PERANCANGAN PROGRAM APLIKASI TRANSAKSI PEMBAYARAN SPP, UTS DAN UAS MENGGUNAKAN METODE ANALISIS DAN DESAIN BERORIENTASI OBJEK MODEL UNIFIED APPROACH (UA) (STUDI KASUS SMK MUHAMMADIYAH GARUT)

143 

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Teks penuh

(1)

METODE ANALISIS DAN DESAIN BERORIENTASI OBJEK

MODEL

UNIFIED APPROACH

(UA)

(STUDI KASUS SMK MUHAMMADIYAH GARUT)

TUGAS AKHIR

Diajukan Untuk Memenuhi Syarat Kelulusan Pada Program Studi Strata I

Teknik Informatika

Oleh: Hilman Sudirman

0706049

JURUSAN TEKNIK INFORMATIKA

SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI GARUT

(2)

PERANCANGAN PROGRAM APLIKASI TRANSAKSI

PEMBAYARAN SPP, UTS DAN UAS MENGGUNAKAN

METODE ANALISIS DAN DESAIN BERORIENTASI OBJEK

MODEL

UNIFIED APPROACH

(UA)

(STUDI KASUS SMK MUHAMMADIYAH GARUT)

Disusun Oleh: Hilman Sudirman

0706049

Laporan Tugas Akhir ini Disetujui Panitia Sidang Tugas Akhir Sebagai Kelengkapan Tugas Akhir, Tahun Akademik 2011/2012

Menyetujui:

Pembimbing I Pembimbing II

H.Eko Retnadi,Drs.,M.Kom. Rina Kurniawati,SE,.Msi

NIDN:0410086401 NIDN:0220067404

Menyetujui,

Ketua Jurusan teknik Informatika

Eri Satria M.kom

(3)

ii

Bismillahirrohmanirrohim

Segala puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat ALLOH SWT atas limpahan rahmat dan karunia-NYa sehingga penulis dapat menyelesaikan tugas akhir ini. Sholawat serta salam semoga tetap tercurahlimpahkan kepada Nabi Besar Muhammad SAW, kepada keluarganya, sahabatnya dan semoga sampai kepada kita selaku umat pengikut sunnahnya.

Laporan tugas kahir ini disusun sebagai salah satu syarat kelulusan Mata Kuliah Tugas Akhir di Jurusan Teknik Informatika Sekolah Tinggi Teknologi Garut (STTG). Dalam penyusunan tugas Akhir ini penulis banyak sekali mendapatkan bantuan, motivasi, bimbingan da petunjuk dari berbagai pihak, oleh kerena itu rasa terima kasih penulis sampaikan kepada yang terhormat:

1. Kedua orang tua tercinta (Bapak Aang Sudarman, dan Ibu Elis Aisyah) Kaka Ai Mulyati,SS, kaka Melani, sekeluarga, serta orang-orang terdekat yang telah memberikan do’a motivasi dan bantuan baik secara moril materil selama penyusunan tugas akhir ini.

2. Dan’s Azie terimakasih banyak sahabat terbaikku atas luang waktu dan ide-idenya semoga Alloh SWT membalas semua kebaikannya.

3. Bapak H. Eko Retnadi,Drs,.M.Kom, selaku dosen pembimbing I dalam penyusunan laporan tugas akhir ini, terimakasih atas perhatian dan waktu yang diberikannya.

4. Ibu Rina Kurniawati,SE,.Msi selaku dosen pembimbing II dalam penyusunan laporan tugas akhir ini, terimaksih banyak atas bimbinganya yang begitu berkesan.

5. Penguji

6. Bapak Eri Satria.M.Si selaku ketua jurusan Teknik Informatika di Sekolah Tinggi Teknologi Garut.

(4)

iii

9. Rekan-rekan Teknik Informatika 2007 yang telah bersama-sama berjuang, kita jangan berhenti untuk terus berjuang demi sebuah cita-cita dan harapan.

10.Seluruh staff dosen dan civitas akademika Sekolah Tinggi Teknologi Garut.

11.Rekan-rekan yang di Masjid Falah dan anak-anak santri Masjid AL-Falah, terimakasih atas semua dukungan dan Do’a yang diberikannya.

Penulis sangat menyadari dalam penyusunan Tugas Akhir ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu penulis dengan senang hati menerima kritik dan saran yang membangun demi perbaikan dimasa yang akan datang, Akhirnya penulis berharap Tugas Akhir ini dapat memberikan manfaat bagi kita semua, semoga apa yang telah kita lakukan menjadi sebuah nilai kebaikan dihadapan Alloh SWT. Amiin

Wassalam Garut, Oktober 2012

(5)

iv Halaman ABSTRAK ... i KATA PENGANTAR ... ii DAFTAR ISI ... iv DAFTAR GAMBAR ... ix

DAFTAR TABEL ... xii

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang ... 1

1.2 Identifikasi Masalah ... 4

1.3 Maksud dan Tujuan ... 4

1.4 Batasan Masalah... 4

1.5 Metodologi Penelitian ... 5

1.6 kerangka Pemikiran ... 7

1.7 Sistematika Penulisan ... 8

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Konsep Dasar Sistem Informasi ... 10

2.1.1 Definisi Sistem ... 10 2.1.2 Karakteristik Sistem... 11 2.1.3 Klasifikasi Sistem ... 12 2.1.4 Definisi Informasi ... 13 2.1.5 Siklus Informasi ... 14 2.1.6 Kualitas Informasi ... 15

2.1.7 Definisi Sistem Informasi ... 16

2.1.8 Komponen Sistem Informasi ... 16

2.2 Konsep Dasar Manajemen Sistem Informasi 2.2.1 Definisi Manajemen ... 17

2.2.2 Fungsi-fungsi Manajemen ... 17

(6)

v

2.2.5 Ruang Lingkup Pekerjaan Manajemen Sistem

Informasi ... 19

2.3 Konsep Dasar Data 2.3.1 Definisi Data ... 20

2.3.2 Jenis Data ... 21

2.3.3 Sumber Data ... 21

2.3.4 Analisa Sistem ... 23

2.4 Pengembangan Sistem 2.4.1 Definisi Metodologi Berorientasi Objek ... 24

2.4.2 Karakteristik Sistem Berorientasi Objek ... 24

2.4.3 Keuntungan Metodologi Berorientasi Objek ... 25

2.5 Konsep Dasar Dalam Object Oriented Analysis & Deseign (OOAD) ... 26

2.6 Object Oriented Development ... 28

2.7 Unified Approach (UA) ... 29

2.7.1 Objek Oriented Analysis (OOA) ... 30

2.7.2 Objek Oriented Design (OOD) ... 31

2.8 Basis Data (Database) 2.8.1 Pengertian Basis Data ... 32

2.8.2 Database Management System ... 33

2.8.3 Model Data ... 33

2.8.4 Antarmuka Database ... 35

2.8.5 Object Oriented Database (OODB)... 36

2.8.6 Object Oriented Database Management System (OODBMS) ... 37

2.9 Unified Modelling Language (UML) 2.9.1 Sejarah UML ... 37

2.9.2 Pengertian UML ... 38

2.9.3 View Dalam UML... 38

(7)

vi

2.9.6 Use Case Diagram... 46

2.9.7 Component Diagram ... 48

2.9.8 Sequence Diagram ... 49

2.9.9 Collaboration Diagram ... 50

2.9.10 Activity Diagram (Diagam Aktivitas) ... 51

2.10 Arsitektur Sistem ... 52

2.10.1 Sistem Tunggal/Mandiri (Stand-Alone) ... 53

2.10.2 Sistem Tersentralisasi (Centralized System) ... 53

2.10.3 Sistem Client-Server ... 54

2.11 Software Pendukung ... 54

BAB III METODOLOGI PENGEMBANGAN SISTEM 3.1 Tujuan Sistem yang akan dibangun ... 56

3.2 Analisis Kebutuhan Sistem ... 56

3.3 Identifikasi Aktor ... 57

3.4 Analisis Activity Diagram... 58

3.5 Deskripsi Aktivitas Pengolahan Data pada sistem Informasi SPP ... 60

3.5.1 Deskripsi aktifitas pada sistem informasi pembayaran SPP ... 61

3.6 Pengembangan Use Case ... 61

3.7 NarativeUse case ... 62

3.7.1 NarativeUse case untuk proses login ... 62

3.7.2 NarativeUse case Untuk Kelola Data Siswa ... 63

3.7.3 Narative Use Case Untuk Proses Transaksi Pembayaran ... 63

3.8 Pengembangan Interaction Diagram ... 64

3.9 Sequence Diagram ... 65

3.9.1 Sequence Diagram Untuk Proses Login ... 65

(8)

