JURNAL EKONOMI STIE PASIM SUKABUMI 46 THE EFFECT OF INCENTIVES AND WORK YEARS ON EMPLOYEE
PRODUCTIVITY IN THE SALES AGENT DIVISION OF PT HOME KREDIT INDONESIA SUKABUMI AREA
Neneng Yanti Andriani, S.Pd, MM STIE PASIM SUKABUMI [email protected]
ABSTRACT
Providing compensation, both financial compensation as well as non compensation Efforts to foster and increase the motivation of employees, a manager should know things that can encourage employees to be more enthusiastic and active in carrying out their work. Things that motivate the work can be called a motivator such as in the form of appropriate wages or salaries. The phenomenon in this study is that there are still inaccuracies in the realization of incentives according to the time they should and are unfair and often occur inappropriately given to employees who are not supposed to so it has an impact on the level of employee job satisfaction. The purpose of this study was to determine the effect of Incentives and Work Years on Employee Productivity in the Sales Agent Division of PT Home Kredit Indonesia Sukabumi Area. The design in this study uses a survey method with descriptive approach and associative methods. The population in this study were all employees in the Division of Sales Agent of PT Home Kredit Indonesia Sukabumi Area, the samples used were all employees in the population or by census in 2019 as many as 56 employees. To test the analysis of research instruments used validity, reliability and classic assumption tests, then for statistical analysis and relationship analysis the Pearson product moment correlation was used, the coefficient of determination, multiple linear regression and to test the hypothesis the t test and F test were used. Based on the results of research that has been done it can be seen that simultaneously incentives and tenure are positively and significantly influential on Employee Productivity in the Sales Agent Division of PT Home Kredit Indonesia Sukabumi Area. By comparing Fcalculate with Ftable (85.808> 2.78), it means that H0 is rejected and H1 is accepted, so the research hypothesis proposed in this study is proven that incentives and years of service together (simultaneously) affect the Productivity of Employees in the PT Sales Agent Division Home Credit Indonesia Sukabumi Area. The magnitude of the contribution of the influence of Incentives and Work Period on employee productivity is 76.38%, while the remaining 23.62%
is influenced by variables not examined including leadership, communication, work environment, work motivation and so on that are not studied by researchers.
Keywords: Incentives, Years of Service, and Employee Productivity I. PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang Penelitian
Perusahaan pada umumnya didirikan dengan tujuan dapat melangsungkan hidupnya dan
diharapkan dapat memperoleh laba yang maksimum. Untuk itu perusahaan harus
memperhatikan ketatnya persaingan dalam dunia bisnis dan kondisi perekonomian yang tidak
menguntungkan, memaksa para pengusaha untuk selalu giat berusaha agar perusahaan mampu
menghasilkan laba yang maksimal. Untuk mencapai laba yang maksimal, setiap perusahaan
dalam melakukan kegiatannya tidak terlepas dari peran sumber daya-sumber daya yang ada
pada perusahaan tersebut, salah satunya adalah manusia. Sumber daya manusia merupakan
faktor utama bagi kelancaran dan kelangsungan hidup sebuah perusahaan. Dalam segala usaha
JURNAL EKONOMI STIE PASIM SUKABUMI 47
yang dijalankan setiap perusahaan tentu mempunyai tujuan tertentu yang ingin dicapai secara efisien yaitu dengan sejumlah biaya operasional tertentu yang bisa menghasilkan laba yang maksimal untuk kelangsungan hidup dan perkembangan perusahaan tersebut. Segala usaha dilakukan untuk mencapai tujuan diantaranya dengan menggunakan sumber daya yang tersedia, sumber daya tersebut meliputi modal, bahan mentah, teknologi dan juga diperlukan adanya peran sumber daya manusia yang handal dan profesional, hal tersebut dilakukan untuk diharapkan dapat tercapai tingkat produktivitas yang tinggi. Dalam segala usaha yang dijalankan setiap perusahaan tentu mempunyai tujuan tertentu yang ingin dicapai secara efisien yaitu dengan sejumlah biaya operasional tertentu yang bisa menghasilkan laba yang maksimal untuk kelangsungan hidup dan perkembangan perusahaan tersebut. Segala usaha dilakukan untuk mencapai tujuan diantaranya dengan menggunakan sumber daya yang tersedia, sumber daya tersebut meliputi modal, bahan mentah, teknologi dan juga diperlukan adanya peran sumber daya manusia yang handal dan profesional, hal tersebut dilakukan untuk diharapkan dapat tercapai tingkat produktivitas yang tinggi.
Tabel 1.1
Hubungan Insentif, Upah, Masa Kerja dengan Target dan Realisasi Volume pencapaian target sales agent produk PT. Home Kredit Indonesia Area Sukabumi. 2018
Bulan
Target Penjualan Sales
Agent
Realisasi Target Penjualan Sales
Agent
Standar % penerimaan Insentif Upah
dan Masa
Realisasi target
(%)
Januari 300 Unit HP 175 Unit HP 58.33% 58 .33%
Februari 275 Unit Furniture
120 Unit
Funiture 33 % 33%
Maret 300 Unit TV Merek Samsung
200 Unit TV
Samsung 43.6 % 60 %
April 250 Unit Laptop 150 Unit Laptop 60% 60%
Mei 275 Unit TV
Thosiba 200 Unit Thosiba 72.7% 72.7%
Juni 300 Unit Gadget 295 Unit Gadget 98.5 % 98.5 % Juli 250 alat alat
rumah tangga
240 alat alat
rumah tangga 96% 96%
Agustus 325 Unit Tempat Tidur
280 Unit Tempat
Tidur 93,3 % 93. %
September 300 Unit TV Merek Panasonic
280Unit Merek
Panasonic 86.15% 86.15%
Oktober 300 Unit HP 120 Unit HP 40 % 40 %
Nopember
275 u nit Furniture
200 Unit TV Samsung Unit Furniture
86% 86%
Desember 300 Unit TV Merek Samsung
295 Uunit TV
Merek samsung 98% 98%
(Sumber: Perumda Kabupaten Sukabumi, 2018)
Berdasarkan tabel 1.1 di atas, menunjukkan bahwa jumlah realisasi target penjualan produk Home Kredit Indonesia Area Sukabumi untuk area masyarakat Kota Sukabumi mengalami kenaikan dan penurunan (Fluktuatif) dari bulan Januari sampai bulan Desember 2018.
Fluktuatif realisasi target penjualan ini. Hal ini terjadi disebabkan karena pada dasarnya semua
aktivitas dan prestasi perusahaan sangat tergantung kepada Komitmen Karyawan kearah
peningkatan prestasi kerja nkaryawanya. Peningkatan kualitas Komitment dan peningkatan dan
JURNAL EKONOMI STIE PASIM SUKABUMI 48
penurunan pemberian kompensasi berupa upah dan Insentif yang diberikan perusahaan kepada karyawanya dilakukan dan disesuaikan dengan masa kerjanya secara efektif akan dapat mendorong ke arah peningkatan produktifitas kerja pegawainya untuk melakukan yang terbaik bagi perusahaannya sesuai tugas dan tanggung jawabnya sehingga masyarakat atau konsumen untuk melakukan pembelian dan memililih produk –produk Home Kredit yang dijual PT.
Home Kredit Indonesia Area Sukabumi Divisi Sales Agent Unit Penjaulan kepada konsumenjya .
