SEKILAS CATATAN TENTANG HYPNOSIS
12 Juni 2012 pukul 11:45Secara umum kita mengenal dua jenis pikiran, yaitu pikiran sadar dan bawah sadar. Hal ini perlu saya uraikan terlebih dahulu, karena dalam hypnosis kita akan banyak bermain atau melakukan penerobosan ke pikiran bawah sadar seseorang. Deikman (dalam Atkinson, 2005) menjelaskan hal ini. Menurutnya terdapat dua jenis
kesadaran, yaitu : kesadaran pasif, dimana seseorang bersikap menerima apa yang terjadi pada saat itu dan kesadaran aktif, yang menitikberatkan pada inisiatif dan mencari, atau merencanakan berbagai kemungkinan dimasa depan. Pikiran bergerak melalui kedua jalur kesadaran ini dan di dalam kedua jalur ini pula alur berpikir sangat dekat dengan kesadaran.
James K. Van Fleet juga menegaskan hal yang sama. Anda memiliki dua pikiran, yaitu pikiran sadar dan pikiran bawah sadar. Pikiran sadar anda menggunakan logika, deduksi dan nalar untuk mencapai konklusi dan membuat keputusan. Pilihan hidup anda, keputusan untuk melakukan atau tidak melakukan sesuatu dibuat oleh pikiran sadar anda, bukan oleh pikiran bawah sadar anda. Pikiran bawah sadar tidak berpikir atau bertindak atas kemauannya sendiri atau inisiatifnya sendiri. Tujuan pokoknya adalah mencapai sasaran yang telah ditentukan oleh pikiran sadar anda (Van Fleet, 1996).
Jika anda memberikan kepada pikiran bawah sadar anda sasaran yang spesifik, objektif dan konkret untuk dicapai, dia pasti akan berusaha keras mendapatkan semuanya bagi anda. Lebih lanjut Van Fleet juga menjelaskan tentang tiga jenis penyimpanan ingatan yang berbeda didalam pikiran bawah sadar :
o Penyimpanan eksperensial, berasal dari segala sesuatu yang pernah terjadi pada diri anda, segala sesuatu yang pernah diceritakan kepada anda, segala sesuatu yang pernah anda lihat, dengar, cium atau cicipi. Ingatlah juga bahwa pengalaman
membayangkan sesuatu dianggap sebagai sesuatu yang nyata oleh pikiran bawah sadar anda, sama seperti kejadian sesunggguhnya yang pernah terjadi. Ini
disebabkan karena pikiran bawah sadar tidak bisa membedakan antara kenyataan dan khayalan.
o Penyimpanan kata, berasal dari segala sesuatu yang telah anda baca atau pelajari dan pemahaman anda tentang arti dari setiap kata-kata tersebut.
o Penyimpanan sikap atau konsepsi, merupakan penafsiran pikiran bawah sadar terhadap dua system penyimpanan yang pertama. Misalnya, jika seseorang
menjelaskan tentang burung kepada anda, tapi tidak pernah menyebut kata yang sebenarnya, yaitu burung, anda masih bisa mengetahui apa yang sebenarnya sedang dibicarakannya (Van Fleet, 1996).
sugesti kepada subjek yang mengalami ketakutan pada ketinggian, seorang hypnotis harus menggunakan script sebagai berikut :
“ Ya, mulai sekarang anda adalah seorang yang berani pada ketinggian…... Bagi anda ketinggian itu adalah sebuah keadaan yang dalam hidup anda, seringkali dihadapi….“
Bukan malah menggunakan script:
“Ya mulai sekarang, anda tidak takut lagi dengan ketinggian…”
Kalau demikian script-nya, justru yang ditangkap pikiran bawah sadar subjek adalah ‘takut pada ketinggian’.
Tentang pikiran bawah sadar, ada pendapat yang menjelaskan pikiran bawah sadar dengan istilah servo-mechanism (mekanisme kontrol otomatis) yang terdiri dari otak dan system syaraf, yang digunakan dan diarahkan oleh pikiran. (Maltz, 2004).
Menurut Maltz, pikiran manusia yang mengoperasikan mesin pencapai sasaran yang otomatis. Mekanisme kreatif ini bekerja secara otomatis untuk mencapai sasaran-sasaran sukses dan kebahagiaan, atau kegagalan dan ketidakbahagiaan, tergantung pada sasaran-sasaran yang anda tetapkan baginya. Berilah dia sasaran sukses, maka ia berfungsi sebagai ‘Mekanisme Sukses’. Berilah dia sasaran-sasaran negatif, maka ia akan berfungsi sebagai ‘Mekanisme Kegagalan’, demikian Maltz
menegaskan.