vii

Transaksi Pembayaran ... 66

3.9.4 Sequence Diagram Untuk Proses Penghitungan Tunggakan ... 67

3.9.5 Sequence Diagram Untuk Proses Buat Laporan ... 68

3.9.6 Sequence Diagram Untuk Proses Ganti Password ... 69

3.10 Collaboration Diagram ... 70

3.10.1 Collaboration Diagram Untuk Proses Login ... 71

3.10.2 Collaboration Diagram Kelola Data Siswa ... 71

3.10.3 Collaboration Diagram Untuk Proses Transaksi Pembayaran ... 72

3.10.4 Collaboration Diagram Untuk Mengecek Status Pembayaran ... 72

3.10.5 Collaboration Diagram Untuk Pengolahan Data Laporan ... 73

3.10.6 Collaboration Diagram Untuk Proses Cetak Tanda Bukti ... 73

3.10.7 Collaboration Diagram Untuk Proses Ganti Password ... 74

3.11 Diagram Class 3.11.1 Identifikasi Class Pada Sistem Informasi Pembayaran SPP ... 74

3.12 Identifikasi Atribut dan Method ... 80

3.12.1 Identifikasi Relationship ... 81

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Perancangan Sistem ... 82

4.2 Perancangan Kelas 4.2.1 Perancangan Kelas. Asosiasi, Metode dan Atribut ... 83

4.2.2 Refine Kelas-Kelas Pada Sistem ... 83

4.2.3 Refine Atribut-Atribut Class ... 84

(9)

viii

4.5.1 Perancangan Layer Akses ... 86

4.5.2 Perancangan Basis Data (Data Base) ... 89

4.5.3 Deskripsi Tabel Dalam Basis Data ... 89

4.6. Perancangan Antarmuka (Interface) 4.6.1 Desain Antarmuka (Interface) ... 95

4.7 Model Implementasi Antarmuka (Interface) ... 97

4.8 Testing ... 101

4.8.1 Tujuan Testing ... 101

4.8.2 Kasus Testing ... 101

4.8.3 Pelaksanaan Testing ... 102

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan ... 105

5.2 Saran ... 106

DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN

(10)

ix

Halaman

Gambar 1.1 Tahapan Analisis UA (Unfied Approach) ... 6

Gambar 1.2 Perancangan UA (Unified Approach) ... 7

Gambar 1.3 Kerangka pemikiran ... 8

Gambar 2.1 Elemen-elemen Sistem ... 11

Gambar 2.2 Karakteristik Suatu Sistem ... 12

Gambar 2.3 Siklus Informasi ... 15

Gambar 2.4 Pilar Kualitas Informasi ... 15

Gambar 2.5 Tingkat Manajemen... 19

Gambar 2.6 Pengelompokan Data... 22

Gambar 2.7 Simbol Aktor ... 26

Gambar 2.8 Contoh Kelas Serta Objek ... 27

Gambar 2.9 Contoh Kelas dan Operasi-operasinya ... 28

Gambar 2.10 Contoh simbol Paket ... 28

Gambar 2.11 Tahapan Analisis Unified Approach ... 30

Gambar 2.12 Tahapan Perancangan Unified Approach ... 31

Gambar 2.13 Model Data Hirakis ... 33

Gambar 2.14 Model Data Jaringan ... 34

Gambar 2.15 Anatomi Sebuah Model ... 35

Gambar 2.17 Klasifikasi Jenis diagram UML... 40

Gambar 2.18 Contoh Kelas Diagram ... 42

Gambar 2.19 Asosiasi ... 43

Gambar 2.20 Contraint Pada Sebuah Asosiasi ... 43

Gambar 2.21 Association Class ... 44

Gambar 2.22 Association Dengan Multiplisitas ... 44

Gambar 2.23 Contoh Generalisasi ... 45

Gambar 2.24 Agregasi Bertingkat... 46

Gambar 2.25 Dependenc ... 46

(11)

x

Gambar 2.28 Contoh Hubungan Depends-On ... 48

Gambar 2.29 Component Diagram ... 49

Gambar 2.30 Contoh Sequence Daiagram... 49

Gambar 2.31 Contoh Collaboration Diagram ... 51

Gambar 2.32 Contoh Activity Diagram ... 52

Gambar 2.33 Contoh Sistem Stand Alone ... 53

Gambar 2.34 Contoh Sistem Tersentralisasi ... 54

Gambar 2.35 Contoh Sistem Client-Server Sederhana ... 54

Gambar 3.1 Diagram Activity ... 59

Gambar 3.2 Pengolahan data user pada Sistem Informasi SPP ... 60

Gambar 3.3 Use case Diagram untuk Sistem Informasi pembayaran SPP ... 62

Gambar 3.4 Sequence diagram untuk proses login ... 65

Gambar 3.5 Sequence diagram untuk kelola data siswa ... 66

Gambar 3.6 Sequence diagram untuk Proses Transaksi Pembayaran ... 67

Gambar 3.7 Sequence diagram untuk Proses Penghitungan Tunggakan ... 68

Gambar 3.8 Sequence diagram Untuk Proses Buat Laporan ... 69

Gambar 3.9 Sequence diagram Untuk Proses Ganti Password ... 70

Gambar 3.10 Collaboration Diagram untuk proses login ... 71

Gambar 3.11 Collaboration Diagram untuk Kelola Data Siswa ... 71

Gambar 3.12 Collaboration Diagram Untuk Proses Transaksi Pembayaran ... 72

Gambar 3.13 Collaboration Diagram Untuk Mengcek Status Pembayaran ... 72

Gambar 3.14 Collaboration Diagram Untuk Membuat dan Mencetak Data Laporan ... 73

Gambar 3.15 Collaboration Diagram Untuk Proses Cetak Tanda Bukti ... 73

(12)

xi

Ganti Password ... 74

Gambar 4.1 Class Diagram Sistem Informasi Pembayaran SPP ... 83

Gambar 4.2 Class Diagram untuk atribut yang sudah dikaji ulang (refine) ... 84

Gambar 4.3 Class Diagram dengan method yang sudah dikaji ulang (refine) ... 86

Gambar 4.4 Rancangan Akhir Class Diagram (Kelas Bisnis, Kelas Akses dan Kelas Antarmuka) ... 88

Gambar 4.5 Class Diagram Perancangan Basis Data ... 89

Gambar 4.6 Desain Form Login ... 95

Gambar 4.7 Desain Form Halaman Utama ... 95

Gambar 4.8 Desain Form Transaksi Pembayaran ... 96

Gambar 4.9 Desain Form Transaksi Pembayaran Biaya Lain ... 96

Gambar 4.10 Desain Form Transaksi Pembayaran Tunggakan ... 96

Gambar 4.11 Desain Form laporan pembayaran... 97

Gambar 4.12 Desain Form Kelola Data Pengguna ... 97

Gambar 4.13 Desain Form Kelola Data Pengguna ... 97

Gambar 4.14 Tampilan Form Login ... 98

Gambar 4.15 Tampilan Menu SISPP ... 98

Gambar 4.16 Tampilan Menu Transaksi Pembayaran ... 99

Gambar 4.17 Tampilan Menu Transaksi Pembayaran Biaya Lainnya ... 99

Gambar 4.18 Tampilan Menu Transaksi Pembayaran Tunggakan .. 99

Gambar 4.19 Tampilan Menu Laporan Pembayaran ... 100

Gambar 4.20 Tampilan Menu Kelola Data Pengguna ... 100

(13)

xii

Halaman Tabel 1.1 Rekapitulasi Jumlah Siswa Per Tingkat 3 Tahun

Terakhir Di SMK Muhammadiyah Garut ... 1

Tabel 1.2 Data Transaksi Pembayaran SPP di SMK Muhammadiyah Garut Periode 2010/2012 ... 3

Tabel 2.1 Perbandingan Metodologi Knvensional Dengan Metodologi Objek ... 24

Tabel 2.2 Model Database Relation ... 34

Tabel 2.3 Notasi pada Class Diagram ... 42

Tabel 2.4 Notasi Multiplisitas ... 44

Tabel 2.5 Notasi Use Case Diagram... 47

Tabel 2.6 Notasi Component Diagram ... 48

Tabel 2.7 Notasi Sequence Diagram ... 49

Tabel 2.8 Notasi Collaboration Diagram ... 50

Tabel 2.9 Notasi Activity Diagram... 51

Tabel 3.1 Identifikasi Aktor beserta aktifitasnya ... 58

Tabel 3.2 Narative use case untuk proses Login... 62

Tabel 3.3 Narative use case untuk kelola data siswa ... 63

Tabel 3.4 Narative use case untuk proses transaksi pembayaran ... 64

Tabel 3.5 Eliminasi Class Berdasrkan Interaction Diagram Login ... 75

Tabel 3.6 Eliminasi Irelevant Class Berdasarkan Interaction Diagram Pengolahan Data Siswa ... 76

Tabel 3.7 Eliminasi Irelevant Class Berdasarkan Interaction Diagram Pengolahan Data Transaksi ... 77

Tabel 3.8 Eliminasi Irelevant Class Berdasarkan Interaction Diagram Buat Laporan... 78

Tabel 3.9 Eliminasi Irelevant Class Berdasarkan Interaction Diagram Proses Ganti Password ... 79

(14)

xiii

Tabel 3.11 Relationships Class Sistem Pembayaran SPP ... 81

Tabel 4.1 Refine method-method kelas ... 85

Tabel 4.2 Tabel tb_bayar... 90

Tabel 4.3 Tabel tb_ biaya lain ... 90

Tabel 4.4 Tabel tb_ detail biaya lain ... 91

Tabel 4.5 Tabel tb_detail bayar spp ... 91

Tabel 4.6 Tabel tb_ detail bayar tunggakan ... 91

Tabel 4.7 Tabel tb_ konfigurasi ... 92

Tabel 4.8 Tabel tb_ siswa ... 93

Tabel 4.9 Tabel tb_ spp ... 93

Tabel 4.10 Tabel tb_tunggakan ... 94

Tabel 4.11 Tabel tb_user ... 94

(15)

