• Tidak ada hasil yang ditemukan

Basel III Sejarah Perkembangannya

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Basel III Sejarah Perkembangannya"

Copied!
15
0
0

Teks penuh

(1)

BASEL III SEJARAH P

(2)

 BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Pentingnya manajemen resiko bagi perbankan Syari'ah untuk  mengetahui sejauh mane resiko yang akan muncul dimasa yang akan datang agar kite mampu mengantisipasi dan meminimalaisir resiko yang muncul. Ada  berbagai macam resiko yang dihadapi dalam perbankan syari’ah yaitu resiko operasional, resiko hukum, resiko, strategis, resiko kepatuhan, resiko pasar, resiko pembiayaan, resiko investasi, resiko, likuiditas, resiko imbal hasil dan resiko reputasi.

Perkembangan Bank Islam yang pesat harus diimbangi dengan adanya  peraturan perbankan terkait manajemen risiko yang berpengaruh akti. Semua  perbankan harus diatur dan dia!sasi agar bank Islam mampu berjalan sesuai koridor yang ada. Industri keuangan syariah sebagai bagian dari pasar  keuangan global sangat terpengaruh oleh standar internasional.

Ada pun peraturan Internasional yang mulai diterbitkan, yaitu Basel I sebagai peraturan dan penga!asan standar internasional dalam pengelolaan kecukupan modal bank untuk menyerap kerugian yang terjadi sehingga mencegah terjadinya masalah yang sistematis. "eberadaan Basel I mampu memberikan banyak perubahan dalam sistem keuangan dunia. #ntuk  menyempumkan kerangka permodalan Basel I make peraturan internasional menerbitkan konsep permodalan barn yang lebih dikenal dengan Basel $$. Perjalanan Basel II memba!a dua perubahan dalam, regulasi perbankan. Sebagai penyempurna Basel II diterbitkalah Basel III.

Peraturan internasional ini ditttiukan untuk menciptakan peraturan  bersama dalam rangka memperkuat stabilitas dan kesehatan sistem perbankan inetrnasional, menciptakan kerangka sistem yang adil dalam mengukur  kecukupan modal secara inetrnasional dan mendapatkan kerangka yang konsisten untuk mengurangai ketidaksamaan kompetisi antar bank yang

(3)

 bergabung di tingkat internasional.%engan demikian, peraturan internasional yang terbentuk dalam Basel I, Basel II dan Basel III perlu untuk di perhatikan dan diketahui, terutama pada Basel III yang dibahas pada makalah ini.

B. Rumusan Masalah

$. Bagaimana sejarah diterbitkannya Basel III & . Bagaimana tujuan diterbitkannya Basel III & (. Bagatipana kerangka kerja pada Basel III & ). Bagaimana ketentuan pada Basel III &

*. Bagaimana "erangkan kerja pada Basel III & +. Bagaimana rencana penerapan Basel III &

(4)

BAB II PEMBAHASAN

A. Searah !er"#tn$a Basel III

Basel III merupakan peraturan yang lengkap dengan mengatur dan menga!asi jalannya bank. Akan tetapi, bayangbayang terjadi krisis keuangan masih menghantui. -erbukti dengan kembali dengan terjadinya krisis ekonomi dan keuangan pada /0. 1aktor pemicu utamanya karena banyaknya  bank yang terlilit utang tinggi, pada laporan posisi keungan yang dilaporkan

2on-balance sheet 3 maupun laporan posisi keungan yang tidak dilaporkan 2 off-balance sheet 3. Akibatnya, terjadi penggerusan tingkat dan kualitas modal yang dimiliki bank. Secara bersamaan, terjadi keterkaitan risiko, keuangan yang sistematis dan tidak didukung likuiditas yang mencukupi dan timbullah krisis.

Berdasarkan permasalahan yang menyebabkan krisis inilah, muncul  pemikiran untuk menyempurnakan peraturan permodalan yang ada, yaitu Basel II. Akhirnya pada akhir tahun $, B4BS mempublikasikan dokumen yang berjudul Basel III 5 Global Regulatory Framework for More Resilient   Banks and Banking Sistem.$

Peraturan Bank Indonesia 6o. $*7$7PBI7$( tanggal $ %esember  $( tentang "e!ajiban Penyediaan 8odal 8inimum Bank #mum, berlaku  pada $ 9anuari $). :%alam rangka menciptakan sistem perbankan yang sehat dan mampu berkembang Berta bersaing secara nasional maupun internasional, maka Bank perlu meningkatkan kemampuan untuk menyerap risiko yang disebabkan oleh kondisi krisis dan7atau pertumbuhan kredit  perbankan yang berlebihan melalui peningkatan kualitas dan kuantitas  permodalan Bank sesuai dengan standar internasional yang berlaku yaitu

Basel III.;

$

(5)

B. !uuan D#ter"#tkann$a %an &aku'an Basel III

Pada dasarnya, Basel III diterbitkan sebagai penyempurna alas Basel II. 8enurut the B4BS Basel III memiliki dua tujuan utama, yaitu5

$. 8emperkuat aturan tentang permodalan dan likuiditas global melalui  peningkatan ketahanan sektor perbankan?

