masalah Konsumsi

Hasil produksi yang telah didistribusikan kepada masyarakat, idealnya dapat dipakai atau dikonsumsi oleh masyarakat yang tepat dan digunakan untuk memenuhi kebutuhan yang tepat pula. Persoalan yang muncul, apakah barang tersebut akan dikonsumsi dengan tepat oleh masyarakat yang benar-benar membutuhkannya atau menjadi sia-sia karena tidak terjangkau oleh masyarakat, sehingga proses konsumsi tidak berjalan sebagaimana mestinya.

Untuk menggunakan atau memanfaatkan barang yang dihasilkan oleh produsen kegiatan konsumsi dipengaruhi oleh dua faktor, yaitu:

1. Faktor dari dalam (intern), meliputi pendapatan seseorang, selera, sikap, kepribadian, motivasi diri, dan watak (karakter).

2. Faktor dari luar (ekstern), meliputi lingkungan masyarakat, kebudayaan, adat istiadat, status sosial.

(8)

7

Masalah konsumsi berkaitan dengan pertanyaan “apakah barang dan jasa yang sudah dihasilkan benar-benar dapat dikonsumsi oleh masyarakat yang memerlukan?” Ada kemungkinan barang dan jasa tidak dapat dikonsumsi karena harganya terlalu mahal, atau barang dan jasa tersebut tidak sampai ke masyarakat yang membutuhkan. Apa yang dapat dikonsumsi bila masyarakat penggemar teh tidak mendapat pasokan teh tetapi justru mendapat pasokan kopi kopi? Apa yang dapat dikonsumsi bila harga the tiba-tiba naik sepuluh kali lipat?

b. Masalah Produksi

Permasalahan bagaimana memproduksi semua benda (barang & jasa) yang dibutuhkan oleh orang banyak. Dasar pemikirannya adalah melakukan produksi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat secara umum dan barang-barang kebutuhan harus tersedia di tengah masyarakat.

Karena masyarakat sangat heterogen, maka barang-barang yang tersediapun beragam jenisnya, sehingga muncul permasalahan bagi produsen, yaitu barang apa saja yang harus diproduksi.

Barang yang diproduksi haruslah merupakan barang yang tepat yaitu barang yang dibutuhkan, diinginkan, dan mampu dibeli oleh konsumen.

Produksi artinya menghasilkan barang atau jasa yang ditujukan untuk memenuhi kebutuhan manusia. Kebutuhan manusia merupakan tujuan sekaligus motivasi untuk melakukan kegiatan produksi. Namun, tidak semua kebutuhan manusia dapat terpenuhi. Kebutuhan manusia akan terpenuhi apabila ia mengonsumsi barang atau jasa sesuai yang dibutuhkan. Padahal barang/jasa hanya akan tersedia untuk mencukupi kebutuhan apabila diproduksikan. Proses untuk memproduksi barang/jasa memerlukan sumber-sumber ekonomi, baik sumber daya alam, sumber daya manusia, maupun sumber daya modal serta keterampilan pengusaha (entrepreneurship).

c. Masalah Distribusi

Agar barang/jasa yang telah dihasilkan dapat sampai kepada orang yang tepat, dibutuhkan sarana dan prasarana distribusi yang baik.Untuk dapat menyalurkan barang/jasa tersebut dapat dilakukan secara langsung maupun melewati perantara dalam perdagangan. Distribusi dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu sebagai berikut.

1. Menyalurkan barang dari produsen langsung kepada konsumen tanpa melewati perantara disebut dengan distribusi langsung. Contohnya seorang penjual sate memproduksi sendiri dan langsung menjual dagangannya kepada pembeli (konsumen).

2. Menyalurkan barang dari produsen kepada konsumen melalui perantara disebut dengan distribusi tidak langsung. Misalnya melalui pedagang besar (grosir), pedagang kecil (retailer), agen, makelar, komisioner, eksportir, importir, dan penyalur-penyalur yang lainnya.

Contoh, hasil panen kebun membutuhkan alat angkut yang ditunjang prasarana jalan yang baik, agar hasil panen cepat sampai kepada konsumen dan tidak tertimbun di produsen.

