• Tidak ada hasil yang ditemukan

Laporan Kkl Fix Banget Banget Banget

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Laporan Kkl Fix Banget Banget Banget"

Copied!
62
0
0

Teks penuh

(1)

$ $

LAPORAN KULIAH KERJA LAPANGAN (KKL)

LAPORAN KULIAH KERJA LAPANGAN (KKL)

DI SD SARASWATI 01 DENPASAR PROVINSI BALI

DI SD SARASWATI 01 DENPASAR PROVINSI BALI

10 s.d. 14 November 2010

10 s.d. 14 November 2010

DESENTRALISASI PENDIDIKAN BERWAWASAN KEBUDAYAAN

DESENTRALISASI PENDIDIKAN BERWAWASAN KEBUDAYAAN

““

Oleh :

Oleh :

KELOMPOK 3

KELOMPOK 3

PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR S1

PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR S1

FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN

FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG

UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG

2010

2010

(2)

LEMBAR PENGESAHAN

LEMBAR PENGESAHAN

Laporan kegiatan Kuliah Kerja Lapangan (KKL) PGSD angkatan 2008 di SD Laporan kegiatan Kuliah Kerja Lapangan (KKL) PGSD angkatan 2008 di SD Saraswati 01 Denpasar tanggal 10 s.d 14 November 2010 telah disahkan di Semarang Saraswati 01 Denpasar tanggal 10 s.d 14 November 2010 telah disahkan di Semarang

 pada tanggal …. November 2010.

 pada tanggal …. November 2010.

Mengesahkan, Mengesahkan, Dosen

Dosen Pendamping Pendamping II II Dosen Dosen Pendamping Pendamping II

Dra, TRI DARYATI, M.Pd

Dra, TRI DARYATI, M.Pd Dra. MUNISAH, M.PdDra. MUNISAH, M.Pd NIP.19561203

NIP.19561203 198403 198403 2 2 002 002 NIP. NIP. 19550614 19550614 198803 198803 2 2 001001

Mengetahui, Mengetahui,

Ketua Jurusan PGSD Unnes Ketua Jurusan PGSD Unnes

Drs. A. ZAENAL ABIDIN, M.Pd Drs. A. ZAENAL ABIDIN, M.Pd

NIP. 195605121 98203 1 003 NIP. 195605121 98203 1 003

(3)

LEMBAR PENGESAHAN

LEMBAR PENGESAHAN

Laporan kegiatan Kuliah Kerja Lapangan (KKL) PGSD angkatan 2008 di SD Laporan kegiatan Kuliah Kerja Lapangan (KKL) PGSD angkatan 2008 di SD Saraswati 01 Denpasar tanggal 10 s.d 14 November 2010 telah disahkan di Semarang Saraswati 01 Denpasar tanggal 10 s.d 14 November 2010 telah disahkan di Semarang

 pada tanggal …. November 2010.

 pada tanggal …. November 2010.

Mengesahkan, Mengesahkan, Dosen

Dosen Pendamping Pendamping II II Dosen Dosen Pendamping Pendamping II

Dra, TRI DARYATI, M.Pd

Dra, TRI DARYATI, M.Pd Dra. MUNISAH, M.PdDra. MUNISAH, M.Pd NIP.19561203

NIP.19561203 198403 198403 2 2 002 002 NIP. NIP. 19550614 19550614 198803 198803 2 2 001001

Mengetahui, Mengetahui,

Ketua Jurusan PGSD Unnes Ketua Jurusan PGSD Unnes

Drs. A. ZAENAL ABIDIN, M.Pd Drs. A. ZAENAL ABIDIN, M.Pd

NIP. 195605121 98203 1 003 NIP. 195605121 98203 1 003

(4)

KATA PENGANTAR

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami tujukan kepada Tuhan YME, yang telah melimpahkan Puji syukur kami tujukan kepada Tuhan YME, yang telah melimpahkan rahmat dan karunia-Nya sehingga penyusun dapat menyelesaikan penyusunan rahmat dan karunia-Nya sehingga penyusun dapat menyelesaikan penyusunan laporan KKL PGSD Universitas Negeri Semarang tahun 2010 ini dengan lancar tanpa laporan KKL PGSD Universitas Negeri Semarang tahun 2010 ini dengan lancar tanpa ada suatu halangan apapun.

ada suatu halangan apapun.

Laporan KKL ini disusun guna memenuhi syarat ketuntasan mata kuliah Laporan KKL ini disusun guna memenuhi syarat ketuntasan mata kuliah Kuliah Kerja Lapangan jurusan PGSD Universitas Negeri Semarang yang disusun Kuliah Kerja Lapangan jurusan PGSD Universitas Negeri Semarang yang disusun berdasarkan data-data yang diperoleh melalui pengamatan dan interview secara berdasarkan data-data yang diperoleh melalui pengamatan dan interview secara langsung dengan nara sumber yaitu kepala sekolah, guru-guru kelas, dan siswa di SD langsung dengan nara sumber yaitu kepala sekolah, guru-guru kelas, dan siswa di SD Saraswati 1 Denpasar.

Saraswati 1 Denpasar.

Dalan pelaksanaan KKL dan pembuatan laporan KKL ini, Penyusun Dalan pelaksanaan KKL dan pembuatan laporan KKL ini, Penyusun mengucapkan terima kasih kepada :

mengucapkan terima kasih kepada : 1.

1. Drs. A. Zaenal Abidin, M.Pd selaku Kepala Jurusan PGSD UPP SemarangDrs. A. Zaenal Abidin, M.Pd selaku Kepala Jurusan PGSD UPP Semarang yang telah membierikan ijin untuk melaksanakan kegiatan KKL tahun 2010. yang telah membierikan ijin untuk melaksanakan kegiatan KKL tahun 2010. 2.

2. Dra. Munisah, M.Pd selaku dosen pebimbing I KKL kelompok 3 yang telahDra. Munisah, M.Pd selaku dosen pebimbing I KKL kelompok 3 yang telah memberikan bimbingan selama proses pelaksanaan KKL 2010.

memberikan bimbingan selama proses pelaksanaan KKL 2010. 3.

3. Dra. Tri Daryati, M.Pd. selaku dosen pembimbing II KKL kelompok 3 yangDra. Tri Daryati, M.Pd. selaku dosen pembimbing II KKL kelompok 3 yang telah memberikan bimbingan selama proses pelaksanaan KKL 2010.

telah memberikan bimbingan selama proses pelaksanaan KKL 2010. 4.

4. Ngakan Made Astagina, S.Pd selaku kepala SD Saraswati 01 Denpasar yangNgakan Made Astagina, S.Pd selaku kepala SD Saraswati 01 Denpasar yang telah memfasilitasi kami untuk melaksanakan KKL di SD Saraswati 01 telah memfasilitasi kami untuk melaksanakan KKL di SD Saraswati 01 Denpasar.

Denpasar. 5.

5. Bapak Ibu guru, komite sekolah, beserta staf TU di lingkungan SD SaraswatiBapak Ibu guru, komite sekolah, beserta staf TU di lingkungan SD Saraswati 01 Denpasar yang telah membantu terlaksananya KKL di Sd Saraswati 01 01 Denpasar yang telah membantu terlaksananya KKL di Sd Saraswati 01 Denpasar.

Denpasar. 6.

6. Siswa dan siswi SD Saraswati 01 yang telah bekerjasama melancarkanSiswa dan siswi SD Saraswati 01 yang telah bekerjasama melancarkan kegiatan KKL di SD Saraswati 01 Denpasar.

(5)

7. Orang tua/wali murid yang telah mendukung kegiatan KKL di SD Saraswati 01 ini.

8. Teman-teman yang telah membantu memberikan bantuan pemikiran dalam penyusunan laporan KKL ini.

9. Pihak-pihak yang tidak dapat kami sebutkan satu persatu.

Semoga laporan KKL ini dapat bermanfaat bagi mahasiswa PGSD pada khususnya dan masyarakat pada umumnya. Penyusun menyadari bahwa laporan KKL ini memang jauh dari kata sempurna, sehingga penyusun mengharapkan banyak kritik  dan saran untuk dapat lebih menyempurnakan apa yang telah disusun, sehingga dapat dijadikan pembelajaran pada waktu-waktu berikutnya.

Semarang, November 2010

(6)

BAB I

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG

Kuliah kerja lapangan (KKL) merupakan salah satu program wajib yang harus diikuti oleh seluruh mahasiswa PGSD Universitas Negeri Semarang. Berbekal teori, materi, dan konsep yang telah diperoleh selama mengikuti proses perkuliahan, maka mahasiswa diharapkan dapat membandingannya dengan bentuk pelaksanaan pembelajaran yang ada di lapangan. Kegiatan KKL ini bertujuan agar mahasiswa PGSD Universitas Negeri Semarang yang merupakan calon guru sekolah dasar mengetahui seluk beluk serta berbagai aktivitas yang berlangsung di dalam kelas maupun di lingkungan sekolah, sehingga dengan dilakukannya kegiatan KKL ini mahasiswa diharapkan dapat memiliki bekal pegetahuan tentang kegiatan yang terjadi di SD dan dapat digunakan sebagai acuan pada saat nantinya terjun langsung di lapangan.

Bertempat di provinsi Bali, pada tahun 2010 mahasiswa semester 5 PGSD Universitas Negeri Semarang mengadakan kegiatan KKL. Dalam kegiatan KKL ini seluruh mahasiswa dibagi menjadi 5 kelompok besar yang akan melaksanakan kegiatan KKL di 5 SD yang berbeda. Sesuai dengan pembagian tugas yang telah ditentukan oleh pihak jurusan sebelumnya, kami dari kelompok 3 bertugas untuk  melaksanakan kegiatan KKL di SD Saraswati 1 Denpasar yang bernaung dibawah Yayasan Perguruan Rakyat Saraswati Denpasar.

Yang menjadi bahan observasi pada kegiatan KKLyang telah dilakukan ini terbagi menjadi 5 aspek, yaitu : (1) Manajemen Berbasis Sekolah (MBS), (2) PAIKEM/pembelajaran Inovatif, (3) Muatan Lokal (Mulok), (4) BK (Bimbingan dan Konseling) dan (5) PSM (Peran Serta Masyarakat).

