========================================================================
Pedoman Akademik Program Strata Satu Fakultas Sains dan Teknologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. 2009-2012
I-1
BAB 1 INFORMASI UMUM
1.1. Sejarah Pendirian
Sejarah Fakultas Sains dan Teknologi (FST) tidak bisa dilepaskan dari sejarah Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta secara keseluruhan. Perjalanan sejarah UIN Jakarta merupakan cermin dari perjuangan umat Islam Indonesia yang tak kenal lelah untuk memiliki sebuah lembaga pendidikan tinggi yang mampu menghasilkan intelektual yang profesional dan bermoral, dimulai dari berdirinya Akademi Dinas Ilmu Agama (ADIA) pada tanggal 1 Juni 1957 sampai periode 1960, sebagai fakultas dari IAIN Al-Jami’ah yang berpusat di Yogyakarta (1960-1963) dan sebagai IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta dari tahun 1963 sampai resmi menjadi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta sesuai dengan Keputusan Presiden RI Nomor 31 Tahun 2002 tanggal 20 Mei 2002.
Sebelum dibentuk FST, IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta sejak tahun ajaran 2000/2001 membentuk Program Konversi UIN yang menyelenggarakan Program Studi Agribisnis, Teknik Informatika dan Ekonomi. Pada tahun 2002, berdasarkan Keputusan Presiden RI No. 31 Tahun 2002 tentang Perubahan IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta menjadi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dan program studi sebagaimana tersebut diatas berubah menjadi Fakultas Sains dan Teknologi (FST) dan Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial (FEIS). FST terdiri dari program studi Sosial Ekonomi Pertanian/Agribisnis, Teknik Informatika dan Sistem Informasi, Matematika, Fisika, Kimia, dan Biologi.
1.2. Visi dan Misi 1.2.1. Visi
Menjadikan Fakultas Sains dan Teknologi sebagai lembaga terkemuka -- baik di tingkat nasional maupun internasional -- dalam pengembangan sains dan teknologi yang terintegrasi dengan nilai ke- Islaman dan ke-Indonesiaan.
1.2.2. Misi
a. Menghasilkan lulusan yang profesional di bidang sains dan teknolologi dan memiliki keunggulan kompetitif dalam persaingan global;
b. Memberikan landasan moral dan pencerahan dalam pembinaan iman dan taqwa (imtaq);
c. Mengadakan penelitian dan pengembangan di bidang sains dan teknologi;
d. Memberikan kontribusi dalam penerapan sains dan teknologi bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat.
1.3. Tujuan
Sesuai visi dan misinya, maka FST-UIN bertujuan untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi dalam bidang keilmuan masing-masing; memiliki kemampuan ilmu-ilmu Islam; serta memiliki kepribadian Islam. Secara lebih spesifik, tujuan FST-UIN ialah:
a. Menghilangkan sekat-sekat dikotomi keilmuan, dengan menjadikan akidah Islam sebagai sudut pandang dalam pengembangan sains dan teknologi;
========================================================================
Pedoman Akademik Program Strata Satu Fakultas Sains dan Teknologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. 2009-2012
I-2 b. Menghasilkan lulusan yang mampu menjadikan Islam sebagai landasan berfikir, bersikap, dan
bertindak;
c. Menghasilkan lulusan yang profesional di bidang masing-masing, sehingga memiliki kemampuan bersaing, baik di tingkat nasional maupun internasional;
d. Menghasilkan lulusan yang memiliki kepekaan sosial dan memiliki tanggung jawab moral untuk melakukan pengabdian terhadap masyarakat;
e. Menghasilkan teknologi tepat guna yang bertolak dari resource base masyarakat lokal yang memiliki implikasi bagi pengembangan masyarakat. .
1.4. Organisasi
1.4.1. Kedudukan, Tugas Pokok & Fungsi Organisasi
Fakultas Sains dan Teknologi (FST) merupakan unsur pelaksana sebagian tugas pokok dan fungsi UIN di bidang sains dan teknologi, dipimpin oleh seorang Dekan yang bertanggung jawab langsung kepada Rektor.
Tugas pokok FST adalah melaksanakan pendidikan dan pengajaran dalam bidang sains dan teknologi, penelitian dan pengabdian pada masyarakat untuk menyelenggarakan tugas pokok tersebut, FST mempunyai fungsi sebagai berikut:
a. Melaksanakan dan mengembangkan pendidikan dan pengajaran dalam bidang sains dan teknologi b. Melaksanakan penelitian untuk mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi
c. Melaksanakan pengabdian pada masyarakat d. Melaksanakan pembinaan civitas akademika e. Melaksanakan urusan tata usaha
1.4.2. Struktur Organisasi 1.4.2.1.Dekanat
a. Dekan
b. Pembantu Dekan Bidang Akademik
c. Pembantu Dekan Bidang Administrasi Umum d. Pembantu Dekan Bidang Kemahasiswaan 1.4.2.2.Bagian Tata Usaha dan Perpustakaan
a. Bagian Tata Usaha membawahi 3 (tiga) sub bagian:
a.1. Sub Bagian Aministrasi Akademik dan Kemahasiswaan a.2. Sub Bagian Administrasi Kepegawaian dan Keuangan a.3. Sub. Bagian Umum
b. Kepala Urusan Perpustakaan 1.4.2.3. Program Studi
a. Program Studi Teknik Informatika
b. Program Studi Sosial Ekonomi Pertanian/Agribisnis c. Progeram Studi Sistem Informasi
d. Program Studi Matemeatika e. Program Studi Kimia f. Program Studi Biologi g. Program Studi Fisika
========================================================================
Pedoman Akademik Program Strata Satu Fakultas Sains dan Teknologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. 2009-2012
I-3 1.5. Fasilitas Perkuliahan
Fasilitas perkulihan di lingkungan FST terdiri dari : a. Ruang Perkuliahan
b. Ruang Theater c. Ruang Dekanat d. Ruang Jurusan
e. Ruang Administrasi / Tata Usaha f. Ruang Dosen
g. Laboratorium h. Perpustakaan i. Mushola j. Kantin
Untuk memenuhi kebutuhan kegiatan belajar mengajar seperti praktikum dan penelitian, mahasiswa Fakultas Sains dan Teknologi menggunakan fasilitas laboratorium di Pusat Laboratorium Terpadu (PLT) yang terdiri dari :
1. Laboratorium Teknologi Informasi dan Komunikasi : a. Laboratorium Pemrograman dan Basis Data b. Laboratorium Aplikasi Komputer
c. Laboratorium Multimedia
d. Laboratorium Sistem Informasi Geografis e. Laboratorium Jaringan Komputer
f. Laboratorium Microprocessor dan Programming Logic Control (PLC) g. Laboratorium Elektronik dan Digital
h. Laboratorium Telekomunikasi
i. Laboratorium Measurement & Energy Conversion
j. Laboratorium Riset dan Pengembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi 2. Laboratorium Matematika
a. Laboratorium Matematika Terapan b. Laboratorium Simulasi
c. Center for Mathematics Tools & Equipment 3. Laboratorium Fisika
a. Laboratorium Fisika Dasar b. Laboratorium Fisika Lanjut c. Laboratorium Fisika Material
d. Laboratorium Elektronik dan Instrumentasi e. Laboratorium Geofisika
4. Laboratorium Kimia
a. Laboratorium Kimia Dasar b. Laboratorium Kimia Organik c. Laboratorium Kimia An-Organik d. Laboratorium Kimia Fisik e. Laboratorium Kimia Analitik
f. Laboratorium Biokimia dan Kimia Pangan
========================================================================
Pedoman Akademik Program Strata Satu Fakultas Sains dan Teknologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. 2009-2012
I-4 5. Laboratorium Biologi
a. Laboratorium Biologi Dasar b. Laboratorium Fisiologi c. Laboratorium Mikrobiologi d. Laboratorium Ekologi 6. Laboratorium Agribisnis
a. Kebun Praktikum & Produksi Green House b. Kultur Jaringan
c. Wilayah Binaan (Pesisir, Agraris, Urban/Sub Urban) 7. Studio
a. Studio Cyber Multimedia b. Studio Matematika c. Studio Bisnis
d. Studio Bisnis / Agribisnis 8. Laboratorium Terpadu
a. Laboratorium Pangan b. Laboratorium Lingkungan
9. Workshop / Bengkel
a. Workshop / Bengkel KomputerComputer b. Workshop / Bengkel Elektronika
c. Workshop / Bengkel Teaching Tool d. Workshop / Bengkel Mekanic
Disamping dapat memanfaatkan fasilitas di lingkungan FST, civitas akademika FST juga dapat memanfaatkan fasilitas di lingkungan universitas, antara lain terdiri dari :
a. Auditorium (Utama dan Madya) b. Perpustakaan Utama
c. Pusat Kegiatan Mahasiswa d. Pusat Bahasa dan Budaya e. Klinik Kesehatan
f. Wisma dan lain-lain.
1.6. Kemahasiswaan 1.6.1. Organisasi Mahasiswa
1.6.1.1. Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM)
Organisasi mahasiswa ini merupakan organisasi formal di tingkat mahasiswa yang mempunyai struktur di tingkat universitas dan struktur organisasi di tingkat Fakultas Sains dan Teknologi yaitu : Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas /BEMF dan struktur di tingkat Jurusan (Badan Eksekutif Mahasiswa Jurusan/BEMJ).
