• Tidak ada hasil yang ditemukan

SEJARAH DAN PERKEMBANGAN WIFI. docx

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "SEJARAH DAN PERKEMBANGAN WIFI. docx"

Copied!
11
0
0

Teks penuh

(1)

DAFTAR I

BAB 1. PENDAHULUAN...1

1.1 Latar Belakang...1

1.2. Rumusan Masalah...2

1.3. Tujuan...2

1.4. Manfaat...2

BAB 2. PEMBAHASAN...3

2.1. Wi-Fi dan Perkembangannya...3

2.2. Spesifikasi WiFi...4

2.3. Cara Kerja Wi-Fi...4

2.3.1. Ad-hoc...4

2.3.2. Infrastruktur...5

2.4. Pengaruh Wi-Fi terhadap Masyarakat...7

2.4.1. Wi-Fi dan Kesehatan...7

2.4.2. Radiasi Elektromagnetik Wi-Fi...8

2.5. Upaya mengurangi dampak negatif penggunaan Wi-Fi...9

BAB 3. PENUTUP...10

3.1. KESIMPULAN...10

DAFTAR GAMBARY

Gambar 1 WiFi dalam bentuk PCI...6

Gambar 2 WiFi dalam bentuk USB...6

DAFTAR TABEL

Tabel 1 Spesifikasi Internet...4

(2)

SEJARAH DAN PERKEMBANGAN

WIFI

BAB 1.

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Baru-baru ini, jika anda sudah di bandara, kedai kopi, perpustakaan atau hotel kemungkinan anda sudah tepat di tengah sebuah jaringan nirkabel. Banyak orang menggunakan jaringan nirkabel, juga disebut WiFi 802,11 untuk menghubungkan komputer mereka di rumah, dan beberapa kota yang mencoba untuk menggunakan teknologi untuk memberikan gratis atau biaya rendah Internet akses kepada penduduk. Dalam waktu dekat ini, jaringan nirkabel dapat menjadi begitu luas yang dapat mengakses Internet di mana saja hampir setiap saat, tanpa menggunakan kabel. Saat ini semua orang sudah familiar dengan istilah Hot-Spot, WiFi (Wireless Fidelity), Jaringan Wireless dan sejenisnya. Layanan seperti ini akan mudah ditemui di berbagai tempat-tempat umum seperti kampus, hotel, rumah makan, bandara dan lain-lain. Dengan menggunakan layanan WiFi, kita dengan mudah bisa terkoneksi ke Internet tanpa perlu dibebani kerepotan dengan menyambungkan kabel ke suatu alat yang disebut switch/hub. Tentunya kita harus memeliki peralatan seperti Notebook atau Mobile-Phone yang mendukung koneksi WiFi dan adanya software yang membantu koneksi peralatan kita tadi ke suatu alat yang sering disebut Access Point. Jaringan nirkabel (wireless local area network-WLAN) atau Wi-Fi (Wireless Fidelity) dimana akses internet pun dapat dilakukan dalam area jaringan, dan tanpa kabel. Hal itu memungkinkan mengakses internet di rumah, di kantor, di kafe, dan tempat-tempat umum lainnya yang menyediakan koneksi semacam itu.

Kelihatannya memang mengasyikkan. Access Point atau hotspot, yang memungkinkan sambungan broadband internet secara nirkabel kini sudah dapat dijumpai di tempat publik dan menciptakan lonjakan permintaan layanan Wi-Fi. Ketersediaan akses internet publik tanpa kabel kini semakin merebak, publisitasnya pun makin hot, media yang menambah khasanah dunia perteknologian.

(3)

menjadikannya sebagai sarana daya tarik tersendiri dalam promosi kepentingan tertentu. Namun, yang menjadi permasalahan terletak pada pengaruh Wi-Fi tersebut. Disamping keuntungan-keuntungan yang diperoleh, banyak hal-hal negatif yang timbul akibat dari Wi-Fi.