(7)

B. RUMUSAN MASALAH

1. Bagaimanakah konsep dasar dari MBS, PAIKEM, Mulok, BK dan PSM di SD Saraswati 01 Denpasar ?

2. Bagaimanakah implementasi dari MBS, PAIKEM, Mulok, BK dan PSM di SD Saraswati 01 Denpasar ?

3. Bagaimanakah pengaruh penerapan dari MBS, PAIKEM, Mulok, BK dan PSM di SD Saraswati 01 Denpasar ?

4. Bagaimanakah pengaruh kebudayaan MBS, PAIKEM, Mulok, BK dan PSM di SD Saraswati 01 Denpasar ?

C. TUJUAN KEGIATAN

Dari rumusan masalah di atas, diharapkan kegiatan KKL ini dapat :

1. Mengetahui konsep dasar dari MBS, PAIKEM, Mulok, BK dan PSM di SD Saraswati 01 Denpasar.

2. Mengetahui implementasi dari MBS, PAIKEM, Mulok, BK dan PSM di SD Saraswati 01 Denpasar.

3. Mengetahui pengaruh penerapan dari MBS, PAIKEM, Mulok, BK dan PSM di SD Saraswati 01 Denpasar.

4. Mengetahui pengaruh kebudayaan MBS, PAIKEM, Mulok, BK dan PSM di SD Saraswati 01 Denpasar.

D. TEMPAT PELAKSANAAN

Tempat tujuan kegiatan KKL di SD Saraswati 01 Denpasar Bali, JL. GADUNG NO. 28A DENPASAR. Karena SD Saraswati 01 Denpasar Bali merupakan SD swasta yang dikelola oleh Yayasan Saraswati. Yaitu suatu yayasan yang mengelola sekolah swasta yang terdiri dari TK, SD, SMP, SMA, dan Perguruan Tnggi. Dan menurut keterangan para orang tua, SD Saraswati 01 Denpasar merupakan SD yang terkenal di Bali dan SD tersebut dapat menciptakan hubungan dengan masyarakat atau para orang tua dengan baik.

(8)

E. WAKTU PELAKSANAAN

Pelaksanaan observasi di SD Saraswati 01 Denpasar Bali menggunakan waktu Indonesia bagian tengah (WITA) yaitu Pada pukul 08.00 sampai 10.30 WITA, pada hari sabtu, tanggal 13 November 2010.

F. RENCANA KEGIATAN

Rencana kegiatan yang kami lakukan di SD Saraswati 01 Denpasar Bali yaitu : a) Pada pukul 08.00 sampai 09.00 WITA, melakukan observasi lapangan SD

Saraswati 2 Denpasar Bali.

b) Pada pukul 09.00 sampai 10.30 WITA, melakukan wawancara dengan pihak pihak yang bersangkutan yaitu kepala sekolah guru kelas dan.

G. METODE PEMBUATAN LAPORAN

Metode yang digunakan dalam penyusunan laporan KKL ini yaitu menggunakan metode observasi langsung dan wawancara.

(9)

BAB II

SD SARASWATI 01 DENPASAR

A. PROFIL SEKOLAH

Profil SD Saraswati 01 Denpasar Tahun Ajaran 2010/2011 1. IDENTITAS SEKOLAH

Nama : SD Saraswati 1 Denpasar Terakiditasi : A (Amat Baik)

Alamat : Jalan Gadung No. 28A Denpasar No.Tlp/Kode Pos : (0361) 245233 / 80223

Banjar : Merta Nadi

Desa : Dangin Puri Kangin Kecamatan : Denpasar Utara Kota : Denpasar Propinsi : Bali NSS : 102220901052 NPSN : 50103255 NSB : 001311780624047 NIS : 101560 NDS : 102209000

2. IDENTITAS KEPALA SEKOLAH

Nama : Ngakan Made Astagina, S.Pd Tempat/Tgl. Lahir : Gianyar, 31 Desember 1952 Pendidikan/Jurusan : S1 / PGSD

(10)

B. SEJARAH SEKOLAH

Sejarah Singkat SD Saraswati 1 Denpasar 

SD Saraswati 1 Denpasar berdiri pada tanggal 1 Januari 1953 sesuai Surat Keputusan Yayasan Perguruan Rakyat Saraswati Denpasar No. 11/PP/D.2a/1953 tanggal 1 Januari 1953

SD Saraswati 1 Denpasar terletak di Jalan Gadung No. 28A Denpasar, Telp. (0361) 245233. Ada di lingkungan Desa Dangin Puri Kangin, Kecamatan Denpasar Utara, Kodya Denpasar.

Nama Kepala Sekolah sejak Berdiri, sebagai berikut : 1. I. Gusti Putu Oka ; 1 Januari 1953

 – 

1 Agustus 1988

2. Ni Nengah Sukarini, BA ; 1 Agustus 1988

 – 

31 Desember 1999 3. Ngakan Made Astagina, A.Md ; 1 Januari 2000

 – 

saat ini

C. VISI SEKOLAH

Ikut serta dalam mencerdaskan kehidupan bangsa, menghasilkan lulusan yang berkualitas serta taqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa.

D. MISI SEKOLAH

1. Senantiasa berusaha memberikan pelayanan yang terbaik terhadap masyarakat pengguna jasa pendidikan.

2. Senantiasa berupaya meningkatkan prestasi di bidang akademis maupun non akademis.

3. Senantiasa berupaya meningkatkan rasa keimanan dan ketaqwaan siswa terhadap Tuhan Yang Maha Esa.

E. TUJUAN SEKOLAH

1. Mendukung dan menyukseskan program pemerintah yakni wajib belajar 9 tahun

(11)

2. Menuntaskan calistung (membaca, menulis, dan berhitung) khususnya kelas I, II, dan III.

3. Kelak setelah tamat dan lulus peserta didik mampu bersaing di tingkat yang lebih tinggi dengan lulusan dari sekolah lain, sehingga SD Saraswati 1 Denpasar tetap mendapat tempat di hati masyarakat

4. Disiplin dan budi pekerti anak meningkat serta dapat mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari baik disekolah, dirumah, maupun di masyarakat.

F KONDISI UMUM

Kondisi Objektif SD Saraswati 1 Denpasar 1. Bidang Pengajaran

Tahun pengajaran 2009/2010 SD Saraswati 1 Denpasar mempunyai kelas Paralel 3 dengan jumlah kelas 18 kelas dari kelas I sampai dengan VI. Dengan pembagian waktu belajaran sebagai berikut :

 Kelas Pagi

Hari Senin Upacara Bendera pukul 07.00 Kelas I : Pukul 07.30

 – 

10.00 Kelas II : Pukul 10.00

 – 

12.40 Kelas V dan VI : Pukul 07.30

 – 

12.40

 Kelas Siang

Kelas III dan IV : Pukul 13.00

 – 

17.40 a. Ekstrakurikuler

Untuk pengembangan bakat dan minat, SD Saraswati 1 memprogramkan kegiatan Ekstrakurikuler yang dapat diikuti oleh siswa kelas I sampai dengan VI dengan jadwal sebagai berikut :

(12)

No Nama Extra Jadwal Pelaksanaan 1 Sastra Sabtu, 11.30

 – 

13.30 2 Menabuh Minggu, 10.00- 12.00 3 Pencak Silat Minggu, 07.30

 – 

09.30 4 Pramuka Sabtu, 14.30

 – 

16.30 5 Melukis Minggu, 09.00

 – 

11.00 6 Drum Band Minggu, 16.00

 – 

18.00 7 Musik Minggu, 09.00

 – 

11.00 8 Magender Minggu, 08.00

 – 

09.30 9 Bhs. Inggris Minggu, 08.00

 – 

10.00 10 Basket Minggu, 16.00

 – 

17.30 11 Perpustakaan Selasa dan Jumat

12 UKS Setiap hari sekolah 12 Mading Minggu, 10.00

 – 

11.30 14 Menari Minggu, 08.00

 – 

10.00

Sabtu, 16.00

 – 

17.30 15 Paskib Sabtu, 16.00

 – 

17.30

b. Pengembangan Diri

Untuk pengembangan diri dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, SD Saraswati 1 melaksanakan persembahyangan bersama setiap purnama dan memberikan pendidikan pengembangan diri antara lain : Menganyam, Mejejaitan, melukis, Seni Tari, Seni Suara, Bahasa Jepang, Bahasa Inggris, Mekidung

(13)

2. Bidang Kesiswaan Seragam Siswa :

Senin

 – 

Selasa : Baju Putih, rompi merah, celana/rok merah, dasi merah

Rabu

 – 

kamis : Baju Putih, rompi biru, celana/rok biru, dasi biru Jumat

 – 

sabtu : Baju Batik, celana/rok biru

NB : - Olahraga : Pakaian olahraga, Sepatu hitam, kaos putih

a. DATA SISWA TAMAT DAN PUTUS SEKOLAH

NO TAHUN AJARAN JUMLAH SISWA JUMLAH LULUS PUTUS L P JML L P JML L P JML 1 2003/2004 61 55 116 61 55 116 - - -2 2004/2005 68 66 134 68 66 134 - - -3 2005/2006 67 58 125 67 58 125 - - -4 2006/2007 59 69 128 59 69 128 - - -5 2007/2008 67 58 125 67 58 125 - - -6 2008/2009 62 56 118 62 56 118 - - -7 2009/2010

b. DATA TAMPUNG SEKOLAH

NO TAHUN AJARAN JUMLAH TERDAFTAR JUMLAH DITERIMA PROSEN TASE L P JML L P JML % 1 2003/2004 79 71 150 79 71 150 100% 2 2004/2005 77 72 149 70 65 135 90.6% 3 2005/2006 69 65 134 63 58 121 90.3% 4 2006/2007 73 64 137 67 59 126 92.0%

(14)

5 2007/2008 69 81 161 69 81 150 93.2% 6 2008/2009 67 60 127 58 49 107 84.3% 7 2009/2010 85 69 154 76 58 134 87.0%

c. DATA MUTASI SISWA

NO TAHUN AJARAN

AWAL THN MASUK KELUAR AKHIR L P J L P J L P J L P J 1 2003/2004 443 397 840 2 6 8 25 20 45 420 383 803 2 2004/2005 429 393 822 10 8 18 25 13 38 414 388 802 3 2005/2006 408 381 789 12 5 17 22 19 41 398 367 765 4 2006/2007 398 368 766 2 8 10 17 17 34 383 359 742 5 2007/2008 394 370 764 9 12 21 14 13 27 389 369 758 6 2008/2009 380 359 739 7 7 14 16 11 27 371 355 726 7 2009/2010 385 357 742 3. Bidang Ketenagaan

Jumlah Guru dan Karyawan SD Saraswati 1 Denpasar adalah sebagai berikut : NO TINGKAT

PEND JUMLAH GURU KETERANGAN GT GTT DPK JML TU PENJ SAT 1 S1 7 4 11 2 2 D3 1 0 1 3 D2 1 2 3 4 SLTA 2 4 6 1 1 JUMLAH 11 10 21 4. Bidang Keuangan

a) Bersumber dari SPP anak/bulan

(15)

5. Bidang Sarana.Prasarana

SD Saraswati 1 Denpasar mempunyai :

NO JENIS BARANG JML KONDISI BAIK RR RB 1 Ruang Kelas 9

- -2 Ruang Guru 1

- -3 Ruang Kepsek 1

- -4 Ruang Tamu 1

- -5 Ruang Perpustakaan 1

- -6 Ruang UKS 1

- -7 Ruang KM/WC 9

- -8 Ruang Komputer 1

- -9 Ruang Kesenian 1

- -10 Ruang Kop. Sekolah 1

- -11 Bangku belajar siswa 216

-

-6. Bidang Humas

SD Saraswati 1 tetap mengadakan hubungan harmonis dengan masyarakat, sekolah dan intansi terkait di lingkungan sekitar.

