• Tidak ada hasil yang ditemukan

LAPORAN PRAKTIK PENGALAMAN LAPANGAN 2 DI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "LAPORAN PRAKTIK PENGALAMAN LAPANGAN 2 DI"

Copied!
21
0
0

Teks penuh

(1)

LAPORAN

PRAKTIK PENGALAMAN LAPANGAN 2 DI SMP NEGERI 2 AMBARAWA

Disusun Oleh :

Nama : Sinta Ayu A

NIM : 4401410096

Program Studi : Pendidikan Biologi

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG

TAHUN 2013

(2)

PENGESAHAN

Laporan PPL 2 ini telah disusun sesuai dengan Pedoman PPL Unnes.

Hari :

Tanggal : Oktober 2013

Disahkan oleh :

Koordinatoor Dosen Pembimbing

Dr. Susilo, M.S.

NIP 19520801 197603 1 006

Kepala SMP Negeri 2 Ambarawa

Drs. Kabul Budi Utomo

NIP 19620815 198603 1 021

Kepala Pusat Pengembangan PPL Unnes.

(ttd)

Drs. Masugino, M.Pd.

NIP 19520721 198012

(3)

KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan

rahmat dan hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan laporan Praktik

Pengalaman Lapangan 2 di SMP N 2 Ambarawa dengan baik. Sholawat dan salam

semoga tetap tercurahkan kepada Rasulullah Muhammad SAW yang senantiasa

memberikan teladan terbaiknya kepada kita.

Laporan ini disusun sebagai salah satu syarat penyelesaian PPL 2 yang

dilaksanakan di SMP N 2 Ambarawa. Isi yang tercantum dalam laporan ini memuat

segala sesuatu yang penulis dapatkan melalui kegiatan Praktik Pengalaman Lapangan

2, dan latihan-latihan di SMP N 2 Ambarawa.

Dalam kegiatan penyusunan laporan ini, penulis banyak memperoleh bantuan

dari berbagai pihak. Ucapan terimakasih penulis sampaikan kepada :

1. Fathur Rokhman, M.Hum, selaku Rektor Universitas Negeri Semarang.

2. Drs. Masugino, M.Pd., selaku Kepala Pusat Pengembangan PPL Unnes.

3. Dr. Susilo, M.S., selaku Dosen Koordinator PPL di SMP N 2 Ambarawa

4. Dr. Ir. Amin Retnoningsih, MSi., selaku Dosen Pembimbing PPL di SMP N 2

Ambarawa.

5. Drs. Kabul Budi Utomo selaku Kepala Sekolah SMP N 2 Ambarawa.

6. Rahayu, S. Pd selaku Koordinator Guru Pamong PPL SMP N 2 Ambarawa

7. Djunadi, S.Pd. , selaku guru pamong yang telah memberikan bimbingan dan

arahan selama melaksanakan PPL di SMP N 2 Ambarawa.

8. Seluruh warga sekolah meliputi guru, staff karyawan, dan siswa di SMP 2

Ambarawa.

9. Bapak dan Ibu yang selalu mendukung.

10.Rekan-rekan mahasiswa PPL di SMP N 2 Ambarawa, yang telah memberi

bantuan, arahan, kritik serta dorongan selama proses praktik dan penyusunan

laporan.

(4)

Tidak ada gading yang tak retak, tidak ada kesempurnaan di dunia ini kecuali

hanya miliki Allah SWT semata. Penulis menyadari sebagai manusia biasa tidak

menutup kemungkinan banyak memiliki kekurangan dan melakukan kesalahan. Oleh

karena itu, penulis membuka diri untuk senantiasa dikritik dan diberikan saran yang

dapat membangun diri guna perbaikan laporan observasi ini.

Semarang, 8 Oktober 2013

Penulis,

Sinta Ayu Ambarwati

(5)

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ... i

HALAMAN PENGESAHAN ... ii

KATA PENGANTAR ... iii

DAFTAR ISI ... v

DAFTAR LAMPIRAN ... vi

BAB I PENDAHULUAN ... 1

A. Latar Belakang ... 1

B. Tujuan... 2

C. Manfaat ... 2

BAB II LANDASAN TEORI ... 4

A. Pengertian Praktik Pengalaman Lapangan...,... 4

B. Dasar Pelaksanaan PPL... 4

C. Stuktur Organisasi Sekolah... 6

D. Kurikulum dan Perangkat Pembelajaran Sekolah Menengah Pertama... 6

E. Tugas Guru di Sekolah dan di Kelas... 7

BAB III PELAKSANAAN ... 8

A. Waktu dan Tempat Pelaksanaan... 8

B. Tahapan Kegiatan ... 8

C. Materi Kegiatan ... 9

D. Proses Pembimbingan ... 10

E. Faktor Pendukung dan Penghambat Kegiatan PPL……...10

BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN ... 15

A. Simpulan ... 15

B. Saran ... 15

REFLEKSI DIRI

LAMPIRAN

(6)

