• Tidak ada hasil yang ditemukan

REVIEW OF DETERMINING DRY RUBBER CONTENT ON PROCESSING RUBBER SHEET

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "REVIEW OF DETERMINING DRY RUBBER CONTENT ON PROCESSING RUBBER SHEET"

Copied!
12
0
0

Teks penuh

(1)

REVIEW OF DETERMINING DRY RUBBER CONTENT ON PROCESSING RUBBER SHEET

Ikha Rasti Julia Sari1 dan Januar Arif Fatkhurahman1

1Balai Besar Teknologi Pencegahan Pencemaran Industri

Jl. Ki Mangunsarkoro No.6, Telp. 024 - 8310216/Fax. 024-8414811 Semarang-50136 Email : [email protected]

ABSTRACT

Dry Rubber Content (DRC) used as standard to adding chemical material in ribbed smoked sheet process. DRC data was not accurate can effect in quality of product. Review determine DRC is aim to compare good methods on market or standard method so get the right method, accurate, effective and applicative to use in rubber sheet production process. Process of getting DRC in laboratory standard need until 12 hours. In fact, a big plantation determine the DRC did not suitable with the standard and only based on rubber dry weight deviation done with the manual way. Dielectric capacitance and photoelectric technology is an innovation in the determination of dry rubber content which need to be developed and customized to the needs of industrial rubber sheet, in order to determine the value of dry rubber content can be done effectively and accurately.

(2)

KAJIAN PENENTUAN KADAR KARET KERING PADA PENGOLAHAN KARET SHEET

Ikha Rasti Julia Sari1 dan Januar Arif Fatkhurahman1

1Balai Besar Teknologi Pencegahan Pencemaran Industri

Jl. Ki Mangunsarkoro No.6, Telp. 024 - 8310216/Fax. 024-8414811 Semarang-50136 Email : [email protected]

ABSTRAK

Kadar Karet Kering (KKK) dipakai sebagai standar dalam pemberian bahan

kimia untuk pengolahan karet sheet. Data kadar karet kering yang tidak akurat akan

berimbas pada mutu produk. Kajian penentuan kadar karet kering ini bertujuan untuk

membandingkan beberapa metode baik yang ada di pasaran maupun metode

standar sehingga diperoleh metode yang tepat, akurat, efektif dan aplikatif untuk

digunakan pada proses pengolahan karet sheet asap. Proses untuk mengetahui

kadar KKK sesuai dengan standar alat laboratorium memerlukan waktu hingga 12

jam. Kenyataannya, perkebunan besar menentukan KKK tidak sesuai standar dan

hanya berdasarkan selisih berat kering karet yang diperoleh secara manual sehingga

memberikan hasil yang kurang akurat. Teknologi kapasitansi dielektrik dan

photoelectric merupakan inovasi penentuan kadar karet kering dalam lateks yang

perlu dikembangkan dan disesuaikan dengan kebutuhan industri karet sheet, agar

penentuan nilai KKK dapat dilakukan secara efektif dan akurat.

(3)

PENDAHULUAN

Kebijakan Industri Nasional yang tertuang dalam Peraturan Presiden Nomor

28 tahun 2008, industri karet dan plastik merupakan bagian dari kelompok industri

yang diprioritaskan dalam pengembangannya. Kualitas karet alam sekarang ini

masih rendah, oleh sebab itu diperlukan peningkatan kualitas bahan olah karet alam

(Sannia dkk., 2013). Dalam Sa’id, dkk.(2005) Blow dan Hepburn menyatakan karet

alam memiliki daya elastis atau daya lenting yang sempurna, plastisitas yang baik,

kepegasan yang tinggi dan keteraturan geo-metri yang tinggi, yang menambah kuat

tarik pada saat direnggangkan. Keunggulan ini yang belum bisa digantikan oleh karet

sintetis.

Karet Ribbed Smoked Sheet (RSS) atau sering disebut dengan karet sheet

termasuk jenis karet alam konvensional, dimana pengolahannya dilakukan oleh

perkebunan besar dengan menggunakan peralatan yang lebih baik dan dengan

kapasitas yang lebih besar. (Utomo, dkk., 2004) Tahapan yang paling kritis pada

pengolahan karet RSS adalah proses pengenceran lateks kebun, jumlah asam yang

ditambahkan pada proses penggumpalan dan proses pengasapan.