Dalam distribusi harus diperhatikan apakah barang dan jasa yang sudah dihasilkan dapat sampai kepada konsumen dengan cara yang tepat? Jalur distribusi yang terlalu panjang akan membuat harga barang menjadi sangat mahal. Oleh karena itu, produsen harus memikirkan langkah- langkah yang tepat untuk menyalurkan barang dan jasa yang sudah diproduksinya. Di antaranya produsen membutuhkan sarana distribusi yang memadai. Untuk menyalurkan produk semen yang jumlahnya ribuan ton, tentu produsen tidak bisa menggunakan becak sebagai alat angkut.

Produsen harus menggunakan truk-truk besar sebagai alat pengangkut.

2. Masalah Pokok Ekonomi Modern

Kegiatan ekonomi di dalam suatu perekonomian sangatlah kompleks. Kegiatan tersebut meliputi berbagai jenis kegiatan produksi, konsumsi, dan distribusi. Dan kegiatan ini berkaitan dengan pemecahan masalah-masalah ekonomi yang dihadapi oleh masyarakat dalam suatu perekonomian.

Sementara itu, berdasarkan corak analisis dalam ilmu ekonomi, ahli-ahli ekonomi telah membagi berbagai permasalahan ekonomi sebagaimana dihadapi suatu masyarakat menjadi tiga persoalan pokok sebagai berikut.

Seiring perkembangan zaman, semakin modern masyarakat maka kebutuhannya semakin banyak dan kompleks.

Adapun masalah pokok dalam ekonomi modern meliputi pertanyaan what, how, dan for whom.

(9)

8

a. Barang apa yang akan diproduksi dan berapa banyak (what) Masalah ini menyangkut persoalan jenis dan jumlah barang/ jasa yang perlu diproduksi agar sesuai dengan yang dibutuhkan masyarakat.

b. Bagaimana cara memproduksi barang tersebut (how)Masalah ini menyangkut cara berproduksi, yaitu penggunaan teknologi dan pemilihan sumber daya yang dipakai, serta memilih untuk menggunakan tenaga manusia atau tenaga mesin.

c. Untuk siapa barang-barang tersebut diproduksi (for whom) Masalah ini menyangkut persoalan siapa yang memerlukan barang/jasa, dan siapa saja yang akan ikut menikmati hasilnya.

Untuk memecahkan ketiga masalah pokok ekonomi di atas dapat dilakukan dengan berbagai cara, di antaranya kebiasaan dan tradisi, insting, serta komando (paksaan/perintah). Sementara itu bagi masyarakat modern, pemecahan masalah mengandalkan mekanisme harga di pasar. Adapun mekanisme harga itu sendiri adalah proses yang berjalan atas dasar daya tarik-menarik antara konsumen dengan produsen yang bertemu di pasar. Gerak harga yang terjadi di pasar akan dapat memecahkan ketiga masalah pokok ekonomi di masyarakat, dengan jalan sebagai berikut.

a. Apa yang Harus Diproduksi? (What to Produce?)

Karena keterbatasan sumber daya atau faktor-faktor produksi sebagaimana telah dijelaskan sebelumnya maka harus ditentukan produk apa yang akan dihasilkan dan berapa jumlahnya. Kali ini penentuannya bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, melainkan juga untuk mendapatkan keuntungan maksimum. Sebagai contoh, seandainya ada tanah tersedia, sebaiknya digunakan untuk apa tanah itu? Perkebunan kelapa sawit, karet, industri, real estate, ataukah untuk perkantoran? Begitu pula jika banyak remaja saat ini sedang dilanda trend bermain bola basket, apakah perlu diproduksi bola basket? Berapa pula banyaknya jumlah yang harus diproduksi untuk remaja ini? Perlukah juga diproduksi kaos dan celana basket?

Setiap tahun suatu perekonomian harus menentukan jenis-jenis barang dan jasa apa saja yang diperlukan bagi perekonomian, dan berapa banyak jumlah produksi barang dan jasa tersebut.

Kemajemukan masyarakat beserta kebutuhannya dengan sendirinya menuntut diadakannya survei pasar yang cermat. Tanpa langkah ini, pihak produsen hanya akan berspekulasi dalam menentukan jenis dan jumlah produk yang akan dihasilkan. Sudah tentu hal ini akan berakibat tidak terpenuhinya kebutuhan masyarakat sehingga keuntungan yang akan diraih pihak produsen pun menjadi hilang.

