34
A. Gambaran khusus Institusi
1. Desktripsi Lingkungan
Rumah sakit ini terletak pada ruas jalur utama Semarang – Jakarta pada koordinat LS : 0,6o 59’ 04,8” dan BT : 110o 21’ 22,7” yang merupakan jalur utama pantai utara Jawa antara Semarang – Kendal, tepatnya pada jalan raya Walisongo Semarang. Posisi tersebut sangat strategis dengan beberapa aspek pendukung sebagai berikut:
1. Terletak pada jalur lalu lintas utama yang sangat padat dan mempunyai potensi rawan kecelakaan.
2. Dekat dengan pintu utama jalan tol Manyaran.
3. Dikelilingi oleh lingkungan pemukiman daerah Mijen dan Ngaliyan. 4. Dikelilingi oleh 4 daerah sentra industri besar yaitu Kawasan industri cilacap (Wijaya Kusuma), Kawasan Tugu Indah Industri , Kawasan Industri Candi serta Kawasan Guna Mekar Industri.
Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Adhyatama, MPH Semarang merupakan Rumah Sakit kelas B non pendidikan milik Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, yang terletak di Semarang bagian barat
dengan kapasitas tempat tidur yang beroperasional saat ini 437 tempat tidur. Luas tanah 36.566 m2, luas bangunan 15.381 m2 terdiri dari gedung rawat jalan, gedung IGD, 8 bangsal perawatan kamar bedah, kamar bersalin, bangunan penunjang, kantor, auditorium dan wisma.
Melalui pendekatan manajemen mutu, RSUD Dr.Adhyatma, MPH Semarang selalu berusaha untuk meningkatkandan mengembangkan mutu pelayanannya di seluruh jajaran-jajaran Rumah Sakit (Hospital Wide Quality Improvement). Peningkatan dan pengembangan mutu pelayanan ini tercapai berkat partisipasi, dorongan dan dukungan dari seluruh jajaran Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dibawah kepemimpinan Bapak Gubernur, serta komitmen dari DPRD Provinsi Jawa Tengah.
Wilayah yang dimilik RSUD Dr.Adhyatma, MPH seluas 36.000 M² dengan perincian 26.700 M² untuk halaman dan pertamanan, untuk bangunan 10.000 M². Batas-batas wilayah yang dimiliki RSUD Dr.Adhyatma adalah :
1. Sebelah Utara : Kecamatan Semarang Utara 2. Sebelah Selatan : Kecamatan Ngliyan
3. Sebelah Timur : Kecamatan Semarang Barat 4. Sebelah Barat : Kecamatan Kendal
2. Visi Dan Misi
Visi Rumah Sakit Umum Daerah Dr.Adhyatma, MPH Semarang, “Rumah Sakit Prima, Mandiri dan Terdepan di Jawa Tengah”.
Misi Rumah Sakit Dr.Adhyatma, MPH Semarang :
a) Meningkatkan kualitas dan kuantitas sumber daya manusia b) Meningkatkan sarana dan prasarana dalam rangka
menunjang pelayanan medis dan memberikan kenyamanan pada pasien, keluarga pasien dan karyawan.
c) Meningkatkan program pembangunan mutu pelayanan medis dan no medis secara berkesinambungan.
d) Mewujudkan kemandirian, efisiensi, efektifitas dan fleksibilitas penggelolaan keuangan.
e) Menjadi pusat rujukan dan penyakit kusta. f) Mengembangkan pelayanan unggulan.
1. Deskripsi Variabel Penelitian
A. Gambaran Karakteristik Responden
1. Umur Responden
Deskripsi pada variabel umur dilakukan untuk memperoleh gambaran mengenai umur responden. Deskripsi umur responden disajikan dalam tabel distribusi frekuensi.
Tabel 4.1
Distribusi Frekuensi umur responden
Umur Distribusi Frekuensi
f % 18-21 5 5.8 21-30 47 54.7 31-40 30 34.9 41-43 4 4.7 Total 86 100
Sumber: Data primer yang diolah
Berdasarkan hasil analisis deskriptif pada variabel umur menunjukkan bahwa usia minimum responden 18 tahun dan maksimum responden 50 tahun. responden paling rendah yaitu dengan umur 41-50 tahun (4.7%), sedangkan responden paling tinggi yaitu dengan umur 21-30 (54.7%).