========================================================================
Pedoman Akademik Program Strata Satu Fakultas Sains dan Teknologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. 2009-2012
I-5 1.6.1.2. Organisasi Mahasiswa Informal
Selain organisasi formal, di Fakultas Sains dan Teknologi terdapat organisasi-organisasi mahasiswa berdasarkan keilmuan, profesi atau kegemaran (hobby), antara lain :
a. HIMTI (Himpunan Mahasiswa Teknik Informatika) b. HIMSI (Himpunan Mahasiswa Sistem Informasi)
c. POPMASEPI (Perhimpunan Organisasi Profesi Mahasiswa Sosial Ekonomi Pertanian Indonesia)
d. ISMPI (Ikatan Senat Mahasiswa Pertanian Indonesia) e. HIMBIO (Himpunan Mahasiswa Biologi)
f. HIMAFI(Himpunan Mahasiswa Fisika)
g. HIMATIKA (Himpunan Mahasiswa Matematika) h. HIMKA (Himpunan Mahasiswa Kimia) dan lain-lain 1.6.2. Kegiatan Kemahasiswaan
Kegiatan organisasi kemahasiwaan di lingkungan Fakultas Sains dan Teknologi diselenggarakan dengan arahan untuk memberikan kesempatan kepada mahasiswa dan segenap civitas akademik untuk mengembangkan bakat dan minat serta daya kreativitas mahasiswa. Seperti organisasi kemahasiswaan yaitu Badan Eksekutif Mahasiswa, koperasi mahasiswa, organisasi olahraga, seni dan budaya. Serta organisasi lainya.. Semuanya itu dibimbing dan dibantu oleh pihak univeritas dan fakultas agar mampu menjadi sarana pengembangan kepemimpinan, intelektual serta bakat minat dan melatih mahasiswa berorganisasi serta mandiri dalam menghadapi kehidupan.
Bentuk kegiatan atau acara kemahasiswaa ini diadakan secara reguler maupun insidental, antara lain : propesa, ta’aruf, latihan dasar kepemimpinan, seminar, workshop, penerbitan majalah (RENRO, Ilalang dan lain-lain), penerbitan buletin, penyiaran radio, kewirausahaan, musik, bedah buku, pameran dan lain sebagainya.
=========================================================================
Pedoman Akademik Program Strata Satu Fakultas Sains dan Teknologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. 2009-2012
II-1
BAB 2
ARAH DAN BIDANG PENGEMBANGAN
2.1. Arah Pengembangan
Pengembangan Fakultas Sains dan Teknologi (FST) sejalan dan seiring dengan arah pengembangan Universitas Islam Negeri (UIN), yakni: (a) menuju universitas riset (research university); dan (b) semakin memantapkan integrasi keilmuan. Untuk kurun waktu 5 sampai 10 tahun ke depan, UIN mentargetkan dapat berubah dari universitas pengajaran (teaching university) menjadi universitas riset (research university), tetapi pengembangan menjadi universitas riset tersebut masih berjalan secara bertahap, penuh tantangan dan sangat diperlukan komitmen pada semua lapisan. Karena itu, dibutuhkan infrastruktur dan suprastruktur yang mendukung cita-cita tersebut. Fakultas adalah bagian integral dari universitas yang secara bersama mengayuh biduk menuju satu arah pengembangan; dan dalam hal ini FST tentunya memiliki tanggung jawab berat di dalamnya karena peletakan landasan keilmuan dan teknologi secara mendasar dan terintegrasi menjadi tanggung jawab fakultas ini.
Kini paradigma UIN dengan logonya yang baru dimaksudkan untuk mewujudkan integrasi keilmuan, atau reintegrasi keilmuan. Tegasnya, UIN bertujuan untuk menyatukan kembali ilmu-ilmu keislaman di satu sisi dengan ilmu-ilmu umum (sains dan teknologi) di sisi lain. Selama ini seakan-akan ada keterpisahan antara ilmu-ilmu Islam dengan ilmu-ilmu umum. Orang yang menguasai ilmu-ilmu Islam, dan memiliki kepribadian Islam, cenderung buta terhadap sains dan teknologi. Sebaliknya, orang yang menguasai sains dan teknologi cenderung asing atau terasingkan dari ilmu-ilmu Islam. UIN berusaha untuk menyatukan kembali kedua disiplin ilmu tersebut. Sejalan dengan itu, FST-UIN mengarahkan pengembangannya untuk mewujudkan manusia yang profesional dalam bidang sains dan teknologi, sekaligus menguasai ilmu-ilmu keislaman, dan memiliki kepribadian Islam. Hal inilah yang menjadi faktor distingtif bagi FST-UIN dibandingkan dengan perguruan tinggi lain yang memiliki program studi yang sama.
Untuk menuju arah pengembangan ini, FST berusaha berada pada garis terdepan dan mampu menjadi sumber rujukan bagi pengembangan ilmu dan teknologi, baik di lingkungan IAIN/UIN di seluruh Indonesia maupun bagi perguruan tinggi lain yang mengembangkan sains dan teknologi.
2.2. Bidang Pengembangan
Visi UIN ialah mengintegrasikan antara keilmuan, keislaman dan ke-Indonesiaan. Artinya, UIN ingin meniadakan batas-batas dikotomik antara ilmu-ilmu umum dan ilmu agama, di samping memperhatikan aspek-aspek ke-Indonesiaan – dalam arti adanya keragaman kultural masyarakat Indonesia yang akan berpengaruh terhadap pemahaman, tindakan, dan prioritas pengembangan keilmuan.
Hal ini, tentunya, menjadi pertimbangan utama dalam menentukan bidang pengembangan bagi FST-UIN.
Selain itu, harapan UIN untuk menjadi universitas riset dalam kurun waktu 5 sampai 10 tahun mendatang juga menjadi pertimbangan dalam menentukan bidang dan arah pengembangan. Untuk itu, bidang-bidang pengembangan di lingkungan FST-UIN ialah sebagai berikut:
2.2.1. Bidang Akademik
Dalam bidang akademik terdapat tiga hal utama yang menjadi fokus perhatian, yakni: (a) model keilmuan yang akan dikembangkan FST-UIN; (b) proses belajar mengajar, dan (c) faktor-faktor penunjang yang dapat mewujudkan pelayanan prima (service exellence) dalam bidang akademik untuk mewujudkan model keilmuan yang menjadi cita-cita FST-UIN.
=========================================================================
Pedoman Akademik Program Strata Satu Fakultas Sains dan Teknologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. 2009-2012
II-2 2.2.1.1. Model Keilmuan
Dalam mengembangkan sains dan teknologi, FST-UIN akan menjadikan Islam sebagai dasar dan basis pengembangan. Hal ini sesuai dengan cita-cita UIN yang ingin menghilangkan batas-batas dikotomik antara ilmu umum dengan ilmu agama. Hal ini juga yang menjadi distingsi akademis antara FST-UIN dengan perguruan tinggi lain yang menyelenggarakan Program Studi yang sama.
Mengacu pada pandangan Madjid (1997), aspek agama (Islam) yang sangat penting dan diperlukan ialah agama yang menjadi ground for meaning atau agama yang menjadi “azas makna hidup”
yang bersifat azasi dan membentuk wetanschaung. Secara lebih sederhana, agama harus menumbuhkan kesadaran ketuhanan, yang akan melahirkan sudut pandang terhadap realitas. Meminjam konsep An- Nabhani (1953), tujuan hidup manusia ialah mencapai ridho Allah. Sedangkan maksud perbuatan manusia ialah untuk mencapai nilai-nilai tertentu. Nilai tersebut kadang-kadang bersifat materi, seperti berdagang untuk keuntungan; kadang-kadang bersifat ruhiah, seperti salat, puasa, haji, dan lain-lain; kadang-kadang bersifat akhlak, seperti jujur dan menepati janji; dan kadang-kadang bersifat kemanusiaan, seperti menolong orang yang kecelakaan. Semua maksud tersebut berada dalam bingkai yang sama: mencapai ridho Allah. Jadi, kegiatan yang bersifat materi sekalipun, memiliki nilai ruhiah sejajar dengan salat, puasa, zakat dan haji, karena bertujuan mencapai ridho Allah.
Kegiatan-kegiatan ilmiah, seperti penelitian, dengan maksud untuk memperoleh keuntungan materi atau untuk kepentingan kemanusiaan, semuanya bertujuan mencapai ridho Allah. Dalam konteks ini, Mata Kuliah Studi Islam merupakan kompetensi dasar yang sangat penting untuk menumbuhkan kesadaran ketuhanan, menjadikan Islam sebagai sudut pandang, dan menjadikan seluruh kegiatan hanya bertujuan untuk mencapai ridho Allah.
Lalu, bagaimana menumbuhkan kesadaran ketuhanan dalam kegiatan ilmiah? Dengan mengacu pada berbagai literatur, FST-UIN memandang teori-teori ilmiah, ditinjau dari pemikiran yang mempengaruhinya, terbagi menjadi dua bagian. Pertama, teori-teori ilmiah yang terkait dengan keyakinan atau menggambarkan keyakinan tertentu. Teori evolusi Darwin, misalnya, terkait dengan penolakan terhadap penciptaan. Demikian halnya pandangan Marx mengenai dialektika materi sarat dengan sudut pandang yang menegasikan aspek ketuhanan. Kedua, teori-teori ilmiah yang bebas nilai, tidak terkait dengan keyakinan atau agama tertentu. Teknologi informasi, misalnya, bersifat netral tidak terkait dengan kepercayaan tertentu.
Untuk teori-teori yang bebas nilai, FST-UIN dapat menerima, mendalami, dan bekerjasama dengan siapapun. Tetapi dalam waktu yang sama, FST-UIN akan melakukan internalisasi kesadaran ketuhanan. Untuk teori-teori yang sarat dengan kepercayaan, FST-UIN akan melakukan koreksi, substitusi, serta menambah teori baru. Semua ini bertujuan untuk mencapai ridho Allah. Lebih jelasnya mengenai sikap FST-UIN terhadap kedua bentuk teori tersebut disajikan dalam Tabel 2.1.
Tabel 2.1: Strategi Integrasi Ilmu Umum dan Agama
No Langkah Strategik Teori Berdasarkan Pemikiran Yang Mendasarinya Tidak
Bebas Nilai
Bebas Nilai
1 Fiksasi/Menerima Tidak Ya
2 Internalisasi Tidak Ya
3 Koreksi Ya Tidak
4 Substitusi Ya Tidak
5 Adisi Ya atau tidak Ya atau tidak
Sumber: Diolah dari berbagai sumber
=========================================================================
Pedoman Akademik Program Strata Satu Fakultas Sains dan Teknologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. 2009-2012
II-3 Demikianlah, FST-UIN akan mengembangkan kajian sains dan teknologi yang bersifat netral dan universal; membuat jaringan kerjasama dengan siapaun dan kelompok manapun, termasuk dengan mereka yang non-muslim. Dalam waktu yang sama, FST-UIN akan menjadikan Islam sebagai sudut pandang yang akan melahirkan kesadaran ketuhanan. Ketika berhasil menemukan sebuah teori dari pengamatan terhadap realitas atau yang bersifat laboratoris, civitas akademika akan semakin menyadari kebesaran Tuhan, atau makin meyakini akan sunnatullah.
