Indikator Mutu
Prioritas RS dan Prioritas Unit
dr. Luwiharsih, MSc
KARS
14 - 15 Juni 2022
dr. Luwiharsih, MSc
JABATAN :
• Ka Divisi Diklat KARS
• Surveior akreditasi, sejak 1995 - sekarang
• Pembimbing akreditasi, sejak 1995 - sekarang
• Dewan Penilai, sejak 2015 - sekarang
PENDIDIKAN
• S-I Fakultas Kedokteran Unair
• S-II Pasca Sarjana UI, Manajemen RS
PENGALAMAN KERJA
• Direktur RSK Sitanala Tangerang ( 2007 – 2010 )
• Ka Sub Dit RS Pendidikan, Kemkes ( 2005 – 2007 )
• Ka Sub Dit RS Swasta, Kemkes ( 2001 – 2005 )
• Ka Sub Dit Akreditasi RS, Kemkes (1995 – 2001)
14 - 15 Juni 2022
Contoh kasus:
Sepsis pada RS X
14 - 15 Juni 2022
• RS X secara historis menggunakan prinsip-prinsip lean untuk mengidentifikasi peluang penghematan biaya dan untuk mencapai peningkatan hasil klinis.
• Untuk peningkatan mutu pelayanan di RS X, pimpinan RS, PPA, Komite Medik dan Komite Keperawatan mengidentifikasi dan memprioritaskan peluang perbaikan —
bersama-sama, dengan menggunakan data RS dan melakukan analisis proses utama.
• Komite Medik dan Komite Keperawatan mengidentifikasi sepsis sebagai area untuk perbaikan, dan RS X menetapkan 3 (tiga) tujuan perbaikan yaitu:
1) Mengurangi kematian akibat sepsis secara keseluruhan sebesar 25 % (mutu) 2) Mengurangi biaya sebesar 20 %, (efisiensi)
3) Mempertahankan tingkat kepuasan pasien sebesar 99 %.
14 - 15 Juni 2022
• Untuk meningkatkan hasil pasien:
1) tim menetapkan protokol pengenalan awal di UGD,
2) mengembangkan algoritme untuk identifikasi awal pasien berisiko,
3) memulai protokol bundel sepsis selama tiga dan enam jam.
4) membuat pernyataan tujuan dan langkah-langkah proses seputar perubahan ini,
5) PPA dimintai pertanggungjawaban untuk mematuhi protokol baru
• Pada awal inisiatif perbaikan, angka kematian sepsis RS X sudah melebihi angka kematian sepsis nasional sebesar 14 sampai 18 %.
14 - 15 Juni 2022
• Beberapa bulan setelah implementasi, RS X telah mencapai dan mempertahankan angka
kematian sepsis. RS telah menurunkan angka kematian sepsis menjadi setengah dari rata-rata nasional. Selain penurunan angka kematian sepsis, RS X mampu mengurangi biaya variabel per kasus sepsis sebesar 7,3 persen dan meningkatkan kepuasan pasien untuk pasien sepsis hingga 93 %
• RS X dapat mencapai hasil positif karena RS berusaha meningkatkan hasil untuk mutu, kepuasan pasien, dan biaya.
• RS menjaga 3(tiga) tujuan yang sudah ditetapkan dapat tercapai dengan membuat strategi untuk mengoptimalkan hasil dengan memberdayakan organisasi untuk percaya diri dan berhasil
mengejar tujuan peningkatan mutu pelayanan
14 - 15 Juni 2022
Apa yg dapat dipelajari dari kasus sepsis di RS X
1. Memperbaiki mutu pelayanan perlu keterlibatan pimpinan RS, PPA, Komite Medik dan Komite Keperawatan untuk mengidentifikasi peluang perbaikan.
2. Dalam memperbaiki mutu pelayanan perlu menetapkan tujuan yang dilengkapi dengan indicator keberhasilan (pengukuran perbaikan) yaitu terkait dengan mutu, efisiensi dan kepuasan pasien
3. Perlu membuat strategi dan Langkah-2 untuk mencapai tujuan dan kerangka waktunya 4. Perlu komitmen PPA untuk bersedia menerapkan strategi dan Langkah-2 tersebut
5. Perlu terus dilakukan supervise untuk memantau capaian sesuai tujuan
14 - 15 Juni 2022
PENGUKURAN MUTU
14 - 15 Juni 2022
❑
❑ ,
❑ Mutu adalah MULTIDIMENSI;
❑ Meningkatkan mutu mengandung arti PERUBAHAN
❑ Untuk mengetahui perubahan diperlukan pengukuran melalui indikator mutu
14 - 15 Juni 2022
Program peningkatan mutu RS
Untuk mengetahui keberhasilan program peningkatan perlu diikuti dengan pengukuran mutu
Untuk melakukan pengukuran diperlukan standar ukuran
Indikator mutu
14 - 15 Juni 2022
INDIKATOR adalah:
• Suatu ukuran yang mencerminkan situasi tertentu.
• Suatu cara utk menilai penampilan dari suatu kegiatan
• Merupakan variabel yg digunakan utk menilai perubahan
• Data dan indikator bukanlah konsep yang identik, meskipun dalam beberapa konteks perbedaan konseptual mungkin tidak sepenuhnya jelas.
• Indikator dianggap positif bila memiliki hubungan langsung (asosiasi, korelasi) dengan mutu RS.
Semakin tinggi nilai indikatornya, maka semakin baik keadaan mutu RS dalam populasi yang diteliti.
Misal: proporsi kasus tuberkulosis yang sembuh, cakupan vaksin, atau pemenuhan kebutuhan KB.
• Indikator dianggap negatif bila memiliki hubungan terbalik (asosiasi, korelasi) dengan mutu RS.
Semakin tinggi nilai indikator, semakin buruk keadaan mutu RS dalam populasi yang diteliti. (AKB, AKI, dll)
14 - 15 Juni 2022
3 jenis indicator mutu
© 2014 Health Catalyst www.healthcatalyst.com
Proprietary. Feel free to share but we would appreciate a Health Catalyst citation.
