• Tidak ada hasil yang ditemukan

i Pelatihan Sertifikasi Dasar Penyuluh Sosial

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "i Pelatihan Sertifikasi Dasar Penyuluh Sosial"

Copied!
52
0
0

Teks penuh

(1)

i | Pelatihan Sertifikasi Dasar Penyuluh Sosial

(2)

i | Pelatihan Sertifikasi Dasar Penyuluh Sosial

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan ke hadirat Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa, atas rahmat dan karunia-Nya Modul Praktek Belajar Lapangan dapat diselesaikan tepat pada waktunya. Modul ini disusun untuk memenuhi kebutuhan Pelatihan Dasar Penyuluh Sosial Aparatur Sipil Negara (ASN).

Modul PBL ini merupakan tahap yang tidak terpisahkan dari rangkaian kegiatan Pelatihan Dasar Penyuluh Sosial ASN yang merupakan upaya untuk mengimplementasikan teori yang diperoleh di dalam kelas ke dalam praktek nyata di lapangan. Sekaligus menemukan gap antara keduanya. Dalam PBL peserta dapat melakukan pengamatan terhadap berbagai persoalan dari objek yang dilihat untuk dijadikan acuan dalam merumuskan program penyuluhan sosial yang akan dilakukan.

Harapannya dengan PBL yang melakukan upaya perubahan perilaku sasaran program melalui penyuluhan sosial. Sekaligus peserta dapat membuat Rencana Penyuluhan Sosial berdasarkan situasi dan kondisi nyata di lapangan dengan materi sesuai situasi dan kondisi yang mengacu pada metode, teknik dan media untuk melakukan perencanaan program penyuluhan sosial langsung kepada sasaran penyuluhan di lapangan.

Terima kasih diucapkan kepada Tim Penyusun dan semua pihak yang terlibat dalam penyusunan Modul ini. Semoga modul ini dapat dimanfaatkan oleh berbagai pihak dalam memberikan layanan sesuai dengan bidang tugas dan sasarannya. Saran konstruktif dalam rangka pengayaan modul di masa datang sangat kami harapkan.

Akhir kata, semoga Allah SWT, senantiasa memberikan petunjuk dan meridhoi segala usaha yang kita lakukan. Amin.

Jakarta, November 2020

Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial,

Mulia Jonie

(3)

ii | Pelatihan Sertifikasi Dasar Penyuluh Sosial

DAFTAR ISI

Halaman KATA PENGANTAR ……….……….

DAFTAR ISI ……….…….

DAFTAR GAMBAR ………..

DAFTAR LAMPIRAN ………..

PETUNJUK PENGGUNAAN MODUL ………

BAB I PENDAHULUAN ……….

A. Deskripsi Singkat Modul ………..…….

B.R.levansi………..

C. Tujuan Pembelajaran ………..

D. Pokok Bahasan dan Sub Pokok ……….

E. Media Pembelajaran …….. ……….

F. Metode Pembelajaran ………

G. Skema Pembelajaran ………

H. Proses Pembelajaran ………

BAB II PRAKTEK BELAJAR LAPANGAN……….………..

A. Deskripsi Singkat BAB II ……….………...

B. Konsepsi Praktek Belajar Lapangan ..………

1. Pengertian ……….

2. Tujuan ………

3. Prinsip ………

4. Fokus ………

5. Langkah dalam Praktek Belajar Lapangan ………..

6. Alat Bantu ……….

C. Praktek Belajar Lapangan Langsung ….………..…………...

1. Pengarahan PBL ………

2. Skenario Pelaksanaan PBL ………

3. Pelaksanaan PBL ………...

4. Penulisan Laporan Hasil PBL ……….

5. Presentasi Hasil PBL ……….

Rangkuman ………

Lembar Kerja 18.1 ………..

Lembar Kerja 18.2 ………..

Lembar Kerja 18.3 ………..

Lembar Kerja 18.4 ………..

Umpan Balik ………

BAB III PENUTUP ………..

BIODATA PENYUSUN ………..

LAMPIRAN ………

i ii iii iii iv 1 1 1 2 2 3 3 4 4 7 7 7 7 8 8 8 9 9 10 10 11 11 11 12 12 13 13 15 16 17 18 19 21

(4)

iii | Pelatihan Sertifikasi Dasar Penyuluh Sosial

DAFTAR GAMBAR

Halaman

Gambar 1 Skema Pembelajaran Modul 18. Praktek Belajar Lapangan ……… 4

DAFTAR LAMPIRAN

Halaman

Lampiran 1 Bahan Tayang (Power Point) ………. 21 Lampiran 2 Rancang Bangun Pembelajaran Mata Diklat (RBPMD) ……….. 32 Lampiran 3 Pedoman Praktek Belajar Lapangan ……… 39

(5)

iv | Pelatihan Sertifikasi Dasar Penyuluh Sosial

Fasilitator diharapkan mengikuti petunjuk penggunaan Modul Praktek Belajar Lapangan sebagai berikut:

1. Sebelum pertemuan dilakukan, pastikan bahwa materi untuk mendukung pertemuan ini sudah tersedia:

a. Modul 18 Praktek Belajar Lapangan ini merupakan modul akhir dari materi modul Pelatihan Dasar Penyuluh Sosial ASN.

b. Bahan tayang (power point) yang diperlukan fasilitator.

c. Peralatan yang diperlukan (LCD, spidol, kertas plano, kertas metaplan, flip chart, penjepit kertas, selotip atau lakban kertas, laptop, lembar kerja)

2. Modul ini merupakan acuan bagi tenaga Fasilitator dalam melakukan transfer pengetahuan kepada peserta, namun dalam pelaksanaanya dapat dilakukan improvisasi sesuai dengan situasi dan kebutuhan di lapangan. Akan tetapi tidak keluar dari substansi terkait dengan materi Praktek Belajar Lapangan yang dilakukan dalam rangka meningkatkan pemahaman dan kompetensi Pejabat Fungsional Penyuluh Sosial.

3. Setting Praktek Belajar Lapangan yang dilakukan dapat disesuaikan dengan situasi, kondisi dan kebutuhan di Lapangan.

4. Selalu ucapkan terima kasih setiap kali peserta menyampaikan pendapatnya baik secara pribadi maupun melalui kelompok.

PETUNJUK PENGGUNAAN MODUL

(6)

1 | Pelatihan Dasar Penyuluh Sosial ASN

Modul 18 Praktek Belajar Lapangan (PBL) ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan peserta dalam mengamati berbagai persoalan dari objek yang dilihat untuk dijadikan acuan dalam merumuskan berbagai program penyuluhan sosial yang sesuai dengan situasi dan kondisi Pemerlu Pelayanan Kesejahteran Sosial di lapangan.

PBL merupakan tahap lanjutan dari sebuah proses pembelajaran untuk mengimplementasikan teori yang diperoleh di dalam kelas ke dalam praktek nyata di lapangan, sekaligus menemukan gap antara keduanya. PBL menjadi sangat menentukan dari sebuah proses pembelajaran yang dilaksanakan di dalam pelatihan. Oleh karena itu, PBL penting dilakukan untuk dapat menemukenali berbagai potensi serta sumber yang dapat didayagunakan, serta permasalahan/kendala yang terjadi dalam menyusun perencanaan penyuluhan sosial dan dalam melaksanakannya. Sekaligus peserta mampu menyusun rencana penyuluhan sosial dengan menggunakan Teknik PRA dalam menentukan metode, teknik dan media apa yang akan digunakan pada penyuluhan sosial yang akan dilakukan.

Guna pendalaman materi digunakan Lembar Kerja yang dapat digunakan secara kelompok namun tujuannya adalah meningkatkan kompetensi peserta secara individu per individu. Dalam penyajian materi digunakan metode pembelajaran yang variatif untuk mempermudah peserta menyerap informasi yang disampaikan.

B. RELEVANSI

Modul ini merupakan salah satu bagian dari modul inti dan merupakan modul terakhir yang berupaya melihat sejauhmana peserta paham dan dapat mengimplementasikan materi yang diperoleh di dalam kelas ke dalam praktek nyata di lapangan. Mulai dari bagaimana peserta dapat mengidentifikasi permasalahan sosial yang terjadi dimasyarakat, menentukan materi apa yang cocok untuk dapat membantunya

A. DESKRIPSI SINGKAT MODUL MODULKLMODUL

BAB I. PENDAHULUAN

PENDAHULUAN

(7)

2 | Pelatihan Dasar Penyuluh Sosial ASN

keluar dari permasalahan yang dihadapinya. Selanjutnya membuat perencanaan program penyuluhan sosial dan menentukan metode, media serta teknik yang akan digunakan.