Septiani (2017 :12) yang hasil penelitiannya menemukan bahwa faktor Insentif (X1) dan lama masa kerja (X2) berpengaruh positif dan signifikan terhadap produktivitas tenaga kerja (Y). Sedangkan Hermanto (2017 :11) yang menemukan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan terhadap produktivitas kerja karyawan, sehingga penelitian yang dilakukan oleh Septiani dan Hermanto maka dapat dikatakan bahwa factor iinsentif dan masa kerja berpengaruh terhadap produktivitas tenaga kerja
Berdasarkan uraian fenomena masalah diatas dan didukung dengan feneomene teori di atas, maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul “Pengaruh Insentif dan Masa Kerja Terhadap Produktifitas Karyawan Divisi Sales Agent PT Home Kredit Indonesia Area Sukabumi”.
1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian pada latar belakang di atas, maka dapat dirumuskan beberapa masalah yaitu:
1. Bagaimana Pemberian Insentif pada Karyawan Divisi Sales Agent PT Home Kredit Indonesia Area Sukabumi
2. Bagaimana Masa Kerja pada Karyawan Divisi Sales Agent PT Home Kredit Indonesia Area Sukabumi
3. Bagaimana Produktifitas Kerja pada Karyawan Divisi Sales Agent PT Home Kredit Indonesia Area Sukabumi
4. Bagaimana Pengaruh Insentif dan Masa Kerja terhadap Produktifitas Kerja pada karyawan Divisi Sales Agent PT Home Kredit Indonesia Area Sukabumi
1.3. Maksud dan Tujuan Penelitian
Maksud dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh Insentif, Upah dan Masa Kerja terhadap Produktifitas pada karyawan Divisi Sales Agent PT Home Kredit Area Sukabumi.
Adapun tujuan dari penelitian yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah :
Untuk mengetahui dan mendapatkan kajian tentang pengaruh Berdasarkan uraian pada latar belakang di atas, maka dapat dirumuskan beberapa masalah yaitu:
1. Untuk mengetahui pemberian Insentif pada Karyawan Divisi Sales Agent PT. Home Kredit Indonesia Area Sukabumi.
2. Untuk Mengetahui Masa Kerja pada Karyawan Divisi Sales Agent PT Home Kredit Indonesia Area Sukabumi.
3. Untuk Mengetahui Produktifitas pada Karyawan Divisi Sales Agent PT Home Kredit Indonesia Area Sukabumi
4. Untuk Mengetahui pengaruh Insentif dan Masa Kerja terhadap Produktifitas Kerja pada karyawan Divisi Sales Agent PT Home Kredit Indonesia Area Sukabumi
1.4 Kegunaan Penelitian
Hasil penelitian ini di bagi atas tiga manfaat yaitu : 1. Bagi Penulis
Hasil penelitian diharapkan dapat bermanfaat dan memberikan kontribusi bagi penulis
untuk mengembangkan ilmu pengetahuan secara umum, khusunya manajemen sumber
daya manusia, yang berkaitan dengan masalah insentif,upah dan masa kerja serta
produktifitas kerja pegawai.
JURNAL EKONOMI STIE PASIM SUKABUMI 49 Lama Kerja
2. Bagi Akademisi
Penelitian ini diharapkan memberikan referensi bagi seluruh mahasiswa dan kalangan akademisi yang ingin mepelajari masalah yang berhubungan Dengan Insentif, Upah dan Masa Kerja terhadap Produktifitas Kerja pegawai. Serta sebagai suatu hasil karya yang dapat dijadikan sebagai bahan wacana dan pustaka bagi mahasiswa atau kalangan akademisi yang memiliki ketertarikan meniliti dibidang yang sama.
3. Bagi Manajemen PT. Home Kredit Indonesia Area Sukabumi
Penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan kebijakan dan diharapkan mampu memberikan kontribusi bagi perusahaan sebagai dasar pengambilan keputusan yang harus di lakukan pihak manajemen PT. Asira Fiance imasa yang akan datang.
1.5 Kerangka Pemikiran
Menurut Malayu S.P Hasibuan (2016:117), Menyatakan bahwa :
“Insentif adalah tambahan balas jasa yang diberikan kepada karyawan tertentu yang prestasinya di atas prestasi standar. Insentif ini merupakan alat yang dipergunakan
pendukung prinsip adil dalam pemberian kompensasi”
Masa kerja (X2) merupakan salah satu indikator tentang kecenderungan para pekerja dalam melakukan aktivitas kerja. Pendapat yang dikemukakan oleh Muchdarsyah (2018:40) bahwa : Masa kerja dapat dilihat dari berapa lama masa kerja atau pengabdian seseorang karyawan maka setiap pegawai memiliki rasa tanggungjawab, rasa ikut memiliki, keberanian dan mawas diri dalam kelangsungan hidup perusahaan sehingga berpengaruh terhadap produktivitas tenaga kerja”
Moeheriono (2017:61) Produktifitas Kerja Pegawai (Y) adalah sebagai hasil kerja yang dapat dicapai oleh seseorang atau sekelompok orang dalam suatu organisasi baik secara kuantitatif maupun kualitatif, sesuai dengan kewenangan dan tugas dan tanggung jawab masing -masing, dalam upaya mencapai tujuan organisasi bersangkutan secara legal, tidak melanggar hukum dan sesuai dengan moral maupun etika. Produktifitas Kerja Pegawai sangat erat kaitannya dengan hasil kerja dari seorang pegawai.
Berdasarkan uraian di atas, maka dapat digambarkan kerangka pemikiran sebagai berikut :
Gambar 1.1 Kerangka Pemikiran Penelitian
Untuk lebih seksama dapat dilihat dalam gambar paragdigma penelitian sebagai berikut : dalam gambar paradigma penelitian sebagai berikut
Produktifitas Karyawan (Y)
Keputusan Pelanggan
Kualitas Kerja
Kebutuhann Kelayakan
Lama Kerja
(X1)Insntif
(X2)
Masa Kerja
PT.Home Kredit Indonesia Slaes Agent
Karena Prestasi
Moeheriono (2017 : 61 )
Magang Kuantititas Kerja
Hasibuan
(2016 :78
Muchdarsyah
(2018:40)
JURNAL EKONOMI STIE PASIM SUKABUMI 50
Gambar 1.2
Paradigman Penelitian Keterangan :
Variabel X1 (Independen) : Insentif Variabel X2 (Independen) : Masa Kerja Variabel Y (Dependen) : Produktiftas Kerja
Berdasarkan kerangka pemikiran di atas, maka dapat dibuat paradigma penelitian.
Menurut Sugiyono (2017:42), menyatakan bahwa: “paradigma penelitian adalah Pola pikir yang menunjukkan hubungan antara variabel yang akan diteliti yang sekaligus mencerminkan jenis dan jumlah rumusan masalah yang perlu dijawab melalui penelitian, teori yang digunakan untuk merumuskan hipotesis, jenis dan jumlah hipotesis, dan teknik analisis statistik yang akan digunakan”.
1.6 Hipotesis Penelitian
Berdasarkan identifikasi masalah, tujuan penelitian dan kerangka pemikiran di atas yang dilandasi atas dasar landasan teoritis, maka dirumuskan hipotesis, sebagai berikut: “Terdapat Pengaruh Insientif dan Upah Terhadap Produktifitas Kerja Karyawan pada Divisi Sales Agent PT Home Kredit Indonesia Area
1.8. Waktu Dan Tempat Penelitian
Penelitian dilakukan di kantor PT Home Kredit Indonesia Area Sukabumi di . Jalan Ahamad Yani No 227 Sukabumi, Jawa Barat 43351 Dengan waktu penelitian direncanakan dimulai bulan Maret sampai dengan bulan Agustus 2019.
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Pengertian Manajemen
2.1.1. Definisi Manajemen Sumber Daya Manusia Menurut Hasibuan (2017: 10) mengemukakan:
“Manajemen sumber daya manusia adalah ilmu dan seni mengatur hubungan dan perananan tenaga kerja agar efektif dan efisien membantu terwujudnya tujuan organisasi, karyawan, dan masyarakat”
2.2 Pengertian Insentif (X)
Menurut Malayu S.P Hasibuan (2016:117), Menyatakan bahwa :
“Insentif adalah tambahan balas jasa yang diberikan kepada karyawan tertentu yang prestasinya di atas prestasi standar. Insentif ini merupakan alat yang dipergunakan pendukung prinsip adil dalam pemberian kompensasi”.