Three Measures
Here are the three types of measures we use in healthcare analytics:
1 2
3
PROCESS
1- Outcome Measure 2- Balance Measure 3- Process Measure
Indikator Proses
Indikator outcome
Indikator keseimbangan (Balance)
Sumber: Institute for Healthcare Improvement
14 - 15 Juni 2022
INDIKATOR PROSES
• Langkah-langkah proses adalah langkah-langkah spesifik dalam proses yang mengarah - baik secara positif atau negatif - ke ukuran hasil tertentu.
• Melihat pada ukuran LOS, perpanjangan LOS bisa
ditentukan karena ada keterlambatan yang lama dalam pengiriman farmasi.
• Penjelasan tentang ukuran hasil adalah LOS. Misalnya yg diukur terkait LOS tersebut adalah jumlah waktu yg dimulai DPJP
memerintahkan pemulangan dan saat pasien benar-benar dipulangkan.
14 - 15 Juni 2022
© 2014 Health Catalyst www.healthcatalyst.com
Proprietary. Feel free to share but we would appreciate a Health Catalyst citation.
Three Measures
Process measures are the specific steps in a process that lead — either positively or
negatively — to a particular outcome metric.
Looking at the LOS metric you might determine that a lengthy delay in pharmacy delivery
impacts the discharge event.
You ve pinpointed a concrete opportunity for healthcare
process improvement.
PROCESS
MEASURE
• Menggali lebih dalam, Anda mungkin melihat waktu penyelesaian antara pengobatan akhir untuk dibawa pulang yang dipesan dan pengiriman obat ke unit. Jika apotek membutuhkan waktu tiga jam untuk
mengeluarkan obat yang diperlukan - berpotensi menunda pemulangan pasien dan hal ini telah
menunjukkan peluang nyata untuk peningkatan proses pelayanan kesehatan.
14 - 15 Juni 2022
© 2014 Health Catalyst www.healthcatalyst.com
Proprietary. Feel free to share but we would appreciate a Health Catalyst citation.
Three Measures
Process measures are the
specific steps in a process that lead — either positively or
negatively — to a particular outcome metric.
Looking at the LOS metric you might determine that a lengthy delay in pharmacy delivery
impacts the discharge event.
You ve pinpointed a concrete opportunity for healthcare
process improvement.
PROCESS
MEASURE
Mengapa di RS, Pengukuran Proses Sering Lebih Penting Daripada Pengukuran Hasil?
1. Melacak indikator hasil saja tidak cukup untuk mencapai sasaran mutu dan biaya. Proses jelek bisa berdampak hasil jelek
2. Sistem kesehatan harus mendapatkan data yang lebih terperinci.
Selain mengukur hasil, juga harus melacak langkah-langkah proses berbasis bukti.
14 - 15 Juni 2022
© 2014 Health Catalyst www.healthcatalyst.com Proprietary. Feel free to share but we would appreciate a Health Catalyst citation.
Three Measures
Process measures are the specific steps in a process that lead — either positively or negatively — to a particular outcome metric.
Looking at the LOS metric you might determine that a lengthy delay in pharmacy delivery impacts the discharge event.
You ve pinpointed a concrete opportunity for healthcare process improvement.
PROCESS MEASURE
Pentingnya indikator proses
14 -15 Juni 2022
• Langkah-langkah proses mewakili upaya system pelayanan RS untuk
menggabungkan dan mensistematisasikan praktik terbaik berbasis bukti kedalam upaya peningkatannya.
• Salah satu tujuannya adalah mengidentifikasi pasien berisiko melalui asesmen pasien yang dilakukan PPA.
• Contoh : Decubitus adalah pengukuran hasil, untuk menurunkan decubitus
diperlukan perbaikan proses pelayanan pasien dengan tirah baring lama, lakukan assesmen risiko Skala Barden untuk mengurangi risiko ulkus tekan pada pasien yang tirah baring lama semua unit yg sesuai di RS, misalnya di ICU, ruang pasien bedah, dll.
© 2014 Health Catalyst www.healthcatalyst.com Proprietary. Feel free to share but we would appreciate a Health Catalyst citation.
Three Measures
Process measuresare the specific steps in a process that lead — either positively or negatively — to a particular outcome metric.
Looking at the LOS metric you might determine that a lengthy delay in pharmacy delivery impacts the discharge event.
You ve pinpointed a concrete opportunity for healthcare process improvement.
PROCESS MEASURE
Pentingnya indikator proses
• Hasil dan ukuran proses berikut menggambarkan bagaimana sistem dapat meningkatkan hasil pelayanan kesehatan dengan meningkatkan proses:
o Melakukan pemeriksaan sistem rekonsiliasi pengobatan dng pasien gagal jantung pd saat dipulangkan (pengukuran proses) dapat
menurunkan angka readmisi pasien gagal jantung (hasil pengukuran).
o Melakukan penilaian risiko jatuh pada pasien pada saat masuk
(pengukuran proses) dapat mengurangi tingkat jatuh (ukuran hasil).
o Menggunakan alat penilaian kulit (pengukuran proses) dapat mencegah kerusakan kulit (ukuran hasil).
14 - 15 Juni 2022
© 2014 Health Catalyst www.healthcatalyst.com
Proprietary. Feel free to share but we would appreciate a Health Catalyst citation.
Three Measures
Process measures are the specific steps in a process that lead — either positively or
negatively — to a particular outcome metric.
Looking at the LOS metric you might determine that a lengthy delay in pharmacy delivery
impacts the discharge event.
You ve pinpointed a concrete opportunity for healthcare
process improvement.
PROCESS MEASURE
INDIKATOR BALANCE/KESEIMBANGAN
• Indikator keseimbangan (Balance Measure) adalah metrik yang harus dilacak oleh sistem kesehatan untuk memastikan peningkatan di satu bidang tidak berdampak negatif pada bidang lainnya.
• Misalnya, lama hari rawat (LOS) dalam persalinan dan
melahirkan adalah metrik hasil. RS ingin mengurangi LOS dan menghemat biaya. Metrik keseimbangan mungkin kepuasan pasien. Jika ibu merasa tergesa-gesa untuk pulang, hasilnya mungkin berdampak negatif pada kepuasan pasien bahkan saat memperbaiki LOS.
