Monitoring Persidangan Pembunuhan Munir
Teks penuh
Dokumen terkait
3 lembar asli surat tanggal 8 september 2004 yang
JPU menyampaikan bahwa sesuai dengan ketetapan sidang bahwa tiga saksi akan di hadirkan dalam persidangan pada tanggal 28 September 2005, namun salah satu saksi yang bernama
Lalu dokter memeriksa Munir, dokter bilang “buatkan air garam, teh manis” tetapi setiap diberikan menolak terus (keluar lagi) lalu dokter meminta dokter kit, setelah dicarikan
Sidang Dibuka Hakim ketua Cicut Setiarso pukul 10.38 Wib dan langsung mempersilahkan terdakwa memasuki ruang Sidang. Terdakwa masuk ke ruang
Yeti Susmiarti, sebagai pramugari mengambil dua gelas berisi wine dan dua gelas orange Juice yang telah dimasukan racun arsen, dan diatur
mengenai transit di Changi yang menurut Versi JPU hanya 45 menit, menurut penasehat hukum tidak mungkin dan tidak cukup waktu bila pesawat
Dalam pertimbangan majelis hakim Motif tersebut didasarkan pada pesan saksi Muchdi kepada Adnan Buyung Nasution agar Munir diperingatkan untuk tidak terlalu vokal, dan
saat Suciwati menanyakan apakah di Garuda ada yang bernama Polly, dijawab dengan sigap oleh Indra Setiawan selaku DIRUT yang mengaku tahu ada pilot bernama Polly, saat