• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN"

Copied!
27
0
0

Teks penuh

(1)

BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

4.1 Kondisi Sekolah

SD N Penawangan 02 terletak di sebelah barat laut Kabupaten Semarang. Dengan jarak 10 km dari kecamatan menuju SD.

Secara keseluruhan peserta didik SD Penawangan berjumlah 144 anak,yang terdiri dari 6 kelas dan diampu oleh guru kelas. Keadaan aparatur sekolah di SD Penawangan 02 berjumlah 6 Guru terdiri dari 1 Kepala Sekolah, 5 orang guru kelas, 1 guru mapel Pendidikan Agama Islam (PAI), 1 orang guru mapel Pendidikan Jasmani Olah Raga dan Kesehatan ( Penjaskes). Adapun jam efektif sekolah diawali dengan kegiatan pembiasaan yang dimulai pada pukul 07.00 sampai pukul 07.30 dan dilanjutkan dengan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) yang dimulai pada pukul 07.30 sampai pukul 12.30, kecuali pada hari Jum’at dan sabtu pembelajaran berakhir pada pukul 11.00. Tingkat Kondisi sosial ekonomi orang tua peserta didik sangat heterogen, antara lain swasta, petani, dan buruh dan karyawan. Mayoritas tingkat pendidikan wali peserta didik masih rendah, dari SD hingga SMA.

Subjek penelitian ini adalah peserta didik kelas IV SD Negeri Penawangan 02 sebanyak 30 peserta didik. 17 siswa laki-laki dan 13 siswi perempuan

4.1.1 Karakteritik Subjek Penelitian

Karakteristik siswa-siswi kelas IV SD Penawangan 02 adalah sebagai berikut: suka ramai sendiri, suka terhadap hal-hal yang baru, karena masih dalam lingkup pedesaan, peserta didik cenderung kurang hormat pada guru. Ekonomi orang tua beragam, pendidikan dan pekerjaan orang tua beragam mulai dari, swasta, buruh, karyawan sehingga perhatian orang tua ke anak juga berbeda-beda namun mayoritas masih sangat rendah.

(2)

4.2 Pelaksanaan Tindakan 4.3 Deskripsi Kondisi Awal

Penelitian dilakukan di kelas IV SDN Penawangan 02 pada semester II tahun pelajaran 2011/2012 yang berjumlah 30 siswa pada pelajaran IPA. Sebelum memulai penelitian untuk mengetahui motivasi siswa maka peneliti menyebarkan angket, hasilnya dapat dilihat pada tabel 4.1. Dan untuk mengetahui hasil belajar siswa peneliti mengambil nilai ulangan.

4.3.1 Motivasi Siswa

Pada saat sebelum tindakan untuk mengetahui kondisi awal kelas IV tentang motivasi belajar, maka peneliti menyebarkan angket kepada siswa kelas IV dan hasilnya terdapat pada tabel 4.1.

Tabel 4.1

Deskriptif Rata-rata Motivasi Siswa

No. Aspek Jumlah Item Rata-rata Persentase Kategori

1. I 5 3.8 75.2% Baik 2. II 6 3.2 64.9% Baik 3. III 4 3.7 73.8% Baik 4. IV 4 3.3 65.3% Baik 5. V 6 3.4 68.6% Baik Total 25 3.5 69,6% Baik

Berdasarkan data kondisi awal maka diperoleh untuk aspek I dengan jumlah 5 item persentase motivasi siswa rata-rata adalah 3,8 (75,2%). Untuk aspek II dengan jumlah 6 item persentase motivasi siswa rata-rata adalah 3,2 (64,9%). Untuk aspek III dengan jumlah 4 item persentase motivasi siswa rata-rata adalah 3,7 (73,8%). Untuk aspek IV dengan jumlah 4 item persentase motivasi siswa rata-rata adalah 3,3 (65,3%). Untuk aspek V dengan jumlah 6 item persentase motivasi siswa rata-rata adalah 3,4 (68,6%). Jadi untuk jumlah total persentase dari keseluruhan item sebanyak 20 adalah 3,5 (69,6%). Berdasarkan data hasil perolehan sebelum tindakan dapat disajikan dalam bentuk grafik 4.1

(3)

Grafik 4.1

Hasil Perolehan Rata-rata Motivasi Siswa Sebelum Tindakan

4.3.2 Hasil Belajar Siswa a. Hasil Belajar Siswa pra siklus

Berdasarkan hasil ulangan yang telah dilakukan bisa terlihat dari nilai hasil evaluasi siswa pada mata pelajaran IPA yang telah dilakukan di mana sebagian besar siswa memperoleh nilai di bawah Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM=70). Diperoleh data hasil pembelajaran sebelum dilakukan tindakan pembelajaran yang dilakukan oleh peneliti yang terdapat dalam tabel 4.2.

Tabel 4.2

Distribusi Hasil Belajar Siswa Siklus I Kategori Rentang

Nilai Frekuensi Prosentase Keterangan

SangatRendah 40-50 3 10% Tidak tuntas Rendah 51-61 8 26,6% Sedang 62-72 7 23,3% Tinggi 73-83 7 23,3% Tuntas Sangat Tinggi 84 5 16,6% Jumlah 30 100%

Tabel 4.2 mendiskripsikan hasil belajar siswa pra siklus dari 30 siswa kelas IV menunjukkan hasil sebaran sebagai berikut ada 12 siswa (39,9%) tuntas belajar sesuai dengan KKM dan 18 siswa (59,9%) belum tuntas belajar

(4)

sesuai dengan KKM. Bila dituangkan dalam bentuk diagram maka akan tampak pencapaian hasil belajar siswa sebagai berikut.

