• Tidak ada hasil yang ditemukan

Perubahan PDL Seragam dinas Militer dala

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Perubahan PDL Seragam dinas Militer dala"

Copied!
21
0
0

Teks penuh

(1)

TUGAS BUDAYA KONTEMPORER

PERUBAHAN SERAGAM MILITER SESUAI TUNTUTAN

ZAMAN (PRAMODERN-MODERN DAN POST

MODERNISME) PADA PAKAIAN DINAS LAPANGAN

BAYU ARI SADEWO 1807 1012 0005

MUHAMMAD HANIF MUSLIM 1807 1012 0012

MUHAMMAD PRADANTO ASTOWO 1807 1012 0010

BAKTIAR 1807 1012 0017

MUHAMMAD JAKA EFENDI 1807 1012 0015

UNIVERSITAS PADJADJARAN

FAKULTAS ILMU BUDAYA

SASTRA RUSSIA-2012

(2)

1. PENDAHULUAN

Perubahan zaman selalu membawa dampak positif dan negative pada sisi semua kehidupan manusia, oleh karenanya manusia senantiasa berubah secara tidak sadar ataupun sadar, perubahan merupakan suatu tuntutan yang manusia alami dan dari perubahan itulah maka terjadi suatu elemen pula yang berubah sesuai menuntut apa tujuan menuju perubahan yang lebih baik lagi, tapi di satu sisi pasti ada efek negative yang terjadi atas tuntunan perubahan tersebut.

Ambilah contoh suatu perubahan besar yang terjadi pada umat manusia secara luas, seperti revolusi industri di Britania Raya, Perubahan besar-besaran pada sector manufaktur di tingkat secara makro itu di satu sisi awalnya sangat menguntungkan pengusaha dan penanam modal guna efisiensi penggunaan modal yang ada, namun seperti itulah manusia, tidak akan pernah sempurna, revolusi tersebut menghasilkan gejolak-gejolak social yang terjadi. Seperti munculnya ide Marxisme di jerman, yang membuat jurang pemisah antara sang pemegang modal dan pekerja. Serta memicu bentrokan bentrokan diseluruh dunia atas nama melawan perjuangan beda kelas.

Di sisi militer, banyak juga hal yang menarik tentang perubahan-perubahan demi tuntunan kemajuan zaman dan keadaan, seperti kita lihat pada masa-masa awal manusia menggunakan kuda sebagai Kavaleri(Serbuan cepat/Ujung tombak) namun masa sekarang adalah hal yang konyol jika sebuah kesatuan menyerbu pasukan musuh dengan kuda, mereka bisa saja terbabat habis,namun zaman sekarang militer menggunakan mesin, bisa saja itu merupakan tank, satuan lapis baja guna memimpin serbuan posisi musuh.

Manfaat karya penelitian yang kami buat ini adalah sebuah perjalanan panjang kebutuhan sandang manusia-manusia perang, dari zaman pra-Modern, Modern dan Post Modern, banyak aspek yang akan kita sorot pada salah satu kebutuhan primer manusia ini dan banyak fakta-fakta yang kita ungkapkan tentang baju-baju yang mereka pakai dalam masa pengabdian di tubuh kesatuan militer mereka masing-masing. Lalu mengapa kita harus meneliti tentang pakaian tempur? Pakaian tempur pada dasarnya adalah pakaian dengan kualitas terbaik, agar membuat yang memakai para serdadu di lapangan merasa percaya diri dan teguh dalam menjalani misi-misi dan perintah yang diberikan

(3)

Contoh pakaian dinas lapangan Post-Modern. Dengan teknologi tinggi dan peralatan lengkap selalu siap menjawab tantangan yang semakin sulit dan rumit pada masa post modern dewasa ini. Contoh di atas ada pakaian tempur pasukan Perancis(Atas) contoh pakaian dinas pada Masa Imperium Romawi, Seorang Centurion(Komandan batalyon) dalam posisi siap dan peralatan lengkap