7. Prestasi Yang Pernah Dicapai a). PRESTASI AKADEMIS

NO TAHUN

AJARAN JENIS LOMBA PRESTASI TINGKAT 1 2003/2004 - Matematika II III Kecamatan Kodya 2 2004/2005 - Matematika - Siswa Berprestasi tingkat SD II I II III Propinsi Kodya Kecamatan Kodya

(16)

3 2005/2006 - Karya tulis lingkungan hidup

Finalis Nasional 4 2006/2007 - Penulisan Surat

dan Esai Nasional II

Favorit I Tingkat SD Nasional 5 2007/2008 - Matematika III III Kodya Kodya 6 2008/2009 - Matematika - Bhs Inggris III III Kodya Kodya

b). PRESTASI NON AKADEMIS NO TAHUN

AJARAN

JENIS LOMBA PRESTASI TINGKAT 1 2003/2004 - Baca Puisi - Aktifitas dan Kreatifitas - Baca Puisi I II I Se-Bali Kodya Lokal 2 2004/2005 - Matembang - Melukis I I III I Local Kodya Kodya Lokal 3 2005/2006 - Gender Wayang - Geguritan - Langgam Indonesia XIX/2006 I I I Kecamatan Kecamatan Nasional 4 2006/2007 - Makendang - Gender wayang - Lagu Pop Bali - Baca Puisi - Langgam Indonesia

- Baca Puisi Ajeg - Mewarnai - Busana Adat II I II II Juara Umum I III II II Kecamatan Kecamatan Kodya Propinsi Nasional Lokal Lokal Lokal 5 2007/2008 - Bola Basket Putra

- Kejuaraan Catur I I

Lokal Lokal

(17)

- Sepak Bola - Sepak Bola - Kejuaraan Pencak  Silat III II II Lokal Lokal Lokal 2009/2010 - Lomba Komputer I III

(18)

BAB III

HASIL PENGAMATAN

I. MANAJEMEN BERBASIS SEKOLAH (MBS) A. Kegiatan MBS

1. Pengertian MBS

Myers dan Stonehill (1993) mengemukakan bahwa MBS merupakan stratgei untuk memperbaiki pendidikan dengan mentransfer otoritas pengambilan keputusan secara signifikan dari pemerintah pusat dan daerah ke sekolah-sekolah secara individual. Penerapan MBS memberikan kewenangan kepada kepala sekolah, guru, siswa, orang tua dan masyarakat untuk memiliki kontrol yang lebih besar dalam proses pendidikan dan memberikan mereka tanggung jawab untuk mengambil keputusan tentang anggaran, personil, dan kurikulum.

Pada menajemen berbasis sekolah, sekolah memiliki otonomi (kemandirian) untuk berbuat yang terbaik bagi sekolah. Ketergantungan pada tingkat pusat makin kecil, sehingga sekolah harus dewasa dan meyakini bahwa perubahan pendidikan tidak akan terjadi jika sekolah sendiri tidak melakukan perubahan. Tentu saja kemandirian ini menuntut kemampuan sekolah untuk  mengatur dan mengurus sekolahnya menurut prakarsanya sendiri berdasarkan aspirasi warga sekolah sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

1. Prinsip dan Karakteristik MBS Prinsip-prinsip dalam MBS antar lain: 1. Otonomi Sekolah

Yaitu kemandirian dalam mengatur dan mengurus dirinya sendiri (pengelolaan mandiri).

(19)

2. Fleksibilitas

Yaitu keluwesan-keluwesan yang diberikan kepada sekolah untuk  mengelola, memanfaatkan, dan memberdayakan sumber daya sekolah seoptimal mungkin untuk meningkatkan mutu sekolah.

3. Partisipasi

Yaitu penciptaan lingkungan yang terbuka dan demokratik. Warga sekolah dan masyarakat didorong untuk terlibat secara langsung dalam penyelenggaraan pendidikan, mulai dari pengambilan keputusan, pelaksanaaan, dan evaluasi pendidikan yang diharapkan dapat meningkatkan pendidikan.

4. Mutu Sekolah

Yaitu sasaran yang ingin dicapai oleh MBS.

Karakteristik sekolah yang melaksanakan MBS antara lain : 1. Proses belajar-mengajar yang efektivitasnya tinggi

2. Kepemimpinan sekolah kuat

3. Lingkungan sekolah aman dan tertib 4. Pengelolaan tenaga kependidikan efektif  5. Memiliki budaya mutu

6. Memiliki tim kerja yang kompak, cerdas, dan dinamis 7. Memiliki kewenangan (kemandirian)

8. Partisipasi tinggi dari warga sekolah dan masyarakat 9. Memiliki keterbukaan (transparasi) manajemen 10. Memiliki emauan untuk berubah

11. Melakukan evaluasi dan perbaikan secara berkelanjutan 12. Sekoalh responsive dan antisipatif terhadap kebutuhan 13. Memiliki komunikasi yang baik 

14. Memiliki akuntabilitas

(20)

2. Penerapan MBS di SD Saraswati 01 1. Program Pengajaran

Observasi MBS yang dilaksanakan tentang bagian program pengajaran terdapat beberapa format yang harus diobservasi. Format-format itu antara lain sebagai berikut :

1. Recana program Pembelajaran

Di SD Saraswati 01 rencana program pembelajaran sudah ada cukup baik  karena pembelajaran di sana sangat menekankan pada keaktifan siswa. 2. Jadwal pengajaran

Jadwal pengajaran sudah tersusun secara sistemik oleh pihak sekolah, baik  mengenai jam mengajar guru, jam tiap mapel, minggu evektif, pembagian  jam bagi kelas tinggi dan kelas rendah dll.

3. Program evaluasi

Di SD Saraswati 01 dalam melakukan evaluasi terhadap peserta didik  selama pembelajaran sama dengan SD lainnya yaitu dengan mengadakan test pada setiap akhir semester. Untuk mengevaluasi dan monitoring pelaksanaan program yang telah dirancang, diadakan rapat satu bulan sekali. Rapat dipimpin oleh kepala sekolah dan diikuti oleh semua jajaran yang ada dibawahnya. Dalam rapat ini, dibahas apa yang menjadi kendala guru dalam proses belajar mengajar, dan keberhasilan serta kegagalan selama proses belajar mengajar.

4. Daftar evaluasi belajar Sudah ada disetiap kelas. 5. Daftar penyerahan STTB, ada. 6. Rekapitulasi kenaikan kelas, ada. 7. Hubungan masyarakat

Hubungan sekolah dan masyarakat terjalin baik dan akrab. Pihak sekolah ikut aktif dalam kegiatan masyarakat atau banjai dan banjar, membantu

(21)

mengatasi kendala

 – 

kendala yang dihadapi sekolah. Apabila banjar dirasa pihak sekolah dibutuhkan bantuannya, tidak ada keluhan siswa terhadap pelayanan yang diberikan sekolah. Sekolah selalu mengupayakan untuk menjalin komunikasi yang baik di dalam maupun di luar sekolah. Sekolah ini bisa dikatakan memiliki akuntabilitas karena ketika ada rapat selalu melibatkan pihak orangtua siswa sehingga ada keterbukaan dan pertanggungjawaban terkait pendidikan anak didik. Untuk memecahkan suatu masalah yang asangat besar sekolah akan meminta bantuan komite sekolah,kemudian apabila masih belum terpecahkan akan diajukan ke yayasan.

8. Fungsi yang Didesentralisasikan ke sekolah

Proses belajar mengajar yang dilaksanakan pada SD I saraswati, dapat dikatakan baik dan berhasil. Hal ini melihat beberapa prestasi yang telah dicapai SD I saraswati tiap tahun, baik dalam kegiatan akademis maupun kegiatan non

 – 

akademis. Meskipun memiliki kurikulum mandiri, tetap kurikulum ini mengacu pada kurikulum acuan nasional. Pihak sekolah hanya mengembangkan kurikulum. Dalam masalah perencanaan, semua pihak sekolah yang terkait untuk pembuatan perencanaan periode I tahun ajaran. Fasilitas yang disediakan sekolah untuk menunjang proses belajar mengajar, fasilitas pelayanan kesehatan serta kebersihan dari sekolah sudah baik, sekolah bersih dan layak pakai.

2. Bagian Kesiswaan

Observasi MBS yang dilaksanakan tentang bagian program pengajaran terdapat beberapa format yang harus diobservasi. Format-format itu antara lain sebagai berikut :

1. Pendaftaran calon murid baru

Ketika tahun ajaran baru, sekolah membuka pendaftaran murid baru, mengisi formulir pendaftaran dan uang pendaftaran Rp 50.000,00.

(22)

Persyaratannya adalah usia minimal 6 tahun dan harus lulusan TK. Apabila belum lulusan TK, diadakan tes terlebih dahulu untuk  mengetahui kemampuan anak.

2. Daftar murid baru

Anak yang telah mendaftarkan diri akan didata dan formulir dikumpulkan menjadi satu untuk diseleksi. Setelah pihak sekolah menyeleksi calon murid baru, akan ditetapkan murid baru yang akan diterima menjadi murid SD Saraswati 1, kemudian dimasukkan dalam daftar murid baru. 3. Buku induk murid

Murid yang sudah dipastikan untuk diterima menjadi murid SD Saraswati 1 akan dimasukkan ke dalam buku induk murid dengan diberikan NIS (Nomor Induk Siswa)

4. Jumlah siswa menurut tingkat : jenis kelamin, usia, asal Ada. Terdapat di ruang Tata Usaha

5. Papan observasi

Ada di tiap kelas dan menjadi tanggungjawab guru kelas. 6. Presensi harian murid

Ada di tiap kelas.

