LAPORAN
PRAKTIK PENGALAMAN LAPANGAN 2 DI SMP NEGERI 2 AMBARAWA
Disusun Oleh :
Nama : Sinta Ayu A
NIM : 4401410096
Program Studi : Pendidikan Biologi
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG
TAHUN 2013
PENGESAHAN
Laporan PPL 2 ini telah disusun sesuai dengan Pedoman PPL Unnes.
Hari :
Tanggal : Oktober 2013
Disahkan oleh :
Koordinatoor Dosen Pembimbing
Dr. Susilo, M.S.
NIP 19520801 197603 1 006
Kepala SMP Negeri 2 Ambarawa
Drs. Kabul Budi Utomo
NIP 19620815 198603 1 021
Kepala Pusat Pengembangan PPL Unnes.
(ttd)
Drs. Masugino, M.Pd.
NIP 19520721 198012
KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan
rahmat dan hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan laporan Praktik
Pengalaman Lapangan 2 di SMP N 2 Ambarawa dengan baik. Sholawat dan salam
semoga tetap tercurahkan kepada Rasulullah Muhammad SAW yang senantiasa
memberikan teladan terbaiknya kepada kita.
Laporan ini disusun sebagai salah satu syarat penyelesaian PPL 2 yang
dilaksanakan di SMP N 2 Ambarawa. Isi yang tercantum dalam laporan ini memuat
segala sesuatu yang penulis dapatkan melalui kegiatan Praktik Pengalaman Lapangan
2, dan latihan-latihan di SMP N 2 Ambarawa.
Dalam kegiatan penyusunan laporan ini, penulis banyak memperoleh bantuan
dari berbagai pihak. Ucapan terimakasih penulis sampaikan kepada :
1. Fathur Rokhman, M.Hum, selaku Rektor Universitas Negeri Semarang.
2. Drs. Masugino, M.Pd., selaku Kepala Pusat Pengembangan PPL Unnes.
3. Dr. Susilo, M.S., selaku Dosen Koordinator PPL di SMP N 2 Ambarawa
4. Dr. Ir. Amin Retnoningsih, MSi., selaku Dosen Pembimbing PPL di SMP N 2
Ambarawa.
5. Drs. Kabul Budi Utomo selaku Kepala Sekolah SMP N 2 Ambarawa.
6. Rahayu, S. Pd selaku Koordinator Guru Pamong PPL SMP N 2 Ambarawa
7. Djunadi, S.Pd. , selaku guru pamong yang telah memberikan bimbingan dan
arahan selama melaksanakan PPL di SMP N 2 Ambarawa.
8. Seluruh warga sekolah meliputi guru, staff karyawan, dan siswa di SMP 2
Ambarawa.
9. Bapak dan Ibu yang selalu mendukung.
10.Rekan-rekan mahasiswa PPL di SMP N 2 Ambarawa, yang telah memberi
bantuan, arahan, kritik serta dorongan selama proses praktik dan penyusunan
laporan.
Tidak ada gading yang tak retak, tidak ada kesempurnaan di dunia ini kecuali
hanya miliki Allah SWT semata. Penulis menyadari sebagai manusia biasa tidak
menutup kemungkinan banyak memiliki kekurangan dan melakukan kesalahan. Oleh
karena itu, penulis membuka diri untuk senantiasa dikritik dan diberikan saran yang
dapat membangun diri guna perbaikan laporan observasi ini.
