1
PENDAHULUAN
1.1 Latar belakang
Dalam era globalisasi saat ini, organisasi dituntut untuk mengikuti persaingan pasar bisnis yang semakin maju dan diharapkan organisasi dapat berubah dan meningkat kemampuan masing-masing agar mampu bersaing dengan tantangan pasar sehingga perusahaan dapat berjalan secara berkelanjutan. Persaingan pasar bisnis yang semakin maju dan ketat membuat perusahaan-perusahaan berlomba-lomba untuk memenangkan persaingan. Persaingan yang biasanya dialami oleh perusahaan yang bergerak dalam bidang barang kini juga dialami oleh perusahaan yang bergerak dalam bidang jasa. Dalam mencapai keberhasilan, maka perusahaan tidak terlepas dari peran sumber daya manusia yang berupa tenaga kerja dari karyawan-karyawan yang bekerja di perusahaan tersebut. Di zaman yang semakin maju perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, mengharuskan suatu perusahaan untuk bisa lebih meningkatkan sumber daya manusianya agar pemanfaatan sumber daya manusia mampu memberikan hasil untuk pencapaian tujuan perusahaan. Pencapaian tujuan perusahaan ini tidak selalu dapat berjalan dengan lancar. Karena itu apabila ilmu pengetahuan dan teknologi dimanfaatkan secara maksimal dalam kegiatan perusahaan, maka dapat memberikan hasil yang positif untuk perusahaan. Tujuan perusahaan dapat tercapai, semata-mata tidak bergantung pada sistem perusahaan yang baik serta sarana dan prasarana yang memadai, namun tergantung dengan SDM sebagai subyek dari keseluruhan perencanaan yang telah dibuat oleh perusahaan dengan memanfaatkan seluruh sumber daya lain yang dimiliki oleh suatu perusahaan. Di zaman sekarang kinerja karyawan dalam bekerja dapat saja cepat menurun, hal ini disebabkan oleh beban kerja yang terlalu berat sehingga menyebabkan tingkat kebosanan dalam bekerja tinggi, dan kurangnya pemahaman karyawan akan peran dan tugasnya dalam kantor karena kurangnya pengenalan job description dari perusahaan.
Industri Asuransi merupakan salah satu bentuk Lembaga Keuagan Non Bank yang berperan menjadi salah satu pilar perekonomian nasional. Peran tersebut terkait dengan kemampuannya sebagai lembaga penerima pemindahan risiko (transfer of risk) masyarakat serta lembaga penghimpun dan penyerap akumulasi dana
masyarakat. Konsep tersebut sejalan dengan beberapa hasil studi dan penelitian empiris yang telah dilakukan pada beberapa negara lain di Asia yang menunjukkan bahwa, industri asuransi menjadi salah satu pilar dalam pertumbuhan ekonomi (Soo, 1999; Webb, 2000; Ward dan Zurbrueeg, 2000; Hwang dan Greenford, 2005; Feyen et al, 2011).
Asuransi Jiwa Bersama Bumiputera 1912 atau lebih dikenal dengan AJB Bumiputera 1912 adalah perusahaan asuransi jiwa nasional milik bangsa Indonesia yang pertama dan tertua. Tidak seperti perusahaan berbentuk perseroan terbatas (PT) yang kepemilikannya hanya oleh pemodal tertentu, sejak awal pendiriannya Bumiputera sudah menganut sistem kepemilikan dan penguasaan yang unik, yakni bentuk badan usaha “mutual” atau “usaha bersama”. Semua pemegang polis adalah pemilik perusahaan – yang mempercayakan wakil-wakil mereka di Badan Perwakilan Anggota (BPA) untuk mengawasi jalannya perusahaan. Perjalanan Bumiputera kini hampir satu abad, perjalanan panjang itu tentu saja tidak lepas dari pasang surut. Memasuki milenium ketiga, Bumiputera mempunyai jaringan lebih dari 600 kantor yang tersebar diseluruh pelosok indonesia.
Di dalam perusahaan sebesar Bumiputera yang memiliki banyak 17 kantor wilayah besar di Indonesia maka peneliti hanya meneliti di salah satu kantor wilayah yang berada di Jakarta selatan, Jumlah seluruh karyawan di wilayah Jakarta Selatan 680 karyawan non organic atau agen
Tabel 1.1 Data Karyawan Non Organik / Agen Keluar Pertahun Tahun Jumlah Karyawan Non Organik Banyaknya
karyawan keluar % Awal tahun Akhir tahun
2011 754 752 2 0.26
2012 700 696 4 0.57
2013 696 680 16 2.35
Sumber : Data karyawan AJB Bumiputera kantor wilayah Jakarta Selatan
Tabel data jumlah karyawan yang keluar di atas menunjukkan adanya peningkatan jumlah agen yang keluar dari perusahaan dari tahun 2011 sampai 2013.