Apapun istilah orang tentang pikiran bawah sadar, yang penting substansinya tidak jauh berbeda. Lebih lanjut Maltz mengatakan bahwa terdapat empat langkah atau tingkatan dalam pembelajaran, yang berkaitan dengan pikiran sadar dan bawah sadar :
1. Ketidak-kompetenan di Bawah Sadar. Anda tidak tahu, apa yang belum anda ketahui. 2. Ketidak-kompetenan di Sadar.
Anda sadar tentang apa yang sulit bagi anda. 3. Kompetensi Sadar
Anda mampu melakukannya, tetapi anda masih melakukannya dengan cara yang sulit, mengandalkan pikiran sadar, mungkin juga kemauan.
4. Kompetensi Bawah Sadar, membuat yang tadinya sulit menjadi otomatis.
Hypnosis
Hypnosis adalah cara merelaksasi dan mengesampingkan pikiran sadar (conscious mind), sekaligus menggerakkan pikiran bawah sadar (unconscious mind).
Menurut Milton H. Erickson (Dalam Antoni Ariesta, 2008), hypnosis adalah suatu metode berkomunikasi secara verbal maupun non verbal yang persuasif dan sugestif kepada seorang klien. Menurut Kamus Lengkap Psikologi yang disusun J.P. Chaplin, hypnosis adalah suatu keadaan mirip tidur, ditimbulkan oleh seorang ahli hipnotis, dan dicirikan dengan sugestibilitas yang semakin meninggi. Oleh sebab itulah maka pribadi yang terhypnosis memperlihatkan kesediaan menerima yang ekstrim
terhadap sugesti-sugesti yang diberikan oleh ahli hypnosis. Dibawah ini disajikan beberapa definisi hypnosis yang disarikan oleh Adi W. Gunawan :
1. Hypnosis adalah suatu kondisi dimana perhatian menjadi sangat terpusat sehingga tingkat sugestibilitas meningkat sangat tinggi;
2. Hypnosis adalah seni komunikasi untuk mempengaruhi seseorang sehingga mengubah tingkat kesadarannya, yang dicapai dengan cara menurunkan gelombang otak;
3. Hypnosis adalah seni eksplorasi alam bawah sadar; 4. Hypnosis adalah kondisi kesadaran yang meningkat;
5. Hypnosis adalah suatu kondisi pikiran yang dihasilkan oleh sugesti (Gunawan, 2007).
Atkinson (2005) menjelaskan, bahwa kondisi hypnotic dapat digambarkan sebagai keadaan yang sangat responsif pada seorang subjek yang disebabkan oleh seorang ahli hypnotism. Berikut beberapa ciri kondisi hypnotic menurut Atkinson :
o Tidak adanya rencana. Seorang subjek yang telah terhipnosis dengan mendalam tidak akan merencanakan suatu aktifitas dan lebih cenderung menunggu apa yang akan dianjurkan oleh ahli hipnotis.
o Perhatian dibagi-bagi lagi dan menjadi lebih selektif dari biasanya. Seorang subjek yang diperintahkan hanya untuk mendengarkan suara ahli hipnotisme akan mengabaikan suara lain diruang itu.
o Fantasi yang dalam/kaya siap dibangkitkan. Subjek akan menemukan dirinya menghayati setiap pengalaman pada tempat dengan tidak memandang waktu dan jarak.
o Pengujian kenyataan berkurang dan distorsi kenyataan diterima. Subjek dapat menerima berbagai pengalaman halusinasi tanpa kritik (misalnya berbicara dengan seseorang yang dihalusinasi yang dianggap sedang duduk dikursi kosong) dan tidak akan mengecek untuk membuktikan apakah pengalaman tersebut nyata atau tidak. o Kemampuan menerima sugesti meningkat. Seorang subjek harus menerima sugesti supaya dapat dihipnosis, tetapi apakah kemampuan menerima sugesti meningkat dibawah pengaruh hypnosis adalah masalah yang masih diperdebatkan. Penelitian yang cermat menemukan peningkatan kemampuan menerima sugesti terjadi sesudah induksi hipnotik, walaupun tidak sebesar yang diperkirakan. (Ruch, Morgan dan Hilgard, 1973)
Dalam pengaruh hypnosis, terjadi semacam pemisahan kesadaran (Hilgard, 1997, dalam Atknison, 2005). Respon hypnosis yang meliputi timbul atau hilangnya kendali atas setiap gerakan, distorsi ingatan melalui amnesia pasca hypnosis, regresi umur dan halusinasi positif dan negatif, adalah salah satu penggunaan hypnosis yang bermanfaat dalam perawatan luka bakar, dalam kebidanan, kedokteran gigi dan operasi.
Disamping itu, menurut Hisyam A. Fachri dari Jasa Psikologi Indonesia/JASPI (2008), hypnosis adalah suatu kondisi pikiran saat fungsi analisis logis pikiran direduksi sehingga memungkinkan individu masuk kedalam kondisi bawah sadar (sub conscious/unconscious).