2.3 Pengertian Masa Kerja (X2) Menurut Muchdarsyah (2018 :40) :
Masa kerja dapat dilihat dari berapa lama masa kerja atau pengabdian seseorang karyawan maka setiap pegawai memiliki rasa tanggungjawab, rasa ikut memiliki, keberanian dan mawas diri dalam kelangsungan hidup perusahaan sehingga berpengaruh terhadap produktivitas tenaga kerja
X2
Y
X1
JURNAL EKONOMI STIE PASIM SUKABUMI 51
2.4 Pengertian Produktifitas Kerja (Y)
Menurut
Moeheriono (2017:61) “
Prestasi Kerja Pegawai adalah hasil kerja secara kuantitas dan kualitas yang di capai oleh seorang pegawai dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggungjawab yang diberikan kepadanya2.5 Pengaruh Insentif Terhadap Produktifitas Kerja Karyawan
Hal ini sesuai dengan pendapat Moekijat, (2016: 201) yang menyatakan bahwa:
“Salah satu cara dalam meningkatkan produktifitas karyawan adalah melalui Pemingkatan Kualitas Komitmen Organisasi. Komitmen Organisasi adalah, suatu tahapan proses pengukuran kesetiaaan karyawan yang terstruktur yang ada dalam organisasi suatu perusahaan yang dapat diduduki oleh para karyawan melalui proses penilaian komitmen organisasi yang dilakukan oleh manajemen perusahaan.”
2.6 Pengaruh Masa Kerja Terhadap Produktifitas Kerja Pegawai Menurut Manullang (2016 : 110) menyatakan bahwa:
“Masa Kerja terjadi dalam suatu organisasi dapat menjadi salah satu tolak ukur untuk dapat mengukur kualitas kinerja pegawainya karena pengaruh positifnya terhadap moral.
karyawan yang bersangkutan dan dapat mempengaruhi prestasi dan moral karyawan lainnya di organisasi tersebut. Menaikan gaji dan insentif, fasilitas, status dan bahkan bonus merupakan suatu pemberian hadiah atau penghargaan yang tinggi bagi karyawan yang telah berjasa dan memiliki masa kerja yang lama serta juga berprestasi tinggi untuk perusahaan tersebut agar dapat terus belajar memperbaiki kualitas diri dan kinerjanya sehingga diharapkan dapat terus meningkatkan prestasi kerjanya menjadi lebih baik lagi setelah karyawan tersebut menerima kompensasi yang tinggi dari perusahaan.
2.7 Pengaruh Penerapan Insentif dan Upah Terhadap produktifitas karyawan Kerja Karyawan
Menurut pendapat Hasibuan (2017: 87) menyatakan sebagai berikut:
“Penilaian produktifitas karyawan adalah menilai rasio hasil kerja nyata dengan standar kualistas maupun kuantitas yang dihasilkan setiap karyawan dengan menetapkan kebijaksanaan berarti apakah karyawan akan dipromosikan, dan atau diberikan kompensasi tingi atau balas jasanya dinaikkan. Kebijakan promosi dan kompensasi merupakan suatu kebijakan yang cukup dominan dalam meningkatkan prestasi kerja karyawan di suatu organisasi apabila dilaksanakan dengan baik dan benar”.
III. OBJEK DAN METODE PENELITIAN 3.1. Objek Penelitian
3.1.1. Sejarah Singkat PT Home Kredit Indonesia Area Sukabumi
PT. Home Credit Indonesia merupakan perusahaan pembiayaan multiguna yang menyediakan pembiayaan di toko (pembiayaan non-tunai langsung di tempat) untuk Konsumen yang ingin membeli produk-produk seperti alat rumah tangga, alat-alat elektronik, handphone dan furnitur. Berdiri pada tahun 2013 dan saat ini telah melayani lebih dari 900.000 pelanggan, memiliki lebih dari 5.500 titik penjualan dan memperkerjakan lebih dari 5.500 karyawan (data per 30 April 2017). Mitra dari PT Home Kedit Indonrsia saat ini adalah produsen dan peritel terkemuka diantaranya Erafone, Electronic Solution, Home Solution, Informa, Electronic City, IKEA, Oke Shop, Global Teleshop, Hypermart, Trans Hello, Lotte Mart, ACE Hardware, Gramedia dan lain sebagainya. PT. Home Credit Indonesia juga memberikan pelayanan yang mudah, sederhana dan cepat. serta melayani lebih dari 119,6 juta pelanggan melalui jaringan distribusi yang terdiri dari sekitar 426.900 titik penjualan, kantor pinjaman, cabang, kantor pos, dan ATM. Laba konsolidasi naik 80% dari tahun ke tahun menjadi EUR 571 juta sepanjang tahun 2018, didorong oleh pertumbuhan portofolio pinjaman tunai dan peningkatan hasil, didukung oleh skala dan efisiensi jaringan pinjaman dalam toko dan pinjaman online Home Credit yang luas
3.2 Metodologi Penelitian
JURNAL EKONOMI STIE PASIM SUKABUMI 52
Menurut Sugiyono, (2014:2).Metode Penelitian pada dasarnya merupakan cara ilmiah untuk mendapatkan data yang valid dengan tujuan yang bersifat penemuan, pembuktian dan pengembangan suatu pengetahuan sehingga hasilnya dapat digunakan untuk memahami, memecahkan dan mengantisipasi masalah
3.2.1 Racangan Penelitian
Metode Deskriptif menurut Sugiono (2010:48) adalah suatu penelitian yang berkenaan dengan pertanyaan terhadap keberadaan variabel mandiri, baik hanya pada satu variabel atau lebih (variabel mandiri adalah yang berdiri sendiri, bukan variabel independen, Metode asosiatif : dapat dikatakan sebagai kelanjutan dari metode deskriptif dimana kita hanya menghimpun, menyajikan data secara cermat dan teliti. Akan tetapi metode deskriptif tidak melakukan uji hipotesis tentang hubungan antara variabel.
3.2.2 Prosedur Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan sesuai dengan prosedur penelitian ilmiah, seperti pendapat Bambang. S. Soedibjo (2013: 7), meliputi 8 langkah penelitian yaitu :
1. Observasi : Identifikasi minat penelitian secara umum
2. Pengumpulan data awal : Wawancara atau survei kepustakaan 3. Merumuskan Masalah
4. Kerangka teoritis : Variabel diidentifikasikan secara jelas 5. Perumusan hipotesis
6. Disain penelitian
7. Pengumpulan Data, analisis dan penarikan kesimpulan 8. Deduksi
3.2.3 Unit Analisis
Unit analisis adalah unit yang akan digunakan untuk menjelaskan atau menggambarkan karakteristik dari kumpulan objek yang lebih besar lagi (Soedibjo,2015:40). Sedangkan menurut Suharsimi (2016:143) Unit analisis adalah satuan tertentu yang diperhitungkan sebagai subjek penelitian. Unit analisis dapat berupa individu, kelompok, organisasi atau artefak. Dalam penelitian ini yang menjadi unit analisisnya adalah individu yaitu konsumen yang membeli produk –produk Home Kredit secara non tunai (kredit) pada Pt Home Kredi Area Sukabumi.
3.2.4 Populasi dan Sempel 3.2.4.1 Populasi
Populasi menurut Sugiyono (2014:117), populasi adalah generalisasi yang terdiri atas obyek/subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk di pelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya. Populasi penelitian ini adalah seluruh Karyawan Divisi Sales Agens PT. Home Kredit Indonesia Area Sukabumi yang berjumlah 56 karyawan.