Agen sebagai ujung tombak perusahaan asuransi, memiliki peranan penting dalam perkembangan asuransi jiwa Bumiputera. Selain itu, tabel di atas menunjukkan agen
yang keluar karena pindah ke perusahaan lain untuk mencari keuntungan yang lebih besar lagi.
Setelah melakukan wawancara dengan kepala bagian SDM didapatkan beberapa masalah dalam agen yang bekerja di Bumiputera misalnya beberapa agen hanya mementingkan pencapaian target atau keuntungan pribadi sehingga sejumlah informasi dirahasiakan kepada calon nasabahnya. Dengan berperilaku seperti itu karyawan tersebut dapat dikatakan melanggar kode etik dan peraturan perusahaan, dan apabila terbukti bersalah maka karyawan tersebut sudah harus siap menerima konsekuensi atas perbuatannya dan kemungkinan besar perusahaan bisa memasukan karyawan kedalam kasus hukum perdata.
Dalam kantor wilayah Jakarta selatan Bumiputera dari beberapa masalah sdm dalam keagenan ada salah satu permasalahan yang dihadapi adalah penilaian kinerja agen dilakukan secara sepihak dan tidak dilakukan secara transparan, standar yang dibuat perusahaan jelas tetapi penilaian yang dilakukan oleh setiap tingkatan berbeda hasil, misalkan dari supervisor memberikan nilai baik lalu kepala cabang memberikan nilai cukup. Bedanya hasil penilaian dimungkinkan adanya pengaruh efek halo dimana agen yang pintar bergaul dan tidak pandai bergaul dengan penyelia akan berbeda nilai karena masalah hubungannya baik atau tidak. Aspek penilaian kerja juga diharapkan membantu agen untuk menjadikan agen mempunyai komitmen organisasi terhadap perusahaan. Tetapi dari tabel keluar karyawan, karyawan non organik setiap tahunnya mengalami kenaikan presentase keluar karyawan atau turn over. Keputusan agen melakukan pengunduran diri didukung dengan tidak adanya system perusuhaan tentang perencanaan karir untuk agen karena tidak adanya perencanaan karir yang baik yang dibuat oleh perusahaan. Masalah-masalah dalam bagian SDM tadi, dapat membuat komitmen organisasi dalam perusahaan rendah
Dalam setiap perusahaan dengan skala besar, atau perusahaan swasta seperti Bumiputera, selalu berusaha agar perusahaan dapat menjadikan karyawan yang ada dalam perusahaan tersebut untuk memiliki komitmen organisasi. Komitmen Organisasi dipengaruhi oleh berbagai macam faktor,seperti karakteristik pribadi,pekerjaan,pengalaman pekerjaan dan karakteristik dukungan organisasi.
Untuk mencapai atau mendapatkan komitmen organisasi yang mampu diberikan agen adalah melalui sumber daya manusia yang harus berperan aktif penting dalam mengelola sumber daya manusia itu sendiri. Manajemen SDM perusahaan bumiputera diharapkan mengupayakan agar sumber daya manusia dalam
perusahaan dapat memberikan hasil yang terbaik bagi perusahaan. Dari sudut perencanaan karier, diharapkan bumiputera dapat membuat perencanaan karier yang baik bagi karyawan karena perencanaan karier merupakan salah satu faktor penentu Komitmen organisasi. Seperti contoh ini, karyawan sudah merencanakan karier dia di perusahaan namun tidak mendapatkan kepastian tentang karier karyawan di perusahaan karena mungkin rencana karier tidak cocok dengan peluang organisasi yang tersedia. Ketidak cocokan ini dapat menyebabkan rendahnya tingkat kepuasan dan pada akhirnya dapat mempengaruhi komitmen organisasi di perusahaan. Dan untuk mencapai komitmen organisasi, karyawan juga mempunyai partisipasi dalam kegiatan bisnis, itu berarti ia berbagi aktivitas dengan orang lain. Contohnya karyawan diberikan tanggung jawab untuk menyelesaikan suatu sasaran atau proyek, apakah tingkat keterlibatan karyawan organik dan agen, semua anggota tim didorong untuk berpartisipasi di dalamnya.