Kadar Karet Kering (KKK) adalah kandungan padatan karet per satuan berat

(%). (Juliasari, dkk., 2014) menyatakan KKK merupakan salah satu data yang

diperlukan untuk menghitung asam formiat dalam proses penggumpalan. KKK

menjadi salah penentu kualitas mutu produk karet.

Komponen terbesar dari dalam lateks adalah partikel karet dan air. Tingginya

nilai KKK menyatakan kandungan air dalam lateks semakin rendah (Sulasri dkk.,

2014). Berdasarkan Maspanger (2005) membagi klasifikasi mutu lateks kebun

didasarkan kadar kering yaitu mutu I dengan kadar kering minimal 28% dan mutu II

dengan kadar kering minimal 20% atau di bawah 28%. Dalam pengolahan karet

sheet nilai KKK digunakan untuk sebagai dasar untuk menentukan jumlah kebutuhan

air pada proses pengenceran lateks sampai diperoleh Kadar Karet Baku (Kadar

Karet Standar). Proses pengenceran yang terlalu encer akan mengakibatkan

koagulum (bekuan) yang terlalu lunak, sehingga mudah robek pada saat

penggilingan. Sebaliknya jika koagulum terlalu keras, akan mengakibatkan

(4)

terlalu lama. Kondisi ini akan mempengaruhi mutu karet sheet berdasarkan green

book yang diterbitkan oleh International Rubber Quality and Packing Conference (IRQPC), (IS 15361, 2003).

Kadar karet kering dalam pengolahan karet sheet memegang peranan penting

dan berpengaruh terhadap mutu karet. Parameter KKK ini berperan dalam kalkulasi

penentuan pengenceran lateks dan penambahan bahan kimia, yang berpengaruh

juga pada biaya produksi. Dalam perkembangannya penentuan KKK terus

mengalami perkembangan dari mulai tahapan yang sederhana berupa estimasi

kasar sampai dengan analisis laboratorium yang mengedepankan akurasi, ditambah

dengan perkembangan teknologi beberapa tahun terakhir ini dengan pendekatan

viskositas, kapasitansi elektrolit, maupun sensor photoelectric. Dalam tulisan ini akan

dipaparkan secara detail perkembangan prosedur penentuan KKK dengan beberapa

kelebihan dan kekurangannya yang merupakan bagian pengolahan karet sheet,

sehingga nantinya dapat dijadikan data awal bagi kegiatan penelitian lain yang

berfokus pada pengembangan penentuan KKK sesuai kebutuhan industri.

PEMBAHASAN

Penentuan KKK merupakan salah satu bagian dalam menjaga mutu

pengolahan karet sheet dan acuan pokok penambahan bahan kimia proses.

Berbagai metode penentuan KKK dilakukan dimana masing-masing mempunyai

kelebihan dan kekurangan. (Purbaya,dkk., 2011) Kadar karet kering pada lateks

tergantung dari beberapa faktor antara lain jenis klon, umur pohon, waktu

penyadapan, musim, suhu udara serta letak tinggi dari permukaan laut Batasan

pembahasan tulisan ini, penentuan KKK dibagi menjadi tiga kategori; estimasi,

analisis laboratorium, dan pendekatan teknologi, dengan pembagian sebagai berikut;

1. Estimasi

Pendekatan penentuan KKK dengan estimasi memiliki kelebihan dan

kekurangan. Kelebihan dari metode estimasi yaitu mendapatkan nilai KKK secara

cepat, namun mempunyai kekurangan bahwa hasil yang diperoleh memiliki nilai

akurasi yang rendah hanya merupakan estimasi fisik dengan penimbangan

(5)

lapangan, dimana membutuhkan hasil yang cepat untuk melakukan pembayaran

ke pengepul lateks.

Pendekatan penentuan KKK dengan cara estimasi ini, diantaranya;

- Pembobotan Lateks

Pada metode penentuan KKK dengan pembobotan lateks (Kumara, 2006),

secara umum lateks hanya melewati tahapan proses penyaringan,

pengukuran volume dengan penanda volume, dan estimasi berdasarkan berat

kasar, seperti terlihat pada gambar 1.

Gambar 1. Penentuan KKK menggunakan Metode Pembobotan Lateks

Dengan hanya dua tahapan singkat tersebut dapat dilihat bahwa metode ini

cukup sederhana, cepat tetapi memberikan nilai KKK secara kasar.

Penentuan dengan metode ini umumnya hanya digunakan sebagai acuan

pembayaran kepada penyadap karet.

