• Tidak ada hasil yang ditemukan

Tunas Muda Airlangga Peringati Hari Peduli Sampah Nasional

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Tunas Muda Airlangga Peringati Hari Peduli Sampah Nasional"

Copied!
16
0
0

Teks penuh

(1)

Tunas

Muda

Airlangga

Peringati Hari Peduli Sampah

Nasional

UNAIR NEWS – Salah satu hari peringatan nasional yang bertema

lingkungan hidup adalah Hari Peduli Sampah Nasional, yang diperingati setiap tanggal 21 Februari. Untuk peringatan di tingkat nasional, tahun 2016 ini dipusatkan di Kota Makassar, Sulawesi Selatan. HPSN ini biasanya diisi dengan kegiatan kerja bakti membersihkan sampah yang dilakukan oleh masyarakat maupun berbagai komunitas.

Sehubungan dengan Hari Peduli Sampah Nasional itu, mahasiswa program Pendidikan Diluar Domisili (PDD) UNAIR di Banyuwangi yang tergabung dalam komunitas Tunas Muda Airlangga, tidak ketinggalan ikut melakukan aksi bersih-bersih sampah di tiga titik di Kota Banyuwangi. Tiga tempat tersebut adalah Pantai Boom, Pantai Satelit Muncar, dan Gunung Ijen. Aksi ini juga diikuti oleh 41 komunitas di kota paling timur di ujung Jawa Timur itu.

”Sebisa mungkin kami akan tetap berkontribusi untuk Indonesia melalui sektor lingkungan. Dan sebisa mungkin kami tidak akan membiarkan seluruh slogan yang telah didengungkan di seantero negeri itu cuma jadi slogan omong kosong saja,” kata Ketua Komunitas Tunas Muda Airlangga, Yustia Vandana.

Sejarahnya, Hari Peringatan Sampah Nasional ini diperingati untuk mengenang peristiwa longsornya TPA (Tempat Pembuangan Akhir) Leuwigajah yang merenggut lebih dari 100 jiwa. Selain itu sampah memang masalah besar yang dihadapi Indonesia, dan selalu saja menghambat perkembangan negara dengan masalah yang selalu ditimbulkannya.

Penjelasan Yustia itu selaras dengan yang disampaikan Ketua IDI Banyuwangi yang menyatakan bahwa hendaknya masyarakat

(2)

tidak hanya bersorak-sorai kegirangan dengan slogan dan nyanyian penyemangat, tetapi hendaknya juga bisa menunjukkan aksi nyata dan terus berkontribusi untuk Indonesia Bebas Sampah 2020.

Selain aksi pungut sampah, kegiatan ini juga diisi dengan kegiatan selfie/groufie serentak secara nasional untuk mengampanyekan aksi ”diet sampah” dan upaya pengurangan produksi sampah di masyarakat. Kegiatan kemarin diakhiri dengan pembacaan deklarasi oleh perwakilan dari 41 komunitas yang andil pada acara tersebut. Ini sebagai wujud komitmen untuk mengurangi produksi sampah. (*)

Penulis : Achmad Zakky Multazam Editor : Bambang Bes

PSHT UNAIR Borong Juara di

4th ITS Cup 2016

UNAIR NEWS – Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Persaudaraan Setia

Hati Terate (PSHT) UNAIR terus berusaha mempertahankan eksistensi dalam setiap kejuaraan pencak silat. Kali ini, PSHT UNAIR berhasil meraih juara umum 2 dalam Kejuaraan Pencak Silat 4th ITS Cup 2016 yang dilaksanakan pada 26-28 Februari 2016 lalu. Tim PSHT mengumpulkan 6 emas, 7 perak, dan 5 perunggu untuk kategori pertandingan dan seni, baik tunggal, ganda, maupun regu.

“Pada pertandingan kali ini, tim PSHT UNAIR didominasi oleh atlit baru. Meskipun demikian tidak membuat tim PSHT gagal untuk meraih juara. Tidak banyak persiapan yang dilakukan. Untuk mempersiapkan pertandingan ini, atlet PSHT hanya berlatih selama seminggu,” tutur Anggi Setya Aji, selaku

(3)

koordinator tim PSHT UNAIR pada 4th ITS Cup 2016.