2. PEMBAHASAN

Apa Itu Seragam Dinasan Lapangan

Pada makalah ini kami akan membahas tentang perubahan Seragam dinasan lapangan yang di pakai oleh para petempur secara garis beras melalui tiga masa fase-fase utama. Diantaranya adalah seperti yang masa yang kita pelajari di kelas budaya kontemporer yakni mengenai masa pra-modern, modern dan post modern, tentu sangat menarik membahas masalah ini, mengapa? Karena pakaian adalah sesuatu yang erat dengan budaya-budaya si pemakai tersebut. Tetapi tidak hanya pada budaya nya juga, melainakn masih sangat banyak sekali factor-faktor yang akan membawa mengapa suatu tentara Negara X akan mengenakan pakaian X,

Seragam Dinas Lapangan(PDL)

adalah salah satu seragam yang dikenakan oleh personel tentara aktif yang berada di lapangan atau sedang bertugas dalam situasi lapangan(bukan kerja pada administrasi markas). Seragam ini sangat membantu si pemakainya tentara tersebut untuk mengerjakan tugas-tugas yang ia lakukan.

alamnya membuat kebutuhan berbeda dengan negaara lain yang mempunyai landscape yang berbeda pula.

(4)

2.1Masa Pra-Modern

2.1.1 Sparta dan Generasi yunani

Pada masa itu seragam militer masih sangat berwarna, warna pada zaman dahulu adalah identitas suatu bangsa yang membuatnya makin variatif dan banyak berbagai macam, contoh mudahnya adalah lihat bagaiaman pakaian bangsa Sparta pada Film Garapan Holywood yang berjudul “300”, meskipun banyak kefiktifan di dalamnya terutama tentang sosok pasukan Persia yang di gambarkan seperti monster sangat seram dan buruk rupa. Oleh karena itu pada masa itu digunakan pakaian yang tidak perduli akan landscape yang ada.

Sementara itu di sebelah kanan halaman menunjukan pakaian bangsa Yunani suku Sparta, jika di bandingkan dengan kelengkapan pasukan Persia, pasukan yunani pada awal masa perang sangat tidak siap, kurangnya ilmu dalam peperangan. Bisa dilihat pada gambar tersebut bahwasanya pasukanya hanya memakai kain,tombak dan perisai besar, sangat kontras jika dibandingkan dengan orang-orang Persia yang sudah siap alat dan taktik. Bukan itu saja, jika dibandingkan dengan pasukan-pasukan Persia yang sudah siap alat, pasukan Sparta tetapi dikenal keberanianya oleh para pasukan Persia.

(5)

2.1.2 ROMAWI DAN BIZANTIUM

Sengaja kami buat sub-judul ini dengaan huruf besar, karena inilah salah satu Kekuatan Militer masa Pra-Modern yang dapat menggilas seperempat luas dunia, di kenal atas kecerdikan strategi dan kemajuan peradaban yang dibawanya pula.

Pada masa Romawi, Kemiliteran Berkembang pesat, begitu juga dengan seragam yang mereka pakai dalam kelengkapan mereka untuk berperang, pada di kesatuan pasukan-pasukan Romawi ini banyak beberapa perubahan, Inovasi dan macam-macam pakaian tempur yang ada pada salah satu kekaisaran terluas dan terbesar di muka bumi.

Sudah terlihat perbedaan yang cukup dominan pada pakaian tempur yang di pakai pada zaman romawi ini, seperti corak perisai yang lebih ramai dan baju yang lebih kuat untuk dipakai di medan pertempuran pun dibuat lebih ringan, dengan metode chain steel armor, yang mana artinya memberi perlindungan seperti rantai kecil-kecil, dua gambar di atas adalah baju tempur di atas adalah pasukan romawi kelas II atau III, pasukan yang menjaga kemanan kota atau dalam masa pertempuran dinamakan sebagai light spearmen, mereka dipersenjatai dengan tombak,

(6)

disebelah nya tidak mempunyai pelindungan pada posisi vital kelaminya. Dan bentuk perisai yang lebih simple.

Seperti yang sudah dijabarkan pada halaman sebelumnya, bahwasanya pasukan kelas dua bangsa romawi seperti diberikan peralatan perang dan seragam yang kelas dua pula sesuai dengan kesatuan dan kemampuan setiap kesatuanya masing-masing. Selanjutnya kami akan jabarkan pasukan romawi kelas-I(Elite) dan akan ditunjukan banyak perbedaan yang bisa dilihat dari sisi kelengkapan mereka.