- Metode Metrolac

Secara umum Metrolac tidak dapat dijadikan acuan baku sebagai penentu

KKK, hal ini dikarenakan menurut (Smith, 1947);

1. Densitas partikel lateks tidak diketahui secara pasti dan bervariasi

tergantung pada faktor yang mempengaruhi mutu lateks secara umum

2. Serum pada lateks bukan merupakan komposisi tunggal seperti air, namun

merupakan multikomponen dengan campuran seperti protein dan garam

3. Lateks yang baru disadap merupakan cairan yang terlalu kental yang

(6)

bacaan nilai yang stabil, sehingga untuk mendapatkan bacaan yang stabil

perlu ditambahkan air pada lateks, dimana secara substansi fisika

mempengaruhi densitas yang pada akhirnya akan merusak korelasi

densitas dan KKK.

Penentuan KKK dengan metode metrolac mendasarkan pada pengukuran

densitas lateks. Asumsi mendasar yang menyebabkan kurang tepatnya

penentuan KKK menggunakan metrolac adalah densitas dan KKK mempunyai

korelasi yang linier (Kumara, 2006).

Gambar 2. Penentuan KKK menggunakan Metode Metrolac

Secara umum tahapan utama proses penentuan KKK menggunakan metode

Metrolac, lateks uji diencerkan dan ditempatkan pada tempat dengan bukaan

berbentuk silinder. Metrolac ditempatkan pada tabung silinder berisi lateks

tersebut dan akan membaca skala KKK pada lateks uji.

- Metode Ujicoba Koagulasi

Metode ujicoba koagulasi ini secara umum banyak digunakan di perkebunan.

Secara umum tahapan analisa adalah lateks diencerkan dengan air dalam

perbandingan 1 : 1, dibagi menjadi 2 sampel dengan volume masing-masing

sampel adalah 5 liter, kemudian ditambahkan 300-350 ml larutan asam

formiat 1% sampai tergumpal sempurna. Koagulum dicetak dalam mesin roll

dan dipress, dikeringkan dengan dihilangkan secara manual menggunakan

(7)

10 gr dimana 1/5 dari berat kedua sampel menunjukkan kandungan karet

dalam gr/ liter. Sebagai kendali mutu, menimbang masing-masing sampel

secara terpisah untuk melihat deviasinya.

Kondisi di lapangan yang dilakukan menunjukkan bahwa untuk kendali mutu

jarang/ hampir tidak pernah dilakukan, karena lateks yang datang harus

segera diolah sebelum menggumpal secara alami yang akan menurunkan

mutu lateks.

Gambar 3. Penentuan KKK menggunakan Metode Ujicoba Koagulasi

2. Analisis Laboratorium

Bila dibandingkan dengan metode estimasi, pendekatan analisa laboratorium

memberikan hasil yang lebih akurat dalam penentuan KKK. Analisa laboratorium

ini dilakukan melalui proses kimia dan fisis berdasarkan berat konstannya.

Pendekatan ini memakan waktu yang relatif lama dan secara umum tidak bisa

dilakukan di pengolahan karet sheet, yang membutuhkan waktu relatif cepat

untuk mengetahui kadar KKK. Proses pengolahan karet sheet asap di pabrik

mulai dari lateks datang sampai proses pembekuan hanya memerlukan waktu ±

30 – 45 menit.

Secara umum analisis laboratorium dalam penentuan KKK dibagi menjadi dua

jenis (Kumara, 2006);

- Metode Standar

Metode standar ini merupakan metode yang dipopulerkan oleh Standar

Inggris dan ISO 126 (2000) dalam penentuan KKK dilaksanakan dalam

tahapan panjang meliputi perlakuan fisik pengepresan dan pemanasan untuk

(8)

metode ini mencapai 6-8 jam, dimana metode ini biasa digunakan untuk

pengendalian produksi pabrik pengolahan. Metode standar Inggris/ ISO 126

ini memakan biaya yang relatif besar.

Tahapan proses meliputi mengambil sampel lateks sebanyak 10 gram yang

kemudian dikoagulasi dengan sejumlah asam asetat. Koagulum tersebut

kemudian dipanaskan dalam waterbath sampai serum lateks muncul.

Koagulum kemudian dipress dengan ketebalan tidak boleh melebihi 2 mm.

Dilanjutkan dengan proses pencucian, koagulum dikeringkan dalam oven

dengan suhu 60 oC. Setelah dikeringkan, karet didinginkan dengan dimasukkan dalam desikator dan dilaksanakan analisis secara gravimetri

dengan penimbangan berat konstan.