Grafik 4.2

Grafik Distribusi Hasil Belajar Pra siklus

Grafik 4.3 tersebut mendiskripsikan prestasi belajar dari 30 siswa pada pra siklus adalah terdapat 30 siswa kelas IV menunjukkan hasil sebaran sebagai berikut ada 3 siswa memperoleh nilai pada rentang skor 40-50 pada kategori sangat rendah , ada 8 siswa memperoleh nilai pada rentang skor 51-61 pada kategori rendah, dan ada 7 siswa memperoleh nilai pada rentang skor 62-72 pada kategori sedang, terdapat 7 siswa memperoleh nilai pada rentang 73-83 pada katagori tinggi, dan 5 siswa memperoleh nilai 84 pada kategori sangat tinggi.

Berdasarkan Kriteria Ketuntasan Minimal. Data hasil perolehan nilai pada siklus I dapat disajikan dalam bentuk tabel 4.3 berikut.

Tabel 4.3

Ketuntasan Belajar Pada Pra Siklus No. Ketuntasan Belajar Jumlah siswa

Jumlah Persen (%)

1. Tuntas 12 40%

2. Belum tuntas 18 60%

(5)

Diagram 4.1

Ketuntasan Hasil Belajar Siswa Pra Siklus

Dengan kondisi seperti pada grafik 4.5 dengan ketuntasan hanya 60%, peneliti merancang penelitian tindakan kelas bekerja sama dengan guru kelas IV sesuai rencana yang telah diuraikan pada bab sebelumnya dengan rancangan penelitian menggunakan Reward dan punishment yang akan diterapkan dalam dua siklus.

4.4 Pelaksanaan Pembelajaran dalam Siklus I

Praktek pembelajaran pertama dilaksanakan dengan pokok bahasan sifat bahan dengan bahan penyusunnya. Dalam siklus I ini dilakukan melalui empat kali pertemuan dengan rinciannya sebagai berikut:

4.4.1 Perencanaan

Peneliti melaksanakan observasi terlebih dahulu untuk mengetahui karakteristik peserta didik, mengetahui sebatas mana tingkat pemahaman peserta didik terhadap materi pelajaran, serta memahami lingkungan yang berkaitan dengan iklim pendidikan di SD Penawangan 02. Setelah peneliti

(6)

memahami keadaan di SD Penawangan 02 selanjutnya peneliti menyusun instrumen berupa soal evaluasi yang akan diujikan terlebih dahulu. Dari 40 butir soal evaluasi, setelah diuji validitas dan reliabilitasnya di SD Turirejo 02 terdapat 13 butir soal yang gugur sedangkan 27 soal lainya telah memenuhi persyaratan penelitian dengan tersebarnya semua indikator pada variabel ini, dan 27 soal tersebut peneliti memilih kembali soal menjadi hanya 25 soal dengan poin penuh 20 yang selanjutnya digunakan untuk melakukan evaluasi dan mengukur tingkat pemahaman siswa terhadap materi pelajaran.

Pelaksanaan Pra Siklus dilaksanakan pada hari rabu tanggal 29 februari 2012 dilakukan dengan cara masuk kelas dan melakukan tanya jawab seputar materi pelajaran yang akan diajarkan dengan diikuti seluruh siswa kelas IV yaitu 30 peserta didik. Pada tahap ini peneliti belum memberikan tindakan pembelajaran, peneliti hanya mengumpulkan data mengenai tingkat pemahaman siswa mengenai materi pelajaran sehingga peneliti dapat menentukan langkah selanjutnya yang harus dilakukan.

Setelah diperoleh data pada Pra Siklus, maka peneliti melakukan diskusi dengan guru kelas IV mengenai materi pembelajaran yang akan disajikan serta alat penunjang lain yang perlu digunakan.

4.3.2 Pertemuan Pertama

Pada pertemuan pertama tanggal 7 maret 2012 Guru mengajar mata pelajaran IPA dengan Kompetensi Dasar Mendeskripsikan energi panas dan bunyi yang terdapat di lingkungan sekitar serta sifat-sifatnya Langkah – langkah pelaksanaan pembelajaran pada Kegiatan awal diantaranya adalah : a. Kegiatan awal

Guru memberi apersepsi pada siswa dengan memberi salam. Dan bertanya bertanya kepada siswa “Pernahkah kalian menjemur pakaian”?, “Apa yang menyebabkan pakaian itu menjadi kering?". Guru membuat kesepakatan dengan siswa mengenai hukuman dan hadiah yang akan diberikan kepada siswa dalam kegiatan belajar.

(7)

Guru menjelaskan materi tentang energi panas dan kegunaannya. Dengan menggunakan alat peraga guru memberi contoh terjadinya Lilin yang menyala menghasilkan panas, Gesekan antara dua benda dapat menghasilkan panas (batu) dan Dua telapak tangan yang digesekan menghasilkan panas. Siswa dibagi menjadi beberapa kelompok dan dalam satu kelompok terdapat satu ketua kelompok.Guru kembali membuat kesepakatan dengan siswa tentang hukuman dan hadiah yang diberikan saat kerja kelompok. Bagi siswa yang melanggar akan diberi hukuman, yaitu dengan diberi pekerjaan rumah tentang materi yang sudah diperesentasikan dan harus dikumpulkan pada pertemun berikutnya. Bagi siswa yang aktif dan menyimak pembelajaran dengan baik maka guru akan menyematkan bintang di bajunya. Siswa yang mendapatkan bintang paling banyak di akhir pembelajaran akan mendapatkan hadiah.

c. Kegiatan akhir

Pada kegiatan akhir guru dan siswa menyimpulkan secara bersama-sama materi pelajaran yang baru saja dipelajari.