1

1.1Latar Belakang

SMK Muhammadiyah Garut berdiri pada tahun 1970 yang bertepat di jalan Jenderal Ahmad Yani No, 257 Telepon (0262) 233653 Kelurahan Kota Wetan Kecamatan Garut Kota Kabupaten Garut kode pos 44111 merupakan salah satu sekolah swasta yang berda di daerah garut. SMK Muhammadiyah Garut memilki 4 (empat) program keahlian (Jurusan) yang terdiri dari:

1.Program keahlian Administrasi Perkantoran (AP) 2.Program keahlian keuangan / Akuntansi (AK) 3.Program keahlian Tata Niaga / Pemasaran (PM)

4.Program keahlian Teknik Komputer Informatika (RPL)

Pertumbuhan siswa tahun ketahun semakin meningkat dengan bertambahnya program keahlian (jurusan), maka dari itu kita bisa melihat rekapitulasi jumlah siswa di bawah ini:

Tabel 1.1 Rekapitulasi Jumlah Siswa Per 3 Tahun Terakhir Di SMK Muhammadiyah Garut:

Tahun

Ajaran Tingkat 1 Tingkat 2

Tingkat 3 J Juml ah JML KLS L P JML JML Kls L P JML JML Kls L P L/P 2009/2010 5 53 157 210 3 16 98 114 2 12 74 86 2010/2011 4 55 128 183 5 52 129 181 3 16 89 105 2011/2012 5 74 146 220 4 45 121 166 5 43 116 159 Jumlah 14 182 431 613 12 113 348 461 10 71 279 350

(Sumber: SMK Muhammadiyah Garut,2012)

Dengan bertambahnya siswa yang masuk menjadi suatu kebanggaan khususnya bagi sekolah, namun di balik itu menjadi kewalahan juga bagi petugas TU dimana menghadapi siswa yang mebayar SPP atau uang sekolah dengan proses yang manual.

Sistem informasi terkomputerisasi adalah sekumpulan komponen yang terdiri dari hardware, software, brainware, prosedur atau aturan yang diorganisasikan secara terintegrasi untuk mengolah fakta dan data menjadi

(16)

informasi yang bermanfaat guna memecahkan masalah dalam perusahaan ataupun organisasi [7].

Ruang lingkup Sistem Informasi yang ada di SMK Muhammadiyah Garut adalah: Administrasi kurikulum dan pembelajaran, Administrasi Kesiswaan, Administrasi Kepegawaian, Administrasi Keuangan, administrasi kurikulum, dan administrasi kesiswaant.

Sistem informasi yang digunakan di SMK Muhammadiyah Garut meliputi ruang lingkup yang ada di atas, akan tetapi sistem informasi tersebut masih diterapkan secara manual, salah satunya sistem informasi pembayaran SPP (Sumbangan Penyelenggaraan Pendidikan).

Sistem informasi transaksi pembayaran SPP merupakan bagian dari manajemen administrasi keuangan yang berkaitan dengan pembayaran uang sekolah di antaranya: menerima, merekapitulasi dan melaporkan uang Sumbangan Penyelenggaraan Pendidikan (SPP), Sumbangan Pendidikan (USP), UTS dan UAS.

Pembayaran SPP merupakan ketentuan yang harus dibayar setiap siswa setiap sebulannya, tujuan siswa melakukan pembayaran sekolah sebagai salah satu sarana dalam meningkatkan pelayanan atau fasilitas yang terbaik untuk siswa-siswanya. Ketentuan-ketentuan pembayaran bagi setiap siswa antara lain:

a. Siswa melakukan pembayaran SPP, besarnya berdasarkan ketentuan yang telah ditetapkan sekolah setiap tahunnya.

b. SPP / tunggakan harus dibayar sebelum tanggal 10 setiap bulannya. c. Kartu harus dibawa saat pembayaran SPP / tunggakan.

d. Siswa dapat membayar SPP dengan cara di cicil / peembayaran 1 bulan seharusnya di bayar 1 kali tapi bisa dengan 2kali bayar.

Sejalan dengan meningkatnya jumlah siswa SMK Muhammadiyah Garut setiap tahunnya, maka jumlah transaksi pembayaran yang terjadi semakin meningkat pula. Angka peningkatan jumlah transaksi dapat terlihat pada data statistik pada tabel 1.2.

(17)

Tabel 1.2 Data Transaksi Pembayaran SPP di SMK Muhammadiyah Garut Periode 2010/2012

Tahun Bulan Jumlah Transaksi Rata-rata

Perbulan Transaksi Perhari

2010/2011 Juli 960 40 2010/2011 Agustus 312 13 2010/2011 September 360 15 2010/2011 Oktober 408 17 2010/2011 Nopember 264 11 2010/2011 Desember 864 36 2011/2012 Januari 960 40 2011/2012 Februari 216 9 2011/2012 Maret 504 21 2011/2012 April 432 18 2011/2012 Mei 336 14 2011/2012 Juni 816 34

Sumber: SMK Muhammadiyah Garut, 2012)

Untuk mengantisipasi terjadinya pelayanan pembayaran SPP yang lambat, dan tidak akurat akibat dari banyaknya pembayaran siswa. Maka dari itu, dalam menganalisis dan merancang perangkat lunak atau sistem informasi diperlukan suatu pendekatan yang dapat memecahkan masalah, di antaranya adalah pendekatan klasik atau konvensional, pendekatan prosedural, dan pendekatan berorientasi objek.

Di antara semua pendekatan - pendekatan yang terbaru dan terpopular saat ini yaitu pendekatan berorientasi objek. Pendekatan ini merupakan suatu teknik yang memutuskan rancangan pada objek dan antar muka yang dihasilkan. Objek adalah Entity yang berisi data atau variabel dan tingkah laku. Data atau variabel yang menggambarkan sifat atau keadaan objek dalam dunia nyata (Ireal word).

Bertolak dari latar belakang masalah di atas, penelitian ini akan diarahkan pada implementasi perancangan program aplikasi transaksi pembayaran SPP, UTS, dan UAS, dengan mengambil judul “PERANCANGAN PROGRAM

TRANSAKSI PEMBAYARAN SPP, UTS DAN UAS MENGGUNAKAN METODE ANALISIS DAN DESAIN BERORIENTASI OBJEK MODEL UNIFIED APPROACH (UA)”.

(18)

1.2Identifikasi Masalah

1. Dengan proses manual pencatatan dan penyimpanan data pada transaksi pembayaran SPP di simpan dalam bentuk buku-buku besar, sehingga petugas mengalami kesulitan dalam pencarian informasi sudah dan belumnya siswa melakukan pembayaran SPP.

2. Petugas mengalami kesulitan dalam membuat laporan bulanan ataupun laporan tahunan.

3. Siswa, orang tua, wali kelas, Kepala TU, kepala sekolah (manajemen sekolah) mengalami kesulitan dalam mendapatkan informasi besarnya tungakan siswa secara cepat.

1.3Maksud dan Tujuan Penelitian

a. Maksud

Adapun maksud penelitian ini adalah untuk merancang / mengembangkan perangkat lunak transaksi pembayaran SPP, UTS dan UAS yang ada di SMK Muhammadiyah Garut.

b. Tujuan

Tujuan merancang / mengembangkan perangkat lunak transaksi pembayaran SPP, UTS dan UAS ini adalah sebagai berikut:

1. Dapat digunakan dengan mudah yang memiliki kemampuan untuk mengolah data transaksi pembayaran SPP, UTS dan UAS di SMK Muhammadiyah Garut.

2. Dapat menyimpan data dengan menggunakan komputerisasi

1.4Batasan Masalah

Berdasarkan latar belakang dan tujuan diatas, maka permasalahan yang menjadi batasan pembahasan tugas akhir ini adalah sebagai berikut:

1. Perancangan aplikasi ini hanya pada pencatatan transaksi pembayaran SPP, UTS dan UAS, laporan siswa yang sudah / belum melunasi, dan pembayaran SPP yang bisa di cicil.

(19)

2. Tahapan analisis dan perancangan sistem menggunakan bahasa pemodelan

Unified Modeling Language (UML) dengan menggunakan Metode

Unified Approach (UA).

3. Sistem yang dirancang hanya pada demo program saja yang menggunakan pendekatan Black-Box Testing (Pengujian kotak hitam).

4. Bahasa pemrograman yang digunakan dalam perancangan sistem adalah menggunakan Microsoft Visual Studio 8 dan menggunakan MYSQL versi

5 sebagai data basenya.

5. Perangkat yang dibuat bersifat stand alone

1.5Metodologi Penelitian

Untuk memenuhi kebutuhan data pada tahapan ini menggunkan beberapa pendekatan diantara lain:

1. Penelitian Lapangan (field research)

Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui dan memperoleh data

primer yang dilakukan melaui tahapapan sebagai berikut: a. Wawancara

Wawancara, melakukan pertanyaan secara langsung terhadap orang atau petugas yang berinteraksi dengan sistem yang ada di SMK Muhammadiyah Garut.

b. Observasi

Selain wawancara, dilakukan juga pengamatan secara langsung bagaimana setiap prosedur berlangsung, sehingga dapat diketahui aktifitas bisnisnya yang nantinya akan dimodelkan.

c. Study kepustakaan (library research)

Yaitu dengan mengadakan study literatur atau pendekatan pada materi atau dokumen-dokumen yang berkaitan dan di sesuaikan dengan masalah yang sedang dibahas.

