• Tidak ada hasil yang ditemukan

studi dan kelayakan bisnis (8)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "studi dan kelayakan bisnis (8)"

Copied!
44
0
0

Teks penuh

(1)

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Nasi liwet adalah makanan khas berasal dari daerah jawa barat dan jawa tengah. Perbedaan nasi liwet Solo dengan Sunda yakni pada Nasi liwet Solo adalah nasi gurih (dimasak dengan kelapa) mirip nasi uduk, yang disajikan dengan sayur labu siam, suwiran ayam (daging ayam dipotong kecil-kecil) dan areh (semacam bubur gurih dari kelapa), sedangkan nasi liwet Sunda Nasi yang mempunyai cita rasa yang sangat khas dengan bumbu seperti sereh dan daun salam ditambah dengan ikan asin ini pasti sangat digemari semua orang. Cara pembuatannya juga cukup mudah, bisa memasaknya pada rice cooker, panic. Nasi liwet ini dilengkapi dengan aneka masakan lainnya seperti sambal yang sangat lezat, ayam bakar, tahu dan tempe goreng, lalapan mentimun dan tomat yang dihias sangat cantik. nasi liwet sunda ini sangat pas jika disajikan selagi hangat. Tahu goreng bisa anda beri bumbu ataupun di hancurkan atau dihaluskan kemudian dibentuk bulat pipih kemudian digoreng.

Masyarakat biasanya mengkonsumsi nasi liwet pada santapan makan malam atau bisa juga untuk sarapan. biasa memakan nasi liwet setiap waktu mulai dari untuk sarapan, sampai makan malam. Nasi liwet pada dulunyab biasa dijajakan keliling dengan bakul bambu oleh ibu-ibu yang menggendongnya tiap pagi atau dijual di warung lesehan (tanpa kursi).

B. Latar belakang didirikannya Nasi Liwet Tengah Malam

(2)

Dengan aktivitas dan mobilitas manusia yang juga semakin meningkat saat ini, kebutuhan akan pangan pun dapat muncul kapan saja, termasuk di tengah malam, di mana terdapat banyak pekerja yang baru menyelesaikan aktivitasnya. Di samping itu juga terdapat para commuter yang seringkali baru pulang dari tempat kerjanya di luar kota pada tengah malam. Kami mengamati bahwa cukup tingginya permintaan akan kuliner di ‘jam malam’ masih kurang diimbangi dengan jumlah penjual makanan pada jam tersebut yang terbilang cukup minim, khususnya di kota Jember.

(3)

BAB II PEMBAHASAN

A. Aspek Pasar dan Pemasaran

1. Prakiraan perkembangan permintaan dan penawaran  Permintaan

a. Perkembangan permintaan saat ini

Dewasa ini, nasi liwet sudah mulai menjadi salah satu trend makanan tradisonal yang cocok untuk sarapan dan makan malam bagi semua kalangan masyarakat terutama di kalangan karyawan, mahasiswa dan bagi semua usia, terutama klub-klub yang ada di malam hari dan permintaan saat ini mulai merangkak naik.

b. Prospek permintaan akan datang

Nasi Liwetakan tetap diminati oleh semua orang dari semua kalangan karena kenikmatannya dan sensasinya yang hanya buka pada malam hari. Selain itu, trend makan berbahan cita rasa tradsional selalu berkembangnya permintaan akan rasa asli dari bumbu sunda yang dimasak dengan tradisional.

Penawaran

a. Perkembangan penawaran saat ini

Perkembangan penawaran saat ini di wilayah Jember dan sekitarnya untuk stand penjualan dengan kendaraan yang design modern yang disajikan pada malam hari masihsangat jarang sedangkan permintaan untuk sajian makan malam hari selalu meningkat.

b. Prospek penawaran akan datang

(4)

2. Peluang Pasar yang ada

Pada dewasa ini jika dilihat khusunya wilayah Jember, tidak ada penjual makanana yang buka pada malam hari yang menyajikan Nasi Liwet.Seperti yang kita tahu bahwa yang ada penjual makanan pada malam hari di wilayah jember yang terkenal adalah Pecel Setan. Oleh karena itu dengan melihat adanya peluang bisnis kami yang fresh dan inovatif ini, maka pada bisnis kami akan menghasilkan tingkat profitabilitas yang cukup tinggi denagan melihat tidak bisnis yang menyajikan konsep sepeti kami terutama di wilayah Jember. Pada bisnis kami ini akan menyajikan konsep yang berbeda dengan menghadirkan menu baru yang diadopsi dari makanan dan minuman ala Jawa Barat yakni Nasi Liwet Tengah Malam.

3. Product Life Cycle (PLC)

(5)

Dalam keempat tahap dari analisa Siklus Hidup Produk (Product Life Cycle) ini memiliki

PLC dalam “Nasi Liwet Tengah Malam” dilakukan guna mempertahankan eksistensi usaha. Tabel menjelaskan strategi-strategi yang dapat digunakan untuk menghindari terjadinya kerugian dalam usaha.

4. Analisis persaingan ( Market Share )

(6)

dengan makanan tengah malam yang lainnya yakni Pecel Setan, Ketan Cetol, dll lainnya. Tapi dengan keunikan yang ada pada konsep Nasi Liwet yang dengan menggunakan stand penjualan kendaraan yang didesign modern, hal ini tidak akan menjadikan sesuatu berarti. Selagi pemasar dapat memasarkan produknya seinovatif mungkin.

5. Segmentasi , Targeting, Positioning a. Segmentasi

Yang menjadi segmentasi dari usaha ini semua kelas, yakni mulai kelas menengah keatas maupun menengah kebawah .

b. Targeting

Yang menjadi target pasar adalah para muda-mudi baik itu pegawai maupun mahasiswa dan masyarakat sekitar terutama klub klub yang ada di malam hari.

c. Positioning

Produsen ingin menciptakan image atau citra bagi warung kuliner bercita rasa daerah Jawa Barat ini dibenak para konsumen adalah warung nasi liwet yang berkonsep resto-car yang melayani sepenuh hati tanpa mematikan kantong konsumen tanpa mengurangi kualitas yang sudah terjamin.