14 - 15 Juni 2022
© 2014 Health Catalyst www.healthcatalyst.com
Proprietary. Feel free to share but we would appreciate a Health Catalyst citation.
Three Measures
Balance measures are
metrics a health system must track to ensure improvement in one area does not negatively impact another.
For example, let s say length of stay (LOS) is the outcome metric.
The balance metric might be
patient satisfaction. If the patient feels rushed they may lower the satisfaction score even while
improving LOS.
BALANCE
MEASURE
BALANCING MEASURES (MELIHAT SISTEM DARI BERBAGAI ARAH / DIMENSI)
• Apakah perubahan dirancang untuk meningkatkan satu bagian dari sistem yang menyebabkan masalah baru di bagian lain dari sistem?
• Untuk mengurangi waktu lama pemasangan ventilator pada pasien setelah operasi: Pastikan tingkat reintubasi tidak meningkat
• Untuk mengurangi LOS pasien di rumah sakit: Pastikan tingkat re- admisi tidak meningkat
14 - 15 Juni 2022
INDIKATOR HASIL/OUTCOME
• Indikator hasil adalah hasil klinis atau finansial tingkat tinggi.
• Langkah-langkah ini sering dilaporkan kepada pembayar pemerintah dan komersial. Beberapa contoh indikator hasil termasuk tingkat kematian, tingkat re-admisi pasien, dan tingkat infeksi
daerah operasi (IDO)
14 - 15 Juni 2022
© 2014 Health Catalyst www.healthcatalyst.com
Proprietary. Feel free to share but we would appreciate a Health Catalyst citation.
Three Measures
Outcome measures are high-level clinical or financial outcomes.
These measures are often reported to government and commercial payers. Some examples of metrics for
outcome measures include mortality rates , readmissions rates, and surgical site
infection rates.
OUTCOME
MEASURE
14 - 15 Juni 2022
© 2014 Health Catalyst www.healthcatalyst.com
Proprietary. Feel free to share but we would appreciate a Health Catalyst citation.
The Triple Aim:
Improving Healthcare Outcomes
Everyone in healthcare is probably
familiar with the Institute for Healthcare Improvement’s Triple Aim:
Triple Aim
• Improving the individual experience of care
• Improving the health of populations
• Reducing the per capita cost of care for populations
Better Value
SOURCE: IHI TRIPLE AIM
Improving Healthcare Outcomes:
Keep
the Triple Aim in Mind
Mengapa mengukur hasil pelayanan kesehatan (indicator outcome) itu penting
• Institute for Healthcare Improvement (IHI) — mendeskripsikan pengukuran sebagai “bagian penting dari pengujian dan implementasi perubahan. Tindakan memberi tahu tim apakah perubahan yang mereka buat benar-benar mengarah pada peningkatan
• Melakukan pengukuran, melaporkan, & membandingkan hasil yankes adalah untuk mencapai 3 tujuan (triple Aim) :
o Meningkatkan pengalaman pelayanan pasien → Better Care o Meningkatkan kesehatan pasien → Better Health
o Mengurangi biaya pelayanan kesehatan per kapita. → Reduce Cost
• Beberapa alasan mengapa mengukur hasil pelayanan kesehatan (indicator outcome) penting adalah :
• Mengungkapkan area di mana intervensi dapat meningkatkan pelayanan.
• Identifikasi variasi asuhan.
• Berikan bukti tentang intervensi yg bekerja paling baik utk jenis pasien tertentu dlm keadaan tertentu.
• Bandingkan keefektifan berbagai pelayanan dan prosedur.
14 - 15 Juni 2022
7 indikator outcome (hasil) yang sangat penting
1. Mortality
2. Safety of care 3. Readmissions
4. Patient experience 5. Effectiveness of care 6. Timeliness of care
7. Efficient use of medical imaging
14 - 15 Juni 2022
© 2014 Health Catalyst www.healthcatalyst.com
Proprietary. Feel free to share but we would appreciate a Health Catalyst citation.
Three Measures
Outcome measures are
high-level clinical or financial outcomes.
These measures are often reported to government and commercial payers. Some examples of metrics for
outcome measures include mortality rates, readmissions rates, and surgical site
infection rates.
OUTCOME
MEASURE
# 1: Mortalitas
• Kematian adalah ukuran hasil kesehatan populasi yang penting. Misalnya, standarisasi asuhan berbasis bukti Piedmont Healthcare untuk pasien pneumonia, menghasilkan penurunan relatif 56,5 persen pada tingkat kematian akibat pneumonia.
# 2: Safety of care
• Ukuran hasil asuhan yang aman berkaitan dengan kesalahan medis. Kerusakan kulit dan infeksi yang didapat di rumah sakit (HAI) adalah tindakan keamanan umum dari hasil asuhan:
• Kerusakan kulit — terjadi ketika tekanan menurunkan aliran darah ke kulit. Alat penilaian kulit dpt digunakan utk mengurangi kerusakan kulit. Pasien dng kerusakan kulit berisiko lebih tinggi terkena infeksi. Skor risiko pasien meningkat jika menderita diabetes, misalnya, karena sirkulasi mereka buruk.
• HAI — disebabkan oleh virus, bakteri, dan jamur patogen. Misalnya, Texas Children’s Hospital
mengidentifikasi bundel berbasis bukti untuk mengurangi HAI pada anak-anak dng menggunakan data dan aplikasi analitik utk mengidentifikasi pasien yang rentan dan memantau kepatuhan dokter dengan panduan praktik klinis terbaik, RS Anak Texas menurunkan HAI sebesar 35 persen.
14 - 15 Juni 2022
# 3: Readmissions
• Readmisi setelah rawat inap adalah ukuran hasil yang umum. Readmission mahal (dan seringkali dapat dicegah). Faktanya, para peneliti memperkirakan bahwa dalam satu tahun, $ 25 hingga $ 45 miliar dihabiskan untuk komplikasi yang dapat dihindari dan penerimaan kembali rumah sakit yang
tidak perlu. Setelah meningkatkan upaya untuk mengurangi tingkat readmisi, Universitas Texas (UTMB) melihat penurunan relatif 14,5 persen dalam tingkat readmisi semua penyebab selama 30 hari,
menghasilkan $ 1,9 juta dalam penghematan biaya. UTMB mengurangi tingkat readmisi RS dng
menerapkan beberapa program koordinasi pelayanan dan memanfaatkan platform analitik dan aplikasi analitik canggih mereka untuk meningkatkan akurasi dan ketepatan waktu data untuk
menginformasikan pengambilan keputusan dan kinerja pemantauan.