2. Metode Pengembangan Sistem

Dalam pengembangan sistem, akan digunakan pendekatan berorientasi objek dengan Unified Approach (UA) dari [1]. Unified Approach (UA) adalah

(20)

suatu metodologi pengembangan sistem berbasis objek yang menggabungkan proses dan metodologi yang telah ada sebelumnya dan menggunakan UML sebagai standar pemodelannya. Proses dan tahapan yang ada dalam UA merupakan proses-proses terbaik yang diambil dari metode objek yang telah diperkenalkan oleh Boach, Roumbaugh, dan Jacobson. Selain itu, langkah-langkah yang ada dalam UA sangat interatif dan memudahkan pengembangan sistem dalam tugas akhir ini.

Tahap Analisis dalam UA ditujukan untuk mengindentifikasi kelas-kelas yang teridentifikasi sebagai output di tahap analisis akan dijadikan input pada tahap perancangan. Sementara itu, output dari tahap perancangan adalah perangkat lunak yang telah dirancang sesuai dengan kebutuhan user.

Langkah-langkah yang harus dilakukan pada metodologi Unfied Approach

(UA) adalah sebagai berikut:

1. Tahap Analisis

Gambar 1.1 Tahapan Analisis Unfied Approach, [1].

Keterangan:

a. Identifikasi Aktor

Identifikasi aktor adalah tahap pertama dalam OOA. Istilah aktor mempresentasikan peran dari seorang aktor terhadap sistem. Kandidat aktor dapat ditemukan dengan mencari tahu siapa yang akan menggunakan sistem.

b. Pengembangan Diagram Aktifitas dan Diagram Use Case

Pada tahap ini akan digambarkan model aktifitas bisnis menggunakan diagram aktifitas UML untuk menggambarkan kinerja sistem. Dalam diagram aktifitas akan digambarkan alur kerja dari sistem. Dengan mengetahui alur kerja sistem yang ada, dapat dilakukan pemodelan diagram

Use Case untuk menggambarkan interaksi aktor terhadap sistem. c. Pengembangan Diaguram Interaksi

Pengembangan Diagram Aktifitas dan Use Case

Pengembang an Diagram Interaksi Identifikasi Kelas, relasi,atribut & Method Pemeriksaan Identifikasi Aktor

(21)

Salah satu diagram dari interaksi adalah sequence diagram. Sequence diagram adalah suatu model untuk menggambarkan interaksi antar objek dalam sistem. Interaksi yang dilakukan oleh objek-objek tersebut dilakukan dengan cara satu objek mengirimkan pesan (message) kepada objek lain. Objek-objek yang teridentifikasi dari sequence diagram ini akan dijadikan referensi untuk kelas.

d. Identifikasi kelas

Dari sequence diagram akan terlihat objek-objek apa saja yang ada dalam sistem. Dari objek-objek tersebut dilakukan identifikasi kelas-kelas,

reationship, atribut serta metode-metode kyang akan digunakan pada setiap kelas.

e. Pemeriksaan terhadap tahap sebelumnya (Refine & Iterate)

Dalam tahap ini akan diperiksa kebenaran dari hasil analisis sistem yang didasarkan pada tahap sebelumnya.

2. Tahap Perancangan

Perancangan Kelas, metode, atribut dan

asosiasi

Menyaring UML Class Diagram

Perancangan Layar Akses dan Layer Antarmuka

Pengujian

Gambar 1.2 Tahap Perancangan Unified Approach, [1].

1.6Kerangka Pemikiran

Semakin berkembangnya teknologi, kebutuhan manusia pun ikut berkembang karena manusia dituntut untuk lebih cepat dalam mengerjakan segala sesuatu. Khususnya di suatu organisasi, pengolahan data organisasi harus dikemas dengan rapih dan dikerjakan secepat mungkin.

(22)

Gambar 1.3 Kerangka Pemikiran 1.7. Sistematika Penulisan

Untuk menghasilkan laporan tugas akhir yang sistematis dan mudah dipahami, berikut dijelaskan mengenai sistematika yang akan digunakan dalam penyusunan tugas akhir ini.

BAB I PENDAHULUAN

Bab ini dijelaskan tentang latar belakang, identifikasi masalah, maksud dan tujuan, pembatasan masalah, metodologi pengembangan sistem, dan sistematika penulisan laporan tugas akhir.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Bab ini berisi teori dari berbagai sumber yang digunakan sebagai referensi baik didalam kegiatan analisis maupun perancangan. Serta memuat konsep-konsep dasar yang menjadi petunjuk sehingga aktivitas analisis sesuai dengan aturan-aturan yang baku.

Current Sistem (Sistem Informasi Pembayaran SPP )

Object Oriented Analysis (OOA):

Identifikasi Aktor

Pengembangan Diagram Use Case dan Diagram Aktifitas

Pengembangan Diagram Interaksi

Identifikasi Kelas-kelas, relasi, atribut dan method

Pemeriksaan terhadap tahap sebelumnya

Simulasi Aplikasi Pembayaran SPP

End

Objek oriented Desain (OOD):

Perancangan kelas, asosiasi, metode dan antribut

Membangun UML Class Diagram

Perancangan Layer Akses dan Layer Antarmuka

Pengujian dengan menggunakan metode Black-Box

(23)

BAB III METODOLOGI PENGEMBANGAN SISTEM

Bab ini menjelaskan tentang tahapan-tahapan penelitian, data hasil proses, data yang dihasilkan (output yang dihasilkan), alat-alat pemodelan yang digunakan

BAB IV PERANCANGAN DAN IMPLEMENTASI

Bab ini akan menjelaskan hasil dan pembahasan dari tahapan-tahapan penelitian dan pembahasannya.

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

Pada bagian ini menjelaskan hasil akhir dari pembahasan yang dijabarkan dalam laporan tugas akhir berikut saran yang diharapkan dapat membantu kearah konstruktif untuk kemajuan penelitian yang lebih baik.

DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN

(24)

10

2.1 Konsep Dasar Sistem Informasi

Dalam proses pengembangan sistem informasi, diperlukan pemahaman terhadap konsep-konsep dasar dari sistem informasi. Berikut merupakan penjelasan dari konsep-konsep dasar sistem informasi.

2.1.1 Definisi Sistem

Beberapa pendefinisian sistem yang dilihat dari berbagai sudut pandang, diantaranya sebagai berikut:

Dalam mendefinisikan sistem terdapat dua kelompok pendekatan, yaitu pendekatan sistem yang menekankan pada prosedur yang digunakan dalam sistem. Pendekatan ini mendefinisikan sistem sebagai berikut:

Sistem adalah “suatu jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang berhubungan, berkumpul bersama-sama untuk melakukan suatu kegiatan atau untuk menyelesaikan suatu sasaran tertentu”,[7].

Pendekatan yang kedua lebih menekankan pada elemen atau komponen penyusun sistem. Pendekatan ini mendefinisikan sistem sebagai berikut:

Sistem adalah “kumpulan dari elemen-elemen yang saling berinteraksi untuk mencapai satu tujuan tertentu”, [7].

Dari kedua definisi ini adalah benar dan tidak bertentangan, yang berbeda adalah cara pendekatannya. Karena pada hakekatnya setiap komponen sistem, untuk dapat saling berinteraksi dan untuk mencapai tujuan tertentu harus melakukan sejumlah prosedur, metode, dan cara kerja yang juga saling berinteraksi.

Menurut Bahrami, suatu sistem dapat terdiri dari empat elemen yang subsistem. Elemen-elemen tersebut yaitu:

1. Masukan kumpulan data transaksi kesebuah pengolahan data medium, contohnya penyortiran data (surat keluar dan surat masuk).

2. Pengolahan untuk mengelola surat keluar dan surat masuk pengolahannya dilakukan dengan cara manual, seperti mengelompokan data (surat keluar dan surat masuk) kedalam group bedasarkan ciri surat, no urut surat dan sebagainya.

3. Keluaran menampilkan hasil yang didapat dari kegiatan sebelumnya berupa informasi yang dibutuhkan seperti menampilkan laporan (surat keluar dan surat masuk).

4. Umpan Balik/Kontrol terdiri dari usul perbaikan yang diberikan oleh unit pengawasan mutu dari instansi yang besangkutan.

(25)

Gambar 2.1 Elemen-elemen Sistem, [1]. 2.1.2 Karakteristik Sistem

Menurut [7], ada beberapa karakteristik atau sifat-sifat tertentu yang dimiliki oleh suatu sistem yaitu mempunyai komponen (components), batasan sistem (boundari), lingkungan luar sistem (environments), penghubung

(interface), masukan (input), keluaran (output), pengolah (Proses), dan sasaran suatu tujuan (goal). Adapun penjelasan dari karakteristik dari suatu sistem adalah sebagai berikut:

a. Komponen Sistem (Component)

Sistem terdiri dari sejumlah komponen yang saling berinteraksi, yang artinya kerjasama membentuk satu kesatuan.

b. Batas sistem (Boundary)

Merupakan daerah yang membatasi antara satu sistem dengan sistem yang lainnya atau dengan lingkungan luarnya.

c. Lingkungan Luar Sistem (Environments)

Adapun diluar dari batas sistem yang mempengaruhi operasi. d. Penghubung Sistem (Interface)

Merupakan media penghubung antara sub sistem dengan sistem lainnya. Dengan penghubung satu subsistem dapat berintegrasi dengan subsistem yang lainnya membentuk satu kesatuan.

e. Masukan Sistem (Input)

Masukan (input) adalahenergi yang dimasukkan ke dalam sistem. Masukan dapat berupa masukan perawatan (maintenance input) yaitu energi yang dimasukkan supaya sistem dapat beroperasi, dan dapat berupa masukan sinyal (signal input) yaitu energi yang diproses untuk

mendapatkan keluaran. f. Keluaran Sistem (Output)

Keluaran (output) adalah hasil dari energi yang diolah dan diklasifikasikan menjadi keluaran yang berguna dan sisa pembuangan.