6. Marketing Mix : A. Produk(product)

Produk yang akan dihasilkan berupa makanan dan minuman yang khas dengan ala daerah Jawa Barat yakni dengan menggunakan Nasi Liwet ala Sunda dan minumannya Bajigur yang akan menamabah sensasi kuliner tengah malam pada wilayah Jember. Dengan menggunakan bahan-bahan tradsional yang pilihan nasi liwet yang akandiproduksi dapat dikatakan sebagai produk yang berkualitas. Karena produsen bukan hanya mengutamakan kuantitas namun juga kualitas dari hasil yang akan diproduksi. Dengan pemilihan bahan-bahan yang akan digunakan, hal ini akan menjadikan nilai tambah dari hasil produk. Bahan bahan yang digunakan adalah :

(7)

 Beras  Daun Salam  Daun Sereh  Bawang Merah  Bawang Putih  Tomat

 Garam dan Gula

Pelengkap Nasi Liwet :

 Ikan Asin : Ikan Peda, ikan teri  Tempe

 Tahu  Telur  Ayam

 Sambal dan lalapan  Rempeyek Belut

Menu Minuman  Bajigur  Kopi Hitam  Es teh  Teh Hangat

B. Harga(Price)

Harga yang ditetapkan untuk:

(8)

C. Promosi (promotion)

Kegiatan promosi yang dilakukan untuk memperkenalkan produk nasi liwet ini melalui berbagai promosi yaitu:

1. Social network / media sosial

Media sosial yang digunakan disini seperti facebook, twitter dan media sosial lainnya, tidak ada biaya khusus dan tergolong murah.

2. Menyebar brosur, leaflet

Promosi lainnya yang akan dilakukan adalah dengan menyebarkan brosur-brosur dan leaflet yang berisi promosi dari produk Nasi Liwet yang akan dijual.

Strategi Pemasaran 1. Kegiatan promosi

Kegiatan promosi harus digalakkan dengan mempromosikan lewat media cetak seperti, pamphlet, leaflet ataupun, banner, maupun promosi melalui media sosial network seperti facebook, twitter dll. Selain itu adanya tester Nasi Liwet promosi Beli 2 gratis 1 pada beberapa 50 pembeli pertama sebagai promosi awal berdirinya usaha.

2. Tingkat pelayanan

Masyarakat terutama klub klub yang ada di malam hari serta pegawai dll, yang lebih menyukai keefektifan dan efisiensi waktu juga harus diperhatikan.Sehingga, dalam melayani harus dapat memuaskan konsumen. Seperti dalam melayani konsumen diterapkan 3S (Senyum,Salam dan Sapa), dan keefektifian waktu melayani.

D. Tempat (Place)

(9)

7. Distribusi

Distribusi produk dilakukan secara langsung ke konsumen, hal ini dikarenakan pembeli datang langsung ke tempat stand penjualan resto-car Nasi Liwet Tengah Malam.

8. Analisis SWOT Kekuatan (Strenght)

 Memiliki inovasi strategi penjualan yang dikemas dengan adanya penjualan di kendaraan yang didesign modern.

 Memiliki makanan yang memiliki cita rasa berbeda dengan mengemas makan daerah Jawa Barat yakni nasi Liwet yang disajikan pada malam hari serta minumannya yakni Bajigur

 Letak lokasi usaha di jalan utama kota daerah Jember yang sangat strategis, bersih

Kelemahan (Weakness)

 Produk yang ditawarkan berupa makanan yang mudah basi, sehingga ketika produk tidak laku dijual, dibutuhkan penanganan khusus agar tidak ada bahan yang terbuang.

 Dijual pada malam hari yakni mulai jam 21.00 sehingga ada juga masyarakat yang enggan keluar malam hari.

Peluang (Opportunity)

 Karena tidak ada yang memiliki konsep resto-car yang dikemas teknlogi pada modifikasi kendaraannya maka dapat berpeluang sebagai market leader di wilayah Jember.

Ancaman (Thread)

(10)

Keputusan Strategi

 Strategi produk yang lebih murah

 Strategi penjualan produk yang berkonsep kreatif  Strategi inovasi produk

 Strategi penekanan biaya  Strategi promosi yang intensif

(11)

B. Aspek Manajemen dan SDM 1. Perencanaan (Planning)

Proses perencanaan dilakukan dengan brainstorming antara owner untuk mempertimbangkan berbagai aspek yang mendukung dan berpengaruh terhadap kelangsungan usaha. Brainstorming dilakukan agar terjadi pertukaran ide-ide dari masing-masing owner.Untuk ke depannya, direncanakan untuk terjadinya komunikasi antara owner dan karyawan melalui dua pendekatan, yaitu atas-bawah (top-down) yang bersifat instruksional dari owner ke karyawan dan bawah-atas (bottom-up) yang bersifat saran dan masukan dari karyawan ke owner.Komunikasi semacam ini diperlukan supaya karyawan dapat memahami tujuan yang ingin dicapai dan owner dapat mengetahui kondisi aktual di lapangan dan dapat segera mengambil keputusan yang diperlukan.

Usaha warung makan “Liwet Tengah Malam” direncanakan akan ditujukan untuk segmen pasar mahasiswa, komunitas pecinta musik jazz, komunitas club motor, dan juga para commuter yang biasanya kesulitan untuk menemukan tempat makan dan berkumpul di tengah malam.

2. Pengorganisasian (Organizing)

(12)

Karyawan

konsumen perlu diberi pelatihan-pelatihan people skill maupun kode etik.Diupayakan juga terjadi komunikasi dua arah antara owner dan karyawan.