Gambar disamping ini adalah salah satu prajurit kelas I romawi, disini terdapat lekat budaya romawi pada pilihan warna yang ada pada seragam mereka, warna merah digambarkan sebagai warna unik dan berkesan berani, pada budaya romawi merah juga adalah warna kehormatan,kebesaran(keagungan) dan symbol jagoan pada budaya romawi kuno,disini terlihat sebuah baju besi yang sudah sangat kuat telah di aplikasikan guna mendukung perlindungan badan si prajurit tersebut dari terjangan panah maupun hujaman pedang pada bagian vital organ tubuh sehingga memberikan perlindungan yang lebih prima.

(7)

centurion tersebut, sangat berkesan mewah, sangat diakui kualifasi tempur yang mereka miliki, karena keselamatan Caesar sendiri ada di tangan mereka.

2.1.3 Zaman Pertengahan(Era Perang salib)

Kemudian kita pindah ke era berikutnya, menuju suatu masa ketika berhadapan dua kekuatan besar dunia, apalagi kalau bukan salah satu perseturuan panjang dalam sejarah umat manusia, ya zaman zaman perang Salib, dimana kedua kekuatan besar Islam Dan Kristen bertempur memperbutkan kemenangan atas control kota suci Jerusalem, saling rebut dan saling bunuh itu telah banyak memakan korban, di tambah lagi lamanya waktu peperangan sampai beberapa abad, mau tidak mau mestilah dilakukan modernisasi pada seluruh arsenal peperangan, termasuk juga pada alat sandang para perajurit yang bertempur mereka membuktikan siapa yang paling baik peralatanya.

Pada bagian ini kita akan membahas dua garis besar, seragam tentara islam dan seragam tentara salib dan masing-masing pihak memiliki banyak fraksi-fraksinya sendiri. Pada pakaian perang salib ini yang paling kontras daripada pakaian seragam yang digunakan sebelum-sebelumnya adalah banyaknya symbol agama pada seragam tentara mereka, ya pasti memang begitu dikarenakan perang salib ini sendiri terjadi dikarenakan perang terhadap dua agama besar dunia.

2.1.4 Fraksi Salib(Negara-negara eropa Kristen)

(8)

Gambar disamping adalah sosok pasukan salib dari fraksi Knight templar, mereka jelas mengenakan pakaian identitas kesatuanya, salib berwarna merah berarti adalah pasukan asal inggris. Putih adalah makna kesucian, maka itu di pakai dalam pertempuran yang mengatas namakan agama masing-masing. Pasukan ini menurut sejarah mempunyai reputasi yang tinggi dalam medan pertempuran baik reputasi keberhasilan mereka atau kekejeman mereka membantai pasukan musuh yang tertawan. Maka dari itu terkadang mereka menjadi momok tersendiri bagi pasukan lawan.

(9)

2.1.5 Fraksi Islam

Pada masa perang Salib, pasukan muslim menggunakan peralatan yang lebih ringan, pedang yang lebih tajam, baju yang lebih tipis agar mereka dapat bergerak lebih cepat dalam bertempur, disini terlihat perbedaan budaya pertempuran antara orang eropa dan Orang Asia(Timur tengah), mungkin dikarenakan atas medan yang lebih tandus iklim yang lebih panas, mereka lantas menggunakan baju yang lebih ringan dan tipis, tidak pada bahan pakaian tempur mereka saja, warna pun lebih beragam dipakai oleh fraksi-fraksi Islam pada perang salib ini, Landscape medan perang yang gersang inilah yang membuat pemilihan warna yang cerah oleh pasukan islam, mereka telah berpikir sampe sejauh itu bahwasanya penggunaan warna cerah pada seragam mereka dapat lebih membuat rasa tidak terlalu panas, dan pergerakan pun selalu lincah.

Hasil beberapa pertempuran pun membuat orang-orang islam mendapatkan kemenangan telak, ada yang beranggapan di para sejarawan berpendapat bahwasnya salah satu yang membuat Tentara Islam menang adalah mereka memakai pakaian yang sesuai dalam peruntukanya berperang pada gurun seperti di medan pertempuran perang salib mayoritas pertempuran terjadi pada wilayah gurun pasir nan gersang dan panas.