Keluaran dapat merupakan masukan untuk subsistem yang lain atau kepada supra sistem.

g. Pengolahan Sistem (Process)

Suatu sistem dapat mempunyai bagian pengolah yang akan mengubah masukan menjadi keluaran.

Umpan Balik

(26)

h. Sasaran Sistem (Objective)

Suatu sistem mempunyai tujuan (goal) atau sasaran (objektive).

Sasaran dari sistem sangat menentukan sekali masukan yang dibutuhkan sistem dan keluaran yang akan dihasilkan sistem. Suatu sistem dikatakan berhasil bila mengenai sasaran atau tujuannya.

Gambar 2.2 Karakteristik Suatu Sistem [7]. 2.1.3 Klasifikasi Sistem

Menurut [7], sistem dapat di klasifikasikan dari beberapa sudit pandang, diantaranya adalah sebagai berikut:

1. Sistem abstrak (abstrac system) dan sistem fisik (physical system).

Sistem abstrak adalah sistem yang berupa pemikiran atau ide-ide yang tidak tampak secara fisik. Sedangkan sistem fisik sistem yang ada secara fisiknya.

2. Sistem alamiah (natural system) dan sistem buatan manusia (human made system).

Sistem alamiah adalah sistem yang terjadi melalui proses alam, tidak dibuat oleh manusia. Sedangkan sistem buatan adalah sistem yang dibuat atau dirancang oleh manusia.

3. Sistem tertentu (determinic sistem) dan sistem tak terntu (probalistic system).

Sistem tertentu merupakan sistem yang beroperasi dengan tingkah laku yang sudah dapat diprediksi. Sedangkan sistem tak tentu adalah sistem yang kondisi masa depannya tidak dapat diprediksi karena mengandung unsur probabilitas.

(27)

4. Sistem tertutup (closed system) dan sistem terbuka (open system).

Sistem tertutup merupakan sistem yang tidak berhubungan den tidak terpengaruh dengan lingkungan luar. Sedangkan sistem terbuka adalah sistem yang berhubungan dan berpengaruh dengan lingkungan luar.

2.1.4 Definisi Informasi

Informasi merupakan suatu hal yang sangat dibutuhkan dalam suatu organisasi ataupun instansi terutama kebutuhan bagi manajemen dalam mengambil suatu keputusan.

Informasi adalah “data yang telah diolah menjadi suatu bentuk yang berarti bagi penerimanya dan bermanfaat dalam pengambilan keputusan pada saat ini ataupun saat mendatang”, [7].

Iinformasi adalah “data yang sudah diolah, dibentuk, atau dimanipulasi sesuai dengan keperluan tertentu”, [1].

Dari kedua pengertian tersebut dapat disimpulkan bahwa informasi adalah data yang setelah diolah atau diproses, menghasilkan informasi yang memiliki nilai dan lebih bermanfaat bagi penggunanya.

Informasi merupakan proses lebih lanjut dari data yang sudah memiliki nilai tambah. Berdasarkan pada bentuknya, informasi dapat dibedakan sebagai berikut, [7]:

1. Informasi Uraian

Informasi Uraian adalah informasi yang disajikan dalam bentuk uraian cerita yang panjang atau singkat yang berisikan kalimat-kalimat yang singkat dan jelas. Informasi ini bisa dalam bentuk laporan, notulen, surat atau memo.

2. Informasi rekapitulasi

Informasi rekapitulasi adalah informasi ringkas dengan hasil akhir dari suatu perhitungan (kalkulasi) atau gabungan perhitungan yang berisikan angka-angka yang disajikan dalam bentuk kolom-kolom. Contohnya neraca, kuitansi, rekening, daftar pembelian.

3. Informasi Gambar (Bagan)

Informasi Gambar (Bagan) adalah informasi yang di buat dalam bentuk gambar atau bagan, misalnya gambar konstruksi dan bagan organisasi. 4. Informasi Model

(28)

Informasi Model adalah informasi dalam bentuk formulir dengan model-model yang dapat memberikan nilai ramalan atau prediksi dan nilai-nilai lain seperti nilai hasil pemecahan persoalan yang optimal sebagai alternatif bagi pembuatan keputusan.

5. Informasi Statistik

Informasi statistik adalah informasi yang disajikan dalam bentuk angka yang ditunjukkan dalam bentuk grafik atau tabel.

6. Informasi Formulir

Informasi formulir adalah informasi yang di buat dalam bentuk formulir dengan format (kolom) isian yang sudah ditentukan dan yang disesuaikan dengan keperluan kegiatan masing-masing.

7. Informasi Animasi

Informasi animasi adalah informasi dalam bentuk gambar animasi dengan suara dan video. Informasi ini dapat juga disebut informasi multimedia. 8. Informasi Simulasi

Informasi simulasi adalah informasi mengenai suatu kegiatan nyata pada suatu situasi atau peralatan yang di buat dalam bentuk serupa tetapi dengan ukuran kecil atau dengan layar komputer menjadi mirip seperti ukuran sebenarnya. Misalnya simulasi untuk pendidikan pilot pesawat terbang dengan perangkat lunak khusus.

2.1.5 Siklus Informasi

Data yang masih merupakan bahan mentah apabila tidak diolah maka data tersebut tidak akan berguna. Data tersebut akan berguna dan menghasilkan suatu informasi apabila diolah melalui suatu model. Model yang digunakan untuk mengolah data tersebut disebut dengan model pengolahan data atau lebih dikenal dengan nama siklus pengolahan data.

(29)

data-base Proses (Model) Input (Data) Output (Information) Data (ditangkap) Penerima Hasil Tindakan Keputusan Tindakan

Gambar 2.3 Siklus Informasi [7].

Data yang diolah melalui suatu model menjadi informasi, penerima kemudian menerima informasi tersebut, membuat suatu keputusan dan melakukan tindakan, yang berarti menghasilkan suatu tindakan yang lain yang akan membuat sejumlah data kembali. Data tersebut akan ditangkap sebagai input, diproses kembali lewat suatu model dan seterusnya membentuk suatu siklus.

2.1.6 Kualitas Informasi

Kulitas dari informasi (quality of information) tergantung dari tiga hal, yaitu informasi harus akurat (accurate), tepat waktu (timeliness) dan relevan (relevance), John Burch dan Gary Grudnitski menggambarkan kualitas dari informasi dengan bentuk bangunan yang ditunjang oleh tiga buah pilar, seperti terlihat pada gambar berikut:

Gambar 2.4 Pilar Kualitas Informasi [7].

Pengertian gambar dia atas dapat di artikan sebagai berikut:

Akurat, berarti informasi harus bebas dari kesalahan-kesalahan dan tidak bias atau menyesatkan. Akurat juga berarti infomrmasi harus jelas mencerminkan maksudnya. Informasi harus akurat karena dari sumber informasi sampai ke penerima informasi kemungkinan banyak terjadi gangguan (noise) yang dapat merubah atau merusak informasi tersebut.

(30)

Tepat waktu, berarti informasi yang datang pada penerima tidak boleh terlambat. Informasi yang sudah usang tidak akan mempunyai nilai lagi. Karena informasi merupakan landasan di dalam pengambilan keputusan. Bila pengambilan keputusan terlambat, maka dapat berakibat fatal.

Relevan, berarti informasi tersebut mempunyai manfaat untuk pemakaiannya. Relevansi informasi untuk tiap-tiap orang satu dengan yang lainnya berbeda.

2.1.7 Definisi Sistem Informasi

Dari beberapa definisi mengenai sistem dan informasi yang telah dijelaskan diatas, maka Sistem Informasi dapat didefinisikan sebagai berikut :

“Sistem Informasi adalah suatu sistem di dalam suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi harian, mendukung operasi, bersifat manajerial dan kegiatan strategi dari suatu organisasi dan menyediakan pihak luar tertentu dengan laporan-laporan yang diperlukan”, [7].

Sistem informasi merupakan suatu sistem yang saling barkaitan dan berintegrasi satu sama lain dan bertujuan untuk menyediakan informasi untuk mendukung operasi, manajemen dan fungsi pengambilan keputusan dalam suatu organisasi.

Kegiatan di Sistem Informasi mencakup [7]:

1. Input, menggambarkan suatu kegiatan untuk menyediakan data untuk diproses.

2. Proses, menggambarkan bagaimana suatu data di proses untuk menghasilkan suatu informasi yang bernilai tambah.

3. Output, suatu kegiatan untuk menghasilkan laporan dari proses diatas tersebut.

4. Penyimpanan, suatu kegiatan untuk memelihara dan menyimpan data. 5. Kontrol, ialah suatu aktifitas untuk menjamin bahwa sistem informasi

tersebut berjalan sesuai dengan yang diharapkan.