Medali yang berhasil dikumpulkan diantaranya diraih oleh para pemain baru. Noval, mahasiswa FKH angkatan 2013, berhasil meraih juara 1 untuk kelas H. Selain itu, PSHT UNAIR juga berhasil meraih predikat pesilat terbaik kelas A putri dewasa atas nama Nurul Istiqomah, mahasiswi Fakultas Perikanan dan Kelautan (FPK) angkatan 2012.

Selain kejuataan di ITS, PSHT UNAIR juga mempersiapkan kejuaraan yang akan datang, yaitu 3rd International Pencak Silat PSHT Championship di Solo, yang akan dilaksanakan pada 19-24 Maret 2016; dan Kejuaraan Nasional Pencak Silat Antar Perguruan Tinggi Piala Menpora VI, yang akan dilaksanakan pada 10-16 Oktober 2016 di Lampung.

Dalam waktu dekat, PSHT UNAIR juga akan menghadiri Parapatan Luhur Sedunia 2016, ajang pertemuan organisasi PSHT yang akan diselenggarakan di Istana Negara pada tanggal 10-12 Maret 2016. (*)

Penulis : Afifah Nurrosyidah Editor : Binti Q. Masruroh

Ajak Dosen Aktif Menulis

Ilmiah Populer

UNAIR NEWS – Lembaga Pengabdian, Pendidikan, Pelatihan dan

Pengembangan Masyarakat (LP4M) Universitas Airlangga mengadakan pelatihan penulisan artikel ilmiah populer bagi para dosen di lingkungan UNAIR. Pelatihan ini bertujuan untuk memotivasi para dosen agar giat menulis di media massa. Pelatihan berlangsung di Aula Kahuripan 201 yang diikuti

(4)

sekitar 60 dosen diselenggarakan pada Senin (29/2).

Anwar Djaelani, salah satu kolumnis aktif di salah satu media massa di Indonesia dipilih sebagai pembicara pada pelatihan penulisan ilmiah populer ini. Prof. Dr. H. Jusuf Irianto, Drs., M.Comm. selaku Ketua LP4M UNAIR berharap agar para dosen tidak hanya aktif meneliti, namun juga memublikasikan ide-idenya melalui media masa.

“Harapannya, mereka menyumbangkan kontribusi keilmuan yang signifikan dan mudah dipahami oleh masyarakat. Mereka jadi aktif menulis di media masa, majalah, dan media populer lainnnya yang bisa dipakai atau dirujuk oleh masyarakat. Misalnya, dosen dari FKH menulis inovasi atau kreativitas di bidang kedokteran hewan. Dosen dari ekonomi, hukum, bahkan psikologi juga demikian,” tutur Prof. Jusuf.

Pelatihan ini dimaksudkan untuk memberi motivasi, inspirasi, dan pemikiran yang sistematis kepada para dosen. Pada pelatihan ini juga terdapat simulasi pembuatan artikel. Penulisan didampingi oleh fasilitator. Masing-masing tulisan itu dikoreksi hingga menjadi satu artikel ilmiah populer yang siap kirim ke redaksi media massa.

Selain itu, menurut Prof. Jusuf, jika para dosen aktif menulis di media massa, ilmu pengetahuan akan mengalir dengan mudah ke masyarakat.

“Dosen bukan hanya berada di menara gading, tapi menara air yang dapat memberikan manfaat melalui karya ilmiah dan populer,” terang Guru Besar bidang Manajemen Sumber Daya Manusia, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, UNAIR.

Selanjutnya, LP4M UNAIR juga melakukan pendampingan terhadap para dosen yang ingin mengirimkan proposal ke DIKTI. Pendampingan dilakukan oleh para dosen UNAIR yang terlibat sebagai reviewer di DIKTI.

