• Tidak ada hasil yang ditemukan

PERANCANGAN KOMUNIKASI VISUAL PUBLIKASI BUKU RUMPUN BAMBU : PESONA BAMBU JAWA BARAT

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PERANCANGAN KOMUNIKASI VISUAL PUBLIKASI BUKU RUMPUN BAMBU : PESONA BAMBU JAWA BARAT"

Copied!
11
0
0

Teks penuh

(1)

PERANCANGAN KOMUNIKASI VISUAL

PUBLIKASI BUKU “ RUMPUN BAMBU :

PESONA BAMBU JAWA BARAT”

Stephen Lientino

Universitas Bina Nusantara Jl. Kedondong no 18A.

Depok [email protected]

Satya Yudha Azwir, S.Sn., M.Ds.

Hastjarjo Boedi Wibowo, S.Sn., M.Sn.

ABSTRACT

The purpose of this research is to exhibit visual publication about bamboo in West Java and show good experience of reading in accordance with the character of bamboo. The methods of this research are collecting data from literature review and interviewing the expert. Analyse carried out after collecting and process data from literature review and interview. The Final achievement is designing publication which can provide information as well as to invite that the Indonesian people are more concerned and interested with bamboo, especially in West Java as well as to reduce the use of wood. The conclusion of the final project is create a publication that can be understood by the people of Indonesia especially in West Java (SL)

Keywords : Natural, Fresh, Tradition

ABSTRAK

Tujuah penelitian ialah menampilkan visual publikasi tentang bambu di Jawa Barat yang memberikan pengalaman membaca berbeda sesuai dengan karakter bambu sendiri. Metode perancangan dilakukan dengan cara pengumpulan data dari studi pustaka dan wawancara dengan narasumber. Analisis dilakukan setelah mengumpulkan dan mengolah data yang berasal dari studi pustaka dan wawancara. Hasil yang ingin dicapai adalah merancang publikasi yang dapat memberikan informasi sekaligus ajakan agar masyarakat Indonesia lebih peduli dan tertarik terhadap bambu khususnya di Jawa Barat sekaligus dapat

(2)

mengurangi penggunaan kayu. Kesimpulan dari tugas akhir ini adalah membuat publikasi yang dapat dimengerti oleh masyarakat Indonesia khusunya di Jawa Barat dengan tampilan visual yang menarik. (SL)

Kata kunci : Alami, Fresh, Tradisi

PENDAHULUAN

Indonesia memiliki kekayaan hutan yang besar dan sangat berpotensi untuk dikembangkan. Indonesia merupakan salah satu negara penghasil bambu terbesar di dunia. Bambu di indonesia kebanyakan digunakan untuk kerajinan, mabel dan alat-alat kebutuhan sehari-hari. Di beberapa daerah bahkan bambu masih digunakan untuk pembuat rumah tinggal, gubuk, atau tenda.

Bambu merupakan material yang sangat berlimpah di hutan sehingga mudah untuk ditemukan. Hal itu dikarenakan bambu memiliki waktu tumbuh yang singkat sehingga lebih ramah lingkungan. Selain itu juga bambu memiliki harga yang cenderung lebih murah dibandingkan dengan material lainnya seperti kayu, plastik, atau logam. Bambu memiliki ketahanan yang kuat, ringan elastis dan tidak mudah rusak sehigga sangat cocok untuk dijadikan mabel dan alat kebutuhan sehari-hari. Di beberapa daerah bambu masih menjadi mata pencaharian bagi beberapa orang untuk dijadikan kerajinan tradisional.

Sayangnya dengan segala potensi yang dimiliki, masyarakat Indonesia yang kebanyakan merupakan generasi muda cenderung masih acuh tak acuh dan kurang peduli terhadap kekayaan hutan Indonesia akan bambu. Hal itu membuat kerajinan bambu menjadi ditinggalkan oleh sebagian orang terutama terjadi di daerah perkotaan yang maju. Material seperti kayu lebih sering digunakan untuk perabotan, mabel dan kerajinan, padahal material bambu tidak kalah dengan kayu, bahkan lebih ramah lingkungan. Peluang perabotan bambu asal indonesia di luar negeri seperti Amerika Serikat lebih besar ketimbang di negeri sendiri. Hal itu membuat para pengrajin Indonesia lebih memilih untuk menjual karyanya di luar negeri.