3.2.4.2 Teknik Penarikan Sampel
Menurut Sugiyono (2015:118) adalah bagian dari jumlah dan karateristik yang dimiliki oleh populasi tersebut. Pengambilan sampel dalam penelitain ini menggunakan teknik yaitu sampel jenuh atau Teknik sering disebut sampling sensus. Menurut sugiyono (2015:96) sampling jenuh atau sensus adalah teknik penentuan sampel apabila semua anggota populasi digunakan sebagai sampel. Hal ini sering dilakukan bila jumlah populasi relatif kecil yaitu 56 karyawan PT. Home Kredit Area Indonesia, kurang 100 Orang atau penelitian yang membuat generalisasi dengan kesalhan yang sangat kecil.
3.2.5 Teknik pengumpulan data
Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dengan cara mengedarkan daftar pertanyaan yang harus diisi oleh responden yang akan dijadikan sampel dari populasi. Teknik ini dilakukan untuk mendapatkan data primer dan melengkapi data yang telah didapat dalam hal ini digunakan angket, yaitu memberikan daftar pertanyaan untuk diisi oleh responden yang menjadi sampel dalam penelitian.
JURNAL EKONOMI STIE PASIM SUKABUMI 53 Seperti yang dikemukakan oleh Bambang (2005:91) yaitu "Kuesioner adalah himpunan pertanyaan yang telah dirancang terlebih dahulu dimana responden diberi alternatif pilihan jawaban yang sesuai dengan pendapatnya.
3.2.6 Oprasionalisasi Variabel
Menurut Bambang S. Soedibjo (2005:47) Operasionalisasi adalah salah satu langkah setelah kita melakukan konseptualisasi dan merupakan suatu proses untuk mengembangkan apa yang disebut sebagai definisi operasional. Definisi operasional adalah definisi konkrit atau spesifik dari konsep atau konstrak yang akan diukur. Definisi operasional diturunkan berdasarkan dimensi perilaku, faset atau sifat yang dimiliki oleh sebuah konsep.
Tabel
Operasional Variabel
Variabel Definisi Dimensi Indikator Skala No.
Butir Insentif (X1) Malayu S.P
Hasibuan (2016:117), Menyatakan
“Insentif adalah tambahan balas jasa yang diberikan kepada karyawan
tertentu yang
prestasinya di atas prestasi standar.
Insentif ini merupakan alat yang
dipergunakan pendukung prinsip adil dalam
pemberian kompensasi”.
1. Laama Kerja 1.1 Senior 1.2 Pengalaman
Ordinal Ordinal
1 2
2. Prestasi 2.1 Berkualitas 2.2 Peranan 2.3 ahli
Ordinal Ordinal Ordinal
3 4 5 3. Kebutuhan
4. Kelayakan
3.1.Perlu 3.2.Prioritas
3.4. Sudah diprogram
4.1. Tepat sasaran 4.2. Pantas
4.3.Tercapai target.
4.4. disiplin 4.5. Efisien
Ordinal Ordinal Ordinal
Ordinal Ordinal Ordinal Ordinal
6 7 8
9 10 11 12 13
Masa Kerja (X2)
1. Magang
2. Lamanya Kerja
1.masa percobaan 2. masa adaftasi 3. pelatihan kerja 1. Senioritas 2. Berpengalaman 3. Sudah Terlatih
Ordinal Ordinal Ordinal Ordinal Ordinal Ordinal
1 2 3 4 5 6 Produktifitas
Produktifitas Karyawan (Y)
Prestasi Kerja Pegawai adalah hasil kerja secara kuantitas dan kualitas yang
1. Kualitas 1. Pengetahuan
2. Keahlian 3. Tepat sasaran 4. Tepat guna
Ordinal Ordinal Ordinal
1 2 3
JURNAL EKONOMI STIE PASIM SUKABUMI 54 di capai oleh
seorang pegawai dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggungjawab yang diberikan kepadanya menutu Moeheriono (2017 : 61)
Ordnal 4
2. Kuantitas 1. Sikap
2. Situasi 3. Tepat Hasil 4. Tepat Waktu
Ordinal 5 6 7 8
3.2.7. Hipotesis Statistik
Menurut Sugiyono (2015:134) hipotesis merupakan jawaban sementara terhadap rumusan masalah penelitian, dimana rumusan masalah penelitian telah dinyatakan dalam bentuk kalimat pertanyaan. Setelah hipotesis tersusun, peneliti mengujinya melalui penelitian, untuk melihat hubungan ke empat jenis variabel yang akan di teliti yaitu variabel X1 terhadap Y, X2 terhadap Y, X1 dan X2 terhadap Y, maka dilakukan pengujian hipotesis statistik sebagai berikut :
H1 : Insentif diduga secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap produktifitas Kerja Karyawan Divisi Sales Agent PT Home Kredit Indonsia
H2 : Masa Kerja secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap produktifitas Kerja Karyawan Divisi Sales Agent PT Home Kredit Indonsia.
H3 : Insentif dan Masa Kerja diduga secara simultan berpengaruh positif dan signifikan terhadap produktifitas Kerja Karyawan Divisi Sales Agent PT Home Kredit Indonsia
3.2.8. Metoda Analisis Data
Bogdan dalam Sugiyono,(2015:244) Analisis data adalah proses mencari dan menyusun secara sistematis data yang diperoleh dari hasil wawancara, catata lapangan, dan bahan-bahan lain, sehingga dapat mudah dipahami, dan temuannya dapat diinformasikan 3.2.8.1. Uji instrumen
Konsep reliabilitas dapat dipahami melalui ide dasar konsep tersebut, yaitu konsistensi.
Pengujian tehadap konsistensi internal yang dimiliki oleh suatu instrumen merupakan alternatif lain yang dapat dilakukan oleh peneliti untuk menguji reliabilitas. Ada dua jenis cara internal- consistent reliabilitas yaitu splif half dan coefficint alpha atau bisa dis:
3.2.8.1.1 Uji Reliabilitas Instrumen
Konsep reliabilitas dapat dipahami melalui ide dasar konsep tersebut, yaitu konsistensi.
Pengujian tehadap konsistensi internal yang dimiliki oleh suatu instrumen merupakan alternatif
lain yang dapat dilakukan oleh peneliti untuk menguji reliabilitas. Ada dua jenis cara internal-
consistent reliabilitas yaitu splif half dan coefficint alpha atau bisa disebut Cronbach’s alpha
Mcdaniel dan Gates (2013:288). Metode splif half adalah uji reliabilitas dengan membagi dua
indikator-indikator pada kuesioner penelitian. Teknik yang digunakan untuk konsistensi
JURNAL EKONOMI STIE PASIM SUKABUMI 55
internal adalah teknik Cronbach’s alpha. Adapun rumud dari Cronbach’s alpha adalah sebagai berikut:
Keterangan :
K =Jumlah varians
V
i=Varians dari item ke-i
V
t=Varians dari jumlah keseluruhan butir
Menurut Sekaran dalam Bambang S. Soedibjo (2013:83) kriteria penilaian terhadap koefisien Cronbach adalah sebagai berikut :
Tabel 3.2
Koefisien Cronbach
α < 0,6 : Kurang reliable
0,6<α <0,8 : Cukup reliable
α >0,8 : Sangat reliable
Sumber : Sekaran dalam Bambang S. Soedibjo (2013:83)
Jika 𝛼 < 0,6, maka pengukuran yang dipakai “kurang reliabel” berati alat ukur yang dipakai salah mengukur apa yang hendak diukur. Apabila ini sekitar 0,7 dikatagorikan cukup reliabel, sedangkan apabila lebih dari 0,8 dikatakan sangat realibel. Semakin besar koefisien cronbach’s alpha yaitu mendekati 1,0 maka semakin realibel alat ukur yang dibuat. Dalam penelitian ini analisis perhitungannya menggunakan program Statistik IBM SPSS versi 23.0.