Disamping juga dilihat karakteristik dari pendengar dan bagaimana cara melakukan komunikasi efektif yang dapat menimbulkan perubahan perilaku dari Pemerlu Pelayanan Kesejateraan Sosial (PPKS).

1. Kompetensi dasar

Peserta mampu memahami dan mempraktekkan materi yang diperoleh di dalam kelas ke dalam praktek nyata di lapangan. Sekaligus menemukenali permasalahan sosial yang terjadi di masyarakat untuk dapat ditangani dengan melakukan penyuluhan sosial.

2. Indikator Keberhasilan

Setelah mengikuti pelatihan, peserta diharapkan mampu : a. Memahami konsepsi tentang Praktek Belajar Lapangan.

b. Praktek Belajar Langsung di lapangan untuk mengidentifikasi berbagai permasalahan, kebutuhan serta potensi dan sumber yang dapat dimanfaatkan untuk dapat digunakan dalam menyusun perencanaan program dan pelaksanaan penyuluhan sosial.

1. Konsepsi Praktek Belajar Lapangan.

a. Pengertian b. Tujuan.

c. Prisip.

d. Fokus.

e. Langkah dalam praktek lapangan f. Alat bantu

2. Praktek Belajar Lapangan langsung.

C. TUJUAN PEMBELAJARAN

D. POKOK BAHASAN DAN SUB POKOK

(8)

3 | Pelatihan Dasar Penyuluh Sosial ASN a. Pengarahan PBL.

b. Skenario Pelaksanaan PBL.

c. Pelaksanaan PBL.

d. Penulisan Laporan Hasil PBL.

e. Presentasi Hasil PBL

Media belajar yang dipergunakan menyesuaikan dengan kebutuhan diantaranya menggunakan :

1. 1 Unit Laptop.

2. LCD, projector.

3. Kertas flipchart, spidol.

4. Bahan presentasi.

5. Modul.

6. Lembar kerja.

7. Pedoman Praktek Belajar Lapangan.

Metode dalam proses pembelajaran, bersifat interaktif disertai dengan presentasi, diskusi kelompok dan praktek belajar langsung di lapangan. Sekaligus melakukan observasi tentang situasi dan kondisi nyata yang terjadi serta menyusun perencanaan program penyuluhan sosial dengan menggunakan Teknik PRA. Modul ini disampaikan dalam 20 jam pelatihan atau 900 menit. Metode yang digunakan di antaranya :

1. Ceramah dan Tanya Jawab: Fasilitator memberikan uraian tentang substansi pokok yang terkandung dalam setiap materi pelatihan. Peserta mengajukan pertanyaan atau mengemukakan pendapat terkait dengan topik yang sedang dibahas. Fasilitator memberikan jawaban atau penjelasan atas pertanyaan atau tanggapan yang diajukan peserta.

E. MEDIA PEMBELAJARAN

F. METODE PEMBELAJARAN

(9)

4 | Pelatihan Dasar Penyuluh Sosial ASN

2. Curah pendapat (brainstorming) : Metode ini digunakan untuk mengetahui sejauhmana pengetahuan, kemampuan serta pengalaman peserta berkaitan dengan pokok bahasan materi pelatihan.

3. Diskusi Kelompok dan Pleno: untuk mengidentifikasi permasalahan sosial yang terjadi di lapangan, merencanakan program penyuluhan sosial untuk bersama-sama melaksanakan kegiatan penyuluhan sosial kepada pemerlu pelayanan kesejahteraan sosial yang ditemukan di lapanagn.

4. Penugasan : Peserta baik secara perorangan atau kelompok diberikan tugas yang harus diselesaikan atau dilakukan. Penugasan untuk melatih keterampilan peserta dalam mengaplikasikan konsep yang telah diterimanya. Setelah penugasan, fasilitator dan peserta bersama-sama bembahas hasil dan pengalaman yang diperoleh dalam pelaksanaan tugas tersebut.

Gambar 1. Skema Pembelajaran Modul 18. Praktek Belajar Lapangan

Langkah 1 : Pengantar (10 menit)

• Fasilitator menjelaskan maksud dan tujuan yang ingin dicapai dari Modul 18.

• Fasilitator menjelaskan mengenai tehnik pembelajaran pada Modul 18.

G. SKEMA PEBELAJARAN

H. PROSES PEMBELAJARAN

Menyusun Rencana Tindak Lanjut dan penyuluhan langsung lapangan,

Refleksi dan Penutup (450’) Presentasi Persiapan (20’)

Pengantar (10’) Diskusi Kelompok

(20’)

Praktek di Lapangan (405’)

(10)

5 | Pelatihan Dasar Penyuluh Sosial ASN Langkah 2 : Presentasi (20 menit)

• Fasilitator mempresentasikan pengertian, tujuan, prinsip, fokus, langkah, alat bantu dan pedoman Praktek Belajar Lapangan dengan menggunakan PPT.

Langkah 3 : Diskusi Kelompok (20 menit)

Fasilitator membagi peserta ke dalam 3 kelompok untuk berdiskusi dengan menggunakan Lembar Kerja 18. 1 dan menyusun instrumen guna mengetahui atau menggali informasi tentang :

Situasi dan kondisi di lapangan;

Gap antara keadaan yang nyata dengan keadaan yang seharusnya;

Permasalahan sosial yang terjadi di lapangan;

Potensi dan sumber yang dapat digunakan untuk mengatasi masalah;

Apakah permasalahan sosial yang terjadi sudah diatasi atau belum;

sejauhmana hasil yang sudah dicapai.

Langkah 4 : Praktek nyata di lapangan (405 menit)

• Berdasarkan hasil diskusi pada Langkah 3, peserta bersama dengan kelompoknya turun ke lapangan untuk mengidentifikasi keadaan nyata di lapangan daengan menggunakan Lembar Kerja 18.2-18.4 untuk mengetahui dan mengatasi permasalahan sosial yang terjadi di lapangan dan menyusun perencanaan program penyuluhan sosial dengan menggunakan metode, teknik serta media penyuluhan sosial dan menerapkan semua materi modul yang diperoleh di dalam kelas dalam praktek nyata di lapangan. Disamping menyiapkan materi penyuluhan sesuai dengan permasalahan sosial yang terjadi. Sekaligus disusun rencana penyuluhan sosial yang akan dilakukan di lapangan pada hari kedua.

Langkah 5 : Rencana Aksi/Rencana Tindak Lanjut (450 menit)

• Peserta bersama dengan Fasilitator yang bertindak sebagai Supervisor lapangan melaksanakan penyuluhan sosial langsung ke masyarakat sebagai sasaran

(11)

6 | Pelatihan Dasar Penyuluh Sosial ASN

kegiatan sesuai dengan rencana yang sudah disusun. Disaksikan oleh salah seorang tokoh yang ada di daerah tersebut, serta petugas dari pemerintah daerah setempat dan masyarakat sebagai peserta penyuluhan.

• Fasilitator meminta peserta untuk merefleksikan kegiatan penyuluhan sosial yang sudah dilaksanakan dan apa manfaatnya bagi peserta diklat.

(12)

7 | Pelatihan Dasar Penyuluh Sosial ASN

Kegiatan Belajar:

BAB II. PRAKTEK BELAJAR LAPANGAN

Pada Bab ini dibagian awal materi akan dijelaskan tentang pengertian, tujuan, prinsip, fokus, langkah dan alat bantu dalam melakukan praktek belajar lapangan. Pada bagian akhir peserta akan dilibatkan untuk turun langsung ke lapangan dan melakukan identifikasi masalah, potensi dan sumber dengan menggunakan Teknik PRA untuk dapat melakukan perencanaan program penyuluhan sosial. Kemudian dilakukan kegiatan penyuluhan sosial berdasarkan perencanaan program penyuluhan yang telah disusun yang memuat metode, teknik, media dan materi penyuluhan kepada sasaran/Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial yang ada di masyarakat.

1. Pengertian

Praktek Belajar Lapangan adalah suatu proses pembelajaran lapangan yang perlu ditempuh guna mengaplikasikan materi/pengetahuan yang telah didapatkan dalam kelas secara terintegrasi di lapangan. Hal ini dapat dilakukan dengan menggunakan kegiatan observasi lapangan yang tujuannya mengamati, mengumpulkan data melalui pengamatan langsung atau peninjauan secara cermat di lapangan atau di lokasi. Dalam hal ini, peserta berpedoman pada materi ajar yang telah diperoleh di dalam kelas, mengunjungi lokasi untuk mengamati langsung berbagai hal atau kondisi yang ada di lapangan.