Ada dan berapa banyak barang yang akan diproduksi sangat dipengaruhi oleh permintaan masyarakat. Jika permintaan masyarakat meningkat, maka harga akan cenderung naik dan produsen memperoleh keuntungan, sehingga akan memperbesar produksinya. Sebaliknya jika permintaan masyarakat menurun, maka harga akan cenderung turun, sehingga keuntungannnya sedikit dan produsen akan mengurangi produksinya.

b. Bagaimana Cara Memproduksi? (How to Produce?)

Setelah diperoleh kepastian mengenai jenis dan jumlah barang ataupun jasa yang diinginkan oleh masyarakat, selanjutnya dirancang cara dan langkah memproduksi barang ataupun jasa yang dimaksud. Hal-hal berikut ini harus dipertimbangkan dalam berproduksi.

1) Bagaimana mengkombinasikan sumber daya dan faktor produksi yang tersedia (sumber daya alam, tenaga kerja, dan juga modal) sehingga diperoleh hasil maksimal yang dapat memenuhi kebutuhan masyarakat?

2) Bagaimana mengatur biaya pengkombinasian tadi agar dapat ditekan seminimum mungkin untuk meraih keuntungan semaksimum mungkin?

3) Bagaimana menentukan teknik produksi?

4) Manakah yang harus lebih dominan, intensifikasi modal (lebih banyak menggunakan mesin/peralatan) atau intensifikasi tenaga kerja (padat karya)? Cara produksi padat karya mungkin hasilnya kurang banyak, tetapi memberikan kesempatan kerja bagi orang banyak.

5) Bagaimana kestabilan harga dan nilai uang serta pengaruh ekonomi dunia?

Bagaimana sumber-sumber ekonomi (faktor-faktor produksi) yang tersedia harus dipergunakan untuk memproduksi barang-barang, tergantung pada gerak harga faktor produksi tersebut. Bila harga faktor produksi naik, maka produsen akan menghemat penggunaan factor produksi tersebut dan menggunakan faktor produksi yang lain. Jadi gerak harga faktor produksi menentukan kombinasi yang digunakan produsen dalam produksinya.

(10)

9

Masalah ekonomi berikutnya yang harus dihadapi dan dipecahkan adalah bagaimana (how) barang tersebut harus diproduksi. Masalah ini berkaitan dengan siapa yang akan memproduksi barang tersebut, dengan menggunakan komposisi sumber daya (faktor-faktor) produksi apa saja dan dengan menggunakan teknik produksi yang bagaimana. Sebagai contoh, pemerintah memutuskan untuk memproduksi padi lebih banyak agar dapat memenuhi kebutuhan masyarakat akan beras secara swadaya pangan. Berkaitan dengan hal tersebut, siapa yang akan memproduksi? Apakah pemerintah, swasta, atau perseorangan? Faktor faktor produksi apa saja yang akan digunakan? Apakah teknik produksi yang digunakan melibatkan pemakaian alat-alat pertanian modern (traktor dan mesin pembasmi hama) ataukah dilakukan secara tradisional (bajak, cangkul, dan semprotan hama)?

Selanjutnya, apakah produksi akan dilakukan secara massal yang padat modal atau padat karya?

c. Untuk Siapa Barang dan Jasa Didistribusikan? (For Whom?)

Terkait dengan masalah untuk siapa barang dan jasa diproduksi, maka hal-hal berikut ini perlu menjadi pertimbangan.

1) Siapa yang akan mengkonsumsi atau membeli hasil produksi?

2) Bagaimanakah pendistribusian hasil produksi kepada konsumen nantinya?

3) Apakah angkatan kerja mendapat pekerjaan atau tempat mencari nafkah?

Kalau tingkat pengangguran tinggi, daya beli masyarakat akan rendah dan akan berakibat pada terbengkalainya hasil produksi.

