• Tidak ada hasil yang ditemukan

97 Nadhiroh. Vol. 4 No. 2 - Agustus 2014 DIDAKTIKA ISLAMIKA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "97 Nadhiroh. Vol. 4 No. 2 - Agustus 2014 DIDAKTIKA ISLAMIKA"

Copied!
23
0
0

Teks penuh

(1)

97

MEWUJUDKAN SOSIAL MASYARAKAT MADANI MELALUI BIMBINGAN KONSELING ISLAM

Oleh : Drs. H. Nadhiroh, M.Pd Abstrak

Konseling Islam adalah suatu proses pemberian bantuan secara terus menerus dan sistematis terhadap individu atau sekelompok orang yang sedang mengalami kesulitan lahir dan batin untuk dapat memahami dirinya dan mampu memecahkan masalah yang dihadapinya sehingga dapat hidup secara harmonis sesuai dengan ketentuan dan petunjuk Allah dan Rasul-Nya demi tercapainya kebahagiaan di dunia dan akhirat.

Tujuan bimbingan dan konseling Islam adalah membantu individu mencegah timbulnya problem-problem yang berkaitan dengan kehidupan sosial masyarakat, dalam rangka membentuk dan mengembangkan potensi diri baik yang bersifat jasmani maupun ruhani menjadi lebih baik dan mendapat ridho Allah. Dalam tulisan ini akan dibahas materi mewujudkan sosial masyarakat madani melalui bimbingan Islami, dengan pembahasan : permasalahan sosial, pengertian bimbingan konseling, pengertian bimbingan konseling Islam, landasan bimbingan konseling Islami, Asas-asas Bimbingan dan Konseling Islami, Latar belakang perlunya Bimbingan dan Konseling Islami, Tujuan Bimbingan dan Konseling Islami.

kata kunci :

Bimbingan, Konseling, Asas.

1. Masalah Sosial

Masalah sosial adalah suatu ketidak sesuaian antara unsur-unsur kebudayaan atau masyarakat, yang membahayakan kelompok social atau menghambat terpenuhinya keinginan-keinginan pokok anggota kelompok social tersebut sehingga terjadi kepincangan sosial.

Dalam perkembangan individu dengan individu lain tidak selamanya berjalan mulus dan lancar, tapi ada kalanya terjadi kesenjangan dan perbenturan antara satu kepentingan dengan kepentingan lainnya. Keadaan

97

MEWUJUDKAN SOSIAL MASYARAKAT MADANI MELALUI BIMBINGAN KONSELING ISLAM

Oleh : Drs. H. Nadhiroh, M.Pd Abstrak

Konseling Islam adalah suatu proses pemberian bantuan secara terus menerus dan sistematis terhadap individu atau sekelompok orang yang sedang mengalami kesulitan lahir dan batin untuk dapat memahami dirinya dan mampu memecahkan masalah yang dihadapinya sehingga dapat hidup secara harmonis sesuai dengan ketentuan dan petunjuk Allah dan Rasul-Nya demi tercapainya kebahagiaan di dunia dan akhirat.

Tujuan bimbingan dan konseling Islam adalah membantu individu mencegah timbulnya problem-problem yang berkaitan dengan kehidupan sosial masyarakat, dalam rangka membentuk dan mengembangkan potensi diri baik yang bersifat jasmani maupun ruhani menjadi lebih baik dan mendapat ridho Allah. Dalam tulisan ini akan dibahas materi mewujudkan sosial masyarakat madani melalui bimbingan Islami, dengan pembahasan : permasalahan sosial, pengertian bimbingan konseling, pengertian bimbingan konseling Islam, landasan bimbingan konseling Islami, Asas-asas Bimbingan dan Konseling Islami, Latar belakang perlunya Bimbingan dan Konseling Islami, Tujuan Bimbingan dan Konseling Islami.

kata kunci :

Bimbingan, Konseling, Asas.

1. Masalah Sosial

Masalah sosial adalah suatu ketidak sesuaian antara unsur-unsur kebudayaan atau masyarakat, yang membahayakan kelompok social atau menghambat terpenuhinya keinginan-keinginan pokok anggota kelompok social tersebut sehingga terjadi kepincangan sosial.

Dalam perkembangan individu dengan individu lain tidak selamanya berjalan mulus dan lancar, tapi ada kalanya terjadi kesenjangan dan perbenturan antara satu kepentingan dengan kepentingan lainnya. Keadaan

97

MEWUJUDKAN SOSIAL MASYARAKAT MADANI MELALUI BIMBINGAN KONSELING ISLAM

Oleh : Drs. H. Nadhiroh, M.Pd Abstrak

Konseling Islam adalah suatu proses pemberian bantuan secara terus menerus dan sistematis terhadap individu atau sekelompok orang yang sedang mengalami kesulitan lahir dan batin untuk dapat memahami dirinya dan mampu memecahkan masalah yang dihadapinya sehingga dapat hidup secara harmonis sesuai dengan ketentuan dan petunjuk Allah dan Rasul-Nya demi tercapainya kebahagiaan di dunia dan akhirat.

Tujuan bimbingan dan konseling Islam adalah membantu individu mencegah timbulnya problem-problem yang berkaitan dengan kehidupan sosial masyarakat, dalam rangka membentuk dan mengembangkan potensi diri baik yang bersifat jasmani maupun ruhani menjadi lebih baik dan mendapat ridho Allah. Dalam tulisan ini akan dibahas materi mewujudkan sosial masyarakat madani melalui bimbingan Islami, dengan pembahasan : permasalahan sosial, pengertian bimbingan konseling, pengertian bimbingan konseling Islam, landasan bimbingan konseling Islami, Asas-asas Bimbingan dan Konseling Islami, Latar belakang perlunya Bimbingan dan Konseling Islami, Tujuan Bimbingan dan Konseling Islami.

kata kunci :

Bimbingan, Konseling, Asas.

1. Masalah Sosial

Masalah sosial adalah suatu ketidak sesuaian antara unsur-unsur kebudayaan atau masyarakat, yang membahayakan kelompok social atau menghambat terpenuhinya keinginan-keinginan pokok anggota kelompok social tersebut sehingga terjadi kepincangan sosial.

Dalam perkembangan individu dengan individu lain tidak selamanya berjalan mulus dan lancar, tapi ada kalanya terjadi kesenjangan dan perbenturan antara satu kepentingan dengan kepentingan lainnya. Keadaan

(2)

ini dapat teraktualisasi lewat cara beradaptasi, cara berkomunikasi dan cara bertingkah laku.

Penyesuaian diri adalah kemampuan seseorang untuk hidup dan bergaul secara wajar terhadap lingkungannya, sehingga Ia merasa puas terhadap dirinya dan terhadap lingkungan. Penyesuaian diri merupakan hal yang sangat penting untuk dapat memenuhi kebutuhan individu dengan segala macam kemungkinan yang ada dalam lingkungan tersebut.

Schneider berpendapat bahwa penyesuaian adalah proses yang melibatkan respon-respon mental dan perbuatan individu dalam upaya untuk memenuhi kebutuhan, dan mengatasi ketegangan, frustasi dan konflik secara sukses, serta menghasilkan hubungan yang harmonis antara kebutuhan dirinya dengan norma atau tuntutan lingkungan dimana Dia hidup.

Proses penyesuaian diri dapat menimbulkan berbagai masalah terutama masalah sosial yang terjadi pada diri individu itu sendiri. Jika individu dapat berhasil memenuhi kebutuhannya sesuai dengan lingkungan tanpa gangguan dan kerugian bagi lingkungannya dinamakan well adjusted. Dan jika individu gagal dalam proses penyesuaian diri disebut maladjusted. Ciri-ciri orang yang well adjusted, yaitu yang mampu merespon (kebutuhan dan masalahnya) secara matang, efisien, puas dan sehat (wholesome). Yang dimaksud dengan efisien adalah hasil yang diperolehnya tidak banyak membuang energi, waktu, atau kekeliruan. Sementara wholesome adalah respon individu itu sesuai dengan hakikat kemanusiaannya, hubungan dengan orang lain, dan hubungan dengan tuhan.

2. Pengertian Bimbingan Konseling

Pelayanan bimbingan dan konseling adalah pekerjaan profesional. Sesuai dengan makna uraian tentang pemahaman, penanganan dan ini dapat teraktualisasi lewat cara beradaptasi, cara berkomunikasi dan cara bertingkah laku.

Penyesuaian diri adalah kemampuan seseorang untuk hidup dan bergaul secara wajar terhadap lingkungannya, sehingga Ia merasa puas terhadap dirinya dan terhadap lingkungan. Penyesuaian diri merupakan hal yang sangat penting untuk dapat memenuhi kebutuhan individu dengan segala macam kemungkinan yang ada dalam lingkungan tersebut.

Schneider berpendapat bahwa penyesuaian adalah proses yang melibatkan respon-respon mental dan perbuatan individu dalam upaya untuk memenuhi kebutuhan, dan mengatasi ketegangan, frustasi dan konflik secara sukses, serta menghasilkan hubungan yang harmonis antara kebutuhan dirinya dengan norma atau tuntutan lingkungan dimana Dia hidup.

Proses penyesuaian diri dapat menimbulkan berbagai masalah terutama masalah sosial yang terjadi pada diri individu itu sendiri. Jika individu dapat berhasil memenuhi kebutuhannya sesuai dengan lingkungan tanpa gangguan dan kerugian bagi lingkungannya dinamakan well adjusted. Dan jika individu gagal dalam proses penyesuaian diri disebut maladjusted. Ciri-ciri orang yang well adjusted, yaitu yang mampu merespon (kebutuhan dan masalahnya) secara matang, efisien, puas dan sehat (wholesome). Yang dimaksud dengan efisien adalah hasil yang diperolehnya tidak banyak membuang energi, waktu, atau kekeliruan. Sementara wholesome adalah respon individu itu sesuai dengan hakikat kemanusiaannya, hubungan dengan orang lain, dan hubungan dengan tuhan.