Kelas bekerja sama dengan TU. Presensi sudah ada di masing-masing kelas, tetapi untuk buku absensi siswa terdapat di TU yang selalu merekap. Apabila ada siswa yang berhalangan hadir bisa izin lewat TU, bisa melalui telepon kemudian di data di buku absensi siswa.

7. Rekap presensi murid bulanan

Pihak TU bekerja sama dengan tukang kebun untuk mencatat di tiap kelas, dilakukan tiap bulan.

8. Daftar nilai raport Ada tiap kelas.

(23)

9.

9. Surat permohonan pindahSurat permohonan pindah

Ada. Bisa minta di TU sekolah yang bersangkutan untuk diberikan ke Ada. Bisa minta di TU sekolah yang bersangkutan untuk diberikan ke sekolah yang dituju. Apabila anak sudah diterima di sekolah yang dituju, sekolah yang dituju. Apabila anak sudah diterima di sekolah yang dituju,

maka harus memberikan “surat keterangan bahwa ia telah diterima”

maka harus memberikan “surat keterangan bahwa ia telah diterima”

kepada sekolah yang ditinggalkan. Orangtua melakukan pengisian data, kepada sekolah yang ditinggalkan. Orangtua melakukan pengisian data, mengisi data di formulir yang telah disediakan dan surat pindah. Orangtua mengisi data di formulir yang telah disediakan dan surat pindah. Orangtua mengajukan syrat permohonan kepada kepala sekolah dan diteruskan mengajukan syrat permohonan kepada kepala sekolah dan diteruskan lewat dinas.

lewat dinas. 10.

10. MutasiMutasi

Pada bulan Oktober ada 1 orang siswa laki-laki yang keluar dan 2 orang Pada bulan Oktober ada 1 orang siswa laki-laki yang keluar dan 2 orang siswa yang masuk ke SD Saraswati 1.

siswa yang masuk ke SD Saraswati 1. 11.

11. Catatan peserta UASCatatan peserta UAS

Ada. Didokumentasikan dalam stopmap di TU, didapat dari Dinas. Ada. Didokumentasikan dalam stopmap di TU, didapat dari Dinas. 12.

12. Tanda peserta UASTanda peserta UAS

Ada. Diberikan oleh Dinas. Ada. Diberikan oleh Dinas. 13.

13. Daftar masuk SLTPDaftar masuk SLTP

Terdapat data yang masuk dari Dinas, berkaitan dengan UAN dan Terdapat data yang masuk dari Dinas, berkaitan dengan UAN dan hasilnya, kemudian didaftar.

hasilnya, kemudian didaftar. 14.

14. Rekap murid naik kelasRekap murid naik kelas

Ada di tiap kelas. Merupakan tanggungjawab guru kelas. Ada di tiap kelas. Merupakan tanggungjawab guru kelas.

3.

3. Bagian KepegawaianBagian Kepegawaian

Bagian kepegawaian ini mencakup dari semua warga sekolah tersebut Bagian kepegawaian ini mencakup dari semua warga sekolah tersebut mulai dari guru dan karyawan yang bersangkutan di SD Saraswati 01. mulai dari guru dan karyawan yang bersangkutan di SD Saraswati 01. Observasi MBS yang dilaksanakan tentang bagian kepegawaian terdapat Observasi MBS yang dilaksanakan tentang bagian kepegawaian terdapat beberapa format yang harus diobservasi. Format-format itu antara lain beberapa format yang harus diobservasi. Format-format itu antara lain sebagai berikut :

sebagai berikut : 1.

(24)

Di SD Saraswati 1 Denpasar, daftar rencana kebutuhan dari guru dan Di SD Saraswati 1 Denpasar, daftar rencana kebutuhan dari guru dan pegawai telah tercantum dalam RAPBS (Rencana Anggaran Penerimaan pegawai telah tercantum dalam RAPBS (Rencana Anggaran Penerimaan dan Belanja Sekolah). Daftar rencana kebutuhan guru dan pegawai dan Belanja Sekolah). Daftar rencana kebutuhan guru dan pegawai disusun pada awal tahun pembelajaran. Untuk kebutuhan diluar daftar disusun pada awal tahun pembelajaran. Untuk kebutuhan diluar daftar rancangan kebutuhan yang telah ditentukan di RAPBS, akan diambilkan rancangan kebutuhan yang telah ditentukan di RAPBS, akan diambilkan dari anggaran tak terduga/cadangan.

dari anggaran tak terduga/cadangan. 2.

2. Usulan Pengadaan Guru dan PegawaiUsulan Pengadaan Guru dan Pegawai

Dalam hal pengadaan guru dan pegawai, sekolah diberi Dalam hal pengadaan guru dan pegawai, sekolah diberi kewenangan/otonomi oleh yayasan untuk mengangkat guru atau pegawai kewenangan/otonomi oleh yayasan untuk mengangkat guru atau pegawai sesuai dengan kebutuhan sekolah saat itu. Mengingat SD I Saraswati sesuai dengan kebutuhan sekolah saat itu. Mengingat SD I Saraswati sebagai SD swasta, maka tenaga kependidikan berstatus non

sebagai SD swasta, maka tenaga kependidikan berstatus non

 – 

 – 

PNS,PNS, dengan kualifikasi hampir semua S1. Guru akan dipekerjakan sesuai dengan kualifikasi hampir semua S1. Guru akan dipekerjakan sesuai bidang kependidikannya.

bidang kependidikannya. 3.

3. Usulan Kenaikan Pangkat, Golongan dan GajiUsulan Kenaikan Pangkat, Golongan dan Gaji

Seperti halnya di sekolah negeri, guru di SD Saraswati 1 Denpasar juga Seperti halnya di sekolah negeri, guru di SD Saraswati 1 Denpasar juga berhak mengusulkan kenaikan pangkat golongan serta gaji. Kenaikan berhak mengusulkan kenaikan pangkat golongan serta gaji. Kenaikan pangkat golongan dan gaji diperkenankan bagi guru yang telah memenuhi pangkat golongan dan gaji diperkenankan bagi guru yang telah memenuhi syarat kenaikan dan dilakukan secara berkala 2 tahun sekali.

syarat kenaikan dan dilakukan secara berkala 2 tahun sekali. 4.

4. Buku catatan penilaian guruBuku catatan penilaian guru

Dalam observasi yang telah dilakukan, di SD Saraswati 1 Denpasar tidak  Dalam observasi yang telah dilakukan, di SD Saraswati 1 Denpasar tidak  memiliki buku catatan penilaian guru. Kepala sekolah melakukan memiliki buku catatan penilaian guru. Kepala sekolah melakukan penilaian hanya saat guru mengusulkan kenaikan pangkat atau saat guru penilaian hanya saat guru mengusulkan kenaikan pangkat atau saat guru mengajukan persyaratan sertifikasi.

mengajukan persyaratan sertifikasi. 5.

5. Daftar urutan pangkat golongan / daftar urutan kepangkatanDaftar urutan pangkat golongan / daftar urutan kepangkatan

Daftar urutan pangkat golongan / daftar urutan kepangkatan ini dituliskan Daftar urutan pangkat golongan / daftar urutan kepangkatan ini dituliskan secara lengkap mulai dari identitas, pangkat golongan, pendidikan secara lengkap mulai dari identitas, pangkat golongan, pendidikan terakhir, hingga keterangan surat pengangkatan yang dituliskan pada terakhir, hingga keterangan surat pengangkatan yang dituliskan pada papan dan dipasang di ruang Tata Usaha.

(25)

6.

6. Daftar penilaian pekerjaanDaftar penilaian pekerjaan

Kepala sekolah tidak memiliki daftar penilaian kinerja guru maupun Kepala sekolah tidak memiliki daftar penilaian kinerja guru maupun karyawan, jadi tidak diketahui perkembangan dari guru atau karyawan karyawan, jadi tidak diketahui perkembangan dari guru atau karyawan tersebut.

tersebut. 7.

7. Buku Cuti guru dan pegawaiBuku Cuti guru dan pegawai

Di SD Saraswati 1 Denpasar, ketika seorang guru atau pegawai hendak  Di SD Saraswati 1 Denpasar, ketika seorang guru atau pegawai hendak  cuti dari tugasnya, maka ia wajib meminta izin kepada kepala sekolah dan cuti dari tugasnya, maka ia wajib meminta izin kepada kepala sekolah dan menuliskan permohonan cuti tersebut beserta alasannya ke dalam buku menuliskan permohonan cuti tersebut beserta alasannya ke dalam buku yang telah disediakan. Sehingga kepala sekolah selalu tahu keberadaan yang telah disediakan. Sehingga kepala sekolah selalu tahu keberadaan para guru dan pegawainya.

para guru dan pegawainya. 8.

8. Surat Permintaan PensiunSurat Permintaan Pensiun

Seorang guru yang telah memenuhi umur untuk mengajukan usulan Seorang guru yang telah memenuhi umur untuk mengajukan usulan pensiun atau guru tersebut telah merasa tidak mampu melanjutkan pensiun atau guru tersebut telah merasa tidak mampu melanjutkan mengajar yang dikarenakan faktor usia, maka ia wajib mengajukan surat mengajar yang dikarenakan faktor usia, maka ia wajib mengajukan surat permintaan permohonan pensiun kepada kepala sekolah dan kepala permintaan permohonan pensiun kepada kepala sekolah dan kepala yayasan. Surat-surat permintaan/permohonan pensiun tersebut akan yayasan. Surat-surat permintaan/permohonan pensiun tersebut akan dikelola oleh staf administrasi yang bertugas.

dikelola oleh staf administrasi yang bertugas.

Aturan syarat usia pensiun di SD Saraswati 1 Denpasar adalah 56 tahun Aturan syarat usia pensiun di SD Saraswati 1 Denpasar adalah 56 tahun untuk guru dan pegawai. Akan tetapi bagi guru akan diberikan untuk guru dan pegawai. Akan tetapi bagi guru akan diberikan kesempatan perpanjangan 3 tahun mengajar dengan pergantian status kesempatan perpanjangan 3 tahun mengajar dengan pergantian status menjadi tenaga guru honorer.

menjadi tenaga guru honorer. 9.

9. Surat Permintaan Pembayaran PensiunSurat Permintaan Pembayaran Pensiun

Pembayaran pensiun akan diberikan pada saat guru tersebut telah selesai Pembayaran pensiun akan diberikan pada saat guru tersebut telah selesai mengajukan syarat pensiun dan resmi berhenti mengajar dari SD tersebut. mengajukan syarat pensiun dan resmi berhenti mengajar dari SD tersebut. 10.