1.2. Rumusan Masalah

1. Apa yang dimaksud dengan Wi-Fi ?

2. Bagaimana perkembangan Wi-Fi hingga sekarang? 3. Bagaimana cara kerja Wi-Fi?

4. Bagaimana pengaruh Wi-Fi dilingkungan masyarakat khususnya dilingkungan mahasiswa?

1.3. Tujuan

Makalah ini bertujuan agar pembaca mengetahui apa itu Wi-Fi, perkembangannya hingga sekarang, cara kerjanya dan bagaimana pengaruhnya terhadap masyarakat, menyangkut pengaruh positif dan pengaruh negatif.

1.4. Manfaat

(4)

BAB 2.

PEMBAHASAN

2.1. Wi-Fi dan Perkembangannya

Wi-Fi merupakan kependekan dari Wireless Fidelity, yang memiliki pengertian yaitu sekumpulan standar yang digunakan untuk Jaringan Lokal Nirkabel (Wireless Local Area Networks - WLAN) yang didasari pada spesifikasi IEEE 802.11.

WI-FI merupakan istilah yang diberikan untuk sistem wireless LAN yang menggunakan standar 802.11 yang ada saat ini. Istilah WI-FI diciptakan oleh sebuah organisasi bernama WI-FI alliance yang bekerja menguji dan memberikan sertifikasi untuk perangkat-perangkat WLAN. Perangkat wireless diuji berdasarkan interoperabilitasnya dengan perangkat-perangkat wireless lain yang menggunakan standar yang sama. Setelah diuji dan lulus, sebuah perangkat akan diberi sertifikasi “WI-FI certified”. Artinya perangkat ini bisa bekerja dengan baik dengan perangkat-perangkat wireless lain yang juga bersertifikasi ini. Pada awalnya, sertifikasi WI-FI hanya diberikan pada perangkat wireless yang bekerja pada standar 802.11b.

Wi-Fi (Wireless Fidelity) adalah koneksi tanpa kabel seperti handphone dengan mempergunakan teknologi radio sehingga pemakainya dapat mentransfer data dengan cepat dan aman. Wi-Fi tidak hanya dapat digunakan untuk mengakses internet, Wi-Fi juga dapat digunakan untuk membuat jaringan tanpa kabel di perusahaan. Karena itu banyak orang mengasosiasikan Wi-Fi dengan kebebasan, karena teknologi Wi-Fi memberikan kebebasan kepada pemakainya untuk mengakses internet atau mentransfer data dari ruang meeting, kamar hotel, kampus, dan café-café yang bertanda Wi-Fi Hot Spot.

Wi-Fi sudah sangat populer di luar negeri. Amerika Serikat adalah salah satu negara yang paling berhasil memasyarakatkan Wi-Fi. Bahkan, beberapa PDA di Amerika Serikat dirancang secara khusus dengan modul Wi-Fi terintegrasi. Oleh karena kemudahan koneksi, reliabilitas, dan kecepatannya, Wi-Fi tampak cukup berhasil. Penggunaan hubungan nirkabel (wireless) sampai saat ini mengandalkan gelombang elektromagnetik, baik berbentuk gelombang radio maupun cahaya.

(5)

mengembangkan wireless local area network (WLAN) bagi keperluan public dengan target membangun 10 hotspot hingga akhir. Konsorsium itu terdiri dari PT Acer Indonesia, PT Cyberindo Aditama (CBN), Cisco Systems Indonesia, PT Intel Indonesia, PT Microsoft Indonesia dan PT Jaring Semesta Infosolusi (Polaris| NET), didukung PT Elexmedia Komputindo. Tjahja Suprapto, wakil IWC dari PT Jaring Semesta Infosolusi, menjelaskan pembentukan organisasi ini bertujuan mengedukasi masyarakat sekaligus mengembangkan pasar Wi-Fi untuk keperluan publik di Tanah Air. "Memang ada model bisnisnya, tetapi fokus kami. saat ini adalah bagaimana Wi-Fi diterima denganbaik sebab pemerintah pun belum menentukan regulasi yang pasti mengenai Wi-Fi ini," tuturnya usai peluncuran konsorsium. Konsorsium sudah membangun total enam hotspot di Jakarta sehingga dengan proyek ini mereka ditargetkan memiliki 16 hotspot di Ibukota hingga akhir tahun ini yang seluruhnya berlokasi di kafe-kafe strategis.

