BAB IV
GAMBARAN UMUM HONEY MADOE
4.1. Gambaran Umum Unit Usaha HONEY Madoe 4.1.1. Sejarah Unit Usaha HONEY Madoe
Unit usaha HONEY Madoe mulai berdiri pada tahun 2006 dan untuk pertama kalinya memperkenalkan produknya di lingkungan Fakultas Peternakan di Institut Pertanian Bogor. Unit usaha HONEY Madoe ini pertama kali digagas oleh ibu Dr.Ir. Asnath M. Fuah, MS dimana beliau adalah salah seorang dosen senior di Fakultas Peternakan, lalu beliau mengajak beberapa dosen lainnya untuk ikut bergabung seperti ibu Ir. Hotnida C.H. Siregar dalam pembentukan unit usaha HONEY Madoe.
Beberapa dosen yang ikut bergabung dalam pembentukan HONEY Madoe ini adalah ibu Ir. Hotnida C.H. Siregar, M,Si dan Bapak Winarno, SP yang merupakan dosen aktif di Fakultas Peternakan, Institut Pertanian Bogor. Keikutsertaan dosen-dosen tersebut untuk bergabung dengan unit usaha HONEY Madoe, maka sepakatlah dosen-dosen tersebut untuk mengembangkan unit usaha HONEY Madoe. Biaya dalam memproduksi HONEY Madoe pada awalnya merupakan biaya sendiri. Hal ini dikarenakan belum ada pasokan dana yang mencukupi untuk membeli peralatan dan distribusi HONEY Madoe itu sendiri.
Selanjutnya para pengurus HONEY Madoe ini membagi ke dalam bagian bagian pokok pekerjaan yang menjadi tanggung jawab masing-masing. Hal ini berfungsi agar setiap pengurus mempunyai tanggung jawab yang tinggi terhadap deskripsi pekerjaan yang dilakukannya, selain itu juga agar pengurus tersebut memiliki pekerjaan yang terorganisir dengan baik agar tidak saling berbenturan dengan tanggung jawab yang lain. Sumberdaya manusia yang hanya terdapat pada pengurus HONEY Madoe, membuat produksi kurang optimal, oleh karena itu unit usaha HONEY Madoe membuka recruitment untuk membantu memproduksi dan mendistribusikan HONEY Madoe di lingkungan kampus IPB Dramaga.
Unit usaha HONEY Madoe ini mempunyai tempat produksi dan distribusi di ruangan yang sama, hal ini dikarenakan unit usaha ini belum memiliki tempat yang luas. Kerjasama yang diberikan oleh unit usaha HONEY Madoe kepada
petani lebah yang berada di Jawa Timur sebagai pemasok utama bahan baku yaitu lebah, unit usaha HONEY Madoe ini mempunyai empat varian yang berasal dari empat pohon yang berbeda-beda, yaitu kelengkeng, kapuk, karet dan rambutan.
Selain itu unit usaha HONEY Madoe juga melayani pemesanan skala besar dan skala kecil, baik di lingkungan kampus IPB Dramaga maupun di luar kampus IPB Dramaga. Berkembangnya HONEY Madoe dengan empat varian, unit usaha HONEY Madoe mulai mengembangkan HONEY Madoe tidak hanya madu yang dapat dikonsumsi, namun juga membuat sabun madu yang terbuat dari madu. Selain itu unit usaha HONEY Madoe juga membuat berbagai accecories yang terbuat dari kapuk seperti tas yang terbuat dari limbah dari pembuatan HONEY Madoe. Sampai saat ini promosi penjualan dan langganan dari unit usaha HONEY Madoe ini sudah sampai luar pulau, diantaranya adalah Ternate, Maluku, Bali dan Kalimantan.
Pada bulan Maret tahun 2011, unit usaha bekerjasama dengan Indomaret dalam penjualan HONEY Madoe. HONEY Madoe telah dapat dibeli tidak hanya di Fakultas Peternakan di Institut Pertanian Bogor, tetapi dapat dibeli lebih dari 400 outlet Indomaret di Jabodetabek. HONEY Madoe yang dijual di Indomaret juga menjualkan empat varian karet, kalengkeng, rambutan dan kapuk dengan berbagai ukuran, namun tidak semua ukuran yang terdapat di Fakultas Peternakan IPB diperjualkan di Indomaret. Kemasan yang terdapat di Fakultas Peternakan IPB berbeda dengan kemasan yang diperjualkan di Indomaret. Hal ini dikarenakan harus ada lambang Indomaret didalam produk HONEY Madoe namun tetap tidak meninggalkan lambang dan logo dari IPB dan HONEY Madoe Fakultas Peternakan.
