• Tidak ada hasil yang ditemukan

186690969-Modul-Bimbingan-UKDI-2013-2014

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "186690969-Modul-Bimbingan-UKDI-2013-2014"

Copied!
85
0
0

Teks penuh

(1)

Panitia Uji Kompetensi Khusus PB IDI –AIPKI -KDPI

2013

BUKU BIMBINGAN

(2)

Buku Bimbingan UKRK 2013 Page 1 Kata Pengantar

(3)

Buku Bimbingan UKRK 2013 Page 2 DAFTAR ISI

(4)

Buku Bimbingan UKRK 2013 Page 3 Tentang Buku Ini

Buku ini disusun untuk memberikan panduan bagi para calon peserta ujian kompetensi retaker khusus untuk belajar materi-materi pengetahuan kedokteran esensial yang relevan degan materi ujian dan hal-hal teknis seputar ujian kompetensi dokter yang perlu dipahami para calon peserta ujian untuk mencapai kelulusan secara optimal. Oleh karena itu buku paket ini terbagi dalam tiga bagian, yaitu bagian pertama berisi tentang Petunjuk teknis dari pelaksanaan UKDI khusus, bagian kedua berupa Panduan Belajar (Study Guide) yang berisi hal-hal teknis terkait dengan pelaksanaan ujian berbasis komputer (computer based test exam/CBT) serta tips dan trik untuk menghadapi soal-soal ujian. Sementara bagian ketiga merupakan kompilasi dari 6 Modul pembinaan intensif yang dipersiapkan untuk para calon peserta ujian kompetensi dokter khusus dalam memahami dan menyelesaikan kasus/penyakit esensial dengan tingkat kompetensi 4 dalam standar kompetensi dokter Indonesia.

(5)

Buku Bimbingan UKRK 2013 Page 4

BAGIAN

I

Petunjuk Teknis Uji Kompetensi Retaker Khusus

Pengertian

Uji Kompetensi Retaker Khusus ini dilaksanakan bagi peserta uji kompetensi dokter yang belum lulus uji kompetensi untuk menilai pencapaian kompetensi sesuai standar kompetensi dalam rangka memperoleh sertifikat kompetensi

Batasan

Retaker Khusus adalah dokter warga negara Indonesia (WNI) yang pernah mengikuti dan belum lulus uji kompetensi dokter sampai dengan uji kompetensi periode November 2012. Tujuan dan Sasaran Uji Kompetensi Penyelesaian Retaker Khusus

1. Menyelesaikan masalah retaker dengan

metode/pendekatan khusus Uji Kompetensi yang untuk memperoleh sertifikat kompetensi sesuai ketentuan yang berlaku.

2. Sebagai bentuk tanggung jawab organisasi profesi (IDI) dalam mendukung pencapaian mutu dokter Indonesia sebagai upaya kendali mutu, dan tanggung jawab Asosiasi Institusi Pendidikan Kedokteran Indonesia (AIPKI) dalam menjaga standar mutu pendidikan sesuai dengan Undang-undang No 29 tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran.

3. Mendukung pencapaian mutu dokter di Indonesia dalam rangka menjamin keselamatan pasien , keselamatan

(6)

Buku Bimbingan UKRK 2013 Page 5 tenaga kesehatan , kesetaraan mutu global dan

terpenuhinya mutu pelayanan kedokteran dan kesehatan Nasional .

Pengorganisasian Uji Kompetensi Retaker Khusus

1. Uji Kompetensi Retaker Khusus ini dilaksanakan secara standar di seluruh Indonesia menggunakan Petunjuk Teknis yang disusun oleh Panitia Uji Kompetensi Penyelesaian Retaker Khusus.

2. Pengorganisasian di tingkat nasional dilaksanakan di bawah koordinasi Panitia Uji Kompetensi Retaker Khusus dimana tim PB IDI bertanggungjawab terhadap manajerial penyelenggaraan Uji Kompetensi Retaker Khusus dengan didukung oleh tim AIPKI dalam substansi pembimbingan modul dan materi ujian pascamodul.

3. Pengorganisasian di daerah sesuai dengan clustering dikoordinasi oleh IDI Cabang didukung oleh IDI Wilayah dan AIPKI Wilayah .

Metode/Pendekatan Uji Kompetensi Retaker Khusus 1. Pendaftaran secara online dan bersifat sukarela. 2. Bimbingan menggunakan pendekatan modul 3. Ujian Setelah Bimbingan Modul

Catatan:

1. Materi modul dan materi ujian disesuaikan dengan Standar Kompetensi Dokter Indonesia (SKDI). 2. Materi modul disusun oleh Tim Materi (dari unsur

(7)

Buku Bimbingan UKRK 2013 Page 6 3. Peserta hanya dapat dua kali mengikuti ujian

kompetensi khusus, bilamana gagal terdapat beberapa pilihan, antara lain reschooling

NO NAMA KEGIATAN WAKTU PELAKSANAAN 1. Pendaftaran Peserta Secara

Online 19 – 31 Juli 2013 2. Persiapan Pembimbing A. Rekruitmen Pembimbing B. Pembekalan Pembimbing 22 – 24 Juli 2013 25 – 26 Juli 2013 13 – 14 Agustus 2013 3. Bimbingan Modul A. Pretes B. Bimbingan C. Postes 16 Agustus 2013 25 Agustus 2013 25 Agustus – 13 September 2013 (8 x pertemuan disepakati antara pembimbing & peserta) 14 September 2013 4. Ujian Pascamodul A. Kesempatan I B. Kesempatan II 21 September 2013 14 Desember 2013 5. Pengumuman Hasil A. Kesempatan I B. Kesempatan II 30 September 2013 24 Desember 2013

(8)

Buku Bimbingan UKRK 2013 Page 7

I. Pendaftaran

- Pendaftaran dilakukan secara online oleh masing-masing calon peserta melalui situs:

http://uk.aipki-kdpi.org

- Login dengan menggunakan Email dan Sandi yang telah

dimiliki oleh calon peserta sebelumnya. Jika lupa kata sandi dapat meng-klik “Lupa Kata Sandi”, kemudian periksa sandi di email.

- Peserta diminta memilih tempat bimbingan dan lokasi ujian.

- Selanjutnya akan ada pemberitahuan lebih lanjut sebelum proses pembimbingan.

II. Persiapan Pembimbing

- Pembimbing modul berasal dari unsur IDI/KDPI dan AIPKI.

- Sebagai koordinator pembimbing di lokasi pembimbingan berasal dari unsur IDI/KDPI akan ditetapkan dengan surat keputusan PB IDI. Pembimbing dari unsur IDI diusulkan oleh IDI Cabang sesuai keberadaan FK sebagai lokasi pembimbingan dan oleh IDI Wilayah berdasarkan penetapan cluster retaker.

- Rasio pembimbing dan peserta adalah 1:10.

- Pembekalan pembimbing nasional akan diselenggarakan pada tanggal 25-26 Juli 2013 di Jakarta. Konfirmasi pembimbing dari unsur IDI akan dihubungi oleh Sekretariat PB IDI, sedangkan konfirmasi dari unsur AIPKI akan dihubungi oleh Sekretariat AIPKI.

(9)

Buku Bimbingan UKRK 2013 Page 8 - Adapun cluster retaker (update notulensi meeting 16

Agustus 2013) sebagai berikut :

Banda Aceh Semarang

Medan Surabaya

Padang Makasar

Bandar Lampung Manado

Jakarta Jayapura

Bandung Semarang

Yogyakarta Catatan:

Apabila jumlah peserta dari cluster Bandung (Jawa Barat) sedikit, maka demi efisiensi operasional dipertimbangkan

cluster Bandung (Jawa Barat) digabung dengan cluster

Jakarta.

III. Bimbingan dan Ujian Pascamodul

- Bimbingan Modul wajib diikuti oleh seluruh peserta Uji Kompetensi Penyelesaian Retaker Khusus.

- Pretes dan Postes modul akan dilakukan dengan menggunakan komputer.

- Prinsip bimbingan :

1. Membangun motivasi

2. Meningkatkan pemahaman terhadap kasus yang menjadi kompetensi.

3. Menyiapkan peserta menghadapi ujian pascamodul sehingga dapat menyelesaikan ujian dengan baik sesuai kondisi peserta yang dapat diketahui dari hasil uji sebelumnya dan hasil pretes sebelum bimbingan.

(10)

Buku Bimbingan UKRK 2013 Page 9 - Ujian pascamodul menggunakan komputer dengan

tujuan efisiensi waktu dan kemudahan evaluasi hasil ujian.

- Ujian dapat diikuti jika peserta mengikuti bimbingan modul dengan kehadiran penuh (100%).

- Kendala yang dihadapi dalam penggunaan komputer harap dilaporkan kepada pembimbing dan/atau koordinator pembimbing.

Pembiayaan

Sumber pembiayan pelaksanaan Uji Kompetensi Retaker Khusus berasal dari :

- PB IDI/KDPI - AIPKI

- Ex-KBUKDI - HPEQ

CATATAN KHUSUS

1. Peserta Uji Kompetensi Retaker Khusus tidak dibebankan biaya. Jika ada pembebanan biaya harap dilaporkan kepada Sekretariat PB IDI di (021) 3150679 Email. [email protected] SMS Center di 0811 10799 29 PIN BB. 266667EE

2. Seluruh informasi ini dapat dilihat di

www.idionline.org atau http://uk.aipki-kdpi.org 3. Apabila memerlukan informasi dan atau keterangan

lebih lanjut silahkan menghubungi :

Sekretariat PB IDI Jl.DR.GSSY Ratulangie No.29 Menteng, Jakarta Pusat. Telp 021-3150679 Email. [email protected]

(11)

Buku Bimbingan UKRK 2013 Page 10 BAGIAN II

Mempersiapkan Diri secara Paripurna

Menghadapi UKDI-K CBT

Apa Itu UKDI CBT?