4.3.3 Pertemuan kedua

Merupakan tindak lanjut dari pertemuan pertama, dilaksanakan pada tanggal 10 maret 2012, peneliti melibatkan guru kelas dan teman sejawat untuk memberi masukan pada pertemuan ke dua. Pada pertemuan kedua peneliti melanjutkan materi pada pertemuan pertama yaitu mengajar mata pelajaran IPA, dengan kompetensi Dasar Mendeskripsikan energi panas dan bunyi yang terdapat di lingkungan sekitar serta sifat-sifatnya

Langkah – langkah pelaksanaan pembelajaran pada pertemuan yang ke dua antara lain:

a) Kegiatan awal

Dalam kegiatan awal Guru memberi salam dan menyiapkan siswa secara fisik dan psikis dengan mengajak siswa melakukan senam otak. Setelah melakukan senam otak dengan menggunakan ketrampilan jari jempol kelingking guru mengingatkan kembali tentang materi lalu yang sudah di

(8)

pelajari, yaitu tentang energi panas dan kegunaanya. Dan guru kembali mengingatkan kesepakatan dengan siswa mengenai hukuman dan hadiah yang akan diberikan kepada siswa dalam kegiatan belajar. Guru menjelaskan kepada siswa tentang materi yang akan dipelajari hari ini. Dan memberikan motivasi agar selalu semangat dan konsentrasi saat mengikuti pembelajaran.

b) Kegiatan inti

Dalam pertemuan kedua Guru menjelaskan materi tentang energi bunyi dan kegunaannya, Dengan menggunakan alat peraga guru memberi contoh terjadinya Gitar yang dapat mengeluarkan bunyi saat dipetik, Seruling akan mengeluarkan suara saat ditiup dan Bunyi merambat melalui benda padat, cair dan gas. Dengan teman sebangku siswa melakukan percobaan tentang energy bunyi. Siswa dibagi menjadi beberapa kelompok dan dalam satu kelompok terdapat satu ketua. Bagi siswa yang melanggar peraturan yang telah disepakati akan diberi hukuman, yaitu dengan diberi pekerjaan rumah dan harus dikumpulkan pada pertemuan berikutnya. Bagi siswa yang menaati akan mendapatkan penghargaan berupa bintang. Siswa yang di akhir pembelajaran memperoleh bintang paling banyak akan mendapatkan hadiah dari guru. Salah satu dari perwakilan kelompok maju untuk mempresentasikan hasil diskusi mereka. Kelompok yang lain menyimak.

c) Kegiatan akhir

Guru memantapkan Konsep dan refleksi, kemudian guru memberikan PR kepada siswa.

4.3.4 Pertemuan ketiga

Pada pertemuan ketiga pada tanggal 14 maret 2012, guru melanjutkan pembelajaran yang telah diajarkan sebelumnya.

a) Kegiatan awal:

Guru memberi salam dan ketua kelas memimpin doa. Setelah itu guru melakukan apersepsi dengan bertanya kepada siswa, “pernahkah kalian

(9)

melihat kincir angin”?. Guru menjelaskan kepada siswa tentang materi yang akan dipelajari hari ini. Dan Guru mengingatkan kembali tentang materi lalu yang sudah di pelajari, yaitu tentang Pemanfaatan energi dan kegunaanya. Beberapa siswa ditunjuk guru untuk menjawab pertanyaan secara lisan. Guru kembali mengingatkan kesepakatan dengan siswa mengenai hukuman dan hadiah yang akan diberikan kepada siswa dalam kegiatan belajar.

b) Kegiatan inti

Guru menjelaskan materi tentang pemanfaatan energi alternatif dan kegunaannya. Dengan menggunakan alat peraga guru memberi contoh Pemanfaatan energy tenaga surya digunakan sebagai pembangkit listrik, Air digunakan untuk pembangkit listrik tenaga airdan Angin digunakan sebagai penggerak kincir. Siswa mengamati gambar pemanfaatan energy matahari, air, dan angin. Dan siswa dibagi menjadi beberapa kelompok. Guru kembali membuat kesepakatan dengan siswa tentang hukuman dan hadiah yang diberikan saat kerja kelompok. Bagi siswa yang melanggar akan diberi hukuman, yaitu dengan diberi pekerjaan rumah yang harus dikumpulkan pada pertemuan berikutnya. Bagi siswa yang menaati akan mendapatkan penghargaan berupa bintang. Siswa yang mendapatkan bintang paling banyak akan mendapatkan hadiah dari guru. Salah satu dari perwakilan kelompok maju untuk mempresentasikan hasil diskusi mereka c) Kegiatan akhir

Guru memberikan PR kepada siswa untuk membaca dan meringkas materi selanjutnya

4.3.5 Pertemuan keempat

Pertemuan keempat dilaksanakan pada tanggal 17 maret 2012, adapun langkah langkahnya antara lain :

a) Kegiatan awal:

Guru memberi salam dan ketua kelas memimpin doa. Setelah itu guru meminta siswa untuk mengeluarkan PR yang telah diberikan pada pertemuan sebelumnya. Dan Guru mengingatkan kembali tentang materi

(10)

lalu yang sudah di pelajari, yaitu tentang Pemanfaatan energi dan kegunaanya. Beberapa siswa ditunjuk guru untuk menjawab pertanyaan secara lisan. Guru kembali mengingatkan kesepakatan dengan siswa mengenai hukuman dan hadiah yang akan diberikan kepada siswa dalam kegiatan belajar. Dan materi yang akan dipelajari hari ini

b) Kegiatan inti

Kegiatan pembelajaran pada pertemuan kali ini yaitu diisi dengan melakukan tes. Pada tes ini materi yang digunakan yaitu pada pertemuan 1, II dan III. Soal yang digunakan yaitu soal pilihan ganda.

c) Kegiatan akhir

Guru memberikan pemantapan dan motivasi agar lebih semangat dan jujur dalam mengikuti tes. Guru bersama siswa bertanya jawab meluruskan kesalahan pemahaman, memberikan penguatan dan penyimpulan.