Semarang, 8 Oktober 2013
Penulis,
Sinta Ayu Ambarwati
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL ... i
HALAMAN PENGESAHAN ... ii
KATA PENGANTAR ... iii
DAFTAR ISI ... v
DAFTAR LAMPIRAN ... vi
BAB I PENDAHULUAN ... 1
A. Latar Belakang ... 1
B. Tujuan... 2
C. Manfaat ... 2
BAB II LANDASAN TEORI ... 4
A. Pengertian Praktik Pengalaman Lapangan...,... 4
B. Dasar Pelaksanaan PPL... 4
C. Stuktur Organisasi Sekolah... 6
D. Kurikulum dan Perangkat Pembelajaran Sekolah Menengah Pertama... 6
E. Tugas Guru di Sekolah dan di Kelas... 7
BAB III PELAKSANAAN ... 8
A. Waktu dan Tempat Pelaksanaan... 8
B. Tahapan Kegiatan ... 8
C. Materi Kegiatan ... 9
D. Proses Pembimbingan ... 10
E. Faktor Pendukung dan Penghambat Kegiatan PPL……...10
BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN ... 15
A. Simpulan ... 15
B. Saran ... 15
REFLEKSI DIRI
LAMPIRAN
DAFTAR LAMPIRAN
1. Rekap Kegaitan Sehari-hari
2. Daftar Peserta Mahasiswa PPL
3. Presensi Mahasiswa PPL
4. Daftar Hadir Dosen Pembimbing
5. Kartu Bimbingan Praktek Mengajar
6. Daftar Hadir Dosen Koordinator
7. Kalender Pendidikan Tahun Pelajaran 2013/2014
8. Program Tahunan
9. Program Semester
10.Perangkat pembelajaran (RPP dan Instrumen Penilaian)
11.Agenda KBM PPL
12.Daftar Nama Siswa yang diajar.
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Universitas Negeri Semarang Universitas Negeri Semarang (Unnes)
merupakan sebuah Lembaga Pendidikan Tinggi Keguruan (LPTK). Tujuan berdirinya
Unnes yaitu menghasilkan tenaga akademik, profesi, dan vokasi yang memiliki
kompetensi unggul. Salah satu upaya yang dilakukan Unnes dalam mempersiapkan
tenaga akademik adalah menyiapkan mahasiswa sebagai calon tenaga kependidikan
profesional melalui kegiatan Praktik Pengalaman Langsung (PPL) di sekolah-sekolah
mitra.
Kegiatan Praktik Pengalaman Lapangan menjadi media bagi mahasiswa calon
guru untuk memperoleh pengetahuan, sikap dan keterampilan yang dapat menunjang
tercapainya penguasaan kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi
profesional dan kompetensi sosial. Berdasarkan SK Rektor Universitas Negeri
Semarang Nomor 10/0/2003 tentang Pedoman Praktik Pengalaman Lapangan Bagi
Mahasiswa Program Kependidikan, menyatakan bahwa PPL merupakan kegiatan
intra kurikuler yang wajib diikuti oleh mahasiswa program kependidikan Universitas
Negeri Semarang. Dalam kegiatan PPL ini, praktikan dibimbing dan dilatih untuk
melakukan proses pembelajaran dari menyiapkan rencana pembelajaran maupun
menganalisis hasil pembelajaran, praktik administrasi, praktik bimbingan konseling
serta aktif mengikuti kegiatan ekstrakulikuler yang berjalan di sekolah latihan.
Dengan mengikuti seluruh kegiatan PPL, praktikan dapat menerapkan seluruh
ilmu yang pernah didapat sekaligus mengembangkan potensi yang ada sebagai calon
guru. Diakhir kegiatan PPL, kesiapan praktikan sebagai calon guru akan dinilai oleh
guru pamong, guru koordinator, dan dosen pembimbing. Oleh karena itu, kegiatan
PPL sangatlah penting dan bermanfaat bagi mahasiswa calon guru.
B. Tujuan
Tujuan dilaksanakannya Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) 2 ini, adalah:
1. Sebagai salah satu syarat untuk memenuhi tugas mata kuliah Praktik
Pengalaman Lapangan (PPL) 2 di Universitas Negeri Semarang;
2. Membentuk mahasiswa praktikan agar menjadi calon tenaga kependidikan
(guru) yang profesional, sesuai dengan prinsip-prinsip pendidikan
berdasarkan kompetensi pedagogik, kompetensi profesional, kompetensi
kepribadian dan kompetensi sosial.
3. Melatih mahasiswa agar dapat melakukan tugas fungsional, yakni
melakukan kegiatan pengajaran di dalam kelas.
C. Manfaat
Pelaksanaan PPL diharapkan dapat member manfaat terhadap semua komponen
yang terkait, yaitu mahasiswa (praktikan), sekolah, dan perguruan tinggi yang
bersangkutan.