10. Daftar Presensi Guru dan PegawaiDaftar Presensi Guru dan Pegawai

Daftar presensi guru dan pegawai dicatat dalam dua media yaitu papan Daftar presensi guru dan pegawai dicatat dalam dua media yaitu papan yang dipasang diruang guru serta dalam buku catatan kehadiran guru dan yang dipasang diruang guru serta dalam buku catatan kehadiran guru dan pegawai.

(26)

11. Data Kepegawaian

Data kepegawaian juga dicatat dalam dua media yaitu dalam bentuk  papan yang ditempel di ruang administrasi dan juga dicatat dalam buku catatan khusus kepegawaian guru dan karyawan.

12. Kartu pribadi guru dan pegawai

Dalam observasi yang dilakukan, dewan guru dan pegawai di SD Saraswati 1 Denpasar tidak dibekali dengan kartu pribadi

4. Bagian Administrasi Keuangan

Biaya/keuangan dalam pendidikan merupakan suatu komponen yang sangat penting dalam menunjang kelancaran pelaksanaan kegiatan di sekolah tersebut. Untuk fungsi keuangan SD I Saraswati diserahkan pada TU, dimana pengurus TU membuat laporan keuangan administrasi. Sumber dana pendidikan adalah dari Bantuan Operasional Sekolah (BOS), dan sebagian lagi dari sumbangan sukarela dari orang tua murid. Siswa dapat memanfaatkan fasilitas dari sekolah dengan baik. SD I Saraswati sanggup menciptakan iklim belajar yang kondusif dalam proses belajar mengajar.

Administrasi keuangan ini berhubungan dengan pelaksanaan operasional sekolah ataupun siswa, misal biaya untuk membeli perlengkapan, biaya untuk studi banding , dan biaya untuk bahan praktek siswa, dan lain-lain. Adapun administrasi keuangan di SD Saraswati 01 meliputi :

1. Buku kas utama

Ada. Buku kas utama berupa laporan pemasukan dan pengeluaran pendapatan sekolah, yang kemudian ditempel di papan pengumuman 2. Buku kas pembantu

Laporan pemasukan dan pengeluaran sekolah yang berasal dari dana pendamping, dana BOS, ddl. Laporan kemudian ditempel di papan pengumuman agar para orangtua dapat mengetahui untuk apa saja dana yang terkumpul di sekolah.

(27)

3. Rangkuman penerimaan dan pengeluaran

Semua uang yang masuk dan keluar dicatat untuk LPJ, semua tersusun dengan rapi

4. Laporan penerimaan dan pengeluaran baik tingkat kecamatan, kabupaten, propinsi

Kecamatan tidak memberikan dana untuk sekolah, sehingga tidak ada laporannya.

Penerimaan dana dari kabupaten tidak ada yang ada adalah rangkuman penerimaan dan pengeluaran dana hibah dan pendamping dari kota Denpasar. Setiap tahun mendapatkan Rp50.000,00/siswa.

Dana diperoleh dari pemerintah provinsi, disebut dengan dana provinsi. Setiap tahun mendapat Rp25.000,00/siswa.

5. Bagian Administrasi Perlengkapan Barang

Administrasi perlengkapan barang mencakup semua perlengkapan yang ada di sekolah tersebut guna menunjang pelaksanaan kegiatan pembelajaran. Administrasi perlengkapan barang tidak hanya mencakup dalam lingkup kantor saja, tetapi juga ruangan kelas dan juga perpustakaan sekolah. Administrasi perlengkapan berisi tentang pengadaan barang, penyimpanan, perbaikan alat-alat, pengkodean dan penginventarisasian barang yang masuk maupun yang keluar.

Administrasi kelengkapan barang pada SD I Saraswati , terbilang lengkap dan terorganisir secara baik. Untuk pengurusan administrasi, inventaris barang diserahkan pada staf tata usaha, yaitu Ni Made Dwi Setyaningsih beserta rekan kerjanya. Setiap tahun pengurus tata usaha melakukan pengecekan inventaris barang, ruang, kelas, beserta inventaris lainnya. Untuk pemeriksaan barang, ruang dan kelas pihak tata usaha akan akan menerima usulan dari wali kelas masing

 – 

masing, untuk pengusulan barang apa saja yang diperlukan dan yang perlu diganti atau pun diperbarui

(28)

serta diperbaiki. SD I Saraswati merupakan SD berstatus swasta, dan bernaung dibawah satu yayasan dengan SD II Saraswati. Untuk kartu inventaris gedung, masing

 – 

masing SD tersebut memiliki kartu inventaris mandiri tetapi untuk kepemilikan menjadi satu yaitu kepemilikan yayasan. Administrasi kelengkapan barang, sudah lengkap dan sangat menunjang kegiatan belajar mengajar. Namun pada inventaris kendaraan, SD I saraswati tidak memiliki inventaris kendaraan.

Dalam observasi kami di SD Saraswati 01 menggunakan beberapa format instrument, antara lain adanya :

1. Buku pemeriksaan perlengkapan barang 2. Buku infentaris ruangan / kelas

3. Kartu infentaris/barang lunak dan keras 4. Kartu infentaris gedung

5. Kartu infentaris kendaraan 6. Inventaris barang lain 7. Usulan pengadaan barang

8. Usulan pengadaan barang dan ruangan

6. Sesi Wawancara dengan Kepsek Sebagai Nara Sumber

SD Saraswati 1 memiliki tujuan, kebijakan, dan sasaran mutu yang  jelas. Ini terlihat pada terpampangnya visi misi yang dipasang pada aula yang

digunakan untuk kegiatan ekstra kurikuler tari. Staf dan karyawan tata usaha SD Saraswati merupakan suatu sumber daya yang cukup berkualitas. Karyawan pada setiap bagiannya melakukan pencatatan dan pembukuan yang rinci dan jelas bahkan sampai ke hal-hal yang kecil sekalipun. Karena termasuk sekolah favorit di Bali maka untuk prestasi siswa tidak di ragukan lagi. Untuk masuk SD Saraswati 1 para calon siswa diadakan tes masuk dan tes fisik terlebih dahulu. Tes masuk ini diadakan dalam rangka setiap siswa yang masuk di SD Saraswati 1 harus sudah mempunyai ketrampilan membaca

(29)

permulaan dan sehat jasmani rohani. SD Saraswati 1 tidak mempunyai fokus dan pelanggan siswa. Siswa yang masuk umumnya berasal dari keluarga menengah keatas dan tidak fokus pada masyarakat sekitar. input manajemen semua berpusat pada pegawai TU. Segala bentuk input telah diatur dan awasi oleh bagian tata usaha.

Dalam merumuskan visi, misi dan tujuan sekolah dilakukan bersama-sama semua staf yang ada di SD Saraswati 01. Walaupun satu yayasan dan satu kompleks dengan SD Saraswati 02 visi, misi dan tujuan sekolah berbeda. Sekolah diberikan kebebasan dalam mengelola rumah tangganya. Sedangkan untuk melakukan rencana peningkatan mutu, kepala sekolah membuat rencana dan kemudian akan dirapatkan dengan semua jajaran yang ada dibawahnya. Apakah setuju atau tidak, apabila tidak setuju akan dibahas jalan keluarnya. Salah satu contoh peningkatan mutu yang telah berjalan selama ini adalah dengan adanya mata pelajaran pengembangan diri seperti Bahasa Inggris, tari,dan berbagai ekstrakulikuler seperti langgam, basket, drum band dll. Dengan adanya pengembangan diri ini diharapkan siswa mampu mengembangkan bakat dan minatnya semaksimal mungkin, sekolah sudah memfasilitasi semuanya. Dari ketiga macam pengembangan diri tersebut SD Saraswati 01 telah menunjukkan prestasinya di bidang drum band, SD Saraswati 01 menjadi juara umum tingkat nasional sebanyak dua kali.

Untuk merumuskan sasaran mutu yang baru, sekolah akan mengadakan rapat intern terlebih dahulu. Memusyawarahkan apa yang akan dilaksanakan untuk meningkatkan mutu sekolah dan belum pernah dilaksanakan di SD Saraswati 01, kemudian hasil musyawarah akan diajukan ke yayasan untuk disetujui.

SD Saraswati 1 memiliki keterbukaan manajemen yang selalu berupaya agar ada perubahan dan perbaikan dalam melakukan manajemen. Di sekolah tersebut, kepala sekolah mempunyai 3 orang wakil yaitu 1 di bidang kurikulum, 1 di bidang sarpras (sarana prasarana), dan 1 di bidang humas

(30)

(hubungan masyarakat). Wakil kepala sekolah yang bertugas di bidang humas besar peranannya apabila berkaitan dengan jejaring sosial khususnya ketika mengadakan evaluasi dan perbaikan yang dilaksanakan berkelanjutan di sekolah.

“Sekolah mengadakan rapat rutin 1

bulan 1 kali, menerima masukan dari guru

dan orangtua siswa sebagai koreksi”, tutur Ngk. Md. Astagina, S.Pd. yang

merupakan kepala SD Saraswati 1 ketika beliau diwawancarai (13/11).

Berdasarkan wawancara tersebut diketahui bahwa rapat tersebut dilakukan secara rutin. Di dalam forum, mereka, peserta rapat yang meliputi pihak sekolah dan orangtua siswa membahas tentang kelemahan-kelemahan yang ada dan memberikan solusi untuk perbaikan bersama termasuk juga saling intropeksi tentang kinerja guru. Selain itu, mereka juga membahas tentang masalah-masalah siswa. Hal demikian bisa dibahas secara langsung ataupun tidak.

Dalam melakukan analisis SWOT, yang dilakukan sekolah bersama dewan guru adalah mengidentifikasi dahulu kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman. Kemudian menilai yang mana yang menduduki peringkat pertama dan memerlukan suatu penanganna khusus.

3. Analisis SWOT SD Saraswati 01 Denpasar

1. Kekuatan (Strength)SD Saraswati 01 Denpasar adalah :

a. Memiliki prestasi di bidang ekstra kurikuler yang bagus, seperti grup drum band

b. Memiliki Mata pelajaran mulok berupa bahasa asing yang dapat menambah kompetensi siswa seperti bahasa Jepang

c. Memiliki Kepala sekolah, guru, dan staff yang berkompeten di bidangnya

(31)

2. Kelemahan (weakness) SD Saraswati 01 Denpasar adalah :

a. Lahan sekolah sempit sehingga penambahan sarana dan prasarana yang berupa gedung mengalami kendala.

b. Tidak memiliki perpustakaan yang memadai.

c. Satu lokasi dan berdampingan dengan SD Sarawawati 02 Denpasar sehingga persaingan antara kedua sekolah sangat terasa

d. Guru yang dimiliki baru sebagian besar masih Diploma, yang sudah menempuh Sarjana hanya 3 orang.

e. Karena dikelola oleh yayasan yang bersifat swasta sehingga keterlibatan orang tua / wali murid dan masyarakat secara umum kurang bagi SD Sarawati 01 Denpasar.