4.1.2. Organisasi Unit Usaha HONEY Madoe
Dalam setiap unit usaha maupun dalam sebuah perusahaan, pasti memilik sebuah organisasi untuk dapat mengorganisir tanggung jawab yang harus dilakukan oleh masing-masing tanggung jawab yang diberikan. Begitu pula dengan unit usaha HONEY Madoe yang memiliki organisasi dalam unit usahanya. Namun organisasi yang dimiliki oleh unit usaha HONEY Madoe ini tidak memiliki sebuah organisasi yang pasti, karena unit usaha HONEY Madoe hanya memiliki sumberdaya yang sedikit, jadi kepengurusahan HONEY Madoe
fleksibel dibandingkan dengan perusahaan lainnya. Unit usaha HONEY Madoe ini diketuai oleh manajer umum yang membawahi dua manajer yaitu manajer produksi dan manajer pemasaran.
Setiap manajer memiliki tanggung jawab masing-masing terhadap pekerjaannya namun tidak menutup kemungkinan untuk setiap anggota dari manajemen lain untuk membantu menejemen lainnya, karena unit usaha HONEY Madoe sebuah unit usaha yang tidak memiliki sumberdaya yang cukup untuk membentuk suatu organisasi yang pasti dalam kepengurusannya. Pada Gambar 3 dibawah ini merupakan bagan kepengurusan HONEY Madoe tahun 2011.
Gambar 3. Bagan Kepengurusan Unit Usaha HONEY Madoe
Berdasarkan pada Gambar 3 mengenai bagan kepengurusan dari unit usaha HONEY Madoe, manajer umum dari unit usaha HONEY Madoe ini membawahi manajer produksi dan manajer pemasaran. Manajer produksi pada unit usaha HONEY Madoe ini berfungsi sebagai pengontrol dan bertanggung jawab dari mulai pemasokan madu dari wilayah Jawa Tengah maupun Jawa Timur hingga sampai kepada packaging HONEY Madoe. Manajer pemasaran berfungsi mengembangkan jaringan pasar ke seluruh Indonesia dan membantu mengirim produk HONEY Madoe pada Indomaret.
Unit usaha HONEY Madoe merupakan unit usaha yang mempunyai organisasi yang fleksibel. Hal ini dikarenakan unit usaha HONEY Madoe mempunyai sumberdaya manusia yang sangat terbatas sehingga anggota dari manajer produksi dapat berpindah untuk membantu anggota dari manajer pemasaran, begitu pula sebaliknya. Hal ini tergantung pada tingkat kelonggaran dari masing–masing divisi.
Manajer Umum
4.1.3. Jenis Produk HONEY Madoe
Madu merupakan bahan makanan energi yang baik sekali karena mengandung gula-gula sederhana yang dapat segera dimanfaatkan tubuh, selain itu madu juga mengandung garam-garam mineral dan bahan-bahan lain yang dibutuhkan tubuh. Selain itu, unit usaha HONEY Madoe ini juga memproduksi sabun madu yang berfungsi untuk melembutkan kulit, accecories dari bahan baku pembuatan madu ini juga diproduksi oleh unit usaha HONEY Madoe yang berfungsi untuk lebih memanfaatkan olahan-olahan yang dapat dihasilkan oleh lebah.