2. Pengertian Bimbingan Konseling

Pelayanan bimbingan dan konseling adalah pekerjaan profesional. Sesuai dengan makna uraian tentang pemahaman, penanganan dan ini dapat teraktualisasi lewat cara beradaptasi, cara berkomunikasi dan cara bertingkah laku.

Penyesuaian diri adalah kemampuan seseorang untuk hidup dan bergaul secara wajar terhadap lingkungannya, sehingga Ia merasa puas terhadap dirinya dan terhadap lingkungan. Penyesuaian diri merupakan hal yang sangat penting untuk dapat memenuhi kebutuhan individu dengan segala macam kemungkinan yang ada dalam lingkungan tersebut.

Schneider berpendapat bahwa penyesuaian adalah proses yang melibatkan respon-respon mental dan perbuatan individu dalam upaya untuk memenuhi kebutuhan, dan mengatasi ketegangan, frustasi dan konflik secara sukses, serta menghasilkan hubungan yang harmonis antara kebutuhan dirinya dengan norma atau tuntutan lingkungan dimana Dia hidup.

Proses penyesuaian diri dapat menimbulkan berbagai masalah terutama masalah sosial yang terjadi pada diri individu itu sendiri. Jika individu dapat berhasil memenuhi kebutuhannya sesuai dengan lingkungan tanpa gangguan dan kerugian bagi lingkungannya dinamakan well adjusted. Dan jika individu gagal dalam proses penyesuaian diri disebut maladjusted. Ciri-ciri orang yang well adjusted, yaitu yang mampu merespon (kebutuhan dan masalahnya) secara matang, efisien, puas dan sehat (wholesome). Yang dimaksud dengan efisien adalah hasil yang diperolehnya tidak banyak membuang energi, waktu, atau kekeliruan. Sementara wholesome adalah respon individu itu sesuai dengan hakikat kemanusiaannya, hubungan dengan orang lain, dan hubungan dengan tuhan.

2. Pengertian Bimbingan Konseling

Pelayanan bimbingan dan konseling adalah pekerjaan profesional. Sesuai dengan makna uraian tentang pemahaman, penanganan dan

(3)

99

penyikapan konselor terhadap kasus, pekerjaan profesional itu harus dilaksanakan dengan mengikuti kaidah-kaidah yang menjamin efisien dan efektifitas proses dan lain-lain. Kaidah-kaidah tersebut didasarkan atas tuntutan keilmuan layanan disatu segi (antara lain bahwa layanan harus didasarkan atas data dan tingkat perkembangan klien), dan tuntutan optimalisasi proses penyelanggaraan layanan disegi lain (yaitu antara lain suasana konseling ditandai oleh adanya kehangatan, pemahaman, penerimaan, kebebasan dan keterbukaan, serta berbagai sumber daya yang perlu diaktifkan).

Bimbingan konseling adalah Proses pemberian bantuan (process of helping) kepada individu agar mampu memahami dan menerima diri dan lingkungannya, mengarahkan diri, dan menyesuaikan diri secara positif dan konstruktif terhadap tuntutan norma kehidupan ( agama dan budaya) sehingga mencapai kehidupan yang bermakna (berbahagia, baik secara personal maupun sosial)”

Dengan kata lain bimbingan konseling adalah proses interaksi antara konselor dengan klien/konselee baik secara langsung (tatap muka) atau tidak langsung (melalui media : internet, atau telepon) dalam rangka mem-bantu klien agar dapat mengembangkan potensi dirinya atau memecahkan masalah yang dialaminya.

3. Pengertian Bimbingan Konseling Islam

Bimbingan islam merupakan proses bimbingan bantuan,artinya bimbingan tidak menentukan atau mengharuskan, melainkan sekedar membantu individu.Individu dibantu, dibimbing, agar mampu hidup selaras dengan ketentuan dan petunjuk Allah.Dengan demikian bimbingan islam merupakan proses bimbingan sebagaimana kegiatan bimbingan lainnya, tetapi dalam seluruh seginya berlandaskan Al-quran dan sunnah rasul. Maksudnya sebagai berikut :

99

penyikapan konselor terhadap kasus, pekerjaan profesional itu harus dilaksanakan dengan mengikuti kaidah-kaidah yang menjamin efisien dan efektifitas proses dan lain-lain. Kaidah-kaidah tersebut didasarkan atas tuntutan keilmuan layanan disatu segi (antara lain bahwa layanan harus didasarkan atas data dan tingkat perkembangan klien), dan tuntutan optimalisasi proses penyelanggaraan layanan disegi lain (yaitu antara lain suasana konseling ditandai oleh adanya kehangatan, pemahaman, penerimaan, kebebasan dan keterbukaan, serta berbagai sumber daya yang perlu diaktifkan).

Bimbingan konseling adalah Proses pemberian bantuan (process of helping) kepada individu agar mampu memahami dan menerima diri dan lingkungannya, mengarahkan diri, dan menyesuaikan diri secara positif dan konstruktif terhadap tuntutan norma kehidupan ( agama dan budaya) sehingga mencapai kehidupan yang bermakna (berbahagia, baik secara personal maupun sosial)”

Dengan kata lain bimbingan konseling adalah proses interaksi antara konselor dengan klien/konselee baik secara langsung (tatap muka) atau tidak langsung (melalui media : internet, atau telepon) dalam rangka mem-bantu klien agar dapat mengembangkan potensi dirinya atau memecahkan masalah yang dialaminya.

3. Pengertian Bimbingan Konseling Islam

Bimbingan islam merupakan proses bimbingan bantuan,artinya bimbingan tidak menentukan atau mengharuskan, melainkan sekedar membantu individu.Individu dibantu, dibimbing, agar mampu hidup selaras dengan ketentuan dan petunjuk Allah.Dengan demikian bimbingan islam merupakan proses bimbingan sebagaimana kegiatan bimbingan lainnya, tetapi dalam seluruh seginya berlandaskan Al-quran dan sunnah rasul. Maksudnya sebagai berikut :

99

penyikapan konselor terhadap kasus, pekerjaan profesional itu harus dilaksanakan dengan mengikuti kaidah-kaidah yang menjamin efisien dan efektifitas proses dan lain-lain. Kaidah-kaidah tersebut didasarkan atas tuntutan keilmuan layanan disatu segi (antara lain bahwa layanan harus didasarkan atas data dan tingkat perkembangan klien), dan tuntutan optimalisasi proses penyelanggaraan layanan disegi lain (yaitu antara lain suasana konseling ditandai oleh adanya kehangatan, pemahaman, penerimaan, kebebasan dan keterbukaan, serta berbagai sumber daya yang perlu diaktifkan).

Bimbingan konseling adalah Proses pemberian bantuan (process of helping) kepada individu agar mampu memahami dan menerima diri dan lingkungannya, mengarahkan diri, dan menyesuaikan diri secara positif dan konstruktif terhadap tuntutan norma kehidupan ( agama dan budaya) sehingga mencapai kehidupan yang bermakna (berbahagia, baik secara personal maupun sosial)”

Dengan kata lain bimbingan konseling adalah proses interaksi antara konselor dengan klien/konselee baik secara langsung (tatap muka) atau tidak langsung (melalui media : internet, atau telepon) dalam rangka mem-bantu klien agar dapat mengembangkan potensi dirinya atau memecahkan masalah yang dialaminya.

3. Pengertian Bimbingan Konseling Islam

Bimbingan islam merupakan proses bimbingan bantuan,artinya bimbingan tidak menentukan atau mengharuskan, melainkan sekedar membantu individu.Individu dibantu, dibimbing, agar mampu hidup selaras dengan ketentuan dan petunjuk Allah.Dengan demikian bimbingan islam merupakan proses bimbingan sebagaimana kegiatan bimbingan lainnya, tetapi dalam seluruh seginya berlandaskan Al-quran dan sunnah rasul. Maksudnya sebagai berikut :

(4)

a. Hidup selaras dengan ketentuan Allah artinya sesuai dengan kodrat yang ditentukan Allah ,sesuai dengan sunatulloh, sesuai dengan hakikatnya sebagai mahluk Allah.

b. Hidup selaras dengan petunjuk Allah artinya sesuai dengan pedoman yang telah ditentukan Allah melalui rasulnya (ajaran islam )

c. Hidup selaras dengan ketentuan dan petunjuk Allah berarti menyadari eksistensi diri sebagai mahluk Allah yang diciptakan Allah untuk mengabdi kepada-Nya ,mengabdi dalam arti seluas-luasnya.

Bimbingan islami adalah proses pemberian bantuan terhadap individu agar mampu hidup selaras dengan ketentuan dan petunjuk Allah,sehinngga dapat mencapai kebahagiaan hidup didunia dan akhirat.

4. Landasan Bimbingan Konseling Islami

Landasan (fondasi atau dasar pijak) utama bimbingan dan konseling islami adalah al-quran dan sunnah rasul, sebab keduanya merupakan sumber dari segala sumber pedoman kehidupan umat Islam,seperti disebutkan Nabi Muhammad saw sebagai berikut yang artinya :

ْﻳَﺮْﻣَأ ْﻢُﻜﻴِﻓ ُﺖْﻛَﺮَـﺗ

ﺎَﻤِِ ْﻢُﺘْﻜﱠﺴََﲤ ﺎَﻣ اﻮﱡﻠِﻀَﺗ ْﻦَﻟ ،ِﻦ

:

ِﷲ َبﺎَﺘِﻛ

,

َﺔﱠﻨُﺳَو

ﻢﻠَﺳَو ﻪﻴَﻠَﻋ ﷲ ﻰﻠَﺻ ِﻪِّﻴِﺒَﻧ

.

“Aku tinggalkan sesuatu bagi kalian semua yang jika kalian selalu berpegang teguh kepadanya niscaya selamanya-selamanya tidak akan pernah salah langkah tidak akan pernah salang langkah tersesat jalan, sesuatu itu yakni kitabullah dan sunah Rasulnya.”