3.2.8.1.2 Uji Validitas Intrumen
Menurut Ghozali (2013:52) menyatakan sebuah instrumen atau kuesioner dikatakan valid jika pertanyaan pada instrumen atau kuesioner mampu mengungkapkan sesuatu yang akan diukur oleh kuesioner tersebut. Kemudian rumus yang digunakan untuk mengkorelasikan tiap butir instrumen yaitu dengan menggunakan rumus kolerasi product moment sebagai berikut :
Keterangan :
r = koefisien validitas item yang dicari n = banyaknya responden
x
i= skor yang diperoleh subjek dari seluruh item y
i= skor total dari seluruh item
x
2= jumlah kuadrat skor variable x
y
2= jumlah kuadrat skor variable y
Kriteria validasi adalah jika koefisien korelasi bernilai > 0,3, maka butir dinyatakan valid (Bambang S. Soedibjo,2013:154).
3.2.8.2 Uji Asumsi klasik
Model regresi linear berganda dikatakan baik jika data terbebas dari asumsi-asumsi klasik, baik normalitas, multikolinearitas, dan heteroskedastisitas.
1. Uji Normalitas
Menurut Ghozali (2011:160-161) uji normalitas bertujuan untuk mengetahui apakah dalam model regresi, variabel terikat dan variabel bebas memiliki distribusi yang normal atau mendekati normal. Pembuktian apakah data tersebut memiliki distribusi normal atau tidak dapat dilihat pada bentuk distribusi datanya, Ada dua kriteria yang dapat digunakan dalam uji normalitas yaitu:
−
= −
Vt Vi k
k 1
1
( )( )
( )
N XN2 XYX2
NX YY2( )
Y2
rxy
−
−
−
=
JURNAL EKONOMI STIE PASIM SUKABUMI 56
1) Analisis Grafik dan Kurva Probability plot (P-Plot)
2) Analisis Statistik Kolmogorov-Simirnov (K-S), 2. Uji Multikolinearitas
Menurut Ghozali (2011:105), multikolinearitas bertujuan untuk menguji apakah model regresi ditemukan adanya korelasi antar variabel bebas (independen). Jika variabel independen saling berkorelasi, maka variabel-variabel ini tidak ortogonal. Variabel ortogonal adalah variabel independen yang nilai korelasi antar sesama variabel independen sama dengan nol.
3. Uji Heteroskedastisitas
Menurut Ghozali (2011:139), Uji Heteroskedastisitas bertujuan menguji apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan variance dari residual atau pengamatan ke pengamatan lain. Jika variance dari residual satu pengamatan ke pengamatan lain tetap, maka disebut Homoskedastisitas dan jika berbeda disebut Heteroskedastisita. Kebanyakan data cossection mengandung situasi Heteroskedastisitas karena data ini menghimpun data yang mewakili berbagai ukuran (kecil, sedang dan besar).
3.2.8.3 Analisa Deskriftif
Sugiyono,(2014:206). Analisis statistik deskriftif adalah statistik yang digunakan untuk menganalisa data dengan cara mendeskripsikan atau melampirkan data yang telah terkumpul sbagaimana adanya tanpa bermaksud membuat kesimpulan yang berlaku untuk umum atau generalisasi..
Untuk menetapkan peringkat dalam setiap variabel penelitian dapat dilihat dari perbandingan antara skor aktual dengan skor ideal. Untuk mendapatkan kecenderungan jawaban responden akan didasarkan pada nilai rata-rata yang selanjutnya akan dikategorikan pada rentang skor berikut ini :
Skor minimum = 1 Skor maksimum = 5
3.2.8.4 Analisis Korelasi
Analisis Korelasi digunakan untuk menghitung besarnya derajat hubungan antara variabel, penulis menggunakan Rho Spearman (rs). (Bambang S. Soedibjo, 2013:46) Untuk menghitung Rho Spearman, masing-masing variabel harus dirangking terlebih dahulu dari terkecil hingga terbesar Bentuk umum Rho Spearman adalah sebagai berikut
Dimana:
d
i= selisih rangking kedua variabel N = ukuran sampel
Untuk melihat derajat keeratan antara variabel independen dan variabel dependen digunakan kriteria Champion (Bambang S. Soedibjo,2013:46).
Tabel 3.4
Kriteria Derajat Keeratan Koefisien Korelasi
Koefisien Korelasi Tingkat Keeratan +/- 0,00 – 0,25 Tidak ada hubungan atau hubungan yang sangat
lemah
+/- 0,26 – 0,50 Hubungan cukup lemah +/- 0,51 – 0,75 Hubungan cukup kuat
− −
=
N N r
s 3d
i6
21
JURNAL EKONOMI STIE PASIM SUKABUMI 57
Sumber: Bambang S. Soedibjo, (2014:46)
3.2.8.5 Koefisien Determinasi dan Analisis Regresi 3.2.8.5.1 Analisis koefisien Determinasi
Digunakan untuk mengetahui berapa besar kontribusi atau peranan variabel X terhadap Y maka digunakan rumus koefisien determinan, dengan rumus sebagai berikut :
KD = r
2x 100%
Keterangan :
KD = koefisien determinasi r = koefisein korelasi
3.2.8.5.2 Analisis Regresi Linier Berganda (RLB)
Metode yang digunakan adalah model regresi linier berganda. Menurut Sugiyono (2014:227) bahwa: “analisis regresi linier berganda bermaksud meramalkan bagaimana keadaan (naik turunya) Variabel dependen , bila dua atau lebih variabel independen sebagai faktor prediator domanipulasi (dinaikan turunkan nialinya). Jadi analisis regresi linier berganda akan dilakuka bilan jumlah variabel independennya minimal 2”. Menurut Sugiyono (2014:277) persamaan regresi linier berganda yang ditetapkan adalah sebagai berikut :
𝑌 = 𝑎 + 𝑏
1𝑋
1+ 𝑏
2𝑋
2+ 𝜀 Keterangan :
Y = Kinerja Pegawai 𝑎 = Koefisien konstanta
𝑏1𝑏2𝑏3 = Koefisien regresi𝑋1 = Insentif
𝑋2 = Masa Kerja
𝜀 = Error, variabel gangguan
3.3 Hipotesis Statistik 3.3.1 Uji t (Uji Parsial)
Untuk melihat hubungan dari kedua jenis variabel yang diteliti yaitu variabel X dan variabel Y, maka dilakukan pengujian hipotesis. Untuk pengujian hipotesis ini penulis menggunakan uji dua pihak. Adapun rumus yang digunakan untuk menguji hipotesis nol dan hipotesis alternatif ditolak atau diterima menurut Sugiyono (2017:230) adalah uji t, dengan rumus :
Keterangan:
t : Statistik Uji Korelasi r : Koefisien Korelasi n : Jumlah Sampel
Hasil dari perhitungan statistik uji t (t hitung) tersebut selanjutnya dibandingkan dengan t tabel. Dengan dk = n-2 dan tingkat signifikannya yaitu 5% (=0,05), artinya jika hipotesis 0 (nol) ditolak dengan taraf kepercayaan 95%, maka kemungkinan bahwa hasil dari penarikan kesimpulan mempunyai kebenaran 95% dan hal ini menunjukkan adanya hubungan (korelasi) yang meyakinkan (signifikan) antara dua variabel tersebut.