Unit usaha HONEY Madoe yang berproduksi di Fakultas Peternakan IPB ini memiliki beberapa produk, diantaranya adalah madu asli yang memiliki empat varian yaitu madu kelengkeng, madu kapuk, madu rambutan dan madu karet. Perbedaan dari setiap varian madu terletak pada rasa, aroma dan warna dari masing-masing varian madu.
a) Madu kapuk memiliki warna yang relatif lebih terang dibandingkan dengan madu dengan varian yang lain. Rasa dari madu kapuk ini manis agak sedikit asam, namun tidak terlalu legit dan pahit, selain itu memiliki aroma yang khas dibandingkan dengan madu varian lain.
b) Madu dengan varian kelengkeng memiliki rasa yang paling manis dibandingkan dengan varian lain dan memiliki warna cokelat kehitaman dan terlihat lebih pekat dibandingkan dengan madu varian lain.
c) Madu dengan varian karet memiliki warna yang lebih gelap dibandingkan dengan madu kapuk dan memiliki rasa yang cenderung lebih manis dari madu kapuk
d) Madu rambutan merupakan madu yang memiliki rasa yang cenderung manis namun masih satu level di bawah madu kelengkeng dan memiliki warna yang cukup gelap dibandingkan dengan madu varian kapuk dan karet.
Dengan kemurnian dan keaslian madu yang dimiliki oleh unit usaha HONEY Madoe ini, unit usaha HONEY Madoe percaya diri bahwa produk yang diproduksinya dapat bertahan dan bersaing dengan produk-produk madu yang telah beredar di pasaran.
Semua varian madu ini dapat diperoleh di laboratorium NRSH, Fakultas Peternakan, Institut Pertanian Bogor, dan beberapa kantin yang tersebar dimadu seluruh lingkungan kampus IPB Dramaga. HONEY Madoe yang diproduksi dan didistribusikan ke daerah dan beberapa tempat di lingkungan kampus IPB Dramaga ini memiliki produk yang paling diminati konsumen, yakni madu dengan varian kapuk. Namun, hal ini tidak membuat konsumen untuk hanya mengkonsumsi madu dengan varian kapuk saja, beberapa pelanggan mengaku varian madu kelengkeng juga enak.
Selain menjual produk HONEY Madoe, unit usaha HONEY Madoe juga menjual sabun madu, tas yang memiliki hiasan dari kapuk dan bunga yang terbuat dari bahan ulat sutra. Sabun madu yang diproduksi oleh unit usaha HONEY madoe berfungsi untuk melembutkan kulit. Sabun madu yang diproduksi oleh unit usaha HONEY Madoe telah dipasarkan di lingkungan kampus IPB Dramaga dan juga telah dipasarkan keluar kampus IPB Dramaga (Gambar 4).
Sabun madu yang di produksi oleh unit usaha HONEY Madoe hanya mempunyai satu ukuran. penggunaan dari sabun madu ini dapat digunakan pada wajah dan juga pada tubuh, sabun madu madoe dapat digunakan oleh segala usia, dari mulai anak- anak sampai pada orang tua.
Gambar 4. Sabun Madoe
Selain sabun madu, unit usaha HONEY Madoe juga mengeluarkan produk lainnya adalah bunga dalam vas, dimana bunga tersebut terbuat dari limbah ulat sutra. Bunga yang terbuat dari kepompong ulat sutra ini dapat dibentuk sesuai
keinginan. Pada Gambar 5 ini adalah gambar dari produk unit usaha HONEY Madoe yaitu bunga yang terbuat dari kepompong ulat sutra.
Gambar 5. Bunga dari Kepompong Ulat Sutra
Bunga dari kepompong ulat sutra ini telah dipasarkan di lingkungan kampus IPB Dramaga dan di luar kampus IPB Dramaga, dapat juga melalui pesanan untuk mendapatkan bunga dari kempompong ulat sutra ini. Bunga dari ulat sutra ini dapat dijadikan hiasan di meja.
Produk unit usaha HONEY Madoe selain madu, bunga yang terbuat dari kepompong ulat sutra dan sabun madu yang diproduksi oleh unit usaha HONEY Madoe, juga diproduksi tas. Tas produksi oleh unit usaha HONEY Madoe telah dipasarkan di lingkungan kampus IPB dramaga, dan juga dipasarkan di luar kampus IPB Dramaga. Gambar 6 adalah gambar dari tas yang diproduksi leh unit usaha HONEY Madoe.