2. Jenis Kelamin
Deskripsi pada variabel jenis kelamin dilakukan untuk memperoleh gambaran mengenai jenis kelamin responden. Deskripsi jenis kelamin responden disajikan dalam tabel distribusi frekuensi.
Distribusi Frekuensi Jenis Kelamin responden
Jenis Kelamin Distribusi Frekuensi
f %
Laki-Laki 49 57.0
Perempuan 37 43.0
Total 86 100
Sumber: Data Primer yang diolah
Berdasarkan hasil analisis deskriptif pada variabel jenis kelamin menunjukkan bahwa laki-laki (57.0%), dan jenis kelamin perempuan (43.0%).
3.Pendidikan
Deskripsi pada variabel pendidikan dilakukan untuk memperoleh gambaran mengenai pendidikan responden. Deskripsi pendidikan responden disajikan dalam tabel distribusi frekuensi.
Tabel 4.3
Distribusi Frekuensi Pendidikan responden
Pendidikan Distribusi Frekuensi
F % SMP 5 5.8 SMA 14 16.3 Diploma 19 22.1 Sarjana 47 54.7 PascaSarjana 1 1.2 Total 86 100
Sumber: Data primer yang diolah
Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa sebagian besar pendidikan responden adalah Sarjana (54.7%) dan pendidikan paling rendah yaitu PascaSarjana (1.2%).
4. Jenis BPJS
Deskripsi variabel jenis BPJS dilakukan untuk memperoleh gambaran mengenai Jenis BPJS responden. Deskripsi Jenis BPJS responden disajikan dalam tabel distribusi frekuensi.
Tabel 4.4
Distribusi Frekuensi Jenis BPJS
Jenis BPJS Distribusi Frekuensi
F %
Mandiri 64 74.4
Ketenagakerjaan 22 25.6
Total 86 100%
Sumber: Data primer yang diolah
Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa sebagian besar jenis BPJS responden adalah Mandiri (74.4%), sedangkan jenis BPJS responden rendah yaitu ketenagakerjaan (25.6%).
5. Pernah Mendapat informasi tentang BPJS kesehatan
Deskripsi variabel Pernah Mendapat informasi tentang BPJS kesehatan dilakukan untuk memperoleh gambaran mengenai Pernah Mendapat informasi tentang BPJS kesehatan responden. Deskripsi Pernah Mendapat informasi tentang BPJS kesehatan responden disajikan dalam tabel distribusi frekuensi.
Distribusi Frekuensi Pernah Mendapat informasi tentang BPJS kesehatan Pernah Mendapat informasi tentang BPJS kesehatan Distribusi Frekuensi f % Ya 48 55.8 Tidak 38 44.2 Total 86 100
Sumber: Data primer yang diolah
Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa sebagian besar responden pernah mendapat informasi tentang BPJS Kesehatan (55.8%), dan sedikitnya responden yang tidak mendapat informasi tentang BPJS Kesehatan (44.2%).
B
. Analisis Univariat
Penelitian dengan judul “Hubungan Pengetahuan dan Persepsi Pasien BPJS dengan Waktu Pelayanan Rawat Jalan Diloket Di RSUD Dr. Adhyatma, MPH Semarang Tahun 2016”. Responden yang dijadikan Sampel pada penelitian ini adalah Pasien BPJS yang sedang berobat di RSUD pada saat penelitian yang berjumlah 86 responden. sehingga harapannya pasien tersebut mengetahui tentang BPJS. Adapun hasil penelitian ditampilkan sebagai berikut :
1. Deskripsi Variabel Penelitian
a) Pengetahuan Pasien BPJS RSUD tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial
Tabel 4.6
Distribusi responden berdasarkan pengetahuan Pasien BPJS RSUD tentang Badan Penyelenggara Jaminan Kesehatan
Variabel Median Min Max SD
Pengetahuan 10.00 2 10 2.834
Berdasarkan hasil uji table diatas, maka dihasil data Median = 10.00, Minimal = 2 menunjukan nilai terendah dari suatu deretan, Maximal 10, dan Standar Deviasi = 2.834, dengan menggunakan skala Ordinal sesuai penilaian/scoring dapat dikategorikan sebagai berikut :
Baik = x > Median + SD
= > 12.8
Tidak Baik = x < Median – SD
= < 7.1
Dengan kategori tersebut diatas dapat dihasilkan table distribusi frakuensi kategori pengetahuan sebagai berikut :
Frekuensi kategori berdasarkan Pengetahuan Pasien BPJS RSUD tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial.