Jawa Barat yang sebagian besar wilayahnya merupakan dataran tinggi yang merupakan tempat tumbuh terbaik untuk bambu. Namun meskipun begitu masyarakat masih acuh tak acuh terhadap bambu dan cenderung masih cenderung menggunakan kayu sebagai material untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Bambu sering kali dianggap sebagai kayunya orang desa padahal kenyataanya jika diolah dengan baik, bambu dapat memiliki potensi seperti kayu bahkan lebih besar.

Berdasarkan latar belakang diatas penulis merasa perlu adanya edukasi tentang bambu asal Jawa Barat kepada masyarakat Indonesia agar menjadi lebih dihargai dan diminati sebagai produk asal Indonesia. Disamping itu juga perlu adanya perhartian terhadap tradisi dan kearifan lokal bambu di Jawa Barat yang lambat laun mulai terlupakan terutama oleh masyarakat perkotaan. Untuk itu diharapkan bambu dapat dilestarikan dan digunakan secara benar serta dapat membawa pengaruh positif bagi orang-orang dan bagi lingkungan agar tetap lestari.

METODE PENELITIAN

Dalam pembuatan tugas akhir ini metode penelitian dilakukan dengan melakukan wawancara kepada narasumber yang kompeten dibidangnya untuk memperoleh data yang menunjang dan dibutuhkan. Selain dari wawancara data juga diperoleh dari buku-buku atau pustaka yang berkaitan dengan topik yang diambil. Setelah terkumpul kemudian data tersebut dianalisa, diolah dan dikembangkan menjadi sebuah karya visual yang dapat dipercaya.

(3)

HASIL DAN BAHASAN

Dari Penelitian yang dilakukan maka dibuatlah buku publikasi tentang bambu yang berfokus di daerah jawa barat. Berikut adalah hasil beserta proses dalam pembuatannya :

Gambar 1 Namestyle Judul Buku

Namestyle untuk judul buku dibuat sendiri melalui sketsa dan diwarnai di aplikasi photoshop. Bentuk font diambil dari stilasi daun yang merupakan salah satu bagian utama dari bambu. Namestyle ini

bersifat fleksible sesuai dengan karakter bambu yang lentur dan serbaguna. Warna yang digunakan adalah hijau dengan tekstur garis-garis horizontal tipis yang merupakan ciri khusus dari daun bambu.

Cover buku

(4)

Cover buku mengunakan namestye dan ilustrasi yang dibuat sendiri. Ilustarasi mengambarkan bambu

dengan perspektif ke arah langit atau arah cahaya. Bambu yang digambarkan ada dua jenis yaitu bambu hijau dan bambu kuning. Ilustrasi bambu di posisikan secara rapi sehingga membentuk pettern.

Layout tulisan dibuat secara simple sehingga mudah dibaca.

Daftar Isi

Gambar 3 Daftar Isi

Dartar Isi dibagi ke dalam 7 bab atau bagian yang berbeda. Daftar isi di layout secara sederhana dan rapi agar mudah dibaca. Penggunaan ilustrasi angka untuk setiap bab bertujuan agar orang lebih memahami keunikan bambu yang beraneka ragam dan serbaguna. Ketujuh bab itu antara lain :

Pembuka Chapter

(5)

Halam pembuka mengunakan fotografi bambu asli yang difoto sendiri di Yayasan Bambu Indonesia untuk membedakan dari halaman isi buku yang menggunakan ilustrasi. Pada halaman ini terdapat penjelasan yang ditulis secara singkat, caption diberikan untuk menjelaskan jenis bambu yang difoto.

5.2.5 Halaman isi

Gambar 5 Isi Halaman 1

(6)

Isi buku lebih didominasi dengan ilustrasi dengan gaya realistis untuk menunjukan ciri khas bambu secara real. Ilustrasi dipilih untuk membedakan buku ini dengan buku-buku yang sudah ada sebelumnya. Tulisan pada tiap halaman tidak terlalu banyak agar mudah dan nyaman dibaca. Informasi dibuat secara singkat dan mudah untuk dimengerti semua kalangan. Layout tulisan disusun sesuai dengan grid yang telah ditentukan.