Observasi merupakan salah satu cara untuk mendapat informasi langsung pada pokok persoalan yang akan diamati. Pengamatan atau observasi yang utuh, objektif dan apa adanya diperlukan untuk melakukan intervensi atau melaksanakan program kegiatan

B . KONSEPSI PRAKTEK BELAJAR LAPANGAN

A. DESKRIPSI SINGKAT BAB II

(13)

8 | Pelatihan Dasar Penyuluh Sosial ASN

yang sesuai dengan masalah dan kebutuhan sasaran penyuluhan.

2. Tujuan

Kegiatan ini dilakukan dengan tujuan untuk memperoleh berbagai data kongkret secara langsung di lapangan atau agar kesimpulan yang diambil sesuai dengan kondisi sesungguhnya di lapangan. Hal ini disebabkan dengan observasi kita dapat memperoleh gambaran tentang kebutuhan atau masalah yang dirasakan langsung oleh sasaran untuk dijadikan acuan dalam upaya perencanaan program penyuluhan sosial.

3. Prinsip

Untuk memperoleh hasil yang baik, saat melakukan observasi peserta hendaknya memperhatikan prinsip sebagai berikut.

a. Dilakukan secara cermat, jujur dan objektif serta terfokus pada objek yang diobservasi.

b. Dalam menentukan objek yang hendak diamati, harus diingat bahwa makin banyak objek yang diamati, makin sulit pengamatan dilakukan dan makin tidak teliti hasilnya.

c. Sebelum dilaksanakan, sebaiknya menentukan cara dan prosedur pengamatan.

d. Perlu dipahami apa yang hendak dicatat serta bagaimana membuat catatan atas hasil pengamatan yang terkumpul.

e. Kegiatan observasi dilakukan bersama-sama dengan cara mengunjungi lokasi yang potensial memberikan informasi penting sesuai kebutuhan pelatihan.

f. Janganlah bersikap seperti pejabat yang melakukan inspeksi atau seperti pengawas bangunan, karena hasil observasi bukan untuk kepentingan observer tetapi selalu untuk kepentingan sasaran masyarakat itu sendiri.

g. Buka ruang bagi sasaran masyarakat untuk melengkapi berbagai informasi yang ada untuk kebutuhan sasaran.

h. Ciptakan suasana santai dan menyenangkan selama proses observasi.

4. Fokus

Beberapa hal penting yang akan menjadi perhatian :

(14)

9 | Pelatihan Dasar Penyuluh Sosial ASN

a. Pelaku atau partisipan; menyangkut siapa saja yang terlibat dalam kegiatan yang

diamati, apa statusnya, bagaimana hubungannya dengan kegiatan, bagaimana kedudukannya, kegiatan menyangkut apa yang dilakukan oleh partisipan, apa yang mendorong melakukannya, bagaimana bentuk kegiatannya, serta akibat dari kegiatan.

b. Tujuan; menyangkut apa yang diharapkan partisipan dari kegiatan atau peristiwa

yang diamati.

c. Perasaan; menyangkut ungkapan emosi partisipan, baik itu dalam bentuk tindakan,

ucapan, ekspresi muka atau gerak tubuh.

d. Ruang atau tempat; menyangkut lokasi dari peristiwa yang diamati serta

pandangan para partisipan tentang waktu.

e. Waktu; menyangkut jangka waktu kegiatan atau peristiwa yang diamati serta

pandangan para partisipan tentang waktu.

f. Peristiwa; menyangkut kejadian lain yang terjadi bersamaan atau seiring dengan kegiatan yang diamati.

5. Langkah dalam Praktek Belajar Lapangan

Langkah dalam melakukan kegiatan adalah sebagai berikut.

a. Harus jelas dimana kegiatan akan dilakukan.

b. Harus ditentukan dengan pasti siapa saja yang akan terlibat dan diobservasi.

c. Harus diketahui dengan jelas data-data apa saja yang diperlukan.

d. Harus diketahui bagaimana cara mengumpulkan data agar berjalan mudah dan lancar.

e. Harus diketahui tentang cara mencatat hasil kegiatan observasi, seperti menyediakan buku catatan, kamera, tape recorder dan alat-alat tulis lainnya.

6. Alat Bantu

Untuk menambah ketepatan pengamatan, selain dilengkapi dengan alat untuk mencatat, biasanya juga dilengkapi dengan alat sebagai berikut (jika memungkinkan dapat disediakan oleh panitia) :

(15)

10 | Pelatihan Dasar Penyuluh Sosial ASN a. Tape recorder, untuk merekam pembicaraan.

b. Kamera, untuk merekam berbagai kegiatan secara visual.

c. Film atau video, untuk merekam kegiatan objek yang diamati secara audio-visual.

d. Buku dan pulpen, untuk mencatat hal-hal penting yang diamati.

1. Pengarahan PBL

Sebelum peserta pelatihan diberangkatkan ke lokasi PBL, dilakukan pembagian peserta kedalam 3 (tiga) kelompok (kadang-kadang kelompok ini sudah dibagi pada saat materi dinamika kelompok). Kemudian diberikan pengarahan/penjelasan seputar pelaksanaan PBL. Hal ini dapat dilakukan pada satu hari sebelum pemberangkatan.

Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Bidang Pelatihan (selaku ketua panitia), Pembimbing/

Fasilitator/Widyaiswara sebagai Supervisor PBL, Pejabat Struktural, Pendamping Lapangan dan Narasumber serta anggota panitia lainnya. Materi pengarahan yaitu : a. Maksud dan tujuan PBL.

1) Memahami tentang pengertian, tujuan, prinsip, fokus, langkah dan alat bantu PBL.

2) Memainkan fungi, peran dan tugas sebagai praktikan belajar lapangan sesuai dengan kompetensi yang dimiliki dalam melakukan perencanaan program penyuluhan sosial dan pelaksanaan kegiatan penyuluhan sosial kepada sasaran/

Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial yang ada di masyarakat.

3) Menjelaskan tata cara penulisan laporan hasil PBL.

4) Menjelaskan pelaksanaan PBL 5) Presentase hasil.

b. Menyampaikan gambaran umum lokasi PBL

1) Setiap kelompok diberikan waktu untuk mengatur anggotanya demi kepentingan di lapangan.

C. PRAKTEK BELAJAR LAPANGAN LANGSUNG

(16)

11 | Pelatihan Dasar Penyuluh Sosial ASN

2) Setiap kelompok diberikan tugas untuk membahas intrumen yang akan digunakan di lapangan dan outline laporan yang akan dibuat sesuai dengan yang telah ditentukan dan melaksanakan tugas yang ada di Lebar Kerja.

2. Skenario Pelaksanaan PBL

Setelah dilakukan penjelasan umum seperti yang dijelaskan di atas, maka secara khusus dibuat skenario pelaksanaann PBL di lapangan. Skenario meliputi :

a. Peserta dibagi 3 (tiga) kelompok, masing kelompok memilih ketua, sekertaris dan penyaji.

b. Ketua kelompok membagi tugas kepada anggotanya untuk mencari data dengan menggunakan instrumen dengan meangguanakan Lembar Kerja 18.1.

c. Tiap kelompok menentukan cara yang akan digunakan untuk mencari atau mengumpulkan data/informasi.

d. Peserta mengambil data melalui : 1) Wawancara.

2) Diskusi.

3) Observasi.

4) Dokumentasi.

e. Kelompok mendatangi lokasi sasaran dan menerapkan Teknik PRA yang ada dilembar Kerja 18.2-18.4. Berdasarkan hal tersebut dipilih materi, metode, teknik dan media untuk menyusun rencana penyuluhan sosial yang akan dilakukan kepada sasaran/Pemerlu Pelayanan Kesejahteran Sosial yang ada di masyarakat pada Hari Kedua PBL.

f. Hasil Kegiatan PBL menjadi rekomendasi yang dapat diberikan kepada Tokoh Masyarakat setempat untuk dapat dilaksanakan atau diterapkan pada kegiatan penyuluhan selanjutnya yang dilakukan oleh masyarakat setempat.

3. Pelaksanaan PBL

(17)

12 | Pelatihan Dasar Penyuluh Sosial ASN

Pada hari yang telah ditentukan, Peserta, Pembimbing/Fasilitator/Widyaisara sebagai Supervisor PBL, Panitia, Pendamping Lapangan dan Narasumber berangkat menuju lokasi PBL. Kemudian kelompok disebar sesuai dengan lokus yang sudah disiapkan.

4. Penulisan Laporan Hasil PBL

Berdasarkan hasil data/bahan yang telah didapat di lapangan kemudian dilakukan diskusi kelompok. Hasil diskusi ini menjadi bahan dalam penulisan laporan.

Pelaksanaan penulisan laporan dapat dilakukan di lapangan, tetapi biasanya juga dilakukan setelah peserta kembali ketempat pelatihan. Peserta berbagi tugas untuk membuat dan menyelesaikan laporan. Untuk penulisan laporan agar sistematis dilakukan sesuai format yang telah ditentukan yaitu :

BAB I. PENDAHULUAN

(Berisi latar belakang mengapa dilakukan PBL, apa maksud, tujuan dan prinsip dari PBL yang dilakukan sesuai sasaran/Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial yang ditangani Kelompok).