1. Manfaat bagi Mahasiswa Praktikan
a. Mahasiswa praktikan diharapkan dapat mengembangkan tercapainya
penguasaan kompetensi paedagogik, profesional, kepribadian, dan sosial.
b. Mendapatkan kesempatan untuk mempraktikkan bekal yang diperoleh
selama kuliah di tempat PPL meliputi penerapan model pembelajaran,
dan teknik-teknik mengajar
c. Mengetahui dan mempraktikkan secara langsung mengenai cara-cara
pembuatan perangkat pembelajaran seperti Program Tahunan, Program
Semester, Silabus, Rencana Pembelajaran yang dibimbing oleh guru
pamong masing-masing.
d. Mengasah kemampuan penalaran dan berfikir mahasiswa praktikan
dalam penelaahan, perumusan, dan pemecahan masalah pendidikan yang
ada disekolah.
e. Mengetahui secara langsung kegiatan pembelajaran dan kegiatan bidang
kependidikan lainnya di sekolah latihan.
2. Manfaat bagi Sekolah latihan
a. Meningkatkan kualitas pendidikan dalam membimbing anak didik
maupun mahasiswa PPL serta dapat menambah profesionalisme guru
di dalam proses belajar mengajar. .
b. Mempererat kerjasama antara sekolah latihan dengan perguruan tinggi
yang bersangkutan yang dapat bermanfaat bagi para lulusannya kelak.
c. Memperoleh transfer pengetahuan mengenai informasi yang berkaitan
dengan pengembangan kualitas pendidikan dan sekolah.
3. Manfaat bagi Universitas Negeri Semarang
a. Membentuk dan melatih mahasiswa yang berpengalaman dan
profesional.
b. Memperluas dan meningkatkan jaringan kerja sama dengan instansi
yang terkait.
c. Memperoleh informasi tentang kasus kependidikan di sekolah-sekolah
sebagai bahan pengembangan penelitian.
d. Mengetahui perkembangan kurikulum, metode, dan pengelolaan kelas
dalam kegiatan belajar mengajar secara langsung yang berkaitan dengan
Unnes sebagai suatu LPTK.
BAB II
LANDASAN TEORI
A. Pengertian Praktik Pengalaman Lapangan
Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) adalah semua kegiatan kurikuler yang
harus dilakukan oleh mahasiswa praktikan, sebagai kegiatan untuk menerapkan
teori yang diperoleh dalam semester-semester sebelumnya berdasarkan
persyaratan yang telah ditetapkan sehingga mereka memperoleh pengalaman dan
keterampilan dalam penyelenggaraan pendidikan dan pengajaran di sekolah
latihan.
Kegiatan PPL meliputi praktik mengajar, administrasi, bimbingan dan
konseling, serta kegiatan yang bersifat kokurikuler dan atau ekstrakurikuler yang
berlaku di sekolah latihan. PPL bertujuan untuk membentuk mahasiswa praktikan
agar menjadi calon tenaga kependidikan yang profesional sesuai dengan
prinsip-prinsip pendidikan berdasarkan kompetensi yang meliputi kompetensi
profesional, paedagogik, kepribadian (personal), dan kemasyarakatan (sosial).
B. Dasar Pelaksanaan PPL
Pelaksanaan PPL 2 ini memiliki dasar hukum sebagai landasan
pelaksanaannya, yaitu:
1. Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional
(Lembaran Negara Tahun 2003 Nomor 78, Tambahan Lembaran Negara
Nomor 4301).
2. Undang-undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen (Lembaran
Negara Tahun 2005 Nomor 157, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4586).
3. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional
Pendidikan (Lembaran Negara Tahun 2005 Nomor 41, Tambahan Lembaran
Negara Nomor 4496).
4. Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2010 tentang Pengelolaan dan
Penyelenggaraan Pendidikan (Lembaran Negara Tahun 2010 Nomor 23,
Tambahan Lembaran Negara Nomor 5105) sebagaimana telah diubah dengan
Peraturan Pemerintah Nomor 66 Tahun 2010 tentang Perubahan atas Peraturan
Pemerintah Nomor 17 Tahun 2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan
Pendidikan (Lembaran Negara Tahun 2010 Nomor 112, Tambahan Lembaran
Negara Nomor 5157).