Karakter Soal UKDI CBT

Blueprint Soal Uji Kompetensi Khusus CBT

Tips & Trik Menghadapi Ujian UKDI CBT

Performa peserta saat ujian pada umumnya ditentukan oleh dua hal, yaitu: tingkat pengetahuan materi yang diujikan dan keterampilan teknis ujian. Keberhasilan dalam ujian kompetensi nasional dapat ditingkatkan dengan mempertimbangkan kedua faktor ini.

Peserta UKDI memiliki waktu 200 menit untuk mengerjakan 200 pertanyaan ujian MCQ dengan vignette. Ini artinya setiap soal memiliki waktu rerata efektif 1 menit. Oleh karena itu keterampilan dalam manajemen waktu diperlukan dalam pelaksanaan UKDI ini.

Ada beberapa strategi yang dapat digunakan untuk manajemen waktu menghadapi soal-soal bentuk MCQ, diantaranya:

1. Mengidentifikasi secara cepat masing-masing soal dan mengklasifikasikannya kedalam kategori mudah, bisa dikerjakan dan sulit. Tujuan anda tentu saja mengerjakan soal mudah dengan secepat mungkin dan benar, mengerjakan semua soal sedang dengan waktu yang efisien dan menebak dengan cara tebakan yang masuk akal pada soal-soal sulit. Untuk melakukan ini

(12)

Buku Bimbingan UKRK 2013 Page 11 yang perlu anda lakukan adalah Baca dulu stem soal, pikir jawaban dan sesuaikan dengan pilihan yang tersedia.

2. Teknik kedua adalah dengan cara melakukan skimming pada pilihan jawaban dan kata-terakhir dari stem pertanyaan baru kemudian baca vignette soal dengan cepat, temukan dan ekstraksi informasi yang relevan untuk menjawab pertanyaan. Cobalah teknik-teknik ini dan temukan mana yang sesuai dengan Anda.

Menerka Jawaban Soal Sulit (Guessing)

Tidak ada penalti untuk jawaban salah dalam UKDI. Oleh karena itu pastikan anda menjawab semua soal. Dugaan kuat lebih baik daripada menebak secara acak. Pilihlah jawaban yang paling familiar daripada yang benar-benar asing bagi anda.

Mencegah frustrasi dan stress di akhir masa pengerjaan ujian (Fourth-Quarter Effect)

Ketahanan dan kesabaran anda saat ujian sangat diperlukan. Biasakan untuk berlatih, biasakan keluar sesuai pada waktunya. Jangan terpancing untuk keluar sebelum waktu ujian selesai, meskipun semua jawaban sudah terisi. Gunakan waktu yang tersisa untuk mempertimbangkan jawaban anda, terutama pada soal-soal yang sudah anda tandai sebagai soal sulit. Bila anda mengalami frustrasi di tengah-tengah pengerjaan soal, gunakan waktu 30 detik untuk mengambil nafas dalam dan menenangkan diri.

Perlu diketahui bahwa vignette kasus UKDI CBT biasanya tentang suatu penyakit atau gangguan kesehatan dengan gejala klasik (yang spesifik). Perhatikanlah kata-kata kunci dari tanda-tanda cardinal yang disebutkan dalam

(13)

Buku Bimbingan UKRK 2013 Page 12 deskripsi penyakit. Menentukan diagnosis hanyalah salah satu masalah yang banyak ditanyakan dalam soal-soal UKDI, namun demikian diagnosis bukan satu-satunya masalah. Kadang-kadang diagnosis penyakit disebutkan di akhir vignette, padahal soal menanyakan tentang pengobatan atau hal-hal lain terkait dengan upaya penegakan diagnosis. Banyak peserta ujian yang membaca stem soal dan pilihan jawaban sebelum membaca vignette, terutama bila vignette terlalu panjang, dan bahkan ada juga yang anda bisa menjawab dengan hanya menjawab sebagian informasi dalam vignette.

(14)

Buku Bimbingan UKRK 2013 Page 13 BAGIAN III

RUNDOWN &

(15)

Buku Bimbingan UKRK 2013 Page 14

Contoh Rundown Program Pembinaan

Har i ke Materi Pembinaan Metode Belajar Mengajar Durasi SDM 1 Menemukenali masalah ketidaklulusan - Self assessment dengan instrumen learning style dan learning disabilities - Kontrak Belajar (Penjelasan Pembinaan) - Self assessment kemampuan UKDI berdasar Feedback 08.00 – 09.30 Break 09.45 – 10.30 10.30 – 11.30 House keeping Dokter yang telah terlatih untuk melakukan pembinaan self assessment (MedEd, MpdKed,MHPE, MPH dsb) Psikolog/Motivat or 2 Self encouragemen t

 Pre Test Minggu I  Bagaimana

membaca hasil self assessment  Motivasi Booster di

kelas  Konsultasi

personal hasil self assesment

08.00 – 10.00 10.30 – 11.30 11.30 – 13.00

Idem

3 Modul 1 Sesuai dengan Silabus Modul

08.00 – 10.00

10.30 – 12.00 Dr.SpPD 4 Modul 1 Sesuai dengan Silabus

Modul

08.00 – 10.00 10.30 – 12.00

Dr. Bedah Umum

5 Modul 1 Sesuai dengan Silabus Modul

08.00 – 10.00

10.30 – 12.00 Dr.SpOG 6 Modul 2 Sesuai dengan Silabus

Modul

08.00 – 10.00 10.30 – 12.00

Dr.SpA

7 Modul 2 Sesuai dengan Silabus Modul 08.00 – 10.00 10.30 – 11.30 11.30 – 13.00 Dr. yang telah terlatih untuk melakukan pembinaan self assessment 8 Modul 3 Sesuai dengan Silabus

Modul

08.00 – 10.00 10.30 – 12.00 SpS

(16)

Buku Bimbingan UKRK 2013 Page 15 9 Modul 3 Sesuai dengan Silabus

Modul

08.00 – 10.00 10.30 – 12.00

SpR, SpPK, SpPA

10 Modul 4 Sesuai dengan Silabus Modul

08.00 – 10.00

10.30 – 12.00 SpM & Sp THT 11 Modul 4 Sesuai dengan Silabus

Modul

08.00 – 10.00 10.30 – 12.00

SpKK

12 Modul 5 Sesuai dengan Silabus Modul

08.00 – 10.00

10.30 – 12.00 dr. keahlian terkait. dengan 13 Modul 5 Sesuai dengan Silabus

Modul

14 Modul 6 Sesuai dengan Silabus Modul

15 Modul 6 Sesuai dengan Silabus Modul

16 Last Session Post Test

Pembekalan & Motivasi Do’a bersama

(17)

Buku Bimbingan UKRK 2013 Page 16

1

MODUL RESPIRASI, KARDIOVASKULER

& GASTROINTESTINAL

Modul ini berisi tentang materi belajar penyakit level 4A dalam SKDI 2012 untuk sistem Respirasi, Kardiovaskuler dan Gastrointestinal yang dipersiapkan untuk pembinaan retaker UKDI.

Setelah belajar Modul ini, Anda diharapkan dapat:

- Meningkatkan pemahaman terhadap kriteria diagnosis penyakit-penyakit yang esensial (level IV SKDI)

- Mampu membuat diagnosis dan menentukan penatalaksanaan terhadap penyakit-penyakit esensial dalam sistem Respirasi, Kardiovaskuler dan Gastrointestinal dan sistem level 4A pada SKDI

- Mampu melakukan diagnosis banding yang relevan pada kelompok penyakit level 4A pada sistem Respirasi, Kardiovaskuler dan Gastrointestinal dan level 4A SKDI - Memiliki persiapan teknis dan psikologis yang baik

(18)

Ilustrasi Blueprint Materi Respirasi, Kardiovaskuler dan Gastrointestinal:

N

o Penyakit

Ruang Lingkup

Belajar Strategi Belajar

Sumber Daya Asesmen Respirasi M O DU L 1 A Asma bronkial - Promosi Kesehatan & Pencegahan Penyakit - Etiologi - Penapisan/Diag nosis - manajemen/Ter api - Rehabilitasi - Aspek & Etika

(termasuk Komunikasi) Kuliah 2 x 120 menit 1 x SpP 1 x SpA Self Assessmen 1 x 60 (25 soal)

Bronkitis akut Case Based

Discussion 2 x 120 1 x SpP 1 x SpA Pneumonia, bronkopneumonia Refleksi/Independe nt Report 1 x 60 Fasilitator Tuberkulosis paru tanpa komplikasi

Influenza Kuliah 2 x 60 menit 1 x SpA

1 x SpTHT Self Assessmen 1 x 60 (25 soal) Pertusis Case Based Discussion 2 x 120 1 x SpA 1 x SpTHT Faringitis Refleksi/Independe nt Report 1 x 60 Fasilitator Tonsilitis Laringitis Kardiovaskuler

M O D U L Hipertensi esensial 1 B - Promosi

Kesehatan &

Kuliah 3 x 60 menit SpPD/SpJ

P/DPU

Self Assessmen 2 x 60 (50 soal)

(19)

Buku Bimbingan UKRK 2013 Page 16 Pencegahan Penyakit - Etiologi - Penapisan/Diag nosis - manajemen/Ter api - Rehabilitasi - Aspek & Etika

(termasuk Komunikasi Case Based Discussion 3 x 60 SpPD/SpJ P/DPU Refleksi/Independe nt Report 3 x 60 Fasilitator GI Tract` M O DU L 1 C