BAB II. Gambaran umum dalam kaitannya dengan sasaran Kelompok PBL.

BAB III. HASIL PBL

(Berisi hasil pengamatan/observasi menggunakan Teknik PRA dan dibuat rencana serta pelaksanaan peyuluhan sosialnya)

BAB IV. PENUTUP (kesimpulan dan rekomendasi)

5. Presentasi Hasil PBL

Berdasarkan hasil laporan yang disusun setiap kelompok melakukan kegiatan penyuluhan sosial kepada Sasaran/Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial yang ada di lapangan.

Praktek Belajari Lapangan (PBL) merupakan salah satu langkah yang penting dilakukan dalam kegiatan pelatihan. Hal ini ditujukan untuk melihat sejauhmana peserta

RANGKUMAN

(18)

13 | Pelatihan Dasar Penyuluh Sosial ASN

telah mampu memahami materi yang diperoleh di dalam kelas dalam praktek/

implementasinya di lapangan dibawah pengawasan Fasilitator/Supervisor PBL.

Diharapkan dengan praktek yang dilakukan pada saat pelatihan, peserta bisa mendapatkan pengalaman tentang perencanaan, pelaksanaan dan pengembangan program penyuluhan sosial dengan menggunakan metode, media, teknik dan materi penyuluhan sosial sesuai dengan situasi dan kondisi dari sasaran/Pemerlu Pelayanan Kesejahteran Sosial yang ada di lapangan.

“Menyusun Instrumen”

a. Peserta dibagi menjadi 3 kelompok dan memilih masalah yang ada di lokus untuk diangkat dan ditangani melalui penyuluhan sosial dengan praktek yang dilakukan, dimana masing-masing peserta bisa melakukan praktek penyuluhan sosial sesuai dengan masalah sosial dan Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial yang ada.

b. Masing kelompok memilih ketua, sekertaris, bendahara dan penyaji.

c. Ketua kelompok memimpin anggoptanya untuk menyusun instrumen dan membagi tugas kepada anggotanya untuk mencari data dengan menerapkan Teknik PRA.

Instrumen disusun guna mengetahui : 1) Situasi dan kondisi di lapangan;

2) Gap antara kondisi nyata dan kondisi yang seharusnya;

3) Permasalahan, Kekuatan, kelemahan, tantangan dan peluang yang dihadapi;

4) Potensi dan sumber yang bisa dimanfaatkan;

5) Upaya yang sudah dilakukan, sejauhmana keberhasilannya.

d. Tiap kelompok menentukan cara yang akan digunakan untuk mencari atau mengumpulkan data/informasi. Bisa melalui : Wawancara; Diskusi; Observasi; dan Dokumentasi.

e. Kelompok mendatangi lokasi sasaran dan menerapkan Teknik PRA sebagai berikut : f.

g. LEMBAR KERJA 18.2 8.3RANGKUMAN

LEMBAR KERJA 18.1

(19)

14 | Pelatihan Dasar Penyuluh Sosial ASN

“Teknik Pengkajian Keadaan Desa/Lokasi untuk mengidentifikasi masalah”

a. Kegiatan dilakukan dengan langkah : 1) Kedatangan tim PRA ke lokasi.

2) Pembahasan maksud dan tujuan.

3) Peleburan (sosialisasi) Pejabat Fungsional Penyuluh Sosial ke dalam masyarakat.

4) Pengumpulan informasi a) Mengawali diskusi.

b) Menetapkan teknik diskusi.

c) Menetapkan fokus informasi.

d) Penggalian informasi.

e) Pendokumentasian.

b. Peserta menggali informasi dan mengidentifikasi masalah di lokasi PBL dengan menggunakan instrumen yang telah disusun pada lembar Kerja 18.1. Berdasarkan data dan informasi yang diperoleh, bersama dengan masyarakat kelompok melakukan analisis pohon masalah. Kelompok

menggambar satu buah pohon besar dan menuliskan satu isu atau masalah yang terjadi di daerah mereka di tengah batang pohon.

c. Kelompok memulai dengan bertanya

“mengapa ini menjadi masalah?”. Ketika peserta menemukan jawabannya, minta peserta untuk menuliskan jawabannya di

ranting pohon dan tanyakan lagi pertanyaan yang sama.

d. Tanyakan kepada peserta “apa yang menjadi penyebab dari masalah tersebut?”. Ketika peserta menemukan jawabannya, tuliskan jawaban tersebut di akar dan tanyakan lagi pertanyaan yang sama.

e. Setelah menuliskan masalah di akar, minta peserta untuk memikirkan solusi dari masing-masing masalah. Ketika mereka menemukan solusinya, minta peserta untuk menuliskannya di sticky notes dan menempelkannya di sebelah masing-masing

(20)

15 | Pelatihan Dasar Penyuluh Sosial ASN masalah.

f. Tanyakan kepada masing-masing kelompok: “Mana diantara masalah-masalah ini yang membutuhkan upaya penyelesaian melalui penyuluhan sosial?”

g. Fasilitator membimbing peserta untuk melingkari solusi yang membutuhkan upaya penyuluhan sosial.

h. Kegiatan dilakukan dengan melibatkan masyarakat untuk membantu masyarakat menyadari masalah yang terjadi di lingkungannya yang memerlukan upaya penyuluhan sosial untuk terjadinya perubahan perilaku masyarakat.

“Teknik Pembuatan Bagan Hubungan Kelembagaan (Diagram Venn)”

a. Fasilitator menggunakan Langkah sebagai berikut : Pembuatan Bag 1) Jelaskan maksud, tujuan, dan proses kajian kelembagaan.

2) Diskusikan mengenai jenis lembaga yang berhubungan langsung dengan desa.

3) Meminta masyarakat membuat nama-nama daftar lembaga yang ada di desa.

4) Pejabat Fungsional Penyuluh Sosial sebagai pemandu kemudian menjelaskan cara membuat bagan.

5) Pemandu selanjutnya meminta salah seorang peserta diskusi untuk membuat lingkaran sebagai simbol lembaga tertentu yang telah didiskusikan

6) Setelah simbol dipilih dan ditempatkan, selanjutnya dilakukan pemeriksaan kembali ketepatan informasi.

7) Diskusikan dan bahas lebih lanjut bagan tersebut.

8) Catatlah proses selama kegiatan pembuatan bagan.

9) Cantumkan nama atau jumlah peserta, nama pemandu, tanggal dan tempat pelaksanaan.

NB : Bagan kelembagan dibuat dengan membuat gambar lingkaran yang menunjukkan lembaga yang ada di dalam masyarakat yang

LEMBAR KERJA 18.3

8.3RANGKUMAN

(21)

16 | Pelatihan Dasar Penyuluh Sosial ASN

berpengaruh pada upaya penyuluhan sosial yang akan dilakukan. Sangat boleh jadi ada irisan antar lembaga yang ada dalam mendukung kegiatan penyuluhan sosial di masyarakat.

“Penyusunan Rencana Kegiatan”

a. Dengan kelompok yang sama, berdasarkan Lembar Kerja 18.2 dan 18.3 disusun rencana kegiatan penyuluhan sosial menggunakan Form 18.1 sebaiknya disusun bersama dengan masyarakat.

Form 18.1

No Masalah yang akan diatasi berdasarkan LK 18.2 (tentukan

prioritas)

Kegiatan penyuluhan yang akan dilakukan

(Metode, Teknik, Media, Materi)

Lembaga yang bisa dilibatkan berdasarkan

LK 18.3

Waktu Penanggung jawab kegiatan

Ket

b. Berdasarkan hasil Form 18.3 Rencana Kegiatan dilakukan kegiatan penyuluhan sosial kepada sasaran/Pemerlu Pelayanan Kesejahteran Sosial yang ada di masyarakat pada Hari Kedua PBL.

c. Setiap kelompok membuat laporan PBL dengan format sebagai berikut : BAB I. PENDAHULUAN

(Berisi latar belakang mengapa dilakukan PBL, apa maksud, tujuan dan prinsip dari PBL yang dilakukan sesuai sasaran/Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial yang ditangani Kelompok).

BAB II. Gambaran umum dalam kaitannya dengan sasaran Kelompok PBL.

BAB III. HASIL PBL

(Berisi hasil pengamatan/observasi menggunakan Teknik PRA dan dibuat Rencana kegiatan penyuluhan sosial yang akan dilakukan).