. 8eningkatkan kemampuan sektor perbankan dalam menghadapi guncangan yang timbul akibat terjadinya krisis keuangan dan tekanan ekonomi.

#ntuk mencapai tujuantujuan tersebut, aturan Basel III dibagi menjadi tiga bagian utama sebagai berikut5

$. Pembaruan ketentuan permodalan 2terdiri antara lain5 kualitas, dan kuantitas modal, cakupan resiko secara komprehensi, leverage ratio  penyangga konservasi modal 2capital conservation buffers3 dan

2counter-cydical capital buffer 3

. Pembaruan ketentuan likuiditas 2rasiorasio jangka pendek dan jangka  panjang3?

(. "etentuanketentuan lain yang berkaitan dengan peningkatan stabilitas sistem keuangan.

Secara umum ruang lingkup dokumen Basel III mengenai ke!ajiban modal dan likuiditas global mencakup aspekaspek sebagai berikut 2Bank  Indonesia, $3 5

a. Penguatan "erangka Permodalan @lobal

$. 8eningkatkan kualitas, konsistensi dan transparansi permodalan . 8engembangkan cakupan rasio

(. -ambahan persyaratan modal berbasis resiko dengan leverage ratio ). 8engurangi Procydicality dan meningkatkan countercydical buffer  *. Penanganan terhadap resiko sistemik dan keterkaitan antar lembaga

keuangan

 b. Pengenalan Standar ikuiditas @lobal

http577!!!.iskal.dcpkeu.go.id7I7adoku7$*4kajian*4pkppimC7C*4%ampakD> konomiDPenerapanDBase$DIII.pd, diunduh pada  8aret $)

(6)

$. iEuidity 4overage =atio 24=3 . 6et Stable 1unding =atio 26S1=3 (. 8onitoring -ools

%alam rangka menyempumakan Basel II, Basel III menyarankan bank  untuk memperkuat sisi pengaturan mikroprudensial  dalam upaya meningkatkan kesehatan dan daya tahan individual bank dalam menghadapi krisis. Syarat yang harus dipenuhi adalah kualitas dan level permodalan yang lebih tinggi dengan okus utama pada komponen modal saham dan pentingnya ketersediaan kecukupan cadangan modal yang harus dimiliki oleh individu  bank dengan membentuk conservaion buffer .

Selain itu, cakupan aspek makroprudensial  lainnya mencakup  pengembangan indikator untuk memantau tingkat procylicality sitem keungan. Bank yang bersiat sistematis harus meyiapkan cadangan modal di saat ekonomi dalam kondisi baik dengan tujuan menyerap kerugian di masa krisis. Ini disebut dengan countercydical capital biffer . -ambahan modal lain yang dibutuhkan adalah capital surcharge bagi institusi lembaga keungan yang dipandang mengandung risiko sistematis. "arena terdapat keterkaitan sangat erat antara aspek mikro, yakni kondisi bank, dengan aspek makro ekonomi sehingga kedua aspek tersebut perlu dimonitor secar berkesinambungan.(

(. Ketentuan 'a%a Basel III

"etentuan yang terdapat paba Basel III yang tidak terjabarkan pada Bsel sebelumnya, yaitu adanya perubahan pada5

$. Struktur permodalan

Adalah proposi dalam menentukan pemenuhan kebutuhan belanja  perusahaan dengan sumber pendanaan jangka panjang yang berasal dari dana internal dan dana eksternal, dengan demikian struktur modal adalah struktur keuangan dikurangi utang jangka pendek.)

(

 Ibid. hal.)+ )

(7)

. Capital conservation buffer 

Adalah tambahan modal yang berungsi sebagai penyangga 2buer3 apabila terjadi kerugian pada periode krisis.*

(. Countercydical capital buffer 

Adalah tambahan modal yang berungsi sebagai penyangga 2buer3 untuk  mengantisipasi kerugian apabila terjadi pertumbuhan kredit perbankan yang berlebihan sehingga berpotensi mengganggu stabilitas sistem keuangan.