Pengetahuan Frekuensi %
Tidak Baik 24 27.9
Baik 62 72.1
Jumlah 86 100
sumber : Data primer, 2016
Berdasarkan tabel 4.7 dapat diketahui bahwa sebagian besar responden yang memiliki pengetahuan Tidak Baik sebanyak (27.9%), sedangkan responden yang memiliki pengetahuan baik sebanyak (72.1%).
Tabel 4.8
Distribusi frekuensi jawaban pengetahuan tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial ditampilkan sebagai berikut:
No Pertanyaan Distribusi Frekuensi
F %
1 Apakah kepanjangan dari JKN?
A. Jaminan Keselamatan Negara 3 3.5 B. Jaminan Kesehatan Nasional* 79 91.9 C. Jaminan Kesejahteraan Nasional 4 4.7 D. Jaminan Keluarga Nasional 0 0 2 Bagaimana alur pasien BPJS dari faskes tingkat 1 hingga
mendapatkan pelayanan rawat jalan di rumah sakit?
A. Pasien berobat ke faskes tingkat 1 dan mendapat surat rujukan ke rumah sakit*
74 86.0 B. Pasien langsung datang ke rumah sakit tanpa melalui
faskes tingkat 1
12 14.0 C. Pasien langsung datang ke rumah sakit tanpa surat
rujukan
0 0
D. Pasien langsung mendapat surat rujukan tanpa berobat di faskes tingkat 1
0 0
3 Peserta BPJS Kesehatan ada dua kelompok, yaitu?
A. Warga Negara Indonesia dan Warga Negara Asing 4 4.7 B. Pekerja dan Bukan Pekerja 23 26.7 C. Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan dan
Bukan Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan*
Tabel 4.8
Distribusi frekuensi jawaban pengetahuan tentang Badan Penyelenggara Jaminan (Lanjutan)
No Pertanyaan Distribusi Frekuensi
F %
D. Kelompok umun dan kelompok khusus 0 0 4 Apakah kepanjangan dari PBI?
A. Pemberi Bantuan Iuran 13 15.1 B. Penerima Bantuan Iuran* 66 76.7 C. Pelaksana Bantuan Iuran 7 8.1 D. Pendapatan Bantuan Iuran 0 0 5 Berapa bulan masa berlaku surat rujukan ke rs?
A. Surat rujukan berlaku 1 minggu 5 5.8 B. Surat rujukan berlaku 1 Bulan* 68 79.1 C. Surat rujukan berlaku 3 Bulan 12 14.0 D. Surat rujukan berlaku 6 Bulan 1 1.2 6 Apasaja syarat – syarat yang harus dilengkapi oleh pasien
peserta BPJS ketika periksa di Rumah Sakit?
A. KK - Kartu BPJS – Surat Rujukan 6 7.0 B. Kartu BPJS - Surat Rujukan – KTP & KK * 65 75.6 C. Kartu Rumah Sakit – Kartu BPJS - KTP 13 15.1 D. Surat Rujukan – Kartu Rumah Sakit - KTP 2 2.3 7 Berapa denda yang didapatkan peserta BPJS jika telat
membayar kewajiban tiap bulannya?
A. 1% 0 0
B. 2%* 77 89.5
C. 3% 7 8.1
D. 4% 2 2.3
8 Berapa lama peserta dapat mengganti kelas pada BPJS?
A. 1 Bulan setelah terdaftar 10 11.6 B. 3 Bulan setelah terdaftar 13 15.1 C. 6 Bulan setelah terdaftar 2 2.3 D. 1 Tahun setelah terdaftar* 61 70.9 9 Pada tanggal berapakah membayar tagihan BPJS?