Sedangkan menurut Antoni Ariesta (2008), hypnosis adalah sebuah metode komunikasi persuasif yang bertujuan untuk mempengaruhi keadaan kesadaran seseorang dari kondisi normal (kesadaran aktif) kepada kondisi hypnosis (kesadaran pasif). Pada kondisi hypnosis, seseorang cenderung lebih sugestif dan siap menerima berbagai informasi baru dalam berbagai bentuk, baik itu dalam bentuk visual,
auditori maupun kinestetik.
Perlu dijelaskan disini juga tentang sejauh mana perilaku individu dipengaruhi oleh pikirannya. Secara statistik, 12 % perilaku manusia dikendalikan oleh pikiran sadarnya dan 88 % dikendalikan oleh pikiran bawah sadarnya. Nah, hebat kan pikiran bawah sadar kita? Mengapa kita tidak memanfaatkan kekuatan pikiran bawah sadar kita yang demikian besar bagi kepentingan kebahagian dan
ketentraman kita ? Pikiran bawah sadar merupakan sebuah memory bank, atau biasa disebut juga dengan long term memory (memori jangka panjang), yang menyimpan berbagai pengalaman empiris dan induktif yang kemudian
membentuk believe system (system kepercayaan) dan self image (citra diri). Perilaku kita akan sangat dipengaruhi oleh believe system dan self image tersebut. Dalam konteks ini,believe system dapat dikatakan sebagai sebuah gugusan nilai-nilai kehidupan, prinsip dan kepercayaan seseorang yang terbentuk sebagai akumulasi dari internalisasi setiap stimulus eksternal berupa informasi, kejadian, peristiwa, pelajaran dan pengalaman hidup.
Dengan demikian dapat dijelaskan bahwa konsep dasar hypnosis adalah sebagai berikut : seseorang dengan perilaku awal “A” setelah melewati proses hypnosis (saat masuknya sugesti atau saran-saran yang akan menjadi nilai baru) akan
memunculkan perilaku “B” jika pada proses hypnosis, sugesti yang diberikan adalah perilaku “A” telah menjadi perilaku “B”. Dalam proses hypnosis, kondisi ‘normal state’ dibawah ke kondisi ‘hypnosis state’ saat individu akan cenderung lebih sugestif. Proses hypnosis dilakukan dengan cara merubah fokus dari fokus eksternal ke fokus internal. (Yoseph Tien)
MENGUNGKAP BAHASA TUBUH
12 Juni 2012 pukul 11:07kita menggunakan bahasa verbal dan bahasa non verbal (bahasa tubuh). Yang penting kita cermati, kenyataan menunjukkan bahwa justru bahasa tubuh ini
memiliki pengaruh yang jauh lebih besar daripada bahasa verbal (kata-kata). Secara ilmiah hal ini telah diteliti oleh Albert Mehrabian, seorang psikolog dari Amerika, dan hasil penelitiannya menunjukkan peran bahasa non verbal sangat besar dalam komunikasi yaitu sebanyak 93 % yang terdiri dari bahasa tubuh 55 % dan intonasi 38 %, sementara kata- kata (verbal) hanya memiliki pengaruh sebanyak 7 %.
Secara sederhana ada sebuah game yang dapat anda lakukan untuk sekedar
membuktikan ini. Minta peserta pelatihan anda memegang bagian tubuhnya sesuai dengan petunjuk dari anda, secepat mungkin. Misalnya anda, katakan “perut” sambil memegang perut, maka peserta harus secepat mungkin memegang perut. Lalu anda katakan lagi “hidung” sambil anda pegang hidung anda, maka peserta harus secepat mungkin memegang hidungnya. Lanjutkan dengan mengatakan “telinga” sambil anda pegang telinga anda, maka peserta harus secepat mungkin memegang telinganya dan terakhir anda katakan “dada” sambil anda pegang pipi anda, maka lihatlah, banyak peserta akan memegang pipinya. Gak percaya, silahkan dicoba. Tapi anda harus lakukan dengan cepat, terutama saat anda menyebut salah satu anggota tubuh langsung diikuti dengan gerakan memegang anggota tubuh sesuai dengan petunjuk diatas.
Soal bahasa tubuh ini, saya mengingatkan kepada anda agar memperhatikan secara cermat bahasa tubuh yang terjadi pada peserta mulai dari tahapan introduksi proses sampai pada tahapan internalisasi nilai (refleksi), dari awal sampai akhir pelatihan. Dengan memberi perhatian yang cermat pada setiap bahasa tubuh yang muncul dari seluruh peserta, anda akan lebih mudah untuk melaksanakan pelatihan sesuai dengan skenario yang telah ditentukan dan tentu saja berdampak pada pencapaian hasil atau tujuan pelatihan yang lebih optimal.
“Anda hanya punya satu kesempatan untuk membuat kesan pertama yang baik”, demikian tulis Kris Cole dalam bukunya Komunikasi Sebening Kristal. Lebih jelasnya Cole menegaskan 41 % yang tersisa dari kesan pertama yang kita ciptakan dan kita pertahankan, berasal dari bahasa tubuh.