). leverage ratio

Adalah rasio untuk mengukur seberapa bagus struktur permodalan  perusahaan. Struktur permodalan merupakan pendanaan permanen yang

terdiri dari hutang jangka panjang, saham.+

*. Penguatan manajemen likuiditas

#ntuk struktur permodalan, Basel II tidak terdapat capital conservation  buer, sedangkan pada Basel III bank di!ajibkan menyediakan capital conservation buer sebesar ,* dalam kondisi normal. 6amun, dalam kondisi stress, capital conservation buffer  ini dapat ditarik untuk menyerap kerugian. Basel III jugs memperkenalkan countercydical capital buffer  244B3 sebesar ,* dari common eEuity atau modal yang dicadangkan khusus untuk menyerap kerugian dari siklus bisnis dan penerapannya tergantung dari kondisi masingmasing negara. =asio kecukupan modal minimum atau capital adeEuacy ratio 24A=3 masih tetap sebesar 0, tetapi apabila bank ingin dapat memberikan dividen, share buyback, bonus, dan memitigasi risiko dari siklus  bisnis, rasio kecukupan modal minimum adalah sebesar $(.

D. Kerangka Kera Pa%a Basel III

Basel III merupakan standar global terbaru untuk pengaturan kecukupan modal dan likuiditas perbankan. Aturan ini memang ditujukan untuk 

*

http577!!!.bi.go.id7id7peraturan 7perbankan7%ocuments7pbiD$*$$(rev.pd, diunduh pada  8aret $)

+

 http577!!!. kaj ianpustaka.com7$7rasiosolvabi litas.htmiGsthash. Hv)"t S.dpu, diunduh pada  8aret $)

(8)

menanggapi krisis keuangan global dengan sejumlah persyaratan. Pada Basel III, bank perlu untuk mempertahankan ),* persen saham umum dan + persen dari modal inti dari asetaset terbeban risiko.

-erdapat tiga poin utama dalam Basel III, yakni pengaturan cadangan modal konservasi, pengenaan rasio utang dan penguatan manajemen likuiditas. #ntuk manajemen likuiditas, Basel III menerapkanpengukuran stanadr minimum. Bagi bank yang akti secara internasional, anturan barn ini menggunakan dua pengukuran, yakni liuidity coverage ratio dan longerterm  structural ratio. =asio pertama digunakan untuk mengetahui ketahanan bank 

dalam memenuhi likuiditas jangkan pendek, kurang dari ( hari. =asio kedua digunakan untuk memaeu bank menggunkan sumber pendanaan yang stabil.

-idak hanya itu, Basel III memperkenalkan adanya penyangga tambahan seperti countercydical buffer  bebas. %engan ini, para regulator nasional bisa menetapkan modal tambahan ,* persen pada periodeperiode pertumbuhan kredit yang tinggi. Basel III juga memperkenalkan rasio leverage sebesar (  persen dan mensyaratkan dua rasio likuiditas.

angkahlangkah yang diusulkan Basel III juga bertujuan meredam kondisi sektor inansial yang prosiklikal dan mengurangi risiko sistemik, termasuk dengan cara menyikapi permasalahan likuiditas./

Basel III seharusnya sudah harus diimplementasikan pada tahun $(. Semua bank di!ajibkan untuk memperkuat cadangan modal dengan menambahkan total cadangan inti, dimana saat ini  menjadi /. Pada tahun $*, bank mengalokasikan modal inti 2lapis $3 minimum ),* dari %P". Selanjutya, pada $0, bank !ajib menyediakan modal konversasi sebagi dana cadangan minimum ,*. Sehingga, total modal berkualitas yang harus dihimpun bank pada $ menjadi 0.0

$. Peningkatan kualitas permodalan melalui perubahan komponen dan  persyaratan instrumen modal sesuai dengan kerangka Basel III antara lain5

/

 http577bisniskeuangan.kompas.com7read7$$ 7 $7$ 7 $++$ 7Basel.III.Anti sipasi."ri sis .@lobal, diunduh pada  8aret $)

0

(9)

a. "omponen modal inti 2!ier  $3 yang terdiri atas5

$3 8odal inti utama 2common euity !ier  $3 yaitu instrumen modal  berkualitas tinggi dalam bentuk saham biasa 2common stock 3 dan tidak memiliki itur preerensi dalam pembayaran dividen7imbal hasil.