DAFTAR LAMPIRAN

1. Rekap Kegaitan Sehari-hari

2. Daftar Peserta Mahasiswa PPL

3. Presensi Mahasiswa PPL

4. Daftar Hadir Dosen Pembimbing

5. Kartu Bimbingan Praktek Mengajar

6. Daftar Hadir Dosen Koordinator

7. Kalender Pendidikan Tahun Pelajaran 2013/2014

8. Program Tahunan

9. Program Semester

10.Perangkat pembelajaran (RPP dan Instrumen Penilaian)

11.Agenda KBM PPL

12.Daftar Nama Siswa yang diajar.

(7)

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Universitas Negeri Semarang Universitas Negeri Semarang (Unnes)

merupakan sebuah Lembaga Pendidikan Tinggi Keguruan (LPTK). Tujuan berdirinya

Unnes yaitu menghasilkan tenaga akademik, profesi, dan vokasi yang memiliki

kompetensi unggul. Salah satu upaya yang dilakukan Unnes dalam mempersiapkan

tenaga akademik adalah menyiapkan mahasiswa sebagai calon tenaga kependidikan

profesional melalui kegiatan Praktik Pengalaman Langsung (PPL) di sekolah-sekolah

mitra.

Kegiatan Praktik Pengalaman Lapangan menjadi media bagi mahasiswa calon

guru untuk memperoleh pengetahuan, sikap dan keterampilan yang dapat menunjang

tercapainya penguasaan kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi

profesional dan kompetensi sosial. Berdasarkan SK Rektor Universitas Negeri

Semarang Nomor 10/0/2003 tentang Pedoman Praktik Pengalaman Lapangan Bagi

Mahasiswa Program Kependidikan, menyatakan bahwa PPL merupakan kegiatan

intra kurikuler yang wajib diikuti oleh mahasiswa program kependidikan Universitas

Negeri Semarang. Dalam kegiatan PPL ini, praktikan dibimbing dan dilatih untuk

melakukan proses pembelajaran dari menyiapkan rencana pembelajaran maupun

menganalisis hasil pembelajaran, praktik administrasi, praktik bimbingan konseling

serta aktif mengikuti kegiatan ekstrakulikuler yang berjalan di sekolah latihan.

Dengan mengikuti seluruh kegiatan PPL, praktikan dapat menerapkan seluruh

ilmu yang pernah didapat sekaligus mengembangkan potensi yang ada sebagai calon

guru. Diakhir kegiatan PPL, kesiapan praktikan sebagai calon guru akan dinilai oleh

guru pamong, guru koordinator, dan dosen pembimbing. Oleh karena itu, kegiatan

PPL sangatlah penting dan bermanfaat bagi mahasiswa calon guru.

(8)

B. Tujuan

Tujuan dilaksanakannya Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) 2 ini, adalah:

1. Sebagai salah satu syarat untuk memenuhi tugas mata kuliah Praktik

Pengalaman Lapangan (PPL) 2 di Universitas Negeri Semarang;

2. Membentuk mahasiswa praktikan agar menjadi calon tenaga kependidikan

(guru) yang profesional, sesuai dengan prinsip-prinsip pendidikan

berdasarkan kompetensi pedagogik, kompetensi profesional, kompetensi

kepribadian dan kompetensi sosial.

3. Melatih mahasiswa agar dapat melakukan tugas fungsional, yakni

melakukan kegiatan pengajaran di dalam kelas.

C. Manfaat

Pelaksanaan PPL diharapkan dapat member manfaat terhadap semua komponen

yang terkait, yaitu mahasiswa (praktikan), sekolah, dan perguruan tinggi yang

bersangkutan.