3. Kesempatan (opportunity)yang dimiliki SD Sarawati 01 Denpasar : a. Dengan adanya otonomi yang diberikan kepada sekolah, maka sekolah

dapat mengembangkan kegiatan-kegiatan potensial yang dapat membanggakan sekolah, misalnya di bidang budaya lokal

b. Mampu mempertahankan prestasi yang diraih seperti juara nasional. 4. Ancaman (threat)yang ada di SD Sarawati 01 Denpasar :

a. Suasana sekolah yang ramai kurang mendukung pembelajaran yang berlangsung baik di kelas maupun di luar kelas

b. Karena terletak satu lokasi dengan tingkat pendidikan yang lebih tinggi, pengaruh pergaulan berdampak bagi anak usia SD.

II. PEMBELAJARAN AKTIF, INOVATIF, KREATIF, EFEKTIF, DAN MENYENANGKAN (PAIKEM)

A. Konsep Dasar PAIKEM 1. Dasar Pemikiran

Pembelajaran dilandasi strategi yang berprinsip pada: 1. Berpusat pada peserta didik 

(32)

3. Suasana yang menarik, menyenangkan, dan bermakna

4. Prinsip pembelajaran aktif, Inovatif, kreatif, efektif, dan menyenangkan (PAIKEM)

5. Mengembangkan beragam kemampuan yang bermuatan nilai dan makna 6. Belajar melalui berbuat, peserta didik aktif berbuat

7. Menekankan pada penggalian, penemuan, dan penciptaan 8. Pembelajaran dalam situasi nyata dan konteks sebenarnya 9. Menggunakan pembelajaran tuntas di sekolah

2. Pengertian PAIKEM

PAIKEM adalah singkatan dari Pembelajaran Aktif, Inovatif, Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan. Aktif dimaksudkan bahwa dalam proses pembelajaran guru harus menciptakan suasana sedemikian rupa sehingga siswa aktif bertanya, mempertanyakan, dan mengemukakan gagasan.

Pembelajaran inovatif bisa mengadaptasi dari model pembelajaran yang menyenangkan. Learning is fun merupakan kunci yang diterapkan dalam pembelajaran inovatif. Jika siswa sudah menanamkan hal ini di pikirannya tidak  akan ada lagi siswa yang pasif di kelas, perasaan tertekan dengan tenggat waktu tugas, kemungkinan kegagalan, keterbatasan pilihan, dan tentu saja rasa bosan.

Membangun metode pembelajaran inovatif sendiri bisa dilakukan dengan cara diantaranya mengakomodir setiap karakteristik diri. Artinya mengukur daya kemampuan serap ilmu masing-masing orang. Contohnya saja sebagian orang ada yang berkemampuan dalam menyerap ilmu dengan menggunakan visual atau mengandalkan kemampuan penglihatan, auditory atau kemampuan mendengar, dan kinestetik. Dan hal tersebut harus disesuaikan pula dengan upaya penyeimbangan fungsi otak kiri dan otak kanan yang akan mengakibatkan proses renovasi mental, diantaranya membangun rasa percaya diri siswa.

Kreatif dimaksudkan agar guru menciptakan kegiatan belajar yang beragam sehingga memenuhi berbagai tingkat kemampuan siswa. Menyenangkan adalah

(33)

suasana belajar-mengajar yang menyenangkan sehingga siswa memusatkan

 perhatiannya secara penuh pada belajar sehingga waktu curah perhatiannya (“time

on t

ask”) tinggi.

Menurut hasil penelitian, tingginya waktu curah perhatian terbukti meningkatkan hasil belajar. Keadaan aktif dan menyenangkan tidaklah cukup jika proses pembelajaran tidak efektif, yaitu tidak menghasilkan apa yang harus dikuasai siswa setelah proses pembelajaran berlangsung, sebab pembelajaran memiliki sejumlah tujuan pembelajaran yang harus dicapai. Jika pembelajaran hanya aktif dan menyenangkan tetapi tidak efektif, maka pembelajaran tersebut tak  ubahnya seperti bermain biasa.

B. Penerapan PAIKEM dalam Proses Pembelajaran

Secara garis besar, PAIKEM dapat digambarkan sebagai berikut:

1. Siswa terlibat dalam berbagai kegiatan yang mengembangkan pemahaman dan kemampuan mereka dengan penekanan pada belajar melalui berbuat.

2. Guru menggunakan berbagai alat bantu dan berbagai cara dalam membangkitkan semangat, termasuk menggunakan lingkungan sebagai sumber belajar untuk menjadikan pembelajaran menarik, menyenangkan, dan cocok  bagi siswa.

3. Guru mengatur kelas dengan memajang buku-buku dan bahan belajar yang lebih

menarik dan menyediakan „pojok baca‟

4. Guru menerapkan cara mengajar yang lebih kooperatif dan interaktif, termasuk  cara belajar kelompok.

5. Guru mendorong siswa untuk menemukan caranya sendiri dalam pemecahan suatu masalah, untuk mengungkapkan gagasannya, dan melibatkam siswa dalam menciptakan lingkungan sekolahnya.

PAIKEM diperlihatkan dengan berbagai kegiatan yang terjadi selama KBM. Pada saat yang sama, gambaran tersebut menunjukkan kemampuan yang

(34)

perlu dikuasai guru untuk menciptakan keadaan tersebut. Berikut adalah tabel beberapa contoh kegiatan KBM dan kemampuan guru yang besesuaian.

C. Pelaksanaan pendekatan PAIKEM di SD Saraswati 01

Dalam laporan pendekatan PAIKEM yang digunakan ini kami mengamati dari kelas tinggi dan kelas rendah, yaitu kelas satu dan kelas lima. Pada saat itu kelas satu terdapat pembelajaran Bahasa Indonesia sedangkan kelas lima terdapat pembelajaran mekidung atau mulok yang berkaitan dengan tembang-tembang agama Hindu. Lebih jelasnya demikian hasil pengamatan yang telah kami lakukan: 1. Peran Guru dan Siswa

a. Peran Guru 1. Fasilitator

Dalam pembelajaran guru senantiasa memfasilitasi siswa untuk belajar, diantaranya pada kegiatan mekidung guru mefasilitasi siswa untuk dapat menyanyi dengan teks lagu

2. Motivator

Sebagai motivator guru senantiasa memberikan dukungan kepada siswanya untuk rajin dan semangat dalam belajar. Dikelas tinggi guru sering memberikan penguatan positif bagi siswa yang aktif, sering maju, sering menjawab pertanyaan dsb, sehingga siswa lebih terdorong untuk aktif dan mengejakan tugas guru di kelas. Pada kelas satu guru memotivasi pengembangan keaktifan siswa dengan mengerjakan soal bagi siswa yang selesai mengerjakan soal terlebih dahulu mendapat reward dengan memperoleh nilai lebih baik dan dinilai terlebih dahulu daripada teman-temannya.

3. Informator

Dalam pembelajarannya guru senantiasa memberikan informasi tentang pengetahuan baru kepada siswa. Diantaranya selain memberikan teks lagu guru juga menginformasikan arti dari lirik lagu tersebut.

(35)

4. Transformator

Sebagai transformator guru berusaha untuk menerjemahkan, memberikan contoh memperagakan sistem nilai dalam berinteraksi dengan siswa. Hal ini dapat dilihat suatu ketika siswa kesusahan dalam memanjangkan pensil, guru membantu mereka, bahkan ketika siswa kesulitan untuk membuka makanan waktu istirahat guru juga membantu membukanya. Pada kegiatan tersebut guru menerjemahkan nilai tolong-menolong dan membantu teman yang kesusahan secara langsung memberikan contoh dalam interaksinya dengan siswa.

5. Transmitor

Guru harus meneruskan nilai tersebut kepada siswa melalui ketauladanan. Hal ini tampak ketika siswa mengalami kesulitan karena tidak membawa pensil guru menjadi contoh bagi siswa-siswanya dengan meminjamkan pensil kepada siswa tersebut.

6. Organisator

Guru sebagai organisator harus menciptakan lingkungan yang kondusif, dapat dipertanggungjawabkan secara profesional, intelektual dan moral baik kepada siswa. Dalam upaya tersebut guru membagi kelas menjadi empat regu sesuai dengan deret bangku, untuk membantu mempermudah waktu maju penilaian, sehingga siswa tidak berdesak dan berebutan menilaiakan pekerjaan mereka.

7. Inovator

Sebagai pembeharu yang berkaitan dengan pengetahuan ini guru senantiasa memberikan ilmu-ilmu baru yang disajikan melalui materi pelajaran. Meskipun dalam mekidung yang hanya bernyanyipun siswa mendapat pengetahuan baru tentang arti kata.

Dari hasil tersebut dapat diketahui bahwa guru sudah melaksanakan perannya dengan baik dalam melaksakan tugas upaya menciptakan pembelajaran yang optimal dengan pendekatan PAIKEM meskipun tidak 

(36)

semua semua aspek dilaksanakan dalam tiap pembelajaran, namun secara keseluruhan guru sudah mampu menciptakan suasana yang kondusif.

b. Peran Siswa

1. keaktifan siswa

Mulai dari awal kegiatan sudah terlihat keaktifan siswa dalam mengikuti proses pembelajaran. Hal ini tampak dengan siswa berlomba untuk  bertanya ketika diberi kesempatan bertanya oleh guru. Begitu pula antusias siswa dalam menjawab dan berpendapat, ketika diberi soal oleh guru dan meminta untuk menjawab, maka anak-anak sangat bersemangat mengangkat jari bahkan berlomba cepat sehingga terpilih untuk menjawab pertanyaan tersebut.

2. antusisme dan perhatian siswa

Semua siswa memperhatikan penyampaian materi yang diberikan oleh guru serta mengerjakan dengan baik tugas yang telah diberikan, hal tersebut menunjukkan bahwa antusiasme dan perhatian siswa tinggi. Hal tersebut  juga didukung dengan pengaturan posisi tempat duduk, dimana siswa yang kurang mampu diposisikan di depan sehingga lebih termotivasi dan dapat memperhatikan pelajaran dengan baik untuk meningkatkan kemampuannya, sedangkan siswa yang sudah pandai diposisikan dibelakang jadi kelas sangat kondusif, tidak rame dibelakang karena siswa pandai lebih cenderung berminat dala pelajaran.