14 - 15 Juni 2022
# 4: Pengalaman Pasien (Patient experience)
• Ukuran hasil yang dilaporkan pasien (Patient-reported outcome measures -PROMs) termasuk dalam kategori ukuran hasil pengalaman pasien. Menurut Agency for Clinical Innovation (ACI), PROMs
“menilai pengalaman dan persepsi pasien tentang pelayanan kesehatan mereka. Informasi ini dapat memberikan ukuran kepuasan pasien yg lebih realistis serta informasi waktu nyata untuk peningkatan layanan lokal dan untuk memungkinkan tanggapan yang lebih cepat terhadap masalah yang
teridentifikasi. " Misalnya, seorang pasien mungkin diminta untuk mengisi survei kepuasan/ survei pengalaman pasien (pada skala 1-5) tentang pelayanan yang mereka terima.
• Pengalaman pasien juga dapat digunakan sebagai metrik keseimbangan untuk pekerjaan perbaikan.
Misalnya, proses pemberian asuhan dapat menurunkan LOS, yang dapat menjadi hasil yang positif, tetapi mengakibatkan penurunan skor kepuasan pasien jika pasien malah merasa mereka didorong keluar.
14 - 15 Juni 2022
# 5: Efektivitas asuhan
• Pengukuran efektifitas hasil asuhan mengevaluasi dua hal:
1. Kepatuhan dengan panduan praktik klinis terbaik.
2. Hasil yang dicapai (misalnya, tingkat re admisi yang lebih rendah untuk pasien gagal jantung).
• Mengingat perubahan cepat yang terjadi dalam pelayanan kesehatan, memastikan panduan praktik klinis terbaik terkini sangat penting untuk mencapai hasil pelayanan terbaik. Penting untuk melacak kepatuhan dokter terhadap PPK; Sama pentingnya untuk memantau hasil pengobatan dan memberi tahu PPA
ketika Pedoman Therapy perlu ditinjau.
• Gagal mematuhi PPK berbasis bukti dapat menimbulkan konsekuensi negatif bagi pasien. Misalnya, menurut The Dartmouth Atlas of Healthcare, → “meskipun beta-blocker telah terbukti dapat mengurangi risiko serangan jantung pada pasien yang pernah mengalami satu kali serangan jantung, banyak pasien serangan jantung tidak pernah diresepkan beta-blocker. ”
14 - 15 Juni 2022
# 6: Ketepatan Waktu Pelayanan
• Ketepatan waktu pengukuran hasil pelayanan menilai akses pasien ke perawatan. Kepadatan yang berlebihan di unit gawat darurat telah dikaitkan dengan peningkatan mortalitas rawat inap, peningkatan lama rawat inap, dan peningkatan biaya untuk pasien rawat inap.
• Sistem RS menerapkan proses perbaikan untuk mengatasi kepadatan berlebih di IGD setelah menentukan bahwa sekitar 4.000 pasien meninggal di UGD setiap tahun tanpa terlihat. Mereka
memanfaatkan platform analitik mereka untuk mengembangkan aplikasi analitik IGD yang menyediakan data kinerja IGD yang dapat ditindaklanjuti dan tepat waktu untuk memfokuskan upaya peningkatan
pada empat bidang: pola kepegawaian, pendaftaran, penilaian triase oleh perawat kompeten, dan akses awal ke DPJP sesuai prosedur. Mereka mencapai peningkatan kinerja yang signifikan, termasuk
penurunan relatif 89 % pada tingkat pasien yang meninggal tanpa terlihat, dengan kinerja saat ini sebesar 0,4 persen.
14 - 15 Juni 2022
#7: Penggunaan Pencitraan Medis yang Efisien
• Penggunaan pencitraan medis yang efisien adalah ukuran hasil yang semakin penting. Menurut
European Science Foundation, "Pencitraan medis memainkan peran sentral dalam sistem pelayanan kesehatan global karena berkontribusi pada peningkatan hasil pasien dan pelayanan kesehatan yang lebih hemat biaya di semua penyakit utama."
• Misalnya, Upaya RS Texas untuk meningkatkan asuhan asma, ditemukan banyaknya rontgen dada yang diberikan kepada pasien asma. Dengan melakukan pengukuran maka diketahui DPJP melakukan pemeriksaan sinar X pada thorax untuk 65 % pasien asma mereka, sedangkan sesuai praktik berbasis bukti hanya pada 5 % kasus. Tim IT RS Anak Texas menelusuri masalah tersebut ke urutan yang
salah yang ditetapkan dalam rekam medik elektronik RS, dan menulis ulang urutan yang ditetapkan untuk mencerminkan praktik terbaik berbasis bukti.
14 - 15 Juni 2022
Bagaimana memilih
indikator mutu?
This Photo by Unknown Author is licensed under CC BY-SA
2 - 3 November 2021 30
Studi kasus 1: Unit HD di RS Adil Makmur Medika
Dalam rangka peningkatan mutu pelayanan HD di RS Adil Makmur Medika, Ka Unit HD meminta seorang dokter dan perawat melakukan observasi proses dan alur di unit HD, hasil observasi sbb:
• Pasien dng gagal ginjal kronis yg membutuhkan hemodialisis datang ke unit HD tiga kali seminggu untuk dialisis selama tiga sampai empat jam setiap kali.
• Pasien datang & umumnya dalam semangat yg baik setiap pagi. Menjelang tengah hari & hingga sore hari, suasana pada unit berubah secara signifikan. Pasien dan anggota keluarga frustasi dan marah karena waktu hemodialisis terlambat. Mereka menyatakan bahwa mereka harus kembali bekerja, dan keterlambatan waktu
sangat merepotkan. Perawat berbicara dengan beberapa pasien yang dijadwalkan untuk menjalankan dialisis tiga jam tetapi sekarang hampir empat jam. Seorang pasien mengatakan dia baru saja dirawat di RS karena infeksi aliran darah yg dia curigai dia dapatkan dari unit HD. Pasien lain menceritakan bahwa dia menggunakan alat yg di re-use dan pernah terjadi alat yg dia pergunakan adalah milik orang lain, karena ada nama yg sama.