1. Manfaat bagi Mahasiswa Praktikan

a. Mahasiswa praktikan diharapkan dapat mengembangkan tercapainya

penguasaan kompetensi paedagogik, profesional, kepribadian, dan sosial.

b. Mendapatkan kesempatan untuk mempraktikkan bekal yang diperoleh

selama kuliah di tempat PPL meliputi penerapan model pembelajaran,

dan teknik-teknik mengajar

c. Mengetahui dan mempraktikkan secara langsung mengenai cara-cara

pembuatan perangkat pembelajaran seperti Program Tahunan, Program

Semester, Silabus, Rencana Pembelajaran yang dibimbing oleh guru

pamong masing-masing.

d. Mengasah kemampuan penalaran dan berfikir mahasiswa praktikan

dalam penelaahan, perumusan, dan pemecahan masalah pendidikan yang

ada disekolah.

e. Mengetahui secara langsung kegiatan pembelajaran dan kegiatan bidang

kependidikan lainnya di sekolah latihan.

(9)

2. Manfaat bagi Sekolah latihan

a. Meningkatkan kualitas pendidikan dalam membimbing anak didik

maupun mahasiswa PPL serta dapat menambah profesionalisme guru

di dalam proses belajar mengajar. .

b. Mempererat kerjasama antara sekolah latihan dengan perguruan tinggi

yang bersangkutan yang dapat bermanfaat bagi para lulusannya kelak.

c. Memperoleh transfer pengetahuan mengenai informasi yang berkaitan

dengan pengembangan kualitas pendidikan dan sekolah.

3. Manfaat bagi Universitas Negeri Semarang

a. Membentuk dan melatih mahasiswa yang berpengalaman dan

profesional.

b. Memperluas dan meningkatkan jaringan kerja sama dengan instansi

yang terkait.

c. Memperoleh informasi tentang kasus kependidikan di sekolah-sekolah

sebagai bahan pengembangan penelitian.

d. Mengetahui perkembangan kurikulum, metode, dan pengelolaan kelas

dalam kegiatan belajar mengajar secara langsung yang berkaitan dengan

Unnes sebagai suatu LPTK.

(10)

BAB II

LANDASAN TEORI

A. Pengertian Praktik Pengalaman Lapangan

Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) adalah semua kegiatan kurikuler yang

harus dilakukan oleh mahasiswa praktikan, sebagai kegiatan untuk menerapkan

teori yang diperoleh dalam semester-semester sebelumnya berdasarkan

persyaratan yang telah ditetapkan sehingga mereka memperoleh pengalaman dan

keterampilan dalam penyelenggaraan pendidikan dan pengajaran di sekolah

latihan.

Kegiatan PPL meliputi praktik mengajar, administrasi, bimbingan dan

konseling, serta kegiatan yang bersifat kokurikuler dan atau ekstrakurikuler yang

berlaku di sekolah latihan. PPL bertujuan untuk membentuk mahasiswa praktikan

agar menjadi calon tenaga kependidikan yang profesional sesuai dengan

prinsip-prinsip pendidikan berdasarkan kompetensi yang meliputi kompetensi

profesional, paedagogik, kepribadian (personal), dan kemasyarakatan (sosial).

B. Dasar Pelaksanaan PPL

Pelaksanaan PPL 2 ini memiliki dasar hukum sebagai landasan

pelaksanaannya, yaitu:

1. Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional

(Lembaran Negara Tahun 2003 Nomor 78, Tambahan Lembaran Negara

Nomor 4301).

2. Undang-undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen (Lembaran

Negara Tahun 2005 Nomor 157, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4586).

3. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional

Pendidikan (Lembaran Negara Tahun 2005 Nomor 41, Tambahan Lembaran

Negara Nomor 4496).

4. Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2010 tentang Pengelolaan dan

Penyelenggaraan Pendidikan (Lembaran Negara Tahun 2010 Nomor 23,

(11)

Tambahan Lembaran Negara Nomor 5105) sebagaimana telah diubah dengan

Peraturan Pemerintah Nomor 66 Tahun 2010 tentang Perubahan atas Peraturan

Pemerintah Nomor 17 Tahun 2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan

Pendidikan (Lembaran Negara Tahun 2010 Nomor 112, Tambahan Lembaran

Negara Nomor 5157).

5. Keputusan Presiden

a. Nomor 271 tahun 1965 tentang Pengesahan Pendirian IKIP Semarang.

b. Nomor 124 tahun 1999 tentang Perubahan IKIP Semarang, Bandung, dan

Medan menjadi Universitas.

6. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 59 Tahun 2009 tentang

Organisasi dan Tata Kerja Universitas Negeri Semarang.

7. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 8 Tahun 2011 tentang Statuta

Universitas Negeri Semarang.

8. Keputusan Menteri Pendidikan Nasional.

a. Nomor 232/U/2000 tentang Pedoman Penyusunan Kurikulum Pendidikan

Tinggi dan Penilaian Hasil Belajar Mahasiswa.

b. Nomor 234/U/2000 tentang pedoman Pendirian Perguruan Tinggi.

9. Peraturan Rektor Universitas Negeri Semarang Nomor 14 Tahun 2012 tentang

Pedoman Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) bagi Mahasiswa Program

Kependidikan Universitas Negeri Semarang.

10.Keputusan Rektor Universitas Negeri Semarang

a. Nomor 46/O/2001 tentang Jurusan dan Program Studi di Lingkungan

Fakultas serta Program Studi pada Program Pascasarjana Universitas

Negeri Semarang.

b. Nomor 162/O/2004 tentang Penyelenggaraan Pendidikan di Universitas

Negeri Semarang.

c. Nomor163/O/2004 tentang Pedoman Penilaian Hasil Belajar Mahasiswa

Universitas Negeri Semarang.

(12)

C. Strutur Organisasi Sekolah

Susunan organisasi sekolah tertuang dalam Keputusan Menteri Pendidikan

Nasional tentang susunan Organisasi dan tata kerja jenis sekolah tersebut. Dari

struktur organisasi sekolah tersebut terlihat hubungan dan mekanisme kerja antara

Kepala Sekolah, Guru, Mudir, Pegawai Tata Usaha Sekolah serta pihak lainnya di

luar sekolah. Koordinasi, Integrasi dan Sinkronisasi kegiatan-kegiatan yang

terarah memerlukan pendekatan pengadministrasian yang efektif dan efisien,

yaitu:

1. Berorientasi kepada tujuan.

2. Berorientasi kepada pendayagunaan semua sumber (tenaga, dana, dan sarana)

secara tepat guna dan hasil guna.

3. Mekanisme pengelolaan sekolah meliputi perencanaan, pengorganisasian,

pelaksanaan, dan penilaian hasil kegiatan administrasi sekolah harus dilakukan

secara sistematis dan terpadu.

D. Kurikulum dan Perangkat Pembelajaran Sekolah Menengah Pertama

Salah satu bentuk upaya nyata Departemen Pendidikan Nasional untuk

meningkatkan kualitas Pendidikan tersebut adalah pelaksanaan Kurikulum 2013.

Kurikulum merupakan rancangan yang berisi landasan sebagai acuan dan

pedoman dalam mencapai tujuan pendidikan nasional, pendidikan menengah atas

dan pendidikan pada sekolah menengah pertama. Cakupan lain dari kurikulum

berisi tentang program pengajaran yang mencakup isi program pengajaran, lama

pendidikan dan susunan program pengajaran, pelaksanaan pengajaran di tingkat

Nasional dan Daerah. Adapun untuk tujuan pendidikan pada jenjang pendidikan

Sekolah Menengah Pertama adalah sebagai berikut:

1. Meningkatkan pengetahuan siswa untuk melanjutkan pendidikan pada

jenjang yang lebih tinggi dan mengembangkan diri sejalan dengan

perkembangan ilmu, teknologi, dan kesenian.

(13)

2. Meningkatkan kemampuan siswa sebagai anggota masyarakat dalam

emengadakan hubungan timbal balik dengan lingkungan sosial, budaya, dan

alam sekitar.

Kurikulum 2013 merupkan kurikulum baru yang sedang diujicobakan.

Perbedaan pada Kurikulum 2013 yaitu menekankan pada dimensi pedagogik

modern dalam pembelajaran, dengan menggunakan pendekatan ilmiah.

Pendekatan ilmiah (scientific appoach) dalam pembelajaran sebagaimana

dimaksud meliputi mengamati, menanya, menalar, mencoba, membentuk

jejaring. Proses pembelajaran menyentuh tiga ranah, yaitu sikap, pengetahuan,

dan keterampilan. Proses hasil belajar menggunakan Penilaian autentik (Authentic

Assessment) yaitu pengukuran yang bermakna secara signifikan atas hasil belajar

peserta didik untuk ranah sikap, keterampilan, dan pengetahuan.