+/- 0,76 – 1,00 Hubungan sangat kuat
JURNAL EKONOMI STIE PASIM SUKABUMI 58
3.3.2 Uji F (Uji Simultan)
Menurut Ghozali (2015), uji statistic F pada dasarnya menunjukkan apakah semua variabel independen yang dimasukkan dalam model mempunyai pengaruh secara bersama – sama terhadap variabel dependen. Untuk menguji kedua hipotesis ini digunakan uji statistik F:
1) Taraf signifikan α = 0,05
2) Kriteria pengujian dimana Ha diterima apabila p value < α dan Ha ditolak apabila p value
> α.
IV. HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1. Uji Instrumen
Uji Instrumen dilakukan untuk menguji apakah instrumen penelitian yang dikembangkan untuk mengukur konsep tertentu (kuisioner) benar-benar mengukur secara tepat variabel yang akan diteliti dan telah mengukur secara aktual konsep yang telah ditetapkan apakah reliabel dan valid
4.1.1. Uji Reliabilitas
1. Uji Reliabilitas Instrumen Insentif (X
1)
Tabel 4.8
Uji Reliabilitas Instrumen Insentif (Variabel X
1)
Case Processing SummaryN %
Cases Valid 56 100.0
Excludeda 0 .0
Total 56 100.0
a. Listwise deletion based on all variables in the procedure.
Nilai reliabilitas variabel Strategi Pemasaran dari 13 item pernyataan diperoleh nilai Alpha Cronbach’s (α) sebesar 0781 artinya nilai reliabel sama dengan 0,6<α <0,8 yang berarti instrument variabel Insentif cukup reliable artinya dapat dipercaya sebagai alat untuk mengumpulkan data atau jawaban responden yang konsisten dan seragam.
2. Uji Reliabilitas Instrumen Masa Kerja (X
2) Tabel 4.9
Uji Reliabilitas Instrumen Masa Kerja (Variabel X
2)
Reliability Statistics
Cronbach's
Alpha N of Items
.724 6
Nilai reliabilitas variabel Kulaitas Pelayanan dari 6 item pernyataan diperoleh nilai Alpha Cronbach’s (α) sebesar 0.74 artinya nilai reliabel sama dengan 0,6<α <0,8 yang
Reliability Statistics
Cronbach's
Alpha N of Items
.781 13
Case Processing Summary
N %
Cases Valid 56 100.0
Excludeda 0 .0
Total 56 100.0
a. Listwise deletion based on all variables in the procedure.
JURNAL EKONOMI STIE PASIM SUKABUMI 59
berarti instrument variabel Masa Kerja cukup reliable artinya cukup dapat dipercaya sebagai alat untuk mengumpulkan data atau jawaban responden yang konsisten dan seragam.
3. Uji Reliabilitas Instrumen Produktifitas Karyawan (Y) Tabel 4.10
Uji Reliabilitas Instrumen Produktifitas kartyawan (Variabel Y)
Case Processing SummaryN %
Cases Valid 56 100.0
Excludeda 0 .0
Total 56 100.0
a. Listwise deletion based on all variables in the procedure.
Nilai reliabilitas variabel Produktifitas Karyawan dari 8 item pernyataan diperoleh nilai Alpha Cronbach’s (α) sebesar 0.808 artinya nilai reliabel sama dengan α > 0.800 yang berarti instrument variabel Produktitas Karyawan sangat reliable artinya cukup dapat dipercaya sebagai alat untuk mengumpulkan data atau jawaban responden yang konsisten dan seragam.
4.1.2. Uji Validitas
1. Uji Validitas Instrumen Insentif (X
1)
Tabel 4.5
Uji Validitas Instrumen Insentif (Variabel X
1)
Pernyataan
r Dengan Rata-RataNilai Kritis Keterangan
1 0.462 0.3 Valid
2 0.606 0.3 Valid
3 0.662 0.3 Valid
4 0.494 0.3 Valid
5 0.523 0.3 Valid
6 0.533 0.3 Valid
7 0.537 0.3 Valid
8 0.543 0.3 Valid
9 0.543 0.3 Valid
10 0.421 0.3 Valid
11 0.568 0.3 Valid
12 0.419 0.3 Valid
13 0.504 0.3 Valid
\ Nilai kritis (r) di ambil dari tabel kritis 0,3 pada n = 56 dan α 0,05 (5%)
Berdasarkan hasil uji validitas instrumen kompensasi finansial tersebut, maka responden dapat menjawab semua butir pernyataan. Dimana hasilnya dari 13 pernyataan indikator dinyatakan valid, artinya ke-13 pernyataan tersebut dapat mengukur apa yang hendak di ukur yaitu mengukur Variabel X1 Insentif.
2. Uji Validitas Instrumen Masa Kerja (X
2) Tabel 4.6
Uji Validitas Instrumen Masa Kerja (Variabel X
2)
Reliability StatisticsCronbach's
Alpha N of Items
.808 8
JURNAL EKONOMI STIE PASIM SUKABUMI 60
Pernyataan
r Dengan Rata-RataNilai Kritis Keterangan
1 0.709 0.3 Valid
2 0.482 0.3 Valid
3 0.721 0.3 Valid
4 0.631 0.3 Valid
5 0.737 0.3 Valid
6 0.583 0.3 Valid
Nilai kritis (r) di ambil dari tabel kritis 0,3 pada n = 56 dan α 0,05 (5%)
Berdasarkan hasil uji validitas instrumen masa kerja tersebut, maka responden dapat menjawab semua butir pernyataan. Dimana hasilnya dari 6 (enam butir) pernyataan indikator dinyatakan valid, artinya ke- 6 (enam) pernyataan tersebut dapat mengukur apa yang hendak di ukur yaitu mengukur Variabel X2 Masa Kerja.
3. Uji Validitas Instrumen Produktifitas Karyawan (Y) Tabel 4.7
Uji Validitas Instrumen
Produktifitas Karyawan (Variabel Y)
Pernyataan
r Dengan Rata-RataNilai Kritis Keterangan
1 0.724 0.3 Valid
2 0.585 0.3 Valid
3 0.482 0.3 Valid
4 0.514 0.3 Valid
5 0.535 0.3 Valid
6 0.646 0.3 Valid
7 0.646 0.3 Valid
8 0.646 0.3 Valid
Nilai kritis (r) di ambil dari tabel kritis 0,3 pada n = 56 dan α 0,05 (5%)
Berdasarkan hasil uji validitas instrumen kepuasan pelanggan tersebut, maka responden dapat menjawab semua butir pernyataan. Dimana hasilnya dari 8 (delapan) pernyataan indikator dinyatakan valid, artinya ke-8 (delapan) pernyataan tersebut dapat mengukur apa yang hendak di ukur yaitu mengukur Produktifitas Karyawan.