Gambar 6. Tas Daur Ulang
4.1.4. Jaringan Pemasaran Unit Usaha HONEY Madoe
Unit usaha HONEY Madoe berdiri pada tahun 2006 dan pada saat itu unit usaha HONEY Madoe memperkenalkan produk HONEY Madoe di lingkungan kampus IPB Dramaga untuk pertama kali. Setelah itu HONEY Madoe dititipkan kepada beberapa kantin di lingkungan kampus IPB Dramaga, Agrimart, dll. Selain itu, unit usaha HONEY Madoe menerima pesanan dari berbagai ukuran dan berbagai varian rasa, pesanan tersebut dapat diambil maupun dikirim ke tempat tujuan, karena dirasakan produk unit usaha HONEY Madoe kurang terlalu berkembang, maka pihak unit usaha HONEY Madoe berencana untuk menyebarkan produk HONEY Madoe di luar kampus IPB Dramaga dengan cara mengadakan kerja sama dengan Indomaret pusat yang berada di Jakarta.
Pada tahun 2010 unit usaha HONEY Madoe berniat memulai kerjasama dengan Indomaret, hal ini diharapkan dapat membantu pemasaran HONEY Madoe agar lebih dikenal oleh masyarakat luas. Pada tahun 2011 tepat pada bulan April, unit usaha bekerjasama dengan Indomaret dalam hal penjualan HONEY Madoe. Pada awalnya pihak Indomaret menerima seluruh ukuran yang tersedia, namun pada pengiriman berikutnya pihak Indomaret menginginkan HONEY Madoe dengan ukuran 250 ml.
Hal ini dikarenakan masyarakat lebih memilih untuk mengkonsumsi HONEY Madoe dengan ukuran 250 ml sehingga mudah dibawa kemanapun. Unit usaha HONEY Madoe selalu siap apabila pihak Indomaret meminta untuk mengirimkan HONEY Madoe sejumlah yang diinginkan oleh pihak Indomaret. Setiap dua bulan sekali unit usaha HONEY Madoe mengirimkan HONEY Madoe rata-rata 200-300 botol sekali pengiriman. HONEY Madoe tersebut oleh pihak Indomaret disebarluaskan kepada cabang-cabang Indomaret di seluruh Outlet Indomaret se-Jabodetabek. Jumlah Outlet Indomaret yang menjual HONEY Madoe se Jabodetabek adalah sebanyak 441 Outlet Indomaret.
Jaringan pemasaran HONEY Madoe di lingkungan kampus IPB Dramaga sampai saat ini dititipkan kepada beberapa kantin di Institut Pertanian Bogor di Dramaga, selain itu dititipkan juga pada Agrimart yang bertempat di dekat Asrama Putri IPB Dramaga. Selain itu, juga produk HONEY Madoe dapat diperoleh dengan pemesanan baik secara langsung maupun dengan cara tidak
langsung di seluruh lingkungan kampus IPB Dramaga. Informasi mengenai produk HONEY Madoe dapat diperoleh di Laboratorium Non Ruminansia dan Satwa Harapan (NRSH), pada laboratorium tersebut calon konsumen maupun pelanggan dapat memperoleh informasi yang lengkap mengenai produk HONEY Madoe.
Jaringan pemasaran produk HONEY Madoe di luar lingkungan kampus IPB Dramaga dapat diperoleh pada Indomaret se-Jabodetabek. Unit usaha HONEY Madoe bekerjasama dengan Indomaret dalam pemasaran HONEY Madoe dapat meningkatkan penjualan HONEY Madoe. Selain itu, pemasaran HONEY Madoe mencapai seluruh Indonesia. Banyaknya pesanan HONEY Madoe di seluruh Indonesia membantu pengembangan unit usaha HONEY Madoe dalam hal produksi dan pemasarannya.
4.1.5. Bauran Komunikasi Pemasaran Unit Usaha HONEY Madoe
Bauran komunikasi pemasaran merupakan suatu langkah untuk mengkomunikasikan suatu produk maupun jasa dari penjual kepada calon pembeli dengan menggunakan iklan, promosi penjualan, penjualan langsung dan publisitas untuk memberikan informasi yang diharapkan dapat mempengaruhi keputusan pembelian oleh konsumen. Selain itu bauran komunikasi pemasaran juga diharapkan dapat mendorong minat calon pembeli mengenai produk yang ditawarkan oleh penjual. Informasi yang diperoleh konsumen tersebut, konsumen menjadi termotivasi untuk memperhatikan pesan pemasaran dalam hal ini adalah produk HONEY Madoe dan konsumen dapat menafsirkan informasi yang mereka peroleh dengan seksama untuk membentuk sikap dan mengambil keputusan tentang produk HONEY Madoe.