Namun seperti pula fraksi Kristen, Fraksi islam disini juga banyak bermacam-macam dikarenakan perang salib adalah sebuah perang besar yang menyeret banyak bangsa-bangsa di dunia. Maka di tubuh fraksi muslim pun terlihat perbedaan-perbedaan dari baju yang dikenakan serta budaya yang ada terdapat padanya. Mungkin tanda yang paling jelas yang bisa kita amati adalah tanda bulan sabit sebagai tanda bahwasanya mereka adalah pasukan dari kubu Islam.

(10)

seperti yang sudah kita bahas pada halaman sebelumnya bahwasanya pasukan islam menggunakan pakaian yang lebih simple dan ringan, sosok pasukan yang ada di sebelah kanan kita inilah sosok pasukan muslim dari afrika utara, pakaian yang dipakainya adalah pakaian khas suku baduy(Beduin) yang hidup dalam gaya hidup nomaden atau berpindah pindah untuk mencari tanah yang lebih subur, pasukan ini mungkin terlihat tidak siap untuk berperang, tapi reputasinya jangan di tanyakan, pasukan ini sangat tidak takut mati karena bagi muslim mati untuk agama adalah surga telah dijanjikan kepadanya.

Gambar di sebelah kanan adalah pasukan ummayah pada masa perang salib, sudah jadi khas tentara islam dalam perang salib ini adalah pakaian yang lebih ringan, seperti kita lihat pula pada gambar di kanan kita, tentara yang naik kuda disana adalah satuan pasukan elit umayah, lihat tetap saja tidak mengenakan pelindung khusus, tapi disini ada pengecualian pada foto orang ke dua di tengah-tengah, ia memakai alat lengkap, armor tebal. Mengapa?

Dikarenakan ia adalah pengawal istana, pada istana pasti suhu lebih enak, tidak sepanas di padang pasir di luar, maka demikan untuk melindungi istana sultan maka sang

pengawal memakai perlatan berat.

(11)

pasukan perbantukan untuk cadangan jika keadaan genting dan mendesak. Baju mereka hanya menggunakan balutan kain, sangat nyaman untuk menunggu perintah panggilan untuk maju, dikarenakan pasukan ini senantiasa harus siaga.

2.2 MASA MODERN

Masa modern bisa di hitung saat terjadinya revolusi industri di Inggris, Revolusi Industri menjadi sebagai mencetus terhadap nilai-nilai budaya modernism yang merubah segala aspek kehidupan pada masa-masa kehidupan sebelumnya. Contoh yang paling terlihat adanya perubahan konsep pada system pekerjaan pada pabrik. Akibat terjadi revolusi industry, membuat tenaga manusia pada lini-lini produksi tidak terlalu di pentingkan kembali karena sudah ada mesin dan sangat sanggup dalam menggantikan manusia di lini pekerjaan.

Pada masa ini juga dikenal oleh istilah istilah baron, tuan tanah bangsawan, pada satu sisi revolusi industry membuat kebradaan baron lebih di untungkan kembali karena tidak perlu membayar gaji(upah) untuk membayar orang. Maka dari itu timbiul pula beberapa pemberontakan atas nama jenjang kelas social.

Beberapa kisah-kisah revolusi yang paling terkenal akibat terjadinya revolusi industi adalah, revolusi yang meledak di Perancis. Pada saat itu Masa yang marah akan keserakahan kaum Bangsawan tinggi menyerbu penjara Bastile di paris, Revolusi tersebut menyeret kaisar perancis sendiri dan akhirnya kaisar dan istrinya di hukum pancung di tengah kota dengan metode Galutoline. Sungguh akhir yang sangat tragis untuk sepasang bangsawan kaya yang terpandang

(12)

macam meriam-meriam yang dahsyat untuk menggempur posisi lawan. Mulai pada era Modern ini mulai lah penggunaan konsep perang industri.