E. Tugas Guru di Sekolah dan di Kelas

Guru sebagai tenaga pengajar di jejang pendidikan dasar maupun

menengah harus mempunyai kualitas diri sendiri serta mengembangkan

kepribadiannya sebagai salah satu upaya mencapai tujuan pendidikan nasional.

Selain itu guru juga perlu menjaga citra dirinya sehingga dapat dijadikan teladan

bagi siswa dan lingkungan. Berikut ini adalah tugas dan tanggung jawab guru di

sekolah dan kelas sebagai pengajar, pendidik, anggota sekolah, maupun anggota

masyarakat.

1. Tugas dan kewajiban guru selaku pengajar :

a. Mengadakan persiapan mengajar seperlunya sesuai dengan kurikulum

yang berlaku.

b. Mengadakan evaluasi pelajaran secara teratur dan kontinu sesuai

teknik evaluasi yang berlaku.

c. Ikut memelihara tata tertib kelas dan sekolah, membina hubungan baik

antara sekolah dengan orang tua dan masyarakat. Serta antara sekolah

dengan berbagai golongan masyarakat dan pemerintah daerah

setempat.

(14)

BAB III PELAKSANAAN

A. Waktu dan Tempat Pelaksanaan

Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) dilaksanakan secara 2 tahap mulai

tanggal 29 Juli 2013 sampai tanggal 19 Oktober 2013. PPL 2 dilaksanakan pada

tanggal 28 Agustus 2013 sampai tanggal 12 Oktober 2013.

Pelaksanaan kegiatan PPL oleh Mahasiswa praktikan ditempatkan di SMP

Negeri 2 Ambarawa beralamat Jalan Kartini Nomer 1A Kecamatan Ambarawa

Kabupaten Semarang.

B. Tahapan Kegiatan

Selama kegiatan PPL di SMP Negeri 2 Ambarawa Kabupaten Semarang,

tahapan kegiatan yang dilaksanakan adalah:

Tanggal Jenis Kegiatan Tempat Kegiatan 29 Juli 2013 Upacara Penerjunan Lapangan Rektorat

UNNES

Penerimaan di sekolah latihan SMP Negeri 2 Ambarawa

d. Penyusunan laporan PPL 1 e. Kegiatan-kegiatan lainnya (ekstra d. Penyusunan Laporan PPL 2

(15)

C. Materi Kegiatan

Materi kegiatan yang dilakukan di sekolah latihan meliputi seluruh

kegiatan belajar mengajar, serta kegiatan observasi di bidang administratif yang

meliputi:

1. Pembuatan Perangkat Pembelajaran

Sebelum mengajdakan KBM di dalam kelas, hal yang harus dipenuhi

oleh praktikan adalah membuat perangkat pembelajaran yang akan digunakan

sebagai pedoman dalam KBM meliputi:

 Program Tahunan (Prota) yang akan memuat alokasi waktu untuk setiap pokok bahasan dalam satu tahun pelajaran;

 Program Semester (Promes) merupakan salah satu program yang memuat alokasi waktu untuk setiap satuan bahasan pada setiap semester;  Silabus yaitu seperangkat rencana dan pengaturan tentang kegiatan

pembelajaran, pengelolaan kelas, dan penilaian hasil belajar yang

tujuannya membantu guru dalam menjabarkan kompetensi dasar menjadi

perencanaan belajar mengajar.

2. Rencana Pembelajaran

Sebagai dasar acuan urutan pembelajaran diperlukan suatu rencana

pembelajaran guru untuk setiap pertemua agar dapat berjalan lebih efektif dan

efisien. RPP dibuat mengacu pada Silabus dan disesuaikan terhadap kurikulum

yang sedang berlangsung.

3. Pengajaran Terbimbing

Pengajaran terbimbing adalah kegiatan pengajaran yang dilakukan

praktikan dengan bimbingan guru pamong dan dosen pembimbing. Bimbingan

ini meliputi penyusunan perangkat pembelajaran yang meliputi: Prota, Promes,

Silabus, dan RPP.

4. Pengajaran Mandiri

Pengajaran mandiri adalah kegiatan praktik secara mandiri agar

praktikan dapat menerapkan rencana pebelajaran sesuai perangkat

pembelajaran yang dibuat dan melatih kemampuan pengelolaan kelas secara

(16)

nyata sesuai pantauan dan bimbingan dari guru pamong. Sehingga praktikan

lebih mempunyai kebebasan berkreasi dalam memberikan materi.

