• Tidak ada hasil yang ditemukan

PRODUKSI CABAI BESAR, CABAI RAWIT, DAN BAWANG MERAH TAHUN 2014

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PRODUKSI CABAI BESAR, CABAI RAWIT, DAN BAWANG MERAH TAHUN 2014"

Copied!
12
0
0

Teks penuh

(1)

A. CABAI BESAR

 Produksi cabai besar segar dengan tangkai tahun 2014 sebesar 501.893 kuintal. Dibandingkan tahun 2013, terjadi kenaikan produksi sebesar 77.621 kuintal (18,30 persen). Kenaikan ini disebabkan oleh kenaikan produktivitas sebesar 9,39 kuintal per hektar (9,96 persen) dan peningkatan luas panen sebesar 341 hektar (7,58 persen) dibandingkan tahun 2013.

B. CABAI RAWIT

 Produksi cabai rawit segar dengan tangkai tahun 2014 sebesar 528.704 kuintal. Dibandingkan tahun 2013, terjadi kenaikan produksi sebesar 161.591 kuintal (44,02 persen). Kenaikan ini disebabkan oleh kenaikan produktivitas sebesar 20,31 kuintal per hektar (17,16 persen) dan peningkatan luas panen sebesar 711 hektar (22,93 persen) dibandingkan tahun 2013.

C. BAWANG MERAH

 Produksi bawang merah tahun 2014 sebesar 67.065 kuintal. Dibandingkan tahun 2013, produksi meningkat sebesar 29.958 kuintal (80,73 persen). Peningkatan ini disebabkan oleh meningkatnya produktivitas sebesar 10,97 kuintal per hektar (16,17 persen) dan luas panen meningkat sebesar 304 hektar (55,58 persen) dibandingkan tahun 2013.

No. 39/08/THXVIII.3 Agustus 2015

P

RODUKSI

C

ABAI

B

ESAR

,

C

ABAI

R

AWIT

,

DAN

B

AWANG

M

ERAH

T

AHUN

2014

PRODUKSI CABAI BESAR SEBESAR 501.893 KUINTAL, CABAI RAWIT SEBESAR 528.704 KUINTAL, DAN BAWANG MERAH SEBESAR 67.065 KUINTAL

1. PENDAHULUAN

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2010 tentang Hortikultura, pasal 1 menyebutkan bahwa yang dimaksud dengan hortikultura adalah segala hal yang berkaitan dengan buah, sayuran, bahan obat nabati, dan florikultura (tanaman hias). Data produksi tanaman hortikultura yang disajikan dalam Berita Resmi Statistik (BRS) ini hanya mencakup produksi dari tiga komoditas strategis yaitu cabai besar, cabai rawit, dan bawang merah. Data produksi yang disajikan merupakan angka tetap yang dikumpulkan dari laporan per bulan dalam tahun

(2)

2. METODOLOGI PENGUMPULAN DATA HORTIKULTURA

Pengumpulan data produksi dan luas panen hortikultura dilakukan oleh Kepala Cabang Dinas (KCD)/Mantri Tani/Petugas Pengumpul Data Tingkat Kecamatan dengan metode perkiraan pengamatan lapang. Pengumpulan data menggunakan daftar register kecamatan dan daftar isian Statistik Pertanian Hortikultura (SPH). Daftar nama kecamatan yang digunakan keadaan pada Semester I Tahun 2013 dengan jumlah kecamatan sebanyak 289 kecamatan. Pemeriksaan kelengkapan dan kebenaran isian dokumen SPH dilakukan oleh Dinas Pertanian Kabupaten/Kota. Hasilnya diserahkan kepada BPS Kabupaten/Kota untuk diolah. Validasi data dilakukan dalam forum sinkronisasi hasil pencatatan dan pengolahan baik di tingkat kabupaten/kota, dan provinsi maupun tingkat nasional.