(5)

mendampingi para dosen yang ingin mengirimkan proposal ke DIKTI. Sehingga proposal yang benar bisa diterima oleh DIKTI,” papar Ketua LP4M UNAIR. (*)

Penulis : Binti Q. Masruroh

SNMPTN 2016, Pilih Prodi

Sesuai Minat

UNAIR NEWS – Pendaftaran SNMPTN 2016 resmi dibuka hari ini.

Ratusan ribu siswa SMA akan mulai saling berkompetisi untuk mendapatkan tempat di berbagai PTN yang tersebar di seluruh Indonesia. Dalam memilih program studi, para siswa diharapkan untuk memilih program studi yang sesuai dengan minatnya.

Hal itu diungkapkan oleh Haryo Puntodewo, staf PPMB UNAIR ketika memberikan materi dalam kunjungan SMAN 4 Cibinong, Bogor di UNAIR, Senin (29/2), di R. Kahuripan 301.

“Pilih program studi yang sesuai minat. Jangan dipengaruhi orang lain. Orang tua dan guru hanya sebatas membimbing,” ujarnya.

S e l a i n i t u , i a j u g a m e n g i n g a t k a n p a r a s i s w a u n t u k memperhatikan daya tampung dan jumlah peminat dari program studi yang dipilih. Hal tersebut menurutnya, bisa memperbesar peluang siswa yang bersangkutan untuk diterima di program studi yang dipilih.

Dalam kunjungan ke UNAIR, para siswa dan guru SMAN 4 Cibinong nampak antusias mendengarkan informasi mengenai UNAIR dan proses penerimaan mahasiswa baru di UNAIR. Beberapa siswa misalnya menanyakan tentang diperbolehkannya pemilihan program

(6)

studi lintas minat. Dalam kesempatan tersebut, pihak PPMB menyatakan bahwa UNAIR memperbolehkan siswa dengan minat ilmu alam untuk mendaftar ke program studi berbasis ilmu sosial dan juga sebaliknya.

Salah seorang guru, Evi Sukenti, juga meminta penjelasan tentang dimungkinkannya SMA yang belum terakreditasi untuk diterima di UNAIR. Pasalnya, SMAN 4 Cibinong memang sekolah baru yang akan meluluskan angkatan pertamanya di tahun ini. “Hal tersebut memang jadi kendala bagi sekolah baru karena salah satu penilaian SNMPTN adalah berdasarkan jumlah alumni dan juga IPK alumni,” ujar Haryo sambil mengingatkan bahwa SMAN 4 Cibinong pasti memiliki kelebihan lain untuk mengatasi kekurangan tersebut.

Sebanyak 270-an siswa dan guru pendamping SMAN 4 Cibinong menyambangi UNAIR. Kunjungan mereka ke Surabaya tidak lepas dari banyaknya siswa yang tertarik untuk melanjutkan studi di UNAIR.

“Banyak siswa yang berminat ke UNAIR. Mereka penasaran dengan PTN yang di Surabaya. Walaupun jauh, kami tetap membawa mereka berkunjung ke sini,” pungkas Evi.(*)

Penulis : Yeano Andhika

Sosialisasi SN-SBMPTN untuk

SMA di Madiun

UNAIR NEWS – Universitas Airlangga melalui Pusat Informasi dan

Humas (PIH) melakukan sosialisasi SN-SBMPTN ke tiga SMA Negeri di Madiun. Tiga SMA tersebut yaitu SMAN 1 Madiun, SMAN 2

(7)

Madiun, dan SMAN 3 Madiun. Sosialisasi diberikan kepada murid, guru, dan orangtua, sebagai pertimbangan untuk memberikan pilihan atas perguruan tinggi yang ingin di tuju.

Sosialisasi dilakukan pada Kamis-Jumat (26-27/2). Terlihat antusiasme pada raut wajah para siswa ketika acara sosialisasi dibuka.

“Kunci untuk sukses dalam SNMPTN dan SBMPTN itu ada tiga. Pertama belajar, kedua belajar dengan rajin, dan ketiga adalah memaksakan untuk belajar dengan rajin,” ujar ketua PIH UNAIR, Suko Widodo, ketika memberikan sambutan kepada para siswa.

