NASKAH APA KABAR JOGJA
Judul : Lesunya investasi di daerah
Lokasi : Yogyakarta
Reporter & Camerawan : Ikki
Tanggal Liputan : 21 maret 2006
Iklim bisnis dan investasi di Indonesia/ pada masa sekarang ini masih kalah kondusif jika dibandingkan dengan negara-negara lain seperti Singapura/ Malaysia/ bahkan Myanmar sekalipun// Ketertarikan investor untuk menanamkan modalnya di negara-negara tersebut tentunya didasari dengan berbagai pertimbangan// pada dasarnya Indonesia adalah negara yang kaya akan sumber daya alam/ yang bisa dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya// Hanya saja/ peran pemerintah pusat dan daerah dalam regulasi kebijakan seringkali tidak sejalan/ sehingga memunculkan permasalahan tersendiri// Peneliti INSPECT/ M. Fikron/ dalam sebuah diskusi terbatas menyampaikan pendapatnya akan pentingnya penciptaan iklim kondusif bagi investasi //
=========statement M. Fikron (Peneliti INSPECT)==============
(....investor akan memilih tempat investasi dari sisi kemanan, dll...) ---BAJU HITAM
Sementara itu/ Darmagupta/ seorang pengamat masalah ekonomi dan sosial/ yang juga menjadi peneliti di Institute of Public Policy and Economic Studies menambahkan/ bahwa sebenarnya pemerintah tidak perlu memberlakukan proses perijinan yang rumit dan berbelit-beli/ karena itu hanya akan membebani investor dan mungkin malah akan mengurangi minat investasi// Dalam pandangannya/ ia menganalogikan dengan model penjualan pulsa seluler//
==========statement Darmagupta (Pengamat Ekonomi Sosial)============
(...”ibaratnya seperti voucher perdana seluler...”)---BAJU KOTAK-KOTAK
Di akhir wawancara dengan reporter Apa Kabar Jogja/ M. Fikron memberikan saran dan rekomendasi kepada pemerintah daerah agar investasi kembali menggeliat// Menurutnya Pemda perlu memfasilitasi sistem layanan terpadu untuk penanaman modal dengan menyederhanakan proses perijinan/ memutakhirkan atau merevisi rencana tata ruang wilayah/ menurunkan tarif pajak/dan memperbaiki hubungan industrial yang menjamin keberlangsungan produktivitas usaha//
NEWS PRESENTER :