3. PRODUKSI CABAI BESAR

Produksi cabai besar di Provinsi Aceh tahun 2014 sebesar 501,89 ribu kuintal (Gambar 1), mengalami peningkatan sebesar 77,62 ribu kuintal (18,30 persen) dibandingkan tahun 2013. Pada tahun 2014 produksi cabai besar paling banyak di Aceh adalah di Kabupaten Aceh Tengah yaitu sebesar 171,69 ribu kuintal. Kemudian produksi terbanyak kedua setelah Aceh Tengah adalah Kabupaten Bener Meriah yaitu sebesar 152,27 ribu kuintal.

Gambar 1

Perkembangan Produksi Cabai Besar Menurut Wilayah di Aceh, Tahun 2012–2014 0 100 200 300 400 500 600

Bener Meriah Aceh Tengah Pidie Lainnya Aceh

070 108 021 316 514 108 098 032 186 424 152 172 044 134 502 Pr od uksi (Ri bu ku in tal ) 2012 2013 2014

(3)

Dalam periode 2012–2014 (Tabel 1), produksi tertinggi di Kabupaten Aceh Tengah terjadi pada tahun 2014 yaitu sebesar 171,69 ribu kuintal. Hal yang sama juga terjadi di Kabupaten Bener Meriah dan di Kabupaten Pidie, produksi cabai besarnya masing-masing mencapai 152,27 ribu kuintal dan 44.29 ribu kuintal. Luas panen tertinggi di Kabupaten Aceh Tengah, Bener Meriah dan Pidie terjadi pada tahun 2014, yaitu masing-masing seluas 643 hektar, 866 hektar dan 1.002 hektar. Produktivitas tertinggi untuk Kabupaten Aceh Tengah dan Bener Meriah terjadi pada tahun 2014 sebesar 198,26 kuintal per hektar dan sebesar 236,81 kuintal per hektar, sementara Kabupaten Pidie produktivitas tertinggi terjadi pada tahun 2013 yaitu sebesar 53,69 kuintal per hektar.

Kenaikan produksi cabai besar pada tahun 2014 yang relatif besar terjadi di Kabupaten Aceh Tengah dan Bener Meriah dan Pidie. Sementara itu, penurunan produksi yang relatif besar terjadi di Kabupaten Gayo Lues. (Tabel 7)

Perkembangan produksi cabai besar per triwulan dari tahun 2012 ke tahun 2014 disajikan pada Tabel 2. Pada periode tahun 2013-2014, peningkatan produksi cabai besar terjadi pada triwulan IV yaitu sebesar 71.74 ribu kuintal (80,39 persen).

Tabel 1

Perkembangan Produksi, Luas Panen, dan Produktivitas Cabai Besar Menurut Wilayah di Provinsi Aceh, Tahun 2012-2014

Uraian 2012 2013 2014 Perkembangan 2012−2013 2013−2014 Absolut % Absolut % (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) Produksi (kuintal) Bener Meriah 69.539 108.437 152.269 38.898 55,94 43.832 40,42 Aceh Tengah 107.783 97.724 171.693 -10.059 -9,33 73.969 75,69 Pidie 21.165 31.891 44.291 10.726 50,68 12.400 38,88 Lainnya 315.625 186.220 133.640 -129.405 -41,00 -52.580 -28,24 Aceh 514.112 424.272 501.893 -89.840 -17,47 77.621 18,30

Luas Panen (ha)

Bener Meriah 490 494 643 4 0,82 149 30,16 Aceh Tengah 784 636 866 -148 -18,88 230 36,16 Pidie 586 594 1.002 8 1,37 408 68,69 Lainnya 3.089 2.775 2.329 -314 -10,17 -446 -16,07 Aceh 4.949 4.499 4.840 -450 -9,09 341 7,58 Produktivitas (kuintal/ha) Bener Meriah 141,92 219,51 236,81 77,6 54,67 17,30 7,88 Aceh Tengah 137,48 153,65 198,26 16,2 11,77 44,61 29,03 Pidie 35,14 53,69 44,20 17,6 48,65 -9,49 -17,67 Lainnya 102,18 67,11 57,38 -35,1 -34,32 -9,73 -14,49 Aceh 103,88 94,30 103,70 -9,6 -9,22 9,39 9,96