2.2. Spesifikasi WiFi

Wi-Fi dirancang berdasarkan spesifikasi IEEE 802.11. Sekarang ini ada empat variasi dari 802.11, yaitu:

Spesifikasi Wi-Fi

Spesifikasi Kecepatan Frekuensi Band

Cocok dengan

802.11b 11 Mb/s ~2.4 GHz b

802.11a 54 Mb/s ~5 GHz a

802.11g 54 Mb/s ~2.4 GHz b, g

802.11n 100 Mb/s ~2.4 GHz b, g, n Tabel 1 Spesifikasi Internet

Spesifikasi b merupakan produk pertama Wi-Fi. Variasi g dan n merupakan salah satu produk yang memiliki penjualan terbanyak pada 2005.

Di banyak bagian dunia, frekuensi yang digunakan oleh Wi-Fi, pengguna tidak diperlukan untuk mendapatkan izin dari pengatur lokal (misal, Komisi Komunikasi Federal di A.S.). 802.11a menggunakan frekuensi yang lebih tinggi dan oleh sebab itu daya jangkaunya lebih sempit, lainnya sama.

(6)

Mode Akses Koneksi Wi-fi ada 2 yaitu :

2.3.1. Ad-hoc

Sistem Ad-hoc adalah sistem peer to peer, dalam arti satu computer dihubungkan ke 1 computer dengan saling mengenal SSID. Bila digambarkan mungkin lebih mudah membayangkan sistem direct connection dari 1 computer ke 1 computer lainnya dengan mengunakan Twist pair cable tanpa perangkat HUB. Jadi terdapat 2 computer dengan perangkat WIFI dapat langsung berhubungan tanpa alat yang disebut access point mode. Pada sistem Adhoc tidak lagi mengenal system central (yang biasanya difungsikan pada Access Point). Sistem Adhoc hanya memerlukan 1 buah computer yang memiliki nama SSID atau sederhananya nama sebuah network pada sebuah card/computer. Dapat juga mengunakan MAC address dengan sistem BSSID (Basic Service Set IDentifier - cara ini tidak umum digunakan), untuk mengenal sebuah nama computer secara langsung. Mac Address umumnya sudah diberikan tanda atau nomor khusus tersendiri dari masing masing card atau perangkat network termasuk network wireless. Sistem Adhoc menguntungkan untuk pemakaian sementara misalnya hubungan network antara 2 computer walaupun disekitarnya terdapat sebuah alat Access Point yang sedang bekerja.

2.3.2. Infrastruktur

(7)

Contoh Wi-fi Hardware yang digunakan di masyarakat :

Gambar 1 WiFi dalam bentuk PCI

Gambar 2 WiFi dalam bentuk USB

2.4. Pengaruh Wi-Fi terhadap Masyarakat

2.4.1. Wi-Fi dan Kesehatan

(8)

Wi-fi (wireless fidelity) yang lebih dikenal sebagai jaringan lokal nirkabel semakin populer terutama di negara-negara maju dan berkembang. Dengan wi-fi orang bisa masuk ke jaringan internet tanpa harus repot menyambungkan kabel dari komputer ke line telepon.

Di balik kemudahan yang ditawarkan wi-fi, ada beberapa keyakinan publik yang menganggap wi-fi berdampak negatif terhadap kesehatan. Mereka yang tidak setuju dengan kehadiran wi-fi beralasan radiasi elektro magnetik dari wi-fi bisa menyebabkan nyeri di kepala, gangguan tidur dan mual-mual, terutama bagi mereka yang electrosensitive. Tapi benarkah wi-fi berbahaya bagi kesehatan?

Ketakutan akan dampak buruk wi-fi terhadap kesehatan ini dimentahkan ilmuwan Inggris. Seperti yang diungkapkan Sir William Stewart, ketua Health Protection Agency, mengatakan pada BBC Programme Panorama, tak ada yang perlu dikhawatirkan dengan teknologi wi-fi. Tak ada bukti pasti yang menyebutkan, perangkat seperti ponsel dan wi-fi menyebabkan kesehatan terganggu.