Bahasa tubuh pertama yang kita bahas disini adalah tentang kontak mata. Anda perlu melakukan kontak mata dengan seluruh peserta. Tips lebih lanjut soal kontak mata akan saya jelaskan pada bagian introduksi proses. Disini saya mau
menguraikan pentingnya menjalin kontak mata, tetapi hendaknya kontak mata tidak dilakukan terlalu sering dan jangan juga terlalu kurang. Kontak mata yang terlalu sering akan memberi penilaian komunikasi anda terlalu berlebihan, anda kurang respek, anda adalah sebuah ancaman atau anda telah melakukan penghinaan. Sementara itu dengan kontak mata yang kurang, anda akan dianggap tidak memberi perhatian, tidak jujur atau anda seorang pemalu.
Mata kanan :
Bergerak ke atas : berusaha membentuk apa yang dilihat, walau sebenarnya belum pernah dilihat (VC).
Bergerak ke samping : berusaha membentuk apa yang didengar, walau sebenarnya belum pernah didengar (AC).
Bergerak kebawah : berusaha membentuk apa yang pernah dirasakan, walau sebenarnya belum pernah dirasakan (KC).
Mata kiri :
Bergerak ke atas : berusaha mengingat apa yang pernah dilihat (VM).
Bergerak ke samping : berusaha mengingat apa yang pernah didengar (AM).
Bergerak kebawah : berusaha mengingat apa yang pernah dirasakan (KM).
Disamping itu, jika kedua mata menatap lurus kearah depan, itu tandanya individu tersebut sedang memikirkan suatu hal. Lebih jelas lagi tentang pola gerakan mata dan kandungan maknanya dapat anda lihat pada sketsa diawal tulisan ini. Disamping itu untuk melakukan kontak mata, saya menganjurkan untuk melakukan kontak mata dalam ‘pandangan sosial’ sebagaimana dimaksud oleh Alan dan Barbara Pease (2008). Menurut mereka, pandangan sosial yang kita lakukan adalah dengan
memandang pada area segitiga, area diantara mata dan mulut pada wajah orang lain. Ini adalah area yang kita pandangi pada posisi tidak mengancam, dimana orang lain akan melihat anda sebagai orang yang tidak agresif.
Dalam sebuah perjumpaan di Medan pada awal tahun 2009, Mas Nugroho NSK dari N’Powerment-Jakarta, memberi sebuah tips, yang setelah saya coba menunjukkan hasil yang menakjubkan kala saya melakukan pelatihan dinamika kelompok maupun sekedar menjalin komunikasi interpersonal. Tipsnya dalam melakukan kontak mata, sebaiknya anda tetap menjaga ketinggian pandangan mata. Kemudian, jika orang yang anda pandangi sama jenis kelaminnya dengan anda maka pandanglah mata kirinya; namun jika orangnya berbeda jenis kelaminnya dengan anda pandanglah mata kanannya. Anda boleh mencobanya, dan lihatlah betapa nyamannya orang yang anda pandang dengan cara ini.
Selanjutnya dapat anda cermati pengelompokan bahasa tubuh peserta secara umum yang mungkin muncul dalam sebuah pelatihan dinamika kelompok sebagai berikut :
Isyarat keterbukaan/penerimaan/ketulusan/ketertarikan :
mulai mendekat, arah kaki mengarah ke orang yang menarik perhatian;
tatapan mata akan bertahan lebih lama dari biasanya diikuti pupil mata yang membesar menunjukkan minat, mata juga terlihat berbinar-binar;
otot pinggir bibir sedikit tertarik keatas dan bibir menjadi sedikit lebih terbuka;
tangan terbuka mengisyaratkan ketulusan hati (siku kedua tangan menempel didekat pinggang, tangan lurus kedepan dengan telapak menghadap keatas);
meletakan tangan dipipi/mengusap dagu dapat mengandung makna ketertarikan dan sedang mengevaluasi apa yang anda katakan;
kepala sedikit dimiringkan mengisyaratkan tertarik pada apa yang sedang didengarnya;
menggosok-gosok tangan mengisyaratkan sedang mengharapkan sesuatu dari sebuah kegiatan, mengetahui dan menyukai apa yang sedang terjadi;
anggukan kepala adalah alat yang ampuh untuk menciptakan ikatan, mendapatkan persetujuan dan kerjasama;
mudah menebar senyum tulus (salah satu indikasi senyum tulus : pada saat senyum, terlihat ada kerutan pada otot-otot disekitar mata);
ketika anda melihat seorang pendengar memiringkan kepalanya dan mencondongkan tubuh kedepan dengan menggunakan sikap penilaian tangan ke pipi, artinya pesan anda berhasil masuk ke kepalanya;
tubuh akan terlihat lebih rileks.