4.4 Hasil tindakan Siklus I

Hasil tindakan penelitian pada siklus 1 yaitu berupa lembar observasi. Penilaian observasi ini dilakukan oleh observer/teman sejawat yaitu guru kelas IV. Proses pembelajaran dengan menggunakan reward dan punishment ini diterapkan pada siklus 1 pada pertemuan I, II, III, IV

4.4.1 Hasil Observasi Kegiatan Pembelajaran

Hasil pengamatan terhadap kinerja guru pada kegiatan pembelajaran diukur dengan menggunakan lembar observasi

a. Pertemuan 1

Tabel 4.4

Hasil Observasi kegiatan Guru Siklus I Pertemuan 1 No. Skor Hasil penilaian observasi Jumlah

1. 1 - -

2. 2 1 2

3. 3 10 30

4. 4 9 36

(11)

Dari tabel 4.1 dapat dilihat bahwa siklus I pertemuan 1 aktivitas guru skor 2 sebanyak 1, skor 3 sebanyak 10, dan skor 4 sebanyak 9. Hasil penilaian observasi tersebut jumlah skor aktivitas guru sebanyak 68. Hasil observasi kinerja guru mengajar dalam pertemuan ini termasuk kategori baik karena jumlah skor 68 diantara 61-90 (Baik).

Tabel 4.5

Hasil Observasi kegiatan siswa Siklus I Pertemuan 1 No. Skor Hasil penilaian observasi Jumlah

1. 1 - -

2. 2 2 4

3. 3 8 24

4. 4 9 36

Jumlah skor 64

Dari tabel 4.1 dapat dilihat bahwa siklus I pertemuan 1 aktivitas siswa skor 2 sebanyak 2, skor 3 sebanyak 8, dan skor 4 sebanyak 9. Hasil penilaian observasi tersebut jumlah skor aktivitas guru sebanyak 64. Hasil observasi kinerja guru mengajar dalam pertemuan ini termasuk kategori baik karena jumlah skor 64 diantara 61-90 (Baik). b. Pertemuan II

Tabel 4.6

Hasil Observasi kegiatan Guru Siklus I Pertemuan II No. Skor Hasil penilaian observasi Jumlah

1. 1 - -

2. 2 1 2

3. 3 9 27

4. 4 9 36

Jumlah skor 65

Dari tabel 4.2 dapat dilihat bahwa siklus I pertemuan II aktivitas guru skor 2 sebanyak 1, skor 3 sebanyak 9, dan skor 4 sebanyak 9. Hasil penilaian observasi tersebut jumlah skor aktivitas guru sebanyak 65. Hasil observasi kinerja guru mengajar dalam pertemuan ini termasuk kategori baik karena jumlah skor 65 diantara 61-90 (Baik).

(12)

Tabel 4.7

Hasil Observasi kegiatan siswa Siklus I Pertemuan II No. Skor Hasil penilaian observasi Jumlah

1. 1 - -

2. 2 1 2

3. 3 9 27

4. 4 9 36

Jumlah skor 65

Dari tabel 4.2 dapat dilihat bahwa siklus I pertemuan II aktivitas siswa skor 2 sebanyak 1, skor 3 sebanyak 9, dan skor 4 sebanyak 9. Hasil penilaian observasi tersebut jumlah skor aktivitas guru sebanyak 65. Hasil observasi kinerja guru mengajar dalam pertemuan ini termasuk kategori baik karena jumlah skor 66 diantara 61-90 (Baik).

c. Pertemuan ke III

Tabel 4.8

Hasil Observasi kegiatan Guru Siklus I Pertemuan III No. Skor Hasil penilaian observasi Jumlah

1. 1 - -

2. 2 - -

3. 3 11 33

4. 4 10 40

Jumlah skor 73

Dari tabel 4.3 dapat dilihat bahwa siklus I pertemuan III aktivitas guru skor 3 sebanyak 11, dan skor 4 sebanyak 10. Hasil penilaian observasi tersebut jumlah skor aktivitas guru sebanyak 73. Hasil observasi kinerja guru mengajar dalam pertemuan ini termasuk kategori baik karena jumlah skor 73 diantara 61-90 (Baik).

Tabel 4.9

Hasil Observasi kegiatan siswa Siklus I Pertemuan III No. Skor Hasil penilaian observasi Jumlah

1. 1 - -

2. 2 2 4

3. 3 10 30

4. 4 9 36

(13)

Dari tabel 4.3 dapat dilihat bahwa siklus I pertemuan III aktivitas siswa skor 2 sebanyak 2, skor 3 sebanyak 10, dan skor 4 sebanyak 9. Hasil penilaian observasi tersebut jumlah skor aktivitas guru sebanyak 70. Hasil observasi kinerja guru mengajar dalam pertemuan ini termasuk kategori baik karena jumlah skor 70 diantara 61-90 (Baik).

d. Pertemuan ke IV

Tabel 4.10

Hasil Observasi kegiatan Guru Siklus I Pertemuan IV No. Skor Hasil penilaian observasi Jumlah

1. 1 - -

2. 2 - -

3. 3 10 30

4. 4 10 40

Jumlah skor 70

Dari tabel 4.4 dapat dilihat bahwa siklus I pertemuan IV aktivitas guru skor 3 sebanyak 10, dan skor 4 sebanyak 10. Hasil penilaian observasi tersebut jumlah skor aktivitas guru sebanyak 70. Hasil observasi kinerja guru mengajar dalam pertemuan ini termasuk kategori baik karena jumlah skor 70 diantara 61-90 (Baik).

Tabel 4.11

Hasil Observasi kegiatan siswa Siklus I Pertemuan 1 No. Skor Hasil penilaian observasi Jumlah

1. 1 - -

2. 2 - -

3. 3 11 33

4. 4 9 36

Jumlah skor 69

Dari tabel 4.4 dapat dilihat bahwa siklus I pertemuan IV aktivitas siswa skor 3 sebanyak 11, dan skor 4 sebanyak 9. Hasil penilaian observasi tersebut jumlah skor aktivitas guru sebanyak 69. Hasil observasi kinerja guru mengajar dalam pertemuan ini termasuk kategori baik karena jumlah skor 69 diantara 61-90 (Baik).