3 8odal inti tambahan 2 "dditional !ier  $3 yaitu penyempurnaan komponen modal inovati yang berupa saham preeren atau instrumen utang yang bersiat subordinasi, tidak memiliki jangka !aktu, pembayaran dividen atau imbal basil bersiat non kumulati, dan tidak memiliki itur step up.

 b. "omponen modal pelengkap 2!ier  3 yaitu instrumen utang yang  bersiat subordinasi, memiliki jangka !aktu paling kurang * 2lima3

tahun, dan tidak memiliki itur step up

. Bank !ajib menyediakan modal inti 2!ier   $3 paling rendah sebesar + 2enam persen3 dari A-8= dan modal inti utama 2 Common #uity !ier  $3  paling rendah sebesar ),* 2empat koma lima persen3 dari A-8= baik 

secara individual maupun secara konsolidasi dengan Perusahaan Anak. (. Bank yang memenuhi kriteria tertentu !ajib membentuk tambahan modal

sebagai penyangga 2buffer 3 di atas ke!ajiban penyediaan modal minimum sesuai proit risiko yang ditetapkan sebagai berikut5

a. Capital Conservation Buffer  sebesar ,* 2dua koma lima persen3 dari A-8= untuk Bank yang tergolong dalam Bank #mum "egiatan #saha 2B#"#3 ( dan B#"# ) yang pemenuhannya secara bertahap?  b. Countercydical Buffer  dalam kisaran sebesar  2nol persen3 sampai

dengan ,* 2dua koma lima persen3 dari A-8= bagi seluruh Bank? dan

c. Capital Surcharge untuk %SIB dalam kisaran sebesar I  2satu  persen3 sampai dengan ,* 2dua koma lima persen3 dari A-8= untuk 

Bank yang ditetapkan berdampak sistemik.

). 9angka !aktu penyesuaian rasio permodalan, pemberlakuan komponen modal, dan pembentukan tambahan modal sebagai penyangga 2buffer 3

(10)

E. Ren&ana Penera'an Basel III

Basel III secara mendasar menyajikan reormasi yang dilakukan oleh B4BS untuk memperkuat permodalan dan standar likuiditas dengan tujuan untuk meningkatkan ketahanan sektor perbankan terhadap krisis. "emampuan sektor perbankan menyerap shock yang teriadi karena tekanan keuangan dan  perekonomian diharapkan dapat mengurangi penyebaran risiko dari sektor 

keuangan terhadap perekonomian.

Basel III memperkenalkan juga standar likuiditas baik untuk jangka  pendek yaitu liuidity coverage ratio  24=3 dan untuk jangka yang lebih  panjang yaitu net stable funding ratio 26S1=3. Secara mendasar, kedua

standar likuiditas merupakan lompatan baru yang dimaksudkan untuk  melengkapi monitoring tools yang sudah ada untuk memantau likuiditas bank  dan sekaligus dapat digunakan sebagai pembanding kondisi likuiditas antar   bank.

"erangka permodalan dan standar likuiditas Basel III secara bertahap akan mulai diterapkan pada 9anuari $( hingga implementasi penuh pada 9anuari $. 8elihat rentang !aktu yang disediakan untuk adopsi penuh Basel III ini maka tidak dipungkiri bah!a diharapkan persiapan termasuk   penilaian dampak atas Basel III dapat dilakukan secara komprehensi sehingga  pada saat penerapannya dapat berjalan dengan baik.

Inisiati penerbitan 4P Basel III oleh Bank Indonesia akan memuat  pokokpokok pemikiran arah kebijakan dan pengaturan Basel III di Indonesia. %alam dokumen tersebut dibahas rekomendasi pengaturan permodalan sesuai Basel III berdasarkan studi literatur atas dokumen Basel III, peraturan  perundangundangan yang berlaku, hasil studi dampak kuantitati, reerensi

terkait lainnya, serta masukan dari penga!as, perbankan dan lainlain. Selanjutnya untuk memudahkan pemahaman, struktur 4P akan disajikan dalam ormat paparan substansi Basel III dan usulan pengaturan yang diperbandingkan dengan ketentuan relevan yang berlaku saat ini.