14 - 15 Juni 2022
Observer dapat melihat bahwa ada banyak peluang untuk perbaikan dalam unit HD tersebut.
IDENTIFIKASI PELUANG PERBAIKAN
14 - 15 Juni 2022
Peluang perbaikan Komplain lama HD Infeksi Aliran Darah paska HD
Tertukarnya alat single use - reuse
Analisis masalah Setelah dilakukan telusur
penyebab perpanjangan lama HD adalah persiapan HD yg lebih dari 30 mt yi bed belum siap karena belum dibersihkan, bed sudah siap petugas masih sibuk menangani pasien lain, bed & petugas siap alat belum siap
Hasil telusur, karena
penggunaan alat single use – reuse, dimana desinfeksi- sterilisasi alat tidak adequate
& hand hygiene belum dilaksanakan dng baik
Identitas alat yg di re-use hanya satu identitas yaitu nama pasien, sehingga bila ada nama yg sama berisiko tertukar
Rencana perbaikan Disusun alur pergantian pasien HD, peran & tugas staf HD, persiapan alat.
Perbaikan DTT alat re-use Hand hygiene five moment dan bila melakukan tindakan ditingkatkan
Identitas alat re-use
menggunakan 2 identitas (nama & no RM atau nama
& tgl lahir Pengukuran keberhasilan
/Indikator mutu
Waktu pergantian pasien HD 30 mnt
Kepatuhan Hand hygiene
Periksa kuman secara berkala pada alat yg dilakukan DTT
Semua alat reuse
menggunakan 2 identitas
Apa yang dapat dipelajari dari studi kasus 1 diatas?
1. Untuk mengidentifikasi peluang-2 perbaikan dapat dilakukan dengan melakukan observasi kegiatan/pelayanan seperti yang ada pada studi kasus 1.
2. Dari hasil observasi ditemukan 3 peluang perbaikan yaitu : komplain HD yang lama, infeksi aliran darah paska HD dan tertukarnya penggunaan alat single yang di re use.
3. Dengan ditemukan 3 peluang perbaikan maka perlu disusun rencana perbaikan dan untuk mengetahui hasil perbaikan dilakukan pengukuran menggunakan indicator mutu
14 - 15 Juni 2022
Studi kasus 2
• Pasien Ny An dilakukan kolektomi partial karena perdarahan terus menerus dan gejala divertikulotis.
• Pada hari keenam setelah operasi, Ny An mengeluh perutnya sakit , bekas sayatan operasi terasa terbakar dan merasa tidak enak badan. Perawat menyampaikan bahwa temperature Ny An 38,3*, sayatan garis tengah dilaporkan tampak merah, dan bengkak. Sejumlah kecil nanah mengalir dari bagian bawah luka.
• Pimpinan pelayanan medis di RS mendekati dokter yang hadir, seorang ahli bedah umum selama lebih dari 25 th yg memiliki banyak pengalaman dng pasien, teknik bedah, dan komplikasi. Saat mereka membahas infeksi luka Ny An, dokter bedah tsb mendengarkan cerita dan berkomentar, “Itu selalu berisiko dengan operasi.
Pastikan untuk tetap steril dan hati-hati mengganti pembalut setelah operasi.”
• Pimpinan yan med pernah membaca artikel tentang waktu yg tepat dari antibiotik pra operasi. Ketika saya
memeriksa grafiknya, saya melihat bahwa antibiotika Ny An. tidak dimulai tepat waktu dan dia hanya menerima satu dosis. Pedoman merekomendasikan bahwa antibiotik dimulai sebelum sayatan dan dilanjutkan selama 24 jam sesudahnya.
14 - 15 Juni 2022
Studi kasus 2
• Tampaknya Ny An tidak pernah menerima antibiotik apa pun setelah operasi. Apakah kita tahu seberapa sering ini terjadi?” Hadirin merenungkan pertanyaan ini dan menjawab, “Saya bukan pendukung jenis pedoman ini.
Pedoman mungkin bermanfaat bagi sebagian orang, tetapi sering kali mengganggu pengambilan keputusan anda sebagai dokter. Ini benar-2 hanya 'buku resep obat.' Infeksi luka selalu merupakan risiko operasi,
terutama operasi perut.” Pimp yanmed mendorong balik, "Tapi mungkin ini masalah bagi pasien lain di layanan bedah?"
• Perawat menyampaikan , “Saya bisa mendapatkan beberapa data tentang infeksi luka pascaoperasi dari manajer unit kami. Kami mengalami peningkatan infeksi pascaoperasi sebesar 18% di unit selama delapan bulan terakhir.” Yang hadir melirik nomor dan berkata, “Hmm . . . itu menjadi perhatian. Jauh lebih tinggi dari yang saya duga. Mungkin kita harus melihat ke dalam ini sedikit lebih detail. ” Perawat mengundang untuk
menjadi bagian dari tim perbaikan untuk menyelidiki dan meningkatkan waktu pemberian antibiotik perioperatif.
Mereka membuat rencana untuk bertemu nanti hari itu untuk memulai.
14 - 15 Juni 2022
Identifikasi peluang perbaikan
• Peluang perbaikan : Menurunkan angka infeksi daerah operasi
• Lakukan investigasi sederhana atau RCA pada setiap kejadian infeksi daerah operasi.
• Rencanakan perbaikan berdasarkan hasil investigasi. Misalnya setelah dilakukan investigasi
kenaikan infeksi daerah operasi karena tidak digunakan antibiotic pre operasi pada kasus operasi tertentu.
• Indikator mutu: pemberian anitibiotik pada pasien dng operasi……..
14 - 15 Juni 2022
Apa yang dapat dipelajari dari studi kasus 2 diatas?