HONEY Madoe yang berproduksi di laboratorium NRSH, Fakultas Peternakan Institut Pertanian Bogor ini telah memiliki banyak pelanggan baik pelanggan internal maupun pelanggan eksternal. Pelanggan internal adalah konsumen HONEY Madoe di lingkungan kampus IPB Dramaga, sedangkan pelanggan eksternal adalah konsumen HONEY Madoe di luar kampus IPB Dramaga. Pada penelitian ini peneliti lebih memfokuskan penelitian dalam lingkungan kampus IPB Dramaga.
Hal ini dikarenakan komunikasi pemasaran yang dilakukan oleh unit usaha HONEY Madoe kurang menonjol sehingga belum banyak orang yang tahu mengenai produk ini. Adapun komunikasi pemasaran yang umumnya dilakukan oleh perusahaan yang besar maupun unit usaha yang baru merintis adalah periklanan, penjualan pribadi, promosi penjualan, hubungan masyarakat dan informasi dari mulut ke mulut. Hal ini perlu dilakukan untuk dapat memajukan perusahaan tersebut dan agar produk yang ditawarkan dari perusahaan tersebut dapat sampai kepada masyarakat dan diterima dengan baik oleh masyarakat luas.
Adapun komunikasi pemasaran yang dilakukan oleh unit usaha HONEY Madoe dari awal berdiri sampai saat ini dapat dilihat dari penjelasan di bawah ini. a. Periklanan
Periklanan merupakan bentuk persentasi non-pribadi dan promosi gagasan, barang atau jasa oleh sponsor tertentu yang harus dibayar. Periklanan merupakan komunikasi non personal sehingga mampu menjangkau target konsumen yang lebih besar dari pada penjualan perorangan. Hal ini mengindikasikan bahwa periklanan sangat penting untuk menjangkau para konsumen, dan agar konsumen lebih memiliki banyak informasi yang dibutuhkan oleh produk yang mereka inginkan. Dalam komunikasi pemasaran yang dilakukan oleh unit usaha HONEY Madoe, periklanan tidak dijalankan dalam unit usaha HONEY Madoe ini, karena periklanan dirasa cukup mengeluarkan banyak biaya dan membutuhkan waktu, uang, tenaga dan biaya yang tidak sedikit.
Menurut unit usaha HONEY Madoe pernah melakukan kegiatan periklanan ini dalam bentuk penyebaran leaflet dan pamflet kepada mahasiswa maupun karyawan di lingkungan kampus IPB Dramaga. Namun, penyebaran iklan ini tidak berjalan lama, hal ini dikarenakan tidak adanya sumber daya manusia yang cukup untuk membuat desain maupun leaflet untuk disebarkan ke seluruh mahasiswa maupun karyawan di lingkungan kampus IPB Dramaga. Hal ini yang mengakibatkan periklanan tidak dilakukan lagi sampai sekarang oleh pihak unit usaha HONEY Madoe.
Tidak dilakukannya periklanan lagi oleh unit usaha HONEY Madoe ini disadari betul oleh pengurus dari usaha ini, pengurus menyadari bahwa periklanan memang sangat membantu dalam proses pengenalan kebutuhan oleh konsumen
dan membantu mempercepat penjualan produk, namun hal ini tersendat oleh sumber daya manusia yang kurang di dalam kepengurusan HONEY Madoe. b. Penjualan pribadi
Penjualan pribadi merupakan suatu alat promosi yang efektif dalam membangun preferensi, keyakinan dan tindakan calon pembeli. Alat promosi ini memerlukan biaya yang besar dibandingkan dengan alat promosi lainnya. Untuk menciptakan hubungan yang baik dengan pelanggan merupakan kunci keberhasilan dalam proses pemasaran. Salah satu cara untuk membina hubungan baik adalah dengan memberikan pelayanan seoptimal mungkin kepada konsumen atau pelanggan.