Hipertensi esensial - Promosi

Kesehatan & Pencegahan Penyakit - Etiologi - Penapisan/Diag nosis - manajemen/Ter api - Rehabilitasi - Aspek & Etika

(termasuk Komunikasi) Kuliah 1 x 60 menit SpPD/SpJ P/DPU Self Assessmen 2 x 60 (50 soal) Ulkus mulut( aptosa,

herpes) Case Based Discussion 1 x 60 SpPD/SpJ P/DPU Parotitis Refleksi/Independe nt Report 3 x 60 Fasilitator Infeksi pada umbilikus Gastritis Gastroenteritis Refluks esophagus Demam tipoid Intoleransi makanan Alergi makanan Keracunan makanan Cacing tambang

(20)

Buku Bimbingan UKRK 2013 Page 17

Strongiloidiasis Askariasistaeniasis

(21)

A. Pendekatan Pada Pasien Respirasi

1. Tanda & Gejala Pasien dengan gangguan Respirasi Bersin-bersin Berdebar-debar

Tersedak Benda asing dalam hidung

Pilek (ingusan) Sesak napas atau napas pendek

Benda asing dalam kerongkongan

Suara sengau

Mimisan Napas berbunyi

Batuk (kering, berdahak, darah)

Hidung berbau Hidung tersumbat Tersedak Sakit/nyeri dada Nyeri menelan Suara Serak/parau Suara Hilang

Sumbatan napas Kebiruan (Cyanosis) 2. Pemeriksaan Fisik dan Penunjang pada pasien

dengan gangguan Sistem respirasi 2a. Pemeriksaan Fisik

 Inspeksi leher

 Palpasi kelenjar ludah (submandibular, parotid)

 Palpasi nodus limfatikus brakialis  Palpasi kelenjar tiroid

 Usap tenggorokan (throat swab)  Penilaian respirasi  Inspeksi dada  Palpasi dada  Perkusi dada  Auskultasi dada 2b. Pemeriksaan Penunjang o Spirometri o Darah Lengkap

(22)

Buku Bimbingan UKRK 2013 Page 19 o Persiapan, pemeriksaan sputum, dan

interpretasinya (Gram dan Ziehl Nielsen [BTA]) o Uji fungsi paru/spirometri dasar

o Interpretasi Rontgen/foto toraks o Dekompresi jarum

o Perawatan WSD 2c. Keterampilan Klinis terkait

o Edukasi berhenti merokok

3. Algoritma/Diagnosis banding penyakit esensial pada Sistem Respirasi :

Gambar 1 Algoritma Awal Diferensial Diagnosis pada Penyakit sistem Respirasi (Levy et al., 2006)

(23)

Buku Bimbingan UKRK 2013 Page 20 4. Materi Penting dan Esensial seputar Respirasi

a. Kurva disosiasi Oxy-hemoglobin b. Obstructive Lung Disease c. Restrictive Lung Disease

d. Infeksi pada Saluran Respirasi (Atas, Bawah/Parenkim) o Faringitis o Tonsilitis o Laringitis o Inluenza o Pertusis o TB o Pneumonia

5. Kapita Selekta Vignette Kasus Paling sering Muncul untuk Diskusi

Kasus 1. Laki-laki, usia 35 tahun datang ke puskesmas dengan keluhan batuk berdahak. Batuk sudah 2 tahun, tidak sembuh-sembuh dengen meski telah minum antibiotic. Badan penderita tambah kurus. Dari hasil foto Rontgen didapatkan patchy nodule multiple di kedua paru kanan dan kiri. Pasien menyampaikan bahwa di dekat rumahnya beberapa tetangga mengalami batuk darah, pasien khawatir kalau nanti tertular sakit yang sama dengan tetangganya.

Kasus 2.Anak-anak 3 tahun ditemani orang tuanya ke dokter praktik umum karena sering panas. Bila panas suhunya sangat tinggi mencapai 38 derajat Celsius. Saat panas anak tersebut jadi malas makan dan menyampaikan kalau tenggorokannya nyeri buat menelan.

(24)

Buku Bimbingan UKRK 2013 Page 21 Kasus 3. Seorang laki-laki usia 25 tahun mengeluh sesak mendadak setelah mencoba parfum yang dijual di pinggir jalan. Pasien sudah sering sesak, hampir sekali dalam tiap dua bulan, saat sesak diobati dengan Salbutamol yang didapatkan dari apotik secara bebas. Namun kali ini sesak tetap meski sudah minum Salbutamol 2 butir (@4mg).

Kasus 4. Bayi 10 bulan dibawa oleh ibunya ke UGD rumah sakit karena sesak dan panas tinggi sejak 3 hari yang lalu. Panas turun sebentar dengan obat dari dokter puskesmas, namun naik lagi, dan sehari ini nafas pasien menjadi cepat, dan meskipun diberi parasetamol panas tetap tinggi.

Dari Vignette kasus yang ada cobalah jawab pertanyaan berikut:

a. Apa diagnose masalah kesehatan pada vignette?

b. Manajemen/penatalaksanaan medis apa yang harus dilakukan?

c. Manajemen/penatalaksanaan non medis apa yang harus dilakukan?

d. Adakah pemeriksaan penunjang yang masih dibutuhkan?

(25)

Buku Bimbingan UKRK 2013 Page 22 6. Refleksi

Tuliskan refleksi anda dengan panduan pertanyaan-pertanyaan berikut ini setelah Anda selesai mengikuti sesi pembelajaran Modul

a. Konsep-konsep apa yang Anda rasa telah mampu dikuasai pada hari ini?

b. Buatlah skema atau peta konsep yang menunjukkan hubungan antar konsep dari apa yang anda pelajari hari ini !

c. Tuliskan angka 1 s/d 4 (dimana 1=belum menguasai , 4 =mahir) pada kolom Tingkat penguasaan aspek klinis (kolom 1-6),) sesuai dengan tingkat penguasaan yang Anda capai setelah menyelesaikan modul 1A pada daftar tilik sebagai berikut:

Nama Penyakit

Refleksi Tingkat Penguasaan Pengetahuan

1 2 3 4 5 6 Memaha mi Etiologi Tanda gejala & Pemeriksa an yang dilakukan Menentuk an Diagnosis Regim en Terapi Komunik asi Pencegah an & Rehabilita si Asma bronkial Bronkitis akut Pneumonia, bronkopneumo nia Tuberkulosis paru tanpa komplikasi Influenza Pertusis Faringitis Tonsilitis Laringitis

(26)

Buku Bimbingan UKRK 2013 Page 23 7. Referensi

- Lange Current Medical Diagnosis and Treatment 2012

- Harrison’s Principles of Internal Medicine

- Levy ML, Fletcher M, Price DB, Hausen T, Halbert

RJ, Yawn BP., International Primary Care

Respiratory Group (IPCRG) Guidelines: diagnosis of respiratory diseases in primary care. Prim Care Respir J. 2006 Feb;15(1):20-34. Epub 2005 Dec 27. - Lange, Current Pediatric Diagnosis and Treatment

2012

B. Pendekatan pada Pasien Kardiovaskuler

1. Tanda & Gejala Pasien dengan gangguan

kardiovaskuler

Sakit/nyeri dada Berdebar-debar

Kebiruan (Cyanosis) Sesak napas atau napas pendek

Pusing Sakit Kepala

Lemas Perdarahan

Penurunan Kesadaran Mual

Cemas Berkeringat

Pembengkakan di kaki dan perut

Denyut jantung tidak teratur

2. Materi Penting dan Esensial seputar Sistem Kardiovaskuler

- Hubungan Tekanan Darah, curah jantung dan kardiak output (Formula)

- Patogenesis Hipertensi - Komplikasi Hipertensi - Aterosklerosis

(27)

Buku Bimbingan UKRK 2013 Page 24 3. Kasus Untuk Diskusi

Seorang perempuan, 45 tahun, mantan atlit renang. Selama tiga bulan terakhir mengeluh sering sakit kepala di daerah tengkuk. Pada pemeriksaan fisik tekanan darah 150/90 mmHg, nadi 80/menit, irama reguler. Pada pemeriksaan jantung menunjukkan batas jantung melebar ke kiri. Hasil pemeriksaan laboratorium: Hematologi rutin: Hb 14,4 g/dL; leukosit 6000/µL; LED 15 mm/jam. Kimia darah: ureum 12 mg/dL; kreatinin 0,9 mg/dL, glucosa darah puasa 100 mg/dL, cholesterol total 255 mg/dL, cholesterol HDL 60 mg/dL, cholesterol LDL 170 mg/dL, trigliserida 220 mg/dL; Urinalisis: albuminuriia (+); sedimen: lekosit 3 /LPB, silinder hialin (+). Gambaran EKG: Irama sinus, dengan hipertrofi ventrikel kiri. Pada riwayat keluarga dikatakan bahwa ibu kandungnya, meninggal karena gagal jantung kongestif, ayahnya, 70 tahun namun saat ini menderita gagal ginjal.

Dari Vignette kasus yang ada cobalah jawab pertanyaan berikut:

a. Apa diagnose masalah kesehatan pada vignette?

b. Manajemen/penatalaksanaan medis apa yang harus dilakukan?

c. Manajemen/penatalaksanaan non medis apa yang harus dilakukan?

d. Adakah pemeriksaan penunjang yang masih dibutuhkan?

(28)

Buku Bimbingan UKRK 2013 Page 25 4. Refleksi

Jawablah pertanyaan berikut ini setelah Anda selesai mengikuti sesi pembelajaran Modul

1) Konsep-konsep apa yang Anda rasa telah mampu dikuasai pada hari ini?