LEMBAR KERJA 18.4

8.3RANGKUMAN

(22)

17 | Pelatihan Dasar Penyuluh Sosial ASN

BAB IV. PENUTUP (kesimpulan dan rekomendasi)

d. Masing-masing kelompok membuat perbaikan laporan berdasarkan saran masukan saat melakukan penyuluhan sosial di lapangan.

e. Hasil Kegiatan PBL menjadi rekomendasi yang dapat diberikan kepada Tokoh Masyarakat setempat untuk dapat dilaksanakan atau diterapkan pada kegiatan penyuluhan selanjutnya.

f. Masing-masing peserta mendapat pengalaman untuk dapat melakukan penyuluhan sosial kepada sasaran/Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial yang ada di masyarakat.

Evaluasi terhadap peserta pelatihan dilakukan secara kualitatif dengan cara melihat antusiasme peserta baik dalam memperhatikan paparan fasilitator, terlibat dalam diskusi kelompok, mengajukan atau menjawab pertanyaan/klarifikasi dalam pembelajaran materi modul maupun dalam melakukan Praktek Belajar di lapangan.

UMPAN BALIK

(23)

18 | Pelatihan Dasar Penyuluh Sosial ASN

Kegiatan Belajar:

BAB III. PENUTUP

Modul 18 Praktek Belajar Lapangan (PBL) ini merupakan tahap yang tidak terpisahkan dari rangkaian kegiatan Pelatihan Dasar Penyuluh Sosial ASN yang diselenggarakan. PBL ini merupakan upaya untuk mengimplementasikan materi yang diperoleh di dalam kelas ke dalam praktek nyata di lapangan, sekaligus menemukan gap antara keduanya. Disamping peserta juga dapat melakukan pengamatan terhadap berbagai persoalan dari objek yang dilihat untuk dijadikan acuan dalam merumuskan berbagai program penyuluhan sosial.

Harapannya dengan PBL yang dilakukan dapat ditingkatkan kompetensi Pejabat Fungsional Penyuluh Sosial dalam melakukan upaya perubahan perilaku kepada sasaran penyuluhan sosial. Sekaligus peserta dapat menyusun rencana kegiatan penyuluhan sosial berdasarkan permasalahan, potensi dan sumber yang ada di lapangan untuk melakukan/ mempraktekan kegiatan penyuluhan sosial sesuai dengan sasaran/Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) yang ditemukan di lapangan.

Kesemua komponen bahan pembelajaran dalam modul ini dipadukan dengan bahan tayang, Lembar Kerja dan Pedoman Praktek Belajar Lapangan yang menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari materi pembelajaran modul. Namun pada saat proses pembelajaran dimigrasikan kedalam bentuk e-learning dapat disesuaikan dengan kebutuhan.

(24)

19 | Pelatihan Dasar Penyuluh Sosial ASN

SRI TJAHJORINI SUGIHARTO lahir pada tanggal 12 Agustus 1967 di Bandung. Menyelesaikan pendidikan untuk tingkat Sarjana pada tahun 1991 dari Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial (STKS) Bandung. Kemudian menyelesaikan pendidikan pascasarjana S-2 dari Institut Pertanian Bogor Fakultas Ekologi Manusia Jurusan Penyuluhan Pembangunan pada Tahun 2001. Selanjutnya menyelesaikan S-3 di Institut Pertanian Bogor dengan jurusan yang sama pada Tahun 2008.

Penempatan pertama sebagai PNS di Pusat Rehabilitasi Sosial Bina Grahita “Kartini”

Temanggung pada Tahun 1993 sampai tahun 1996. Kemudian pindah tugas di Balai Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial Lembang Bandung (BPPKS) yang sekarang menjadi Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS) Lembang Bandung. Sejak Tahun 2002 sampai sekarang betugas di Pusat Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial Jakarta dan saat ini menjabat sebagai Widyaiswara Utama.

Berbagai seminar telah diikuti baik dalam dan luar negeri, diantaranya Workshop on Right Based Sosial Work Approach Organized by Ministry of Social Affairs of the Republic of Indonesia and Equitas, International Human Rights Education-Montreal Canada (2010), International Workshop on Drug Demand Reduction for Credentialing and Education of Addiction Professional (ICCE) Colombo Plan Bangkok Thailand (2015).

Pelatihan yang pernah diikuti, diantaranya TOT PKPS (1997), Pelatihan Penyegaran TKSM (1998), Pelatihan Metodologi Penelitian II (1998), Pelatihan Metodologi Pembelajaran (1999), TOT Perencanaan Fungsional Pekerja Sosial (2002), TOT PDPS (2003), TOT Petugas Pemberdayaan FM (2003), TOT Workshop TOTWorkshop On Right Based Social Work Approach Organized By Ministry Of Social Affairs Of The Republic Of Indonesia And Equitas (2010), Pelatihan PIM III (2010), TOT Perlindungan Anak (2011), TOT Konselor Adiksi Tahap Pertama Angkatan I (2015), TOT FDS (2016), Pelatihan Kewidyaiswaraan Berjenjang Tingkat Utama (2015), Certtificate of Attendance for

BIODATA PENYUSUN

(25)

20 | Pelatihan Dasar Penyuluh Sosial ASN

Satifactorily completing a 10-days or 108 hours on Immersion Program Learning Community and 13 Continuing Education hours (2015), TOT Penganggaran Peka Damai (2015), TOT Pekerja Sosial Adiksi Napza Tahap Kedua Angkatan II (2015), TOT Manajemen Lembaga Kesejahteraan Sosial (MLKS) (2017), Pembekalan Fasilitator Bimbingan Orinetasi Pekerja Sosial Supervisor Program Keluarga Harapan selama 26 jam Pelejaran (2018), Pelatihan Koordinasi dan Manajemen Tempat Pengungsian IOM (2018), TOT on

“Foundational, Employment and Enterpreneurships Training” EQWIPHUBs Canada (2018).

Pengalaman lain yang diperoleh adalah sebagai Narasumber diberbagai kegiatan, Tenaga Pelatih/Fasilitor di di Puspelatihan Kesejahteraan Sosial dan di Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial Kementerian Sosial, Dinas Bimbingan Mental dan Kesejahteraan Sosial DKI Jakarta, Direktorat Rehabilitasi Sosial Anak, Direktorat Rehabilitasi Sosial Penyalahguna NAPZA dan menjadi Pekerja Sosial Adiksi Napza yang tersertifikasi secara internasional. Tim Asistensi sekaligus Tim Ahli di Direktorat Rehabilitasi Sosial Anak Kementerian Sosial sejak Tahun 2010 hingga Tahun 2017. Disamping terlibat sebagai Narasumber dalam penyusunan Pedoman serta Petunjuk Teknis di Direktorat Perlindungan Sosial Korban Bencana Alam, Direktorat Perlindungan Sosial Korban Bencana Sosial, Pusat Penyuluhan Sosial, Direktorat Rehabilitasi Sosial Anak, Direktorat Rehabilitasi Sosial Tuna Sosial dan Korban Perdagangan Orang, dan lain-lain.

Pengkajian yang sudah dan sedang dilakukan adalah Pengkajian dan Penyusun Kurikulum TOT/Pelatihan Penanggulangan Bencana, TOT/Pelatihan Managemen Pembangunan Kabupaten Daerah Tertinggal, TOT/Pelatihan Penanganan Pengungsi, TOT/Pelatihan Manajemen Pimpinan Panti, TOT/Pelatihan Jabatan Fungsional Pekerjaan Sosial, TOT/Pelatihan Jabatan Fungsional Penyuluh Sosial, TOT/Pelatihan Konseling Anak, TOT/Pelatihan Kesehatan Jiwa, TOT/Manajemen Sistem Layanan dan Rujukan Terpadu (SLRT) dan lain-lain.

(26)

21 | Pelatihan Dasar Penyuluh Sosial ASN Lampiran 1. Bahan Tayang (Power Point)

LAMPIRAN

(27)

22 | Pelatihan Dasar Penyuluh Sosial ASN

(28)

23 | Pelatihan Dasar Penyuluh Sosial ASN

(29)

24 | Pelatihan Dasar Penyuluh Sosial ASN

(30)

25 | Pelatihan Dasar Penyuluh Sosial ASN

(31)

26 | Pelatihan Dasar Penyuluh Sosial ASN

(32)

27 | Pelatihan Dasar Penyuluh Sosial ASN

(33)

28 | Pelatihan Dasar Penyuluh Sosial ASN

(34)

29 | Pelatihan Dasar Penyuluh Sosial ASN

(35)

30 | Pelatihan Dasar Penyuluh Sosial ASN

(36)

31 | Pelatihan Dasar Penyuluh Sosial ASN

(37)

32 | Pelatihan Dasar Penyuluh Sosial ASN

Lampiran 2. Rancang Bangun Pembelajaran Mata Diklat (RBPMD)

RANCANG BANGUN PEMBELAJARAN MATA DIKLAT (RBPMD) PRAKTEK BELAJAR LAPANGAN (PBL)

1. Nama Diklat : Pelatihan Dasar Penyuluh Sosial ASN.

2. Nama Mata Diklat : Praktek Belajar Lapangan (PBL).

3. Alokasi Waktu : 20 JP (900 menit @ 45 menit).

4. Deskripsi Singkat : Modul 18 Praktek Belajar Lapangan (PBL) ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan peserta dalam mengamati berbagai persoalan dari objek yang dilihat untuk dijadikan acuan dalam merumuskan berbagai program penyuluhan sosial yang sesuai dengan situasi dan kondisi Pemerlu Pelayanan Kesejahteran Sosial di lapangan.