1. Terjadi IDO pada pasien Ny An dan perawat melaporkan
2. Pimpinan Medis melakukan diskusi dengan dr bedah untuk membahas IDO, dr bedah masih beranggapan IDO adalah merupakan risiko operasi
3. Protokol pemberian antibiotika yang belum dilaksanakan dengan baik 4. Perawat memberikan data infeksi yang meningkat
5. Sepakat melakukan perbaikan
14 - 15 Juni 2022
NILAI AMBANG (TARGET
PENCAPAIAN)
14 - 15 Juni 2022
This Photo by Unknown Author is licensed under CC BY
Cara menetapkan threshold (Target Capaian)
(Katz & Green, 1997)
• Sentinel event (kejadian luar biasa, a serious, undesirable, target = 0, misalnya pembedahan pada sisi yang salah
• Rate based indicator:
• Kumpulkan data untuk periode waktu tertentu
• Hitung mean dan standard deviasi
• Tetapkan simpangan yang bisa diterima
• Ingat rate-based indicator tidak pernah 100 %
14 - 15 Juni 2022
Cara menetapkan threshold (Target Capaian)
(Katz & Green, 1997)
• Rujukan (referensi) sebagai konsensus nasional atau konsensus profesi
• Jika rate based indicator belum dapat ditentukan, dapat
ditetapkan threshold secara konsensus pada tahun pertama.
• Adakalanya threshold tidak dapat ditetapkan, penilaian terhadap indikator berdasarkan trend naik atau turun.
14 - 15 Juni 2022
Indikator
mutu prioritas RS
14 - 15 Juni 2022
This Photo by Unknown Author is licensed under CC BY-SA-NC
Standar TKRS 5
Direktur dan Pimpinan RS berpartisipasi dalam menetapkan prioritas perbaikan di tingkat RS yg merupakan proses yg berdampak luas/menyeluruh di RS termasuk di dalamnya kegiatan keselamatan pasien serta analisa dampak dari perbaikan yg telah dilakukan.
14 - 15 Juni 2022
Elemen Penilaian TKRS 5 Instrumen Survei Skor
1. Direktur dan pimpinan RS menggunakan data yg tersedia (data based) dalam menetapkan indikator prioritas RS yang perbaikannya akan berdampak luas/menyeluruh meliputi poin a) – f) dalam maksud dan tujuan.
D
W
Bukti ada dokumen kajian dalam menetapkan
indikator prioritas RS yg meliputi a)- f) yg dilengkapi dng daftar peserta yg melakukan kajian & data yg digunakan untuk melakukan kajian
• Direktur RS
• Para manajer RS
10 5 0
TL TS TT
2. Dalam memilih prioritas perbaikan di tingkat RS maka Direktur dan pimpinan mengggunakan kriteria prioritas meliputi poin a) – h) dalam maksud dan tujuan.
D
W
Bukti ada dokumen kajian dalam memilih prioritas perbaikan di tingkat RS dng mengggunakan kriteria prioritas meliputi poin a) – h) yg dilengkapi dengan daftar peserta yang terlibat
• Direktur RS
• Para manajer RS
10 5 0
TL TS TT
Standar TKRS 5
Direktur dan Pimpinan RS berpartisipasi dalam menetapkan prioritas perbaikan di tingkat RS yg merupakan proses yg berdampak luas/menyeluruh di RS termasuk di dalamnya kegiatan keselamatan pasien serta analisa dampak dari perbaikan yg telah dilakukan.
14 - 15 Juni 2022
Elemen Penilaian TKRS 5 Instrumen Survei Skor
3) Direktur dan pimpinan RS mengkaji dampak perbaikan primer dan dampak perbaikan sekunder pada indikator prioritas rumah sakit yang ditetapkan di tingkat rumah sakit maupun tingkat unit.
D
W
Bukti ada dokumen kajian dampak
perbaikan primer dan dampak perbaikan sekunder pada:
• indikator mutu prioritas rumah sakit
• indikator mutu prioritas unit
(capaian imut dan dampak efisiensi)
• Direktur RS
• Para manajer RS
10 5 0
TL TS TT
Kriteria Pemilihan prioritas:
a) Masalah yang paling banyak di RS.
b) Jumlah yang banyak (High volume).
c) Proses berisiko tinggi (High process).
d) Ketidakpuasan pasien dan staf.
e) Kemudahan dalam pengukuran.
f) Ketentuan Pemerintah / Persyaratan Eksternal.
g) Sesuai dengan tujuan strategis RS.
h) Memberikan pengalaman pasien lebih baik (patient experience).
14 - 15 Juni 2022
a) Sasaran Keselamatan Pasien meliputi enam sasaran keselamatan pasien (SKP) b) Pelayanan klinis prioritasuntuk dilakukan perbaikan misalnya pd yan nya berisiko
tinggi & terdapat masalah dalam yan tsb, seperti pd yan hemodialisa serta yan kemoterapi. Pemilihan yan klinis prioritas dapat menggunakan kriteria pemilihan prioritas pengukuran dan perbaikan.
c) Tujuan strategis RS misalnya RS ingin menjadi RS rujukan utk pasien kanker. Maka prioritas perbaikannya dpt dlm bentuk Key Performance indicator (KPI) dapat
berupa peningkatkan efisiensi, mengurangi angka readmisi, mengurangi masalah alur pasien di IGD atau memantau mutu yan yg diberikan oleh pihak lain yg
dikontrak.
d) Perbaikan sistemadalah perbaikan yang jika dilakukan akan berdampak luas/menyeluruh di RS yg dapat diterapkan di beberapa unit misalnya sistem pengelolaan obat, komunikasi serah terima dan lain-lainnya.
e) Manajemen risiko untuk melakukan perbaikan secara proaktif terhadap proses berisiko tinggi misalnya yg telah dilakukan analisa FMEA atau dapat diambil dari profil risiko
f) Penelitian klinis dan program pendidikan kesehatan (apabila ada).