Mengingat skala usaha yang tergolong usaha kecil, owner memegang peranan yang cukup besar, yang menyangkut keuangan, produksi, serta research and development.Sedangkan karyawan diberi tugas sebagai pelayan yang langsung bersentuhan dengan konsumen, dan langsung bertanggung jawab kepada owner. Berikut adalah bagan struktur organisasi “Liwet Tengah Malam”:

3. Pengarahan (Actuating)

Fungsi pengarahan pada “Liwet Tengah Malam” dilakukan dengan pendekatan partisipatif, dimana masukkan dari karyawan merupakan informasi penting bagi owner. Karyawan ditempatkan sebagai partner/mitra bisnis sebagai cara untuk mengkomunikasikan tujuan yang ingin dicapai owner dengan efektif, serta untuk menumbuhkan rasa memiliki dalam diri karyawan yang akan berimplikasi pada loyalitas karyawan.

4. Pengawasan (Controlling)

(13)

5. Perencanaan Sumber Daya Manusia

Karyawan merupakan mitra bisnis yang penting untuk kelangsungan suatu usaha. Karyawan biasanya melalui tahap berikut dalam pekerjaannya:

a. Perekrutan; dilakukan dengan wawancara

b. Pengelolaan; dilakukan dengan pemberian pelatihan-pelatihan

c. Pemberhentian;apabila kinerja karyawan dirasa tidak sesuai dengan yang diharapkan, akan diambil tindakan pemberhentian

6. Analisis Pekerjaan

Owner bertanggung jawab dalam bidang:

a. Keuangan; yaitu mulai perencanaan, pendanaan, dan pengelolaan b. Produksi; yaitu pembuatan nasi liwet beserta lauk pauknya

c. Research and development; yaitu melakukan riset dan analisis usaha untuk perkembangan bisnis

Sedangkan karyawan bertanggung jawab atas fungsi pelayanan kepada konsumen.

7. Kompensasi

“Liwet Tengah Malam” memberikan kompensasi kepada karyawan berupa gaji sebesar Rp 1.000.000,00 (Satu Juta Rupiah Per Bulan) per bulan dengan jam kerja 9 jam per hari, yaitu mulai pukul 21.00-06.00. Karyawan juga akan diberi Tunjangan Hari Raya (THR) sebesar satu kali gaji pada Hari Raya Idul Fitri.

8. Keselamatan dan Kesehatan Kerja

(14)

yang relatif rendah (dingin) sehingga dikhawatirkan akan mengganggu kesehatan karyawan. Oleh karena itu “Liwet Tengah Malam” menggunakan seragam karyawan dari bahan yang cukup tebal untuk melindungi dari hawa dingin, sekaligus melindungi tubuh dari resiko pekerjaan (misal siraman air panas). Karyawan juga diingatkan akan pentingnya beristirahat di luar jam kerja, karena istirahat yang cukup akan berimplikasi positif terhadap produktifitas. “Liwet Tengah Malam” juga mendaftarkan asuransi jiwa bagi karyawan sebagai bentuk tanggung jawab.

C. Aspek Teknik dan Teknologi 1. Ide dan Spesifikasi Produk

Ide untuk mendirikan “Liwet Tengah Malam” berasal dari adanya kebutuhan masyarakat akan penjual makanan yang buka di tengah malam. Biasanya kelompok masyarakat ini adalah para mahasiswa, karyawan kantor, maupun para commuter yang seringkali beraktivitas hingga larut malam. Pemilihan kuliner nasi liwet sebagai produk utama karena nasi liwet merupakan warisan kuliner nusantara yang perlu untuk dilestarikan.Khususnya di Kota jember, nasi liwet merupakan kuliner yang masih jarang dijumpai.

(15)

Tomat Mentega Garam

Kami juga menyediakan beraneka ragam pilihan lauk sehingga konsumen dapat memilih sendiri lauknya sesuai selera dan budgetnya, yaitu:

Ikan asin

2. Rencana Kualitas dan Kuantitas Produksi

“Liwet Tengah Malam” ingin menghadirkan sajian khas yang menggugah selera, nikmat disantap, dengan harga yang wajar.Meskipun kami menargetkan penjualan dengan kuantitas yang cukup besar per harinya, namun aspek kualitas juga menjadi perhatian.Mulai pemilihan bahan, pengolahan, hingga produk siap disajikan, dilakukan sendiri oleh owner, dimana hanya owner yang memegang resep produk demi menjaga cita rasa dan keberlangsungan usaha.

3. Pemilihan Teknologi

(16)

Untuk mobil pick-up, kami memilih untuk menggunakan Daihatsu Hijet keluaran tahun 1985 yang tergolong tua namun memiliki mesin yang cukup bandel serta irit bahan bakar. Mobil ini kami pilih juga dengan pertimbangan harga pasarannya yang cukup murah, yaitu di kisaran 10 juta rupiah. Pemasangan perangkat entertainment seperti televisi dan sound system juga menjadi perhatian, karena nantinya akan digunakan sebagai sarana untuk memutar musik maupun menonton siaran sepak bola.

Dalam proses produksinya, proses pembuatan nasi liwet tidak lagi menggunakan cara tradisional, melainkan sudah menggunakan magicom, mengingat kuantitas produksi yang cukup besar sehingga akan tidak efisien apabila menggunakan cara tradisional.