5. Keputusan Presiden
a. Nomor 271 tahun 1965 tentang Pengesahan Pendirian IKIP Semarang.
b. Nomor 124 tahun 1999 tentang Perubahan IKIP Semarang, Bandung, dan
Medan menjadi Universitas.
6. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 59 Tahun 2009 tentang
Organisasi dan Tata Kerja Universitas Negeri Semarang.
7. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 8 Tahun 2011 tentang Statuta
Universitas Negeri Semarang.
8. Keputusan Menteri Pendidikan Nasional.
a. Nomor 232/U/2000 tentang Pedoman Penyusunan Kurikulum Pendidikan
Tinggi dan Penilaian Hasil Belajar Mahasiswa.
b. Nomor 234/U/2000 tentang pedoman Pendirian Perguruan Tinggi.
9. Peraturan Rektor Universitas Negeri Semarang Nomor 14 Tahun 2012 tentang
Pedoman Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) bagi Mahasiswa Program
Kependidikan Universitas Negeri Semarang.
10.Keputusan Rektor Universitas Negeri Semarang
a. Nomor 46/O/2001 tentang Jurusan dan Program Studi di Lingkungan
Fakultas serta Program Studi pada Program Pascasarjana Universitas
Negeri Semarang.
b. Nomor 162/O/2004 tentang Penyelenggaraan Pendidikan di Universitas
Negeri Semarang.
c. Nomor163/O/2004 tentang Pedoman Penilaian Hasil Belajar Mahasiswa
Universitas Negeri Semarang.
C. Strutur Organisasi Sekolah
Susunan organisasi sekolah tertuang dalam Keputusan Menteri Pendidikan
Nasional tentang susunan Organisasi dan tata kerja jenis sekolah tersebut. Dari
struktur organisasi sekolah tersebut terlihat hubungan dan mekanisme kerja antara
Kepala Sekolah, Guru, Mudir, Pegawai Tata Usaha Sekolah serta pihak lainnya di
luar sekolah. Koordinasi, Integrasi dan Sinkronisasi kegiatan-kegiatan yang
terarah memerlukan pendekatan pengadministrasian yang efektif dan efisien,
yaitu:
1. Berorientasi kepada tujuan.
2. Berorientasi kepada pendayagunaan semua sumber (tenaga, dana, dan sarana)
secara tepat guna dan hasil guna.
3. Mekanisme pengelolaan sekolah meliputi perencanaan, pengorganisasian,
pelaksanaan, dan penilaian hasil kegiatan administrasi sekolah harus dilakukan
secara sistematis dan terpadu.
D. Kurikulum dan Perangkat Pembelajaran Sekolah Menengah Pertama
Salah satu bentuk upaya nyata Departemen Pendidikan Nasional untuk
meningkatkan kualitas Pendidikan tersebut adalah pelaksanaan Kurikulum 2013.
Kurikulum merupakan rancangan yang berisi landasan sebagai acuan dan
pedoman dalam mencapai tujuan pendidikan nasional, pendidikan menengah atas
dan pendidikan pada sekolah menengah pertama. Cakupan lain dari kurikulum
berisi tentang program pengajaran yang mencakup isi program pengajaran, lama
pendidikan dan susunan program pengajaran, pelaksanaan pengajaran di tingkat
Nasional dan Daerah. Adapun untuk tujuan pendidikan pada jenjang pendidikan
Sekolah Menengah Pertama adalah sebagai berikut:
1. Meningkatkan pengetahuan siswa untuk melanjutkan pendidikan pada
jenjang yang lebih tinggi dan mengembangkan diri sejalan dengan
perkembangan ilmu, teknologi, dan kesenian.
2. Meningkatkan kemampuan siswa sebagai anggota masyarakat dalam
emengadakan hubungan timbal balik dengan lingkungan sosial, budaya, dan
alam sekitar.
Kurikulum 2013 merupkan kurikulum baru yang sedang diujicobakan.
Perbedaan pada Kurikulum 2013 yaitu menekankan pada dimensi pedagogik
modern dalam pembelajaran, dengan menggunakan pendekatan ilmiah.