A. Tiap tanggal 9 3 3.5
B. Tiap tanggal 10* 80 93.0
C. Tiap tanggal 11 3 3.5
D. Tiap tanggal 12 0 0
10 Berapa bulan peserta BPJS dapat mengubah faskes primer?
A. 1 bulan setelah terdaftar 9 10.5 B. 2 bulan setelah terdaftar 17 19.8 C. 3 bulan setelah terdaftar* 57 66.3 D. 4 bulan setelah terdaftar 3 3.5
sumber data : data primer *jawaban benar
mengetahui tentang Jaminan Kesehatan Nasional, namun masih ada sedikit yang belum diketahui oleh responden adalah tentang waktu mengubah faskes primer, Peserta BPJS ada dua kelompok dan Berapa lama peserta dapat mengganti kelas pada BPJS.
b) Praktik Petugas Pasien BPJS RSUD tentang Pelayanan Loket Rawat Jalan
Tabel 4.9
Distribusi responden berdasarkan praktik petugas Pasien BPJS RSUD tentang Pelayanan Loket Rawat Jalan
Variabel Median Min Max SD
Praktik 10.00 2 10 2.363
Berdasarkan hasil uji table diatas, maka dihasil data Median = 10.00, Minimal = 2 menunjukan nilai terendah dari suatu deretan, Maximal 10, dan Standar Deviasi = 2.363, dengan menggunakan skala Ordinal sesuai penilaian/scoring dapat dikategorikan sebagai berikut :
Baik = x > Median + SD
= > 12.3
Kurang = x < Median – SD
Dengan kategori tersebut diatas dapat dihasilkan table distribusi frakuensi kategori praktik sebagai berikut :
Tabel 4.10
Frekuensi kategori berdasarkan praktik petugas Pasien BPJS RSUD tentang tentang Pelayanan Loket Rawat Jalan.
Praktik petugas Frekuensi %
Tidak Baik 20 23.3
Baik 66 76.7
Jumlah 86 100
sumber : Data primer, 2016
Berdasarkan tabel 4.10 dapat diketahui bahwa sebagian besar praktik petugas Pasien BPJS RSUD tentang Pelayanan Loket Rawat Jalan tidak baik sebanyak (23.3%), sedangkan praktik petugas baik sebanyak (76.7%).
Tabel 4.11
Distribusi frekuensi jawaban Praktik petugas Pasien BPJS RSUD tentang Pelayanan Loket Rawat Jalan ditampilkan sebagai berikut:
NO Aspek Praktik petugas Ya Tidak
f % f %
1 Petugas memberikan informasi mengenai program BPJS dengan jelas
80 93.0 6 7.0
2 Petugas menanggapi keluhan pasien BPJS dengan baik
80 93.0 6 7.0
3 Prosedur di loket untuk pasien BPJS membuat saya bingung*
15 17.4 71 82.6
4 Petugas melayani pasien BPJS sesuai dengan harapan saya sewaktu mendaftar menjadi peserta BPJS Kesehatan
78 90.7 8 9.3
5 Petugas bersedia mengarahkan pasien yang masih belum mengerti mengenai program BPJS
Distribusi frekuensi jawaban Praktik petugas Pasien BPJS RSUD tentang Pelayanan Loket Rawat Jalan (Lanjutan)
No Aspek Praktik petugas Ya Tidak
f % f %
6 Petugas membedakan antara pasien umum dan pasien peserta BPJS Kesehatan*
21 24.4% 65 75.6%
7 Petugas tidak melayani pasien dengan cepat dan tanggap*
19 22.1% 67 77.9% 8 Semua pasien BPJS Kesehatan dapat
terlayani dengan baik
78 90.7% 8 9.3
9 Petugas tidak menanggapi pertanyaan pasien mengenai JKN dan BPJS dengan baik*
21 24.4% 65 75.6%
10 Petugas bersikap ramah dalam melayani pasien BPJS
79 91.9% 7 8.1%
Sumber:Data Primer 2016 *Pernyataan bernilai negatif
Berdasarkan distribusi jawaban tabel 4.11 diatas dapat diperoleh informasi sebagai berikut:
1. Terdapat 93.0% responden yang mengatakan ya dengan adanya petugas memberikan informasi mengenai program BPJS dengan jelas dan Petugas menanggapi keluhan pasien BPJS dengan baik
2. Terdapat 90.7% responden mengatakan ya dengan petugas melayani pasien BPJS sesuai dengan harapan saya sewaktu mendaftar menjadi peserta BPJS kesehatan dan semua pasien BPJS kesehatan dapat terlayani dengan baik.
3. terdapat 82.6% responden mengatakan tidak bahwa prosedur di loket untuk pasien membuat saya bingung.