2.2.1 ABAD 17. KONSEP LINE INFANTRY DAN KEJAYAAN WARNA.

Pada masa-masa ini terdapat suatu konsep-konsep baru dalam dunia pertempuran, saat pada akhir abad 15 ditemukanya musket(senapan kuno) maka dari sana ditemukan konsep baru untuk menembak dalam bentuk barisan guna menambah korban dan guna ketepatan mengenai sasaran pada target, tapi bukan disitu saja yang unik pada konsep line infantry ini. Pada zaman ini terkenal dengan penggunaan warna yang mencolok, tidak peduli pada keadaan alam sekitar, warna sebagai representasi suatu bangsa menjadi hal yang di patenkan pada masa itu. Karena seperti sama alasan sebelumnya, warna adalah identitas dan kebanggan dalam suatu bangsa, suatu ketentaraan bangsa.

(13)

pada awal modern ini sangat berbeda dengan masa dewasa post modern kini, bisa kita bayangkan bagaimana tentara yang berperang di medan padang rumput hijau luas tapi memakai seragam warna merah cerah seperti prajurit inggris.

Contoh gambar Pasukan Inggris dari Korps Infantry, perhatikanlah warna yang mereka pakai, merah adalah warna kebanggan bangsa inggris, maka dari itu pakaian yang mereka pakai adalah warna tersebut. Terkenal dengan istilah Red Coat pasukan Inggris mempunyai reputasi di pertempuran sangat tinggi, berkat keahlian mereka dalam bertempur

Gambar disebelah adalah contoh pasukan Inggris-skotlandia, salah satu pasukan elit pada satuan militer inggris, pasukan dengan nilai bertempur yang tinggi, jangan lupakan fakta lainya, tetap mereka mempertahankan adat skotlandianya. Perhatikan pada sarungnya dan motif biru yang menjadi khas bangsa skotlandia. Dalam masa baktinya pada perang Napoleon, pasukan ini terkenal handal, terutama dalam perang jarak dekat, pasukan ini lebih bengis dalam pertempuran jarak dekat, mereka cukup terlatih dalam pertempuran “Hand to hand combat” maka jangan di Tanya bagaimana susahnya bangsa inggris dulu menaklukan bangsa skotlandia.

(14)

menunjukan seragamnya dengan warna yang cerah dan sesuai dengan warna bendera nasionalnya.

2.2.2 Akhir dari warna-warna cerah

Memasuki abad 19 akhir, kemajuan di dunia pun semakin maju, banyak evolusi-revolusi yang mewarnai kemajuan dunia, seperti pada abad 19 akhir sudah mulai ditemukanya Transportasi kereta api salah satu kemajuan yang berarti dalam kemajuan teknologi umat manusia, tidak sampai situ saja kemajuan ini terus menerus semakin liar mencari apa yang bisa di rubah untuk menuju fase yang lebih baik.

Mulailah dicetuskanya sebuah inovasi baru di bidang militer, khususnya pada dunia seragam tentara, memang warna cerah pada seragam lapangan sangat keren, mentereng dan mempunyai nilai prestige yang besar, namun, seragam ini sangat tidak cocok pada pertempuran modern, akhirnya beberapa Negara di dunia berpikir untuk mengganti seragam satuan tentara mereka dengan warna yang hampir sama dengan keadaan alam medan perangnya, mulai lah dipikirkan bahwasanya jika pemilihan warna yang cocok adalah salah satu pula kunci kemenangan dalam pertempuran guna ber-kamuflase dengan alam sekitar, dari titik ini Negara kemudian tidak membutuhkan lagi keren-kerenan dilapangan tempur. Melainkan orientasinya pun berubah menjadi kepada seberapa efektifkah warna seragam dalam peng-aplikasian di medan perang.

(15)

Jerman memakai seragam kebanggan mereka warna abu-abu itu hingga sampai Perang dunia ke dua meletus,

Biru Perancis

Pada masa-masa perang dunia pertama, Perancis memilih seragam yang berwarna biru, sesuai dengan warisan sebelumnya seperti kita ketahui pada masa-masa perang napoleon, warna biru yang kontras digunakan, kemudian pada masa PD-1 prancis mengadaptasi warna biru yang lebih suram agar dapat dengan baik bersatu dengan landscape medan tempur

Coklat Amerika-Inggris

Jika pihak prancis menggunakan seragam warna biru, lain pihak di pihak amerika dan inggris, tentara amerika dan inggris pada PD-I menggunakan seragam yang mirip, tak lupa helm yang sama persis dengan pihak inggris pula, tetapi jika di perhatikan seksama mereka memilih warna yang pas untuk bertempur di medan eropa, seperti kita ketahui bahwasanya mayoritas medan tempur eropa pada PD-I adalah tanah terbuka, bukan padang rumput, padang rumput telah hancur karena bombardemen hebat dari artileri kedua belah pihak, medan tanah yang mayoritas berwarna coklat pun menjadi serasi dengan seragam mereka.