Isyarat ketertutupan/penolakan/ketidaktulusan/ketidaktertarikan :
menyilangkan atau melipat tangan didada;
menatap kearah lain, sibuk dengan pakaian atau sesuatu yang kebetulan sedang dipegang;
bertopang dagu dengan sorot mata yang menurun, mencoret-coret dikertas atau ditanah, menunjukkan kebosanan;
Kalau ada rasa takut, maka peserta akan terlihat : gugup dalam melakukan gerakan, melihat kanan dan kiri dalam frekuensi yang tinggi, berusaha untuk
menghindari penyebab takut, dengusan napas akan bertambah cepat, tubuh terlihat tegang dan mata sering dipejam atau ditutup dengan tangan.
Demikian secuil catatan saya tentang bahasa tubuh, semoga bermanfaat.
8 POIN DALAM KAMPANYE POLITIK YANG
MENGHIPNOSIS
11 Februari 2014 pukul 22:06
Beberapa bulan belakangan ini, para pengusaha periklanan dan percetakan meraih keuntungan besar-besaran. Mengapa demikian? Hanya dengan turun ke jalan raya dan ke pusat-pusat keramaian, kita dapat menemukan jawaban atas pertanyaan sederhana ini! Betapa tidak, dijalanan, dipusat-pusat keramaian, dalam berbagai pertemuan dan acara, mulai dari desa-desa sampai ke kota-kota besar ditanah air, kita dapat menyaksikan bertaburan wajah-wajah calon legislatif dan bakal calon presiden. Republik ini sedang panas suhu politiknya!
Beberapa waktu belakangan ini juga, dalam berbagai acara, kita menyaksikan para caleg dan bakal calon presiden tersebut mulai curi start kampanye, yang belum waktunya memang. Tanpa menyebut siapa-siapa mereka juga parpol apa yang benderanya mereka kibarkan, melalui catatan kecil ini saya hendak mengurai soal bagaimana memenangkan kampanye dengan hypnosis? Mengapa hypnosis?
Jawabannya karena ilmu hypnosis sejatinya adalah sebuah ilmu dan seni komunikasi persuasif, sementara kita tahu bahwa kampanye adalah sebuah bentuk komunikasi massa.
Dalam perspektif komunikasi efektif, sejatinya sebuah pesan yang disampaikan dapat diterima dengan benar dan baik oleh penerima pesan. Diterimanya sebuah pesan dengan baik oleh penerima pesan, sangat tergantung pada isi pesan dan bagaimana cara pesan tersebut dikirim. Asumsi saya, banyak kegagalan perolehan dukungan suara dalam pilkada atau pemilu legislatif salah satunya disebabkan oleh karena cara kampanye yang tidak efektif, atau lebih tepatnya banyak kontestan yang berkampanye dengan tidak memanfaatkan potensi kekuatan pikiran bawah sadar massa pendengar atau pemilihnya. Disinilah benang merah antara kampanye dan hypnosis atau sebaliknya, sebab dalam hypnosis, kekuatan pikiran bawah sadar sungguh diperhitungkan. Catatan ini terinspirasi dari pencermatan saya pada
fenomena gaya bahasa, baik bahasa verbal maupun bahasa non verbal (bahasa tubuh) mereka yang akan ikut berperang dalam kawah candradimuka pesta demokrasi 2014! (Tentang bahasa tubuh, anda dapat membaca catatan kecil
maksudkan dalam konteks ini adalah dengan pemanfaatan sebuah ilmu dan seni komunikasi persuasif, komunikasi bawah sadar, yang kita kenal dengan hypnosis. (Penjelasan singkat tentang hypnosis dapat anda baca pada catatan
saya https://www.facebook.com/notes/bung-joss/sekilas-catatan-tentang-hypnosis/117505495056539 atau dari berbagai sumber online lainnya).