2.1.8 Komponen Sistem Informasi

Sistem informasi memiliki komponen–komponen sebagai pendukungnya, komponen–komponen tersebut diantaranya adalah sebagai berikut [7]:

(31)

1. Blok Masukan yaitu input yang mewakili data yang masuk ke dalam sistem informasi termasuk metode dan media untuk mendapatkan data yang akan dimasukan yang berupa dokumen-dokumen dasar.

2. Blok Model yaitu kombinasi prosedur, logika dan model matematik yang akan memanipulasi data input dan data yang tersimpan di basis data untuk menghasilkan keluaran yang diinginkan.

3. Blok keluaran yaitu informasi yang berkualitas dan dokumentasi yang berguna untuk semua pemakai sistem dan manajemen.

4. Blok Teknologi yaitu alat yang digunakan untuk menerima input, menyimpan dan mengakses data serta menghasilkan keluaran yang diinginkan.

5. Blok Basis Data yaitu basis data yang digunakan dan disimpan untuk keperluan penyediaan informasi lebih lanjut dimana berisi data-data yang diorganisasikan sedemikian rupa agar informasi yang dihasilkan berkualitas.

6. Blok kendali yaitu pengendalian pada perusahaan untuk mencegah hal-hal yang dapat merusak sistem atau bila ada kesalahan-kesalahan dapat langsung diatasi.

2.2 Konsep Dasar Manajemen Sistem Informasi 2.2.1 Definisi Manajemen

Secara operasional manajemen dapat didefinisikan sebagai berikut:

“Manajemen adalah Proses mengkoordinasikan, mengintegrasikan, menyederhanakan, dan mensinkronisasikan sumber daya manusia, material, dan metode dengan mengaplikasikan fungsi-fungsi manajemen seperti perencanaan, pengorganisasian, penggiatan, pengawasan, dan lain-lain agar tujuan organisasi dapat tercapai secara efisien dan efektif”, [1].

2.2.2 Fungsi-fungsi Manajemen

Untuk mencapai tujuannya, organisasi memerlukan dukungan manajemen dengan berbagai fungsinya yang disesuaikan dengan kebutuhan organisasi masing-masing. Kegiatan fungsi-fungsi tersebut memerlukan data dan informasi, dan akan menghasilkan data dan informasi pula. Beberapa fungsi manajemen pokok [1] adalah:

(32)

Berkaitan dengan penyusunan dan penjabaran tujuan serta menjabarkannya dalam bentuk perencanaan untuk mencapai tujuan.

b. Pengorganisasian

Berkaitan dengan pengelompokan personel serta tugasnya untuk menjalankan pekerjaan sesuai tugas dan misinya.

c. Pengaturan personel

Berkaitan dengan kegiatan bimbingan dan pengaturan kerja personel. d. Pengarahan

Berkaitan dengan kegiatan melakukan intruksi tugas-tugas. e. Pengawasan

Berkaitan dengan pemeriksaan untuk menentukan sampai sejauh mana kemajuan yang dicapai dan melakukan koreksi-koreksi.

2.2.3 Tingkat Manajemen

Pengolahan data dan informasi dilakukan sesuai dengan keperluan manajemen sebagai proses kegiatan dan keperluan manajer sebagai pimpinan manajemen. Maka dari itu, dalam organisasi terdapat tingkatan-tingkatan manajemen sebagai ukuran tinggi rendahnya tingkat kelompok pimpinannya. Karena organisasi terbagi dalam unit-unit kerja maka tingkatan tersebt merupakan juga tingkat unit kerja. Tingkat tersebut umumnya terdiri dari [1]:

1. Manajemen Lini Atas (Top Management)

Kegiatan manajemen lini puncak adalah memformulasikan perencanaan dan strategi. Tingkat manajemen ini berorientasi pada masa depan organisasi dan meninjau hasil kerja dan pencapaian tujuan organisasi secara umum dan menyeluruh. Tugas-tugas pada tingkat ini terutama mengkoordinasikan keseluruhan upaya organisasi dan hubungan dengan organisasi lain dan masyarakat.

2. Manajemen Lini Tengah (Middle Management)

Manajemen lini tengah ini bertugas meninjau hasil dalam organisasi dan dengan kegiatan-kegiatan pengawasan menggerakkan organisasi mencapai sasaran. Manajemen pada lini ini lebih berorientasi pada masalah-masalah pelatihan personel, pertimbangan terhadap personel, pengadaan peralatan

(33)

dan bahan, dan lain-lain yang berhubungan dengan masalah-masalah kritis dalam mencapai keberhasilan kinerja.

3. Manajemen Lini Bawah (Lower Management)

Pada manajemen lini bawah terdapat jumlah manajer yang banyak sesuai dengan bentuk piramida organisasi yang makin membesar ke bawah. Tingkat ini disebut juga tingkat manajemen operasional. Tugas pentingnya adalah mengawasi dan mengatur personel berketerampilan teknis atau karyawan biasa.

Secara umum tugas dan pekerjaan ketiga tingkat manajemen tersebut dapat digambarkan seperti berikut:

Gambar 2.5 Tingkat Manajemen, [1]. 2.2.4 Definisi Manajemen Sistem Informasi

Manajemen Sistem Informasi (MSI) berasal dari kata Management of Information System yang lazim disingkat MSI. Adapun definisi dari MSI adalah:

MSI adalah mata kuliah yang mempelajari cara-cara mengelola pekerjaan informasi dengan menggunakan pendekatan sistem yang berdasarkan pada prinsip-prinsip manajemen”, [1].

Karena sistem informasi dikerjakan dengan menggunakan prinsip-prinsip manajemen agar tujuan dapat tercapai secara efisien dan efektif maka disebut Manajemen Sistem Informasi (MSI).

2.2.5 Ruang Lingkup Pekerjaan Manajemen Sistem Informasi

Pekerjaan MSI berkembang melalui empat proses sesuai dengan perkembangan alat pengolah data yaitu zaman MSI [1]:

1. Dikerjakan secara manual

2. Dikerjakan dengan alat mesin manual 3. Dikerjakan dengan alat mesin elektrik 4. Dikerjakan dengan elektrik (komputer)

(34)

Pekerjaan MSI dimulai dari pengumpulan data yang dibuat atau terjadi karena adanya fakta. Fakta tersebut dicatat atau direkam pada komputer sehingga menghasilkan fakta yang disebut data. Data atau fakta tertulis otentik (asli) harus disimpan sebagai arsip (otentik) untuk keperluan pembuktian-pembuktian dan

“back-up” baik sebagai bukti administratif ataupun sebagai bukti hukum tertulis bila terjadi kesalahan pada komputerisasi data bersangkutan untuk pengolahan menjadi informasi dalam pekerjaan sistem informasi.

Pengolahan data menjadi informasi disebut juga sebagai proses transformasi, atau manipulasi data menjadi informasi. Bentuk pengolahannya dapat terdiri dari klasifikasi, sortir, kalkulasi, dan penyimpulan. Alat pengolahnya dapat dikelompokkan menjadi alat pengolah manual, mesin manual, mesin elektrik, dan komputer.

Hasil pengolahan data adalah informasi yang berbentuk laporan, model deskriptif, dan bentuk statistik.

Informasi kemudian dianalisis sebagai bahan pengambilan keputusan. Keputusan pada manajemen lini bawah umumya bersifat teknis, pada manajemen lini tengah umumnya bersifat taktis, dan pada manajemen lini atas umumnya bersifat strategis.

Keputusan kemudian dioperasionalkan ke dalam bentuk kegiatan perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi atau penilaian. Pada setiap kegiatan tersebut dilakukan juga kegiatan pengawasan.

Kegiatan tersebut secara keseluruhan untuk mencapai tujuan organisasi secara efisien dan efektif, terutama dalam menghadapi era globalisasi yang penuh dengan persaingan, di mana setiap kegiatan memerlukan dukungan data dan informasi.

2.3 Konsep Dasar Data 2.3.1 Definisi Data

Menurut beberapa pakar data dapat didefinisikan sebagai berikut:

“Data adalah fakta yang sudah ditulis dalam bentuk catatan atau direkam ke dalam berbagai bentuk media”, [1].

(35)

“Data adalah kenyataan yang menggambarkan suatu kejadian-kejadian dan kesatuan nyata”, [7].

Dalam konteks sistem informasi data di pandang sebagai keterangan yang masih mentah. Agar dapat digunakan untuk keperluan manajemen maka data harus diolah dulu ke dalam bentuk informasi yang sesuai dengan keperluan manajemen yang bersangkutan. Karena itu, sering dikatakan bahwa data adalah bahan yang masih mentah. Sedang arti data menurut isinya adalah keterangan atau bukti mengenai kenyataan yang masih mentah, masih berdiri sendiri-sendiri, belum diorganisasikan, dan belum diolah. Data yang sudah diolah sesuai keperluan disebut informasi.

Semua kegiatan memang memerlukan data, serta sebaliknya setiap pekerjaan juga akan menghasilkan data baik untuk keperluan unit kerjanya sendiri maupun untuk keperluan unit kerja lain, ataupun organisasi lain.