Abu-abu Jerman

(16)

palagan perang dunia ke dua, alam eropa yang kebanyakan berkabut dapat menyembunyikan tentara jerman dengan baik.

2.2.3 Pengadaptasian Pola pada seragam

Pola Pertama yang diterapkan pada seragam adalah pola pasukan payung jerman pada perang dunia ke-ii. Pola ini memadukan lingkungan sekitar agar para pasukan payung dapat masuk ke daerah musuh dengan mudah, pada taraf pertama penggunaan pola ini menggunakan pola unik, dimana mayoritas pembentukan polanya adalah warna kotak-kotak coklat dan di blend dengan warna hijau.

Faktanya Pasukan Jerman adalah salah satu pencetus ide revolusioner dengan penggunaan pola pada militer mereka secara luas, bahkan mereka sudah menggunakan pola seragam dalam warna berbeda dan untuk musim yang berbeda pula, ide yang dituangkan jerman inilah yang kemudian membuat dunia kemudian mencoba untuk membuat pola pada seragam tentara mereka, maka sejak itu tentara di seluruh dunia pun mengganti seragamnya untuk keperluan kelancaran bertempur.

(17)

pola dot gabungan gabungan dot(bulatan) dan warna warna yang dipadukan. Seperti contoh Seragam Marinir Amerika pada perang dunia ke dua ini.

2.2.3.1 Seragam pola Loreng paling banyak di pakai

2.2.3.1.1 British DPM Pattern

Apakah anda pernah berpikir, apa nama seragam lapangan yang di pakai tni kita? Kita selama ini menganggap seragam ini hanya memanggil nama seragamnya dengan istilah loreng TNI. Namun sebenernya seluruh seragam di dunia memiliki nama, itulah yang di pakai anggota TNI kita, salah satu seragam yang di aplikasikan secara luas oleh berbagai macam tentara di dunia, mengapa dipilih DPM Inggris, karena perpaduan warnanya adalah yang paling cocok untuk di pakai di hutan-hutan dunia, dan kebanyakan pula menganggap bahwa seragam ini keren, sehingga memilih untuk menggunakanya.

(18)

2.3 Masa Post-Modern

Inovasi makin Kreatif dalam adaptasi alam, sekaligus dalam hal prestige mode.

Masa Post-Modern adalah masa yang sangat dinamis, semua perubahan di semua lini mengalami perubahan, mengapa? Dikarenakan tuntutan dunia menghendaki perubahan yang sangat cepat dalam hal apapun, inovasi, perbaikan untuk menuju terbaik dikebut di semua lini, era millennium ini adalah dimana manusia menyaksikan dimana-mana terjadi perubahan, termasuk ide-ide terbaru pada manusia juga untuk menuntut perubahan sangat cepat pergerakanya. Pada masa millennium dewasa ini terkenal dengan sebutan era Digital, semua system digital mengalami kemajuan sangat cepat. Kita amati bagaimana semua alat elektronik gadget dan lain-lainya semakin canggih.

Begitu pula dengan seragam lapangan, dalam topic kali ini kita akan membahas secara dalam bagaimana seragam zaman post modern ini mengalami kemajuan pesat, ditemukanya konsep “Pixelated” dalam seragam, membuat lebih mudah menyatu dengan alam, tetapi bukan berarti pula pola-pola lama benar benar ditinggalkan juga, pola yang paling terkenal pada dewasa ini adalah “Multicam” pola ini bukan pola pixelated yang terkenal, tetapi sangat bisa bersatu ke alam juga, sungguh sebuah desain hebat.