Komunikasi Bawah Sadar
Dalam hypnosis dikenal dua mekanisme pikiran, yaitu pikiran sadar dan pikiran bawah sadar, yang masing-masing memiliki pengaruh pada diri setiap orang. Fakta yang menarik adalah apa yang diungkapkan oleh Sandy Mac Gregor dalam Peace of Mind, bahwa pikiran sadar kita hanya mempengaruhi atau berperan dalam hidup kita sejauh 12%, sementara pikiran bahwa sadar memiliki pengaruh dalam hidup kita, dalam perilaku kita sebesar 88%. Beberapa perbedaan mendasar antara pikiran sadar dan pikiran bawah sadar : pikiran sadar hanya mampu menerima 5-9
informasi-pikiran bawah sadar tak terbatas, pikiran sadar merupakan memori jangka pendek-pikiran bawah sadar adalah memori jangka panjang, pikiran sadar bersifat logis analisis-pikiran bawah sadar bersifat intuintif sintetis, pikiran sadar menangkap kesan terbatas-pikiran bawah sadar menangkap kesan secara detail. Diantara pikiran sadar dan pikiran bawah sadar, terdapat sebuah system filter, yang disebut dengan RAS (Reticular Activating System) yang bertugas menjadi penyaring semua informasi yang diterima pikiran sadar kita melalui lima indera kita, agar tidak semua informasi tersebut masuk dan tersimpan dibawah sadar kita, sehingga otak kita
tidak hangalias tetap waras. Setiap waktu dalam hidup, kita menerima berbagai informasi, dan RAS akan bekerja memilih informasi manakah yang boleh masuk pikiran bawah sadar kita, dengan kriteria antara lain : informasi tersebut bermanfaat bagi kita atau tidak, informasi tersebut membahayakan kita atau tidak
membahayakan kita, informasi tersebut bertentangan atau tidak bertentangan dengan nilai-nilai agama dan adat istiadat, nilai-nilai moralitas dan nilai-nilai dasar yang kita anut. Jika informasi tersebut lolos seleksi RAS, maka akan masuk ke bawah sadar. Maka yang penting diketahui adalah bagaimana caranya membuat RAS
terbuka, agar pesan kita sampai ke bawah sadar pendengar. Semakin lebar terbuka RAS, pikiran logis dan analitis semakin berkurang sehingga segala informasi semakin mudah tertanam dalam pikiran bawah sadar. Demikian pula sebaliknya, semakin RAS tertutup rapat, maka informasi semakin sulit masuk ke dalam pikiran bawah sadar. Fenomena terbukanya RAS inilah kita kenal dengan istilah ‘trance’. Melalui berbagai teknik hypnosis yang akan secara singkat dijelaskan dibawah ini, maka kita akan tahu cara efektif membuka RAS.
Kampanye Yang Menghipnosis
1. Konsep dasar.
Sebuah kampanye politik yang menghipnosis adalah sebuah kampanye yang terlihat, terdengar dan dapat dirasakan. Dalam kampanye, sudah pasti ada pesan utama yang ingin disampaikan. Maka baik sekali bila dipahami bahwa untuk mengingat pesan tersebut, otak hanya mengingat sesuatu yang sederhana, otak hanya mengingat sesuatu yang emosional, pesan harus menyentuh pribadi
penerima pesan dan pesan harus disampaikan berulang dan intensif. Selain itu juga perlu diperhatikan beberapa syarat dari sebuah tema kampanye yaitu tema yang tidak biasa, aneh dan mengundang rasa ingin tahu, mengundang pertanyaan, menawarkan solusi untuk masalah terbesar, lucu, sesuai dengan isu yang terhangat serta dapat menjawab kebutuhan semua massa pendengar atau pemilih.
2. Kita lanjut dengan persiapan.
Catatan ini tidak akan mengurai berbagai persiapan administrasi dan teknis terkait proses kampanye sesuai amanat perundang-undangan, tetapi sesuai judulnya maka catatan ini akan mengurai persiapan sebuah kampanye yang akan menghipnosis calon pemilih. Sebelum melakukan kampanye yang menghipnosis, maka kita lihat sejenak apa yang mesti dilakukan seorang caleg atau juru kampanye. Hemat saya, seorang caleg ataupun juru kampanye harus melakukan self hypnosis. Hal berkaitan dengan pemberesan mindset. Dalam self hypnosis ini, yang dilakukan pertama-tama adalah : proses pemaafan (diri sendiri, orang lain : meminta atau member maaf), penghancuran mental block, baru disusul dengan memprogram diri secara positif terkait dengan pen-caleg-annya. Proses pemaafan terhadap diri sendiri, dilakukan untuk merelease semua emosi negatif (sakit hati, rasa bersalah, kecewa, dll) yang terjadi akibat kesalahan diri sendiri dimasa lalu yang kemudian disadari
mengganggu keberhasilan diri saat ini. Pemaafan, dilakukan untuk meminta maaf pada orang lain yang telah kita sakiti dan memberi maaf pada orang lain yang telah kita sakiti, keduanya juga bertujuan membuang semua emosi negatif berupa rasa bersalah, sakit hati, kecewa, marah, dendam, dll. Dalam proses menghancurkan mental block, satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan menuliskan semua kekuatiran, ketakutan, keresahan dan kegalauan yang ada dalam diri terkait dengan pesta demokrasi ini. Dalam program diri, yang dilakukan adalah memberi pada diri sendiri serangkaian kalimat (sugesti) positif terkait dengan pen-caleg-an kita. Yang perlu diperhatikan dalam memberi sugesti diri ini adalah : kata/kalimatnya harus positif, bentuk waktunya ‘present tense’ atau ‘sekarang’, ada repetisi (perulangan), serta menggunakan kalimat yang progresif. Misalnya :
“Saya adalah caleg yang jujur dan mau berkorban” “Saya percaya, saya berhasil dalam pemilu legislatif” “Saya adalah sang juara, sang pemenang”
Pertanyaan berikut yang muncul adalah, bagaimana caranya melakukan self hypnosis? Anda dapat membacanya pada catatan
saya https://www.facebook.com/notes/bung-joss/panduan-self-hypnosis/364952643645155.