Keterangan: - Bentuk hasil produksi cabai besar adalah buah segar dengan tangkai

(4)

Triwulan I Triwulan II Triwulan III Triwulan IV 2012 2 685 2 823 2 835 3 042 2013 3 501 2 419 2 270 2 016 2014 2 752 2 590 2 633 3 174 2 000 2 500 3 000 3 500 4 000 Lu as Pa nen (h ek ta r) Tabel 2

Perkembangan Produksi, Luas Panen, dan Produktivitas Cabai Besar Menurut Triwulan, Tahun 2012-2014

Uraian 2012 2013 2014 Perkembangan 2012−2013 2013−2014 Absolut % Absolut % (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) Produksi (kuintal) Triwulan I 111.806 136.941 113.581 18.135 15,26 -23.360 -17,06 Triwulan II 138.752 104.959 109.285 -33.793 -24,35 4.326 4,12 Triwulan III 127.984 93.131 118.053 -34.847 -27,23 24.916 26,75 Triwulan IV 128.570 89.235 160.974 -39.335 -30,59 71.739 80,39

Luas Panen (ha)

Triwulan I 2.685 3.501 2.752 816 30,39 -749 -21,39 Triwulan II 2.823 2.419 2.590 -404 -14,31 171 7,07 Triwulan III 2.835 2.270 2.633 -565 -19,93 363 15,99 Triwulan IV 3.042 2.016 3.174 -1.026 -33,73 1.158 57,74 Produktivitas (kuintal/ha) Triwulan I 44,25 39,11 41,27 -5,1 -11,60 2,6 5,52 Triwulan II 49,15 43,39 42,19 -5,8 -11,72 -1,19 12,75 Triwulan III 42,26 44,26 50,72 2,0 4,73 6,45 14,58 Triwulan IV 45,16 41,57 45,02 -3,6 -7,94 3,45 8,29

Keterangan: - Bentuk hasil produksi cabai besar adalah buah segar dengan tangkai

- Cabai besar terdiri dari cabai merah besar, cabai hijau besar, cabai merah keriting, dan cabai hijau keriting

Perkembangan luas panen cabai besar pada tahun 2012 dan 2014 (Gambar 2) menunjukkan pola yang menurun di triwulan III namun meningkat di triwulan IV. Hal ini berbeda dengan pola luas panen pada tahun 2013 yang menunjukkan penurunan dari triwulan I sampai triwulan IV.

Gambar 2

(5)

4. PRODUKSI CABAI RAWIT

Produksi cabai rawit tahun 2014 (Gambar 3) sebesar 528,70 ribu kuintal, mengalami kenaikan sebanyak 161,59 ribu kuintal (44,02 persen) dibandingkan tahun 2013. Kenaikan produksi cabai rawit dari tahun 2013 ke tahun 2014 terjadi di Kabupaten Bener Meriah sebesar 103,21 ribu kuintal (86,53 persen). Selain itu Kabupaten Aceh Tengah mengalami kenaikan sebesar 99,87 ribu kuintal (114,42 persen).

Pada tabel 3 produksi cabai rawit tertinggi di Kabupaten Bener Meriah dan Kabupaten Aceh Tengah terjadi pada tahun 2014 yaitu sebesar 222,48 ribu kuintal dan 187,16 ribu kuintal, sedangkan produksi tertinggi di Kabupaten Gayo Lues terjadi tahun 2012 yaitu sebesar 139,56 ribu kuintal. Luas panen tertinggi di Kabupaten Bener Meriah dan Kabupaten Aceh Tengah terjadi pada tahun 2014 yaitu seluas 1,07 ribu hektar dan 920 hektar , sementara di Kabupaten Gayo Lues terjadi di tahun 2012 seluas 519 hektar. Produktivitas tertinggi di Kabupaten Bener Meriah dan Kabupaten Aceh Tengah terjadi pada tahun 2014 masing-masing sebesar 207,92 kuintal per hektar dan 203,43 kuintal per hektar, sementara untuk Kabupaten Gayo Lues terjadi pada tahun 2012 yaitu 268,90 kuintal per hektar.