4. Layout Tempat Usaha, Kapasitas Produksi, dan Fasilitas Tempat Usaha

Usaha ini memilih lokasi di pinggir jalan Ahmad Yani yang merupakan jalan utama kota Jember. Sebagai tempat usaha, “Liwet Tengah Malam” menggunakan mobil pick-up sebagai pengganti gerobak yang sudah banyak digunakan penjual makanan lain. Terdapat beberapa alasan yang meyakinkan owner untuk menggunakan mobil pick-up, yaitu:

a. Memiliki kapasitas yang lebih besar daripada gerobak b. Memiliki mobilitas yang lebih tinggi (mudah dipindahkan)

c. Dapat berfungsi sebagai sarana makan bagi konsumen, yaitu sebagai meja d. Surat-surat kendaraan dapat digunakan sebagai jaminan untuk pembiayaan

usaha

(17)

Keterangan: 1= mobil pick-up

2= meja-meja tambahan

1

Daihatsu Hijet Mobil Modifkasi (Tampak depan) 2

(18)

5. Manajemen Persediaan

Persediaan “Liwet Tengah Malam” merupakan bahan-bahan makanan seperti beras, bumbu-bumbu, daging ayam, telur, dan lain-lain.Kami mengupayakan pembelian persediaan ini dalam jumlah besar sebulan sekali untuk menekan biaya.Sehingga dibutuhkan estimasi yang cukup akurat untuk menentukan kebutuhan sebulan.Namun jangka waktu pengisian persediaan kembali ini juga memperhatikan umur dari bahan itu sendiri.Karenanya, khusus untuk bahan-bahan yang tidak berumur panjang dan harus fresh (seperti daging ayam dan sayuran) dilakukan pembelian setiap hari.

6. Pengawasan Kualitas Produk

Kualitas produk yang senantiasa terjaga merupakan hal yang perlu mendapat perhatian serius untuk menambah nilai konsumen. Oleh karena itu, owner sebagai pemegang resep, harus terjun langsung dalam proses produksi untuk menjaga cita rasa.

Mobil Modifkasi (Tampak belakang) Mobil Modifkasi (Tampak kiri)

(19)

Pengawasan kualitas dilakukan sejak pemilihan bahan, pengolahan, hingga penyajian kepada konsumen.Di sini perlu adanya pengawasan terhadap karyawan, apakah karyawan telah menyajikan produk pada konsumen dengan baik sesuai standar yang ditetapkan.

D. Aspek Keuangan

a. Kebutuhan Dana Investasi 1. Biaya pra operasi

Biaya pra operasi sebesar Rp 34,033,000.00 yang digunakan untuk pembelian kendaraan dan modifikasi kendaraan tersebut guna pemakaian stan penjualan resto-car seresto-cara operasional dan pendirian usaha awal.

2. Modal Kerja

(20)

jumlah perincian cost of capital, untuk mendirikan bisnis ini membutuhkan modal kerja sebesar Rp. 55.000.000 dan total investasi sebesar Rp. 60.000.000.

Untuk mendirikan café resto-car “Nasi Liwet Tengah Malam” terlebih dahulu kami merinci cost of capital (modal kerja) selain itu kami juga menentukan modal investasi sebesar Rp. 60.000.000, selisih antara modal kerja yang terdapat aktiva lancar dan modal investasi tersebut digunakan untuk membayar biaya operasional pada saat periode awal didirikannya bisnis ini.

b. Rencana Pembelanjaan dan Sumber Dana

Dalam pendirian usaha warung makan Nasi Liwet ini menggunakan modal pinjaman ke koperasi sebesar Rp 60.000.000,- dan dalam pinjaman ini memakai jangka waktu 6 tahun dengan membyar per tahunnya 10.000.000 ditambah biaya angsuran 1,2% yakni biaya angsuran 1.800.000

c. Rencana Kebutuhan Dana

Aktiva Tetap Harga Estimasi Keterangan

Kendaraan pick up hijet th.85 8,500,000.00 Modifikasi Kendaraan 15,000,000.00

Cooking set 3,500,000.00

Banner 450,000.00

Kompor gas 300,000.00

4 set Meja dan Kursi 2,200,000.00 @ 550.000

Kursi Kayu 12 buah 2,100,000.00 @ 175.000

Piring anyaman bambu 6 lusin 208,000.00 @ 2900

Sendok 6 lusin 180,000.00

Besek Bambu 10 lusin 120,000.00 @ 1000

(21)

Cangkir 3 lusin 210,000.00

Total 34,033,000.00 34,033,000.00

Aktiva Lancar

Kas 3,252,000.00

Bahan-bahan Nasi Liwet 1

bulan 14,715,000.00

Daun Pisang 50 pelepah 3,000,000.00 1 pelepah 2000

Jumlah Aktiva Lancar 20.967,000.00

Total Aktiva 55,000,000.00

Dan daftar pembelanjaan bahan-bahan nasi liwet untuk target 75 porsi yakni :

Bahan-bahan Nasi Liwet Sunda 75 porsi Harga

Beras 7,5 kg 60,000.00

Bawang Putih 1kg 11,000.00

Bawang Merah 1kg 10,000.00

Ikan Teri atau Ikan Peda 3 kg 18,000.00

Daun sereh 21 batang 3,500.00

Daun Salam 30 batang 3,000.00

Garam ¼kg 1,500.00

Cabai Rawit 2 kg 28,000.00

Tomat 1,5 kg 7,500.00

Cabai Merah 2 kg 28,000.00

Mentega ½kg 10,500.00

Minyak 1 liter 11,500.00

(22)

Timun 10 buah 5,000.00

Selada 8 ikat 16,000.00

Kemangi 5 ikat 3,000.00

Total pembelian bahan 1 hari 490,500.00 Total pembelian bahan 30 hari 14,715,000.00

Dan diketahui pengeluran sehari umtuk 75 porsi Nasi Liwet berbahan Sunda ini membutuhkan dana sebesar Rp. 490.500 dan pengeluran selama 30 hari Rp. 14,715,000.00

Target penjualan sehari adalah 75 unit nasi liwet , jadi harga pokok penjualan Nasi Liwet Tengah Malam dalam 1 bulan adalah sebagai berikut :

Total bahan baku (75 unit nasi liwet ) = Rp 500.000

Harga Pokok Penjualan nasi liwet per unit = Rp 6540

Harga pokok penjualan 75 unit nasi liwet = Rp 490.500

Harga jual nasi liwet Rp 10.000 per unit, jadi omzet penjualan dalam 1 bulan :