Al-Quran dan Assunah rasul dapatlah diistilahkan sebagai landasan ideal dan konseptual

a. Hidup selaras dengan ketentuan Allah artinya sesuai dengan kodrat yang ditentukan Allah ,sesuai dengan sunatulloh, sesuai dengan hakikatnya sebagai mahluk Allah.

b. Hidup selaras dengan petunjuk Allah artinya sesuai dengan pedoman yang telah ditentukan Allah melalui rasulnya (ajaran islam )

c. Hidup selaras dengan ketentuan dan petunjuk Allah berarti menyadari eksistensi diri sebagai mahluk Allah yang diciptakan Allah untuk mengabdi kepada-Nya ,mengabdi dalam arti seluas-luasnya.

Bimbingan islami adalah proses pemberian bantuan terhadap individu agar mampu hidup selaras dengan ketentuan dan petunjuk Allah,sehinngga dapat mencapai kebahagiaan hidup didunia dan akhirat.

4. Landasan Bimbingan Konseling Islami

Landasan (fondasi atau dasar pijak) utama bimbingan dan konseling islami adalah al-quran dan sunnah rasul, sebab keduanya merupakan sumber dari segala sumber pedoman kehidupan umat Islam,seperti disebutkan Nabi Muhammad saw sebagai berikut yang artinya :

ْﻳَﺮْﻣَأ ْﻢُﻜﻴِﻓ ُﺖْﻛَﺮَـﺗ

ﺎَﻤِِ ْﻢُﺘْﻜﱠﺴََﲤ ﺎَﻣ اﻮﱡﻠِﻀَﺗ ْﻦَﻟ ،ِﻦ

:

ِﷲ َبﺎَﺘِﻛ

,

َﺔﱠﻨُﺳَو

ﻢﻠَﺳَو ﻪﻴَﻠَﻋ ﷲ ﻰﻠَﺻ ِﻪِّﻴِﺒَﻧ

.

“Aku tinggalkan sesuatu bagi kalian semua yang jika kalian selalu berpegang teguh kepadanya niscaya selamanya-selamanya tidak akan pernah salah langkah tidak akan pernah salang langkah tersesat jalan, sesuatu itu yakni kitabullah dan sunah Rasulnya.”

Al-Quran dan Assunah rasul dapatlah diistilahkan sebagai landasan ideal dan konseptual

a. Hidup selaras dengan ketentuan Allah artinya sesuai dengan kodrat yang ditentukan Allah ,sesuai dengan sunatulloh, sesuai dengan hakikatnya sebagai mahluk Allah.

b. Hidup selaras dengan petunjuk Allah artinya sesuai dengan pedoman yang telah ditentukan Allah melalui rasulnya (ajaran islam )

c. Hidup selaras dengan ketentuan dan petunjuk Allah berarti menyadari eksistensi diri sebagai mahluk Allah yang diciptakan Allah untuk mengabdi kepada-Nya ,mengabdi dalam arti seluas-luasnya.

Bimbingan islami adalah proses pemberian bantuan terhadap individu agar mampu hidup selaras dengan ketentuan dan petunjuk Allah,sehinngga dapat mencapai kebahagiaan hidup didunia dan akhirat.

4. Landasan Bimbingan Konseling Islami

Landasan (fondasi atau dasar pijak) utama bimbingan dan konseling islami adalah al-quran dan sunnah rasul, sebab keduanya merupakan sumber dari segala sumber pedoman kehidupan umat Islam,seperti disebutkan Nabi Muhammad saw sebagai berikut yang artinya :

ْﻳَﺮْﻣَأ ْﻢُﻜﻴِﻓ ُﺖْﻛَﺮَـﺗ

ﺎَﻤِِ ْﻢُﺘْﻜﱠﺴََﲤ ﺎَﻣ اﻮﱡﻠِﻀَﺗ ْﻦَﻟ ،ِﻦ

:

ِﷲ َبﺎَﺘِﻛ

,

َﺔﱠﻨُﺳَو

ﻢﻠَﺳَو ﻪﻴَﻠَﻋ ﷲ ﻰﻠَﺻ ِﻪِّﻴِﺒَﻧ

.

“Aku tinggalkan sesuatu bagi kalian semua yang jika kalian selalu berpegang teguh kepadanya niscaya selamanya-selamanya tidak akan pernah salah langkah tidak akan pernah salang langkah tersesat jalan, sesuatu itu yakni kitabullah dan sunah Rasulnya.”

Al-Quran dan Assunah rasul dapatlah diistilahkan sebagai landasan ideal dan konseptual

(5)

101

Bimbingan dan konseling islami. Dari Al-Quran dan as-Sunnah rasul itulah gagasan, tujuan dan konsep-konsep (pengertian,dan makna hakiki) .

Landasan Filosofis islami penting artinya bagi bimbingan dan konseling islami antara lain adalah :

a. Falsafah tentang dunia manusia (citra manusia) b. Falsafah tentang dunia dan kehidupan

c. Falsafah tentang pernikahan dan keluarga d. Falsafah tentang pendidikan

e. Falsafah tentang masyarakat dan hidup kemasyarakatan f. Falsafah tentang upaya mencari nafkah atau falsafah kerja.

Unsur-unsur tersebut dapat penulis perjelas, bahwa : a. Citra Manusia Menurut Islam

Berdasarkan ayat-ayat al-Qur’an dan hadits Nabi Muhammad SAW., dan berbagai pandangan ulama serta para pakar lainnya, manusia memiliki sifat – sifat atau keadaan sebagai berikut:

1). Manusia terdiri dari berbagai unsur yang menjadi satu kesatuan utuh yang tidak terpisahkan.

2). Manusia memiliki tiga fungsi sifat atau kedudukan, antara lain: a). Sebagai makhluk Allah atau “khalifatullah”, yaitu makhluk

yang diciptakan dan wajib mengabdi kepada Allah serta wajib mengelola dan memakmurkan bumi.

b). Sebagai makhluk individu.

c). Sebagai anggota masyarakat manusia atau makhluk sosial. Untuk lebih jelasnya akan diuraikan secara singkat satu persatu dibawah ini, antara lain:

 Manusia sebagai makhluk Allah

Manusia merupakan makhluk Allah, ciptaan Allah, dan secara kodrati merupakan makhluk religius atau pengabdi Allah, seperti

101

Bimbingan dan konseling islami. Dari Al-Quran dan as-Sunnah rasul itulah gagasan, tujuan dan konsep-konsep (pengertian,dan makna hakiki) .

Landasan Filosofis islami penting artinya bagi bimbingan dan konseling islami antara lain adalah :

a. Falsafah tentang dunia manusia (citra manusia) b. Falsafah tentang dunia dan kehidupan

c. Falsafah tentang pernikahan dan keluarga d. Falsafah tentang pendidikan

e. Falsafah tentang masyarakat dan hidup kemasyarakatan f. Falsafah tentang upaya mencari nafkah atau falsafah kerja.

Unsur-unsur tersebut dapat penulis perjelas, bahwa : a. Citra Manusia Menurut Islam

Berdasarkan ayat-ayat al-Qur’an dan hadits Nabi Muhammad SAW., dan berbagai pandangan ulama serta para pakar lainnya, manusia memiliki sifat – sifat atau keadaan sebagai berikut:

1). Manusia terdiri dari berbagai unsur yang menjadi satu kesatuan utuh yang tidak terpisahkan.

2). Manusia memiliki tiga fungsi sifat atau kedudukan, antara lain: a). Sebagai makhluk Allah atau “khalifatullah”, yaitu makhluk

yang diciptakan dan wajib mengabdi kepada Allah serta wajib mengelola dan memakmurkan bumi.

b). Sebagai makhluk individu.

c). Sebagai anggota masyarakat manusia atau makhluk sosial. Untuk lebih jelasnya akan diuraikan secara singkat satu persatu dibawah ini, antara lain:

 Manusia sebagai makhluk Allah

Manusia merupakan makhluk Allah, ciptaan Allah, dan secara kodrati merupakan makhluk religius atau pengabdi Allah, seperti

101

Bimbingan dan konseling islami. Dari Al-Quran dan as-Sunnah rasul itulah gagasan, tujuan dan konsep-konsep (pengertian,dan makna hakiki) .

Landasan Filosofis islami penting artinya bagi bimbingan dan konseling islami antara lain adalah :

a. Falsafah tentang dunia manusia (citra manusia) b. Falsafah tentang dunia dan kehidupan

c. Falsafah tentang pernikahan dan keluarga d. Falsafah tentang pendidikan

e. Falsafah tentang masyarakat dan hidup kemasyarakatan f. Falsafah tentang upaya mencari nafkah atau falsafah kerja.

Unsur-unsur tersebut dapat penulis perjelas, bahwa : a. Citra Manusia Menurut Islam

Berdasarkan ayat-ayat al-Qur’an dan hadits Nabi Muhammad SAW., dan berbagai pandangan ulama serta para pakar lainnya, manusia memiliki sifat – sifat atau keadaan sebagai berikut:

1). Manusia terdiri dari berbagai unsur yang menjadi satu kesatuan utuh yang tidak terpisahkan.