2) Buatlah skema atau peta konsep yang menunjukkan hubungan antar konsep dari apa yang anda pelajari hari ini !

3) Tuliskan angka 1 s/d 4 (dimana 1=belum menguasai , 4 =mahir) pada kolom Tingkat penguasaan aspek klinis (kolom 1-6),) sesuai dengan tingkat penguasaan yang Anda capai setelah menyelesaikan modul 1B pada daftar tilik sebagai berikut: N o Nama Penyak it

Tingkat Penguasaan Pengetahuan 1 Memaha mi Etiologi 2 Tanda gejala & Pemeriksa an yang dilakukan 3 Menentuk an Diagnosi s 4 Regim en Terapi 5 Komunik asi 6 Pencegah an & Rehabilita si 1 Hiperte nsi esensia l 5. Referensi

- Lange Current Medical Diagnosis and Treatment 2012

(29)

Buku Bimbingan UKRK 2013 Page 26

C. Pendekatan pada pasien gastrointestinal

1. Tanda dan gejala pasien dengan gangguan

gastrointestinal

2. Pemeriksaan fisik dan penunjang pada pasien

dengan gangguan gastrointestinal

 Inspeksi bibir dan kavitas oral  Inspeksi tonsil

 Penilaian pergerakan otot-otot hipoglosus  Inspeksi abdomen

 Inspeksi lipat paha/inguinal pada saat tekanan abdomen meningkat

(30)

Buku Bimbingan UKRK 2013 Page 27  Palpasi (dinding perut, kolon, hepar, lien, aorta, rigiditas dinding

perut)

 Palpasi hernia

 Pemeriksaan nyeri tekan dan nyeri lepas (Blumberg test)  Pemeriksaan psoas sign

 Pemeriksaan obturator sign

 Perkusi (pekak hati dan area traube)

 Pemeriksaan pekak beralih (shifting dullness)  Pemeriksaan undulasi (fluid thrill)

 Pemeriksaan colok dubur (digital rectal examination)  Palpasi sacrum

 Inspeksi sarung tangan pascacolok-dubur  Persiapan dan pemeriksaan tinja

 Pemasangan pipa nasogastrik (NGT) Nasogastric suction  Mengganti kantong pada kolostomi

 Enema  Anal swab  Identifikasi parasit

 Pemeriksaan feses (termasuk darah samar, protozoa, parasit, cacing)

3. Materi penting dan esensial seputar

gastrointrestinal

- Infeksi pada saluran gastrointestinal

- Metabolisme bilirubin

- Gangguan metabolik dan endokrin pada sistem

gastrointestinal

(31)

Buku Bimbingan UKRK 2013 Page 28

5. Kapita Selekta Vignette Kasus Paling sering

Muncul

1. Seorang wanita umur 65 th datang berobat dengan keluhan perut kembung hilang timbul sudah 10 hari ini. Keluhan disertai mual tanpa muntah serta cepat rasa kenyang. Keluhan tersebut semakin memberat sehingga nafsu makan penderita menurun. Penderita sudah minum antasida sirup tetapi keluhannya tidak berkurang. Riwayat keluarga ada yang menderita tumor kolon. Pada pemeriksaan fisik terlihat penderita pucat dan terasa nyeri ketika dipalpasi didaerah epigastrium. Pemeriksaan fisik yang lain dalam batas normal

2. Seorang bayi perempuan berusia 1 hari dengan berat lahir 2750 gram tampak lemah, pucat, kuning dan tidak mau menetek maupun minum susu formula. Hasil pemeriksaan laboratorium : Hb 9,6 g/dl, leukosit 15.000/mm3, trombosit

240.000/mm3, golongan darah ibu O Rhesus (+), golongan

darah anak B Rhesus (+), bilirubin total 13 mg/dl, bilirubin direk 0,5 mg/dl, tes Coombs positif .

Dari Vignette kasus yang ada cobalah jawab pertanyaan

berikut:

- Apa diagnose masalah kesehatan pada vignette?

- Manajemen/penatalaksanaan medis apa yang harus

(32)

Buku Bimbingan UKRK 2013 Page 29

- Manajemen/penatalaksanaan non medis apa yang

harus dilakukan?

- Adakah pemeriksaan penunjang yang masih

dibutuhkan?

- Komplikasi apa yang mungkin terjadi?

6. Refleksi

Jawablah pertanyaan berikut ini setelah Anda

selesai mengikuti sesi pembelajaran Modul

- Konsep-konsep apa yang Anda rasa telah mampu

dikuasai pada hari ini?

- Buatlah skema atau peta konsep yang menunjukkan

hubungan antar konsep dari apa yang anda pelajari

hari ini !

- Tuliskan angka 1 s/d 4 (dimana 1=belum menguasai

, 4 =mahir) pada kolom Tingkat penguasaan aspek

klinis

(kolom

1-6),)

sesuai

dengan

tingkat

penguasaan

yang

Anda

capai

setelah

menyelesaikan modul 1C pada daftar tilik sebagai

berikut:

no Penyakit Tingkat penguasaan pengetahuan 1 2 3 4 5 6 1 Kandidiasis

2 Ulkus mulut( aptosa, herpes) 3 Parotitis

4 Infeksi pada umbilikus 5 Gastritis 6 Gastroenteritis 7 Refluks esophagus 8 Demam tipoid 9 Intoleransi makanan 10 Alergi makanan

(33)

Buku Bimbingan UKRK 2013 Page 30

7. Referensi

- Lange Current Medical Diagnosis and Treatment 2012

- Harrison’s Principles of Internal Medicine 11 Keracunan makanan 12 Cacing tambang 13 Strongiloidiasis 14 Askariasistaeniasis 15 Skistosomiais 16 Hepatitis A 17 Disentri basiler 18 Hemorrhoid grade 1-2

(34)

Buku Bimbingan UKRK 2013 Page 31

2

MODUL SISTEM INDRA

Modul ini berisi tentang materi belajar penyakit level 4A dalam SKDI 2012 untuk sistem Indra (Mata & THT) yang dipersiapkan untuk pembinaan retaker UKDI.

Setelah belajar Modul ini, Anda diharapkan dapat:

- Meningkatkan pemahaman terhadap kriteria diagnosis penyakit-penyakit yang esensial (level IV SKDI)

- Mampu membuat diagnosis dan menentukan penatalaksanaan terhadap penyakit-penyakit esensial dalam sistem Respirasi, Kardiovaskuler dan Gastrointestinal dan sistem level 4A pada SKDI

- Mampu melakukan diagnosis banding yang relevan pada kelompok penyakit level 4A pada sistem Respirasi, Kardiovaskuler dan Gastrointestinal dan level 4A SKDI - Memiliki persiapan teknis dan psikologis yang baik untuk

(35)
(36)

Silabus (Rencana Pembelajaran) Modul Sistem Indera :

No Penyakit Ruang Lingkup belajar Delivery Methods Sumber Daya

Asesmen

2 a

Mata

Hordeolum - Promosi Kesehatan

& Pencegahan Penyakit - Etiologi - Penapisan/Diagnosis - manajemen/Terapi - Rehabilitasi - Aspek & Etika

(termasuk Komunikasi) Kuliah Pre test Post test 1X 60 menit Benda asing di conjungtiva

Conjungtivitis Case Based

Discussion Perdarahan subconjungtiva Mata kering Refleksi/Independent Report Blepharitis Trichiasis Episcleritis Hipermetropia ringan Miopia ringan Astigmatisme ringan Presbiopa Buta senja 2 THT

(37)

Buku Bimbingan UKRK 2013 Page 34

b Otitis eksterna - Promosi Kesehatan

& - Pencegahan Penyakit - Etiologi - Penapisan/Diagnosis - manajemen/Terapi - Rehabilitasi - Aspek & Etika

(termasuk Komunikasi) Kuliah 1 x AIPKI 1 x IDI Pre test Post test 1X 60 menit Otitis media akut

Cerumen prop Case Based

Discussion Mabuk perjalanan Refleksi/Independent IDI Furunkel pada hidung Rhinits akut Rhinitis vasomotor Rhinitis alergika Benda asing Epistaksis

(38)

MATERI MODUL

A. Pendekatan pada Pasien Gangguan Sistem Indra 1. Tanda & Gejala Pasien dengan gangguan Mata

Mata merah Penglihatan ganda

Mata berair Penglihatan silau Mata gatal Bintit di kelopak mata

Mata kering Kelilipan (benda asing di mata) Mata nyeri Masalah akibat penggunaan lensa

kontak

Mata lelah Penglihatan kabur

Kotoran mata Penilaian lapangan pandang

2. Tanda & Gejala Pasien dengan gangguan THT Telinga nyeri Gangguan penciuman Keluar cairan dari liang telinga Berdenging

Telinga gatal Telinga terasa penuh Daun telinga merah Tuli (gangguan fungsi

pendengaran) Benda asing dalam liang telinga Benjolan di telinga

B. Pemeriksaan Fisik dan Penunjang pada pasien dengan gangguan Sistem Indra

(39)

Buku Bimbingan UKRK 2013 Page 36 1. Pemeriksaan Fisik dan Penunjang pada pasien dengan gangguan Mata

Penilaian penglihatan bayi, anak& dewasa

Inspeksi sclera

Penilaian refraksi subyektif Inspeksi orificium ductus lacrimalis

Lapang pandang, donder’s confrontation test

Palpasi limfonodus preauriculer Lapang pandang amsler panes Penilaian posisi dengan corneal

refleks image Inspeksi kelopak mata dengan

eversi kelopak atas

Penilaian posisi dengan cover uncover test

Inspeksi bulu mata Pemeriksaan gerakan bola mata Inspeksi konjungtiva termasuk

forniks

Pemeriksaan penglihatan binokuler

Inspeksi pupil Inspeksi media refraksi dengan transiluminasi dengan penlight Penilaian pupil Inspeksi corneal