Namun demikian, untuk teori-teori yang bernuansa hadharah (terkait dengan keyakinan), maka FST-UIN akan mempelajari dan mendalaminya, sehingga mampu melakukan koreksi atau mengganti teori tersebut dengan teori baru berdasarkan sudut pandang (world view) Islam. Bahkan, FST-UIN diharapkan bukan hanya mampu mengganti teori, tetapi menambah teori baru, baik untuk sains yang sarat dengan kepercayaan maupun sains dan teknologi yang bebas nilai.
Dengan menjadikan kesadaran ketuhanan sebagai basis dan sudut pandang pengembangan sains dan teknologi, maka sesungguhnya FST-UIN telah berhasil melakukan desekularisasi sains dan teknologi;
serta berhasil menghilangkan dinding yang bersifat dikotomis antara ilmu agama dan ilmu umum.
Demikianlah, FST-UIN akan menghasilkan sarjana yang profesional dalam bidang sains dan teknologi, sekaligus menjadi seorang muslim yang taat yang menjadikan Islam sebagai sudut pandang dalam melaklukan aktivitas keilmuan. Profesionalitas akan berhubungan secara linier dengan kesadaran ketuhanan.
2.2.1.2. Proses Belajar Mengajar
Untuk mencapai model keilmuan integratif yang sudah disebutkan, diperlukan: (a) kurikulum berbasis kompetensi (KBK) yang bersifat paradigmatik, bertolak dari sudut pandang Islam; (b) dosen/tenaga pengajar profesional yang amanah; (c) lingkungan kampus yang kondusif bagi proses pembelajaran.
FST-UIN senantiasa mengembangkan kurikulum agar tidak kehilangan relevansi dengan perkembangan sains dan teknologi yang berjalan cukup cepat, dengan tidak mengganggu proses belajar mengajar yang sedang berlangsung. Berdasarkan kurikulum tersebut, dirumuskan silabus, satuan acara perkuliahan (SAP), dan modul-modul perkuliahan. Dosen didorong untuk membuat buku ajar yang menjadi acuan dalam proses belajar-mengajar. Modul dan buku ajar diarahkan pada tujuan tercapainya integrasi keilmuan, dengan strategi yang disajikan dalam Tabel 2.2.
Sejalan dengan pemberlakuan KBK, para dosen didorong untuk meningkatkan kualitas dan jenjang pendidikan akademik. Diharapkan, 60% dosen berpendidikan S2, 40% dosen berpendidikan S3 dan kompeten di bidangnya sehingga kualitas pendidikan dan pengajaran di FST dapat berkompetisi dengan perguruan tinggi lain. Kualitas calon mahasiswa, juga menjadi input yang sangat signifikan bagi proses pembelajaran. FST-UIN senantiasa mencari bibit unggul berdasarkan seleksi penerimaan mahasiswa baru yang cukup ketat dan bersaing.
Dengan sistem KBK, proses pembelajaran tidak hanya mengandalkan sistem belajar mengajar secara konvensional tetapi mengembangankannya dengan sistem dan metode lainnya, antara lain dengan pemanfaatan teknologi dan sistem informasi. Mendorong terciptanya bidang kompetensi dan kajian- kajian ilmu pengetahuan dan teknologi seiring dengan perkembangan dan perubahannya yang pesat.
Di samping itu, lingkungan kampus harus kondusif bagi tercapainya integrasi keilmuan. Untuk itu, civitas akademika FST-UIN, khususnya dosen, harus melakukan beberapa langkah berikut. Pertama, harus menanamkan aqidah Islam dalam setiap proses pembelajaran dengan metode sesuai ajaran Islam.
Kedua, mengkondisikan situasi agar seseorang mampu melaksanakan pola berfikir yang dibimbing oleh aqidah Islam. Ketiga, mengembangkan kepribadian dengan cara membakar semangatnya untuk bersungguh-sungguh mengisi pemikirannya dengan ajaran Islam. Gambaran mengenai pembiasaan untuk mewujudkan integrasi keilmuan disajikan dalam Tabel 2.2.
=========================================================================
Pedoman Akademik Program Strata Satu Fakultas Sains dan Teknologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. 2009-2012
II-4 Tabel 2.2. Pelaziman dalam Mewujudkan Integrasi Keilmuan
No. JENIS PENDEKATAN
IMPELEMENTASI PELAKSANA
1. Formal Struktural Dilakukan melalui kegiatan tatap muka formal dalam jam pelajaran resmi
Dosen
2. Formal- nonstruktural
Dilakukan melalui proses penerapan nilai-nilai Islam dalam setiap
matakuliah, melalui internalisasi tauhid
Dosen
3. Keteladanan Diberikan dalam wujud contoh nyata amaliyah harian (akhlak dan ibadah) di lingkungan kampus
Dosen
4.
Penerapan budaya kampus (campus culture) yang sesuai ajaran Islam
Dilakukan melalui pengamalan syariah Islam secara nyata, baik menyangkut akhlak, ibadah, pergaulan dan
kebersihan ataupun persoalan lain, yang ditunjang dengan proses pembiasaan dalam penerapan aturan yang berlaku
Dosen dan mahasiswa
5 Pembinaan mahasiswa ekstra kurikuler
Dilakukan secara integral melalui berbagai bentuk dan pendekatan baik menyangkut aspek kepribadian, kepemimpinan, minat maupun keterampilan praktis
Dosen dan unit- unit di
lingkungan FST-UIN
6 Amaliyah ubudiyah harian
Dilakukan dengan pembiasaan shalat berjamaah, dan pemberian contoh
Seluruh civitas akademika Keterangan: Diolah dari berbagai sumber
2.2.1.3. Faktor-Faktor Penunjang
Beberapa faktor penunjang bagi keberhasilan integrasi keilmuan yang menjadi perhatian FST- UIN ialah: (a) kegiatan ilmiah civitas akademika; (b) penerbitan jurnal ilmiah masing-masing Program Studi; (c) melakukan kerjasama penelitian; (d) menyempurnakan pelayanan dan administrasi akademik;
dan (e) Perpustakaan.
FST-UIN mengembangkan diskusi ilmiah dosen untuk masing-masing Prodi, dan akan terus ditingkatkan. Masing-masing Prodi diharuskan melakukan seminar-seminar ilmiah untuk membahas masalah-masalah strategis sesuai kompetensi Prodi masing-masing, baik di tingkat nasional maupun internasional. Sebagai gambaran: Prodi Teknik Informatika dan Sistem Informasi hampir kali ke 5 menyelenggarakan seminar internasional. Prodi-Prodi yang berada dalam lingkup MIPA pernah melakukan seminar internasional membahas energi alternatif. Program Studi Agribisnis mengangkat pembiayaan dan asuransi syariah agribisnis. Inilah salah satu faktor penunjang akademik yang akan terus dikembangkan oleh FST-UIN.
Program studi di lingkungan FST wajib memiliki jurnal ilmiah spesifik sesuai kompetensi dan keilmuan masing-masing. Jurnal akan dikembangkan menjadi jurnal ilmiah terakreditasi. Bersamaan dengan itu, FST-UIN bersama-sama Program Studi terus menerus membuka peluang kerja sama penelitian dengan berbagai pihak.Untuk menopang kerjasama tersebut, FST mengembangkan pusat-pusat
=========================================================================
Pedoman Akademik Program Strata Satu Fakultas Sains dan Teknologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. 2009-2012
II-5 penelitian dan kajian. Di antaranya, terdapat Pusat Pengembangan Sains dan Teknologi (PUSBANGSITEK), Pusat Studi dan Pengembangan Agribisnis (PSPA), Pusat Studi Energi dan Polimer (PSEP), Pusat Studi Bioteknologi (PSB), Pusat Data dan Informasi (Pusdatin), Pusat Jaminan Mutu (PJM), Pusat Penelitan dan Pengabdian Masyarakat (P3M), dan Pusat Karir (Puskarir).
Perpustakaan dan pelayanan perpustakaan merupakan aspek penunjang yang sangat strategis untuk mewujudkan model keilmuan integratif. Yang menjadi prinsip pengembangan ialah: (a) meningkatkan jumlah koleksi buku, dan (b) mempermudah akses terhadap bahan pustaka, baik di lingkungan UIN maupun di tempat-tempat lain. Peningakatan jumlah koleksi menjadi kewajiban Fakultas dan Universitas. Koleksi bahan pustaka yang dapat diakses bukan hanya yang terdapat di Perpustakaan FST melainkan bahan pustaka di Perpustakaan Utama. Dengan adanya American Corner, yakni kerjasama UIN dengan Pemerintah Amerika, UIN dapat mengakses ribuan jurnal untuk berbagai bidang kajian di Amerika Serikat secara gratis.
Pelayanan administrasi akademik akan terus ditingkatkan untuk mencapai pelayanan terbaik (service exellence). Dalam hal ini, yang akan dikembangkan ialah jumlah SDM agar memadai sejalan dengan pertambahan jumlah mahasiswa; kualitas SDM agar memiliki ketrampilan prima serta menyadari arti pentingnya pelayanan; instrumen untuk memberikan pelayanan terbaik, seperti sistem informasi akademik yang dapat memudahkan akses terhadap data mahasiswa, nilai, indek prestasi, mahasiswa yang akan lulus, mahasiswa yang terlambat lulus, mahasiswa cuti, fasilitas ruangan, kelas, jadwal kuliah, dan lain sebagainya. Walaupun hal ini belum terlaksana, tetapi FST-UIN memiliki visi pengembangan untuk pelayanan prima.