Secara sederhana, personal branding yang saya maksudkan disini adalah karakter dasar kita yang dikenal calon pemilih. Seperti sebuah merek yang menempel pada diri kita, kemanapun kita melangkah, kita dikenal dengan merek diri tersebut. Secara umum, merek diri yang dikenal orang dari kita adalah terkait dengan karakter dan kompetensi kita. Karakter terkait dengan ciri fisiologis yang tampak dari bahasa tubuh maupun sikap kita dalam memberi respon terhadap situasi apapun.
Kompetensi berhubungan dengan cara kerja kita, cara kita menyelesaikan sebuah masalah-mencari solusi-solusi. Gampangnya begini saja, kita lihat figur seorang gubernur yang suka baju kotak-kotak. Anda tahu yang saya maksud. Dalam pencermatan saya, sang gubernur ibukota ini memiliki personal branding : sederhana, pelayan sejati, berani, tegas dan selalu punya solusi. Dan ingatlah
kawan, tentu saja, personal branding bukan dibangun atau dibentuk dalam hitungan harian, mingguan atau bulanan, tetapi lebih lama dari itu.
4.System preferensi
Dalam hidup kita, sejak kecil sampai saat ini, setiap waktu kita selalu menerima berbagai informasi melalui lima indera kita : mata, telinga, kulit, lidah dan hidung. Dengan demikian, cara kita memperoleh informasi adalah melalui salah satu atau beberapa indera yang dominan. Tetapi dapat dikatakan bahwa secara umum, kita memang lebih banyak menerima informasi melalui mata (visual), telinga (auditory) dan kulit/lidah (kinestetik). Ini disebut system preferensi. Komunikasi kita akan berlangsung efektif bila kita mengetahui system preferensi lawan bicara kita.
Tentang ciri dan karakteristik setiap system preferensi ini, anda dapat membaca tiga catatan kecil saya
https://www.facebook.com/notes/bung-joss/mengenal-gaya-
belajar-visual/117514551722300,https://www.facebook.com/notes/bung-joss/mengenal-gaya-belajar-auditori/117515518388870 dan https://www.facebook.co m/notes/bung-joss/mengenal-gaya-belajar-kinestetik/117515955055493.
5. Bahasa non verbal
Dalam komunikasi dengan orang lain kita menggunakan bahasa verbal dan bahasa non verbal (bahasa tubuh). Yang penting kita cermati, kenyataan menunjukkan bahwa justru bahasa tubuh ini memiliki pengaruh yang jauh lebih besar daripada bahasa verbal (kata-kata). Secara ilmiah hal ini telah diteliti oleh Albert Mehrabian, seorang psikolog dari Amerika, dan hasil penelitiannya menunjukkan peran bahasa non verbal sangat besar dalam komunikasi yaitu sebanyak 93 % yang terdiri dari bahasa tubuh 55 % dan intonasi 38 %, sementara kata- kata (verbal) hanya memiliki pengaruh sebanyak 7 %. Selanjutnya tentang kontak mata. Tentang kontak mata, anda perlu melakukan kontak mata dengan pemilih anda tetapi hendaknya kontak mata tidak dilakukan terlalu sering dan jangan juga terlalu kurang. Kontak mata yang terlalu sering akan memberi penilaian komunikasi anda terlalu berlebihan, anda kurang respek, anda adalah sebuah ancaman atau anda telah melakukan
Mata kanan :
Bergerak ke atas : berusaha membentuk apa yang dilihat, walau sebenarnya belum pernah dilihat (Visual Construct).
Bergerak ke samping : berusaha membentuk apa yang didengar, walau sebenarnya belum pernah didengar (Auditory Construct).
Bergerak kebawah : berusaha membentuk apa yang pernah dirasakan, walau sebenarnya belum pernah dirasakan (Kinestetic Construct).
Mata kiri :
Bergerak ke atas : berusaha mengingat apa yang pernah dilihat (Visual Memory).
Bergerak ke samping : berusaha mengingat apa yang pernah didengar (Auditory Memory).
Bergerak kebawah : berusaha mengingat apa yang pernah dirasakan (Kinestetic Memory).
Disamping itu, jika kedua mata menatap lurus kearah depan, itu tandanya individu tersebut sedang memikirkan suatu hal. Lebih jelas lagi tentang pola gerakan mata dan kandungan maknanya dapat anda lihat pada sketsa dalam catatan saya tentang bahasa tubuh seperti tersebut diatas. Disamping itu untuk melakukan kontak mata, saya menganjurkan untuk melakukan kontak mata dalam ‘pandangan sosial’
sebagaimana dimaksud oleh Alan & Barbara Pease (2008). Menurut mereka,
pandangan sosial yang kita lakukan adalah dengan memandang pada area segitiga, area diantara mata dan mulut pada wajah orang lain. Ini adalah area yang kita pandangi pada posisi tidak mengancam, dimana orang lain akan melihat anda sebagai orang yang tidak agresif.