Asuransi Jiwa Bumiputera merupakan salah satu perusahaan asuransi terbesar dan juga perusahaan asuransi yang terlama berdiri di Indonesia. Menurut pengamatan saya komitmen organisasi dalam perusahaan ini masih kurang, terlihat dari perbedaan peran, harapan, kepentingan, interpendensi, dan persepsi dari bebarapa karyawan, dan ada juga karyawan yang sudah melakukan tugasnya dengan baik tetapi tidak ada masa depan karier yang jelas sehingga membuat perannya di perusahaan menjadi berkurang dengan kinerja yang menurun. Belum lagi dengan partisipasi karyawan dalam memajukan perusahaan kurang dibina sehingga masih banyak karyawan yang belum terlibat penuh dalam pencapaian Komitmen organisasi. Dan masalah-masalah penilain kerja dan juga karyawan yang tidak bekerja sepenuh hati yang peneliti dapatkan mendukung peneliti untuk mengadakan penelitian di Bumiputera Kantor Wilayah Jakarta Selatan.
Berdasarkan latar belakang permasalahan yang diuraikan di atas, peneliti tertarik mengadakan penelitian dengan judul “ANALISIS PENGARUH PENILAIAN KINERJA STRATEGIS, PERENCANAAN KARIR DAN PARTISIPASI KARYAWAN TERHADAP KOMITMEN ORGANISASI (Studi Pada Asuransi Jiwa Bumiputera Kantor Wilayah Jakarta Selatan)”
1.2 Identifikasi masalah
Berdasarkan latar belakang penelitian diatas, maka pertanyaan penelitian yang dapat dirumuskan adalah sebagai berikut :
1. Apakah ada pengaruh penilaian kinerja strategis secara parsial terhadap komitmen organisasi?
2. Apakah ada pengaruh perencanaan karir secara parsial terhadap komitmen organisasi?
3. Apakah ada pengaruh partisipasi karyawan secara parsial terhadap komitmen organisasi?
4. Apakah ada pengaruh penilaian kinerja strategis, perencanaan karir, dan partisipasi karyawan secara simultan terhadap Komitmen Organisasi
1.3 Ruang lingkup
Dalam melakukan penelitian ini, penulis membatasi ruang lingkup penelitian karena keterbatasan waktu dan tenaga. Variabel yang diteliti yaitu penilaian kinerja strategis, perencanaan karier, partisipasi karyawan dan komitmen organisasi. Penulis melakukan penelitan pada AJB Bumiputera kantor wilayah Jakarta Selatan dengan melibatkan sebagian karyawan. Penulis melaksanakan penelitian di Jakarta pada AJB Bumiputera kantor wilayah Jakarta Selatan Jl.Bintaro Raya No.10 Jakarta Selatan 12240.
1.4 Tujuan penelitian
1. Untuk mengetahui pengaruh penilaian kinerja strategis secara parsial terhadap komitmen organisasi pada Asuransi Jiwa Bumiputera Kantor Wilayah Jakarta Selatan.
2. Untuk mengetahui pengaruh perencanaan karir secara parsial terhadap komitmen organisasi pada Asuransi Jiwa Bumiputera Kantor Wilayah Jakarta Selatan.
3. Untuk mengetahui partisipasi karyawan secara parsial terhadap komitmen organisasi pada Asuransi Jiwa Bumiputera Kantor Wilayah Jakarta Selatan.
4. Untuk mengetahui pengaruh penilaian kinerja strategis, perencanaan karir, dan partisipasi karyawan secara simultan terhadap komitmen organisasi Asuransi Jiwa Bumiputera Kantor Wilayah Jakarta Selatan.
1.5 Manfaat Penelitian
Manfaat dari penelitian ini adalah sebagai berikut:
Bagi Penulis
Dengan melakukan penelitian ini penulis diharapkan mendapatkan pengalaman dan wawasan baru tentang pengaruh penilaian kinerja strategis, perencanaan karir dan pentingnya meningkatkan partisipasi karyawan dalam komitmen organisasi.
Bagi Pembaca
Dengan membaca penelitian ini, diharapkan dapat menambah pengetahuan dan wawasan pembaca sekaligus dapat digunakan sebagai bahan referensi dan bahan perbandingan terhadap topik yang sama mengenai penilaian kinerja strategis, perencanaan karir dan pentingnya meningkatkan partisipasi karyawan dalam komitmen organisasi.
Bagi Perusahaan
Perusahaan dapat mengetahui sejauh mana pengaruh pengaruh penilaian kinerja strategis, perencanaan karir dan pentingnya meningkatkan partisipasi karyawan dalam komitmen organisasi. Dan menjadi bahan pertimbangan dan sekaligus sebagai masukan bagi perusahaan