2.2.3. Organisasi dan Manajemen
Pengembangan bidang ini dilakukan dengan mensinergikan berbagai sumberdaya yang dimiliki di lingkungan FST bersama pihak-pihak eksternal (lembaga pemerintahan, swasta dan masyarakat, dalam dan luar negeri) sejalan dengan pengembangan di tingkat universitas dan sesuai dengan dinamika persaingan masa depan.
FST melihat, bahwa dinamika persaingan yang semakin meningkat sebagai sebuah tantangan dan peluang untuk lebih mengembangkan bisnis dan organisasi, dan diiharapkan setiap unit di lingkungan fakultas memiliki program kerja dan deskripsi kerja yang jelas dan terukur. Evaluasi kerja di setiap unit dilakukan agar terkontrol arah dan kebijakan yang dilaksanakan.
Jurusan dan program studi di lingkungan FST diberi otonomi yang lebih besar dan didorong untuk lebih aktif dan kreatif melakukan terobosan guna pengembangan jurusan dan program studi masing- masing. Dengan diberlakukannya kurikulum berbasis kompetensi, maka terobosan dalam perkuliahan sangat diperlukan, seperti bagaimana menjalin hubungan timbal balik saling menguntungkan dengan dunia industri dan lingkungan pemerintahan dalam dan luar negeri.
Untuk menunjang peningkatan mutu akademik dan wawasan dunia luar khususnya dunia kerja, serta promosi fakultas perlu dilakukan kerja sama dengan berbagai instansi baik dalam maupun luar UIN.
Kerja sama dapat dilakukan dengan pihak instansi pemerintah, swasta, penerbitan, media pers dan elektronik, funding agency, LSM dan lainnya. Kerjasama di Luar Negeri yang telah dijajaki antara lain dengan Sun Moon University Korea, Japan International Agency, beberapa Universitas Australia antara lain Deakin University, La Trobe University, Swinburne University, dan University of Western Sydney serta IIUM Malaysia. Bidang penerbitan karya dosen juga telah bekerja sama dengan penerbitan, pelaksanaan seminar dan lokakarya dapat bekerja sama dengan instansi terkait dan funding agency.
2.2.4. Sarana dan Prasarana
Pengembangan bidang ini dilakukan secara terencana dan terintegrasi dengan arah kebijakan dan pengembangan fakultas untuk mewujudkan lingkungan kampus yang menunjang iklim akademis yang meliputi ruang kuliah, administrasi, perpustakaan, laboratorium, mushala, pojok internet, sarana olah raga, kantin dan sebagainya.
=========================================================================
Pedoman Akademik Program Strata Satu Fakultas Sains dan Teknologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. 2009-2012
II-6 2.2.5. Kemahasiswaan dan Alumni
Pengembangan bidang ini diarahkan untuk memberikan kesempatan kepada mahasiswa dan para alumni untuk mengembangkan bakat dan minat serta daya kreativitas dalam bentuk pengembangan kepribadian serta bakat mahasiswa. Seperti organisasi kemahasiswaan yaitu Badan Eksekutif Mahasiswa, koperasi mahasiswa, organisasi olahraga, seni dan budaya, serta organisasi lainya. Semuanya itu dibimbing dan dibantu oleh pihak univeritas dan fakultas agar mampu menjadi sarana pengembangan kepemimpinan, intelektual serta bakat minat dan melatih mahasiswa berorganisasi dan mandiri dalam menghadapi kehidupan.
Pengembangan alumni diarahkan agar dapat membantu menggali dan mengembangakan potensi yang ada. Hubungan para alumni dan almamaternya perlu dijaga dengan mengadakan berbagai kegiatan yang saling menguntungkan. Seperti fakultas mempromosikan alumni ke masyarakat luas dengan melakukan kerjasama antar fakultas dan perusahaan, mengadakan seminar yang bertemakan “Bagaimana dunia kerja yang sebenarnya”, “Tenaga kerja siap pakai yang dibutuhkan oleh dunia kerja” dan lain sebagainya yang bekerjasama dengan perusahaan dan pakar dibidang Sumber Daya Manusia. Sehingga dapat menambah wawasan bagi alumni maupun mahasiswa semester atas untuk mempersiapkan diri terjun ke dunia kerja.
2.2.6. Standard Operating Procedure (SOP) Sistem Perkuliahan
Untuk menunjang keberhasilan pelaksnaan Sistem Perkuliahan, maka untuk Tahun Ajaran 2009/2010 telah disusun draft SOP Sistem Perkuliahan (Lampiran SOP). Tujuan utama SOP Sistem Perkuliahan adalah untuk membakukan proses kegiatan perkuliahan yang ada di lingkungan Prodi di Fakultas Sains dan Teknologi UIN Jakarta. Adapun ruang lingkup SOP tresebut adalah kegiatan perkuliahan yang dilakukan antara mahasiswa dan dosen pengampu, yang difasilitasi oleh Prodi dan Fakultas.
===========================================================================
Pedoman Akademik Program Strata Satu Fakultas Sains dan Teknologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. 2009-2012
III-1
BAB 3.
SISTEM PENDIDIKAN
3.1. Sistem Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB)
Sampai saat ini Fakultas Sains dan Teknologi (FST) hanya menyelenggarakan program pendidikan tingkat strata satu (S1) dan mulai Tahun ajaran 2010 Program Magister Manajemen Agribisnis (MMA) akan memulai angkatan pertamanya. Selai itu 2 (dua) Program magister lain yaitu TI dan SI diharapkan dapat memulai pada semester Genap Kalender sekolah Pascasarjana Tahun 2010. Dalam jangka kurun waktu 5 (lima) tahun mendatang diharapkan 4 Program Studi dalam rumpun MIPA juga dapat membuka Kelas Program Magister Sainsnya. Terkait dengan sistem penerimaan mahasiswa baru di lingkungan FST, sejak tahun 2007, pola penerimaan mahasiswa baru pada fakultas ini mengikuti ketentuan yang diberlakukan oleh UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, yaitu terdiri dari 5 (lima) jenis sistem. Ke lima sistem penerimaan tersebut terbagi dalam tiga sistem yaitu : Penelusuran Minat dan kemampuan (PMDK), Sistem Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB) Mandiri, SPMB Nasional yang terdiri dari Ujian masuk Bersama (UMB) dan Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN); SPMB Program Internasional serta SPMB Program Eksekutif bekerjasama dengan CCIT FTUI. Secara keseluruhan dapat dijelaskan sebagai berikut:
3.1.1. Program PMDK
Sistem penerimaan ini berlaku bagi siswa yang berprestasi, baik dari Madarasah Aliyah (MA), Sekolah Menengah Umum (SMU), Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dan Pondok Pesantren (PP) yang dilakukan dengan cara meneliti berkas calon mahasiswa dan ujian lisan/wawancara.
3.1.2. SPMB Mandiri
SPMB ini dilakukan secara mandiri di lingkungan UIN dengan 4 (empat) tahap penseleksian dan memberikan batas atau quota penerimaan sebesar 75-80 % dari jumlah seluruh calon mahasiswa yang diterima.
3.1.3. SPMB Nasional
Sejak Tahun akademik 2007/2008 UIN Jakarta menggunakan sistem Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB) Nasional yang dibagi dalam dua bentuk yaitu : UMB dan SNMPTN.
3.1.3.1. UMB
UMB adalah Ujian Masuk Bersama yang dilakukan oleh 7 (tujuh) Universitas antara lain:
UNSYIAH, USU, UNJA, UI, UIN Jakarta dan UIN Makasar.
3.1.3.2. SNMPTN
Sedangkan SNMPTN merupakan nama lain dari SPMB Nasional yang biasa dilakukan selama ini. SNMPTN kepanjangan dari Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri diselenggarakan bersama dengan perguruan tinggi negeri lain di lingkungan Departemen Pendidikan Nasional. Quota mahasiswa dari sistem SNMPTN ini sebesar 15-20% dari kapasitas yang tersedia, baik di FST maupun di fakultas lain di lingkungan UIN.
===========================================================================
Pedoman Akademik Program Strata Satu Fakultas Sains dan Teknologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. 2009-2012
III-2 3.1.4. SPMB Program Internasional dan Eksekutif
SPMB ini diperuntukan bagi para calon mahasiswa Program Internasional dan Program Eksekutif FST yang perkuliahannya diselenggarakan pada sore hari mulai dari jam 16.00 sampai 21.00 WIB. Saat ini baik Program Internasional maupun Program Eksekutif menerima calon mahasiswa yang berminat masuk ke Program Studi Teknik Informatika dan Sistem Informasi.
3.1.5. Mahasiswa Program Transfer (Pindahan)
Mahasiswa yang bermaksud pindah ke FST, baik dari Fakultas/Program Studi di lingkungan UIN Jakarta maupun dari perguruan tinggi lain, diharuskan mengikuti ujian masuk sebagaimana prosedur yang ditetapkan untuk penerimaan mahasiswa baru. Persyaratan pendaftaran dan prosedur masing-masing komponen tersebut ditetapkan tersendiri dalam Panduan Masuk UIN.
3.2. Program Pengenalan Studi dan Almamater (Propesa)
Program ini wajib diikuti oleh setiap calon mahasiswa baru yang telah lulus dari proses seleksi calon mahasiswa baru. Program ini bertujuan memberikan bekal pengetahuan kepada calon mahasiswa baru tentang sistem pendidikan dan almameter sehingga menjadi bekal untuk menjalani masa studi di UIN.
Program ini diselenggarakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas (BEMU) dengan bekerjasama dengan Badan Eksekutif Fakultas dan BEMJ masing-masing di lingkungan fakultas.
3.3. Kurikulum dan Sistem Perkuliahan
Saat ini FST menyelenggarakan program pendidikan jenjang Sarjana Strata-1 (S-1). Dan untuk dapat menyelesaikan studinya, mahasiswa harus mengumpulkan minimal 145 SKS dan maksimal 150 SKS, yang dapat diselesaikan dalam waktu 8 (delapan) sampai 14 (empat belas) semester dengan jumlah maksimal 23 SKS per semester dengan batas maksimum cuti akademik 2 (dua) semester. Jumlah SKS bagi masing-masing Prodi tidak sama, tergantung pada karakteristik keilmuan masing-masing Prodi.