4. pada pertanyaan petugas mebedakan antara pasien umum dan pasien peserta BPJS kesehatan sebanyak 75.6% mengatakan tidak.
5. sebanyak 8.1% responden mengatakan tidak dengan pertanyaan petugas bersikap ramah dalam melayani pasien BPJS.
c) Waktu pelayanan di loket rawat jalan RSUD Dr. Adhyatma, MPH Semarang
Tabel 4.12
Distribusi responden pasien BPJS terhadap waktu di loket rawat jalan
waktu pelayanan Ditribusi Frekuensi
F %
Tidak sesuai 23 26.7
sesuai 63 73.3
Total 86 100
Sumber: Data Primer diolah
Berdasarkan hasil penelitian, diketahui bahwa sebagian besar responden paling banyak dikategori Sesuai (73.3%) dan sedikit dikategori Tidak Sesuai (26.7%).
E. Analisis Bivariat
a. Hubungan Pengetahuan pasien rawat jalan RSUD dengan waktu pelayanan
Tabel 4.13
Hubungan Pengetahuan pasien rawat jalan RSUD dengan waktu pelayanan
Variabel N r P value
Pengetahuan * Waktu pelayanan 86 0.783 0.000
dengan waktu pelayanan, uji Korelasi Chi Square didapatkan P value sebesar 0.000, berarti ada hubungan Pengetahuan pasien rawat jalan RSUD dengan waktu pelayanan. Hasil penelitian diperoleh nilai r = + 0.783 artinya mempunyai kekuatan hubungan yang sangat kuat / sempurna, semakin baik pengetahuan maka semakin cepat waktu pelayanan diloket rawat jalan diRSUD Dr.Adhyatma, MPH Semarang. Hasil tabulasi silang pengetahuan dengan waktu pelayanan ditampilkan sebagai berikut :
Tabel 4.14
Tabulasi silang Pengetahuan dengan waktu pelayanan
Pengetahuan Waktu pelayanan Total %
Tidak Sesuai Sesuai
N % N %
Tidak Baik 22 91.7 2 8.3 24 100
Baik 1 1.6 61 98.4 62 100
Total 23 26.7 63 73.3 86 100
Sumber: Data Primer
Berdasarkan tabel 4.14 menunjukkan bahwa responden yang mempunyai waktu pelayanan tidak sesuai (>10menit) lebih banyak terdapat pada pengetahuan tidak baik (91.7%) dibanding dengan pengetahuan yang baik (1.6%). Artinya masih banyak responden yang jika mendapatkan pelayanan diloket rawat jalan belum sesuai dengan waktu yang telah ditetapkan oleh RSUD.
b. Hubungan Praktik petugas Pasien BPJS dengan waktu pelayanan
Tabel 4.15
Hubungan Praktik petugas Pasien BPJS dengan waktu pelayanan
Variabel N r P value
Praktik * Waktu Pelayanan 86 0.812 0.000
Sumber: Data Primer
Anasila hubungan Praktik petugas Pasien BPJS dengan waktu pelayanan, Berdasarkan uji Chi Square didapatkan P value sebesar 0.000, berarti ada hubungan praktik petugas pasien BPJS dengan waktu pelayanan. Hasil penelitian juga diperoleh nilai r = + 0.812 artinya mempunyai kekuatan hubungan yang sangat kuat / sempurna, semakin baik praktik petugas maka semakin cepat waktu pelayanan diloket rawat jalan diRSUD Dr.Adhyatma, MPH Semarang.
Hasil tabulasi silang praktik petugas pasien dengan waktu pelayanan ditampilkan sebagai berikut :
Tabel 4.16
Tabulasi silang praktik petugas dengan waktu pelayanan Praktik
Petugas
Waktu Pelayanan Total %
Tidak Sesuai Sesuai
N % N %
Tidak Baik 20 100 0 0 20 100
Baik 3 4.5 63 95.5 66 100
Total 23 26.7 63 73.3 86 100
Sumber: Data Primer
Berdasarkan tabel 4.16 menunjukkan bahwa praktik petugas tentang waktu pelayanan di loket pendaftaran rawat jalan
terdapat pada praktik petugas tidak baik (100%) disbanding dengan praktik petugas yang baik (4.5%). Artinya masih banyak responden yang jika mendapatkan pelayanan diloket rawat jalan belum sesuai dengan waktu yang telah ditetapkan oleh RSUD.