5. Pelaksanaan Ujian Praktik Mengajar

Akhir kegiatan praktik mengajar dilakukan ujian oleh praktikan. Ujian

ini digunakan sebagai dasar penilaian praktikan sebagai calon guru. Ujian

dilaksanakan satu kali ujian sesuai kesepakatan antara guru pamong dan dosen

pembimbingdengan syarat telah melakukan pengajaran mandiri minimal 7 kali

pengajaran.

6. Pembibingan Penyusunan Laporan

Bimbingan ini dilakukan dalam penyusunan laporan PPL 2 dan

berbagai kegiatan yang dilakukan oleh praktikan selama PPL 2. Penyusunan

laporan ini juga dibantu oleh dosen pembimbing dan dosen koordinator

sekolah latihan.

D. Proses Pembimbingan

Dalam melaksanakan kegiatan PPL 2 praktikan mendapat bimbingan baik

dari guru pamong maupun dari dosen pembimbing. Proses pembimbingan tersebut

antara lain meliputi:

1. Konsultasi pembuatan perangkat pembelajaran (Prota, Promes, Silabus, dan

RPP) dengan guru pamong untuk mendapat masukan dan perbaikan;

2. Konsultasi dengan guru pamong tentang teknik pembelajaran, materi dan

metode yang akan digunakan sebelum praktik mengajar;

3. Konsultasi dengan dosen pembimbing tentang kelemahan diri dan solusi saat

mengajar.

4. Dalam pembuatan laporan PPL 2 guru pamong dan dosen pembimbing

dilibatkan dalam memberikan masukan dan mengoreksi jika terdapat

kekeliruan baik dalam segi ini maupun tata bahasa.

E. Hal-hal yang Mendukung dan Menghambat Pelaksaan Hal-hal yang mendukung pelaksanaan PPL 2, antara lain:

(17)

1. Tersedianya Fasilitas sekolah dengan baik.

2. Pemanfaatan penggunaan perpustakaan, laboratorium, dan ruang komputer

bagi mahasiswa PPL dalam melaksanakan pembelajaran.

3. Keakraban Guru pamong dan dosen pembimbing yang selalu membimbing

dan memberikan masukan kepada mahasiswa PPL selama praktik mengajar.

Hal-hal yang menghambat selama PPL 2, antara lain :

1. Sulitnya pengembangan media pembelajaran yang menyenangkan.

2. Penyesuaian dengan siswa dalam pengelolaan kelas.

3. Cukup jauhnya jarak tempat praktik dengan kampus, sehingga informasi dari

kampus sulit diakses.

Syukur Alhamdulillah penulis panjatkan kehadirat Allah SWT, atas

kesempatan dan kemudahan yang diberikan sehingga penulis dapat

menyelesaikan Praktik Pengalaman Lapangan 2 di SMP N 2 Ambarawa. Terima

kasih penulis sampaikan kepada pihak yang telah mendukung berlangsungnya

kegiatan PPL tahap 2 yaitu keluarga besar SMP N 2 Ambarawa yang telah

berkenan menerima dan membimbing praktikan.

Selama praktek berlangsung, dimulai pada tanggal 22 Agustus 2013 hingga

12 Oktober 2013 praktikan harus mengikuti kegiatan meliputi pengajaran

terbimbing, pengajaran mandiri, Ujian Praktik Mengajar, serta Penyusunan

Laporan PPL 2. Berdasarkan pengalaman praktik mengajar, banyak informasi

yang praktikan peroleh selama kegiatan PPL 2 meliputi :

A. Kekuatan dan Kelemahan Pembelajaran IPA Biologi

Pembelajaran Biologi merupakan cabang dari sains yaitu ilmu yang

mempelajari segala konsep-konsep, prinsip atau pun fakta yang berkaitan dengan

fenomena di lingkungan. Biologi sebagai bagian sains merupakan cabang ilmu

yang mepelajari hubungan antara makhluk hidup dan lingkungannya.

Pembelajaran biologi tidak hanya sekedar pemberian materi, namun juga harus

lebih menekankan pada pemberian pengalaman langsung kepada siswa tengtang

konsep-konsep kehidupan. Melalui pembelajaran biologi siswa dapat memahami

peranan dirinya sebagai makhluk hidup. Banyak hal yang terkait dengan

(18)

kehidupan siswa langsung yang dapat digunakan sebagai contoh dalam

mempelajari biologi. Pembelajatan biologi juga dapat melatih berfikir analisi

siswa dalam memcahkan setiap permasalahan yang ada dilingkungan sekitar.