Setelah memahami apa yang dimaksud dengan masalah ekonomi, kini kita akan mencoba menemukan hubungan yang nyata dari masalah ekonomi ini dengan kehidupan kita negara, bahkan lingkungan dunia. Setiap hari kita selalu dihadapkan dengan masalah ekonomi. Seorang pelajar, dengan sejumlah uang yang dimiliki, harus menentukan apakah ia akan membeli buku, menonton bioskop, atau mentraktir teman-temannya. Tidak hanya pelajar yang menghadapi masalah ini. Orang tua, guru, pegawai negeri dan karyawan swasta juga menghadapi masalah yang sama. Orang tua kita harus mengambil keputusan yang terbaik dalam mengalokasikan penghasilan mereka untuk membeli kebutuhan pokok keluarga, membiayai pendidikan anak-anaknya, juga membiayai kesehatan seisi keluarga.

Untuk siapa barang-barang tersebut diproduksi, sangat dipengaruhi oleh distribusi barang tersebut. Barang hasil produksi dijual kepada konsumen. Konsumen membayar harga barang tersebut dari penghasilannya atas penggunaan faktor-faktor produksi. Jadi gerak harga barang dan harga faktor produksi akan menentukan distribusi barang yang dihasilkan.

Permasalahan berikutnya yang harus dihadapi dan dipecahkan adalah untuk siapa (for whom) barang itu diproduksi? Masalah ini berkaitan dengan siapa yang akan menikmati dan memperoleh manfaat dari barang tersebut. apa gunanya produksi melimpah karena menggunakan teknologi tinggi, berskala besar dan efisien, jika hanya dinikmati sebagian anggota masyarakat saja? Keputusan untuk siapa barang dan jasa diproduksi berkaitan erat dengan konsep keadilan masyarakat.

LEMBAR AKTIFITAS PERTEMUAN 1

Setelah Anda memahami materi tersebut, tugas Anda adalah sebagai berikut.

1. Bagaimana masalah pokok ekonomi secara umum yang terjadi di masyarakat ? 2. Jelaskan pengertian produksi, distribusi dan konsumsi secara singkat !

3. Apa yang terkandung dalam pengertian masalah pokok ekonomi modern “What”?

4. Apa jawaban tentang tiga masalah pokok ekonomi (what, how, dan for whom)? Bagaimana penerapannya di masyarakat sehingga masalah tersebut dapat terselesaikan?

5. Masalah for whom (untuk siapa barang diproduksi) sangat terkait dengan pemasaran/distribusi barang. Jelaskan hal itu!

6. Lakukanlah wawancara dengan pemilik perusahaan atau dengan pekerjanya mengenai kegiatan ekonomi yang dilakukan. Identifikasi barang apa yang diproduksi, bagaimana memproduksi, dan untuk siapa barang dan jasa diproduksi.

Hasilnya dipresentasikan di kelas. Selanjutnya, dikumpulkan kepada Bapak/Ibu guru Anda minggu depan.

Referensi

Dokumen terkait

Berlatar belakang dari kasus di atas, untuk mengetahui lebih jauh tentang prestasi belajar pada remaja broken, maka peneliti mengadakan penelitian dengan judul Bimbingan dan

Barang konsumsi ini dapat dikelompokkan menjadi 3 macam yaitu: barang kebutuhan pokok (primer), barang kebutuhan pelengkap (sekunder), dan barang kebutuhan

Menurut hasil angket dan observasi yang telah dilakukan, peralatan pendidikan di laboratorium biologi SMA Negeri Se-Kabupaten Solok Selatan Tahun Pelajaran 2013/2014

Carlo dan Randall (2002) mendefinisikan perilaku prososial sebagai perilaku yang memberi manfaat pada individu lain yang dapat diidentifikasi melalui beberapa

Germas di Kota Yogyakarta Melakukan FGD / rapat koordinasi tentang pelaksanaan Germas 22 25 30 2 Dinas Kesehatan Melaksanakan kampanye Germas serta meningkatkan

1. Penerapan Model Project Based Learning dapat meningkatkan keaktifan belajar siswa. Disini pada siklus pertama memakai materi IPS sebagai mata pelajaran penelitian, dengan

dari pihak luar. 4) kemiskinan struktural: situasi miskin yang disebabkan karena rendahnya akses terhadap sumber daya yang terjadi dalam suatu sistem sosial

Pengadaan Barang dapat dilaksanakan siapa saja yang memang memiliki bidang usaha sebagaimana KBLI dipersyaratkan dan kriteria untuk pengalaman dipandang telah terbuka seluas-luasnya,