3. siswa memberi apresiasi

Apresiasi disini siswa dapat memberikan timbal balik dalam pembelajaran dengan membuat kalimat sesuai petunjuk guru untuk kelas satu, sedangkan kelas lima siswa memberikan apresiasi dengan mengartikan satu persatu lirik yang dibacakan oleh guru.

(37)

4. siswa melakukan kegiatan

Kegiatan yang dilakukan kelas satu yaitu menulis tegak bersambung, membuat kalimat dan kemudian berlomba untuk dapat membacakan hasil pekerjaan mereka. Sedangkan siswa kelas lima setelah menulis lirik lagu dan berlatih bersama, siswa berebutan untuk maju dan menyayikan lagu yang baru saja dipelajrainya.

5. siswa dapat memecahkan masalah

Pada siswa kelas lima, dalam kegiatan menyanyi mereka maju secara kelompok lima siswa, walaupun awalnya berebutan namun pada akhirnya mereka dapat merapikan barisan dan bernyanyi dengan kompak. Sedangkan pada kelas satu siswa dapat menyelesaikan masalah melalui menyelesaikan tugas dengan baik.

2. Kurikulum

a. Penggunaan RPP Pakem

Dalam praktek mengajarnya guru-guru di SD Saraswati 01 ini dari kelas rendah sampai kelas tinggi menggunakan RPP yang telah ditetapkan bersama oleh daerah setempat. Namun kemudian dikembangkan dan di sesuaikan dengan kondisi siswa, masyarakan dan di SD tersebut.

b. Sumber Belajar

Sebagaimana materi yang diajarkan, sumber belajar berasal dari buku panduan, LKS, Guru, lingkungan setempat, agama hindu, dsb.

c. Lingkungan Sebagai Sumber Belajar

Sudah ada, terutama pada pelajaran mekidung. Karena mekidung itu merupakan nyanyian orang Hindu yang berkenaan dengan upacara adat. Jadi pembelajaran itu berdasarkan keadaan yang biasa dialami dijumpai siswa dalam lingkungannya.

(38)

d. Tambahan Jam Pelajaran

Pada kelas rendah tambahan jam pelajaran sering dilaksanakan guru untuk  siswa yang kurang mampu pada saat istirahat. Untuk kelas tinggi sendiri tambahan jam pelajaran tidak selalu dilaksanakan dalam setiap harinya, biasanya dilaksanakan pada hari senin, rabu dan jumat. Namun, pada kelas rendah maupun kelas tinggi, mereka semua mendapat jam tambahan ekstra dan mulok.

Kurikulum yang digunakan SD Saraswati 01 sebagaimana kurikulum yang ditetapkan oleh daerah, serta RPP yang masih ditetapkan pula melalui pengembangan-pengembangan yang disesuaikan dengan kondisi sekolah, siswa serta lingkungan belajar di SD tersebut. Dengan demikian secara keseluruhan penggunaan kurikulum disini sudah baik.

3. Strategi Pembelajaran

a. Penggunaan Model Pembelajaran Inovatif 

Model pembelajaran yang dilakukan oleh guru pada SD Saraswati 01 ini kebanyakan menggunakan model pembelajaran terpadu yang saling mengaitkan antara pelajaran yang satu dengan mata pelajaran yang lain, materi sebelum dan materi yang sedang yang diajarkan, serta mengacu pada pembelajran yang mengitkan dengan lingkungan keseharian siswa.

b. Penggunaan Metode yang Efektif 

Dari hasil pengematan menunjukkan bahwa tidak semua kelas menggunakan metode pembelajaran yang efektif, sebagaimana dikelas satu yang hanya menggunkan metode ceramah saja. Namun, dilain pihak pada siswa kelas Vb menggunakan metode yang cukup efektif dalam meningkatkan keefektifan siswa yakni dengan diskusi pada kelompok kecil.

c. Pengelolaan Kelas

Dalam kelas guru harus dapat mengkondisikam keadaan fisik dan sosial kelas sehingga kelas menjadi nyaman dan mendukung proses belajara

(39)

mengajar. Dalam rangka menciptakan kondisi kelas yang sedemikian rupa, pada tiap awal semester guru mengkonsikan tempat duduk siswa ini sesuai prestasi mereka di kelas, jadi siswa yang pandai duduk dibelakang sedangkan siswa yang kurang duduk di bagian depan. Selain itu guru juga memposisikan tiap deret bangku siswa menjadi regu yang mereka pakai satu semester tersebut. Deret pertama regu A, deret kedua regu B, deret ketiga regu C dan begitu seterusnya. Hal ini dilakukan agar siswa tidak rame berjejal dan berebutan ketika menilaian pekerjaan pada guru. Jadi pada saat penilaian guru tinggal memanggila regu manan yang harus menilaikan pekerjaan ya terlebih dahulu.

d. Pembelajaran Terpadu

Pengguanaan pembelajaran terpadu belum terlihat dengan jelas, masih menekankan pada satu mata pelajaran, namun guru sudah mengaitkan anatara pelajaran sebelumnya dengan pelajaran yang akan dilkukan pada saat itu sehingga beban siswa untuk berfikir berat kurang karena sudah ada kaitan dengan pelajaran yang sudah dilaluinya dan dialaminya, jadi siswa akan lebih mudah dalam mengungkapkan pikirannya dan turut aktif dalam pembelajaran e. Tata Tertib

Tata tertib yang digunakan oleh guru di kelas merupakan tata tertib yang telah ditentukan secara bersama antara siswa dan guru. Misal pada pelajaran bahasa Inggris dengan materi maju untuk memperagakan percakapan, sanksi bagi siswa yang tidak mau maju sudah ditetapkan bersama guru dan siswa saat pelajaran dimulai. Demikian pula dengan regu di kelas, posisi tempat duduk, baris dan berdoa sebelum pulang, ketua kelas maju kedepan untuk memimpin doa, bersalaman dengan guru sebelum dan selesai  jam pelajaran, semua peraturan tersebut ditetapkan bersama sehingga siswa

(40)

4. Penilaian Kompetensi Guru a. Penguasaan Materi (A)

Guru-guru di SD Saraswati 01 ini tampak sangat menguasai materi pelajaran yang mereka bawakan di dalam kelas. Salah satunya pada guru kelas V yang mengajarkan materi mekidung, guru mampu menyanyikan dengan baik, mengetahui makna lagu, mengetahui kegunaan lagu dengan baik  meskipun Guru merupakan guru kelas bukan guru seni musik. Begitu pula dengan guru-guru kelas yang lain yang paham benar materi yang disampaikan. Maka guru-guru tersebut pantas mendapat nilai A berkenaan dengan penguasaan materi pelajaran.

b. Kemampuan Membuka Pelajaran (A)

Membuka pelajaran di mulai dengan masuk kelas secara tertib dan berbaris lalu bersalaman dan mencium tangan guru. Saat semua siswa sudah duduk rapi di kelas, bersama-sama mengucapkan salam kepada guru dan ketua kelas maju kedepan memimpin doa. Kemudian guru melakukann presensi, menanyakan pelajaran kemarin dan memberikan informasi tentang materi yang akan dibahas pada pertemuan tersebut. Dalam hal ini guru sudah dapat membuka pelajaran dengan baik bahkan mengaitkan pelajaran sebelum dengan yang akan dilaksanakan, dengan demikian guru mendapat nilai A karena kompetensinya yang baik.

c. Kemampuan Bertanya (A)

Secara spontan guru bertanya kepada siswa yang tidak aktif, kurang mampu dan siswa-siswa lain yang sekiranya harus ditanya untuk dapat mengikuti proses pembelajaran dengan baik. Selain itu secara spontan guru  juga mampu bertanya dan menjawab pertanyaan siswa yang berkaitan dengan

materi. Sehingga kemampuan guru tidak diragukan lagi dan nilainya A. d. Kemampuan Mengadakan Variasi Pembelajaran (AB)

Dalam menggunakan variasi pembelajaran ini guru masih dirasa kurang, kebanyakan guru seringnya hanya menggunakan metode ceramah dan

(41)

penugasan, meskipun ada yang sudah menggunakan variasi pembelajaran dengan diskusi kelompok dan sebagainya.

e. Kejelasan dan Penyajian Materi (A)

Dalam penyajian materi sudah jelas, hal ini ditunjukkan dengan keberhasilan siswa menjawab dan mengerjakan tugas yang diberikan guru setelah pemberian materi selesai. Hanya saja yang membedakan disini kemampuan siswa itu sendiri, ada yang cepat mengerjakan karena kemampuannya yang cukup tinggi dan anak yang kurang dikelas biasanya mengerjakan lebih lambat.

f. Kemampuan Mengelola Kelas (AB)

Kemampuan guru dalam mengelola kelas sudah baik, karena kelas-kelas dapat terkondisi sebagaimana yang diharapakn dapat mendukung dalam proses pembelajaran. Selain posisi duduk dan regu kelas, guru juga beruasaha

supaya semua siswa memperhatikan dengan baik agar mampu menguasai materi dengan baik,memberikan motivasi untuk terus belajar, menegur dan mengingatkan siswa yang tidak memperhatikan. Meskipun demikian siswa yang berada dibelakang kadang tidak memperhatikan guru, namun karena siswa yang berada di belakang adalah siswa yang pandai tetap saja mereka dapat menguasai pelajaran.

g. Kemampuan Menutup Pelajaran (A)

Menutup pelajaran dilakukan guru dengan memberikan penguatan materi yang telah dipelajari, pemberian tugas dirumah untuk kepentingan pertemuan selanjutnya, kemudian berdoa. Setelah itu siswa berbaris dan satu persatu dari regu pulang sambil bersalaman dengan guru terlebih dahulu.

h. Ketepatan Materi Pelajaran (AB)

Materi pelajaran yang disampaikan pada pelajaran bahasa Indonesia kelas satu SD itu menulis tegak bersambung dengan rapi, materi ini sudah cukup tepat karena kerapian dalam menulis haruslah diajarkan sejak dini

(42)

sebagaimana kelas satu ini agar anak menjadi terbiasa untuk menulis dengan rapi. Sedangkan materi yang diberikan pada kelas lima mekidung dengan bernyanyi serta mengartikan dan memahami arti lirik juga tepat, karena usia anak kelas lima sudah mampu untuk memahami akan peribadatan mereka, sehingga dalam beribahnya mereka tau maksud dan tujuannya. Walaupun sedikit kurang efisien karena mereka sudah mempelajari dirumah saat beribadah. Maka ini masih dirasa kurang.