2). Manusia memiliki tiga fungsi sifat atau kedudukan, antara lain: a). Sebagai makhluk Allah atau “khalifatullah”, yaitu makhluk

yang diciptakan dan wajib mengabdi kepada Allah serta wajib mengelola dan memakmurkan bumi.

b). Sebagai makhluk individu.

c). Sebagai anggota masyarakat manusia atau makhluk sosial. Untuk lebih jelasnya akan diuraikan secara singkat satu persatu dibawah ini, antara lain:

 Manusia sebagai makhluk Allah

Manusia merupakan makhluk Allah, ciptaan Allah, dan secara kodrati merupakan makhluk religius atau pengabdi Allah, seperti

(6)

tercermin dalam sabda Nabi Muhammad saw. Yang artinya sebagai berikut :

ِّﻮَﻬُـﻳ ُﻩاَﻮَـﺑَﺄَﻓ ِةَﺮْﻄِﻔْﻟا ﻰَﻠَﻋ ُﺪَﻟﻮُﻳ ٍدﻮُﻟْﻮَﻣ ﱡﻞُﻛ

ِﻪِﻧﺎَﺴ ِّﺠَُﳝ ْوَأ ِﻪِﻧاَﺮِّﺼَﻨُـﻳ ْوَأ ِﻪِﻧاَد

“Tiap-tiap orang itu dilahirkan Ibunya atas dasar fitrah, kedua orang tuanyalah yang menjadikannya Yahudi, Nasrani, atau Majusi, apabila kedua orang tuanya itu muslim, jadilah ia muslim”. (H.R. Muslim)

Sesuai dengan fitrahnya tersebut, manusia bertugas untuk mengabdi kepada Allah, seperti difirmankan Allah sebagai berikut :

ﺎَﻣَو

ُﺖْﻘَﻠَﺧ

ﱠﻦِْﳉا

َﺲْﻧِْﻹاَو

ﱠﻻِإ

ِنوُﺪُﺒْﻌَـﻴِﻟ

Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku. (Q.S. Az Zariyat, 51:56)

 Manusia sebagai Makhluk Individu

Secara kodrati setiap manusia merupakan wujud yang khas, yang memiliki pribadi (individu) sendiri, atau memiliki eksistensinya sendiri. Ini antara lain bisa ditafsirkan dari ayat yang artinta sebagai berikut:

ﺎﱠﻧِإ

ﱠﻞُﻛ

ٍءْﻲَﺷ

ُﻩﺎَﻨْﻘَﻠَﺧ

ٍرَﺪَﻘِﺑ

“Sesungguhnya Kami menciptakan segala sesuatu menurut ukuran”. (Q.S. Al Qamar, 54:49).

Segala sesuatu yang diciptakan Allah itu mempunyai kadar atau ukuran, dalam arti ukuran atau kadar masing-masing. Maksudnya, selain dalam penciptaan Allah menciptakannya dengan ukuran yang baik (harmonis), tetapi dengan juga kadar

tercermin dalam sabda Nabi Muhammad saw. Yang artinya sebagai berikut :

ِّﻮَﻬُـﻳ ُﻩاَﻮَـﺑَﺄَﻓ ِةَﺮْﻄِﻔْﻟا ﻰَﻠَﻋ ُﺪَﻟﻮُﻳ ٍدﻮُﻟْﻮَﻣ ﱡﻞُﻛ

ِﻪِﻧﺎَﺴ ِّﺠَُﳝ ْوَأ ِﻪِﻧاَﺮِّﺼَﻨُـﻳ ْوَأ ِﻪِﻧاَد

“Tiap-tiap orang itu dilahirkan Ibunya atas dasar fitrah, kedua orang tuanyalah yang menjadikannya Yahudi, Nasrani, atau Majusi, apabila kedua orang tuanya itu muslim, jadilah ia muslim”. (H.R. Muslim)

Sesuai dengan fitrahnya tersebut, manusia bertugas untuk mengabdi kepada Allah, seperti difirmankan Allah sebagai berikut :

ﺎَﻣَو

ُﺖْﻘَﻠَﺧ

ﱠﻦِْﳉا

َﺲْﻧِْﻹاَو

ﱠﻻِإ

ِنوُﺪُﺒْﻌَـﻴِﻟ

Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku. (Q.S. Az Zariyat, 51:56)

 Manusia sebagai Makhluk Individu

Secara kodrati setiap manusia merupakan wujud yang khas, yang memiliki pribadi (individu) sendiri, atau memiliki eksistensinya sendiri. Ini antara lain bisa ditafsirkan dari ayat yang artinta sebagai berikut:

ﺎﱠﻧِإ

ﱠﻞُﻛ

ٍءْﻲَﺷ

ُﻩﺎَﻨْﻘَﻠَﺧ

ٍرَﺪَﻘِﺑ

“Sesungguhnya Kami menciptakan segala sesuatu menurut ukuran”. (Q.S. Al Qamar, 54:49).

Segala sesuatu yang diciptakan Allah itu mempunyai kadar atau ukuran, dalam arti ukuran atau kadar masing-masing. Maksudnya, selain dalam penciptaan Allah menciptakannya dengan ukuran yang baik (harmonis), tetapi dengan juga kadar

tercermin dalam sabda Nabi Muhammad saw. Yang artinya sebagai berikut :

ِّﻮَﻬُـﻳ ُﻩاَﻮَـﺑَﺄَﻓ ِةَﺮْﻄِﻔْﻟا ﻰَﻠَﻋ ُﺪَﻟﻮُﻳ ٍدﻮُﻟْﻮَﻣ ﱡﻞُﻛ

ِﻪِﻧﺎَﺴ ِّﺠَُﳝ ْوَأ ِﻪِﻧاَﺮِّﺼَﻨُـﻳ ْوَأ ِﻪِﻧاَد

“Tiap-tiap orang itu dilahirkan Ibunya atas dasar fitrah, kedua orang tuanyalah yang menjadikannya Yahudi, Nasrani, atau Majusi, apabila kedua orang tuanya itu muslim, jadilah ia muslim”. (H.R. Muslim)

Sesuai dengan fitrahnya tersebut, manusia bertugas untuk mengabdi kepada Allah, seperti difirmankan Allah sebagai berikut :

ﺎَﻣَو

ُﺖْﻘَﻠَﺧ

ﱠﻦِْﳉا

َﺲْﻧِْﻹاَو

ﱠﻻِإ

ِنوُﺪُﺒْﻌَـﻴِﻟ

Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku. (Q.S. Az Zariyat, 51:56)

 Manusia sebagai Makhluk Individu

Secara kodrati setiap manusia merupakan wujud yang khas, yang memiliki pribadi (individu) sendiri, atau memiliki eksistensinya sendiri. Ini antara lain bisa ditafsirkan dari ayat yang artinta sebagai berikut:

ﺎﱠﻧِإ

ﱠﻞُﻛ

ٍءْﻲَﺷ

ُﻩﺎَﻨْﻘَﻠَﺧ

ٍرَﺪَﻘِﺑ

“Sesungguhnya Kami menciptakan segala sesuatu menurut ukuran”. (Q.S. Al Qamar, 54:49).

Segala sesuatu yang diciptakan Allah itu mempunyai kadar atau ukuran, dalam arti ukuran atau kadar masing-masing. Maksudnya, selain dalam penciptaan Allah menciptakannya dengan ukuran yang baik (harmonis), tetapi dengan juga kadar

(7)

103

kemampuan masing-masing yang berbeda-beda. Berarti setiap sesuatu sebenarnya memiliki perbedaan dengan yang lain, bersifat khas, atau memiliki, “individual differences”. Ini sejalan dengan hadits Nabi yang menyatakan agar berbicara (berkomunikasi) dengan, atau memberi pelajaran kepada orang yang sesuai dengan taraf kemampuan berfikir yang bersangkutan.

 Manusia Sebagai Makhluk Sosial

Secara kodrati manusia hidup memerlukan bantuan orang lain. Bahkan, manusia baru akan “menjadi manusia” manakala berada di dalam lingkungan dan berhubungan dengan manusia. Dengan kata lain, secara kodrati manusia merupakan makhluk sosial, seperti difirmankan Allah swt sebagai berikut :

ﺎَﻳ

ﺎَﻬﱡـﻳَأ

ُسﺎﱠﻨﻟا

ﺎﱠﻧِإ

ْﻢُﻛﺎَﻨْﻘَﻠَﺧ

ْﻦِﻣ

ٍﺮَﻛَذ

ﻰَﺜْـﻧُأَو

ْﻢُﻛﺎَﻨْﻠَﻌَﺟَو

ﺎًﺑﻮُﻌُﺷ

َﻞِﺋﺎَﺒَـﻗَو

اﻮُﻓَرﺎَﻌَـﺘِﻟ

ﱠنِإ

ْﻢُﻜَﻣَﺮْﻛَأ

َﺪْﻨِﻋ

ِﱠ ا

ْﻢُﻛﺎَﻘْـﺗَأ

ﱠنِإ

َﱠ ا

ٌﻢﻴِﻠَﻋ

ٌﲑِﺒَﺧ

“Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang palinh mulia diantara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertaqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal”. (Q.S Al-Hujurat, 49 : 13).

103

kemampuan masing-masing yang berbeda-beda. Berarti setiap sesuatu sebenarnya memiliki perbedaan dengan yang lain, bersifat khas, atau memiliki, “individual differences”. Ini sejalan dengan hadits Nabi yang menyatakan agar berbicara (berkomunikasi) dengan, atau memberi pelajaran kepada orang yang sesuai dengan taraf kemampuan berfikir yang bersangkutan.

 Manusia Sebagai Makhluk Sosial

Secara kodrati manusia hidup memerlukan bantuan orang lain. Bahkan, manusia baru akan “menjadi manusia” manakala berada di dalam lingkungan dan berhubungan dengan manusia. Dengan kata lain, secara kodrati manusia merupakan makhluk sosial, seperti difirmankan Allah swt sebagai berikut :

ﺎَﻳ

ﺎَﻬﱡـﻳَأ

ُسﺎﱠﻨﻟا

ﺎﱠﻧِإ

ْﻢُﻛﺎَﻨْﻘَﻠَﺧ

ْﻦِﻣ

ٍﺮَﻛَذ

ﻰَﺜْـﻧُأَو

ْﻢُﻛﺎَﻨْﻠَﻌَﺟَو

ﺎًﺑﻮُﻌُﺷ

َﻞِﺋﺎَﺒَـﻗَو

اﻮُﻓَرﺎَﻌَـﺘِﻟ

ﱠنِإ

ْﻢُﻜَﻣَﺮْﻛَأ

َﺪْﻨِﻋ

ِﱠ ا

ْﻢُﻛﺎَﻘْـﺗَأ

ﱠنِإ

َﱠ ا

ٌﻢﻴِﻠَﻋ

ٌﲑِﺒَﺧ

“Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang palinh mulia diantara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertaqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal”. (Q.S Al-Hujurat, 49 : 13).