Pengukuran prioritas perbaikan tingkat RS mencakup:
Contoh skoring kriteria prioritas perbaikan
14 - 15 Juni 2022
WORKSHOP TOT CALON SURVEYOR AKREDITASI RUMAH SAKIT
Contoh skoring kriteria prioritas perbaikan
No KRITERIA 1 - 2 3 4 - 5
1 Proses berisiko tinggi. (High Risk)
tidak / sedikit berisiko tinggi cukup berisiko tinggi sangat berisiko tinggi
2 (Jumlah banyak (High Volume) tidak ada / sedikit jumlahnya jumlah cukup banyak jumlah sangat banyak 3 Masalah di RS Tidak ada / sedikit potensi masalah Potensi masalah sedang Potensi masalah besar
4 Kemudahan dalam pengukuran Sulit diukur Cukup mudah di ukur Mudah diukur
5 Hubungan dengan Ketidakpuasan Pasien
tidak / sedikit berhubungan dengan ketidakpuasan pasien
Cukup berhubungan dengan ketidakpuasan pasien
Sangat berhubungan dengan ketidakpuasan pasien
6 Hubungan dengan Ketentuan Pemerintah
tidak / sedikit berhubungan
pemenuhan peraturan pemerintah
cukup berhubungan pemenuhan peraturan pemerintah
sangat berhubungan dengan
pemenuhan peraturan pemerintah 7 Sesuai dengan tujuan
strategis rumah sakit
Tidak sesuai dengan tujuan strategis RS
Cukup sesuai dengan tujuan strategis RS
Sesuai dengan tujuan strategis RS5
8 Memberikan pengalaman pasien lebih baik (patient experience)
Tidak memberikan pengalaman pasien lebih baik (patient experience)
Cukup memberikan
pengalaman pasien lebih baik (patient experience)
Sangat memberikan pengalaman pasien lebih baik (patient
experience)
DAMPAK PERBAIKAN
a) Dampak primer adalah hasil capaian setelah dilakukan perbaikan misalnya target kepuasan pasien tercapai 90%, atau hasil kepatuhan terhadap proses yang ditetapkan misalnya,
kepatuhan pelaporan hasil kritis < 30 menit tercapai 100%.
b) Dampak sekunder adalah dampak terhadap efisiensi setelah dilakukan perbaikan misalnya:
o efisiensi pada proses klinis yang kompleks, o perubahan alur pelayanan yang kompleks,
o penghematan biaya pengurangan sumber daya,
o perubahan ruangan yang dibutuhkan yang digunakan dalam proses pelayanan tersebut.
14 - 15 Juni 2022
14 - 15 Juni 2022
Pengukuran prioritas perbaikan tingkat RS mencakup:
a) Sasaran Keselamatan Pasien meliputi enam sasaran
keselamatan pasien (SKP)
b) Pelayanan klinis prioritas untuk dilakukan perbaikan misalnya pd yan nya berisiko tinggi & terdapat masalah dalam yan tsb, seperti pd yan hemodialisa serta yan kemoterapi. Pemilihan yan klinis prioritas dapat menggunakan kriteria pemilihan prioritas pengukuran dan perbaikan.
c) Tujuan strategis RS misalnya RS ingin menjadi RS rujukan utk pasien kanker.
Maka prioritas perbaikannya dpt dlm bentuk Key Performance indicator (KPI) dapat berupa peningkatkan efisiensi, mengurangi angka readmisi,
mengurangi masalah alur pasien di IGD atau memantau mutu yan yg diberikan oleh pihak lain yg dikontrak.
d) Perbaikan sistem adalah perbaikan yang jika dilakukan akan
berdampak luas/menyeluruh di RS yg dapat diterapkan di beberapa unit misalnya sistem pengelolaan obat, komunikasi serah terima dan lain-lainnya.
e) Manajemen risiko untuk melakukan perbaikan secara proaktif terhadap proses berisiko tinggi misalnya
yang telah dilakukan analisa FMEA atau dapat diambil dari profil risiko
f) Penelitian klinis dan program pendidikan kesehatan (apabila ada).
SASARAN KESELAMATAN PASIEN
• Setiap sasaran keselamatan pasien → 1 indikator mutu → 6 indikator mutu SKP
• Bila SKP 4 tidak dilaksanakan (Misalnya RS Jiwa) maka tidak perlu diukur dengan indicator mutu
14 - 15 Juni 2022
Pelayanan klinis prioritas untuk dilakukan perbaikan misalnya pd yan nya berisiko tinggi &
terdapat masalah dalam yan tsb, seperti pd yan hemodialisa serta yan kemoterapi.
Pemilihan yan klinis prioritas dapat menggunakan kriteria pemilihan prioritas pengukuran dan perbaikan.
• Tetapkan area pelayanan klinis dimana perbaikan akan dilakukan
• Lakukan observasi pelayanan yang direncanakan dilakukan perbaikan.
• Identifikasi peluang perbaikan
• Susun rencana perbaikan
• Lakukan pengukuran perbaikan melalui indicator mutu
14 - 15 Juni 2022
Tujuan strategis RS misalnya RS ingin menjadi RS rujukan utk pasien kanker. Maka prioritas perbaikannya dpt dlm bentuk Key Performance indicator (KPI) dapat berupa
peningkatkan efisiensi, mengurangi angka readmisi, mengurangi masalah alur pasien di IGD atau memantau mutu yan yg diberikan oleh pihak lain yg dikontrak
Contoh lainnya : Turn over perawat, kepuasan pelanggan, current ratio
14 - 15 Juni 2022
Perbaikan sistem adalah perbaikan yang jika dilakukan akan berdampak luas/menyeluruh di RS yg dapat diterapkan di beberapa unit misalnya sistem pengelolaan obat, komunikasi serah terima dan lain-lainnya.
• Sistem -> input-proses- output/outcome
• Contoh : Waktu tunggu obat
14 - 15 Juni 2022
Manajemen risiko untuk melakukan perbaikan secara proaktif terhadap proses berisiko tinggi misalnya yang telah dilakukan analisa FMEA atau dapat diambil dari profil risiko
• Kepatuhan penggunaan APD di ruang isolasi
14 - 15 Juni 2022
Penelitian klinis dan program pendidikan kesehatan (apabila ada).
• Prosentase proposal yang disetuji oleh komite etik
• Prosentase peserta didik dengan pendidik
14 - 15 Juni 2022
Indikator prioritas unit
14 - 15 Juni 2022
This Photo by Unknown Author is licensed under CC BY
14 - 15 Juni 2022
Standar TKRS 10
Kepala unit layanan berpartisipasi dalam meningkatkan mutu dan keselamatan pasien dng melakukan
pengukuran indikator mutu RS yg dapat diterapkan di unitnya dan memantau serta memperbaiki pelayanan pasien di unit layanannya.