5. Media pembelajaran a. Audio

Di dalam kelas terlihat adanya speaker yang terpasang di sisi kanan tembok kelas, namun dalam pembelajarannya kami belum temukan adanya penggunaan media berupa audio tersebut, guru hanya berceramah seperti biasanya guru mengajar di SD yang pernah kami jumpai sebelumnya.

b. Visual

Di dalam kelas-kelas yang kami jumpai terdapat bahwa kelas tersebut sangat kaya dengan pajangan-pajangan gambarnya, mulai dari papan tempat duduk siswa, gambar berbagai macam anyaman, gambar makanan, hewan-hewan, gambar pemandangan, jam kedatangan siswa, dan masih banyak lagi yang lainnya. Semua gabar tersebut dapat membantu siswa dalam kegiatan beljar mengajar serta membantu meningkatkan kemampuan anak.

c. Audio Visual

Di dalam kelas-kelas tersebut tidak terdapat dan guru juga tidak  menggunakan media audio visual.

d. Alat Peraga

Alat peraga biasa digunakan pada pembelajaran yang memerlukan alat peraga seperti IPA dan matematika, sedangkan untuk pembelajaran Bahasa Indonesia seperti yang kami amati kemarin tidak menggunakan alat peraga dalam proses pembelajarannya.

(43)

Penggunaan media pembelajaran oleh guru di SD Saraswati 02, meskipun belum memanfaatkan media yang ada secara optimal namun pemilihannya sudah cukup tepat guna dan cukup memadai kebutuhan siswa untuk meningkatkan kemampuan dan membantu terhadap proses belajar mengajar di dalam kelas.

6. Evaluasi Pembelajaran a. Pre tes

Pada pembelajarannya guru tidak menggunakan pos tes, karena guru merupakan guru kelas jadi sudah paham akan kemampuan siswa-siswanya sehingga pelaksanaan pos tes dirasa tidak perluu. Hanya saja di awal guru bertanya jawab dengan siswa tentang materi sebelumnya baru kemudian dilnjutkan pada materi yang akan dibahas pada hari itu.

b. Kuis

Dalam kegiatan pengamatan disana kami juga tidak mrnjumpai adanya pelaksanaan kuis pada pembelajaran.

c. Post test

Pada pembelajarannya guru disana menggunakan penilaian proses dan hasil. Penilaian hasil disini dapat disebut juga penilaian dengan pos tes karena berada diakhir kegiatan. Hanya saja tidak dapat disebut pos tes karena tidak  ada pre tes. Jadi hanya penilaian biasa.

d. Penilaian proses

Dalam setiap kegiatan pembelajaran guru berputar-putar melihat pekerjaan setiap siswanya, hal tersebut dilaksanakan dalam rangka menilai seperti apa proses kegiatan yang dilakukan siswa serta sampai mana pemahaman siswa tentang suatu materi. Selain itu, pada pembelajaran membuat kalimat penilaian proses juga dilakukan oleh guru dengan meminta siswa membacakan hasil kalimatnya sebelum tugas dan KBM selesai.

(44)

e. Pengayaan

Pengayaan dilaksanakan kepada siswa yang mempunyai kemampuan lebih dibanding teman-teman yang lain. Pengayaan ini berupa pemberian tugas tambahan, ketika mengerjakan soal dan siswa ini selesai lebih dahulu kemudian pekerjaan siswa tersebut di nilai dan meminta siswa melanjutkan ke tugas halaman berikutnya sampai siswa lain juga selesai mengerjakan tugas yang pertama tadi.

f. Remidial

Untuk kelas rendah, dalam remidial guru memakai sistem bahwa siswa yang kurang mampu, diberi pekerjaan rumah sampai pekerjaan yang telah dicapai oleh siswa lain di kelas, sehingga siswa yang kurang menjadi mampu mengerjakan tugas sebagaimana yang lain, hanya saja waktunya berbeda sebagai kegiatan remidial. Berbeda dengan kelas rendah, pada kelas tinggi biasa menggunakan kegiatan remidial dengan menambah jam bagi siswa yang kurang saat jam pelajaran berakhir.

Secara keseluruhan dari semua penilaian yang dilakukan oleh guru pada SD Saraswati 02 sudah baik. Penilaian tidak hanya dilakukan pada akhir kegiatan saja, namun juga diawal sebelum pembelajaran dengan tanya jawab dan penilaian proses kegiatan siswa yang dapat meningkatkan semangat siswa dalam mengerjakan tugas selanjutnya.

Disamping itu ada hal lain yang perlu diperhatikan sebagai tambahan yang belum pernah dilakukan pada SD sebelumnya yang kami jumpai yakni penilaian dilakukan per regu secara bergantian dan antri sehingga anak-anak  tidak berebutan di depan guru untuk menilaikan hasil pekerjaannya. Regu tersebut dibentuk pada awal masuk kelas satu, sehingga sudah menjadi kesepakatan antara guru dan siswa.

(45)

III. MUATAN LOKAL (MULOK) A. PENGERTIAN MULOK

Muatan lokal diartikan sebagai program pendidikan yang isi dan media penyampaiannya dikaitkan dengan lingkungan alam, lingkungan sosial dan lingkungan budaya serta kebutuhan pembangunan daerah yang perlu diajarkan kepada siswa.

Isi dalam pengertian di atas adalah bahan pelajaran yang digunakan untuk mencapai tujuan muatan lokal Sedangkan media penyampaian merupakan metode dan sarana yang digunakan dalam penyampaian isi muatan lokal.

Kegiatan belajar mengajar yang bermuatan lokal harus mencakup baik  isi maupun media penyampaiannya. Misalnya, pada suatu daerah tertentudianggapperiumelestarikan pakaian tradisional daerah sedangkan dalam kurikulum terdapat pokok bahasan mengenai kebutuhan pakaian. Untuk maksud tersebut dalam mengajarkan subpokok bahasan kebutuhan pakaian, selain fungsi dan jenis pakaian secara nasional, guru juga membahas tentang pakaian yang mencakup antara lain tentang arti dari bagian-bagian penting dari pakaian adat, cara memakainya, dan kapan serta di mana pakaian adat itu pantas digunakan, baik di masa kini maupun di masa lalu. Di samping itu guru juga mengajak murid untuk menemutunjukkan apa perbedaan pakaian adat masa lalu dan masa kini serta persamaan dalam nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. Cara penyajian yang sederhana dapat menggunakan gambar-gambar yang melukiskan penggunaan pakaian adat masa lalu dan masa kini. Dengan cara demikian maka isi dan media penyampaian dapat menunjang tercapainya tujuan muatan lokal yaitu antara lain murid dapat meningkatkan pengetahuan mengenai daerahnya dan murid dapat menjadi lebih akrab dengan lingkungannya dan terhindar dari keterasingan terhadap lingkungannya sendiri.

(46)

Lingkungan alam adalah Lingkungan hidup dan tidak hidup yang mencakup komponen bi natang dan tanaman beserta tempat tinggalnya dan hubungan timbal balik antar komponen tersebut. Jadi dalam lingkungan alam terdapat ekosistem antara lain kolam, tambak, sungai, hutan, tanah kebun, lapangan rumput, sawah, keindahan alam, beserta isinya.

Secara geografis lingkungan alam ini dapat dibagi menjadi lingkungan pantai, dataran rendah, dataran tinggi dan pegunungan/gunung dengan ekosistem yang terdapat di dalamnya.

Lingkungan sosial adalah lingkungan yang mencakup hubungan timbal balik (interaksi) antara manusia satu dengan lainnya sesuai dengan peraturan-peraturan yang berlaku di lingkungan tersebut. Contoh-contoh lingkungan sosial antara lain adalah interaksi antarmanusia yang terdapat dalam lingkungan sekolah. lingkungan kelurahan/desa, Rukun Warga, Rukun Tetangga, dan lembaga=lembaga formal seperti: Koperasi Unit Desa, Puskesmas, dan Posyandu, serta lembaga-lembaga informal seperti: Subak di Bali dan sejenisnya.

Lingkungan budaya adalah lingkungan yang mencakup segenap unsur budaya yang dimiliki masyarakat di suatu daerah tertentu.Termasukdi dalamnya antara lain adalah kepercayaan, kebiasaan-kebiasaan, adat istiadat, aturan-aturan yang umumnya tidak tertulis (misalnya, tata krama dan tata cara pergaulan dengan orang tua sendiri atau orang lain yang usianya lebih tua, pergaulan dengan teman sebayadan tetangga),nilai-nilai, sertapenampiIan perlambang-perlambangyangmenyatakanperasaan, yang antara lain terdapat dalam upacara adat/tradisional, bahasa daerah (aksara, tutur kata, dan rasa bahasa daerah), dan kesenian daerah (termasuk tari-tarian daerah).

Keterpaduan antara lingkungan alam, sosial dan budaya pada hakikatnya membentuk suatu kehidupan yang memiliki ciri tertentu yang disebutpo/a kehidupan. Jadi pola kehidupan masyarakat mencakup interaksi antar anggota masyarakat berkenaan dengan kehidupan mereka sehari-hari.

Referensi

Dokumen terkait

Praktek Pengalaman Lapangan (PPL) Bimbingan dan Konseling di sekolah merupakan salah satu kegiatan yang bersifat intrakurikurer sehingga harus dilaksanakan oleh

Praktek Pengalaman Lapangan (PPL) Bimbingan dan Konseling di sekolah merupakan salah satu kegiatan yang bersifat intrakurikurer sehingga harus dilaksanakan oleh

Tugas yang dilaksanakan adalah membantu guru BK dalam membantu kegiatan yang mendukung pendidikan Bimbingan Konseling. Kegiatan tersebut meliputi pembuatan media

Program Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) Bimbingan dan Konseling (BK) Universitas Negeri Yogyakarta yang dilaksanakan pada semester khusus 2015 memberikan

Program Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) Bimbingan dan Konseling (BK) Universitas Negeri Yogyakarta yang dilaksanakan pada semester khusus 2015 memberikan kesempatan

Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) Bimbingan dan Konseling di Sekolah merupakan salah satu kegiatan latihan yang bersifat intrakurikuler sehingga harus dilaksanakan

Selama Ibu bertugas sebagai Guru Pembimbing Khusus pada sekolah inklusi di SD TUMBUH 1 Yogyakarta, apakah Guru Bimbingan Konseling juga seringelakukan konsultasi dengan

Bimbingan belajar yang dilaksanakan di SD N 1 Sedayu berupa program remedial bagi siswa yang belum mencapai ketuntasan dalam belajar. Program remedial dilaksanakan