103

kemampuan masing-masing yang berbeda-beda. Berarti setiap sesuatu sebenarnya memiliki perbedaan dengan yang lain, bersifat khas, atau memiliki, “individual differences”. Ini sejalan dengan hadits Nabi yang menyatakan agar berbicara (berkomunikasi) dengan, atau memberi pelajaran kepada orang yang sesuai dengan taraf kemampuan berfikir yang bersangkutan.

 Manusia Sebagai Makhluk Sosial

Secara kodrati manusia hidup memerlukan bantuan orang lain. Bahkan, manusia baru akan “menjadi manusia” manakala berada di dalam lingkungan dan berhubungan dengan manusia. Dengan kata lain, secara kodrati manusia merupakan makhluk sosial, seperti difirmankan Allah swt sebagai berikut :

ﺎَﻳ

ﺎَﻬﱡـﻳَأ

ُسﺎﱠﻨﻟا

ﺎﱠﻧِإ

ْﻢُﻛﺎَﻨْﻘَﻠَﺧ

ْﻦِﻣ

ٍﺮَﻛَذ

ﻰَﺜْـﻧُأَو

ْﻢُﻛﺎَﻨْﻠَﻌَﺟَو

ﺎًﺑﻮُﻌُﺷ

َﻞِﺋﺎَﺒَـﻗَو

اﻮُﻓَرﺎَﻌَـﺘِﻟ

ﱠنِإ

ْﻢُﻜَﻣَﺮْﻛَأ

َﺪْﻨِﻋ

ِﱠ ا

ْﻢُﻛﺎَﻘْـﺗَأ

ﱠنِإ

َﱠ ا

ٌﻢﻴِﻠَﻋ

ٌﲑِﺒَﺧ

“Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang palinh mulia diantara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertaqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal”. (Q.S Al-Hujurat, 49 : 13).

(8)

5. Asas-asas Bimbingan dan Konseling Islami

Bimbingan dan konseling Islami itu berlandaskan terutama dalam Al-Quran dan hadits ditambah dengan berbagai landasan filosofis dan landasan keimanan.

a. Asas-asas kebahagiaan dunia dan akhirat

Bimbingan dan konseling Islami tujuannya adalah membantu klien atau konseli, yakni orang yang dibimbing, mencapai kebahagiaan hidup yang senantiasa didambakan oleh setiap muslim.

ْﻢُﻬْـﻨِﻣَو

ْﻦَﻣ

ُلﻮُﻘَـﻳ

ﺎَﻨﱠـﺑَر

ﺎَﻨِﺗآ

ِﰲ

ﺎَﻴْـﻧﱡﺪﻟا

ًﺔَﻨَﺴَﺣ

ِﰲَو

ِةَﺮِﺧ ْﻵا

ًﺔَﻨَﺴَﺣ

ﺎَﻨِﻗَو

َباَﺬَﻋ

ِرﺎﱠﻨﻟا

“Dan di antara mereka ada orang yang berdoa: Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka”. (QS. Al-Baqarah:201).

b. Asas fitrah

Bimbingan dan konseling Islami merupakan bantuan kepada klien atau konseli untuk mengenal, memahami dan menghayati fitrahnya, sehingga segala gerak tingkah laku dan tindaknya sejalan dengan fitrahnya tersebut. Manusia menurut Islam, dilahirkan dalam dengan keadaan fitrah yaitu berbagai kemampuan potensial bawaan dan kecenderungan sebagai muslim atau beragama Islam. Bimbingan dan konseling membantu klien atau konseli untuk mengenal dan memahami fitrahnya itu, atau mengenal kembali fitrahnya tersebut manakala pernah tersesat serta menghayatinya, sehingga dengan demikian akan mampu mencapai kebahagiaan hidup di dunia dan di akhirat karena bertingkah laku sesuai dengan fitrahnya itu. Seperti hadit:

5. Asas-asas Bimbingan dan Konseling Islami

Bimbingan dan konseling Islami itu berlandaskan terutama dalam Al-Quran dan hadits ditambah dengan berbagai landasan filosofis dan landasan keimanan.

a. Asas-asas kebahagiaan dunia dan akhirat

Bimbingan dan konseling Islami tujuannya adalah membantu klien atau konseli, yakni orang yang dibimbing, mencapai kebahagiaan hidup yang senantiasa didambakan oleh setiap muslim.

ْﻢُﻬْـﻨِﻣَو

ْﻦَﻣ

ُلﻮُﻘَـﻳ

ﺎَﻨﱠـﺑَر

ﺎَﻨِﺗآ

ِﰲ

ﺎَﻴْـﻧﱡﺪﻟا

ًﺔَﻨَﺴَﺣ

ِﰲَو

ِةَﺮِﺧ ْﻵا

ًﺔَﻨَﺴَﺣ

ﺎَﻨِﻗَو

َباَﺬَﻋ

ِرﺎﱠﻨﻟا

“Dan di antara mereka ada orang yang berdoa: Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka”. (QS. Al-Baqarah:201).

b. Asas fitrah

Bimbingan dan konseling Islami merupakan bantuan kepada klien atau konseli untuk mengenal, memahami dan menghayati fitrahnya, sehingga segala gerak tingkah laku dan tindaknya sejalan dengan fitrahnya tersebut. Manusia menurut Islam, dilahirkan dalam dengan keadaan fitrah yaitu berbagai kemampuan potensial bawaan dan kecenderungan sebagai muslim atau beragama Islam. Bimbingan dan konseling membantu klien atau konseli untuk mengenal dan memahami fitrahnya itu, atau mengenal kembali fitrahnya tersebut manakala pernah tersesat serta menghayatinya, sehingga dengan demikian akan mampu mencapai kebahagiaan hidup di dunia dan di akhirat karena bertingkah laku sesuai dengan fitrahnya itu. Seperti hadit:

5. Asas-asas Bimbingan dan Konseling Islami

Bimbingan dan konseling Islami itu berlandaskan terutama dalam Al-Quran dan hadits ditambah dengan berbagai landasan filosofis dan landasan keimanan.

a. Asas-asas kebahagiaan dunia dan akhirat

Bimbingan dan konseling Islami tujuannya adalah membantu klien atau konseli, yakni orang yang dibimbing, mencapai kebahagiaan hidup yang senantiasa didambakan oleh setiap muslim.

ْﻢُﻬْـﻨِﻣَو

ْﻦَﻣ

ُلﻮُﻘَـﻳ

ﺎَﻨﱠـﺑَر

ﺎَﻨِﺗآ

ِﰲ

ﺎَﻴْـﻧﱡﺪﻟا

ًﺔَﻨَﺴَﺣ

ِﰲَو

ِةَﺮِﺧ ْﻵا

ًﺔَﻨَﺴَﺣ

ﺎَﻨِﻗَو

َباَﺬَﻋ

ِرﺎﱠﻨﻟا

“Dan di antara mereka ada orang yang berdoa: Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka”. (QS. Al-Baqarah:201).

b. Asas fitrah

Bimbingan dan konseling Islami merupakan bantuan kepada klien atau konseli untuk mengenal, memahami dan menghayati fitrahnya, sehingga segala gerak tingkah laku dan tindaknya sejalan dengan fitrahnya tersebut. Manusia menurut Islam, dilahirkan dalam dengan keadaan fitrah yaitu berbagai kemampuan potensial bawaan dan kecenderungan sebagai muslim atau beragama Islam. Bimbingan dan konseling membantu klien atau konseli untuk mengenal dan memahami fitrahnya itu, atau mengenal kembali fitrahnya tersebut manakala pernah tersesat serta menghayatinya, sehingga dengan demikian akan mampu mencapai kebahagiaan hidup di dunia dan di akhirat karena bertingkah laku sesuai dengan fitrahnya itu. Seperti hadit:

(9)

105

اَدِّﻮَﻬُـﻳ ُﻩاَﻮَـﺑَﺄَﻓ ِةَﺮْﻄِﻔْﻟا ﻰَﻠَﻋ ُﺪَﻟﻮُﻳ ٍدﻮُﻟْﻮَﻣ ﱡﻞُﻛ

ِﻪِﻧﺎَﺴِّﺠَُﳝَو ِﻪِﻧاَﺮِّﺼَﻨُـﻳَو ِﻪِﻧ

“Setiap manusia dilahirkan ibunya dalam keadaan fitrah, maka kemudian ayah ibunya menjadikannya Yahudi, Nasrani, atau Majusi. Dan jika ayah dan ibunya itu seorang muslim, maka jadilah si anak seorang muslim”. (HR. Muslim)

3. Asas Lillaahi ta’ala

Bimbingan dan konseling Islami diselenggarakan semata-mata karena Allah. Konsekuensi dari asas ini berarti pembimbing melakuakan tugasnya dengan penuh keikhlasan tanpa pamrih, sementara yang dibimbing pun menerima atau meminta bimbingan atau konseling dengan ikhlas dan rela karena semua pihak merasa semua yang dilakukan adalah karena untuk pengabdian kepada Allah semata, sesuai dengan fungsi dan tugasnya sebagai makhluk Allah yang harus senantiasa mengabdi pada-Nya.

ْﻞُﻗ

ﱠنِإ

ِﰐ َﻼَﺻ

ﻲِﻜُﺴُﻧَو

َيﺎَﻴَْﳏَو

ِﰐﺎََﳑَو

ِﱠِ

ِّبَر

َﲔِﻤَﻟﺎَﻌْﻟا

”Katakanlah: Sesungguhnya salatku, ibadahku, hidupku, dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam”. (QS.Al-An’am:162)

4. Asas bimbingan seumur hidup

Manusia hidup betapa pun tidak akan yang sempurna dan selalu bahagia. Dalam kehidupannya mungkin saja manusia akan menjumpai berbagai kesulitan dan kesusahan. Oleh karena itulah maka bimbingan dan konseling Islami diperlukan selama hayat masih di kandung badan.