Kurikulum yang disusun untuk Fakultas Sains dan Teknologi (S1) mengacu pada kurikulum yang berlaku secara nasional untuk Program Sarjana, sesuai dengan keputusan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 045/U/2002. Kurikulum Nasional tersebut dilengkapi dengan Kurikulum Lokal sesuai dengan perkembangan ilmu dan teknologi, secara umum menurut bidang keahlian, mata kuliah dikelompokkan menjadi :
1. Mata Kuliah Kompetensi Dasar (MKD)
Merupakan mata kuliah dasar yang harus diikuti oleh mahasiswa Fakultas yang berada di bawah pengawasan Departemnen Pendidikan Nasional di lingkungan Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta. Yang masuk kategori ini ialah: Mata Kuliah keislaman, Bahasa Arab, Bahasa Inggris, dan bahasa Indonesia.
2. Mata Kuliah Kompetensi Utama (MKU)
Kelompok mata kuliah ini merupakan keahlian utama yang akan diperoleh mahasiswa. Sesuai keputusan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 045/U/2002, bobot SKS mata kuliah kompetensi utama sekitar 40-80% dari total mata kuliah.
3. Mata Kuliah Kompetensi Pendukung (MKP)
Kelompok mata kuliah ini merupakan pendukung untuk memperoleh kompetensi utama. Bobot SKS mata kuliah ini sesuai keputusan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 045/U/2002 sekitar 20-40%.
===========================================================================
Pedoman Akademik Program Strata Satu Fakultas Sains dan Teknologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. 2009-2012
III-3 4. Mata Kuliah Kompetensi Lainnya (MKL)
Kelompok mata kuliah ini dimaksudkan untuk menyalurkan minat mahasiswa dalam berbagai bidang yang relevan dengan keahlian mahasiswa, sekalipun tidak berhubungan langsung dengan kompetensi utama. Bobot SKS mata kuliah ini sesuai keputusan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 045/U/2002 sekitar 0-30%.
3.4. Sistem Kredit Semester (SKS)
Sistem pendidikan yang digunakan di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta adalah SKS. SKS adalah penyelenggaraan pendidikan yang menyatakan beban studi mahasiswa, beban kerja tenaga pengajar serta beban penyelenggaraan suatu mata kuliah dan program selama 16 minggu kerja dalam satuan kredit., sistem ini memiliki ciri sebagai berikut:
1. Setiap mata kuliah diberi bobot kredit
2. Bobot kredit setiap mata kuliah dapat berlainan
3. Bobot kredit masing-masing mata kuliah ditentukan atas dasar usaha penyelesaian tugas- tugas yang dinyatakan dalam program perkuliahan, praktikum, kerja lapangan maupun tugas lainnya.
Penetapan bobot kredit setiap mata kuliah didasarkan atas perhitungan kegiatan akademik tatap muka, kegiatan akademik terstruktur dan kegiatan akademik mandiri. Satu satuan kredit semester (1 SKS) setara dengan 50 menit kegiatan tatap muka, 60 menit kegiatan akademik terstruktur dan 60 menit kegiatan akademik mandiri. Bobot kredit praktikum di laboratorium untuk 1 SKS sebanyak 2-3 jam per minggu selama 1 semester. Bobot kredit praktikum kerja lapangan dan yang sejenis untuk bobot 1 SKS dalam beban tugas di lapangan sebanyak 4 – 5 jam per minggu selama 1 semester. Bobot 1 SKS untuk penelitian atau penyusunan tugas akhir, skripsi adalah beban tugas penelitian sebanyak 3-4 jam sehari selama 1 bulan yang dianggap setara dengan 25 hari kerja. Diantara tujuan penggunaan sistem kredit semester adalah untuk :
1. Memberikan kesempatan kepada para mahasiswa yang cakap dan giat belajar agar dapat menyelesaikan studi dalam waktu singkat.
2. Memberi kesempatan kapada mahasiswa agar dapat mengambil mata kuliah yang sesuai dengan minat, bakat dan kemampuannya.
3. Memberikan kemungkinan agar sistem pendidikan dengan input dan output yang bervariasi dapat dilaksanakan.
4. Mempermudah penyesuaian kurikulum dalam waktu ke waktu dengan perkembangan ilmu dan teknologi yang sangat pesat dewasa ini.
5. Memberikan kemungkinan agar sistem evaluasi kemajuan belajar mahasiswa dapat diselenggarakan dengan sebaik-baiknya.
6. Memungkinkan pengalihan (transfer) kredit antar jurusan, fakultas dalam suatu perguruan tinggi atau antar perguruan tinggi sejenis.
3.5. Perkuliahan Praktikum dan Responsi
Jenis mata kuliah ini bertujuan untuk memberikan keterampilan teknis dan manajerial kepada mahasiswa. Perkuliahan praktikum dilaksanakan di laboratorium sedangkan perkuliahan responsi dilaksanakan di kelas untuk memberikan keterampilan manajerial kepada mahasiswa melalui pendalaman materi dan studi kasus. Mata Kuliah yang dipraktikumkan adalah mata kuliah yang berhubungan dengan kebutuhan kemampuan analisa dan keterampilan dalam hal pemberdayaan sains dan teknologi. Untuk perkuliahan responsi, diberikan untuk mata kuliah yang membutuhkan pendalaman dalam hal memecahkan soal-soal baik secara formula atau dalam bentuk studi kasus.
===========================================================================
Pedoman Akademik Program Strata Satu Fakultas Sains dan Teknologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. 2009-2012
III-4 Disamping itu, mahasiswa akan diberikan kesempatan magang di perusahaan atau tempat-tempat usaha yang berhubungan dengan sains dan pemanfaatan teknologi yang relevan. Melalui kunjungan dan magang, mahasiswa diharapkan akan memiliki wawasan praktis tentang dunia sains dan teknologi, pengalaman dan keterampilan sebagai bekal tambahan bagi pengembangan karir mereka.
3.6. Sistem Evaluasi
Sistem evaluasi pendidikan di FST terdiri dari pelaksanaan ujian, penilaian hasil ujian, penentuan angka indeks prestasi, penentuan beban studi per semester, predikat kelulusan, pemberian sanksi akademik dan penunjukan Dosen Penasehat Akademik
3.6.1. Sistem Ujian
Sistem evaluasi ini dapat diselenggarakan secara tulis, lisan, praktikum, penulisan karya ilmiah, penugasan lain dan/atau gabungan, bertujuan untuk mengetahui tingkat keberhasilan proses belajar dan mengajar mahasiswa. Mata kuliah dapat diujikan pada akhir semester apabila jumlah tatap muka telah mencapai minimal dua belas (12) pertemuan dan tidak ada ujian susulan untuk suatu mata kuliah setelah berlangsung ujian akhir semester, kecuali ada alasan khusus. Perbaikan nilai mata kuliah hanya dapat dilakukan dengan memprogram dan mengikuti perkuliahan kembali melalui perkuliahan reguler maupun perkuliahan di semester pendek. Secara umum jenis ujian ini adalah antara lain :
a. Ujian Formatif
b. Ujian Tengah Semester c. Ujian Akhir Semester
d. Ujian Kelayakan Proposal Penelitian e. Ujian Seminar Hasil Penelitian f. Ujian Sidang Skripsi
3.6.2. Standar Penilaian
Penilaian terhadap hasil dari ujian mata kuliah dan penulisan karya ilmiah dilakukan dengan memberikan nilai angka yang dikonversi kepada nilai huruf dan diberi bobot. Konversi dan nilai bobot untuk Program S-1 ditampilkan pada Tabel 3.1.
Tabel 3.1. Konversi dan Nilai Bobot dalam Standar Penilaian Nilai Angka Nilai Huruf Nilai Bobot
80 – 100 68 – 79 56 – 67
< 55
A B C Tidak Lulus
4 3 2
Dengan demikian, nilai terendah bagi mahasiswa FST UIN ialah C. Jika memperoleh nilai D, mahasiswa wajib mengulang pada semester berikutnya maupun pada semester pendek.
3.6.3. Indeks Prestasi
Indeks Prestasi Semester (IPS) digunakan untuk menentukan jumlah beban kredit maksimum yang boleh diambil pada semester berikutnya. Cara menghitung besar IPS adalah sebagai berikut :
===========================================================================
Pedoman Akademik Program Strata Satu Fakultas Sains dan Teknologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. 2009-2012
III-5 IPK digunakan untuk menentukan boleh-tidaknya mahasiswa melanjutkan studi dan dilakukan sesuai dengan jadwal waktu evaluasi. Cara menghitung besar IPK adalah sebagai berikut :
dengan n adalah jumlah mata kuliah yang digunakan untuk memenuhi jumlah kredit yang dipersyaratkan. Penentuan Bobot Nilai berdasarkan nilai tertinggi yang diperoleh dari mata kuliah tersebut.
3.6.4. Beban Studi per Semester
Sistem evaluasi ini dilakukan untuk mengetahui perkembangan hasil studi mahasiswa setiap semester untuk mendapatkan range beban studi mahasiswa untuk semester selanjutnya dengan melakukan evaluasi terhadap seluruh beban studi yang diambil oleh seorang mahasiswa pada semester tersebut. Hasil evaluasi disebut Indeks Prestasi Semester (IPS) dan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK).
Evaluasi semester terdiri atas akumulasi beberapa komponen seperti kehadiran, penyajian makalah, tes formatif, Ujian Tengah Semester (UTS), kegiatan praktikum, tugas, serta Ujian Akhir Semester (UAS).
Kredit yang diambil adalah kredit dari matakuliah yang didaftarkan dalam Kartu Rencana Studi (KRS) pada semester tersebut. Penentuan Bobot Nilai berdasarkan nilai yang diperoleh dalam semester tersebut.
Beban studi mahasiswa setiap semester bergantung kepada hasil evaluasi semester (IPS) yang diraih mahasiswa yang bersangkutan. Beban studi untuk tiap semester ditetapkan dan didaftar pada Kartu Rencana Studi (KRS).