14 - 15 Juni 2022
Elemen Penilaian TKRS 10 Instrumen Survei Skor
1. Kepala unit klinis/non klinis melakukan pengukuran INM yang sesuai dengan pelayanan yang diberikan oleh unitnya
D
W
Bukti tentang pelaksanaan pengukuran INM di unit klinis/non klinis
• Komite Mutu RS
• Kepala unit kerja
10 5 0
TL TS TT
2. Kepala unit klinis/non klinis melakukan pengukuran IMP-RS yang sesuai dengan pelayanan yang diberikan oleh unitnya, termasuk semua layanan kontrak yang menjadi tanggung jawabnya.
D
W
Bukti tentang pelaksanaan pengukuran IMP – RS di unit klinis/non klinis
termasuk semua layanan kontrak
• Komite Mutu RS
• Kepala unit kerja
10 5 0
TL
TS
TT
14 - 15 Juni 2022
Elemen Penilaian TKRS 10 Instrumen Survei Skor
3. Kepala unit klinis/non klinis menerapkan pengukuran IMP-Unit untuk mengurangi variasi dan memperbaiki proses dalam unitnya.
D
W
Bukti tentang pelaksanaan pengukuran IMP – Unit di unit klinis/non klinis
• Komite Mutu RS
• Kepala unit kerja
10 5 0
TL TS TT
4. Kepala unit klinis/non klinis memilih prioritas perbaikan yang baru bila perbaikan sebelumnya sudah dapat dipertahankan dalam waktu 1 (satu) tahun.
D
W
Bukti tentang pemilihan prioritas perbaikan baru bila sudah dapat
dipertahankan dalam waktu 1 (satu) tahun.
• Komite Mutu RS
• Kepala unit kerja
10 5 0
TL
TS
TT
Maksud dan Tujuan TKRS 10
• Kepala unit layanan melibatkan semua stafnya dalam kegiatan pengukuran indikator prioritas rumah sakit yang perbaikan akan berdampak luas/menyeluruh di rumah sakit baik kegiatan klinis maupun non klinis yang khusus untuk unit layanan tersebut. Misalnya indikator prioritas rumah sakit adalah komunikasi saat serah terima yang perbaikannya akan berdampak luas/menyeluruh di
semua unit klinis maupun non klinis. Hal yang sama juga dapat dilakukan pada unit non klinis untuk memperbaiki komunikasi serah terima dengan menerapkan proyek otomatisasi untuk memonitor tingkat keakurasian saat pembayaran pasien.
14 - 15 Juni 2022
Maksud dan Tujuan TKRS 10
• Kepala unit klinis memiilih indikator mutu yang akan dilakukan pengukuran sesuai dengan pelayanan di unitnya mencakup hal-hal sebagai berikut:
❑ Pengukuran indikator nasional mutu (INM).
❑ Pengukuran indikator mutu prioritas rumah sakit (IMP-RS) yang berdampak luas dan menyeluruh di rumah sakit.
❑ Pengukuran indikator mutu prioritas unit (IMP-unit) untuk mengurangi variasi,
meningkatkan keselamatan pada prosedur/tindakan berisiko tinggi dan meningkatkan kepuasan pasien serta efisiensi sumber daya.
14 - 15 Juni 2022
Maksud dan Tujuan TKRS 10
• Pemilihan pengukuran berdasarkan pelayanan dan bisnis proses yang membutuhkan perbaikan di setiap unit layanan. Setiap pengukuran harus ditetapkan target yang diukur dan dianalisa capaian dan dapat dipertahankan dalam waktu 1 (satu) tahun. Jika target telah tercapai dan dapat
dipertahankan untuk dalam waktu 1 (satu) tahun maka dapat diganti dengan indikator yang baru.
• Kepala unit layanan klinis dan non klinis bertanggung jawab memberikan penilaian kinerja staf yang bekerja di unitnya. Karena itu penilaian kinerja staf harus mencakup kepatuhan terhadap prioritas perbaikan mutu di unit yaitu indikator mutu prioritas unit (IMP-unit) sebagai upaya perbaikan di setiap unit untuk meningkatkan mutu dan keselamatan pasien tingkat unit.
14 - 15 Juni 2022
14 - 15 Juni 2022
INM
IMP-RS
INDIKATOR MUTU UNIT - INM,
- IMP RS, - IMP Unit
IMP unit
• untuk mengurangi variasi,
• meningkatkan keselamatan
pada prosedur/tindakan berisiko tinggi dan
• meningkatkan kepuasan pasien serta
• efisiensi sumber daya.
Sumber data di unit
Indikator Nasional Mutu Rumah Sakit
30-31 Mei 2022
No Nama Indikator Sumber data
a. kepatuhan kebersihan tangan; Semua unit pelayanan
b. kepatuhan penggunaan alat pelindung diri; Semua unit pelayanan
c. kepatuhan identifikasi pasien Semua unit pelayanan
d. waktu tanggap operasi seksio sesarea emergensi; Kamar operasi
e. waktu tunggu rawat jalan; Rawat Jalan
f. penundaan operasi elektif; Kamar operasi
g. kepatuhan waktu visite dokter; Rawat inap
h. pelaporan hasil kritis laboratorium; Laboratorium i. kepatuhan penggunaan formularium nasional; Farmasi
j. kepatuhan terhadap alur klinis (clinical pathway); Rawat inap k. kepatuhan upaya pencegahan risiko pasien jatuh; Rawat inap
l. kecepatan waktu tanggap komplain; dan Semua unit pelayanan
m.. kepuasan pasien. Semua unit pelayanan
Q and A
• Apakah INM dapat dijadikan IMP Unit?
• Apakah IMP prioritas RS dapat dijadikan IMP unit?
• Apakah Indikator mutu untuk evaluasi CP prioritas dapat dijadikan IMP Unit? → lihat INM
• Apakah IMP unit dapat diambil dari salah satu indicator mutu unit?
14 - 15 Juni 2022
14 - 15 Juni 2022