Materi sosialisasi adalah pengenalan tentang UNAIR, kriteria umum dan khusus penerimaan mahasiswa baru di UNAIR, serta tips-tips memilih program studi pada SN-SBMPTN.

Setelah sosialisasi selesai, para siswa diberi kesempatan untuk mengajukan pertanyaan. Salah satu pertanyaan yang sering muncul adalah mengenai akreditasi dari sekolah dan pengaruh akreditasi terhadap peluang diterimanya siswa di sebuah universitas, khususnya UNAIR.

“Apa yang dimaksud dengan blacklist? Apakah UNAIR juga memberlakukan blacklist?,“ papar salah satu siswa dari SMAN 1 Madiun.

Tim dari PIH UNAIR menjelaskan bahwa sekolah dengan akreditasi A memiliki kuota pendaftar sebanyak 75% siswa terbaik di sekolah, 50% siswa terbaik di sekolah untuk akreditasi B, dan 20% terbaik di sekolah untuk akreditasi C.

“UNAIR dan universitas lain mengikuti peraturan yang sama. Jika sekolah ketahuan curang, maka tahun depan kena blacklist (tidak diikutsertakan dalam SNMPTN, -red),” ujar Suko menjawab pertanyaan siswa terkait blacklist.

Di akhir sosialisasi, Suko selalu memberikan motivasi kepada para murid untuk siap dan optimis dalam menghadapi Ujian

(8)

Nasional (UN) hingga seleksi SNMPTN maupun SBMPTN.

“Sing penting belajar, belajar, dan belajar yang rajin,” ujar Suko. (*)

Penulis: Alifian Sukma Editor: Binti Q. Masruroh

Kejar Peringkat 500 Kampus

Dunia, UNAIR Perkuat Sistem

Pembelajaran

UNAIR NEWS – Menanggapi isu kebijakan pendidikan tinggi

terbaru mengenai mengenai Permenristekdikti no. 44 tahun 2015 tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi, Prof. Nyoman Tri Puspaningsih selaku Direktur Pendidikan Universitas Airlangga mengatakan bahwa UNAIR telah siap dengan peraturan baru itu. Pihaknya mengatakan karena sistem tersebut sudah berjalan di UNAIR.

Menurut Prof. Nyoman, ada lima perubahan utama antara Permenristekdikti no. 44 tahun 2015 dengan Permenristekdikti no. 49 tahun 2014. Pertama, izin penyelenggaraan semester pendek atau semester antara. Tujuan penyelenggaraan semester pendek atau semester antara ini untuk memberi wadah bagi mahasiswa yang berprestasi untuk lulus tepat waktu, meningkatkan kompetensi lulusan agar learning outcome tercapai, dan menekan angka mahasiswa drop out.

Kedua, perpanjangan masa studi jenjang magister dan doktoral. Masa studi mahasiswa master berubah dari yang semula dua tahun dapat diperpanjang hingga empat tahun. Sedangkan, masa studi

(9)

mahasiswa doktor, dari yang semula empat tahun dapat diperpanjang hingga tujuh tahun. Perpanjangan masa studi ini memberikan peluang yang dapat dimanfaatkan mahasiswa untuk mempublikasikan jurnal terakreditasi baik di tingkat nasional maupun internasional.

Ketiga, kurikulum wajib bertumpu pada student center learning yaitu mengintegrasikan aspek akademik dan non-akademik. “UNAIR sudah memiliki sistem yang mengatur hal tersebut, misalnya untuk pengembangan kepribadian terfasilitasi dalam mata kuliah wajib umum (MKWU),” tutur Direktur Pendidikan UNAIR.