Kegiatan penjualan pribadi yang dilakukan oleh unit usaha HONEY Madoe adalah menjualkan HONEY Madoe di koperasi tempat HONEY Madoe ini diproduksi dan tidak jarang para pengurus HONEY Madoe ini menjualkan secara langsung di koperasi tersebut. Selain itu pengurus unit usaha HONEY Madoe ini menitipkan produk HONEY Madoe ini ke beberapa kantin di lingkungan kampus IPB Dramaga. Sistem konsinyasi atau penitipan suatu produk di tempat tempat yang dianggap berpengaruh dalam proses penjualan produk HONEY Madoe berfungsi untuk menyampaikan informasi produk dan menata produk dari HONEY Madoe agar semakin baik pemasaran yang dilakukan oleh pihak unit usaha HONEY Madoe.
c. Promosi Penjualan
Promosi penjualan merupakan bentuk persuasi langsung melalui penggunaan berbagai insentif, umumnya berjangka pendek yang dapat diatur untuk merangsang pembelian produk dengan segera atau meningkatkan jumlah barang yang dibeli konsumen maupun pedagang. Kegiatan promosi penjualan yang dilakukan oleh unit usaha HONEY Madoe di lingkungan kampus IPB Dramaga terlihat belum dapat dilakukan. Hal ini dikarenakan dari pihak pengurus HONEY Madoe memiliki kendala dalam hal finansial, dimana unit usaha HONEY Madoe ini lebih mengutamakan kualitas dan bukan mengutamakan profit.
Kegiatan promosi penjualan ini telah terlihat tidak sedikit pengeluaran yang dikeluarkan untuk memberi potongan harga kepada konsumen maupun
distributor. Selain hal tersebut, sumberdaya manusia dalam kepengurusan HONEY Madoe tidak terlalu banyak, dan masing-masing memiliki kepentingan yang berbeda-beda karena pengurus inti HONEY Madoe ini berprofesi sebagai dosen dan staff kepegawaian dari Fakultas Peternakan di Institut Petanian Bogor di Dramaga. Kegiatan yang dilakukan oleh para pengurus HONEY Madoe ini, dirasakan bahwa untuk membuat kegiatan promosi penjualan masih kurang dapat dilaksanakan dengan baik.
d. Hubungan Masyarakat dan Publisitas
Hubungan masyarakat merupakan bentuk aktivitas yang didesain untuk membangun atau memelihara citra organisasi dan hubungan baik organisasi dengan pihak yang berkepentingan. Publisitas adalah sejumlah informasi yang disebarkan media massa tanpa mengeluarkan biaya. Kegiatan hubungan masyarakat dan publisitas yang dilakukan oleh unit usaha HONEY Madoe ini belum pernah dilakukan, karena unit usaha HONEY Madoe belum memiliki atau belum pernah menjadi sponsor suatu organisasi maupun instansi.
Selain itu, unit usaha HONEY Madoe ini pun juga belum pernah mengikuti kegiatan seminar yang diadakan oleh instansi maupun organisasi untuk memperkenalkan produk HONEY Madoe dengan skala besar. Dalam hal publikasi, unit usaha HONEY Madoe belum pernah melakukan publikasi pada majalah maupun koran yang terbit di kampus. Hal ini dikarenakan minimnya sumberdaya manusia yang dimiliki oleh unit usaha HONEY Madoe.
e. Pemasaran Langsung
Menurut Kotler (2005), pemasaran langsung memiliki ciri-ciri yaitu pesan ditujukan kepada orang tertentu, pesan dapat disiapkan untuk menarik orang yang dituju, pesan dapat disiapkan dengan sangat cepat (terbaru) dan pesan dapat diubah tergantung tanggapan dari orang tersebut. Surat langsung, pemasaran jarak jauh dan pemasaran elektronik merupakan bentuk pemasaran langsung. Kegiatan pemasaran langsung yang dilakukan oleh unit usaha HONEY Madoe adalah dengan memanfaatkan media elektronik seperti telepon, ataupun sms untuk memasarkan produknya, dengan menggunakan telepon pihak unit usaha HONEY Madoe menerima maupun mengirim informasi melalui pemesanan HONEY Madoe dengan berbagai varian maupun ukuran.
f. Word of Mouth
Dalam pemasaran promosi dari mulut ke mulut sering dikenal juga dengan Word of Mouth (WOM). WOM tidak membutuhkan biaya yang begitu besar namun dapat memperoleh efektivitas yang sangat besar. Didukung pula dengan kebiasaan masyarakat Indonesia yang senang berkumpul dan bersosialisasi untuk bercerita akan hal hal yang mereka sukai atau alami. Sumarwan (2009) menjelaskan bahwa WOM sebagai sebuah pertukaran ide, pikiran maupun komentar antara dua atau lebih konsumen dan tidak satupun dari mereka adalah pemasar.