Hal senada juga diungkapkan Professor Lawrie Challis, dari Nottingham University. Dalam pernyataannya pada BBC, Prof Challis, yang menjabat sebagai ketua Mobile Telecommunications and Health Research (MTHR) menyebutkan: “Radiasi elektro magnetik dari Wi-fi sangat kecil, pemancarnya juga berkekuatan rendah, selain itu masih ada jarak dengan tubuh.

“Bisa jadi radiasi elektro magnetik sangat dekat dengan tubuh, ketika kita memangku laptop, namun dalam pengamaatan saya setiap orang tua akan meminta anak mereka untuk tidak terlalu sering menggunakan ponsel mereka dan selalu meminta mereka untuk menaruh laptop di atas meja, bukan di pangkuan, jika mereka berinternet terlalu lama.”

Untuk mendukung pernyataan ini, tim Panorama BBC mengunjungi sebuah sekolah di Norwich, yang memiliki seribu siswa, dan mencoba membandingkan tingkat radiasi dari ponsel dan penggunaan wi-fi di dalam kelas. Hasilnya menunjukkan radiasi wi-fi di ruang kelas tiga kali lebih besar dibanding pancaran yang dikeluarkan ponsel.

Namun ahli kesehatan psikis Professor Malcolm Sperrin mengatakan sinyal wi-fi yang lebih besar tiga kali lipat dibanding radiasi ponsel di suatu sekolah masih belum relevan, karena belum ditemukan pengaruhnya terhadap kesehatan.

“Wi-fi adalah teknologi yang menggunakan gelombang radio elektro magnetik rendah, yang sebanding dengan oven microwave, bahkan 100 ribu kali lebih rendah dari microwave.”

Tipe radiasi yang dipancarkan gelombang radio (wi-fi), microwaves, dan ponsel telah menunjukkan kenaikan level temperatur jaringan yang sangat tinggi, yang biasa disebut thermal interaction, namun masih belum ada bukti level tersebut menyebabkan kerusakan.

(9)

bercakap-cakap dengan ponsel selama dua puluh menit.

“Gelombang radio sudah menjadi bagian dari kehidupan kita selama hampir seabad atau lebih, namun jika ada gangguan yang signifikan terhadap kesehatan, pasti ada kajian yang akan mencatatnya, dan selama ini berbagai studi masih belum menemukan bukti transmisi wi-fi bagi kesehatan.

Hal senada juga didukung Professor Will J Stewart, rekan dari Royal Academy of Engineering, yang mengatakan: “Ilmu pengetahunan telah mempelajari pengaruh ponsel bagi kesehatan selama bertahun-tahun dan kekhawatiran akan dampak radiasi ponsel masih sangat kecil.

“Begitu juga dengan wi-fi, jika digunakan dalam batas yang wajar tak akan ada pengaruhnya bagi kesehatan dalam waktu yang lama. Namun bukan berarti semua radiasi elektro magnetik tak berbahaya, misalnya sinar matahari yang terbukti menyebabkan kanker kulit, jadi jika Anda menggunakan laptop saat berjemur di pantai, ada baiknya mencari tempat yang teduh,” tambah Sperrin yang mengatakan sampai saat masih belum ada banyak bukti yang cukup berrarti akan dampak negatif wi-fi.

Namun yang lebih dikhawatirkan Sperrin bukan pada gelombang wi-fi, namun pada perilaku dalam penggunaan laptop, dan panas yang dihasilkan laptop pada beberapa bagian sensitif pada tubuh, yang berdampak pada kesehatan.

2.4.2. Radiasi Elektromagnetik Wi-Fi

Publikasi tentang dampak negatif wi-fi sehubungan dengan radiasi elektromagnetik yang ditimbulkannya ini awalnya datang dari sebuah kasus yang dialami seorang wanita di London, yang datang ke institusi kesehatan dengan keluhan nyeri di bagian kepala, telinga, tenggorokan dan beberapa bagian tubuh lain bila berada dekat dengan peralatan elektronik atau menara pemancar.