ِﻢْﻠِﻌْﻟا ُﺐَﻠَﻃ

ٍﻢِﻠْﺴُﻣ ِّﻞُﻛ ﻰَﻠَﻋ ٌﺔَﻀﻳِﺮَﻓ

105

اَدِّﻮَﻬُـﻳ ُﻩاَﻮَـﺑَﺄَﻓ ِةَﺮْﻄِﻔْﻟا ﻰَﻠَﻋ ُﺪَﻟﻮُﻳ ٍدﻮُﻟْﻮَﻣ ﱡﻞُﻛ

ِﻪِﻧﺎَﺴِّﺠَُﳝَو ِﻪِﻧاَﺮِّﺼَﻨُـﻳَو ِﻪِﻧ

“Setiap manusia dilahirkan ibunya dalam keadaan fitrah, maka kemudian ayah ibunya menjadikannya Yahudi, Nasrani, atau Majusi. Dan jika ayah dan ibunya itu seorang muslim, maka jadilah si anak seorang muslim”. (HR. Muslim)

3. Asas Lillaahi ta’ala

Bimbingan dan konseling Islami diselenggarakan semata-mata karena Allah. Konsekuensi dari asas ini berarti pembimbing melakuakan tugasnya dengan penuh keikhlasan tanpa pamrih, sementara yang dibimbing pun menerima atau meminta bimbingan atau konseling dengan ikhlas dan rela karena semua pihak merasa semua yang dilakukan adalah karena untuk pengabdian kepada Allah semata, sesuai dengan fungsi dan tugasnya sebagai makhluk Allah yang harus senantiasa mengabdi pada-Nya.

ْﻞُﻗ

ﱠنِإ

ِﰐ َﻼَﺻ

ﻲِﻜُﺴُﻧَو

َيﺎَﻴَْﳏَو

ِﰐﺎََﳑَو

ِﱠِ

ِّبَر

َﲔِﻤَﻟﺎَﻌْﻟا

”Katakanlah: Sesungguhnya salatku, ibadahku, hidupku, dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam”. (QS.Al-An’am:162)

4. Asas bimbingan seumur hidup

Manusia hidup betapa pun tidak akan yang sempurna dan selalu bahagia. Dalam kehidupannya mungkin saja manusia akan menjumpai berbagai kesulitan dan kesusahan. Oleh karena itulah maka bimbingan dan konseling Islami diperlukan selama hayat masih di kandung badan.

ِﻢْﻠِﻌْﻟا ُﺐَﻠَﻃ

ٍﻢِﻠْﺴُﻣ ِّﻞُﻛ ﻰَﻠَﻋ ٌﺔَﻀﻳِﺮَﻓ

105

اَدِّﻮَﻬُـﻳ ُﻩاَﻮَـﺑَﺄَﻓ ِةَﺮْﻄِﻔْﻟا ﻰَﻠَﻋ ُﺪَﻟﻮُﻳ ٍدﻮُﻟْﻮَﻣ ﱡﻞُﻛ

ِﻪِﻧﺎَﺴِّﺠَُﳝَو ِﻪِﻧاَﺮِّﺼَﻨُـﻳَو ِﻪِﻧ

“Setiap manusia dilahirkan ibunya dalam keadaan fitrah, maka kemudian ayah ibunya menjadikannya Yahudi, Nasrani, atau Majusi. Dan jika ayah dan ibunya itu seorang muslim, maka jadilah si anak seorang muslim”. (HR. Muslim)

3. Asas Lillaahi ta’ala

Bimbingan dan konseling Islami diselenggarakan semata-mata karena Allah. Konsekuensi dari asas ini berarti pembimbing melakuakan tugasnya dengan penuh keikhlasan tanpa pamrih, sementara yang dibimbing pun menerima atau meminta bimbingan atau konseling dengan ikhlas dan rela karena semua pihak merasa semua yang dilakukan adalah karena untuk pengabdian kepada Allah semata, sesuai dengan fungsi dan tugasnya sebagai makhluk Allah yang harus senantiasa mengabdi pada-Nya.

ْﻞُﻗ

ﱠنِإ

ِﰐ َﻼَﺻ

ﻲِﻜُﺴُﻧَو

َيﺎَﻴَْﳏَو

ِﰐﺎََﳑَو

ِﱠِ

ِّبَر

َﲔِﻤَﻟﺎَﻌْﻟا

”Katakanlah: Sesungguhnya salatku, ibadahku, hidupku, dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam”. (QS.Al-An’am:162)

4. Asas bimbingan seumur hidup

Manusia hidup betapa pun tidak akan yang sempurna dan selalu bahagia. Dalam kehidupannya mungkin saja manusia akan menjumpai berbagai kesulitan dan kesusahan. Oleh karena itulah maka bimbingan dan konseling Islami diperlukan selama hayat masih di kandung badan.

ِﻢْﻠِﻌْﻟا ُﺐَﻠَﻃ

ٍﻢِﻠْﺴُﻣ ِّﻞُﻛ ﻰَﻠَﻋ ٌﺔَﻀﻳِﺮَﻓ

(10)

“Menuntut ilmu itu wajib bagi setiap orang Islam”. (HR. Ibnu Abdulbar dari Anas).

5. Asas kesatuan jasmaniah rohaniah

Manusia itu dalam hidupnya di dunia merupakan satu kesatuan jasmaniah rohaniah. Bimbingan dan konseling Islami memperlakukan kliennya sebagai makhluk jasmaniah rohaniah, tidak memandangnya sebagi makhluk biologis semata, atau makhluk rohaniah

semata. Bimbingan dan konseling Islami membantu individu untuk hidup dalam keseimbangan jasmaniah rohaniah tersebut.

َدﺎَﻛ

ُﺮْﻘَﻔْﻟا

ْنَأ

َنﻮُﻜَﻳ

اًﺮْﻔُﻛ

“Hampir-hampir kefakiran itu membawa ke dalam kekufuran”. (HR.Abu Na’im dari Anas)

6. Asas keseimbangan rohaniah

Rohani manusia memiliki unsur daya kemampuan pikir, merasakan atau menghayati dan kehendak atau hawa nafsu, serta juga akal. Kemampuan ini merupakan sisi lain kemampuan fundamental potensial untnuk mengetahui, memperhatikan, menganalisis, dan menghayati. Orang yang dibimbing diajak untuk menginternalisasikan norma dengan mempergunakan semua kemampuan rohaniah potensialnya tersebut bukan cuma mengikuti hawa nafsu semata.

7. Asas kemaujuan individiu

Bimbingan dan konseling Islami, berlangsung pada citra manusia menurut Islam, memandang seseorang individu merupakan suatu maujud (eksistensi) tersendiri. Individu mempunyai hak, mempunyai perbedaan individiu dari yang lainnya dan mempunyai kemerdekaan pribadi sebagai konsekuensi dari haknya dan kemampua fundamental potensial rohaniahnya.

“Menuntut ilmu itu wajib bagi setiap orang Islam”. (HR. Ibnu Abdulbar dari Anas).

5. Asas kesatuan jasmaniah rohaniah

Manusia itu dalam hidupnya di dunia merupakan satu kesatuan jasmaniah rohaniah. Bimbingan dan konseling Islami memperlakukan kliennya sebagai makhluk jasmaniah rohaniah, tidak memandangnya sebagi makhluk biologis semata, atau makhluk rohaniah

semata. Bimbingan dan konseling Islami membantu individu untuk hidup dalam keseimbangan jasmaniah rohaniah tersebut.

َدﺎَﻛ

ُﺮْﻘَﻔْﻟا

ْنَأ

َنﻮُﻜَﻳ

اًﺮْﻔُﻛ

“Hampir-hampir kefakiran itu membawa ke dalam kekufuran”. (HR.Abu Na’im dari Anas)

6. Asas keseimbangan rohaniah

Rohani manusia memiliki unsur daya kemampuan pikir, merasakan atau menghayati dan kehendak atau hawa nafsu, serta juga akal. Kemampuan ini merupakan sisi lain kemampuan fundamental potensial untnuk mengetahui, memperhatikan, menganalisis, dan menghayati. Orang yang dibimbing diajak untuk menginternalisasikan norma dengan mempergunakan semua kemampuan rohaniah potensialnya tersebut bukan cuma mengikuti hawa nafsu semata.

7. Asas kemaujuan individiu

Bimbingan dan konseling Islami, berlangsung pada citra manusia menurut Islam, memandang seseorang individu merupakan suatu maujud (eksistensi) tersendiri. Individu mempunyai hak, mempunyai perbedaan individiu dari yang lainnya dan mempunyai kemerdekaan pribadi sebagai konsekuensi dari haknya dan kemampua fundamental potensial rohaniahnya.

“Menuntut ilmu itu wajib bagi setiap orang Islam”. (HR. Ibnu Abdulbar dari Anas).

5. Asas kesatuan jasmaniah rohaniah

Manusia itu dalam hidupnya di dunia merupakan satu kesatuan jasmaniah rohaniah. Bimbingan dan konseling Islami memperlakukan kliennya sebagai makhluk jasmaniah rohaniah, tidak memandangnya sebagi makhluk biologis semata, atau makhluk rohaniah

semata. Bimbingan dan konseling Islami membantu individu untuk hidup dalam keseimbangan jasmaniah rohaniah tersebut.

َدﺎَﻛ

ُﺮْﻘَﻔْﻟا

ْنَأ

َنﻮُﻜَﻳ

اًﺮْﻔُﻛ

“Hampir-hampir kefakiran itu membawa ke dalam kekufuran”. (HR.Abu Na’im dari Anas)

6. Asas keseimbangan rohaniah

Rohani manusia memiliki unsur daya kemampuan pikir, merasakan atau menghayati dan kehendak atau hawa nafsu, serta juga akal. Kemampuan ini merupakan sisi lain kemampuan fundamental potensial untnuk mengetahui, memperhatikan, menganalisis, dan menghayati. Orang yang dibimbing diajak untuk menginternalisasikan norma dengan mempergunakan semua kemampuan rohaniah potensialnya tersebut bukan cuma mengikuti hawa nafsu semata.