Rp 10.000 x 75 unit x 30 = Rp 22.500.000 x 12 = 270.000.000

Jadi omzet penjualan selama satu tahun 3460 x 75 x 30 = 7.785.000 x 12 = Rp. 93.420.000

Minuman :

Air aqua 2 galon 30,000.00

Kelapa 8 buah 24,000.00

Gula Merah ½kg 3,500.00

Kopi 1 kg 25,000.00

Gula pasir 2 kg 18,000.00

The 1 pack 6,500.00

Es 10 blok 4,000.00

Daun jeruk nipis ¼kg 4,500.00

Total pembelian sehari 115.000

(23)

Target penjualan sehari adalah 75 unit nasi liwet , jadi harga pokok penjualan Minuman Nasi Liwet Tengah Malam dalam 1 bulan adalah sebagai berikut :

Total bahan baku (75 unit minuman nasi liwet ) = Rp 120.000

Harga Pokok Penjualan minuman nasi liwet per unit = Rp 1.600

Harga pokok penjualan 75 unit minuman nasi liwet = Rp 115.000

Harga jual minuman nasi liwet Rp 3.000 per unit, jadi omzet penjualan dalam 1 bulan :

Rp 3.000 x 75 unit x 30 = Rp 6.750.000 x 12 = 818.000.000

Jadi omzet penjualan selama satu tahun 1400 x 75 x 30 = 3.150.000 x 12 = Rp. 37.800.000

Keuntungan dari penjualan Nasi Liwet Tengah Malam beserta minumannya masing-masing target penjualannya 75 porsi yakni : 93.420.000 + 37.800.000 = Rp. 131.220.000

Maka, Break Event Point (BEP) = Biaya tetap ÷ (Harga/unit – Biaya variabel)

Biaya tetap sebulan :

Beban listrik Rp. 200.000

Beban sewa Rp. 334.000

Beban lain- lain (bensin Rp. 40.000/minggu) Rp. 160.000 Beban gaji :

Tenaga ahli Rp. 1.000.000

Pekerja ( 1 orang ) (Rp. 1.000.000 x 1) Rp. 1.000.000

Total biaya tetap = Rp. 2.694.000

Pembelian gas elpiji Rp. 90.000

Beban air Rp. 300.000

(24)

Proyeksi keuangan

1. Proyeksi Pendapatan

● Pendapatan Per Hari

a. Produk Makanan (Rp 10.000 x 75) Rp 750.000 b. Produk Minuman (Rp 3.000 x 75) Rp 225.000

Total Rp 975.000

● Pendapatan Per Bulan

(Rp 975.000 x 30) Rp 29.250.000

● Pendapatan Setahun

(Rp 31.500.000 x 12) Rp 351.000.000

2. Proyeksi Biaya Per Tahun

 Pembelian bahan Nasi Liwet Rp. 176.580.000  Pembelian bahan Minuman Rp. 43.200.000  Total Biaya Variabel Rp. 7.080.000  Total Beban (Biaya Tetap) Rp. 32.328.000

Rp. 105.972.000 3. Proyeksi Rugi/Laba

(25)

Rugi/ Laba= Pendapatan – Pengeluaran = 351.000.000 – 245.028.000 = 104.912.000

Dengan demikian laba yang diperoleh per tahun dalam penjualan produk nasi liwet tengah malam yaitu sebesar Rp 104.912.000 pertahun. Ini sudah dikurangi pembayran pajak yang berdasarkan Menurut PP No.46 tahun 2013. Penghasilan bruto < 4,8 M tarif pajak = 1%

Uji Kelayakan Bisnis

Untuk menguji apakah bisnis Rotiku layak dijalankan atau tidak, kami menguji kelayakannya dengan empat kriteria, yaitu :

- Payback Period (PP)

- Average Rate of Return (ARR) - Net Present Value (NPV) - Pofitability Index (PI)

Menghitung Arus Kas (Cash Flow)

Nasi Liwet Tengah Malam memiliki nilai investasi Rp. 60.000.000, seluruhnya adalah modal pinjaman ke koperasi dan memiliki umur ekonomis 6 tahun dan disusutkan dengan metode garis lurus tanpa nilai sisa (residu). Perkiraan penjualan nasi liwet per tahun adalah Rp. 270.000.000, perkiraan penjualan minuman per tahun adalah Rp. 81.000.000, total beban per tahun adalah Rp. 32.328.000, harga pokok penjualan nasi liwet pertahun Rp.176.580.000, harga pokok penjualan minuman pertahun Rp.43.200.000 dan dikenakan pajak 1% per tahun. Berikut adalah perhitungan kas bersih pada akhir tahun :

(26)

Penyusutan = Rp. 1.000.000/tahun

Sehingga estimasi laba/rugi :

Penjualan

(Rp. 22.500.000 x 12) Rp. 270.000.000

( Rp. 6.750.000 x 12 ) Rp. 81.000.000 +

Jumlah Rp. 351.000.000

Biaya yang keluar :

Harga Pokok Penjualan Nasi Liwet Rp. 176.580.000

Harga Pokok Penjualan Minuman Rp. 43.200.000

Total Biaya Variabel Rp. 7.080.000

Total Beban (Biaya Tetap) Rp. 32.328.000

Rp. 245.028.000

Laba sebelum pajak (EBT) Rp. 105.972.000

Pajak 1% (Rp. 105.972.000) Rp. 1.059.720

(Menurut PP No.46 tahun 2013. Penghasilan bruto < 4,8 M tarif pajak = 1%)

Laba setelah pajak (EAT) Rp. 104.912.280

Aliran kas masuk bersih = EAT + Penyusutan = Rp. 104.912.280 + Rp. 1.000.000

(27)

Berikut adalah tabel estimasi cash flow Nasi Liwet Tengah Malam :

EBT tahun 2016 = Rp. 110.000.000 EAT tahun 2016 = EBT - tax(1%)