Pendekatan ilmiah (scientific appoach) dalam pembelajaran sebagaimana
dimaksud meliputi mengamati, menanya, menalar, mencoba, membentuk
jejaring. Proses pembelajaran menyentuh tiga ranah, yaitu sikap, pengetahuan,
dan keterampilan. Proses hasil belajar menggunakan Penilaian autentik (Authentic
Assessment) yaitu pengukuran yang bermakna secara signifikan atas hasil belajar
peserta didik untuk ranah sikap, keterampilan, dan pengetahuan.
E. Tugas Guru di Sekolah dan di Kelas
Guru sebagai tenaga pengajar di jejang pendidikan dasar maupun
menengah harus mempunyai kualitas diri sendiri serta mengembangkan
kepribadiannya sebagai salah satu upaya mencapai tujuan pendidikan nasional.
Selain itu guru juga perlu menjaga citra dirinya sehingga dapat dijadikan teladan
bagi siswa dan lingkungan. Berikut ini adalah tugas dan tanggung jawab guru di
sekolah dan kelas sebagai pengajar, pendidik, anggota sekolah, maupun anggota
masyarakat.
1. Tugas dan kewajiban guru selaku pengajar :
a. Mengadakan persiapan mengajar seperlunya sesuai dengan kurikulum
yang berlaku.
b. Mengadakan evaluasi pelajaran secara teratur dan kontinu sesuai
teknik evaluasi yang berlaku.
c. Ikut memelihara tata tertib kelas dan sekolah, membina hubungan baik
antara sekolah dengan orang tua dan masyarakat. Serta antara sekolah
dengan berbagai golongan masyarakat dan pemerintah daerah
setempat.
BAB III PELAKSANAAN
A. Waktu dan Tempat Pelaksanaan
Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) dilaksanakan secara 2 tahap mulai
tanggal 29 Juli 2013 sampai tanggal 19 Oktober 2013. PPL 2 dilaksanakan pada
tanggal 28 Agustus 2013 sampai tanggal 12 Oktober 2013.
Pelaksanaan kegiatan PPL oleh Mahasiswa praktikan ditempatkan di SMP
Negeri 2 Ambarawa beralamat Jalan Kartini Nomer 1A Kecamatan Ambarawa
Kabupaten Semarang.
B. Tahapan Kegiatan
Selama kegiatan PPL di SMP Negeri 2 Ambarawa Kabupaten Semarang,
tahapan kegiatan yang dilaksanakan adalah:
Tanggal Jenis Kegiatan Tempat Kegiatan 29 Juli 2013 Upacara Penerjunan Lapangan Rektorat
UNNES
Penerimaan di sekolah latihan SMP Negeri 2 Ambarawa
d. Penyusunan laporan PPL 1 e. Kegiatan-kegiatan lainnya (ekstra d. Penyusunan Laporan PPL 2
C. Materi Kegiatan
Materi kegiatan yang dilakukan di sekolah latihan meliputi seluruh
kegiatan belajar mengajar, serta kegiatan observasi di bidang administratif yang
meliputi:
1. Pembuatan Perangkat Pembelajaran
Sebelum mengajdakan KBM di dalam kelas, hal yang harus dipenuhi
oleh praktikan adalah membuat perangkat pembelajaran yang akan digunakan
sebagai pedoman dalam KBM meliputi:
Program Tahunan (Prota) yang akan memuat alokasi waktu untuk setiap pokok bahasan dalam satu tahun pelajaran;
Program Semester (Promes) merupakan salah satu program yang memuat alokasi waktu untuk setiap satuan bahasan pada setiap semester; Silabus yaitu seperangkat rencana dan pengaturan tentang kegiatan
pembelajaran, pengelolaan kelas, dan penilaian hasil belajar yang
tujuannya membantu guru dalam menjabarkan kompetensi dasar menjadi
perencanaan belajar mengajar.
2. Rencana Pembelajaran
Sebagai dasar acuan urutan pembelajaran diperlukan suatu rencana
pembelajaran guru untuk setiap pertemua agar dapat berjalan lebih efektif dan
efisien. RPP dibuat mengacu pada Silabus dan disesuaikan terhadap kurikulum
yang sedang berlangsung.