(14)

4.5 Motivasi Siswa

Untuk mengukur tingkat motivasi belajar siswa terhadap mata pelajaran IPA maka peneliti menyebarkan angket untuk mengukur tingkat motivasi siswa kelas IV dan hasilnya terdapat pada tabel

Tabel 4.12

Deskriptif Rata-rata Motivasi Siswa

No. Aspek Jumlah Item Rata-rata Persentase Kategori

1. I 5 3.88 77.6% Baik 2. II 6 3.75 75% Baik 3. III 4 3.85 77% Baik 4. IV 4 3.60 72% Baik 5. V 6 3.58 71.6% Baik Total 25 3.73 74.56% Baik

Berdasarkan data kondisi awal maka diperoleh untuk aspek I dengan jumlah 5 item persentase motivasi siswa rata-rata adalah 3,8 (77,6%). Untuk aspek II dengan jumlah 6 item persentase motivasi siswa rata-rata adalah 3,75 (75%). Untuk aspek III dengan jumlah 4 item persentase motivasi siswa rata-rata adalah 3,85 (77%). Untuk aspek IV dengan jumlah 4 item persentase motivasi siswa rata-rata adalah 3,60 (72%). Untuk aspek V dengan jumlah 6 item persentase motivasi siswa rata-rata adalah 3,58 (71,6%). Jadi untuk jumlah total persentase dari keseluruhan item sebanyak 25 adalah 3,73 (74,56%). Berdasarkan data hasil perolehan Siklus 1 dapat disajikan dalam bentuk grafik

(15)

Grafik 4.2

Grafik Distribusi Hasil Belajar Pra siklus

4.6 Hasil Analisis Data

4.6.1 Analisis Hasil Belajar IPA Pada Siklus I

Berdasarkan proses belajar mengajar dengan menerapkan reward dan punishment pada siklus I. Tampak bahwa hasil belajar dari jumlah 30 siswa pada Mata Pelajaran IPA nilai terendah yang diperoleh siswa adalah 58 sedangkan nilai tertinggi yaitu 88. Nilai rata-ratanya adalah 74,93. Dibawah ini disajikan daftar distribusi hasil belajar siswa pada siklus I.

Tabel 4.13

Distribusi Hasil Belajar Siswa Siklus I Kategori Rentang

Nilai Frekuensi Prosentase

Keterangan

SangatRendah 58-64 3 10% Tidak tuntas

Rendah 65-71 1 3,3% Tuntas

Sedang 72-78 12 40%

Tinggi 79-85 13 43,3%

Sangat Tinggi 86-92 1 3,3%

(16)

Tabel 4.1 mendiskripsikan prestasi belajar siswa siklus I dari 30 siswa kelas IV menunjukkan hasil sebaran sebagai berikut ada 27 siswa (86,6%) tuntas belajar sesuai dengan KKM dan 3 siswa (10%) belum tuntas belajar sesuai dengan KKM. Adapun sebaran nilai adalah ada 1 siswa memperoleh nilai pada rentang skor 86-92 pada kategori sangat tinggi , ada 13 siswa memperoleh nilai pada rentang skor 79-85 pada kategori tinggi, dan ada 12 siswa memperoleh nilai pada rentang skor 72-78 pada kategori sedang, terdapat 1 siswa memperoleh nilai pada rentang 65-71 pada katagori rendah, dan 3 siswa memperoleh nilai pada rentang 58-64 pada kategori sangat rendah. Berdasarkan sebaran hasil belajar siswa pada siklus I, bila dituangkan dalam bentuk diagram maka akan tampak pencapaian hasil belajar siswa sebagai berikut. 0 2 4 6 8 10 12 14 58-64 65-71 72-78 79-85 86-92 ju m la h s is wa rentang nilai Grafik 4.3

Grafik Distribusi Hasil Belajar Siklus I

Grafik 4.3 diatas mendiskripsikan prestasi belajar dari 30 siswa pada siklus I adalah terdapat 30 siswa kelas IV menunjukkan hasil sebaran sebagai berikut ada 27 siswa (86,6%) tuntas belajar sesuai dengan KKM dan 3 siswa

(17)

(10%) belum tuntas belajar sesuai dengan KKM. Adapun sebaran nilai adalah ada 1 siswa memperoleh nilai pada rentang skor 86-92 pada kategori sangat tinggi , ada 13 siswa memperoleh nilai pada rentang skor 79-85 pada kategori tinggi, dan ada 12 siswa memperoleh nilai pada rentang skor 72-78 pada kategori sedang, terdapat 1 siswa memperoleh nilai pada rentang 65-71 pada katagori rendah, dan 3 siswa memperoleh nilai pada rentang 58-64 pada kategori sangat rendah.

Berdasarkan Kriteria Ketuntasan Minimal. Data hasil perolehan nilai pada siklus I dapat disajikan dalam bentuk tabel 4.14

Tabel 4.14

Ketuntasan Belajar Pada Siklus I No. Ketuntasan Belajar Jumlah siswa

Jumlah Persen (%) 1. Tuntas 9 90 2. Belum tuntas 3 10 Jumlah 12 100 10% 90%

Sales

Tuntas Tidak Tuntas

Diagram 4.2

(18)

Setelah pembelajaran selesai, maka untuk mengetahui keberhasilan dan kegagalan pada pertmuan pertama hingga ke empat, peneliti melakukan diskusi dengan observer. Hasil diskusi tersebut diantaranya adalah secara keseluruhan pembelajaran sudah berlangsung dengan baik. Dari 30 siswa seluruhnya telah diatas KKM >70 sesuai dengan KKM yang telah ditentukan oleh sekolah.