Gambar 3

Perkembangan Produksi Cabai Rawit Menurut Wilayah di Provinsi Aceh, Tahun 2012–2014 0 100 200 300 400 500 600

Bener Meriah Aceh Tengah Gayo Lues Lainnya Aceh

058 099 140 090 386 119 087 065 095 367 222 187 038 081 529 Pr od uksi (Ribu ku in tal ) 2012 2013 2014

(6)

Kenaikan produksi cabai rawit pada tahun 2014 yang relatif besar terjadi di Kabupaten Bener Meriah dan Aceh Tengah. Sementara penurunan produksi cabai rawit pada tahun 2014 terjadi di Kabupaten Gayo Lues. (Tabel 7)

Tabel 3

Perkembangan Produksi, Luas Panen, dan Produktivitas Cabai Rawit Menurut Wilayah di Provinsi Aceh, Tahun 2012-2014

Uraian 2012 2013 2014 Perkembangan 2012−2013 2013−2014 Absolut % Absolut % (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) Produksi (kuintal) Bener Meriah 58.225 119.272 222.479 61.017 104,74 103.207 86,53 Aceh Tengah 98.824 87.284 187.155 -11.540 -11,68 99.871 114,42 Gayo Lues 139.561 65.361 37.903 -74.200 -53,17 -27.458 -42,01 Lainnya 89.513 95.196 81.167 5.683 6,35 -14.029 -14,74 Aceh 386.153 367.113 528.704 -19.040 -4,93 161.591 4,02

Luas Panen (ha)

Bener Meriah 644 616 1.070 -28 -4,35 454 73,70 Aceh Tengah 600 481 920 -119 -19,83 439 91,27 Gayo Lues 519 428 239 -91 -17,53 -189 -44,16 Lainnya 1.421 1.576 1.583 155 10,91 7 0,44 Aceh 3.184 3.101 3.812 -83 -2,61 711 22,93 Produktivitas (kuintal/ha) Bener Meriah 90,46 193,62 207,92 103,2 114,05 14,30 7,39 Aceh Tengah 164,71 181,46 203,43 16,8 10,17 21,97 12,10 Gayo Lues 268,90 152,71 158,59 -116,2 -43,21 5,88 3,85 Lainnya 62,99 60,40 51,27 -2,6 -4,11 -9,13 -15,11 Aceh 121,28 118,69 138,69 -2,9 -2,39 20,31 17,16

Keterangan: Bentuk hasil produksi cabai rawit adalah buah segar dengan tangkai Cabai rawit terdiri dari cabai rawit merah dan cabai rawit hijau

(7)

Tabel 4

Perkembangan Produksi, Luas Panen, dan Produktivitas Cabai Rawit Menurut Triwulan, Tahun 2012-2014

Uraian 2012 2013 2014 Perkembangan 2012−2013 2013−2014 Absolut % Absolut % (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) Produksi (kuintal) Triwulan I 103.908 96.569 99.723 -7.339 -7,06 3.154 3,27 Triwulan II 98.752 95.993 128.044 -2.759 -2,79 32.051 33,39 Triwulan III 94.679 88.700 142.544 -5.979 -6,32 53.844 60,70 Triwulan IV 88.814 85.851 158.393 -2.963 -3,34 72.542 44,02

Luas Panen (ha)

Triwulan I 2.506 2.486 2.365 -20 -0,80 -121 -4,87 Triwulan II 2.354 2.353 2.794 -1 -0,04 441 18,74 Triwulan III 2.267 2.227 2.988 -40 -1,76 761 34,17 Triwulan IV 9.478 2.042 3.722 -309 -13,14 1.680 82,27 Produktivitas (kuintal/ha) Triwulan I 41,46 38,85 42,17 -2,62 -6,32 3,32 8,55 Triwulan II 41,95 40,80 45,83 -1,15 -2,75 5,03 12,34 Triwulan III 41,76 39,83 47,71 -1,93 -4,63 7,88 19,77 Triwulan IV 37,78 42,04 42,56 4,27 11,29 0,51 1,22

Keterangan: Bentuk hasil produksi cabai rawit adalah buah segar dengan tangkai Cabai rawit terdiri dari cabai rawit merah dan cabai rawit hijau

Perkembangan produksi cabai rawit per triwulan dari tahun 2012 ke tahun 2014 disajikan pada Tabel 4. Pada periode tahun 2013-2014, terjadi kenaikan produksi dari setiap triwulannya. Kenaikan tertinggi terjadi pada triwulan III yaitu sebesar 53,84 ribu kuintal (60,70 persen).