Untuk semester pertama dan kedua, mahasiswa tahun pertama wajib mengambil seluruh matakuliah yang disajikan pada semester tersebut. Mulai semester 2, jumlah beban kredit maksimum yang boleh diambil ditetapkan berdasarkan indeks prestasi yang dicapai pada semester sebelumnya atau disingkat IPS dan diatur sebagaimana diatur dalam Tabel 3.2.
Tabel 3.2. Pengaturan Beban Kredit Maksimum Berdasarkan IPS INDEKS PRESTASI
SEMESTER
BEBAN KREDIT MAKSIMUM
≥ 3,50 3,00 - 3,49 2,50 - 2,99 2,00 - 2,49
< 2,00
26 SKS 24 SKS 20 SKS 18 SKS 16 SKS
3.6.5. Predikat Kelulusan
Mahasiswa dinyatakan lulus apabila memperoleh IPK minimum 2.00. Rentang IPK dan yudisium bagi Program S-1 diatur pada Tabel 3.3.
===========================================================================
Pedoman Akademik Program Strata Satu Fakultas Sains dan Teknologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. 2009-2012
III-6 Tabel 3.3. Rentang IPK dan Yudisium
Predikat kelulusan Cumlaude/Terpuji hanya diberikan kepada mahasiswa dengan IPK 3.50 dengan masa studi tidak lebih dari 5 tahun serta tidak pernah melakukan perbaikan nilai karena tidak lulus atau mendapat nilai C, serta tidak pernah melanggar kode etik kemahasiswaan.
3.7. Dosen Penasehat Akademik
Bimbingan Akademik adalah suatu proses bimbingan / conseling antara mahasiswa dengan dosen pembimbingnya, tentang berbagai macam hal yang berhubungan dengan kegiatan akademik mahasiswa, baik formal maupun in-formal, baik teknis maupun non-teknis. Dosen Penasehat Akademik (PA) adalah dosen yang ditunjuk berdasarkan Surat Keputusan (SK) Dekan untuk memberikan layanan konsultasi akademik. kepada mahasiswa.
Keberadaan PA bukan hanya diperlukan pada saat pengisian KRS (Kartu Rencana Studi) melainkan diperlukan sepanjang semester. Pada saat pengisian KRS memang diperlukan bimbingan akademis. Sebelum mendaftar dan menyerahkan KRS ke Biro Administrasi Akedemik, KRS terlebih dahulu harus ditandatangani PA.
Prosedur pelaksanaan PA dapat dapat dilihat pada rancangan POS Akademik, FST 2009.
Secara umum prosedurnya adalah menggunakan dua arah. Pertama, mahasiswa proaktif menghubungi PA masing-masing untuk memperoleh nasehat yang terkait dengan masalah akademis.
Kedua, dosen dengan suka rela memberikan jadwal konsultasi bagi mahasiswa yang bersangkutan.
Secara lengkap prosedur pembimbingan ditampilkan pada Lampiran POS Bimbingan PA
3.8. Pendaftaran Mahasiswa dan Pengisian KRS
Pada setiap permulaan semester mahasiswa diwajibkan melakukan pendaftaran ulang. Apabila tidak melakukan pendaftaran ulang, mahasiswa yang bersangkutan dianggap telah mengundurkan diri dari haknya sebagai mahasiswa pada semester tersebut dicabut. Untuk dapat mengikuti perkuliahan semester berikutnya, mahasiswa tersebut diharuskan mendaftarkan diri kembali dengan membayar penuh kewajiban keuangan yang berlaku untuk semester tersebut dan semester sebelumnya. Masa studi pada semester yang tidak diikuti akan diperhitungkan sebagai masa studi yang telah ditempuh dalam penyelesaian studi secara keseluruhan.
Pendaftaran program studi dilakukan pada saat pendaftaran ulang dengan cara mengisi Kartu Program Studi (KPS). Pengisian KPS haruslah mengikuti ketentuan sebagai berikut:
a. Mahasiswa semester I hanya diperbolehkan mengambil mata kuliah yang ditawarkan untuk semester 1. Mahasiswa semester berikutnya dapat mengambil mata kuliah sesuai ketentuan.
b. Memperhatikan kelompok mata kuliah wajib dan mata kuliah pilihan.
c. Mata kuliah yang berkesinambungan atau berprasyarat harus ditempuh sesuai dengan urutan yang ditetapkan.
d. Pengambilan jumlah mata kuliah dan beban SKS-nya haruslah mengikuti peraturan yang berlaku dengan mempertimbangkan indeks prestasi serta jumlah SKS minimal dan maksimal yang boleh ditempuh.
RENTANG IPK YUDISIUM
3.50 – 4.00 2.75 – 3.49 2.00 – 2.74
Cumlaude/Terpuji
Amat Baik/Sangat Memuaskan Baik/Memuaskan
===========================================================================
Pedoman Akademik Program Strata Satu Fakultas Sains dan Teknologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. 2009-2012
III-7 3.9. Perubahan, Penukaran dan Pembatalan Mata Kuliah
Perubahan, penukaran, dan pembatalan mata kuliah hanya diperkenankan dalam batas waktu 3 (tiga) minggu sebelum perkuliahan dimulai. Perubahan, penukaran, dan pembatalan mata kuliah harus atas persetujuan PA dan harus dicatat pada Kartu Perubahan Studi (KPS). Mahasiswa yang terlambat melaporkan perubahan,penukaran atau pembatalan mata kuliah dari batas waktu yang sudah ditentukan, maka dinyatakan tidak lulus dalam mata kuliah tersebut.
Pada semester terakhir, karena keadaan yang amat terpaksa, sekiranya mata kuliah yang ada dalam KPS tidak diberikan dalam semester tersebut, maka mahasiswa diperkenankan mengganti mata kuliah lain yang ada dengan persetujuan PA dan ketua Program Studi.
3.10. Kuliah Kerja Nyata (KKN)/Kuliah Kerja Sosial (KKS)
KKN atau KKS merupakan kegiatan intrakurikuler dalam bentuk pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan mahasiswa secara interdisipliner dan lintas sektoral. KKN bermaksud untuk mengembangkan kepekaan dan tanggung jawab sosial mahasiswa, serta membantu proses pembangunan, terutama pembangunan pedesaan dan perkotaan yang secara nilai-nilai keagamaan sosial budaya dan teknologi masih harus dikembangkan. KKN/KKS diselenggarakan melalui kerja sama antara FST dengan Pusat Pengabdian pada Masyarakat (P3M) FST dan Lembaga Pengabdian Masyarakat (LPM) UIN. KKN/KKS diorganisir oleh P3M dan LPM dengan dosen pembimbing dari sejumlah fakultas di lingkungan UIN. KKN/KKS memiliki tiga bentuk, yaitu: (a) KKN/KKS Reguler/Konvensional; (b) KKN/KKS bebas terkendali; dan (c) KKN/KKS Ekuivalensi.
3.10.1. KKN/KKS Reguler/Konvensional.
KKN/KKS Reguler diselenggarakan oleh LPM melalui proses dialog dengan mahasiswa; dilakukan secara berkelompok (antara 15-20 orang). Pembimbing ditunjuk sesuai tawaran LPM. Mahasiswa wajib mengajukan proposal yang menggambarkan tantangan dan permasalahan yang perlu pemecahan, lengkap dengan tujuan dan program kegiatan. Bersamaan dengan itu, mahasiswa berhak mengusulkan lokasi KKN/KKS yang ditentukan sesuai kesepakatan.
3.10.2. KKN/KKS Bebas Terkendali
KKN/KKS bebas terkendali diselenggarakan sepenuhnya oleh mahasiswa, termasuk pembentukan kelompok dan penentuan lokasi. Mahasiswa yang akan melakukan KKN/KKS bebas terkendali wajib mendaftar kepada LPM, mengajukan proposal dan menggambarkan rencana kegiatan. LPM akan menunjuk dosen pembimbing. Nilai KKN akan diperoleh mahasiswa melalui proses ujian yang dilakukan oleh pembimbing masing-masing.
3.10.3. KKN/KKS Ekuivalensi
KKN/KKS Ekuivalensi diselenggarakan untuk mahasiswa aktivis yang sudah terbiasa melakukan kegiatan pengabdian masyarakat. LPM akan mengakui kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan mahasiswa sebagai kegiatan KKN/KKS jika mahasiswa menunjukkan bukti-bukti kegiatan, seperti piagam, sertifikat, surat keterangan, dan lain-lain. LPM akan mengakuinya jika kegiatan tersebut mengakumulasi nilai 100, melaui proses penilaian yang dilakukan LPM. Hanya saja, kegiatan yang diakui ialah kegiatan yang dilakukan mulai semester III sebagai mahasiswa FST-UIN.
Mengenai pedoman penilaian, dapat dilihat dalam buku “Petunjuk Teknis Penyelenggaraan KKN/KKS.”
===========================================================================
Pedoman Akademik Program Strata Satu Fakultas Sains dan Teknologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. 2009-2012
III-8 3.11. Praktek Kerja Lapangan (PKL)
Disamping KKN/KKS, mahasiswa FST UIN untuk seluruh program studi wajib mengikuti Praktek Kerja Lapangan (PKL). Mahasiswa dapat melakasanakan PKL di berbagai lembaga dan instansi, baik pemerintah maupun swasta, di lingkungan dalam maupun luar UIN sesuai bidang keahlian masing-masing. PKL dimaksudkan untuk: (a) memantapkan keahlian mahasiswa sesuai kondisi lapangan; (b) meningkatkan wawasan praktis; (c) memberikan bekal kepada mahasiswa agar lebih meningkatkan apresiasi pengetahuan teoritis berdasarkan realitas lapangan; (d) mengetahui lapangan kerja; dan (e) meningkatkan hubungan sosial.
PKL dilaksanakan bagi mahasiswa yang sudah memperoleh 110 SKS. Mahasiswa PKL dibimbing oleh dosen yang mendapat surat tugas dari Dekan cq: Pembantui Dekan Bidang Akademik berdasarkan usulan dari Jurusan/Program Studi. Pembimbing memantau pelaksanaan PKL dan memberikan penilaian bagi peserta PKL. Setelah selesai PKL, mahasiswa wajib membuat laporan PKL. Laporan ini menjadi salah satu komponen penilaian.