Kegiatan word of mouth yang dilakukan oleh unit usaha HONEY Madoe berjalan dengan baik dan optimal. Diantara bauran komunikasi pemasaran yang lain, WOM merupakan bentuk komunikasi yang paling sering digunakan oleh pihak unit usaha HONEY Madoe untuk membantu memasarkan produk mereka. Melalui WOM, HONEY Madoe banyak dikenal oleh para karyawan dan mahasiswa di lingkungan kampus IPB Dramaga. Para karyawan yang membeli mengaku memberitahukan kepada saudara maupun rekan rekan baik yang berada di lingkungan kampus IPB Dramaga maupun di luar kampus IPB Dramaga. WOM dalam mempromosikan produk HONEY Madoe, pengurus HONEY Madoe mempunyai banyak pelanggan baik yang berada di dalam lingkungan kampus IPB Dramaga, maupun di luar kampus IPB.
Bauran pemasaran yang telah dijelaskan diatas, dapat ditarik kesimpulan bahwa dalam komunikasi pemasaran yang dilakukan oleh unit usaha HONEY Madoe adalah penjualan pribadi, pemasaran langsung, dan Word of Mouth (WOM). Komunikasi pemsaran seperti periklanan, hubungan masyarakat dan publisitas lalu promosi penjualan tidak dilakukan oleh pihak unit usaha HONEY Madoe. Karena, unit usaha HONEY Madoe tidak memiliki sumberdaya manusia yang cukup untuk melakukan kegiatan promosi tersebut.
Dari keenam bauran pemasaran tersebut, terdapat tiga bauran pemasaran yang tidak dijalankan oleh pihak unit usaha HONEY Madoe. Hal ini mencerminkan kurangnya komunikasi pemasaran yang dilakukan unit usaha HONEY Madoe dimana hanya terdapat tiga bauran komunikasi pemasaran yang
dilakukan oleh unit usaha HONEY Madoe dari enam bauran komunikasi pemasaran yang tersedia.
Bagi pengurus unit usaha HONEY Madoe, dari tiga bauran komunikasi pemasaran yang dilakukan Word of Mouth merupakan bauran komunikasi pemasaran yang dirasakan cukup efektif dalam memasarkan produk HONEY Madoe. Tanpa mengeluarkan biaya sedikitpun, namun pengetahuan informasi konsumen mengenai produk HONEY Madoe semakin meluas tidak hanya di lingkungan kampus IPB Dramaga saja, namun sudah berada di luar lingkungan kampus IPB Dramaga. Meskipun belum banyak dari mahasiswa maupun karyawan di lingkungan kampus IPB Dramaga yang mengetahui dari produk ini, dengan pemasaran WOM yang naik secara stabil, semakin banyak mahasiswa maupun karyawan dan karyawati di lingkungan kampus IPB Dramaga yang mengetahui mengenai produk ini.
Penjualan pribadi dan pemasaran langsung yang dilakukan oleh unit usaha HONEY Madoe ini cukup mempunyai pengaruh terhadap penjualan produk madu ini. meskipun tidak terlalu efektif seperti komunikasi pemasaran dengan menggunakan WOM, namun komunikasi pemasaran ini tidak dapat ditinggalkan begitu saja. Hal ini dikarenakan pemasaran langsung dan penjualan pribadi sangat berguna untuk menyampaikan informasi secara tepat dan akurat kepada konsumen HONEY Madoe. Tidak jarang para pengurus HONEY Madoe ini untuk menginformasikan secara langsung kepada konsumen mengenai pentingnya mengkonsumsi madu maupun informasi-informasi lainnya yang dianggap dibutuhkan oleh konsumen. Oleh karena itu pihak pengurus HONEY Madoe terus meningkatkan bauran pemasaran ini.