4.2.3 Penilaian Instrumen Variabel - Variabel 4.2.3.1 Variabel Insentif (X
1)
Variabel Insentif dimana terdapat 4 dimensi yang terdiri dari 13 indikator, yaitu : 1. Senior
2. Pengalaman 3. Berkualitas 4. Peranan 5. Ahli 6. Perlu 7. Prioritas
8. Sudah Diprogram 9. Tepat sasaran 10. Pantas
11. Tercapai target 12. Disiplin
13. Efisien
JURNAL EKONOMI STIE PASIM SUKABUMI 61
Tabel 4.14
Frekuensi 11 Indikator Insentif (X1
) Jawaban 56 Responden
No Indikator Setuju + Sangat Setuju
1 Senior 96,4% (73,2 + 23,2)
2 Pengalaman 94,7% (76,8 + 17,9)
3 Berkualitas 84,6% (53,8 + 30,8)
4 Peranan 100% (73,2 + 26,8)
5 Ahli 92,0% (67,9 + 25,0)
6 Perlu 96,5% (67,9 + 28,6)
7 Prioritas 96.,4% (76,8 +19,6)
8 Sudah Diprogram 88,9% (51,3 + 37,6)
9 Tepat sasaran 90,6% (53,8 + 36,8)
10 Pantas 98,3% (67,9 + 30,4)
11 Tercapai Target 96,4% (73, 2., + 23,2)
12 Disiplin 91.1 %(76.8 +17.9).
13 Efisien 91.1 % 62.5 +28,6)
Total Rata-Rata Jawaaban Responden 93,6 % Setuju 4.2.3 Penilaian Variabel Masa Kerja (X
2)
Variabel Masa Kerja 2 dimensi yang terdiri dari 6 (Enam ) indikator yaitu:
1. Masa percobaan 2. Masa adaftasi 3. Pelatihan kerja 4. Senioritas 5. Berpengalaman 6. Sudah terlatih.
Tabel 4.15
Frekuensi 6 Indikator Masa Kerja (X2
) Jawaban 56 Responden
No Indikator Setuju + Sangat Setuju
1 Masa percobaan 89,3% (60,7,8 + 28,6)
2 Masa adaftasi 94,7% (76,8 + 17,9)
3 Pelatihan kerja 89,3% (66,1 + 23,2)
4 Senioritas 96,0% (71,4 + 25,0)
5 Berpengalaman 91,0% (69,6 + 21,4)
6 Sudah terlatih 91,1% (75,0 + 16,1)
Total Rata-Rata Jawaaban Responden 91,9 % Setuju
Sumber : output frekuensi tabel SPSS versi 24.04.2.3.3 Penilaian Variabel Y Produktifitas Karyawan (Y)
Variabel Y Produktifitas Karyawan dengan 2 (dua) dimensi yang terdiri dari 8 (delapan) indikator yaitu:
1. Pengetahuan
2. Keahlian
JURNAL EKONOMI STIE PASIM SUKABUMI 62
3. Tepat sasaran
4. Tepat guna 5. Sikap 6. Situasi 7. Tepat Hasil 8. Tepat Waktu:
Tabel 4.16
Frekuensi 10 Indikator Produktifias Karyawan (Y)
Jawaban 56 Responden
No Indikator Setuju + Sangat Setuju
1 Pengetahuan 94,7% 64,3 + 30,4)
2 Keahlian 96,4% (71,4 + 25, 0)
3 Tepat sasaran 96,4% (76,8 + 19,6)
4 Tepat guna 96,4% (69,6 + 26,8)
5 Sikap 94,0% (69,0 + 25,0)
6 Situasi 96,4% (69,6 + 26,8)
7 Tepat Hasil 96,4% (69,6 + 26,8)
8 Tepat Waktu 96,4% (69,6 + 26,8)
Total Rata-Rata Jawaaban Responden 95,8 % Setuju
Sumber : output frekuensi tabel SPSS versi 24.04.2.1 Analisis Koefisien Korelasi Pearson Product Moment Tabel 4.17
Output SPSS Korelasi Pearson Variabel X1
, X
2dan Variabel Y
Correlations
PRODUKTIFITAS
KARYAWAN INSENTIF MASA kERJA Pearson Correlation PRODUKTIFITAS KARYAWAN 1.000 .676 .793
INSENTIF .676 1.000 .435
MASA kERJA .793 .435 1.000
Sig. (1-tailed) PRODUKTIFITAS KARYAWAN . .000 .000
INSENTIF .000 . .000
MASA kERJA .000 .000 .
N PRODUKTIFITAS KARYAWAN 56 56 793
INSENTIF 56 56 56
MASA kERJA 56 56 56
Berdasarkan hasil analisa dengan uji Correlation Pearson’s seperti terlihat pada tabel di atas, maka:
1. Dapat dilihat nilai korelasi (hubungan) Insentif (X
1) dengan Produktifitas Kerja Karyawan (Y) sebesar r = 0676 yang berarti berada diantara nilai +/- 0,51 – 0,75 maka hubungan cukup kuat. Hubungan cukupt kuat, yang artinya memiliki hubungan cukup kuat dan searah. Sifat hubungan positif yang artinya jika Insentif baik atau meningkat maka akan semakin baik produktifitas kerja karyawan atau meningkat pula.
2. Dapat dilihat nilai korelasi (hubungan) Masa Kerja (X
2) dengan Produktifitas Kerja Karyawan (Y) r = 0.793 yang berarti berada diantara nilai +/- 0,76 – 1,00, yang artinya memiliki hubungan sangat kuat dan searah. Sifat hubungan positif yang artinya jika Masa Kerja bertambah baik atau meningkat maka produktifitas kerja karyawan akan meningkat pula akan semakin bertambah baik atau meningkat pula.
4.2.2 Analisis Koefisien Determinasi (KD) Analisis Regresi Linear Berganda
4.3.2.1 Perhitungan dan Analisis Koefisien Determinasi (KD)
JURNAL EKONOMI STIE PASIM SUKABUMI 63
Tabel 4.18
Koefisien Determinasi (R
2)
Model Summaryb
Model R R Square
Adjusted R Square
Std. Error of the Estimate
1 .874a .764 .755 1.155
a. Predictors: (Constant), Masa Kerja, Insentif b. Dependent Variable: Prduktifitas Keja Karyawan
Berdasarkan output SPSS di atas, maka :
KD = (0, 874)
2x 100 % KD = 0,7638 x 100 % KD = 76, 38%
Berdasarkan perhitungan di atas, maka dapat di ketahui besarnya angka koefisien determinasi (KD) nya yaitu sebesar 0,764 atau 76,38%. Hal ini mebeerikan mmakna bahwa Insentif (variabel X
1) dan Masa Kerja (X
2) memberikan kontribusi pengaruh 76,38% terhadap produktifitas kerja karyawan (Variabel Y), dan sisanya sebesar 23,62% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti, seperti diantaranya Kepemimpinan, Komunikasi, Lingkungan Kerja, Motvasi Kerja dan sebagainya.
4.2.2.2 Analisis Regresi Linier Berganda (RLB)
. Analisis regresi linear berganda dapat di hitung dengan rumus:
Keterangan:
Y = Produktifitas Kerja Karyawan
𝑎= Koefisien konstanta
𝑏1𝑏2𝑏3
= Koefisien regresi
𝑋1= Insentif
𝑋2
= Masa Kerja
𝜀
= Error, variabel gangguan
Berdasarkan data yang diperoleh peneliti pada penelitian ini mengenai Insentif (X
1), Masa Kerja (X
2) dan Produktifitas Kerja Karyawan (Y), selanjutkan dilakukan pengujian dan analisis regresi linear berganda dengan bantuan program statistik IBM SPSS Statistics for windows versi 24.0 sebagai berikut:
Tabel 4.18
Analisis Analisis Regresi Linear Berganda (RLB) Variabel X
1, X
2dan Variabel Y
Coefficientsa
Model
Unstandardized Coefficients
Standardized Coefficients
t Sig.
B Std. Error Beta
1 (Constant) 6.348 2.501 2.538 .014
INSENTIF .279 .051 .408 5.502 .000
Y = a + b1X1 + b2X3 + b3X3 + Ɛ
JURNAL EKONOMI STIE PASIM SUKABUMI 64
MASA kERJA 2.851 .343 .616 8.312 .000
a. Dependent Variable: Produktifitas Kerja Karyawan
Berdasarkan output SPSS di atas yaitu tabel coeffisients
a, diperoleh contant (a) adalah 0, 6348 sedangkan nilai Insentif (b) sebesar 0,279 dan 2., 851 sehingga persamaan regresinya dapat ditulis:
Y = - 6,348 + 0,279 X
12,851 X
2Sehingga dari persamaan regresi tersebut dapat diterjemahkan:
1. Konstanta (a) memiliki nilai sebesar 6,348, menyatakan bahwa jika Insentif (X
1) dan Masa Kerja (X
2) tidak ada kenaikan atau sama dengan nilai 0, maka besarnya nilai produktifitas Kerja Karyawan (Y) sebesar 6,348.