3.12. Penulisan Skripsi
Mahasiswa FST dituntut untuk menguasai teknik pembuatan karya ilmiah serta mempresentasikannya dengan baik. Karena itu, pada akhir perkuliahan mahasiswa diharuskan melakukan penelitian sebagai tugas akhir dan menuangkan laporan penelitian tersebut dalam bentuk Skripsi. Dalam ujian skripsi, mahasiswa wajib mempresentasikan hasil penelitian serta menjawab berbagai persoalan yang terkait dengan hasil penelitian tersebut. Ujian skripsi (munaqasyah) mencakup aspek teknik penulisan dan substansi masalah penelitian dan hasil penelitian. Untuk membantu menghasilkan karya ilmiah yang baik, FST secara khusus membuat pedoman penulisan skripsi yang berlaku bagi mahasiswa FST, serta tata cara pengajuan proposal penulisan skripsi, bimbingan, pendaftaran ujian skripsi dan pelaksanaan ujian skripsi. Adapun secara ringkas Prosedur Operasi Standard (POS) penulisan skripsi termuat dalam Lampiran POS.
3.13. Ketentuan Umum Konversi Mata Kuliah dan Nilai Mata kuliah dan nilai yang dapat dikonversi adalah:
a. Mata kuliah yang sama penyebutan dan bobot SKS-nya
b. Mata kuliah yang sama substansinya atau disamakan, tetapi terdapat perbedaan nama atau penyebutan.
c. Dalam hal substansi sebuah mata kuliah yang terdapat kesamaan, mata kuliah tersebut dapat dipersamakan (didekomposisi) dengan mata kuliah lain yang setara.
d. Konversi nilai angka atau huruf berpedoman kepada rentangan nilai yang dirumuskan pada buku ini.
3.14. Cuti Kuliah
Dengan alasan yang rasional mahasiswa yang telah kuliah aktif minimal 2 (dua) semester dapat mengambil cuti kuliah satu semester dan paling banyak dua semester berturut-turut atau tidak berturut-turut selama masa studi. Cuti kuliah ini tidak diperhitungkan sebagai masa studi, tetapi mahasiswa diharuskan membayar uang administrasi yang ditetapkan dengan Keputusan Rektor.
Permohonan cuti kuliah diajukan kepada Rektor c/q Kepala Biro Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan (AAK) melalui Dekan dan disetujui oleh Ketua Prodi paling lambat 1 (satu) bulan sebelum masa pendaftaran ulang. Pengajuan cuti kuliah harus melampirkan hal-hal sebagai berikut:
a. Bukti pendaftaran sebagai mahasiswa pada semester sebelum cuti.
b. Kartu Hasil Studi yang sudah diperoleh.
c. Surat Persetujuan dari dosen penasihat akademik dan/atau program studi.
===========================================================================
Pedoman Akademik Program Strata Satu Fakultas Sains dan Teknologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. 2009-2012
III-9 Jika memenuhi persyaratan, Rektor c/q Kepala Biro AAK menerbitkan surat Keputusan Cuti Kuliah kepada yang bersangkutan secara mandiri dan/atau kolektif yang tembusannya disampaikan kepada Dekan/Direktur dan Bagian Keuangan. Selanjutnya mahasiswa yang bersangkutan diharuskan membayar uang administrasi cuti kuliah pada Bagian Keuangan UIN Jakarta. Surat Keputusan Rektor c/q Kepala Biro AAK dan Tanda Bukti Pernbayaran uang administrasi tersebut disampaikan kepada Bagian Akademik UIN Jakarta sebagai bukti registrasi mahasiswa. Secara keseluruhan alur prosedur Cuti Kuliah ditampilkan pada Lampiran POS Cuti.
3.15. Aktif Kembali Setelah Cuti Kuliah
Mahasiswa yang telah menjalani cuti kuliah diharuskan melakukan pendaftaran ulang pada semester berikutnya dengan memenuhi persyaratan administrasi akademik dan keuangan sesuai dengan peraturan yang berlaku dengan melampirkan SK cuti kuliah yang pernah didapat pada semester sebelumnya.
3.16. Perpanjangan Masa Studi
Perpanjangan masa studi dikhususkan bagi mahasiswa yang masih belum lulus hingga semester 14 (empat belas) dikarenakan alasan yang dapat diterima secara akademik dan administrasi. . Bagi mahasiswa tersebut diperkenankan untuk mengajukan surat perpanjangan studi yang ditujukan ke Dekan dengan alasan yang jelas (seperti seluruh jumlah mata kuliah sudah selesai diambil dan atau masih tersisa tugas akhir (skripis) hanya untuk satu semester.
3.17. Semester Pendek
Perkuliahan semester pendek hanya dapat diikuti oleh mahasiswa yang ingin mengulang mata kuliah dan memperbaiki nilai. Jumlah SKS yang dapat diambil pada semester pendek ini maksimal 9 (sembilan) SKS. Biaya kuliah semester pendek dihitung per SKS yang besarnya ditetapkan dengan Keputusan Rektor.
3.18. Perpindahan Mahasiswa
3.18.1. Mahasiswa Pindah ke FST UIN Jakarta
Mahasiswa perguruan tinggi lain yang bermaksud pindah ke FST UIN Jakarta hanya diperkenankan melalui test masuk sebagaimana prosedur dan persyaratan sebagai calon mahasiswa baru tanpa memandang tahun ijazah SLTA-nya. Apabila yang bersangkutan lulus, maka mata kuliah dan nilai yang pernah diperoleh dari perguruan tinggi asal dapat dikonversi sesuai peraturan program studi di FST. Konversi mata kuliah dan nilai untuk mahasiswa pindahan tersebut diatur sebagai berikut:
a. Mahasiswa yang bersangkutan berasal dari program studi lain di lingkungan UIN
b. Mahasiswa yang bersangkutan berasal dari perguruan tinggi negeri atau swasta (dalam atau luar negeri) yang terakreditasi.
c. Nilai yang dapat dikonversi minimal B atau 68-79.
d. Mata kuliah yang diakui maksimal 50% dari SKS mata kuliah yang dapat dikonversi.
e. Membayar biaya konversi mata kuliah, dihitung berdasarkan jumlah SKS yang diakui. Besar biaya setiap SKS yang diakui ditetapkan dengan SK Rektor.
f. Konversi mata kuliah didasarkan kepada kurikulum yang berlaku di program studi yang dimasuki.
===========================================================================
Pedoman Akademik Program Strata Satu Fakultas Sains dan Teknologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. 2009-2012
III-10 Prosedur pengajuan konversi mata kuliah dan nilai sebagai berikut:
a. Mengajukan permohonan konversi kepada Pimpinan UIN cq. Kepala. Biro AAK atau Kabag Akademik UIN dengan melampirkan:
• Tanda Lulus Ujian Masuk UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.
• Transkrip Akademik/Nilai (asli) yang sudah diperoleh dari Bagian Akademik UIN Jakarta jika.
• Transkrip Akademik/Nilai (asli) yang sudah diperoleh dari perguruan tinggi asal.
• Permohonan Pindah (asli) ke UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dari perguruan tinggi asal.
• Surat keterangan (asli) dari Kedutaan Besar Indonesia di negara asal bagi mahasiswa Indonesia yang berasal dari perguruan tinggi luar negeri.
• Bagi warga negara asing berlaku ketentuan tersendiri.
b. Peserta yang memenuhi persyaratan, oleh Kepala Biro AAK atau Kabag Akademik UIN dikeluarkan surat permohonan kepada Pimpinan Fakultas/Program Studi untuk penetapan konversi mata kuliah dan nilai.
c. Dekan menerbitkan SK/Ketetapan Konversi kepada mahasiswa yang bersangkutan. Oleh mahasiswa yang bersangkutan, SK/Ketetapan Dekan tersebut disampaikan kepada Bagian Akademik UIN untuk diproses sebagai mahasiswa Fakultas/ Jurusan/Program Studi yang baru dengan diterbitkan Kartu Hasil Studi yang baru sesuai dengan hasil konversi.
d. Mahasiswa yang bersangkutan membayar biaya konversi berdasarkan Ketetapan Rektor.
3.18.2. Mahasiswa FST Pindah Fakultas/Program Studi di Lingkungan UIN Jakarta
Mahasiswa FST yang bermaksud pindah Fakultas/Program Studi di lingkungan UIN Jakarta hanya diperkenankan melalui test masuk sebagaimana prosedur dan persyaratan sebagai calon mahasiswa baru. Apabila yang bersangkutan lulus, maka mata kuliah dan nilai yang pernah diperoleh sebelumnya dapat dikonversi sesuai peraturan Fakultas/Program Studi baru dimasuki. Prosedur pengajuan konversi mata kuliah dan nilai sebagai berikut:
a. Mengajukan permohonan konversi kepada Pimpinan UIN c/q. Kepala Biro AAK atau Kabag Akademik UIN dengan melampirkan:
• Tanda Lulus Ujian Masuk UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.
• Transkrip Akademik/Nilai (asli) yang sudah diperoleh selama studi di FST
• Permohonan Pindah (asli) dari FST ke Fakultas/Program Studi baru di lingkungan UIN Jakarta.
b. Peserta yang memenuhi persyaratan, oleh Kepala Biro AAK atau Kabag Akademik UIN dikeluarkan surat permohonan kepada pimpinan Fakultas/Program Studi untuk penetapan konversi mata kuliah dan nilai.
c. Dekan menerbitkan SK/Ketetapan Konversi kepada mahasiswa yang bersangkutan. Oleh mahasiswa yang bersangkutan, SK/Ketetapan Dekan/Direktur tersebut disampaikan kepada Bagian Akademik UIN untuk diproses sebagai mahasiswa Fakultas/Program Studi baru dengan diterbitkan Kartu Hasil Studi baru sesuai dengan hasil konversi.
d. Mahasiswa yang bersangkutan membayar biaya konversi berdasarkan Ketetapan Rektor.