Perangkat elektronik, memang memiliki radiasi elektromagnetik dimana dalam jumlah besar bisa mengakibatkan gangguan fisiologis hingga memicu pertumbuhan sel-sel abnormal seperti kanker, namun intensitasnya berbeda-beda dan ada patokan batas aman yang dianggap tidak sampai membahayakan kesehatan.

Atas keluhan ini berikut anjuran dokter yang mendiagnosanya sebagai suatu keadaan elektrosensitif, wanita tadi melindungi rumahnya dengan perangkat khusus antiradiasi untuk meminimalkan gelombang elektromagnetik dari teknologi wi-fi di sekitar tempat tinggalnya. Beberapa publikasi lanjutan tentang dampak radiasi wi-fi ini kemudian dilansir di Swedia langsung dari pemerintahnya serta di Norwegia lewat pernyataan perdana menterinya sendiri.

(10)

hal ini.

Sebagian laporan resmi tersebut menyebutkan tingginya intensitas radiasi elektromagnetik di beberapa situs lokasi wi-fi, namun tak sedikit juga yang melaporkan bahwa intensitas tadi masih berada di bawah ambang batas senilai dengan radiasi elektromagnetik yang dihasilkan oleh beberapa perangkat yang aman seperti televisi maupun radio, begitupun, kesimpang-siuran ini jelas menimbulkan suatu kekhawatiran bagi sebagian orang yang sangat perduli dengan kesehatannya, belum lagi pengakuan sejumlah aktifis di luar negeri yang bergabung untuk mendesak pembatasan penggunaan wi-fi, yang bagi sebagian masyarakat lain sangat diperlukan itu.

2.5. Upaya mengurangi dampak negatif penggunaan Wi-Fi

1. Penggunaan dalam batasan wajar ini bisa mencegah pengaruh buruk terhadap kesehatan.

(11)

BAB 3.

PENUTUP

3.1. KESIMPULAN

Seiring dengan perkembangan zaman dan meningkatnya kebutuhan informasi yang membuat setiap orang harus dapat meng-update informasi tersebut setiap saat, maka teknologi sekarang ini menghasilkan sebuah layanan pendukung yang lebih instan untuk dapat merealisasikan hal tesebut. Wi-Fi adalah teknologi jaringan dengan tidak menggunakan kabel seperti handphone, yaitu melakukan hubungan komunikasi dengan menggunakan gelombang elektromagnetik sebagai pengganti kabel sehingga pemakainya dapat mentransfer data dengan cepat dan aman.

Eksistensi dari Wi-Fi tentu memiliki kelemahan dan keunggulan dalam setiap aplikasi penggunaannya. Disatu sisi berbagai kemudahan akan tersaji ketika menggunakan fasilitas tersebut. Disisi yang lain, fasilitas tersebut juga digunakan untuk mengakses hal- hal yang di luar jalur pendidikan. Misalnya, Pelanggaran hak cipta, pencurian identitas, cyber crime (hacker, cracker, carder) dan pernyataan kebencian (hate speech), adalah biasa dan sulit dijaga dan gambar-gambar, cerita- cerita yang “berbau” pornografi, yang dapat merusak mental psikis mahasiswa, sehingga kurang bahkan tidak dapat fokus pada kuliah yang sedang dijalaninya.

DAFTAR PUSTAKA

http://id.wikipedia.org/wiki/Wi-Fi)

http://rachmad29.blogspot.com/2008/08/sejarah-wireless-lan-wifi.html http://www.arusty.com/dampak-negatif-dari-wifi-wireless-fidelity.html http://www.waspada.co.id/index.php?

option=com_content&view=article&id=2137:wi-fi-dan-kesehatan&catid=28&Itemid=48

elib.unikom.ac.id/download.php?id=50510

Gambar

Gambar 1 WiFi dalam bentuk PCI......................................................................................................6
Tabel 1 Spesifikasi Internet
Gambar 1 WiFi dalam bentuk PCI

Referensi

Dokumen terkait