7. Asas kemaujuan individiu

Bimbingan dan konseling Islami, berlangsung pada citra manusia menurut Islam, memandang seseorang individu merupakan suatu maujud (eksistensi) tersendiri. Individu mempunyai hak, mempunyai perbedaan individiu dari yang lainnya dan mempunyai kemerdekaan pribadi sebagai konsekuensi dari haknya dan kemampua fundamental potensial rohaniahnya.

(11)

107

ﺎﻣ

ﺖﻧأ

ثﺪﳏ

ﺎًﻣﻮﻗ

ﺎًﺜﻳﺪﺣ

ﻪﻐﻠﺒﺗ

ﻢﳍﻮﻘﻋ

ﻻإ

نﺎﻛ

ﻢﻬﻀﻌﺒﻟ

ﺔﻨﺘﻓ

“Tidaklah engkau berbicara dengan sutau kaum tentang suatu pembicaraan yang di luar kemampuan akal mereka, keculai hal tersebut akan menimbulkan fitnah”. (HR. Muslim)

8. Asas sosialitas manusia

Manusia merupakan makhluk sosial, pergaulan, cinta kasih, rasa aman, penghargaan terhadap diri sendiri dan orang lain, rasa memilik dan dimiliki, semuanya merupakan aspek-aspek yang diperhatikna di dalam bimbingan dan konseling Islami, karena merupakan ciri hakiki manusia. 9. Asas kekhalifahan manusia

Manusia menurut Islam, diberi kedudukan yang tinggi sekaligus tanggung jawab yang besar, yaitu sebagai pengelola alam semesta. Dengan kata lain, manusia dipandang sebagai makhluk berbudaya yang mengelola alam sekitar sebaik-baiknya. Sebagai khalifah, manusia harus memelihara keseimbangan ekosistem, sebab problem-problem kehidupan kerap kali muncul dari ketidakseimbangan ekosistem tersebut yang diperbuat oleh manusia itu sendiri. Bimibingandan fungsinya tersebut untuk kebahagiaan dirinya dan umat manusia. Kedudukan manusia sebagai khalifah itu dalam keseimbangan dengan kedudukannya sebagai makhluk Allah yang harus mengabdi pada-Nya. Dengan demikian, jika memiliki kedudukan tidak akan memperturutka hawa nafsu semata. 10. Asas keselarasan dan keadilan

Islam menghendaki keharmonisan, keselarasan, keseimbangan, keserasian dalam segala segi. Dengan kata lain, Islam menghendaki manusia berlaku adil terhadap haknya dirinya sendiri, hak orang lain, hak alam semesta dan juga hak Tuhan. Salah satu hadits juga menyiratkan keharusan adanya keseimbangan atau keharmonisan yaitu yang artinya: “Sebaik-baik perkara itu yang tengah-tengahnya”.

107

ﺎﻣ

ﺖﻧأ

ثﺪﳏ

ﺎًﻣﻮﻗ

ﺎًﺜﻳﺪﺣ

ﻪﻐﻠﺒﺗ

ﻢﳍﻮﻘﻋ

ﻻإ

نﺎﻛ

ﻢﻬﻀﻌﺒﻟ

ﺔﻨﺘﻓ

“Tidaklah engkau berbicara dengan sutau kaum tentang suatu pembicaraan yang di luar kemampuan akal mereka, keculai hal tersebut akan menimbulkan fitnah”. (HR. Muslim)

8. Asas sosialitas manusia

Manusia merupakan makhluk sosial, pergaulan, cinta kasih, rasa aman, penghargaan terhadap diri sendiri dan orang lain, rasa memilik dan dimiliki, semuanya merupakan aspek-aspek yang diperhatikna di dalam bimbingan dan konseling Islami, karena merupakan ciri hakiki manusia. 9. Asas kekhalifahan manusia

Manusia menurut Islam, diberi kedudukan yang tinggi sekaligus tanggung jawab yang besar, yaitu sebagai pengelola alam semesta. Dengan kata lain, manusia dipandang sebagai makhluk berbudaya yang mengelola alam sekitar sebaik-baiknya. Sebagai khalifah, manusia harus memelihara keseimbangan ekosistem, sebab problem-problem kehidupan kerap kali muncul dari ketidakseimbangan ekosistem tersebut yang diperbuat oleh manusia itu sendiri. Bimibingandan fungsinya tersebut untuk kebahagiaan dirinya dan umat manusia. Kedudukan manusia sebagai khalifah itu dalam keseimbangan dengan kedudukannya sebagai makhluk Allah yang harus mengabdi pada-Nya. Dengan demikian, jika memiliki kedudukan tidak akan memperturutka hawa nafsu semata. 10. Asas keselarasan dan keadilan

Islam menghendaki keharmonisan, keselarasan, keseimbangan, keserasian dalam segala segi. Dengan kata lain, Islam menghendaki manusia berlaku adil terhadap haknya dirinya sendiri, hak orang lain, hak alam semesta dan juga hak Tuhan. Salah satu hadits juga menyiratkan keharusan adanya keseimbangan atau keharmonisan yaitu yang artinya: “Sebaik-baik perkara itu yang tengah-tengahnya”.

107

ﺎﻣ

ﺖﻧأ

ثﺪﳏ

ﺎًﻣﻮﻗ

ﺎًﺜﻳﺪﺣ

ﻪﻐﻠﺒﺗ

ﻢﳍﻮﻘﻋ

ﻻإ

نﺎﻛ

ﻢﻬﻀﻌﺒﻟ

ﺔﻨﺘﻓ

“Tidaklah engkau berbicara dengan sutau kaum tentang suatu pembicaraan yang di luar kemampuan akal mereka, keculai hal tersebut akan menimbulkan fitnah”. (HR. Muslim)

8. Asas sosialitas manusia

Manusia merupakan makhluk sosial, pergaulan, cinta kasih, rasa aman, penghargaan terhadap diri sendiri dan orang lain, rasa memilik dan dimiliki, semuanya merupakan aspek-aspek yang diperhatikna di dalam bimbingan dan konseling Islami, karena merupakan ciri hakiki manusia. 9. Asas kekhalifahan manusia

Manusia menurut Islam, diberi kedudukan yang tinggi sekaligus tanggung jawab yang besar, yaitu sebagai pengelola alam semesta. Dengan kata lain, manusia dipandang sebagai makhluk berbudaya yang mengelola alam sekitar sebaik-baiknya. Sebagai khalifah, manusia harus memelihara keseimbangan ekosistem, sebab problem-problem kehidupan kerap kali muncul dari ketidakseimbangan ekosistem tersebut yang diperbuat oleh manusia itu sendiri. Bimibingandan fungsinya tersebut untuk kebahagiaan dirinya dan umat manusia. Kedudukan manusia sebagai khalifah itu dalam keseimbangan dengan kedudukannya sebagai makhluk Allah yang harus mengabdi pada-Nya. Dengan demikian, jika memiliki kedudukan tidak akan memperturutka hawa nafsu semata. 10. Asas keselarasan dan keadilan

Islam menghendaki keharmonisan, keselarasan, keseimbangan, keserasian dalam segala segi. Dengan kata lain, Islam menghendaki manusia berlaku adil terhadap haknya dirinya sendiri, hak orang lain, hak alam semesta dan juga hak Tuhan. Salah satu hadits juga menyiratkan keharusan adanya keseimbangan atau keharmonisan yaitu yang artinya: “Sebaik-baik perkara itu yang tengah-tengahnya”.

(12)

11. Asas pembinaan akhlaqul karimah

Manusia menurut pandangan Islam, memiliki sifat-sifat yang baik sekaligus mempunyai sifat-sifat lemah. Sifat-sifat yang baik merupakan sifat yang dikembangkan oleh bimbingan dan konseling Islami. Bimbingan dan konseling Islami membantu klien atau yang dibimbing, memelihara, mengembangkan, menyempurnakan sifat-sifat yang baik tersebut. Sejalan dengan tugas dan fungsi Rasulullah diutus oleh AllahSWT seperti disebutkan dalam salah satu haditsnya:

ﺎﳕإ

ﺖﺜﻌﺑ

ﻢﲤﻷ

مرﺎﻜﻣ

قﻼﺧﻷا

“Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak mulia”. (HR. Ahmad dan Thabrani dari Abu Hurairah)

Setiap manusia memerlukan cinta kasih dan rasa sayang dari orang lain. Rasa kasih sayang ini dapat mengalahkan dan menundukkan banyak hal. Bimbingan dan konseling Islami dilakukan dengan berlandaskan kasih dan sayang, sebab dengan kasi sayanglah bimbingan dan konseling akan berhasil.

12. Asas saling menghargai dan menghormati

Dalam bimbingan dan konseling Islami kedudukan pembimbing atau konselor dengan yang dibimbing atau klien pada dasarnya sama atau sederajat, perbedaannya terletak pada fungsinya saja, yakni pihak yang satu memberikan bantuan dan yang satu memberikan bantuan. Hubungan yang terjalin antara pihak pembimbing dengan yang dibimbing merupakan hubungan yang saling menghormati sesuai dengan kedudukan masing-masing sebagai makhluk Allah.

11. Asas pembinaan akhlaqul karimah

Manusia menurut pandangan Islam, memiliki sifat-sifat yang baik sekaligus mempunyai sifat-sifat lemah. Sifat-sifat yang baik merupakan sifat yang dikembangkan oleh bimbingan dan konseling Islami. Bimbingan dan konseling Islami membantu klien atau yang dibimbing, memelihara, mengembangkan, menyempurnakan sifat-sifat yang baik tersebut. Sejalan dengan tugas dan fungsi Rasulullah diutus oleh AllahSWT seperti disebutkan dalam salah satu haditsnya:

ﺎﳕإ

ﺖﺜﻌﺑ

ﻢﲤﻷ

مرﺎﻜﻣ

قﻼﺧﻷا

“Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak mulia”. (HR. Ahmad dan Thabrani dari Abu Hurairah)

Setiap manusia memerlukan cinta kasih dan rasa sayang dari orang lain. Rasa kasih sayang ini dapat mengalahkan dan menundukkan banyak hal. Bimbingan dan konseling Islami dilakukan dengan berlandaskan kasih dan sayang, sebab dengan kasi sayanglah bimbingan dan konseling akan berhasil.