3. Pengajaran Terbimbing
Pengajaran terbimbing adalah kegiatan pengajaran yang dilakukan
praktikan dengan bimbingan guru pamong dan dosen pembimbing. Bimbingan
ini meliputi penyusunan perangkat pembelajaran yang meliputi: Prota, Promes,
Silabus, dan RPP.
4. Pengajaran Mandiri
Pengajaran mandiri adalah kegiatan praktik secara mandiri agar
praktikan dapat menerapkan rencana pebelajaran sesuai perangkat
pembelajaran yang dibuat dan melatih kemampuan pengelolaan kelas secara
nyata sesuai pantauan dan bimbingan dari guru pamong. Sehingga praktikan
lebih mempunyai kebebasan berkreasi dalam memberikan materi.
5. Pelaksanaan Ujian Praktik Mengajar
Akhir kegiatan praktik mengajar dilakukan ujian oleh praktikan. Ujian
ini digunakan sebagai dasar penilaian praktikan sebagai calon guru. Ujian
dilaksanakan satu kali ujian sesuai kesepakatan antara guru pamong dan dosen
pembimbingdengan syarat telah melakukan pengajaran mandiri minimal 7 kali
pengajaran.
6. Pembibingan Penyusunan Laporan
Bimbingan ini dilakukan dalam penyusunan laporan PPL 2 dan
berbagai kegiatan yang dilakukan oleh praktikan selama PPL 2. Penyusunan
laporan ini juga dibantu oleh dosen pembimbing dan dosen koordinator
sekolah latihan.
D. Proses Pembimbingan
Dalam melaksanakan kegiatan PPL 2 praktikan mendapat bimbingan baik
dari guru pamong maupun dari dosen pembimbing. Proses pembimbingan tersebut
antara lain meliputi:
1. Konsultasi pembuatan perangkat pembelajaran (Prota, Promes, Silabus, dan
RPP) dengan guru pamong untuk mendapat masukan dan perbaikan;
2. Konsultasi dengan guru pamong tentang teknik pembelajaran, materi dan
metode yang akan digunakan sebelum praktik mengajar;
3. Konsultasi dengan dosen pembimbing tentang kelemahan diri dan solusi saat
mengajar.
4. Dalam pembuatan laporan PPL 2 guru pamong dan dosen pembimbing
dilibatkan dalam memberikan masukan dan mengoreksi jika terdapat
kekeliruan baik dalam segi ini maupun tata bahasa.
E. Hal-hal yang Mendukung dan Menghambat Pelaksaan Hal-hal yang mendukung pelaksanaan PPL 2, antara lain:
1. Tersedianya Fasilitas sekolah dengan baik.
2. Pemanfaatan penggunaan perpustakaan, laboratorium, dan ruang komputer
bagi mahasiswa PPL dalam melaksanakan pembelajaran.
3. Keakraban Guru pamong dan dosen pembimbing yang selalu membimbing
dan memberikan masukan kepada mahasiswa PPL selama praktik mengajar.
Hal-hal yang menghambat selama PPL 2, antara lain :
1. Sulitnya pengembangan media pembelajaran yang menyenangkan.
2. Penyesuaian dengan siswa dalam pengelolaan kelas.
3. Cukup jauhnya jarak tempat praktik dengan kampus, sehingga informasi dari
kampus sulit diakses.
Syukur Alhamdulillah penulis panjatkan kehadirat Allah SWT, atas
kesempatan dan kemudahan yang diberikan sehingga penulis dapat
menyelesaikan Praktik Pengalaman Lapangan 2 di SMP N 2 Ambarawa. Terima
kasih penulis sampaikan kepada pihak yang telah mendukung berlangsungnya
kegiatan PPL tahap 2 yaitu keluarga besar SMP N 2 Ambarawa yang telah
berkenan menerima dan membimbing praktikan.