2. Nilai koefisien regresi variabel Insentif (X
1) adalah sebesar 0,279 dan bertanda positif, artinya jika variabel Insentif meningkat sebesar Rp 1,’sementara variable masa kerja tetap(Konstan) sama dengan 0, maka akan menyebabkan nilai nilai produktifitas Kerja Karyawan (Y) meningkat sebesar 0,279 point. Ini menunjukan bahwa Insentif (memiliki hubungan searah dengan produktifitas Kerja Karyawan .
3. Nilai koefisien regresi variabel Masa Kerja (X
2) adalah sebesar 2,851 dan bertanda positif, artinya jika variabel kualitas naik sebesar 1 point,-sementara variable insentif tetap (konstan) maka akan menyebabkan nilai kepuasan pelanggan naik sebesar 2,851 point. Ini menunjukan bahwa Variabel Masa Keja (X2) memiliki hubungan searah dengan Produktifitas Kerja Karyawan (Y).
BAB VKESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan
1. Dapat dilihat nilai korelasi (hubungan) Insentif (X1) dengan Produktifitas Kerja Karyawan (Y) sebesar r = 0676 yang berarti berada diantara nilai +/- 0,51 – 0,75 maka hubungan cukup kuat. Hubungan cukupt kuat, yang artinya memiliki hubungan cukup kuat dan searah. Sifat hubungan positif yang artinya jika Insentif baik atau meningkat maka akan semakin baik produktifitas kerja karyawan atau meningkat pula.Dapat dilihat nilai korelasi (hubungan) Masa Kerja (X2) dengan Produktifitas Kerja Karyawan (Y) r = 0.793 yang berarti berada diantara nilai +/- 0,76 – 1,00, yang artinya memiliki hubungan sangat kuat dan searah. Sifat hubungan positif yang artinya jika Masa Kerja bertambah baik atau meningkat maka produktifitas kerja karyawan akan meningkat pula akan semakin bertambah baik atau meningkat pula.
2. Nilai koefisien determinasi (R Square) = 0,764 artinya besarnya kontribusi variabel InsentifX
1), dan Masa Kerja (X
2) secara bersamaan terhadap Prodktifitas Kerja karyawan (Y) pada karyawan Divisi Sales Agent PT. Home Kredit Indonesia Area Sukabumi.
dipengaruhi oleh varibel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.
3. Berdasarkan Hasil Perersamaan Regresi Berganda Y = - 6,348 + 0,279 X1 2,851 X2 Sehingga dari persamaan regresi tersebut dapat diterjemahkan:
Konstanta (a) memiliki nilai sebesar 6,348, menyatakan bahwa jika Insentif (X1) dan
Masa Kerja (X2) tidak ada kenaikan atau sama dengan nilai 0, maka besarnya nilai
produktifitas Kerja Karyawan (Y) sebesar 6,348. Nilai koefisien regresi variabel Insentif
(X
1) adalah sebesar 0,279 dan bertanda positif, artinya jika variabel Insentif meningkat
sebesar 1 point,- maka akan menyebabkan nilai nilai produktifitas Kerja Karyawan (Y)
meningkat sebesar 0,279 point. Ini menunjukan bahwa Insentif (memiliki hubungan
searah dengan produktifitas Kerja Karyawan. Nilai koefisien regresi variabel Masa Kerja
(X
2) adalah sebesar 2,851 dan bertanda positif, artinya jika variabel kualitas naik sebesar
1 point,- maka akan menyebabkan nilai kepuasan pelanggan naik sebesar 2,851 point. Ini
menunjukan bahwa Variabel Masa Keja (X2) Ke memiliki hubungan searah dengan
Produktifitas Kerja Karyawan (Y)..
JURNAL EKONOMI STIE PASIM SUKABUMI 65
4. Hasil Uji T dilihat dari Prodktifitas Kerja Karyawan memiliki signifikansi 0,00> 0,05
dan atau t hitung < t tabel dengan n – k (56 – 4), sehingga 8, 312 > 11,675, maka dapat disimpulkan maka H0 ditolak dan H2 diterima, maka dapat disimpulkan bahwa H0 ditolak dan H2 diterima. Ini artinya bahwa terdapat pengaruh yang signifikan dari Masa Kerja (X2) terhadap Prodktifitas Kerja Karyawan (Y). Hasil Uji F nya dapat diketahui bahwa signifikansi 0,000 < 0,05 dan F
hitung> F
tabeldengan df (n1) = k – 1 dan df (n2) = n – k. Sehingga 85,7808 > 2,68 , maka H
0ditolak dan H
1diterima, maka H
0ditolak dan H
3diterima. Artinya ada pengaruh secara signifikan antara Insentif (X1) dan Masa Kerja (X2) secara bersama-sama terhadap Produktifitas Kerja Karyawan (Y) Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa Insentif (X1) dan Masa Kerja (X2) secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap Produktifitas Kerja Karyawan (Y) pada Divisi Sales Agent PT. Home Kredit Indonesia Area Sukabumi..
5.2 Saran
1. Pengaruh Insentif dan Masa Kerja terhadap Produktifitas Kerja karyawan pada Divisi Sales Agent PT. Home Kredit Indonesia Area Sukabumi. memiliki pengaruh yang sangat kuat atau positif dimana bisa dijelaskan jika Insentif dan Masa Kerja terhadap Produktifitas Kerja karyawan pada Divisi Sales Agent PT. Home Kredit Indonesia Area Sukabumi akan meningkat pula, sebaliknya jika Insentif dan Masa Kerja menurun maka Produktifitas Kerja karyawan pada Divisi Sales Agent PT. Home Kredit Indonesia Area Sukabumi akan menurun juga.
2. Dalam penelitian mendatang perlu menambahkan variabel-variabel lain yang mempengaruhi Produktifitas Kerja Karyawan misalnya faktor lingkungan kerja, kepemimpinan dan disiplin kerja yang dapat meningkatkan Produktifitas Kerja Karyawan terutama pada Divisi Sales Agent PT Home Kredit Area Cabang Sukabumi.
3. Menambah rentang waktu penelitian yang lebih panjang sehingga diharapkan hasil penelitiannya lebih baik dan akurat.
DAFTAR PUSTAKA
Anwar Prabu Mangkunegara (2016:75), Allen and Meyer. 2016. The Measurement and Antecedents of Affective,. Contintinuance and NormativeCommitment to Organitazion.
PT Elex Media.
Arikunto, Suharsimi. (2015). Penelitian Tindakan Kelas edisi. Jakarta: Bumi. Aksara. D Hasibuan, Malayu. 2013. Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta: PT. Bumi Aksara.
Samodra Wibawa dkk. 2012. Evaluasi Kebijakan Publik. Jakarta: .
Imam Ghozali, 2015:160).Malayu S. P. Hasibuan. 2016. Manajemen : Dasar, Pengertian, dan Masalah, Edisi Revisi, Bumi Aksara, Jakarta.
Moeheriono. 2016. “Pengukuran Kinerja Berbasis Kompetensi”. Jakarta: Raja. Grafindo Persada.
Moekijat. 2016. Manajemen Sumber Daya Manusia. Bandung: Mandar Maju.
Nurjaman Kadar, 2014, Manajemen Proyek : CV Pustaka. Setia. Elfitria
Rivai, V. (2016). Manajemen Sumber Daya Manusia . Jakarta: Ghalia Indonesia
.Simamora, H. 2016. Sumber Daya Manusia . Jakarta: Rineka Cipta.
JURNAL EKONOMI STIE PASIM SUKABUMI 66