Keempat, lulusan wajib dibekali SKPI (surat keterangan pendamping ijazah). Di UNAIR, selain menerapkan satuan kredit semester, lulusan prodi jenjang S-1 dibekali dengan transkrip satuan kredit prestasi. Sedangkan, bagi lulusan prodi jenjang S-2 dan S-3, termasuk program profesi tak perlu dibekali dengan transkrip satuan kredit prestasi. Kelima, Prof. Nyoman mengatakan batas minimal satuan kredit semester (sks) untuk mahasiswa jenjang S-2 adalah 32 sks.

Ke depannya, menurut Guru Besar bidang Biokimia pada Fakultas Sains dan Teknologi, kualitas pembelajaran dan lulusan di UNAIR perlu ditingkatkan. Apalagi, dengan rencana UNAIR untuk menembus peringkat 500 kampus dunia, standar nilai perlu ditingkatkan.

“Misalnya, di tingkat ASEAN. UNAIR harus mengikuti standar nilai ASEAN agar transfer nilai diakui jika ada mahasiswa yang mengikuti program pertukaran pelajar,” imbuh Prof. Nyoman. Penulis: Rekha Finazis

(10)

Agar Lulusan Kesmas Terserap

Dunia

Kerja,

Perlu

Penyesuaian Kurikulum

UNAIR NEWS – Penyelenggaraan pendidikan tinggi kesehatan di

masyarakat terus berproses. Di era global seperti sekarang, maka perlu adanya jaminan dari perguruan tinggi agar lulusannya dapat terserap dan diakui pasar kerja maupun masyarakat. Oleh karena itu, maka perlu adanya penyesuaian kurikulum pendidikan tinggi kesehatan masyarakat.

Pemikiran ini ditangkap dalam lokakarya nasional ‘Pendidikan Kesehatan Masyarakat di Indonesia Masa yang Akan Datang’. Lokakarya yang diselenggarakan Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) UNAIR bekerjasama dengan Asosiasi Pendidikan Tinggi Kesehatan Masyarakat Indonesia (AIPTKMI) dan Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia ini dilaksanakan di Hotel Swiss-Bellinn pada Sabtu (27/2), dan dihadiri oleh anggota AIPTKMI dan IAKMI.

Menurut Dekan FKM UNAIR, Prof. Dr. Tri Martiana, dr., MS, menuturkan bahwa penyesuaian kurikulum pendidikan kesehatan masyarakat (kesmas) diperlukan untuk menghadapi tantangan lulusan ilmu kesmas.

(11)

Suasana lokakarya nasional ‘Pendidikan Kesehatan Masyarakat di Indonesia Masa yang Akan Datang’. (Foto: UNAIR NEWS)

“Pada ilmu kesmas, ada banyak peminatan misalnya sanitasi, kesehatan lingkungan, dan K-3 (kesehatan dan keselamatan kerja). Kalau dulu kita lebih memikirkan S-1, sekarang kita memikirkan yang S-2. Misalnya, ada sarjana kebidanan yang ingin melanjutkan S-2 dengan peminatan kesehatan ibu dan anak. Peminatan itu adanya di S-2 Ilmu Kesehatan Masyarakat. Namun, tidak semua (kampus) memiliki peminatan atau prodi tersebut. Maka, inilah yang perlu disesuaikan,” tutur Dekan FKM UNAIR. U n t u k p e n y e s u a i a n k u r i k u l u m i t u , t a k s e m u a k a m p u s penyelenggara pendidikan kesmas memiliki kemampuan yang sama. Maka dari itu, pengajar di FKM UNAIR turut mendampingi kampus yang memerlukan penyesuaian itu. Salah satu bentuknya adalah penyelenggaraan lokakarya ini.

Bagaimana dengan pengembangan peminatan menuju prodi? Menurut Prof. Tri, ada banyak syarat yang harus dipenuhi sebelum menentukan prodi. Kampus harus memenuhi syarat seperti jumlah

(12)

dosen, fasilitas praktikum, dan ruang perkuliahan. Di FKM UNAIR sendiri, masih ada beberapa hal yang perlu disesuaikan sebelum peminatan itu menjadi prodi diantaranya adalah rasio dosen dengan mahasiswa. (*)

Penulis: Defrina Sukma S

Pejabat UNAIR Laporkan Harta

Kekayaan ke KPK

UNAIR NEWS – Setiap pejabat negara wajib melaporkan harta

kekayaan yang dimiliki kepada Komisi Pemberantasan Korupsi. Pelaporan itu merupakan bentuk transparansi dan akuntabilitas pejabat kepada publik. Formulir laporan itu wajib disetorkan paling lambat dua bulan pasca pelantikan jabatan dan wajib diperbarui setiap dua tahun sekali dalam masa jabatan.