(19)

2.3.1 PIXELATED dan MULTICAM 2.3.1.1 Pixelated, “ACUPAT”

Seragam ini diperkenalkan pertama kali kepada tentara Amerika pada perang irak yang di dominasi oleh pertempuran urban. Warna abu-abu sangat bagus untuk pertempuran dalam kota, dan pada pembuktianya ternyata, seragam ini sangat bagus pula untuk pertempuran padang pasir juga, dikarenakan pada pertempuran padang pasir kurang lebih warnanya sama. Meskipun ada seragam khusus untuk pertempuran padang pasir, namun Acupat secara mudahnya dapat melaksanakan misi-misi untuk penyamaran pada medan gurun.

2.3.2 THE MIGHTY MULTICAM

Seragam yang digunakan banyak tentara di dunia, seragam yang dapat menyatu ke medan tempur meskipun malam hari, seragam yang mempunyai sedikit turunan guna menjawab kebutuhan adaptif dalam medan perang, ialah Multicam. Pada masa post-Modern ini telah dilahirkan salah satu seragam handal, di dunia militer menjadi budaya baru, seperti military pop. Personel pun sangat suka pada seragam ini dikarenakan modenya juga membuat yang memakainya semakin gagah.

(20)

Kemenhan Amerika untuk seragam baru, namun di tolak, baru pada tahun 2013 setelah diteliti faktanya adalah seragam ini seragam yang paling adaptif dalam medan tempur. Bagaimana mungkin sebuah seragam yang bagus di medan tempur namun malah pernah di tolak.

3. KESIMPULAN

Manusia adalah makhluk yang memiliki pikiran, manusia juga merupakan makhluk social yang sangat rumit, ada ahli yang berpendapat bahwasanya jika manusia tidak di ciptakan maka mungkin keadaan bumi tidak akan pernah berubah dan tetap asri seperti pertama kali di ciptakan. Tetapi di satu sisi manusia tidak serta merta selalu merusak, manusia sejatinya adalah makhluk yang selali berinovasi dan melakukan perbaikan di semua lini. Seperti halnya dalam penggunaan seragam, pada zaman purba manusia hanya menggunakan kulit untuk berpakaian, namun kemudian di rancanglah seragam untuk bala tentara(Petarung) dari umat manusia untuk membunuh dan menerima perintah dari atasanya(komandanya/Rajanya)

Dahulu manusia menggunakan baju seragam militer untuk melindungi dirinya tentu saja fungsi utamanya, namun kemudian bala tentara umat manusia mulai beralih kepada penyesuaian adaptasi medan yang sesuai dengan pertempuran yang terjadi, seperti kita perhatikan selalu saja pada zaman dahulu manusia menggunakan warna-warna yang cerah atau kebanggan mereka untuk berperang, namun tidak memikirkan bagaimana kondisi medan dan vegetasi sekitarnya.

(21)

4. Daftar Pustaka.

 Atkinson, Charles Francis (1911). "Uniforms". In Chisholm, Hugh. Encyclopædia Britannica27(11th ed.). Cambridge University Press. pp. 582–593.

Bueno, José María (1983), El Ejército de Alfonso XIII - La Infantería de Línea (in Spanish), Madrid: Barreira, p. 26, ISBN 84-86071-02-X

Elliott, Jane E. (2002), Some did it for civilisation, some did it for their country: a revised view of the boxer war, Chinese University Press, p. 126, ISBN 962-996-066-4, retrieved 2010-06-28

Kannik, Preben (1968), Military Uniforms of the World, London,: Blandford P., p. 147, ISBN 0713704829

Lanxin Xiang (2003), The origins of the Boxer War: a multinational study, Psychology Press, p. 207, ISBN 0-7007-1563-0, retrieved 2010-06-28 (scroll down to next page from 206 to get to 208)

Pfanner, Toni (March 2004), "Military uniforms and the law of

war" (PDF), International Review of the Red Cross (IRRC) 86 (853): 93–124

Gambar

Gambar  di  samping  menunjukan  Contoh
Gambar disamping ini adalah salah satu prajurit kelas I romawi, disini
Gambar  disamping  adalah  sosok  pasukan  salib  dari  fraksi
Gambar  di  sebelah  kanan
+3

Referensi

Dokumen terkait