Penilaian pupil dengan reaksi langsung thd cahaya dan konvergen

Test sensitivitas cornea

Inspeksi bilik mata depan Inspeksi iris

Inspeksi lensa Funduskopi utk melihat fundus reflex

Funduskopi utk melihat pembuluh darah, papil, makula

Tekanan intra okuler, estimasi dgn palpasi

Pengukuran dengan indentasi tonometer

Test penglihatan warna ishihara 12 plate

2. Pemeriksaan Fisik dan Penunjang pada pasien

dengan gangguan THT

(40)

Buku Bimbingan UKRK 2013 Page 37

mastoid lubang hidung

Pemeriksaan meatus auditoris eksternus dgn otoskop

Penilaian obstruksi hidung

Pemeriksaan membran tympani dgn otoskop

Uji penciuman

Menggunakan cermin kepala Rhinoskopi anterior

Menggunakan lampu kepala Transluminasi sinus frontlis dan maksila

Tes pendengaran dengan garpu tala (weber, swabach, rinne)

Indra pengecap, penilaian pengecap

Tes pendengaran, tes berbisik Pemeriksaan pendengaran pada anak-anak

B. Ketrampilan Terapeutik pada pasien dengan gangguan Sistem Indra

1. Ketrampilan Terapeutik pada pasien dengan gangguan Mata

Peresepan kacamata pada kelainan refraksi ringan (sampai dengan dengan 5D tanpa silindris) untuk mencapai visus 6/6

Melakukan eyes dressing

Peresepan kacamata pada penderita dengan visus jauh normal atau dapat dikoreksi

(41)

Buku Bimbingan UKRK 2013 Page 38 menjadi 6/6

Pemberian obat tetes mata Mencabut bulu mata

Aplikasi salep mata Membersihkan benda asing dan debris conjungtiva

2. Ketrampilan Terapeutik pada pasien dengan gangguan THT

Manuver valsava Pengambilan benda asing di telinga

Pembersihan MAE dengan usapan

Menghentikan perdarahan hidung

Pengambilan serumen menggunakan kait atau kuret

Pengambilan benda asing dari hidung

(42)
(43)

Buku Bimbingan UKRK 2013 Page 40

3. Algoritme pada Sistem THT

4. Materi Penting dan Esensial Sistem Indra a). Mata

(1) Infeksi pada mata (2) Gangguan visus (3) Kenaikan TIO mata

(44)

Buku Bimbingan UKRK 2013 Page 41 (1) Infeksi pada telinga

(2) Gangguan pendengaran

(3) Benda asing dalam liang telinga

5. Kapita Selekta Vignette Kasus Paling sering Muncul

MATA:

Kasus 1. Seorang anak laki laki berusia 9 tahun datang ke poli mata dengan keluhan kedua matanya gatal. Gatal semakin berat setelah penderita beraktivitas di luar rumah. Pada pemeriksaan didapat visus ODS 5/5. Segmen anterior ODS didapatkan sekret yang mukoid, cobble stone pada konjungtiva palpebra superior, hiperemi konjungtiva dan konjungtiva bulbi berwarna kecoklatan. Kornea sampai dengan lensa tidak ada kelainan

Kasus 2.Seorang laki-laki 17 th datang ke poli mata dengan keluhan mata kabur kiri dan kanan. Kabur dirasakan sejak 6 bulan yang lalu. Kabur awlnya diketahui disaat melihat tulisan dipapan tulis saat pelajaran dikelasnya. Pada pemeriksaan mata, penglihatan membaik dengan pemasangan pinhol dan membaik dengan koreksi lensa spheris minus

Kasus 3. Seorang laki-laki 27 th datang ke puskemas dengan keluhan nyeri pada mata kanan setelah terkena paku yang terlontar saat memperbaiki tiang jemuran dirumahnya 1 jam yang lalu. Penderita mengeluh nyeri, silau, kabur, merah dan nrocoh. Pada pemeriksaan didapatkan visus OD 1/60, spasme palpebra, pericornal injeksi, luka kornea, hifema di COA dan iris terjepit pada luka kornea.

(45)

Buku Bimbingan UKRK 2013 Page 42 Kasus 1. Seorang wanita umur 25 tahun, mengeluh nyeri telinga hebat, pendengaran normal setelah beberapa hari telinga dikorek-korek. Pada pemeriksaan otoskopi terdapat pembengkakan sebagian besar dari liang telinga, sedikit cairan, membrana timpani tidak terdapat perforasi, warna suram. Kasus 2.Seorang wanita 35 tahun datang berobat dengan keluhan bila membersihkan kamar tidur sering bersin yang berturut – turut sampai lebih dari 5 kali dan gatal di hidung, pilek encer, hidung buntu badan tidak panas. Pada pemeriksaan di jumpai konka udem kepucatan dengan sekret yang encer Kasus 3.Seorang laki – laki 18 tahun datang dengan keluhan buntu hidung 3 bulan, bila malam sulit tidur karena hidungnya buntu biasanya selalu diberikan obat tetes hidung. 1 bulan terakhir buntu hidung menetap tidak berkurang dengan pemberian tetes hidung. Pada pemeriksaan pernapasan mulut positif, konka edema hiperemi, sekret kental, kavum nasi sempit Kasus 4.Seorang anak laki-laki umur 5 tahun mengeluh nyeri telinga, badan panas, lemah, nafsu makan tidak ada, mual dan muntah. Pada pemeriksaan otoskopi membrana timpani merah menonjol, tidak terdapat perforasi.

Kasus 5. Seorang anak laki-laki umur 2 tahun mengalami panas 2 hari, dan hari ketiga mengeluarkan darah terus menerus dari kedua rongga hidung. Tidak ada tumor di rongga hidung, otoskopi membrane timpani intak dan berkilau normal.

(46)

Buku Bimbingan UKRK 2013 Page 43 Dari Vignette kasus yang ada cobalah jawab pertanyaan

berikut:

1. Apa diagnose masalah kesehatan pada vignette? 2. Manajemen/penatalaksanaan medis apa yang harus

dilakukan?

3. Manajemen/penatalaksanaan non medis apa yang harus dilakukan?

4. Adakah pemeriksaan penunjang yang masih dibutuhkan?

5. Komplikasi apa yang mungkin terjadi? 6. Refleksi

Jawablah pertanyaan berikut ini setelah Anda selesai mengikuti sesi pembelajaran Modul

1. Konsep-konsep apa yang Anda rasa telah mampu dikuasai pada hari ini?

2. Buatlah skema atau peta konsep yang menunjukkan hubungan antar konsep dari apa yang anda pelajari hari ini !

3. Tuliskan angka 1 s/d 4 (dimana 1=belum menguasai , 4 =mahir) pada kolom Tingkat penguasaan aspek klinis (kolom 1-6),) sesuai dengan tingkat penguasaan yang Anda capai setelah menyelesaikan modul 2A pada daftar tilik sebagai berikut:

MATA

(47)

Buku Bimbingan UKRK 2013 Page 44

1 2 3 4 5 6 Hordeolum

Benda asing di conjungtiva Conjungtivitis Perdarahan subconjungtiva Mata kering Blepharitis Trichiasis Episcleritis Hipermetropia ringan Miopia ringan Astigmatisme ringan Presbiopa Buta senja

THT

Nama Penyakit Tingkat Penguasaan Materi

1 2 3 4 5 6

Autitis eksterna Autitis media akut Cerumen prop Mabuk perjalanan Furunkel pada hidung Rhinits akut

Rhinitis vasomotor Rhinitis alergika Benda asing Epistaksis

Keterangan :1 Memahami Etiologi, 2 Memahami Tanda gejala & Pemeriksaan yang dilakukan, 3).Menentukan Diagnosis, 4) Regimen Terapi, 5) Komunikasi, 6) Pencegahan & Rehabilitasi

(48)

Buku Bimbingan UKRK 2013 Page 45 Paul Riordan-Eva - John P. Whicher. Vaughan & Asbury's

General Ophthalmology. The McGraw-Hill Companies

2004.16thed

Prof. dr. H. Sidarta Ilyas, Sp.M. Ikhtisar Ilmu Penyakit Mata. Jakarta.FK UI 2009.

Referensi THT

Huriawati Hartanto - Frank E. Lucete - Gady Har-El - Fara Indriyani - Luqman Yanuar Rachman.Ilmu THT Esensial, ed.5 (Essential of Otolaryngology). 5th ed.EGC Jakarta2011. Buku Ajar ilmu Kesehatan THT (TELINGA, HIDUNG, TENGGOROKAN, KEPALA DAN LEHER) EDISI KE ENAM Penerbit Fakultas Kedikteran Universitas Indonesia. Jakarta 2013

3

MODUL SISTEM SARAF & SISTEM

(49)

Buku Bimbingan UKRK 2013 Page 46 Modul ini berisi tentang materi belajar penyakit level 4A dalam SKDI 2012 untuk sistem Saraf & Sistem Perilaku yang dipersiapkan untuk pembinaan retaker UKDI.