Gambar 4. Penentuan KKK menggunakan Metode Standar Analisis

Laboratorium

- Metode acak dengan oven

Metode ini memangkas waktu dengan metode standar Inggris/ ISO dengan

waktu analisa antara 10 dan 25 menit dengan menggunakan mikrowave oven

pada operasi daya rendah-medium (Tillekeratne, dkk., 1989). Hasil analisa

penentuan KKK yang didapat tidak seakurat metode standar.

Penentuan KKK menggunakan metode acak ini menggunakan jaminan mutu

pengujian KKK lateks secara triplo, sehingga deviasi maksimum dari masing –

masing analisis tidak boleh lebih dari 0,05%. Pengeringan dilakukan

(9)

Gambar 5. Penentuan KKK Menggunakan metode Acak

3. Pendekatan Teknologi

Dengan banyaknya metode uji yang digunakan untuk penentuan KKK, masing –

masing mempunyai kelemahan yang dapat dilihat dalam matrix di bawah ini.

Tabel 1. Matriks Akurasi dan Waktu Penentuan KKK

Matriks tersebut menggambarkan semakin sedikit tanda (-) berarti semakin akurat

penentuan KKK, dan tanda (+) berarti semakin cepat penentuan KKK. Dengan

melihat matriks tersebut masih terdapat peluang untuk mencari metode

penentuan KKK secara akurat dan relatif cepat,sehingga beberapa penelitian baik

di dalam maupun luar negeri menggunakan pendekatan teknologi untuk

menentukan KKK. Beberapa penentuan KKK menggunakan pendekatan

teknologi yang beberapa tahun terakhir cukup berkembang adalah;

- Penentuan KKK dengan pendekatan kapasitansi elektrolit

No Metode Akurasi Waktu

1 Pembobotan Lateks --- +++

2 Metrolac -- ++

3 Ujicoba Koagulasi -- ++

4 Standar Laboratorium - +

(10)

Penelitian penentuan Kadar Kering Karet (KKK) dengan mengkorelasikan

konstanta dielektrik lateks menggunakan arus bolak-balik berfrekuensi tinggi.

KKK diperoleh menggunakan metode gravimetric dengan memvariasikan lama waktu pengeringan lateks. Konstanta dielektrik lateks diukur

menggunakan rangkaian RLC. Nilai KKK optimum diperoleh dari lama waktu

pengeringan 8 jam yakni sebesar 28,235% dan konstanta dielektrik lateks

sebesar 0,374 untuk lama waktu pengeringan 6 jam, 0,123 untuk lama waktu

pengeringan 8 jam, 0,159 untuk lama waktu pengeringan 10 jam dan 0,335

untuk lama waktu pengeringan 12 jam (Sulasri, dkk., 2014). Konstanta

dielektrik lateks menurun seiring pertambahan KKK yang menunjukkan bahwa

kandungan air dalam lateks semakin rendah.. Air yang merupakan penyusun

utama dari lateks merupakan molekul polar yang mempunyai sifat jika

ditempatkan dalam medan listrik menyebabkan pembentukan dipol, beda

tegangan yang diberikan antara dua kutub medan listrik tersebut akan

menimbulkan efek dielektrik pada molekul lateks.

Penentuan KKK dengan metode ini berfokus pada perbedaan geometrikal

pada molekul lateks yang berbeda untuk tiap lateks dengan KKK berbeda

(Jayanty, 2005)

- Penentuan KKK dengan pendekatan photoelectric (Zhao,dkk, 2010)

Penentuan KKK dengan metode ini berdasarkan prinsip Lamber-Beer, daya

reflektivitas lateks diuji menggunakan modul penguat untuk mendapatkan

beda tegangan berdasarkan variasi nilai KKK. Dengan metode ini, KKK dapat

dianalisis secara realtime.

(11)

Zhao dalam tulisannya menyebutkan bahwa penentuan KKK dengan

pendekatan photo electric ini mengkalibrasi pengukurannya dengan beberapa

lateks dengan konsentrasi KKK yang berbeda, kemudian korelasi KKK

terhadap beda tegangan yang dihasilkan unit penguat sinyal dianalisis dengan

linier fitting, sehingga peralatan yang dibuat dapat digunakan untuk

menentukan KKK secara cepat dan akurat.