Colophon

Gambar 7 Colophon & Cover belakang

Colofon berisi undang-undang hak cipta penulis, layout dibuat sederhana agar mudah untuk dibaca

dan dimengerti. Cover belakang berisi sinopsis singkat isi dari buku yang disusun secara simetsis.

Tipografi

Sofia

Gambar 8 Sofia Font

Font ini terbentuk dari bentuk bentuk organis yang bebas sehingga terkesan fleksible namun tetap mudah dibaca. Hal itu sesuai dengan karakter tanaman bambu yang lentur dan serbaguna. Font ini dugunakan untuk headline dan sub headline tiap halaman isi buku.

(7)

Gambar 9 Pier Sans Font

Pier San merupakan font san-serif yang mudah dibaca meskipun hanya dengan ukuran font 9 pt. Font ini digunakan sebagai bodytext dan caption untuk seluruh isi buku. Pemilihan font ini untuk merubah persepsi bambu yang kuno menjadi terlihar lebih modern.

Biko

Gambar 10 Biko Font

Font ini digunakan untuk tulisan-tulisan yang menerangkan gambar. Font ini merupan san-serif yang

mudah dibaca namun tidak terlalu kaku.

Gambar 11 Type Player

Pada bagian daftar isi menggunakan dan opening chapter digunakan angka yang dibuat secara menanual yang terbentuk dari elemen-elemen pada tanaman bambu. Angka tersebut dibuat dengan penwarnaan secara digital sehingga tergolong ilustrasi namun juga termasuk tipografi.

Warna

(8)

Warna yang digunakan didominasi warna hijau dan coklat untuk ilustrasi untuk meningkatkan kesan alami atau natural sesuai dengan keyword. Karena itu tulisan dan font di berwarna biru dam merah untuk menghindari kesan monoton.

Layout

Gambar 13 Grid System

Layouting dilakukan mengunakan grid agar terlihat rapi dan mudah untuk dibaca. Grid system yang

digunakan dibagi ke dalam 4 kolom dengan lebar 3 cm, margin dengan lebar 1,5 cm, dan gutter dengan lebar 1 cm. Untuk saru baris tulisan biasanya menggunakan antar satu atau dua kolom.

Ilustrasi

(9)

Ilustrari dibuat dengan gaya realistis dan warna-warna yang diambil dari benda atau mahluk hidup asli di kehidupan nyata. Benda orang atau hewan dalam buku dibuat sesuai gaya ilustrasi penulis. Ilustasi dibuat secara mendetail karena ukuran buku yang cukup besar sehingga terlihat lebih real.

Media Promosi

Berikut adalah media-media utama yang dibuat dengan tujuan promosi dan pemasaran buku :

Gambar 15 Poster

Poster terdiri dari 4 seri yang menyampaikan 4 pesan utama dalam buku Rumpun Bambu : Pesona Bambu Jawa Barat. Setiap poster menggunakan ilutrasi yang berbeda dan dicetak dalam ukuran A3.

(10)

Sama halnya dengan poster, flyer dibuat dengan tujuan promosi hanya saja flyer tidak dibuat seri dan dicetak banyak dalam ukuran A5.

Gambar 17 X-banner

X-banner dicetak dalam ukuran 160x60 cm dengan bahan kertas albatros. Unsur utama dalam x banner adalah ilustrasi dengan tipografi sebagai pemberi pejelasan mengenai isi buku.

SIMPULAN DAN SARAN

Informasi sangat penting bagi kehidupan manusia oleh karena itu terciptalah buku publikasi ini yang bertujuan untuk memberikan informasi penting tentang bambu yang diharapkan dapat berguna bagi pembaca. Bambu memiliki potensi yang amat besar dan serba guna dalam kehidupan manusia namun meskipun begitu belum pernah ada sorotan yang cukup untuk membuat masyarakat lebih peduli terhadap bambu. Bambu merupakan material yang ramah lingkungan karena cepat tumbuh dan mudah untuk dibudidayakan sehingga bambu sangat cocok sebagai material pengganti kayu yang lama kelamaan semakin terancam karena penggunaan yang tidak bertanggung jawab.