Setelah belajar Modul ini, Anda diharapkan dapat:

- Meningkatkan pemahaman terhadap kriteria diagnosis penyakit-penyakit yang esensial (level IV SKDI)

- Mampu membuat diagnosis dan menentukan penatalaksanaan terhadap penyakit-penyakit esensial dalam sistem Saraf dan gangguan perilaku level 4 pada SKDI

- Mampu melakukan diagnosis banding yang relevan pada kelompok penyakit level 4A pada sistem sistem Saraf dan Sistem perilaku di dalam SKDI

- Memiliki persiapan teknis dan psikologis yang baik untuk menghadapi ujian kompetensi khusus

(50)

Blueprint Materi Sistem Saraf dan Sistem Perilaku

No Penyakit Ruang Lingkup Belajar Delivery Methods

Sumber Daya Asesmen SistemSyaraf MO DUL 1A

Kejang demam - Promosi Kesehatan & - Pencegahan Penyakit - Etiologi - Penapisan/Diagnosis - manajemen/Terapi - Rehabilitasi - - Aspek & Etika

(termasuk Komunikasi) Kuliah 1 x SpS 1 x SpA Self Assessmen 1 x 60 (25 soal)

Tetanus Case Based

Discussion Fasilitator Vertigo (Benign paroxysmal positional vertigo) Refleksi/Independent Report Fasilitator Tension headache Belajar mandiri Migren Bells’ palsy Sistem Perilaku

(51)

Buku Bimbingan UKRK 2013 Page 48 1B Gangguan somatoform - Promosi Kesehatan & Pencegahan Penyakit - Etiologi - Penapisan/Diagnosis - manajemen/Terapi - Rehabilitasi - Aspek & Etika

(termasuk Komunikasi)

Kuliah 1x 60 menit 1 x SpKj Self

Assessmen 1 x 60 (25 soal)

Insomnia Case Based

Discussion 2 x 60 fasilitator Refleksi/Independent Report 1 x 60 Fasilitator

(52)

MATERI MODUL

A. Pendekatan pada Pasien denga gangguan system syaraf

1.Tanda & Gejala Pasien dengan gangguan system syaraf

Kejang-kejang

Tidak sadar

Kejang demam

Ekstermitas tidak bisa

digerakkan

Sakit kepala

Opisthotonus

Pusing

Wajah kaku

2. Pemeriksaan Fisik dan Penunjang pada pasien dengan gangguan Sistem syaraf

3. Materi Penting dan Esensial seputar system syaraf o Patofisiologi Kejang

o Infeksi SSP o Sakit Kepala

4. Kapita Selekta Vignette Kasus Paling sering Muncul Kasus 1. Seorang wanita usia 35 tahun, mengeluh nyeri kepala separuh kanan berdenyut disertai mual, muntah dan mata kabur ( scotoma), photophobi . Sebelum nyeri kepala penderita merasa separo wajahnya gringgingan dan tebal disertai pandangan berkunang-kunang. Nyeri berlangsung  2 jam. Pemeriksaan neurologis tidak ada kelainan

(53)

Buku Bimbingan UKRK 2013 Page 50 Kasus 2. Seorang wanita usia 27 tahun mengeluh sejak 2 bulan yang lalu nyeri kepala seperti diikat, jalan serasa melayang, sering berdebar, keringat dingin. Nyeri kepala hampir setiap hari, kumat-kumatan, disertai mual tanpa muntah, sulit tidur. Tidak ditemukan defisit neurologis fokal. Pemeriksaan Fisik TD: 130/90, N:80x/menit; RR: 22x/menit. Kasus 3. Seorang laki-laki dewasa sehabis bepergian malam hari dengan sepeda motor , mendadak pagi hari mulut merot kekanan , mata kiri tidak dapat ditutup , dahi kiri tidak bisa mengerut , telinga kiri kurang jelas mendengar dan dikeluhkan " gembrebeg " , lidah tidak bisa merasakan manis, asin , tidak afda panas badan , tidak ada trauma kepala (-), telinga tidak keluar nanah

Kasus 4 : Penderita laki-laki 35 tahun dibawa keluarganya karena kesulitan makan. Pada pemeriksaan ditemukan penderita mengalami hal ini selama 5 hari sebelumnya, penderita mengalami kesulitan menelan disertai dengan sulit membuka mulut. Penderita juga merasa perut tegang dan keras. Penderita sempat mengalami kejang selama 1 menit dengan tetap sadar. Penderita 1 minggu sebelumnya mengeluh telinga kiri berdenging dan nyeri setelah dikorek-korek dengan bambu.

Dari Vignette kasus yang ada cobalah jawab pertanyaan berikut:

i. Apa diagnose masalah kesehatan pada vignette? ii. Manajemen/penatalaksanaan medis apa yang harus

dilakukan?

iii. Manajemen/penatalaksanaan non medis apa yang harus dilakukan?

(54)

Buku Bimbingan UKRK 2013 Page 51 iv. Adakah pemeriksaan penunjang yang masih

dibutuhkan?

v. Komplikasi apa yang mungkin terjadi? 5. Refleksi

Jawablah pertanyaan berikut ini setelah Anda selesai mengikuti sesi pembelajaran Modul

1) Konsep-konsep apa yang Anda rasa telah mampu dikuasai pada hari ini?

2) Buatlah skema atau peta konsep yang

menunjukkan hubungan antar konsep dari apa yang anda pelajari hari ini !

3) Tuliskan angka 1 s/d 4 (dimana 1=belum menguasai , 4 =mahir) pada kolom Tingkat penguasaan aspek klinis (kolom 1-6),) sesuai dengan tingkat penguasaan yang Anda capai setelah menyelesaikan modul ini pada daftar tilik sebagai berikut: No Nama Penyakit Tingkat Penguasaan Pengetahuan 1 M e m ah a mi E t i o l o g i 2 Tanda gejala & Pemeriksaa n yang dilakukan 3 Menentuk an Diagno sis 4 Regim en Tera pi 5 Komunik asi 6 Pencegah an & Rehabilitas i 1 Kejang demam 2 Tetanus 3 Vertigo (Benign paroxysmal positional vertigo) 4 Tension headache 5 Migren 6 Bells’ palsy 6. Referensi

1. Neurologi Klinis Dasar; Priguna S, Mahar Marjono 2. Corelative neuroanatomy; Chusid GJ

(55)

Buku Bimbingan UKRK 2013 Page 52 B. Pendekatan pada Pasien denga gangguan system perilaku

1. Tanda & Gejala Pasien dengan gangguan system perilaku Gangguan nyeri Gangguan Konversi

Gangguan tidur Hipokondriasis Stress Gangguan Dismorfik Tubuh Gangguan Somatisasi

2. Materi Penting dan Esensial seputar Sistem perilaku - Anamnesa Psikiatrik

- Gangguan Somatoform - Gangguan Tidur

3. Kapita Selekta Vignette Kasus Paling sering Muncul

Kasus 1. Wanita 25 tahun datang ke dokter dengan mengeluh nyeri berulang di ulu hati. Penderita menyampaikan pernah sampai dirawat karena sakit maag dan kandung empedu dan penderita merasa belum ada dokter yang dapat menyembuhkannya. Dari Vignette kasus yang ada cobalah jawab pertanyaan berikut:

- Apa diagnose masalah kesehatan pada vignette? - Manajemen/penatalaksanaan medis apa yang harus

dilakukan?

- Manajemen/penatalaksanaan non medis apa yang harus dilakukan?

- Adakah pemeriksaan penunjang yang masih dibutuhkan? - Komplikasi apa yang mungkin terjadi?

(56)

Buku Bimbingan UKRK 2013 Page 53

Jawablah pertanyaan berikut ini setelah Anda selesai mengikuti sesi pembelajaran Modul

1) Konsep-konsep apa yang Anda rasa telah mampu dikuasai pada hari ini?

2) Buatlah skema atau peta konsep yang menunjukkan hubungan antar konsep dari apa yang anda

3) pelajari hari ini !

4) Tuliskan angka 1 s/d 4 (dimana 1=belum menguasai , 4 =mahir) pada kolom Tingkat penguasaan aspek klinis (kolom 1-6),) sesuai dengan tingkat

penguasaan yang Anda capai setelah menyelesaikan modul 1A pada daftar tilik sebagai berikut:

N o

Nama Penyakit

Tingkat Penguasaan Pengetahuan 1 Mema hami Eti olo gi 2 Tand a gejala & Peme riksa an yang dilaku kan 3 Menentu kan Diagno sis 4 Regi men Ter api 5 Kom unika si 6 Pencega han & Rehabilita si 1 Gangguan somatoform 2 Insomnia 7. Referensi - PPDGJ (Depkes RI)

(57)

Buku Bimbingan UKRK 2013 Page 54

4

MODUL SISTEM UROGENITAL &

REPRODUKSI

Modul ini berisi materi belajar penyakit level 4A dalam SKDI 2012 untuk sistem Urogenital & Reproduksi yang dipersiapkan untuk pembinaan retaker UKDI.