PBL merupakan tahap lanjutan dari sebuah proses pembelajaran untuk mengimplementasikan teori yang diperoleh di dalam kelas ke dalam praktek nyata di lapangan, sekaligus menemukan gap antara keduanya. PBL menjadi sangat menentukan dari sebuah proses pembelajaran yang dilaksanakan di dalam pelatihan. Oleh karena itu, PBL penting dilakukan untuk dapat menemukenali berbagai potensi serta sumber yang dapat didayagunakan, serta permasalahan/kendala yang terjadi dalam menyusun perencanaan penyuluhan sosial dan dalam melaksanakannya.

Sekaligus peserta mampu menyusun rencana penyuluhan sosial dengan menggunakan Teknik PRA dalam menentukan metode, teknik dan media apa yang akan digunakan pada penyuluhan sosial yang akan dilakukan.

(38)

33 | Pelatihan Dasar Penyuluh Sosial ASN

Guna pendalaman materi digunakan Lembar Kerja yang dapat digunakan secara kelompok namun tujuannya adalah meningkatkan kompetensi peserta secara individu per individu. Dalam penyajian materi digunakan metode pembelajaran yang variatif untuk mempermudah peserta menyerap informasi yang disampaikan.

5. Tujuan Pembelajaran

a. Kompetensi dasar : Peserta mampu memahami dan mempraktekkan materi yang diperoleh di dalam kelas ke dalam praktek nyata di lapangan. Sekaligus menemukenali permasalahan dan kendala yang menjadi gap antara materi yang diperoleh di dalam kelas dengan kenyataan di lapangan.

b. Indikator Keberhasilan

Setelah mengikuti pelatihan, peserta diharapkan mampu : 1) Memahami konsepsi tentang Praktek Belajar Lapangan.

2) Praktek Belajar Langsung di lapangan untuk mengidentifikasi berbagai permasalahan, kebutuhan serta potensi dan sumber yang dapat dimanfaatkan untuk dapat digunakan dalam menyusun perencanaan program dan melaksanakan penyuluhan sosial.

No. Indikator Keberhasilan Materi Pokok Sub Materi Pokok Metode Alat Bantu/Media

Estimasi Waktu Peserta manpu :

1. Memahami konsepsi tentang Praktek Belajar Lapangan.

Konsepsi tentang Praktek Belajar Lapangan.

a. Pengertian b. Tujuan.

c. Prinsip d. Fokus.

e. Langkah.

- Dialog - Curah

pendapat - Tanya jawab - Diskusi

- Laptop - LCD Projektor - Spidol

- Modul - Pedoman

45 menit

(39)

34 | Pelatihan Dasar Penyuluh Sosial ASN

No. Indikator Keberhasilan Materi Pokok Sub Materi Pokok Metode Alat Bantu/Media

Estimasi Waktu f. Alat Bantu kelompok Praktek Belajar

Lapangan 2 Praktek Belajar Langsung

di lapangan untuk mengidentifikasi

berbagai permasalahan, kebutuhan serta potensi dan sumber yang dapat dimanfaatkan untuk dapat dilakukan upaya perencanaan program dan pelaksanaan penyuluhan sosial.

2. Praktek Belajar Langsung

a. Pengarahan PBL b. Skenario

Pelaksanaan PBL c. Pelaksanaan PBL d. Penulisan Laporan

Hasil PBL

e. Presentasi Hasil PBL

- Ceramah - Tanya jawab - Curah

pendapat - Diskusi

Kelompok - Penugasan - Praktek

- Laptop - LCD projektor - Lembar Kerja - Modul - Pedoman

Praktek Belajar Lapangan

855 menit

(40)

35 | Pelatihan Dasar Penyuluh Sosial ASN

RANCANG BANGUN PEMBELAJARAN MATA DIKLAT (RBPMD) PRAKTEK BELAJAR LAPANGAN (PBL)

1. Nama Diklat : Pelatihan Dasar Penyuluh Sosial ASN.

2. Nama Mata Diklat : Praktek Belajar Lapangan (PBL).

3. Alokasi Waktu : 20 JP (900 menit @ 45 menit).

4. Deskripsi Singkat : Modul 18 Praktek Belajar Lapangan (PBL) ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan peserta dalam mengamati berbagai persoalan dari objek yang dilihat untuk dijadikan acuan dalam merumuskan berbagai program penyuluhan sosial yang sesuai dengan situasi dan kondisi Pemerlu Pelayanan Kesejahteran Sosial di lapangan.

PBL merupakan tahap lanjutan dari sebuah proses pembelajaran untuk mengimplementasikan teori yang diperoleh di dalam kelas ke dalam praktek nyata di lapangan, sekaligus menemukan gap antara keduanya. PBL menjadi sangat menentukan dari sebuah proses pembelajaran yang dilaksanakan di dalam pelatihan. Oleh karena itu, PBL penting dilakukan untuk dapat menemukenali berbagai potensi serta sumber yang dapat didayagunakan, serta permasalahan/kendala yang terjadi dalam menyusun perencanaan penyuluhan sosial dan dalam melaksanakannya.

Sekaligus peserta mampu menyusun rencana penyuluhan sosial dengan menggunakan Teknik PRA dalam menentukan metode, teknik dan media apa yang akan digunakan pada penyuluhan sosial yang akan dilakukan.

(41)

36 | Pelatihan Dasar Penyuluh Sosial ASN

Guna pendalaman materi digunakan Lembar Kerja yang dapat digunakan secara kelompok namun tujuannya adalah meningkatkan kompetensi peserta secara individu per individu. Dalam penyajian materi digunakan metode pembelajaran yang variatif untuk mempermudah peserta menyerap informasi yang disampaikan.

5. Tujuan Pembelajaran

a. Kompetensi dasar : Peserta mampu memahami dan mempraktekkan materi yang diperoleh di dalam kelas ke dalam praktek nyata di lapangan. Sekaligus menemukenali permasalahan dan kendala yang menjadi gap antara materi yang diperoleh di dalam kelas dengan kenyataan di lapangan.

b. Indikator Keberhasilan

Setelah mengikuti pelatihan, peserta diharapkan mampu : 1) Memahami konsepsi tentang Praktek Belajar Lapangan.

2) Praktek Belajar Langsung di lapangan untuk mengidentifikasi berbagai permasalahan, kebutuhan serta potensi dan sumber yang dapat dimanfaatkan untuk dapat digunakan dalam menyusun perencanaan program dan pelaksanaan penyuluhan sosial.

6. Pokok dan Sub Pokok Bahasan

a. Konsepsi Praktek Belajar Lapangan.

1) Pengertian 2) Tujuan.

3) Prisip.

4) Fokus.

5) Langkah dalam praktek lapangan 6) Alat bantu

(42)

37 | Pelatihan Dasar Penyuluh Sosial ASN b. Praktek Belajar Lapangan langsung.

1) Pengarahan PBL.

2) Skenario Pelaksanaan PBL.

3) Pelaksanaan PBL.

4) Penulisan Laporan Hasil PBL.

5) Presentasi Hasil PBL.