Dr. Purnawan Basundoro, S.S., M.Hum.

Sebagai wujud transparansi dan akuntabilitas publik, pimpinan Universitas Airlangga sedang menyusun laporan harta kekayaan

(13)

penyelenggara negara (LHKPN). Batas akhir pengumpulan laporan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada tanggal 15 Maret 2016. Dari kalangan UNAIR, pejabat yang wajib melaporkan harta kekayaannya adalah rektor, wakil rektor, direktur, kepala sub-direktorat, ketua pusat/lembaga/badan, dekan, wakil dekan, kepala departemen, dan koordinator program studi.

Pada tanggal 23 Februari 2016, Rektor UNAIR memimpin dan memberikan arahan tentang pengisian formulir LHKPN. Ia mengingatkan tentang kewajiban jajaran pimpinan untuk mengisi formulir LHKPN demi transparasi dan akuntabilitas terhadap publik.

Direktur Sumber Daya Manusia UNAIR, Dr. Purnawan Basundoro, S.S., M.Hum, mengungkapkan ada dua jenis formulir yang diisi oleh penyelenggara negara. Namun, masing-masing formulir itu berbeda peruntukannya. Formulir A diisi oleh pejabat pada masa nol tahun menjabat (maksimal dua bulan pascapelantikan), sedangkan formulir B diisi untuk memperbarui data tersebut setiap dua tahun sekali atau sewaktu-waktu diminta KPK melakukan pengisian.

“Deadline pengisian pada tanggal 29 Februari 2016 ini, dan akan kami kirim ke KPK pada tanggal 15 Maret 2016,” tutur Purnawan.

Dalam formulir tersebut data-data yang harus diisi antara lain data pribadi, data keluarga, harta kekayaan, uang tunai, deposito, giro, utang, piutang, dan surat kuasa. Tentunya, pengisian data-data dilampiri dengan bukti-bukti valid. (*) Penulis: Defrina Sukma S

(14)

UKM Seni Religi Airlangga

Siap Berprestasi

UNAIR NEWS – Sebagai UKM yang resmi disahkan pada Januari

lalu, UKM Seni Religi Airlangga menyatakan sikapnya untuk berprestasi dan membawa nama baik almamater. Setelah melalui proses yang panjang, mulai dari proses administrasi dan pengesahan, akhirnya UKM ini mulai beraktifitas sesuai programnya dan telah membuka pendaftaran keanggotaanya pada bulan Februari ini. Pada tahun ini juga, rencananya mereka akan mengikuti berbagai even nasional yang tentunya mengasah kemampuan dan berprestasi.

“Persiapan pembentukan UKM ini sudah dimulai sejak bulan Agustus 2015, melalui proses administrasi yang panjang akhirnya UKM ini disahkan oleh kampus, dengan ini kami siap untuk berprestasi lebih.” Ujar Sandi Machmudin Ketua UKM Seni Religi Airlangga ketika diwawancarai di kemahasiwaan UNAIR Rabu (24/2).

UKM ini terdiri dari berbagai divisi kegiatan diantaranya; Banjari, Kaligrafi, Nasyid dan Musabaqoh Tilawatil Quran. UKM ini merupakan gabungan dari Komunitas Seni Rebana (Serban) UNAIR dan Komunitas Pecinta Al quran (Kontaq) UNAIR. Serban merupakan wadah kegiatan para seniman rebana dan sholawat UNAIR, tidak jarang mereka sudah aktif meramaikan kegiatan dan diundang ke berbagai tempat. Sedangkan Kontaq merupakan wadah mahasiswa UNAIR untuk belajar membaca, menghafal dan mengkaji Al quran.