Gambar 4 menunjukkan bahwa luas panen cabai rawit pada periode 2012 dan 2014 memiliki pola yang cenderung sama, yaitu terjadi peningkatan luas panen pada triwulan IV. Pada tahun 2013 luas panen cabai rawit cenderung mengalami penurunan dari triwulan I sampai triwulan IV.

(8)

Triwulan I Triwulan II Triwulan III Triwulan IV 2012 2 506 2 354 2 267 2 351 2013 2 486 2 353 2 227 2 042 2014 2 365 2 794 2 988 3 722 2 000 2 500 3 000 3 500 4 000 Lu as Pa nen (h ekt ar ) Gambar 4

Pola Luas Panen Cabai Rawit, 2012–2014

5. PRODUKSI BAWANG MERAH

Produksi bawang merah tahun 2014 sebesar 67,06 ribu kuintal, mengalami peningkatan sebanyak 29,96 kuintal (80,73 persen) dibandingkan pada tahun 2013. Peningkatan produksi tersebut disebabkan meningkatnya luas panen di Kabupaten Pidie sebesar 204 hektar atau sebesar 221,74 persen dan di Kabupaten Aceh Tengah sebesar 128 hektar atau sebesar 142,22 persen (Tabel 5).

Produksi dan luas panen tertinggi di Kabupaten Pidie, Bener Meriah dan Aceh Tengah dicapai pada tahun 2014, dimana produksi masing-masing mencapai 29,49 ribu kuintal, 17,29 kuintal dan 13,28 kuintal, sementara luas panennya masing-masing mencapai 296 hektar, 165 hektar dan 218 hektar. Produktivitas tertinggi pada tahun 2014 terdapat di Kabupaten Bener Meriah yaitu sebesar 104,78 kuintal per hektar (Tabel 5).

(9)

Gambar 5

Perkembangan Produksi Bawang Merah Menurut Wilayah di Provinsi Aceh, Tahun 2012–2014

Kenaikan produksi bawang merah pada tahun 2014 yang relatif besar terjadi di Kabupaten Pidie dan Aceh Tengah. Sementara itu, penurunan produksi bawang merah terjadi di Kabupaten Gayo Lues dan Bireun. (Tabel 7)

Perkembangan produksi bawang merah per triwulan dari tahun 2012 ke tahun 2014 ditunjukkan pada Tabel 6. Pada periode 2012 produksi bawang merah tidak memiliki pola yang teratur dari setiap triwulannya. Pada tahun 2013 produksi bawang merah mengalami kenaikan sedikit demi sedikit dari triwulan I sampai triwulan IV. Pada tahun 2014 produksi bawang merah naik pada triwulan II kemudian turun pada triwulan III dan IV.

0 10 20 30 40 50 60 70

Pidie Bener Meriah Aceh Tengah Lainnya Aceh

012 010 06 016 044 06 017 05 09 037 029 017 013 007 067 Pr od uksi (R ib u ku in tal ) 2012 2013 2014

(10)

Tabel 5

Perkembangan Produksi, Luas Panen, dan Produktivitas Bawang Merah Menurut Wilayah di Provinsi Aceh, Tahun 2012–2014

Uraian 2012 2013 2014 Perkembangan 2012-2013 2013−2014 Absolut % Absolut % (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) Produksi (kuintal) Pidie 12.321 5.802 29.490 -6.519 -52,91 23.688 408,27 Bener Meriah 9.961 17.016 17.289 7.053 70,79 273 1,60 Aceh Tengah 6.045 5.469 13.277 -576 -9,53 7.808 142,77 Lainnya 15.517 8.820 7.009 -6.697 -43,16 1.811 -20,53 Aceh 43.846 37.107 67.065 -6.739 -15,37 29.958 80,73