7. Kegiatan Belajar Mengajar (Skenario Pembelajaran) No Tahap

Kegiatan

Kegiatan Widyaiswara Kegiatan Peserta Metode Bahan dan Media

1 Pendahuluan 1. Salam perkenalan

2. Penyampaian judul materi

3. Tujuan pembelajaran kepada peserta

1. Mendengarkan 2. Menanggapi/

Bertanya

1. Ceramah 2. Tanya jawab

1. LCD 2. Flipchart 3. Laptop 2 Penyampaian

Isi Pokok Bahasan

1. Menjelakan dan menguraikan sistematika materi.

2. Menyampaikan penjelasan dan menguraikan subtansi isi materi (sub Pokok Bahasan).

3. Mensupervisi pelaksanaan praktek peserta langsung di lapangan.

1.Mendengarkan 2. Menanggapi/

bertanya 3. Curah pendapat 4. Diskusi

5. Mencatat

6. Melakukan kegiatan praktek langsung di lapangan

1. Ceramah 2. Tanya jawab 3. Tukar pendapat 4. Diskusi kelompok 5. Praktek

1.LCD 2. Flipchart 3. Laptop 4. Modul 5. Lembar Kerja 6. Pedoman

Praktek Belajar Lapangan

(43)

38 | Pelatihan Dasar Penyuluh Sosial ASN

3 Penutup 1. Buat rangkuman dan kesimpulan 2. Penutup : - Terima kasih - Maaf - Salam

1. Memperhatikan 2. Mendengarkan

1. Ceramah 1. LCD

2. Flipchart

8. Evaluasi Pembelajaran

Evaluasi merupakan kegiatan yang perlu dilaksanakan dalam setiap pelatihan. Aspek-aspek yang dievaluasi dalam pelatihan meliputi :

a. Evaluasi reaksi (reaction evaluation): Evaluasi ini merupakan respon atau tanggapan peserta terhadap proses pembelajaran dan penyelenggaraan diklat.

b. Evaluasi belajar (learning evaluation): Evaluasi dilakukan untuk mengetahui perubahan atau peningkatan terhadap aspek pengetahuan, sikap dan keterampilan peserta.

c. Evaluasi perilaku (behavior evaluation): Evaluasi dilakukan untuk mengetahui perubahan tingkah laku peserta selama dan setelah proses pelatihan.

d. Evaluasi hasil (result evaluation): Evaluasi dilakukan setelah pelatihan berakhir untuk mengetahui pemanfaatan hasil pelatihan alumni peserta, terhadap peningkatan kinerja dan produktivitasnya di dalam organisasi atau dalam keadaan nyata di lapangan.

e. Tanya jawab, curah pendapat dan diskusi secara insidental selama pembelajaran.

(44)

39 | Pelatihan Dasar Penyuluh Sosial ASN Lampiran 3. Pedoman Praktek Belajar Lapangan

PEDOMAN

PRAKTEK BELAJAR LAPANGAN (PBL) PELATIHAN DASAR

PENYULUH SOSIAL APARATUR SIPIL NEGARA TAHUN 2020

KEMENTERIAN SOSIAL RI

BADAN PENDIDIKAN, PENELITAN DAN PENYULUHAN SOSIAL PUSDIKLAT KESEJAHTERAAN SOSIAL

TAHUN 2020

KEMENTERIAN SOSIAL REPUBLIK INDONESIA

(45)

40 | Pelatihan Dasar Penyuluh Sosial ASN

PEDOMAN PRAKTEK BELAJAR LAPANGAN (PBL) PELATIHAN DASAR

PENYULUH SOSIAL APARATUR SIPIL NEGARA TAHUN 2020

(20 Jam Pelatihan, 2 hari)

A. DASAR PEMIKIRAN

Praktek Belajar Lapangan merupakan upaya untuk memberikan pengalaman belajar kepada peserta pelatihan agar dapat mengimplementasikan materi ke dalam praktek nyata di lapangan. Diharapkan dengan kegiatan Praktek Belajar Lapangan ini, peserta dapat memperoleh lebih banyak retensi karena melakukan langsung kegiatan, mulai dari perencanaan program penyuluhan sosial sampai dengan pelaksanaan kegiatannya dengan menggunakan metode, teknik dan media yang sudah dipelajari di dalam kelas.

Disisi lain, pengalaman ini penting diberikan dalam Pelatihan Dasar Penyuluh Sosial ASN untuk membekali para Pejabat Fungsional Penyuluh Sosial sebagai gerak dasar dari semua program dimanapun Pejabat Fungsional Penyuluh Sosial berada. Baik bagi Pejabat Fungsional Penyuluh Sosial yang ada di Lingkungan Kementerian Sosial maupun di Lingkungan Kementerian/Lembaga lainnya.

Ada beberapa alasan mengapa pelatihan ini mendesak untuk dilaksanakan.

Pertama, jumlah permasalahan sosial yang semakin meningkat, baik permasalahan sosial konvensional maupun permasalahan sosial kontemporer, begitupun Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS). Kedua, realita sekarang ini menunjukkan bahwa sebagian besar Aparatur Sipil Negara di Bidang Kesejahteraan Sosial memiliki latar belakang pendidikan yang beragam dan sangat sedikit yang berlatarbelakang profesi pekerjaan sosial. Kondisi ini menyebabkan perlunya wadah jabatan fungsional yang bukan Jabatan Fungsional Pekerja Sosial untuk mengakomodir kebutuhan jabatan fungsional bagi Aparatur Sipil Negara dengan latar belakang pendidikan di luar pekerjaan sosial/

kesejahteraan sosial. Terlebih dengan reformasi birokrasi yang kedepan semakin miskin struktur kaya fungsi, maka Jabatan Fungsional Penyuluh Sosial yang menuntut kompetensi untuk dapat melakukan kegiatan penyuluhan sosial menjadi semakin strategis keberadaannya dalam mengatasi permasalahan sosial bersama pejabat fungsional lainnya. Ketiga, secara umum masih lemahnya pemahaman para pihak tentang penyuluhan sosial.

(46)

41 | Pelatihan Dasar Penyuluh Sosial ASN

Berdasarkan pertimbangan di atas, maka Praktek Belajar Lapangan ini menjadi penting untuk membawa peserta memahami konsep penyuluhan sosial guna menangani berbagai permasalahan sosial dan Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial yang ada dan berkembang di masyarakat. Diharapkan melalui praktek lapangan ini, semua teori dan konsep yang diterima selama mengikuti proses pembelajaran di dalam kelas, dapat diterapkan dalam PBL dan sekembalinya peserta ke tempat kerjasanya masing-masing.

B. MAKSUD DAN TUJUAN 1. Maksud

Kegiatan ini dimaksudkan untuk meningkatkan kemampuan peserta sebagai seorang Pejabat Fungsional Penyuluh Sosial dalam menangani permasalahan sosial yang ada dan berkembang di masyarakat.

2. Tujuan

Melalui pelaksanaan kegiatan praktek belajar lapangan ini diharapkan peserta pelatihan:

a. Mampu mengidentifikasi permasalahan sosial yang ada di masyarakat.

b. Mampu mengidentifikasi potensi dan sumber sosial yang ada di masyarakat.

c. Dapat memperoleh gambaran yang komperhensif dalam mengimplementasikan keterampilan penyuluhan sosial dalam penanganan permasalahan sosial.

d. Mampu menampilkan fungsi, peran dan tugasnya sebagai seorang Pejabat Fungsional Penyuluh Sosial sesuai situasi masalah yang dihadapi dengan tetap menerapkan kode etik seorang Pejabat Fungsional Penyuluh Sosial.

e. Mampu menerapkan metode, teknik dan media penyuluhan sosial secara praktis dalam penanganan permasalahan sosial.

f. Mampu menyusun perencanaan program penyuluhan sosial dalam penanganan permasalahan sosial.

C. PROSES

1. Persiapan PBL

a. Pembentukan kelompok

Dimaksudkan untuk mempermudah pembagian tugas dalam penyelesaian tugas- tugas PBL. Peserta dibagi dalam 3 kelompok, dan setiap kelompok didampingi 1

(47)

42 | Pelatihan Dasar Penyuluh Sosial ASN

orang Fasilitator/Widyaiswara sebagai Supervisor PBL, 1 orang petugas panitia penyelenggara dan 1 orang narasumber lokal (atau sesuai dengan komponen yang ada pada RKKL/RAB).

b. Penjelasan

1) Penjelasan PBL dimaksudkan untuk menyamakan persepsi, memberi arah, tujuan dan mekanisme tentang pelaksanaan dan hasil akhir yang ingin dicapai.

2) Mempelajari demografi desa dari dokumen yang ada dan dari internet.

c. Penyiapan sarana dan peralatan

1) Menyiapkan peralatan yang diperlukan, seperti: infokus, laptop dan bahan materi pendukung.

2) Menyusun instrumen PBL terkait dengn permasalahan yang akan digali.

3) Menggandakan Instrumen sesuai kebutuhan peserta.

2. Pelaksanaan PBL a. Hari Pertama

1) Berangkat menuju lokasi PBL

2) Penerimaan peserta PBL oleh aparat pemerintah lokal dan tokoh masyarakat dan aparat desa/kelurahan setempat.

3) Peserta PBL melaksanaan kegiatan identifikasi dan penggalian masalah, kebutuhan, potensi dan sumber.

4) Berdasarkan hasil identifikasi dan penggalian, peserta menyusun perencanaan program penyuluhan sosial dan mempersiapkan untuk dapat melaksanakan kegiatan penyuluhan sosial pada PBL hari kedua.