5. Refleksi

Setelah guru melakukan proses pembelajaran, ternyata terdapat beberapa kendala atau masalah yang muncul dalam belajar. Kendala tersebut antara lain: Siswa masih meremehkan hukuman yang telah disepakati bersama, dan masih ada sebagian siswa yang ramai dalam mengikuti pembelajaran.

Cara mengatasi masalah

a) Guru lebih meningkatkan persiapan dalam pembelajaran

b) Mamaksimalkan pembelajaran menggunakan reward dan punishment c) Menggunakan suatu alat peraga dan cara belajar yang lebih variatif d) Selalu memberikan motivasi kepad siswa

Identifikasi

a) Dari 30 siswa terdapat 13 siswa yang belum memenuhi batas tuntas pada dua pertemuan siklus pertama

b) Seluruh siswa memenuhi batas tuntas pada pertemuan ke empat

c) Meningkatkan kerjasama dengan siswa mengenai kesepakatan tentang hukuman dan hadiah yang deberikan

d) Pada siklus I ini, dapat disimpulkan prestasi belajar siswa SDN Penawangan 02 meningkat dengan penggunaan reward dan punishment dalam kompetensi energy dan kegunaanya

e) Guru lebih tegas dalam memberikan hukuman kepada siswa yang melanggar

(19)

4.7 Pelaksanaan Siklus II

Siklus II dilaksanakan dengan mengacu kelemahan dan kelebihan pada Siklus I. Siklus II dilaksanakan dengan tiga kali pertemuan , Pada siklus II ini berisikan kegiatan Reward dan punishment untuk memperbaiki kekurangan pada siklus I.

4.7.1 Pertemuan pertama

Dilaksanakan pada tanggal 21 april 2012 di SD Penawangan 02 kelas IV, mata pelajaran IPA materi perubahan sifat benda

a) Kegiatan Awal

Guru memberi salam dan ketua kelas memimpin doa. Setelah itu Guru menjelaskan kepada siswa tentang materi yang akan dipelajari hari ini. Dan juga guru memberikan motivasi kepada siswa agar lebih bersemangat dan tidak ramai sendiri dalam mengikuti pembelajaran. Guru membuat kesepakatan dengan siswa, jika siswa mulai ramai saat pembelajaran maka guru akan mengajak siswa melakukan tepuk diam.

b) Kegiatan Inti

Guru menjelaskan materi tentang penerapan energy gerak dan kegunaannya. Siswa dibagi menjadi beberapa kelompok dan dalam satu kelompok terdapat satu ketua kelompok. Bagi siswa yang melanggar akan diberi hukuman, yaitu dengan mencatat hasil diskusi dari semua yang telah dipresentasikan. Bagi siswa yang menaati akan mendapatkan penghargaan berupa bintang. Siswa yang memperoleh bintang paling banyak akan mendapatkan hadiah yang dudah dipersiapkan oleh guru. c) Kegiatan Akhir

Guru memantapkan konsep siswa dan memberi pekerjaan rumah merangkum materi pembelajaran selanjutnya

4.7.2 Pertemuan Kedua

Dilaksanakan pada tanggal 24 maret 2012 di SD Penawangan 02 kelas IV, mata pelajaran IPA materi energy dan kegunaanya

(20)

Guru memberi salam dan memotivasi siswa serta mengingatkan kembali tentang materi lalu yang sudah di pelajari, yaitu tentang energi panas dan kegunaanya. Guru kembali mengingatkan kesepakatan dengan siswa mengenai hukuman dan hadiah yang akan diberikan kepada siswa dalam kegiatan belajar. Guru menjelaskan kepada siswa tentang materi yang akan dipelajari hari ini.

b) Kegiatan inti

Guru menjelaskan materi tentang energi bunyi dan kegunaannya. Dengan menggunakan alat peraga guru memberi contoh terjadinya kulit yang menjadi hitam karena terkena sinar matahari, pembuatan batu bata yang mengandalkan panas matahari dan memasak air menggunakan kompor. Dengan teman sebangku siswa melakukan percobaan tentang energy panas Siswa dibagi menjadi beberapa kelompok dan dalam satu kelompok terdapat satu ketua. Guru kembali membuat kesepakatan dengan siswa tentang hukuman dan hadiah yang diberikan saat kerja kelompok c) Kegiatan akhir

Guru bertanya jawab tentang hal-hal yang belum diketahui siswa dan meluruskan kesalahan pemahaman, memberikan penguatan dan memimbing siswa menyimpulkan pembelajaran.

4.7.3 Pertemuan Ketiga

Dilaksanakan pada tanggal 28 maret 2012 di SD Penawangan 02 kelas IV, mata pelajaran IPA materi energy dan kegunaanya

a) Kegiatan Awal

Guru memberi salam dan menjelaskan secara singkat kepada siswa tentang materi yang akan dipelajari hari ini. Guru mengingatkan kembali tentang materi lalu yang sudah di pelajari, yaitu tentang energi dan kegunaanya. Guru membuat kesepakatan dengan siswa, jika siswa mulai ramai saat pembelajaran maka guru akan mengajak siswa melakukan tepuk diam. Guru memberikan motivasi kepada siswa

(21)

untuk lebih bersemangat dalam mengikuti kegiatan belajar. Sebelum masuk kegiatan inti guru mencocokan pekerjaan rumah yang diberikan pada pertemuan sebelumnya

d) Kegiatan inti

Guru menjelaskan materi tentang penerapan energy dan kegunaannya. Dengan menggunakan alat peraga guru memberi contoh pemanfaatan energy panas matahari yang digunakan untuk pembangkit listrik. Siswa mengamati gambar pemanfaatan energy matahari, air, dan angin. Siswa dibagi menjadi beberapa kelompok dan dalam satu kelompok terdapat satu ketua kelompok. Guru kembali mengingatkan kepada siswa tentang kesepakatan hukuman dan hadiah yang akan diberikan bagi yang melanggar dan yang menaati. Bagi siswa yang melanggar akan diberi hukuman, yaitu dengan mencatat hasil diskusi dari semua yang telah dipresentasikan. Bagi siswa yang menaati akan mendapatkan penghargaan berupa bintang. Siswa yang memperoleh bintang paling banyak akan mendapatkan hadiah yang dudah dipersiapkan oleh guru. Salah satu dari perwakilan kelompok maju untuk mempresentasikan hasil diskusi mereka. Guru bersama siswa membuat kesimpulan pada hasil masing-masing kelompok yang telah maju presentasi. Guru membagikan lembar evaluasi kepada siswa. e) Kegiatan akhir

Siswa dan guru Merefleksi hasil belajar. Guru bersama siswa bertanya jawab meluruskan kesalahan pemahaman, memberikan penguatan dan penyimpulan.