Luas Panen (ha)

Pidie 204 92 296 -112 -54,90 204 221,74 Bener Meriah 197 161 165 -36 -18,27 4 2,48 Aceh Tengah 107 90 218 -17 -15,89 128 142,22 Lainnya 300 204 172 -96 -32,00 -32 -15,69 Aceh 808 547 851 -261 -32,30 304 55,58 Produktivitas (kuintal/ha) Pidie 60,40 63,07 99,63 2,7 4,42 36,56 57,98 Bener Meriah 50,57 105,69 104,69 55,1 108,98 -0,91 -0,86 Aceh Tengah 56,50 60,77 60,90 4,3 7,56 0,14 0,23 Lainnya 51,72 43,24 40,75 -8,5 -16,41 -2,49 -5,75 Aceh 54,26 67,84 78,81 13,6 25,01 10,97 16,17

Keterangan: Bentuk hasil produksi bawang merah adalah umbi kering panen dengan daun

Tabel 6

Perkembangan Produksi, Luas Panen, dan Produktivitas Bawang Merah Menurut Triwulan, Tahun 2012–2014

Uraian 2012 2013 2014 Perkembangan 2012-2013 2013-2014 Absolut % Absolut % (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) Produksi (kuintal) Triwulan I 8.094 4.108 5.449 -3.986 -49,25 1.341 32,64 Triwulan II 10.453 9.201 28.706 -1.252 -11,98 19.505 211,99 Triwulan III 18.260 12.152 17.810 -6.108 -33,45 5.658 46,56 Triwulan IV 7.039 11.646 15.100 4.607 65,45 3.454 29,66

Luas Panen (ha)

Triwulan I 213 85 100 -128 -60,90 15 17,65

Triwulan II 163 135 293 -28 -17,18 158 117,04

(11)

Uraian 2012 2013 2014 Perkembangan 2012-2013 2013-2014 Absolut % Absolut % (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) Triwulan IV 122 182 215 60 49,18 33 18,13 Produktivitas (kuintal/ha) Triwulan I 38,00 48,33 54,49 10,33 27,18 6,16 12,75 Triwulan II 64,13 68,16 97,97 4,03 6,28 29,82 43,75 Triwulan III 58,90 83,81 73,29 24,90 42,28 -10,51 -12,55 Triwulan IV 57,70 63,99 70,23 6,29 10,91 6,24 9,76

Keterangan: Bentuk hasil produksi bawang merah adalah umbi kering panen dengan daun

Perkembangan luas panen bawang merah selama periode tahun 2012 sampai dengan tahun 2014 menunjukkan pola yang tidak teratur dati setiap triwulannya. Selama periode tahun 2014 terjadi peningkatan luas panen bawang merah yang cukup tinggi pada triwulan II, kemudian menurun di triwulan III dan IV.

Gambar 6

Pola Luas Panen Bawang Merah, Tahun 2012–2014

Triwulan I Triwulan II Triwulan III Triwulan IV

2012 213 163 310 122 2013 85 135 145 182 2014 100 293 243 215 50 100 150 200 250 300 350 Lu as Pa nen (h ekt ar )

(12)

Tabel 7

Perkembangan Produksi Cabai Besar, Cabai Rawit, dan Bawang Merah Menurut Wilayah di Provinsi Aceh Tahun 2013-2014 (Kuintal)

Keterangan: Bentuk hasil produksi cabai besar adalah buah segar dengan tangkai Bentuk hasil produksi cabai rawit adalah buah segar dengan tangkai Bentuk hasil produksi bawang merah adalah umbi kering panen dengan daun