Setelah belajar Modul ini, Anda diharapkan dapat:

- Meningkatkan pemahaman terhadap kriteria diagnosis penyakit-penyakit yang esensial (level IV SKDI)

- Mampu membuat diagnosis dan menentukan penatalaksanaan terhadap penyakit-penyakit esensial dalam sistem Urogenital & Reproduksi level 4 pada SKDI

- Mampu melakukan diagnosis banding yang relevan pada kelompok penyakit level 4A pada sistem sistem Urogenital & Reproduksi di dalam SKDI

- Memiliki persiapan teknis dan psikologis yang baik untuk menghadapi ujian kompetensi khusus

(58)

Buku Bimbingan UKRK 2013 Page 55 MATERI MODUL

A.Pendekatan pada Pasien dengan gangguan sistem sistem Urogenital

1. Tanda & Gejala Pasien dengan gangguan system Urogenital

Nyeri pinggang Kencing bercabang

Peningkatan atau penurunan frekuensi buang air kecil (BAK)

Waktu kencing preputium melembung/balloning Berkurangnya jumlah air

kencing

Air kencing merah (hematuria) Tidak dapat menahan/urgensi

kencing

Air kencing campur udara (pnemoturia)

Nyeri saat BAK Air kencing campur tinja

BAK mengejan Keluar darah dari saluran kencing

Pancaran kencing menurun (poorstream)

Darah keluar bersama produk ejakulat (hemospermia)

Akhir kencing menetes (dribling)

Duh (discharge) dari saluran kencing

BAK tidak puas Benjolan saluran reproduksi eksternal

2. Pemeriksaan Fisik dan Penunjang pada pasien dengan gangguan system Urogenital

o Inspeksi, Palpasi, Perkusi, Rectal Toucher, Auskultasi

o Darah lengkap o Urinalisis

(59)

Buku Bimbingan UKRK 2013 Page 56 o USG

o BNO o IVP

3. Kapita Selekta Vignette Kasus Paling sering Muncul

Kasus 1. Seorang laki-laki 20 datang ke RS dengan keluhan utama demam dua hari disertai keluar cairan kental (nanah) dari kemaluannya dan nyeri. Pemeriksaan mikroskopis pada discharge ditemukan banyak leukosit dan neutrofil dan ditemukan bakteri berbentuk seperti biji kopi

Dari Vignette kasus yang ada cobalah jawab pertanyaan berikut:

i. Apa diagnose masalah kesehatan pada vignette? ii. Manajemen/penatalaksanaan medis apa yang

harus dilakukan?

iii. Manajemen/penatalaksanaan non medis apa yang harus dilakukan?

iv. Adakah pemeriksaan penunjang yang masih dibutuhkan?

v. Komplikasi apa yang mungkin terjadi? 5. Refleksi

Jawablah pertanyaan berikut ini setelah Anda selesai mengikuti sesi pembelajaran Modul i. Konsep-konsep apa yang Anda rasa telah mampu

dikuasai pada hari ini?

ii. Buatlah skema atau peta konsep yang

menunjukkan hubungan antar konsep dari apa yang anda pelajari hari ini !

(60)

Buku Bimbingan UKRK 2013 Page 57 iii. Tuliskan angka 1 s/d 4 (dimana 1=belum

menguasai , 4 =mahir) pada kolom Tingkat penguasaan aspek klinis (kolom 1-6),) sesuai dengan tingkat penguasaan yang Anda capai setelah menyelesaikan modul ini pada daftar tilik sebagai berikut:

Nama Penyakit

Tingkat Penguasaan

1 2 3 4 5 6

Infeksi saluran kemih Gonore

Pielonefritis tanpa komplikasi Fimosis

Parafimosis

6. Referensi

Purnomo, BB, 2011, Dasar-dasar Urologi edisi ketiga, Sagung Seto : Jakarta

B.Pendekatan pada Pasien dengan gangguan sistem sistem Reproduksi

1. Tanda & Gejala Pasien dengan gangguan system Reproduksi

ASI tidak keluar/kurang Masalah nifas dan pascasalin Benjolan di daerah

payudara

Perdarahan saat berhubungan Puting terluka Keputihan

Payudara mengencang Gangguan daerah vagina (gatal, nyeri, rasa terbakar, benjolan)

(61)

Buku Bimbingan UKRK 2013 Page 58 Puting tertarik ke dalam

(retraksi)

Gangguan menstruasi (tidak menstruasi, menstruasi sedikit, menstruasi banyak, menstruasi lama, nyeri saat menstruasi) Payudara seperti kulit jeruk Gangguan masa menopause

dan perimenopause Nyeri perut waktu hamil Sulit punya anak Perdarahan vagina waktu

hamil

Masalah kontrasepsi Anyang-anyangan waktu

hamil

Peranakan turun Kaki bengkak waktu hamil Nyeri buah zakar Ambeien waktu hamil Buah zakar tidak teraba Kehamilan tidak diinginkan Buah zakar bengkak Persalinan prematur Benjolan di lipat paha Ketuban pecah dini Gangguan fungsi ereksi

(organik)

Perdarahan lewat vagina Produk ejakulat sedikit atau encer

Duh (discharge) vagina Bau pada kemaluan

2. Materi Penting dan Esensial seputar system Reproduksi

- Siklus Menstruasi

- Partograf & Kala Partus normal - Komplikasi tersering persalinan - Infeksi pada Kehamilan

3. Kapita Selekta Vignette Kasus Paling sering Muncul Kasus 1 Seorang ibu datang ke Poli Hamil dengan membawa rujukan dari Puskesmas setempat dengan

(62)

Buku Bimbingan UKRK 2013 Page 59 keterangan hamil 36-37 minggu, curiga pertumbuhan janin terhambat ( PJT). Pada pemeriksaan fisik didapatkan tanda vital dalam batas normal, berat badan ibu normoweight. Pada pemeriksaan obstetri didapatkan tinggi fundus uteri 2 jari di atas pusat, letak kepala, DJJ 144 bpm.

Kasus 2. Seorang wanita 30 tahun datang ke dokter dengan keluhan keputihan kental berbau selama 2 hari terakhir. Pemeriksaan vulva didapatkan OUE edema dan merah. Hasil pewarnaan Gram pada sekret vagina ditemukan kuman kokus gram negative.

Dari Vignette kasus yang ada cobalah jawab pertanyaan berikut:

i. Apa diagnose masalah kesehatan pada vignette?

ii. Manajemen/penatalaksanaan medis apa yang harus dilakukan?

iii. Manajemen/penatalaksanaan non medis apa yang harus dilakukan?

iv. Adakah pemeriksaan penunjang yang masih dibutuhkan?

v. Komplikasi apa yang mungkin terjadi? 5. Refleksi

Jawablah pertanyaan berikut ini setelah Anda selesai mengikuti sesi pembelajaran Modul iv. Konsep-konsep apa yang Anda rasa telah mampu

dikuasai pada hari ini?

v. Buatlah skema atau peta konsep yang

(63)

Buku Bimbingan UKRK 2013 Page 60 yang anda pelajari hari ini !

vi. Tuliskan angka 1 s/d 4 (dimana 1=belum menguasai , 4 =mahir) pada kolom Tingkat penguasaan aspek klinis (kolom 1-6),) sesuai dengan tingkat penguasaan yang Anda capai setelah menyelesaikan modul ini pada daftar tilik sebagai berikut:

Nama Penyakit

Tingkat Penguasaan 1 2 3 4 5 6 Sindrom duh (discharge) genital (gonore dan

nongonore)

Infeksi saluran kemih bagian bawah Vulvitis

Vaginitis

Vaginosis bakterialis Salpingitis

Kehamilan normal Aborsi spontan komplit

Anemia defisiensi besi pada kehamilan Ruptur perineum tingkat 1-2

Abses folikel rambut atau kelenjar sebasea Mastitis

Cracked nipple Inverted nipple

(64)

Buku Bimbingan UKRK 2013 Page 61

5

MODUL SISTEM ENDOKRIN-

METABOLISME dan SISTEM

HEMATOLOGI-IMMUNOLOGI

Modul ini berisi materi belajar penyakit level 4A dalam SKDI 2012 untuk sistem Endokrin-Metabolisme dan Sistem Hematologi-Immunologi yang dipersiapkan untuk pembinaan retaker UKDI.

Setelah belajar Modul ini, Anda diharapkan dapat:

- Meningkatkan pemahaman terhadap kriteria diagnosis penyakit-penyakit yang esensial (level IV SKDI)

- Mampu membuat diagnosis dan menentukan penatalaksanaan terhadap penyakit-penyakit esensial dalam sistem Endokrin-Metabolisme dan Sistem Hematologi-Immunologi level 4 pada SKDI

- Mampu melakukan diagnosis banding yang relevan pada kelompok penyakit level 4A pada sistem Endokrin-Metabolisme dan Sistem Hematologi-Immunologi di dalam SKDI

- Memiliki persiapan teknis dan psikologis yang baik untuk menghadapi ujian kompetensi khusus

(65)

Buku Bimbingan UKRK 2013 Page 62 A.Pendekatan pada Pasien dengan gangguan sistem

Endokrin-Metabolisme

1. Tanda & Gejala Pasien dengan gangguan sistem Endokrin-Metabolisme

Nafsu makan hilang Tremor Gangguan gizi (gizi buruk, kurang,

berlebih)

Gangguan pertumbuhan Berat bayi lahir rendah Benjolan di leher

Kelelahan Berkeringat banyak

Penurunan berat badan drastis/mendadak

Polifagi, polidipsi, dan poliuria

2. Materi Penting dan Esensial seputar sistem Endokrin-Metabolisme

- Metabolisme Karbohidrat, Lemak dan Protein 3. Kapita Selekta Vignette Kasus Paling sering Muncul

Kasus 1 : Seorang pria 66 tahun, gemuk pada mengeluh sering buang air kecil, sering haus dan sering lapar sejak 6 bulan yang lalu. Hasil laboratorium menunjukkan glukosa darah puasa 155 mg/dl, glukosa darah prandial 206 mg/dl. Tidak ada riwayat diabetes sebelumnya.