12. Asas saling menghargai dan menghormati

Dalam bimbingan dan konseling Islami kedudukan pembimbing atau konselor dengan yang dibimbing atau klien pada dasarnya sama atau sederajat, perbedaannya terletak pada fungsinya saja, yakni pihak yang satu memberikan bantuan dan yang satu memberikan bantuan. Hubungan yang terjalin antara pihak pembimbing dengan yang dibimbing merupakan hubungan yang saling menghormati sesuai dengan kedudukan masing-masing sebagai makhluk Allah.

11. Asas pembinaan akhlaqul karimah

Manusia menurut pandangan Islam, memiliki sifat-sifat yang baik sekaligus mempunyai sifat-sifat lemah. Sifat-sifat yang baik merupakan sifat yang dikembangkan oleh bimbingan dan konseling Islami. Bimbingan dan konseling Islami membantu klien atau yang dibimbing, memelihara, mengembangkan, menyempurnakan sifat-sifat yang baik tersebut. Sejalan dengan tugas dan fungsi Rasulullah diutus oleh AllahSWT seperti disebutkan dalam salah satu haditsnya:

ﺎﳕإ

ﺖﺜﻌﺑ

ﻢﲤﻷ

مرﺎﻜﻣ

قﻼﺧﻷا

“Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak mulia”. (HR. Ahmad dan Thabrani dari Abu Hurairah)

Setiap manusia memerlukan cinta kasih dan rasa sayang dari orang lain. Rasa kasih sayang ini dapat mengalahkan dan menundukkan banyak hal. Bimbingan dan konseling Islami dilakukan dengan berlandaskan kasih dan sayang, sebab dengan kasi sayanglah bimbingan dan konseling akan berhasil.

12. Asas saling menghargai dan menghormati

Dalam bimbingan dan konseling Islami kedudukan pembimbing atau konselor dengan yang dibimbing atau klien pada dasarnya sama atau sederajat, perbedaannya terletak pada fungsinya saja, yakni pihak yang satu memberikan bantuan dan yang satu memberikan bantuan. Hubungan yang terjalin antara pihak pembimbing dengan yang dibimbing merupakan hubungan yang saling menghormati sesuai dengan kedudukan masing-masing sebagai makhluk Allah.

(13)

109

اَذِإَو

ْﻢُﺘﻴِّﻴُﺣ

ٍﺔﱠﻴِﺤَﺘِﺑ

اﻮﱡﻴَﺤَﻓ

َﻦَﺴْﺣَﺄِﺑ

ﺎَﻬْـﻨِﻣ

ْوَأ

ﺎَﻫوﱡدُر

ﱠنِإ

َﱠ ا

َنﺎَﻛ

ﻰَﻠَﻋ

ِّﻞُﻛ

ٍءْﻲَﺷ

ﺎًﺒﻴِﺴَﺣ

“Apabila kamu dihormati dengan suatu penghormatan, maka balaslah penghormatan itu denga yang lebih baik, atau balaslah dengan yang serupa. Sesungguhnya Allah memperhitiungkan segala sesuatu”. (QS. An-Nisa:86)

14. Asas musyawarah

Bimbingan dan konseling Islam dilakukan dengan asas musyawarah artinya antara pembimbing konselor dengan yang dibimbing atau klien terjadi dialog yang baik, satu sama lain tidak saling mendiktekan, tidak ada perasaan tertekan dan keingina tertekan. 15. Asas keahlian

Bimbingan dan konseling Islami dilakukan oleh orang-orang yang memang memiliki keahlian di bidang tersebut, baik keahlian dalam metodologi, dan teknik-teknik bimbingan dan konseling, maupun dalam bidang yang menjadi permasalahan objek garapan atau materi bimbingan dan konseling. Hal ini sesuai dengan pesan nabi Muhammad SAW :

اَذِإ

َﺪِّﺳُو

ُﺮْﻣَﻷا

َﱃِإ

ِْﲑَﻏ

ِﻪِﻠْﻫَأ

ِﺮِﻈَﺘْـﻧﺎَﻓ

َﺔَﻋﺎﱠﺴﻟا

“Jika sesuatu perkara diserahkan kepada orang yang bukan ahlinya maka tunggu sajalah saat kehancurannya”. (HR. Bukhari).

109

اَذِإَو

ْﻢُﺘﻴِّﻴُﺣ

ٍﺔﱠﻴِﺤَﺘِﺑ

اﻮﱡﻴَﺤَﻓ

َﻦَﺴْﺣَﺄِﺑ

ﺎَﻬْـﻨِﻣ

ْوَأ

ﺎَﻫوﱡدُر

ﱠنِإ

َﱠ ا

َنﺎَﻛ

ﻰَﻠَﻋ

ِّﻞُﻛ

ٍءْﻲَﺷ

ﺎًﺒﻴِﺴَﺣ

“Apabila kamu dihormati dengan suatu penghormatan, maka balaslah penghormatan itu denga yang lebih baik, atau balaslah dengan yang serupa. Sesungguhnya Allah memperhitiungkan segala sesuatu”. (QS. An-Nisa:86)

14. Asas musyawarah

Bimbingan dan konseling Islam dilakukan dengan asas musyawarah artinya antara pembimbing konselor dengan yang dibimbing atau klien terjadi dialog yang baik, satu sama lain tidak saling mendiktekan, tidak ada perasaan tertekan dan keingina tertekan. 15. Asas keahlian

Bimbingan dan konseling Islami dilakukan oleh orang-orang yang memang memiliki keahlian di bidang tersebut, baik keahlian dalam metodologi, dan teknik-teknik bimbingan dan konseling, maupun dalam bidang yang menjadi permasalahan objek garapan atau materi bimbingan dan konseling. Hal ini sesuai dengan pesan nabi Muhammad SAW :

اَذِإ

َﺪِّﺳُو

ُﺮْﻣَﻷا

َﱃِإ

ِْﲑَﻏ

ِﻪِﻠْﻫَأ

ِﺮِﻈَﺘْـﻧﺎَﻓ

َﺔَﻋﺎﱠﺴﻟا

“Jika sesuatu perkara diserahkan kepada orang yang bukan ahlinya maka tunggu sajalah saat kehancurannya”. (HR. Bukhari).

109

اَذِإَو

ْﻢُﺘﻴِّﻴُﺣ

ٍﺔﱠﻴِﺤَﺘِﺑ

اﻮﱡﻴَﺤَﻓ

َﻦَﺴْﺣَﺄِﺑ

ﺎَﻬْـﻨِﻣ

ْوَأ

ﺎَﻫوﱡدُر

ﱠنِإ

َﱠ ا

َنﺎَﻛ

ﻰَﻠَﻋ

ِّﻞُﻛ

ٍءْﻲَﺷ

ﺎًﺒﻴِﺴَﺣ

“Apabila kamu dihormati dengan suatu penghormatan, maka balaslah penghormatan itu denga yang lebih baik, atau balaslah dengan yang serupa. Sesungguhnya Allah memperhitiungkan segala sesuatu”. (QS. An-Nisa:86)

14. Asas musyawarah

Bimbingan dan konseling Islam dilakukan dengan asas musyawarah artinya antara pembimbing konselor dengan yang dibimbing atau klien terjadi dialog yang baik, satu sama lain tidak saling mendiktekan, tidak ada perasaan tertekan dan keingina tertekan. 15. Asas keahlian

Bimbingan dan konseling Islami dilakukan oleh orang-orang yang memang memiliki keahlian di bidang tersebut, baik keahlian dalam metodologi, dan teknik-teknik bimbingan dan konseling, maupun dalam bidang yang menjadi permasalahan objek garapan atau materi bimbingan dan konseling. Hal ini sesuai dengan pesan nabi Muhammad SAW :

اَذِإ

َﺪِّﺳُو

ُﺮْﻣَﻷا

َﱃِإ

ِْﲑَﻏ

ِﻪِﻠْﻫَأ

ِﺮِﻈَﺘْـﻧﺎَﻓ

َﺔَﻋﺎﱠﺴﻟا

“Jika sesuatu perkara diserahkan kepada orang yang bukan ahlinya maka tunggu sajalah saat kehancurannya”. (HR. Bukhari).

Referensi

Dokumen terkait

Hasil pada Gambar 4 menunjukkan bahwa dari 12 primer Xa7 -SNP yang didisain berdasarkan sekuen region gen Xa7 , terdapat 2 region yang signifikan terhadap data fenotipe tingkat

Larangan pemilikan tanah pertanian secara absentee walaupun sudah diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 224 Tahun 1961 yang dirubah dengan Peraturan Pemerintah

Kendala utama dalam mendapatkan material steril pada kultur in vitro yang berasal dari meristem adalah tingginya tingkat kontaminasi permukaan yang disebabkan oleh

Pendugaan bobot badan sapi Aceh baik pada umur sapih maupun umur satu tahun dapat dilakukan secara praktis dengan meng- gunakan dimensi ukuran tubuh (lingkar dada,

Laporan Realisasi Anggaran (LRA),Neraca, Laporan Operasional(LO), Laporan Arus Kas (LAK), Laporan Perubahan Ekuitas(LPE), dan Catatan atas Laporan Keuangan(CaLK). 15)

Perkebunan Nusantara II Batang Serangan dikatakan produk berkualitas apabila tercapainya kesesuaian antara hasil produksi yang dihasilkan dengan rencana target standar mutu yang

Jenis pertama, berupa kejahatan yang muncul dari seseorang atau beberapa pelaku yang secara sadar dan bebas melakukan tindakan yang salah secara moral, seperti

Sehingga, menurut Vergauwen et.al ( 2007), bahwa tidak semua investasi dalam elemen modal intelektual menguntungkan , terkadang investasi di modal intelektual