Absolut % Absolut % Absolut %

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12) (13) 1 Simeulue 304 225 -79 -26 234 196 -38 -16 - - - -2 Aceh Singkil 572 471 -101 -18 729 379 -350 -48 - - - -3 Aceh Selatan 7.276 8.215 939 13 6.281 4.734 -1.547 -25 0 12 12 100 4 Aceh Tenggara 4.175 2.880 -1.295 -31 2.062 1.221 -841 -41 - - - -5 Aceh Timur 10.100 4.680 -5.420 -54 7.795 4.337 -3.458 -44 - - - -6 Aceh Tengah 97.724 171.693 73.969 76 87.284 187.155 99.871 114 5.469 13.277 7.808 143 7 Aceh Barat 7.169 12.158 4.989 70 2.386 6.972 4.586 192 - - - -8 Aceh Besar 27.045 31.539 4.494 17 14.255 16.811 2.556 18 2.127 3.388 1.261 59 9 Pidie 31.891 44.291 12.400 39 23.515 17.205 -6.310 -27 5.802 29.490 23.688 408 10 Bireuen 22.987 18.151 -4.836 -21 5.703 3.885 -1.818 -32 280 247 -33 -12 11 Aceh Utara 14.493 12.081 -2.412 -17 8.757 10.361 1.604 18 - - -

-12 Aceh Barat Daya 7.891 6.923 -968 -12 4.291 3.448 -843 -20 - - -

-13 Gayo Lues 59.152 19.578 -39.574 -67 65.361 37.903 -27.458 -42 6.128 3.068 -3.060 -50 14 Aceh Tamiang 2.164 1.649 -515 -24 909 843 -66 -7 - - - -15 Nagan Raya 9.772 4.242 -5.530 -57 9.610 3.586 -6.024 -63 - - - -16 Aceh Jaya 7.451 5.250 -2.201 -30 5.380 3.430 -1.950 -36 - - - -17 Bener meriah 108.437 152.269 43.832 40 119.272 222.479 103.207 87 17.016 17.289 273 2 18 Pidie Jaya 1.352 1.017 -335 -25 590 278 -312 -53 285 294 9 3

19 Kota Banda Aceh 40 13 -27 -68 - - -

-20 Kota Sabang 716 1.068 352 49 525 1.156 631 120 - - - -21 Kota Langsa 564 693 129 23 40 0 -40 -100 - - - -22 Kota Lhokseumawe 1.074 693 -381 -35 174 167 -7 -4 - - - -23 Subulussalam 1.923 2.114 191 10 1.960 2.158 198 10 - - - -Aceh 424.272 501.893 77.621 18 367.113 528.704 161.591 44 37.107 67.065 29.958 81 2013 2014 2013-2014 2013 2014 2013-2014 2013 2014 2013-2014 Bawang Merah Cabe Rawit Kabupaten/Kota Cabe Besar

Referensi

Dokumen terkait

Perlakuan dosis penyiraman berbeda nyata pada tinggi tanaman ,jumlah daun, diameter batang, bobot kering akar, panjang akar, jumlah akar, bobot kering tajuk. Namun tidak berbeda

Hubungan Antara Waist-Hip Ratio dengan Derajat Nyeri Penyakit Osteoartritis Lutut pada Pasien di RSUP.H.Adam Malik.. NAMA :

Métode déskriptif nya éta panalungtikan anu mangrupa akumulasi data dasar dina cara déskriptif wungkul, teu nguji hipotésis, teu nyieun ramalan, atawa teu meunangkeun

Sifat penelitian dalam skripsi ini adalah deskriptif. Penelitian deskriptif bertujuan menggambarkan secara tepat sifat–sifat suatu individu, keadaan, gejala atau

(1) Maksud dan tujuan Perseroan ini adalah melakukan usaha di bidang pertambangan, perindustrian, perdagangan, pengangkutan, dan jasa yang berkaitan dengan bidang

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh spiritual leadership terhadap kepuasan kerja dan kinerja manajer Bank Syariah di Surabaya.. Populasi dalam

Berdasarkan uraian pada sebelumnya maka penulis tertarik untuk mengadakan penelitian dengan judul “ Pengaruh Pelaksanaan Promosi terhadap Pengambilan Keputusan

Penelitian ini dilakukan pada PT.Bank BRI Syariah Pekanbaru dengan tujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan pembiayaan