5) Persiapan yang dilakukan :

a) Melakukan identifikasi sarana yang diperlukan:

(1) Tempat pelaksanaan penyuluhan.

(2) Pengeras suara (bila diperlukan).

(3) Infokus dan perangkatnya (bila diperlukan).

(4) Materi penyuluhan disiapkan.

b) Proses Penggalian Masalah (1) Identifikasi

(48)

43 | Pelatihan Dasar Penyuluh Sosial ASN

(a) Identifikasi data dan informasi desa/kecamatan (dari hasil observasi, monografi dan dakumen desa lainnya, serta hasil wawancara dengan tokoh masyarakat).

(b) Identifikasi masalah dan kebutuhan (dalam urutan prioritas) dengan menggunakan Teknik PRA.

(c) Sistem sumber (potensi dan sistem sumber yang ada).

(d) Pihak yang terlibat dalam penanganan masalah.

(e) Faktor penyebab masalah.

(2) Analisis dan Fokus Masalah

(a) Melakukan analisis terhadap data dan informasi yang ada

(b) Merumuskan fokus masalah atau priortias masalah yang akan disuluhkan dan sekaligus menjadi topik penyuluhan sosial menggunakan Teknik PRA.

(c) Melakukan koordinasi dengan desa tentang materi yang akan disuluhkan (akan lebih baik bila dikoordinasikan terlebih dahulu

”topik yang akan disuluhkan” dengan pihak desa).

c) Menyusun Perencanaan Program Penyuluhan Sosial

(1) Program dan kegiatan penyuluhan yang akan dilaksanakan dalam menangani masalah.

(2) Pihak yang terlibat dalam penyuluhan sosial (peran dan tugas) (3) Pembagian tugas di antara peserta (siapa melakukan apa).

b. Hari Kedua:

1) Melakukan koordinasi dengan pihak dan aparat setempat.

2) Melakukan persiapan pelaksanaan penyuluhan sosial.

3) Melakukan penyuluhan sosial sesuai topik yang sudah disepakati.

4) Melakukan evaluasi Penyuluhan Sosial.

5) Membuat laporan pelaksanaan penyuluhan berdasarkan format yang sudah ditentukan.

a) Melampirkan materi yang disampaikan.

b) Membuat Kesimpulan PBL

c) Membuat Rekomendasi Penyuluhan D. METODA

(49)

44 | Pelatihan Dasar Penyuluh Sosial ASN

1. Observasi, yaitu pengamatan terhadap seluruh kehidupan sosial dan ekonomi desa.

2. Studi dokumentasi, yaitu identifikasi dan analisis terhadap dokumen yang ada.

3. Wawancara, yaitu interview secara langsung dengan aparat desa, tokoh masyarakat, masyarakat dan pihak terkait lainnya.

4. Diskusi, yaitu yang dilakukan dalam rangka mendalami permasalahan sosial yang ada guna merumuskan fokus masalah yang menjadi prioritas dan akan disampaikan sebagai bahan penyuluhan sosial.

5. Praktek, yaitu melaksanakan praktek penyuluhan sosial secara langsung kepada masyarakat.

E. WAKTU DAN TEMPAT

1. PBL dilaksanakan selama 2 hari 2. Tempat:

a. Lingkup Desa

b. Tempat penyuluhan 3 Lokasi atau 3 titik di tingkat 3 RW (atau 3 desa bila diperlukan), sesuai pembagian kelompok : 3 kelompok.

c. Masing-masing kelompok melakukan penyuluhan sosial sesuai dengan materi, metode, teknik dan media saat menyusun perencananan penyuluhan sosial yang telah dilakukan.

F. PENGORGANISASIAN 1. Pembina;

Kepala Lembaga Pendidikan dan Pelatihan, dengan tugas memberikan masukan, pertimbangan dan pengawasan tentang pelaksanaan kegiatan tugas PBL.

2. Penanggung Jawab;

Kepala Bidang Penyelenggaraan Pelatihan, dengan tugas:

a. Mengkoordinasikan kegiatan administratif, persiapan, pelaksanaan dan evaluasi kegiatan PBL.

b. Memberikan pengarahan administratif tentang pelaksanaan PBL.

c. Mengkoordinasikan kegiatan di lapangan.

d. Melakukan supervisi pelaksanaan PBL.

3. Supervisor PBL;

(50)

45 | Pelatihan Dasar Penyuluh Sosial ASN

Para Widyaiswara/Fasilitator yang ditunjuk, dengan tugas:

a. Membimbing peserta pelatihan selama pelaksanaan PBL.

b. Melaksanakan supervisi bagi kegiatan PBL.

c. Membimbing peserta pelatihan dalam persiapan PBL.

d. Membimbing peserta pelatihan dalam pelaksanaan penyuluhan di lapangan PBL.

4. Pendamping;

Pegawai yang ditunjuk, dengan tugas:

a. Mendampingi peserta pelatihan selama kegiatan PBL.

b. Membantu kegiatan administratif, persiapan dan pelaksanaan PBL.

c. Memfasilitasi kegiatan praktek penyuluhan yang dilakukan.

5. Peserta;

Seluruh peserta pelatihan yang berjumlah 30 orang yang dibagi menjadi 3 kelompok, dan setiap kelompok terdiri atas 10 orang, dengan tugas:

a. Membentuk kelompok yang dikoordinir oleh ketua kelas.

b. Melakukan persiapan PBL.

c. Melakukan identifikasi data dan Informasi terkait dengan permasalahan sosial.

d. Melakukan identifikasi dan analisis kebutuhan.

e. Merumuskan fokus masalahan: Topik Penyuluhan Sosial untuk masing-masing individu.

f. Melakukan Penyuluhan Sosial.

g. Membuat laporan hasil PBL.

h. Mengikuti dan berperan aktif dalam presentasi hasil PBL.

i. Mematuhi segala ketentuan yang digariskan dalam pelaksanaan PBL.

G. JADWAL

1. Kegiatan PBL dilaksanakan selama 2 hari (Terlampir)

2. Hari pertama persiapan, identifikasi data dan informasi, analisis masalah, menyusun perencanaan program penyuluhan sosial yang di dalamnya memuat materi yang akan disuluhkan, metode, media dan tenik yang akan digunakan dalam penyuluhan sosial.

3. Hari kedua, pelaksanaan dan evaluasi penyuluhan sosial serta penyusunan laporan pelaksanaan penyuluhan.

(51)

46 | Pelatihan Dasar Penyuluh Sosial ASN H. PENUTUP

Demikian Pedoman ini dibuat, untuk dapat dijadikan bahan acuan dalam kegiatan Praktek Belajar Lapangan.

JADWAL PRAKTEK BELAJAR LAPANGAN

Hari JAM KEGIATAN JP @45

menit 00.00-00.45 Pengarahan PBL

Pertama 06.00-07.00 Persiapan Pemberangkatan 07.00-08.00 Berangkat menuju Lokasi PBL

08.00-08.45 Pertemuan Dengan Aparat Desa (pembukaan) 1 (10) 08.45-09.30 Pertemuan Dengan Aparat Desa 1 09.30-10.15 Pengumpulan Data dan Infromasi lingkup Desa 1 10.15-10.30 Isoma

10.30-11.15 Pengumpulan Data dan Informasi (lanjutan) 1 11.15-12.00 Pengumpulan Data dan Informasi (lanjutan) 1 12.00-13.00 Isoma

13.00-13.45 Diskusi Kelompok membuat Perencanaan Program Penyuluhan Sosial dan Draft Laporan PBL

1

13.45-14.30 Melanjutkan : Diskusi Kelompok membuat Perencanaan Program Penyuluhan Sosial

1

14.30-15.15 Melanjutkan : Diskusi Kelompok membuat Perencanaan Program Penyuluhan Sosial

1

15.15-16.00 Melanjutkan : Diskusi Kelompok membuat Perencanaan Program Penyuluhan Sosial

1

16.00-16.45 Melanjutkan : Diskusi Kelompok membuat Perencanaan Program Penyuluhan Sosial

1

Kedua 07.00-08.00 Persiapan Individu

08.00-08.45 Persiapan Penyuluhan Sosial 1 (10)

(52)

47 | Pelatihan Dasar Penyuluh Sosial ASN

08.45-12.45 Pelaksanaan Penyuluhan Sosial (@ masing-masing peserta maksimal 20 menit)

5

12.45-13.30 Isoma

13.30-14.15 Refleksi kegiatan PBL antara Fasilitator sebagai Supervisor PBL dengan peserta

1

14.15-15.00 Penutupan (di desa masing-masing) 1 15.00-15.45 Menyusun dan memperbaiki Laporan PBL 1 15.45-16.30 Menyusun dan memperbaiki Laporan PBL 1 16.30- …… Kembali ke Lembaga Diklat

Referensi

Dokumen terkait