Bank Indonesia %epartemen Penelitian dan Pengaturan Perbankan @rup Penelitian dan Pengaturan Bank u.p. %ivisi Basel, 29akarta5 $3, hal.)*

(11)

D. E)ek Basel III !erha%a' Per"ankan D# In%*nes#a

Indonesia, di ba!ah Bank Indonesia, telah menerapkan Basel II sejak  tahun /. Belum selesai dengan Basel II, krisis global melanda. Basel 4ommittee pun melakukan pengkayaan kembali terhadap kerangka regulasi tersebut sehingga dipublikasikanlah Basel III yang dinamakan $nternational   Regulatory Framework for Banks pada tahun $$ yang diharapkan akan bisa

selesai diimplementasikan di seluruh dunia pada a!al tahun $.

Sebagai bagian dari kerangka pengaturan modal bank, sebagaimana halnya Basel I, Basel II dan Basel ,*, Bank Indonesia memandang bah!a  perlu melakukan langkahlangkah untuk menyiapkan implementasi Basel III

dengan baik agar sesuai dengan batas !aktu yang telah ditentukan dan  berkontribusi baik dalam perkembangan industri perbankan nasional ke depan. Basel III kini sudah diadopsi oleh Bank Indonesia melalui PBI no $*7 $ 7PBI7$( mengenai "P88 bank umum. Ada / hal yang dikedepankan5$

$. 8eningkatkan kualitas modal

. 8emperbaiki cakupan risiko khususnya risiko pihak la!an 2counterparty% (. 8elengkapi ketentuan "P88 dengan leverage ratio minimal (

). ebih mengamankan perbankan dari pengaruh bank yang dinilai sistemik, dimana bank yang dinilai sistemik diminta menyediakan modal tambahan sebesar $.*

*. 8engurangi  procyclicality dengan mengharuskan bank memelihara countercyclical buffer  sebesar  .*

+. 8eningkatkan daya tahan bank pada masa krisis dengan meminta bank  menyediakan capital conservation buffer modal tier $ sehingga paling tidak tahan selama ( bulan selama krisis terjadi.

/. 8enetapkan standar likuiditas. %ari ketujuh perubahan tadi, PBI diatas  baru mengadopsi nomor $, ), * dan + dengan mengikuti jad!al  pemberlakukan seperti yang diatur pada Basel III.

$

Pardi Sudrajat, &ampak Basel $$$ 'ada 'erbankan &an #konomi, 2Jnline Pada5

http577!!!.bara.or.id7riskDmanagement7regulation7basel7BaselDIII, diakses pada tanggal $ April $)3

(12)

9adi besar kemungkinan Bank Indonesia atau J9" segera akan mengeluarkan aturan lainnya, dan bank perlu mempersiapkan diri akan dapat memenuhi ketentuan tersebut.

"alau sekarang "P88 ditetapkan 0 plus modal sesuai proil risiko misalkan , total $. Setelah Basel III diterapkan, maka "P88 harus ditambah .* modal -$ atau -4> 2 tangible common euity3, plus counter  cyclical buffer    .*, maksimum $*. Apabila bank dinilai sistemik, maka maksimum "P88 akan menjadi $/.*. Ini baru modal regulasi. %iluar  itu, bank juga harus menyediakan modal untuk membiayai rencana ekspansi,  biaya akuisisi perusahaan lain apabila ada, dan biaya untuk belanja modal

seperti modernisasi core banking , buka cabang, menambah A-8 dsb.

"etentuan standar likuiditas mengharuskan bank memenuhi dua hal5 2$3 (iuidity coverage ratio 24=3 meminta bank memelihara aset likuid minimal $, yang dinilai cukup untuk melindungi bank dalam kondisi stress selama ( hari kedepan. 23 memenuhi rasio net stable funding ratio 26S1=3 minimal $, sebagai jaminan bank mempunyai sumber dana menengah panjang untuk mendanai aset dan aktivitas bank lainnya.

Kal yang perlu diperhatikan, apabila bank memenuhi ketentuan tersebut, maka bank !ajib memelihara aset likuid dan menanggung negative carry, artinya imbal hasil yang diperoleh dari penempatan aset lebih kecil dari biaya dana. "erugian tersebut logikanya diserap pada biaya kredit 2dalam bentuk   bunga atau provisi3, sehingga bunga kredit kemungkinan besar naik. >ek  ikutan mungkin terjadi seperti kenaikan 6P, perlambatan pertumbuhan kredit, penurunan laba bank, dan pada skala lebih luas menurunkan  pertumbuhan ekonomi.