Setelah beberapa tahun berdiri sebagai komunitas yang berprestasi, keduanya sepakat untuk melanjutkan dalam satu organisasi. Pembentukan UKM ini sendiri juga karena dorongan banyaknya mahasiswa UNAIR yang mempunyai bakat dalam hal seni Islami, namun belum terwadai khusus dalam suatu organisasi resmi. Sebagai inisiatif untuk mendukung mahasiswa yang

(15)

mempunyai bakat, maka perlu adanya suatu organisasi yang resmi untuk mendukung dan megembangkan bakat sehingga dapat meraih prestasi, baik untuk individu atau juga untuk meningkatkan daftar prestasi institusi.

“Mahasiswa tidak perlu khawatir lagi untuk mengembangkan kemampuannya dibidang tersebut, karena sudah terwadahi di UKM ini. Harapanya, semoga UKM lancar dan terus berprestasi,” pungkas mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya UNAIR tersebut.

Penulis: M Ahalla Tsauro Editor: Nuri Hermawan

PDD UNAIR Banyuwangi Gelar

Sosialisasi Kredit Prestasi

Dosen

UNAIR NEWS – Seiring dengan perkembangan pendidikan dan

pengajaran dari PDD UNAIR di Banyuwangi, maka pengembangan sumber daya manusia (SDM) yang dalam hal ini adalah tenaga pengajar atau dosen, dituntut untuk harus bisa bekerja secara profesional tanpa mengurangi kualitas yang sudah dipatok oleh Universitas Airlangga. Merujuk pada hal tersebut maka Koordinator Program Pendidikan Diluar Domisili (PDD) UNAIR di Banyuwangi melakukan sosialisasi tentang operasional penilaian angka kredit jabatan fungsional (akademik) dosen.

Dalam kesempatan itu, Koordinator PDD UNAIR Banyuwangi, Prof. Dr. Suryanto, M.Si., mengatakan bahwa dosen muda harus lebih rajin dari pada dosen yang telah lama mengajar. Hal itu dilakukan agar kualitas dosen muda dapat ditingkatkan secara signifikan, mulai dari penulisan jurnal, mengikuti seminar

(16)

nasional maupun internasional, baik menjadi peserta maupun pembicara dalam seminar tersebut. Hal ini dilakukan tidak hanya untuk meningkatkan kualitas dosen dalam hal pengalaman, tetapi juga untuk meningkatkan relasi yang pastinya sangat dibutuhkan dalam pengembangkan kampus.

”Mumpung masih muda dan mempunyai waktu serta tenaga yang lebih besar dibangding yang tua-tua,” kata Guru Besar Fakultas Psikologi UNAIR tersebut.

Ditambahkan, karena itu kinerja dosen muda harus ikut “ngebut” dan mengimbangi pemikiran dan program Bupati Banyuwangi, misalnya, dalam masalah pembangunan daerah yang kurang terjamah. Menurutnya, hal seperti ini merupakan suatu peluang dari dosen untuk mengembangkan diri dan mengangkat nama Banyuwangi ke kancah nasional maupun internasional.

Selain itu sosialisasi yang dilakukan oleh Koordinator PDD UNAIR di Banyuwangi ini juga bertujuan untuk mempersiapkan para tenaga dosen dalam rangka kenaikan pangkat.

”Pangkat itu untuk tenaga fungsional, seperti dosen ini tidak datang dengan sendirinya, tapi harus diupayakan,” kata Prof. Suryanto.

Sehingga, demi untuk mewujudkan tenaga pengajar yang terus terintegrasi dan berkualitas untuk menghasilkan dosen yang meraih pangkat Lektor atau Lektor Ahli maupun juga Profesor, maka PDD UNAIR di Banyuwangi kedepan harus siap untuk suatu saat nanti menjadi perguruan tinggi negeri yang mandiri. (*) Penulis: Ahmad Zakky Multazam.

Referensi

Dokumen terkait