4.8 Hasil tindakan Siklus II

Hasil tindakan penelitian pada siklus II yaitu berupa lembar observasi. Penilaian observasi ini dilakukan oleh observer/teman sejawat yaitu guru kelas IV. Proses pembelajaran dengan menggunakan reward dan punishment ini diterapkan pada siklus 1 pada pertemuan I, II dan III

(22)

Hasil Observasi Kegiatan Pembelajaran

Hasil pengamatan terhadap kinerja guru pada kegiatan pembelajaran diukur dengan menggunakan lembar observasi

e. Pertemuan 1

Tabel 4.15

Hasil Observasi Kegiatan Guru Siklus II Pertemuan 1 No. Skor Hasil penilaian observasi Jumlah

1. 1 - -

2. 2 1 2

3. 3 11 33

4. 4 9 36

Jumlah skor 71

Dari tabel 4.1 dapat dilihat bahwa siklus II pertemuan I aktivitas guru skor 2 sebanyak 1, skor 3 sebanyak 11, dan skor 4 sebanyak 9. Hasil penilaian observasi tersebut jumlah skor aktivitas guru sebanyak 71. Hasil observasi kinerja guru mengajar dalam pertemuan ini termasuk kategori baik karena jumlah skor 71 diantara 61-90 (Baik)

Tabel 4.16

Hasil Observasi Kegiatan siswa Siklus II Pertemuan 1 No. Skor Hasil penilaian observasi Jumlah

1. 1 - -

2. 2 - -

3. 3 12 36

4. 4 10 40

Jumlah skor 76

Dari tabel 4.1 dapat dilihat bahwa siklus II pertemuan 1 aktivitas siswa skor 3 sebanyak 12, dan skor 4 sebanyak 10. Hasil penilaian observasi tersebut jumlah skor aktivitas guru sebanyak 76. Hasil observasi kinerja guru mengajar dalam pertemuan ini termasuk kategori baik karena jumlah skor 76 diantara 61-90 (Baik).

(23)

f. Pertemuan II

Tabel 4.17

Hasil Observasi Kegiatan Guru Siklus I Pertemuan II No. Skor Hasil penilaian observasi Jumlah

1. 1 - -

2. 2 - -

3. 3 9 27

4. 4 11 44

Jumlah skor 71

Dari tabel 4.1 dapat dilihat bahwa siklus II pertemuan 2 aktivitas guru skor 3 sebanyak 9, dan skor 4 sebanyak 11. Hasil penilaian observasi tersebut jumlah skor aktivitas guru sebanyak 71. Hasil observasi kinerja guru mengajar dalam pertemuan ini termasuk kategori baik karena jumlah skor 71 diantara 61-90 (Baik).

Tabel 4.18

Hasil Observasi Kegiatan siswa Siklus I Pertemuan II No. Skor Hasil penilaian observasi Jumlah

1. 1 - -

2. 2 - -

3. 3 9 27

4. 4 10 40

Jumlah skor 67

Dari tabel 4.1 dapat dilihat bahwa siklus II pertemuan 2 aktivitas siswa skor 3 sebanyak 9, dan skor 4 sebanyak 10. Hasil penilaian observasi tersebut jumlah skor aktivitas guru sebanyak 67. Hasil observasi kinerja guru mengajar dalam pertemuan ini termasuk kategori baik karena jumlah skor 67 diantara 61-90 (Baik).

(24)

g. Pertemuan ke III

Tabel 4.19

Hasil Observasi Kegiatan Guru Siklus I Pertemuan III No. Skor Hasil penilaian observasi Jumlah

1. 1 - -

2. 2 - -

3. 3 10 30

4. 4 10 40

Jumlah skor 70

Dari tabel 4.1 dapat dilihat bahwa siklus I pertemuan 1 aktivitas guru skor 3 sebanyak 10, dan skor 4 sebanyak 10. Hasil penilaian observasi tersebut jumlah skor aktivitas guru sebanyak 70. Hasil observasi kinerja guru mengajar dalam pertemuan ini termasuk kategori baik karena jumlah skor 70 diantara 61-90 (Baik).

Tabel 4.20

Hasil Observasi Kegiatan siswa Siklus I Pertemuan III No. Skor Hasil penilaian observasi Jumlah

1. 1 - -

2. 2 1 2

3. 3 10 30

4. 4 11 44

Jumlah skor 76

Dari tabel 4.1 dapat dilihat bahwa siklus II pertemuan 1 aktivitas siswa skor 2 sebanyak 1, skor 3 sebanyak 10, dan skor 4 sebanyak 11. Hasil penilaian observasi tersebut jumlah skor aktivitas guru sebanyak 76. Hasil observasi kinerja guru mengajar dalam pertemuan ini termasuk kategori baik karena jumlah skor 76 diantara 61-90 (Baik).

4.5 Hasil Analisis Data

Setelah pembelajaran selesai, maka untuk mengetahui keberhasilan dan kegagalan pada pertmuan pertama hingga ke dua, peneliti melakukan diskusi dengan observer. Hasil diskusi tersebut diantaranya adalah secara keseluruhan

(25)

pembelajaran sudah berlangsung dengan baik. Dari 30 siswa seluruhnya telah diatas KKM >70 sesuai dengan KKM yang telah ditentukan oleh sekolah.