Pada kesempatan ini penulis memberikan saran dalam pembuatan publikasi ini bahwa semua proses panjang yang telah dilalui bukan untuk mempersulit namun dapat membantu dalam menyempurnakan tugas akhir ini. Publikasi ini diharap tidak hanya dilihat secara visual tetapi juga dapat diresapi isinya dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Diharapkan setelah membaca publikasi atau laporan ini masyarakat dapat semakin sadar terhadap potensi dari bambu sehingga tidak terlalu bergantung pada material seperti kayu yang jumlahnya sudah mulai semakin terancam.

(11)

REFERENSI

Arinasa, I.B.K., Peneng, I.N. (2013). Jenis-Jenis Bambu di Bali dan Potensinya. Jakarta : LIPI Press, angota Ikapi.

Ambrose, G., Harris, P. (2011). Basic Design : Layout (second edition). Swtizerland : Ava Publishing.

Dameria, A. (2007). Color Basic Panduan Dasar Warna untuk Desainer dan industri Grafika. Jakarta : Link Match Graphic.

Fawcett-Tang, Roger (2004).New book Design. London : Laurence King Publishing

Jennings, S. (1987). The Complete Guide to Advanced Illustration and Design. US : Chartwell Books.

Kasmudjo. (2012). Rotan dan Bambu Kelapa, Kelapa Sawit, Nipah, Sagu. Yogyakarta : Cakrawala Media.

Nanggamihardja, H.J. (2012). Serumpun Bambu Sejuta Karya Sebuah Catatan Perjuangan

Mengembangkan Budaya Bambu dan Kearifan Lokal. Bogor : YSHI.

Pipes, A. (2004). Foundation of Art + Design. United Kingdom : Wm. C. Brown.

Rustan, S. (2009). Layout Dasar Dan Penerapannya. Jakarta : PT. Gramedia Pustaka Utama. Samara, T. (2005). Making and breaking The Grid.1 st edition. Singapore: Rockport.

Sihombing, D. (2001). Tipografi dalam Desain Grafis karya. Jakarta : PT. Gramedia Pustaka Utama. Suhendra, H. (2011). Jatnika, arsitek rumah bambu dari Cibinong. Diakses 14 April 2015 dari http://bandung.bisnis.com/read/20110306/3/30380/jatnika-arsitek-rumah-bambu-dari-cibinong

RIWAYAT PENULIS

Stephen Lientino lahir di kota Depok pada 20 Juli 1993. Penulis menamatkan pendidikan S1 di

Gambar

Gambar 2 Cover buku
Gambar 4 Pembuka Chapter 1
Gambar 6  Isi Halaman 2
Gambar 7 Colophon & Cover belakang
+5

Referensi

Dokumen terkait

Fraktur adalah terputusnya kontuinitas tulang yang ditentukan sesuai jenis dan luasnya, fraktur terjadi jika tulang dikenai stress yang lebih besar dari yang

Perlakuan 4 buku menghasilkan pertambahan panjang batang yang lebih cepat dan perlakuan 5 buku menghasilkan panjang cabang primer yang lebih panjang dari pada

Tujuan Umum Mengetahui hubungan yang terjadi antara aktivitas fisik dan konsumsi kafein terhadap terjadinya resiko osteoporosis pada lansia di wilayah kerja puskesmas pucang..?. IR

Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan saat penelitian dilakukan bahwa, konsep awal Togale terbentuk adalah Togale dinilai secara historis itu sangat

Biasanya bank tersebut tidak disebutkan dalam kontrak L/C, namun khusus untuk L/C yang memiliki klausul negotiable , maka negosiasi atas dokumen yang dipersyaratkan dalam L/C

Setelah ekuitas merek suatu perusahaan dinilai baik oleh konsumen langkah selanjutnya adalah konsumen melakukan keputusan pembelian terhadap produk yang akan dibeli, di

[r]

Fakat menkabeye göre Erkeri ne kadar olduğu belli olmayan eski bir zamanda Haşan Baba (155) ve Mustafa Baba adlı Bektaşî azizleri tarafından ziyaret edilmiş olup İkincisi