Cakupan materi dalam pembelajaran biologi sangatlah luas. Tidak semua

materi biologi dapat dihadirkan secara langsung dalam pembelajaran. Masih

banyak konsep yang sering salah dimengerti oleh siswa. pembelajaran biologi

memerlukan waktu yang lebih banyak agar pembelajaran dapat berjalan secara

menyenangkan dan bermakna. Beberapa objek biologi juga tidak dapat dilihat dan

ditemuai dengan mudah, sehingga memerlukan alat bantu dan persiapan yang

baik.

B. Sarana dan Prasarana Pembelajaran di SMP Negeri 2 Ambarawa

Sarana dan prasarana pembelajaran yang tersedia di SMP N 2 Ambarawa

cukup memadai termasuk untuk mata pelajaran biologi. Fasilitas yang ada dan

menunjang pembelajaran biologi meliputi Laboratorium IPA, perpustakaan dan

Lingkungan sekolah yang penuh dengan objek-objek biologi. Alat-alat yang

terdapat di Laboratorium IPA cukup lengkap. Hanya saja tempat yang ada tidak

dapat digunakan untuk beberapa kelas secara bersamaan, sehingga antar kelas

harus ada koordinasi saat akan menggunakan laboratorium.

C. Kualitas Guru Pamong dan Dosen Pembimbing

Dalam melaksanakan PPL di SMP N 2 Ambarawa, praktikan dibimbing

oleh Guru Pamong IPA terpadu yaitu Bp. Djunaedi, S.Pd yang mengampu kelas

VII C-G. Pada kegiatan PPL 2, praktikan dibimbing dengan baik. Saat

pembelajaran berlangsung, beliau selalu mendampingi dan memantau

pembelajaran yang berlangsung. Dengan bimbingan beliau, praktikan memperoleh

banyak masukan dalam melaksanakan pengajaran.

Selain dibimbing oleh guru pamong, praktikan juga dibimbing oleh dosen

pembimbing yaitu Ir. Amin Retnoningsih, Msi. Praktikan banyak mendapat

bimbingan dan arahan, baik melalui pesan singkat, telepon, atau tatap muka. i

(19)

D. Kualitas Pembelajaran di Sekolah Latihan

Kualitas pembelajaran di sekolah latihan baik. Hal tersebut didukung

sumber daya siswa yang mumpuni. Selain itu kualitas pembelajaran yang

dilakukan oleh guru pamong juga sudah baik. Guru pamong dalam melaksanakan

pembelajaran sudah menerapkan pendidikan karakter. Dalam membimbing

praktikan, guru pamong juga telah memberikan masukan-masukan yang

bermanfaat tentang metode mengajar, dan teknik pengelolaan kelas.

E. Kemampuan Diri Praktikan

Dalam menunjang kegiatan PPL ini, sebelum penerjunan praktikan telah

dibekali pengetahuan melalui kegiatan pembekalan oleh fakultas dan oleh jurusan.

Kegiatan pembekalan oleh jurusan dilakasanakan melalui mata kuliah

Microteaching untuk memberikan teknik-teknik mengajar yang baik. Dengan ini

praktikan memiliki sedikit pengetahuan tentang teknik mengajar sehingga dapat

diterapkan ketika praktek PPL berlangsung. Kadang ada beberapa hal secara

teoritis diketahui oleh praktikan, tetapi pada praktiknya praktikan masih kurang

menguasai. Kekurangan yang praktikan miliki yaitu kurangnya penguasaan dalam

mengelola kelas. Dengan adanya PPL 2 ini, praktikan sudah dapat menyesuaikan

dengan keadaan dikelas saat mengajar, mengetahui bagaimana cara mengatasi

siswa-siswa, dan pengelolaan kelas yang baik.

F. Nilai Tambah yang Diperoleh setelah Mengikuti PPL 2

Setelah melaksanakan PPL 2 praktikan mendapatkan pengetahuan

tambahan untuk bekal mengajar, mendapatkan pengalaman langsung dengan

menerapkan ilmu yang telah diperoleh saat kuliah. Praktikan mengetahui beberapa

kegiatan tenaga pendidik, mengetahui cara pengelolaan kelas, cara

mengkondisikan kelas, cara menyampaikan materi dengan baik, dan cara

memanfaatkan segala sumberdaya yang ada untuk media pembelajaran.