= Rp.110.000.000 – Rp. 1.100.000 = Rp.108.900.000

EBT tahun 2017 = Rp. 115.000.000 EAT tahun 2017 = EBT – tax (1%)

= Rp. 115.000.000 – Rp. .1.550.000 = Rp.113.850.000

EBT tahun 2018 = Rp. 120.000.000 EAT tahun 2018 = EBT – tax (1%)

= Rp. 120.000.000 – Rp. .1.200.000 = Rp. 118.800.000

EBT tahun 2019 = Rp. 125.000.000 EAT tahun 2019 = EBT – tax (1%)

= Rp. 125.000.000 – Rp. 1.250.000 = Rp. 123.750.000

Tahun 2015 2016 2017 2018 2019 EAT 104.912.280 108.900.000 113.850.000 118.800.000 123.750.000 Penyusutan 1.000.000 1.000.000 1.000.000 1.000.000 1.000.000

+¿ +¿ +¿ +¿ +¿

Kas bersih (proceed)

105.912.280 109.900.000 114.850.000 119.800.000 124.750.000

(28)

Jumlah PV kas bersih = Rp. 338.771.929,64

Keterangan :

DF (discount factor) ¿ 1 (1+i)t

Present value (PV) kas bersih = kas bersih (proceed) x DF

Menghitung BEP (Break Event Point)

Untuk menghitung Break Event Point atau titik impas, terlebih dahulu kita kelompokkan antara biaya tetap dan biaya variabel sebagai berikut :

Biaya tetap per bulan :

Beban listrik Rp. 200.000

Beban sewa Rp. 334.000

Beban lain- lain (bensin Rp. 40.000/minggu) Rp. 160.000 Beban gaji :

Tenaga ahli Rp. 1.000.000

Pekerja ( 1 orang ) (Rp. 1.000.000 x 1) Rp. 1.000.000

Total Rp. 2.694.000

Berikut adalah rician biaya variabel :

Pembelian gas elpiji Rp. 90.000

Pembelian air Rp. 500.000

TOTAL BIAYA VARIABEL = Rp. 590.000

(29)

BEP= FC 1−VCTR

= Rp.2.694 .000 1−Rp.Rp .131.220 .000590.000

=Rp .2.706.168

Jadi, Nasi Liwet Tengah Malam berada pada titik impas pada saat Rp.2.706 .168

Keterangan :

FC = Fixced cost (biaya tetap)

VC = Variable cost (biaya variabel)

TR = Total Revenue

1. Harga nasi liwet dengan Rp 8.000 dengan total cost pertahun Rp 176.580.000 Maka : Rp 8.000 x q = Rp 490.500 (perhari)

q = 61

Jadi kami akan memperoleh titik impas pada penjualan 61 porsi makanan nasi liwet. 2. Harga minuman dengan Rp. 3.000 dengan total cost pertahun Rp. 43.200.000

Maka : Rp. 3.000 x q = Rp. 120.000 ( perhari )

q = 40

Jadi kami akan memperoleh titik impas pada penjualan 40 gelas minuman seperti bajigur, kopi, teh dan lain-lain.

Menghitung Payback Period (PP)

Metode payback period (PP) merupakan teknik penilaian terhadap jangka waktu (periode) pengembalian investasi suatu proyek atau usaha. Perhitungan ini dapat dilihat dari perhitungan kas bersih (proceed) yang diperoleh setiap tahun. Nilai kas bersih merupakan penjumlahan laba sebelum pajak ditambah dengan penyusutan (dengan catatan jika investasi menggunakan modal sendiri).

(30)

 PP sekarang lebih kecil dari umur investasi

 Dengan membandingkan rata – rata industri unit usaha sejenis  Sesuai dengan target perusahaan

Berikut adalah perhitungan PP Nasi Liwet Tengah Malam :

Investasi = Rp. 60.000.000

Kas bersih tahun 2015 = Rp. 105.912.280 –

Rp. -45.912.280

Kas bersih tahun 2016 = Rp. 109.900.000

Rp. – 155.812.280

Karena sisa tidak dapat dikurangi proceed tahun kedua, maka proceed tahun pertama dibagi dengan proceed tahun kedua, yaitu :

Perhitungan kelayakan usaha dengan menggunakan metode Payback Period. Payback Period = Investasi x 12

Kas bersih/ tahun

Payback Period = 105.912.28060.000.000 x12 = 7 bulan

Maka payback period 7 bulan, karena payback period lebih kecil dari umur investasi jadi usaha ini dinilai layak

Menghitung Average Rate of Return (ARR)

Average Rate of Return (ARR) merupakan cara untuk mengukur rata – rata pengembalian bunga dengan cara membandingkan antara rata – rata laba sebelum pajak (EAT) dengan rata – rata investasi.

(31)

ARR=ratarata EAT(average earning after tax) rataratainvestasi(average investment)

ratarata EAT=umur ekonomisTotal EAT

rataratainvestasi=investasi2

Total EAT = 105.912.280 + 109.900.000 + 114.850.000 + 119.800.000 + 124.750.000

= 575.212.280

ratarata EAT=575.212 .2805 =115.042 .456

rataratainvestasi=60.000 .0002 =30.000 .000

ARR=115.042 .45630.000 .000 =3,8=383,1 %

Menghitung Net Present Value (NPV)

Net present value (NPV) atau nilai bersih sekarang merupakan perbandingan antara PV kas bersih (PV of proceed) dengan PV investasi (capital outlays) selama umur investasi. Selisih antara antara kedua PV tersebutlah yang kita kenal dengan Net Present Value (NPV).

Untuk menghitung NPV, terlebih dahulu kita harus tahu berapa PV kas bersihnya. PV kas bersih dapat dicari dengan jalan membuat dan menghitung rumus dari cash flow perusahaan selama umur investasi tertentu.