2.3.2 Jenis Data

Data dapat dikelompokkan menjadi dua, yaitu data statis dan data dinamis. Data statis dapat diartikan sebagai berikut:

Data statis adalah jenis data yang umumnya tidak berubah atau jarang berubah, misalnya identitas nama (orang, organisasi atau tempat), kode-kode nomor (nomor: kartu penduduk, rekening, pegawai atau karyawan, mahasiswa, asuransi, kartu kredit, nomor telepon dan sebagainya), dan alamat”, [1].

Sedangkan data dinamis diartikan sebagai berikut:

“Data Dinamis adalah enis data yang selalu berubah baik dalam frekuensi waktu yang singkat (harian) atau agak lama (semesteran) dan lain-lain”, [1].

2.3.3 Sumber Data

Berdasarkan sumbernya maka data dikelompokkan menjadi dua [6] yaitu: 1. Data internal

Data internal adalah data yang berasal dari dalam organisasi itu sendiri, yaitu oraganisasi pusat dan cabang-cabangnya.

2. Data eksternal

Data eksternal adalah data yang berasal dari sumber-sumber yang berada di luar organisasi itu sendiri.

(36)

Berdasarkan isinya maka baik data internal maupun data eksternal dapat dibagi menjadi empat kelompok, yaitu:

DATA

INTERNAL EKSTERNAL

Gambar 2.6 Pengelompokan data [1].

1. Data kegiatan

Setiap organisasi mempunyai kegiatan. Kegiatan-kegiatan tersebut dilaksanakan baik oleh perorangan maupun unit-unit kerja yang terdapat dalam organisasi bersangkutan. Kegiatan-kegiatan itu perlu direkam, untuk dipergunakan sebagai bahan pengingat, bukti, pengambil keputusan, laporan, informasi, penelitian, perencanaan, penilaian, pengawasan, dan lain-lain.

2. Data Hasil penelitian

Hasil penelitian merupakan data yang penting bagi organisasi. Hasil penelitian cenderung disebut data, karena untuk dapat digunakan lebih lanjut oleh unit-unit (fungsi) organisasi secara spesifik masih harus diubah terlebih dahulu bentuknya sesuai dengan keperluan.

3. Data lingkungan

Data penting untuk keperluan pekerjaan manajer dalam membuat keputusan dan mengerjakan fungsi-fungsi manajemen lainnya seperti perencanaan, penganggaran, pengawasan, evaluasi atau lain-lainnya, adalah data lingkungan. Pengertian data lingkungan ini sangat luas, yaitu mengenai semua bidang yang berkaitan dengan kegiatan organisasi dan yang dapat mempengaruhi kegiatan organisasi. Data tersebut banyak terdapat pada media cetak seperti buku, buku referensi, majalah, koran, dan lain-lain. 4. Data peraturan Data Kegiatan Data Penelitian Data Lingkugan Data Peraturan

(37)

Data penting lainnya yang sangat berguna sebagai alat bantu dalam pekerjaan manajemen dan pekerjaan operasional adalah bahan-bahan peraturan.

2.3.4 Analisis Sistem

Analisis sistem Informasi dapat didefinisikan sebagai berikut:

“Analisis Sistem Informasi adalah penguraian dari suatu sistem informasi yang utuh ke dalam bagian–bagian komponennya dengan maksud untuk mengidentifikasi dan mengevaluasi permasalahan–permasalahan, kesempatan– kesempatan, hambatan–hambatan yang terjadi dan kebutuhan–kebutuhan yang diharapkan sehingga dapat diusulkan perbaikan – perbaikannya”,[7].

Pada dasarnya, Analisis sistem merupakan proses untuk memahami sistem yangada, kemudian mengidentifikasi masalah dan mencari solusinya. Analisis sistem memiliki tujuan untuk mengetahui sistem secara detail sebagai pedoman untuk melanjutkan proses pengembangannya.

Alasan yang melatar belakangi dilakukannya analisis sistem:

1. Problem Solving, dikarenakan sistem yang lama sudah tidak bisa memenuhi kebutuhan, sehingga diperlukan pengembangan sistem yang baru. Hal ini memerlukan analisis sistem agar sistem yang baru dapat berfungsi sesuai dengan kebutuhan.

2. Adanya kebutuhan baru dalam lingkungan atau organisasi di tempat sistem berjalan yang memerlukan modifikasi untuk mendukung organisasi.

3. Meningkatkan kemampuan atau performansi sistem.

Adapun kegiatan-kegiatan yang dilakukan dalam analisis sistem adalah sebagai berikut:

1. Menganalisis klasifikasi data, proses dan fungsi kebutuhan informasi seluruh bagian organisasi yang merupakan kebutuhan informasi untuk masa yang akan datang.

2. Menganalisis dokumen-dokumen yang bisa dijadikan pedoman bagi tahap pengembangan berikutny

3. Melakukan eterhadap sistemyang evaluasi terhadap sistem yang sedang berjalan.

(38)

2.4 Pengembangan Sistem

2.4.1 Definisi Metodologi Berorientasi Objek

Metodologi Berorientasi Objek dapat didefinisikan sabagai berikut:

”Suatu strategi pembangunan perangkat lunak yang mengorganisasikan perangkat lunak sebagai kumpulan objek yang berisi data dan operasi yang diberlakukan terhadapnya”, [11].

Sebuah sistem yang dibangun dengan berdasarkan metode berorientasi objek adalah sebuah sistem yang komponennya dibungkus (dienkapsulasi) menjadi kelompok data dan fungsi. Setiap komponen dalam sistem tersebut dapat mewarisi atribut, sifat dan komponen lainnya serta dapat berinteraksi satu sama lainnya. Adapun perbandingan antara metodologi konvensional dengan metodologi objek adlah sebagai berikut [11]:

Tabel 2.1 Perbandingan Metodologi Konvensional Dengan Metodologi Objek Tabel 2.1 Sunber: [11].

No Metodologi Konvensional Metodologi Objek

1

Metodologi konvensional

menggunakan beberapa alat ntuk menggambarkan model seperti DAD, ERD, dan DFD

Metodologi objek hanya

menggunakan satu jenis model yang disempurnakan mulai dari analisis sampai pembuatan sistem.

2

Metodologi konvensional, data dan proses dianggap komponen yang berlainan.

Metodolgi objek menganggap data dan proses merupakan bagian dari objek.

3

Metodologi konvensional ditujukan untuk melengkapi pemrograman terstruktur bahasa generasi ke 3 (3GL).

Metodologi objek ditujukan untuk bahasa 4GL.

4

Program berukuran besar dipecah-pecah menjadi program-program yang lebih kecil.

Program berukuran besar dibagi pada apa yang dinamakan objek-objek.

5

Data bergerak secara bebas dalam sistem, dari satu fungsi ke fungsi yang lain terkait.

Fungsi-fungsi yang mengoperasikan data tergabung dalam suatu objek yang sama.

6 Pendekatan adalah pendekatan atas ke bawah (top down approach)

Pendekatan adalah pendekatan bawah atas (bottom up approach) 2.4.2 Karakteristik Sistem Berorientasi Objek

Karakteristik yang dimiliki sebuah sistem berorientasi objek antara lain [11].

(39)

Prinsip untuk merepsentasikan dunia nyata yang kompleks menjadi satu bentuk model yang sederhana dengan mengabaikan aspek-aspek lain yang tidak sesuai dengan permasalahan.

2. Pembungkusan (encapsulation)

Pembungkusan atribut data dan layanan (operasi-operasi) yang dipunyai objek. Untuk menyembunyikan implementasi dan objek sehingga objek lain tidak mengetahui cara kerjanya.

3.Pewarisan (inheritance)

Mekanisme yang memungkinkan satu objek mewarisis sebagian atau seluruh definisi dan objek lain sebagai bagian dan dirinya.

4. Reusability

Pemanfaatan kembali objek yang sudah didefinisikan untuk suatu permasalahn pada suatu permasalahan lainnya yang melibatkan objek tersebut.

5.Generalisasi dan Spesialisasi

Menunjukkan antara kelas dan objek yang umum dengan kelas dan objek yang khusus.

6.Komunikasi antar Objek

Komunilasi antar objek dilakukan lewat pesan (message) yang dikirim dan dari suatu objek ke objek lainnya.

7.Polymorphism

Kemampuan suatu objek untuk digunakan dibanyak tujuan yang berbeda dengan nama yang dama sehinnga menghemat baris program.

2.4.3 Keuntungan Metodologi Berorientasi Objek

Keuntungan Metodologi Berorientasi Objek diantaranya [11]: 1. Meningkatkan produktivitas

Karena kelas dan objek yang ditemukan dalam suatu masalah masih dapat dipakai ulang untuk masalah lainnya yang melibatkan objek tersebut.

2. Kecepatan pengembangan

Karena sistem yang dibangun dengan baik dan benar pada saat analisis dan perancangan akan menyebabkan berkurangnya kesalahan pada saat pengkodean.

(40)

3. Kemudahan pemeliharaan

Karena dengan model objek, pola-pola yang cenderung tetap dan stabil dapat dipisahkan dan pola-pola yang mungkin sering berubah-ubah.

4. Adanya konsistensi

Kerna sifat pewarisan dan penggunaan notasi yang sama pada siaat analisis, perancangan maupun pengkodean.

5. Meningkatkan kualitas perangkat lunak

Karena pendekatan pengembangan lebih dekat dengan dunia nyata dan adanya konsistensi pada saat pengembangannya, perangkat lunak yang dihasilkan akan mampu memenuhi kebutuhan pemakai.