Selanjutnya, saya ingin menegaskan tentang senyum. Kelihatan sepele memang, tetapi kata seorang sahabat saya, senyum adalah sebuah garis lengkung yang dapat meluruskan banyak hal, hehehe... Senyum juga adalah sebuah penyakit menular, yang akan langsung menular pada orang yang anda berikan senyuman. Senyuman adalah salah satu unit bahasa non verbal. Senyum yang baik adalah senyum yang tulus. Dan salah satu ciri senyum tulus, ketika anda tersenyum, maka bukan saja otot-otot bibir anda yang bergerak, tetapi juga otot-otot wajah disekitar mata anda juga akan berkerut. Jadi kalau hanya bibir anda yag bergerak dan berkerut saat anda tersenyum, maka itu adalah senyuman tidak tulus. Anda boleh mulai tersenyum atau mulai melihat foto-foto para caleg yang tersenyum. Anda akan tahu bedanya!
6. Building rapport (membangun hubungan)
maka sudah dapat dipastikan kampanye anda gagal total. Ada dua rumusan building raport, yaitu pacingdan leading. Dalam struktur komunikasi
persuasif, pacing berperan sebesar 95 % sementara leading hanya 5 %. Struktur ini jangan dibalik! Pacing adalah sebuah proses ‘menyamakan’ atau ‘menyelaraskan’. Sementara leading adalah sebuah proses mengarahkan. Apa yang disamakan dan diselaraskan? Ada beberapa hal yang harus disamakan, antara lain latar belakang (pendidikan, hobby, minat, budaya, dll), pola napas dan pola kalimat (verbal pacing). Contoh, ketika ditanya oleh calon pemilih. “Bagaimanapandangan Bapak tentang pendidikan karakter di Medan?” Dalam hal ini jelas bagi kita, bahwa system
preferensi calon pemilih tersebut adalah visual, maka jawaban anda harus
disamakan juga, “Saya melihat bahwa pendidikan karakter di kota Medan belum berjalan dengan baik dan optimal. Menurut pandangan saya, pendidikan karakter dikota Medan…” Contoh lain, calon pemilih berkata, “Pak, kami sudah letih dengan situasi hidup yang susah ini!” Anda menjawab, “Baiklah Ibu, saya
dapat merasakan kesusahan Ibu…”. Dalam pacinglatar belakang, misalnya latar belakang pemilih anda petani, maka program dan isi kampanye anda terkait dengan dunia pertanian, terutama apa kebutuhan mendasar atau apa masalah pokok dalam dunia pertanian. Ketika pacing ini dapat anda lakukan dengan baik, maka
selanjutnya soal leading anda akan dimudahkan dengan sendirinya.
7. Mendengarkan aktif
Saya membedakan antara ‘mendengar’ dengan ‘mendengarkan’. Kalau anda
memang benar sedang mendengarkan pemilih anda, maka saat itu seluruh jiwa raga anda total hadir dihadapan pendengar anda, dan salah satunya dicirikan dengan bahasa tubuh anda yang terbuka dan mengarah pada pendengar anda. Tetapi kalau anda hanya mendengar, maka tidak ubahnya seperti ketika anda sedang mendengar pemilih anda lalu pada saat yang bersamaan anda juga mendengar suara kendaraan yang sedang lewat barangkali, yang dalam hal ini, suara pendengar anda, anda samakan dengan suara bunyi kendaraan yang lewat tersebut.
8. Pola kalimat sugestif. Berikut ini aturan main kalimat-kalimat sugestif :
Gunakan kata – kata positif (katakan apa yang mereka inginkan, bukan apa yang mereka hindari);
Gunakan kalimat present tense (hindari kata ‘akan’);
Gunakan kalimat metafora universal ataupun sederhana;
Gunakan kata – kata sederhana dan emosional;
Sesuaikan kata – kata dengan penerima;
Satu teknik saya bagikan buat anda. Ada teknik yang disebut dengan Teknik Bind. Teknikbind adalah teknik yang berfungsi untuk mengikat lawan komunikasi pada apa yang anda inginkan, yaitu dengan memberikan pertanyaan yang pilihannnya tetap pada apa yang anda harapkan.
Contoh :
Apakah kamu akan mengerjakan itu sekarang atau nanti ?
Apakah pekerjaan itu selesai siang ini atau sore nanti ?
Anda mau duduk santai atau beristirahat?
Apakah anda ingin bekerja dengan santai atau serius?
Apakah anda ingin bekerja tiga jam tanpa istirahat, atau 4 jam dengan 1 jam istirahat ditengah pekerjaan?
Sahabat, sesungguhnya memang ada banyak teknik dan contoh pola kalimat sugestif, tetapi rasanya bila saya menjelaskan lebih jauh, maka catatan ini akan sangat panjang sekali tentunya. Paling tidak saya telah memberi wacana buat anda. Dan saya percaya, suatu waktu nanti saya pasti menjelaskannya, dalam kelas