G. Saran pengembangan bagi SMP N 2 Ambarawa dan Universitas Negeri Semarang

(20)

Beberapa masukan yang ingin praktikan sampaikan untuk SMP N 2

Ambarawa yaitu agar sekolah terus meningkatkan kualitas pendidikan dan prestasi

sekolah. Untuk mendukung peningkatan kualitas dan prestasi sebaiknya disertai

dengan peningkatan pengadaan dan pemanfaatan sarana prasarana yang ada.

Perpustakaan sekolah sebagai salah satu sarana perlu ditingkatkan kapasitas

ruangannya agar dapat menampung banyak buku-buku dan siswa yang ingin

membaca. Selain itu fasilitas LCD yang rusak segera diperbaiki guna menunjang

kegiatan pembelajaran di dalam kelas.

Saran untuk UNNES adalah universitas lebih meningkatkan kerja sama

dengan sekolah guna menunjang kegiatan PPL. Selain itu peningkatan pelayanan

kepada sekolah-sekolah mitra sehingga proses jalannya PPL berjalan dengan baik.

Demikian refleksi diri yang praktikan bisa sampaikan. Semoga apa yang

telah saya praktikan dan tulis bermanfaat serta dapat menjadi masukan yang baik

bagi semua pihak.

Ambarawa, Oktober 2013

Guru Pamong Mahasiswa Praktikan

(21)

BAB IV PENUTUP

A. Simpulan

Pelaksanaan kegiatan Praktik Pengalaman Lapangan 2 (PPL2) di SMP N 2

Ambarawa telah berlangsung sejak 22 Agustus – 12 Oktober 2013. Pada kegiatan

PPL 2 ini praktikan telah mengikuti segala aturan dan kegiatan guna mendukung

pengembangan diri praktikan sebagai calon guru. Seluruh kegiatan ini telah

berjalan dengan lancar. Hal tersebut dikarenakan kerjasama yang baik antara

semua pihak yang terlibat dalam kegiatan PPL ini. Mahasiswa praktikan

mendapatkan banyak sekali pengalaman dari kegiatan ini, yang nantinya dapat

dijadikan bekal sebagai pendidik yang kompeten dan profesional.

B. Saran

Berdasarkan pelaksanaan Praktik Pengalaman Lapangan yang telah

berlangsung maka praktikan dapat memberikan saran sebagai berikut:

4. Bagi UPT PPL Unnes hendaknya memberikan info yang jelas mengenai

kejelasan waktu untuk mengaplod laporan dan entri nilai.

5. Bagi sekolah, sekolah hendaknya dapat membimbing praktikan dengan lebih

baik sehingga praktikan dapat memperoleh keterampilan sebagai tenaga

pendidik.

Referensi

Dokumen terkait

Setelah melaksanakan proses belajar mengajar di kelas, guru pembimbing akan memberikan umpan balik yang berkaitan dengan kegiatan praktek mengajar yang dilakukan praktikan

Kegiatan prktik mengajar terbimbing yaitu mahasiswa secara langsung menggantikan guru melaksanakan kegiatan belajar mengajar, namun di dalam kelas tetap dilakukan

Setelah melaksanakan proses belajar mengajar di kelas, guru pembimbing akan memberikan umpan balik yang berkaitan dengan kegiatan praktek mengajar yang dilakukan

Mahasiswa dapat menambah wawasan dan pengetahuan serta mengetahui secara langsung kegiatan persekolaha yang sebenarnya, kegiatan belajar mengajar dan dapat mengenal

Kegiatan ini bertujuan untuk mengamati secara langsung kegiatan pembelajaran di kelas agar mahasiswa memperoleh pengetahuan mengenai kondisi belajar mengajar

Setelah melaksanakan proses belajar mengajar di kelas, guru pembimbing akan memberikan umpan balik yang berkaitan dengan kegiatan praktek mengajar yang dilakukan praktikan

Tanggal 1 agustus sampaI 19 Agustus 2012 mahasiswa melaksanakan observasi langsung dalam kegiatan belajar mengajar dan mengelola kelas agar praktikan

Kegiatan prktik mengajar terbimbing yaitu mahasiswa secara langsung menggantikan guru melaksanakan kegiatan belajar mengajar, namun di dalam kelas tetap dilakukan