2.5 Konsep Dasar Dalam Object Oriented Analysis & Design (OOAD)

Terdapat beberapa konsep penting dalam metode analisis menggunakan pendekatan objek, diantaranya:

A. Aktor ( User )

Aktor adalah faktor eksternal yang akan berinteraksi dengan sistem. Aktor akan memberikan instruksi kepada sistem untuk mengerjakan suatu pekerjaan. Aktor tidak hanya manusia, tetapi juga bisa berupa hardware atau software.

Aktor dalam use case dilambangkan dengan gambar sebagai berikut :

Gambar 2.7 Simbol Aktor [15]

Menurut [15] ada empat macam tipe aktor:

1. Primary Busines Actor (Pelaku Bisnis Utama)

Stakeholder yang terutama mendapat keuntungan dari pelaksanaan use case dengan menerima nilai yang terukur atau terobservasi. Pelaku bisnis utama kemungkinan tidak menginisiasi kejadian bisnis.

2. Primary System Actor (Pelaku Sistem Utama)

Stakeholder yang secara langsung berhadapan dengan sistem untuk

menginisiasi atau memicu kegiatan atau sistem. Pelaku sistem utama dapat berinteraksi dengan para pelaku bisnis utama untuk menggunakan sistem aktual. Mereka memfasilitasi kejadian dengan menggunakan sistem secara langsung demi mencapai keuntungan para pelaku bisnis utama.

(41)

3. External Server Actor (Pelaku Server Eksternal) Stakeholder yang melayani kebutuhan user

4. External Receiving Actor (Pelaku Penerima Eksternal)

Stakeholder yang bukan pelaku utama, tapi menerima nilai yang terukur

(output) dari kegiatan transaksi.

B. Objek (Object)

Objek adalah segala sesuatu yang memiliki identitas yang unik. Objek dapat berupa benda kongkrit maupun hal-hal yang abstrak. Objek bisa berupa orang, tempat, organisasi, unit informasi, molekul, gambar, kejadian, benda atau konsep-konsep yang ada di dunia nyata. Setiap objek memiliki identitas, keadaan dan perilaku. Identitas adalah sesuatu yang membedakan suatu objek dari objek lainnya sehingga masing-masing objek dapat dibedakan. Dua buah mobil yang bertipe sama misalnya, dilihat dari fisiknya dua mobil itu terlihat sama baik dari bentuknya, warnanya, ukurannya bahkan tahun pembuatannya. Akan tetapi, tetap saja kedua buah mobil tersebut adalah objek yang berbeda, dan ada perbedaan serta dari masing-masing mobil tersebut yang membedakan antara satu dengan yang lainnya, misalnya nomor polisi atau nomor mesinnya.

C. Kelas (Class)

Kelas adalah kumpulan dari objek yang didalamnya terdapat atribut dan operasi yang serupa. Dengan penggolongan objek-objek dalam suatu kelas kita bisa melakukan abstraksi masalah. Atribut dan nama kelas untuk beberapa objek yang sejenis dapat dituliskan sekali saja begitu juga dengan fungsi dan metode yang sama cukup dituliskan satu kali saja dan bisa digunakan ulang oleh objek yang termasuk kedalam kelas yang sama.

D. Atribut

Atribut merupakan karakteristik dari suatu objek dimana kita dapat membedakan objek yang satu dengan objek yang lainnya dalam kelas yang sama.

Gambar 2.8 Contoh Kelas serta Objek [2] E. Operasi (Operation)

(42)

Operasi adalah fungsi yang dapat diaplikasikan ke atau oleh suatu objek dalam kelas. Misalnya kelas window memiliki fungsi close, cancel, open dan lain-lain. Operasi yang sama dapat diterapkan pada kelas yang berbeda.

Gambar 2.9 Contoh Kelas dan Operasi-operasinya [2] F. Paket (Package)

Paket adalah pengelompokan untuk menandakan kelompok suatu elemen model. Paket digunakan untuk mempermudah mengorganisasi elemen-elemen model. Sebuah paket dapat mengandung beberapa paket kelas lain didalamnya.

Gambar 2.10 Contoh Simbol Paket [10] G. Kelas Objek (Object Class)

Kelas terdiri dari beberapa objek yang memiliki atribut, operasi, semantik dan relationship yang sama. Kelas objek menggambarkan abstraksi dari suatu objek dalam implementasi. Dalam kelas objek terdapat istilah

Visibility Operasi yang terdiri dari :

- Protected : operasi atau atribut yang tampak hanya oleh kelas itu sendiri, subkelas atau teman kelas tersebut. Visibility merupakan default dari sebuah operasi yang kita buat. Visibility ini melindungi operasi dari penggunaan oleh kelas-kelas luar. Protected digambarkan dengan tanda (#).

- Public : operasi atau atribut dapat digunakan oleh kelas lain yang berhubungan dengan kelas tersebut. Digambarkan dengan tanda (+).

- Private : operasi atau atribut yang hanya bisa digunakan oleh kelas itu sendiri. Digambarkan dengan tanda (-)

2.6 Object Oriented Development

Object Oriented Development dapat di definisikan sebagai berikut:

Object Oriented Development adalah “Suatu cara pengembangan perangkat lunak dan sistem informasi berdasarkan abstraksi objek-objek yang ada di dunia nyata.

(43)

Abstraksi adalah menemukan serta memodelkan fakta-fakta dari suatu objek yang penting bagi suatu aplikasi”, [7].

Siklus hidup pengembangan berorientasi objek mengandung 3 proses makro: analisis berorientasi objek, perancangan berorientasi objek, dan implementasi berorientasi objek.

Keunggulan utama pendekatan ini adalah bahwa semua keputusan perancangan dapat dilacak langsung ke spesifikasi kebutuhan pengguna. Pengembangan sistem dengan metodologi berorientasi objek pada umumnya bersifat iteratif: dengan kata lain, kita dapat mulai dengan analisis berorientasi objek, melakukan beberapa tahapan secara iteratif sambil melakukan penghalusan objek-objek dan melengkapi model sistem, [7].

Pengembangan sistem berorientasi objek mencakup aktivitas-aktivitas sebagai berikut [2]:

a.Analisis berorientasi objek yang dikendalikan oleh use case

b.Perancangan berorientasi objek c.Pembuatan prototype

d.Pengembangan berbsasis komponen e.Pengujian berkelanjutan

2.7 Unified Approach (UA)

Dalam pengembangan sistem, akan digunakan pendekatan berorientasi objek dengan Unified Approach (UA) dari [1]. Unified Approach (UA) adalah suatu metodologi pengembangan sistem berbasis objek yang menggabungkan proses dan metodologi yang telah ada sebelumnya dan menggunakan UML sebagai standar pemodelannya. Proses dan tahapan yang ada dalam UA merupakan proses-proses terbaik yang diambil dari metode objek yang telah diperkenalkan oleh Boach, Roumbaugh, dan Jacobson. Selain itu, langkah-langkah yang ada dalam UA sangat interatif dan memudahkan pengembangan sistem dalam tugas akhir ini.

Tahap Analisis dalam UA ditujukan untuk mengindentifikasi kelas-kelas yang teridentifikasi sebagai output di tahap analisis akan dijadikan input pada tahap perancangan. Sementara itu, output dari tahap perancangan adalah perangkat lunak yang telah dirancang sesuai dengan kebutuhan user.

(44)

Langkah-langkah yang harus dilakukan pada metodologi Unfied Approach (UA) dari [1] adalah sebagai berikut:

2.7.1 Objek Oriented Analysis (OOA)

Unified Approach (UA) adalah sebuah metode pendekatan yang mempunyai cara sistematis dalam mengerjakan proses analisis. Salah seorang pakar mengungkapkan bahwa:

“Analisis adalah proses menyaring kebutuhan sistem dan apa yang harus dilakukan sistem untuk memenuhi kebutuhan aktor”.

Tujuan dari analisis adalah untuk memahami inti permasalahan dan tanggung jawab sistem dengan memahami pekerjaan apa yang dilakukan oleh sistem melalui beberapa pemodelan. Hasil akhir yang ingin dicapai dari tahap ini adalah menghasilkan kelas-kelas sesuai dengan kebutuhan.

Analisis berorientasi objek dengan pendekatan UA (Unified Approach) dari [1] digambarkan dalam bagan berikut:

Gambar 2.11 Tahapan Analisis Unified Approach, [2].

Keterangan:

a. Identifikasi Aktor

Identifikasi aktor adalah tahap pertama dalam OOA. Istilah aktor mempresentasikan peran dari seorang aktor terhadap sistem. Kandidat aktor dapat ditemukan dengan mencari tahu siapa yang akan menggunakan sistem.

b. Pengembangan Diagram Aktifitas dan Diagram Use Case

Pada tahap ini akan digambarkan model aktifitas bisnis menggunakan diagram aktifitas UML untuk menggambarkan kinerja sistem. Dalam diagram aktifitas akan digambarkan alur kerja dari sistem. Dengan mengetahui alur kerja sistem yang ada, dapat dilakukan pemodelan diagram

Use Case untuk menggambarkan interaksi aktor terhadap sistem.

Pengembangan Diagram Aktifitas dan Use Case

Pengembang an Diagram Interaksi Identifikasi Kelas, relasi,atribut & Method Pemeriksaan Identifikasi Aktor

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...

Related subjects :