3.18.3. Mahasiswa Pindah dari UIN Jakarta
Mahasiswa FST yang akan pindah dari UIN Jakarta dapat diberikan surat pindah apabila tidak sedang dalam status cuti kuliah, tidak sedang dalam skorsing atau putus studi. Prosedur pengajuan pindah kuliah dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta sebagai berikut:
===========================================================================
Pedoman Akademik Program Strata Satu Fakultas Sains dan Teknologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. 2009-2012
III-11 a. Mahasiswa yang bersangkutan mengajukan permohonan tertulis kepada Rektor c/q Kepala
Biro AAK dengan melampirkan surat keterangan kesediaan perguruan tinggi yang dituju untuk menerima mahasiswa tersebut.
b. Permohonan disertai dengan bukti bebas keuangan dari Bagian Keuangan atau bebas dari tanggungan lain-lain (seperti perpustakaan dan asrama) UIN Jakarta.
c. Rektor c/q Kepala Biro AAK menerbitkan Surat Keterangan Pindah Studi (Keluar) atas permintaan sendiri dengan lampiran transkrip nilai.
3.19. Wisuda Sarjana
a. Mahasiswa yang telah menyelesaikan seluruh program studi di FST UIN Syarif Hidayatullah Jakarta berhak untuk diwisuda dengan tatacara sebagai berikut:
• Yang mewisuda adalah Rektor.
• Wisuda dilakukan 3 (tiga) kali setahun.
• Wisudawan/wisudawati memakai atribut upacara wisuda.
• Ikrar kesarjanaan diucapkan oleh seluruh wisudawan/ wisudawati yang dipimpin oleh seorang wisudawan/wisudawati.
b. Wisudawan/wisudawati yang mendapat IPK tertinggi dan tercepat penyelesaian studinya (maksimal 5 tahun bagi Program Sl), dan nilai tambah lainnya (menurut tim) serta tidak pernah terkena sanksi (hukuman), diberikan predikat dan penghargaan
"Wisudawan/Wisudawati Terbaik" yang ditandatangani oleh Rektor.
c. Pemilihan wisudawan/wisudawati terbaik dilakukan untuk setiap program studi.
3.20. Ijazah
a. Mahasiswa yang telah menyelesaikan semua program studi di FST memperoleh ijazah sebagai bukti bahwa yang bersangkutan telah memenuhi syarat, telah dinyatakan lulus, dan telah diwisuda.
b. Persyaratan pengambilan ijazah:
• Surat Keterangan Bebas Pustaka (Perpustakaan Utama dan Perpustakaan Fakultas).
• Transkrip Nilai dari Fakultas/Program Studi.
• Surat Keterangan Penyerahan Skripsi.
• Surat Keterangan Bebas Keuangan.
• Surat Keterangan Bebas Pinjaman lainnya.
c. Ijazah diambil sendiri oleh yang bersangkutan paling lama 1(satu) tahun setelah diwisuda.
3.21. Gelar Akademik
Sejalan dengan penerimaan Ijazah, alumni Fakultas Sains dan Teknologi UIN memperoleh gelar akademik sesuai Prodi masing-masing. Alumni Jurusan Teknik Informatika dan Sistem Informasi memperoleh gelar Sarjana Komputer (S.Komp).; Alumni Prodi Agribisnis memperoleh gelar Sarjana Pertanian (SP) dan Alumni Jurusan MIPA memperoleh gelar Sarjana Sains (S.Si);
3.22. Sanksi Akademik dan Non-Akademik 3.22.1. Sanksi Akademik
Mahasiswa yang melanggar ketentuan administrasi akademik dilakukan sanksi akademik sebagai berikut:
a. Mahasiswa yang melakukan pendaftaran di luar waktu yang sudah ditentukan dikenakan biaya administrasi tambahan sebagai berikut: :
• Hari pertama. sampai dengan hari keenam 10% dari SPP
===========================================================================
Pedoman Akademik Program Strata Satu Fakultas Sains dan Teknologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. 2009-2012
III-12
• Hari ketujuh sampai dengan hari ketigabelas 20% dari SPP
b. Mahasiswa yang tidak melakukan pendaftaran sampai dengan hari ketigabelas sesudah waktu pendaftaran yang ditentukan, tanpa alasan yang dapat diterima, dinyatakan tidak terdaftar sebagai mahasiswa pada semester tersebut dan dikenakan sanksi berupa tidak memperoleh pelayanan akademik dan administrasi serta tidak dapat mengajukan cuti kuliah.
c. Mahasiswa yang tidak melakukan pendaftaran satu semester diwajibkan membayar SPP semester yang bersangkutan ditambah pernbayaran denda 50%.
d. Mahasiswa yang tidak melakukan pendaftaran dua semester berturut-turut dikenakan sanksi akademik berupa pemutusan studi (dikeluarkan dari FST UIN)
e. Mahasiswa yang kehadirannya dalam mengikuti kuliah kurang dari 75% dari kehadiran dosen dalam satu semester, tidak berhak mengikuti ujian untuk mata kuliah bersangkutan dan dinyatakan tidak lulus untuk mata kuliah tersebut.
f. Mahasiswa yang tidak melaksanakan tugas-tugas terstruktur dan/atau tugas-tugas mandiri, kepadanya dapat dikenakan sanksi penundaan atau pembatalan nilai yang diperolehnya oleh dosen yang bersangkutan.
g. Mahasiswa yang memperoleh indeks prestasi kurang dari 2.00 pada semester dua, semester empat, semester enam, dan semester delapan, dikenakan sanksi akademik berupa gugur studi.
h. Mahasiswa yang tidak dapat menyelesaikan program studi setelah menghabiskan masa studi maksimurn 14 semester dikenakan sanksi akademik berupa gugur studi.
i. Mahasiswa yang tidak dapat menyelesaikan perbaikan skripsi dalam waktu tiga bulan sejak pelaksanaan ujian skripsi, maka nilai ujian skripsinya dinyatakan batal dan diharuskan untuk mengikuti ujian ulang skripsi.
j. Penetapan sanksi akademik diusulkan oleh Tim FST. Usulan tersebut oleh Dekan diteruskan kepada Rektor untuk diterbitkan Surat Keputusan Pemberhentian Studi (yang dikeluarkan oleh UIN).
k. Mahasiswa yang telah menerima Surat Keputusan Pemberhentian Studi tidak diperkenankan lagi mengikuti studi pada fakultas-fakultas di lingkungan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.
3.22.2. Sanksi Non-Akademik
Mahasiswa yang melanggar ketentuan non-akademik, hukum dan moral dapat dikenakan:
a. Teguran;
b. Peringatan keras;
c. Skorsing dalam jangka waktu tertentu;
d. Dikeluarkan dari UIN.
Jenis-jenis hukuman di atas ditetapkan dengan Keputusan Rektor berdasarkan usulan Senat Universitas setelah memperhatikan rekomendasi tim khusus yang terdiri atas berbagai unsur, baik di tingkat fakultas maupun di tingkat universitas. Pengeluaran mahasiswa dengan alasan non-akademik hanya dapat dilakukan oleh Rektor berdasarkan sidang Senat Universitas.
===================================================================
Pedoman Akademik Program Strata Satu Fakultas Sains dan Teknologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. 2009-2012
IV-1
BAB 4
PROGRAM STUDI, KURIKULUM DAN TENAGA PENGAJAR
4.1. Program Studi, Kurikulum dan Tenaga Pengajar
FST-UIN memiliki tujuh program studi, yaitu Program Studi Teknik Informatika, Sosial Ekonomi Pertanian/Agribisnis, Sistem Informasi, Matematika, Fisika, Kimia dan Biologi. Selain Program Studi Regular juga telah dikembangkan Program Non Regular (kini lebih dikenal dengan Program Eksekutif/Kelas Khusus) serta Internasional Program Gambaran masing-masing Prodi tersebut sebagai berikut.
4.1.1. Program Reguler.
4.1.1.1. Program Studi Teknik Informatika a. Latar Belakang
Informasi merupakan sebuah kekuatan yang memiliki implikasi bagi kekuatan ekonomi, politik, budaya dan kekuatan lainnya. Menguasai informasi berarti menguasai berbagai aspek kehidupan.
Dalam dunia usaha, misalnya, sangat sulit untuk memiliki kemampuan bersaing dengan baik tanpa memiliki akses terhadap informasi mengenai kebutuhan terhadap produk, sumber barang, pesaing, dan fluktuasi pasar. Padahal karakteristik pasar berubah dengan sangat cepat. Dalam konteks ini, kemampuan networking dan rekayasa perangkat lunak sangat diperlukan.
Kebutuhan terhadap informasi terasa semakin urgen bagi sebuah masyarakat yang sedang mengalami perubahan menuju modernitas. Masyarakat Indonesia kini sedang berubah dari masyarakat yang berbasis pertanian tradisional menuju masyarakat modern yang berbasis industri pertanian, dengan menggunakan berbagai teknologi modern. Karena itu, masyarakat Indonesia sangat membutuhkan kecepatan dan akurasi informasi. Informasi tersebut sangat sulit diperoleh tanpa menguasai perangkat keras dan perangkat lunak. Tanpa penguasaan teknologi informasi tersebut, kita akan tergantung terhadap informasi yang disajikan pihak lain, sehingga tidak mungkin memiliki kemampuan bersaing untuk memperoleh informasi.
Dengan beberapa pertimbangan tersebut, maka keberadaan Program Studi Teknik Informatika menjadi sesuatu yang sangat penting. Untuk itulah, Fakultas Sains dan Teknologi UIN menyelengarakan Program Studi Teknik Informatika sejalan dengan perubahan IAIN (Instiut Agama Islam Negeri) menjadi Universitas Islam Negeri (UIN) dengan harapan akan menghasilkan lulusan yang profesional di bidang teknik informatika, sekaligus memiliki apresiasi keislaman yang cukup baik.
b. Profil Prodi Teknik Informatika Visi
Menjadi Program Studi Teknik Informatika yang terkemuka, baik secara nasional, regional maupun internasional yang mengintegrasikan kaidah-kaidah keilmuan, norma-norma dan etika keislaman, serta keindonesiaan.