Setelah memperoleh hasil – hasil dengan :

(32)

Bila Berarti Maka NPV > 0 investasi yang dilakukan

memberikan manfaat bagi perusahaan

proyek bisa dijalankan

NPV < 0 investasi yang dilakukan akan mengakibatkan kerugian bagi perusahaan dilaksanakan tidak berpengaruh pada keuangan perusahaan. Keputusan harus ditetapkan dengan menggunakan kriteria lain misalnya dampak investasi terhadap positioning perusahaan.

Total PV kas bersih = Rp. 338.771.929,64

Total PV investasi = Rp .60.000 .000−¿

NPV = Rp. 278.771.929,64

Hasil dari NPV > 0 yaitu sebesar Rp. 278.771.929,64 yang artinya investasi diterima

Menghitung Profitability Index (PI)

Profitability Index (PI) atau benefit and cost ratio (B/C Ratio) merupakan rasio aktivitas dari jumlah nilai sekarang penerimaan bersih dengan nilai sekarang pengeluaran investasi selama umur investasi.

(33)

PI=

PV Kas Bersih

PV Investasi x100 %

Kesimpulan perhitungan PI :

Apabila PI lebih besar (>) dari 1 maka diterima

Apabila PI lebih kecil (<) dari 1 maka ditolak

PI=

PV Kas Bersih

PV Investasi x100 %

PI=Rp .Rp338.771.920,64.60 .000.000 x100 %=5,5kali

PI > 1 yaitu 5,5 kali maka investasi diterima

Kesimpulan Terhadap Kelayakan Nasi Liwet Tengah Malam

Kriteria Hasil Standar Industri Keterangan

Payback Period 7 bulan 2 tahun Layak

ARR 383,1% 75% Layak

NPV Rp. 278.771.929,64 Rp.100.000.000 Layak

Profitability Index (PI) 5,5 kali 2 kali Layak

(34)

Berikut adalah Laporan Laba (Rugi) Nasi Liwet Tengah Malam per 31 Desember 2014 :

Nasi Liwet Tengah Malam Laporan Laba Rugi Per 31 Desember 2014

Penjualan Nasi Liwet

(22.500.000 x 12 ) Rp. 270.000.000 Penjualan Minuman

(6.750.000 x 12 ) Rp. 81.000.000 HPPenjualan Nasi Liwet

( 6540 x 75 x 30 ) x 12 (Rp. 176.500.000 ) HPPenjualan Minuman

( 1600 x 75 x 30 ) x 12 (Rp. 43.200.000 ) Laba Sebelum Pajak (EBT) Rp. 105.972.000

Pajak 1% Rp. 1.059.720 Laba Bersih Setelah Pajak (EAT) Rp. 104.912.280

Dari perhitungan aspek keuangan, dapat disimpulkan bahwa proyek ini layak untuk dijalankan. Dengan rincian:

(35)

 Proyeksi pendapatan perbulan :

Nasi Liwet Rp 22.500.000 / bulan Minuman Rp. 6.750.000 / bulan

 Proyeksi pendapatan pertahun Rp 351.000.000 / tahun  Proyeksi Laba bersih Rp 104.912.280 / tahun  Payback period selama 7 bulan

(36)

Dalam studi kelayakan bisnis kita harus menilai kelayakan usaha secara komperhensif dengan memeperhatikan aspek lingkungan eksternal.Aspek lingkungan eksternal meliputi akses, tempat, dan manusia.Aspek lingkungan industri lebih mengarah pada aspek persaingan di mana bisnis perusahaan benda. Akibatnya, faktor-faktor yang mempengaruhi kondisi, seperti ancaman terhadap warung – warung lain dan kekuatan yang dimiliki warung termasuk kondisi persaingan itu sendiri, menjadi penting dianalisis untuk study kelayakan bisnis jasa. Beberapa hal yang mendukung usaha bisnis Nasi liwet tengah malam dilihat dari aspek lingkunganya :

1. Adanya persaingan sesama warung dalam industrinya

Dalam usaha bisnis Nasi liwet tengah malam tentunya terdapat persaingan yang sangat mempengaruhi kebijakan dan kinerja warung apalagi sekarang.Dalam situasi persaingan yang oligopoly, warung- warung lainya mempunyai kekuatan yang cukup besar seperti adanya pecel setan yang lokasi ada di gladak kembar.Disana terdapat 2 warung dan buka warung tersebut berbeda ada yang jam 21.00 dan jam 23.00 .

2. Adanya ancaman masuk pendatang baru

Adanya warung lain sebagai pendatang baru akan menimbulkan sejumlah implikasi bagi warung makanan yang sudah ada. Implikasi tersebut misalnya adalah kapasitas menjadi bertambah, terjadinya perebutan pangsa pasar serta perebutan sumber daya produksi yang terbatas.Kondisi seperti ini menimbulkan ancaman bagi warung yang telah ada.Ada beberapa faktor yang menghambat pendatang baru untuk masuk kedalam suatu industri, yang sering disebut dengan hambatan masuk.Faktor-faktor yang dimaksud adalah skala ekonomi, diferensiasi produk, kecukupan modal, biaya peralihan, aspek kesaluran distribusi dan peraturan pemerintah.

3. Adanya Ancaman dari produk pengganti.

(37)

4. Kekuatan tawar-menawar pembeli (buyers)

Pembeli mampu mempengaruhi warung makan untuk memotong harga, untuk meningkatkan mutu dan servis, serta menghadapkan dengan competitor (pesaing) melalui kekuatan yang mereka miliki.

5. Kekuatan tawar-menawar pemasok (suppliers)

Pemasok dapat mempengaruhi industri lewat kemampuan mereka untuk menaikkan harga atau mengurangi kualitas produk atau servis.Oleh karena itu, warung makan harus mampu mengendalikan perilaku pemasok.