Kasus 2 : Seorang pria 65 tahun, dengan riwayat infark myokard 3bulan yang lalu, tidak rutin berobat. Hasil laboratorium menunjukkan LDL 176 mg/dl, HDL 45 mg/dl, kolesterol total 267 mg/dl, trigliserida 153 mg/dl

(66)

Buku Bimbingan UKRK 2013 Page 63

Kasus 3 : Wanita usia 45 tahun masuk dengan kondisi tidak sadar. Dari heteroanamnesa diketahui bahwa penderita telah didiagnosa Diabetes Mellitus sejak 2 tahun yang lalu, tidak rutin control. Terakhir minum obat pagi sebelum tidak sadar, penderita tidak makan pagi dan makan siang karena kesibukan, kemudian penderita lemas dan berkeringat dingin serta gemetaran, hingga akhirnya tidak sadar. Saat diperiksa gula darah sewaktu, hasilnya 37 mg/dl. Setelah diberi glukosa 40% 50cc intravena penderita kembali sadar baik.

Dari Vignette kasus yang ada cobalah jawab pertanyaan berikut:

i. Apa diagnose masalah kesehatan pada vignette? ii. Manajemen/penatalaksanaan medis apa yang harus

dilakukan?

iii. Manajemen/penatalaksanaan non medis apa yang harus dilakukan?

iv. Adakah pemeriksaan penunjang yang masih dibutuhkan?

v. Komplikasi apa yang mungkin terjadi?

B.Pendekatan pada Pasien dengan gangguan sistem Sistem Hematologi-Immunologi

1. Tanda & Gejala Pasien dengan gangguan Sistem Hematologi-I

Masalah imunisasi (termasuk Kejadian Ikutan Pascaimunisasi [KIPI])

Gatal-gatal (alergi makanan, alergi kontak, danlain-lain Perdarahan spontan Bercak merah di kulit Pucat

(67)

Buku Bimbingan UKRK 2013 Page 64 2. Kapita Selekta Vignette Kasus Paling sering Muncul Kasus 1 Seorang pria 21 tahun, menderita panas badan sekitar 4 hari, perut terasa mual, sakit kepala, badan sakit semua. Pada pemerikasaan fisik didapat kompos metis, T/N baik, suhu 37.4C. hasil laboratorium Hb 14.8 gr %, lekosit 3100/mm3,

trombosit 148.000/mm3. tes uji Torniquet positif.

Kasus 2. Seorang laki-laki usia 32 tahun, dengan keluhan timbul pembesaran kelenjar di leher, tidak nyeri, diameter 1 x 1 cm, kenyal. Pada pemeriksaan laboratorium didapatkan Hb 13,5 g/dL, lekosit 13.800/mm3. Pasies pernah mengalami batuk

lama, diterapi 1 bulan namun tidak dilanjutkan

Dari Vignette kasus yang ada cobalah jawab pertanyaan berikut:

i. Apa diagnose masalah kesehatan pada vignette?

ii. Manajemen/penatalaksanaan medis apa yang harus dilakukan?

iii. Manajemen/penatalaksanaan non medis apa yang harus dilakukan?

iv. Adakah pemeriksaan penunjang yang masih dibutuhkan?

v. Komplikasi apa yang mungkin terjadi? 3. Refleksi

Jawablah pertanyaan berikut ini setelah Anda selesai mengikuti sesi pembelajaran Modul

i. Konsep-konsep apa yang Anda rasa telah mampu dikuasai pada hari ini?

ii. Buatlah skema atau peta konsep yang menunjukkan hubungan antar konsep dari apa yang anda pelajari hari ini !

(68)

Buku Bimbingan UKRK 2013 Page 65 iii. Tuliskan angka 1 s/d 4 (dimana 1=belum

menguasai , 4 =mahir) pada kolom Tingkat penguasaan aspek klinis (kolom 1-6),) sesuai dengan tingkat penguasaan yang Anda capai setelah menyelesaikan modul ini pada daftar tilik sebagai berikut: Penyakit Tingkat Penguasaan 1 2 3 4 5 6 Sistem Endokrin Metabolism

Diabetes melitus tipe 1 Diabetes melitus tipe 2 Hipoglikemia ringan Malnutrisi energi-protein Defisiensi vitamin Defisiensi mineral Dislipidemia Hiperurisemia Obesitas Sistem Hematologi & Imunologi

Anemia defisiensi besi Limfadenitis Demam dengue, DHF Malaria Leptospirosis (tanpa komplikasi) Reaksi anafilaktik

(69)

Buku Bimbingan UKRK 2013 Page 66

6

MODUL SISTEM MUSKULOSKELETAL

dan SISTEM KULIT-INTEGUMEN

Modul ini berisi materi belajar penyakit level 4A dalam SKDI 2012 untuk sistem Muskuloskeletal dan Sistem Kulit-Integumen yang dipersiapkan untuk pembinaan retaker UKDI. Setelah belajar Modul ini, Anda diharapkan dapat:

- Meningkatkan pemahaman terhadap kriteria diagnosis penyakit-penyakit yang esensial (level IV SKDI)

- Mampu membuat diagnosis dan menentukan penatalaksanaan terhadap penyakit-penyakit esensial dalam sistem Muskuloskeletal dan Sistem Kulit-Integumen level 4 pada SKDI

- Mampu melakukan diagnosis banding yang relevan pada kelompok penyakit level 4A pada sistem Muskuloskeletal dan Sistem Kulit-Integumen di dalam SKDI

- Memiliki persiapan teknis dan psikologis yang baik untuk menghadapi ujian kompetensi khusus

(70)

Buku Bimbingan UKRK 2013 Page 67 A.Pendekatan pada Pasien dengan gangguan sistem

Muskuloskeletal, Kulit & Integumen

1.Tanda & Gejala Pasien dengan gangguan sistem Muskuloskeletal, Kulit & Integumen

Muskuloskeletal

Gerakan terbatas Benjolan Lunak Nyeri

Luka Bengkak

Kulit & Integumen

Kulit gatal Kulit melepuh Kulit nyeri Benjolan kulit

Kulit mati rasa Luka gores, tusuk, sayat Kulit berubah warna (menjadi

putih, hitam, merah, atau kuning)

Luka bakar

Kulit kering Kuku nyeri

Kulit berminyak Kuku berubah warna atau bentuk

Kulit menebal Ketombe

Kulit menipis Rambut rontok Kulit bersisik Kebotakan Kulit lecet, luka, tukak Ruam kulit Kulit bernanah

(71)

Buku Bimbingan UKRK 2013 Page 68 2. Pemeriksaan Fisik dan Penunjang pada pasien dengan gangguan system Muskuloskeletal

, Kulit & Integumen

- Pemeriksaan Fisik : Inspeksi, Palpasi, Perkusi, Pengukuran

3. Materi Penting dan Esensial

Sistem Muskuloskeletal - Konsep Inflamasi - Wound & Bone Healing - Wound Toilet & debrideman

Sistem Kulit & Integumen - Fluorosensi ruam

4. Kapita Selekta Vignette Kasus Paling sering Muncul Kasus 1. Seorang laki-laki, 28 th, datang dengan keluhan sejak 1 bln yang lalu timbul timbul bercak-bercak merah di perut, gatal terutama waktu berkeringat. Pemeriksaan dermatologis didapatkan makule eritematos, bentuk polisiklis, central healing dengan skuama halus Pemeriksaan fisik umum tampak normal. Kasus 2. Seorang bayi laki-laki berusia 12 hari, pada pemeriksaan klinis didapatkan bula dengan dasar eritematosa, hipopion, dan erosi dengan crusta kuning keemasan didapatkan pada wajah dan leher. Suhu badan 380C dan diare kehijauan.

Kasus 3. Anak laki-laki usia 10 tahun, bermain petasan saat malam hari raya dan terpercik ke pakaian sehinga mengalami kebakaran. Pada pemeriksaan klinis didapatkan TD: 110/80 mmHg, N: 100x/menit, RR: 40x/menit, ada luka lepuh luas di daerah tangan kanan-kiri, dada kiri atas, dan wajah. GCS : 15.

Gambar

Ilustrasi Blueprint Materi Respirasi, Kardiovaskuler dan Gastrointestinal:
Gambar 1 Algoritma Awal Diferensial Diagnosis pada Penyakit sistem  Respirasi (Levy et al., 2006)
TABEL 1. AKUMULASI PENYAKIT LEVEL-4 PADA SKDI SESUAI  DENGAN KEL.SISTEM & FAKTOR RESIKO PENYAKIT

Referensi

Dokumen terkait

Dari hasil observasi dan wawancara tersebut peneliti tertarik untuk melakukan penelitian lebih lanjut yang akan dituangkan dalam skripsi dengan judul “hubungan kecanduan

Sedangkan komoditi lainya dalam kelompok ini, yakni komoditi Perlengkapan/Peralatan Pendidikan, Komoditi rekreasi serta komoditi Olahraga pada September 2014 tidak mengalami

Sehubungan dengan masih banyaknya dokumen Bukti Potong Pajak (BPP) bunga obligasi/MTN yang belum diambil oleh Partisipan KSEI, maka bersama surat ini kami mengingatkan kepada

Isolat khamir yang diperoleh kemudian diseleksi berdasarkan kemampuannya mengkonsumsi substrat dengan cara memfermentasikan isolat khamir pada media yang mengandung glukosa (10%)

Pada tahap ini, penulis mengumpulkan data bahasa Inggris dari buku Morpholgy: Word Structure In Generative Grammar ( John T. Jensen 1990) dan artikel dari

Pada penelitian ini, Peran Istri buruh tani disini dalam upaya peningkatan prestasi belajar anak adalah dilihat dari banyaknya ibu yang memberikan motivasi kepada anaknya

Tujuan yang dingin dicapai dari setiap lembaga, organisasi atau perusahaan intinya adalah sama, yaitu mendapatkan citra positif dan kepercayaan dari publiknya, untuk

Direct Vision sampai kapan perkara gugatan perbuatan melawan hukum itu akan berkekuatan hukum tetap, baru diajukan upaya penolakan (non eksekuatur) terhadap Putusan-Putusan