E. Hasil Penelitian

Hasil penelitian disajikan dengan penjelasan 3 nilai yang diperoleh oleh guru Dari ke ketiga nilai tersebut akan diuraikan secara lebih rinci dalam tiap Siklus. Adapun perincian tersebut adalah sebagai berikut:

1. Motivasi Siswa

Untuk mengukur tingkat motivasi belajar siswa pada siklus II terhadap mata pelajaran IPA maka peneliti menyebarkan angket untuk mengukur tingkat motivasi siswa kelas IV dan hasilnya terdapat pada tabel

Tabel 4.21

Deskriptif Rata-rata Motivasi Siswa

No. Aspek Jumlah Item Rata-rata Persentase Kategori

1. I 5 4.06 81.20% Baik 2. II 6 4.26 85.2% Baik 3. III 4 4.05 81.00% Baik 4. IV 4 4.23 84.67% Baik 5. V 6 3.96 79.22% Baik Total 25 4.11 82.2% Baik

Berdasarkan data kondisi awal maka diperoleh untuk aspek I dengan jumlah 5 item persentase motivasi siswa rata-rata adalah 4,06 (81,2%). Untuk aspek II dengan jumlah 6 item persentase motivasi siswa rata-rata adalah 4,26 (85,2%). Untuk aspek III dengan jumlah 4 item persentase motivasi siswa rata-rata adalah 4,05 (81%). Untuk aspek IV dengan jumlah 4 item persentase motivasi siswa rata-rata adalah 4,23 (84,6%). Untuk aspek V dengan jumlah 6 item persentase motivasi siswa rata-rata adalah 3,96 (79,2%). Jadi untuk jumlah total persentase dari keseluruhan item sebanyak 25 adalah 4,11 (82,2%). Berdasarkan data hasil perolehan Siklus II dapat disajikan dalam bentuk grafik

(26)

Grafik 4.4

Hasil motivasi siswa Siklus II

2. Analisis Hasil Belajar Siklus ke II

Berdasarkan proses belajar mengajar dengan menerapkan Reward dan punishment pada siklus II didapatkan data nilai hasil belajar yang dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel 4.22

Distribusi Hasil Belajar Siswa Siklus II Kategori Rentang

Nilai Frekuensi Prosentase

Keterangan SangatRendah 70-76 12 40% Tuntas Rendah 77-83 6 20% Sedang 84-90 10 33,3% Tinggi 91-97 1 3,3% Sangat Tinggi >98 1 3,3% Jumlah 30 100%

Tabel 4.5 mendiskripsikan hasil belajar siswa siklus II dari 30 siswa kelas IV menunjukkan hasil sebaran sebagai berikut ada 30 siswa (100%) tuntas belajar sesuai dengan KKM dan tidak ada siswa (0%) yang belum tuntas belajar sesuai dengan KKM. Bila dituangkan dalam bentuk diagram maka akan tampak pencapaian hasil belajar siswa sebagai berikut.

(27)

Grafik 4.5

Hasil Perolehan Nilai Siklus II

Grafik 4.6 diatas mendiskripsikan hasil dari 30 siswa pada siklus II adalah tidak terdapat siswa yang mendapat nilai pada rentang 0-59, tidak terdapat nilai 60-69, pada rentang nilai 70-76 terdapat 12 siswa, pada rentang nilai 77-83 terdapat 6 siswa, 84-90 terdapat 10, 91-97 terdapat 1 siswa. Dan hanya 1 siswa yang mendapat nilai 100.

Diagram 4.3

Ketuntasan Hasil Belajar Siklus II 100%

Sales

Tuntas 0 2 4 6 8 10 12 14 70-76 77-83 84-90 91-97 98-100

Series 1

Series 1

Gambar

Tabel  4.1  mendiskripsikan  prestasi  belajar  siswa  siklus  I  dari  30  siswa  kelas  IV  menunjukkan  hasil  sebaran  sebagai  berikut  ada  27  siswa  (86,6%)  tuntas  belajar  sesuai  dengan  KKM  dan  3  siswa  (10%)  belum  tuntas  belajar  sesuai
Grafik 4.6 diatas mendiskripsikan hasil dari 30 siswa pada siklus II adalah  tidak  terdapat  siswa  yang  mendapat  nilai  pada  rentang  0-59,  tidak  terdapat  nilai  60-69,  pada  rentang  nilai  70-76  terdapat  12  siswa,  pada  rentang  nilai  77-83

Referensi

Dokumen terkait

Larik yang tepat untuk melengkapi teks pantun tersebut adalah .... Ukuran tugu tiga

Helicobacter pylori mempunyai habitat pada lapisan mukus lambung yang menutupi mukosa lambung dan dapat melekat pada permukaan epitel mukosa lambung.. Bersifat tissue and host

Hasil belajar dengan menggunakan model mind mapping dida- patkan pada tahap pra siklus dengan nilai rata-rata adalah 40 dengan presentase 20%, tahap siklus I nilai rata-rata

Dengan berlakunya Peraturan Walikota ini maka Peraturan Walikota Yogyakarta Nomor 138 Tahun 2017 tentang Pembentukan, Susunan Organisasi, Kedudukan, Fungsi, Tugas dan Tata

Maka diperlukan pelatihan menggunakan E-Commerce di desa ini, aplikasi ini cukup mudah untuk dioprasikan, kemudian tujuan dari program ini antara lain :

Sehingga dalam penelitian ini dikemukan permasalahan bagaimana membuat suatu desain dari hasil pengembangan wireless sensor network yang dapat digunakan untuk

[r]

Thus, it includes more software, making it an appropriate distribution for a new Linux user without extensive knowledge of what may be available, or a preference for exploring