Studi dari II1, estimasi penurunan @%P sebesar ( pada negara @( 2#S, >ropa, 9epang3 pada saat Basel III diimplementasikan secara penuh. Studi dari Basel 4ommittee 2B4BS3, dampak pada @%P sebesar . setiap tahun selama ) tahun untuk setiap kenaikan $ -4>. Sesuai studi B4BS, setiap kenaikan aset likuid sebesar *, memberikan dampak penurunan @%P sebesar .$ selama ) tahun kedepan. 6amun demikian, Basel III diyakini

(13)

akan memberikan dampak positi bagi industri perbankan pada jangka  panjang.

Secara sederhana, bank harus memperkuat aspek permodalannya, kualitas  good corporate governance, kualitas manajemen risiko, dan transparansi. 6amun pada tingkat teknis, seperti biasanya, pasti ada rumusan dan kebijakan terbaru dalam penerapannya di bank, misalnya berbagai rasio atau perhitungan matematis yang mencerminkan pengelolaan dana bank yang sesuai dengan tujuan Basel III ini. 9adi siapsiap saja perbankan Indonesia mengutakatik perhitungan baru dari kecukupan modal atau rasiorasio keuangan atau manejemen lainnya. Lang jelas, kerangka permodalan dan kerangka likuiditas Basel III secara bertahap akan mulai diterapkan pada 9anuari $( hingga implementasi penuh pada 9anuari $. Padahal  penerapan Basel II di Indonesia sendiri baru selesai pada akhir tahun $.

(14)

BAB HI PENU!UP

Kes#m'ulan

Peraturan internasional yang tertuang pada Baselbasel diharapkan mampu memberikan yang terbaik untuk berlangsungnya perbankan di dunia internasional maupun nasional. Penerapan peraturan ini bermaksud untuk membentuk   perbankan secara keseluruhan agar lebih berhatihati dalam menghadapi risiko.

Basel III merupakan peraturan perbankan yang menjadi acuan dalam  perbankkan internasional penyempuma Basel II. %imana pada Basel III lebih ditegaskan mengenai permodalan dan likuiditas untuk menghadapi risiko yang mungkin timbul akibat praktik pemberian kredit atau pinjaman dan investasi yang dilakukan.

(15)

DA+!AR PUS!AKA

Imam <ahyudi,dkk. $(.  Mana)emen Risiko Bank $slam. 29akarta5 Salemba >mpat3

Bank Indonesia %epartemen Penelitian dan Pengaturan Perbankan @rup Penelitian dan Pengaturan Bank u.p. %ivisi Basel. $. 9akarta

http577ekonomi.kabo.biF7$$77pengertianstrukturmodal.htmi http577!!!.bi.go.id7id7peraturan7perbankan7%ocuments7pbiDl *$$(re.pd http577!!!.kajianpustaka.com7$7rasiosolvabilitas.htmlGsthash.Hv)"iS.dpu   bisniskeuangan.kompas.com7read7$$7$7$7$++I7Basel.III.Antisipasi.krisi. @lobal. http577!!!.iskat.depkeu.go.id7$7adoku7$*4kajian*4pkppim*4%a mpakD>konomiDPenerapanDBaselDII I .pd 

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan jawaban dari seluruh responden diperoleh jawaban bahwa faktor penyebab keterlambatan pembayaran pajak kendaraan bermotor adalah karena belum memiliki

Telah dilakukan penelitian untuk memetakan sebaran kualitas air tanah pada akuifer berdasarkan nilai TDS dan nilai DHL di wilayah Karanggeneng Lamongan.. Pada

Gelombang Rayleigh merupakan jenis gelombang permukaan yang dapat.. mencitrakan struktur bawah permukaan dengan mudah yang

Subjek penelitian dalam penelitian ini adalah guru bahasa Indonesia yang mengajar di SMA Negeri 2 Bandar Lampung dan siswa kelas X IPA 3 SMA Negeri 2

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan pada kegiatan penelitian ini, maka dapat disimpulkan bahwa peran wanita pedagang dalam meningkatkan pendapatan keluarga

Jenis Penyaluran Dana Penempatan pada Bank Lain Piutang Murabahah Piutang Istishna Piutang Multijasa Pembiayaan Gadai Pembiayaan Mudharabah Pembiayaan Musyarakah Pembiayaan

Judul Tugas Akhir : Alokasi Biaya Bersama Atas Produk Bersama Menggunakan 4 (Empat) Metode Perhitungan (Studi Kasus pada PT Pos Indonesia (Persero) Pusat, Bandung)

Abstrak: kajian ini bertujuan untuk menganalisis permasalahan hukum akibat adanya perubahan status hukum kedudukan harta benda debitur dalam perkawinan yang sebelumnya merupakan