Selama praktek berlangsung, dimulai pada tanggal 22 Agustus 2013 hingga
12 Oktober 2013 praktikan harus mengikuti kegiatan meliputi pengajaran
terbimbing, pengajaran mandiri, Ujian Praktik Mengajar, serta Penyusunan
Laporan PPL 2. Berdasarkan pengalaman praktik mengajar, banyak informasi
yang praktikan peroleh selama kegiatan PPL 2 meliputi :
A. Kekuatan dan Kelemahan Pembelajaran IPA Biologi
Pembelajaran Biologi merupakan cabang dari sains yaitu ilmu yang
mempelajari segala konsep-konsep, prinsip atau pun fakta yang berkaitan dengan
fenomena di lingkungan. Biologi sebagai bagian sains merupakan cabang ilmu
yang mepelajari hubungan antara makhluk hidup dan lingkungannya.
Pembelajaran biologi tidak hanya sekedar pemberian materi, namun juga harus
lebih menekankan pada pemberian pengalaman langsung kepada siswa tengtang
konsep-konsep kehidupan. Melalui pembelajaran biologi siswa dapat memahami
peranan dirinya sebagai makhluk hidup. Banyak hal yang terkait dengan
kehidupan siswa langsung yang dapat digunakan sebagai contoh dalam
mempelajari biologi. Pembelajatan biologi juga dapat melatih berfikir analisi
siswa dalam memcahkan setiap permasalahan yang ada dilingkungan sekitar.
Cakupan materi dalam pembelajaran biologi sangatlah luas. Tidak semua
materi biologi dapat dihadirkan secara langsung dalam pembelajaran. Masih
banyak konsep yang sering salah dimengerti oleh siswa. pembelajaran biologi
memerlukan waktu yang lebih banyak agar pembelajaran dapat berjalan secara
menyenangkan dan bermakna. Beberapa objek biologi juga tidak dapat dilihat dan
ditemuai dengan mudah, sehingga memerlukan alat bantu dan persiapan yang
baik.
B. Sarana dan Prasarana Pembelajaran di SMP Negeri 2 Ambarawa
Sarana dan prasarana pembelajaran yang tersedia di SMP N 2 Ambarawa
cukup memadai termasuk untuk mata pelajaran biologi. Fasilitas yang ada dan
menunjang pembelajaran biologi meliputi Laboratorium IPA, perpustakaan dan
Lingkungan sekolah yang penuh dengan objek-objek biologi. Alat-alat yang
terdapat di Laboratorium IPA cukup lengkap. Hanya saja tempat yang ada tidak
dapat digunakan untuk beberapa kelas secara bersamaan, sehingga antar kelas
harus ada koordinasi saat akan menggunakan laboratorium.
C. Kualitas Guru Pamong dan Dosen Pembimbing
Dalam melaksanakan PPL di SMP N 2 Ambarawa, praktikan dibimbing
oleh Guru Pamong IPA terpadu yaitu Bp. Djunaedi, S.Pd yang mengampu kelas
VII C-G. Pada kegiatan PPL 2, praktikan dibimbing dengan baik. Saat
pembelajaran berlangsung, beliau selalu mendampingi dan memantau
pembelajaran yang berlangsung. Dengan bimbingan beliau, praktikan memperoleh
banyak masukan dalam melaksanakan pengajaran.
Selain dibimbing oleh guru pamong, praktikan juga dibimbing oleh dosen
pembimbing yaitu Ir. Amin Retnoningsih, Msi. Praktikan banyak mendapat
bimbingan dan arahan, baik melalui pesan singkat, telepon, atau tatap muka. i
D. Kualitas Pembelajaran di Sekolah Latihan
Kualitas pembelajaran di sekolah latihan baik. Hal tersebut didukung
sumber daya siswa yang mumpuni. Selain itu kualitas pembelajaran yang
dilakukan oleh guru pamong juga sudah baik. Guru pamong dalam melaksanakan
pembelajaran sudah menerapkan pendidikan karakter. Dalam membimbing
praktikan, guru pamong juga telah memberikan masukan-masukan yang
bermanfaat tentang metode mengajar, dan teknik pengelolaan kelas.
E. Kemampuan Diri Praktikan
Dalam menunjang kegiatan PPL ini, sebelum penerjunan praktikan telah
dibekali pengetahuan melalui kegiatan pembekalan oleh fakultas dan oleh jurusan.