KESIMPULAN

Penentuan KKK dengan metode manual tanpa pendekatan teknologi masih

membutuhkan waktu yang cukup lama, sehingga mengurangi efektivitas produksi

secara keseluruhan. Beberapa metode uji tidak dapat menghasilkan angka yang

akurat sehingga lebih cocok diterapkan di lapangan sebagai acuan untuk

memperkirakan harga lateks dari petani penyadap.

Penentuan KKK yang cukup akurat dapat dilaksanakan dengan metode

laboratorium, dan waktu analisis KKK yang masih cukup lama membuka peluang

penentuan KKK dengan inovasi teknologi untuk mengurangi waktu analisis.

Teknologi kapasitansi dielektrik dan photoelectric merupakan inovasi penentuan

kadar karet kering dalam lateks yang perlu dikembangkan dan disesuaikan dengan

kebutuhan industri karet sheet, agar penentuan nilai KKK dapat dilakukan secara

efektif dan akurat.

DAFTAR PUSTAKA

ISO 126.2000. Rubber Latex – Natural. Determination of Dry Rubber Content.

Jayanti, dkk. 2005. Measurement of Dry Rubber Content in Latex Using Microwave

Technique. Measurement Science Review, Volume 5, Section 3

Juliasari, I.R.J., Fathurakhman, J,Korelasi Penggunaan Asam Formiat terhadap

Kadar Amoniak terhadap Peningkatan Mutu Karet Sheet. Prosiding Seminar

(12)

Kumara, Sarath. 2006. Methods of Estimation of Dry Rubber Content in Natural

Rubber Latex. Bulletin of the Rubber Research Institute of Sri Lanka.

Maspanger, D.R., 2005, Karakterisasi Mutu Koagulum Karet Alam Dengan Metode

Ultrasonik. Desertasi IPB. Bogor.

Purbaya, Mili. Sari, T.I., Saputri, C.A., Fajriaty, M.T., 2011. Pengaruh Beberapa Jenis

Bahan Penggumpal Lateks dan Hubungannya dengan Susut Bobot, Kadar

Karet Kering dan Plastisitas. Prosiding Seminar Nasional AVoER ke-3.

Palembang 26-27 Oktober 2011. ISBN : 979-587-395-4

Sannia, Belladina., Ismono, R.H., Viantimala,B., 2013. Hubungan Kualitas Karet

Rakyat dengan di desa Program dan Non Pogram. Jurnal Ilmu Ilmu Agribisnis.

Volume 1 No.1, Januari 2013. Hal. 36-39

Sulasri, Malino, B.M., Lapanporo, B.P., 2014. Kadar Karet Kering dan Pengukuran

Konstanta Dielektrik Lateks Menggunakan Arus Bolak Balik Berfrekuensi

Tinggi. Jurnal Prisma Fisika, Vol. II, No. 1 (2014), Hal 11-14. ISSN 2337-8204

Smith, H Fairfield.1947. Use of Hydrometers to Estimate Dry Rubber Content of Latex. JRRI Communication. Malaysian Rubber Board

Tillekeratne, L.M.K., Karunanayake, L., Kumara, S.P.H., Weeraman, S., 1989. A

Rapid and Accurate Method for Determining the Dry Rubber Content and Total

Solid Content of NR Latex. Polimer Testing 8 (1989) 353-358. Elsevier Science

Publishers Ltd, England.

Sa’id Gumbira, E., Rahman, N., Febriyanti, L., 2005. Pengaruh Hidrogenasi Dalam

Fasa Lateks Pada Karet Alam Hevea Brasiliensis. Jurnal Teknologi Industri Pertanian Vol. 14(3). ISSN 0216-3160. Hal. 80-86.

Utomo, T.P., Suroso, Erdi, 2004. Aplikasi Sistem Pakar pada Pengendalian Mutu

Karet RSS. Prosiding Komputer dan Sistem Intelijent. Jakarta, 24-25 Agustus

2004. ISSN 1411-6288, Hal. 143-151.

Zhao, dkk. 2010. A Novel Measurement System for Dry Rubber Content in

Concentrated Natural Latex Based on Annular Photoelectric Sensor.

Gambar

Gambar 1. Penentuan KKK menggunakan Metode Pembobotan Lateks
Gambar 2. Penentuan KKK menggunakan Metode Metrolac
Gambar 3. Penentuan KKK menggunakan Metode Ujicoba Koagulasi
Gambar 4. Penentuan KKK menggunakan Metode Standar Analisis
+3

Referensi

Dokumen terkait