1. Aspek Sosial

Tujuan utama warung makan ini adalah mencari keuntungan yang sebesar-besar nya. Namun demikian, warung makan ini tidak dapat hidup sendirian, melainkan hidup bersama-sama dengan komponen lain, salah satu komponen lain yang di maksud adalah lembaga sosial sehingga dalam rangka keseimbangan tadi, hendak nya warung makan memiliki tanggung jawab sosial.

Pengaruh positif

Proyek bisnis hendaknya dapat berpengaruh positif pada masyarakat sekitar,tidak hanya berdampak pada meningkatnya atau semakin baik nya kondisi lingkungan fisisk, seperti jalan, jembatan, dan telepon tetapi juga kondisi lingkungan fisikis mereka.

Beberapa hal yang mendukung usaha bisnis Nasi Liwet Tengah Malam dilihat dari aspek sosialnya :

1. Dengan adanya usaha Nasi Liwet Tengah Malam akan dapat mempengaruhi wilayah usaha tersebut ramai dikunjungi karena penempatan lokasi yang strategis, apabila lokasi usaha tersebut dekat dengan pusat keramaian dan hiburan

2. Adanya jalur komunikasi dan distribusi yang menghubungkan antara pihak produsen dan konsumen yang saling menguntungkan.

(38)

salah satu karyawan sehingga mengakibatkan terganggunya keseimbangan dalam bidang sosial yang kompleks dalam perusahaan.di sebabkan karena semakin membaik peraturan perundang-undangan pemerintah,meningkatnya kualitas sdm.

4. Dengan adanya usaha Nasi Liwet Tengah Malam ini akan menyebabkan Perubahan dalam masyarakat yang pluralistic yaitu :

a. Membuka lapangan kerja baru

b. Meningkatkan mutu hidup

Berdasarkan analisis aspek lingkungan dan aspek sosial, usaha ini layak untuk dijalankan karena dapat memberikan pengaruh yang positif untuk lingkungan sekitarnya

(39)

Nasi liwet tengah malamtermasuk dalam skala usaha kecil karena mermiliki kekayaan atau asset sebesar Rp 55.000.000 sebagai modal awal dan proyeksi estimasi Nasi Liwet ini dalam setahun sebesar Rp. 351.000.000 dalam penghasilan laba kotor , dan memperoleh estimasi pendapatan laba 129.040.000 / tahun.

2. Bentuk Perusahaan

Bentuk usaha ini adalah Usaha Dagang (UD)

3. Prosedur Perizinan

1) Pendaftaran ijin usaha ke dinas perekonomian pemda yang didaftarkan ke pangadilan negeri

2) Permohonan menjadi wajib pajak setempat untuk mendapatkan NPWP (perseorangan)

3) Pendaftaran ke departemen teknis (dinas perdagangan/perindustrian)

Secara Umum: 1. Akta pendirian

2. Surat keterangan domisili usaha

3. Nomor pokok wajib pajak (NPWP)

4. Tanda daftar perusahaan (TDP)

5. Tanda daftar usaha perdagangan (TDUP) & surat izin usaha perdagangan (SIUP)

Secara khusus :

1. Izin usaha industri (IUI)

2. Tanda daftar industri (TDI)

3. Tanda daftar perusahaan (TDP)

(40)

Jenis perizinan Lembaga yang terkait

Dilihat dari sudut ekonomi bahwa adanya “Nasi liwet tengah malam” ini tentunya akan menarik para pelanggan khususnya bagi seorang mahasiswa, komunitas musik jazz, komunitas club motor dan commuter . Ada beberapa alasan mengapa mahasiswa, komunitas musik jazz, komunitas club motor, penggila bola dan komuter ikut tertarik dengan adanya “Nasi liwet tengah malam” , diantaranya adalah :

a) Dilihat dari segi harganya yang terjangkau.

b) Dilihat dari segi tempat bisnis “Nasi liwet tengah malam” tersebut didaerah jalan utama kota jember. Dimana sering dilewati commuter maka dapat meningkatkan keuntungan.

c) Disamping dari segi harga bahwa mahasiswa, komunitas musik jazz, klub motor dan penggila bola dapat memanfaatkan tempat tersebut sebagai tempat berkumpul dengan temanya.

d) Dan tentunya Meningkatkan keuntungan bagi pemilik “Nasi liwet tengah malam”. Sehingga, dari segi aspek eknomi kami berpendapat bahwa usaha ini layak untuk didirikan.

Aspek Teknis/ Operasi

(41)

Produk nasi liwet dikemas dengan mengikuti tren pasar yang sedang berkembang saat ini tanpa meninggalkan keaslian cita rasa dari nasi liwet ala sunda ini.

Contoh produk :

I. Untuk contoh produk unggulan Nasi Liwet Tengah Malam

Nasi Liwet Lengkap

(42)

Dan dikemas dengan menggunakan piring anyaman bamboo yang dipincuk

(43)

Berikut gambar lokasi “ Nasi liwet tengah malam” :

(44)

BAB III PENUTUP

1.1 Kesimpulan

Dari hasil analisis beberapa factor terutama jika dilihat dari aspek keuangan yang layak untuk mendirikan usaha ini, ternyata usaha Rumah Coklat mampu memberikan hasil yang baik dan dapat dikatakan layak untuk dijalankan dan didirikannya usaha stand kendaraan Nasi Liwet Tengah Malam yang berada di Jalan Gadjah Mada, Jember. Selain itu didukung dengan harga yang terjangkau oleh lapisan masyarakat yang terutama mahasiswa serta bagi para anggota klub yang ada di malam hari, letak yang strategis serta kualitas nasi liwet yang khas dengan rasa sunda yang terjamin dan higienis.Dengan tingkat persaingan yang belum terlalu komptetitif, maka kondisi tersebut memberikan peluang yang baik untuk dibidik dijadikan peluang usaha.Peluang tersebut memberikan rasa optimis untuk menjalankan usaha ini.

1.2 Rekomendasi

Referensi

Dokumen terkait