Kegiatan pembekalan oleh jurusan dilakasanakan melalui mata kuliah
Microteaching untuk memberikan teknik-teknik mengajar yang baik. Dengan ini
praktikan memiliki sedikit pengetahuan tentang teknik mengajar sehingga dapat
diterapkan ketika praktek PPL berlangsung. Kadang ada beberapa hal secara
teoritis diketahui oleh praktikan, tetapi pada praktiknya praktikan masih kurang
menguasai. Kekurangan yang praktikan miliki yaitu kurangnya penguasaan dalam
mengelola kelas. Dengan adanya PPL 2 ini, praktikan sudah dapat menyesuaikan
dengan keadaan dikelas saat mengajar, mengetahui bagaimana cara mengatasi
siswa-siswa, dan pengelolaan kelas yang baik.
F. Nilai Tambah yang Diperoleh setelah Mengikuti PPL 2
Setelah melaksanakan PPL 2 praktikan mendapatkan pengetahuan
tambahan untuk bekal mengajar, mendapatkan pengalaman langsung dengan
menerapkan ilmu yang telah diperoleh saat kuliah. Praktikan mengetahui beberapa
kegiatan tenaga pendidik, mengetahui cara pengelolaan kelas, cara
mengkondisikan kelas, cara menyampaikan materi dengan baik, dan cara
memanfaatkan segala sumberdaya yang ada untuk media pembelajaran.
G. Saran pengembangan bagi SMP N 2 Ambarawa dan Universitas Negeri Semarang
Beberapa masukan yang ingin praktikan sampaikan untuk SMP N 2
Ambarawa yaitu agar sekolah terus meningkatkan kualitas pendidikan dan prestasi
sekolah. Untuk mendukung peningkatan kualitas dan prestasi sebaiknya disertai
dengan peningkatan pengadaan dan pemanfaatan sarana prasarana yang ada.
Perpustakaan sekolah sebagai salah satu sarana perlu ditingkatkan kapasitas
ruangannya agar dapat menampung banyak buku-buku dan siswa yang ingin
membaca. Selain itu fasilitas LCD yang rusak segera diperbaiki guna menunjang
kegiatan pembelajaran di dalam kelas.
Saran untuk UNNES adalah universitas lebih meningkatkan kerja sama
dengan sekolah guna menunjang kegiatan PPL. Selain itu peningkatan pelayanan
kepada sekolah-sekolah mitra sehingga proses jalannya PPL berjalan dengan baik.
Demikian refleksi diri yang praktikan bisa sampaikan. Semoga apa yang
telah saya praktikan dan tulis bermanfaat serta dapat menjadi masukan yang baik
bagi semua pihak.
Ambarawa, Oktober 2013
Guru Pamong Mahasiswa Praktikan
BAB IV PENUTUP
A. Simpulan
Pelaksanaan kegiatan Praktik Pengalaman Lapangan 2 (PPL2) di SMP N 2
Ambarawa telah berlangsung sejak 22 Agustus – 12 Oktober 2013. Pada kegiatan
PPL 2 ini praktikan telah mengikuti segala aturan dan kegiatan guna mendukung
pengembangan diri praktikan sebagai calon guru. Seluruh kegiatan ini telah
berjalan dengan lancar. Hal tersebut dikarenakan kerjasama yang baik antara
semua pihak yang terlibat dalam kegiatan PPL ini. Mahasiswa praktikan
mendapatkan banyak sekali pengalaman dari kegiatan ini, yang nantinya dapat
dijadikan bekal sebagai pendidik yang kompeten dan profesional.
B. Saran
Berdasarkan pelaksanaan Praktik Pengalaman Lapangan yang telah
berlangsung maka praktikan dapat memberikan saran sebagai berikut:
4. Bagi UPT PPL Unnes hendaknya memberikan info yang jelas mengenai
kejelasan waktu untuk mengaplod laporan dan entri nilai.
5. Bagi sekolah, sekolah hendaknya dapat membimbing praktikan dengan lebih
baik sehingga praktikan dapat memperoleh keterampilan sebagai tenaga
pendidik.